KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Wednesday, March 30, 2011

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 29 MARET 2011


IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 29 MARET 2011

Daniel 6: 2-4
(6:2) Lalu berkenanlah Darius mengangkat seratus dua puluh wakil-wakil raja atas kerajaannya; mereka akan ditempatkan di seluruh kerajaan;
(6:3) membawahi mereka diangkat pula tiga pejabat tinggi, dan Daniel adalah salah satu dari ketiga orang itu; kepada merekalah para wakil-wakil raja harus memberi pertanggungan jawab, supaya raja jangan dirugikan.
(6:4) Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya.

Pada jaman raja Darius, raja Media dan Persia, pada saat itu raja Darius mengangkat 120 orang wakil-wakil raja dan 3 orang pejabat tinggi. Salah satu dari 3 pejabat itu adalah Daniel , orang yang dibuang dari suku Yehuda.
Pejabat tinggi itu diangkat supaya 120 wakil-wakil raja itu memberi pertanggungan jawab kepada 3 orang pejabat tinggi itu.
Raja Darius mengangkat 3 orang pejabat tinggi adalah supaya raja Darius tidak dirugikan.

Daniel 6: 4
(6:4) Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya.

Daniel mempunyai roh yang luar biasa.
Roh yang luar biasa dapat diartikan dengan roh yang menyala-nyala atau roh yang berapi-api.
Berarti jika kita mempunyai roh yang luar biasa maka kitapun memiliki roh yang bernyala-nyala atau berapi-api.

Keluaran 3: 2-5
(3:2) Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.
(3:3) Musa berkata: "Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?"
(3:4) Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: "Musa, Musa!" dan ia menjawab: "Ya, Allah."
(3:5) Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus."

Semak duri yang menyala tetapi tidak dimakan api/terbakar.
Jikalau semak duri dimakan api/terbakar = hangus dan menjadi debu(abu).
Debu -> manusia yang hina karena dosa. Semak duri adalah gambaran manusia.
Berarti memiliki roh yang menyala-nyala , itu -> hati yang suci.

Keluaran 3: 5
(3:5) Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus."

Tanah -> hati
Kalau tanah yang kudus -> hati yang kudus atau hati yang suci.
Jikalau hati kita suci/kudus dalam ibadah juga dalam pelayanan kepada Tuhan pasti roh kita bernyala-nyala/berapi-api.
Berarti yang menghambat roh kita bernyala-nyala/berapi-api untuk melayani Tuhan adalah dosa (bagaikan semak yang terbakar hangus menjadi abu/debu).

Di mata Tuhan jika seseorang melayani dengan roh yang bernyala-nyala/berapi-api , ini adalah penglihatan yang hebat.

Sebab itu biarlah kita makin hari makin sungguh-sungguh dan hati kita semakin kudus/suci untuk beribadah melayani Allah supaya kita bisa bertemu dengan Allah.

Matius 5: 8
(5:8) Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Dengan hati yang suci, kita bisa dapat bertemu/melihat Allah.
Yang hanya bisa bertemu dengan Allah adalah yang hatinya suci.

Saat kita bertemu dengan Allah , suasana yang terjadi adalah suasana kebahagiaan.

Sikap memiliki roh yang luar biasa:
SIKAP PERTAMA

Daniel 6: 5
(6:5) Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apa pun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya.

Sikapnya adalah tidak terdapat sesuatu kesalahan atau sesuatu kelalaian.

Daniel sebagai seorang pejabat tinggi , memiliki tanggung jawab atas 120 orang supaya raja Darius tidak dirugikan dan tugas Daniel itu tidak ada kesalahan/kelalaian.
Jika memiliki hati yang suci/kudus, setiap tugas yang diberikan Tuhan , baik tugas jasmani maupun rohani, baik tugas yang besar maupun yang kecil tidak terdapat kesalahan maupun kelalain.

Daniel tidak menganggap ringan tugas yang dipercayakan Tuhan.
Ini adalah sikap hati yang luar biasa.

Marilah kita belajar untuk mengerjakan tugas yang dipercayakan Tuhan dengan baik supaya tidak ada kesalahan/kelalaian.

Praktek memiliki roh yang luar biasa:
Daniel 6: 5
(6:5) Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apa pun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya.

Prakteknya adalah setia.
Jika setia mengerjakan apa yang dipercayakan Tuhan sampai selesai itu adalah tanda ketaatan kepada Tuhan.

Kita harus bercermin pada Firman Tuhan, apakah sudah patuh taat pada Firman Tuhan atau belum.
Dalam ibadah pelayanan, Daniel pun tidak terdapat kesalahan.

Sikap memiliki roh yang luar biasa:
SIKAP KEDUA

Daniel 6: 8-9, 12
(6:8) Semua pejabat tinggi kerajaan ini, semua penguasa dan wakil raja, para menteri dan bupati telah mufakat, supaya dikeluarkan kiranya suatu penetapan raja dan ditetapkan suatu larangan, agar barangsiapa yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, maka ia akan dilemparkan ke dalam gua singa.
(6:9) Oleh sebab itu, ya raja, keluarkanlah larangan itu dan buatlah suatu surat perintah yang tidak dapat diubah, menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali."
(6:12) Lalu orang-orang itu bergegas-gegas masuk dan mendapati Daniel sedang berdoa dan bermohon kepada Allahnya.

Inilah sikap yang kedua yaitu Daniel tidak menaikkan permohonan kepada raja ataupun dewa tetapi menaikkan permohonan kepada Tuhan Allahnya, artinya adalah Daniel tidak hidup dalam penyembahan berhala.
Berhala adalah segala sesuatu yang melebihi Tuhan. Contohnya adalah kebenaran diri sendiri, ibadah yang digantikan dengan pekerjaan, dll.

Syarat utama supaya memiliki roh yang luar biasa:
Daniel 6: 11
(6:11) Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.

Syarat utamanya adalah setiap hari dalam kamar atas ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem dan 3 kali sehari ;
1.    Daniel berlutut
Berlutut = kerendahan hati = merendahkan diri di hadapan Tuhan.
Ukuran kerendahan hati di hadapan Tuhan adalah sampai kita mengalami kematian dan kebangkitan Kristus (satu dalam kematian dan kebangkitan Kristus), sebab angka 3 -> satu dalam kematian dan kebangkitan Kristus.
Ukuran kerendahan hati tidak hanya dilihat dari perkataan yang lemah lembut tetapi juga dilihat dari kematian dan kebangkitannya. Jika daging masih bersuara berarti belum ada kerendahan hati.
Biarlah penyembahan kita bukanlah penyembahan yang biasa-biasa tetapi penyembahan yang mengarah pada pengudusan dan disertai dengan kerendahan hati.
2.    Daniel berdoa
berdoa = bermohon/menaikkan permohonan kepada Tuhan.
Ukuran untuk menaikkan permohonan kepada Tuhan adalah mati dan bangkit bersama Kristus, daging tidak lagi bersuara.
Terlalu gampang sekali manusia menaikkan doa bila tanpa ukuran. Biarlah penyembahan kita ukurannya lewat satu dalam kematian dan kebangkitan Kristus.
3.    Daniel memuji Allah
Memuji Allah = menaikkan/mempersembahkan korban pujian kepada Tuhan, artinya adalah hidup di dalam doa penyembahan.

3 hal itu (berlutut, berdoa dan memuji Allah) mengarah kepada pengudusan karena ada tingkap-tingkap yang terbuka yang mengarah pada Yerusalem (Yerusalem -> kota yang kudus).

Inlah pengalaman pribadi Daniel yang sungguh luar biasa dan biarlah juga ini menjadi pengalaman pribadi kita.

Kuasa memiliki roh yang luar biasa:
Daniel 6: 22-23
(6:22) Lalu kata Daniel kepada raja: "Ya raja, kekallah hidupmu!
(6:23) Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan."

Kuasanya adalah malaikat Allah mengatupkan mulut-mulut singa tersebut.
Artinya adalah terlepas dari kuasa kegelapan yaitu roh jahat ,iblis setan = terlepas dari pada jerat iblis setan = menang terhadap kuasa kegelapan.
Inilah kuasanya yaitu iblis setan tidak berkuasa dalam hal apa saja.

Mulut singa tertutup sehingga tidak bisa menerkam kita, menelan kita.

Hasil memiliki roh yang luar biasa:
Daniel 6: 24-25
(6:24) Lalu sangat sukacitalah raja dan ia memberi perintah, supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu. Maka ditariklah Daniel dari dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada Allahnya.
(6:25) Raja memberi perintah, lalu diambillah orang-orang yang telah menuduh Daniel dan mereka dilemparkan ke dalam gua singa, baik mereka maupun anak-anak dan isteri-isteri mereka. Belum lagi mereka sampai ke dasar gua itu, singa-singa itu telah menerkam mereka, bahkan meremukkan tulang-tulang mereka.

Hasilnya ada 2, yaitu;
1.    orang-orang yang iri hati, dengki, sirik dan fitnah dilemparkan ke dalam gua singa.
Iri hati, dengki, sirik dan fitnah = menuduh/mendakwa , itu adalah suara daging.
Jadi hasilnya adalah daging tidak lagi bersuara.
2.    aturan-aturan dunia yang merugikan berubah berbalik menjadi aturan yang menguntungkan , seperti raja Darius mengubah perintah yang dikeluarkan.
Banyak sekali aturan di dunia (di rumah, sekolah, tempat kerja, di mana saja kita berada), tentu sangat merugikan ibadah pelayanan tapi bila mulut iblis setan tertutup dan kita mampu mengalahkan iblis setan, maka aturan yang merugikan itu berbalik menjadi aturan yang menguntungkan/bisa merubah keadaan.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita firman;
Gembala Sidang: Pdt.  Daniel U. Sitohang

Monday, March 28, 2011

IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 21 DESEMBER 2010

IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 21 DESEMBER 2010HYPERLINK "http://gptserangcilegon.blogspot.com/2011/03/ibadah-kaum-muda-remaja-21-desember.ht

"silahkan mengikuti Ibadah Kaum Muda Remaja tentang DAUD dalam 1 Samuel 16"

Tema:  STUDY DAUD
            (Seri 02)

Contoh pribadi yang dipilih Tuhan: DAUD
1 Samuel 16: 1, 4, 6-13
(16:1) Berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul? Bukankah ia telah Kutolak sebagai raja atas Israel? Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku."
(16:4) Samuel berbuat seperti yang difirmankan TUHAN dan tibalah ia di kota Betlehem. Para tua-tua di kota itu datang mendapatkannya dengan gemetar dan berkata: "Adakah kedatanganmu ini membawa selamat?"
(16:6) Ketika mereka itu masuk dan Samuel melihat Eliab, lalu pikirnya: "Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya."
(16:7) Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."
(16:8) Lalu Isai memanggil Abinadab dan menyuruhnya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata: "Orang ini pun tidak dipilih TUHAN."
(16:9) Kemudian Isai menyuruh Syama lewat, tetapi Samuel berkata: "Orang ini pun tidak dipilih TUHAN."
(16:10) Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai: "Semuanya ini tidak dipilih TUHAN."
(16:11) Lalu Samuel berkata kepada Isai: "Inikah anakmu semuanya?" Jawabnya: "Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba." Kata Samuel kepada Isai: "Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari."
(16:12) Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: "Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia."
(16:13) Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.

Allah memilih Daud menjadi raja atas Israel saat Daud masih remaja/muda belia

Alasan Tuhan memilih Daud:
ALASAN KEDUA.

1 Samuel 16: 11
(16:11) Lalu Samuel berkata kepada Isai: "Inikah anakmu semuanya?" Jawabnya: "Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba." Kata Samuel kepada Isai: "Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari."

Alasannya adalah karena Daud menggembalakan kambing domba ayahnya.
Artinya: berada di dalam kandang penggembalaan = tergembala dengan baik dalam satu kandang penggembalaan dan  satu gembala.

1 Samuel 17: 12-15
(17:12) Daud adalah anak seorang dari Efrata, dari Betlehem-Yehuda, yang bernama Isai. Isai mempunyai delapan anak laki-laki. Pada zaman Saul orang itu telah tua dan lanjut usianya.
(17:13) Ketiga anak Isai yang besar-besar telah pergi berperang mengikuti Saul; nama ketiga anaknya yang pergi berperang itu ialah Eliab, anak sulung, anak yang kedua ialah Abinadab, dan anak yang ketiga adalah Syama.
(17:14) Daudlah yang bungsu. Jadi ketiga anak yang besar-besar itu pergi mengikuti Saul.
(17:15) Tetapi Daud selalu pulang dari pada Saul untuk menggembalakan domba ayahnya di Betlehem.

Ketiga kakak-kakak nya yang besar selalu ikut perang dengan Saul tetapi Daud tetap kembali pulang untuk menggembalakan kambing domba ayahnya.
Artinya adalah sesibuk apapun aktivitas, kegiatan, ekstrakulikuler, di sekolah, di kampus, di tempat kerja dan di setiap komunitas, harus tetap kembali pada kandang penggembalaan, beribadah melayani Tuhan.

Ciri-ciri domba tergembala:
Ciri Pertama.

Yohanes 10: 2-3
(10:2) tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba.
(10:3) Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.

Cirinya adalah mendengar suara gembala = dengar-dengaran.

Yohanes 10: 19
(10:19) Maka timbullah pula pertentangan di antara orang-orang Yahudi karena perkataan itu. Banyak di antara mereka berkata:

Jikalau tidak dengar-dengaran pada suara gembala, maka dikuasai roh pertentangan ,dan ini tidak menjadi pilihan Allah.

Contoh dengar-dengaran:
1 Samuel 3: 2-10
(3:2) Pada suatu hari Eli, yang matanya mulai kabur dan tidak dapat melihat dengan baik, sedang berbaring di tempat tidurnya.
(3:3) Lampu rumah Allah belum lagi padam. Samuel telah tidur di dalam bait suci TUHAN, tempat tabut Allah.
(3:4) Lalu TUHAN memanggil: "Samuel! Samuel!", dan ia menjawab: "Ya, bapa."
(3:5) Lalu berlarilah ia kepada Eli, serta katanya: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Tetapi Eli berkata: "Aku tidak memanggil; tidurlah kembali." Lalu pergilah ia tidur.
(3:6) Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi. Samuel pun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta berkata: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Tetapi Eli berkata: "Aku tidak memanggil, anakku; tidurlah kembali."
(3:7) Samuel belum mengenal TUHAN; firman TUHAN belum pernah dinyatakan kepadanya.
(3:8) Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi, untuk ketiga kalinya. Ia pun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta katanya: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Lalu mengertilah Eli, bahwa TUHANlah yang memanggil anak itu.
(3:9) Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel: "Pergilah tidur dan apabila Ia memanggil engkau, katakanlah: Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar." Maka pergilah Samuel dan tidurlah ia di tempat tidurnya.
(3:10) Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: "Samuel! Samuel!" Dan Samuel menjawab: "Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar."

Samuel yang muda belia, peka dengan suara panggilan = pribadi yang dengar-dengaran.

Tiga kali Samuel dipanggil oleh Allah, dikaitkan dengan pola terang TABERNAKEL;
1.    panggilan pertama à Halaman , artinya : dengar-dengaran kepada bapa jasmani.
2.    panggilan kedua  à Ruangan Suci, artinya : dengar-dengaran kepada bapa rohani, yaitu gembala.
3.    panggilan ketiga à Ruangan Maha Suci, artinya : dengar-dengaran kepada Bapa yang di sorga.

Hasil jika dengar-dengaran:
1 Samuel 3: 11, 13-18
(3:11) Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Ketahuilah, Aku akan melakukan sesuatu di Israel, sehingga setiap orang yang mendengarnya, akan bising kedua telinganya.
(3:13) Sebab telah Kuberitahukan kepadanya, bahwa Aku akan menghukum keluarganya untuk selamanya karena dosa yang telah diketahuinya, yakni bahwa anak-anaknya telah menghujat Allah, tetapi ia tidak memarahi mereka!
(3:14) Sebab itu Aku telah bersumpah kepada keluarga Eli, bahwa dosa keluarga Eli takkan dihapuskan dengan korban sembelihan atau dengan korban sajian untuk selamanya."
(3:15) Samuel tidur sampai pagi; kemudian dibukanya pintu rumah TUHAN. Samuel segan memberitahukan penglihatan itu kepada Eli.
(3:16) Tetapi Eli memanggil Samuel, katanya: "Samuel, anakku." Jawab Samuel: "Ya, bapa."
(3:17) Kata Eli: "Apakah yang disampaikan-Nya kepadamu? Janganlah kausembunyikan kepadaku. Kiranya beginilah
Allah menghukum engkau, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika engkau menyembunyikan sepatah kata pun kepadaku dari apa yang disampaikan-Nya kepadamu itu."
(3:18) Lalu Samuel memberitahukan semuanya itu kepadanya dengan tidak menyembunyikan sesuatu pun. Kemudian Eli berkata: "Dia TUHAN, biarlah diperbuat-Nya apa yang dipandang-Nya baik."

Hasilnya adalah
1.    tidak menyembunyikan dosa
2.    tidak menyimpan kesalahan orang lain

Ciri-ciri domba tergembala:
Ciri Kedua.

Yohanes 10: 4
(10:4) Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.

Cirinya adalah mengikuti gembala = mengikuti jejak Kristus.

Wahyu 14: 4-5
(14:4) Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.
(14:5) Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.

Yesus adalah Gembala Agung.
Mengikuti gembala berarti;
-      tidak mencemarkan diri dari berbagai-bagai dosa
murni sama seperti perawan à tidak tersentuh dosa.
-      tidak ada dusta = tidak ada tipu di mulut.

Hasilnya adalah hutang dosa ditebus oleh darah Yesus.

Wahyu 14: 4B
(14:4) Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.

Ditebus oleh darah Yesus sebagai korban sulung bagi Allah = menjadi sama seperti anak sulung yang berjumlah 144.000 orang.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERIKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang: Pdt. Daniel U. Sitohang