IBADAH RAYA MINGGU, 20 JULI 2025
WAHYU 19:9
(Seri 4)
Subtema: BERDALIH ( MENCOBA 5 PASANG LEMBU KEBIRI )
Mula
pertama saya mengucapkan puji dan syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya
telah menghimpunkan kita di atas gunung TUHAN yang kudus. Sehingga, kita boleh
datang menghadap Dia dalam Ibadah Raya
Minggu disertai dengan kesaksian.
Saya juga
tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN yang turut bergabung
lewat online / live streaming / video internet baik dari Youtube maupun dari Facebook atau
media sosial lainnya yang dapat digunakan (diakses).
Biarlah
kiranya damai sejahtera dari Sorga memenuhi ruangan ini dan hati kita
masing-masing, sehingga kita merasakan sukacita dan kebahagiaan dari Sorga saat
kita mendengarkan Firman (Sabda Allah) malam ini. Namun jangan lupa, tetaplah
berdoa dalam Roh, mohonlah kemurahan TUHAN supaya Firman yang dibukakan
meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi
Selanjutnya,
mari kita sambut KITAB WAHYU
sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah
Raya Minggu…
Wahyu 19:9
(19:9) Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah
mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi
kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari
Allah."
Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak
Domba.
Ini adalah
Firman Allah yang benar, karena
Allah sendiri yang berkata.
Berarti,
di luar Pengajaran Mempelai kita harus berpikir ulang, sebab, untuk sampai ke pesta
nikah Anak Domba, kita harus menerima Firman Pengajaran Mempelai dalam terang
Tabernakel.
Yang
senada dengan kalimat ini dapat kita jumpai dalam…
Lukas
14:15 -- Perikop: "Perumpamaan
tentang orang-orang yang berdalih"
(14:15) Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada
Yesus: "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah."
Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam kerajaan Allah.
Saya
sendiri juga bahagia bila dijamu oleh sidang jemaat dalam setiap kunjungan,
apalagi kalau saya dijamu di dalam kerajaan Allah, saya lebih bahagia lagi.
Saudara,
dijamu dalam kerajaan Allah adalah tujuan hidup dari umat TUHAN / orang-orang
yang percaya. Dengan lain kata; berada
dalam pesta nikah Anak Domba adalah kerinduan hati kita (anak-anak TUHAN) atau
menjadi mempelai TUHAN adalah kerinduan
dari anak-anak TUHAN. Mengapa
demikian? Karena langit yang pertama, bumi yang pertama dan laut yang
pertama akan berlalu.
Saudara,
tentu kita harus memilih untuk dijamu di dalam kerajaan Sorga, dengan lain
kata; rindu masuk dalam kerajaan Sorga dari pada masuk dalam pesta
burung-burung, karena itu akan berakhir kepada kebinasaan.
Mari kita
membaca…
2 Korintus
11:1 -- Perikop: "Pendapat Paulus
tentang dirinya"
(11:1) Alangkah baiknya, jika kamu sabar
terhadap kebodohanku yang kecil itu. Memang kamu sabar terhadap aku!
Alangkah baiknya, jika kamu sabar terhadap kebodohanku yang
kecil itu.
Saudara,
Paulus adalah seorang hamba TUHAN, tentu ia belum sempurna, pasti ada
kekurangan, ada kebodohan. Tetapi rasul Paulus memohon supaya jemaat di
Korintus ini bersabar. Lalu rasul Paulus melihat; Memang kamu sabar terhadap aku.
Saudara,
kalaupun masih ada kekurangan-kekurangan, sabar saja, sebab kita butuh
Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel. Jangankan rasul Paulus, TUHAN
Yesus pun berkata kepada murid-murid-Nya; dalam Matius 23:1-3 --- Maka
berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya:
"Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.
Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu,
tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka
mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. Itulah ahli-ahli Taurat dan
orang-orang Farisi “jarkoni” hanya bisa mengajar tetapi tidak bisa melakukannya
(tidak menjadi pelaku). Itulah sebabnya rasul Paulus berkata; sabar ya terhadap kelemahanku, karena
kita butuh Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.
Saudara, kemana arah dari Pengajaran Mempelai dalam
terang Tabernakel? Kita dibawa kemana, pesta nikah Anak Domba atau pesta
burung-burung (neraka)? Supaya kita tahu untuk memilih dimana kita harus
beribadah.
2 Korintus
11:2
(11:2) Sebab aku cemburu kepada kamu
dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu
laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.
Demi
perjamuan kawin Anak Domba (dijamu dalam kerajaan Allah), rasul Paulus membawa
jemaat di Korintus sebagai perawan suci kepada Kristus, Mempelai Laki-Laki
Sorga
Aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi
Selain
itu, rasul Paulus cemburu kepada jemaat di Korintus dengan cemburu ilahi.
Cemburu ilahi sifatnya; preventif – menjaga dan melindungi – supaya jemaat
jangan sesat dengan ajaran-ajaran yang tidak pasti.
Oleh sebab
itu, mari kita pegang terus Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel,
jangan terpengaruh dengan ajaran-ajaran lain. Sebab, hari-hari ini beredar
begitu banyak ajaran-ajarna yang tidak pasti, terlebih soal pernikah. Mereka
bilang boleh bercerai, kalau ketahuan berzinah, padahal Alkitab berkata; tidak
boleh bercerai sekalipun karena berzinah.
2 Korintus
11:3
(11:3) Tetapi aku takut, kalau-kalau
pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus,
sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.
Selain
cemburu, rasul Paulus juga takut
kalau-kalau pikiran jemaat di Korintus disesatkan dari kesetiaan mereka yang
sejati kepada Kristus. Dari sini kita bisa melihat bahwa rasul Paulus ini
konsisten dengan Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel. Selain
konsisten, rasul Paulus juga berharap penuh kepada TUHAN supaya jemaat di
Korintus berpegang teguh dengan Pengajaran Mempelai. Tetapi saya yakin, kita semua yang hadir malam ini; berpegang
teguh kepada Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.
Jadi,
singkat kata, rasul Paulus adalah pekabar
mempelai, ia mengusung Pengajaran Mempelai dan Pengajaran Tabernakel.
Tujuannya; untuk membawa sidang jemaat menjadi perawan suci.
Saya
terlalu yakin berkata; Pengajaran
Mempelai dalam terang Tabernakel adalah satu-satunya Pengajaran yang membawa
sidang jemaat kembali menjadi perawan suci.
Perawan
suci itu berarti layak dibawa masuk dalam perkawinan Anak Domba.
2 Korintus 11:4
(11:4) Sebab kamu sabar saja, jika ada
seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami
beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang
telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.
Berpegang
teguh terhadap Pengajaran Mempelai disertai dengan sabar, berati menolak…
1.
Yesus yang lain, itulah ular tua naga merah
padam -- ujian yang datang dari atas
2.
Roh yang lain, itulah antikris
3.
Injil yang lain, itulah berita dari nabi-nabi
palsu dengan ajarannya yang palsu.
Saudara,
tidak mungkin; “yesus yang lain”, “roh yang lain”. “injil yang lain” membawa
gereja TUHAN masuk ke dalam jamuan kerajaan Sorga. Dengan lain kata; tidak
mungkin setan tritunggal itulah naga,
antikris dan nabi-nabi palsu membawa gereja TUHAN menjadi mempelai TUHAN. Oleh
sebab itu, tetaplah berpegang teguh dengan Pengajaran Mempelai dalam terang
Tabernakel dan sabarlah, lalu tolak; “yesus yang lain”, “roh yang lain”. “injil
yang lain”
Mari kita
baca…
Wahyu 14:1
-- Perikop: “Anak Domba dan pengikut-Nya
yang ditebus-Nya”
(14:1) Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak
Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh
empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.
Di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya
Biarlah di
dahi (pikiran) kita hanya ada TUHAN Yesus Kristus, hanya ada ibadah dan
pelayanan, tekun dalam tiga macam ibadah, tidak ada yang lain, pasti
ujung-ujungnya kita menjadi mempelai TUHAN.
Saudara,
kita memang perlu bekerja, berbisnis, buka usaha tetapi biarlah di dahi
(pikiran) tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya. Biarlah di dahi (pikiran) kita lebih
mengutamakan pekerjaan TUHAN, kalau itu yang tertulis, pasti kita akan menjadi
bagian dari mempelai TUHAN.
Tetapi
saudara, yang mau saya sampaikan adalah ayat berikutnya. Ayat ini terkait
dengan yang disampaikan oleh rasul Paulus dalam 2 Korintus 11:4 tadi, yaitu..
Wahyu 14:4
(14:4) Mereka adalah orang-orang yang
tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni
sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba
itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai
korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.
Inti
mempelai murni sama seperti perawan
berarti; suci di atas suci. Kenapa mereka bisa murni sama seperti
perawan suci? Karena mereka tidak
mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan.
Permpuan-perempuan
di sini -> 2 (dua) perempuan yang tertulis di dalam kitab Wahyu, antara
lain;
1.
Izebel
-> nabi-nabi palsu dengan
ajarannya yang palsu.
Ajaran Izebel; hamba-hamba TUHAN “dikantongi”,
hamba-hamba TUHAN “makan dari meja Izebel.”
Kalau kita perhatikan nabi Nathan, waktu menegur
Daud; ia tidak ragu-ragu, karena Daud salah. Semestinya hamba TUHAN tidak boleh
“dikantongi” oleh sidang jemaat. Jemaat harus taat, setia dan dengar-dengaran.
2.
Babel
-> antikris -- terikat dengan
Mamon.
Itulah penyembahan tertinggi dari setan
tritunggal, disebut dengan kenajisan percabulan – tinggalkan ibadah hanya
karena bisnis, pekerjaan/hal-hal lahiriah lainnya.
Jadi
saudara, jangan kita terima ajaran-ajaran lain. Kalau rasul Paulus berkata;
tolak “yesus yang lain”, “roh yang lain”. “injil yang lain.” Tetapi,
berpeganglah teguh kepada Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel kalau
mau di mempelaikan, sebab saya tidak mau memaksa, itu adalah pilihan saudara.
Di atas
tadi kita sudah membaca Lukas 14:15
--“Berbahagialah orang yang akan dijamu
dalam Kerajaan Allah.” Untuk sampai ke sini, kita harus menerima Pengajaran
Mempelai supaya kita menjadi Mempelai TUHAN; dipertunangkan sebagai perawan
suci.
Sekarang
kita perhatikan….
Lukas
14:16-17
(14:16) Tetapi Yesus berkata kepadanya:
"Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang. (14:17) Menjelang perjamuan itu
dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah,
sebab segala sesuatu sudah siap.
Intisari
dari ayat ini adalah demi pesta kawin Anak Domba / dijamu dalam kerajaan Sorga,
"saya" (hamba TUHAN) diutus oleh TUHAN untuk menyebarkan undangan
kepada gereja TUHAN, secara khusus di provinsi Banten ini. Pertama-tama kepada sidang jemaat GPT Betania
Serang & Cilegon lewat Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel. Oleh
sebab itu, kalau rindu menjadi mempelai TUHAN; TERIMALAH!!!
Saudara,
kalau rindu masuk dalam pesta nikah Anak Domba, dipertunangkan sebagai perawan
suci kepada TUHAN sebagai Mempelai Laki-Laki; terimalah undangan. Pengajaran
Mempelai dalam Pengajaran Tabernakel mengundang kita, bukan saja GPT Betania
Serang & Cilegon, tetapi juga anak-anak TUHAN yang bergabung lewat online.
Inilah
Firman yang benar menurut Wahyu 19:9.
Kalau khotbah hanya bicara soal berkat-berkat, itu tidak benar, dengan lain
kata; kebenarannya tidak murni. Tetapi, kebenaran yang murni; kita dikristalkan
dan menjadi mempelai. Kristal itu = transparan, berarti di luar sama dengan di
dalam.
Sekarang
yang menjadi pertanyaannya adalah: Bagaimana sikap kita terhadap undangan itu,
supaya kita dibawa masuk dalam pesta nikah Anak Domba? Bagaimana sikap kita
dalam mendengar Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel?
Lukas
14:18-20
(14:18) Tetapi mereka bersama-sama meminta
maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku
harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan. (14:19) Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu
kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. (14:20) Yang lain lagi berkata: Aku
baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang.
Adapun
reaksi mereka terhadap undangan lewat Pengajaran Tabernakel: Mereka yang
menerima undangan meminta maaf
terlebih dahulu, berarti; menolak untuk dijamu / menolak untuk masuk dalam
pesta nikah Anak Domba, karena ternyata mereka adalah orang-orang yang berdalih.
Dalih
menurut KBBI adalah alasan yang dicari-cari untuk membenarkan diri dan
membenarkan alasannya
Ada 3 alasan dari orang-orang yang
berdalih untuk menolak pesta nikah Anak Domba.
ALASAN
PERTAMA: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya
Pada
minggu yang lalu, alasan pertama ini telah diterangkan begitu rupa sesuai
dengan takaran kasih karunia. Kiranya itu masih jelas dalam ingatan kita dan
menjadi berkat besar bagi kita.
Sekarang
kita melihat alasan berikutnya..
ALASAN
KEDUA: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi
mencobanya, aku minta dimaafkan
Kebiri berarti ..
-
Untuk binatang jantan kelenjar testisnya sudah
dihilangkan, sehingga dia menjadi mandul.
-
Untuk binatang betina ovarium telah dipotong
maka menjadi mandul.
Singkat
kata, kebiri = hasrat daging / nafsu
daging tidak ada lagi. Demikian juga orang yang mengebiri, tidak lagi hidup dalam hawa nafsu dan keinginan daging.
Jelas kehidupan seperti ini adalah orang yang mengabdikan kehidupannya hanya kepada
TUHAN, itulah hamba-hamba TUHAN
disebut juga dengan "sida-sida.”
Saudaraku…
Pada zaman ahasyweros ada
7 orang sida-sida yang mengabdi.
Ayat
referensi:
Ester 1:10
(1:10) Pada hari yang ketujuh, ketika raja
riang gembira hatinya karena minum anggur, bertitahlah baginda kepada Mehuman,
Bizta, Harbona, Bigta, Abagta, Zetar dan Karkas,
yakni ketujuh sida-sida yang bertugas di hadapan raja Ahasyweros,
Ada 7
orang yang bertugas kepada raja Ahasyweros.
Kata
“bertugas” berarti; mengabdi kepada raja Ahasyweros.
Bagaimana pengabdian mereka? Mari
kita lihat…
Ester
1:11-12
(1:11) supaya mereka membawa Wasti, sang
ratu, dengan memakai mahkota kerajaan, menghadap raja untuk memperlihatkan
kecantikannya kepada sekalian rakyat dan pembesar-pembesar, karena sang ratu
sangat elok rupanya. (1:12) Tetapi
ratu Wasti menolak untuk menghadap menurut titah raja yang disampaikan
oleh sida-sida itu, sehingga sangat geramlah raja dan berapi-apilah murkanya.
Dari sini
kita melihat, 7 orang sida-sida tersebut sungguh-sungguh mengabdi kepada raja
Ahasyweros, mereka tidak berpihak kepada yang lain. Mereka tidak berpihak
kepada Wasti, walaupun Wasti seorang perempuan.
Saudara,
kalau pengertian dunia bertolak belakang dengan pengertian dari Sorga. Dunia
sering kali berkata “emansipasi wanita’, akhirnya wanita tidak tunduk-tunduk
kepada laki-laki. Harusnya, seorang perempuan tunduk kepada suaminya, sama
seperti jemaat tunduk kepada Kristus Kepala sebagai suami. Tidak ada
“emansipasi wanita” di dalam TUHAN, yang ada kita semua harus tunduk kepada
Kristus sebagai Kepala (Efesus 5:22).
Tetapi di sini kita melihat, Wasti tidak mau tunduk, namun 7 orang sida-sida
itu tidak mau berpihak kepada Wasti, inilah orang yang mengabdi.
Jadi,
pengabdian kita jangan disalahgunakan ya saudara seperti orang-orang yang
diundang, berkata; aku telah membeli lima
pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya, aku minta dimaafkan.
Pada zaman Zedekia Raja Yehuda ada Ebed-Melekh sida-sida dari Etiopia yang mengabdi
kepada raja Zedekia
Mari kita
lihat ayat referensinya..
Yeremia
38:7-10
(38:7) Tetapi ketika didengar Ebed-Melekh,
orang Etiopia itu -- ia seorang sida-sida yang tinggal di istana
raja -- bahwa Yeremia telah dimasukkan ke dalam perigi -- pada waktu itu raja
sedang duduk di pintu gerbang Benyamin – (38:8)
maka keluarlah Ebed-Melekh dari istana raja itu, lalu berkata kepada raja: (38:9) "Ya tuanku raja,
perbuatan orang-orang ini jahat dalam segala apa yang mereka lakukan terhadap
nabi Yeremia, yakni memasukkan dia ke dalam perigi; ia akan mati
kelaparan di tempat itu! Sebab tidak ada lagi roti di kota." (38:10) Lalu raja memberi
perintah kepada Ebed-Melekh, orang Etiopia itu, katanya: "Bawalah tiga
orang dari sini dan angkatlah nabi Yeremia dari perigi itu sebelum ia
mati!"
Dari sini
kita bisa melihat, Ebed-Melekh betul-betul mengabdikan dirinya kepada TUHAN.
Kalau kita
hamba TUHAN, hamba kebenaran, pasti kita mengabdi kepada TUHAN seperti
Ebed-Melekh mengabdi kepada raja Zedekia. Dia memperhatikan nabi Yeremia, dia
memperhatikan pekerjaan TUHAN dan rencana TUHAN.
Mari kita
membaca…
Yeremia
38:2-4
(38:2) "Beginilah firman TUHAN: Siapa
yang tinggal di kota ini akan mati karena pedang, karena kelaparan dan karena
penyakit sampar; tetapi siapa yang keluar dari sini mendapatkan orang Kasdim,
ia akan tetap hidup; nyawanya akan menjadi jarahan baginya dan ia tetap hidup. (38:3) Beginilah firman TUHAN: Kota
ini akan pasti diserahkan ke dalam tangan tentara raja Babel yang akan
merebutnya." (38:4) Maka
berkatalah para pemuka itu kepada raja: "Baiklah orang ini dihukum mati!
Sebab sebenarnya dengan mengatakan hal-hal seperti itu maka ia melemahkan
semangat prajurit-prajurit yang masih tinggal di kota ini dan semangat segenap
rakyat. Sungguh, orang ini tidak mengusahakan kesejahteraan untuk bangsa ini,
melainkan kemalangan."
Yeremia
memberi peringatan keras kepada orang dari Yerusalem, sesungguhnya itu sesuai
dengan apa yang ia terima dari TUHAN --- enak tidak enak harus diterima ---
Jangan datang mencari Firman atau mencari hamba TUHAN yang sesuai dengan keinginan
kita / selera kita. Enak tidak enak kita harus belajar untuk terima Pengajaran
Mempelai dalam terang Tabernakel, sebab ini adalah undangan, supaya kelak kita
dibawa masuk dalam pesta nikah Anak Domba. Tetapi pemuka-pemuka orang-orang
Yehuda di Yerusalem menolak perkataan
yang disampaikan oleh nabi Yeremia.
Kalau
Yeremia menyampaikan hal itu, karena ia tahu bahwa Zedekia sudah melakukan
kejahatan besar di mata TUHAN. Maka, oleh karena kejahatan Zedekia ini dan
raja-raja terdahulu, orang Yehuda harus dibuang ke Babelonia sebagai
penghukuman. Dan siapa yang mau dibuang ke Babelonia nanti akan tertolong,
bagaikan hidupnya dirampas dari neraka dan ini adalah ketetapan TUHAN. Raja-raja
Yehuda berlaku jahat kepada TUHAN sampai kepada raja Zedekia. Oleh karena kesalahan-kesalahan,
orang-orang Yehuda dihukum dengan; kelaparan,
pedang, penyakit sampar itulah
corona / covid 19.
Sekali
lagi saya sampaikan, jangan kita datang mencari Firman TUHAN sesuai dengan
selera hati ya saudara. Tetapi, dengar dan terimalah apa yang TUHAN mau supaya
kita tetap dalam rencana TUHAN yaitu; terima undangan (Pengajaran Mempelai dan
Pengajaran Tabernakel) membawa kita dalam jamuan kerajaan ALLAH dengan lain
kata; sebagai perawan suci, itulah mempelai TUHAN.
Jadi,
Pengajaran Tabernakel ini sangat mulia, tetapi anehnya banyak gereja yang
menolak dan saya tidak habis pikir kenapa bisa seperti itu. Kenapa seorang hamba TUHAN tidak mau menyelidiki tentang Tabernakel?
Bukankah TUHAN Yesus adalah Tabernakel sejati? Kita juga Tabernakel (rumah TUHAN), kenapa bukan hal itu yang
diselidiki? Tetapi TUHAN berkemurahan kepada kita, undangan itu disampaikan
kepada kita umat TUHAN jemaat GPT Betania Serang & Cilegon.
Mari kita
berdoa supaya hamba TUHAN di GPT berpegang teguh kepada Pengajaran Mempelai,
karena sekarang ini arus dunia sangat besar sekali tidak seperti tahun 80-an.
Tetapi kalau kita saja yang bertahan dengan Pengajaran Mempelai; BERTAHANLAH!
Dukung terus.
Sekarang
kita lihat…
2 Tawarikh
36:11-13 Perikop: “Raja Zedekia --
Runtuhnya kerajaan Yehuda”
(36:11) Zedekia berumur dua puluh satu
tahun pada waktu ia menjadi raja dan sebelas tahun lamanya ia memerintah di
Yerusalem. (36:12) Ia melakukan
apa yang jahat di mata TUHAN, Allahnya, dan tidak merendahkan diri di hadapan
nabi Yeremia, yang datang membawa pesan TUHAN. (36:13) Lagipula ia memberontak terhadap raja Nebukadnezar,
yang telah menyuruhnya bersumpah demi Allah. Ia menegarkan tengkuknya dan
mengeraskan hatinya dan tidak berbalik kepada TUHAN, Allah Israel.
Saudara,
Nebukadnezar membawa orang-orang Yehuda sebagai tawanan ke Babel, itu seizin
TUHAN. Tetapi terhadap Nebukadnezar pun Zedekia mengeraskan hatinya. Padahal,
apa yang dikatakan oleh Yeremia yaitu; Siapa
yang tinggal di kota ini akan mati karena pedang,
karena kelaparan dan karena penyakit sampar; tetapi siapa yang
keluar dari sini mendapatkan orang Kasdim, ia akan tetap hidup; nyawanya akan
menjadi jarahan baginya dan ia tetap hidup. --- tetapi Zedekia memberontak
kepada Nebukadnezar.
Siapa yang mengerti pesan TUHAN yang disampaikan oleh nabi
Yeremia? Hanya satu, itulah sida-sida dari
Etiopia yang bernama Ebed-Melekh. Itulah sida-sida zaman Zedekia yang mengabdi
kepada TUHAN / mengebiri. Tetapi lihatlah, mereka yang diundang ke perjamuan
kawin Anak Domba, alasan kedua; saya
sudah memiliki lima pasang lembu kebiri dan saya harus mencobanya -- hal ini sama sekali tidak ada kaitannya
dengan kerajaan Sorga.
Biarlah
kita tetap mengabdi kepada TUHAN, mengebiri kepada TUHAN, jangan mendua hati.
Orang yang mendua hati tidak mendapat apa-apa sebagaimana dalam Yakobus 1:8 --- Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam
hidupnya. Tetapi sebaliknya dalam Yakobus 4:8 --- Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah
tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu
yang mendua hati!
Tekunlah
dalam tiga macam ibadah pokok, terimalah undangan TUHAN supaya kita dibawa
masuk dalam pesta kawin Anak Domba. Karena, wujud dari mempelai TUHAN adalah
penyembahan (puncak ibadah). Juga…
-
Tahirkanlah tanganmu, itulah perbuatan hidup.
-
Sucikanlah hatimu hai kamu yang mendua hati!
Semestinya,
kalau kita mengebiri / mengabdi, biarlah kita kepada TUHAN, seperti 7 sida-sida
zaman Ahasyweros dan zaman Zedekia itulah Ebed-Melekh. Mereka memperhatikan
pesan TUHAN. Jangan kita mengabdi kepada TUHAN, tetapi masih pergi juga kepada
yang lain, itu tidak boleh. Coba-coba cari penghidupan, coba-coba cari tempat
ibadah ke tempat lain, coba-coba dalam banyak perkara menurut kehendak sendiri.
Perjalanan rohani kita sudah berada pada mil-mil yang terakhir, kita sudah di
ujung perjalanan. Mengebiri / mengabdilah kepada TUHAN, sebab tuan dari
hamba-hamba TUHAN adalah TUHAN Yesus Kristus.
Pada zaman
rasul-rasul seorang sida-sida dari tanah
Etiopia
Kisah Para
Rasul 8:26-40 -- Perikop: “Sida-sida
dari tanah Etiopia”
Kalau
berbicara tentang Etiopia saya jadi
teringat dengan perkataan Sulamit (mempelai TUHAN) dalam Kidung Agung 1:5-8 --- Memang
hitam aku, tetapi cantik, hai
puteri-puteri Yerusalem, seperti kemah orang Kedar, seperti tirai-tirai orang
Salma. Janganlah kamu perhatikan
bahwa aku hitam, karena terik
matahari membakar aku. Putera-putera ibuku marah kepadaku, aku dijadikan mereka
penjaga kebun-kebun anggur; kebun anggurku sendiri tak kujaga ---
Mempelai
wanita TUHAN tidak memperdulikan dirinya selain memperhatikan putera-putera
yang lahir dari rahim ibunya. Itu bedanya roh mempelai dengan yang bukan roh
mempelai. Kalau hanya sekedar beribadah; dia tidak tahu bagaimana memperhatikan
pekerjaan TUHAN. Tetapi, apabila Roh Mempelai menguasai kehidupannya, dia pasti
perhatikan pekerjaan TUHAN, perhatikan putera-putera yang lain yang dilahirkan
dengan baptisan yang sama. Inilah sekilas tentang orang Etiopia, berkulit hitam,
tetapi memiliki Roh Mempelai.
Saudara,
mungkin kita dipandang dunia bukan siapa-siapa, tetapi Pengajaran Mempelai, Roh
Mempelai, menguasai kehidupan kita. Dan Roh Mempelai itu sifatnya mengundang
sebagaimana dalam Wahyu 22:17
--- Roh
dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah!" Dan
barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!"
Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau,
hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma! --- Roh Mempelai
memperhatikan yang lain, dia tidak peduli dengan dirinya.
Kisah Para
Rasul 8:27 -- Perikop: "Sida-sida
dari tanah Etiopia"
(8:27) Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang
Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala
perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi
ke Yerusalem untuk beribadah.
Di sini
kita melihat seorang sida-sida, dia pembesar dari Etiopia tetapi ia betul-betul
mengabdi kepada Sri Kandake, ratu negeri Etiopia.
Mari kita
lihat bagaimana sida-sida dari Etiopia in mengabdi…
Kisah Para
Rasul 8:28-35
(8:28) Sekarang orang itu sedang dalam
perjalanan pulang dan duduk dalam keretanya sambil membaca kitab nabi Yesaya.
(8:29) Lalu kata Roh kepada Filipus:
"Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!" (8:30) Filipus segera ke situ dan mendengar sida-sida itu sedang membaca
kitab nabi Yesaya. Kata Filipus: "Mengertikah tuan apa yang tuan baca
itu?" (8:31) Jawabnya:
"Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing
aku?" Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk di sampingnya. (8:32) Nas yang dibacanya itu berbunyi
seperti berikut: Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti
anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia
tidak membuka mulut-Nya. (8:33) Dalam
kehinaan-Nya berlangsunglah hukuman-Nya; siapakah yang akan menceriterakan asal
usul-Nya? Sebab nyawa-Nya diambil dari bumi. (8:34) Maka kata sida-sida itu kepada Filipus: "Aku bertanya
kepadamu, tentang siapakah nabi berkata demikian? Tentang dirinya sendiri atau
tentang orang lain?" (8:35)
Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan
Injil Yesus kepadanya.
Mari kita
lihat, apa yang dibaca oleh sida-sida dari Etiopia ini dalam Yesaya 53:7 --- Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka
mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba
yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka
mulutnya. --- Ini namanya pengalaman kematian; daging tidak bersuara.
Lihat
orang mati, sekalipun dimarahi, diomelin, difitnah, ia tidak akan pernah
membuka mulutnya. Dan kita perlu masuk dalam pengalaman kematian TUHAN Yesus
Kristus supaya daging ini tidak bersuara lagi, apapun yang terjadi
Jadi, yang
dimaksud pada ayat ini adalah nubuatan tentang pribadi Yesus Kristus, Dialah
Anak Domba Allah yang disembelih, tetapi mulut-Nya tidak akan terbuka / ngomel
/ mempersalahkan orang.
Inilah
yang diajarkan oleh Filipus kepada sida-sida dari Etiopia dan ini juga TUHAN
nyatakan pada kita malam ini. Lalu, bagaimana
sikap kita dengan ajaran ini? Mungkin terlalu sakit bagi daging (tidak
enak), tetapi mau tidak mau harus kita terima. Kalau sida-sida dari Etiopia ini
saja bisa menerima, kita pun harus bisa menerimanya. Kalau pembesar,
kepercayaan seorang ratu di Etiopia bisa menerima ajaran terkait dengan
pengalaman kematian, kita ini siapa? Biarlah
kita turun ke bawah, merendahkan diri sedikit demi sedikit dihadapan TUHAN
sampai daging tidak bersuara lagi, itulah pengalaman kematian.
Lalu,
dengan ajaran semacam ini, bagaimana sikap pembesar sida-sida dari
Etiopia ini?
Kisah Para
Rasul 8:36-37
(8:36) Mereka melanjutkan perjalanan
mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu:
"Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?" (8:37) [Sahut Filipus: "Jika tuan
percaya dengan segenap hati, boleh." Jawabnya: "Aku percaya, bahwa
Yesus Kristus adalah Anak Allah."]
Akhirnya,
sida-sida pembesar dari Etiopia itu dibaptis.
Dibaptis arti rohaninya masuk dalam
pengalaman kematian dan bangkit pada hari yang ketiga.
Jadi, oleh
Roh TUHAN kita dibangkitkan bersama-sama dengan Dia.
Inilah
orang-orang yang mengabdikan dirinya kepada TUHAN / mengebirikan dirinya kepada
TUHAN, tidak ada lagi hawa nafsu dan keinginan daging yang jahat.
Tetapi di
atas tadi kita sudah melihat, yang sudah mendengar undangan (Pengajaran
Mempelai dalam terang Tabernakel) berkata; Aku
telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya.
Kiranya
pengabdian kita nyata kepada TUHAN, kita betul-betul mengebirikan diri kepada
TUHAN, jangan kita pergi dan coba-coba menurut kehendak daging.
Saudara,
apa yang saya terima dari TUHAN, itu yang saya sampaikan; tidak tambah dan
tidak kurang, kalau sakit bersabarlah. Kalau itu kebodohan saya;
sabar-sabarlah, supaya kelak kita dibawa masuk dalam pesta nikah Anak Domba.
Kisah Para
Rasul 8:38-39
(8:38) Lalu orang Etiopia itu menyuruh
menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun
sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia. (8:39)
Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan
sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan
sukacita.
Kalau kita
sudah dilahirkan kembali lewat pengalaman kematian dan kebangkitan (baptisan
Kristus), maka sukacita ini akan meluap-luap di dalam hal mengabdikan diri
kepada TUHAN.
Dalam Kisah Para Rasul 8:40 --- Tetapi ternyata Filipus ada di Asdod. Ia berjalan melalui
daerah itu dan memberitakan Injil di semua kota sampai ia tiba di
Kaisarea. --- Inilah
orang-orang yang mengebirikan dirinya, bukan saja sida-sida tetapi juga Filipus;
tetap memberitakan Injil. Jadilah sida-sida yang mengabdikan diri kepada TUHAN.
Kita sudah
melihat…
-
Sida-sida zaman
Ahasyweros, ia tidak pakai perasaan kepada Wasti, walaupun ia seorang
perempuan.
-
Sida-sida zaman Zedekia,
orang Etiopia yang bernama Ebed-Melekh. Dia lebih memperhatikan apa yang
menjadi pesan TUHAN. Beda dengan Zedekia, raja tetapi tidak menunjukkan
(menampilkan) dirinya sebagai seorang pemimpin yang benar, sehingga semua
pemuka dan rakyat pada masa itu juga tidak benar.
-
Sida-sida yang datang
dari Etiopia, benar-benar mengabdikan dirinya. Bukan saja kepada pemerintahan
di Etiopia, tetapi juga dengan sukacita mengabdikan diri kepada TUHAN. Dia
pergi ke Yerusalem dengan satu tujuan; beribadah. Bukankah kita sekarang sedang berada di Yerusalem dengan tujuan
beribadah?
Demikian juga saya, jangan datang ke Yerusalem
untuk mencari pujian dan hormat atau untuk mencari yang lain-lain (uang),
tetapi harus dengan pengabdian seperti sida-sida. Amin.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPADA GEREJA
MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U.
Sitohang