KAMI NANTIKAN KESAKSIAN-KESAKSIAN SAUDARA YANG SUDAH MEMBACA FIRMAN TUHAN PADA BLOG INI

Terjemahan

Search This Blog

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 17 SEPTEMBER 2026



IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 17 SEPTEMBER 2026

MALEAKHI 3:1a

(Seri: 11)


Subtema: SUARA KIDUNG DUKA & SUARA SERULING


Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan oleh karena rahmatNya kita sekaliannya dihimpunkan kita di atas gunung TUHAN yang kudus, sehingga kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah pendalaman Alkitab yang disertai dengan perjamuan suci. 


Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN, yang turut bergabung lewat online atau live streaming, video internet, baik dari YouTube, Facebook, maupun Tiktok dimanapun saudara berada. Selanjutnya, biarlah damai sejahtera dari Sorga memenuhi hati kita masing-masing, dan memenuhi kehidupan saudara yang turun bergabung lewat online, dimanapun saudara berada. Dan oleh damai sejahtera itu kita berada dalam kesukaan yang besar, bahagia saat kita duduk diam menikmati sabda Allah. 


Marilah kita ikuti STUDY MALEAKHI sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab yang disertai dengan perjamuan suci. 

Kita masih berada pada Maleakhi 3:1a, dan malam ini merupakan seri pemberitaan firman yang ke-11 kalinya. Semua karena rahmat TUHAN. 

Namun tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan dari TUHAN, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan kehidupan kita pribadi lepas pribadi, sehingga ibadah ini tidak kita jalankan menurut perintah manusia, tidak menjadi percuma saat menjalankan ibadah ini. 


Maleakhi 3:1a (seri 9) 

(3:1) Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.


Disini dikatakan: "… Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! ..."


Marilah kita melihat dan mengenali SURUHAN (UTUSAN TUHAN) yang mempersiapkan jalan di hadapan TUHAN dalam Matius 11.


Matius 11:10-11 (bagian 7) --- Perikop: Yesus dan Yohanes Pembaptis.”

(11:10) Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu. (11:11) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.


Utusan yang mendahului Tuhan adalah YOHANES PEMBAPTIS.

Adapun tugas pokok Yohanes Pembaptis sebagai seorang utusan Tuhan adalah; mempersiapkan jalan bagi Tuhan.


Demikian juga dengan seorang hamba Tuhan atau yang menyebut dirinya sebagai pemimpin sidang jemaat, mempunyai tugas pokok yaitu: mempersiapkan sidang jemaat didalam hal menyongsong kedatangan Tuhan kembali ke dalam dunia yang fana ini untuk yang kedua kalinya, sebagai Raja di atas segala raja yang bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya kelak.

Jadi, tugas pokok ini tidak boleh diabaikan. Hanya karena perkara-perkara yang lain atau perkara yang lahiriah, itu tidak benar.


Perlu untuk diketahui, Yohanes bertanggung jawab penuh terhadap pekerjaannya, yaitu didalam hal mempersiapkan jalan bagi Tuhan.

Hal itu diakui oleh Yesus secara lengkap dihadapan orang-orang Yahudi, sebagaimana yang tertulis dalam injil Matius 11:7-9.


ARTI KEHADIRAN YOHANES SEBAGAI UTUSAN TUHAN

Matius 11:13-14

(11:13) Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes (11:14) dan -- jika kamu mau menerimanya -- ialah Elia yang akan datang itu.


Disini dikatakan, nabi-nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes Pembaptis. 

  • Yohanes Pembaptis adalah nabi yang terbesar dan yang terakhir dari Perjanjian Lama.

  • Bernubuat berarti menyampaikan segala sesuatu tentang apa yang akan terjadi di depan. Sehingga oleh nubuat umat Tuhan mempunyai masa depan yang baik dan penuh pengharapan.


Pada ayat 14, Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi: "… ialah Elia yang akan datang itu …"

Pada umumnya orang-orang Yahudi berpendapat bahwa Mesias akan datang pada akhir zaman, sedangkan Elia adalah perintis bagi kedatangan TUHAN pada kali yang kedua. 

Singkatannya, orang-orang Yahudi tidak menghiraukan tentang kedatangan Yesus yang pertama dalam wujud manusia, itulah sebabnya Yesus berkata kepada orang Yahudi: "ialah Elia yang akan datang itu."


Intinya, sebagaimana Elia adalah perintis jalan bagi kedatangan Yesus untuk yang kedua kalinya, demikian juga halnya Yohanes Pembaptis adalah perintis jalan bagi kedatangan Yesus untuk yang pertama kalinya.


Kemudian Yesus berkata pada ayat 15: “… Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar …”

Kita semua mempunyai sepasang telinga, maka hendaklah mendengarkan nubuat dari pada Firman para nabi, supaya kita mempunyai masa depan yang baik, keadaan kita baik, hidup kita baik, nikah dan rumah tangga kita baik di depan.


Malam ini kita akan masuk pada AYAT pembahasan berikutnya.

Ini merupakan pembahasan terakhir terkait Yohanes pembaptis sebagai perintis bagi jalan TUHAN dalam kisahnya pada injil Matius 11:2 sampai seterusnya. 

Matius 11:16-17

(11:16) Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: (11:17) Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung.


Disini kita melihat, adanya suatu perumpamaan yang disampaikan oleh Yesus Kristus kepada orang-orang Yahudi, yaitu perumpamaan tentang SERULING dan KIDUNG DUKA.


Sebelum kita melihat perumpamaan tentang seruling dan kidung duka, terlebih dahulu saya sampaikan bahwasanya dalam susunan Tabernakel … Matius 11 terkena kepada: KOLAM PEMBASUHAN TEMBAGA, berbicara tentang penghukuman atau murka Allah dan hal itu nampak pada baptisan air”, yaitu berbicara soal pengalaman kematian dan kebangkitan yang dialami oleh Yesus Kristus, itu adalah suatu kemurahan yang diterima oleh umat Tuhan yang percaya kepada-Nya.

Tembaga -> Penghukuman karena dosa. 

Sedangkan Baptisan berbicara soal pengalaman kematian dan kebangkitan.

Jadi, yang menerima hukuman karena dosa adalah Yesus Kristus. Kemudian, oleh salib Yesus mati dan bangkit, ini adalah kemurahan yang diterima umat ketebusan TUHAN.


Penghukuman yang diterima oleh Yesus lewat kematian dan kebangkitan-Nya, hal ini dapat kita lihat pada perumpamaan tentang: SERULING dan KIDUNG DUKA yang berkaitan dengan sekelompok anak-anak yang duduk di pasar lalu memanggil teman-temannya untuk menanggapi:

  1. Tiupan seruling mereka dengan menari penuh sukacita.

  2. Kidung duka dengan mengambil sikap berkabung.

Namun disini kita melihat, teman-teman dari sekelompok anak-anak tersebut sama sekali tidak menanggapinya.


Perlu untuk diketahui:

  • PASAR = Tempat berjual beli.

Saudara, kita harus sepakat bahwa dunia ini kita jadikan sebagai tempat untuk menjual kehidupan yang lama, selanjutnya kita membeli kebenaran dari Sorga yaitu; Injil sepenuh. Jangan sepakat dengan setan, supaya selama di dunia ini  jangan kita dikuasai oleh roh jual beli (roh antikris). 

  • SEKELOMPOK ANAK-ANAK -> anak-anak Tuhan. Biarlah kita masuk dan menjadi bagian dari kelompok anak-anak TUHAN, jangan menjadi bagian dari setan atau tubuh antikris. 

  • TEMAN-TEMAN adalah gambaran dari orang-orang dunia yang belum mengenal Tuhannya orang Israel.


Saudara, kita sebagai anak-anak Tuhan harus tahu bahwa orang-orang dunia adalah sesama kita, jangan kita mengasingkan diri dari mereka, sebab mereka adalah teman-teman seperjalanan menuju Kerajaan Sorga. Justru kita harus memberitahukan kepada orang dunia tentang adanya 2 (dua) macam suara yaitu:

1. SUARA DARI PERJANJIAN LAMA disebut juga Kitab taurat atau Kitab para nabi.

Ciri-ciri penulisan dari perjanjian lama ialah; ada dalam suasana penghukuman, dimana Allah berkata kepada umatNya:

  • “Jangan engkau” sebagai bentuk larangan. Sebab dalam hukum taurat ada 9 (sembilan) kali kata jangan sebagai larangan dari Tuhan.

  • “Celakalah engkau” ini adalah konsekuensi apabila seseorang melanggar larangan Tuhan. 


2. SUARA DARI PERJANJIAN BARU disebut juga dengan suara Injil yang heran.

Jika seorang berdosa (menyadari diri sebagai orang berdosa), lalu menanggapi suara ini, maka ia akan mengalami suatu kesukaan heran bagaikan orang menari.


Matius 11:18-19

(11:18) Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan. (11:19) Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya."


Ciri-ciri yang sama dari kedua suara tersebut, nampak pada 2 (dua) pribadi, yaitu:

YANG PERTAMA: Pribadi Yohanes Pembaptis tampil dalam bentuk KIDUNG DUKA dan ditandai dengan puasa


Puasa artinya: tidak makan dan tidak minum.

Kegunaan dari puasa adalah; untuk menghukum daging dengan segala hawa nafsu dan keinginan-keinginan daging yang jahat. Kalau bisa jemaat juga belajar berpuasa. Tapi imam-imam harus tau untuk berpuasa, supya layak dikatakan untuk melayani TUHAN dan pekerjaan TUHAN, layak dikatakan mempersembahkan korban. Kalau melayani, sementara daging tidak mengalami penghukuman, bagaimana mungkin TUHAN menerima persembahan dari orang yang tidak mengalami penghukuman terhadap daging. Karena imam-imam tidak boleh melayani dengan keinginan daging .

Perlu untuk diketahui; Apabila daging dihukum maka nampaklah kehidupan yang rohani (awan-awan yang permai); mudah diangkat di awan nan permai. Kenapa susah terangkat, karena daging masih mempunyai peran. Sebaliknya, kalau daging sudah dihukum yang nampak adalah yang rohani (awan-awan yang permai).


Kita lihat tadi Yohanes pembaptis tampil dalam bentuk kidung duka, ditandai dengan puasa, hal itu selaras dengan kisah Yohanes pembaptis pada injil Matius 3.


Matius 3:1-2 --- Perikop: "Yohanes Pembaptis."

(3:1) Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: (3:2) "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"


Kerajaan Sorga sudah dekat!" seperti pujian: 


PSALLO 200 "SUARA HAL KEDATANGANNYA KEMBALI"



      Bait

       Kudengar suara

       Tentang kedatangan-Nya kembali

       Brita dunia

       Semakin terdengar ngeri

       Gempa lain bisa terjadi

       Atau pun perang lagi

       Tapi buat anak Tuhan

       Smua berarti

       Jika kudengar tanda zaman

       Dan tentang peperangan

       Kedatangan-Nya kembali

       Sudah dekat sekali



Reff:

Kumendengar suara

Hal kedatangan-Nya kembali

Suara yang makin

Nyaring bagiku

Semakin nyaring hingga

Tiba hari itu

Terdengar suara

Mempelai Lelaki datang



Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dengan membawa berita: "BERTOBATLAH."

Artinya: berhenti berbuat dosa dan kembalilah kepada Tuhan = BERTOBAT 100%

Syaratnya: mau mengakui dosa-dosanya dengan tulus, hingga tuntas.   

Dosa tidak bisa terampuni dengan lamanya waktu. Dosa hanya bisa ditutupi oleh darah Yesus, syaratnya; mau mengakui dosa dengan tulus. 


Jadi saudara, hal yang pertama yang terkait dengan kerajaan Sorga yang harus ditampilkan di hadapan Tuhan adalah PERTOBATAN.

Pertobatan bila dikaitkan dengan Pola Tabernakel terkena kepada MEZBAH KORBAN BAKARAN, lalu kalau kita kaitkan dengan 7 (tujuh) hari raya orang Israel itulah yang disebut hari raya Paskah, berbicara tentang kelepasan bagi dunia ini, supaya kita berada pada hari raya yang terakhir (hari raya yang ketujuh) itulah hari raya pondok daun, hari raya Tabernakel, hari raya perhentian yang besar bagi sidang mempelai TUHAN. Di tangan sidang mempelai TUHAN ada daun-daun palem (Wahyu 7:9).

Jadi pertobatan ini terkait dengan kerajaan Sorga; sebab Paskah adalah; awal untuk sampai kepada hari raya yang ke tujuh (hari raya pondok daun).


Matius 3:3

(3:3) Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya."


Yohanes Pembaptis adalah utusan Tuhan, ia mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan di padang gurun yaitu JALAN LURUS.

Kita harus menerima suara dari kidung duka walaupun harus berkabung, dengan tanda; mau DILURUSKAN baik hati, pikiran, perasaan, seluruh perkataan dan perbuatan kita, supaya dikatakan layak untuk menantikan kedatangan Tuhan kembali ke dalam dunia yang fana ini untuk yang kedua kalinya, sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga.


Mulai sekarang, kita belajar untuk lurus dalam perkataan, berpikir dengan lurus. Kemudian juga belajar supaya hati ini lurus, perbuatan kita semua lurus.

Memang ketika kita mendengar berita dari kidung duka ini pasti mengalami perkabungan. Tetapi tidak mengapa, asal kita berjalan di jalan yang lurus, supaya kita layak menantikan kedatangan TUHAN kembali sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga. Nantikanlah Dia di jalan lurus. 

Sebaliknya, berada di tikungan/jalan berbelok-belok, sama dengan menantikan setan tritunggal, sesuai dengan Amsal 7:5-9.

Memang ketika kita belajar berjalan di jalan yang lurus daging ini sakit, itulah suasana berkabung. 

Jangan kita salahkan TUHAN dan ajaran yang lurus. Jangan kita ngomel dan marah-marah, tidak usah pasang harga diri lagi.


Matius 3:4

(3:4) Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.


Hal-hal yang terkait dengan pribadi Yohanes Pembaptis adalah:

  1. “Memakai jubah bulu unta”, menunjukkan bahwa sebagai utusan Tuhan, Yohanes tidak hidup dalam kemewahan dan tidak bermewah-mewah di tengah ibadah dan pelayanan.

Seorang hamba TUHAN di tengah-tengah pengutusan, tidak pantas hidup bermewah-mewah. Tidak salah kalau diberkati, tapi hamba TUHAN (utusan TUHAN) tidak pantas bermewah-mewah. 


  1. “Ikat pinggang kulit”.

Menunjukkan bahwa Yohanes Pembaptis adalah hamba Tuhan yang setia dalam kebenaran dan keadilan. Kemudian kesetiaan Yohanes ditandai dengan PENGORBANAN, sebab ikat pinggang yang digunakan terbuat dari kulit binatang yang dikorbankan.

Jadi, kesetiaan kita kepada TUHAN harus ditandai dengan pengorbanan. Tidak ada kata setia tanpa pengorbanan. Orang yang tidak mau berkorban pasti tidak setia. Itu sebabnya, bawalah nikahmu di tengah ibadah dan pelayanan, setialah dalam keadilan dan kebenaran ditandai dengan pengorbanan. Orang yang tidak mau berkorban adalah orang yang tidak setia kepada suaminya, tidak setia kepada istrinya.


Jadi ikat pinggang Yohanes terbuat dari kulit binatang yang terlebih dahulu dikorbankan. Itulah hal-hal yang melekat pada diri seorang utusan TUHAN. Dan kita harus tau itu, jangan hanya melihat dari sisi yang lahiriah. 


  1. “Makanannya belalang dan madu hutan”.

  • Terkait dengan "BELALANG."

Alkitab tidak menjelaskan belalang seperti apa yang dimakan Yohanes Pembaptis. Namun, ada beberapa jenis belalang yang bisa untuk dimakan.

Sebagai tambahan, dahulu saya pernah makan belalang, tapi bebalang tertentu. Belalang itu dibakar, dan memang enak rasanya. Jangan makan belalang yang hijau-hijau, kakinya seperti pendekar silat, banyak ulat di perutnya.


Saya tidak menolak pengakuan dari orang-orang yang pernah ke Israel. Mereka berkata belalang itu bukan belalang yang sebenarnya, tapi ada sesuatu yang memang bisa dimakan.  Saya tidak menyalahkan mereka, saya hanya mengikuti apa yang tertulis di Alkitab dalam kepolosan, sesuai dengan apa yang sedang kita baca, saya sampaikan dengan ketulusan. Andaikata saya salah, saya tidak bermaksud untuk menyalahkan. 

Namun tetap saya akan menyampaikan hal-hal yang tertulis dalam Alkitab, supaya kita jangan menyalahkan lembaga Alkitab Indonesia (LAI).


Lagipula bila kita berbicara tentang belalang, maka itu adalah gambaran dari orang yang berbaris dengan teratur, sekalipun ia tidak mempunyai seorang pemimpin/raja, … Amsal 30:27  menunjukkan bahwa ia diurapi oleh Tuhan. Sedang kehidupan yang diurapi tidak perlu diperintah, dan tidak perlu diatur-atur oleh seorang pemimpin atau seorang raja, sebab oleh pengurapan seseorang akan berbaris dengan teratur, sebagaimana yang tertulis dengan suratan 1 Yohanes 2:27 -- Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu.


Jadi kita melihat porsi makanan ini dari sisi yang rohani. Tidak perlu kita sibuk bertengkar mengenai porsi makanan dari bentuk yang lahiriah. 


  • Terkait dengan "MADU HUTAN."

Menunjuk kepada Firman Allah, yang “manis” di mulut, “pahit” di perut … Wahyu 10:9.

Singkat kata; Roh Allah yang suci dan Firman Allah yang suci sudah harus menjadi makanan dan minuman rohani kita.


Intinya adalah…

  • Madu hutan adalah MAKANAN ROHANI itulah Firman AllahWahyu 10:9.

  • Belalang adalah MINUMAN ROHANI itulah Roh Allah yang suci1 Korintus 12:13.

Inilah yang semestinya kita konsumsi di tengah ibadah dan pelayanan ini. 

Kita dikenyangkan oleh madu hutan (Firman Allah), dan dahaga kita dipuaskan oleh Roh Allah yang suci itulah belalang rohani. Inilah yang harus kita makan dan minum untuk memperoleh kemampuan yang ajaib di tengah ibadah dan pelayanan.


Jadi saudara, itulah yang membuat Yohanes Pembaptis menjadi cemerlang, serta berhasil di tengah ibadah dan pelayanannya, di tengah-tengah pengutusannya. Bahkan Yohanes bertanggung  jawab penuh terhadap tugas pokok yang telah dipercayakan Tuhan yaitu; mempersiapkan jalan bagi Tuhan.


Matius 3:5-6

(3:5) Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan. (3:6) Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan.


Disini kita melihat, penduduk “Yerusalem, Yudea, Yordan” yang datang kepada Yohanes, memberi diri untuk dibaptis.

Syarat untuk DIBAPTIS: terlebih dahulu BERTOBAT, sambil mengaku dosanya dihadapan Tuhan.

Saudara, dosa dan pelanggaran tidak bisa terhapus / berlalu karena lamanya waktu / hilang di telan zaman, tetapi dosa terhapus (berlalu) hanya oleh karena darah Salib, syaratnya; mau mengakui dosa dengan sungguh-sungguh dan tulus sampai tuntas. 

Kalau seseorang mau dibaptis, ia harus mengakui dosa dan bertobat. Itu berarti, mereka menanggapi suara kidung duka (Perjanjian Lama), meski harus berkabung.


Saudara, ini harus kita perhatikan dengan sungguh-sunguh, jangan bertahan dengan harga diri.


Matius 3:7-9

(3:7) Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang? (3:8) Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan. (3:9) Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!


Di sini kita melihat, orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki tidak menanggapi suara kidung duka (Perjanjian Lama).

Intinya, orang Farisi dan orang Saduki tidak mau berkabung, sebab mereka, sama sekali tidak mau bertobat dan tidak mau mengakui kesalahannya.


Itu sebabnya saya sampaikan di atas tadi, pada umumnya (kebanyakan) orang Yahudi tidak percaya bahwa Yesus telah datang dalam wujud manusia, itu sebabnya mereka tidak mengakui, bahwa Yohanes Pembaptis adalah Elia, termasuk orang farisi dan orang saduki, mereka menolak suara kidung duka, suara Perjanjian Lama..


Orang farisi dan orang saduki memang nampak hebat-hebat. 

  • Orang Farisi disebut juga; ahli Taurat, menguasai kitab-kitab. 

  • Sementara orang Saduki datang dari orang yang melayani di rumah TUHAN.

Jika seseorang diangkat jadi tua-tua, diangkat menjadi pelayan, maka ia akan merasa terhormat. Namun, jika ia berfokus pada kedudukan tersebut, maka kehidupannya sama seperti orang Farisi dan orang saduki menolak suara kidung duka, mereka tidak mau berkabung, berarti ia tidak mau bertobat dan tidak mau mengakui kesalahannya, karena hal itu akan merendahkan martabat mereka (memalukan). Harga diri akan dihancurkan, sementara orang Farisi dan orang Saduki digadang-gadang sebagai orang terkemuka/cendikiawan. 

Pendeknya, menolak untuk menanggapi kidung duka = menolak untuk berkabung.


KETIKA MEREKA MENOLAK KIDUNG DUKA, kita akan melihat dalam…

Matius 11:18-19

(11:18) Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan. (11:19) Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya."


Orang Farisi dan orang Saduki berkata kepada Yohanes Pembaptis: “… Ia kerasukan setan …”


Ketika seseorang tidak menanggapi kidung duka, menolak untuk berkabung, penyakitnya adalah: memutarbalikkan fakta kebenaran, prakteknya; menuduh Yohanes Pembaptis dengan yang tidak-tidak, yaitu; sebagai orang yang kerasukan setan.

Jangan kita memutarbalik fakta kebenaran -- Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat … Matius 5:37.


Inilah tentang suara Kidung Duka / Perjanjian Lama, yang nampak dengan jelas di dalam diri Yohanes Pembaptis.


YANG KEDUA:Pribadi Tuhan Yesus Kristus”, tampil sebagai Anak Manusia, membawa berita tentang: KESUKAAN, kemudian, membawa berita kesembuhan, itulah suara dari; Perjanjian Baru.


Kita bisa lihat dalam…

Matius 11:4-6

(11:4) Yesus menjawab mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: (11:5) orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. (11:6) Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku."


Muatan dari Perjanjian baru (injil kesukaan): kabar pemulihan, kabar kesukaan dan kabar yang membawa kebahagiaan, di tengah perjalanan menuju Yerusalem Baru, yaitu; Kerajaan Kekal; itulah arti kehadiran Yesus di atas muka bumi ini.


Pendeknya, TUHAN Yesus Kristus membawa umat TUHAN masuk dalam pesta kesukaan, baik secara jasmani, maupun secara rohani, kita lihat hal itu dalam Matius 11:19.


Matius 11:19

(11:19) Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya."


Sebagai Anak Manusia, Yesus tampil untuk membawa berita kesukaan tentang pengampunan dosa, yaitu: berita kelepasan, berita kesembuhan, sampai membawa umat-Nya masuk dalam pesta kesukaan itulah perjamuan makan dan minum baik secara jasmani maupun rohani.

Jadi, kita harus menanggapi suara dari seruling, suara dari perjanjian baru, membawa kesukaan dan tarian, ini adalah bukti nyata tentang; KELEPASAN YANG DIALAMI UMAT TUHAN sampai dibawa masuk dalam pesta nikah Anak Domba.


Mari kita baca…

Matius 21:5 --- Perikop: "Yesus dielu-elukan di Yerusalem."

(21:5) "Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda."


Disini kita melihat, kedatangan Yesus kembali untuk yang kedua kalinya  ke dalam dunia fana ini, Dia akan tampil sebagai Raja di atas segala raja, juga tampil sebagai Mempelai Laki-Laki Sorga, sebab dikaitkan dengan Puteri Sion; inti dari mempelai Tuhan.

Kemudian, disini kita melihat, Yesus sedang menunggangi keledai beban yang muda..

Keledai adalah gambaran dari bangsa kafir, bangsa yang dahulu tidak mengenal Tuhan, Allahnya Israel termasuk kita bangsa Indonesia.

Tetapi oleh karena kemurahan Tuhan, kita ada ditengah ibadah dan pelayanan ini lewat Penggembalaan GPT Betania dalam suasana DITUNGGANGI oleh Tuhan Yesus Kristus, Dia Raja di atas segala Raja untuk selanjutnya membawa kita masuk dalam pesta nikah Anak Domba.


Saudara, keledai disini adalah “keledai muda”, gambaran dari satu kehidupan yang tidak berpengalaman. Kita ini bangsa kafir dan tidak mempunyai pengalaman tentang salib sebelum terpanggil. Tetapi lihatlah, Tuhan membawa kita nanti untuk bersama dengan puteri Sion; inti dari mepelai Tuhan, asal kita mau ditunggangi oleh Tuhan lewat ibadah dan pelayanan dalam Penggembalaan GPT Betania serang & cilegon, dan ditunggangi oleh Pengajaran Pembangunan Tabernakel.

Kemudian, istilah BEBAN -> sangkal diri, pikul salibnya.


Matius 21:6-8

(21:6) Maka pergilah murid-murid itu dan berbuat seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka. (21:7) Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan Yesus pun naik ke atasnya. (21:8) Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan.


Singkat kata, KELEDAI MUDA DITUNGGANGI OLEH TUHAN Yesus. Biarlah kiranya kita juga  ditunggangi oleh Tuhan.

Syarat untuk ditunggangi oleh Tuhan lalu dibawa untuk bersatu dengan puteri Sion: MENGALASINYA DENGAN PAKAIAN MEREKA.

Jadi pakaian mereka menjadi alas duduk ketika Yesus menunggangi keledai.

Jadi, perbuatan hidup (tabiat/kelakuan) kita harus menjadi alas duduk ketika Yesus menunggangi kehidupan kita masing-masing.


Tetapi ada yang salah di tengah-tengah pengikutannya kepada TUHAN, sebab di ayat 8 kita melihat; 

  • “… Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan, 

Pakaian dibuka lalu dihamparkan di jalan, memang keledai melaluinya, tetapi pakaian itupun tinggal. 

Kalau bisa pakaian itu harus menjadi alas duduk bagi Yesus, artinya; perbuatan dan sikap kita harus turut ditunggangi oleh TUHAN, untuk sampai dan berada di atas gunung Sion. 


  • ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan.

Ranting-ranting yang dipotong satu kali akan menjadi kering, dan tidak akan menghasilkan buah. 

Ini adalah hal yang salah, keliru dalam pengikutan kepada Tuhan.

Sebab di luar TUHAN, kita tidak dapat berbuat apa-apa/tidak berbuah. 


Matius 21:9

(21:9) Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: "Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!"


Seruan “Hosana” adalah seruan dari tanda kesukaan yang besar oleh karena suara dari seruling, suara dari berita perjanjian baru, injil kesukaan penuh, menghasilkan penyembahan yang luar biasa, mengagungkan, meninggikan Dia sebagai Raja di atas segala raja.

Yesus adalah Raja di atas segala raja, lebih mulia dari segala yang mulia, lebih mulia dari segala perkara-perkara di bumi ini, oleh sebab itu, kita tidak memuliakan yang lain selain Dia.


Sampai pada akhirnya…

Wahyu 19:6-7 --- Perikop: Perjamuan kawin Anak Domba. 

(19:6) Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. (19:7) Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.


Kita dibawa masuk dalam perjamuan makan dan minum pesta kawin Anak Domba, karena Yesus tampil sebagai Raja dan Mempelai Laki-laki Sorga, itu berarti, berada dalam kesukaan yang besar. 

Gereja TUHAN yang sempurna tampil sebagai mempelai wanita TUHAN untuk menikmati mahligai-mahligai-Nya, yaitu: Bersukacita, dan bersorak-sorai, memuliakan Dia. 


Wahyu 19:8

(19:8) Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]


Istilah “dikaruniakan”, berarti; dipercayakan. Banyak hal yang TUHAN telah percayakan kepada kita, sebagai tanda kemurahan hati TUHAN. 


Kita bandingkan dengan…

Matius 11:19

(11:19) Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya."


Orang saduki dan orang farisi yang menolak suara dari seruling, suara dari Perjanjian baru yang disebut injil kesukaan, mereka berkata kepada Yesus: 

  • “Ia seorang pelahap dan peminum”

  • “sahabat pemungut cukai dan orang berdosa”

Tetapi Yesus tidak terpengaruh dengan suara-suara miring ini, karena Alkitab berkata: hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya."


Jadilah satu kehidupan yang memiliki HIKMAT, AKAL BUDI dan KEBIJAKSANAAN.

Jadi kehidupan kita tidak ditentukan oleh mulut-mulut orang yang tidak bertanggung jawab, tetapi FIRMAN ALLAH MEMBERI PENGERTIAN, kalau itu menyatu dengan akal kita disebutlah itu orang yang berhikmat, akal budi dan bijaksana.


Jangan kita menanggapi suara-suara yang keluar dari mulut-mulut yang tidak bertanggungjawab. Tetapi bijaksanalah menanggapi suara KIDUNG DUKA itulah perjanjian lama, juga bijaksana menganggapi suara SERULING itulah perjanjian baru, supaya kita mengalami kelepasan, kesembuhan, selanjutnya, kita dibawa masuk dalam pesta nikah Anak Domba

Bertahanlah dalam Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, semuanya tertulis dengan lengkap, baik dalam Perjanjian lama maupun dalam Perjanjian baru.

Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Taberenkel, adalah Firman Allah yang benar …Wahyu 19:9.

Tuhan Yesus Memberkati. Selamat menempuh hidup yang baru.



TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI



Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang