KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Thursday, May 21, 2026

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB dirangkai dengan KENAIKAN YESUS KRISTUS, 14 MEI 2026

 


IBADAH PENDALAMAN ALKITAB dirangkai dengan KENAIKAN YESUS KRISTUS, 14 MEI 2026

 

MALEAKHI 2:15

(Seri: 40)

 

Subtema: YESUS KRISTUS SETIA ( PERGI UNTUK KEMBALI )

 

Shalom.

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN oleh karena rahmat-Nya kita dihimpunkan di atas gunung TUHAN, diberi kesempatan menghadap Dia lewat Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci dan dirangkai dengan Kenaikan Yesus Kristus. Selamat merayakan hari Kenaikan Yesus Kristus bagi kita sekaliannya.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN yang turut bergabung lewat online/live streaming/video internet baik dari Facebook Youtube, dimanapun saudara berada saat ini. Selanjutnya, kiranya damai sejahtera ALLAH tinggal di hati kita sehingga kita dapat merasakan satu sukacita dan kebahagiaan saat kita mendengarkan sabda ALLAH dekat kaki TUHAN.

 

Malam ini sebagaimana biasanya kita ada di dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci, tetapi hari ini adalah hari dimana orang Kristen memperingati TUHAN Yesus Kristus naik ke Sorga dan dipermuliakan, berarti temanya adalah tentang KENAIKAN YESUS KRISTUS ke Sorga, sebagaimana yang tertulis di dalam Kisah Para Rasul 1:3.

 

Kisah Para Rasul 1:3

(1:3) Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan ALLAH.

 

Setelah Yesus bangkit, Yesus masih ada di atas muka bumi ini selama empat puluh hari lamanya dan Ia berulang-ulang menampakkan diri sekaligus berbicara kepada murid-murid yang dipilih oleh TUHAN dan saudara-saudara Yesus, kurang lebih 500 orang.

 

Kisah Para Rasul 1:9

(1:9) Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.

 

Selanjutnya, Yesus terangkat ke Sorga, berarti DIPERMULIAKAN.

 

Soal memperingati Kenaikan Yesus Kristus mari kita rangkai dengan Firman penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab yaitu dari Maleakhi 2:15.

 

Maleakhi 2:15

(2:15) Bukankah ALLAH yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.

 

Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.” (Bagian 9)

Intinya: TUHAN menuntut supaya setiap suami hendaklah setia terhadap isterinya dari masa mudanya (dari sejak menikah).

 

Kita akan belajar dari pribadi ABRAHAM.

Yesaya 51:2A

(51:2) Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu; ketika Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan memperbanyak dia.

 

Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, artinya: Abraham adalah contoh dan teladan, berarti dapat dicontoh dan dapat diteladani oleh suami-suami di atas muka bumi ini. Kemudian, ALLAH memanggil Abraham, lalu memberkati dan memperbanyak dia.

Dari ayat ini menunjukkan bahwa Abraham adalah seorang suami yang SETIA terhadap isterinya dari masa mudanya.

 

Selanjutnya kita akan melihat kisah “Abraham dipanggil ALLAH.”

Kejadian 12:1-2 -- Perikop: "Abram dipanggil ALLAH"

(12:1) BerFirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; (12:2) Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.

 

ALLAH memanggil Abraham, lalu memperbanyak dan memberkati. Sebab, Abraham TAAT terhadap panggilan ALLAH.

-          Bangsa yang besar = Diperbanyak. Banyaknya keturunan Abraham itu sama seperti bintang di langit dan pasir di tepi laut, demikian banyaknya keturunan Abraham.

-          Diberkati, disebutlah itu raja-raja = Kehidupan yang diurapi oleh TUHAN.

 

 

Praktek taat terhadap panggilan ALLAH:

a.       Abraham pergi dari negeri orang Kasdim.

Artinya: Abraham melepaskan diri dari noda kekafiran yaitu penyembahan berhala dan kenajisan percabulan.

Contoh PENYEMBAHAN BERHALA yang nyata dalam kehidupan sehari-hari ialah:

-          Meninggalkan jam-jam ibadah karena kesibukan-kesibukan dan perkara-perkara lahiriah lainnya.

-          Kekerasan di hati dan hidup dalam kebenaran diri sendiri.

Contoh KENAJISAN PERCABULAN:

-          Menjual yang rohani demi yang lahiriah, seperti Esau.

-          Mabuk anggur perempuan Babel = Kaya oleh kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel. Ayat referensi: Wahyu 18:3.

b.      Abraham meninggalkan sanak saudaranya.

Artinya: Abraham melepaskan diri dari segala hawa nafsu dan keinginan-keinginan daging yang jahat.

c.       Abraham meninggalkan rumah bapanya.

Artinya: Abraham rela melepaskan haknya termasuk warisan-warisan.

 

Kejadian 12:4-5

(12:4) Lalu pergilah Abram seperti yang diFirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran. (12:5) Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ.

 

Pergilah Abraham seperti yang diFirmankan TUHAN kepadanya. Dengan demikian, Abraham taat terhadap panggilan ALLAH.

-          Pada ayat 4: Lotpun ikut bersama dengan dia, maksudnya: Lot bersama Abraham karena Lot yang minta ikut.

-          Pada ayat 5: Abram membawa Sarai, isterinya, maksudnya: Terhadap panggilan ALLAH, Abraham mengutamakan/memprioritaskan nikah. Hal ini menunjukkan bahwa Abraham setia terhadap isterinya dari masa mudanya sampai masa tuanya.

 

Perlu untuk diketahui: Kehidupan nikah Abraham dan Sara adalah lambang cinta TUHAN terhadap umat-Nya, gereja TUHAN.

 

Efesus 5:32-33

(5:32) Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat. (5:33) Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.

 

Hubungan Kristus dan jemaat sama seperti hubungan suami dan isterinya. Berarti hubungan Kristus dan jemaat sama seperti hubungan dalam nikah yang suci.

Dalam hal ini ...

-          Kristus adalah Kepala = Suami yang mengasihi jemaat sebagai tubuh-Nya.

-          Jemaat adalaht tubuh = Isteri menghormati/tunduk kepada Kristus sebagai Suami atau Kepala.

 

Namun, perjalanan nikah Abraham dan Sara harus melewati ujian demi ujian, secara khusus melewati 2 (dua) ujian.

UJIAN PERTAMA: “Ketika Abraham dan Sara di Mesir.”

Kisahnya adalah di dalam Kejadian 12:10-20.

Mesir adalah gambaran dari dunia dengan segala sesuatu yang ada di dalamnya.

 

1 Yohanes 2:15-16

(2:15) Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. (2:16) Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.

 

Jangan kita mengasihi dunia dengan segala sesuatu yang ada di dalamnya, sebab mengasihi dunia menunjukkan bahwa kasih Bapa tidak ada di dalam orang itu.

 

Segala sesuatu yang ada di dunia:

1.      Keinginan daging.

2.      Keinginan mata.

3.      Keangkuhan hidup.

Ketiganya bukan berasal dari Bapa Sorgawi melainkan dari dunia, sebagai bukti:

 

Lukas 4:1-13, berbicara tentang PENCOBAAN DI PADANG GURUN. Pencobaan itu dihadapi Yesus sebagai 3 (tiga) kali:

1.      Pada ayat 3-4, Batu menjadi roti/makanan à Keinginan daging.

Pendeknya, keinginan daging berasal dari setan, karena dunia ini berada dalam kuasa si jahat.

2.      Pada ayat 5-8, Iblis memperlihatkan kerajaan dunia dengan kemegahannya dari atas gunung yang tinggi à Keinginan mata.

3.      Pada ayat 9-11, menjatuhkan diri ke bawah dari bubungan Bait ALLAH, alasannya malaikat-malaikat ALLAH akan melindungi à Keangkuhan hidup.

Ada di tempat yang tinggi itu adalah kedudukan yang bagus, namun jika menjatuhkan diri dengan alasan nanti ada yang menanggungnya maka itu adalah keangkuhan hidup. Banyak orang Kristen yang seperti ini yaitu sengaja menjatuhkan dirinya (berani turun dari ibadah dan pelayanan) dengan alasan ada yang menolongnya seperti gaji sebulan, bisnis berhasil dan lain sebagainya. Itu adalah keangkuhan, sebab manusia tidak dapat melepaskan dirinya dari maut selain oleh darah salib, bahkan malaikat sekalipun tidak dapat menolong manusia apabila ia jatuh dalan berbagai dosa.

Jelas bahwa keinginan daging, keinginan mata, keangkuhan hidup berasal dari dunia, sementara dunia berada di bawah kuasa si jahat. Tetapi terhadap tiga ujian di padang gurun Yesus berkemenangan.

 

UJIAN KEDUA: Sarai diambil oleh Abimelekh (Seri 8).

Kisahnya ada di dalam Kejadian 20:1-18.

 

Kejadian 20:2

(20:2) Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, isterinya: "Dia saudaraku," maka Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara.

 

Pada ayat ini, Abimelekh mengambil Sara.

Abimelekh adalah raja Gerar, gambaran dari ANTIKRIS, dimana antikris satu kali menjadi raja dan berkuasa atas seantero dunia. Ayat referensi: Matius 20:25, Lukas 22:25, 2 Tesalonika 2:3-4, Matius 24:15.

 

Kejadian 20:3

(20:3) Tetapi pada waktu malam ALLAH datang kepada Abimelekh dalam suatu mimpi serta berFirman kepadanya: "Engkau harus mati oleh karena perempuan yang telah kauambil itu; sebab ia sudah bersuami."

 

"Pada waktu malam" -> 7 tahun penuh antikris menjadi raja dan berkuasa atas dunia ini.

 

Adapun 7 tahun tersebut dibagi dalam 2 bahagian:

-          3,5 tahun pertama disebutlah itu PRA-ANIAYA.

Pada masa itu ibadah dan pelayanan masih dapat dijalankan, namun sudah DIPERSULIT, sehingga harga Firman ALLAH menjadi mahal, sebagaimana yang tertulis di dalam Wahyu 6:6, “... secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar.”

·         “Secupak gandum sedinar” itu adalah bayangan dari kasih ALLAH yang sempurna.

·         “Tiga cupak jelas sedinar” à Ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Berarti, lewat ketekunan tiga macam ibadah pokok kita berada dalam kasih yang sempurna itulah puncak ibadah, doa penyembahan = Tinggal dalam kasih. Kalau tinggal dalam kasih berarti berdiam diri yaitu menutupi banyak dosa (mengampuni orang yang bersalah).

 

Selanjutnya dalam Wahyu 6:6 dikatakan:  “.... janganlah rusakkan minyak dan anggur itu.”

·         Minyak -> Roh Kudus.

·         Anggur -> Kasih mempelai.

Sekalipun ketika pra aniaya ibadah sudah dipersulit namun kasih mempelai (hubungan intim dengan TUHAN) jangan dirusak.

 

-          3,5 tahun yang kedua disebutlah itu PUNCAK GELAP MALAM = Puncak pencobaan

Sebab, pada masa itu:

a.       Terjadi siksaan yang dahsyat. Ayat referensi: Matius 24:15, 21.

b.      Antikris menghentikan korban sehari-hari yakni korban sembelihan dan korban santapan. Ayat referensi: Daniel 12:11, Daniel 11:31, Daniel 9:27.

-          Korban sembelihan -> Ibadah dan pelayanan disertai sangkal diri pikul salib sampai berdarah-darah.

-          Korban santapan -> Pengajaran Firman ALLAH yang murni dan benar itulah Firman pengajaran yang dibukakan oleh terang Roh Kudus dan Firman Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel.

Akibat menghentikan korban sehari-hari: Tidak ada lagi kesempatan untuk bertobat = Tidak ada kesempatan untuk mengerjalan keselamatan dengan takut dan gentar = Tidak ada kesempatan untuk memperbaiki kelakukan = Darah Yesus tidak berlaku lagi pada puncak gelap malam (3,5 tahun yang kedua). Kesempatan terakhir hanya ada pada 3,5 tahun yang pertama sekalipun pada masa itu disebut pra aniaya.

 

Oleh sebab itu, dalam kasih saya sampaikan kepada kita semua hendaklah kita semua memperhatikan Firman ALLAH yang sudah kita terima sehingga tidak ada penyesalan di kemudian hari. Kiranya doa Imam Besar Agung berlaku atas kita sebagaimana doa Imam Besar berlaku atas Simon Petrus sehingga ia berhasil melewati masa penampian tepatnya pada saat antikris menjadi raja dan memerintah atas seantero duni. Demikian hendaklah doa Imam Besar Agung berlaku atas kita semua, maka jangan kita merasa hebat dan kuat seperti Simon Petrus (Matius 26:31-35), tetapi hendaklah kita mengangkat kedua tangan sebagai tanda penyerahan diri kita sepenuhnya untuk taat hanya kepada ALLAH saja.

 

Ibrani 12:16 -- Perikop: Nasihat supaya bertekun dalam iman.

(12:16) Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.

 

Esau menjual hak kesulungannya demi sepiring makanan atau sepiring sop kacang merah = Menjual yang rohani demi yang lahiriah, disebutlah itu KENAJISAN PERCABULAN.

Jika kita kaya namun karena kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel itu disebutlah kenajisan percabulan dan kekejian.

 

Jangan kita tinggalkan ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok, tetapi kita harus tekun dalam tiga macam ibadah pokok dan kita mengerjakannya dengan iman yaitu percaya sekalipun belum melihat Sorga. Jika kita tidak menghargai kesempatan yang ada ini atau mengabaikan korban sehari-hari maka akan menerima resiko.

 

Ibrani 12:17

(12:17) Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.

 

Ketika Esau hendak menerima berkat dari hak kesulungan itu itu, ia ditolak, karena ia tidak mendapat kesempatan untuk bertobat/memperbaiki kesalahan, bahkan sampai bercucuran air mata tetap ditolak sebab kesempatan sudah tertutup = Darah Yesus tidak berlaku pada masa 3,5 tahun yang kedua Antikris berkuasa.

 

Oleh sebab itu, selagi hari masih siang maka bekerjalah, sebab akan tiba waktu malam (puncak gelap malam, puncak pencobaan) dimana tidak ada lagi orang yang dapat bekerja untuk mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar, tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki kesalahan, tidak ada lagi kesempatan untuk bertobat. Maka, selama hari masih siang, hargailah ibadah pelayanan dan tekunlah tiga macam ibadah pokok itulah korban sehari-hari.

Memang gereja TUHAN harus digembalakan oleh korban sehari-hari, itu berarti; korban sehari-hari harus ada di atas gunung TUHAN yang kudus untuk menggembalakan kawanan domba ALLAH.

 

Malam ini masih ada kesempatan bagi kita untuk memperbaiki kelakuan, berarti darah Yesus masih berlaku mengampuni dosa kita asal kita mau menghargai ibadah pelayanan dan tekun dalam tiga macam ibadah pokok. Maka, kerjakanlah itu dengan iman.

 

Lebih rinci kita akan melihat “KORBAN SEHARI-HARI.”

Ibrani 10:19-21 -- Perikop: Ketekunan.”

(10:19) Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, (10:20) karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, (10:21) dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah ALLAH.

 

Inti dari 3 (tiga) ayat ini ialah; TUHAN Yesus Kristus tampil sebagai Imam Besar Agung dan juga kepala Rumah TUHAN yang setia.

 

Ibrani 10:22-24

(10:22) Karena itu marilah kita menghadap ALLAH dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. (10:23) Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia. (10:24) Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.

 

Oleh karena pelayanan Imam Besar Agung kita mendapat kesempatan untuk memperoleh hak kesulungan, maksudnya kita mendapat kesempatan untuk berada di tengah ibadah dan pelayanan yaitu tekun dalam tiga macam ibadah pokok disertai sangkal diri pikul salib sampai beradah-darah, disebutlah itu KORBAN SEMBELIHAN.

Kemudian, di tengah-tengah tiga macam ibadah pokok kita mendapat kesempatan untuk memperoleh pengajaran Firman ALLAH yang murni dan benar, disebutlah itu KORBAN SANTAPAN.

 

Kemudian, pada ayat 22 sampai ayat 24 kita menemukan tiga kata:

1.      Pada ayat 24, ada kata; IMAN -> Ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci = Persekutuan yang mendalakan dengan Yesus Kristus Anak ALLAH lewat Firman-Nya dan perjamuan suci.

2.      Pada ayat 23, ada kata; PENGHARAPAN -> Ketekunan dalam Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian roh = Persekutuan dengan Roh ALLAH yang suci.

3.      Pada ayat 24, ada kata; KASIH -> Ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan = Persekutuan dengan kasih ALLAH Bapa yang sempurna.

Ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok ini adalah hasil pelayanan yang kita terima dari Imam Besar Agung, Ia juga kepala Rumah TUHAN yang setia.

 

Jadi, korban sehari-hari itulah korban sembelihan dan korban santapan jelas kita terima dari TUHAN lewat sengsara salib. Oleh sebab itu, selama hari masih siang bekerjalah, selama masih ada kesempatan maka kerjakanlah keselamatan itu dengan takut dan gentar, selagi darah Yesus masih berlaku maka hargailah korban sembelihan dan korban santapan.

 

Ibrani 10:25-26

(10:25) Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari TUHAN yang mendekat. (10:26) Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.

 

Jika kita dengan sengaja mengabaikan korban sehari-hari maka darah Yesus tidak berlaku atas dia = Tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa. Sebab yang berkuasa menghapus dosa adalah darah Yesus.

Dosa tidak dapat dihapus atau berlalu begitu saja karena lamanya waktu tetapi dosa terhapus/terampuni hanya oleh karena darah Yesus, syaratnya akui segala kemurahan dan kebaikan TUHAN, belajar menghargai korban sehari-hari yaitu tekun dalam tiga macam ibadah pokok disertai sangkal diri pikul salib sampai berdarah-darah / atau mau mengakui dosa dengan tuntas.

 

Banyak orang Kristen tidak memahami ketekunan, dalam tiga macam ibadah pokok atau ada orang yang sudah memeperoleh pengetahuan tetapi sengaja tidak tekun dalam tiga macam ibadah pokok atau ada juga orang yang tekun dalam tiga macam ibadah pokok namun dikerjakan dengan Taurat tidak dengan kerinduan, maka darah Yesus tidak berlaku atas dia. Yang menyelamatkan bukanlah Taurat atau usaha manusia tetapi IMAN oleh darah salib.

 

Ibrani 10:27

(10:27) Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.

 

Orang yang tidak menghargai korban sembelihan dan korban santapan satu kalau dilemparkan ke dalam api neraka untuk dihanguskan selama-lamanya.

 

Oleh sebab itu, jangan menjalankan ibadah dengan Taurat (secara lahiriah). Maka setiap kali kita tekun dalam tiga macam ibadah pokok disertai dengan sangkal diri pikul salib sampai berdarah-darah dan di tengah-tengahnya kita menerima Firman pengajaran yang murni disitu selalu kita diluruskan, umpama malam ini kita berada di tengah Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci dan di tengahnya ada pemberitaan Firman ALLAH kita selalu diingatkan dan diluruskan. Kemudian, mungkin besok kita lupa akan Firman ALLAH, namun selanjutnya hari Sabtu kita ada Ibadah Pemuda Remaja, selanjutnya hari Minggu ada Ibadah Raya Minggu disertai kesaksian Roh di tengah-tengahnya ada Firman maka kita diingatkan dan diluruskan kembali. Kalau kita mau diingatkan dan diluruskan sama dengan mendapat kesempatan untuk memperbaiki kelakuan = Memperoleh kesempatan untuk bertobat, maka darah Yesus berlaku atas dia.

Demikian hari Senin juga lupa lagi karena berbuat salah namun hari Selasa ada Ibadah Doa Penyembahan yang digembalakan dari surat Yudas. Secara continue kita terus digembalakan oleh Firman penggembalaan itulah air susu ibu yang murni dan rohani sampai terjadi pertumbuhan dari jemaat biasa menjadi imamat rajani. Imamat rajani berarti ada jabatan, sehingga memiliki tempat di tubuh Kristus karena jabatan yang mengerjakan pembangunan tubuh Kristus menjadi sempurna à Mempelai TUHAN.

 

Inilah kelebihan kalau menghargai korban sehari-hari, tapi jika tidak menghargai korban sehari-hari maka imbalannya dihakimi dan dihukum dalam api yang dahsyat, dihanguskan di dalamnya untuk selamanya.

Tidak ada orang yang sanggup menghadapi panasnya api neraka, sebab panasnya api neraka 7 kali lebih panas dari dapur api, berarti panasnya sempurna.

 

Pendeknya, tidak menghargai korban sehari-hari disebutlah itu SI PENDURHAKA = Pemberontak kepada TUHAN seperti Korah dan kumpulannya, seperti antikris dan orang-orangnya.

Seringkali kita ini keliru yaitu untuk atasannya di tempat ia bekerja dia menunjukkan rasa hormat yang tinggi, tetapi kepada pribadi TUHAN sebagai Raja segala raja dan layak dipermuliakan justru tidak dihormati, buktinya adalah ia rela tinggalkan ibadah pelayanan hanya karena untuk menghormati pimpinannya. Kehidupan semacam ini sangat mengerikan, orang semacam inilah yang disebut pendurhaka kepada TUHAN.

Oleh sebab itu, saudara jangan pernah berkata “kalau saya tidak bekerja bagaimana saya hidup?” TUHAN itu ajaib dan Ia akan memelihara kita dengan ajaib juga, jangan samakan TUHAN yang hidup dengan TUHAN yang mati. Kalau kita merasa orang lemah dan bodoh maka kita harus angkat tangan dan menyerah, namun banyak orang Kristen tidak mau menyerah padahal dia tau dia adalah orang lemah dan tidak berdaya.

 

2 Tesalonika 2:3 -- Perikop: Kerdurhakaan sebelum kedatangan TUHAN.”

(2:3) Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa,

 

Sebelum TUHAN datang pada kali yang kedua atau sebelum hari penghakiman terlebih dahulu dinyatakan 2 hal:

1.      Murtad = Mundur dari korban sehari-hari meskipun berada di tengah ibadah pelayanan.

2.      Manusia durhaka = Memberontak kepada TUHAN, menyangkali TUHAN Yesus Kristus yang berkuasa menyelamatkan dirinya, disebutlah antikris yang satu kali akan duduk di Bait ALLAH.

 

2 Tesalonika 2:4

(2:4) yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai ALLAH. Bahkan ia duduk di Bait ALLAH dan mau menyatakan diri sebagai ALLAH.

 

Antikris satu kali duduk di Bait ALLAH dan menytakan diri sebagai ALLAH, berarti disembah.

Itu sebabnya orang yang dikuasai oleh kenajisan percabulan senang sekali jika dipuja-puja (diangkat-angkat), ini adalah ciri orang durhaka.

 

Ketika nikah Abraham dan Sara mengalami ujian pertama dan ujian kedua, APA YANG TERJADI?

Kejadian 12:13

(12:13) Katakanlah, bahwa engkau adikku, supaya aku diperlakukan mereka dengan baik karena engkau, dan aku dibiarkan hidup oleh sebab engkau."

 

Ketika menghadapi ujian pertama dan kedua, Abraham dan Sara selalu mengaku bahwa mereka adalah “saudara.”

Pada ujian pertama terdapat dalam Kejadian 12:13, Sara dikatakan sebagai “adik” = Saudara.

 

Kejadian 20:2

(20:2) Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, isterinya: "Dia saudaraku," maka Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara.

 

Demikian juga dengan ujian yang kedua ketika Abimelekh, raja Gerar, mengambil Sara untuk dijadikan sebagai isterinya, Abraham dan Sara tetap mengaku sebagai “saudara.”

 

Baik pada ujian pertama dan kedua Abraham dan Sara selalu mengaku “saudara bersaudara.” Hal ini mengandung arti yang begitu dalam yang tidak dapat dipahami manusia sekalipun dia memiliki gelar sarjana, doktor.

Namun, TUHAN Yesus Kristus yang terlebih dahulu mati dan berada di perut bumi, Dia memberitahukan itu semua hanya kepada orang yang kecil yang juga ada diperut bumi, tetapi kepada orang yang besar (merasa diri hebat dan pandai) semuanya disembunyikan oleh TUHAN ... Matius 11:25.

 

Ketika menghadapi ujian pertama dan kedua, Abraham selalu mengakui Sara isterinya itu adalah saudaranya, artinya: TUHAN itu SETIA, Dia tidak akan meninggalkan kita sampai Ia datang kembali untuk menjemput kita di awan nan permai. Sama seperti Abraham setia dari masa mudanya terhadap Sara, isterinya.

 

Amsal 7:4-5 -- Perikop: Nasihat tentang perzinahan.”

(7:4) Katakanlah kepada hikmat: "Engkaulah saudaraku" dan sebutkanlah pengertian itu sanakmu, (7:5) supaya engkau dilindunginya terhadap perempuan jalang, terhadap perempuan asing, yang licin perkataannya.

 

Firman yang dibukakan dalam terang Roh Kudus harus kita jadikan sebagai sanak dan saudara.

Mengapa kita harus menjadikan Firman yang dibukakan menjadi sanak saudara melebihi saudara daging? Alasannya: Supaya kita dilindungi dari:

1.    Perempuan jalang = Perempuan Babel à Antikris.

2.    Perempuan asing = Izebel -> Nabi palsu yang perkataannnya licin sehingga setiap orang yang melalui jalan yang licin akan tergelincir dan telentang sehingga tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

Dari pengakuan ini kita semakin memahami bahwa TUHAN setia, sebab TUHAN tidak akan membiarkan kita dibinasakan oleh dua ajaran tersebut, yaitu; ajaran antikris dan ajaran nabi palsu.

Kesetiaan TUHAN, sama seperti Abraham setia kepada Sara, itu sebabnya Abraham selalu mengakui bahwa Sara adalah saudaranya.

 

Demikian juga sebelum pesta nikah di awan nan permai, kita harus menjadikan Firman adalah sebagai sanak saudara melebihi sanak saudara daging. Itulah yang memelihara kita sampai TUHAN datang kembali, sehingga kita kelak diangkat dan dipermuliakan bersama dengan Dia.

 

Yohanes 14:15 -- Perikop: Yesus menjanjikan penghibur.”

(14:15) "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

 

Hubungan kita dengan TUHAN adalah hubungan dalam nikah yang suci dan dasarnya adalah KASIH.

Kalau kita mengasihi TUHAN maka kita harus tunduk kepada perintah ALLAH (Firman ALLAH). Menghambakan diri kepada perintah ALLAH.

 

Yohanes 14:16

(14:16) Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

 

TUHAN akan kirim Penolong yang lain yaitu ROH KUDUS untuk menyertai kita.

Jadi, sama sekali kita tidak pernah berpisah dari TUHAN karena TUHAN setia seperti Abraham setia kepada isterinya dari masa mudanya. TUHAN tidak pernah meninggalkan kita asalkan kita tunduk kepada Firman.

 

Yohanes 16:7

(16:7) Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

 

TUHAN memang sudah terangkat, naik ke Sorga, namun TUHAN tidak pernah berpisah dari kita, TUHAN tidak pernah meninggalkan kita. TUHAN memang harus pergi supaya Roh Kudus turun menyertai kita sampai selama-lamanya, sampai TUHAN datang kembali sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga.

 

Setelah saya renungkan sejak ujian pertama Abraham selalu mengakui bahwa Sara adalah saudaranya, awalnya saya mengira ini adalah suatu kebodohan, tetapi ternyata hikmat TUHAN sangat luar biasa memberi pengertian kepada orang kecil. Demikian juga pada ujian yang kedua saat gereja TUHAN menghadapi antikris, Abraham juga berkata bahwa Sara adalah saudaranya. Inilah tanda kesetiaan TUHAN kepada kita, maka hendaklah seorang suami setia sejak masa mudanya. Demikianlah TUHAN kepada kita, Dia akan melupakan aib kejandaan (dosa masa lalu)... Yesaya 54:4.

 

Yohanes 14:18-19

(14:18) Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. (14:19) Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup.

 

Dia memang pergi tapi untuk datang kembali, Dia tidak pernah benar-benar meninggalkan kita, sebab ketika Dia pergi maka Roh Kudus turun, itulah tanda bahwa TUHAN itu setia kepadda sidang Mempelai-Nya.

Maka akuilah Firman yang dibukakan sebagai sanak saudara, melebihi dari sanak saudara sedaging.

Jangan gunakan perasaan manusia daging dalam mengikuti TUHAN, biarlah Roh TUHAN berkuasa dan mendominasi penuh setiap kehidupan kita supaya kita dipimpin dalam kebenaran Firman ALLAH.

 

Yohanes 14:2-3

(14:2) Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. (14:3) Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada. (14:4) Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ."

 

TUHAN pergi untuk datang kembali, berarti TUHAN tidak meninggalkan kita asalkan kita hormat dan tunduk kepada Firman ALLAH, yang memberi hikmat dan pengertian maka Roh Kudus akan menyertai kita sampai selama-lamanya.

 

Inilah arti kenaikan TUHAN Yesus Kristus yang dirangkai dengan kisah nikah Abraham dan Sara. Jadikanlah Firman yang dibukakan itu sebagai sanak saudara. Amin.

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang