KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Wednesday, August 27, 2025

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 21 AGUSTUS 2025

 


IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 21 AGUSTUS 2025


MALEAKHI 2:15

(SERI 5)


Subtema: MULUT ULAR : BATU MENJADI ROTI


Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN yang oleh karena rahmat-Nya kita dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, sehingga kita datang menghadap Dia lewat Ibadah Pendalaman Alkitab disertai perjamuans suci.


Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN, bapa/ibu, saudara/I yang terkasih di dalam kasih Kristus yang turut bergabung lewat online dimanapun berada. Kiranya damai sejahtera ada di tengah-tengah kita, memberi sukacita dan bahagia saat duduk diam mendengarkan Sabda Allah. 


Selanjutnya marilah kita sambut STUDY MALEAKHI sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab dan kita masih berada pada Maleakhi 2:15. Namun, tetaplah kita berdoa dalam Roh, mohon dalam kemurahan TUHAN, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi.


Maleakhi 2:15A

(2:15) Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.


Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh

Kata "mereka” 🡪 Laki-laki dan perempuan atau suami isteri, itu adalah Adam dan isterinya.


Mari kita lihat hal itu dalam….

Kejadian 1:26-27

(1:26) Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." (1:27) Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.


Allah menjadikan laki-laki dan perempuan menurut gambar dan rupa Allah, berarti diciptakan sempurna, dengan lain kata;

  1. Tanpa cacat atau cela atau kerut atau yang serupa itu (Ayat referensi: Efesus 5:27)

  2. Sama mulia dengan Allah atau bercahaya kemuliaan Allah (Ayat referensi: Wahyu 21:9-11)


Selanjutnya kita perhatikan…

Kejadian 1:28

(1:28) Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."


Selanjutnya di sini kita perhatikan; Allah memberkati mereka (laki-laki dan perempuan).

Kata "memberkati" disini merujuk kepada salib Kristus yang berkuasa untuk mempersatukan laki-laki dan perempuan (nikah). Ayat referensi: Matius 19:5 --- Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.


Hal itu juga telah digenapi oleh TUHAN Yesus, Anak Allah, 2000 tahun yang lalu (Filipi 2:5-8). Dia meninggalkan…

  • Rumah-Nya.

  • Bapa-Nya di Sorga.

  • Turun ke bumi dan menjadi sama dengan manusia, menderita sengsara dan mati di atas kayu salib.

Tujuannya; supaya tubuh dan kepala bersatu. (Kristus adalah kepala, jemaat adalah tubuh).

Jadi yang mempersatukan tubuh dan kepala adalah salib di Golgota.


Tanda nikah (laki-laki dan perempuan) diberkati atau dipersatukan ialah: beranakcucu dan taklukan bumi, berarti berkuasa atas 3 (tiga) hal ...

  1. Berkuasa atas ikan-ikan di laut

  2. Berkuasa atas burung-burung di udara

  3. Berkuasa atas segala binatang yang merayap di bumi.


Jadi saudara, dua menjadi satu adalah tanda nikah diberkati. Sumber berkat adalah salib, karena salib itu mempersatukan, kalau nikah tidak satu; jauh dari berkat dan kita tidak akan berkuasa. Lihat nikah yang hancur-hancuran; tidak punya kuasa dan tidak menjadi berkat. Oleh sebab itu, berjuanglah sebagaimana salib yang telah mempersatukan laki-laki dan perempuan, itu yang harus diperhatikan. 


Kita semua, baik saya dan nikah saya ataupun seluruh imam dan sidang jemaat, kiranya kita mengarahkan pandangan kita kepada salib di Golgota yang memberkati (mempersatukan) supaya kita berkuasa atas 3 (tiga) hal, yaitu;

  1. Berkuasa atas ikan-ikan di laut

  2. Berkuasa atas burung-burung di udara

  3. Berkuasa atas segala binatang yang merayap di bumi.

Dengan lain kata kita tuan di bumi bukan hamba dosa


Keterangan: BERKUASA ATAS SEGALA BINATANG YANG MERAYAP DI BUMI (Bagian kedua)

Binatang yang merayap di bumi -> Nabi-nabi palsu.


Mari kita buktikan itu dari…

Wahyu 13:11 --- Perikop: “Binatang yang keluar dari dalam bumi”

(13:11) Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga.


Binatang yang keluar dari dalam bumi (merayap di bumi) -> Nabi-nabi palsu.

Tampilannya: bertanduk dua sama seperti anak domba, tetapi mulutnya seperti mulut seekor naga (penuh dengan tipu daya atau dusta)


Kita akan melihat mulut ular di segala zaman.  Pada minggu yang lalu kita sudah melihat mulut ular pada zaman Allah Bapa dan kita semua telah diberkati oleh TUHAN. 


Malam ini kita akan melihat: MULUT ULAR PADA ZAMAN YESUS, ANAK ALLAH.

Kisah tersebut bisa kita lihat dalam Markus 4:11-12, Lukas 4:1-13, Matius 4:1-11 dan malam ini kita menyelidiki dari Matius 4:1-11


Saudara, dalam Matius 4:1-11 kita dapat melihat mulut ular pada zaman Yesus Anak Allah; penuh dengan tipu daya / dusta


Mari kita lihat mengenai dusta (tipu daya) mulut ular itu.

YANG PERTAMA

Matius 4:3-4 --- Perikop: “Pencobaan di padang gurun”

(4:3) Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti." (4:4) Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."


Iblis/ular berkata kepada Yesus: "Jika Engkau Anak Allah; perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti."

Batu-batu menjadi roti -> Makanan yang hanya mengenyangkan / memuaskan daging, tetapi rohani (manusia batin) tidak terkenyangkan/tidak terpuaskan.


2 Timotius 4:3-4

(4:3) Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. (4:4) Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.


Satu kali akan datang waktunya dimana orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi…

  • Mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya = memuaskan daging

  • Memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng 


Singkat kata, berita dongeng adalah makanan yang hanya memuaskan daging manusia, sedangkan manusia rohani tidak terpuaskan. 

Dongeng adalah berita fiktif / khayalan / tidak nyata, istilah sekarang; hoax.


Di hari-hari terakhir ini banyak orang Kristen menolak ajaran sehat yaitu; kebenaran, sebab mereka memalingkan telinganya kepada dongeng yang hanya memuaskan hawa nafsu daging, tetapi manusia batin (manusia rohani) tetap kurus kering, tidak terpuaskan (terkenyangkan).


Penguraian ini kita lanjutkan dalam…

1 Timotius 6:3 --- Perikop: “Mengenai penyakit bersilat kata dan mengenai cinta uang”

(6:3) Jika seorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat -- yakni perkataan Tuhan kita Yesus Kristus -- dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita,


Tampak dengan jelas 2 (dua) ajaran yang berbeda dan kontradiksi:

  1. Disebut sebagai AJARAN LAIN itulah dongeng / berita fiktif / berita tidak nyata.

Saya masih ingat, sebelum pandemi terjadi, banyak hamba-hamba Tuhan (gembala sidang) menyampaikan satu ayat firman lalu ditambahkan dongeng, cerita isapan jempol, antara lain si kancil, si buaya, si kura-kura dan lainnya. Tetapi pada saat itu kita terobos dan kita berani menerima resiko. Kalau jiwa bertambah puji TUHAN, kalau tidak puji TUHAN juga, karena jiwa miliknya TUHAN. 


  1. AJARAN SEHAT, disebut sebagai perkataan Tuhan kita Yesus Kristus -> pengajaran salib.

Kenapa perkataan Tuhan kita Yesus Kristus disebut pengajaran salib? Karena Yesus menyampaikan perkara-perkara yang dialami-Nya. Apa yang Dia lihat dan apa yang dia dengar dari Bapa, itu yang Dia sampaikan. Bapa mengutus Anak supaya Ia menderita dan mati di atas kayu salib, itulah yang disampaikan oleh TUHAN Yesus Kristus, itulah ajaran sehat. 


Jadi sekali lagi saudara, dongeng, cerita isapan jempol, itu tidak nyata, tidak sehat. Sedangkan pengajaran salib adalah…

  • Berita yang nyata, pernah terjadi 2000 tahun lalu di tanah Israel.

  • Ajaran yang sesuai dengan ibadah kita

Itu berarti, pengajaran salib harus ditegakkan di tengah ibadah.


Saya kira, seorang hamba TUHAN jangan takut untuk memberitakan berita yang nyata yaitu; pengajaran salib, yang memang harus disampaikan supaya gereja TUHAN berdiri teguh, tidak goyah, dalam menghadapi pengaruh-pengaruh yang tidak suci.


1 Timotius 4:1-3 --- Perikop: “Tugas Timotius dalam menghadapi pengajar sesat”

(4:1) Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan (4:2) oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka. (4:3) Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran.


Di sini kembali dikatakan, bahwasanya di waktu-waktu kemudian (akan datang waktunya), ada orang murtad atau menyangkali imannya kepada salib Kristus, lalu mengikuti roh-roh penyesat atau ajaran setan-setan, antara lain;

  1. Melarang orang kawin.

Saudara, kita sudah melihat Kejadian 1:26-28 -- Allah menjadikan laki-laki dan perempuan, berarti; diberkati (dipersatukan). Tanda diberkati, salah satunya; berkuasa atas binatang-binatang yang merayap di bumi itulah nabi-nabi palsu. Tetapi lihat, ajaran setan-setan (ajaran palsu), justru melarang orang kawin, padahal sejak semula tidaklah demikian.


Sesungguhnya, sejak semula tidaklah demikian, sebab Allah menciptakan laki-laki dan perempuan lalu disatukan lewat salib di Golgota (disatukan lewat pengorbanan). Pengorbanan Adam pertama terjadi lewat operasi, dari situlah diambil satu tulang rusuk lalu perempuan dibentuk. Jadi, diberkati (disatukan); lewat salib, tetapi justru nabi-nabi palsu mengajarkan ajaran setan-setan antara lain; melarang orang kawin. 


Saudara, dalam Wahyu 19:6-8 berbicara tentang perjamuan kawin Anak Domba. Lalu, Wahyu 19:9 --- Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."
Jadi, ajaran sehat, firman Allah yang benar itulah Pengajaran Tabernakel, membawa gereja Tuhan masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna (pesta nikah Anak Domba), itulah ajaran sehat. Tetapi ajaran palsu; justru melarang orang kawin.


Dari sinilah kita bisa melihat, kehidupan kita sangat beruntung dan limpah dengan kasih karunia, karena kita menikmati pelayanan Imam Besar, bagaikan menerima jubah lewat undian (lotre).

Adapun tugas Imam Besar; berdoa, melayani dan memperdamaikan dosa kita. Kemudian, Imam Besar juga memimpin ibadah-ibadah kita kepada 2 (dua) klimaks;

  1. Menjadi mempelai TUHAN

  2. Doa penyembahan, sebagai wujud dari mempelai TUHAN di bumi ini.

Itu sebabnya…

  • Langit adalah takhta Allah -> mempelai TUHAN.

  • Bumi adalah tumpuan kaki TUHAN -> doa penyembahan.


Inilah Firman yang sehat, yang benar; Pengajaran Tabernakel yang membawa kita menjadi mempelai TUHAN. Tetapi, ajaran setan-setan melarang orang kawin. Oleh sebab itu, berpegang teguhlah pada Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, jangan lepaskan. Hanya orang bodoh, orang yang pikirannya pendek yang tidak mau menerima Pengajaran Tabernakel. Tetapi, kalau pikirannya panjang, bijaksana, dia akan terus berpegang teguh pada Pengajaran Mempelai bahkan memberi diri terus dipimpin / digembalakan oleh Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel dan berani menolak dengan tegas ajaran setan-setan (roh-roh penyesat).


  1. Melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah -> Pengajaran salib yang merupakan kehendak Allah.

Yesus menderita sengsara dan mati di atas kayu salib adalah kehendak Allah bukan kehendak Anak. 

Inilah makanan yang semestinya dikonsumsi oleh gereja TUHAN, apalagi di hari-hari terakhir ini. 


Kuasa Pengajaran Salib (hukum yang diciptakan ALLAH):

  • Seseorang tahu mengucap syukur dan tahu berterima kasih kepada Tuhan.

Belajarlah untuk mengucap syukur dan berterima kasih, sebab itu, jangan tolak didikan salib walaupun sakit dan pahit bagi dagingmu. 

  • Seseorang tidak melupakan Tuhan.

Pendeknya, kuasa pengajaran salib adalah: seseorang tidak membawa dirinya kepada dunia orang mati.


Singkat kata, ketika mulut ular mengajarkan batu-batu menjadi roti, maka yang ditolak adalah AJARAN SEHAT yaitu;

  • Mereka melarang orang kawin = menolak Pengajaran Mempelai.

  • Mereka melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah = menolak Pengajaran salib.


Saudara, demi dongeng / berita tidak nyata, nabi-nabi palsu; menolak Pengajaran Mempelai dan menolak Pengajaran salib. Jadi sudah jelas, nabi-nabi palsu adalah perpanjangan mulut ular.

Di atas tadi kita sudah melihat, binatang yang merayap di bumi -> nabi-nabi palsu. Sebab, tampilan mereka seperti anak domba yang bertanduk dua, tetapi mulutnya, mulut seekor naga (penuh dengan dusta / tipu daya). Nabi-nabi palsu adalah perpanjangan mulut ular pada zaman Yesus Anak Allah. Di situ ia berkata kepada Yesus; "Jika Engkau Anak Allah; perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti." Batu-batu yang menjadi roti adalah makanan yang hanya memuaskan daging dan hawa nafsunya.


Jadi saudara, orang yang masih kental dan kuat mempertahankan hawa nafsunya paling gemar mencari hamba Tuhan yang pandai memuaskan hawa nafsunya, telinganya sampai ia tertawa terbahahk-bahak. Dia tidak suka atau paling benci kepada seorang hamba Tuhan yang tulus menyampaikan Pengajaran Mempelai, yang tulus menceritakan bagaimana proses ketika Yesus menderita sengsara di atas kayu salib, dimulai dari taman Getsemani sampai di bukit Golgota.

Ada kalanya, karena rasa tidak suka ini, kita tidak mengetahui mana hamba Tuhan yang tulus dan tidak tulus. Kita berpikir karena hamba Tuhan itu ramah (tidak ada didikan salib, tidak ada teguran), kita pikir dia adalah hamba Tuhan yang lemah lembut dan benar (kita sudah terkecoh).


Saudara, Tuhan sangat mencintai keluarga besar GPT "Betania" Serang & Cilegon. Ketulusan hati Tuhan telah kita rasakan sampai malam ini, karena Tuhan tidak membiarkan mulut ular berbicara dalam penggembalaan ini. Secara pribadi, saya juga menolak dengan tegas dijadikan oleh ular sebagai perpanjangan mulutnya. Tetapi saya bangga jika saya dipakai Tuhan sebagai perpanjangan mulut Tuhan, menyampaikan Firman yang keluar dari mulut Tuhan, itulah firman yang diurapi, sangat berkuasa dan ajaib.


Pertanyaan: Mengapa dongeng / cerita isapan jempol harus disampaikan nabi palsu (mulut ular pada zaman Yesus Kristus)?


Untuk memperoleh jawaban yang pasti, dapat kita temukan dalam…

2 Petrus 2:1-3 --- Perikop: “Nabi-nabi dan guru-guru yang palsu”

(2:1) Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. (2:2) Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat. (2:3) Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.


Nabi-nabi palsu maupun guru-guru palsu memasukkan pengajaran-pengajaran sesat di dalam ibadah yakni; cerita-cerita isapan jempol, dongeng-dongeng nenek tua, yakni suatu berita yang tidak nyata (fiktif). Tujuannya adalah mencari keuntungan (uang) dari jemaat.

Yang saya tahu, kalau seorang pemimpin sidang jemaat tulus saja menyampaikan Firman ALLAH kepada sidang jemaat, sesuai dengan apa yang ia terima dari Tuhan, yang ia lihat dari Tuhan, niscaya, ia akan dipelihara dengan ajaib oleh Tuhan. 


Saudara, nabi-nabi palsu / guru-guru palsu mencari untung di tengah ibadah karena mereka adalah orang yang serakah, berarti tamak = cinta uang. Oleh karena keserakahan / ketamakan dari nabi-nabi palsu, akhirnya banyak orang murtad, lalu mengikuti hawa nafsu dari guru-guru palsu (murtad berarti menyangkali imannya kepada salib).

Iman kita bukan kepada uang, harta, kekayaan, kedudukan / jabatan yang tinggi, gaji sebulan, hasil bisnis / usaha. Tetapi iman kita hanyalah kepada salib yang berkuasa menebus, berarti; menyelamatkan. Uang dan hal-hal lahiriah tidak menebus (menyelamatkan), karena perkara lahiriah tidak punya darah.


Mari kita lihat “nabi-nabi palsu” dalam….

2 Petrus 2:15-16

(2:15) Oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat. (2:16) Tetapi Bileam beroleh peringatan keras untuk kejahatannya, sebab keledai beban yang bisu berbicara dengan suara manusia dan mencegah kebebalan nabi itu.


Di sini kita melihat, banyak orang tersesat karena meninggalkan jalan salib (jalan yang benar), lalu mengikuti Bileam.

Pendeknya, Bileam adalah gambaran dari nabi-nabi palsu, dengan bukti:

  • Suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat, yaitu: mengutuki bangsa Israel.

  • Bebal, berarti tidak dapat dicegah sekalipun dengan peringatan keras dari Tuhan. 

Sebab di sini kita melihat, keledai beban yang bisu itu ternyata berbicara dengan suara manusia.

Jadi, keledai beban yang bisu itu menjadi perpanjangan mulut Tuhan untuk menegur, memperingatkan Bileam supaya jangan melakukan kejahatan. 


Sekarang kita melihat “guru-guru palsu” pada akhir zaman dalam…

2 Petrus 2:17

(2:17) Guru-guru palsu itu adalah seperti mata air yang kering, seperti kabut yang dihalaukan taufan; bagi mereka telah tersedia tempat dalam kegelapan yang paling dahsyat.


Guru-guru palsu digambarkan seperti dua hal:

  1. Seperti mata air yang kering -> Sumber air yang kosong.

Artinya: tidak dapat memuaskan umat Tuhan / sidang jemaat secara rohani.

Mereka pandai bersilat lidah, sibuk menyampaikan Firman dengan bahasa ini dan itu, padahal, Firman Allah bila disampaikan dengan sederhana, kalau diurapi; jemaat pasti diberkati oleh Tuhan. Yang penting adalah pemakaian Tuhan dengan urapan yang penuh, tidak perlu bersilat kata. Bilamana Firman dibukakan itulah Firman yang diurapi, itulah yang memuaskan hati sidang jemaat, meski disampaikan secara sederhana, tetapi mengandung makna yang dalam sehingga sidang jemaat dapat memprakteknya dalam kehidupan sehari-hari.


  1. Seperti kabut dihalaukan taufan.

Artinya: dipandang ringan oleh Tuhan.

Saya tidak mau dipandang ringan oleh Tuhan. Kitapun janganlah dipandang ringan oleh Tuhan. 

Dipandang ringan oleh Tuhan berarti; satu kali kelak akan dibinasakan. 


Akhir hidup mereka…

2 Petrus 2:3B

(2:3) Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.


Inilah nasib nabi-nabi palsu, guru-guru palsu, mereka adalah orang-orang buta. Orang buta menuntun orang buta maka satu kali nanti akan ada dalam lobang yang sama. Jadi, jangan kita ikuti nabi palsu, jangan ikuti hawa nafsu mereka. 

Doakan terus supaya tidak ada ketamakan, keserakahan di tengah ibadah dan pelayanan penggembalaan GPT “Betania” Serang dan Cilegon, Banten. Kita tetap berdoa supaya pengajaran-pengajaran palsu tidak masuk di tengah ibadah pelayanan ini.


Singkat kata, atas perbuatan dari nabi-nabi palsu dan guru-guru palsu;

  • Hukuman telah lama tersedia.

Sekarang enak-enak karena serakah, tetapi ternyata hukuman telah lama tersedia.

  • Kebinasaan tidak akan tertunda.


Supaya kita jangan binasa seperti guru-guru palsu dan nabi-nabi palsu, maka kita lihat….

JALAN KELUAR

Matius 4:4

(4:4) Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."


"Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

Itulah firman yang diurapi, ayat menjelaskan ayat -- ayat yang satu dijelaskan dengan ayat yang lain -- sampai rahasianya dibukakan. Tetapi, kalau ayatnya satu, lalu diterangkan dengan pengertian manusia maka itu bukan Firman yang diurapi. 

Saudara, kalau hamba Tuhan berpegang pada prinsip ayat menerangkan ayat, disebutlah ia hamba Tuhan, perpanjangan mulut Tuhan


Saudara Matius 4:4 -- "Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah" -- akan kita kupas dari satu kisah dalam Yohanes 8.


Mari kita sama-sama melihat..

Yohanes 8:48-51 --- Perikop: “Yesus sudah ada sebelum Abraham”

(8:48) Orang-orang Yahudi menjawab Yesus: "Bukankah benar kalau kami katakan bahwa Engkau orang Samaria dan kerasukan setan?" (8:49) Jawab Yesus: "Aku tidak kerasukan setan, tetapi Aku menghormati Bapa-Ku dan kamu tidak menghormati Aku. (8:50) Tetapi Aku tidak mencari hormat bagi-Ku: ada Satu yang mencarinya dan Dia juga yang menghakimi. (8:51) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya."


Menuruti Firman Allah / melakukan kehendak Allah, maka ia tidak akan mengalami maut selama-lamanya = hidup Kekal.


Saudara, biarlah kita berpegang teguh kepada Firman Allah, kita turuti Firman Allah dengan sungguh-sungguh. Seperti apapun bentuk dan jenis Firman Allah disampaikan, mungkin sakit dan pahit bagi daging;\

  • Jangan kita katakan pribadi Firman adalah orang Samaria yang tidak mau bergaul dengan orang Yahudi, 

  • Jangan katakan pribadi yang menyampaikan Firman itu kerasukan setan.

Tetapi, kalau kita mau menuruti Firman Allah, itulah Firman yang keluar dari mulut Allah, Alkitab memberi satu jaminan yaitu; ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya = hidup kekal. Jadi saudara, jangan makan roti yang diubah dari batu, sebab itu hanya memuaskan daging.


Bandingkan dengan….

1 Petrus 1:24-25

(1:24) Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur, (1:25) tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya." Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.


Semua yang hidup adalah seperti rumput, segala kemuliaan yang hidup seperti bunga rumput, dan manakala rumput kering maka bunga gugur, kemuliannya seketika rontok, tidak bertahan untuk selama-lamanya.

Tetapi Firman Tuhan tetap untuk selamanya. Biarlah kita hidup di dalam Firman, Firman di dalam hidup kita masing-masing supaya kita memperoleh hidup untuk selama-lamanya (kekal)


Kita kembali membaca…

Yohanes 8:52-53

(8:52) Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: "Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. (8:53) Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabi pun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?"


Kalau Firman Allah disampaikan dengan baik dan benar, disampaikan dengan terang benderang, dengan ketulusan dan kerendahan di hati dari seorang hamba Tuhan, rasanya sakit dan pahit bagi daging; jangan ngomel, jangan marah dan jangan bersungut-sungut, serta mempersalahkan mulut Tuhan. Jangan juga berkata; engkau kerasukan setan. Kenapa saya sampaikan hal ini? Karena, bisa saja orang Kristen seperti itu. 

Banyak orang Kristen bila ditegur, dididik, diberi nasihat-nasihat Firman; merasa diri paling besar, tidak butuh nasihat lagi, karena punya kedudukan, jabatan atau pangkat tinggi. Akhirnya mereka menjadi geram dan tidak sudi mendengar nasihat Firman lagi dan menuduh Tuhan dengan hal yang tidak-tidak.


Kemudian, di ayat ini kita melihat, orang-orang Yahudi yang menuduh Yesus, Sang Firman Allah; kerasukan setan, terkait dengan perkataan Yesus pada ayat 51 tadi. Menurut mereka perkataan Yesus tidak relevan,  tidak sesuai kenyataan. 

Kita lihat pada ayat 51, Yesus berkata; “sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya."  Tetapi nyatanya pada ayat 52; Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi. 

Orang Yahudi yang tidak memahami apa yang disampaikan Yesus kepada mereka.


Saudara, dahulu juga kita sama seperti orang Yahudi. Sebelum kita mengerti rencana Tuhan, seringkali ngomel, bersungut-sungut, ada teguran dikit ngomel. Ada yang merokok, saya tegor, orang itu ngomel bahkan keluarganya ikut ngomel. Kemudian, ada lagi kesalahan-kesalahan lainnya yang saya tegur, ngomel -- itu dulu. Tetapi sekarang, seiring berjalannya waktu, banyak pengertian yang kita terima, maka kita tidak pantas ngomel lagi sekalipun Firman itu sakit bagi daging. Kita harus belajar menjadi kehidupan yang dewasa dan bijaksana. 


Sekarang kita lihat jawaban Tuhan Yesus kepada orang-orang Yahudi…

Yohanes 8:54-56

(8:54) Jawab Yesus: "Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikit pun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami, (8:55) padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya. (8:56) Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita."


Saudara, di atas tadi kita sudah melihat; "semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur.” Tetapi, Abraham dan para nabi memang telah mati secara jasmani, namun kehidupan rohaninya dan imannya tidak mati dan tidak gugur


Perlu untuk diketahui:

Orang yang hidup dari FIRMAN IMAN; ia tidak mati, tetapi ia akan melihat hari Tuhan yang besar, hari penghakiman. 

Pendeknya, pada hari penghakiman Abraham dan nabi-nabi yang hidup dari firman iman akan hidup sekalipun sudah mati.

Biarlah kita hidup dari Firman iman supaya kita hidup, walaupun akhirnya mati sebelum Tuhan datang, tetapi rohaninya tidak mati / gugur.


Ayat referensi: 

  • Yohanes 11:25 --- Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati

  • Roma 10:8-10 --- Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan. Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.  --- Firman iman adalah percaya walau tidak melihat.


Mari kita lihat Firman iman, ada di dalam diri Abraham.

Roma 4:16-17

(4:16) Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, -- (4:17) seperti ada tertulis: "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa" -- di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.


Firman Iman ada di dalam diri Abraham, itu sebabnya Abraham menjadi Bapa orang beriman.


Firman Iman berkuasa untuk:

  1. Menghidupkan orang mati.

  2. Mengadakan yang tidak ada menjadi ada

Singkat kata, Firman iman adalah Firman Allah yang ajaib dan dahsyat, sanggup melenyapkan segala kemustahilan, namun orang-orang Yahudi tidak percaya.


Kita kembali melihat…

Yohanes 8:57

(8:57) Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: "Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?" 


Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?

Kalau seseorang mengikuti Tuhan dengan logika, maka akan seperti ini.


Yohanes 8:58-59

(8:58) Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada." (8:59) Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.


Di sini kita melihat orang-orang Yahudi sama seperti mulut ular yang berkata; jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti

Pendeknya, orang-orang Yahudi tidak hidup dalam Firman Iman, mereka menolak Firman iman. Itu sebabnya mereka mengambil batu hendak melempari Tuhan Yesus, berarti menolak ajaran sehat.

Kalau batu menjadi roti = menolak Sang Firman.


Saudara, mulai malam ini dan seterusnya, tidak ada lagi keinginan dalam diri kita untuk melempari dengan batu perpanjangan mulut Tuhan. Tidak ada keinginan memberontak terhadap perpanjangan mulut Tuhan yang menyampaikan Firman dengan benar dan murni. Jangan ngomel dan menuduh mulut Tuhan dengan yang tidak-tidak. 

Kalau suami melihat isteri menuduh perpanjangan mulut Tuhan dengan yang tidak-tidak, suami harus jadi imam yang baik. Sebaliknya, kalau isteri melihat suami menuduh perpanjangan mulut Tuhan dengan yang tidak-tidak, isteri harus menjadi penopang yang baik. Jangan sampai nikah menolak ajaran sehat -- melempari perpanjangan mulut Tuhan dengan batu atau menginginkan batu menjadikan roti = menolak ajaran sehat itulah;

  • Melarang orang kawin

  • Melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah


Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya (Yesaya 55:10-11).


TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI


Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang