KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Wednesday, May 13, 2026

IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 09 MEI 2026

 


IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 09 MEI 2026

STUDY YUSUF

 

Kejadian 44:18-34

(Seri 18)

 

Subtema: CAHAYA INJIL TENTANG KEMULIAAN KRISTUS

 

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN oleh karena rahmat-Nya besar dinyatakan kepada kita sehingga kita boleh berkumpul di dalam rumah TUHAN dan berada di hadirat TUHAN lewat Ibadah Kaum Muda Remaja.

 

Saya juga tidak lupa menyapa Kaum Muda Remaja, saudara/saudari, Bapak/Ibu juga yang mengikuti ibadah pemberitaan Firman lewat online, kiranya damai sejahtera ada di hati kita, sehingga damai sejahtera itu memberi sukacita, bahagia, saat kita duduk diam mendengarkan sabda ALLAH.

 

Mari selanjutnya kita ikuti STUDY YUSUF sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Kaum Muda Remaja.

 

Kejadian 44:18-34 ---Perikop: “Yehuda membela Benyamin”

Seluruhnya merupakan tutur kata Yehuda kepada Yusuf sebagai mangku negara atau raja muda di Mesir, yang memohonkan kelepasan bagi Benyamin.

 

Alasan Yehuda memohon kelepasan bagi Benyamin…

Kejadian 44:29-31

(44:29) Jika anak ini kamu ambil pula dari padaku, dan ia ditimpa kecelakaan, maka tentulah kamu akan menyebabkan aku yang ubanan ini turun ke dunia orang mati karena nasib celaka. (44:30) Maka sekarang, apabila aku datang kepada hambamu, ayahku, dan tidak ada bersama-sama dengan kami anak itu, padahal ayahku tidak dapat hidup tanpa dia, (44:31) tentulah akan terjadi, apabila dilihatnya anak itu tidak ada, bahwa ia akan mati, dan hamba-hambamu ini akan menyebabkan hambamu, ayah kami yang ubanan itu, turun ke dunia orang mati karena dukacita.

 

Apabila Benyamin tidak kembali ke Kanaan, maka Yakub:

        Turun ke dunia orang mati karena nasib celaka… (ayat 29).

        Turun ke dunia orang mati karena dukacita… (ayat 31).

 

Perlu untuk diketahui; Mati karena nasib celaka dan mati karena dukacita = Binasa

Sesungguhnya TUHAN tidak menghendaki kebinasaan manusia, melainkan supaya beroleh hidup yang kekal… Yohanes 3:16.

 

Contoh: MATI KARENA NASIB CELAKA

 

Saudara, pada Wahyu 9 dan Wahyu 11 terdapat tiga celaka sebagai penghukuman dari sangkakala yang kelima, sangkakala yang keenam, dan sangkakala yang ketujuh.

 

CELAKA PERTAMA: Wahyu 9:1-12

CELAKA KEDUA: Wahyu 9:13-21.

CELAKA KETIGA: Wahyu 11:15-19.

 

Sekarang kita masih membahas: CELAKA KEDUA (bagian kelima).

 

Adapun CELAKA KEDUA terjadi pada saat malaikat yang keenam meniup sangkakalanya pada Wahyu 9:13-21, namun CELAKA KEDUA ini ada kaitannya dengan Wahyu 10 dan Wahyu 11.

 

Wahyu 10:1-11 berbicara tentang: “Gulungan Kitab yang Terbuka” yaitu; Pengajaran Firman ALLAH yang murni dan yang benar itulah:

-          Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan.

-          Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.

 

KEGUNAAN FIRMAN PENGAJARAN YANG RAHASIANYA DIBUKAKAN:

Mazmur 119:130

(119:130) Bila tersingkap, Firman-Firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.

 

Manfaat pembukaan rahasia Firman ALLAH, memberi dua hal:

1.       Memberi terang = seseorang tidak lagi tinggal didalam kegelapan. Artinya; tidak ada lagi tempat untuk menyembunyikan dosa.

2.       Memberi pengertian kepada orang-orang bodoh = orang-orang bodoh mempunyai pengertian, sehingga orang-orang bodoh tidak lagi mengulangi kesalahan sebagai perbuatan bodoh.

 

Petrus adalah salah satu murid Yesus yang selalu mengulangi kesalahan sebagai perbuatan bodoh, namun pada akhirnya Petrus terselamatkan, sebab pengertian-pengertian yang dia terima dari TUHAN menolong dia.

Oleh sebab itu teruslah berdoa, memohonlah kepada TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu senantiasa meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.

 

2 Petrus 1:16 ---Perikop: “Nubuat tentang kemuliaan Kristus telah digenapi”

(1:16) Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan TUHAN kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya.

 

Petrus menolak keras ajaran lain yaitu; dongeng nenek-nenek tua, cerita-cerita isapan jempol manusia, termasuk takhayul-takhayul dan filsafat kosong manusia. Sebaliknya ia berpegang teguh kepada Berita Injil yaitu:

1.       Injil Keselamatan (Efesus 1:13).

2.       Injil Kerajaan (Matius 24:14).

 

Maka didalam 2 Petrus 1:16 disitu juga dikatakan Petrus tetap berpegang teguh kepada:

1.       “Kuasa”… berarti; Injil Keselamatan.

Tanda Injil Keselamatan: ada kuasa kesembuhan, kuasa mengadakan mujizat, kuasa mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib dan kuasa mengusir setan.

2.       Kedatangan TUHAN kita, Yesus Kristus sebagai raja disebut juga Injil Kerajaan.

 

a.       MANFAAT INJIL KESELAMATAN: orang-orang yang menerima Yesus menjadi percaya, bertobat, dilahirkan kembali lewat Baptisan air, selanjutnya dipenuhkan oleh Roh-El Kudus = dibenarkan 🡪 orang-orang yang dibenarkan ALLAH.

Kemudian di tengah-tengah Injil Keselamatan, (ketika Injil Keselamatan diberitakan) disitu terjadi mujizat-mujizat dan perbuatan-perbuatan ajaib termasuk mujizat kesembuhan. Namun antusias kita tidak boleh berhenti sampai disitu tetapi harus dilanjutkan sampai kepada Injil Kerajaan, sebagaimana yang tertulis dalam Ibrani 6:1 --- Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Kemudian tertulis pada 1 Timotius 4:6.

 

b.       MANFAAT INJIL KERAJAAN: membawa gereja TUHAN / membawa sidang jemaat sampai kepada kesempurnaan, disebut juga Sidang Mempelai TUHAN, Bercahaya Kemuliaan ALLAH.

Pendeknya; Injil Kerajaan disebut juga Cahaya Injil tentang Kemuliaan Kristus.

 

 

KITA AKAN LIHAT “CAHAYA INJIL TENTANG KEMULIAAN KRISTUS”

2 Korintus 4:3-6

(4:3) Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, (4:4) yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran ALLAH.

 

Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan disebut juga dengan Cahaya Injil tentang Kemuliaan Kristus sangat berkuasa membawa sidang jemaat kembali kepada gambar wujud ALLAH berarti; Bercahaya Kemuliaan ALLAH.

 

2 Korintus 4:5

(4:5) Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai TUHAN, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus.

 

Paulus menolak untuk memberitakan dongeng nenek-nenek tua, cerita-cerita isapan jempol manusia sama persis seperti Petrus.

 

2 Korintus 4:6

(4:6) Sebab ALLAH yang telah berFirman: "Dari dalam gelap akan terbit terang!", Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan ALLAH yang nampak pada wajah Kristus.

 

Dari dalam gelap akan terbit terang, artinya; Injil Kerajaan atau Cahaya Injil tentang Kemuliaan Kristus sangat berkuasa melepaskan kita dari kegelapan sehingga kita dibawa kepada terangnya TUHAN, yakni; menjadi sidang mempelai TUHAN Bercahaya Kemuliaan ALLAH.

 

Hal ini kita bandingkan dengan Petrus didalam…

2 Petrus 1:17-18

(1:17) Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari ALLAH Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." (1:18) Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus.

 

Singkat kata; TUHAN datang kepada Petrus dalam kemuliaan yang sangat besar untuk memberi pengertian kepada Petrus dalam kebodohannya.

 

2 Petrus 1:19

(1:19) Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh Firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.

 

Memperhatikan Firman yang rahasianya dibukakan (Firman nubuat) sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat gelap.

Kuasa dari Firman yang rahasianya dibukakan, yaitu:

1.       Sampai fajar menyingsing.

Artinya; oleh kuasa Firman yang rahasianya dibukakan kita dilepaskan dari kegelapan, sehingga kita dibawa kepada terang yang ajaib.

2.       Bintang timur terbit bersinar di dalam hati kita = Bercahaya Kemuliaan ALLAH.

Sebab Yesus tampil sebagai Raja dan mempelai Laki-laki Sorga, sedangkan gereja TUHAN yang sempurna tampil sebagai sidang mempelai wanita TUHAN.

 

Jadi saudara, ini harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh karena terkait dengan CELAKA KEDUA.

 

Masih lanjut kita membaca…

2 Petrus 1:20-21

(1:20) Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, (1:21) sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama ALLAH.

 

Nubuat dalam Kitab Suci / Firman yang rahasianya dibukakan tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak diri sendiri.

Sebab pembukaan rahasia Firman terjadi jelas karena Ilham Roh Kudus yaitu ayat Firman ALLAH dijelaskan oleh ayat Firman ALLAH dalam Kitab Suci dari Kejadian sampai Kitab Wahyu.

 

Syarat untuk mendapatkan pembukaan rahasia Firman ALLAH: berada di atas gunung TUHAN yang kudus, berarti setia terhadap ibadah dan pelayanan = Tekun dalam tiga macam ibadah pokok.

 

Doa saya kiranya Kaum Muda Remaja GPT Betania tetaplah tekun dalam tiga macam ibadah pokok:

1.       Tekun dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan Perjamuan Suci.

2.       Tekun dalam Ibadah Raya Minggu disertai dengan Kesaksian Roh.

3.       Tekun dalam Ibadah Doa Penyembahan.

Sebagaimana tiga alat yang terdapat didalam RUANGAN SUCI merupakan gambaran dari Gunung kudus TUHAN.

 

Kita akan melihat hal itu…

Matius 17:4-5

(17:4) Kata Petrus kepada Yesus: "TUHAN, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." (17:5) Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."

 

Singkat kata; Petrus hendak mendirikan tiga kemah; satu untuk TUHAN, satu untuk Musa dan satu untuk Elia, sama artinya mendirikan rumah TUHAN atau membangun gereja sampai sempurna menurut kehendak manusia Petrus.

 

Ingat gereja TUHAN (sidang jemaat) dibawa masuk dalam Kegerakan yang besar itulah Pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna bukan karena kehendak manusia menafsirkan Firman itu, tetapi oleh karena Ilham Roh-El Kudus.

 

Tetapi dalam kebodohan Petrus, TUHAN datang dalam Kemuliaan yang besar untuk memberi pengertian bahwa sesungguhnya rumah TUHAN dibangun (dibentuk) menjadi tubuh Kristus yang sempurna jelas karena Cahaya Injil tentang Kemuliaan Kristus.

Sebab…

1.       Pada ayat 5 dikatakan; "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."

2.       Pada ayat 2 dikatakan; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.

Ini berbicara tentang Cahaya Injil tentang Kemuliaan Kristus.

 

Jadi hindarilah dongeng nenek-nenek tua, cerita-cerita isapan jempol manusia, termasuk takhayul-takhayul dan filsafat-filsafat kosong manusia. Sebab pada CELAKA KEDUA itu bersamaan dengan malaikat yang keenam meniup sangkakalanya, maka dilepaskanlah keempat malaikat yang terikat dekat sungai Efrat dan itu terjadi pada jam dan hari, bulan dan tahun untuk membunuh sepertiga umat manusia (Wahyu 9:14-15).

 

Saat ini jumlah penduduk bumi berada di angka 8,3 Miliar. Sepertiga dari angka 8,3 Miliar berarti 2,7 Miliar. Demikianlah nanti umat manusia dibunuh pada saat sangkakala keenam ditiup bersamaan dengan keempat malaikat yang terikat dekat sungai Efrat itu, dilepaskan untuk membunuh sepertiga penduduk bumi.

Dan jumlah tentaranya kurang lebih 200 juta diseluruh dunia ini nanti dan mereka disebut juga pasukan berkuda yang terlatih (memiliki pertahanan yang kuat dan memiliki strategi yang hebat untuk mengalahkan musuhnya).

 

Tetapi disitu TUHAN masih memberi kesempatan supaya kita mendapat pertolongan yaitu: TUHAN MENYATAKAN GULUNGAN KITAB, artinya itu adalah masa krisis (masa sulit), tetapi disitu masih ada gulungan Kitab yang terbuka --- (10:1) Dan aku melihat seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga, berselubungkan awan, dan pelangi ada di atas kepalanya dan mukanya sama seperti matahari, dan kakinya bagaikan tiang api. (10:2) Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka. Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi… Wahyu 10:1-2.

 

Inilah yang harus kita cari dan yang harus kita tunggu-tunggu dalam setiap pertemuan ibadah kita sekarang ini, bukan sekedar mencatat tetapi tidak beroleh pengertian.

Tetapi dalam pertemuan ibadah kita harus menikmati pembukaan rahasia Firman itulah gulungan Kitab yang terbuka. Gulungan Kitab nya memang kecil, tetapi rahasianya apabila dibukakan sangat besar sekali dan kuasanya besar untuk menolong kita pada saat tampilnya pasukan berkuda dengan jumlah 200 juta di seluruh dunia.

 

Jadi jangan kita bodoh seperti kebodohan Simon Petrus, dahulu dia suka dengan dongeng nenek-nenek tua, cerita-cerita isapan jempol, takhayul-takhayul termasuk filsafat-filsafat kosong manusia.

Namun pada akhirnya persis di atas gunung TUHAN yang tinggi, disitu TUHAN datang dalam kemuliaan-Nya yang sangat besar memberi pengertian kepada Petrus dalam kebodohannya; bahwa gereja TUHAN dibawa masuk dalam kegerakan yang besar itulah Pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna, yang disebut sidang mempelai wanita TUHAN.

 

Jadi di hari-hari terakhir ini, kita harus menyerahkan diri untuk dibawa masuk dalam kegerakan yang besar, yaitu Pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna, sama artinya; sibuk mencari pembukaan rahasia Firman ALLAH, itulah Gulungan Kitab yang Terbuka.

Hanya itu satu-satunya cara untuk menolong gereja TUHAN, itulah Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan, dan Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, tidak ada cara lain.

 

Jadi semestinya gereja hujan akhir harus sibuk untuk mencari gulungan Kitab yang terbuka, itu sebabnya kita pun berjuang untuk membawa Firman Pengajaran Mempelai dalam Terangnya Tabernakel lewat Paskah PPT yang sudah didepan mata; pada tanggal 27 dan 28 di bulan Mei dan lewat Natal PPT, masing-masing kita adakan dua hari seminar sebanyak tiga kali ibadah. Dan kita senantiasa mendoakan supaya dalam seminar, disitu dinyatakan gulungan Kitab yang terbuka. Jadi gulungan Kitab sangat dibutuhkan oleh gereja TUHAN sampai pada masa 3½ tahun yang pertama, dimana antikris memerintah sampai petang hari.

Jadi jangan berhenti untuk berdoa, supaya dalam setiap pertemuan ibadah dalam Penggembalaan GPT Betania kita beroleh kasih karunia lewat gulungan Kitab yang terbuka.

 

DAMPAK POSITIF MENERIMA GULUNGAN KITAB YANG TERBUKA: Gereja TUHAN dibela dari setan tritunggal yaitu;

1.       Naga 🡪 roh-roh jahat di udara = ujian dari atas.

2.       Laut 🡪 antikris, yang nanti akan berkuasa 7 tahun penuh di atas muka bumi ini yang memuncak pada 3 ½ tahun yang kedua.

3.       Darat / bumi 🡪 nabi-nabi palsu dengan ajarannya yang palsu yang membinasakan.

 

Wahyu 10:2;5

(10:2) Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka. Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi, (10:5) Dan malaikat yang kulihat berdiri di atas laut dan di atas bumi, mengangkat tangan kanannya ke langit,

 

Jadi dengan gulungan Kitab yang terbuka, inilah cara TUHAN untuk menolong kita menahan kuasa dari setan tritunggal. Jadi jangan ragu dengan gulungan Kitab. Yakinlah dengan gulungan Kitab yang terbuka; itulah Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan dalam terangnya Roh-El Kudus dan Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, tidak usah mendua hati.

Itu yang akan menolong kita, seperti Simon Petrus dalam kebodohannya diberi pengertian, dan akhirnya dia tertolong dan diselamatkan. Karena Petrus ini berulang kali melakukan kesalahan, baik dalam pengikutannya selama 3 ½ tahun, maupun setelah Yesus mati tiga hari tiga malam ia juga kembali kepada tabiat yang lama.

 

Wahyu 10:9

(10:9) Lalu aku pergi kepada malaikat itu dan meminta kepadanya, supaya ia memberikan gulungan kitab itu kepadaku. Katanya kepadaku: "Ambillah dan makanlah dia; ia akan membuat perutmu terasa pahit, tetapi di dalam mulutmu ia akan terasa manis seperti madu."

 

Kita berdoa memohon supaya TUHAN memakai malaikat sidang jemaat didalam hal membukakan rahasia Firman. Jadi jangan diam saja berarti; harus bertindak, memohon, sebab disini dikatakan pergi kepada malaikat itu dan meminta kepadanya ini tugas kita sekarang.

 

Gulungan Kitab yang terbuka;

1.       Di perut terasa pahit.

Artinya; ketika Firman ALLAH yang dibukakan itu berproses didalam diri kita, memang sakit rasanya, sebab daging ini pasti tersalib.

2.       Di mulut manis rasanya seperti madu.

Artinya; Firman yang dibukakan itu sangat berkuasa untuk memulihkan kehidupan kita, menolong sampai menyelamatkan kita.

 

Sama seperti Yohanes pergi kepada malaikat itu dan meminta kepadanya gulungan Kitab yang terbuka. Jadi kalau rasanya pahit sabar-sabar saja, ditengah Firman itu sedang berproses didalam diri kita memang sakit rasanya, pahit rasanya, tetapi hasilnya memberi kepuasan.

TUHAN pasti tolong kita dan menyelamatkan kita dari CELAKA KEDUA yaitu tepatnya pada saat malaikat keenam meniup sangkakalanya, karena bersamaan dengan itu keempat malaikat yang terikat dekat sungai Efrat dilepaskan untuk membunuh sepertiga dari umat manusia.

 

Jadi pertolongan kita hanyalah datang dari TUHAN.

Dari tangan TUHAN kita menerima gulungan Kitab yang terbuka, oleh sebab itu doakan senantiasa, berjuanglah disitu baik saya, saudara kita semua.

 

Wahyu 10:11

(10:11) Maka ia berkata kepadaku: "Engkau harus bernubuat lagi kepada banyak bangsa dan kaum dan bahasa dan raja."

 

Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan dalam terangnya Roh-El Kudus, dan Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel harus disampaikan kepada bangsa-bangsa, kaum dan bahasa, dan kepada imamat rajani (hamba-hamba TUHAN) lewat Paskah PPT kita adakan seminar dua hari, tiga kali kebaktian, juga nanti seminar Natal PPT dua hari tiga kali kebaktian.

Inilah tugas kita sekarang ini, meskipun rasanya sakit tidak mengapa, asal kita ada didalam rencana TUHAN itu yang terpenting. Karena penderitaan yang kita alami tidak sebanding dengan Kemuliaan yang akan kita terima jauh melebihi dari penderitaan kita.

 

Jadi saudara perhatikanlah ini semua, tetaplah berada dalam rencana TUHAN.

TUHAN Yesus memberkati kita semua. Amin.

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

 

Pemberita Friman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

Tuesday, May 12, 2026

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 05 MEI 2026



IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 05 MEI 2026

 

SURAT YUDAS 1:11

(Seri: 21)

 

Subtema: MEMUTAR BALIK FAKTA

 

Shalom.

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus untuk selanjutnya digembalakan oleh korban sehari-hari sampai kepada dua klimaks;

1.    Kesempurnaan dari Mempelai TUHAN.

2.    Wujudnya doa penyembahan.

 

Dan sebentar kita akan tersungkur di ujung kaki salib TUHAN, sujud menyembah kepada Dia, biarlah itu terjadi, tentu saja setelah hati dan hidup kita diteguhkan oleh kebenaran dari Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel karena Yesus adalah Tabernakel sejati.

 

Mari kita sambut SURAT YUDAS sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan dari Yudas 1:11 sebagai seri yang ke-21. Doa saya biarlah kiranya damai sejahtera menguasai hati kita semua sehingga kita boleh duduk diam dan tenang saat mendengarkan sabda ALLAH. Namun tetaplah berdoa dalam Roh mohon kemurahan daripada TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.

 

Yudas 1:11

(1:11) Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

“Celakalah mereka...” antara lain:

a.       Karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain.

b.       Oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam.

c.       Mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

Tentang: MEREKA BINASA KARENA KEDURHAKAAN SEPERTI KORAH (Bagian 9)

 

Bilangan 16:1-2 -- Perikop: "Pemberontakan Korah, Datan dan Abiram."

(16:1) Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang Ruben, mengajak orang-orang (16:2) untuk memberontak melawan Musa, beserta dua ratus lima puluh orang Israel, pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya orang-orang yang kenamaan.

 

Korah dan kumpulannya bangkit untuk memberontak melawan Musa.

Adapun orang-orang yang bergabung dalam kumpulan Korah adalah: Datan, Abiram, dan On, serta 250 pemimpin-pemimpin kenamaan.

 

Bilangan 16:9-11

(16:9) Belum cukupkah bagimu, bahwa kamu dipisahkan oleh ALLAH Israel dari umat Israel dan diperbolehkan mendekat kepada-Nya, supaya kamu melakukan pekerjaan pada Kemah Suci TUHAN dan bertugas bagi umat itu untuk melayani mereka, (16:10) dan bahwa engkau diperbolehkan mendekat bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi? Dan sekarang mau pula kamu menuntut pangkat imam lagi? (16:11) Sebab itu, engkau ini dengan segenap kumpulanmu, kamu bersepakat melawan TUHAN. Karena siapakah Harun, sehingga kamu bersungut-sungut kepadanya?"

 

Di sini kita melihat, Korah menuntut pangkat imam lagi.

Inilah yang menjadi motif sehingga Korah dan kumpulannya memberontak melawan Musa dan Harun.

 

Padahal Korah dan segenap bani Lewi telah diberi kesempatan untuk:

-    Melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN.

-    Bertugas untuk melayani umat Israel.

Singkat kata, Korah dan kumpulannya bersepakat melawan Musa.

 

Bilangan 16:12

(16:12) Adapun Musa telah menyuruh orang untuk memanggil Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, tetapi jawab mereka: "Kami tidak mau datang.

 

Datan dan Abiram tidak mau datang ketika dipanggil oleh Musa, menunjukkan bahwa:

-    Datan dan Abiram tidak memiliki Roh ketundukan = Tidak taat dan tidak dengar-dengaran.

-    Tidak menghormati tahbisan suci dan urapan.

 

Bilangan 16:13-14

(16:13) Belum cukupkah, bahwa engkau memimpin kami keluar dari suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya untuk membiarkan kami mati di padang gurun, sehingga masih juga engkau menjadikan dirimu tuan atas kami? (16:14) Sungguh, engkau tidak membawa kami ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ataupun memberikan kepada kami ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka. Masakan engkau dapat mengelabui mata orang-orang ini? Kami tidak mau datang."

 

Datan dan Abiram menuduh Musa telah melakukan 2 (dua) hal yaitu :

-    Musa dituduh menjadikan dirinya tuan atas umat Israel.

     Sebenarnya tidaklah demikian, karena sesungguhnya Musa telah mengambil rupa hamba, dia telah merendahkan dirinya serendah-rendahnya dan hidup di dalam doa penyembahan.

 

-    Musa dituduh mengelabui mata umat Israel.

     Tuduhan ini menunjukkan bahwa Musa berlaku munafik / licik. Sebenarnya tidaklah demikian, karena sesungguhnya Musa setia dalam segenap rumah TUHAN dan dia hidup dalam ketulusan di hadapan TUHAN.

     Apapun yang dikerjakan oleh Musa di dalam rumah TUHAN, itu karena dia adalah orang yang tulus dan dia juga setia dalam segenap rumah TUHAN, bukan untuk mengelabui mata orang.

     Kita pun datang menghadap TUHAN, beribadah dan melayani TUHAN bukan untuk mengelabui mata orang, tidak untuk berlaku munafik.

 

DAMPAK NEGATIF tidak tunduk atau tidak menghormati tahbisan (urapan), Datan dan Abiram menganggap bahwa:

-    Tanah Mesir adalah suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya sehingga layak menjadi milik pusaka. Sedangkan,

-    Tanah Kanaan tidak diakui sebagai milik pusaka / tanah warisan.

Itu dampak negatif bila tidak ada ketundukan dan tidak menghormati tahbisan.

Intinya: Tidak percaya pada janji TUHAN, tidak percaya bahwa Sorga itu nyata. Kalau percaya bahwa Sorga itu nyata pasti ada ketundukan, pasti menghormati tahbisan dan yang terkait di dalamnya; ibadah dan pelayanan, karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh Kudus.

Singkat kata, Datan dan Abiram memutar balik fakta kebenaran.

 

Keluaran 1:10-12 -- Perikop: "Orang Israel ditindas di Mesir."

(1:10) Marilah kita bertindak dengan bijaksana terhadap mereka, supaya mereka jangan bertambah banyak lagi dan -- jika terjadi peperangan -- jangan bersekutu nanti dengan musuh kita dan memerangi kita, lalu pergi dari negeri ini." (1:11) Sebab itu pengawas-pengawas rodi ditempatkan atas mereka untuk menindas mereka dengan kerja paksa: mereka harus mendirikan bagi Firaun kota-kota perbekalan, yakni Pitom dan Raamses. (1:12) Tetapi makin ditindas, makin bertambah banyak dan berkembang mereka, sehingga orang merasa takut kepada orang Israel itu.

 

Orang Mesir menindas bangsa Israel dengan kerja paksa.

Tatapi anehnya, makin ditindas, makin bertambah banyak dan berkembang.

Dari sini saja kita bisa melihat bahwa sesungguhnya tanah Mesir adalah tanah perbudakan, bukan limpah susu dan madu.

Itu sebabnya tadi saya katakan; Datan dan Abiram telah memutar balik fakta kebenaran karena sesungguhnya tanah Mesir adalah tanah perbudakan.

Artinya: Oleh karena SALIB kerohanian seseorang akan semakin bertumbuh dan berkembang.

 

Jadi, kerohanian bertumbuh dan berkembang ke kiri dan ke kanan karena tekanan, penindasan itulah gambaran dan bayangan dari salib di Golgota.

Kerohanian berkembang bukan karena seseorang berhasil dalam hal mengerjakan suatu pekerjaan, bukan karena dia sudah mencapai cita-citanya.

 

Memang kita sudah mengakui bahwa tanah Mesir adalah tanah perbudakan, tetapi meskipun demikian, kalau kita mau menerima kenyataan hidup, kerohanian pasti bertumbuh dan berkembang. Tekanan dan penindasan adalah gambaran dari salib di Golgota.

Jangan kita mau berselisih satu dengan yang lain sekalipun ada sesuatu yang tidak cocok di hati. Jangan tiba-tiba kita hakimi orang lain, sabar-sabar saja. Kalau kita mau menerima tekanan pasti kerohanian kita bertumbuh dan berkembang, jangan cepat-cepat labrak orang lain, sabar-sabar saja dulu, kita mengambil sisi positifnya saja, meskipun tadi saya katakan; Mesir bukanlah milik pusaka, tidak limpah susu dan madu, tetapi sekalipun demikian, kita harus mengambil sisi positifnya. Meskipun tertindas dan tertekan, namun nanti kerohanian kita akan bertumbuh dan berkembang.

 

Kejadian 1:13-14

(1:13) Lalu dengan kejam orang Mesir memaksa orang Israel bekerja, (1:14) dan memahitkan hidup mereka dengan pekerjaan yang berat, yaitu mengerjakan tanah liat dan batu bata, dan berbagai-bagai pekerjaan di padang, ya segala pekerjaan yang dengan kejam dipaksakan orang Mesir kepada mereka itu.

 

Orang Mesir memahitkan hidup bangsa Israel dengan pekerjaan yang berat. Adapun pekerjaan berat tersebut:

1. Mengerjakan tanah liat.

2. Mengerjakan batu bata.

3. Mengerjakan berbagai-bagai pekerjaan di padang.

Tiga pekerjaan yang dikerjakan oleh bangsa Israel menandakan terjadinya peralihan status, yang awalnya datang dari Kanaan ke Mesir sebagai tamu yang dihormati, namun akhirnya menjadi budak tingkat rendah di Mesir.

Kalau umpamanya bekerja di Kantor, itukan lebih mulia dari orang yang mengerjakan tanah bercampur lumpur. Kelasnya orang yang mengerjakan tanah dengan orang yang bekerja di kantoran pasti beda.

 

Jadi dengan pekerjaan itu menandakan bahwa terjadilah peralihan status, awalnya sebagai tamu dihormati dari Kanaan namun akhirnya menjadi budak tingkat rendah di Mesir.

Hal ini mengingatkan kita pada pribadi Yesus Kristus, dari Sorga turun ke bumi, dengan demikian Ia rela melepaskan status-Nya dan reputasi-Nya sebagai ALLAH yang mulia dan menjadi manusia yang hina.

 

Sebagai manusia, Yesus telah

Filipi 2:5-8

(2:5) Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, (2:6) yang walaupun dalam rupa ALLAH, tidak menganggap kesetaraan dengan ALLAH itu sebagai milik yang harus dipertahankan, (2:7) melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. (2:8) Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

 

Yesus adalah ALLAH yang menjadi manusia, berarti dari Sorga turun ke bumi.

Berarti, Yesus telah melepaskan status-Nya dan reputasi-Nya sebagai ALLAH yang mulia, dan Ia rela menjadi manusia yang hina.

 

Sebagai manusia Ia telah:

a. MENGOSONGKAN DIRI, artinya:

1. Menghampakan diri = Hidup-Nya dengan sepenuhnya didominasi oleh Roh ALLAH yang suci (Ayat referensi: Yohanes 3:8).

2. Berada di titik nol, artinya: Merendahkan diri dengan serendah-rendahnya, bahkan mau menjadi kecil dan rela dikecilkan.

b.  MENGAMBIL RUPA SEORANG HAMBA.

     Dalam hal ini ALLAH telah dipermuliakan di dalam diri Yesus, hal itu dapat dibaca dan dipelajari di dalam Lukas 17:7-10.

 

Pendeknya, Yesus rela menjadi miskin supaya kita menjadi kaya, Dia yang mulia rela menjadi hina supaya kita menjadi mulia oleh karena salib kasar hina itu sendiri.

 

Yesus harus turun dari Sorga ke bumi, Yesus adalah ALLAH menjadi manusia supaya dengan demikian, Ia mendapat kesempatan menderita sengsara dan mati di atas kayu salib supaya yang miskin menjadi kaya, yang hina seperti tanah liat menjadi mulia.

Berarti dari sini kita bisa melihat, tidak ada ruginya beribadah dan melayani di tengah-tengah ibadah itu sendiri meskipun harus menyangkal diri dan memikul salib sampai berdarah-darah, tidak ada ruginya. Hanya orang bodoh saja yang mengatakan salib itu adalah kebodohan seperti Bangsa Kafir.

 

Kita lihat dulu, tanah liat / kehidupan yang hina menjadi mulia, telah Yesus kerjakan di atas kayu salib dan nabi Yeremia memberi perumpamaan itu di dalam …

Yeremia 18:1-6 -- Perikop: "Pelajaran dari pekerjaan tukang periuk."

(18:1) Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia, bunyinya: (18:2) "Pergilah dengan segera ke rumah tukang periuk! Di sana Aku akan memperdengarkan perkataan-perkataan-Ku kepadamu." (18:3) Lalu pergilah aku ke rumah tukang periuk, dan kebetulan ia sedang bekerja dengan pelarikan. (18:4) Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya. (18:5) Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya. (18:6) "Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!

 

Seperti tanah liat di tangan penjunan (tukang periuk), demikianlah hidup manusia di tangan TUHAN.

TUHAN Yesus Kristus adalah penjunan (tukang periuk), sedangkan manusia adalah tanah liat.

Berarti, TUHAN ALLAH berkuasa membentuk setiap kehidupan kita pribadi lepas pribadi, dan Ia membentuk kita menurut teladan ALLAH, segambar dan serupa dengan ALLAH sebagaimana Adam dan Hawa di dalam penciptaan semula.

 

Namun, apabila tanah liat (manusia) yang dibentuk-Nya itu rusak karena dosa-dosanya maka TUHAN juga sangat berkuasa untuk membentuk kembali menjadi BEJANA YANG BARU, bejana yang lebih baik lagi dan TUHAN telah mengerjakan hal itu 2000 tahun yang lalu di atas kayu salib.

Mari kita menyerahkan hidup yang hina ini, gambaran dari tanah liat ke dalam tangan pengasihan TUHAN sebab Dia adalah penjunan dan kita adalah tanah liat, Dia berkuasa untuk membentuk kita. Kalaupun ada kerusakan-kerusakan di sana-sini (dosa), Dia juga berkuasa untuk membentuk kita kembali lebih baik dari yang semula.

 

Jadi saudara, tanah Mesir itu tidaklah limpah susu dan madu, justru susu dan madu itu datang dari salib sebetulnya, kalau kita mengambil sisi positif dari pengalaman hidup ini, dari situ nanti kita bisa menikmati susu dan madu.

Tanah Mesir bukan tanah yang limpah susu dan madu.

 

Ayo, maknailah setiap pengalaman-pengalaman hidup yang kita lalui. Itu sebabnya kita banyak belajar dan terus belajar setiap hari sampai selama-lamanya, selama kita di bumi teruslah belajar untuk memaknai arti kehidupan atau pengalaman yang kita lalui. Pengalaman adalah guru yang terbaik, belajarlah dari pengalaman hidup.

 

Keterangan: BANGSA ISRAEL MENGERJAKAN BATU BATA.

Tujuannya untuk membangun dua kota yaitu: Pitom dan Raamses itulah kota-kota perbekalan bagi Firaun.

Hal ini mengingatkan kita pada zaman Yusuf, ia mendirikan lumbung untuk mengumpulkan gandum pada tujuh tahun kelimpahan di Mesir. Lalu setelah lewat tujuh tahun kelimpahan datanglah tujuh tahun kelaparan melanda dunia.

 

Kejadian 41:57

(41:57) Juga dari seluruh bumi datanglah orang ke Mesir untuk membeli gandum dari Yusuf, sebab hebat kelaparan itu di seluruh bumi.

 

Yusuf mendirikan lumbung-lumbung untuk mengumpulkan gandum sebagai perbekalan saat nanti tiba tujuh tahun kelaparan dan setelah tiba tujuh tahun kelaparan atas dunia, seluruh dunia datang ke Mesir untuk membeli gandum.

Namun yang sangat disayangkan kalau kita melihat pengalaman bangsa Israel pada ayat ini; kedua kota dibangun khusus untuk Firaun, bukan untuk dijual belikan bagi orang yang dilanda kelaparan.

 

Padahal Alkitab berkata di dalam, Amos 8:11; satu kali nanti akan terjadi kelaparan yang hebat, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan lapar dan haus akan mendengarkan Firman TUHAN.

Kalau Yusuf membangun / mendirikan lumbung-lumbung untuk menyimpan gandum sebanyak-banyaknya, itu persediaan di masa kelaparan. Tetapi Firaun mengumpulkan gandum sebagai perbekalan bagi dirinya sendiri, sangat egois sekali.

 

Keterangan: BANGSA ISRAEL MENGERJAKAN BERBAGAI-BAGAI PEKERJAAN DI PADANG.

Padang 🡪 Dunia dengan segala sesuatu yang ada di dalamnya.

 

Hal ini mengingatkan kita kepada ESAU.

-       Esau adalah seorang yang suka tinggal di padang, sebab

-       Esau adalah seorang yang suka daging buruan.

Yesus pernah berkata; tubuh-Nya adalah benar-benar makanan dan darah-Nya adalah benar-benar minuman.

Inilah makanan dan minuman yang sebenarnya seperti yang tertulis di dalam Yohanes 6:55 -- Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. --

Tubuh dan darah Yesus adalah makanan dan minuman yang benar. Jangan kita sama seperti Esau.

 

Keluaran 1:11

(1:11) Sebab itu pengawas-pengawas rodi ditempatkan atas mereka untuk menindas mereka dengan kerja paksa: mereka harus mendirikan bagi Firaun kota-kota perbekalan, yakni Pitom dan Raamses. (1:12) Tetapi makin ditindas, makin bertambah banyak dan berkembang mereka, sehingga orang merasa takut kepada orang Israel itu.

 

Tujuan kerja paksa atas bangsa Israel di Mesir adalah untuk MENINDAS.

Namun, semakin ditindas, semakin bertambah banyak dan berkembang.

 

Saudara, kita senantiasa berdoa, mohonlah kemurahan-Nya supaya TUHAN memberi kekuatan kepada kita untuk menghadapi segala jenis penindasan dan bila kita menyadari penindasan itu terjadi atas seijin TUHAN maka tentu rohani kita semakin hari akan semakin berkembang.

Jadi perkembangan rohani itu akan nyata dan semakin pesat bila kita sadar bahwa kita harus benar-benar menyangkal diri dan memikul salib.

 

Kalau begitu, mana yang lebih diuntungkan? Si penindas atau orang yang rela menerima tindasan?

Yang diuntungkan adalah: orang yang sadar dan rela menerima penindasan dan tekanan. Yang dirugikan adalah: orang yang menindas (menekan) orang lain. Itu dari sisi kacamata rohani, tetapi dari sisi kacamata manusia daging, si penindas itu diuntungkan dan yang tertindas dirugikan. Pilih mana, kita berpikir secara manusiawi atau berpikir secara rohani?

Singkat kata, tanah Mesir bukanlah suatu negeri yang berlimpah susu dan madu dan Mesir tidak layak untuk dijadikan sebagai milik pusaka.

 

Coba kita bandingkan dengan …

Ibrani 11:13-14

(11:13) Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-l ambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini. (11:14) Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan, bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air.

 

Lihat orang-orang / keturunan Abraham yang hidup dari iman Abraham; menganggap bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi. Dari situ kita bisa melihat bahwa; Mesir gambaran dari bumi tidak layak untuk dijadikan sebagai milik pusaka yang diwariskan. Tetapi mereka yang hidup dari iman Abraham tetap merindukan satu tanah air itulah tanah air sorgawi bahkan sampai mati pun mereka tetap melambai-lambaikan tangannya, mengharapkan satu tanah air untuk diwariskan kepada mereka sebagai milik pusaka yaitu tanah air sorgawi sebagaimana pada ayat 14; rindu mencari suatu tanah air.

Mesir tidak layak untuk dijadikan sebagai milik pusaka sebab di Mesir tidak limpah susu dan madu.

Jadi jangan terlena dengan segala sesuatu yang disuguhkan oleh dunia ini, itulah kerajaan dunia dengan kemegahannya.

 

Ibrani 11:15

(11:15) Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ.

 

Mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ. Tetapi sekalipun demikian, mereka tidak mau kembali kepada masa lalu sekalipun ada kesempatan.

Ada peluang kerja di Dubai, ada peluang kerja di Eropa, ada peluang kerja di Amerika, ada peluang kerja di negara-negara maju, mereka tidak mau ke situ karena mereka rindu satu tanah air itulah Kerajaan Sorga yang menjadi warisan (milik pusaka).

 

Jadi suadara bersyukur saja, tidak perlu kecewa melihat orang yang nampaknya berhasil karena dia bekerja di negara-negara maju. Tetapi apa artinya kalau ia tidak di dalam rumah TUHAN, apa artinya kalau dia tidak tinggal di dalam TUHAN, apa artinya kalau dia jauh dari kasih ALLAH yang sempurna, tidak ada artinya. Dahulu kita tidak memahami pengertian-pengertian yang semacam ini. Tetapi setelah kita dipanggil dan kita tinggalkan masa lalu barulah sekarang pikiran kita terbuka lalu mengerti dan melihat rencana ALLAH begitu besar / begitu indah dinyatakan di dalam kehidupan kita masing-masing saudara ku.

 

Jadi, Datan dan Abiram ini memutar balik fakta kebenaran, mengapa? Karena mereka tidak tunduk dan tidak hormat kepada tahbisan suci. Coba kalau mereka percaya bahwa Sorga itu ada, pasti tunduk kepada pimpinannya dalam hal ini Musa, pasti dia menghormati tahbisan yang datang dari Sorga. Yang terkait dengan tahbisan adalah ibadah dan pelayanan ini.

 

Dahulu kita hidup sama seperti Datan dan Abiram, tidak mau datang, tidak mau tunduk, tidak mau hormat kepada tahbisan, tetapi sekarang, kalau malam ini ketika kita datang menghadap TUHAN lewat Ibadah Doa Penyembahan dan kita mau menghormati tahbisan suci yang dipercayakan oleh TUHAN, itu adalah anugerah / kemurahan TUHAN yang besar dinyatakan kepada kita.

 

Sebaliknya negeri Kanaan adalah tanah yang layak dijadikan sebagai milik pusaka bagi Abraham, Ishak, dan Yakub, serta keturunannya. Tandanya; Kanaan itu limpah susu dan madu.

Itukan yang dijanjikan TUHAN kepada Abraham, Ishak, dan Yakub?

TUHAN memanggil Abraham dan dia taat terhadap panggilan itu, dia pun berangkat ke tanah yang dijanjikan TUHAN meskipun tanah yang dijanjikan TUHAN itu tidak ai ketahui, namun ia tetap berangkat dan selanjutnya TUHAN berkata bahwa Tanah Kanaan itu limpah susu dan madu.

 

MADU, bila dicicipi manis di langit-langit mulut.

 

Wahyu 10:8-9

(10:8) Dan suara yang telah kudengar dari langit itu, berkata pula kepadaku, katanya: "Pergilah, ambillah gulungan kitab yang terbuka di tangan malaikat, yang berdiri di atas laut dan di atas bumi itu." (10:9) Lalu aku pergi kepada malaikat itu dan meminta kepadanya, supaya ia memberikan gulungan kitab itu kepadaku. Katanya kepadaku: "Ambillah dan makanlah dia; ia akan membuat perutmu terasa pahit, tetapi di dalam mulutmu ia akan terasa manis seperti madu."

 

Sesuai dengan perintah TUHAN, Yohanes mengambil gulungan kitab yang terbuka itulah Pengajaran Firman ALAH yang murni yang benar, yaitu:

1. Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan, ayat menerangkan ayat, ayat yang satu dijelaskan oleh ayat yang lain dari Kejadian sampai Wahyu.

2. Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.

Sesudah Yohanes mengambilnya lalu dimakan.

 

Malam ini, kita datang menghadap TUHAN hanya untuk satu tujuan; memuliakan TUHAN, di tengah-tengahnya kita mengambil gulungan kitab itulah Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan dalam terangnya Roh EL-Kudus; Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel. Memang ketika dimakan, Alkitab berkata; di perut terasa pahit artinya; ketika Firman ALLAH yang dibukakan itu bekerja dan mengerjakan seluruh bagian hidup kita, tinggal di dalam hidup kita dan mengerjakan hidup kita, itu rasanya pahit sebab hidup di dalam kebenaran pasti ditandai dengan banyak pengorbanan itulah yang disebut aniaya karena Firman ALLAH. Rasanya pahit, tidak mungkin tidak pahit, tetapi kalau kita mau bersabar, di mulut terasa manis seperti madu. Mengapa? Karena Firman ALLAH sangat berkuasa untuk dua hal:

1.    Mengadakan yang tidak ada menjadi ada.

2.    Menghidupkan yang mati kaitannya adalah orang yang berdosa sebab upah dosa adalah maut (mati).

 

Jadi ketika Firman ALLAH itu bekerja di dalam hidup kita, pahit rasanya, tetapi di mulut (hasilnya) terasa manis seperti madu. Itu bukti bahwa Tanah Kanaan itu limpah susu dan madu.

Itulah tanah yang dijanjikan TUHAN, TUHAN memanggil kita dari masa lalu (jaman jahiliyah) lalu dibawa ke tanah Kanaan Rohani.

Apa tandanya sekarang kita ada di tanah Kanaan rohani? Tanah Kanaan Rohani limpah susu dan madu, ada pembukaan Firman ALLAH.

 

Waktu pertama kali kita mendengarkan Firman yang rahasianya dibukakan dalam terangnya Roh El-Kudus itulah Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel rasanya pahit dan tidak sedikit diantara kita hendak meninggalkan Kanaan rohani, hampir semua kita seperti itu. Tetapi oleh kemurahan hati TUHAN kita disadarkan karena memang harus bertahan sebagaimana Rasul Yohanes di Pulau Patmos, sesuai perintah TUHAN dia pergi kepada malaikat itu dan meminta gulungan kitab yang terbuka lalu memakan gulungan Kitab itu. 

Ketika gulungan kitab dimakan, di perut terasa pahit karena kita diajar untuk hidup benar sesuai dengan Firman, bukan benar sesuai pengertian kita, tetapi hasilnya terasa manis seperti madu.

 

Jadi saudara, malam ini TUHAN tampil sebagai urim menerangi hati kita dari segala jenis kegelapan, Dia juga tampil sebagai tumim, dialah pedang ALLAH, Firman ALLAH yang hidup, kuat, dan berkuasa untuk menceraikan (memisahkan) kita dari dosa.

 

Terpujilah kasih karunia TUHAN yang telah memanggil kita, hendaklah kita taat terhadap panggilan, karena TUHAN mau membawa kita ke Tanah Perjanjian (negeri Kanaan), limpah susu dan madu. Jangan kita putar balik fakta kebenaran     seperti Datan dan Abiram mengatakan bahwa Mesir yang adalah gambaran dari dunia ini, limpah susu dan madu sehingga dikatakan layak sebagai Tanah milik pusaka. Tetapi kita tidak mau memutar balik fakta kebenaran, kebenaran tetaplah kebenaran. AMIN.

 

 

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang