IBADAH RAYA MINGGU, 02 AGUSTUS 2026
KITAB WAHYU
WAHYU 19:20
(SERI 2)
Subtema: PILIH
MANA ? RUMAH DOA ATAU PASAR BEBAS
Shalom.
Damai sejahtera bagi kita semua,
selamat malam selamat hari minggu.
Doa dan harapan kami, biarlah
kiranya damai sejahtera dari Sorga ada di tengah-tengah perhimpunan ibadah raya
minggu malam ini. Damai sejahtera itu juga memenuhi setiap hati kita
masing-masing, sehingga dalam kesukaan Sorgawi dan bahagia kita duduk diam menikmati
Sabda Allah..
Saya juga tidak lupa menyapa
anak-anak Tuhan, umat ketebusan Tuhan, yang turut bergabung lewat online atau
live streaming, baik dari Youtube, Facebook atau media sosial lainnya yang
digunakan.
Selanjutnya, mari kita ikuti KITAB
WAHYU sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Raya minggu. Namun
tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan Tuhan, supaya Firman yang dibukakan
itu meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi.
Wahyu 19:20
(19:20) Maka tertangkaplah binatang itu
dan bersama-sama dengan dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda
di depan matanya, dan dengan demikian ia menyesatkan mereka yang telah menerima
tanda dari binatang itu dan yang telah menyembah patungnya. Keduanya
dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang.
Di sini dikatakan: tertangkaplah
binatang itu bersama-sama dengan nabi-nabi palsu, lalu keduanya dilemparkan
hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang.
Saudara, peribahasa yang cocok untuk
keduanya (binatang dan nabi palsu) adalah…
-
Diawali dengan kemuliaan, tetapi di akhiri
dengan kehinaan.
-
Diawali dengan hal-hal manis, namun diakhiri dengan kepahitan.
-
Diawali dengan segala keindahan-keindahan, namun
diakhiri dengan kebinasaan kekal.
Hal semacam ini tentu tidak sesuai
dengan rumus di dalam Tuhan. Sebab, RUMUS DI DALAM TUHAN adalah…
-
Mati dulu baru bangkit … (1 Korintus 15:3)
-
Menderita dahulu lalu dipermuliakan.
Ayat referensi: Filipi 3:10, Kolose 3:1-4, Kisah
Para Rasul 1:1-3.
Akan tetapi baik binatang maupun
nabi palsu menolak rumusnya Tuhan, menunjukkan bahwasanya kedua-duanya tidak
memiliki pandangan nubuatan.
Minggu lalu kita sudah melihat bukti
/ praktek binatang menolak rumusnya Tuhan. Dan malam ini kita akan melihat…
BUKTI NABI PALSU MENOLAK RUMUSNYA
TUHAN.
Dinyatakan, bahwa; Nabi-nabi palsu
sibuk “ … mengadakan tanda-tanda di depan mata binatang (antikris) …”
sebagaimana dalam … (Wahyu 19:20)
Mari kita lihat lebih rinci…
Wahyu 13:11 --- Perikop: “Binatang
yang keluar dari dalam bumi”
(13:11) Dan aku melihat seekor binatang
lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba
dan ia berbicara seperti seekor naga.
Di sini kita melihat, tampilnya
seekor binatang lain atau binatang kedua; keluar dari dalam bumi. Kalau ada
binatang kedua berarti ada binatang pertama. Binatang yang pertama itulah
antikris; keluar dari dalam laut, sementara binatang yang kedua; keluar dari
dalam bumi.
Adapun tampilan binatang ini:
-
Bertanduk dua sama seperti anak domba.
-
Ketika berbicara seperti seekor naga.
Pendeknya, binatang yang kedua
(binatang yang keluar dari dalam bumi), jelas itu menunjuk NABI-NABI PALSU.
Wahyu 13:12
(13:12) Dan seluruh kuasa binatang yang
pertama itu dijalankannya di depan matanya. Ia menyebabkan seluruh bumi
dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah
sembuh.
Seluruh kuasa binatang yang pertama
dijalankan oleh binatang kedua, di depan mata binatang pertama itu (antikris).
Intinya di sini kita melihat: pada akhirnya Antikris bekerja sama dengan nabi-nabi
palsu.
Itu sebabnya, saya mohon kepada
saudara untuk dukung saya dan penggembalaan ini selalu dalam doa, supaya tetap
berdiri di atas korban Kristus, tidak bekerja sama dengan binatang pertama
(antikris), itulah tua-tua, orang-orang cendekiawan, orang-orang terpandang … (Yesaya
9:14).
Kita juga harus terus berjuang
menegakkan salib di tengah ibadah dan pelayanan, artinya: kita menolak segala
bentuk ajaran-ajaran palsu, kita juga
berusaha menolak politik masuk dalam rumah Tuhan. Sebab, pada akhirnya nanti politik
akan masuk ke dalam rumah Tuhan, diawali dengan orang cendikiawan.
Kemudian, oleh karena nabi-nabi
palsu, seluruh penghuni bumi menyembah binatang pertama (antikris), dengan
cara: mengadakan mujizat kesembuhan, sebab di situ dikatakan --- “ … seluruh
bumi dan penghuinya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah
sembuh …”
Berkali-kali saya sampaikan,
karunia-karunia dan mujizat itu perlu, mujizat kesembuhan juga perlu. Tetapi,
antusias kita tidak boleh berhenti hanya sampai di situ, harus lanjut sampai
kepada perkembangan berikutnya. Karena, kalau berhenti sampai di situ, maka
nabi-nabi palsu akan menggiring opini seseorang, sampai akhirnya menyembah
binatang pertama itulah antikris.
Jadi, saudara tidak usah pilih-pilih
dimana beribadah dan berkata; daging saya cocok di gereja ini atau gereja itu,
seharusnya jangan kita seperti itu.
Kalau di tempat ibadah itu ada
salib, walaupun tidak cocok bagi daging; bertahan saja. Kalau pilih-pilih
gereja lain, cepat atau lambat akan terhilang, sebab Sorga itu bukan buat
coba-coba.
Kalau memasak beberapa jenis
masakan, boleh dicoba-coba, entah masakan itu berhasil atau gagal, tidak jadi
soal, tetapi kerajaan Sorga tidak untuk coba-coba. Sekalipun daging dengan
salib tidak cocok, bertahan saja, meskipun sakit rasanya.
Jadi, sekali lagi saya sampaikan; lewat
mujizat kesembuhan, akhirnya nabi-nabi palsu menggiring opini atau pemikiran
manusia (penduduk bumi) untuk menyembah antikris. Yang seharusnya kita
sembah adalah Tuhan Allah, sebab Dia yang menciptakan langit, bumi dan semua
makhluk baik manusia dan binatang, kepada-Nyalah kita berbakti, sebab Dialah
Allah yang patut disembah.
Wahyu 13:13
(13:13) Dan ia mengadakan tanda-tanda
yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua
orang.
Disini dikatakan, selain mengadakan
mujizat kesembuhan ternyata nabi-nabi palsu juga:
a.
“Mengadakan tanda-tanda yang dahsyat” dan itu
dilakukan di hadapan semua orang. Berarti melebihi akal pikiran manusia.
b.
“Menurunkan api dari langit ke bumi” dan itu
dilakukan di depan mata semua orang.
“Bumi” adalah gambaran dari orang-orang yang tidak percaya kepada TUHAN
dan SalibNya.
Saudara, adapun api yang diturunkan oleh nabi-nabi palsu disini
bukanlah api dari TUHAN / bukan api Kristus. Mengapa? Karena api Kristus
akan membakar daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya, segala tabiat
daging akan dihanguskan.
Pendeknya,
kalau api Kristus membakar kehidupan kita, nampaklah
2 (dua) hal yaitu:
1.
Terjadi pembaharuan di dalam diri seseorang, ayat referensinya … Yohanes
2:17 -- "Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku." … Yohanes
2:19 -- "Rombak Bait Allah ini."
2.
Hal yang rohani, yaitu kemurnian seseorang.
Contoh; emas, kalau dibakar oleh api; semakin dibakar semakin
nampak kemuliaan, semakin di uji oleh api yang menghanguskan dia akan semakin
murni … 1 Petrus 1:7. Beda dengan bangunan yang terbuat dari kayu,
rumput kering dan jerami, ketika dibakar dan diuji oleh api, dia akan hangus
terbakar dan berubah menjadi debu tanah dan binasa.
Sedangkan api yang diturunkan dari langit ke bumi oleh
nabi-nabi palsu adalah api yang justru menimbulkan hawa nafsu atau hasrat
daging yang tidak terbendung lagi disebutlah itu dengan ambisi.
Singkat kata; apabila keinginan daging melebihi keinginan
roh disebutlah itu ambisi.
Pendeknya; api yang diturunkan oleh nabi-nabi palsu, dari
langit ke bumi, adalah api yang menimbulkan gelora daging, hasrat daging.
Perlu untuk diketahui; Fiman Allah disebut juga dengan air
kehidupan dan menyegarkan, akan tetapi kita harus waspada karena tidak
selamanya air kehidupan itu menyegarkan, sebab di dalam air juga terdapat katak
yang menimbulkan ambisi.
Kita lihat API YANG DITURUNKAN OLEH NABI-NABI PALSU…
Wahyu 16:13-14
(16:13) Dan aku melihat dari mulut naga dan dari mulut binatang
dan dari mulut nabi palsu itu keluar tiga roh najis yang menyerupai katak. (16:14)
Itulah roh-roh setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib,
Selain mengadakan mujizat, nabi-nabi palsu juga mengadakan
tanda-tanda heran, bahkan menurunkan api dari langit ke bumi, tetapi api yang
diturunkan bukanlah api Kristus, melainkan api yang menimbulkan hasrat daging,
menbangunkan keinginan daging sehingga bergelora untuk mencapai keinginannya,
disebut juga ambisi, kenapa?... Karena dari mulut nabi-nabi palsu
mengandung kenajisan itulah roh-roh setan yang MENGADAKAN
perbuatan-perbuatan ajaib.
Saudara, saya ini takjub apabila mujizat terjadi, tetapi
saya lebih takjub lagi kalau seseorang betul-betul menyangkal diri, memikul
salibnya, dan mengikut TUHAN. Sedangkan mujizat kesembuhan itu hanya karunia
ilahi, sebab orang yang memiliki karunia belum tentu sanggup memikul salib.
Jadi karya Allah yang terbesar adalah Salib di Golgota,
bukan karunia-karunia yang dimiliki oleh seorang hamba TUHAN, karena ternyata
mujizat-mujizat juga bisa menimbulkan ambisi seperti yang dikerjakan oleh
nabi-nabi palsu; yang menurunkan api dari langit ke bumi, tetapi menimbulkan
api gelora dalam daging, hasrat daging itulah yang disebut ambisi.
Pada ayat 14A -- “ … Itulah roh-roh
setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib …”
Disini kita melihat; setan bikin tanda-tanda heran dan
tanda-tanda ajaib juga, jadi kita tidak perlu heran dengan karunia yang
dimiliki oleh seorang hamba TUHAN termasuk karunia kesembuhan. Tetapi heranlah
ketika melihat seseorang meninggalkan kehidupan yang lama lalu bertobat dan
pada akhirnya ia menyangkal dirinya dan memikul salibnya, itu adalah perbuatan
yang heran, sedangkan karunia kesembuhan itu adalah karunia ilahi kepada
seorang hamba TUHAN.
Jadi nabi-nabi palsu mengadakan
tanda-tanda, mujizat-mujizat, bahkan menurunkan api dari langit ke bumi didepan
mata semua orang, oleh sebab itu kita harus waspada penuh, terhadap semua itu.
Kita kembali membaca…
Wahyu 19:20
(19:20) Maka tertangkaplah binatang itu dan
bersama-sama dengan dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda di depan
matanya, dan dengan demikian ia menyesatkan mereka yang telah menerima tanda
dari binatang itu dan yang telah menyembah patungnya. Keduanya
dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang.
Tujuan nabi-nabi palsu mengadakan
tanda-tanda:
a.
Untuk menyesatkan
mereka yang telah menerima tanda.
b.
Supaya orang-orang menyembah patung binatang atau antikris.
Kita akan menyelidiki keduanya satu
per satu.
Diawali dengan MENYESATKAN: istilah
SESAT, bila mengacu pada Yeremia 50:6 ialah:
a.
Liar tidak tergembala. Prakteknya: mengembara di setiap gunung-gunung
= beribadah di semua tempat peribadatan.
b.
Terhilang. Prakteknya: hidup di luar TUHAN atau lupa akan tempat
pembaringan.
Keadaan semacam ini menjadi lemah dan rapuh, sebab pada … Yeremia
50:7 -- Siapa pun yang menjumpai mereka, memakan habis mereka, ini
tanda lemah dan rapuh kalau seseorang liar dan terhilang.
Coba saudara lihat orang yang liar dan terhilang; hidupnya
rapuh, lemah tidak berdaya, apa saja persoalan dihadapi kalah, perkara apapun
yang dihadapi kalah, lemah dan suka bersungut-sungut, ngomel dan seterusnya,
apa saja yang dikerjakan bersungut-sungut = rapuh dan lemah. Maka saudara sudah
seharusnya kita mengerti rencana TUHAN semacam ini.
Sekalipun banyak uang, sekalipun orang kaya, seseorang
memiliki kedudukan, jabatan, pangkat yang tinggi, kalau dia liar dan terhilang
(tidak tergembala) hidupnya tetap rapuh dan lemah.
Sekarang kita akan melihat… BUKTI
PENYESATAN YANG DIKERJAKAN OLEH NABI-NABI PALSU
Wahyu 13:16-18
(13:16) Dan ia menyebabkan, sehingga kepada
semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi
tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, (13:17) dan tidak
seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang
memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya. (13:18)
Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia
menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang
manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.
Oleh karena nabi-nabi palsu, semua
lapisan masyarakat diberi tanda bilangan binatang: pada tangan kanannya atau
pada dahinya. Adapun bilangan binatang tersebut adalah: bilangan seorang
manusia yaitu; 666.
Pendeknya; 666 adalah cap /
meterai dari antikris.
Kegunaan dari cap antikris ialah:
bebas untuk menjual dan bebas untuk membeli.
Pendeknya; oleh karena nabi-nabi
palsu kehidupan seseorang menjadi pasar bebas atau dikuasai oleh roh
antikris yang disebut juga roh jual beli.
Orang-orang ilmuwan, cendikiawan,
orang-orang pandai, memprediksi bahwa, tahun 2030 adalah puncak dari pasar
bebas. Paranormal saja bisa memahami, bahwa sesudah Bapak Presiden Prabowo
sudah tidak ada lagi presiden. Alasannya karena akan kembali kepada sistem
kerajaan, hanya saja paranormal ini tidak memahami kerajaan apa yang dimaksud.
Tetapi Alkitab berkata kepada kita
bahwa satu kali antikris akan tampil sebagai raja yang berkuasa dan memerintah
atas seantero dunia, itu namanya pemerintahan tunggal, sehingga karena
pemerintahannya tunggal (satu), maka terjadilah pasar bebas. Sebaliknya,
apabila di setiap negara, setiap bangsa diatur oleh pemerintahannya
masing-masing, maka pasar bebas tidak mungkin terjadi.
Jadi kurang apalagi pemahaman yang
TUHAN kasih kepada kita? Apa alasan kita untuk jauh dari jam-jam ibadah?
Akan tetapi sekalipun nanti terjadi
globalisasi yaitu pasar bebas, diatur oleh pemerintahan tunggal, kita tetap
dijamin oleh darah Salib Kristus, itu sebabnya kita disebut sebagai domba
sembelihan di kandang penggembalaan. Kegunaan darah salib Kristus adalah untuk
menebus dan untuk memperdamaikan kita kepada Allah.
Terkait dengan PASAR BEBAS.
Matius 21:12-13---Perikop: “Yesus
menyucikan Bait Allah”
(21:12) Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan
mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan
meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati (21:13) dan
berkata kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa.
Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."
Ketika seseorang menjadi pasar
bebas, berarti dia telah dikuasai oleh roh antikris atau roh jual beli =
menjadikan hidupnya sebagai “sarang penyamun”.
Mungkin kita berkata; aku bukan
sarang penyamun, tetapi apabila dia jauh dari jam-jam ibadah, kemudian
keinginan dagingnya melebihi keinginan TUHAN, maka ia disebut sarang
penyamun.
Itu sebabnya saudara, kita harus
memperhatikan dengan sungguh-sungguh apa yang TUHAN nyatakan kepada kita dalam
setiap pertemuan ibadah.
Praktek sarang penyamun di dalam
rumah TUHAN ada 3 hal:
1.
“Meja-meja penukar uang” artinya, hatinya terikat dengan uang
= cinta akan uang menunjuk kepada orang yang serakah dan tamak.
Sementara Alkitab berkata: Karena akar segala kejahatan ialah
cinta uang … 1 Timotius 6:10.
Prakteknya: “mencuri”,
yaitu:
-
Mencuri milik TUHAN (tidak mengembalikan atau tidak membayar persepuluhan).
-
Mencuri milik sesama (hutang tidak dibayar).
2.
“Bangku-bangku”, artinya terdapat kedudukan di dalam diri
seseorang disebutlah ke-aku-an.
Kita baca…
Yesaya 14:13-14
(14:13) Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik
ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang
Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah
utara. (14:14) Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan,
hendak menyamai Yang Mahatinggi!
Inilah 5 ke-aku-an yang terdapat di dalam diri lucifer
(iblis/setan). Jadi setan percaya kepada TUHAN tetapi TUHAN tidak ada di
dalamnya, karena pada
lucifer ada 5 Aku yang disebut KE-AKU-AN. Itu
sebabnya ketika malaikat berbuat dosa dia tidak diampuni, dia langsung berubah menjadi setan.
Jadi hati-hatilah,
jangan ada bangku-bangku yaitu; ke-aku-an di dalam diri seseorang itu tidak boleh ada.
Itu sebabnya kita harus menjadi domba yang tergembala dan satu
kali domba akan disembelih, tidak ada artinya kita tergembala kalau ke-aku-an dipertahankan.
Itulah
sebabnya, oleh karena 5 ke-aku-an di dalam diri
lucifer, dia dilemparkan ke bumi. Pendeknya, jangan
karena ke-aku-an, kita dibuang atau diusir dari sorga.
3.
“Pedagang merpati”. Artinya; menjual Korban Kristus.
Merpati adalah salah satu binatang yang dijadikan sebagai korban
persembahan.
Pada zaman hukum taurat ada 3 binatang yang dijadikan sebagai
korban persembahan:
1.
Lembu sapi.
2.
Kambing domba.
3.
Burung merpati / burung tekukur.
Saudara, Yudas pernah menjual Yesus
seharga 30 keping uang perak, akan tetapi bila seseorang hidup menurut
kenajisan percabulan = menjual Korban Kristus. Termasuk Esau hidup dalam
kenajisan percabulan; menjual yang rohani (hak kesulungan) demi yang lahiriah
(demi semangkok sop kacang merah).
Pendeknya, meninggalkan jam-jam ibadah demi perut sejengkal itu namanya
kenajisan percabulan, inilah pengertian rohani secara singkat dari pedagang
merpati.
Jadi saudara, dari sini kita bisa
melihat bahwa memang nabi-nabi palsu mengadakan tanda-tanda heran, mujizat
kesembuhan, menurunkan api dari langit ke bumi ternyata untuk menggiring opini,
menyesatkan dan kita sudah lihat penyesatan itu pada akhirnya orang-orang yang
menerima tanda sebagai meterai dari antikris, di tangan kanan atau dahinya,
kegunaannya; bebas menjual dan bebas membeli, akhirnya menjadi pasar bebas,
orang-orang semacam ini disebutlah sarang penyamun.
Mari kita lihat; selain
menyesatkan juga menggiring orang-orang dunia untuk menyembah antikris…
Wahyu 13:14-15
(13:14) Ia menyesatkan mereka yang diam di
bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di
depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya
mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh
pedang, namun yang tetap hidup itu. (13:15) Dan kepadanya diberikan
kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung
binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang,
yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh.
Jadi orang yang sudah menerima tanda
meterai di tangan kanan atau di dahi akhirnya mendirikan patung binatang,
selanjutnya mereka menyembah patung binatang tersebut.
Seharusnya kita menyembah kepada
Allah, hanya kepada Dia sajalah kita berbakti.
Tetapi lihatlah orang-orang yang
tidak berhikmat, orang-orang yang tidak punya pengertian, orang-orang yang
tidak punya akal budi dan kebijaksanaan, orang-orang yang tidak mendapat
pembukaan rahasia Firman, tidak mengerti rencana TUHAN, akhirnya mereka mendirikan
patung antikris selanjutnya menyembah patung antikris dan TIDAK LAGI
MENYEMBAH KEPADA TUHAN.
Padahal sangat jelas di dalam Matius
4:8-9 -- (4:8) Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung
yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan
kemegahannya, (4:9) dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan
kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku."
Berarti penyembahan tertinggi dari
setan ialah; kerajaan dunia dengan segala kemuliaanya yaitu mamon,
tetapi yang benar adalah -- Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya
kepada Dia sajalah engkau berbakti!" … Matius 4:10.
Tujuan kita berbakti; supaya
selanjutnya kita dibawa kepada penyembahan yang tertinggi, menyembah kepada
Allah yang hidup, sebab TUHAN mau supaya kita menjadi rumah doa bagi semua
bangsa.
Saudara pengertian menjadi rumah
doa, secara sederhana;
-
umpama
seseorang mendoakan orang lain yang disekitarnya,
-
lebih
dalamnya lagi; dipercayakan pelayanan pendamaian dan berita pendamaian, supaya
orang lain berdamai kepada Allah … Dia yang tidak mengenal dosa telah
dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh
Allah … 2 Korintus 5:21
Pendeknya, supaya orang lain berdamai dengan Allah, kita yang menjadi
korban.
Ini adalah pengertian sederhana
menjadi rumah doa, inilah yang TUHAN mau, bukan menjadi pasar bebas. TUHAN
tidak rela jikalau kita, dikuasai oleh roh jual beli (roh antikris), TUHAN
tidak rela hidup kita dijadikan sebagai sarang penyamun, yang TUHAN rindukan
dari kehidupan kita ialah: menjadi rumah doa.
Kalau kita menjadi rumah doa, tanda
positifnya adalah: kita adalah milik TUHAN.
Ayat terakhir…
Efesus 1:13
(1:13) Di dalam Dia kamu juga -- karena
kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu -- di dalam Dia kamu juga, ketika kamu
percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.
Kita harus mengerjakan keselamatan
dengan takut dan gentar supaya kita dimeteraikan dengan Roh Kudus sebagai tanda
milik kepunyaan Allah.
Efesus 1:14
(1:14) Dan Roh Kudus itu adalah jaminan
bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan
kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.
Jadi TANDA KEPUNYAAN ALLAH ialah:
DIMETERAIKAN oleh Roh Kudus. Roh Kudus itu jaminan bahwa kita telah ditebus dan
kita sudah menjadi milik TUHAN.
Selanjutnya dalam…
Efesus 4:30
(4:30) Dan janganlah kamu mendukakan Roh
Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.
Supaya kita tetap menjadi milik
Allah maka kita harus dimeteraikan oleh Roh Kudus.
Syaratnya; jangan membuat Roh Kudus
berduka, saat kapan Roh Kudus berduka? Saat kita mengalami kematian
rohani.
Efesus 4:31
(4:31) Segala kepahitan, kegeraman,
kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian
pula segala kejahatan.
Praktek mendukakan Roh Kudus antara
lain:
1.
Segala kepahitan.
2.
Kegeraman.
3.
Kemarahan.
4.
Pertikaian.
5.
Fitnah.
6.
Kejahatan.
Efesus 4:32
(4:32) Tetapi hendaklah kamu ramah
seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni,
sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.
Inilah rumah doa telah dimeteraikan
oleh Roh-El Kudus.
Pilih mana? Meterai dari setan
atau meterai dari TUHAN? … Adapun meterai dari setan ialah; 666, tetapi
ujungnya pasar bebas, sehingga seseorang menjadi sarang penyamun, yang menuju
kepada kebinasaan.
Tetapi Rumah Doa itu adalah milik
kepunyaan TUHAN, dimeteraikan oleh Roh El Kudus. Meterai Roh Kudus adalah
jaminan dari segala yang kita peroleh termasuk kerajaan Sorga.
TUHAN Yesus memberkati kita semua.
Amen.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA
MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI.
Pemberita Firman:
Gembala sidang; Pdt. Daniel U.
Sitohang