KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Friday, June 26, 2026

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 23 JUNI 2026



IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 23 JUNI 2026


YUDAS 1:11

(Seri: 28)


Subtema: DOSA AKHIR ZAMAN


Shalom…

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Doa Penyembahan, dan sebentar kita akan tersungkur di ujung kaki salib TUHAN sujud menyembah kepada Dia, tentu saja setelah hati kita diteguhkan oleh Firman TUHAN ALLAH.

Doa kami, kiranya damai sejahtera dari Sorga memenuhi ruangan ini dan memenuhi hati kita sehingga ada kesukaan besar saat kita duduk diam menantikan sabda ALLAH.


Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN yang turut bergabung lewat online / live streaming / video internet baik dari Youtube, Facebook atau media sosial apa saja yang dapat digunakan.


Mari kita sambut SURAT YUDAS sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan dan kita masih berada pada Yudas 1:11 seri ke-28.

Namun, tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi.


Yudas 1:11

(1:11) Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.


“Celakalah mereka...” antara lain:

a. Karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain.

b. Oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam.

c. Mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.


Tentang: MEREKA BINASA KARENA KEDURHAKAAN SEPERTI KORAH (Bagian 14).


Bilangan 16:1-2 --- Perikop: "Pemberontakan Korah, Datan dan Abiram."

(16:1) Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang Ruben, mengajak orang-orang (16:2) untuk memberontak melawan Musa, beserta dua ratus lima puluh orang Israel, pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya orang-orang yang kenamaan.


Korah dan kumpulannya bangkit untuk memberontak melawan Musa.

Orang-orang yang masuk dalam kumpulan Korah antara lain: Datan, Abiram, dan On, serta 250 pemimpin-pemimpin kenamaan.


Adapun motif sehingga terjadinya pemberontakan ialah Korah menuntut pangkat imam lagi, menunjukkan bahwa Korah kurang puas hanya sebagai pelayan pada Kemah Suci dan pelayan bagi umat Israel ... Bilangan 16:9-11.


Singkatnya, Korah dan kumpulannya bersepakat melawan Tuhan dan bersungut-sungut sebab Tuhan mengangkat Harun sebagai Imam besar dan anak-anak Harun sebagai imam-imam.


Oleh sebab itu, kita harus memiliki rasa puas dengan segala sesuatu yang dipercayakan oleh TUHAN, kita jangan suka membanding-bandingkan diri dengan sesuatu yang tidak dipercayakan oleh TUHAN kepada kita supaya jangan ada pemberontakan dan persungutan.


Singkat kata, Korah dan kumpulannya bersepakat melawan TUHAN dan bersungut-sungut kepada TUHAN sebab TUHAN mengangkat Harun sebagai Imam Besar, sedangkan anak-anaknya TUHAN jadikan sebagai imam-imam. 


Sesungguhnya, KASIH KARUNIA TUHAN yang dinyatakan kepada kita, sudah lebih dari cukup/lebih dari segala-galanya. Hal itu diakui oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus. Bahkan oleh kasih karunia itulah dia bekerja lebih giat / lebih keras dari pekerja-pekerja yang lain, dari pelayan-pelayan yang lain, dari Rasul-rasul yang lain, dari hamba-hamba TUHAN yang lain. 


Jadi kalau kita senantiasa ingat kasih karunia TUHAN maka kita akan didorong oleh kasih karunia itu lebih giat lagi untuk datang beribadah dan melayani TUHAN, lebih giat lagi dari ibadah-ibadah orang lain, lebih giat lagi dari pelayan-pelayan yang bekerja di ladang TUHAN. Kasih karunia TUHAN itu lebih daripada cukup.


Terkait dengan sikap Datan dan Abiram …

Bilangan 16:12

(16:12) Adapun Musa telah menyuruh orang untuk memanggil Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, tetapi jawab mereka: "Kami tidak mau datang.


Musa memanggil Datan dan Abiram, tetapi “mereka tidak mau datang”.

Menunjukkan bahwa Datan dan Abiram:

- Tidak tunduk pada kedaulatan Tuhan.

- Tidak menghormati tahbisan dan urapan TUHAN.


Bilangan 16:13-14

(16:13) Belum cukupkah, bahwa engkau memimpin kami keluar dari suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya untuk membiarkan kami mati di padang gurun, sehingga masih juga engkau menjadikan dirimu tuan atas kami? (16:14) Sungguh, engkau tidak membawa kami ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ataupun memberikan kepada kami ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka. Masakan engkau dapat mengelabui mata orang-orang ini? Kami tidak mau datang."


Selanjutnya, Datan dan Abiram menuduh bahwa:

a. Musa menjadikan dirinya tuan atas umat Israel.

b. Musa mengelabui mata umat Israel.


Adapun alasan Datan dan Abiram menuduh Musa demikian ialah:

- Musa tidak membawa umat Israel ke negeri yang berlimpah-limpah air susu dan madunya.

- Musa tidak memberikan kepada umat Israel ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka.


Sebab, bagi Datan dan Abiram, Mesir adalah negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, dan Mesir dapat dijadikan ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka.

Pendeknya, negeri Kanaan adalah kebalikan dari Mesir, namun perkataan Datan dan Abiram keliru, jika dibandingkan dengan apa yang tertulis di dalam .. Keluaran 3:7-8, 16-17.


Sikap Musa terhadap pemberontakan Korah, Datan, Abiram:

Bilangan 16:15

(16:15) Lalu sangat marahlah Musa dan ia berkata kepada TUHAN: "Janganlah perhatikan segala persembahan mereka. Belum pernah kuambil satu ekor keledai pun dari mereka, dan belum pernah kulakukan yang jahat kepada seseorang pun dari mereka."


“Sangat marahlah Musa..” oleh karena tuduhan tersebut, sebab tuduhan Datan dan Abiram kepada Musa tidak beralasan, tidak berdasar, dan tidak tepat.


Pendeknya, oleh karena tuduhan itu, Musa berdosa kepada Tuhan, secara khusus dosa AMARAH. Padahal Musa adalah seorang yang sangat lembut hatinya bahkan lebih dari setiap manusia yang ada di atas muka bumi ini -- Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumiBilangan 12:3

Kalau pada akhirnya Musa menjadi marah berarti tuduhan dari Datan dan Abiram ini sangat mengesalkan hati Musa.


Hati-hati saudara, jangan kita egois, jangan kita menimbulkan orang lain berdosa kepada TUHAN. Perhatikanlah ibadah dan pelayanan mu, perhatikanlah kemajuan rohani mu, nikah dan rumah tangga masing-masing.


Dalam hal ini Datan dan Abiram membuat Musa berdosa kepada Tuhan, sedangkan amarah adalah salah satu tabiat daging ... Galatia 5:19-21.

Galatia 5:19-21

(5:19) Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, (5:20) penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, (5:21) kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu -- seperti yang telah kubuat dahulu -- bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.


Perbuatan daging ada 15 (lima belas) antara lain:

  1. percabulan, (2) kecemaran, (3) hawa nafsu, (4) penyembahan berhala, (5) sihir, (6) perseteruan, (7) perselisihan, (8) iri hati, (9) amarah, (10) kepentingan diri sendiri, (11) percideraan, (12) roh pemecah, (13) kedengkian, (14) kemabukan, (15) pesta pora.


Jadi jangan kita buat orang berdosa kepada TUHAN, jangan kita menjadi sandungan terhadap orang lain supaya orang lain juga dengan mudah masuk Sorga.

Dosa amarah adalah salah satu dari 15 (lima belas) tabiat daging.


Galatia 5:22-23

(5:22) Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, (5:23) kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.


Ada 9 (sembilan) buah Roh:

  1. Kasih, (2) Sukacita, (3) damai sejahtera, (4) kesabaran, (5) kemurahan, (6) kebaikan, (7) kesetiaan, (8) kelemahlembutan, (9) penguasaan diri


Kalau kita hidup dalam 9 (sembilan) buah Roh Kudus maka tidak ada satupun hukum-hukum yang ada di atas muka bumi ini yang menentang hal-hal itu.

Pendeknya, kelemahlembutan adalah salah satu buah Roh Kudus, namun kelemahlembutan ini telah dirampas dari Musa tanpa disadari oleh Datan dan Abiram.


Oleh sebab itu, jangan rampas apa yang baik, yang benar, yang suci, yang mulia dari hidup seseorang, jangan menimbulkan amarah dari seseorang, apalagi seorang gembala. 

Jemaat perhatikan ini, jangan menimbulkan amarah terhadap seorang gembala sidang. 

Percayalah, kalau seorang gembala tulus hatinya, akan berjuang untuk membawa domba-domba masuk ke dalam Kerajaan Sorga, tujuan hidup. Namun kalau kita memberontak terhadap gembala, berdosa kepada TUHAN dan tidak diampuni oleh TUHAN… Keluaran 23:20-21

Hati-hati jangan diulangi hal-hal yang seperti itu, jangan kita memiliki sikap seperti sikap Datan dan Abiram.


Galatia 5:24

(5:24) Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.


Datan dan Abiram telah membuat Musa tersandung terhadap salib Kristus. Akan tetapi, dosa Datan dan Abiram masuk dalam kategori 18 (delapan belas) dosa akhir zaman.

Kalau sekarang ini kita berdosa karena tabiat daging, dosa itu masih diampuni oleh TUHAN, sebab masih ada kesempatan untuk memperoleh pengampunan. Tetapi kalau sudah masuk dalam kategori 18 (delapan belas) macam dosa akhir zaman, ini harus diperhatikan.


Mari kita bandingkan dosa Musa dengan dosa dari Datan dan Abiram di dalam…

2 Timotius 3:1-4 --- Perikop: "Keadaan manusia pada akhir zaman."

(3:1) Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. (3:2) Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, (3:3) tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, (3:4) suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.


Ada 18 (delapan belas) macam dosa akhir zaman:

1. Mencintai dirinya sendiri / dikuasai roh egosentris, kehidupan semacam ini tidak peduli dengan lingkungan, tidak peduli dengan sesama, tidak peduli dengan ibadah pelayanan.

2. Menjadi hamba uang / cinta uang. Sementara akar kejahatan adalah cinta akan uang. Prakteknya, mencuri miliknya TUHAN dan mencuri miliknya sesama hanya karena menjadi hamba uang.

3. Membual, berarti mengucapkan kata-kata yang dibesar-besarkan, tetapi tidak nyata.

4. Menyombongkan diri berarti tinggi hati, menunjuk kepada orang yang angkuh.

5. Pemfitnah berarti menuduh orang lain dengan yang bukan-bukan.

6. Berontak terhadap orang tua, baik orang tua jasmani maupun orang tua rohani (gembala sidang), persis seperti Datan dan Abiram.

7. Tidak tahu berterima kasih. Hati-hati saudara, kita ini sudah mendapat banyak pengertian lalu TUHAN tarik untuk masuk dalam kandang penggembalaan, belajar untuk tahu berterimakasih.

8. Tidak memperdulikan agama. Hati-hati, jangan sampai kita seperti Datan dan Abiram, tidak peduli dengan agama, mereka hanya peduli dengan posisi, kedudukan, jabatan, pangkat yang tinggi, sampai berani menuduh Musa dengan yang bukan-bukan.

9. Tidak tahu mengasihi. Dalam mengasihi kita sudah mengetahui dasar yang baik, karena TUHAN sudah menunjukkan kasih-Nya di atas kayu salib, namun persoalannya adalah hati ini.

10. Tidak mau berdamai = Tidak menghargai pelayanan pendamaian dari Imam Besar Agung.

11. Suka menjelekkan orang. Biasanya orang yang suka menjelekkan sesamanya adalah orang yang iri hati terhadap keberhasilan orang lain, terhadap kemajuan rohani orang lain, jangan itu terjadi di dalam diri kita masing-masing.

12. Tidak dapat mengekang diri. Kalau ada kekang seperti kekang kuda maka kuda dapat dikendalikan, tetapi kalau tidak ada kekang berarti tidak dapat mengekang diri, tidak mau dikendalikan oleh Roh TUHAN, Firman TUHAN, dan Kasih TUHAN.

13. Garang. Berarti, berani berbuat sesuatu yang negatif. Kita harus punya keberanian menghadapi kesulitan, tetapi dasarnya adalah kasih, tapi orang yang garang adalah orang yang berani, tetapi tanpa kasih.

14. Tidak suka yang baik berarti suka yang tidak baik, yang kotor, yang najis, dan seterusnya.

15. Suka mengkhianat. Berarti suka main belakang. Itu sebabnya saya katakan, seringkali saya ingatkan, kalau melakukan segala sesuatu yang terkait dengan ibadah pelayanan dalam penggembalaan ini, ayo ceritakan lebih dahulu kepada TUHAN, jangan langsung ambil keputusan / bertindak, tidak baik, itu namanya roh pengkhianat. 

Kalau sudah tergembala, ayo kita harus transparan. Jangan tiba-tiba hubungi si A, hubungi si B, tanpa diketahui oleh gembala mu, itu pengkhianat. Kalau terkait dengan ibadah pelayanan (Kerajaan Sorga), semua harus transparan di hadapan TUHAN, tidak boleh mengambil jalan sendiri.

16. Tidak berpikir panjang, berarti berpikir pendek = Suka mengambil jalan pintas sekalipun ujungnya maut. Kemudian, tidak memiliki pandangan nubuatan = Tidak visioner. 

Orang semacam ini mudah sekali terlena dengan arus dunia yang menghanyutkan dan menenggelamkan sampai membinasakan ke dasar keterpurukan. 

17. Berlagak tahu, sebetulnya tidak tahu apa-apa.

Saya berikan contoh, orang pandai (pintar), tidak sama dengan orang bijaksana. Orang pandai (pintar) mungkin pandai dalam satu bidang, umpama dalam bidang tekhnologi, komputerisasi, tetapi kehidupan semacam ini rentan terhadap dosa, berarti tidak bijaksana. Sedangkan orang bijaksana bertindak dengan bijaksana, dia tahu mengambil keputusan yang tepat dihadapan TUHAN. 

Sedangkan orang yang berlagak tahu, tidak bijaksana.

18. Lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah. Berarti menolak untuk dipimpin oleh Roh ALLAH yang suci, yang penting bahagia dengan hawa nafsu saja dia tidak peduli  dengan TUHAN. 

Inilah kehidupan yang menolak untuk dipimpin oleh Roh EL-Kudus.


Inilah 18 (delapan belas) macam dosa akhir zaman. Maka Datan dan Abiram masuk dalam kategori 18 (delapan belas) macam dosa akhir zaman. Berarti Datan dan Abiram ini sama saja dengan menghujat kemah kediaman ALLAH/menghujat Roh Allah, yaitu: Ibadah dan pelayanan. 



Saudara, jika hidup di dalam tabiat daging, yang dikaitkan dengan Peta Zaman, seumpama hidup di zaman ALLAH Bapa, berada pada 2000 tahun yang pertama. Artinya; orang yang menghujat ALLAH Bapa masih diampuni sebab darah Yesus masih tersedia di depan, yaitu 2000 tahun yang kedua, pada zaman Anak ALLAH. Tetapi kalau kita menghujat Roh ALLAH yang suci, seumpama berada pada zaman Roh ALLAH yaitu: 2000 tahun yang kedua, maka tidak ada lagi pengampunan. 

Demikianlah Datan dan Abiram, dosa mereka masuk dalam dosa akhir zaman, menghujat Roh ALLAH yang suci. Berarti bagi Datan dan Abiram, tidak ada lagi pengampunan sebagaimana yang tertulis di dalam Injil Matius 12:31 – “…hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni.”



Memang tadi Datan dan Abiram telah menimbulkan dosa bagi Musa itulah dosa amarah. 

Amarah adalah salah satu butir dari 15 (lima belas) tabiat daging, tepatnya pada butir yang ke-9. Tetapi kalau manusia hidup di dalam daging, masih ada kesempatan untuk mendapatkan pengampunan. Sedangkan bagi mereka yang menghujat Roh ALLAH yang suci, tidak akan TUHAN ampuni lagi. 

Oleh sebab itu, pada zaman 2000 tahun yang ketiga ini, semestinya kita harus lebih sungguh-sungguh lagi menghargai kemah kediaman ALLAH, menghargai kegiatan Roh ALLAH yang suci, itulah ibadah dan pelayanan. Jangan justru kita menghujat Roh ALLAH yang suci. Ingat di depan adalah hari ketujuh, hari sabat, hari perhentian, itulah Kerajaan 1000 tahun di bumi.


2 Timotius 3:5

(3:5) Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!


Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka. Pendeknya, Datan dan Abiram menjalankan ibadah lahiriah disebut juga ibadah taurat, contoh: Mulut memuliakan Tuhan, tetapi hatinya jauh dari Tuhan.


Matius 15:1-3 --- Perikop: "Perintah Allah dan adat istiadat Yahudi."

(15:1) Kemudian datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus dan berkata: (15:2) "Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan." (15:3) Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Mengapa kamu pun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?


Orang-orang Farisi sibuk dengan aturan-aturan secara lahiriah, mereka berpegang teguh pada adat istiadat orang-orang Yahudi, tetapi mengabaikan Firman TUHAN.


Matius 15:4-6

(15:4) Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati. (15:5) Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah, (15:6) orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri.


Akibat sibuk dengan aturan-aturan secara lahiriah, tetapi mengabaikan Firman TUHAN:

  • Tidak menghormati orang tua jasmani dan orang tua rohani, dan 

  • Suka berdalih/mencari alasan untuk membenarkan diri.


Matius 15:7-9

(15:7) Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu: (15:8) Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. (15:9) Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."


Sibuk dengan yang lahiriah namun memberontak terhadap orang tua rohani disebutlah ORANG MUNAFIK.

Munafik; di luar dan di dalam tidak sama, di luar bisa tampak baik, tetapi di dalam tidak.

Contoh: Mulutnya memuliakan Tuhan, tetapi hatinya jauh dari Firman Tuhan yang disampaikan/diajarkan kepada orang Farisi tadi. 

Singkat kata, orang-orang Farisi sibuk dengan yang lahiriah, tetapi sayang mereka memberontak terhadap orang tua rohani sehingga mereka disebut sebagai orang munafik.

Pendeknya, menjalankan ibadah secara taurat / ibadah lahiriah adalah IBADAH YANG SIA-SIA / IBADAH YANG PERCUMA.


Matius 15:10-11

(15:10) Lalu Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka: (15:11) "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang."


Dampak negatif hidup dalam kemunafikan = Menajiskan seseorang.

Apa yang keluar dari mulut itu yang menajiskan seseorang, itulah akibat kemunafikan.

Jadi meskipun seseorang mungkin tidak berzinah secara fisik, tetapi kalau seseorang hidup di dalam kemunafikan, itu yang menajiskan dia. 

Yang keluar tadi tampak manis, tetapi di dalam tidak, itu yang menajiskan seseorang.


Tetapi kita harus berjuang, jangan bertahan dengan kebodohan seperti Datan dan Abiram. 

Jadi kemunafikan itu, menajiskan seseorang dan itu haram bagi TUHAN.


Imamat 11:1-7 --- Perikop: "Binatang yang haram dan yang tidak haram."

(11:1) Lalu TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun, kata-Nya kepada mereka: (11:2) "Katakanlah kepada orang Israel, begini: Inilah binatang-binatang yang boleh kamu makan dari segala binatang berkaki empat yang ada di atas bumi: (11:3) setiap binatang yang berkuku belah, yaitu yang kukunya bersela panjang, dan yang memamah biak boleh kamu makan. (11:4) Tetapi inilah yang tidak boleh kamu makan dari yang memamah biak atau dari yang berkuku belah: unta, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah; haram itu bagimu. (11:5) Juga pelanduk, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah; haram itu bagimu. (11:6) Juga kelinci, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah, haram itu bagimu. (11:7) Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu.


Binatang-binatang yang haram / najis yang tidak boleh dimakan antara lain:

  • Unta, pelanduk, dan kelinci.

Alasannya : memamah biak, tetapi tidak berkuku belah.

  • Babi hutan.

Alasannya: berkuku belah, tetapi tidak memamah biak.

Inilah jenis-jenis binatang yang haram / najis, tidak boleh disentuh apalagi dimakan. 


Pada ayat 1-3 adalah binatang yang tidak haram, boleh dimakan, yaitu; 

a. Berkuku belah dua bersela panjang.

b. Memamah biak.

Maka binatang yang tidak berkuku belah dua dan tidak memamah biak, itu haram / najis, tidak boleh disentuh apalagi dimakan.


Terkait: KUKU BELAH DUA, BERSELA PANJANG.

Menunjuk kepada: Firman ALLAH yang ditulis dalam Kitab Suci seutuhnya, di dalam Perjanjian Lama (PL) dan Perjanjian Baru (PB), dari kitab KEJADIAN sampai kepada kitab WAHYU, yang seluruhnya ada 66 kitab.

Panjangnya perjalanan hidup kita akan terus dipimpin oleh Firman Allah / Kitab Suci yang tertulis pada Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru sampai akhir perjalanan hidup kita yaitu Yerusalem Baru = bersela panjang.


PERJANJIAN LAMA  terdiri dari 39 (tiga puluh sembilan) Kitab, seluruhnya ditulis oleh para Nabi.

Tugas Nabi adalah: Bernubuat/membukakan rahasia firman ALLAH. 

Kegunaan Firman nubuat ialah: memberitahukan kepada kita tentang apa yang akan terjadi, sehingga kita mempunyai masa depan yang lebih baik.

Tidakkah kita bersyukur bahwa TUHAN senantiasa memberi pengertian kepada kita, hendaklah hati TUHAN menyatu dengan hati kita, sebab isi hati TUHAN dicurahkan di dalam hati kita.


PERJANJIAN BARU terdiri dari 27 kitab  seluruhnya ditulis oleh para Rasul, untuk memperlihatkan kepada kita Kerajaan Sorga yang adalah takhta ALLAH.

Itulah yang disebut dengan berkuku belah dua bersela panjang. Baik Firman nubuat membuat hidup kita panjang sekali, juga Firman para Rasul membuat hidup kita panjang sekali.

Oleh sebab itu, dilarang untuk makan binatang yang haram / menikmati kenajisan, kehidupan semacam ini tidak mempunyai masa depan. Dan tidak berhak mewarisi kerajaan Sorga. 

Itulah yang terkait dengan berkuku belah dua bersela panjang.


Terkait: MEMAMAH BIAK.

Berarti, makan rumput siang hari dan malam hari dikunyah kembali sampai memperoleh sari-sarinya, arti rohaninya: Merenungkan Firman Tuhan siang dan malam.


Mazmur 1:2 --- Perikop: "Jalan orang benar dan  jalan orang fasik"

(1:1) Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh


Berbahagialah orang yang:

1. Tidak berjalan menurut nasihat orang fasik.

Orang fasik = orang yang tidak mengakui adanya TUHAN. 

2. Tidak berdiri di jalan orang berdosa.

Orang berdosa → orang yang tidak takut akan TUHAN. 

3. Tidak duduk dalam kumpulan pencemooh.

     Pencemooh 🡪 orang yang menghina, mengejek disertai dengan merendahkan Ibadah dan Pelayanan.

     

Mazmur 1:2

(1:2) tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.


 “…Kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.” = memamah biak rohani.

Jadi binatang yang tidak haram, seperti lembu sapi; berkuku belah dua sekaligus memamah biak; siang hari makan rumput, malam hari dikunyah kembali sampai memperoleh sari-sarinya. 

Bukankah di dalam perut kita ada zat asam, mengelola semua makanan, dilumat, dikelola, dan sari-sarinya dikirimkan melalui urat-urat lewat darah ke seluruh organ kehidupan kita ini?

Urat-urat → Hamba-hamba TUHAN. 

Oleh sebab itu, mari kita memamah biak rohani, renungkanlah Firman TUHAN itu siang dan malam.

Inilah kehidupan yang tidak najis, kehidupan yang berbahagia; inilah hidup yang harus dinikmati, yaitu; berkuku belah, bersela panjang, dan memamah biak.

Ini yang harus kita nikmati dalam hidup ini. Jangan kita seperti Datan dan Abiram, mereka menjalankan ibadah secara taurat (ibadah lahiria), itu yang menajiskan mereka, hal yang tidak boleh disentuh, apalagi dinikmati. 


Imamat 11:8

(11:8) Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu.


Binatang yang tidak; 

  • Berkuku belah dua bersela panjang, dan

  • Memamah biak.

Jangan dimakan dan jangan disentuh sebab itu haram hukumnya. 

Marilah kita menikmati binatang yang berkuku belah dua bersela panjang dan memamah biak, AMIN.



TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI


Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang