KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Wednesday, February 4, 2026

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 20 JANUARI 2026


IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 20 JANUARI 2026

 

SURAT YUDAS

PASAL 1:11

(Seri: 6)

 

Subtema: KESESATAN BILEAM

 

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh rahmat TUHAN, kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus sehingga kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Doa Penyembahan.

 

Sebentar kita akan tersungkur di kaki salib TUHAN, tentu saja setelah Firman ALLAH yang kita terima mampu meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi.

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat tebusan TUHAN yang turut bergabung lewat online atau live streaming atau video internet baik dari Youtube, maupun dari Facebook atau media sosial lainnya yang dapat diakses atau dapat digunakan. Biarlah kiranya kasih dari Sorga meliputi hati kita, sehingga kita ada sukacita dan bahagia saat kita menikmati sabda ALLAH.

 

Mari secepatnya kita kembali memeriksa Surat Yudas sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan dari Yudas 1:11 Seri ke-6 untuk pemberitaan Firman ALLAH.

 

Yudas 1:11

(1:11) Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

“Celakalah mereka.”Antara lain:

1. Karena mereka yang mengikuti jalan yang ditempuh Kain

2. Oleh sebab upah menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam

3. Mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

Jadi di sini, orang-orang yang celaka adalah orang-orang yang mengikuti jalan yang bukan jalannya TUHAN.

 

Jalan semacam ini bila ditempuh ujung-ujungnya (muaranya) pasti celaka.

Tetapi kalau kita mengikuti jalan yang ditempuh oleh TUHAN, dari sorga turun ke bumi, menderita sengsara, mati di atas kayu salib, bangkit pada hari yang ketiga lalu naik kembali ke Sorga, sekarang duduk di sebelah kanan ALLAH Bapa, Ia adalah Imam Besar Agung, Ia akan tampil sebagai pembela bagi kita sekaliannya.

 

Malam ini kita akan kembali membahas,

Tentang: OLEH SEBAB UPAH MENCEBURKAN DIRI DALAM KESESATAN BILEAM (Seri 1)

2 Petrus 2:15

(2:15) Oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat.

 

Guru-guru palsu telah meninggalkan jalan yang benar, sama artinya meninggalkan TUHAN Yesus Kristus, sebab Yesus berkata: “Akulah Jalan, dan Kebenaran, dan Hidup” (Yohanes 14:6).

 

Jangan kita meninggalkan jalan yang benar, jangan meninggalkan pribadi TUHAN Yesus Kristus, karena sesungguhnya Dia adalah ALLAH yang hidup, ALLAH yang benar, ALLAH yang berkuasa, Dialah sesembahan kita, dan Dia adalah Mesias.

 

2 Petrus 2:14

(2:14) Mata mereka penuh nafsu zinah dan mereka tidak pernah jemu berbuat dosa. Mereka memikat orang-orang yang lemah. Hati mereka telah terlatih dalam keserakahan. Mereka adalah orang-orang yang terkutuk!

 

Bukti guru-guru palsu telah meninggalkan jalan yang benar:

a.         Mata mereka penuh dengan nafsu zinah.

Artinya: Pandangan dari guru-guru palsu ditujukan hanya kepada KENAJISAN PERCABULAN / perkara-perkara di bawah, bukan perkara yang di atas.

Nafsu zinah = Kenajisan percabulan = Mabuk anggur perempuan Babel ... Wahyu 18:3.

 

Kita memang harus mabuk anggur, tetapi mabuk anggur dari Sorga, penuh dengan Roh El-Kudus berarti berapi-api, berkobar-kobar di tengah ibadah dan pelayanan dihadapan TUHAN.

 

DAMPAK NEGATIF mata penuh dengan nafsu zinah: Tidak jemu berbuat dosa, hingga memikat orang-orang yang lemah, yakni:

-    Orang-orang yang tidak sungguh-sungguh di dalam TUHAN.

-    Tidak sepenuhnya mengikut TUHAN = Tidak sepenuhnya menyangkal diri dan memikul salibnya.

 

Saudara, kalau kita mengikuti pelajaran dari Kitab Daniel, semestinya korban sehari-hari itu ada di atas gunung TUHAN yang kudus, untuk menggembalakan umat ketebusan TUHAN, gereja TUHAN.

Korban sehari-hari itulah korban santapan dan korban sembelihan. Artinya: beribadah dan melayani TUHAN disertai dengan memikul salib sampai berdarah-darah.

Tetapi kalau gereja TUHAN tidak menyukai hal yang seperti itu, disebutlah orang-orang yang lemah.

Orang-orang yang lemah semacam ini dimanfaatkan oleh guru-guru palsu.

 

Oleh sebab itu, sampai sejauh ini kita berada di atas gunung TUHAN yang kudus, tentu saja untuk digembalakan oleh korban sehari-hari, itulah korban sembelihan dan korban santapan.

Sementara korban santapan jelas menunjuk pengajaran Firman ALLAH yang benar dan murni, berarti tidak ditambah dan tidak dikurang, itulah Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel dan Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan dalam terangnya Roh El-Kudus.

Artinya; kalau kita ada di atas gunung TUHAN, kita bukanlah orang-orang yang lemah.

 

Bukti guru-guru palsu telah meninggalkan jalan yang benar:

b.        Hati mereka telah terlatih dalam keserakahan.

2 Petrus 2:3

(2:3) Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.

 

Guru-guru palsu dikuasai roh serakah. Tandanya: Mereka berusaha mencari UNTUNG dari jemaat dengan cerita-cerita isapan jempol. Maksudnya adalah menyampaikan satu ayat Firman ALLAH lalu ditambahkan dengan cerita-cerita isapan jempol, dongeng-dongeng nenek tua sebagai bumbu penyedap bagi daging yang mendengar.

 

-          2 Petrus 2:1, guru-guru palsu menyangkal salib.

-          2 Petrus 2:2, guru-guru palsu hidup dalam hawa nafsu karena mereka menolak/menyangkal salib Kristus.

-          2 Petrus 2:3, guru-guru palsu dikuasai oleh roh serakah.

Buktinya; mencari untung dari sidang jemaat lewat cerita-cerita isapan jempol. Satu ayat disampaikan, tetapi dibumbui dengan cerita-cerita isapan jempol, dongeng nenek-nenek tua, cerita si kancil, si kura-kura, si buaya, dan seterusnya untuk menyenangkan telinga si pendengar sehingga dengan demikian, yang lemah imannya akan muda sekali terpikat olehnya.

 

Tetapi kita tidaklah demikian saudara, tetaplah menjunjung tinggi korban Kristus.

 

Akibat meninggalkan jalan yang benar:

2 Petrus 2:15

(2:15) Oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat.

 

Akibat meninggalkan jalan yang benar: Guru-guru palsu TERSESAT di jalan.

Tersesat = Kesasar atau salah jalan, karena pada akhirnya mereka mengikuti jalan Bileam yang suka menerima UPAH untuk perbuatan-perbuatan yang jahat.

Dahulu pada Perjanjian Lama ada nabi palsu seperti Bileam, tetapi pada hari-hari terakhir ini ada guru-guru palsu. Guru-guru palsu ini akhirnya tersesat berarti kesasar atau salah jalan karena pada akhirnya mereka mengikuti jalan Bilaem yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat.

 

Sekarang kita akan melihat kisahnya sedikit saja di dalam...

Bilangan 22:7 --  Perikop: "Balak memanggil Bileam."

(22:7) Lalu berangkatlah para tua-tua Moab dan para tua-tua Midian dengan membawa di tangannya upah penenung; setelah mereka sampai kepada Bileam, disampaikanlah kepadanya pesan Balak.

 

Balak, raja Moab, memberi upah kepada Bileam dengan perantaraan tua-tua orang Moab dan tua-tua orang Midian, tujuannya untuk PERBUATAN JAHAT yaitu untuk mengutuki (menyerapah) bangsa Israel.

 

Bilangan 22:11

(22:11) Ketahuilah, ada bangsa yang keluar dari Mesir, dan permukaan bumi tertutup olehnya; karena itu, datanglah, serapahlah mereka bagiku, mungkin aku akan sanggup berperang melawan mereka dan menghalau mereka."

 

Balak ini meminta supaya nabi Bileam mengutuki bangsa Israel. Itu sebabnya, ia memberi upah dengan perantaraan tua-tua Moab dan tua-tua Midian, dan Bileam telah menerimanya sebagai upah penenung.

 

Bilangan 22:12

(22:12) Lalu berFirmanlah ALLAH kepada Bileam: "Janganlah engkau pergi bersama-sama dengan mereka, janganlah engkau mengutuk bangsa itu, sebab mereka telah diberkati."

 

Firman ALLAH datang kepada Bileam:

-    Janganlah engkau pergi kepada Balak, raja Moab bersama-sama dengan mereka yaitu; tua-tua Moab dan tua-tua Midian.

-    Janganlah engkau mengutuk bangsa Israel, sebab mereka telah diberkati TUHAN.

Akan tetapi, Balak, raja Moab, tidak tinggal diam, dia kembali mengutus orang-orang kepada Bileam.

Balak merupakan gambaran daripada SETAN, dan setan sama seperti si pendendam. Sebelum dendam kesumatnya itu terlampiaskan, dia akan terus mengejar, tergantung atau sesuai dengan kelemahan yang paling mendasar dari seseorang. Ada roh najis, ada roh jahat, bisa cinta uang, dosa sombong (tinggi hati), iri hati, kebencian, dengki, dan seterusnya.

Yang pasti setiap orang memiliki masa lalu dengan dosa yang paling mendasar, dan itu terus akan diikuti oleh setan.

Itu sebabnya kita melihat di sini, Balak itu tidak akan pernah diam, terus saja mengutus tua-tua Moab dan tua-tua Midian kepada Bileam.

 

Bilangan 22:14-17

(22:14) Lalu berangkatlah pemuka-pemuka Moab itu dan setelah mereka sampai kepada Balak, berkatalah mereka: "Bileam menolak datang bersama-sama dengan kami." (22:15) Tetapi Balak mengutus pula pemuka-pemuka lebih banyak dan lebih terhormat dari yang pertama. (22:16) Setelah mereka sampai kepada Bileam, berkatalah mereka kepadanya: "Beginilah kata Balak bin Zipor: Janganlah biarkan dirimu terhalang-halang untuk datang kepadaku, (22:17) sebab aku akan memberi upahmu sangat banyak, dan apa pun yang kauminta dari padaku, aku akan mengabulkannya. Datanglah, dan serapahlah bangsa itu bagiku.

 

Balak mengutus utusan yang kedua yaitu pemuka-pemuka yang lebih banyak dan lebih terhormat dari yang pertama:

-    Membawa upah yang sangat banyak. Serta,

-    Mengabulkan segala permintaan Bileam.

 

Bilangan 22:18

(22:18) Tetapi Bileam menjawab kepada pegawai-pegawai Balak: "Sekalipun Balak memberikan kepadaku emas dan perak seistana penuh, aku tidak akan sanggup berbuat sesuatu, yang kecil atau yang besar, yang melanggar titah TUHAN, ALLAHku.

 

Kebanyakan dari hamba TUHAN seolah-olah membela kehormatan, kebenaran, kesucian, dan kemuliaan TUHAN. Tetapi kenyataannya, Bileam telah menerima upah untuk perbuatan jahat.

Dia tahu bahwa TUHAN berdaulat dan Firman ALLAH sangat berkuasa, dan Bileam menyampaikan bahwa dia tidak bisa berbuat sesuatu yang kecil atau yang besar yang sifatnya melanggar titah TUHAN ALLAH.

Kiranya di tengah ibadah dan pelayanan ini kita senantiasa boleh merasakan bagaimana tulusnya cinta kasih TUHAN kepada kita sekaliannya.

 

Bilangan 22:20

(22:20) Datanglah ALLAH kepada Bileam pada waktu malam serta berFirman kepadanya: "Jikalau orang-orang itu memang sudah datang untuk memanggil engkau, bangunlah, pergilah bersama-sama dengan mereka, tetapi hanya apa yang akan KuFirmankan kepadamu harus kaulakukan."

 

Di sini kita melihat, nampaknya ALLAH Israel itu serampangan. Artinya; di dalam diri ALLAH serentak terdapat “ya” dan “tidak.” Maksudnya; dalam satu kesempatan ALLAH akan berkata “ya” namun dalam kesempatan yang lain ALLAH akan berkata; “tidak”, namun sesungguhnya, ALLAH kita tidak serampangan. Akan tetapi, ALLAH ingin melihat kemurnian daripad hati Bileam. Karena kenyataannya, Bileam telah menerima upah daripada Balak.

 

Di dalam Bilangan 22:12, TUHAN berfirman kepada Bileam, “Janganlah engkau pergi bersama-sama dengan mereka, janganlah engkau mengutuk bangsa itu, sebab mereka telah diberkati."

Namun ternyata, setelah utusan yang kedua dari Balak datang, Bileam justru kembali bertanya kepada TUHAN. Sehingga pada Bilangan 22:20, TUHAN pun menjawab Bileam; "Bangunlah, pergilah bersama-sama dengan mereka."

Jadi seolah-olah di sini ada pernyataan yang serampangan.

-       Pada ayat 12; sepertinya TUHAN berkata “tidak”, tetapi

-       Pada ayat 20; TUHAN justru berkata “ya.”

 

Namun sesungguhnya, ALLAH kita tidak serampangan, tetapi ALLAH kita sedang melihat/menilai KEMURNIAN HATI dari seorang hamba TUHAN, imam (pelayan TUHAN), anak-anak TUHAN di dalam mengikuti TUHAN.

Bukan berarti TUHAN kita dolak dalik, sebentar begini sebentar begitu. Karena sebenarnya TUHAN sudah tahu, TUHAN sudah melihat hatinya Bileam ini seperti apa. Karena kenyataannya, Bileam telah menerima upah untuk kejahatan.

Kalau Bileam ini adalah nabi yang bijaksana, maka ketika utusan yang kedua membawa upah yang lebih banyak dan janji yang lebih besar lagi, maka seharusnya Bileam tetap mengingat perkataan TUHAN pada ayat 12; “Janganlah engkau pergi bersama-sama dengan mereka, janganlah engkau mengutuk bangsa itu, sebab mereka telah diberkati."

Namun kenyataannya, setelah utusan yang kedua datang membawa upah yang lebih besar, akhirnya Bileam pada malam itu datang lagi kepada TUHAN dan bertanya. Sehingga karena Bileam datang untuk yang kedua kali kepada TUHAN, maka TUHAN akhirnya berkata; “Ya sudah pergi saja.”

 

Bagaimana dengan hidup kita? TUHAN sudah memberikan suatu pengertian, lalu apabila ternyata ada tawaran yang lebih besar dan menjanjikan yang diberikan dunia ini, lalu apakah kita terhanyut? Lalu oleh janji dunia ini kita harus kembali bertanya kepada TUHAN; “Jalan mana yang aku pilih?”

Sesungguhnya, kalau kita sudah tahu jalan yang benar seharusnya tidak perlu bertanya; “jalan mana yang harus aku pilih?”

Di dalam TUHAN hanya ada kata; “ya” tidak ada kata “tidak.” Untuk itu kita harus berkata; “Amin” untuk memuliakan TUHAN.

Karena di dalam Kristus Yesus hanya ada kata “ya” maka kita juga harus berkata; “Amin” supaya nama TUHAN dipermuliakan di bumi seperti di Sorga.

 

Mohon maaf, kita sudah tahu Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel mengkristalkan gereja TUHAN menjadi Mempelai TUHAN, lalu kita bertanya kepada Suami atau kepada Isteri, kita pindah gereja atau tidak? Itukan kebodohan sama seperti Bileam, TUHAN sudah menyatakan dengan jelas di dalam Bilangan 22:12; “Janganlah engkau pergi bersama-sama dengan mereka, janganlah engkau mengutuk bangsa itu, sebab mereka telah diberkati."

Namun setelah utusan yang kedua datang membawa upah yang lebih besar dan lebih menjanjikan, akhirnya dia datang kepada TUHAN untuk mendapatkan jawaban TUHAN yang kedua kali, seharusnya cukuplah jawaban TUHAN yang pertama. Namun karena Bileam bertanya untuk yang kedua kalinya, maka TUHAN berkata; "Bangunlah, pergilah bersama-sama dengan mereka." Kalau akhirnya Bileam juga pergi bersama dengan utusan Balak yang kedua berarti itu kehendak daging. Karena kehendak TUHAN sudah dinyatakan pada Bilangan 22:12.

 

Seringkali kita datang beribadah dan melayani hanya karena kehendak daging, masih juga TUHAN ijinkan, namun TUHAN tetap berkata kepada kita; Tetapi hanya apa yang akan KuFirmankan kepada mu harus kau lakukan.” Kita manusia daging dan TUHAN rindu supaya kita menjadi manusia rohani. Sekarang mungkin masih manusia daging, tetapi TUHAN rindu supaya kita kelak menjadi manusia rohani.

 

Bilangan 22:21-22-- Perikop: "Keledai Bileam dan Malaikat TUHAN."

(22:21) Lalu bangunlah Bileam pada waktu pagi, dipelanainyalah keledainya yang betina, dan pergi bersama-sama dengan pemuka-pemuka Moab. (22:22) Tetapi bangkitlah murka ALLAH ketika ia pergi, dan berdirilah Malaikat TUHAN di jalan sebagai lawannya. Bileam mengendarai keledainya yang betina dan dua orang bujangnya ada bersama-sama dengan dia.

 

Besok paginya Bileam pun pergi bersama-sama dengan utusan-utausan itu kepada Balak dengan menunggangi keledai betina. Akan tetapi, bangkitlah MURKA ALLAH dan berdirilah malaikat TUHAN di jalan sebagai lawannya.

Jadi, ketika Bileam pergi bersama dengan tua-tua Moab kepada Balak itu adalah keinginan daging, bukan kehendak ALLAH.

 

Bilangan 22:23

(22:23) Ketika keledai itu melihat Malaikat TUHAN berdiri di jalan, dengan pedang terhunus di tangan-Nya, menyimpanglah keledai itu dari jalan dan masuk ke ladang. Maka Bileam memukul keledai itu untuk memalingkannya kembali ke jalan.

 

Ternyata malaikat TUHAN berdiri di jalan, dengan pedang terhunus di tangan-Nya.

Kita adalah anak-anak TUHAN yang sangat diperhatikan dan diberkati oleh TUHAN karena belas kasihan-Nya saja, karena pada dasarnya kita seringkali mengambil jalan kita menurut kehendak sendiri seperti Bileam yaitu mengambil jalan menurut dagingnya.

Ketika keledai melihat malaikat TUHAN menghadang dengan pedang terhunus, secepatnya keledai itu menyimpang dari jalan (kehendak manusia daging Bileam) lalu masuk ke ladang. Tetapi lihatlah, Bilean justru memukul keledai betina yang dia tunggangi dan membawa keledai itu kembali ke jalan yang sesuai dengan kehendak dagingnya.

 

Bukankah seringkali kita hidup sama seperti Bileam ini? Tetapi TUHAN menghadang jalan yang kita tempuh menurut keinginan daging sendiri supaya kita tidak menempuh jalan yang menurut kehendak daging.

Memang kehendak daging manusia tidaklah sama dengan kehendak ALLAH, akan bertentangan. Oleh karena pertentangan ini, daging ini seringkali bersungut-sungut, menolak dan tidak mau terima apa yang menjadi jalan TUHAN yang merupakan kehendak ALLAH itu sendiri. Akan tetapi, lihatlah bagaimana TUHAN menghadang jalan yang ditempuh menurut kehendak daging. Itu sebabnya, kita sekaliannya pribadi lepas pribadi ada malam ini di dalam hadirat TUHAN, kita ada sebagaimana ada karena kemurahan hati TUHAN.

Maunya kita melangkah / mengambil jalan sesuai kehendak daging, jauh dan meninggalkan jam-jam ibadah, namun TUHAN terus menghadang langkah menurut kehendak daging, itu sebabnya TUHAN menghimpun kita di atas gunung TUHAN malam ini, lewat Ibadah Doa Penyembahan, itu belas kasih TUHAN.

 

Mari kita melihat: Pedang terhunus di tangan-Nya.

 

Kita akan melihat dari kisah Yosua saat hendak merebut tanah Kanaan

Yosua 5:13a -- Perikop: "Panglima Balatentara TUHAN."

(5:13a) Ketika Yosua dekat Yerikho, ia melayangkan pandangnya, dilihatnya seorang laki-laki berdiri di depannya dengan pedang terhunus di tangannya.

 

Dekat Yerikho, Yosua melihat, dihadapannya ada seorang laki-laki berdiri dengan pedang terhunus di tangannya.

Pedang terhunus artinya: Firman ALLAH siap untuk memotong dan menusuk amat dalam untuk mengadakan penyucian atau memisahkan kita dari dosa, dari kehidupan yang lama. Apa yang menjadi kehendak daging dan menimbulkan dosa dipotong-potong untuk memisahkan kita dari dosa.

 

Sebagaimana di dalam Ibrani 4:12; Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Itulah pedang terhunus, siap untuk memotong-motong, siap untuk menusuk amat dalam berarti sedang mengerjakan penyucian sehingga kita terpisah dari dosa dan menyucikan perasaan manusia terdalam.

Itulah pedang terhunus di tangan Panglima Bala Tentara. Sementara Yosua adalah pemimpin yang melanjutkan tongkat Estafet Musa untuk membawa bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan, tanah Perjanjian.

 

Saudara, Yosua ini sudah terlebih dahulu mengalami penyucian, seorang imam sudah seharusnya terlebih dahulu mengalami penyucian, anak-anak TUHAN sudah terlebih dahulu mengalami penyucian untuk merebut tanah Kanaan rohani yang dijanjikan TUHAN kepada kita.

 

Yosua 5:13b

(5:13b) Yosua mendekatinya dan bertanya kepadanya: Kawankah engkau atau lawan?”

 

Yosua mendekat dan bertanya: "Kawankah engkau atau lawan?"

Artinya: Seorang pemimpin jemaat atau seorang hamba TUHAN sudah seharusnya memiliki KETEGASAN dengan membuat garis pemisah antara kawan atau lawan, antara Roh ALLAH dengan roh dunia.

 

Jadi jangan satu sisi kita berada di tengah-tengah Roh ALLAH dalam setiap pertemuan ibadah, tetapi di luar ibadah kita juga berada di tengah-tengah roh-roh dunia ini.

 

Tetapi lihatlah, Yosua adalah contoh atau teladan yang benar yang memiliki sikap yang tegas, membuat suatu garis pemisah antara kawan atau lawan, antara Roh ALLAH atau roh dunia.

Jadi jangan kita asal hidup saja, Bersama orang dunia kita seperti dunia, tetapi di dalam TUHAN kita seperti manusia rohani (malaikat), tidak bisa seperti itu.

Tetapi malam ini kita diingatkan oleh TUHAN supaya memiliki sikap yang tegas, lalu membuat suatu garis pemisah, antara kawan atau lawan, antara Roh ALLAH dengan roh dunia.

 

Ayo, setuju memiliki sikap tegas? Buatlah garis pemisah antara Roh ALLAH dengan roh dunia, supaya jangan menjadi sia-sia setiap kali kita datang beribadah dan di tengah-tengahnya imam-imam mengambil bagian untuk melayani TUHAN.

Pendeknya, garis pemisah itu dibuat untuk menjaga dirinya tidak terjebak sebab di dalam dunia ini ada dua roh: ROH ALLAH dan roh dunia (roh setan).

 

1 Yohanes 4:1-3 -- Perikop: "Roh ALLAH dan roh antikristus."

(4:1) Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. (4:2) Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, (4:3) dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.

 

Di dalam dunia ada 2 (dua) roh:

1.       Roh Antikris / roh Setan / roh dunia.

Sekarang roh itu sedang bekerja di tengah-tengah dunia ini bahkan pekerjaan dari roh antikris sudah semakin nampak sekali. Kalua dahulu sepertinya masih samar-samar, sekarang sudah nampak sekali. Sebab yang menjadi raja atas dunia ini satu kali adalah antikris, rajanya satu itulah antikris, pemerintahannya satu itulah antikris. Dan sekarang segala kegiatan dan aktivitas di dunia ini sudah mengarah kepada satu (tunggal), berdagang dan berjualan pun sudah mengarah kepada satu, di bidang ekonomi dan politik juga sudah mengarah kepada satu, dalam pemerintahan juga sudah mengarah kepada satu dengan menggunakan kecanggihan teknologi, yang sudah semakin mutakhir, dan itu dimanfaatkan oleh Setan tritunggal; naga, antikris, dan nabi-nabi palsu.

Jadi antikris itu sudah nyata dan tidak lagi samar-samar, pekerjaannya sudah nampak. Maka jangan kita lengah, harus memiliki sikap seperti sikop Yosua, sikap seorang pemimpin, mengadakan garis pemisah.

2.       Roh ALLAH

Tanda bahwa ibadah dan pelayanan yang kita kerjakan ini berasal dari Roh ALLAH adalah: salib Kristus ditegakkan di tengah-tengahnya.

Jadi kalau salib Kristus ditegakkan di tengah ibadah dan pelayanan, jelas ibadah dan pelayanan itu berasal dari Roh ALLAH.

 

1 Yohanes 4:4

(4:4) Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.

 

Jadi Roh ALLAH itu ternyata bersumber dari SALIB di Golgota. Roh ALLAH itu tidak datang dari mana-mana, Roh ALLAH itu datang dari salib di Golgota sebab Yesus adalah pohon Zaitun, Dia adalah pohon Zaitun tumbuk untuk menghasilkan minyak zaitun dan Dia telah mengalami penumbukan itu di atas kayu salib untuk menghasilkan minyak urapan.  

 

Jadi saudara jangan pernah berpikir hanya dengan baik-baik saja, saudara akan penuh Roh Kudus, tidak seperti itu. Atau menjalankan ibadah, tetapi bentuknya ibadah lahiriah, tidak akan ada urapan di situ.

Minyak itu dihasilkan atau berasal dari pohon Zaitun tumbuk, dan Yesus adalah Pohon Zaitun yang sudah mengalami penumbukan di atas kayu salib lalu menghasilkan minyak zaitun (urapan Roh Kudus).

 

Kalau kita mengalami penumbukan (sengsara salib tanpa bersungut-sungut) niscaya akan menghasilkan minyak zaitun tumbuk. Itu tidak bisa disangkali.

Kenapa masih salah-salah? Karena masih banyak pemberontakan, tidak mau mengenal TUHAN lebih dalam lagi, akhirnya pengurapan itu pun terbatas.

Tetapi TUHAN kita adalah minyak zaitun tumbuk, itu sebabnya kita boleh mengalami pengurapan yang penuh dari Sorga.

 

1 Yohanes 4:5-6

(4:5) Mereka berasal dari dunia; sebab itu mereka berbicara tentang hal-hal duniawi dan dunia mendengarkan mereka. (4:6) Kami berasal dari Allah: barangsiapa mengenal Allah, ia mendengarkan kami; barangsiapa tidak berasal dari Allah, ia tidak mendengarkan kami. Itulah tandanya Roh kebenaran dan roh yang menyesatkan.

 

Tanda kalau seseorang dikuasai oleh roh antikris: tidak suka mendengar Pengajaran Salib. Sebaliknya, tanda orang yang diurapi oleh TUHAN: suka mendengarkan Pengajaran salib. Itulah pohon zaitun tumbuk, menghasilkan minyak urapan.

Dari situlah kitab isa mengerti, antara Roh ALLAH dan roh setan, antara kawan atau lawan.

 

Jadi mulai dari sekarang, kita harus memiliki ketegasan untuk mengadakan garis pemisah antara Roh ALLAH dan roh setan, tidak boleh asal-asal ibadah dan asal-asal melayani.

 

Yosua 5:14

(5:14) Jawabnya: Bukan, tetapi akulah Panglima Balatentara TUHAN. Sekarang aku datang.” Lalu sujudlah Yosua dengan mukanya ke tanah, menyembah dan berkata kepadanya: ”Apakah yang akan dikatakan tuanku kepada hambanya ini?”

 

Setelah Yosua mengalami penyucian dan terpisah dari dosa, Yosua bertindak 3 (tiga) hal:

a.       Tersungkur dengan muka sampai ke tanah.

Artinya; menganggap dirinya hina, tidak berarti apa-apa. Menunjukkan bahwa dia adalah hamba TUHAN yang sedang mengerjakan penebusan dan pendamaian atas dosa = pendamaian sepenuh.

b.       Menyembah = Penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak ALLAH = mempersembahkan korban bakaran kepada TUHAN.

c.       Yosua berkata "Apakah yang akan dikatakan tuanku kepada hambanya ini?"

Artinya: Yosua mentahbiskan diri sepenuhnya kepada TUHAN, bila perlu sampai mati di situ.

 

Itulah keberadaan dari seorang pemimpin, seorang pelayan TUHAN, hamba TUHAN sesudah disucikan yaitu berada di dalam 3 (tiga) hal:

-          Pendamaian sepenuh.

-          Penyerahan diri sepenuh.

-          Tahbisan sepenuh.

Biar kita nanti sebentar menyembah di kaki salib TUHAN setelah kita disucikan oleh pedang yang terhunus.

 

Yosua 5:15

(5:15) Dan Panglima Balatentara TUHAN itu berkata kepada Yosua: Tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat engkau berdiri itu kudus.” Dan Yosua berbuat demikian.

 

Tanggalkanlah kasutmu artinya pendirian yang lama harus ditanggalkan sebab tempat kita sekarang berdiri menghadap TUHAN adalah tempat yang kudus.

Contoh:

Pengetahuan Musa di Mesir, kemudian pengalaman di Midian itu kasut lama, harus ditanggalkan sebab tempat kita sekarang menghadap TUHAN adalah tempat yang kudus, ibadah pelayanan ini kudus dihadapan TUHAN. AMIN.

 

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang