KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Sunday, June 28, 2026

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 25 JUNI 2026



IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 25 JUNI 2026

 

MALEAKHI 2:16

(Seri: 5)

 

Subtema: TUHAN MEMBENCI ORANG YANG MENUTUPI PAKAIANNYA DENGAN KEKERASAN

 

Shalom.

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, oleh karena rahmat-Nya Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus, kita boleh datang menghadap dia lewat Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, umat ketebusan Tuhan yang turut bergabung lewat online / live streaming dimanapun saudara berada. Selanjutnya kiranya damai sejahtera Allah ada di tengah-tengah kita dan kita sehingga ada kesukaan besar saat kita duduk diam mendengar sabda Allah.

 

Selanjutnya mari kita sambut STUDY MALEAKHI sebagai firman penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci. Malam ini kita membahas Maleakhi 2:16 sebagai seri ke-5. Tetap berdoa dalam roh dan mohon kemurahan dari Tuhan supaya firman yang dibukakan meneguhkan kita pribadi lepas pribadi.

 

Maleakhi 2:16

(2:16) Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel -- juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!

 

Tuhan membenci dua hal, antara lain:

1.      Perceraian.

2.      Orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan.

 

Keterangan: TUHAN MEMBENCI ORANG YANG MENUTUPI PAKAIANNYA DENGAN KEKERASAN (Bagian 1).

 

Sebelum kita melihat tabiat kekerasan, terlebih dahulu kita melihat pengertian dari "pakaian."

Wahyu 19:7-8

(19:7) Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. (19:8) Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]

 

Pakaian dari mempelai wanita Tuhan adalah LENAN HALUS yang putih bersih berkilau-kilauan.

Lenan halus adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.

 

Keluaran 39:27 --- Perikop: "Membuat pakaian imam"

(39:27) Dibuat merekalah kemeja dari lenan halus, buatan tukang tenun, untuk Harun dan anak-anaknya,

 

Kemeja atau jubah dari imam-imam terbuat dari: LENAN HALUS yang adalah perbuatan-perbuatan benar dari imam-imam sebagai kehidupan suci.

Pendeknya, yang menjadi imam dalam nikah dan rumah tangga adalah SUAMI. Berarti, seorang suami harus memiliki pakaian dari lenan halus yaitu perbuatan-perbuatan yang BENAR dan ADIL sebagai seorang pemimpin dalam nikah rumah tangga.

 

1 Petrus 2:9

(2:9) Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

 

Tugas dari seorang suami sebagai imam (pemimpin) dalam nikah: Memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Yesus Anak Allah = Memberitakan salib di Golgota.

 

Matius 20:28

(20:28) sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

 

Yesus sebagai Imam Besar Agung datang ke dalam dunia bukan untuk dilayani tetapi untuk memberitakan perbuatan tentang salib di Golgota, yaitu:

1.      Melayani.

2.      Memberikan nyawa sebagai tebusan.

 

Jadi, berita terbesar bukan soal berkat keberkatan, bukan soal berhasil keberhasilan, tetapi berita terbesar ialah perbuatan ajaib dari Allah yaitu BERITA SALIB di Golgota.

Saudara, seorang suami bisa saja berhasil dalam mencapai cita-citanya di dunia ini, tetapi semuanya itu, menjadi tidak berarti bila seorang suami tidak menceritakan salib, karena sesungguhnya yang dibutuhkan (diharapkan) oleh seorang isteri ialah; pelayanan (perhatian) dan pengorbanan dari seorang suami.

 

2 Korintus 5:18-19

(5:18) Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. (5:19) Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.

 

Kepada seorang imam di tengah-tengah pengutusannya dipercayakan 2 (dua) hal:

1.      Pelayanan pendamaian

2.      Berita pendamaian.

Inilah berita salib, berita tentang perbuatan yang besar dari Yesus Anak Allah.

Pendeknya, 2 Korintus 5:18-19 = Matius 20:28.

 

Terkait dengan: "PELAYANAN PENDAMAIAN."

Hidup gereja Tuhan sangat mendambakan/membutuhkan pelayanan pendamaian. Demikian halnya, seorang isteri sangat membutuhkan dan mengharapkan pelayanan pendamaian dari seorang imam, dalam hal ini adalah suami.

Namun SYARAT UNTUK MENJADI ALAT PENDAMAIAN ialah rela menjadi korban, sesuai dengan yang tertulis dalam 2 Korintus 5:21, “ Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita ...”

 

Ini yang dibutuhkan dan diharapkan oleh seorang isteri di tengah nikah dan rumah tangga, tidak lebih dan tidak kurang. Kalau selama ini pemahaman seorang suami ialah pemimpin berarti mengatur dan bertindak sesuka hati, namun tidaklah demikian, karena tugas seorang suami adalah memberitakan salib, maka hal itu terkait dengan pelayanan pendamaian.

 

MENGAPA GEREJA MEMBUTUHKAN PELAYANAN PENDAMAIAN?

Yesaya 59:1-2 --- Perikop: "Dosa adalah penghambat keselamatan."

(59:1) Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; (59:2) tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

 

Oleh karena dosa maka;

-          Hubungan manusia dengan Allah terpisah jauh.

-          Tuhan menyembunyikan diri-Nya terhadap manusia.

 

Maka, dampak negatifnya:

a.       Manusia tidak mendapat uluran tangan Tuhan = jauh dari kemurahan.

b.      Tuhan tidak mendengar doa permohonan yang dipanjatkan oleh manusia.

 

Roma 5:10

(5:10) Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!

 

Karena dosa manusia menjadi SETERU Allah yaitu terjadi permusuhan dengan Allah.

Praktek seteru: Hidup menurut hawa nafsu dan keinginan-keinginan daging yang jahat.

Tandanya: Tidak memperhatikan kegiatan Roh itulah perkara rohani/perkara di atas yaitu ibadah dan pelayanan.

 

Kolose 1:20-21

(1:20) dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus. (1:21) Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,

 

Keadaan manusia dahulu atau lebih tepatnya sebelum diperdamaikan dengan Allah lewat darah salib di Golgota yaitu:

-          Hidup jauh dari Allah.

-          Memusuhi Allah dalam hati dan pikiran.

-          Melakukan perbuatan yang jahat.

Jadi, inilah alasan kenapa gereja Tuhan membutuhkan pelayanan pendamaian.

 

Ketika kita merujuk dengan 3 ayat di atas mulai dari Yesaya 59:2, Roma 5:10, dan Kolose 1:20-21 menggambarkan bahwa oleh karena dosa hubungan manusia dengan Allah terpisah jauh, ada satu jurang pemisah. Kemudian, tidak ada satupun manusia yang sanggup melewati jurang pemisah ini untuk sampai kepada Allah Bapa di Sorga.

Siapa yang bisa membawa manusia kembali kepada Allah tentu saja tidak ada, sebab ada jurang pemisah, ada dosa yang menjadi penghambat?

 

Maka, malam ini kita diajar oleh Tuhan untuk mengerti bahwa gereja Tuhan sangat membutuhkan pelayanan pendamaian, teramat lebih seorang kepala/suami/pemimpin/imam harus mengerti pelajaran semacam ini, yaitu tugas pokok dari seorang suami/imam.

 

Kolose 1:20B-22

(1:20) dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus. (1:21) Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, (1:22) sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.

 

Oleh karena pengorbanan dan kematian Yesus Kristus:

-          Kita berdamai dengan Allah.

-          Bahkan Kristus menempatkan gereja Tuhan kudus, tidak bercela, tidak bercacat di hadapan diri-Nya.

Dari sini kita dapat melihat bahwa kita tidak akan sampai kepada Allah Bapa kalau Yesus tidak ditampilkan sebagai seorang Kepala, sebagai seorang suami (Imam Besar), yang memiliki jubah untuk memperdamaikan kita kepada Bapa di Sorga.

 

Inilah peran dari seorang imam/kepala/suami yaitu;

-          Rela untuk berkorban bahkan menyerahkan nyawa, sehingga gereja Tuhan sebagai tubuh Kristus berdamai dengan Allah, sehingga hubungan yang dahulu terpisah menyatu kembali. 

-          Kemudian, gereja Tuhan juga ditempatkan di hadapan diri-Nya dalam keadaan kudus, tidak bercacat, tidak bercela.

Itulah sebabnya, pakaian dari seorang imam yaitu; lenan halus, tidak boleh ditutupi dengan kekerasan.

 

Berbahagialah kehidupan dari seorang isteri apabila suaminya memakai lenan halus (perbuatan-perbuatan yang benar dan adil) demikian juga gereja TUHAN.

 

Kenapa gereja membutuhkan pelayanan pendamaian? Jawabnya, gereja terpisah jauh dari Tuhan karena dosa.

Lalu siapa yang dapat memperdamaikan manusia dengan Allah yang jaraknya begitu jauh terpisah? Jawabannya, seorang pengantara/pemimpin/imam.

Kita bersyukur kita memiliki seorang Imam Besar, Dia memiliki jubah/pakaian dari lenan halus.

 

1 Yohanes 2:1-2 --- Perikop: "Kristus pengantara kita."

(2:1) Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. (2:2) Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.

 

Dialah yang memperdamaikan kita kepada Allah Bapa.

Kita bersyukur kita memiliki Kristus, Dia Kepala, Dia Mempelai Laki-Laki Sorga, Dia memiliki pakaian dari lenan halus yaitu; perbuatan-perbuatan yang benar dan adil. Pendeknya, pengantara/penghubung, antara langit dan bumi adalah salib.

Oleh karena darah salib Kristus, kita diperdamaikan dengan Allah Bapa, kita ditebus sehingga yang jauh menjadi dekat ... Efesus 2:13.

 

Maka, tidak bisa dipungkiri bahwa seorang isteri butuh seorang imam yang menjadi pengantara, butuh seorang imam yang memiliki lenan halus yaitu perbuatan-perbuatan yang benar dan adil yaitu menjadi pendamaian. Oleh sebab itu, Tuhan membenci seseorang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan.

 

Efesus 1:22-23

(1:22) Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. (1:23) Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

 

Kristus adalah Kepala/Suami, sedangkan jemaat adalah tubuh-Nya yaitu kepenuhan Kristus.

Pendeknya, sebagai Kepala, sebagai suami, Kristus tampil sebagai pendamaian.

 

Terkait dengan: "BERITA PENDAMAIAN."

2 Korintus 5:19-20

(5:19) Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. (5:20) Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.

 

Tugas dari seorang imam/suami adalah membawa berita pendamaian.

 

Perlu untuk diketahui: Seorang imam disebut juga utusan Tuhan, berarti untuk menjadi seorang suami itu adalah panggilan. Oleh sebab itu, belajarlah berpadanan dengan panggilan itu (berpadanan dengan salib).

 

2 Korintus 4:3-5

(4:3) Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, (4:4) yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah. (4:5) Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus.

 

Rasul Paulus memberitakan pribadi Yesus Kristus sebagai Tuhan, disebut juga dengan CAHAYA INJIL TENTANG KEMULIAAN KRISTUS yaitu firman pengajaran yang rahasianya dibukakan.

Itu sebabnya, Paulus berkata: “... bukan diri kami yuang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan.”

Jika Paulus memberitakan dirinya maka rahasia firman tidak terbuka, sebab tidak ada sesuatu yang dapat disampaikan oleh Rasul Paulus dari dalam dirinya.

 

Dampak POSITIF bila rahasia Firman dibukakan.

Mazmur 119:130

(119:130) Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.

 

Kuasa dari pemberitaan firman Allah yang dibukakan:

a.       Memberi TERANG, berarti tidak ada kegelapan sebagai tempat untuk menyembunyikan dosa.

Kalau seseorang berada dalam kegelapan maka pasti dia menyembunyikan dosa, karena kegelapan adalah tempat untuk menyembunyikan dosa. Sebaliknya, orang yang melayani Tuhan membawa diri berada di tempat yang terang, berada di atas gunung yang tinggi -> imamat rajani.

 

1 Petrus 2:9

(2:9) Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

 

Kegelapan adalah tempat untuk menyembunyikan dosa, tetapi imamat rajani sudah dibawa keluar dari kegelapan dan berada pada terang yang ajaib.

 

b.      Memberi PENGERTIAN kepada orang-orang bodoh, sehingga tidak lagi melakukan kesalahan/dosa sebagai perbuatan bodoh -> Orang bijaksana.

 

Kita sudah melihat arti rohani secara hurufiah (lisan/pengetahuan) dari berita pendamaian yaitu bila terjadi pembukaan rahasia firman Tuhan maka memberi terang dan memberi pengertian kepada orang bodoh. Namun, ada juga pengertian rohani dari berita pendamaian secara perbuatan.

 

BERITA PENDAMAIAN SECARA PERBUATAN:

2 Korintus 3:3-6 --- Perikop: "Pelayan-pelayan perjanjian yang baru."

(3:3) Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia. (3:4) Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus. (3:5) Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah. (3:6) Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.

 

Pelayan-pelayan perjanjian yang baru disebut juga PELAYANAN ROH, dimana firman itu sudah dimeteraikan oleh Roh Kudus pada loh-loh daging di tukik di hati manusia, disebutlah surat Kristus/surat pujian yang dapat dibaca dan dikenal setiap orang. Sedangkan, pelayan-pelayan perjanjian yang lama disebut pelayanan yang mati karena ditulis pada loh-loh batu.

 

Maka, bukan hanya perkataan namun perbuatan juga sudah menjadi surat Kristus, dengan demikian berarti diutus untuk membawa berita pendamaian.

 

Dari semua yang kita bahas di atas adalah tentang pakaian/jubah dari seorang imam demikian juga seorang suami  harus memiliki jubah/pakaian dari lenan, tidak boleh ditutupi dengan  kekerasan.

Maka, seorang suami untuk menyelesaikan masalah dalam nikah rumah tangga bukan dengan kekerasan/perbuatan yang sifatnya melukai baik lahir maupun batin, tetapi masalah teratasi hanya dengan lenan halus yaitu perbuatan yang benar dan adil, itulah seorang imam/suami dalam nikah dan rumah tangga. Itu yang harus dipakai dan ditampilkan dalam nikah.

 

Kolose 3:19

(3:19) Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.

 

Seorang imam dilarang menutupi pakaiannya dengan perbuatan kekerasan, demikian juga dengan seorang suami, harus menghargai istrinya.

Diutus untuk pelayanan pendamaian dan membawa berita pendamaian itulah perbuatan-perbuatan yang benar dan adil (lenan halus).

 

1 Petrus 3:7

(3:7) Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.

 

“... hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah!”

Bijaksana, mempunyai pengertian, tidak bodoh, tidak berlaku kasar terhadap istrrinya, sebab seorang istri disebut sebagai kaum yang lebih lemah, itu berarti wajib untuk dilindungi dan dijaga.

 

Tuhan benci terhadap suami yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, tetapi ...

YANG PERTAMA: Tuhan mau supaya seorang suami hidup bijaksana.

 

Contoh: “BIJAKSANA.”

Matius 7:24-25

(7:24) "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. (7:25) Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

 

Orang yang mendengar firman dan melakukannya disebut orang bijaksana.

Ciri orang bijaksana: mendirikan rumahnya di atas dasar batu, artinya landasan hidupnya termasuk nikah dan rumah tangganya adalah korban Kristus bukan pasir/mamon, hal  yang bersifat daging.

 

Tujuan mendirikan nikah dan rumah tangga di atas batu: seorang suami …

1.      Tidak hidup dengan tipu daya -> Ujian yang datang dari atas, yaitu; NAGA.

2.      Tidak hidup dalam kenajisan percabulan -> roh antikris (roh jual beli) = datanglah BANJIR.

3.      Tidak hidup dengan kepalsuan, seperti  nabi-nabi palsu = ANGIN MELANDA RUMAH ITU.

 

Tuhan mau supaya seorang suami berlaku bijaksana, sehingga tidak ada di dalam dirinya TIPU DAYA, tidak ada di dalam dirinya KENAJISAN PERCABULAN, tidak ada di dalam dirinya KEPALSUAN. Inilah sosok suami yang didambakan oleh seorang isteri.

Mengapa suami harus bijaksana? Jawabnya, karena seorang isteri adalah KAUM YANG LEBIH LEMAH.

Berarti, kaum yang lebih lemah harus dilindungi/diperhatikan/dibela oleh kaum yang lebih kuat. Maka, untuk melindungi kaum yang lebih lemah,  seorang suami harus bersikap bijaksana.

 

YANG KEDUA: Seorang suami harus menghormati isteri sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu; kerajaan Sorga.

Maka, jika seorang suami tidak menghormati isteri, ia tidak layak untuk mewarisi kerajaan Sorga.

 

YANG KETIGA: Supaya doa seorang suami jangan terhalang

 

1 Timotius 2:8 --- Perikop: "Mengenai sikap orang laki-laki dan perempuan dalam ibadah jemaat."

(2:8) Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.

 

Seorang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, berarti tanpa marah, tanpa perselisihan atau tanpa kekerasan, maka doa dan permohonan yang dipanjatkan oleh seorang suami akan didengar Tuhan.

 

Tuhan itu sangat memperhatikan kita, tangan-Nya tidak kurang panjang untuk menolong kita, dan telinga-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar doa permohonan yang dipanjatkan oleh seorang suami. Tetapi yang membuat doa tidak sampai kepada Tuhan adalah adanya jurang pemisah yaitu DOSA. Gereja Tuhan tidak akan sampai kepada Allah tanpa seorang PENGANTARA itulah imam, dalam nikah rumah tangga itulah suami yang harus memiliki lenan halus yaitu perbuatan-perbuatan yang benar dan adil, membawa pelayanan pendamaian dan berita pendamaian.

 

Tuhan membenci seorang laki-laki yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan. Maka seorang suami di dalam 1 Timotius 2:8, dikatakan laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, berarti tanpa kekerasan.

 

Sebagai tambahan:

Seorang suami disebut; imam berarti pemimpin, maksudnya; selalu di depan dan menjadi juru mudi.

-          Berada di depan, sama artinya menjadi contoh dan teladan yang dapat diteladani.

Sebab Yesus berkata; “Marilah kepada-Ku…” kemudian; “... Belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati…” (Matius 11:28-29).

-          Juru mudi, berarti; yang mengemudikan nikah dan rumah tangga.

Pendeknya, selamat tidaknya nikah dan rumah tangga itu ada dan ditentukan oleh juru mudi.

 

Doa dan harapan saya, kiranya Tuhan meneguhkan firman ini di hati kita masing-masing supaya nikah dan rumah tangga serta ibadah dan pelayanan kita dibela, dipelihara dan diberkati oleh Tuhan, doa-doa kita didengar oleh Tuhan dan kelak layak mewarisi Kerajaan Sorga. Amin.

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang