IBADAH RAYA MINGGU, 27 DESEMBER 2020
(Seri: 5)
Kita patut bersyukur, oleh karena kemurahan TUHAN, kita dimungkinkan untuk mengusahakan dan memelihara Ibadah Raya Minggu oleh karena dua tangan TUHAN yang kuat menghimpunkan kita pribadi lepas pribadi.
Puji TUHAN, kita mendapatkan sound system yang baru, semua karena kemurahan TUHAN yang dibantu oleh Bapak Antonius yang sengaja datang dari Jakarta; puji TUHAN, selamat sore, selamat petang Bapak Antonius.
Dan saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat TUHAN yang sedang mengikuti pemberitaan Firman TUHAN lewat live streaming video internet Youtube, Facebook di mana pun anda berada, baik di dalam maupun di luar negeri; TUHAN memberkati, Shalom.
Wahyu 13:1
(13:1) Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat. (13:2) Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.
Kemudian, binatang tersebut merupakan gabungan (kombinasi) 3 jenis binatang di dalam satu tubuh, itulah tubuh antikris.
(1) Macan tutul.
1. Kekuatannya. Artinya, antikris menjadi suatu keadaan yang sangat kuat nanti apabila menjadi raja selama 3.5 (tiga setengah) tahun di atas bumi ini.
Daniel 7:2-6
(7:2) Berkatalah Daniel, demikian: "Pada malam hari aku mendapat penglihatan, tampak keempat angin dari langit mengguncangkan laut besar, (7:3) dan empat binatang besar naik dari dalam laut, yang satu berbeda dengan yang lain. (7:4) Yang pertama rupanya seperti seekor singa, dan mempunyai sayap burung rajawali; aku terus melihatnya sampai sayapnya tercabut dan ia terangkat dari tanah dan ditegakkan pada dua kaki seperti manusia, dan kepadanya diberikan hati manusia. (7:5) Dan tampak ada seekor binatang yang lain, yang kedua, rupanya seperti beruang; ia berdiri pada sisinya yang sebelah, dan tiga tulang rusuk masih ada di dalam mulutnya di antara giginya. Dan demikianlah dikatakan kepadanya: Ayo, makanlah daging banyak-banyak. (7:6) Kemudian aku melihat, tampak seekor binatang yang lain, rupanya seperti macan tutul; ada empat sayap burung pada punggungnya, lagipula binatang itu berkepala empat, dan kepadanya diberikan kekuasaan.
1. Singa.
Jadi, sekalipun jabatan mereka berbeda-beda, namun mereka saling melengkapi satu dengan yang lain, tidak saling sikut menyikut, tidak tumpang tindih. Inilah yang TUHAN tuntut, yang TUHAN dambakan dari kehidupan kita masing-masing. Jadi, tidak boleh ada penonjolan sekalipun berbeda jabatan, berbeda-beda karunia.
Tadi kita sudah mengerjakan Sound Systemnya masing-masing; kita harus saling melengkapi supaya tidak saling sikut menyikut.
(7:7) Kemudian aku melihat dalam penglihatan malam itu, tampak seekor binatang yang keempat, yang menakutkan dan mendahsyatkan, dan ia sangat kuat. Ia bergigi besar dari besi; ia melahap dan meremukkan, dan sisanya diinjak-injaknya dengan kakinya; ia berbeda dengan segala binatang yang terdahulu; lagipula ia bertanduk sepuluh.
- Ia sangat kuat.
Pendeknya: Siapapun tidak akan dapat bertahan berdiri menghadapi antikris apabila ia mengandalkan pengetahuannya, apabila ia mengandalkan kekuatannya, apabila ia mengandalkan kemampuannya, apabila ia mengandalkan kekayaannya, apabila ia mengandalkan jabatannya.
Kalau kita melihat tadi betapa besar kekuatan, betapa besar takhtanya, betapa besar kekuasaan yang diberikan oleh naga kepada antikris, maka tiada seorang pun yang dapat berdiri menghadap antikris dengan kekuatannya, dengan kemampuannya, dengan kedudukan jabatan yang tinggi, dengan hartanya, dengan segala apapun yang dia miliki.
1. Singa. Pada ayat 4, terlihat dengan jelas; tangkas dan licik.
Hosea 13:7-8
(13:7) Maka Aku menjadi seperti singa bagi mereka, seperti macan tutul Aku mengintip-intip di pinggir jalan. (13:8) Aku mau mendatangi mereka seperti beruang yang kehilangan anak, Aku mau mengoyakkan dada mereka. Di sana Aku memakan mereka seperti singa; binatang liar di padang akan merobek mereka.
Binatang yang pertama: MACAN TUTUL.
Tabiatnya ialah mengintip di pinggir jalan. Yang menjadi sasaran macan tutul ialah perjalanan atau langkah-langkah yang tidak sesuai ketetapan firman; orang-orang yang berjalan di tengah jalan, tetapi langkah-langkahnya tidak sesuai dengan ketetapan firman. Inilah sasaran dari pada macan tutul.
Tabiatnya ialah mengoyakkan dada manusia. Oleh sebab itu, jangan kita selalu pasang dada; jangan kita mengandalkan kekuatan, jangan kita mengandalkan kemampuan, jangan mengandalkan jabatan tinggi, gelar tinggi. Jangan mengandalkan apa yang kita punya, jangan pasang dada. Sebab, orang yang merasa diri kuat, inilah yang menjadi sasaran dari pada beruang; orang yang mengandalkan kekuatannya, inilah yang menjadi sasaran beruang, itulah manusia daging.
Oleh sebab itu, biarlah kiranya kita senantiasa hidup di dalam pimpinan dari Roh-El Kudus, hidup di dalam pengaruh yang besar dari Allah Roh-El Kudus. Jangan sesekali menuruti keinginan daging. Inilah yang menjadi sasaran dari pada beruang.
Inilah kelebihan kita di dalam TUHAN; kita memperoleh pengertian yang baik, benar dan luar biasa. Tidak ada artinya memiliki semua yang ada ini kalau tidak hidup di dalam TUHAN, sebab yang ada ini suatu kali nanti akan berlalu. Jangan bergantung kepada yang sifatnya berlalu, tetapi bergantunglah kepada pribadi yang sifatnya kekekalan, itulah pribadi TUHAN Yesus Kristus.
Adapun tabiatnya ialah makan sampai kenyang. Kalau belum kenyang, singa akan makan sampai kenyang. Inilah singa yang mengaum-aum mencari mangsa yang dapat ditelannya.
Siapa yang menjadi sasarannya? Itulah orang-orang yang lemah à Orang yang tidak mengarahkan pandangannya kepada salib Kristus.
(13:6) Ketika mereka makan rumput, maka mereka kenyang; setelah mereka kenyang, maka hati mereka meninggi; itulah sebabnya mereka melupakan Aku.
Melupakan TUHAN; mengapa? Karena dia tinggi hati. Mengapa tinggi hati? Karena dia sudah diberkati degan limpah. Inilah yang menjadi sasaran dari pada antikris.
Tidak salah kalau diberkati, bersyukur, tetapi jangan lupa TUHAN. Kalau sudah diberkati dengan gelar tinggi, sarjana, puji TUHAN, tidak salah, tetapi jangan lupa TUHAN. Segala sesuatunya sudah diberkati termasuk bisnis, pekerjaan, puji TUHAN, tetapi jangan lupa TUHAN. Tidak salah diberkati dan tidak boleh alergi dengan berkat, itu harus, tetapi jangan lupa TUHAN, jangan tinggi hati, karena kalau kita lupa karena kelimpahan, inilah yang menjadi sasaran dari antikris.
Antikris itu juga disebut juga “bangsa-bangsa yang lain”, di mana sasarannya adalah “keturunan perempuan yang lain”, yang ibadahnya tidak memuncak sampai doa penyembahan.
(13:1) Apabila Efraim berbicara, gemetarlah orang; ia diangkat-angkat di Israel, tetapi ia bersalah dengan menyembah Baal, sehingga matilah ia. (13:2) Sekarang pun mereka terus berdosa, dan membuat baginya patung tuangan dari perak dan berhala-berhala sesuai dengan kecakapan mereka; semuanya itu buatan tukang-tukang. Persembahkanlah korban kepadanya!, kata mereka. Baiklah manusia mencium anak-anak lembu!
Seharusnya, ketika kita menghadap TUHAN lewat ibadah-ibadah yang TUHAN percayakan, seharusnya kita segera saja (secepatnya) saja tersungkur di kaki salib TUHAN, merendahkan diri di hadapan TUHAN sampai mencium kaki TUHAN. Singkatnya, yang harus kita sembat hanyalah TUHAN
Berhala, artinya; segala sesuatu yang melebihi dari TUHAN. Contohnya ialah:
- Meninggalkan ibadah pelayanan karena pekerjaan, itu berhala.
(13:3) Sebab itu mereka akan seperti kabut pagi atau seperti embun yang hilang pagi-pagi benar, seperti debu jerami yang diterbangkan badai dari tempat pengirikan atau seperti asap dari tingkap.
- Seperti kabut pagi. Berarti, berlalu cepat.
Mazmur 10:8-10
(10:8) Ia duduk menghadang di gubuk-gubuk, di tempat yang tersembunyi ia membunuh orang yang tak bersalah. Matanya mengintip orang yang lemah; (10:9) ia mengendap di tempat yang tersembunyi seperti singa di dalam semak-semak; ia mengendap untuk menangkap orang yang tertindas. Ia menangkap orang yang tertindas itu dengan menariknya ke dalam jaringnya. (10:10) Ia membungkuk, dan meniarap, lalu orang-orang lemah jatuh ke dalam cakarnya yang kuat.
Yang Pertama: MACAN TUTUL.
Tabiatnya ialah “mengintip orang lemah”, mengendap di tempat yang tersembunyi. Sebaliknya, mangsanya yang menjadi sasarannya tidak dapat melihat macan tutul di tempat yang tersembunyi.
Kalau memang semacam ini suasananya, singkatnya: Keadaan mangsa adalah lemah dan tidak berdaya, keadaannya sama seperti tertuduh, keadaannya sama seperti orang yang terdakwa, tanpa daya, tinggal divonis, tinggal menerima hukuman dan penghakiman, tinggal tunggu waktu, sebab sudah diintip dari tempat yang tersembunyi.
Hati-hati, sebetulnya, kalau TUHAN tidak datang sampai hari ini, itu adalah panjang sabar TUHAN, dan panjang sabar TUHAN ini merupakan kesempatan dan peluang emas bagi kita untuk bertobat. Berbaliklah kepada Dia. Hati-hati, jangan sibuk dengan keadaan dunia ini. Dunia ini suatu kali nanti akan lenyap, maka jangan sibuk dengan dunia ini. Kita mencari tanah air sorgawi, dari situlah kita berawal, tetapi karena manusia (Adam yang pertama) jatuh dalam dosa, maka kita sekarang bagaikan dilemparkan di bumi ini. Hati-hati.
Tabiatnya ialah di dalam semak-semak, ia mengendap di tempat tersembunyi untuk menangkap orang yang tertindas. Selanjutnya, orang yang tertindas itu ditarik dalam jaringnya, ditarik dalam perangkapnya.
Kebebasan dunia adalah jaring Setan. Jangan tinggalkan TUHAN. Jangan tinggalkan ibadah. Hai pelayan, hamba-hamba TUHAN, jangan tinggalkan ibadahmu hanya karena menginginkan kebebasan dunia. Dunia ini adalah perangkap Setan, dunia ini adalah jaring Setan. Camkanlah apa yang sudah TUHAN nyatakan, jangan anggap enteng; sebelum nanti tangis-tangis darah pun tidak akan dapat kesempatan untuk bertobat, sekarang adalah waktunya untuk bertobat kepada TUHAN. Sungguh-sungguhlah. Bertahan dalam TUHAN; jangan inginkan kebebasan dunia, mengapa? Karena itu jaring Setan, perangkap Setan.
Tabiatnya ialah membungkuk dan meniarap = Merendahkan diri serendah-rendahnya. Sekilas pandang hal ini terlihat baik, tetapi tujuan ia membungkuk dan meniarap adalah supaya orang-orang lemah jatuh dalam cakarnya.
Pendeknya: Beruang adalah gambaran dari seorang hamba TUHAN yang tidak jujur, hamba TUHAN yang tidak tulus dalam melayani TUHAN.
Jika hamba TUHAN tidak mendidik sidang jemaat untuk memikul salibnya, jika hamba TUHAN tidak menghubungkan ibadah pelayanan terhadap salib, lalu pura-pura merendahkan dirinya, pura-pura lemah lembut, itu bagaikan beruang yang menusuk sidang jemaat dengan cakarnya.
Anak-anak TUHAN sidang jemaat di Malaysia dan di Bandung, biarlah sungguh-sungguh memperhatikan Firman TUHAN.
(28:15) Seperti singa yang meraung atau beruang yang menyerbu, demikianlah orang fasik yang memerintah rakyat yang lemah.
(28:13) Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.
Hati-hati untuk berbuat dosa, pengakuannya yang susah. Melakukan dosa cepat, tetapi saat mengakuinya setengah mati; bisa merusak sistem imunitas. Ketakutan saat dikejar bayangan dosa, akhirnya tidak punya lagi daya tahan tubuh. Kalau dosa semakin lama disembunyikan, maka tidak punya ketahanan tubuh, tidak ada keberuntungan di situ. Maka, cepat-cepat akui dosa. Saya berharap nanti saudara menangis di kaki salib TUHAN dengan rendah hati. Jangan bertahan, itu tidak ada artinya; tidak ada keberuntungan jika mengakui dosa; adanya sial dan sial selalu.
(28:14) Berbahagialah orang yang senantiasa takut akan TUHAN, tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka.
Wahyu 13:3
(13:3) Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu.
Kemudian, pada ayat 3 ini, Rasul Yohanes melihat satu dari antara ketujuh kepala binatang tersebut seperti kena luka yang membahayakan hidupnya. Berarti, binatang tersebut sudah berada di ambang kematian oleh karena luka parah yang membahayakan dirinya itu. Tetapi kalau kita perhatikan di sini, luka yang membahayakan hidupnya itu sendiri sembuh.
Singkatnya: Terjadi mujizat kesembuhan, sehingga oleh karena mujizat kesembuhan yang terjadi itu, seluruh dunia heran.
Yang seharusnya membuat heran adalah salib yang membuat kita berubah. Kalau mujizat, itu bagiannya TUHAN.
Kalau kita bandingkan dengan sengsara yang dialami oleh Yesus di atas kayu salib, penderitaan salib, selanjutnya sengsara salib membawa Yesus mati, tetapi hari ketiga bangkit. Tetapi binatang itu tidak. Jadi, itulah yang disebut “mujizat palsu”. Walaupun yang sakit sembuh, tetap disebut mujizat palsu. Itu hanyalah akal-akalan dari pada binatang tersebut.
Singkatnya: Pelayanan dari antikris hanya membuat heran-heran, hanya membuat sensasional, bukan mengajarkan sidang jemaat supaya matanya memandang perbuatan Allah yang ajaib, perbuatan Allah yang heran, itulah salib di Golgota. Itulah yang mengubahkan hidup kita; itulah perbuatan heran.
Kalau mujizat kesembuhan, itu adalah perbuatan TUHAN. Tetapi yang mengubahkan kita adalah manakala kita mau diubahkan salib. Jadi, salib yang mengubahkan, tetapi mujizat adalah bagian dari janji TUHAN.
2 Tesalonika 2:1-2
(2:1) Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara, (2:2) supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba.
(2:3) Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, (2:4) yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.
- Haruslah datang dahulu murtad.
- Haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka.
(2:5) Tidakkah kamu ingat, bahwa hal itu telah kerapkali kukatakan kepadamu, ketika aku masih bersama-sama dengan kamu?
(2:6) Dan sekarang kamu tahu apa yang menahan dia, sehingga ia baru akan menyatakan diri pada waktu yang telah ditentukan baginya. (2:7) Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, (2:8) pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali.
Daniel 12:11
(12:11) Sejak dihentikan korban sehari-hari dan ditegakkan dewa-dewa kekejian yang membinasakan itu ada seribu dua ratus dan sembilan puluh hari.
(9:27) Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu."
Tetapi kalau “yang menahan”, tangan yang teracung ini sudah disingkirkan, barulah Pembinasa Keji berdiri di tempat kudus, korban sehari-hari disingkirkan, itulah;
- Korban santapan = Firman Allah.
2 Tesalonika 2:7-8
(2:7) Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, (2:8) pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali.
(2:9) Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu,
Tetapi kalau kita datang menghadap TUHAN di tengah ibadah pelayanan, ini adalah pekerjaan TUHAN yang harus kita layani, kita kerjakan, kita tanggung jawabi.
(2:10) dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka.
(2:11) Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta, (2:12) supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan.
(13:3) Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu.
TUHAN
YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita
Firman
Gembala
Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang