IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 20 AGUSTUS 2026
MALEAKHI 3:1A
(Seri: 7)
Subtema: MANUSIA RUMPUT DIBERI PENGERTIAN TENTANG KEMULIAAN
Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya kita sekalian dihimpunkan di atas gunung-Nya yang kudus, sehingga kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Pendalaman Alkitab disertai perjamuan suci.
Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN, yang turut bergabung lewat online atau live streaming, video internet, baik dari YouTube, Facebook, dan Tiktok, media sosial apa saja yang dapat digunakan.
Selanjutnya, doa dan harapan kami biarlah damai sejahtera dari sorga memenuhi hati kita, sehingga sukacita sorgawi dan bahagia saat kita duduk diam mendengarkan sabda Allah.
Marilah kita ikuti STUDY MALEAKHI sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab yang disertai dengan perjamuan suci.
Namun tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan dari TUHAN, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi.
Maleakhi 3:1a (seri 7)
(3:1) Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.
Disini dikatakan: "Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku!"
Marilah kita melihat UTUSAN TUHAN tersebut …
Matius 11:10-11 (bagian 4)
(11:10) Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu. (11:11) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.
Utusan yang mendahului Tuhan tersebut ialah: YOHANES PEMBAPTIS.
Pekerjaannya ialah untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan, sebab Dia Raja di atas segala raja, yang satu kali akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
Sebagai utusan Tuhan, Yohanes bertanggung jawab penuh atas pekerjaannya, hal itu ada dalam pengakuan Yesus di dalam Matius 11:7-9.
Matius 11:7-9
(11:7) Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: "Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari? (11:8) Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja. (11:9) Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi.
Pengakuan Yesus seutuhnya tentang pribadi Yohanes:
BAGIAN PERTAMA (ayat7):
“Tinggal di padang gurun”; artinya: Yohanes adalah utusan yang bertanggung jawab dalam hal mempersiapkan jalan bagi Sang Raja.
“Bagaikan bulu yang digoyangkan kesana kemari”; artinya: Yohanes adalah sosok pemberani dan mempunyai pendirian yang teguh, tidak mudah dipengaruhi berbagai angin pengajaran.
BAGIAN KEDUA (ayat 8):
“Tidak memakai pakaian halus”; artinya: Yohanes tidak hidup di dalam kemewahan bahkan jauh dari kata kemewahan. Memang demikianlah keadaan seorang hamba TUHAN di tengah-tengah pengutusannya, karena dia adalah hamba TUHAN yang bertanggung jawab, tidak sibuk dengan kemewahan.
“Tidak tinggal di istana”, artinya: Yohanes adalah pribadi yang rendah hati, sebab perhatiannya tertuju pada kehidupan padang gurun (kehidupan yang terasingkan); kehidupan yang tidak diperhitungkan, papah, miskin, lemah tak berdaya, itu yang harus diperhatikan. Jadi dia tidak memperhatikan orang kaya semata, orang yang hebat, tetapi dia ada di padang gurun, tidak di istana.
BAGIAN KETIGA (ayat 9):
Lebih dari pada nabi, artinya:
Nabi yang terakhir dan terbesar dari Perjanjian Lama.
Telah menunjukkan loyalitas (patuh dan setia) dan dedikasi (pengabdian penuh) kepada Tuhan. Hendaklah pengakuan yang semacam ini juga ditujukan kepada saya, kepada para pelayan-pelayan TUHAN (imam-imam), juga kepada seluruh sidang jemaat penggembalaan GPT BETANIA Serang dan Cilegon. Kehidupan kita ditandai dengan loyalitas dan dedikasi kepada TUHAN. Jangan kalau kepada perkara lahiriyah kita tunjukkan dedikasi kita, tetapi kepada TUHAN hanya asal-asalan, itu tidak baik.
Inilah keadaan Yohanes pembaptis, dan semua adalah pengakuan dari mulut Yesus Kristus kepada orang-orang Yahudi.
Pengakuan Yesus tersebut telah dinubuatkan Zakaria dalam sebuah nyanyian kudus.
Lukas 1:76-77 --- Perikop: "Nyanyian pujian Zakharia."
Pada saat Zakaria memimpin suatu kebaktian, waktu mendapat giliran mempersembahkan ukupan di dalam Kemah Suci, pada saat itulah ia berjumpa dengan malaikat Allah yang menceritakan bahwa istrinya Elizabeth akan melahirkan seorang anak laki-laki itulah Yohanes pembaptis.
.Lukas 1:76-77
(1:76) Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, (1:77) untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka,
Pengakuan Zakharia dalam nyanyian suci:
Yohanes disebut sebagai “nabi Allah Yang Mahatinggi”, berarti Yohanes adalah nabi terakhir dan yang terbesar dalam Perjanjian Lama.
Kemudian, “Yohanes akan berjalan mendahului Tuhan”, sebab dia adalah utusan TUHAN untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan dengan cara: memberi pengertian kepada umat Tuhan.
Jadi utusan TUHAN harus memberi pengertian kepada umat TUHAN, dalam hal ini tentang keselamatan berdasarkan pengampunan dosa-dosa.
Pendeknya, orang-orang yang menerima Injil Keselamatan menjadi: Percaya, bertobat, dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosa. Selanjutnya, mereka akan menerima karunia Roh Kudus, sebagaimana yang tertulis dalam Kisah Para Rasul 2:36-40.
Kisah Para Rasul 2:36-40
(2:36) Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus." (2:37) Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" (2:38) Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. (2:39) Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita." (2:40) Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."
Oleh Injil keselamatan, anak-anak TUHAN menjadi…
Percaya = menerima Yesus sebagai TUHAN dan Mesias (dalam Ibrani), Kristus (dalam bahasa Gerika) artinya pemimpin sejati.
Bertobat. Artinya; berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Allah.
Dibaptis air, artinya; satu dalam kematian dan kebangkitan TUHAN Yesus Kristus, untuk menerima pengampunan dosa.
Setelah diampuni dosanya, selanjutnya dipenuhkanlah dengan Roh Kudus atau menerima karunia Roh Kudus.
Kegunaan Roh kudus adalah terkait dengan janji Allah. “... maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu …”
Sebagai tambahan. Kita memang harus dipenuhkan oleh Roh Kudus (menerima karunia Roh El-Kudus) terkait dengan janji Allah kepada kita.
Yang pasti TUHAN telah menjanjikan tanah air sorgawi sebagai milik pusaka kita kelak untuk selama-lamanya, ayat referensinya Ibrani 11:16a. TUHAN menjanjikan tanah air sorgawi, tanah air yang lebih baik dari dunia ini. Dan tanah air sorgawi sudah dipersiapkan oleh TUHAN.
Tidak mungkin untuk janji TUHAN kita masih mempertahankan kedagingan. Tidak mungkin untuk ibadah pelayanan ini kita masih kedagingan. Untuk janji Allah harus sudah dipenuhkan oleh Roh Kudus. Roh Kudus itulah semestinya mendominasi seluruh kehidupan kita. Jadi jelas sekali bahwa kegunaan Roh Kudus itu terkait dengan janji Allah, itulah kerajaan Sorga yang menjadi milik pusaka kita kelak selamanya-lamanya. Ayat referensi berikutnya 1 Petrus 1:4.
Lukas 1:78
(1:78) oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi,
Jikalau dosa-dosa diampuni oleh Tuhan, jelas itu karena rahmat dan belas kasihan dari Allah.
Jadi, manusia tidak akan menjadi suci dan mulia jika bukan karena rahmat dan belas kasihan Tuhan.
Kita semua ada di tengah perhimpunan ibadah pendalaman Alkitab di malam ini, lalu imam-imam berada di tengah-tengahnya untuk melayani TUHAN dan pekerjaan TUHAN, jelas itu karena rahmat, dan oleh karena belas kasihan TUHAN. Jadi bukan karena kekuatan dan pengetahuan kita.
Oleh sebab itu marilah kita menghargai rahmat TUHAN Allah, marilah kita menghargai belas kasihan TUHAN Allah, yang TUHAN nyatakan kepada kita pribadi lepas pribadi.
Rahmat dan belas kasihan TUHAN bila dikaitkan dengan Pengajaran Tabernakel terkena pada: HALAMAN, sebab disitu terdapat 2 (dua) alat:
Mezbah korban bakaran, bayangan dari salib dimana Yesus menjadi korbannya.
Kolam pembasuhan tembaga, gambaran dan bayangan dari pengalaman Yesus dalam tanda kematian dan kebangkitan-Nya.
Yesus telah menderita sengsara di atas kayu salib, kemudian mati dan bangkit pada hari ketiga, untuk memperoleh pengampunan dosa-dosa. Pengertian inilah yang diberikan oleh Yohanes kepada umat TUHAN di dalam hal mempersiapkan jalan bagi Sang Raja.
Lukas 1:78b-79
(1:78) oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi, (1:79) untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera."
Setelah menyatakan Rahmat dan belas kasihan, selanjutnya TUHAN akan melawat kita dari tempat yang tinggi.
Sedangkan pribadi TUHAN ALLAH, disebut “Surya pagi” terbit disebelah Timur.
Manfaat Surya pagi, terbit disebelah Timur adalah:
Untuk menyinari mereka;
yang diam dalam kegelapan
yang diam dalam naungan maut.
Untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.
Kita bandingkan dengan Bilangan 6:23-26: “... "Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka: (6:24) TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; (6:25) TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; (6:26) TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera…”
Jadi Bilangan 6:23-26 = Lukas 1:79b-79; “... untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera…”
Pendeknya, jalan damai sejahtera dimulai dari Halaman dan dibawa sampai kepada perkembangan selanjutnya -> Bait Suci Allah yaitu Ruangan Suci dan Ruangan Maha Suci.
Di luar Tabernakel, diluar TUHAN tidak ditemukan jalan damai sejahtera. Kalaupun seseorang diluar TUHAN nampaknya damai sejahtera, itu adalah damai sejahtera palsu, akal-akalan dari setan. Jangan kita tertipu dengan jalan damai sejahtera yang diberikan oleh setan.
Bait Suci Allah -> Ruangan Suci dan Ruangan Maha Suci. Hal ini telah dinubuatkan oleh Yesaya 40:3-5.
Yesaya 40:3-5 --- Perikop: "Keselamatan untuk bangsa yang di dalam pembuangan”
(40:3) Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! (40:4) Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; (40:5) maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya."
Yohanes Pembaptis mempersiapkan jalan bagi Tuhan di padang gurun dalam 2 (dua) bahagian.
BAHAGIAN PERTAMA:
“Setiap lembah harus ditutup” -> Kerendahan hati yang palsu.
Hendaklah kita rendah hati dengan tulus murni di hadapan TUHAN, jangan ada sesuatu pura-pura, termasuk di dalam hal kerendahan di hati.
“Setiap gunung dan bukit diratakan”, artinya: tidak nampak lagi segala kesombongan, keangkuhan, kecongkakan.
BAHAGIAN KEDUA:
“Tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata”
“Tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran”
Pendeknya, tanah yang rata dan tanah dataran -> Jalan damai sejahtera.
Prakteknya: Sudah berdamai dengan diri sendiri = hidup tanpa ambisi.
Seseorang kalau masih dikuasai ambisi, hasrat daging kuat, orang semacam ini tidak akan pernah berdamai dengan diri sendiri. Itu sebabnya TUHAN mau kita menjadi tanah rata dan tanah dataran. Hati kita tanah dataran, hati kita juga rata kepada semua perkara, berarti sudah berdamai dengan diri sendiri. Niscaya kehidupan semacam ini ada dalam damai sejahtera, dia sudah berjalan di jalan damai sejahtera.
Kalau hatinya belum datar, hatinya belum rata terhadap semua yang ada di dunia ini, maka kehidupan semacam ini tidak akan mengalami damai sejahtera, apalagi berjalan di jalan damai sejahtera, tidak mungkin.
Pendeknya, jalan damai sejahtera itu dimulai dari HALAMAN, lalu dibawa sampai kepada KESEMPURNAAN (kemuliaan Allah).
Kesempurnaan -> Ruangan Maha Suci, berbicara tentang kemuliaan ALLAH.
Jadi kalau kita perhatikan bagaimana Yohanes pembaptis mempersiapkan jalan bagi TUHAN sungguh luar biasa.
Yohanes mempersiapkan jalan bagi TUHAN, sebab ia memberi pengertian tentang injil keselamatan supaya orang menjadi percaya, bertobat, dibaptis di dalam nama Yesus Kristus untuk memperoleh pengampunan dosa. Selanjutnya dipenuhkan Roh Kudus.
Untuk apa kita menerima karunia-karunia Roh Kudus? jawabnya, terkait dengan janji Allah. Tidak mungkin kita masih dalam kedagingan untuk menantikan janji Allah, itulah tanah air sorgawi yang telah dipersiapkan. Demikian juga, tidak mungkin kita datang beribadah sementara masih sifat (tabiat) daging itu belum lepas, itu tidak ada artinya.
Maka saya katakan sekali lagi: Yohanes pembaptis ini betul-betul dengan konsentrasi penuh mempersiapkan jalan bagi sang Raja, sebab dia memberi pengertian tentang injil keselamatan.
Singkat kata, Yohanes pembaptis telah mempersiapkan jalan bagi TUHAN, selanjutnya kemuliaan TUHAN dinyatakan. Kalau dikaitkan dengan pola Tabernakel, terkena pada Ruangan Maha Suci.
Yesaya 40:5
(40:5) maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya."
Penduduk bumi, seantero dunia akan melihat kemuliaan Allah secara serentak.
Jadi kalau ada orang berkata: lihat TUHAN ada di Padang Gurun, lihat Dia ada di dalam bilik, jangan percaya dan jangan pergi ke situ. Karena kemuliaan TUHAN dinyatakan secara serentak, seluruh umat manusia akan melihatnya secara bersama-sama, sungguh TUHAN sendiri yang mengatakannya.
Jadi jangan ada orang yang keluar dari jalan damai sejahtera, dimulai dari halaman sampai Ruangan Maha Suci.
Yesaya 40:6-7a
(40:6) Ada suara yang berkata: "Berserulah!" Jawabku: "Apakah yang harus kuserukan?" "Seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang. (40:7) Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembusnya dengan nafas-Nya. Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput.
Yohanes berkata terhadap manusia padang gurun: “.. Manusia sama seperti rumput dan semaraknya (kemuliaannya) sama seperti bunga rumput …”
Jika rumput kering, maka kemuliaannya juga akan berlalu/kering. Inilah keadaan manusia padang gurun (terasingkan; tidak diperhitungkan di dunia ini).
Jadi Yohanes pembaptis diutus untuk mempersiapkan jalan bagi kehidupan padang gurun, yang sama persis seperti rumput, kemuliaannya seperti bunga rumput. Satu kali rumput menjadi kering, maka otomatis kemuliaannya akan berlalu.
Saudara bisa bayangkan, sebelum kita terpanggil/tepatnya sebelum tergembala dengan sungguh-sungguh, kita betul-betul disebut sebagai manusia padang gurun, digambarkan seperti rumput, kemuliaannya seperti bunga rumput, satu kali rumput menjadi kering, kemuliaannya akan layu. Inilah yang diperhatikan oleh Yohanes pembaptis.
Intinya, Yohanes pembaptis memberi pengertian tentang injil keselamatan kepada kehidupan padang gurun yang digambarkan seperti rumput yang kering, tidak lama akan berlalu.
Pendeknya, di tangan Tuhanlah pembalasan, buktinya: "Tuhan menghembus rumput kering dan kemuliannya dengan nafas-Nya." kalau manusia masih mempertahankan hidupnya sebagai rumput, dan mempertahankan kemuliaannya seperti bunga rumput.
Demikianlah keadaan bangsa-bangsa lain, yang tidak mengenal Allah, mereka kuatir soal apa yang akan dimakan, diminum, dan kuatir soal apa yang akan dipakai (soal yang dipakai: pakaian, rumah kendaraan, roda dua atau empat, keperluan-keperluannya) menggambarkan bahwa mereka adalah manusia rumput satu kali akan binasa. Jadi, manusia rumput tidak akan sampai kepada kemuliaan Allah melainkan akan binasa.
Tapi kita sudah melihat Yohanes pembaptis diutus untuk mendahului TUHAN, berarti dia harus mempersiapkan jalan bagi TUHAN, mempersiapkan jalan damai sejahtera dimulai dari HALAMAN dibawa sampai RUANGAN MAHA SUCI (KEMULIAAN).
Yesaya 40:7
(40:7) Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembusnya dengan nafas-Nya. Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput.
“... Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembusnya dengan nafasNya …” itu pembalasan dari TUHAN bagi manusia yang senantiasa mempertahankan kehidupannya sama seperti rumput dan mempertahankan kemuliaan rumput.
Satu kali TUHAN akan mengadakan pembalasan terhadap bangsa-bangsa lain yang tidak mengenal Allah, sebab mereka kuatir soal apa yang dimakan, diminum, dan dipakai. Tetapi sebelum tiba hari penghakiman, TUHAN telah mengutus Yohanes pembaptis untuk mempersiapkan jalan bagi TUHAN, memberi pengertian tentang injil keselamatan untuk pengampunan dosa.
Betapa mulianya hati seorang utusan bila ia bekerja dengan tulus. Tapi kadang kita tidak peduli, kita hanya perduli dengan kehidupan kita masing-masing, yang penting kita kenyang, tidak perduli orang lain/utusan TUHAN. Sikap seperti ini tidak baik. Kita harus belajar mengerti tentang rencana TUHAN.
Yesaya 40:7b-8
(40:7) Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembusnya dengan nafas-Nya. Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput. (40:8) Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya."
Manusia memang sama seperti rumput dan menjadi kering apabila hidup dalam pemikiran yang lahiriah yaitu kuatir soal apa yang akan dimakan, diminum, dipakai.
Namun, manusia rumput akan sampai kepada KEMULIAAN ALLAH manakala dia mematok hidupnya kepada firman Allah yang kekal.
Mari kita mematokkan (lantakkan) hidup ini kepada Firman Allah. Jangan yang lahiriah menjadi patokan hidupmu (soal apa yang dimakan, diminum, dipakai), bukan itu patokan hidupmu.
Biarlah kita mematokkan hidup pada Firman Allah, jangan dicabut, untuk sampai kepada kekekalan, karena Firman Allah itu kekal.
Betapa muliannya hati TUHAN, Ia mengutus utusannya untuk memperhatikan manusia padang gurun, yang sama seperti rumput.
Kita akan melihat: FIRMAN ALLAH YANG MEMBAWA SAMPAI KEPADA KEMULIAAN ALLAH.
Yesaya 40:9
(40:9) Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke atas gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: "Lihat, itu Allahmu!"
"Hai Sion, pembawa kabar baik" -> PENGAJARAN MEMPELAI DALAM TERANGNYA TABERNAKEL.
SION -> Mempelai Tuhan / gereja Tuhan yang sempurna.
Berarti, untuk sampai kepada kesempurnaan dan kemuliaan Tuhan maka dengan mutlak hidup kita dipimpin oleh Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel.
Jadi, Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel sudah harus menjadi harga mati untuk menggembalakan dan memimpin hidup rohani kita sampai kepada penggembalaan yang sempurna yaitu kemuliaan yang kekal; Yerusalem Baru.
Selanjutnya dikatakan: "... naiklah ke atas gunung yang tinggi!.." Inilah yang menjadi muatan dari firman pengajaran mempelai (kreta) dalam terang Tabernakel. Kita buktikan hal itu dalam Wahyu 14.
Marilah kita lihat, GUNUNG YANG TINGGI:
Wahyu 14:1-3 --- Perikop: "Anak Domba dan pengikut-Nya yang ditebus-Nya."
(14:1) Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya. (14:2) Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya. (14:3) Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorang pun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu.
Di gunung Sion, berdiri Anak Domba bersama dengan 144.000 orang yang telah ditebus.
144.000 -> Inti mempelai Tuhan, “sebab di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya” berarti tidak ada nama lain apalagi nama hujat, sebab mereka fokus pada tujuan hidup.
Itu sebabnya ketika Yesus mengutus murid-murid, Yesus berpesan supaya mereka fokus pada tujuan, tidak memberi salam ke kiri dan ke kanan sebelum tiba pada tujuan (Lukas 10:4).
Sedikit kesaksian: beberapa waktu yang lalu ada hamba TUHAN dari Lampung untuk mengikuti Fellowship Paskah PPT. Menurut keterangan hamba TUHAN tersebut, dia tiba pada hari H, tetapi ia menyempatkan diri untuk memberi salam kepada kerabatnya. Mereka (suami isteri) naik sepeda motor dari Lampung ke Serang. Selesai memberi salam kepada kerabatnya, di tengah jalan mereka dibegal. Uang, hp (handphone) yang di dalam tas dirampok. Hamba TUHAN itu bercerita kepada saya setelah sesi pertama selesai. Kemudian saya ajak; berdoa. Kemudian hamba TUHAN ini bertanya, apakah saya perlu lapor polisi. Saya berkata; tidak perlu, tidak ada artinya itu, tidak akan ketemu lagi itu. Tetapi ternyata hamba TUHAN ini tetap pergi ke kantor polisi, tetapi hasilnya nihil (kosong), tidak ada artinya.
Lalu pada sesi terakhir, sesi ke-3 (tiga) selesai, ia datang lagi kepada saya bahwa dia sudah pergi lapor polisi dan polisi tidak mendapatkannya. Penyampaian itu disertai permohonan. Saya mengertilah setiap ucapan yang keluar dari mulut hamba TUHAN, meskipun dirangkai begitu rupa. Akhirnya seberapa yang sanggup diberikan, dimulai dari saya. Akhirnya terkumpulah, dan menurut saya dapatlah seharga 1 unit handphone, selain kita juga sudah menyediakan persembahan kasih untuk suami istri dan juga souvenir. Untuk khusus hamba TUHAN ini kita juga membawa persembahan masing-masing.
Jadi dari sini kita belajar, kita harus fokus pada tujuan hidup, jangan memberi salam sebelum sampai kepada tujuan. Jangan sibuk ke kiri dan ke kanan sebelum sampai kepada tujuan.
Demikianlah inti mempelai TUHAN yang berjumlah 144.000 orang, di dahi mereka tertulis nama-Nya, dan tertulis nama Bapa-Nya, berarti di dahi mereka tidak tertulis nama-nama lain, apalagi nama-nama hujat tidak tertulis disitu, sebab mereka fokus pada tujuan hidup.
Nama-nama hujat -> kenajisan percabulan dan kekejian.
KAIN adalah anak sulung Adam dan Hawa, tetapi dalam praktek hidup, ia bukanlah anak sulung, sebab dia hanya mempersembahkan sebagian dari hasil tanah kepada Tuhan.
Menunjukkan bahwa hati dan pikirannya hanya sebagian dipersembahkan kepada Tuhan, sedangkan sebagian lagi tertuju pada nama-anam hujat = Hidup dalam kekejian dan kenajisan percabulan (Kejadian 4:3)
Sedangkan, HABEL mempersembahkan korban persembahan yaitu anak sulung kambing domba yakni lemak-lemaknya (Kejadian 4:4)
Pendeknya, Habel adalah anak kedua tetapi dalam praktek hidup dia adalah anak sulung, sebab di dahinya tertulis nama-Nya (nama Yesus) dan nama Bapa-Nya. Habel fokus pada tujuan hidup. Kalau seseorang senantiasa sibuk mempersembahkan segenap hidupnya, maksudnya di tengah ibadah pelayanan ia sibuk mempersembahkan korban persembahan, menyangkal diri dan memikul salib, jelas itu menunjukkan dia fokus pada tujuan hidup sebab ditandai dengan pengorbanan, ada huruf “T” di dahi
Selain itu Habel mempersembahkan lemak-lemak. Lemak-lemak -> persembahan yang terbaik.
Kita sudah membahas tentang: anak domba dan 144.000 orang yang telah ditebus dari bumi berdiri di atas bukit sion di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya, dan kita sudah bandingkan dengan kisah Kain dan Habel; fokuslah pada tujuan hidup. Lalu lanjut kita baca ayat 2…
Wahyu 14:2
(14:2) Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya.
Pada ayat 2: “… Ada bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya…”
Pada ayat 3: “… ada nyanyian baru yang tidak dapat dipelajari siapapun kecuali 144.000 orang yang telah ditebus …”
Pendeknya, ayat 2-3 -> Doa Penyembahan disertai dengan bahasa lidah (bahasa Roh).
Bahasa Roh itu tidak dapat dipelajari oleh siapapun, dan tidak ada yang memahaminya selain orang yang menyembah kepada TUHAN, dan TUHAN yang disembah.
Singkat kata, di atas gunung yang tinggi tampaklah 2 (dua) hal:
Mempelai Tuhan /gereja Tuhan yang sempurna.
Wujud dari mempelai Tuhan, yaitu Doa Penyembahan disertai dengan bahasa Roh.
Inilah gunung Sion si pembawa kabar baik.
Jadi kalau Pengajaran mempelai berkata: naiklah ke atas gunung yang tinggi, ayo, ikutilah gerak dari Pengajaran mempelai dalam terangnya Tabernakel untuk membawa kita sampai kepada kemuliaan, yaitu: kesempurnaan dari sidang mempelai TUHAN, dan hidup dalam Doa Penyembahan.
Kalau kita kembali review ke belakang;
Yesaya 40:3-5“…ada suara yang berseru-seru…”
Lalu pada, Ayat 6-8: “… ada suara yang berkata…”
Kemudian ayat 9 berbicara tentang Pengajaran mempelai dalam terang Tabernakel. Naiklah ke atas gunung yang tinggi, itulah muatan dari Pengajaran mempelai dalam terang Tabernakel, sehingga kita melihat kemuliaan Allah.
Di atas gunung yang tinggi tampaklah 2 hal:
Mempelai Tuhan /gereja Tuhan yang sempurna.
Wujud dari mempelai Tuhan, yaitu Doa Penyembahan disertai dengan bahasa Roh.
Jadi tidak ada alasan untuk tidak percaya kepada Pengajaran mempelai dalam terangnya Tabernakel. Kita diajar untuk berjalan di jalan damai sejahtera, dimulai dari HALAMAN sampai di dalam kemuliaan RUANGAN MAHA SUCI.
Pendeknya, Bait Suci Allah terkena kepada Ruangan Suci dan Ruangan Maha Suci.
Di dalam Ruangan Suci ada 3 (tiga) alat -> ketekunan tiga macam ibadah pokok:
Meja Roti Sajian -> ketekunan Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci.
Pelita Emas -> ketekunan dalam Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian Roh.
Mezbah Dupa -> ketekunan Ibadah Doa Penyembahan.
Kegunaan dari 3 (tiga) macam ibadah pokok, ialah; membawa gereja TUHAN sampai kepada Ruangan Maha Suci. Jadi dasar kita untuk sampai kepada kesempurnaan adalah; di bumi ini kita harus tekun dalam 3 (tiga) macam ibadah pokok sesuai dengan tiga alat yang ada di Ruangan Suci.
Yesaya 40:10-11
(40:10) Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya. (40:11) Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.
Pada ayat 10, ada 2 (dua) kali kata "LIHAT"
“Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa.”
“Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya.”
Pendeknya, kita dapat melihat 2 (dua) hal, yaitu:
TUHAN datang dengan kekuatan dan dengan tanganNYA, Ia berkuasa.
Orang-orang yang menjadi milik TUHAN ada bersama-sama dengan TUHAN.
Ternyata mereka itu adalah kehidupan yang tergembala, yang digembalakan menurut Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.
Matius 11:10: Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.
Yesaya 40:10: Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya.
Jadi, kita semua akan melihat apa yang akan terjadi di kemudian hari, kita semua akan melihat kemuliaan Allah dinyatakan. Maka apa yang telah kita terima dari Tuhan bukan sebatas slogan. Lewat Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel kita akan melihat kemuliaan Allah. Kita akan melihat 2 (dua) hal pada Yesaya 40:10.
Yesaya 40:11
(40:11) Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.
Kalau Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel menggembalakan kita, maka sama seperti Gembala Agung menghimpunkan kita dengan tangan-Nya . Sesudah itu:
“anak-anak domba dipangku-Nya” artinya kerohanian yang masih anak-anak akan dipangku; ditanggung dan dipikul oleh TUHAN.
“Induk-induk domba (kehidupan yang dewasa) dituntunnya dengan hati-hati” tidak sembarangan dengan pengajaran-pengajaran asing.
Hati-hati, artinya betul-betul berpegang pada pengajaran mempelai dalam terangnya Tabernakel. Kalau tidak hati-hati domba-domba akan tercerai berai dan sesat. Jadi harus hati-hati, sehingga nanti kita bisa melihat kemuliaan Allah dinyatakan, itulah sidang mempelai TUHAN, dan wujudnya Doa Penyembahan.
Itu sebabnya hari-hari ini saya semakin hati-hati, tidak boleh sembarang meninggalkan penggembalaan, tidak boleh sembarangan mempercayakan penggembalaan ini kepada gembala-gembala yang tidak bertanggung jawab, siapapun dia. Supaya domba-domba tidak tercerai berai.
Bayangkan hamba TUHAN mengatakan gembala bisa duduk mendengar firman, yang sekali waktu domba-domba bisa khotbah, betapa sesatnya nanti domba-domba itu.
Itu sebabnya, hati-hati! Kalau tidak hati-hati tidak sampai kepada tujuan. Itu sebabnya kita juga harus fokus pada tujuan hidup. Amin.
TUHAN YESUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang