KAMI NANTIKAN KESAKSIAN-KESAKSIAN SAUDARA YANG SUDAH MEMBACA FIRMAN TUHAN PADA BLOG INI

Terjemahan

Search This Blog

IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 08 AGUSTUS 2026



 IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 08 AGUSTUS 2026


STUDY YUSUF

(Seri: 29)


Subtema: PENGAJARAN TABERNAKEL BERKUASA MEMPERBAIKI KELAKUAN.


Shalom.

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, oleh karena rahmat-Nya kita dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus, kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Kaum Muda Remaja malam ini.


Saya juga tidak lupa menyapa kaum muda remaja dimanapun saudara yang sedang mengikuti lewat online/live streaming/video internet baik dari YouTube, Facebook maupun dari sosial media apapun yang dapat digunakan. Kiranya damai sejahtera dari Sorga memerintah di ruangan ini, di hati ini, di tempat ini, di hati kita masing-masing sehingga dalam satu kesukaan dan bahagia saat kita duduk diam menikmati sabda Allah.


Selanjutnya kita berdoa dalam roh dan mohon kemurahan dari Tuhan supaya firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita masing-masing, mari kita mengikuti STUDY YUSUF sebagai firman pengembalaan untuk Ibadah Kaum Muda Remaja. Kita masih mengikuti Kejadian 44:18-34 dan merupakan seri ke-29.


Seluruh ayat firman Allah yang tertulis dalam Kejadian 44:18-34  merupakan tutur kata Yehuda kepada Yusuf sebagai raja muda atau mangku negara di Mesir. Dalam tutur kata tersebut Yehuda memohon kelepasan bagi Benyamin.


Pertanyaannya: Mengapa Yehuda memohon kelepasan bagi Benyamin?

jawabnya ada pada…


Kejadian 44:29-31

(44:29) Jika anak ini kamu ambil pula dari padaku, dan ia ditimpa kecelakaan, maka tentulah kamu akan menyebabkan aku yang ubanan ini turun ke dunia orang mati karena nasib celaka. (44:30) Maka sekarang, apabila aku datang kepada hambamu, ayahku, dan tidak ada bersama-sama dengan kami anak itu, padahal ayahku tidak dapat hidup tanpa dia, (44:31) tentulah akan terjadi, apabila dilihatnya anak itu tidak ada, bahwa ia akan mati, dan hamba-hambamu ini akan menyebabkan hambamu, ayah kami yang ubanan itu, turun ke dunia orang mati karena dukacita.


Apabila Benyamin tidak kembali ke Kanaan, maka Yakub:

  • Turun ke dunia orang mati karena nasib celaka … (ayat 29).

  • Turun ke dunia orang mati karena dukacita … (ayat 31).


Tentang: MATI KARENA DUKACITA (Bagian 6).

2 Korintus 7:8-10 --- Perikop: "Sukacita sesudah dukacita."

(7:8) Jadi meskipun aku telah menyedihkan hatimu dengan suratku itu, namun aku tidak menyesalkannya. Memang pernah aku menyesalkannya, karena aku lihat, bahwa surat itu menyedihkan hatimu -- kendatipun untuk seketika saja lamanya --, (7:9) namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat. Sebab dukacitamu itu adalah menurut kehendak Allah, sehingga kamu sedikit pun tidak dirugikan oleh karena kami. (7:10) Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.


Ada 2 (dua) jenis dukacita menurut apa yang dipaparkan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus:

  1. “Dukacita menurut kehendak Allah” ... ayat 9.

  2. “Dukacita yang dari dunia menghasilkan kematian” ... ayat 10.


Malam ini kita masih membahas: DUKACITA MENURUT KEHENDAK ALLAH (Bagian 3).

Contohnya, ada pada ayat 8, Paulus berkata kepada jemaat di Korintus: "... aku telah menyedihkan hatimu dengan suratku itu …"

Pendeknya, jemaat di Korintus berdukacita oleh karena kotbah Paulus yang disampaikan dalam bentuk tulisan (ditulis ketika Paulus berada dalam penjara di Roma). Inilah yang dimaksud dukacita menurut kehendak Allah.

Sebaliknya, jika berdukacita karena kesalahan sendiri, itu merupakan dukacita dari dunia dan dukacita semacam ini menghasilkan kematian.


Perlu untuk diketahui: Kotbah dapat disampaikan dalam bentuk lisan dan tulisan.


Kita akan memeriksa 2 Timotius 3:16 --- Perikop: "Iman bertumbuh dalam penganiayaan dan dalam pembacaan Kitab Suci."

Iman bertumbuh dalam 2 (dua) hal:

  1. Dalam penganiayaan

Berarti tidak rugi rasanya apabila anak-anak Tuhan menyangkal diri dan memikul salib di tengah-tengah pengikutannya kepada Tuhan, sehingga dia bertumbuh dalam iman. 

  1. Dalam pembacaan Kitab Suci.

Kitab Suci terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, diawali dari kitab Kejadian diakhiri dengan kitab Wahyu, semuanya ada 66 kitab.

  • PERJANJIAN LAMA disebut juga kitab Taurat atau kitab para nabi, bernubuat tentang masa yang akan datang yang seluruhnya disimpulkan pada satu pribadi dan satu perkara yaitu Kristus dan salib-Nya. Jadi para nabi bernubuat bukan soal berkat keberkatan dan berhasil keberhasilan.

Sehingga apabila nabi bernubuat, maka anak-anak Tuhan mempunyai masa depan yang baik.

  • PERJANJIAN BARU disebut juga dengan Injil yaitu; kabar baik atau kabar kesukaan, sangat berkuasa untuk:

  1. Menyembuhkan dan menyucikan (mentahirkan) hidup anak-anak Tuhan.

  2. Membangkitkan orang mati. 

Pendeknya, berita Injil berkuasa untuk “mengadakan yang tidak ada menjadi ada”Roma 4:16-17.

Pendeknya, iman bertumbuh apabila anak-anak Tuhan membaca firman Allah yang tertulis dalam kitab suci (perjanjian lama dan perjanjian baru).


2 Timotius 3:16

(3:16) Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.


Segala tulisan yang diilhamkan Allah yaitu firman yang diurapi bermanfaat untuk 4 (empat) hal:

  1. Mengajar.

  2. Menyatakan kesalahan.

  3. Memperbaiki kelakuan.

  4. Mendidik orang dalam kebenaran.


Pada minggu yang lalu, kita sudah membahas tentang: manfaat yang pertama dan kedua, malam ini kita membahas tentang manfaat YANG KETIGA: “MEMPERBAIKI KELAKUAN”


Singkatnya, Kejadian 1:26-28, “Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya atau menurut teladan Allah”, sehingga manusia berkuasa sama seperti Allah, yaitu berkuasa atas:

  1. Ikan-ikan dilaut = Berkuasa atas Antikris.

  2. Burung-burung di udara = Berkuasa atas naga merah padam.

  3. Binatang merayap di bumi = Berkuasa atas nabi-nabi palsu.

Dari sini dapat mengetahui apabila kita senantiasa terus menerus disucikan dan kelakukan kita diperbaiki dari kesalahan maka lama kelamaan kita akan kembali kepada wujud dan gambar Allah sehingga sama mulia dan sama berkuasa. Namun, apabila anak Tuhan ada dalam dosa maka tidak ada kuasanya, jangankan berkuasa atas setan tri tunggal (naga, antikris, nabi palsu) untuk dirinya sendiri saja dia tidak berkuasa.


Selanjutnya dalam Kejadian 2:8-25, intisarinya adalah “nikah manusia dan taman Eden”.

  • NIKAH artinya: Hubungan atau ikatan antara suami dengan isterinya, demikian hubungan kita dengan Allah. Ayat referensi: Efesus 1:22-23.

  • TAMAN EDEN berbicara tentang ibadah dan pelayanan menurut pola Kerajaan Sorga (Tabernakel).

Singkat kata, nikah = ibadah dan ibadah = nikah, maka nikah hanya terjadi satu kali.

Demikian hubungan kita dengan Tuhan akan tetap terpelihara dengan baik sampai Tuhan datang, termasuk kelakuan atau tabiat kita akan terpelihara dengan baik, manakala kita menjalankan ibadah dan pelayanan tersebut menurut pola Tabernakel.


Selanjutnya… Kejadian 3:1-24, berbicara tentang “manusia jatuh ke dalam dosa”.

Rangkaian dari kejatuhan ini dituliskan Rasul Paulus kepada jemaat di Roma di dalam Roma 5:12.


Roma 5:12 --- Perikop: "Adam dan Kristus"

(5:12) Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.


Dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang yaitu ADAM. Sedangkan, upah dosa adalah maut.

Pendeknya, maut telah menjalar kepada semua orang karena semua orang telah berbuat dosa, disebutlah itu dosa turunan.


Istilah lain berbuat dosa kita ambil dari Kejadian 6:12 yaitu menjalankan hidup yang rusak di bumi, sebab kelakuan manusia telah rusak.

Akibat bila kelakuan rusak (akibat dosa) menurut Kejadian 3

  1. “Manusia menjadi takut, kuatir, cemas, bahkan menjadi kehidupan yang cengeng dan pengecut” … (Kejadian 3:8-10).

Praktek takut: Manusia bersembunyi dari Tuhan Allah, padahal waktu itu hari sejuk (tanpa pencobaan), artinya: Punya Tuhan yang senantiasa memberi pertolongan, tetapi anak-anak Tuhan, tetap saja takut, kuatir, cemas, cengeng, bahkan karena takut yang berlebihan anak-anak Tuhan tidak punya keberanian menghadapi masalah sehingga meninggalkan jam-jam ibadah demi kesibukan-kesibukan dunia karena takut.

  1. “Saling menuduh/mempersalahkan orang lain dan membenarkan dirinya” … (Kejadian 3:10-13).

  2. “Manusia bersusah payah” … (Kejadian 3:16-19).

  • Seorang wanita mengalami kesusahan saat mengandung dan kesakitan saat melahirkan anak.

  • Seorang suami kesusahan saat mencari nafkah/rejeki.

Jika kaum muda remaja melihat kondisi orang tua semacam ini maka anak-anak yang harus mendoakan orang tuanya, maka seorang anak yang berusaha memperbaiki kelakuan, jangan biarkan kelakuan itu terus menerus dalam keadaan rusak, sehingga saat menaikkan doa maka doa itu akan naik ke Sorga. 


Demikianlah keadaan manusia bila kelakuan rusak. Akan tetapi, firman yang diilhamkan Allah atau firman yang diurapi sangat berkuasa untuk: MEMPERBAIKI KELAKUAN.

Demikianlah dahulu keadaan kita sebelum terpanggil dan tergembala. Namun, puji Tuhan, kaum muda remaja telah terpanggil dan menjadi satu kehidupan yang tergembala.


Bukti, tulisan yang diilhamkan, yaitu; Firman Allah yang diurapi, bermanfaat dan berkuasa untuk memperbaiki kelakuan:

Ibrani 8:5

(8:5) Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah: "Ingatlah," demikian firman-Nya, "bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu."


Ibadah dan pelayanan di bumi adalah gambaran dan bayangan dari ibadah yang ada di Sorga, bila ibadah menggunakan Kemah / Pola Tabernakel. Adapun Tabernakel/Pengajaran Tabernakel didirikan menurut CONTOH yang ditunjukkan Allah kepada Musa di atas gunung Sinai. 

Jika suatu ibadah tidak menggunakan pola Tabernakel maka hati Tuhan muak, menurut Imamat 26:11, hal ini digenapkan dalam Ibrani 8:5.


Pendeknya, pengajaran Tabernakel diilhamkan oleh Tuhan kepada Musa

Lebih terang lagi, pengajaran Tabernakel adalah pengajaran yang diurapi oleh Tuhan, bermanfaat dan berkuasa untuk memperbaiki kelakuan.


Ibrani 6:1-2

(6:1) Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah, (6:2) yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal.


Asas-asas pertama dari ajaran Kristus bila dikaitkan dengan pola Tabernakel:

  • Percaya, terkena kepada PINTU GERBANG.

  • Bertobat, terkena kepada MEZBAH KORBAN BAKARAN.

  • Lahir baru/baptisan, terkena kepada KOLAM PEMBASUHAN TEMBAGA.

  • Penuh dengan Roh Kudus, terkena kepada PINTU KEMAH.


Lebih rinci tentang asas pertama dari ajaran Kristus.

Kisah Para Rasul 2:36-37

(2:36) Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus." (2:37) Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" (2:38) Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. (2:40) Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."


Asas-asas pertama tentang ajaran Kristus disebut juga dengan: Injil Keselamatan, kuasanya:

  • Percaya ... ayat 36.

  • Bertobat ... ayat 38.

  • Dibaptis ... ayat 38.

  • Dipenuhkan Roh Kudus ... ayat 38.


Kisah Para Rasul 2:41-42

(2:41) Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. (2:42) Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

 

Setelah kita percaya, bertobat, dibatis, dan dipenuhkan Roh Kudus, selanjutnya Paulus berkata dalam Ibrani 6:1, “beralihlah kepada perkembangan yang penuh”, bila dikaitkan dengan Pola Kerajaan Sorga terkena kepada BAIT SUCI ALLAH dimulai dari Ruangan Suci sampai Ruangan Maha Suci.


“... pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.” 

Tiga ribu jiwa perhitungannya adalah ...

  • Ruangan Suci: Panjang 20 hasta, lebar 10 hasta, tinggi 10 hasta, maka: 20×10×10=2000 hasta.

  • Ruangan Maha Suci: Panjang 10 hasta, lebar 10 hasta, tinggi 10 hasta, maka: 10×10×10=1000 hasta.

Maka, 2000 + 1000 = 3000. Hal ini bukan kebetulan.


Orang-orang yang meninggalkan Injil Keselamatan itu bertekun dalam Pengajaran rasul-rasul:

  1. Tekun dalam memecahkan roti, bila dikaitkan dengan Pengajaran Tabernakel terkena kepada MEJA ROTI SAJIAN -> Ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai perjamuan suci.

  2. Tekun dalam Persekutuan, bila dikaitkan dengan Pengajaran Tabernakel terkena kepada PELITA EMAS -> Ketekunan dalam Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian Roh.

  3. Tekun dalam Berdoa, bila dikaitkan dengan Pengajaran Tabernakel terkena kepada MEZBAH DUPA -> Ibadah Doa Penyembahan.


Ibrani 9:11-12 --- Perikop: "Kristus adalah Pengantara dari perjanjian yang baru."

(9:11) Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, -- artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, -- (9:12) dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.


Pada ayat ini kita dapat menemukan 2 (dua) hal:

  1. Yesus adalah Tabernakel sejati.

  2. Yesus adalah Imam Besar Agung, tugasnya: menjadi Pengantara yaitu menebus dosa manusia dan memperdamaikan manusia kepada Allah.

Maka, Pengajaran Tabernakel adalah pengajaran yang diurapi Tuhan karena didirikan menurut contoh yang ditunjukkan Tuhan kepada Musa, dengan kata lain didirikan oleh ilham, pengajaran Tabernakel disampaikan menurut urapan Roh Kudus.


Jadi, apabila kita menjalankan ibadah di bumi yang menggunakan Pengajaran Tabernakel maka itu adalah gambaran dan bayangan dari ibadah di Sorga, keuntungannya adalah Yesus menjadi Imam Besar, berarti menjadi Pengantara, untuk memperdamaikan dosa manusia. 

Oleh sebab itu, jangan bosan mengikuti Pengajaran Tabernakel, itulah pengajaran yang diilhamkan Tuhan kepada Musa, lalu diteruskan kepada GPT “BETANIA”.


Ibrani 10:19-21 --- Perikop: "Ketekunan."

(10:19) Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, (10:20) karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, (10:21) dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. (10:22) Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.


Ketekunan dalam 3 (tiga) macam ibadah pokok dipimpin oleh Imam Besar Agung untuk dibawa kepada puncak ibadah yaitu DOA PENYEMBAHAN.

Tanda dalam doa penyembahan, dikatakan: "melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri" artinya: telah mengalami perobekan daging. Ketika Yesus mati di atas kayu salib, Tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah.

Inilah tanda bahwa ibadah itu sudah sampai kepada puncaknya yaitu doa penyembahan. Penyembahan, artinya: Penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak Allah.


Pengajaran Tabernakel betul-betul pengajaran yang diilhamkan berarti diurapi Tuhan, bermanfaat dan berkuasa untuk memperbaiki kelakuan. Apakah ada yang saya tambah-tambahkan dalam pemberitaan malam ini? Tidak ada, itulah firman yang diurapi, dalam hal ini secara khusus Pengajaran Tabernakel.

Berbahagialah anak-anak Tuhan, kaum muda remaja, apabila mau menerima Pengajaran Tabernakel, maka kedepan akan melihat perbedaan kehidupan dengan gereja yang lain; mana kehidupan yang sudah diperbaiki oleh Tabernakel dan mana kehidupan yang hanya datang beribadah dengan asas-asas pertama / injil keselamatan.

Pada asas-asas pertama memang disitu banyak terjadi mujizat namun antusias kita tidak boleh berhenti hanya sampai disitu saja, akan tetapi harus beralih kepada perkembangan yang penuh, itu berarti ibadah kita dibawa sampai kepada puncaknya, yaitu doa penyembahan, itulah penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak Allah, sebagai bukti nyata telah mengalami perobekan daging.


Itu sebabnya, kedudukan Mezbah Dupa lebih maju dari 2 (dua) alat yang lain, maksudnya lebih dekat dengan Tirai/Tabir Bait Suci yang terbelah dua. Jadi, tanda ibadah sudah sampai puncaknya itulah doa penyembahan ialah mengalami perobekan daging, tidak ada lagi ibadah daging, pelayanan daging, atau mengikuti Tuhan tetapi kaitannya dengan daging. Kalau sudah berada pada puncak ibadah maka kelakuan sudah diperbaiki. Amin.


TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI


Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang