KAMI NANTIKAN KESAKSIAN-KESAKSIAN SAUDARA YANG SUDAH MEMBACA FIRMAN TUHAN PADA BLOG INI

Terjemahan

Search This Blog

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 06 AGUSTUS 2026

 


IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 06 AGUSTUS 2026

MALEAKHI 3:1

(Seri: )

 

Subtema: RAGU KARENA KURANG MENGERTI KEHENDAK ALLAH

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya kita sekalian dihimpunkan di atas gunung-Nya yang kudus, kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Pendalaman Alkitab disertai perjamuan suci.

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN, yang turut bergabung lewat online atau live streaming, video internet, baik dari YouTube, Facebook, dan Tiktok, media sosial apa saja yang dapat digunakan.

Selanjutnya, biarlah damai sejahtera dari sorga memenuhi hati kita, sehingga sukacita bahagia saat kita duduk diam mendengarkan sabda Allah.

Marilah kita ikuti STUDY MALEAKHI sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab yang disertai dengan perjamuan suci.

Namun tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan dari TUHAN, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi.

Maleakhi 3:1a (seri 5)

(3:1) Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.

Disini dikatakan: "Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku!" 

Kita akan melihat UTUSAN TUHAN tersebut

Matius 11:10-11 (bagian 3)

(11:10) Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu. (11:11) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.

Utusan yang mendahului Tuhan adalah YOHANES PEMBAPTIS.

Pekerjaannya ialah untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan, sebab Dia Raja di atas segala raja, yang satu kali akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.

Yohanes Pembaptis adalah:

-            Nabi yang terakhir dan terbesar dalam perjanjian lama.

-            Dia perintis bagi jalan bagi Sang Mesias, Raja di atas segala raja, Pemimpin sejati

Sebagai utusan Tuhan, Yohanes pembaptis bertanggung jawab dengan pekerjaannya.

Kita juga harus bertanggung jawab dengan segala sesuatu yang telah dipercayakan TUHAN kepada kita masing-masing. Segala berkat dan kemurahan TUHAN harus bisa kita pertanggung jawabkan di hadapan TUHAN dengan benar, dengan suci, dengan mulia. Jangan lupa kepada TUHAN.

Sejenak kita melihat: KETIKA YOHANES PEMBAPTIS BERADA DALAM PENJARA

Matius 11:2-6

(11:2) Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus, (11:3) lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?" (11:4) Yesus menjawab mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: (11:5) orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. (11:6) Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku." 

Ketika Yohanes berada dalam penjara, Dia nenjadi bimbang dan ragu terhadap Kristus, padahal dia yang diutus untuk mempersiapkan jalan bagi TUHAN. 

Hal ini membuktikan bahwa betapapun (sekalipun) sucinya seseorang, ternyata daging tetap berpengaruh sehingga seseorang menjadi bimbang dan ragu saat mengalami sengsara derita yang hebat.

Dan Rasul Paulus juga berkata: “... Selama kami mendiami kemah tubuh ini, kita mengeluh oleh beratnya tekanan …”  2 Korintus 5:4. Dan oleh penderitaan itu membuat seseorang menjadi bimbang dan ragu. Hal yang seperti ini juga dialami oleh Ayub sebagai orang yang saleh, jujur, takut akan TUHAN.

Oleh karena kebimbangan Yohanes Pembaptis, maka Yesus berkata: "berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku." … Matius 11:6.

Sebagai tambahan saja: Yohanes Pembaptis dimasukkan ke dalam penjara bukan karena kesalahannya, tetapi karena dia menegur Herodes yang mengambil Herodias, istri Filipus saudaranya itu, ayat referensi Matius 14:3. Yohanes pembaptis berkata: … tidak halal engkau mengambil Herodias. Akhirnya oleh teguran ini, ia pun dimasukkan kedalam penjara. Dan itulah hari-hari terakhir menjelang kematian Yohanes.

Matius 11:2

(11:2) Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus,

Dalam sengsara derita karena salib dan teraniaya karena firman, Yohanes Pembaptis berada dalam penjara. Dan di dalam penjara dia mendengarkan tentang pekerjaan Kristus. Intinya, Yohanes tidak memahami cara Kristus menampilkan diri sebagai Raja, sebagai Mesias yang dinantikan itu.

 

Jadi oleh karena kebimbangan seorang hamba TUHAN, yang konon katanya nabi yang terakhir dan yang terbesar dari perjanjian lama, dan dia diutus merintis jalan Raja, tetapi dalam penjara ia menjadi bimbang dan ragu. Akhirnya timbul pertanyaan kepada kita: kenapa seorang nabi bisa menjadi bimbang? nabi terakhir dari Perjanjian lama kok bisa bimbang?

Dalam kebimbangan itu, timbul pertanyaan:

SIAPAKAH YOHANES PEMBAPTIS SEBENARNYA?  ....

-            Apakah dia orang lemah?

        Jawabnya: Dia bukan orang yang lemah, karena dia rela menghadapi kenyataan hidup.

-            Apakah dia mudah diombang ambingkan oleh berbagai angin pengajaran?

Jawabnya: Sama sekali Yohanes tidak mudah diombang ambingkan angin pengajaran apapun.

-             Apakah dia orang yang gagah dan berpakaian halus?

Jawabnya: Sama sekali tidak, sebab dia tinggal di padang gurun bukan di istana.

Namun sekalipun demikian masih ada kebimbangan dan keraguan di dalam dirinya.

 

kalau begitu, APA YANG MEMBUAT YOHANES PEMBAPTIS BIMBANG DAN RAGU?

Jawabnya: karena Yohanes pembaptis melihat dan mendengar cara kerja Sang Raja, Mesias, pemimpin sejati, yaitu:

a.        Mengadakan mujizat kesembuhan, antara lain:  orang buta melihat, orang tuli mendengar, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir,

b.        Yesus membangkitkan orang mati.

c.   Memberitakan kabar baik, kabar kesukaan kepada orang miskin (orang papah, lemah tak berdaya)

Pendeknya, Yesus Kristus telah memberikan satu kesukaan yang amat besar bagi orang Israel. Hal itu dikerjakan Yesus setelah baptisan air berlangsung.

Apa yang telah dikerjakan oleh Yesus didengar oleh Yohanes pembaptis di dalam penjara. Dan itu yang membuat dia tidak paham. Hal semacam ini sangat asing bagi Yohanes pembaptis. Sedangkan bila dibandingkan dengan pelayanan Yohanes Pembaptis tidak ditandai kesukaan, karena orang-orang berdosa yang datang kepada Yohanes Pembaptis untuk dibaptis.

Saya juga kadang-kadang berpikir. Saya memang masih jauh dari kata sempurna, tetapi mau belajar untuk berjuang. Berjuang untuk diri saya sendiri, berjuang untuk nikah, berjuang untuk ibadah dan pelayanan ini, berjuang di dalam hal pemberitaan Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, berjuang untuk menyampaikan cahaya injil tentang kemuliaan Kristus.

Tetapi jujur, hati kecil ini sering berkata-berkata ketika melihat yang lain; yaitu:

-    Pemberitaan hanya setengah jam, satu atau dua ayat, lalu ditambah dengan cerita-cerita isapan jempol.

-    Hamba TUHAN sibuk hanya mempertontonkan karunia-karunia, sibuk hanya mempertontonkan mujizat-mujizat hingga lupa terhadap Pengajaran salib, tetapi terlalu banyak orang berkumpul di sana. Terkadang ada pemikiran seperti itu.

Demikian juga Yohanes pembaptis, melihat dan mendengar cara kerja Yesus Sang Mesias, masih asing bagi dia. Karena bila dibandingkan dengan pelayanan Yohanes pembaptis sama sekali tidak ditandai kesukaan, tidak ditandai dengan kegirangan, karena justru orang-orang berdosa lah yang datang kepadanya untuk dibaptiskan.

-            mereka menyerahkan dirinya karena sadar akan dosa-dosanya.

-            menyerahkan dirinya disertai dengan cucuran air mata dan kesedihan yang besar.

Hal ini terjadi sebelum baptisan air. Kemudian hal itu dijelaskan juga di dalam Matius 11:18-19.

Matius 11:18-19

(11:18) Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan. (11:19) Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya."

 

Yang dihadapi Yohanes pembaptis sebelum baptisan itu berlangsung:

-            Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, berpuasa, penuh dengan penderitaan.

-            Kemudian ada tuduhan-tuduhan kepada Yohanes, sebagai yang kerasukan setan.

Namun kenyataannya sesudah baptisan berlangsung:  Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.

Inilah kenyataannya, sehingga Yohanes pembaptis kurang mengerti ketika Yesus Sang Raja (Mesias) menampilkan diri-Nya di tengah ibadah dan pelayanan. Yang ia tahu hanyalah salib, sengsara karena derita, aniaya karena Firman, bukan karena kesalahan. Itu saja yang ia pahami.

Dalam hal ini Yohanes masih kurang paham, namun sesungguhnya, sama sekali tidak ada maksud untuk memberontak kepada TUHAN.

Itulah sebabnya saya katakan, betapapun sucinya seorang hamba TUHAN, (sidang jemaat), kalau dia masih tinggal  dalam daging ini, masih terpengaruh oleh daging. Ternyata daging ini cukup mempunyai peran dan mempengaruhi setiap orang, sehingga membuat seseorang itu bimbang dan ragu. Dan Paulus juga berkata demikian dalam 2 Korintus 5:4.

Kita kembali membaca ….

Matius 11:7-9

(11:7) Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: "Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari? (11:8) Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja. (11:9) Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi.

 

Setelah murid-murid Yohanes menyampaikan pesan kepada Yesus, mereka pun pergi meninggalkan Yesus. Lalu setelah murid-murid itu pergi Yesus mulai berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes pembaptis.

Hal yang dibicarakan Yesus kepada orang banyak tentang Yohanes pembaptis, dibagi dalam tiga bagian:

BAGIAN PERTAMA (ayat 7):

-      Yohanes pembaptis tinggal di padang gurun, artinya: Yohanes Pembaptis seorang utusan yang bertanggung jawab dalam mempersiapkan jalan bagi jalan sang Raja.

Hamba-hamba TUHAN, pelayan-pelayan TUHAN juga disebut utusan-utusan TUHAN. Hendaklah utusan TUHAN mempertanggungjawabkan segala sesuatu yang dipercayakan oleh TUHAN. Imam-imam disebut juga utusan TUHAN, hendaklah mempertanggungjawabkan apa saja yang telah dipercayakan oleh TUHAN.

 

-     Melihat buluh yang digoyangkan angin kian kemari, artinya: Yohanes Pembaptis adalah sosok pemberani dan memiliki integritas dan kuat, sehingga tidak mudah dipengaruhi oleh hal yang tidak suci.

 

BAGIAN KEDUA (ayat 8):

-     Tidak memakai pakaian halus. Artinya: sebagai utusan TUHAN  Yohanes tidak hidup dalam kemewahan, bahkan jauh dari kata kemewahan.

Jadi memang seorang hamba TUHAN diutus TUHAN bukan untuk bermewah-mewah. Tetapi mencukupkan diri dari berkat yang ada saja, bukan untuk bermewah-mewah. Datar saja, hati ini rata saja untuk segala sesuatu yang dipercayakan TUHAN, termasuk berkat-berkat yang TUHAN anugerahkan. Artinya hati kita sudah berdamai dengan diri sendiri (selesai dengan dirinya), apalagi seorang hamba di tengah pengutusannya di hadapan TUHAN.

-         Tidak tinggal di istana, artinya: Yohanes adalah pribadi yang rendah hati karena dia senantiasa memperhatikan orang yang miskin, yaitu: orang yang papah dan tidak berdaya.

Sesungguhnya daging berkeinginan hidup bermewah-mewah, bahkan daging juga berkeinginan tinggal di istana. Daging tidak peduli dengan yang lain-lain. Tetapi lihatlah: Yohanes adalah pribadi yang rendah hati, sebab ia lebih suka memperhatikan orang yang miskin, orang yang papah dan tidak berdaya. Kalau ia tinggal di istana, bagaimana mungkin ia memperhatikan orang yang papah, orang yang miskin. Tetapi Yohanes tinggal di padang gurun, dia memperhatikan orang yang miskin, dia memperhatikan orang yang papah, dia memperhatikan orang-orang yang terabaikan.

 

BAGIAN  KETIGA (ayat 9) :

Sampai akhirnya Yesus mengakui Yohanes Pembaptis sebagai:

-            Nabi yang terakhir dan terbesar dalam perjanjian Lama.

-            Yohanes bukan hanya sebagai nabi tetapi ia telah menyerahkan segenap hidupnya kepada Tuhan = Hidup dalam Penyembahan. 

Pendeknya, Tuhan tahu dan mengenal Yohanes secara pribadi, karena sesungguhnya didalam kembimbangan dan keraguan Yohanes tetap menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Itu sebabnya kepada kedua murid Yohanes Yesus berkata  berbahagialah orang yang tidak kecewa dan  menolak Aku …” Matius 11:6

Jadi sesuci-sucinya manusia, ternyata daging ini punya pengaruh juga. Tetapi TUHAN tau siapa Yohanes, TUHAN mengenal Yohanes secara pribadi. Karena pada dasarnya Yohanes telah menyerahkan segenap hidupnya, itu berbicara tentang Doa Penyembahan.

Penyembahan artinya: penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak Allah, bukan kepada yang lain-lain.

Sesungguhnya di dalam kebimbangan dan di dalam keragu-raguan Yohanes tetap menyerahkan hidupnya kepada TUHAN. Demikian juga di hari-hari terakhir ini kita harus bergumul dan berjuang keras untuk melawan pikiran manusiawi yang menimbulkan kebimbangan dalam hati masing-masing.

Saya juga mengalami hal yang semacam ini. Kadang-kadang saya berpikir: bagaimana hidup yang saya jalankan ini TUHAN, bagaimana pelayanan yang TUHAN percayakan ini.

Tetapi sesusah apapun hidup saya dan hidup imam-imam (pelayan TUHAN), bahkan seluruh sidang jemaat:

-          Kita harus bergumul dengan sungguh-sungguh.

-          Kita harus berjuang keras untuk melawan pikiran-pikiran manusiawi (pikiran negatif),

-          Kita juga harus berjuang melawan hal-hal yang menimbulkan kebimbangan itu di dalam hati.

Mungkin ada saja diantara kita menjadi bimbang hanya karena perkara sepele, dan bertanya-tanya: Apakah TUHAN ada atau tidak. Tetapi percayalah kepada Firman Allah, lewat kisah yang dialami Yohanes pembaptis. Artinya kita harus berjuang keras melawan pikiran-pikiran yang manusiawi, pikiran yang negatif, bergumul dengan sungguh-sungguh menghadapi kebimbangan-kebimbangan di dalam hati. Tujuannya: supaya kita dapat mempercayai Kristus adalah Mesias, dan mempercayai cara kerja Kristus di dalam hidup kita.

Pendeknya, ika kita mau membuang kebenaran diri sendiri, mau membuang logika (pikiran manusiawi), maka Alkitab berkata dalam Matius 11:11:"Ia adalah yang terkecil di dalam Kerajaan Sorga."

Dalam hal ini, Kristus adalah yang TERKECIL di dalam kerajaan Sorga bukan Yohanes Pembaptis. Alasannya: Karena selama hidup-Nya di atas muka bumi ini, Dia hanya melakukan apa yang menjadi kehendak Allah.

Sebagai tambahan, berdasarkan kehendak Allah jika diukur menurut persentase, berapa persen kita telah melakukan kehendak Allah di tengah-tengah pengikutan kita kepada TUHAN? Adakah; 100%, 80%, 60 %, 50%, 40%, 30%? atau sama sekali tidak perduli dengan kehendak Allah karena hidup  hanya untuk kehendak sendiri?

Kita sudah melihat Yesus Kristus datang kedunia ini hanya untuk melakukan apa yang menjadi kehendak Allah Bapa di Sorga. Dia datang ke dunia ini bukan melakukan apa yang menjadi kehendak-Nya 

 

Dalam hal ini, Kristus adalah yang TERKECIL di dalam kerajaan Sorga bukan Yohanes Pembaptis. Alasannya: Karena selama hidup-Nya, Dia hanya melakukan apa yang menjadi kehendak Allah.

Ayat referensi:

a.         Yohanes 3:11, 32

(3:11) Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami.

(3:32) Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorang pun yang menerima kesaksian-Nya itu.

 

Kesaksian Yesus di bumi ini sesuai dengan apa yang Ia lihat dan dengar dari Bapa, itu yang Ia saksikan di atas muka bumi ini. Jadi betul sekali bahwa selama Yesus ada dimuka bumi ini Ia melakukan apa yang menjadi kehendak Allah Bapa, bukan melakukan apa yang menjadi kehendak-Nya.

 

b.        Yohanes 5:19

(5:19) Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.

 

Jadi apa yang dikerjakan Yesus selama di atas muka bumi ini adalah pekerjaan Bapa. Jadi kalau kita mau melayani TUHAN dan pekerjaan TUHAN hendaklah kita mengosongkan diri, tidak ada kepentingan sesuatu apapun disitu. Tidak untuk menonjolkan diri, tidak ada untuk mencari keuntungan, termasuk saya. Kalaupun kita berjerih lelah dan pengorbanan besar, ya sudahlah, kosongkan saja diri  ini di hadapan TUHAN. Yang penting kita mengerjakan sesuai dengan apa yang dikerjakan oleh Yesus di atas muka bumi ini, sebab Yesuspun mengerjakan apa yang dikerjakan Bapa.

 

Yohanes 5:20

(5:20) Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran.

 

Kalau kita melayani TUHAN sesuai dengan kehendak Allah Bapa di Sorga, maka TUHAN akan percayakan lagi pekerjaan yang lebih besar. TUHAN percayakan jauh lebih besar dari pekerjaan yang pertama. Dan hal itu saya lihat sendiri dan saya rasakan sendiri. Semakin hari semakin banyak TUHAN percayakan kepada penggembalaan GPT BETANIA. Tetapi secara personaliti kepada tiap-tiap pelayan TUHAN pun dipercayakan suatu pekerjaan yang lebih besar dari pekerjaan yang pertama. Dan itu saya saksikan dengan mata kepala saya sendiri.

Saudara, percayalah kepada Firman Allah, buanglah pikiran-pikiran manusiawi, berjuang dan bergumulah terhadap hal-hal yang membuat kita bimbang di dalam hati.

Yohanes 5:30

(5:30) Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.

Satu kali Yesus akan tampil sebagai hakim, semua orang akan menghadapi takhta putih pada hari penghakiman. Dan penghakiman TUHAN Yesus itu adil. Kalau menghakimi menurut kehendak sendiri itu tidak adil. Tapi kalau kita melakukan segala sesuatu menurut kehendak Allah maka segala yang kita kerjakan itu benar, suci, adil.

c.         Yohanes 8:26

(8:26) Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia."

Dunia telah melihat peristiwa 2000 tahun yang lalu, dimana Yesus harus menderita sengsara dan mati di atas kayu salib, di bukit Golgota. Dan berita ini disebutlah berita salib, telah dibawa sampai ke ujung bumi yang satu kepada ujung bumi yang lain. Dan Yesus menderita sengsara dan mati di atas kayu salib itu karena kehendak Allah. Dan berita salib sudah dibawa sampai ke ujung bumi yang satu kepada ujung bumi yang lain. Mari kita bertekun di dalamnya.

Yohanes 8:27-28

(8:27) Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa. (8:28) Maka kata Yesus: "Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku.

Biarlah kita senantiasa meninggikan salib di Golgota lebih dari apa yang ada di muka bumi ini. Yesus adalah junjungan hidup kita masing-masing.

Yohanes 8:38

(8:38) Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu."

Kalau kita melakukan kehendak Allah, maka yang menjadi Bapa kita adalah Allah. Tetapi kalau kita menolak untuk  melakukan apa yang menjadi kehendak Allah, maka ada bapa yang lain yang akan memberikan contoh yang tidak baik, itulah iblis setan, bapa pendusta.

Yohanes 8:40

(8:40) Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham.

Abraham adalah Bapa orang beriman. TUHAN sudah menyatakan mujizat-Nya:

-            dari yang tidak ada menjadi ada,

-            yang mati saja dihidupkan kembali Roma 4,16,17.

Sebetulnya Abraham tidak mempunyai dasar untuk dijadikan sebagai bapa orang beriman, karena waktu janji itu diturunkan kepada Abraham, ia sudah tua, umurnya kira-kira 100 tahun. Ia sudah mati pucuk, istilah medis lemah syahwat, berarti tidak mungkin ada keturunan dari padanya. Lebih daripada itu Sarah istrinya juga sudah tua, bahkan rahimnya sudah tertutup (mandul), mustahil untuk bisa melahirkan anak.

Tetapi kalau kita mau menolak pikiran-pikiran manusiawi bergumul dengan sungguh-sungguh, berjuang keras untuk melawan pikiran-pikiran yang sifat manusiawi, membuat kita bimbang di dalam hati, maka percayalah hal-hal yang lebih besar, hal-hal yang lebih heran TUHAN akan tunjukkan dan percayakan, dan itu menjadi bagian kita, sama seperti Abraham. Percayalah kepada Firman Allah, jangan kepada manusia dan perasaannya.

Akan tetapi Yohanes pun mau menjadi kecil, sehingga selaras dengan pernyataan Yesus tentang Yohanes kepada orang banyak pada injil Matius 11:7-9

Yohanes 3:25-28

(3:25) Maka timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang penyucian. (3:26) Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: "Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya." (3:27) Jawab Yohanes: "Tidak ada seorang pun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga. (3:28) Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya.

 

Apabila kita memperoleh hal-hal yang terkait dengan Kerajaan Sorga, yang diperoleh dari Tuhan, itu hanya KASIH KARUNIA SAJA.

Contoh: menjadi hamba Tuhan, imam-imam (pelayan Tuhan) itu adalah anugerah Tuhan. Bahkan disebut sebagai domba tergembala itu juga karena kasih karunia saja (anugerah TUHAN). Seperti lagu pujian …                        

 

                                                                      Yesus sahabatku

Bait                                                                                           Reff:

Ku bawa hidupku pada-Mu                                                       Yesus sahabatku, sahabat setia   

Ku bersujud kar'na kasihMu                                                      Kau di hatiku, ku di hatiMu selamanya..

Ku ada di tempat ini kar'na Anugerah-Mu                                 Yesus sahabatku, sahabat setia

Anugerah-Mu, hanya Anugerah-Mu                                          Ku takkan takut kau besertaku selamanya


Seorang hamba TUHAN/pelayan TUHAN dipercayakan karunia-karunia dan jabatan Roh Kudus itu karena anugerah TUHAN. Menjadi satu kehidupan domba yang tergembala, lalu taat, setia, dengar-dengaran, itu juga karena anugerah TUHAN.

Dahulu kita tidak memahami hal-hal semacam ini, terlalu jauh pemahaman kita dari pengertian semacam ini. Tapi hari demi hari setelah kita ada di tengah ibadah dan pelayanan ini semakin mengerti pekerjaan keselamatan yang TUHAN sudah kerjakan 2000 tahun yang lalu di atas kayu salib di bukit Golgot (bukit kalvari). kita bersyukur kepada TUHAN.

 

Yohanes pembaptis adalah orang yang rendah hati. Ciri rendah hati: bertanggung jawab atas pekerjaan Tuhan karena Dia adalah utusan Tuhan.

-            Tidak ada orang yang rendah hati bekerja dengan sembrono.

-            Tidak ada orang yang rendah hati ugal-ugalan menjalankan roda kehidupannya, asal gas rem, gas rem sesuka hatinya, maksudnya sebentar ibadah, sebentar tidak, sebentar melayani, sebentar tidak.

Yohanes pembaptis harus mempersiapkan jalan bagi TUHAN, mempersiapkan segala sesuatu pada saat Ia datang kembali sebagai Raja dalam kemuliaan yang besar.

 

Yohanes 3:30

(3:30) Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.

 

Pengakuan Yohanes pembaptis: “... Ia makin besar, tetapi aku makin kecil …”

Biar TUHAN semakin bertambah-tambah, kita semakin berkurang-kurang. Bila TUHAN semakin bertambah-tambah, maka ke-aku-an otomatis semakin berkurang-kurang. Ini gambaran dari satu kehidupan yang rendah hati mau menjadi kecil, bahkan rela untuk dikecilkan. Dia tidak peduli dengan harga dirinya, ke-aku-an nya sudah dihancurkan, bahkan ia sudah berada di titik nol.

 

Jadi memang selama Yesus ada di muka bumi ini, Dia hanya melakukan kehendak Allah Bapa. Dia yang terkecil dalam kerajaan Sorga, tetapi lebih besar dari Yohanes pembaptis. Tetapi Yohanes pembaptis pun berkata:  Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.

 

Tidak perlu kita malu diajar oleh Firman TUHAN, tidak perlu malu untuk rendah hati, tidak perlu gelisah ketika kita harus merendahkan diri di hadapan TUHAN. Memang TUHAN harus semakin besar, hidup kita dan ke-aku-an kita sudah harus disingkirkan dari bait Allah. Kedudukan (bangku) disebutlah itu 

ke-aku-an harus disingkirkan dari bait Allah, supaya TUHAN besar dan mempunyai kedudukan di hati kita (di hidup) kita masing-masing.

 

Kembali kita membahas….

Matius 11:3-5

(11:3) lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?" (11:4) Yesus menjawab mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: (11:5) orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.

Kedua murid Yohanes bertanya kepada Yesus: “... Engkaulah yang akan datang itu. atau haruskah kami menantikan orang lain? …”

Jawaban Yesus kepada dua murid Yohanes dengan jawaban yang sangat menakjubkan, antara lain:

-         JAWABAN YESUS YANG PERTAMA: Matius 11:4"Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat:

Jawaban Yesus yang pertama kepada dua murid Yohanes sesuai dengan yang tertulis dalam Kisah Para Rasul 2:33: … Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini.

Jawaban Yesus sesuai dengan pola Tabernakel. Orang yang percaya kepada Yesus pada akhirnya bertobat. Kenapa harus bertobat? karena itu syarat mutlak untuk masuk dalam baptisan air yang dikerjakan Yohanes pembaptis. Lalu sesudah itu dipenuhkanlah oleh Roh Kudus, terkena pada PINTU KEMAH (bila dikaitkan dengan pola Tabernakel). Disitu terjadi tanda-tanda heran (ajaib), mujizat mujizat, termasuk mujizat kesembuhan terjadi.

 

Apa yang terjadi setelah Roh kudus turun? betapa heran kuasa TUHAN turun atas murid-murid yang disebut sebagai rasul-rasul. Mereka mengadakan banyak kegerakan-kegerakan.

 

-       JAWABAN YANG KEDUA: Matius 11:5 … orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.

Jawaban yang kedua ini seluruhnya berbicara tentang, sebuah nubuatan yang telah jauh dinubuatkan oleh nabi Yesaya.

 

Yesaya 40:3-5

(40:3) Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! (40:4) Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; (40:5) maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya."

 

Yohanes pembaptis dialah utusan yang mendahului TUHAN, pekerjaannya mempersiapkan jalan bagi TUHAN, maka dia tau nubuatan Yesaya 40:3-5 ini. Dia menyadari betul bahwa dialah utusan itu, dialah nabi yang terakhir, dari perjanjian lama, yang mempersiapkan jalan bagi TUHAN di padang belantara, sehingga dua hal terjadi, yang pertama:

a.        “Setiap lembah harus ditutup” Ini berbicara tentang kerendahan hati yang palsu .

b.        “setiap gunung dan bukit harus diratakan”

Artinya tidak nampak lagi keangkuhan dan kesombongan.

 

Bagian yang kedua:

-            Tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata,

-            dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran;

Dari dua hal dari bagian kedua ini berbicara tanah rata dan dataran, artinya: hati kita rata, hati kita sudah menjadi dataran terhadap segala perkara. Kalau diberkati datar saja, dalam kelimpahan datar saja = orang yang sudah berdamai dengan dirinya sendiri  (selesai dengan dirinya sendiri), tidak perlu bermegah dengan apapun, tidak perlu hidup dengan ambisi-ambisi seperti dunia dengan ambisinya.

 

Ini pekerjaan dari utusan TUHAN untuk mempersiapkan jalan bagi Sang Raja, yaitu:

-          tidak nampak lagi kesombongan, kecongkaan, keangkuhan.

-          Dan kita sudah berdamai (selesai) dengan diri kita.

Kalau kita sudah selesai dengan diri kita, saatnya kita membangun hubungan kita dengan TUHAN. Hubungan kita dengan TUHAN tidak akan pernah selesai, dan kita akan terus bangun hubungan ini sampai TUHAN datang pada kali yang kedua.

Kalau pemahaman ini ditaruh TUHAN di hati kita, ditaruh TUHAN di pikiran kita, itu hanya anugerah saja, karena TUHAN telah mengutus utusan-Nya Untuk mendahului Dia, mempersiapkan jalan bagi Sang Raja. Sebab Dia Raja, satu kali datang dalam kemuliaan yang sangat besar. Dan kita seperti 10 gadis sedang menyongsong Mempelai laki-laki. Lima diantaranya bodoh membawa pelita tanpa membawa minyak persediaan. Sedangkan lima gadis bijaksana membawa pelita serta buli-buli berisi minyak persediaan.

 

Hubungan kita tidak akan pernah selesai dengan TUHAN, dan kita harus membangun hubungan dengan TUHAN, menjalin hubungan yang semakin erat. Hubungan kita dengan TUHAN adalah hubungan dalam nikah yang suci dasarnya adalah kasih Mempelai.

Inilah yang sedang dipersiapkan Yohanes pembaptis supaya kita layak menantikan Dia, supaya kita kelak bahagia bersama dengan Dia di dalam kekekalan. Ini tentu yang menjadi tujuan hidup kita.

Yesaya 40:6-8

(40:6) Ada suara yang berkata: "Berserulah!" Jawabku: "Apakah yang harus kuserukan?" "Seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang. (40:7) Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembusnya dengan nafas-Nya. Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput. (40:8) Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya."

TUHAN mau supaya lewat Yohanes pembaptis kita juga ada dalam kekekalan. Kalau Firman sudah menjadi manusia, Firman tertampung di hidup kita, tertampung di hati kita, maka otomatis kita sama seperti Firman; hidup kekal. Karena pada dasarnya: Seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang. Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu.

Apapun yang kita punya satu kali akan raib diambil oleh raja yang datang sebelum Raja di atas segala raja, itulah antikris. Kiranya kita memahami semuanya ini dengan sungguh-sungguh.

Inilah yang disuarakan di padang gurun supaya kita beroleh hidup kekal. sama seperti Firman Allah, tetap untuk selama-lamanya. Ini yang TUHAN mau dan ini yang diserukan oleh Yohanes pembaptis. Dia melakukan apa yang menjadi kehendak Allah Bapa di Sorga, karena ia tahu ia utusan TUHAN.

Tetapi sangat disayangkan, Yohanes pembaptis kurang memperhatikan injil Matius 11:5, dan tidak memperhatikan nubuatan Yesaya 35:5-7.

Yesaya 35:5-7

(35:5) Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. (35:6) Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara; (35:7) tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah gersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan.

 

Ini mujizat yang tidak dipahami Yohanes. Dan mujizat semacam ini dialami gereja TUHAN waktu itu ada di padang belantara kering. Inikan berita kesukaan besar yang disampaikan oleh Yesus, sebagaimana dengan injil Matius 11:5.

Kalau tadi Yohanes menghadapi orang-orang yang menderita karena dosanya, lalu mereka sadar dengan dosa itu, mereka datang dengan cucuran air mata, itu yang dialami. Tetapi Yesus sebaliknya: Dia memberitakan kesukaan yang besar kepada orang miskin. Ini yang kurang dipahami Yohanes. Tapi meskipun demikian TUHAN mengenal Yohanes pembaptis secara pribadi.

-          Yohanes pembaptis mau merendahkan diri dan mau menjadi kecil,

-          bahkan hidupnya adalah penyembahan.

 

Yesaya 35:8-10

(35:8) Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebutkan Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya. (35:9) Di situ tidak akan ada singa, binatang buas tidak akan menjalaninya dan tidak akan terdapat di sana; orang-orang yang diselamatkan akan berjalan di situ, (35:10) dan orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.

Di situ akan ada jalan raya, berarti telah di persiapkan jalan bagi sang Raja, yang disebut jalan kudus (jalan TUHAN).

 

Bukti jalan itu adalah jalan kudus (jalan TUHAN):

-            Orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya, termasuk penyakit kusta. Hidup dalam kebenaran diri sendiri itu penyakit kusta.

-            Orang pandir tidak akan melintasinya. Orang jahat dan orang bebal tidak akan melintasinya.

-            Disitu tidak akan ada singa, binatang buas tidak akan menjalaninya; tidak terdapat disana.

Binatang buas yang keluar dari dalam laut itulah antikris. Binatang buas yang kedua keluar dari dalam bumi itulah nabi-nabi palsu, disebut serigala berbulu domba, tidak melintasi jalan itu.

-          Kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.

Yang melintasi jalan raya yang dipersiapkan Yohanes pembaptis adalah: Orang yang diselamatkan akan berjalan di sana

Jadi, biar bagaimanapun juga Yohanes pembaptis telah diutus oleh TUHAN untuk mempersiapkan jalan bagi TUHAN. Kita bersyukur dan berterimakasih kepada TUHAN, akhirnya kita memperoleh bagian dari keselamatan itu.

Hamba-hamba TUHAN, pelayan-pelayan TUHAN diberi kesempatan untuk melayani TUHAN, dipercayakan karunia-karunia jabatan Roh Kudus, itu karena anugerah. Lalu kita menjadi satu kehidupan domba yang tergembala sungguh-sungguh, tandanya taat, setia, dengar-dengaran, itu juga hanya karena anugerah. Itu bukti nyata Yohanes sedang mempersiapkan jalan  bagi TUHAN, sehingga kita layak menyongsong Dia kembali sebagai Raja diatas segala raja, Dia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.

 

Kerinduan kita untuk berjumpa dengan Dia. Karena pada dasarnya manusia sama seperti rumput satu kali akan kering, kemuliaan nya sama seperti bunga rumput. Kalau rumput sudah kering, kemuliaannya akan raib. Tidak ada yang bisa dipertahankan dari dunia ini. Mari kita terima utusan TUHAN yang telah mempersiapkan jalan bagi TUHAN. Dan kita akan melewati jalan raya TUHAN. Jalan itu hanya dikhususkan kepada mereka yang akan diselamatkan, itulah milik kepunyaan Allah.

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang