KAMI NANTIKAN KESAKSIAN-KESAKSIAN SAUDARA YANG SUDAH MEMBACA FIRMAN TUHAN PADA BLOG INI

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 07 JULI 2026



IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 07 JULI 2026

YUDAS 1:11

(Seri: 30)

 

Subtema: HAMBA TUHAN VISIONER

 

Shalom…

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN yang oleh karena rahmat-Nya, kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Doa Penyembahan.

Sebentar kita akan menggunakan leher kita untuk menundukkan kepala di ujung kaki salib TUHAN, tersungkur dihadapan takhta TUHAN, sujud menyembah kepada Dia.

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN, Bapak/Ibu, Saudara/saudari yang turut bergabung lewat online / live streaming / video internet dimanapun saudara berada. Biarlah kiranya damai sejahtera dari Sorga memenuhi ruangan hati kita, sekaligus ada kesukaan besar dari Sorga dan bahagia saat kita duduk diam menikmati sabda ALLAH.

 

Mari kita sambut SURAT YUDAS sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan dan kita masih berada pada Yudas 1:11 seri ke-30.

Namun, tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi.

 

Yudas 1:11

(1:11) Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

“Celakalah mereka...” antara lain:

a.   Karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain.

b.   Oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam.

c.   Mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

Tentang: MEREKA BINASA KARENA KEDURHAKAAN SEPERTI KORAH (Bagian 18).

Bilangan 16:1-2 -- Perikop: "Pemberontakan Korah, Datan dan Abiram."

(16:1) Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang Ruben, mengajak orang-orang (16:2) untuk memberontak melawan Musa, beserta dua ratus lima puluh orang Israel, pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya orang-orang yang kenamaan.

 

Korah dan kumpulannya bangkit untuk memberontak melawan Musa.

Yang termasuk dalam kumpulan Korah antara lain: Datan, Abiram, dan On, serta 250 pemimpin-pemimpin kenamaan.

 

Adapun motif dari pemberontakkan tersebut ialah “... Korah menuntut pangkat imam lagi , berarti Korah tidak puas diangkat hanya sebagai pelayan.

-      Melayani di Tabernakel dari Halaman sampai Ruangan Suci (memperhatikan perbotan-perabotan yang ada di dalamnya).

-      Bertugas untuk melayani umat Israel.

 

Itulah sebabnya, Korah dan kumpulannya Bersepakat melawan TUHAN, tandanya:

-      Bersungut-sungut kepada Harun … (Bilangan 16:9-11).

-      Harun diangkat sebagai Imam Besar, sedangkan anak-anak Harun sebagai imam-imam bagi TUHAN.

-      Korah merasa hanyalah bagian dari pelayanan di dalam Tabernakel.

Itu sebabnya dia tidak puas hanya sebagai sebagai pelayan.

 

Sebetulnya, Korah ini sudah dipisahkan dari 12 (dua belas) suku Israel lalu diijinkan untuk mendekat kepada TUHAN seperti kita malam ini. Sesungguhnya itu lebih daripada cukup seperti malam ini kita sudah dipisahkan dari dunia ini dan dipisahkan dari pengaruh dunia, itu kemurahan TUHAN saudara, tidak perlu lagi kita menuntut pangkat imam.

 

TERKAIT SIKAP DATAN DAN ABIRAM … (Bilangan 16:12-14):

a.         Tidak mau datang ketika dipanggil Musa, artinya: Tidak taat dan tidak dengar-dengaran, serta tidak menghormati tahbisan suci dan urapan TUHAN.

Jadi kalau tidak dengar-dengaran kepada seorang hamba TUHAN = tidak menghormati tahbisan suci dan tidak menghargai urapan TUHAN.

Jadi imam-imam perlu juga menghargai penggembalaan ini supaya urapan itu tetap ada, tetap hidup di dalam pengurapan, bahkan jemaat juga harus menghargai ibadah pelayanan dan segala sesuatu yang ada di dalamnya supaya tetap hidup di dalam pengurapan dan kitapun ditahbiskan sebagai milik kepunyaan-Nya sendiri.

b.   Menuduh Musa dengan yang bukan-bukan.

-       Musa menjadikan dirinya tuan atas umat Israel.

Seakan-akan Musa telah meninggikan dirinya atas umat Israel, namun sebetulnya tidaklah demikian karena sejatinya Musa adalah hamba TUHAN yang rendah hati.

-       Musa dituduh mengelabui mata umat Israel.

Dalam hal ini Musa seakan-akan adalah orang munafik.

Munafik, berarti di luar dan di dalam tidak sama. Di luar bisa nampak baik, tetapi di dalam penuh dengan segala noda kotoran dan sebagainya.

Musa bukanlah orang munafik, dia adalah orang yang tulus dalam setiap pekerjaan TUHAN dan memperhatikan sidang jemaat dari sejak dia dipanggil oleh TUHAN.

 

DAMPAK NEGATIF TIDAK TAAT dan TIDAK DENGAR-DENGARAN:

Datan dan Abiram tidak dapat memahami rencana Allah, sebab mereka mengatakan bahwa yang menjadi milik pusaka mereka adalah Mesir bukan Kanaan.

Jadi orang yang terlena dengan dunia dengan segala sesuatu yang ada di dalamnya, ini tanda bahwa dia tidak mengerti rencana TUHAN persis seperti Datan dan Abiram yang mengatakan; yang menjadi milik pusaka adalah Mesir bukan Kanaan. Itu adalah pengertian yang salah, dia tidak tahu rencana TUHAN.

 

Kita belajar untuk mengikuti rencana TUHAN lewat pembukaan Firman TUHAN, sebab itu relakan diri untuk dipimpin dalam rencana TUHAN, janganlah terikat dengan segala sesuatu yang ada di dunia ini, jangan terlena dengan segala sesuatu yang disuguhkan oleh dunia ini. Segala sesuatu yang disuguhkan oleh dunia ini bukan datang dari Sorga, tetapi datang dari Iblis/Setan.

 

Akan tetapi, perkataan Datan dan Abiram tidak sesuai dengan fakta kebenaran bila kita bandingkan dengan Bilangan 3:7-8, 16-17.

 

Setelah menuduh Musa dengan pernyataan-pernyataan di atas, lalu kita lihat RESPON MUSA...

Bilangan 16:15

(16:15) Lalu sangat marahlah Musa dan ia berkata kepada TUHAN: "Janganlah perhatikan segala persembahan mereka. Belum pernah kuambil satu ekor keledai pun dari mereka, dan belum pernah kulakukan yang jahat kepada seseorang pun dari mereka."

 

Oleh karena sikap Datan dan Abiram, maka Musa menjadi tersandung, sebab: “Sangat Marahlah Musa.”

Kemudian, di tengah-tengah kemarahan itu Musa berkata:

a. "Janganlah perhatikan segala persembahan mereka.”

Dalam hal ini Musa sedang mencoba untuk menghasut TUHAN.

Sebetulnya, TUHAN itu adalah hakim yang adil dan wasit yang jujur, juri yang jujur, dia tidak bisa terhasut oleh apapun.

b.   "Belum pernah kuambil satu ekor keledaipun dari mereka."

Musa memberitahukan kelebihannya kepada TUHAN, sedikit agak lucu memang, seperti anak kecil yang sedikit-sedikit mengadu kepada orang tuanya.

c.   "Belum pernah kulakukan yang jahat kepada seseorangpun dari mereka."

Musa memberitahukan kebenarannya kepada TUHAN.

 

Dari pernyataan-pernyataan tersebut, maka keluarlah hukum Taurat dari dalam diri Musa. Menunjukkan bahwa tidak ada manusia yang sempurna di atas muka bumi ini termasuk pribadi Musa.

 

Padahal sebenarnya, Musa adalah:

-    Pribadi yang paling lembut hatinya dari antara manusia di bumi ini (Bilangan 12:3).

-    Setia dalam rumah TUHAN (Ibrani 3:5).

-    Pengantara dari hukum Taurat / Perjanjian yang pertama (Ibrani 10:9-10).

 

Inilah kelebihan dari Musa, tetapi kenyataannya dia juga adalah manusia biasa dan tidak ada yang sempurna di atas muka bumi ini termasuk Musa sekalipun mempunyai reputasi yang sangat luar biasa seperti tiga hal di atas.

 

Oleh sebab itu, seperti apapun hebatnya hamba TUHAN, kita harus tetap membawa hidup kita rendah dihadapan TUHAN, jangan menjadi sandungan baik dalam hidup kita maupaun nikah kita di tengah ibadah dan pelayanan dalam pengikutan kita kepada TUHAN.

Belajarlah untuk menyenangkan hati TUHAN, jangan hanya sibuk untuk memperhatikan kepentingan masing-masing.

 

Tadi kita sudah melihat Korah, Datan, dan Abiram secara garis besar, sekarang kita akan memperhatikan,

Tentang: 250 PEMIMPIN-PEMIMPIN KENAMAAN.

 

Bilangan 16:5-7, 16-18

(16:5) Dan ia berkata kepada Korah dan segenap kumpulannya: "Besok pagi TUHAN akan memberitahukan, siapa kepunyaan-Nya, dan siapa yang kudus, dan Ia akan memperbolehkan orang itu mendekat kepada-Nya; orang yang akan dipilih-Nya akan diperbolehkan-Nya mendekat kepada-Nya. (16:6) Perbuatlah begini: ambillah perbaraan-perbaraan, hai Korah, dan kamu segenap kumpulannya, (16:7) bubuhlah api ke dalamnya dan taruhlah ukupan di atasnya, di hadapan TUHAN pada esok hari, dan orang yang akan dipilih TUHAN, dialah yang kudus. Cukuplah itu, hai orang-orang Lewi!" (16:16) Lalu berkatalah Musa kepada Korah: "Engkau ini dengan segenap kumpulanmu harus menghadap TUHAN, engkau dan mereka dan Harun, pada esok hari. (16:17) Baiklah kamu masing-masing membawa perbaraannya membubuh ukupan di atasnya, lalu kamu mempersembahkan masing-masing perbaraannya ke hadapan TUHAN, dua ratus lima puluh perbaraan; juga engkau ini dan Harun masing-masing harus membawa perbaraannya." (16:18) Maka mereka masing-masing membawa perbaraannya, membubuh api ke dalamnya, menaruh ukupan di atasnya, lalu berdirilah mereka di depan pintu Kemah Pertemuan, juga Musa dan Harun.

 

Untuk mengetahui siapa sebenarnya yang dipilih TUHAN, maksudnya; yang diperbolehkan mendekat kepada TUHAN, maka Musa memerintahkan Korah dan 250 orang tersebut untuk membawa perbaraan, lalu membubuhkan ukupan di atasnya, demikian halnya dengan Harun.

“Berdirilah mereka di depan pintu Kemah Pertemuan, juga Musa dan Harun.”

 

Gambar Tabernakel.



Bilangan 16:19

(16:19) Ketika Korah mengumpulkan segenap umat itu melawan mereka berdua di depan pintu Kemah Pertemuan, tampaklah kemuliaan TUHAN kepada segenap umat itu.

 

“... Tampaklah kemuliaan TUHAN kepada segenap umat itu …”

Berarti, TUHAN hadir diantara mereka untuk memberitahukan siapa yang dipilih TUHAN, siapa milik kepunyaan TUHAN, siapa yang dikuduskan oleh TUHAN, lalu diperbolehkan mendekat kepada TUHAN membawa korban-korban yang akan dipersembahkan kepada TUHAN.

 

Oleh karena kemuliaan TUHAN dinyatakan, maka kita diberi kesempatan untuk berdiri menghadap takhta kudus-Nya dalam setiap pertemuan ibadah yang TUHAN percayakan. Semua karena kemurahan hati TUHAN, bukan karena gagah dan hebat kita, bukan karena kita orang suci apalagi sempurna, tetapi oleh karena kemurahan hati TUHAN.

Hargailah kemurahan hati TUHAN selagi hari masih siang, jangan terlena dengan dunia ini, jangan berfokus hanya karena kesusahan-kesusahan yang terkait dengan kesusahan daging mu.

 

Bilangan 16:20-21

(16:20) Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun: (16:21) "Pisahkanlah dirimu dari tengah-tengah umat ini, supaya Kuhancurkan mereka dalam sekejap mata."

 

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun: "Pisahkanlah dirimu dari tengah-tengah umat ini, supaya Kuhancurkan mereka dalam sekejap mata."

 

Dari sini kita dapat melihat:

-    TUHAN memilih Musa dan Harun untuk mendekat kepada TUHAN. Sedangkan,

-    Korah dan kumpulannya tidak dipilih oleh TUHAN.

 

Selanjutnya, TUHAN akan menghancurkan umat Israel dalam sekejap mata.

 

Bilangan 16:22

(16:22) Tetapi sujudlah mereka berdua dan berkata: "Ya Allah, Allah dari roh segala makhluk! Satu orang saja berdosa, masakan Engkau murka terhadap segenap perkumpulan ini?"

 

Sujudlah Musa dan Harun -> Penyembahan, sekaligus merendahkan diri dihadapan TUHAN di dalam hal menyampaikan permohonan kepada TUHAN.

Kita harus hidup di dalam doa penyembahan serta membawa hidup kita rendah dihadapan TUHAN setiap kali kita membawa permohonan kepada TUHAN, jangan dalam keadaan emosi dan arogansi, jangan dalam keadaan karena saat itu kita butuh. Tetapi di dalam hal menyampaikan permohonan, kita harus hidup di dalam penyembahan serta merendahkan diri dihadapan TUHAN supaya kita layak menyampaikan permohonan apapun bentuknya. Baik dalam segi ekonomi, keuangan, nikah dan rumah tangga, ibadah dan pelayanan, jodoh, masa depan, mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, dan seterusnya, kita harus terlebih dahulu menyembah TUHAN dan membawa hidup kita rendah dihadapan TUHAN supaya kita layak menyampaikan segala permohonan-permohonan kepada TUHAN.

 

Dalam hal ini sujudlah Musa dan Harun  supaya TUHAN jangan membinasakan umat Israel, karena yang berdosa hanya satu orang yaitu Korah dan kumpulannya.

 

Sebagai tambahan; Jangan kita suka menghasut orang lain untuk memberontak kepada TUHAN, melawan penggembalaan ini, sekalipun itu adik, saudara laki-laki, saudara perempuan, anak, orang tua, cucu, jangan coba-coba. Karena dengan bertindak demikian, seseorang sedang berhadapan dengan TUHAN bukan berhadapan dengan seorang gembala.

Demikian juga, dalam hal memberi, maka berilah dengan tulus, jangan karena ada kepentingan dan jangan untuk menghasut juga, atau supaya menunjukkan bahwa kita lebih dewasa dari semua yang ada di penggembalaan ini.

Kalau memberi maka berbagilah kepada semua. Terang-terangan kita melakukan segala sesuatu dihadapan TUHAN, jangan suka main belakang. Artinya; mengerjakan keselamatan harus dengan takut dan gentar.

Kita harus takut kepada TUHAN, kalau main belakang itu tidak takut kepada TUHAN, itu hanya takut kepada manusia, karena mungkin ada sesuatu.

 

Sebetulnya yang berdosa adalah Korah, namun menghasut yang lain-lain yaitu; Datan, Abiram, dan On, plus 250 pemimpin-pemimpin kenamaan.

Itulah dasarnya, jangan suka menghasut siapapun di dalam penggembalaan ini.

Berlakulah adil dan jujur, jangan suka main belakang. Artinya; mengerjakan keselamatan harus takut dan gentar, terang benderanglah kita dalam ucapan dan perbuatan supaya pengurapan itu tetap berlaku atas kehidupan kita.

Kita harus belajar menghormati tahbisan dan pengurapan dari TUHAN.

 

Musa juga pernah memohon hal yang sama kepada TUHAN ketika umat Israel mendirikan patung anak lembu emas tuangan.

 

Keluaran 32:11-13 --- Perikop: "Anak lembu emas."

(32:11) Lalu Musa mencoba melunakkan hati TUHAN, Allahnya, dengan berkata: "Mengapakah, TUHAN, murka-Mu bangkit terhadap umat-Mu, yang telah Kaubawa keluar dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat? (32:12) Mengapakah orang Mesir akan berkata: Dia membawa mereka keluar dengan maksud menimpakan malapetaka kepada mereka dan membunuh mereka di gunung dan membinasakannya dari muka bumi? Berbaliklah dari murka-Mu yang bernyala-nyala itu dan menyesallah karena malapetaka yang hendak Kaudatangkan kepada umat-Mu. (32:13) Ingatlah kepada Abraham, Ishak dan Israel, hamba-hamba-Mu itu, sebab kepada mereka Engkau telah bersumpah demi diri-Mu sendiri dengan berfirman kepada mereka: Aku akan membuat keturunanmu sebanyak bintang di langit, dan seluruh negeri yang telah Kujanjikan ini akan Kuberikan kepada keturunanmu, supaya dimilikinya untuk selama-lamanya."

 

Musa memohon/melunakkan hati TUHAN supaya jangan membinasakan umat Israel karena kesalahan mereka, dalam hal ini adalah mendirikan patung anak lembu emas tuangan.

 

Tujuan dari permohonan itu ialah:

a.        Musa membela pengorbanan TUHAN.

Tangan yang kuat adalah perbuatan TUHAN -> Korban Paskah, istilah sekarang korban kristus, yang telah melepaskan mereka dari perbudakan Mesir dan penjajahan Firaun (Iblis / Setan) = MUSA MENINGGIKAN KORBAN KRISTUS.

Ini harus dibela seperti Musa membela pengorbanan TUHAN ini.

Jangan sampai orang melecehkan / merendahkan Korban Kristus hanya karena kesalahan, terkait dengan penyembahan berhala, itulah kekerasan di hati.

Nanti orang berkata; “Katanya Pengajaran Mempelai, katanya sudah dengar Firman.” Akhirnya orang lain melihat betapa rendahnya Korban Kristus itu yang telah menebus dan melepaskan kehidupan seseorang dari perbudakan dosa dan penjajahan Firaun.

Belajarlah kita untuk senanatisa meninggikan Korban Kristus.

 

b.        Musa membela gunung TUHAN dan umat Israel, supaya jangan menjadi buah bibir bagi bangsa Mesir.

-        Gunung TUHAN -> Rumah TUHAN, tempat kita beribadah dan melayani TUHAN = Berbakti kepada TUHAN.

-        Umat Israel -> Bangsa pilihan dari semua bangsa di bumi.

Kita tahu bahwa Abraham, Ishak, Yakub adalah nenek moyang umat Israel dan dari umat Israel lah selanjutnya menurunkan Mesias dalam keadaannya sebagai manusia ... Roma 9:5 -- Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!.

 

Disini kita melihat Musa betul-betul membela umat Israel, umat pilihan TUHAN, milik kepunyaan Allah dari semua bangsa-bangsa di atas muka bumi ini hanya satu.

Jadi saudara, Alkitab berkata dalam ... Roma 11:11 -- (11:11) Maka aku bertanya: Adakah mereka tersandung dan harus jatuh? Sekali-kali tidak! Tetapi oleh pelanggaran mereka, keselamatan telah sampai kepada bangsa-bangsa lain, supaya membuat mereka cemburu.

Jahat saja mereka keselamatan telah sampai kepada kita, bagaimana kalau mereka sempurna?.

 

Saudara dari sini kita memahami bahwa Musa adalah hamba TUHAN yang visioner, memandang jauh ke depan, tidak pendek cara berpikirnya. Lihat orang yang emosional, tiba-tiba marah tidak karuan, tiba-tiba tidak peduli ibadah dan pelayanan, dia hanya peduli dengan hatinya.

Musa tidak seperti itu, dia membela pengorbanan TUHAN, selain membela pengorbanan Tuhan dia juga membela gunung TUHAN; dan membela umat Israel.

 

Andaikata Musa pada saat itu tidak melunakkan hati TUHAN, tidak tampil sebagai Pengantara pada Perjanjian Lama (hukum taurat) apa jadinya bangsa Israel? apalagi bangsa kafir.

Siapa yang jadi pengantara bagi kita? Siapa yang jadi berkat untuk bangsa kafir? ... Tetapi lihatlah oleh karena pengorbanan satu pribadi, dimana Musa membela bangsa Israel (bangsa pilihan) yang akhirnya menurunkan Mesias lalu dari situlah keselamatan itu hadir ditampilkan, diperkenalkan kepada bangsa kafir termasuk kepada bangsa indonesia, kepada kita dalam Penggembalaan GPT Betania serang & cilegon.

 

Jadi saudara kita patut bersyukur apa yang telah diperbuat Musa ini sungguh luar biasa, dia adalah hamba TUHAN visioner kalau bahasa ilmiah, kalau secara rohani Musa memiliki pandangan nubuatan yang memandang jauh ke depan, tidak pendek cara berpikirnya, tidak hanya memikirkan diri sendiri.

 

-       Mesir adalah gambaran dunia dengan segala sesuatu di dalamnya itulah keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup, sesuai dengan suratan ... 1 Yohanes 2:16 -- Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.

 

c.         Musa menghormati perjanjian TUHAN kepada Abraham, Ishak dan Yakub, terkait:

1.    Keturunan mereka seperti bintang di langit.

2.    Terkait dengan tanah warisan sebagai milik pusaka.

 

Intinya disini, Musa memikirkan masa depan dari bangsa Israel.

Jadi, seorang hamba TUHAN yang visioner harus memperhatikan keselamatan dari jiwa-jiwa, supaya jiwa-jiwa juga menerima tanah air sorgawi sebagai milik pusaka yang diwariskan kepada dia, selanjutnya memikirkan sidang jemaat menjadi bintang-bintang di langit, berarti; menjadi mempelai Tuhan; gereja yang sempurna.

 

Jadi kalau seorang hamba TUHAN hanya tahu menerima persembahan kolekte, persembahan persepuluhan, persembahan buah sulung dan persembahan yang lainnya, maka seorang hamba TUHAN seperti ini tidak akan mengerti untuk memimpin jemaat yang dilayaninya:

-            Untuk menjadi bintang-bintang yaitu: kehidupan yang diurapi, yang ditinggikan di langit,

-            Dia tidak akan pernah memikirkan supaya bagaimana jemaat itu menerima tanah air sorgawi yang akan diwariskan sebagai milik pusaka.

 

Itu sebabnya, saya sampai hari ini tidak berhenti untuk terus mengusung Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, mengusung Firman Pengajaran yang rahasianya yang dibukakan dalam terangnya Roh-El Kudus itulah Cahaya Injil tentang Kemuliaan Kristus:

-            Supaya kita semua dimempelaikan oleh Tuhan, berarti bercahaya kemuliaan Allah dengan lainkata; kualitas rohani gereja TUHAN sederajat dengan kualitas rohani dari Mempelai Laki-laki Sorga,

-            Selanjutnya gereja TUHAN dikristalisasikan berarti transparan, tembus pandang, tampil apa adanya, di luar dan di dalam sama, supaya jemaat di bawah sampai kepada tanah air Sorgawi, sebagai milik pusaka yang diwariskan. Oleh sebab itu, percayakanlah dirimu untuk terus digembalakan di tanah Kanaan rohani itulah kandang Penggembalaan, selanjutnya akan menerima milik pusaka tanah air sorgawi yang diwariskan kelak kepada kita sekaliannya.

 

Keluaran 32:14

(32:14) Dan menyesallah TUHAN karena malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya.

 

Setelah Musa menaikkan / memanjatkan permohonannya, akhirnya menyesallah TUHAN.

Ternyata masih ada satu pribadi yang tampil sebagai pengantara.

 

Imam-imam di dalam nikah adalah suami, maka suami tampillah sebagai pengantara. Beritahukanlah dari perbuatanmu bahwa 7 tahun kelimpahan hanya sampai kepada tahun 2027, supaya nikah itu sama-sama mengumpulkan gandum sebanyak-banyaknya, jangan berhalakan siapapun demi kerinduanmu mengumpulkan gandum.

Engkau memperhatikan jiwa dagingmu, tetapi engkau sendiri binasa, maka tidak ada artinya itu, jangan berhalakan daging-daging dari keluargamu.

 

Kalau saya sampaikan ini dengan terang benderang supaya terbuka pengertian saudara. Karena 7 tahun kelimpahan berakhir pada tahun 2027, jadi saudara harus percaya, karena untuk menjadi sempurna tidak membalikkan telapak tangan.

Perhatikanlah ini dengan sungguh-sungguh, karena ini memang tugas dari seorang hamba Tuhan, memikirkan nasib sidang jemaat bagaimana supaya menjadi bintang, bagaimana supaya menerima tanah air sorgawi sebagai milik pusaka, tidak boleh hanya pandai-pandai mengambil hati sidang jemaat dengan cara-cara manusiawi / duniawi supaya disukai, tidak seperti itu, itu tidak jujur dihadapan TUHAN.

 

Kalau saya berlaku munafik maka saya bisa saja manis-manis, jemaat tidak perlu ditegur biarkan saja dia binasa, tetapi kalau saya seperti itu maka ... nanti pedang turun, lalu membunuh salah seorang jemaat.

Ketika pedang itu turun, seorang gembala tidak memperingatkan jemaat yang berbuat dosa itu lalu pedang itu membunuh jemaat / umat TUHAN, maka darahnya itu ditanggung oleh gembala.

Maka sebaiknya seorang penjaga / seorang gembala / pemimpin jemaat ketika melihat pedang turun dari langit untuk membunuh orang yang berdosa, maka sebelum membunuh orang berdosa terlebih dahulu seorang gembala memperingatkan dia dalam dosanya. Kalau dia tidak mau diperingatkan, lalu pedang itu membunuh dia, maka darahnya ditanggung sendiri dan saya sebagai gembala terlepas, kalau seorang gembala tidak berlaku seperti itu maka seorang gembala binasa ... Yehezkiel 33:6.

 

Itu sebabnya, saya di dalam hal pemberkatan nikah pun kalau dia tidak tergembala saya tidak mau mengerjakan pemberkatan nikah. Kalau mereka tidak tergembala siapa yang memperhatikan nasib mereka? Lalu mereka dibunuh oleh pedang dari sorga, nanti nyawa mereka ditanggung oleh saya.

Kalau mereka tergembala, maka saya harus terus mengawasi nikah mereka dan nikah kita semua, baik nikah jasmani maupun nikah rohani.

 

Kita kembali...

Bilangan 16:23-25

(16:23) Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: (16:24) "Katakanlah kepada umat itu: Pergilah dari sekeliling tempat kediaman Korah, Datan dan Abiram." (16:25) Lalu pergilah Musa kepada Datan dan Abiram, dan para tua-tua Israel mengikuti dia.

 

Dari pernyataan TUHAN ini kita mengetahui bahwa; TUHAN mendengarkan permohonan Musa dan Harun, maka TUHAN hanya menghukum Korah dan kumpulannya ± 250 pemimpin kenamaan Israel.

 

Kalau seorang hamba TUHAN tulus hatinya pasti didengar TUHAN permohonannya, kalau kita menjadi hamba kebenaran dari TUHAN Yesus Kristus pasti didengarkan permohonan kita terkait dengan segala perkara yang kita hadapi di atas muka bumi ini.

Percayalah kepada Firman Tuhan Yesus Kristus. Jadilah hamba dari Firman TUHAN Yesus Kristus, nanti TUHAN akan mendengar permohonan kita seperti mendengar permohonan Musa dan Harun.

 

Bilangan 16:26-27

(16:26) Berkatalah ia kepada umat itu: "Baiklah kamu menjauh dari kemah orang-orang fasik ini dan janganlah kamu kena kepada sesuatu apa pun dari kepunyaan mereka, supaya kamu jangan mati lenyap oleh karena segala dosa mereka." (16:27) Maka pergilah mereka dari sekeliling tempat kediaman Korah, Datan dan Abiram. Keluarlah Datan dan Abiram, lalu berdiri di depan pintu kemah mereka bersama-sama dengan isterinya, para anaknya dan anak-anak yang kecil.

 

Selanjutnya Musa memberitahukan supaya umat Israel:

1.        Menjauh dari kemah Korah dan kumpulannya.

       Kemah adalah gambaran dari kehidupan manusia.

2.        Jangan kena mengena dengan segala kepunyaan mereka.

       Tujuannya: Supaya jangan turut binasa.

 

Akhirnya, umat Israel pergi menjauh dari Korah dan kumpulannya, dari kemah mereka, dan tidak kena-mengena dari apa yang mereka punya, lalu kemudian keluarlah Datan dan Abiram lalu berdiri di depan pintu kemah mereka bersama-sama dengan isterinya, dan anak-anak mereka.

 

Bilangan 16:28-30

(16:28) Sesudah itu berkatalah Musa: "Dari hal inilah kamu akan tahu, bahwa aku diutus TUHAN untuk melakukan segala perbuatan ini, dan hal itu bukanlah dari hatiku sendiri: (16:29) jika orang-orang ini nanti mati seperti matinya setiap manusia, dan mereka mengalami yang dialami setiap manusia, maka aku tidak diutus TUHAN. (16:30) Tetapi, jika TUHAN akan menjadikan sesuatu yang belum pernah terjadi, dan tanah mengangakan mulutnya dan menelan mereka beserta segala kepunyaan mereka, sehingga mereka hidup-hidup turun ke dunia orang mati, maka kamu akan tahu, bahwa orang-orang ini telah menista TUHAN."

 

Untuk membuktikan bahwa Musa dan Harun dibela oleh TUHAN, maka Musa memberitahukan kepada umat Israel cara matinya Korah dan kumpulannya.

1.        Jika Korah dan kumpulannya mati seperti setiap manusia (mati yang wajar), maka Musa dan Harun tidak dipilih TUHAN.

Padahal banyak juga umat TUHAN mati karena memberontak kepada TUHAN dan memberontak kepada gembalanya, tiba-tiba mati karena kecelakaan tetapi itu mati secara wajar, kalau mati secara wajar pun Musa berani mempertaruhkan dirinya bahwa ia tidak dipilih oleh TUHAN.

2.    Jika mereka mati dengan tidak wajar, maksudnya: hidup-hidup turun ke dunia orang mati / ditelan oleh bumi...

Maka TUHAN tidak memilih Korah dan kumpulannya, tetapi mereka adalah:

a.   Orang yang telah menista TUHAN.

b.   Orang fasik.

 

Bilangan 16:31-33

(16:31) Baru saja ia selesai mengucapkan segala perkataan itu, maka terbelahlah tanah yang di bawah mereka, (16:32) dan bumi membuka mulutnya dan menelan mereka dengan seisi rumahnya dan dengan semua orang yang ada pada Korah dan dengan segala harta milik mereka. (16:33) Demikianlah mereka dengan semua orang yang ada pada mereka turun hidup-hidup ke dunia orang mati; dan bumi menutupi mereka, sehingga mereka binasa dari tengah-tengah jemaah itu.

                                                                                                 

Pada akhirnya Korah dan kumpulannya hidup-hidup turun ke dunia orang mati = Mati tidak wajar.

 

Dari sini kita bisa melihat bahwa TUHAN memilih Musa dan Harun untuk mendekat kepada TUHAN, maksudnya; layak untuk membawa korban dan persembahan lalu dipersembahkan kepada TUHAN diatas mezbah TUHAN.

 

Bilangan 16:34-35

(16:34) Dan semua orang Israel yang di sekeliling mereka berlarian mendengar teriak mereka, sebab kata mereka: "Jangan-jangan bumi menelan kita juga!" (16:35) Lagi keluarlah api, berasal dari pada TUHAN, lalu memakan habis kedua ratus lima puluh orang yang mempersembahkan ukupan itu.

 

Untuk mempersembahkan ukupan di hadapan TUHAN itu tugas Imam Besar Agung. Setiap setahun sekali Harun masuk kedalam Ruangan Maha Suci harus dengan:

1.   Membawa darah korban bakaran dan korban pendamaian (darah lembu sapi dan darah domba jantan)    lalu mengadakan 7 kali percikan di atas tutup pendamaian dan di depan tabut perjanjian.

2.        Membawa ukupan / membawa pembaraan dengan api, lalu membubuhkan ukupan wangi-wangian sehingga Ruangan Maha Suci penuh dengan asap kemenyan.

Itulah yang menjadi tugas Imam Besar.

 

Jadi TUHAN tidak memilih Korah dan kumpulannya menjadi imam, TUHAN tidak pernah memilih 250 pemimpin kenamaan sebagai imam untuk mengadakan pendamaian, untuk memimpin ibadah sampai kepada doa penyembahan.

Yang mengerjakan penebusan dan pendamaian adalah imam, yang memimpin ibadah sampai kepada puncaknya adalah imam.

 

Jadi saudara, marilah kita belajar untuk mengerti rencana TUHAN, jangan sejajarkan diri kita dengan yang tidak sepantasnya dihadapan TUHAN, supaya jangan kita berdosa, supaya jangan kita mati seperti Korah dan kumpulannya.

 

Saudara, dengan berakhirnya pemberitaan Firman TUHAN terkait dengan Korah dan kumpulannya dan kita sudah melihat bagian dari 250 orang pemimpin kenamaan, namun kenyataannya mereka tidak dipercayakan oleh TUHAN untuk membawa ukupan dihadapan TUHAN.

 

Ayat terakhir...

Bilangan 16:37-38

(16:36) TUHAN berfirman kepada Musa: (16:37) "Katakanlah kepada Eleazar, anak imam Harun, supaya ia mengangkat perbaraan-perbaraan dari antara kebakaran itu, lalu hamburkanlah api itu jauh-jauh, karena semuanya itu kudus, (16:38) yakni perbaraan orang-orang berdosa yang telah membayarkan nyawanya, kemudian semuanya itu harus ditempa tipis-tipis menjadi salut mezbah, sebab telah dibawa ke hadapan TUHAN oleh orang-orang itu, jadi semuanya itu kudus; dengan demikian hal itu menjadi tanda bagi orang Israel."

 

Singkat kata, 250 pemimpin-pemimpin kenamaan mati karena terbakar hangus dibakar oleh api TUHAN, karena sesungguhnya mereka tidak layak untuk mempersembahkan ukupan bagi TUHAN sekalipun mereka adalah pemimpin-pemimpin kenamaan.

Tidak boleh orang dunia (orang awam) meskipun dia adalah orang yang terpandang menjadi pemimpin di dalam rumah TUHAN.

Tetapi TUHAN sudah menunjuk kepada seorang Pemimpin itulah Gembala Sidang didalam hal membawa korban persembahan kepada TUHAN, didalam hal memimpin jemaat sampai kepada puncaknya itulah Doa Penyembahan.

Jadi masing-masing kita mempunyai tanggung jawab di dalam rumah TUHAN.

 

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Bawalah ukupan di kaki Salib Tuhan. Amen.

 

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

 

Terjemahan