IBADAH RAYA MINGGU 26 JULI 2026
KITAB WAHYU
WAHYU 19:20
(SERI 1)
Subtema: MENGIKUTI
RUMUS TUHAN
Mula pertama saya mengucapkan puji
syukur kepada Tuhan, oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di
atas gunung Tuhan yang kudus. Kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah
Raya Minggu malam ini.
Saya juga tidak lupa menyapa
anak-anak Tuhan, umat ketebusan Tuhan yang turut bergabung lewat online / live
streaming / online, baik dari Youtube, Facebook atau media sosial
lainnya yang digunakan. Selanjutnya, doa dan harapan kami, kiranya damai
sejahtera dari Sorga ada di tengah-tengah kita, menguasai hati kita, sehingga
dalam kesukaan Sorgawi dan bahagia, kita duduk diam dalam menikmati Sabda
Allah.
Selanjutnya, kita akan mengikuti
KITAB WAHYU sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu.
Namun, tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan Tuhan, supaya Firman yang
dibukakan itu meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi.
Malam ini kita masuk pada Wahyu
19:20 sebagai seri 1.
Wahyu 19:20
(19:20) Maka tertangkaplah binatang itu dan bersama-sama dengan
dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda di depan matanya, dan
dengan demikian ia menyesatkan mereka yang telah menerima tanda dari binatang
itu dan yang telah menyembah patungnya. Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke
dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang.
Di sini dikatakan: tertangkaplah
binatang itu bersama-sama dengan nabi-nabi palsu. Lalu, keduanya
dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang.
Pendeknya, yang dialami oleh
binatang itu dan nabi-nabi palsu
-
Diawali dengan segala keindahan-keindahan, namun diakhiri dengan
kebinasaan.
-
Diawali dengan hal-hal manis, namun diakhiri dengan kepahitan.
Saudara, hal ini tidak sesuai dengan
rumus di dalam Tuhan. Sebab rumus di dalam Tuhan:
-
Mati dahulu baru bangkit… 1 Korintus 15:36-37.
-
Menderita dahulu baru dipermuliakan.
Tetapi, baik binatang maupun
nabi-nabi palsu menolak rumusnya Tuhan.
Bagaimana dengan kita malam ini, mau
mengikuti rumusnya Tuhan atau rumusnya setan? Tetapi saya berpesan: marilah
kita mengikuti rumusnya Tuhan yaitu:
-
Mati dahulu baru bangkit.
-
Menderita dahulu baru dipermuliakan.
BUKTI
BINATANG MENOLAK RUMUSNYA TUHAN.
Wahyu 13:1
(13:1) Lalu aku melihat seekor binatang
keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di
atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya
tertulis nama-nama hujat.
Untuk kesekian kalinya kita membahas
ayat ini, namun kiranya Tuhan tetap menyatakan kasih dan karunia-Nya terkait
ayat ini.
Saudara, di sini kita melihat, “...seekor
binatang keluar dari dalam laut…” -> antikris.
Kemudian, binatang ini…
-
Bertanduk sepuluh dan di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh
mahkota.
-
Berkepala tujuh dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.
Untuk membuktikan bahwa binatang ini
menolak rumusnya Tuhan, kita akan membahas HAL-HAL
YANG MELEKAT / DIMILIKI OLEH BINATANG TERSEBUT. Antara lain…
Diawali dengan: “SEPULUH
TANDUK DENGAN SEPULUH MAHKOTA.”
Tentang: TANDUK, bicara soal kuasa yang
memberi keselamatan, namun itu hanyalah “akal-akalan” semata. Kita buktikan hal
itu…
Wahyu 13:3
(13:3) Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya
seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang
membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut
binatang itu.
Di sini dikatakan: “... satu
dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya…” Tetapi, luka yang
membahayakan itu; sembuh. Intinya di sini, binatang (antikris)
mengadakan mujizat kesembuhan. Sehingga, oleh mujizat kesembuhan itu…
a.
Seluruh dunia heran (takjub)
b.
Kemudian, orang-orang yang takjub itu, “mengikuti
binatang itu” (antikris). Pendeknya,
menjadi pengikut Antikris bukan pengikut Kristus.
Sejenak kita bandingkan dengan “PENGIKUT KRISTUS”….
Matius 16:21 --- Perikop: “Pemberitahuan pertama tentang
penderitaan Yesus dan syarat-syarat mengikuti Dia”
Jadi, ada empat kali Yesus memberitahukan tentang penderitaan-Nya.
Di malam ini kita memeriksa pemberitahuan yang pertama.
Matius 16:21
(16:21)
Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia
harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak
tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan
pada hari ketiga.
Saudara, di sini kita melihat, Yesus memberitahukan kepada
murid-murid bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem. Tujuannya:
-
Menanggung banyak penderitaan dari tua-tua, imam-imam
kepala dan ahli-ahli Taurat.
-
Lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
Ini adalah RUMUS DI
DALAM TUHAN dan diajarkan oleh Yesus kepada murid-murid-Nya. Bukan saja
kepada murid-murid, tetapi kita juga harus menerima rumus ini. Biarlah kita
mantap memiliki rumusnya Tuhan.
Matius 16:22-23
(16:22)
Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan,
kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."
(16:23) Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah
Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan
memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan
manusia."
Menolak pengajaran salib, dengan lain kata menolak rumusnya
Tuhan yang telah diajarkan kepada murid-murid, menunjukkan bahwa gereja telah
dikuasai iblis (setan).
Jadi, apabila gereja-gereja berfokus hanya pada
mujizat-mujizat dan karunia-karunia kesembuhan lalu mengabaikan pengajaran
salib menunjukkan bahwa gereja itu telah dikuasai iblis (setan).
Justru di hari-hari terakhir ini banyak gereja yang berfokus
hanya pada mujizat-mujizat / tanda-tanda ajaib, dan karunia-karunia kesembuhan
yang dimiliki oleh seorang hamba Tuhan. Maka ketika Petrus menolak ajaran
salib, dengan tidak segan-segan Yesus berkata kepada Petrus: “Enyahlah
iblis”. Petrus bukan iblis, tetapi roh iblis itu telah menguasai pikiran
Petrus, sehingga menolak rumusnya Tuhan, menolak menderita sengsara
dan mati dengan Kristus. Demikian juga hamba-hamba Tuhan, kalau sibuk
hanya untuk mengadakan mujizat-mujizat, tetapi mengabaikan salib Kristus,
berarti dia juga telah dikuasai Iblis (Setan).
Saudara, hamba Tuhan akan menjadi batu sandungan,
bila ia sibuk hanya untuk mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib dan mujizat
kesembuhan di tengah ibadah dan pelayanan, sementara Pengajaran salib
diabaikan.
Kiranya, saya secara pribadi jangan menjadi batu sandungan
kepada keselamatan jiwa-jiwa.
Bila saya hanya sibuk menonjolkan karunia-karunia di dalam
diri saya, termasuk mujizat-mujizat kesembuhan, berarti saya menjadi batu
sandungan terhadap saudara, menjadi batu sandungan terhadap rencana Allah yang
sedang dinyatakan.
Itu sebabnya di atas tadi saya katakan: mantaplah memiliki
rumusnya Tuhan --- mati dulu baru bangkit. Jangan seperti binatang dan nabi
palsu, menolak rumusnya Tuhan. Memang, diawali dengan keindahan-keindahan,
tetapi diakhiri dengan kebinasaan, diawali dengan hal-hal yang manis tetapi
diakhiri dengan segala kepahitan.
Bila sibuk hanya untuk pamer karunia yang dimiliki,
pamer dengan mujizat kesembuhan, tetapi pengajaran salib diabaikan, maka
hamba Tuhan semacam ini ….
-
Ia
tidak memikirkan apa yang dipikirkan Allah
-
Melainkan, memikirkan apa yang dipikirkan manusia.
Pikiran manusia hanya tertuju pada hal-hal duniawi atau perkara-perkara di bawah.
Doakan supaya saya jangan menjadi batu sandungan terhadap
keselamatan jiwa-jiwa. Tetapi sebaliknya, saudara harus bersyukur dan berbangga
kepada Tuhan, karena kita senantiasa diajar untuk menerima dan hidup didalam
rumusnya Tuhan. Jangan kita bersungut-sungut dan hidup menurut logika seperti
Petrus.
Matius 16:24
(16:24) Lalu Yesus berkata kepada
murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus
menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku
Syarat untuk menjadi pengikut Kristus Yesus:
-
Sangkal diri = menyangkali segala sesuatu yang ada di dalam dirinya, termasuk
kelebihan-kelebihan = tidak bermegah terhadap kelebihan-kelebihan yang dimiliki
dalam diri. Meskipun ada kelebihan tidak perlu bermegah, cukup mengucap syukur
saja kepada Tuhan.
Tadi kita sudah mendengar kesaksian dari: Saudari Grace mengakui bahwa semua yang ia terima jelas
karena kemurahan dari Tuhan saja, semata-mata bukan karena gagah dan hebatnya
dia. Dia menerima berkat dan kemurahan karena didikan dari penggembalaan. Saya
yakin ini adalah pengakuan yang tulus, karena memang saya melihat
perkembangannya dari sejak kecil hingga sekarang menjadi seorang guru kimia di
satu SMA Swasta di kota Serang. Begitu juga
dengan kita, harus mengakui didikan dari penggembalaan, artinya; sekalipun kita
memiliki sesuatu di dalam diri, semua itu harus disangkali, apapun bentuknya.
Jangan kita bermegah di situ, selain hanya mengucap syukur saja dan terimakasih
kepada Tuhan langit dan bumi.
-
Memikul salib, artinya; memikul kebenaran Allah, kekudusan Allah
dan memikul kemuliaan Allah.
Jadi, kebenaran harus dipikul, tidak boleh
dilepas. Kekudusan juga harus dipikul, tidak boleh dilepas. Kemuliaan dari
Sorga pun harus dipikul, tidak boleh dilepas. Semuanya itu jangan dilepaskan
hanya karena mempertahankan harga diri atau karena
malu dengan dunia.
Bisa saja seseorang melepaskan kebenaran Allah
karena harga diri, atau karena malu kepada dunia. Dahulu saya seperti itu,
tetapi sekarang, bila direndahkan, saya tidak malu. Dahulu saya berjuang untuk
mempertahankan harga diri, tetapi sekarang kita harus terus belajar,
untuk memikul salib-Nya.
Kebenaran Allah; harus dipikul, kekudusan Allah;
harus dipikul dan kemuliaan serta yang terkait dengan kemuliaan itulah
ibadah dan pelayanan, harus dipikul. Itulah yang disebut dengan aniaya karena
Firman, sengsara karena salib.
-
Mengikut Tuhan, berarti; mengikuti teladan yang telah ditinggalkan oleh Tuhan
yaitu; tapak-tapak kaki Yesus yang berdarah-darah. Antara lain (1 Petrus
2:22-23)…
1. “Tidak
berbuat dosa”, tabiat dari FIRMAN ALLAH.
Kalau penuh dengan Firman, pasti tidak berbuat
dosa.
2. “Tidak
berdusta”, tabiat dari ROH KUDUS.
Kalau penuh dengan Roh Kudus pasti tidak ada
dusta di mulut.
3. “Tidak
membalas kejahatan dengan kejahatan”, tabiat dari KASIH ALLAH.
Kalau penuh dengan kasih Allah, dosa /
ketelanjangan / kesalahan orang lain pasti ditutupi, bukan diumbar-umbar.
Pengertian berikutnya mengenai
mengikut Tuhan yaitu: tidak menyimpang ke
kiri dan ke kanan = bersikap seperti laki-laki (1
Korintus 16:13).
Jadi, tanduk yaitu kuasa
keselamatan yang sebenarnya (sejati), datang dari salib Golgota. Sementara tanduk
binatang (antikris) adalah tanduk / kuasa keselamatan palsu.
Orang sakit sembuh, tetapi menolak
salib = kuasa keselamatan palsu. Kalau sembuh, harus hidup dalam salib;
sangkal diri, pikul salib, meskipun menderita dan mati karena penyakit itu
sendiri.
Tentang: MAHKOTA.
Mahkota dari binatang tersebut
bicara tentang kemenangan, tetapi itu juga hanya “akal-akalan” saja.
Memang, satu kali antikris akan menjadi RAJA yang berkuasa dan memerintah atas
seantero dunia. Maka tentu saja di atas kepala raja ada mahkota, tetapi
itu hanya akal-akalan saja.
Ayat referensi…
-
Matius 20:25
(20:25) Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu,
bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan
besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas
mereka.
Apabila antikris menjadi raja,
a. Ia akan memerintah
dengan tangan
besi
b. Menjalankan kuasa dengan
keras / otoriter atas mereka.
Dan hal itu tidak akan lama lagi terjadi, sudah di depan
mata.
-
Lukas 22:25
(22:25) Yesus berkata kepada mereka: "Raja-raja bangsa-bangsa
memerintah rakyat mereka dan orang-orang yang menjalankan kuasa atas mereka
disebut pelindung-pelindung.
Kedudukan mereka (antikris) pada saat menjadi
raja, hampir sama seperti Gembala Agung pada saat menggembalakan kawanan
domba-Nya yaitu; menjaga, melindungi, membela dan memelihara, kira-kira seperti
itu. Tetapi sesungguhnya mereka adalah gembala palsu.
Jadi, mahkota di atas kepala pun
akal-akalan saja, sifatnya semu dan palsu. Mahkota di atas kepala binatang itu
bersifat sementara, tidak lebih dari tujuh tahun, yang memuncak pada 3½ tahun
yang kedua. Sesudah itu, Tuhan akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan
memusnahkannya (2 Tesalonika 2:8).
Bagaimana, apakah saudara mau
menikmati hal-hal yang indah dan manis, tetapi akhirnya binasa? Masakan karena
tujuh tahun itu kita harus meninggalkan jam-jam ibadah? Oleh sebab itu,
bersikaplah tegas mulai dari sekarang.
Hal itu juga telah Tuhan tetapkan,
sebagaimana dalam..
Daniel 9:27
(9:27) Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi
banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia
akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap
kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah
ditetapkan menimpa yang membinasakan itu."
Di sini dikatakan: “sampai
pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu.”
Artinya, antikris telah ditetapkan
untuk dibinasakan, hanya tujuh tahun saja mahkota itu ada di kepalanya.
Berpikirlah lebih bijaksana dari sejak sekarang ini.
Tentang: ANGKA SEPULUH
Saudara, angka sepuluh menunjukkan
bahwa binatang ini “seolah-olah” hidup menurut hukum-hukum Allah. Tetapi
itu juga hanya “akal-akalan” saja, sebab sesungguhnya, kebenaran tidak
diperoleh dari binatang itu. Yang diperoleh dari binatang itu hanyalah:
1. Kepalsuan
2. Kebinasaan
Sesudah kita melihat binatang itu
menolak rumusnya Tuhan, sesuai dengan apa yang melekat pada dirinya itulah
sepuluh tanduk dengan sepuluh mahkota di atas tanduk-tanduknya, sekarang kita
beralih kepada….
“BERKEPALA TUJUH DAN PADA
KEPALANYA TERTULIS NAMA-NAMA HUJAT”
Tentang: TUJUH KEPALA -> tujuh gunung, tetapi tujuh gunung tersebut
telah diduduki oleh perempuan Babel sebagaimana yang tertulis
dalam Wahyu 13:9 --- Yang penting di sini ialah akal yang mengandung
hikmat: ketujuh kepala itu adalah tujuh gunung, yang di atasnya perempuan
itu duduk.
Pendeknya, gunung dari
perempuan Babel adalah tandingan dari gunung Tuhan.
Adapun gunung Tuhan
disebutlah…
a. Gunung Sion -> Gereja Tuhan yang
sempurna, tanpa cacat cela, kerut atau yang serupa itu (Efesus 5:25-27).
Itulah sidang mempelai Tuhan; bercahaya kemuliaan Allah.
b. Doa penyembahan.
Hal itu dapat kita lihat seluruhnya
dalam…
Wahyu 14:1
(14:1) Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di
bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang
dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.
Pada ayat ini tidak ada lagi
penyebutan di dahi mereka tertulis nama kota Allah-Nya. Mengapa? Karena
mereka adalah kota kudus Allah, Yerusalem baru, berarti; sidang mempelai Tuhan.
Pendeknya, ayat 1 menampilkan
gereja Tuhan yang sempurna/ sidang mempelai Tuhan seperti 144.000 orang
yang telah ditebus dari bumi, mereka berdiri di bukit Sion.
Wahyu 14:2-3
(14:2) Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau
air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu
seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya. (14:3) Mereka menyanyikan suatu nyanyian
baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak
seorang pun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus
empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu.
Pemain-pemain kecapi yang memetik
kecapinya -> doa penyembahan.
Mereka menyanyikan suatu nyanyian
baru dan tidak seorangpun yang dapat mempelajarinya, itu adalah bahasa
lidah.
Singkat kata…
-
Ayat 1 adalah sidang mempelai Tuhan yang sempurna.
-
Ayat 2-3 hidup dalam doa penyembahan, disertai dengan nyanyian baru / bahasa lidah.
Inilah gunung tertinggi dalam Tuhan.
Saya berharap kita semua menjadi
gunung Tuhan, berarti menjadi gunung Sion / gereja sempurna, tanpa cacat
cela, kerut. Kemudian, hidup di dalam doa penyembahan disertai dengan
bahasa lidah / nyanyian baru yang tidak dapat dipelajari oleh siapapun kecuali
dia dengan Tuhan saat melangsungkan hubungan intim yaitu: doa penyembahan.
Inilah tandingan dari gunung yang
diduduki oleh perempuan Babel.
Bukti tujuh gunung telah diduduki
oleh perempuan Babel: “...PADA KEPALA-KEPALANYA TERTULIS NAMA HUJAT…” (Wahyu
13:1).
Sebagai tambahan:
Tetaplah tergembala dengan
sungguh-sungguh. Tekunlah dalam tiga macam ibadah pokok. Tetaplah di atas
gunung Tuhan yang kudus. Kalau tidak demikian, nanti akan berada pada gunung
Babel.
CIRI-CIRI GUNUNG TELAH DIDUDUKI
PEREMPUAN BABEL:
1. Mencari nama, artinya; mencari
hormat, puji-pujian, kemuliaan hanya bagi dirinya sendiri saja.
Kejadian 11:4 --- Perikop: “Menara Babel”
(11:4)
Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan
sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama,
supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi."
Tujuan mereka mencari nama supaya jangan
terserak ke seluruh bumi. Tetapi justru dengan mencari nama mereka terserak
ke seluruh bumi. Tetapi, kalau kita mencari Tuhan / tetap di atas gunung Tuhan,
kita pasti tetap bersatu, nikah bersatu.
2. Berbicara tentang “... Kerajaan
dunia dengan kemegahannya, keindahan dan kemuliaannya…” -> mamon.
Ayat referensi: Matius 4:8 --- Dan Iblis
membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan
kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,
Saudara, yang kita rebut adalah Kerajaan kekal dengan segala keindahannya. Itu sebabnya saya katakan;
hormatilah nikah rumah tangga, ibadah dan pelayanan. Ibadah = nikah, nikah =
ibadah, dari sejak semula -> Taman Eden.
Tentang: PADA KEPALANYA TERTULIS
NAMA-NAMA HUJAT.
Wahyu 13:5-6
(13:5) Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh
kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat
puluh dua bulan lamanya. (13:6) Lalu ia membuka mulutnya
untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan
semua mereka yang diam di sorga.
42 bulan atau 3 ½ tahun lamanya,
binatang itu membuka mulutnya untuk:
a. Menghujat ALLAH.
b. Menghujat nama-Nya.
c. Menghujat kemah kediaman
Allah
= menghujat Roh Allah dengan segala kegiatan-kegiatan dari Roh Allah itu
sendiri, itulah ibadah dan pelayanan.
Saudara, perlu untuk kita ketahui…
-
Menghujat Allah; masih diampuni
-
Menghujat Anak Allah; masih diampuni
-
Tetapi, menghujat kemah kediaman Allah atau Roh Allah dan
kegiatan-Nya itulah ibadah dan pelayanan; tidak diampuni lagi… Matius 12:31.
Jadi, kegiatan Roh itulah ibadah dan
pelayanan, merupakan sarana yang Tuhan percayakan kepada kita untuk memperoleh
janji-janji Tuhan kepada kita itulah keselamatan jiwa, tidak ada sarana yang
lain.
Ada pujian berkata…

Jadi, sekali lagi saya sampaikan,
tidak ada sarana yang lain untuk mencapai kesempurnaan, kecuali hidup menurut
rumusnya Tuhan; mati, dan bangkit dan kalau bertekun di situ,
satu kali akan dipermuliakan, berarti tubuh (jemaat) dan Kristus
(kepala) bersatu. Itu sebabnya, ibadah = nikah dan nikah = ibadah dan Tuhan
membenci perceraian (Maleakhi 2:16).
Oleh sebab itu, hargailah ibadah dan
nikah, jangan bercerai dari ibadah, Tuhan membenci orang yang cerai dari
ibadah. Itulah sebabnya, nikah hanya satu kali saja. Tetaplah untuk selalu
berada dalam satu kandang penggembalaan dengan satu gembala.
Kita lihat lebih jauh terkait…
BERKEPALA TUJUH DAN PADA KEPALANYA
TERTULIS NAMA-NAMA HUJAT.
Daniel 8:10
(8:10) Ia menjadi besar, bahkan sampai kepada bala tentara langit,
dan dari bala tentara itu, dari bintang-bintang, dijatuhkannya beberapa ke
bumi, dan diinjak-injaknya.
Satu kali nanti bintang-bintang akan
keluar dari orbitnya, itulah bintang-bintang yang dijatuhkan oleh binatang itu
ke bumi. Ketika bintang itu dijatuhkan ke bumi, maka diapun hidup secara
manusia duniawi, berpikir secara manusia duniawi; pikirannya tertuju hanya
kepada perkara-perkara di bumi.
Kalau hamba-hamba Tuhan saja tadinya
ada pada orbit / kedudukannya dihadapan Tuhan dengan baik dan dalam pengurapan
bisa dijatuhkan, lalu, bagaimana dengan keadaan gereja yang tidak
sungguh-sungguh menghargai nikah dan ibadahnya?
Saudara jangan pernah berpikir
seseorang sanggup mengatasi persoalan di bumi ini apalagi saat antikris menjadi
raja. Mungkin persoalan kecil bisa dengan kekuatan sendiri, tetapi, pada saat
antikris menjadi raja. Tidak ada satupun yang sanggup menghadapinya. Tidak ada
satupun yang dapat menghadapi pencobaan itu, bagaikan karung rambut yang tidak
bisa diuraikan lagi … (Wahyu 6:12). Berarti, kita harus rendah hati
menerima kuasa dari Sorga.
Daniel 8:11
(8:11) Bahkan terhadap Panglima bala tentara itu pun ia
membesarkan dirinya, dan dari pada-Nya diambilnya korban persembahan
sehari-hari, dan tempat-Nya yang kudus dirobohkannya.
Apabila binatang (antikris) menjadi
raja dan berkuasa atas seantero dunia, maka “... tempat-Nya yang kudus
dirobohkan…” oleh binatang (antikris) = menghujat kemah kediaman Allah = menghujat Roh Allah dan
kegiatan-kegiatannya itulah ibadah dan pelayanan. Jadi hal itu sudah
dinubuatkan oleh nabi Daniel, jauh sebelumnya.
Kemudian, binatang itu juga menghentikan
korban sehari-hari yaitu; korban sembelihan dan korban santapan.
-
Menghentikan korban sembelihan.
Itu berarti; korban penebusan tidak ada lagi, bahkan tidak ada
lagi kesempatan untuk berdamai dengan Allah.
Dalam pengikutan kita dengan Tuhan di tengah ibadah dan pelayanan
ini, hendaklah disertai dengan sangkal diri, pikul salib, sampai
berdarah-darah. Kegunaan
dari darah salib Kristus ialah: untuk menebus dan memperdamaikan hidup kita
dengan ALLAH. Tetapi, pada saat antikris berkuasa,
hal itu dihentikan, sehingga tidak ada lagi kesempatan untuk bertobat dan
berdamai dengan ALLAH, persis seperti Esau.
-
Menghentikan korban santapan.
Itu berarti; pada saat antikris itu menjadi raja, terjadilah
kekeringan yang dahsyat sehingga penduduk bumi mengalami kelaparan yang luar
biasa.
Saudara, sampai malam ini kita semua dikenyangkan oleh kemurahan
Tuhan, dikenyangkan oleh korban santapan, karena Tuhan senantiasa membukakan
rahasia Firman-Nya bagi kita. Tetapi, ada satu masa, dimana dunia mengalami
kekeringan yang dahsyat dan pada saat itu banyak orang mengalami kelaparan yang
luar biasa.
CIRI-CIRI MENGALAMI KELAPARAN:
Semua cara “dihalalkan” untuk memenuhi kebutuhan dan
keinginan-keinginannya.
Lihatlah
seorang pencuri,
kalau ditanya jawabnya pasti “karena lapar.”
Jadi, hari demi hari yang akan kita hadapi bukan semakin membaik
dan indah, tetapi semakin sulit dan sukar. Semua orang akan menggunakan caranya
untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan-keinginannya sendiri. Ada cara
yang halal dan ada cara yang tidak halal, tetapi kebanyakan orang akan
menggunakan cara yang tidak halal.
Itu berarti, semua orang akan menjalankan hidup menurut hukumnya /
aturannya / kebenarannya sendiri, sebab korban santapan (hukum-hukum Allah)
saat itu telah dihentikan.
AKIBAT
KALAU MENJALANKAN HUKUMNYA / ATURANNYA / KEBENARANNYA SENDIRI:
Anak-anak dara yang cantik dan teruna-teruna akan rebah dan tidak
bangkit-bangkit = BINASA (Amos 8:11-14). Pendeknya, yang menjadi korban
ketika menjalankan hukum menurut aturan sendiri adalah kerohanian yang masih
muda akan binasa.
Itulah sebabnya kita harus berjuang untuk mencapai tingkat
kedewasaan. Hal itu juga yang selalu saya pergumulkan dalam doa penyembahan
saya kepada Tuhan, serta mengadakan doa penyahutan. Bagaikan Imam Besar Agung masuk dalam ke Ruangan
Maha Suci, Ia
mempersembahkan korban bakaran dan korban pendamaian, sekaligus membawa ukupan
(doa penyembahan).
Di tapal dada Imam Besar terdapat dua
belas batu permata dan pada batu
permata-permata itu terukir nama dua belas suku Israel. Inilah doa penyahutan
saya kepada Tuhan: “Tuhan dewasakanlah
hamba dan nikah hamba, dewasakanlah nikah sidang jemaat-Mu Tuhan.” Karena,
ketika terjadi kelaparan yang dahsyat, orang-orang akan menjalankan hukumnya
sendiri / aturannya sendiri dan yang menjadi korban adalah kerohanian yang
masih muda / kanak-kanak / belum dewasa.
Oleh sebab itu, seorang gembala sidang tidak boleh egois atau
memikirkan diri sendiri. Saudara harus bersyukur kepada Tuhan Yesus yang telah
menaikkan doa penyahutan
kepada Allah Bapa, terkait dengan kehidupan
kita semua. Sebab tidak ada yang sampai kepada Bapa tanpa seorang pengantara.
Jadi, saudara jangan kecilkan peran dari seorang gembala dalam kandang
penggembalaan … (Yohanes 14:6).
Daniel 8:12
(8:12) Suatu kebaktian diadakan secara fasik menggantikan
korban sehari-hari, kebenaran dihempaskannya ke bumi, dan apa pun yang
dibuatnya, semuanya berhasil.
Di sini kita melihat: “... kebaktian
di adakan secara fasik …”
Kebaktian fasik bicara soal berhasil
dan keberhasilan, berkat dan keberkatan, tanpa pengajaran salib.
Pendeknya, di tengah ibadah hanya
sibuk bicara soal berkat, keberhasilan, kejayaan, kemakmuran, serta sibuk
bicara soal hormat, puji-pujian, kemuliaan hanya untuk diri sendiri.
Tetapi, berkat dan keberkatan serta
berhasil dan keberhasilan semacam ini hanyalah “akal-akalan” dari binatang
(antikris). Berarti sifatnya semu / tidak kekal, sebab binatang tersebut
menolak rumusnya Tuhan.
Dengan pengertian yang kita terima
di malam ini, kita tidak akan tertipu daya oleh akal-akalan dari binatang
tersebut. Justru, ketika kita melihat hal-hal yang melekat pada binatang itu,
kita akan katakan: “Kamu penipu, tukang akal-akalan”. Dan hal itu saya
buktikan sendiri pada tahun 2020, dengan dinamika yang terjadi saat itu saya
katakan bahwa; “kamu penipu”. Namun sangat disayangkan, ketika pengertian itu
saya sampaikan, banyak diantara jemaat yang tidak mau mengerti (tidak peduli)
Saudara pikir, ketika saudara
menolak mengerti tersebut, hati saya tidak sedih? Tidakkah sudah saya sampaikan
di atas tadi bahwa saya mengadakan doa penyahutan (mendoakan sidang jemaat satu
per satu)? Tetapi
alangkah bahagianya seorang gembala / pemimpin jemaat bila domba-domba
dengar-dengaran, meskipun tidak punya apa-apa. Bukan uang saudara yang dituntut
Tuhan, tetapi taat dan dengar-dengaran, hati mu yang dituntut Tuhan. Tetapi
yang mau taat dan dengar-dengaran; puji Tuhan, tetapi yang tidak dengar-dengaran,
jangan bertahan dengan kekerasan di hati. Belajar taat, setia, dan
dengar-dengaran. Tidak ada yang sampai ke Sorga tanpa kandang penggembalaan.
Kalau sekedar ibadah semua orang bisa, tetapi kalau tidak tergembala tidak akan
sampai. Supaya jangan sia-sia predikat yang ada di dalam diri Yesus sebagai
Gembala Agung.
Sekarang, kita lihat AKHIR (ENDING)
DARI BINATANG (ANTIKRIS).
Daniel 7:8
(7:8) Sementara aku memperhatikan tanduk-tanduk itu, tampak
tumbuh di antaranya suatu tanduk lain yang kecil, sehingga tiga dari
tanduk-tanduk yang dahulu itu tercabut; dan pada tanduk itu tampak ada mata
seperti mata manusia dan mulut yang menyombong.
Pada tanduk itu tampak ada
mata seperti mata manusia dan mulut yang menyombong.
-
Tanduk = kuasa.
Artinya, satu kali antikris akan tampil sebagai raja yang berkuasa dan memerintah atas seantero dunia bahkan memerintah atas
seluruh aspek-aspek kehidupan manusia. Tidak bisa lagi manusia memiliki rumah,
ladang, pekerjaan, dan lain sebagainya sebab semuanya itu akan berada di
bawah kekuasaan Antikris.
-
Ada mata.
Artinya, binatang itu dapat melihat penduduk bumi dengan segala
keadaannya, tanpa terkecuali. Maka, jangan pernah bersembunyi dengan
mengandalkan diri. Umpama; bersembunyi di bawah laut, di batu karang, di
bukit-bukit atau di cela-cela gunung, sebab tetap akan terpantau oleh binatang
(antikris).
Jadi, bagaimana kita dapat bersembunyi dari antikris? Jawabnya:
tidak bisa dengan mengandalkan kekuatan sendiri. Oleh sebab itu saya berpesan,
tekunlah dalam tiga macam ibadah pokok, sehingga oleh ibadah itu kita dipimpin
untuk berada pada tingkat ibadah yang tertinggi itulah doa penyembahan.
Singkat kata, doa penyembahan adalah tempat yang terindah,
tempat yang tidak dapat dijangkau / diintai oleh mata ular naga yaitu antikris,
sebagaimana yang tertulis dalam Ayub 39: 31 --- Ia diam dan bersarang
di bukit batu, di puncak bukit batu dan di gunung yang sulit didatangi.
Doa penyembahan adalah penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya
kepada kehendak Allah saja.
Jadi, penyembahan itu tidak dilihat pada saat praise and worship
atau saat berlutut.
Kita taat pada aturan dunia atau aturan di tempat pekerjaan, itu
boleh, tetapi seringkali oleh karena hal itu orang-orang mengabaikan aturan
dari Sorga. Kita lebih taat pada aturan di bumi ini dari pada taat pada Allah
di Sorga, ibadah semacam ini belum sampai pada puncak ibadah itulah doa
penyembahan.
Apa yang saya sampaikan ini tidak ada maksud untuk menyakiti
saudara, sekalipun saudara berduka oleh karena Firman ini. Tetapi Alkitab
berkata itu jauh lebih baik, sebab dukacita semacam ini adalah dukacita yang
datang dari Allah, menghasilkan pertobatan … (2 Korintus 7:10).
2 korintus 7:8
(7:8)
Jadi meskipun aku telah menyedihkan hatimu dengan suratku itu, namun aku
tidak menyesalkannya. Memang pernah aku menyesalkannya, karena aku
lihat, bahwa surat itu menyedihkan hatimu -- kendatipun untuk seketika saja
lamanya --,
Pengajaran salib memang sakit bagi daging (daging berduka) dan
rasul Paulus memang pernah menyesalkannya. Saya sendiri juga begitu “aduh
tertusuk lagi sidang jemaat, padahal saya tidak ada maksud menusuk
(menyakiti)”
2 korintus 7:9
(7:9)
namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan
karena dukacitamu membuat kamu bertobat. Sebab dukacitamu itu adalah
menurut kehendak Allah, sehingga kamu sedikit pun tidak dirugikan oleh
karena kami.
Dukacita seperti ini membuat kita bertobat, dan dukacita ini
adalah menurut kehendak Allah.
Jadi, sebagai seorang gembala, kembali saya sampaikan dengan
tandas: tekunlah tiga macam ibadah pokok, karena itu adalah sarana yang membawa
kita sampai kepada tingkat ibadah yang tertinggi itulah doa penyembahan, yang
tidak bisa dijangkau oleh mata ular.
-
Mulut
yang menyombong.
Menunjukkan bahwasanya pada kepala-kepala
binatang tersebut tertulis nama-nama hujat … (Wahyu 13:5-6).
Akhir hidup binatang:...
Daniel 7:9-10
(7:9) Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu
duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya
bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari
api yang berkobar-kobar; (7:10) suatu sungai api timbul dan mengalir
dari hadapan-Nya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali
berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan
dibukalah Kitab-kitab.
Pada hari penghakiman, binatang
tersebut diadili dihadapan takhta putih, lalu dibukalah Kitab-kitab itu,
berarti nama binatang itu serta perbuatannya tertulis di dalamnya = namanya
tidak tertulis di dalam Kitab kehidupan Anak Domba = tidak terdaftar di Sorga.
Saudara, ingatlah hari penghakiman
ini, supaya nasib kita jangan seperti binatang tersebut, akhir hidupnya binasa.
Benar sekalilah bahwa korban sehari-hari harus menggembalakan kehidupan kita
dan itu adalah harga mati, tidak boleh ditolak.
Daniel 7:11
(7:11) Aku terus melihatnya, karena perkataan sombong yang
diucapkan tanduk itu; aku terus melihatnya, sampai binatang itu dibunuh,
tubuhnya dibinasakan dan diserahkan ke dalam api yang membakar.
Inilah muara / akhir dari binatang
itu: binatang itu dibunuh, tubuhnya dibinasakan dan diserahkan
ke dalam api yang membakar. Kenapa bisa demikian? Karena menolak
rumusnya Tuhan.
-
Diawali dengan
keindahan-keindahan, tetapi diakhiri dengan kebinasaan.
-
Diawali dengan hal-hal
yang manis, tetapi diakhiri dengan kepahitan.
JALAN KELUAR:
Ikutilah rumusnya Tuhan yaitu; menderita
sengsara dan mati karena salib, tetapi bangkit pada hari
ketiga.
Itulah yang diajarkan oleh nabi-nabi
kepada kita.
1 Petrus 1:10 --- Perikop: “Pengharapan,
iman dan kasih”
(1:10) Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti
oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan
bagimu.
Nabi-nabi telah bernubuat tentang
kasih karunia yang diuntukkan bagi kita.
Kasih karunia itu adalah Yesus telah
menderita sengsara, mati dan bangkit pada hari ketiga, itu adalah berita kasih
karunia. Berita semacam ini dikhususkan / diuntukkan bagi kita.
Seharusnya, hamba-hamba Tuhan
menyelidiki dan meneliti Firman semacam ini. Tetapi banyak hamba Tuhan tidak
mau sibuk dengan berita semacam ini;
-
Justru sibuk pamer karunia-karunia
demi uang.
-
Sibuk mengajarkan ajaran Nikolaus
untuk mengumpulkan massa sebanyak-banyaknya.
-
Tetapi hamba Tuhan yang tulus
bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagi kita semua.
Bantu doa supaya saya senantiasa menyelidiki dan meneliti
dengan seksama, lalu disampaikan menurut kehendak Allah.
1 Petrus 1:11
(1:11) Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang
dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang
sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan
menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu.
Sesudah Yesus menderita sengsara,
kemudian mati di kayu salib dan bangkit pada hari ketiga, sesudah
itu Yesus naik dan dipermuliakan. Inilah rumusnya Tuhan: dibalik salib
ada kemuliaan, jangan dipermuliakan saat ini, tetapi untuk binasa.
Kiranya hamba-hamba Tuhan
menyampaikan rumusnya Tuhan dengan jujur dihadapan Tuhan.
1 Petrus 1:12
(1:12) Kepada mereka telah dinyatakan, bahwa mereka bukan melayani
diri mereka sendiri, tetapi melayani kamu dengan segala sesuatu yang telah
diberitakan sekarang kepada kamu dengan perantaraan mereka, yang oleh Roh
Kudus, yang diutus dari sorga, menyampaikan berita Injil kepada kamu,
yaitu hal-hal yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat.
Pengajaran salib yang telah
diuntukkan bagi kita, menunjukkan bahwa kita lebih berharga dari
malaikat-malaikat di Sorga. Oleh sebab itu hargailah apa yang telah TUHAN
perbuat / kerjakan bagi kita. AMIN.
TUHAN YESUS KRISTUS, KEPALA GEREJA
DAN MEMPELAI SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman: