KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Friday, March 6, 2026

IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 21 FEBRUARI 2026



IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 21 FEBRUARI 2026

STUDY YUSUF

 

Kejadian 44:18-34

(Seri 9)

 

Subtema: CELAKA PERTAMA ( BELALANG KELUAR DARI ASAP ) Seri 2

 

Shalom.

Puji Tuhan damai sejahtera bagi kita semua. Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan yang telah memberikan kesempatan bagi kita untuk duduk diam mendengarkan sabda Allah. Biarlah Tuhan yang bertakhta di hati kita, sehingga kita boleh menyimak apa yang Tuhan mau lewat pemberitaan Firman sebentar.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, umat ketebusan Tuhan, yang turut bergabung secara online dimanapun saudara berada, baik di dalam negeri, maupun di luar negeri. Namun tetaplah berdoa dalam roh, mohon kemurahan dari pada Tuhan, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.

Selanjutnya marilah kita sambut Firman Penggembalaan untuk Ibadah Kaum Muda Remaja dari STUDY YUSUF.

 

Perlu untuk diketahui:

Kejadian 44:18-34 seluruhnya adalah tutur kata Yehuda kepada Yusuf sebagai mangku negara atau raja muda di Mesir.

 

Dalam tutur kata tersebut, Yehuda memohon kelepasan bagi Benyamin (adiknya).

 

Pertanyaan: Mengapa Yehuda memohon kelepasan bagi Benyamin?

Jawabnya ada pada…

Kejadian 44:29-31

(44:29) Jika anak ini kamu ambil pula dari padaku, dan ia ditimpa kecelakaan, maka tentulah kamu akan menyebabkan aku yang ubanan ini turun ke dunia orang mati karena nasib celaka. (44:30) Maka sekarang, apabila aku datang kepada hambamu, ayahku, dan tidak ada bersama-sama dengan kami anak itu, padahal ayahku tidak dapat hidup tanpa dia, (44:31) tentulah akan terjadi, apabila dilihatnya anak itu tidak ada, bahwa ia akan mati, dan hamba-hambamu ini akan menyebabkan hambamu, ayah kami yang ubanan itu, turun ke dunia orang mati karena dukacita.

 

Apabila Benyamin tidak kembali ke Kanaan, maka Yakub akan mengalami nasib yang tragis, yaitu;

1.    Turun ke dunia orang mati karena nasib celaka (ayat 29).

2.    Turun ke dunia orang mati karena dukacita (ayat 31).

 

Perlu untuk diketahui:

Mati karena nasib celaka dan mati karena dukacita adalah hal yang tidak dikehendaki oleh Tuhan, sebab kematian semacam ini adalah KEBINASAAN.

 

Contoh: MATI KARENA NASIB CELAKA

 

Wahyu 9:1-11 ---Perikop: “Sangkakala yang kelima”

 

Singkat kata; Sangkakala kelima adalah celaka yang pertama.

 

(9:1) Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut.

 

Sebuah bintang jatuh dari langit ke bumi. Itu adalah malaikat yang memberontak kepada Tuhan, sehingga ia berubah menjadi setan/lucifer. Lalu kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut.

 

(9:2) Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu. (9:3) Dan dari asap itu berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajengking di bumi.

 

Ia membuka pintu lobang jurang maut, lalu naiklah asap tebal sehingga matahari dan angkasa menjadi gelap. Namun dari asap itu berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi.

Belalang adalah gambaran suatu keadaan yang terlatih, disebut pasukan yang terlatih dari tentara antikris.

Belalang ini mempunyai sengat seperti sengat kalajengking, untuk menyiksa orang-orang yang tidak memakai meterai Allah didahinya. Artinya tidak memikirkan pikiran Allah, hanya memikirkan perkara lahiriah (pikiran daging).

 

Selanjutnya belalang ini akan kita pelajari di ayat 7-9. Karena ayat 1-6 telah kita pelajari dan sudah kita bahas bersama-sama dua minggu berturut-turut.

 

(9:7) Dan rupa belalang-belalang itu sama seperti kuda yang disiapkan untuk peperangan, dan di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas, dan muka mereka sama seperti muka manusia, (9:8) dan rambut mereka sama seperti rambut perempuan dan gigi mereka sama seperti gigi singa, (9:9) dan dada mereka sama seperti baju zirah, dan bunyi sayap mereka bagaikan bunyi kereta-kereta yang ditarik banyak kuda, yang sedang lari ke medan peperangan.

 

Rupa belalang-belalang itu sama seperti kuda.

Berbicara kuda berarti; soal kekuatan dan kemampuan yang dimiliki oleh tentara antikris sebagai pasukan elit yang sangat berbahaya, sebab kuda itu disiapkan untuk peperangan.

Oleh sebab itu anak-anak Tuhan harus memiliki pertahanan, disebutlah itu kuda-kuda untuk menghadapi belalang seperti kuda.

Kuda-kuda = berlutut 🡪 doa penyembahan sebagai puncak ibadah yang tertinggi. Oleh sebab itu untuk memiliki pertahanan anak-anak Tuhan harus mengenal ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. yakni;

1.       Ibadah Pendalaman Alkitab disertai perjamuan suci. Artinya persekutuan yang mendalam terhadap Yesus lewat Firmannya.

2.       Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian roh. artinya persekutuan yang mendalam dengan Kristus yakni Roh-el kudus.

3.       Ibadah Doa Penyembahan. artinya persekutuan yang mendalam dengan kasih Allah.

Ketekunan tiga macam ibadah pokok adalah sarana untuk sampai kepada puncak ibadah yang tertinggi, yakni; doa penyembahan. Jadi ketekunan tiga macam ibadah pokok adalah harga mati.

 

Sebagaimana yang Tuhan ajarkan kepada murid-murid di Taman Getsemani….

 

Matius 26:37-39 ---Perikop: “Di taman Getsemani”

(26:37) Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, (26:38) lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."

 

Yesus membawa tiga murid yakni; Yakobus, Petrus dan Yohanes, dari titik pertama di mana murid-murid yang lain berada. Kemudian ketika berada di titik kedua Yesus berkata kepada ketiga murid tersebut: Tinggallah di sini.

Tinggallah di sini; artinya tekun dalam tiga macam ibadah pokok, yakni;

1.       Yakobus = iman 🡪 Ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci.

2.       Petrus = pengharapan 🡪 Ketekunan dalam Ibadah Raya Minggu disertai dengan Kesaksian Roh.

3.       Yohanes = kasih 🡪 Ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan.

 

Jadi kalau saya katakan tinggallah di sini, saudara menyahut; tekun dalam tiga macam ibadah pokok. Berarti ketekunan tiga macam ibadah pokok adalah harga mati, jangan di tawar lagi oleh alasan apapun. Ingat hari-hari ini adalah hari-hari terakhir dan perjalanan rohani kita sudah berada pada mil-mil yang terakhir, karena waktu yang tersisa tidak banyak lagi yang kit pergunakan. Jadi jangan kita bermain-main lagi.

 

(26:39) Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."

 

Ia maju sedikit menunjukkan bahwa Yesus adalah Imam Besar Agung, memimpin ibadah kita di atas bumi ini sampai kepada ibadah yang tertinggi (puncak ibadah) yakni; doa penyembahan.

Doa penyembahan adalah modal kita untuk mengalami perobekan daging. Jadi jelas sekali ketekunan tiga macam ibadah pokok adalah harga mati.

Kita harus memiliki pertahanan yang kuat untuk menghadapi belalang yang digambarkan seperti kuda. Itulah kuda-kuda berarti berlutut itulah doa penyembahan.

 

Ibrani 10:19-24 kita dapat menemukan tiga kata:

1.       IMAN (ayat 22) -> Ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab.

2.       PENGHARAPAN (ayat 23) -> Ketekunan dalam Ibadah Raya Minggu.

3.       KASIH (ayat 24) -> Ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan.

 

Jadi ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok, membawa kita sampai kepada puncak ibadah, yakni; doa penyembahan. Sedangkan, doa penyembahan adalah modal utama bagi anak-anak Tuhan, supaya mengalami perobekan daging, dalam Ibrani 10:20 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,

Tabir terbelah dua dari atas sampai ke bawah = mengalami perobekan daging / berpisah dari daging.

 

Demikian juga dalam…

Wahyu 8:3

(8:3) Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu. (8:4) Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah.

 

Jadi doa penyembahan itulah yang membawa kita kepada Allah, sehingga kita kelak menjadi anggota tubuh Kristus. Dan kita mampu menghadapi peperangan yang akan terjadi.

 

Perlu untuk diketahui; berada pada puncak ibadah yakni doa penyembahan adalah kategori berjaga-jaga.

Matius 26:40-41

(26:40) Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? (26:41) Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."

 

Kegunaan doa penyembahan/berjaga-jaga; supaya jangan jatuh ke dalam pencobaan. Puncaknya; pada saat antikris menjadi raja atas seantero dunia.

Selama kita tinggal di bumi ini, kita tidak akan berhenti menghadapi pencobaan. Pencobaan itu akan memuncak pada saat antikris menjadi raja. Oleh sebab itu, kita harus tekun dalam tiga macam ibadah pokok, dan dari ketekunan tiga macam ibadah pokok itulah yang akan membawa kita sampai kepada puncak ibadah yakni; doa penyembahan.

 

Matius 24:20-21

(24:20) Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat. (24:21) Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.

 

Pada waktu melarikan diri atau melepaskan diri dari antikris, jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat.

1.       Musim dingin.

Artinya Kasih Allah sudah terangkat dari bumi. Tepatnya pada saat antikris menjadi raja dan berkuasa atas dunia. Berarti; tidak ada lagi kemurahan, kasih sudah dingin.

2.       Hari Sabat/hari ke tujuh.

Enam hari kita bekerja, sedangkan hari ke tujuh adalah hari perhentian. Itu berarti; kesempatan untuk melarikan diri atau melepaskan diri dari antikris sudah tidak ada lagi.

Tuhan memberikan kesempatan kepada kita selama enam hari. Maka disitulah kita harus berjuang dan bekerja penuh perjuangan yaitu; tekun dalam tiga macam ibadah pokok. sebagaimana tertulis dalam Ulangan 5:13-14 Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, (5:14) tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan,

 

Demikian juga bangsa Israel ketika di padang gurun, waktu pagi mereka mengumpulkan manna, sore hari mereka mengumpulkan daging (burung puyuh), lalu pada hari keenam, mereka mengumpulkan dua kali lipat. Sebab pada hari ketujuh baik manna maupun burung kepuyuh tidak akan ditemukan lagi, karena hari ketujuh adalah hari perhentian. Itu sebabnya Tuhan berikan kepada kita enam hari bekerja mengumpulkan manna (Firman Allah) sebanyak-banyaknya sebagai persediaan dua kali lipat untuk hari keenam dan ketujuh. Jadi saat mendengarkan Firman Allah haruslah diperhatikan dengan sungguh-sungguh.

 

2 Petrus 3:14-15

(3:14) Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.

 

Kita harus berusaha berarti; tekun dalam tiga macam ibadah pokok. Kemudian mengumpulkan manna sebanyak dua kali lipat, supaya jangan jatuh dalam puncak pencobaan.

Siapa yang lepas dari aniaya antikris atau yang berjuang dalam ketekunan tiga macam ibadah pokok, sehingga ibadahnya sampai kepada doa penyembahan? jawabnya;

Mereka yang tidak kedapatan cacat cela, dan tidak bernoda.

Berarti memberikan dirinya dengan nyata untuk disucikan oleh Firman Allah lewat ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Jadi ada usaha.

 

(3:15) Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.

 

Panjang sabar Tuhan dan kasih, kemurahan hati Tuhan adalah kesempatan bagi kita untuk beroleh selamat.

Bekerja selama enam hari, dengan lain kata; tekun dalam tiga macam ibadah pokok, dan di tengah-tengahnya kita mengumpulkan manna sebanyak dua kali lipat, itu adalah panjang sabarnya Tuhan, kemurahan hati Tuhan, sebelum terjadi musim dingin. Pada saat musim dingin semua nanti menjadi beku, artinya kasih dan kemurahan Tuhan tidak berlaku lagi, semuanya sudah diangkat pada saat antikris menjadi raja.

 

Jadi jangan kita sia-siakan kesempatan yang Tuhan berikan hanya karena perkara lahiriah.

 

Matius 24:25

(24:21) Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.

 

Pada saat antikris berkuasa disitu ada suatu siksaan yang dahsyat. Jadi para membaca menurut Kitab Daniel harus memperhatikannya Matius 24:15.

 

Itulah bicara soal kuda-kuda berarti; mempertahankan diri menghadapi belalang yang seperti kuda di dalam peperangan nanti.

 

Kita kembali membaca…

Wahyu 9:7-9

(9:7) Dan rupa belalang-belalang itu sama seperti kuda yang disiapkan untuk peperangan, dan di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas, dan muka mereka sama seperti muka manusia, (9:8) dan rambut mereka sama seperti rambut perempuan dan gigi mereka sama seperti gigi singa, (9:9) dan dada mereka sama seperti baju zirah, dan bunyi sayap mereka bagaikan bunyi kereta-kereta yang ditarik banyak kuda, yang sedang lari ke medan peperangan.

 

Adapun penampilan dari belalang-belalang itu antara lain:

1.       Muka mereka sama seperti muka manusia.

Berarti tidak menyeramkan, sehingga banyak orang-orang kristen menjadi lengah. Dengan lain kata; tidak membuat garis pemisah atau tidak dapat membedakan kawan atau lawan.

Tetapi ketika Yosua melihat malaikat dengan pedang terhunus ditangannya Yosua bertanya; kawan/lawan? Dari pertanyaannya ini kita bisa melihat bahwa Yosua membuat garis pemisah (Yosua 5:13). Artinya Yosua memiliki sikap yang tegas.

Seorang pemimpin atau sidang jemaat harus memiliki sikap yang tegas, artinya membuat suatu garis pemisah, supaya tahu mana kawan mana lawan.

 

Di hari-hari terakhir ini dunia dikuasai roh antikris, sebagaimana dalam suratan 1 Yohanes 4:1 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.

Jadi roh antikris lewat pelayanan nabi-nabi palsu sudah menguasai dunia. Jadi kita harus bisa membedakan antara roh Allah dengan roh antikris. Jangan sampai kita lengah karena muka mereka sama seperti muka manusia.

Kalau saja penampilan dari belalang itu mukanya sama seperti setan tentu saja menegangkan dan orang akan berawas-awas.

 

2.       Rambut mereka sama seperti perempuan.

Berarti nampak seperti dalam ketundukannya kepada Tuhan. Akan tetapi rambut panjang hanyalah tipuan terhadap orang-orang yang tidak bijaksana (orang yang bodoh). Jadilah arif dan bijaksana. Berikan diri untuk dipimpin oleh roh Tuhan supaya rambut panjang nyata dalam ketundukannya dan rambut panjang itu jangan dipotong, karena kekuatan kita terletak kepada roh Tuhan.

 

3.       Gigi mereka sama seperti gigi singa.

Berarti digunakan untuk merobek-robek mangsanya.

Pendeknya; ketika persekutuan kita dengan Tuhan sudah robek, artinya; gigi singa sudah tertancap kepada gereja Tuhan. Jangan sampai gigi singa tertancap, dan jangan sampai persekutuan kita dirobek-robek (putus dengan Tuhan). Karena persekutuan kita dengan Tuhan adalah persekutuan yang dikerjakan oleh roh Tuhan di dalam naungan kasih Allah.

 

4.       Dada mereka sama seperti baju zirah.

Baju zirah = pakaian iman, pakaian kasih, sehingga menjadi pelindung.

Berarti dosa itu mempunyai kekebalan, tidak tahu malu, bahkan tidak memiliki rasa takut lagi kepada Tuhan, sebab dosa itu sudah menjadi kebiasaan bagaikan dada seperti baju zirah.

Hati hati yang sering kali menggunakan kebenaran diri sendiri, sehingga dosa itu menjadi suatu kebiasaan. Kebenaran itu seharusnya berada pada salib di golgota.

 

Kalau kita perhatikan di dalam Yeremia 50:6 Umat-Ku tadinya seperti domba-domba yang hilang; mereka dibiarkan sesat oleh gembala-gembalanya, dibiarkan mengembara di gunung-gunung, mereka berjalan dari gunung ke bukit sehingga lupa akan tempat pembaringannya.

Menunjukkan bahwa mereka sudah memakai baju zirah. Domba-domba menjadi liar, berada disemua gunung-gunung, berada di semua tempat peribadatan, dengan lain kata; lupa tempat pembaringan.

Ketika anak-anak Tuhan sudah menjadi lelah, maka kita ini membutuhkan tempat pembaringan untuk menghilangkan rasa capek, pegal dan rasa lelah di dada ini.

 

Tetapi kalau anak-anak Tuhan lupa tempat pembaringan resikonya tinggi.

Kita lihat resikonya Yeremia 50:7 Siapa pun yang menjumpai mereka, memakan habis mereka, dan lawan-lawan mereka berkata: Kami tidak bersalah! Karena mereka telah berdosa kepada TUHAN, tempat kebenaran, TUHAN, pengharapan nenek moyang mereka!

Dari perkataan ini, menunjukkan bahwa dada mereka memakai baju zirah. Tetapi mereka menganggap diri benar.

Alasan mereka memangsa musuh adalah karena mereka telah berdosa kepada Tuhan.

Perlu untuk diketahui; kalau orang berdosa, ia akan menanggung dosa itu kepada Tuhan, menunjukkan ia tidak berdosa kepada Tuhan. Tetapi disini kita melihat antikris berkata kepada Tuhan: Karena mereka telah berdosa kepada TUHAN. Maka itu lah alasan mereka untuk menghabisi orang yang lengah, yang tidak memliki kuda-kuda.

 

5.    Sayap mereka bagaikan bunyi kereta-kereta yang ditarik banyak kuda.

Menunjukkan musuh yang menimbulkan dosa bergerak dengan cepat karena mempunyai sayap.

Kita lihat hal itu di dalam Daniel 7:6 Kemudian aku melihat, tampak seekor binatang yang lain, rupanya seperti macan tutul; ada empat sayap burung pada punggungnya, lagipula binatang itu berkepala empat, dan kepadanya diberikan kekuasaan.

Antikris akan berkuasa atas empat penjuru bumi yaitu; timur, barat, utara, selatan, berarti; berkuasa atas seantero dunia. Karena rupanya seperti macam tutul; ada empat sayap burung pada punggungnya.

Berbicara macam tutul; berbicara tentang; kecepatan, karena ada empat sayap burung pada punggungnya. Kemudian kuat seperti kekuatan kuda yang rasanya sulit dibendung oleh manusia.

Oleh sebab itu sebelum dosa menyerang atau sebelum pencobaan datang, kita sudah terlebih dahulu; berjaga-jaga dan berdoa.

Seperti yang Tuhan katakan kepada tiga murid; Matius 26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah." Juga paulus mengajarkan itu kepada jemaat di Efesus; Efesus 6:10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.
Artinya; mau tidak mau kita harus berada pada puncak ibadah atau b
erada pada tingkat ibadah yang tertinggi itulah doa penyembahan. Inilah kuda-kuda yang menjadi kekuatan kita menghadapi belalang-belalang yang keluar dari asap lobang jurang maut.

 

Efesus 6:11-12

(6:11) Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;

 

Tadi kita sudah melihat tipu muslihat pada iblis setan yaitu;

-          Muka mereka sama seperti muka manusia.

-          Rambut mereka sama seperti rambut perempuan.

-          Gigi mereka sama seperti gigi singa.

-          Dada mereka sama seperti baju zirah.

-          Sayap mereka bagaikan bunyi kereta-kereta yang ditarik banyak kuda.

Sementara (6:12) karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

 

Tetapi malam ini Tuhan sudah memberitahukan kepada kita, seperti apa tipu muslihat dari pada setan tritunggal/antikris, seperti apa tipu muslihat dari belalang seperti kuda. Semuanya sudah dijelaskan Tuhan kepada kita, maka jangan kita lengah, dan jangan kita abaikan semuanya itu.

 

Wahyu 9:10-12

(9:10) Dan ekor mereka sama seperti kalajengking dan ada sengatnya, dan di dalam ekor mereka itu terdapat kuasa mereka untuk menyakiti manusia, lima bulan lamanya.

 

Kita harus percaya penyembahan dalam kuasa kebangkitan memungkinkan segala sesuatu terjadi. Kalau tidak nanti Tuhan berhentikan pergerakan kita selama lima bulan. Demikian zakharia diberhentikan, dia bisu selama lima bulan.

Jadi saudara kuda-kuda atau pertahanan kita adalah doa penyembahan, berarti berlutut di ujung kaki salib.

 

(9:11) Dan raja yang memerintah mereka ialah malaikat jurang maut; namanya dalam bahasa Ibrani ialah Abadon dan dalam bahasa Yunani ialah Apolion.

 

Itulah bintang kejora, bintang timur putera fajar yang memberontak kepada Tuhan. Akhirnya dilemparkan ke bumi menjadi setan/lucifer. Yang menjadi pemimpin antikris adalah malaikat jurang maut, dalam bahasa ibrani disebut Abadon dan dalam bahasa Yunani disebut Apolion.

 

(9:12) Celaka yang pertama sudah lewat. Sekarang akan menyusul dua celaka lagi.

 

Celaka pertama pada saat malaikat kelima meniup sangkakalanya.

Nanti akan menyusul dua sangkakala lagi, tepatnya pada saat malaikat keenam, dan ketujuh meniup sangkakalanya.

 

Doa dan harapan saya, apa yang kita telah terima dari Tuhan, biarlah itu bekerja di dalam hidup kita, baik hati, pikiran dan jiwa kita. Biarlah Firman itu mendarah daging, mengerjakan seluruh kekuatan kita, mengerjakan seluruh kehidupan kita, sehingga kita memiliki kekuatan yang berasal dari Allah. Tuhan memberkati kita semua. Amen.

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

 

Pemberita Firman;

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang