KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Saturday, March 28, 2026

IBADAH RAYA MINGGU 22 MARET 2026


IBADAH RAYA MINGGU 22 MARET 2026

 

KITAB WAHYU

WAHYU 19:13

(SERI 8)

 

Subtema: KEMEJA BERAGI DARI LENAN HALUS

 

Mula pertama, saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN. Oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus. Kita boleh datang beribadah dan melayani kepada TUHAN, semua karena kemurahan TUHAN. TUHAN beri umur panjang, TUHAN beri nafas kehidupan.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN, yang turut bergabung secara online / live streaming / video internet, baik dari Youtube maupun Facebook atau media sosial lainnya yang dapat digunakan, diakses.

 

Selanjutnya doa harapan kami dari tempat ini kepada TUHAN adalah supaya kiranya TUHAN menjadi Raja dan bertakhta di tengah-tengah kita, di hati kita. Sehingga, dalam kendali dari Surga kita boleh duduk diam dan tenang, menikmati sabda ALLAH dan kita boleh merasakan pertolongan TUHAN malam ini.

 

Selanjutnya, marilah kita sambut KITAB WAHYU sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu.

Kita masih berada pada Wahyu 19: 13 untuk seri yang ke-8.

 

Wahyu 19:13 --- Perikop: “Firman ALLAH”

(19:13) Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman ALLAH."

 

Dan ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah. Menunjukkan bahwa Si penunggang kuda putih itu adalah Imam Besar Agung.

 

Adapun jubah imam besar dibagi dalam 3 (tiga) hal pokok, sesuai dengan apa yang tertulis dalam Keluaran 28:1-43.

1.       Baju efod (Ayat 6-14).

2.       Gamis baju efod (Ayat 31-35).

3.       Kemeja beragi dari lenan halus (Ayat 30)

 

Saudara, malam ini kita akan masuk pada pembahasan tentang: KEMEJA BERAGI DARI LENAN HALUS.

Jadi, dengan berakhirnya pembahasan kita tentang gamis baju efod, maka malam ini kita akan masuk pada pembahasan berikutnya terkait dengan pakaian imam besar, yaitu kemeja beragi dari lenan halus.

 

Keluaran 28:39

(28:39) Haruslah engkau menenun kemeja dengan ada raginya, dari lenan halus, dan membuat serban dari lenan halus dan haruslah kaubuat ikat pinggang dari tenunan yang berwarna-warna.

 

Singkat kata, kemeja beragi dari lenan halus disebut juga: pakaian putih.

Lenan halus atau pakaian putih berbicara tentang kesucian dan kemuliaan.

Kemuliaan ini diawali dari….

-          Baju efod 🡪 sengsara dan kematian TUHAN Yesus Kristus.

-          Gamis 🡪 menunjuk kebangkitan dari TUHAN Yesus Kristus

-          Lenan halus atau pakaian putih 🡪 kemuliaan Yesus Kristus pada saat Ia naik ke surga.

 

Mari kita lihat “keadaan atau gambaran ketika Yesus naik ke Surga”.

Imamat 16:2-4 --- Perikop: “Hari Raya Pendamaian”

(16:2) Firman TUHAN kepadanya: "Katakanlah kepada Harun, kakakmu, supaya ia jangan sembarang waktu masuk ke dalam tempat kudus di belakang tabir, ke depan tutup pendamaian yang di atas tabut supaya jangan ia mati; karena Aku menampakkan diri dalam awan di atas tutup pendamaian. (16:3) Beginilah caranya Harun masuk ke dalam tempat kudus itu, yakni dengan membawa seekor lembu jantan muda untuk korban penghapus dosa dan seekor domba jantan untuk korban bakaran. (16:4) Ia harus mengenakan kemeja lenan yang kudus dan ia harus menutupi auratnya dengan celana lenan dan ia harus memakai ikat pinggang lenan dan berlilitkan serban lenan; itulah pakaian kudus yang harus dikenakannya, sesudah ia membasuh tubuhnya dengan air.

 

Disebutkan di sini bahwa; pada hari raya pendamaian, imam besar masuk ke dalam Ruangan Maha Suci untuk mengadakan pendamaian, bukan dengan pakaian imam besar selengkapnya melainkan hanya dengan kemeja lenan halus atau pakaian putih saja.

 

Jadi pada saat imam besar Harun masuk ke Ruangan Maha Suci untuk mengadakan pendamaian, ia hanya memakai pakaian lenan halus / pakaian putih. Dia tidak memakai pakaian imam besar selengkapnya, tidak memakai pakaian baju efod dan gamis baju efod, kecuali hanya lenan halus / pakaian putih saja.

Mengapa demikian? Jawabnya; karena lenan halus / pakaian putih  🡪 kemuliaan Kristus pada saat Ia naik ke sorga.

Saat di dalam Ruangan Maha Suci berarti; saat dipermuliakan.

 

Singkat kata….

a.       Hidup-Nya dalam tanda kematian di kayu salib sudah lalu, bagaikan baju efod yang sudah ditanggalkan-Nya.

b.       Kebangkitan-Nya selama 40 hari di bumi juga sudah lalu, bagaikan baju gamis yang sudah ditanggalkan-Nya.

c.       Ia pun naik ke Sorga, berada di belakang tabir dalam kemuliaan-Nya, dengan pakaian putih / lenan halus.

Pakaian putih berbicara soal kesucian dan kemuliaan.

 

Ibrani 1:3-4

(1:3) Ia adalah cahaya kemuliaan ALLAH dan gambar wujud ALLAH dan menopang segala yang ada dengan Firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi, (1:4) jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka.

 

Setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa di bumi, sekarang Ia duduk di sebelah kanan yang Mahabesar, di tempat yang tinggi. Jadi, Ruangan Maha Suci adalah posisi TUHAN dalam kemuliaan di sebelah kanan ALLAH Bapa.

 

Dalam kemuliaan berarti:

-            Tidak lagi mengalami sengsara dan mati = baju efod ditanggalkan.

-            Tidak ada lagi kebangkitan, sebab sudah bangkit dari kematian di bumi = gamis sudah ditanggalkan.

Itulah yang dimaksud dalam kemuliaan.

 

Intinya bagi kita sekarang, kita sedang melihat bahwa Yesus dipermuliakan, duduk di sebelah kanan ALLAH Bapa. Saudara, kita tidak boleh tinggal diam atau hanya melihat saja, tetapi kita juga harus bertindak dengan segala daya dan upaya. Kita tidak boleh hanya tinggal diam melihat TUHAN Yesus sekarang duduk sebelah kanan ALLAH Bapa. Apapun resikonya dan apapun harganya, harus kita bayar. Karena kita rindu untuk berada di mana Yesus sekarang berada. Tidak boleh hanya Kristen penonton, tetapi kita juga harus ada di dalam kerajaan Surga satu kali kelak, maksudnya kita harus terlibat di dalam pekerjaan TUHAN, tidak boleh hanya penonton.

 

Kemudian di sini juga dikatakan: di tempat yang tinggi, jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat.

Artinya: tempat ini tidak bisa dijangkau oleh…

-          Mata ular naga merah padam, itulah antikris.

-          Yang hanya hidup menurut hawa nafsu dan keinginan-keinginan daging yang jahat.

-          Pengetahuan dan perkara-perkara lahiriah / perkara-perkara yang ada di bumi ini.

Itulah pengertian dari tempat tinggi, jauh lebih tinggi daripada malaikat-malaikat.

 

Kemudian tempat tinggi juga tidak bisa dijangkau hanya karena disebut sebagai malaikat-malaikat yang sekedar melayani. Itu berarti; rohani kita pun harus meningkat dengan laju, menuju kepada kesempurnaan.

Laju berarti; tidak boleh berlambat-lambatan, pekerjaan TUHAN tidak boleh ditunda-tunda, apalagi bermalas-malasan, kalau memang ada kerinduan untuk berada di dalam kemuliaan yang kekal, duduk di sebelah kanan ALLAH Bapa. Tetapi, kalau tidak ada kerinduan untuk masuk Surga, saya sarankan (bukan saya mengusir saudara dari gereja ini, tidak): lebih baik tidak usah beribadah, karena double nanti kerugiannya. Hatimu, perasaanmu, uangmu, waktumu, bisa kau gunakan untuk kepentingan daging -- Makan, minum, kawin, mengawinkan. Tetapi sudah harus siap dengan resikonya, yaitu; neraka. Kalau sudah siap dengan neraka, tidak usah beribadah.

Jangan salah tafsir, jangan salah mengerti dengan ucapan ini. Kalau memang ujungnya harus binasa, tidak usah beribadah. Tetapi kalau ada kerinduanmu untuk masuk Surga, beribadahlah!. Kalau beribadah, ya sungguh-sungguhlah, tidak boleh “sekedar”, hanya karena dia disebut malaikat-malaikat yang “sekedar” melayani, tidak boleh. Kalau “sekedar malaikat” / “sekedar melayani”, resikonya tidak bisa menjangkau tempat yang tinggi tadi.

 

Jadi, sekali lagi saya sampaikan; tempat tinggi, tidak bisa dijangkau hanya karena ia disebut sebagai malaikat-malaikat (pelayan-pelayan, tetapi sekedar melayani). Itu berarti rohani kita pun harus meningkat dengan laju, menuju kepada kesempurnaan. Arti laju berarti; tidak berlambat-lambatan, tidak menunda-nunda pekerjaan TUHAN, tidak boleh malas, tidak boleh lipat tangan. Karena orang yang malas nanti tangannya akan diikat, kemudian kakinya akan diikat sebagaimana dalam Matius 22:13 --- Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.

Jadi itu harus diingat.

 

TUHAN telah menyatakan kemurahan yang begitu besar kepada manusia, lebih daripada makhluk-makhluk di bumi ini. TUHAN beri kaki, TUHAN beri tangan untuk bisa melangkah mengikut jejak Yesus; tidak menyimpang ke kiri dan ke kanan. TUHAN beri dua tangan untuk digunakan melayani TUHAN, melayani pekerjaan TUHAN, berbuat yang baik, benar, suci dan mulia, supaya kelak jangan diikat dan dicampakkan. Karena kita mempunyai kerinduan; bahagia bersama dengan TUHAN di dalam kerajaan Sorga untuk selama-lamanya.

 

Alasan rohani kita harus meningkat dengan laju menuju kesempurnaan:

Saat ini TUHAN Yesus sudah berada dalam kemuliaan-Nya dan kesempurnaan-Nya dan menjadi Imam Besar dalam kekekalan. Jadi kita harus menikmati pelayanan Imam Besar di bumi, seperti di Surga.

 

Ibrani 8:1-2

(8:1) Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga, (8:2) dan yang melayani ibadah di tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh TUHAN dan bukan oleh manusia.

 

Dari dua ayat ini kita bisa melihat; sekarang Yesus ada di tempat yang tinggi, dalam kemuliaan yang sangat besar. Ia duduk di sebelah kanan ALLAH yang Maha Besar.  Ia adalah Imam besar dan sekarang sedang melayani di kemah yang sejati, itulah ibadah di tempat kudus, yang didirikan TUHAN, bukan didirikan oleh manusia.

Jadi, di bumi ini kita harus menjalankan ibadah menurut ibadah buatan tangan TUHAN, bukan ibadah buatan tangan manusia. Ibadah yang datang dari Surga berarti; berpola kerajaan Surga.

 

Mari kita lihat “ibadah berpola kerajaan Surga

Ibrani 8:5

(8:5) Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah: "Ingatlah," demikian Firman-Nya, "bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu."

 

Jadi, supaya ibadah pelayanan di bumi adalah gambaran daripada ibadah pelayanan di surga, maka ibadah di bumi harus menggunakan POLA TABERNAKEL. Tabernakel dengan polanya sudah ditunjukkan oleh TUHAN kepada Musa di atas gunung Sinai, Gunung Horeb disebut juga gunung TUHAN, supaya nanti bangsa Israel menjalankan ibadah menurut pola itu. Kalau kita beribadah dan melayani menurut pola ini, maka ibadah pelayanan di bumi merupakan gambaran dari ibadah pelayanan yang ada di sorga. Dengan lain kata, kita telah menikmati pelayanan Yesus Kristus sebagai Imam Besar, sekarang ada di dalam kerajaan Surga.

 

Jadi, jangan ragu dengan pola Tabernakel. Banyak orang Kristen beribadah dengan pola-pola manusia, ibadah buatan tangan manusia, ibadah menurut pemikiran manusia, sibuk hanya bicara soal prosperity, antusias hanya pada mujizat, tetapi Salib diabaikan, dan seterusnya. Alangkah indahnya kehidupan yang telah menerima ibadah dari Surga, ibadah yang menggunakan pola Tabernakel di dalam menjalankan ibadah dan pelayanan selama di bumi.

Jadi, supaya kerohanian kita laju sampai kepada kesempurnaan, ibadah dan pelayanan kita di bumi ini harus menggunakan pola TABERNAKEL, untuk mencapai kesempurnaan, kemuliaan kekal.

 

Mari kita lihat apa yang diajarkan Paulus kepada orang Ibrani.

Ibrani 6:1-3

(6:1) Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada ALLAH, (6:2) yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal. (6:3) Dan itulah yang akan kita perbuat, jika ALLAH mengizinkannya.

 

Jadi, rohani kita harus meningkat dengan laju menuju kesempurnaan.

Syaratnya: tinggalkan asas-asas pertama tentang ajaran Kristus, selanjutnya beralih kepada perkembangan yang penuh 🡪 kesempurnaan dari sidang mempelai TUHAN. Itu sebabnya jangan kita bertahan dengan asas-asas pertama tentang ajaran Kristus, yaitu percaya, bertobat, dibaptis, lalu kepenuhan Roh Kudus. Kemudian, dalam penumpangan tangan, disitu ada mujizat kesembuhan, keajaiban, pengusiran setan. Itu semua memang perlu tetapi kita tidak boleh berhenti dan antusias hanya sampai di situ saja.

 

Saya akan buktikan. Hal itu pernah dikatakan kepada murid-murid dalam Lukas 10:17-18 --- Perikop: “Kembalinya ketujuh puluh murid”. Jadi selain 12 murid, ada murid yang lain, itulah 70 murid. Mereka telah diutus oleh TUHAN sebagaimana dalam Lukas 10:1-12 ---Perikop: “Yesus mengutus ketujuh puluh murid”.

Jadi, setelah selesai pelayanan, kembalilah ke 70 murid kepada Yesus, artinya; membawa laporan hasil pelayanan. Begitu juga dengan kita, nanti semua akan ditagih oleh TUHAN, bagaimana kita hidup selama di bumi ini.

 

Lukas 10:17-18

(10:17) Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "TUHAN, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu." (10:18) Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.

 

Hasil pelayanan dari 70 murid-murid dilaporkan kepada Yesus; dimana setan-setan takluk dalam pelayanan mereka, dan hal itu pun diketahui oleh Yesus. Jadi, TUHAN tahu apa yang dikerjakan oleh 70 murid-murid di tengah pengutusan mereka. TUHAN juga tahu apa yang sedang kita kerjakan di tengah ibadah dan pelayanan dalam penggembalaan GPT Betania, seperti apapun pengikutan kita, TUHAN juga tahu. Itu sebabnya; hati-hati, jangan asal melangkah, jangan asal mengambil keputusan menurut pikiran perasaan daging.

 

Kemudian, mereka memberitahukan hal itu dengan hati gembira. Mereka bangga melakukan itu. Tidak salah mereka bangga, tetapi lihatlah ayat 19-20.

 

Lukas 10:19-20

(10:19) Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.  (10:20) Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."

 

Sebetulnya karunia itu dari TUHAN, termasuk karunia pengusiran setan dan juga kesembuhan.

Kalau kita sadar itu karunia dari TUHAN, berarti; tidak perlu bangga di situ saja sebetulnya. Tetapi yang terpenting adalah bersuka citalah karena namamu ada terdaftar di surga. Berarti karunia kesembuhan, mengadakan mujizat, bukan tolak ukur (bukan penentu), sehingga seseorang layak dikatakan masuk Surga.

 

Berarti yang harus kita perhatikan adalah bagaimana kita sempurna sama dengan Dia, sama mulia dengan Dia, itu saja yang kita harus perhatikan. Memang belum ada yang sempurna, dan tidak ada yang sempurna, tetapi kita mengejar kesempurnaan. Kalau kita merasa tertinggal, pasti kita kejar. Tetapi, kalau kita sudah merasa baik, benar, suci, tidak akan pernah ada usaha-usaha di dalam hal memperbaiki dirinya.

Jadi, yang terpenting adalah bagaimana kita mencapai kesempurnaan, sama mulia dengan TUHAN. Sebab TUHAN sekarang duduk di sebelah kanan ALLAH Bapa.

 

Jadi sekali lagi saya sampaikan; mengadakan mujizat di tengah-tengah ibadah pelayanan itu perlu.

Misalnya…

-            Pengusiran setan.

-            Menyembuhkan orang sakit

-            Mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib.

Akan tetapi tidak boleh berhenti sampai di situ saja, tidak boleh berhenti pada penginjilan saja, tetapi harus meningkat sampai kepada kesempurnaan. Artinya: yang terpenting nama tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba atau nama kita terdaftar di Surga. Kelak kita dalam kemuliaan yang kekal, sebagaimana sekarang Yesus ada dalam kemuliaan, duduk di sebelah kanan ALLAH Bapa. Dan Dia adalah Imam Besar, sekarang melayani di dalam kekekalan.

 

Jadi saudara, kalau kita beribadah menggunakan pola Tabernakel di bumi ini, sebetulnya itu adalah nilai plus (+) yang harus kita banggakan. Tetapi tidak boleh hanya euforia, melainkan kita harus berada di dalamnya, hanyut dan tenggelam di dalam kasih ALLAH, dihisap oleh kasih ALLAH.

Jangan bangga dengan karunia-karunia. Saudara harus bisa membedakan karunia dengan salib. Yang menentukan (tolak ukur) dari keselamatan itu adalah salib, bukan karunia yang dimiliki oleh seorang hamba TUHAN, misalnya; karunia kesembuhan, dan karunia mengadakan mujizat.

 

Wahyu 20:11 --- Perikop: “Hukuman yang terakhir.”

(20:11) Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya.

 

Jadi harus paham, harus mengerti, yang ada ini tidak akan ada lagi, pada saat Yesus duduk di atas tahta putih yang besar. Kemudian, pada saat itu tidak ada lagi langit dan bumi yang pertama dan segala sesuatu atau unsur-unsur di dalamnya tidak ada lagi.

 

Maka lihat ayat 12…

Wahyu 20:12

(20:12) Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.

 

Itu sebabnya saya katakan tadi; yang terpenting nama kita tertulis dalam kitab kehidupan Anak Domba. Sebab, pada hari penghakiman, Yesus tampil sebagai Hakim Agung mengadakan pengadilan di takhta putih yang besar. Semua orang yang mati dibangkitkan dan yang hidup datang, lalu diadili di hadapan-Nya. Kemudian TUHAN membuka semua kitab. Semua riwayat-riwayat yang tidak baik, yang tidak suci, yang tidak benar, semua nampak, yang diperbuat oleh setiap orang ada di situ. Kemudian, orang itu akan menerima hukuman yang setimpal / sesuai dengan perbuatannya.

Sesudah itu dibuka juga kitab kehidupan Anak Domba. Dan orang-orang yang namanya tertulis dalam kitab kehidupan,  layak untuk berada dalam kemuliaan kekal / terdaftar di Sorga.

 

Saudara, sekarang ini, mungkin nama kita tertulis dalam kitab-kitab itu. Perbuatan kita masih tertulis di situ, kejahatan kita masih ada di situ, kenajisan, kekerasan hati, kesombongan, keangkuhan, merasa diri paling benar dan suci, masih tertulis di situ. Tetapi, TUHAN telah menyediakan bagi kita sarana itulah ibadah dan pelayanan untuk menghapuskan semua noda kotoran, kejahatan, kenajisan yang tertulis dalam kitab-kitab itu. Supaya nanti, sesudah terhapus oleh darah Anak Domba, maka nama kita tertulis dalam kitab kehidupan Anak Domba.

 

Pakaian putih kalau dikaitkan dengan 3 (tiga) hamba yang kepadanya dipercayakan talenta.

-       Hamba pertama dipercaya lima talenta.

-       Hamba kedua dipercaya dua talenta.

-       Hamba ketiga dipercaya hanya satu talenta.

Kepada hamba-hamba ini dipercayakan talenta dan itu harus dikerjakan / dikelola / dikembangkan, jangan dinodai, karena itu adalah pakaian putih.

 

Kepada hamba yang ketiga dipercayakan satu talenta, juga upahnya sama. Tetapi kebiasaan buruk dari manusia daging; selalu mengecilkan yang kecil, tidak setia di hadapan TUHAN. Dia menodai pelayanannya kepada TUHAN, menodai pakaian putih itu, sebab hamba yang ketiga ini jahat dan malas.

Jadi jahat + malas adalah kehidupan yang seringkali mengecilkan yang kecil. Padahal upah lima talenta, dua talenta, satu talenta nanti sama di surga.

 

TUHAN telah memberi kesempatan. TUHAN telah mati, bangkit dan sekarang telah pergi ke luar negeri, tinggalkan dunia ini ke negeri keabadian. Tetapi dari situ Dia akan kembali ke dunia ini, lalu duduk sebagai hakim yang mulia di atas takhta putih yang besar dan akan menghakimi semua orang sesuai dengan perbuatannya.

-       Apakah pakaian putih itu yang dikaitkan dengan hamba pertama?

-       Atau pakaian putih dikaitkan dengan hamba kedua?

-       Atau pakaian putih yang dikaitkan dengan hamba yang ketiga? Malas dan jahat, kelemahan daging, tidak setia.

 

Saudara TUHAN setia dan telah menunjukkan kesetiaan-Nya. Dia adalah Imam Besar, melayani di kemah yang sejati. Biarlah kiranya kita menikmati pelayanan Imam Besar, supaya kita semua masing-masing saling merendahkan diri satu dengan yang lain. Tidak saling menuding, saling menyalahkan, lalu merasa paling benar.

Seandainya pakaian putih itu tertuju ke atas, tidak perlu dia mengharapkan orang lain, tidak perlu dia tuding orang lain, tidak perlu salahkan orang lain dan membenarkan diri, tidak perlu. TUHAN saja yang benar.

 

JALAN KELUARNYA.

Kita kaitkan dengan peristiwa dalam…

Lukas 10:21 --- Perikop: “Ucapan syukur dan bahagia”

(10:21) Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, TUHAN langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. (10:22) Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu."

 

Semuanya itu TUHAN sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai 🡪 orang yang merasa diri bisa, hebat, mampu dan kuat. Tetapi TUHAN nyatakan kepada orang yang kecil. Artinya; rahasia Firman (rahasia sorga) TUHAN bukakan hanya kepada orang yang kecil.

Jadi, pembukaan rahasia Firman itu berlaku hanya kepada orang kecil. Tidak berlaku kepada orang yang merasa diri bisa, mampu, hebat, kuat, merasa diri sanggup mengatasi segala persoalan di bumi. TUHAN tutup pembukaan Firman kepada mereka.

 

Jadilah kecil berarti merendahkan diri sampai menjadi kecil. Jangan sampai; sudah miskin (tidak kaya), sudah kecil di bumi ini tetapi tidak mau jadi kecil. Kita datang dari pegunungan, dari kampung, miskin, tidak punya apa-apa, lalu tidak mau jadi kecil, tidak tahu diri namanya itu. Tetapi, sekalipun kita bukan datang dari pegunungan, bukan orang kecil, bukan orang kampung, dengan lain kata; memiliki kelebihan di bumi ini, harus tetap menjadi kecil, demi rahasia Firman yang dibukakan, rahasia sorga disingkapkan. Sehingga kita boleh mengerti rencana TUHAN, maunya TUHAN dalam hidup dan nikah rumah tangga.

 

Sudah kecil tetapi tidak mau jadi kecil, tidak tahu diri namanya. Sebab itu, belajar berkaca, jangan kepada kaca spion; hanya melihat yang di belakang. Berkaca kepada Firman ALLAH, sebagaimana yang tertulis dalam Yakobus 1:23-24 --- Sebab jika seorang hanya mendengar Firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.

Kalau hanya sekedar mengamati, itu namanya tidak tahu diri. Tetapi kita tetap bercermin supaya kita tahu siapa diri kita ini yang sebenarnya. Sebab kita mempunyai kerinduan yaitu; kerajaan Sorga. Dari mana kita tahu kerajaan Surga kalau rahasia Surga tidak disingkapkan? Jadi rahasia Surga tersingkap hanya bagi orang yang kecil.

 

Jadi, TUHAN bergembira atau bersukacita dalam Roh kalau kita satu dengan yang lain mau jadi kecil, mau merendahkan diri di hadapan TUHAN serendah-rendahnya. Kalau mau melihat kerajaan Surga; harus mau menjadi kecil, itu yang TUHAN mau, yang berkenan kepada Bapa di Surga. Jadilah pribadi-pribadi yang berkenan kepada TUHAN.

 

Biarlah Ia semakin besar kita semakin kecil. Dia semakin bertambah-tambah, kita semakin berkurang-kurang (dagingnya, keinginannya, nafsunya makin berkurang-kurang). Seperti Yohanes Pembaptis dalam Yohanes 3:30 --- Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil. Dan pernyataan ini, diakui Yesus kepada orang lain di dalam Matius 11:11 ---  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.

 

Kenapa Yohanes pembaptis besar di mata TUHAN? Karena dia mau jadi kecil di hadapan TUHAN. Jadi ukuran menjadi kecil itu harus dari pengakuan yang keluar dari mulut TUHAN, bukan dari pembelaan diri dan berkata -- Aku kan sudah mengalah, bukan itu ukurannya. Ukuran kita menjadi kecil adalah mulut TUHAN, bukan mulut manusia, apalagi mulut sendiri. Banyak diantara kita begitu, setelah kita rajin, orang lain diomongin; dia pemalas, itu bukan orang besar.

Orang yang mau besar di mata TUHAN harus mau jadi kecil, dan ukurannya adalah perkataan yang keluar dari mulut ALLAH (Firman ALLAH).

 

Lihatlah “kuasa Firman Yang keluar dari mulut orang kecil

Matius 11:16

(11:1 ) Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: (11:17) Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung.

 

-          Kami meniup seruling bagimu (Firman Pengajaran Mempelai), tetapi kamu tidak menari.

Kalau kita menerima Pengajaran Mempelai pasti ada sukacita mempelai, bagaikan menari.

Itu mewakili Perjanjian Baru.

-          Kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung.

Tidak mau berkabung, berarti; tidak mau merendahkan diri, tidak mau jadi kecil. Karena ternyata dia hanyalah orang Kristen dengan roh teman-teman, bukan sahabat. Satu kali teman bisa putus di tengah jalan, dia tinggalkan TUHAN seperti Orpa. Itu teman seperjalanan. Tetapi, sahabat sampai kapanpun akan tetap bersama dengan TUHAN, sampai akhir ruas jalan TUHAN; kematian dan kebangkitan di bumi ini.

Itu mewakili Perjanjian lama (Hukum Taurat).

 

Satu-satunya nabi dalam Perjanjian Baru yang mewakili Perjanjian Lama adalah Yohanes pembaptis.

 

Matius 11:18

(11:18) Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan.

 

Ciri hamba TUHAN Yang merendahkan diri: suka berpuasa (tidak makan dan tidak minum).

Ketika berpuasa, merendahkan diri dan kecil, mereka (teman-teman) berkata; Yohanes adalah orang yang kerasukan Setan.

 

Matius 11:19

(11:19) Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat ALLAH dibenarkan oleh perbuatannya."

 

Hikmat ALLAH / pembuka rahasia Firman, nanti itu jadi benar kalau kita hidupi (lakukan).

Itu sebabnya dari tadi saya katakan:  Firman pengajaran yang rahasianya dibukakan, kerajaan Surga disingkapkan, itu berlaku hanya untuk yang kecil. Dia dibenarkan karena dia mau jadi kecil. Jadi pembukaan rahasia Firman (hikmat) dibenarkan dari perbuatannya.

 

Yesus mau jadi kecil. Yohanes pembaptis mau jadi kecil. Maka kalau kita perhatikan Lukas 10:21 --- TUHAN Yesus bersukacita dalam Roh Kudus. Jadi, kalau kita mau jadi kecil, di situlah nanti Yesus bersukacita / bergembira dalam roh.

 

Inilah yang diajarkan oleh Yesus kepada 70 murid-murid. Supaya nanti hendaknya nama mereka tertulis dalam kitab kehidupan Anak Domba, dipermuliakan, seperti Yesus sekarang dipermuliakan dalam kerajaan Surga. Itulah pakaian putih saudara.

 

Ayo, sadarilah! Jangan bertingkah, kita bukan siapa-siapa. Kita hanya debu tanah yang dibentuk oleh TUHAN jadi mulia, segambar serupa dengan TUHAN, dibentuk menurut teladan TUHAN.

Jika TUHAN kehendaki, bantu doa terus, supaya kita tetap melihat pakaian putih ini lebih dalam lagi. Kita dibawa oleh TUHAN masuk dalam kerajaan sorga. Amin.

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

Pemberita Firman oleh;

 

Gembala sidang: Pdt. Daniel U. Sitohang

 


Friday, March 27, 2026

IBADAH KAUM MUDA REMAJA 21 MARET 2026

 


IBADAH KAUM MUDA REMAJA 21 MARET 2026

 

STUDY YUSUF

KEJADIAN 44:18-34

(SERI 12)

 

Subtema: CELAKA KEDUA ( 4 MALAIKAT MEMBUNUH 1/3 MANUSIA) Seri 3

 

Shalom.

Selamat malam bagi kita semua, salam sejahtera dalam kasih-Nya Tuhan kita Yesus Kristus yang telah membawa kita dan menghimpunkan kita di atas gunung Tuhan yang kudus, sehingga kita boleh beribadah lewat Ibadah Kaum Muda Remaja.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, umat ketebusan Tuhan Bapak/Ibu saudara-saudara, terlebih Kaum Muda Remaja yang bergabung lewat online dimanapun saudara berada. Secepatnya kita akan mengikuti STUDY YUSUF sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Kaum Muda Remaja.

 

Kejadian 44:18-34

Seluruh ayat ini merupakan tutur kata Yehuda kepada Yusuf sebagai mangku negara atau raja muda di Mesir.

Inti sari dari tutur kata Yehuda; memohon kelepasan bagi Benyamin.

 

Pertanyaannya: Mengapa Yehuda memohon kelepasan bagi Benyamin?

 

Jawabnya…

Kejadian 44:29-31

(44:29) Jika anak ini kamu ambil pula dari padaku, dan ia ditimpa kecelakaan, maka tentulah kamu akan menyebabkan aku yang ubanan ini turun ke dunia orang mati karena nasib celaka. (44:30) Maka sekarang, apabila aku datang kepada hambamu, ayahku, dan tidak ada bersama-sama dengan kami anak itu, padahal ayahku tidak dapat hidup tanpa dia, (44:31) tentulah akan terjadi, apabila dilihatnya anak itu tidak ada, bahwa ia akan mati, dan hamba-hambamu ini akan menyebabkan hambamu, ayah kami yang ubanan itu, turun ke dunia orang mati karena dukacita.

 

Apabila Benyamin tidak kembali ke Kanaan, maka Yakub:

-   Turun ke dunia orang mati karena nasib celaka… (ayat 29).

-   Turun ke dunia orang mati karena dukacita… (ayat 31).

 

Perlu untuk diketahui:

Mati karena nasib celaka dan mati karena dukacita = Binasa.

Sesungguhnya, Tuhan tidak menghendaki kebinasaan manusia melainkan hidup kekal… (Yohanes 3:16).

 

Contoh: MATI KARENA NASIB CELAKA.

 

Terlebih dahulu saya memberitahukan bahwa penghukuman dari ketujuh sangkakala dibagi dalam 2 bagian:

BAGIAN PERTAMA: Pada saat keempat malaikat meniup sangkakalanya (Wahyu 8:6-12).

BAGIAN KEDUA: Pada saat ketiga malaikat lainnya meniup sangkakalanya.

 

Wahyu 8:13

(8:13) Lalu aku melihat: aku mendengar seekor burung nasar terbang di tengah langit dan berkata dengan suara nyaring: "Celaka, celaka, celakalah mereka yang diam di atas bumi oleh karena bunyi sangkakala ketiga malaikat lain, yang masih akan meniup sangkakalanya."

 

Setelah penghukuman dari keempat sangkakala yang pertama, akan menyusul penghukuman dari ketiga sangkakala berikutnya, disebut sebagai CELAKA.

Itu berarti, celaka tersebut akan terjadi sebanyak tiga kali menimpa mereka yang diam di bumi, tepatnya pada saat ketiga malaikat lainnya meniup sangkakalanya.

 

CELAKA PERTAMA: akan berlangsung pada saat sangkakala yang kelima ditiup… (Wahyu 9:1-12).

Adapun hukuman dari celaka yang pertama adalah: manusia mengalami siksaan selama lima bulan dan siksaan itu sama seperti siksaan kalajengking menyengat manusia.

Yang pasti sengat maut ialah: DOSA.

Sedangkan kuasa dosa ialah: HUKUM TAURAT.

 

Singkat kata; yang mengalami sengat maut adalah mereka yang menjalankan ibadah dan pelayanannya secara lahiriah, disebut juga ibadah dan pelayanan secara taurat.

Contoh ibadah taurat; tubuhnya ada di tengah ibadah, tetapi hati nya jauh dari Firman Allah yang disampaikan. Inilah yang akan di timpa oleh celaka yang pertama pada saat malaikat kelima meniup sangkakalanya. Dan itu sudah diterangkan secara lengkap menurut takaran Kasih Karunia Tuhan kepada kita.

 

CELAKA KEDUA: akan berlangsung pada saat sangkakala yang keenam ditiup… (Wahyu 9:13-21).

CELAKA KETIGA: akan berlangsung pada saat sangkakala yang ketujuh ditiup… (Wahyu 11:15-19).

 

Saudara, malam ini kita masih melanjutkan pembahasan dari CELAKA KEDUA.

Tepatnya pada saat malaikat keenam meiup sangkakalanya. Hal ini akan menimpa mereka yang diam di bumi pada saat sangkakala yang keenam ditiup.

 

Mari kita lihat sangkakala keenam…

Wahyu 9:15

(9:15) Maka dilepaskanlah keempat malaikat yang telah disiapkan bagi jam dan hari, bulan dan tahun untuk membunuh sepertiga dari umat manusia.

 

Keempat malaikat yang terikat dekat sungai Efrat pada akhirnya dilepaskan. Sebab telah disiapkan bagi jam dan hari, bulan dan tahun untuk membunuh sepertiga umat manusia.

 

Saudara, sekarang diperkirakan penduduk bumi berada di angka 8,3 Miliyar. Sedangkan sepertiga dari 8,3 Miliyar =  ± 2,7 Miliyar. Itulah jumlah orang yang akan mati terbunuh nanti.

Sementara yang terbunuh ketika covid-19 terjadi; ± 14 juta di seluruh dunia, masih jauh dari angka 2,7 Miliyar. Yang terbunuh 2,7 Miliayar itu adalah angka yang fantastis (angka yang tidak sedikit).

Itu sebabnya mulai dari sekarang, kita harus semakin sungguh-sungguh beribadah dan melayani Tuhan, supaya kita siap menghadapi segala sesuatu yang akan menimpa dunia ini. Sebab dunia ini akan dihukum dan dihancurkan, dan dunia ini akan berlalu, maka jangan kita turut dengan kebinasaan dunia ini.

 

Perlu untuk diketahui: Malaikat sebenarnya adalah..

a.       Suruhan Tuhan.

Berarti; tugasnya hanya untuk melayani Tuhan, tidak lebih dan tidak kurang.

b.       Simbol Kerohanian. Sebab malaikat tidak memiliki darah dan daging (tulang dan daging).

Berarti; tidak memiliki hawa nafsu dan keinginan daging.

 

Akan tetapi, jika malaikat tidak berfungsi sebagai suruhan Tuhan dan tidak lagi mempertahankan hidup rohani, maka kehidupan semacam ini akan menjadi pemicu terjadinya perang yang dahsyat… sebagaimana yang tertulis dalam Wahyu 16. Pendeknya, ketika keempat malaikat tersebut dilepaskan akan menimbulkan sengsara bagi gereja Tuhan.

 

Kita akan melihat itu…

Yohanes 16:1 --- Perikop: “Bertekun”

(16:1) "Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.

 

Singkat kata, sebelum celaka yang kedua terjadi, Tuhan sudah terlebih dahulu memberitahukannya kepada kita. Tujuannya: supaya kita jangan kecewa.

 

Yohanes 16:2-3

(16:2) Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.(16:3) Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku.

 

Nanti, ada masanya anak-anak Tuhan / orang-orang Kristen akan dikucilkan. Bahkan, setiap orang yang membunuh anak-anak Tuhan akan menyangka bahwa dirinya telah berbakti bagi Allah. Sesungguhnya, mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Anak.

-     Tidak mengenal Bapa -> orang-orang yang tidak hidup dengan iman.

-     Tidak mengenal Anak -> orang-orang  yang menolak berita salib.

 

Yohanes 16:4

(16:4) "Hal ini tidak Kukatakan kepadamu dari semula, karena selama ini Aku masih bersama-sama dengan kamu,  Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu."

 

Intinya, semuanya itu akan terjadi. Apabila semua itu terjadi, kita tidak perlu terheran-heran, sebab Tuhan telah mengatakannya terlebih dahulu.

 

Hal itu telah dinubuatkan oleh nabi Yeremia.

 

Yeremia 50:6

(50:6) Umat-Ku tadinya seperti domba-domba yang hilang; mereka dibiarkan sesat oleh gembala-gembalanya, dibiarkan mengembara di gunung-gunung, mereka berjalan dari gunung ke bukit sehingga lupa akan tempat pembaringannya.

 

Di hari-hari terakhir ini banyak gembala-gembala tidak bertanggung jawab, sehingga domba-domba dibiarkan sesat.

 

PRAKTEK DOMBA-DOMBA SESAT: Domba-domba MENGEMBARA di gunung-gunung.

Istilah sekarang; dibiarkan beribadah di semua tempat-tempat peribadatan = mengembara.

 

Saudara, di kota-kota besar, di Indonesia ini, orang-orang kristen sekarang ini, beribadah di semua tempat peribadatan, dan hal itu sudah menjadi trend, (itu dianggap suatu gaya ke Kristenan yang muktahir), padahal hal itu keliru dan salah.

 

Saya masih ingat beberapa tahun yang lalu sebelum pandemi terjadi; orang-orang kristen sibuk beribadah di hari Minggu, tetapi mereka datang beribadah karena melihat sosok hamba Tuhan. Ketika hamba Tuhan itu berada di suatu tempat (gedung), dia ke gedung itu tanpa memperdulikan itu merek apa.

Kemudian ada lagi seorang hamba Tuhan yang terkenal berada di tempat yang lain, dia kejar lagi kesitu dan dia menganggap itu adalah suatu trend (gaya ke Kristenan yang sangat maju atau muktahir), padahal sudah kebablasan dan keliru, dan itu terjadi di kota-kota besar.

 

Mengapa saya katakan itu kekeliruan? sebab…

MENGEMBARA = lupa akan tempat pembaringan.

Jadi beribadah di semua gunung-gunung / tempat peribadatan berarti, lupa akan tempat pembaringan.

 

Tempat Pembaringan 🡪 Kandang Penggembalaan / tempatnya domba tergembala.

Bila dikaitkan dengan pola Tabernakel terkena kepada RUANGAN SUCI.

Sedangkan di dalam RUANGAN SUCI terdapat 3 (tiga) macam alat 🡪 Ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Antara lain:

1.  Meja Roti Sajian 🡪 Ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci = domba-  domba diberi makan.

2.  Pelita Emas -> Ketekunan dalam Ibadah Raya Minggu disertai dengan Kesaksian Roh = domba-domba diberi  minum.

3.   Mezbah Dupa -> Ketekunan dalam Ibadah Doa penyembahan = domba-domba diberi nafas hidup.

(Ayat referensi: Lukas 17:34-37 dan Matius 26:37-38).

 

Jadi yang terpenting adalah domba-domba berada di tempat pembaringan, tekun dalam tiga macam ibadah pokok. Di dalam ketekunan tiga macam ibadah pokok; domba-domba memperoleh nutrisi yaitu; makan, minum, dan nafas hidup. Kalau mengembara, dengan lain kata; berada di semua gunung-gunung (beribadah di semua tempat), itu adalah kekeliruan dari orang yang bodoh, yang tidak mengerti apa-apa, tidak mengerti tentang kandang penggembalaan, karena memang tidak diajarkan oleh gembala-gembala, sebab gembala-gembala sibuk dengan kepentingannya, termasuk ketenaran dan nama besar.

 

Sementara tiga macam ibadah pokok adalah sarana bagi kita untuk berada pada tingkat ibadah yang tertinggi (puncak ibadah) itulah; DOA PENYEMBAHAN. Itu yang terpenting, bukan soal mengikuti seorang pendeta yang terkenal.

 

Jadi, anak-anak Tuhan, Bapak/Ibu, dan Kaum Muda Remaja dimanapun saudara berada, yang terpenting adalah berada di tempat pembaringan, dengan lain kata menjadi domba yang tergembala sebagaimana yang tertulis… Yeremia 50:6.

 

Ayat referensinya; (Lukas 17:34-37), (Matius 26:37-38).

 

Coba tampilkan sedikit saja…

Lukas 17:34-37

(17:34) Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. (17:35) Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan." (17:36) Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. (17:37) Kata mereka kepada Yesus: "Di mana, Tuhan?" Kata-Nya kepada mereka: "Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar."

 

Jadi sayap burung nasar di sediakan / dipercayakan kepada orang-orang yang sudah berada pada tingkat ibadah yang tertinggi, itulah Doa Penyembahan.

Doa penyembahan = Penyerahan diri sepenuhnya untuk taat kepada Kehendak Allah, disebutlah itu mayat (bangkai).

 

Ayat referensi berikutnya…

Matius 26:37-38

(26:37) Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, (26:38) lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."

 

Tinggallah di sini 🡪 Ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.

-       Yakobus 🡪 Ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci = Iman.

-       Petrus 🡪 Ketekunan dalam Ibadah Raya Minggu disertai dengan Kesaksian Roh = Pengharapan.

-       Yohanes 🡪 Ketekunan dalam Ibadah Doa penyembahan = Kasih.

Ini merupakan sarana untuk mencapai tingkat ibadah yang tertinggi (puncak ibadah) itulah; Doa Penyembahan = Berjaga-jaga.

 

Jadi bukan berarti berada di semua tempat peribadatan adalah sebuah trend bagi orang Kristen. Itu kesalahan yang besar, tetapi itu dibiarkan demi nama besar dari seorang hamba Tuhan, dan demi popularitas, sebenarnya itu adalah suatu kebodohan.

 

DAMPAK NEGATIF DOMBA-DOMBA MENGEMBARA / TIDAK TERGEMBALA:

 

Yeremia 50:7

(50:7) Siapa pun yang menjumpai mereka, memakan habis mereka, dan lawan-lawan mereka berkata: Kami tidak bersalah! Karena mereka telah berdosa kepada TUHAN, tempat kebenaran, TUHAN, pengharapan nenek moyang mereka!

 

Domba-domba yang tidak tergembala akhirnya; Menjadi mangsa bagi lawan atau musuh.

Sebab, lawan-lawan beranggapan dengan membunuh orang Kristen yang tidak tergembala, mereka tidak bersalah. Sebaliknya, mereka menganggap telah berbakti kepada Allah. Sebagaimana yang dikatakan di dalam… Yohanes 16:2 --- setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.

 

Sesungguhnya, tempat pembaringan / kandang penggembalaan disebut juga tempat kebenaran, sesuai dengan Amsal 12:26 --- Orang benar mendapati tempat penggembalaannya.

 

Kita kembali membaca…

Wahyu 9:14-15 --- Perikop: “Sangkakala yang keenam”

(9:14) dan berkata kepada malaikat yang keenam yang memegang sangkakala itu: "Lepaskanlah keempat malaikat yang terikat dekat sungai besar Efrat itu." (9:15) Maka dilepaskanlah keempat malaikat yang telah disiapkan bagi jam dan hari, bulan dan tahun untuk membunuh sepertiga dari umat manusia.

 

Keempat malaikat yang terikat dekat sungai efrat pada akhirnya akan dilepaskan, tepatnya pada saat malaikat yang keenam meniup sangkakalanya. Hal itu telah disiapkan bagi jam dan hari, bulan dan tahun untuk membunuh sepertiga dari umat manusia.

 

Mari kita mengenal keempat malaikat tersebut dari...

Lukas 13:31-34 --- Perikop: “Yesus harus mati di Yerusalem Kelihan terhadap Yerusalem

(13:31) Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada Yesus: "Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau." (13:32) Jawab Yesus kepada mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai. (13:33) Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem. (13:34) Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti  induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi  kamu tidak mau.

 

Di sini tampak dengan jelas; ada 2 (dua) KELOMPOK PEMBUNUH:

1.       Kelompok pembunuh yang PERTAMA: Herodes.

Yang masuk dalam kelompok ini ialah; orang-orang Farisi dan Si Serigala.

Singkat kata, yang masuk dalam kelompok pertama adalah gambaran dari setan tritunggal yakni; naga, antikris dan nabi-nabi palsu.

-     Herodes 🡪 naga.

-     Orang farisi 🡪 antikris.

-     Si serigala 🡪 nabi-nabi palsu.

 

Mari terlebih dahulu kita lihat setan tritunggal ada dalam….

Wahyu 12:3-4

(12:3) Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. (12:4) Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.

 

Pada ayat 3 dikatakan; tampaklah suatu tanda yang lain di langit;

1.   Naga merah padam yang besar.

2.   Berkepala tujuh bertanduk sepuluh.

3.   Ekornya menyeret sepertiga bintang-bintang di langit.

 

Arti tanda lain di langit ialah: satu kali nanti setan tritunggal akan bangkit sebagai pemimpin untuk mengendalikan semua bangsa di bumi ini, sebagaimana yang tertulis dalam… Yesaya 9:14-15  --- tua-tua dan orang yang terpandang, itulah kepala, dan nabi yang mengajarkan dusta, itulah ekor. Sebab orang-orang yang mengendalikan bangsa ini adalah penyesat, dan orang-orang yang dikendalikan mereka menjadi kacau.

Setan tritunggal ialah naga, antikris, dan nabi-nabi palsu, satu kali akan membunuh sepertiga dari umat manusia.

 

Jadi saudara, itulah yang dimaksud dengan kelompok pembunuh yang pertama adalah Herodes.

 

Itu sebabnya berkali-kali saya sampaikan kita ini harus mengerti tentang kebenaran, kita harus digembalakan oleh Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.

Karena tidak mengerti kebenaran banyak orang kristen beribadah di semua tempat peribadatan, dan merasa benar hanya karena beribadah berkali-kali mengikuti pendeta yang terkenal di semua gedung gereja / gedung tingkat yang tinggi, dan itu sudah menjadi fenomena yang besar di kota-kota besar, menganggap itu gaya atau trend mutakhir dari kekristenan, padahal sudah keliru.

Untuk apa berkali-kali beribadah di semua tempat peribadatan, tetapi harus meninggalkan tempat pembaringan (kandang penggembalaan) tetapi tidak menjadi domba yang tergembala?.

 

Dalam menghadapi KELOMPOK PERTAMA Tuhan berkata...

Lukas 13:32

(13:32) Jawab Yesus kepada mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai.

 

Ada tiga hari Tuhan bekerja untuk menyelesaikan pekerjaan-Nya.

3 hari 🡪 pengalaman kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus.

Di dalam pengalaman tersebut, Yesus mengadakan;

-          Pengusiran setan.

-          Menyembuhkan orang.

 

Pada perjanjian baru ada tiga kali Yesus mengatakan yang senada dengan; “SUDAH SELESAI”.

1.   Saat di kayu salib (Yohanes 19:30) -- “SUDAH SELESAI”.

2.   Saat murka Allah yang terakhir dijatuhkan (Wahyu 16:17) -- “SUDAH TERLAKSANA”.

3.   Saat Yerusalem baru ditampilkan (Wahyu 21:6) -- “SEMUANYA TELAH TERJADI”.

 

Singkat kata, Tuhan bekerja untuk menyelesaikan tiga perkara:

1.       Menyelamatkan orang berdosa.

Berarti; ditebus, kemudian disucikan, sampai dipermuliakan oleh darah salib.

2.   Tuhan mengadakan pembaharuan, pada saat hukuman terakhir dijatuhkan terhadap penguasa di bumi ini, yaitu antikris.

3.   Tuhan menyatakan keadilan-Nya pada saat mempelai-Nya ditampilkan.

 

Sekarang kita akan melihat KELOMPOK PEMBUNUH KEDUA.

 

Lukas 13:34

(13:34) Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti  induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi  kamu tidak mau.

 

Kelompok pembunuh yang KEDUA ialah: Yerusalem.

 

Dari sini kita sudah melihat ada 4 (empat) pribadi malaikat yang menjadi pembunuh sepertiga umat manusia yang dibagi menjadi 2 kelompok, itulah...

1.   Setan / naga.

2.   Antikris / kepala.

3.   Nabi-nabi palsu.

4.   Yerusalem.

Inilah keempat malaikat yang terikat dekat sungai efrat, satu kali akan dilepaskan dan disiapkan pada jam dan hari, bulan dan tahun, untuk membunuh sepertiga dari umat manusia, tepatnya pada saat malaikat yang keenam meniup sangkakalanya. Itulah celaka yang kedua.

Jadi celaka yang kedua ini bukan lagi sengat maut, tetapi sudah ada dalam maut yaitu membunuh sepertiga umat manusia.

 

Yerusalem 🡪 orang-orang yang diurapi Tuhan, mereka adalah guru-guru kebenaran / pemimpin-pemimpin sidang jemaat di dalam rumah Tuhan.

 

Ada 2 hal yang dilakukan oleh Yerusalem:

1.       Membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang utusan-utusan Tuhan.

Saudara, seringkali hal semacam ini terjadi, bilamana seorang utusan Tuhan di tengah pelayanannya ditolak, Firman Tuhan disampaikan tetapi ditolak, sampai pada akhirnya ngomel, bersungut-sungut, kemudian ada fitnahan = membunuh karakter atau membunuh pelayanan nabi-nabi dan utusan-utusan Tuhan.

Jadi orang yang suka bersungut-sungut kemudian tidak menghargai pelayanan dari seorang utusan Tuhan = pembunuh. Sebab membenci setara dengan seorang pembunuh… 1 Yohanes 3:15.

Banyak orang kristen tidak menyadari bahwa dia adalah seorang pembunuh.

2.       Tidak mau dikumpulkan oleh Tuhan.

Artinya; menolak ajakan Juruselamat di dalam hal; dibawa masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

 

Jadi saudara, saya tambahkan; GPT Betania dipercayakan satu kereta rohani itulah; Pengajaran Pembangunan  Tabernakel dan oleh karena rahmat Tuhan kita selalu memgadakan acara-acara kebaktian dalam bentuk persekutuan atau istilah lain; seminar. Baik itu natal PPT yang sudah kita selenggarakan beberapa bulan yang lalu maupun nanti paskah PPT yang akan kita selenggarakan di bulan Mei akhir, dan paskah PPT sudah di depan mata.

 

Tetapi apa yang dikerjakan oleh Yerusalem, selain membunuh nabi-nabi, juga tidak mau dikumpulkan oleh Tuhan. Padahal Tuhan;… rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti  induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya.

 

Jadi saudara, kita bersyukur kepada Tuhan karena kita memperoleh pengertian terkait dengan kesatuan tubuh yang sempurna lewat Pembangunan tubuh Kristus yang sempurna itulah yang disebut; sidang mempelai wanita Tuhan.

Terhadap pengertian ini; hendaklah kita menyerahkan diri kepada rencana Tuhan, kita mau dibawa masuk di dalam Pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

 

Jadi saudara perhatikanlah semuanya ini. Yang pasti untuk menghadapi;

-          KELOMPOK PEMBUNUH PERTAMA: Yesus masuk dalam pengalaman kematian dan kebangkitan. Disitu nanti ada kesembuhan, kemudian terjadi pengusiran setan (dilepaskan dari roh-roh jahat dan roh-roh najis).

-          KELOMPOK PEMBUNUH KEDUA: Tuhan membawa kita untuk menjadi Yerusalem baru, itulah; sidang mempelai wanita Tuhan.

 

Kidung Agung 1:6

(1:6) Janganlah kamu perhatikan bahwa aku hitam, karena terik matahari membakar aku. Putera-putera ibuku marah kepadaku, aku dijadikan mereka penjaga kebun-kebun anggur; kebun anggurku sendiri tak kujaga.

 

Hitam karena terik matahari 🡪 ia rela tidak dianggap, ia rela tidak diakui, ia rela dizolimi, ia rela difitnah, karena KASIH TUHAN, itulah tanda yang nyata, bila seseorang dikuasai oleh ROH MEMPELAI.

 

Kidung Agung 1:7

(1:7) Ceriterakanlah kepadaku, jantung hatiku, di mana kakanda menggembalakan domba, di mana kakanda membiarkan domba-domba berbaring pada petang hari. Karena mengapa aku akan jadi serupa pengembara dekat kawanan-kawanan domba teman-temanmu?

 

ROH MEMPELAI berikutnya: RINDU MENJADI DOMBA YANG TERGEMBALA.

Perlu untuk diketahui: Jika domba-domba berada di dalam di satu kandang penggembalaan = domba-domba berbaring / berada di tempat pembaringan.

Kalau kehidupan kita berada pada puncak ibadah itulah doa penyembahan, berarti; harus tergembala itulah kandang penggembalaan. Tidak mungkin seseorang berada pada puncak ibadah (doa penyembahan), kalau tidak tergembala.

 

Itu sebabnya tadi saya katakan; di kota-kota besar banyak sekali orang kristen beribadah di semua gunung-gunung, di semua tempat peribadatan, di semua gedung gereja / di semua gedung bertingkat, itu karena melihat sosok hamba Tuhan, tetapi mereka tidak beribadah karena sebuah pengertian.

Tetapi semestinya kita ada di tempat peribadatan karena sebuah pengertian, bukan karena sosok seorang pendeta. Karena kalau dia mengikuti sosok pendeta di semua tempat peribadatan, maka dia lupa tempat pembaringan, mengabaikan kandang penggembalaan dengan ketentuan-ketentuannya.

 

Itu sebabnya saya katakan; kita HARUS TERGEMBALA menurut pola Tabernakel (pola kerajaan sorga), berarti berada pada Ruangan Suci.

Di dalam RUANGAN SUCI terdapat tiga macam alat; disebutlah itu ketekunan di dalam tiga macam ibadah pokok. Yakni:

-          Meja Roti Sajian = Tekun Ibadah Pendalaman Alkitab.

-          Pelita Emas = Tekun Ibadah Raya Minggu.

-          Mezbah Dupa = Tekun Ibadah Doa Penyembahan.

Ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok adalah sarana; Sehingga kita berada pada puncak ibadah (gunung Tuhan yang tinggi) itulah; doa penyembahan.

 

Kandang penggembalaan disebut; tempat pembaringan.

Jadi kalau sudah berada pada puncak ibadah = domba-domba berbaring.

Namanya berbaring berarti; AMAN, meski terjadi kekacauan tetap AMAN. Tidak terganggu dengan kekacauan yang ada, apa lagi sekarang ini keadaan dunia sedang kacau balau.

 

Jadi ini harus dipahami, ini cara Tuhan untuk menghadapi kelompok pembunuh yang KEDUA itulah; Yerusalem. Pekerjaanya; membunuh nabi-nabi dan utusan Tuhan, dan tidak mau dikumpulkan. Dalam menghadapi kelompok pembunuh yang kedua ini kita harus memiliki dua hal:

-          Yang pertama: ROH MEMPELAI.

-          Yang kedua: TERGEMBALA.

 

Dan itu harus kita alami di hari-hari terakhir ini. Sebagaimana Kidung Agung 1:7A domba-domba berbaring pada petang hari

 

petang hari 🡪 hari-hari terakhir.

Jadi pada petang hari atau di hari-hari yang terakhir ini kita harus sudah tergembala dengan mantap.

sebab tidak lama lagi akan terjadi gelap malam di mana antikris menjadi raja dan berkuasa. Di situ tidak ada lagi kesempatan untuk mengerjakan keselamatan dan memperbaiki kelakuan.

Pendeknya, tergembala pada petang hari, adalah harga mati.

 

Kidung Agung 1:7B

(1:7)Karena mengapa aku akan jadi serupa pengembara dekat kawanan-kawanan domba teman-temanmu?

 

Sementara yang menjadi pengembara adalah teman-teman.

Teman-teman 🡪 kehidupan yang tidak mau diubahkan.

Jangan kita hanya sekedar teman seperjalanan dari Tuhan. Karena kalau hanya teman seperjalanan, satu kali pengikutannya kepada Tuhan akan berhenti di tengah jalan.

 

Sebagaimana dalam…

Matius 11:16-17

(11:16) Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: (11:17) Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung.

 

Perjanjian lama (hukum taurat) digambarkan dengan; Kidung duka; berbicara soal; pengalaman kematian, yang mewakilinya adalah; nabi Yohanes Pembaptis.

Kemudian dalam perjanjian baru; seruling yang ditiup itulah; Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel adalah suasana kebangkitan; suasana menari.

Hati kita terus menari meski dalam keadaan gejolak dunia terjadi, masalah terjadi, tetap hati kita tetap menari di hadapan Tuhan, disebut juga dengan sukacita mempelai.

 

Tetapi teman-teman adalah pengembara = tidak mau tergembala.

Jadi orang yang tidak mau tergembala hanya jadi teman saja, nanti lama-lama dia akan meninggalkan kandang penggembalaannya. Pada akhirnya kita akan tahu siapa teman dan siapa sahabat.

Yang pasti yang disebut teman-teman; akan meninggalkan kandang penggembalaan. Tetapi kita bukanlah sekedar teman-teman seperjalanan Tuhan Yesus Kristus, tetapi kita adalah kawanan domba tuntunan-Nya, berarti dilindungi di jalan, kemudian dibawa ke tempat yang Tuhan sediakan… sebagaimana dalam Keluaran 23:21.

Jangan kita menjadi teman-teman seperjalanan dengan Tuhan Yesus.

 

Jadi menghadapi kelompok pembunuh yang kedua ini kita harus memiliki ROH MEMPELAI.

Roh mempelai itu dikuasai oleh KASIH ALLAH.

Singkat kata; Tergembala itu adalah kerinduan  Mempelai.

Tanda dikuasai KASIH Mempelai; tidak peduli kulit hitam, berarti tidak peduli difitnah, dan dizolimi, sehingga tidak mengubah hatinya, dia tetap mengasihi Tuhan.

 

Kerinduan mempelai untuk yang kedua ialah; TERGEMBALA. Dia selalu ingat tempat pembaringannya.

 

Anak-anak Tuhan semestinya kalau sudah mendengar pemberitaan Firman ini harus menjadi orang yang tegar, tidak mudah tersinggung, nanti sebentar senang, sebentar tidak. Apalagi kalau sudah sekolah tinggi, seharusnya tidak gampang tersinggung. Lagi senang tertawa itu bukan karena seruling, tetapi karena situasi, itu menunjukkan rohaninya kampungan. Semestinya kita menari karena mendengar seruling itulah Pengajaran Mempelai.

Jadi harus teguh tergembala dengan sungguh-sungguh.

 

Jadi harus tetap teguh, tegar untuk menghadapi kelompok pembunuh yang kedua itulah Yerusalem. Miliki lah ROH MEMPELAI. Tuhan memberkati kita semua. Amen.

 

TUHAN YESUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI KITA SEMUA

 

 

Pemberita Firman;

Gembala sidang: Pdt. Daniel U. Sitohang