IBADAH KAUM MUDA REMAJA 25
OKTOBER 2025
STUDY YUSUF
KEJADIAN PASAL 44:18-31
(Seri: 5)
Subtema: DIRAMPAS
Shalom...
Puji TUHAN mula pertama saya
mengucapkan puji syukur kepada TUHAN oleh rahmat-Nya kita dihimpunkan di atas
gunung TUHAN yang kudus, datang beribadah lewat Ibadah Kaum Muda Remaja.
Puji TUHAN selanjutnya mari kita
sambut Study Yusuf sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Kaum Muda Remaja.
Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN yang turut
bergabung secara online dimanapun berada. Kiranya damai sejahtera dari
sorga turun memenuhi kita sekaliannya sekaligus memberi sukacita dan bahagia
saat kita duduk diam mendengarkan sabda ALLAH dekat kaki TUHAN.
Mari kita sambut...
Kejadian 44:18-34, ini merupakan seri
pemberitaan Firman TUHAN untuk yang kelima kalinya.
Seluruh ayat ini merupakan tutur
kata Yehuda kepada Yusuf sebagai raja muda di Mesir yang memohonkan kelepasan
bagi Benyamin, adiknya itu.
Pertanyaannya: Mengapa Yehuda memohon
kelepasan bagi Benyamin?
Jawabnya ada di dalam...
Kejadian 44:30-31
(44:30) Maka sekarang, apabila aku
datang kepada hambamu, ayahku, dan tidak ada bersama-sama dengan kami anak itu,
padahal ayahku tidak dapat hidup tanpa dia, (44:31) tentulah akan
terjadi, apabila dilihatnya anak itu tidak ada, bahwa ia akan mati, dan
hamba-hambamu ini akan menyebabkan hambamu, ayah kami yang ubanan itu, turun
ke dunia orang mati karena dukacita.
Singkat kata, apabila Yehuda dan
saudara-saudaranya kembali ke Kanaan tanpa Benyamin, maka Yakub (ayah mereka)
akan mati karena dukacita, sebab Yakub tidak dapat hidup tanpa Benyamin.
- Yakub disebut juga Israel, gambaran dari
gereja TUHAN.
- Benyamin adalah gambaran dari anak laki-laki.
Mari kita lihat anak laki-laki di dalam...
Wahyu 12:5
(12:5) Maka ia melahirkan
seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan
gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada ALLAH dan ke
takhta-Nya.
Sidang Mempelai TUHAN melahirkan
Anak laki-laki.
Mempelai TUHAN / gereja TUHAN yang
sempurna melahirkan Anak laki-laki.
Perlu untuk diketahui:
1.
Musa adalah Anak laki-laki lahir pada
zaman Firaun (Keluaran 2:2).
2.
Yesus adalah Anak laki-laki lahir pada
zaman Herodes (Matius 1:23). Sedangkan,
3. Anak laki-laki yang dilahirkan sidang mempelai
TUHAN akan berhadapan dengan setan tritunggal pada zaman akhir / Roh El-Kudus (Wahyu
12:3-4).
Kemudian Anak laki-laki yang
dilahirkan oleh sidang mempelai TUHAN dikatakan adalah seorang gembala.
Demikian juga dengan Musa dan Yesus
adalah gembala.
1.
Adapun
Musa menggembalakan umat TUHAN dengan Pengajaran Tabernakel hingga berada di
gunung TUHAN / gunung Sion, (Kejadian 3:11-12).
Pendeknya
arah dan tujuan dari Pengajaran Tabernakel adalah gunung Sion yakni menjadi Mempelai
TUHAN.
Maka oleh
sebab itu relakan diri mu untuk digembalakan oleh Pengajaran Tabernakel, karena
arah dan tujuannya kita digembalakan adalah ke gunung Sion. Berarti kelak
menjadi mempelai TUHAN, gereja TUHAN yang sempurna, Milik kepunyaan ALLAH
sendiri.
2
Adapun
Yesus adalah gembala yang baik, sebab Ia telah menyerahkan nyawa-Nya bagi
domba-domba-Nya.
Ayat referensinya:
Yohanes 10:11
(10:11) Akulah
gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;
Wahyu 5:9-11
(5:9) Dan mereka menyanyikan
suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan
membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan
darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi ALLAH dari tiap-tiap suku dan
bahasa dan kaum dan bangsa. (5:10) Dan Engkau telah membuat mereka menjadi
suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi ALLAH kita, dan mereka akan
memerintah sebagai raja di bumi." (5:11) Maka aku melihat dan
mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua
itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa,
Kehidupan
yang telah ditebus atau dibeli dengan darah yang mahal, selanjutnya mereka;
-
Menjadi suatu kerajaan.
-
Menjadi imam-imam bagi ALLAH.
Pendeknya,
kehidupan yang telah ditebus dengan darah yang mahal menjadi imamat rajani.
Berarti; memerintah sebagai raja di bumi atau menjadi tuan atas bumi.
Ayat
referensi: Wahyu 20:4.
Itulah
terkait dengan Musa dan Yesus sebagai gembala. Sedangkan,
3.
Anak
laki-laki yang dilahirkan Sidang Mempelai TUHAN: menggembalakan dengan gada
besi.
Mazmur 2:9
(2:9) Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi,
memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk."
Kegunaan dari
gada besi ialah: meremukkan dan memecahkan tembikar.
Artinya; dibentuk
kembali untuk segambar dan serupa dengan ALLAH.
Tadi tugas anak laki-laki adalah gembala. Yesus dan Musa
adalah gembala, Musa menggembalakan umat TUHAN dengan Pengajaran Tabernakel
selanjutnya dibawa ke gunung TUHAN, gunung Sion. Berarti kalau digembalakan
oleh Pengajaran Tabernakel kelak menjadi Mempelai TUHAN.
Yesus juga adalah gembala yang
baik, Ia telah menyerahkan darah-Nya (nyawa-Nya) sampai menjadi imamat rajani,
menjadi Tuan atas bumi. Kemudian, anak laki-laki yang dilahirkan sidang
mempelai TUHAN juga menggembalakan dengan gada besi. Berarti; diremukkan dan
dipecahkan supaya dibentuk kembali segambar dengan ALLAH, kembali kepada wujud
semula.
Terkait dengan tugas anak laki-laki
sebagai gembala telah kita bahas bersama-sama pada minggu-minggu yang lalu dan
kita semua telah diberkati oleh TUHAN.
Kita kembali membaca...
Wahyu 12:5
(12:5) Maka ia melahirkan seorang
Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba
Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada ALLAH dan ke takhta-Nya.
Tiba-tiba Anaknya itu
dirampas.
Dirampas sama artinya; diambil
dengan paksa -> kepada orang-orang yang dibebaskan dari dosa dan maut.
Mari kita lihat contoh di dalam...
Zakharia 3:1-3
(3:1) Kemudian ia memperlihatkan
kepadaku imam besar Yosua berdiri di hadapan Malaikat TUHAN sedang Iblis
berdiri di sebelah kanannya untuk mendakwa dia. (3:2) Lalu
berkatalah Malaikat TUHAN kepada Iblis itu: "TUHAN kiranya menghardik
engkau, hai Iblis! TUHAN, yang memilih Yerusalem, kiranya menghardik engkau!
Bukankah dia ini puntung yang telah ditarik dari api?" (3:3) Adapun
Yosua mengenakan pakaian yang kotor, waktu dia berdiri di hadapan
Malaikat itu,
Di sini kita melihat, Imam besar
Yosua berdiri di hadapan malaikat TUHAN.
Itu berarti, berada di
tengah-tengah ibadah dan pelayanan.
Namun, Iblis juga berdiri di
sebelah kanan imam besar Yosua untuk mendakwa dia. Sebab imam besar Yosua
mengenakan pakaian kotor, berarti; penuh dengan noda dan dosa.
Mendakwa sama artinya: mengajukan
tuntutan untuk dijatuhi hukuman.
Singkat kata, pekerjaan dari Iblis/Setan
hanya satu, mendakwa anak-anak TUHAN siang dan malam, sebagaimana tertulis dalam
Wahyu 12:10 -- Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga
berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan ALLAH kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di
hadapan ALLAH kita.
Contoh:
YANG PERTAMA: DARI SISI
AYUB
Ayub 1:8-12
(1:8) Lalu bertanyalah TUHAN
kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada
seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut
akan ALLAH dan menjauhi kejahatan." (1:9) Lalu jawab Iblis
kepada TUHAN: "Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan ALLAH?
(1:10) Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya
serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa
yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu. (1:11) Tetapi ulurkanlah
tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di
hadapan-Mu." (1:12) Maka firman TUHAN kepada Iblis: "Nah,
segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan
tanganmu terhadap dirinya." Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN.
Ayub adalah orang yang saleh dan
jujur, serta takut akan ALLAH dan menjauhi kejahatan.
Tetapi Iblis tidak yakin, itu
sebabnya Iblis menuntut kepada TUHAN supaya Ayub kehilangan segala sesuatu yang
dipunyainya sehingga nanti dengan demikian Ayub akan mengutuki TUHAN. Itu yang
dituntut Iblis kepada TUHAN.
Jadi jelas dari tuntutan Iblis
kepada TUHAN, kita bisa mengetahui bahwa Iblis adalah seorang pendakwa.
Ayub 1:0-22
(1:20) Maka berdirilah Ayub, lalu
mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, (1:21)
katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan
telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang
mengambil, terpujilah nama TUHAN!" (1:22) Dalam kesemuanya itu Ayub
tidak berbuat dosa dan tidak menuduh ALLAH berbuat yang kurang patut.
Sekalipun Ayub kehilangan
segala-galanya, namun...
-
Ayub tidak berbuat dosa.
Kebanyakan
orang kalau sudah kehilangan kedudukan, jabatan, pangkat, mata pencaharian,
bisnisnya dihancurkan, biasanya orang mencari pelampiasan. Akhirnya ketika ia
mencari pelampiasan di situ ia berbuat dosa, bisa mabuk-mabukan, bisa dengan
cara merusak dirinya, narkoba dan seterusnya. Namun Ayub tidak berbuat dosa
biarpun kehilangan segala-galanya.
Bagaimana
dengan kita, setelah berhenti dari pekerjaan, sekian lama menganggur, putus
dari kehidupan yang lama, putus dari pacarnya apakah uring-uringan? Tetapi Ayub
tidak berbuat dosa.
-
Ayub tidak menuduh ALLAH berbuat
yang kurang patut.
Tidak
mempersalahkan TUHAN, sekalipun dia mengalami satu peristiwa yang hebat, yaitu;
kehilangan segala-galanya.
"Segala-galanya" itu adalah...
Ayub 1:2-3
(1:2) Ia mendapat tujuh anak
laki-laki dan tiga anak perempuan. (1:3) Ia memiliki tujuh ribu ekor
kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai
betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu
adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur.
Semuanya yang dimiliki Ayub hilang
lenyap dari genggaman tangan Ayub. Tetapi sekalipun demikian, Ayub tidak
berbuat dosa, tidak menjadi lemah dan putus asa, bahkan tidak frustasi.
Kemudian Ayub juga tidak menuduh ALLAH berbuat yang kurang patut atau tidak
mempersalahkan TUHAN.
Banyak anak-anak TUHAN
mempersalahkan TUHAN. Ketika ia mulai terpuruk, yang disalahkan TUHAN, yang di
salahkan keadaan, dia tidak mau introspeksi diri, dia tidak mau membangun
dirinya di hadapan TUHAN.
Sebaliknya, Ayub mengoyakkan
jubahnya dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah.
1.
Mengoyakkan jubah -> hati
hancur sebagai tanda domba sembelihan di hadapan TUHAN.
Sebagaimana
yang tertulis di dalam Mazmur 51:19 -- Korban
sembelihan kepada ALLAH ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak
akan Kaupandang hina, ya ALLAH.
2.
Mencukur kepalanya ->
kerendahan di hati, sebab segala kemuliaan hanya bagi TUHAN.
3.
Sujudlah ia dan menyembah ->
penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak ALLAH saja.
Justru, lewat
peristiwa yang begitu hebat itu, Ayub berada sampai kepada tingkat ibadah
tertinggi yaitu sujud dan menyembah, berbicara soal penyerahan diri sepenuhnya
untuk taat hanya kepada ALLAH saja.
Berarti kalau
kita menghadapi proses salib berarti itu cara TUHAN untuk menolong kita, supaya
kita mengoyakkan jubah = hati hancur itulah domba sembelihan, supaya kita
mencukur kepala, berbicara kerendahan di hati sebab segala kemuliaan hanya bagi
TUHAN. Kemudian sujud menyembah itu adalah penyerahan diri sepenuhnya untuk
taat hanya kepada kehendak ALLAH saja.
Doa
penyembahan adalah puncak ibadah, itu cara TUHAN untuk menolong kita semua.
Jadi jangan kita sekali-kali menuduh yang bukan-bukan terkait dengan proses
salib yang sedang kita hadapi sekarang ini. Tetapi TUHAN sedang membawa kita
kepada 3 (tiga) pengalaman seperti yang dialami oleh Ayub.
Ayub 2:3
(2:3) Firman TUHAN kepada Iblis:
"Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di
bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan ALLAH dan
menjauhi kejahatan. Ia tetap tekun dalam kesalehannya, meskipun engkau telah
membujuk Aku melawan dia untuk mencelakakannya tanpa alasan."
Di sini kita melihat, TUHAN sendiri
berkata kepada Iblis/Setan; Ayub itu tetap tekun dalam kesalehannya, sekalipun
dalam pergumulan yang berat, sekalipun sengsara tanpa dosa. Sengsara tanpa dosa
adalah percikan darah, dan itu merupakan cara TUHAN untuk menyucikan
kita sampai sempurna. Kalau darah yang tercurah di Mezbah Korban Bakaran itu adalah
karena dosa. Tetapi darah yang dipercik di atas Tutup Pendamaian dan depan Tabut
Pendamaian itu adalah penyucian, sengsara tanpa dosa, menyucikan kita sampai
sempurna.
Ayub 2:4-5-7
(2:4) Lalu jawab Iblis kepada TUHAN:
"Kulit ganti kulit! Orang akan memberikan segala yang dipunyainya
ganti nyawanya. (2:5) Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah tulang
dan dagingnya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu." (2:6) Maka
firman TUHAN kepada Iblis: "Nah, ia dalam kuasamu; hanya sayangkan
nyawanya." (2:7) Kemudian Iblis pergi dari hadapan TUHAN, lalu
ditimpanya Ayub dengan barah yang busuk dari telapak kakinya sampai ke batu
kepalanya.
Di sini kita melihat, Iblis kembali
mendakwa Ayub untuk yang kedua kalinya. Namun dalam hal ini, Iblis menuntut
kepada TUHAN supaya Ayub ditimpa dengan barah yang busuk dari telapak kaki
sampai batu kepala.
Dengan tuntutan kedua ini, Iblis
menganggap Ayub akan mengutuki TUHAN. Tetapi, apakah itu benar?
Ayub 2:8
(2:8) Lalu Ayub mengambil sekeping
beling untuk menggaruk-garuk badannya, sambil duduk di tengah-tengah abu.
Pada saat ditimpa oleh barah yang
busuk, Ayub;
-
Mengambil sekeping beling untuk
menggaruk-garuk badannya.
Hal ini
berbicara tentang kesederhanaan dan kesabaran Ayub, sebab beling adalah barang
pecah belah dari tembikar atau bejana tanah liat yang pecah.
Beda dengan
orang kaya, kalau dia sakit dia akan secepatnya berangkat dan pergi menuju
rumah sakit. Kalau bisa berangkat dengan menuju rumah sakit yang mewah supaya
sakitnya lekas-lekas sembuh.
Tetapi di
sini kita melihat, justru pada saat ditimpa barah yang busuk, Ayub mengambil
sekeping beling lalu menggaruk-garuk badannya. Inikan kesederhanaan dari orang
yang sabar. Kalau tidak sabar, tidak mungkin kia rendah hati dan sederhana.
Sebab itu
benar apa yang dikatakan Rasul Paulus kepada jemaat di Roma, sabarlah dalam
kesesakan, kemudian bertekunlah dalam doa .... Roma 12:12.
-
Sambil duduk di tengah-tengah abu.
Hal ini
menunjukkan bahwa Ayub menyadari bahwa dirinya hanya debu tanah saja, tidak
kurang dan tidak lebih.
Jadi kita ini
memang hanya debu tanah. Kalau kita menyadari diri sebagai debu tanah, apa yang
harus kita sombongkan? Tidak ada yang kita sombongkan di dunia ini.
Ingat, kita
hanyalah debu tanah, tidak ada yang bisa kita sombongkan di dunia ini, lagi
pula debu tanah tidak pantas untuk menjadi sombong.
Ayub 2:9
(2:9) Maka berkatalah isterinya
kepadanya: "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah ALLAHmu
dan matilah!"
Melihat penderitaan Ayub yang
begitu hebat, berkatalah isterinya;
-
Masih bertekunkah engkau dalam
kesalehan mu?
Artinya; Ayub
dilarang untuk bertekun di dalam kesalehan, karena penderitaan Ayub begitu
hebat.
Kita semua
harus bertekun dalam kesalehan meskipun di tengah-tengah pergumulan yang begitu
hebat. Kemudian, kita juga harus tekun dalam tiga macam ibadah pokok, di tengah-tengahnya
kita harus menyangkal diri, memikul salib sampai berdarah-darah.
-
Kutukilah ALLAHmu dan matilah.
Pendeknya,
Ayub diajar untuk mengutuki ALLAH atau mengucapkan kata-kata yang kurang patut.
Kemudian,
Ayub juga disuruh bunuh diri.
Perempuan
macam apa seperti ini? Begitu melihat suaminya menderita, suaminya dihasut
untuk mengutuki ALLAH kemudian Ayub disuruh untuk mati (bunuh diri).
Sebab itu
para pemuda, carilah pasangan yang seimbang. Kemudian, dari pihak pemudi jika
kelak engkau menjadi isteri, jadilah tulang rusuk yang baik. Apa tanda tulang
rusuk yang baik? Menjadi penopang yang baik, melengkapi penyerahan diri dari
seorang kepala kepada TUHAN. Kenapa harus melengkapi? Karena perempuan diambil
dari tulang rusuk laki-laki, bukan dibentuk dari tanah.
Jadi kalau
kita menyadari keluar dari TUHAN Yesus maka kita tidak pantas mengajari apalagi
berkata; “Kutukilah ALLAH Mu, kemudian disuruh bunuh diri.” Alkitab yang
benar, mengajar kita supaya tetap berdiam diri dalam banyak hal karena kita
keluar dari tulang rusuk Mempelai Laki-laki Sorga, pribadi TUHAN Yesus Kristus.
Itu alasan
kita berdiam diri. Tetapi di sini kita melihat, dia menolak kodratnya sebagai
seorang perempuan, sebagai seorang isteri sebab perkataannya sudah tidak benar,
tidak sesuai dengan Alkitab.
Mengajari
suami untuk menguki ALLAH kemudian mengajari suami untuk bunuh diri.
Belajarlah
seperti Abigail, dia pasang dada untuk suaminya yang bebal itu.
Dari perkataan-perkataan yang
keluar dari mulut isteri Ayub, menunjukkan bahwa:
a.
Jiwa
isteri Ayub terganggu dan terguncang = sakit saraf.
Kalau
saraf sakit bisa putus loh.
b.
Iblis telah menguasai hati dan jiwa
isteri Ayub.
c.
Isteri Ayub berada di bawah hukum
dosa dan hukum maut, dan itu adalah tanda kebinasaan.
Jadi hati-hati, jangan sampai
karena ada masalah yang begitu hebat lalu kita melarikan diri mencari
pelampiasan, duduk di terminal, dengan mabuk-mabukan, dan seterusnya.
Ayub 2:10
(2:10) Tetapi jawab Ayub
kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau
menerima yang baik dari ALLAH, tetapi tidak mau menerima yang buruk?"
Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.
Jawab Ayub kepada isterinya; “Engkau
berbicara seperti perempuan gila!”
Tanda orang sudah gila:
-
Mau menerima yang baik;
diberkati TUHAN dengan berlimpah-limpah.
-
Tetapi menolak salib dan prosesnya.
Rugi sedikit;
mencak-mencak / marah-marah. Kalau rugi besar maka sudah gila seperti perempuan
gila.
Itu tanda
seseorang gila. Maunya enak, rugi sedikit marah, begitu hebat penderitaan
langsung seperti perempuan gila. Hati-hati dengan sikap seperti ini.
Siapa pernah seperti perempuan gila? Dulu
sebelum di dalam TUHAN begitu, tetapi setelah di dalam TUHAN saya harus
mengakui rugi sedikit tidak apa-apa kalau itu diijinkan TUHAN, jangan selalu
bertahan untuk keuntungan-keuntungan. Namanya manusia pasti khilaf, nanti di
sorga tidak ada khilaf.
Pendeknya, terhadap penderitaan
yang hebat itu, Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya = Ayub tidak mengutuki ALLAH,
tidak mempersalahkan TUHAN, berarti anggapan dari iblis meleset
Tadi Iblis menuntut kepada TUHAN,
supaya segala yang dipunyai Ayub dihabiskan, baik anaknya (putera/puterinya)
maupun harta benda, dan kekayaan sekaliannya, tetapi Ayub tidak pernah mengutuki
TUHAN.
Kemudian, Iblis menuntut TUHAN
supaya Ayub ditimpa dengan barah yang busuk dari ujung kaki sampai batu kepala,
tetapi sekalipun demikian, di dalam Ayub 2:10 terhadap penderitaan yang
hebat itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya, dia sama sekali tidak mengutuki
TUHAN, dia sama sekali tidak mempersalahkan TUHAN, baik terhadap ujian yang
pertama maupun terhadap ujian yang kedua, kedua-duanya sama beratnya.
Ayub 2:11-12
(2:11) Ketika ketiga sahabat
Ayub mendengar kabar tentang segala malapetaka yang menimpa dia, maka
datanglah mereka dari tempatnya masing-masing, yakni: Elifas, orang Téman, dan
Bildad, orang Suah, serta Zofar, orang Naama. Mereka bersepakat untuk mengucapkan
belasungkawa kepadanya dan menghibur dia. (2:12) Ketika mereka
memandang dari jauh, mereka tidak mengenalnya lagi. Lalu menangislah
mereka dengan suara nyaring. Mereka mengoyak jubahnya, dan menaburkan debu di
kepala terhadap langit.
Oleh karena penderitaan yang
dialami Ayub; Elifas, Bildad, Zofar datang untuk mengucapkan bela sungkawa
kepada Ayub. Tetapi mereka tidak mengenal Ayub lagi, berarti; begitu hebat
penderitaan yang dialami oleh Ayub sampai merusak wujud semula, gambar dan rupa
ALLAH di dalam dirinya.
Saudara, saya tidak bisa
membayangkan andai kata hal semacam ini menimpa saya, saya harus jujur mengakui
terlalu sulit meskipun saya seorang hamba TUHAN, menurut logika saya. Tetapi
kalau TUHAN harus mengijinkan itu terjadi menimpa saya, berarti TUHAN sudah
menguatkan saya. Tetapi bukan hanya saya, siapapun secara logika ini berat
sekali untuk kita tanggung. Tetapi kalau TUHAN yang mengijinkan ini terjadi
bagi kita, berarti TUHAN sudah memberi kekuatan untuk menghadapi penderitaan
yang hebat ini. Bayangkan, sudah jatuh ditimpa tangga pula.
Kembali saya tandaskan, kalau TUHAN
ijinkan penderitaan terjadi, maka TUHAN lebih tahu untuk menyucikan kita, untuk
menyadarkan kita bahwa kita adalah debu tanah. Bahwa debu tanah tidak pantas
untuk menjadi satu kehidupan yang sombong. Namanya debu tanah, tidak pantas
jadi sombong. Dan kalau kita menyadari kita debu tanah, tidak mungkin kita
mengutuki TUHAN sehebat apapun penderitaan yang kita alami.
Demikian juga Ayub, ketika Iblis
menuntut Ayub sebanyak dua kali, Ayub tidak pernah mengutuki TUHAN dengan
bibirnya.
Saya jadi teringat, ketika Yesus
mengalami satu penderitaan yang hebat, sampai-sampai kita tidak mengenali dia
di dalam...
Yesaya 53:2-4
(53:2) Sebagai taruk ia tumbuh di
hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan
semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupa pun tidak,
sehingga kita menginginkannya. (53:3) Ia dihina dan dihindari orang,
seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat
dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak
masuk hitungan.
Oleh karena penderitaan yang hebat,
dikatakan di sini; ia tidak tampan dan tidak semarak.
Tetapi sekalipun demikian, kita
menginginkan-Nya, mengapa? Karena Ia mengalami itu untuk kita sebagai tanah
kering. Dia menanggung itu karena kita yang adalah tanah kering saja. Sudah
hina kering-kering pula, tidak berbuah. Untuk itu dia mengalami satu
penderitaan hebat, tetapi sekalipun demikian kita menginginkannya.
Yesaya 53:3
(53:3) Ia dihina dan dihindari
orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia
sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun
dia tidak masuk hitungan.
(53:4) Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang
ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia
kena tulah, dipukul dan ditindas ALLAH.
Biasa menderita kesakitan, artinya;
salib dan prosesnya bukan sesuatu yang aneh, bukan sesuatu yang asing bagi
kita. Ketika kita diproses / masuk menghadapi proses salib; dihina, orang
menutup muka, dan seterusnya.
Contoh:
YANG KEDUA: DARI SISI
PETRUS
Lukas 22:31 -- Perikop: “Percakapan
waktu perjamuan malam"
(22:31) Simon, Simon, lihat, Iblis
telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum,
Iblis menuntut kepada TUHAN supaya
Petrus ditampi seperti gandum.
Matius 3:11-12
(3:11) Aku membaptis kamu dengan
air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih
berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan
membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. (3:12) Alat
penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya
dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan
dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan."
Ditampi berarti dibersihkan seperti
gandum, dipisahkan dari debu jerami.
-
Gandum: seorang yang penuh dengan
Firman ALLAH, satu kali akan dikumpulkan dalam lumbung sorga.
-
Debu
jerami
menunjuk kepada kehidupan yang kosong, kehidupan yang tidak diisi dengan
Firman, satu kali akan dibakar dalam api neraka.
Pertanyaannya: Kapan penampian terjadi?
1 Korintus 10:12-13
(10:12)
Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah
supaya ia jangan jatuh! Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah
pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. (10:13)
Sebab ALLAH setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai
melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan
ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
Singkat kata, jangan menganggap
diri kuat, jangan merasa diri hebat, hati-hati supaya jangan jatuh pada saat
menghadapi pencobaan. Sedangkan, puncak pencobaan terjadi pada saat antikris
menjadi raja dan memerintah atas dunia ini. Jadi setiap hari kita menghadapi
pencobaan. Puncaknya; pada saat antikris menjadi raja atas dunia ini. Sebab itu
jangan merasa diri hebat, jangan merasa diri kuat menghadapi pencobaan.
Lukas 22:31-33
(22:31) Simon, Simon, lihat, Iblis
telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, (22:32) tetapi Aku
telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau
engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu." (22:33) Jawab Petrus: "TUHAN,
aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!"
Kekuatan yang diperoleh Petrus berasal
dari TUHAN, bukan dari kekuatan diri sendiri. Karena sesungguhnya, kekuatan
manusia tidak sanggup menghadapi pencobaan yang memuncak pada saat antikris
menjadi raja. Kekuatan yang sesungguhnya datang dari TUHAN, lewat kematian dan
kebangkitan Yesus Kristus.
Tetapi sekalipun demikian, TUHAN
sudah memaparkan begitu rupa, di sini kita melihat Petrus justru menjawab; "TUHAN,
aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!"
Dari jawaban ini menunjukkan bahwa
Petrus menganggap dirinya kuat dan sanggup menghadapi aniaya antikris dengan
kelebihan-kelebihan yang dia punya. Inilah sontoloyonya Petrus, kehidupan
seperti ini adalah kehidupan yang sontoloyo, saya berani mengatakan ini.
Manusia yang mengandalkan manusia
dan kekuatannya adalah manusia sontoloyo, padahal kekuatan yang sesungguhnya
datang dari TUHAN karena TUHAN telah mati dan bangkit sehingga dengan demikian,
kita mampu menghadapi pencobaan demi pencobaan setiap hari, puncak pencobaan
itu terjadi pada saat antikris menjadi raja dan memerintah atas dunia ini. Itu
sebabnya TUHAN berkata; kalau engkau sudah insyaf (sadar), kuatkan
saudara-saudara mu, tetapi Petrus tetap saja merasa diri kuat, menganggap
kelebihan-kelebihan yang dia punya sanggup menghadapi pencobaan sampai kepada
puncak pencobaan yakni pada saat antikris menjadi raja, jangan kita seperti
itu.
Sering sekali karena jengkel lalu
kita berkata; “Memangnya hanya di situ saja tergembala, dimanapun saya
tergembala bisa ko” Itu namanya manusia sontoloyo.
Sudah tahu kebenaran dan pengertian
Firman sudah luas kita terima, tetapi kita masih berani berkata; “Memangnya
di situ saja tergembala, dimana saja bisa ko.”
Kalau tempat yang dia harapkan itu,
ia mendapat pengertian yang luas, tidak salah, kalau ia ada ketekunan tiga
macam ibadah pokok, tidak apa-apa, kalau ia digembalakan oleh Pengajaran
Tabernakel untuk membawa sampai gunung Sion, tidak apa-apa, tetapi kalau di
situ tidak ada apa-apa, jangan pernah engkau berani mengecilkan Pengajaran
Mempelai, itu namanya manusia sontoloyo seperti Petrus.
Lebih rinci soal Petrus dalam
kebodohannya di dalam...
Matius 26:31-32
(26:31) Maka berkatalah Yesus
kepada mereka: "Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku.
Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan
tercerai-berai. (26:32) Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan
mendahului kamu ke Galilea."
Antikris akan membunuh gembala,
maka domba-domba akan tercerai-berai. Itu tanda iman tergoncang.
Hal itu berlangsung selama tiga hari
= tiga setengah tahun.
Yesus ada di dalam perut bumi
selama tiga hari, hari ketiga bangkit. Demikian juga, antikris menjadi raja dan
memerintah di atas muka bumi ini, puncak pemerintahannya hanyalah tiga setengah
tahun.
Daniel 12:11
(12:11)
Sejak dihentikan korban sehari-hari dan ditegakkan dewa-dewa kekejian
yang membinasakan itu ada seribu dua ratus dan sembilan puluh hari.
Daniel 11:31
(11:31)
Tentaranya akan muncul, mereka akan menajiskan tempat kudus, benteng itu, menghapuskan
korban sehari-hari dan menegakkan kekejian yang membinasakan.
Daniel 9:27
(9:27)
Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama
satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan
korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan
datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang
membinasakan itu."
Antikris akan menghentikan korban
sehari-hari yakni; korban sembelihan dan korban santapan.
-
Korban sembelihan adalah ibadah
dan pelayanan yang dihubungkan dengan salib.
Artinya; memikul salib sampai
berdarah-darah di tengah ibadah dan pelayanan.
-
Korban santapan -> Firman
Pengajaran yang murni dan benar itulah Firman Pengajaran yang rahasianya
dibukakan.
Tetapi satu kali khususnya pada
saat puncak pencobaan itulah tiga setengah tahun yang terakhir, itu akan
dirampas dari TUHAN, semestinya korban sehari-hari harus terus menggembalakan
anak-anak TUHAN di atas gunung TUHAN, sama saja dengan gembala akan ditangkap
dan dibunuh.
Jadi apa yang dikatakan oleh Yesus
kepada murid-murid, itu nubuatan dari pada Daniel bahwa antikris akan merampas
korban sehari-hari dari TUHAN, itulah korban sembelihan dan korban santapan. Mestinya
korban sehari-hari ada di atas gunung TUHAN untuk menggembalakan anak-anak TUHAN.
Tetapi satu kali itu akan dirampas, itu sebabnya Yesus berkata; gembala akan
dibunuh, domba-domba akan tercerai berai. Tetapi Petrus merasa diri kuat tanpa
korban sehari-hari yang menggembalakan hidupnya. Padahal TUHAN sudah berkata; kekuatan
yang sebenarnya datang dari TUHAN lewat kematian dan kebangkitan-Nya, tetapi
Petrus selalu merasa lebih kuat.
Banyak orang Kristen seperti itu,
karena merasa punya kelebihan ini dan itu, punya materi yang banyak, keuangan
yang banyak, harta yang banyak, atau memiliki kedudukan, jabatan, dan pangkat
yang tinggi, merasa kuat saat menghadapi antikris, merasa kuat tanpa gembala
yang menggembalakannya itulah korban sehari-hari.
Matius 26:33
(26:33) Petrus menjawab-Nya:
"Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali
tidak."
Petrus merasa diri kuat. Tadi kita
sudah melihat, dalam 1 Korintus 10:12; “Jangan ada orang menganggap
dirinya kuat dan hebat supaya ia jangan jatuh saat menghadapi pencobaan yang
memuncak pada saat antikris menjadi raja.”
Tetapi Petrus tetap saja merasa
diri hebat dan kuat, tanpa gembala mampu menghadapi antikris.
Saudara jangan seperti itu, jangan
merasa tidak perlu tergembala. Jangan merasa kuat dan selamat sekalipun tidak
tergembala, itu pengertian yang bodoh.
Matius 26:34-35
(26:34) Yesus berkata kepadanya:
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok,
engkau telah menyangkal Aku tiga kali." (26:35) Kata Petrus
kepada-Nya: "Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan
menyangkal Engkau." Semua murid yang lain pun berkata demikian juga.
Ternyata kebanyakan orang sama
seperti Petrus, hampir semua orang sontoloyo seperti Petrus karena semua murid mengucapkan
hal yang sama seperti Petrus. Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga Sontoloyo
seperti Petrus? Ini harus menjadi satu pusat perhatian bagi kita di hari-hari
terakhir ini.
Singkat kata; melihat bahwa Petrus
tetap merasa kuat, akhirnya Yesus berkata; “Sebelum ayam berkokok Petrus
menyangkal Yesus tiga kali.” Itu disampaikan oleh Yesus kepada Petrus, namun
Petrus tetap merasa diri kuat.
Coba kita lihat dulu seperti apa
hebatnya siksaan yang dahsyat itu berlangsung pada saat antikris menjadi raja
sehingga dia tetap merasa diri kuat.
Matius 24:21
(24:21)
Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum
pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi
lagi.
Siksaan
itu dahsyat melebihi akal pikiran manusia. Dan itu tidak pernah terjadi di bumi
ini dan tidak akan pernah terjadi lagi. Siapa yang sanggup menghadapi siksaan
yang dahsyat semacam ini, itulah yang disebut aniaya antikris berlangsung
selama 3,5 (tiga setengah) tahun, inilah puncak pencobaan, puncak gelap malam.
Maka
jangan pendek cara berpikir kita semua, tetapi kiranya kita memiliki pandangan
nubuatan, memandang jauh ke depan.
Dari sinilah kita bisa melihat
ketika Petrus merasa diri kuat maka kita mengetahui bahwa Petrus sedang
mengenakan pakaian kotor, yakni; menyangkal Yesus sebanyak tiga kali.
YANG PERTAMA (Matius 26:69-70)
"Aku tidak tahu apa
yang engkau maksud."
Artinya; sudah tahu, tetapi
pura-pura tidak tahu.
Menunjuk orang yang buta rohani,
tidak peduli dengan pekerjaan TUHAN.
YANG KEDUA (Matius 26:71-72)
"Aku tidak kenal orang
itu."
Tetapi diawali dengan,
Bersumpah, menunjukkan bahwa Petrus
berada di bawah pengaruh Iblis/Setan.
Seharusnya "ya" di atas
"ya" "tidak" katakan "tidak", selain daripada itu
berasal dari setan.
YANG KETIGA (Matius 26:73-74)
“Aku tidak kenal orang
itu.”
Diawali dengan mengutuk. Menujukkan
bahwa Petrus berada di bawah hukum taurat; hukum dosa dan hukum maut.
Inilah pakaian kotor yang dipakai
oleh Simon Petrus.
Itu sebabnya Iblis mendakwa dia,
Iblis menuntut kepada TUHAN supaya Petrus ditampi seperti gandum.
Lukas 22:31-32
(22:31) Simon, Simon, lihat, Iblis
telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, (22:32) tetapi Aku
telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau
engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu."
Yesus tampil sebagai Imam Besar
Agung, Ia berdoa untuk Petrus supaya Petrus dan imannya jangan gugur.
Jadi kalau sampai hari ini kita
bertahan, berdiri di hadapan takhta ALLAH itu peran dari Imam Besar Agung yang
melayani kita, kemudian berdoa syafaat untuk kita supaya kita dan iman kita
jangan gugur.
Lukas 22:36-38
(22:36) Jawab mereka: "Suatu
pun tidak." Kata-Nya kepada mereka: "Tetapi sekarang ini, siapa yang
mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai
bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan
membeli pedang. (22:37) Sebab Aku berkata kepada kamu, bahwa nas Kitab
Suci ini harus digenapi pada-Ku: Ia akan terhitung di antara
pemberontak-pemberontak. Sebab apa yang tertulis tentang Aku sedang
digenapi." (22:38) Kata mereka: "TUHAN, ini dua pedang."
Jawab-Nya: "Sudah cukup."
Menghadapi antikris tidak dengan:
a.
Menggunakan pedang.
b.
Tidak mengandalkan kekuatan dan
kelebihan-kelebihan yang kita punya.
Tetapi kita harus mengandalkan
darah salib Kristus / Korban Kristus.
Kuasa darah Salib kita lihat di dalam...
Wahyu 7:14
(7:14)
Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan
mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah
orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci
jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.
Orang yang memandang kepada Korban
Kristus, mencuci jubah mereka di dalam darah Anak Domba sampai putih bersih dan
itu yang TUHAN ajarkan kepada Simon Petrus dan murid-murid-Nya. Tetapi
murid-murid salah mengerti justru membawa dua pedang, artinya; mengandalkan
kekuatan, sementara menghadapi antikris, kita tidak mampu dengan mengandalkan
kekuatan, harus dengan memandang korban Kristus sebab darah-Nya berkuasa untuk
menyucikan hidup kita, menyucikan pakaian yang kotor.
Demikian juga Imam besar Yosua,
memang dia berdiri di tengah-tengah ibadah dan pelayanan, di hadapan takhta ALLAH,
tetapi Iblis mendakwa dia, mengapa? Karena Imam Besar Yosua mengenakan pakaian
yang kotor.
Itu sebabnya Yesus berkata; sudah
cukup, maksudnya menghadapi Setan Tritunggal itulah antikris harus dengan
memandang Korban Kristus, lalu mencuci jubah dalam darah-Nya supaya dengan
demikian kita layak untuk melayani TUHAN dengan mengenakan pakaian putih bersih
siang dan malam (Wahyu 7:15)
Bandingkan dengan imam besar Yosua...
Zakharia 3:1-3
(3:1) Kemudian ia memperlihatkan
kepadaku imam besar Yosua berdiri di hadapan Malaikat TUHAN sedang Iblis
berdiri di sebelah kanannya untuk mendakwa dia. (3:2) Lalu berkatalah
Malaikat TUHAN kepada Iblis itu: "TUHAN kiranya menghardik engkau, hai
Iblis! TUHAN, yang memilih Yerusalem, kiranya menghardik engkau! Bukankah dia
ini puntung yang telah ditarik dari api?" (3:3) Adapun Yosua
mengenakan pakaian yang kotor, waktu dia berdiri di hadapan Malaikat itu,
TUHAN memberikan pakaian pesta atau
pakaian yang baru kepada Imam Besar Yosua yang telah dibasuh di dalam darah Anak
Domba. Pendeknya, Imam Besar Yosua sama seperti puntung yang ditarik dari dalam
api neraka = dirampas dari dosa dan maut. Inilah pengertian dirampas itu.
Zakharia 3:5
(3:5)
Kemudian ia berkata: "Taruhlah serban tahir pada kepalanya!"
Maka mereka menaruh serban tahir pada kepalanya dan mengenakan pakaian
kepadanya, sedang Malaikat TUHAN berdiri di situ.
Serban tahir adalah pikiran-pikiran
yang senantiasa memikirkan TUHAN dan pekerjaan TUHAN.
Itulah pengharapan kepada TUHAN dan
itu sudah ditaruh pada kepala Imam Besar Yosua.
Zakharia 3:6-7
(3:6) Lalu Malaikat TUHAN itu
memberi jaminan kepada Yosua, katanya: (3:7) "Beginilah Firman TUHAN
semesta alam: Apabila engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan melakukan
tugas yang Kuberikan kepadamu, maka engkau akan memerintah rumah-Ku dan
mengurus pelataran-Ku, dan Aku akan mengizinkan engkau masuk ke antara mereka
yang berdiri melayani di sini.
TUHAN memberikan jaminan kepada
kita semua dari sekarang sampai maranatha asal kita tetap mengarahkan pandangan
kepada Korban Kristus dan darah-Nya menyucikan kita, kita mengenakan pakaian
pesta, pakaian baru di tengah ibadah pelayanan, itu jaminan. Kita mampu
menghadapi pencobaan-pencobaan yang memuncak pada saat antikris menjadi raja
dan memerintah atas dunia ini.
Itulah terkait dengan anak
laki-laki di dalam Wahyu 12:5, pada akhirnya anaknya itu dirampas dan
dibawa kepada ALLAH dan takhta-Nya.
Orang yang mengenakan pakaian
pesta, pakaian yang baru di tengah ibadah dan pelayanan, ada jaminan, itulah
kehidupan yang dirampas dari dosa dan maut.
Jadi jangan pernah merasa diri rugi
melayani TUHAN dengan berjerih lelah, jerih payah karena sesungguhnya jerih
payah mu tidak sia-sia, pengorbanan mu tidak sia-sia. Justru pengorbanan itu
adalah sarana untuk mencuci jubah mu, jangan engkau ngomel melawan ajaran yang
baik. Diajar yang baik, ngomel, pura-puranya lemah lembut, menangis nanti malam
ini, menyesallah, koyakkan jubah mu, cukur rambut mu. Amin.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA
GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel
U. Sitohang
No comments:
Post a Comment