IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 24 OKTOBER 2026
STUDY YUSUF
(Seri: 40)
Subtema: 1500 TAHUN HUKUM TAURAT DARI GUNUNG SINAI - GUNUNG GOLGOTA
Shalom.
Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Kaum Muda Remaja, semua karena anugerah Tuhan.
Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan Tuhan yang turut bergabung lewat online/live streaming atau video internet baik dari YouTube, Facebook, maupun dari TikTok. Selanjutnya kiranya damai sejahtera dari Allah dan kasih Allah memenuhi hati kita masing-masing baik juga saudara yang mengikuti secara online, sehingga oleh karena damai sejahtera ada sukacita dan sejahtera saat kita duduk diam mendengarkan sabda Allah.
Mari kita mengikuti STUDY YUSUF sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Kaum Muda Remaja. Namun tetaplah berdoa dalam roh, mohonlah kemurahan dari Tuhan supaya firman yang dibukakan meneguhkan hidup kita pribadi lepas pribadi. Malam kita masih membahas Kejadian 44:18-34, dengan judul: “Yehuda membela Benyamin” dan malam ini merupakan seri ke-40 kalinya. Angka 40 adalah angka tamatnya daging.
Singkat kata, seluruh ayat-ayat Firman ALLAH yang tertulis pada Kejadian 44:18-34, merupakan tutur kata Yehuda kepada Yusuf sebagai mangkunegara di Mesir. Dalam tutur kata tersebut, Yehuda memohon kelepasan bagi Benyamin, adiknya itu. Sebab, apabila Benyamin tidak kembali ke Kanaan, maka Yakub:
Turun ke dunia orang mati karena nasib celaka … (ayat 29).
Turun ke dunia orang mati karena dukacita … (ayat 31).
Dari sini kita lihat Yehuda sangat peduli dan memperhatikan keadaan Yakub, ayahnya, berarti Yehuda hormat kepada orang tuanya.
Oleh sebab itu, hendaklah kaum muda remaja menghormati orang tuanya masing-masing. Sebab Alkitab berkata, hormat kepada orang tua lanjut umur di tanah air Kerajaan Sorga, sesuai dengan yang tertulis pada Keluaran 20:12. Kita rindu masuk dalam Kerajaan Sorga, jadi hormat kepada orang tua adalah bagian dari Kerajaan Sorga.
Perlu untuk kita ketahui bersama: Ketika Yehuda datang kepada Yusuf, dia menyampaikan permohonannya dengan tutur kata yang terangkai dengan baik dan tertata dengan rapih sehingga menjadi sebuah pernyataan yang elok, manis, dan sedap untuk didengar. Dengan demikian, kita perlu mencontoh Yehuda di dalam hal bertutur kata sehingga kaum muda remaja tidak lagi asal berucap dan tidak mudah mengucapkan kata-kata yang tak penting, apalagi kata-kata yang kotor.
Amsal 16:24
(16:24) Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.
Perkataan yang menyenangkan adalah seperti SARANG MADU, berarti:
Manis bagi hati.
Berarti, perkataan yang menyenangkan sifatnya menghibur dan sedap di hati.
Obat bagi tulang-tulang.
Berarti, perkataan yang menyenangkan sifatnya memberikan kekuatan bagi yang lemah dan rapuh.
Amsal 16:21
(16:21) Orang yang bijak hati disebut berpengertian, dan berbicara manis lebih dapat meyakinkan.
Orang yang bijaksana disebut BERPENGERTIAN atau BERAKAL BUDI, dan berbicara manis sehingga perkataannya dapat meyakinkan orang lain.
Singkat kata, Yehuda adalah orang yang bijaksana, sebab di mulutnya ada firman Allah, yaitu; perkataan yang manis dan sedap untuk didengar, sesuai dengan Wahyu 10:9, “... di dalam mulutku ia terasa manis seperti madu.”
Intinya, Yehuda adalah pengkhotbah yang baik sebab di mulutnya ada perkataan yang baik, manis, dan sedap untuk didengar itulah firman Allah. Jadi, pengkhotbah yang baik tidak sibuk berbicara soal daging dan perkara-perkara lahiriah, melainkan yang disampaikan murni firman Allah bukan yang lain-lain, tidak ditambahkan dan tidak dikurangkan.
CIRI-CIRI KHOTBAH YANG BAIK.
YANG PERTAMA: Tidak berpihak pada daging.
Sebab ketika Yehuda menyampaikan permohonannya yaitu perkataan yang terangkai kepada Yusuf, ia tidak membenarkan dirinya sedikitpun, ayat referensi: Kejadian 44:16, “Apakah yang akan kami katakan kepada tuanku, apakah yang akan kami jawab, dan dengan apakah kami akan membenarkan diri kami?”
Kemudian, hal berikutnya Yehuda tidak kompromi terhadap kesalahan.
Sebab Yehuda sama sekali tidak membela Benyamin sebagai yang tertuduh karena kenyataannya piala perak Yusuf itu ditemukan di dalam karung Benyamin, sekalipun itu merupakan hasil skenario dari Yusuf sendiri karena sesungguhnya Benyamin tidak mencuri, sebagaimana yang tertulis dalam Kejadian 44:12.
Ketika kepala rumah Yusuf menggeledah semua karung-karung dari saudara-saudara Yusuf mulai dari yang sulung (Ruben) sampai kepada yang bungsu (Benyamin), akhirnya ditemukanlah piala perak Yusuf di dalam karung Benyamin.
Kalau salah tetaplah salah, tidak berpihak kepada daging, bisa saja seorang pekhotbah berpihak kepada daging dan kompromi terhadap kesalahan karena rasa takut menghinggapi dirinya. Sebab, apabila dia menyampaikan firman Allah yang murni dan benar, orang yang berlaku salah bisa saja tersinggung, tetapi Yehuda adalah pengkhotbah yang baik sebab dia tidak berpihak kepada daging dan tidak kompromi kepada kesalahan.
YANG KEDUA.
Kejadian 44:18
(44:18) Lalu tampillah Yehuda mendekatinya dan berkata: "Mohon bicara tuanku, izinkanlah kiranya hambamu ini mengucapkan sepatah kata kepada tuanku dan janganlah kiranya bangkit amarahmu terhadap hambamu ini, sebab tuanku adalah seperti Firaun sendiri.
Selanjutnya Yehuda berkata kepada Yusuf: “... tuanku adalah seperti Firaun sendiri.”
Pendeknya, dari mulut Yehuda keluar perkataan yang sifatnya mengakui kebesaran, kekuasaan dan kemuliaan Yusuf. Hal itu sesuai dengan pengakuan Firaun kepada Yusuf di dalam Kejadian 41:40-41, “Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir.”
Terkait dengan ciri khotbah yang sifatnya mengakui kebesaran dan kemuliaan Tuhan, kita bisa temukan di dalam Mazmur 19:2-5.
Mazmur 19:2-5 --- Perikop: "Kemuliaan TUHAN dalam pekerjaan tangan-Nya dan dalam Taurat-Nya."
(19:2) Langit menceritakan kemuliaan ALLAH, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; (19:3) hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. (19:4) Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; (19:5) tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari,
Jenis khotbah yang menceritakan tentang kebesaran, kekuasaan, dan kemuliaan Tuhan:
YANG PERTAMA, ditulis pada ayat 2-4.
Langit menceritakan kemuliaan ALLAH, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya.
Hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam.
Hal ini telah diterangkan dan telah kita bahas bersama-sama.
YANG KEDUA (ayat 5B): “Ia memasang kemah di langit untuk matahari”.
Singkatnya, di langit ada kemah. Ini adalah sebuah lukisan/gambaran dari kebesaran, kekuasaan dan kemuliaan Allah.
Kemah juga disebut TABERNAKEL.
Tabernakel dalam bahasa Ibrani disebut "Mishkan."
Tabernakel dalam bahasa Yunani disebut "Skene."
Dari sini dapat kita lihat bahwa, keselamatan itu datang dari Israel, tidak datang dari bangsa-bangsa lain-lain.
Sedangkan, pengertian rohani dari Tabernakel adalah; TEMPAT KEDIAMAN.
Jadi, kehidupan kita ini adalah Tabernakel berarti tempat kediaman Allah.
Wahyu 21:2-3
(21:2) Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. (21:3) Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.
Intinya, mempelai wanita Tuhan adalah Tabernakel, berarti tempat kediaman Allah.
Ayat 2, berbicara tentang: “Pengantin perempuan.”
Ayat 3, ada pernyataan: “... kemah Allah di tengah-tengah manusia.”
Demikian dalam Yohanes 1:14 dikatakan: “Firman itu telan menjadi manusia dan diam di antara kita” = Allah BERTABERNAKEL
Firman itu adalah Yesus. Yesus adalah Allah menjadi manusia, dia diantara kita, sama artinya Allah bertabernakel.
Ibrani 8:1-5 --- Perikop: "Imam Besar perjanjian baru."
(8:1) Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga, (8:2) dan yang melayani ibadah di tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Tuhan dan bukan oleh manusia. (8:3) Sebab setiap Imam Besar ditetapkan untuk mempersembahkan korban dan persembahan dan karena itu Yesus perlu mempunyai sesuatu untuk dipersembahkan. (8:4) Sekiranya Ia di bumi ini, Ia sama sekali tidak akan menjadi imam, karena di sini telah ada orang-orang yang mempersembahkan persembahan menurut hukum Taurat. (8:5) Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah: "Ingatlah," demikian firman-Nya, "bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu."
Ibadah pelayanan di bumi adalah gambaran dan bayangan dari ibadah pelayanan yang ada di Sorga, apabila ibadah pelayanan tersebut menggunakan pola Tabernakel.
Jadi, kita tidak boleh alergi dengan Pengajaran Tabernakel, justru kita bersyukur/berterimakasih kepada Tuhan, sebab di tengah-tengah ibadah ini Tuhan tempatkan kemah/Tabernakel, sehingga ibadah yang kita kerjakan di bumi ini merupakan gambaran atau bayangan dari ibadah pelayanan yang terdapat di dalam Kerajaan Sorga.
Intinya, Tabernakel yang sejati ada di dalam Kerajaan Sorga atau ada di langit (kemah ada di langit).
Sementara yang menjadi Imam Besarnya adalah Tuhan Yesus Kristus, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di Sorga.
Demikian juga kalau ibadah pelayanan di bumi menggunakan Tabernakel, kita akan merasakan kehadiran Yesus Kristus di tengah ibadah pelayanan tersebut sebagai Imam Besar Agung, tugasnya adalah; melayani, berdoa, dan memperdamaikan dosa.
Pegang teguh firman Pengajaran Mempelai dan firman Pengajaran Tabernakel.
Perlu untuk diketahui: Tabernakel didirikan menurut contoh yang Tuhan tunjukkan kepada Musa di atas gunung Sinai. Pendeknya, Tabernakel adalah gambaran/bayangan dari Kerajaan Sorga, tempat kediaman Allah.
Jadi, Yesus, Tuhan Allah kita adalah Tabernakel, Kerajaan Sorga juga adalah Tabernakel, hidup kita adalah Tabernakel. Berarti untuk sampai kepada Kerajaan Sorga terimalah pengajaran Tabernakel. Tidak mungkin sampai ke Tabernakel rohani (kerajaan Sorga) kalau tidak menerima pengajaran Tabernakel.
Adapun Tabernakel terdiri dari 3 (tiga) daerah:
Daerah pertama disebut HALAMAN/PELATARAN.
Di dalam Halaman ada alat yaitu
Mezbah Korban Bakaran dan
Kolam Pembasuhan Tembaga.
Daerah kedua disebut RUANGAN SUCI.
Di dalam Ruangan Suci terdapat 3 alat:
Meja Roti.
Pelita Emas.
Mezbah Dupa.
Daerah ketiga disebut RUANGAN MAHA SUCI.
Terkait: DAERAH HALAMAN / PELATARAN.
Keluaran 27:9, 11-13, 18 --- Perikop: "Mengenai pelataran."
(27:9) "Haruslah engkau membuat pelataran Kemah Suci; untuk pelataran itu pada sebelah selatan harus dibuat layar dari lenan halus yang dipintal benangnya, seratus hasta panjangnya pada sisi yang satu itu. (27:11) Demikian juga pada sebelah utara, pada panjangnya, harus ada layar yang seratus hasta panjangnya, tiang-tiangnya harus ada dua puluh dan alas-alas tiang itu harus dua puluh, dari tembaga, tetapi kaitan-kaitan tiang itu dan penyambung-penyambungnya harus dari perak. (27:12) Dan pada lebar pelataran itu pada sebelah barat harus ada layar yang lima puluh hasta, dengan sepuluh tiangnya dan sepuluh alas tiang itu. (27:13) Lebar pelataran itu, yaitu bagian muka pada sebelah timur harus lima puluh hasta, (27:18) Panjang pelataran itu harus seratus hasta, lebarnya lima puluh hasta dan tingginya lima hasta, dari lenan halus yang dipintal benangnya, dan alas-alasnya harus dari tembaga.
Pelataran/daerah Halaman Tabernakel dibatasi oleh layar dari LENAN HALUS.
Lenan Halus atau kain putih berbicara tentang kebenaran oleh karena iman.
Kebenaran itu oleh karena iman, bukan lagi dari kebenaran yang lain misalnya kebenaran oleh karena hukum Taurat atau kebenaran diri sendiri. Jadi, kebenaran itu harus berasal dari IMAN (Salib).
Ketika bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir, mereka dibawa ke padang gurun, tujuannya adalah; supaya mereka dapat beribadah kepada Tuhan, dengan menggunakan Pola Tabernakel, sesuai dengan petunjuk TUHAN yang diterima oleh Musa di atas gunung Sinai, itulah pola Tabernakel.
Dahulu Tabernakel didirikan di padang gurun yang luas, demikian kehidupan kita saat ini juga berada di tengah-tengah dunia yang luas ini. Sementara dunia ini ada dalam kuasa si jahat, sehingga yang ada di dunia ini adalah; keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup ... 1 Yohanes 2:16.
Jadi, yang dapat membatasi hidup kita untuk menjadi milik Tuhan adalah KEBENARAN ALLAH / KEBENARAN OLEH KARENA IMAN. Pendeknya, kebenaran Iman adalah pagar untuk membatasi kehidupan kita dari dunia yang luas dan jahat ini.
Kebenaran oleh iman adalah pagar membatasi hidup kita sehingga hidup kita terlindungi dari dunia.

Jadi, kebenaran dari Allah adalah pagar untuk membatasi kehidupan kita dari dunia yang jahat ini.
Panjang Pelataran sebelah utara 100 hasta, demikian panjang sebelah selatan 100 hasta. Lebar bagian barat ada 50 hasta, lebar bagian timur ada 50 hasta. Dikelilingi oleh lenan halus.
Demikian Ayub di hadapan Tuhan, sebab Tuhan memagari Ayub, Tuhan memagari rumah Ayub, Tuhan memagari semua yang dimiliki Ayub sehingga apa yang dikerjakan Ayub diberkati Tuhan dan apa yang dimiliki Ayub semakin bertambah-tambah.
Ayub 1:10
(1:10) Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu.
Kalau Tuhan memagari kehidupan kita dari dunia maka apapun yang kita kerjakan, Tuhan pasti berkati sehingga apa yang kita miliki akan semakin bertambah-tambah, itulah fungsi dari pagar sekeliling Tabernakel yang terbuat dari lenan halus, yang berbicara tentang kebenaran oleh karena iman, yang membatasi kehidupan kita sehingga kita bebas dari dunia.
Tuhan tidak hanya memagari kehidupan Ayub tapi juga memagari kehidupan kaum muda remaja, segala yang kita punya dipagari oleh Tuhan, baik harta secara jasmani dipagari oleh Tuhan, maupun harta secara rohani dipagari oleh Tuhan, sehingga apapun yang kita kerjakan diberkati oleh Tuhan. Apapun yang dikerjakan oleh anak-anak Tuhan kalau Tuhan memagari akan diberkati oleh Tuhan, apapun yang dimiliki kaum muda remaja lama-lama akan semakin bertambah.
Memang kita ada di tengah-tengah dunia yang luas dan jahat, tapi hendaklah kaum muda remaja hidup dalam kebenaran Allah, kebenaran oleh karena iman.
Kemudian;
Panjang layar sebelah utara dan selatan: 2 100 = 200 hasta.
Lebar sebelah barat dan timur: 2 50 = 100 hasta.
Keliling layar: panjang + lebar = 200 + 100 = 300 hasta.
Tinggi pelataran: 5 hasta (kurang lebih 2,5 meter).
Singkat kata, luas layar: 300 5 = 1500 hasta.
Angka 1500 hasta -> 1500 tahun zaman Taurat, dimulai dari gunung Sinai sampai gunung Golgota (Yesus tampil di dunia ini).

Peta zaman terdiri dari:
Zaman Allah Bapa: Dimulai dari Adam sampai Abraham, 2000 tahun lamanya.
Zaman Allah Anak: Abraham sampai Yesus mati, naik ke Sorga, itu 2000 tahun kedua.
Zaman Allah Roh Kudus, 2000 tahun ketiga: Dari Yesus naik, Roh Kudus turun sampai sekarang.
Sementara hari ketujuh itulah Kerajaan 1000 tahun damai.
Tadi, 1500 hasta -> 1500 tahun zaman Taurat, dimulai dari gunung Sinai sampai gunung Golgota, setelah keturunan yang keempat; itulah Musa, dialah yang menerima hukum Taurat di atas gunung Sinai, hal itu berlaku sampai 1500 tahun berarti sampai Yesus hadir di bumi.
Pendeknya, hukum Taurat berlaku dari gunung Sinai dan berakhir di gunung Golgota.
Gunung Sinai: Musa menerima Taurat. (Ayat referensi: Keluaran 31:18).
Gunung Golgota: Yesus menggenapi hukum Taurat. Berarti, Yesus dihukum di atas kayu salib, Dia harus menderita sengsara sampai mati di atas kayu salib karena dosa dunia.
Mari kita lihat lebih jauh tentang “HUKUM TAURAT.”
Roma 2:15
(2:15) Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.
Kalau seseorang berada di bawah bayang-bayang hukum Taurat:
Saling MENUDUH.
Saling MEMBELA.
Berarti, hukum Taurat hanya bisa mendeteksi dosa, menunjuk dosa, menampilkan dosa, memunculkan dosa di atas permukaan, tetapi hukum Taurat tidak sanggup menutupi dosa dan mengampuni dosa. Orang yang berada dibawah hukum Taurat saling menuduh disisi lain dia membela diri/membenarkan diri tetapi bukan karena iman.
Sementara yang Tuhan mau kita harus dipagari oleh kebenaran Allah yaitu KEBENARAN OLEH KARENA IMAN, bukan pagar dari menuduh dan membela diri sebab itu bukan kebenaran dari iman melainkan kebenaran dari hukum Taurat.
Kehidupan yang berada di bawah hukum Taurat tidak akan tertolong dari dunia yang luas ini. Bukankah kita berada di dunia yang luas? Seharusnya kita dipagari oleh; kebenaran oleh karena iman.
Filipi 3:4-6
(3:4) Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi: (3:5) disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, (3:6) tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.
Singkat kata, keadaan Paulus ketika berada di bawah hukum Taurat:
Tentang pendirian terhadap hukum, Taurat ia orang Farisi.
Orang Farisi pada masa itu disebutlah orang cendekiawan/intelektual, orang yang betul-betul diakui keberadaan mereka dan dihormati. Pendeknya, hidup dalam hukum Taurat, yang dicari adalah puji-pujian, hormat/kemuliaan bagi dirinya sendiri.
Masakan kita datang beribadah supaya orang lain mengakui keberadaan kita dan menghormati kita? Itu tidak benar.
Tentang kegiatan, Paulus penganiaya jemaat.
Semakin tinggi penyerahan hidup seseorang kepada hukum Taurat maka dia akan semakin sadis. Kalau ada seseorang yang tidak sepaham dengan cara dia menghidupi hukum Taurat, maka orang tersebut akan dianggap menjadi musuh. Itu sebabnya, orang Yahudi tidak mengakui keberadaan Yesus.
Jadi, apabila kehadiran seseorang tidak sepaham dengan hukum Taurat, maka orang tersebut dianggap menjadi musuh. Maka, ketika Paulus menghidupi hukum Taurat dengan sungguh-sungguh, justru dia menjadi penganiaya.
Siapakah yang menyalibkan Yesus? Apakah bangsa Kafir? Jawabnya: BUKAN.
Yang menyalibkan Yesus adalah; Imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat, dan tua-tua orang Yahudi, mereka adalah orang-orang yang hidup dibawah hukum Taurat.
Jadi, semakin tinggi ilmunya di dalam mentaati hukum Taurat maka ia menjadi seorang yang ganas.
Tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.
Hal ini mengandung makna bahwasanya mereka yang hidup di bawah hukum Taurat justru menjadi SOMBONG dan merasa HEBAT SENDIRI, orang lain tidak ada apa-apanya.
Berarti, merasa diri paling benar, paling suci dari orang lain, sehingga orang lain yang salah.
Dahulu saya sama seperti itu sebelum terpanggil menjadi hamba Tuhan, kalau tidak cocok dengan cara kerja saya maka saya anggap tidak layak. Itulah keadaan di bawah hukum Taurat, merasa hebat sendiri, merasa sempurna sendiri, padahal manusia tidak ada yang sempurna.
Itulah keadaan seseorang apabila hidup di bawah hukum Taurat, persis seperti keadaan Paulus sebelum ia terpanggil dan menerima jabatan rasul.
Galatia 3:12
(3:12) Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya.
Dasar hukum Taurat BUKANLAH iman, melainkan siapa yang melakukannya akan hidup karenanya, sama persis seperti 3 tindakan Paulus tadi.
Siapa yang sanggup menghadapi antikris dengan kekuatannya, kemampuannya? Tidak ada.
Pendeknya, hukum taurat tidak sempurna untuk menolong manusia.
Roma 7:7
(7:7) Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!"
Oleh karena hukum Taurat manusia mengenal dosa. Sebelum ada hukum Taurat manusia tidak tahu apakah itu dosa atau tidak.
Dalam hukum Taurat ada 9 kali kata "jangan" ketika seseorang melanggar kata “jangan” akhirnya seseorang mengetahui bahwa itu adalah DOSA.
Roma 3:20
(3:20) Sebab tidak seorang pun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.
Justru oleh karena hukum Taurat seseorang mengenal dosa.
Kita sudah melihat penjelasan atau pemaparan tentang gunung Sinai berarti Musa menerima hukum Taurat. Namun, oleh karena hukum Taurat seseorang mengenal dosa, itulah yang dialami Paulus.
Untuk menghadapi dunia yang penuh dengan dinamika, sebab dunia yang luas sedang dikuasai oleh si jahat, lalu apa yang membatasi kita dari dunia yang luas ini? Apakah kita bisa dibatasi oleh hukum Taurat? Tidak bisa, justru oleh karena hukum Taurat seseorang mengenal dosa.
Katakan janji kepada Tuhan dengan mengangkat kedua tangan:
KAMI KAUM MUDA REMAJA GPT “BETANIA” atau KAMI KELUARGA BESAR GPT “BETANIA”, dengan hati yang tulus dan murni berjanji di hadapan Allah Tritunggal yaitu; Tuhan Yesus Kristus: Mulai detik ini, mulai malam ini, kami tidak lagi mempertahankan hukum Taurat, saya pribadi tidak mau lagi hidup di bawah hukum Taurat, saya mau berjuang untuk melepaskan diri dari hukum Taurat. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Hukum Taurat hanya bisa mendeteksi dosa, menyelidiki dosa, tetapi tidak dapat mengampuni dosa. Oleh sebab itu, gunakan pagar sekeliling Halaman, tingginya 5 hasta x 300 = 1500 hasta, berbicara tentang; kebenaran oleh karena iman.
Bukan hukum Taurat yang salah namun memang hukum Taurat dapat mendeteksi dosa, sebagaimana Roma 7:7, “Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa.”
Hukum Taurat tidak dosa tetapi gaya hidup di bawah hukum Taurat membuat seseorang berdosa.
Tepatilah janji yang sudah diikrarkan, jangan lagi saling menghukum satu dengan yang lain, tetapi kita perlu terima didikan.
JALAN KELUAR
Galatia 3:10A
(3:10) Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat."
Setiap orang yang berada di bawah hukum Taurat tidak lepas dari KUTUK nenek moyang disebut juga; dosa warisan/dosa turunan.
Galatia 3:10B
(3:10) Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat."
Mereka yang hidup di bawah hukum Taurat tidak lepas dari KUTUK, maka kita perlu menyerahkan diri kepada kebenaran oleh karena iman, seperti malam ini kita berada ditengah-tengah Ibadah Kaum Muda Remaja.
Galatia 3:11
(3:11) Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman."
Orang benar akan hidup oleh IMAN.
Kita memang harus hidup dalam kebenaran oleh karena iman, tidak hidup karena hukum taurat berarti, tidak lagi bersandar kepada manusia dan kekuatannya.
Yang benar dari Sorga adalah hidup oleh iman, tidak hidup oleh karena kebenaran sendiri, tidak hidup oleh karena perasaan daging.
Oleh sebab itu, jangan berkata "saya adalah orang benar" hanya karena masuk gereja, tapi kalau bukan karena iman, itu tidak benar. Yang benar adalah orang benar akan hidup karena iman. Jadi, semua yang dilakukan itu karena iman, bukan karena kekuatan lagi, bukan karena kemampuan lagi, bukan lagi karena perasaan dan pikiran manusia daging, namun semuanya oleh karena iman, karena salib.
Jangan kaum muda remaja hidup oleh karena nafsu, mengingini ini dan itu karena nafsu. Contohnya mengingini sesuatu, tetapi tidak bisa dipertanggung jawabkan
Orang benar tidak hidup oleh nafsu, tidak hidup oleh daging, tidak hidup oleh kenajisan percabulan.
Galatia 2:16
(2:16) Kamu tahu, bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorang pun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat.
Kebenaran karena iman adalah kebenaran karena menyangkal diri dan memikul salib. Kalau bertengkar lalu menang karena kekuatan itu BUKAN IMAN.
Tapi ketika difitnah dan tetap berdiam diri, engkau tetap pikul salib, ini kebenaran karena iman.
Sudah jelas Alkitab berkata: “Sebab itu kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus.” Jadi, kebenaran karena iman adalah kebenaran karena salib.
Roma 8:1 --- Perikop: "Hidup oleh Roh."
(8:1) Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.
Kalau kita benar karena iman maka bebas dari hukuman.
Roma 8:2
(8:2) Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.
Kalau hidup/benar karena iman maka Roh Tuhan akan bekerja dalam hidup kita, Roh Tuhan akan memberi kekuatan untuk kita bisa mengerjakan pekerjaan Allah, untuk bisa mempraktekan firman Allah dalam hidup kita.
Singkatnya, kalau hidup menurut kebeanran karena iman maka Roh Tuhan menguasai kehidupan kita, Roh Tuhan mendominasi seluruh kehidupan kita.
Roma 8:3
(8:3) Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,
Hukum Taurat memang sudah diterima di atas gunung Sinai, tetapi hukum Taurat tidak sanggup membenarkan manusia berdosa, sebab hukum taurat lemah terhadap daging manusia.
Hukum Taurat lemah terhadap daging manusia dan daging cocok dengan hukum Taurat, manusia daging cocok hidup di bawah hukum Taurat tetapi manusia yang hidup karena iman dibenarkan oleh Roh.
Karena hukum Taurat tidak sanggup membenarkan manusia berdosa, akhirnya Yesus menerima hukuman karena dosa manusia, itu sebabnya Dia rela menanggung sengsara dan mati di atas kayu salib.
Jadi, hukuman atas dosa ditimpakan atas Yesus, itu menunjukkan bahwa semua dosa diserap dalam diri-Nya supaya hukuman atas dosa jatuh pada Yesus. Itulah perjalanan 1500 tahun hukum Taurat dari gunung Sinai sampai gunung Golgota, dimana Yesus menggenapi hukum Taurat. Itulah pengertian dari pagar Halaman; 5 hasta tingginya x 300 hasta sekelilingnya = 1500 hasta, berbicara tentang kebenaran Allah, kebenaran karena iman, itulah yang membenarkan kita sekaligus memagari kita dari dunia yang luas sementara dunia berada di bawah kuasa si jahat.
Kita sudah berikrar dan berjanji kepada Tuhan, maka buktikanlah dari malam ini sampai Tuhan datang pada kali kedua. Selamat menunaikan janjinya kepada Tuhan. Amin.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang