IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 04 JUNI 2026
MALEAKHI 2:16
(Seri: 2)
Subtema: MELEPASKAN REPUTASI
Shalom.
Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, yang
oleh karena rahmat-Nya, kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang
kudus, kita boleh datang menghadap dia lewat Ibadah Pendalaman Alkitab disertai
dengan perjamuan suci.
Saya juga tidak lupa menyapa bapak ibu, saudara/i yang
sedang bergabung lewat online / live streaming atau video
internet baik dari Youtube, Facebook maupun media sosial apa saja. Selanjutnya,
doa dan harapan kami kiranya damai sejahtera Allah bertakhta di hati kita memberi
satu kesukaan yang besar saat duduk diam mendengar sabda Allah.
Kita akan mengikuti STUDY MALEAKHI sebagai firman
penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci.
Maleakhi 2:16
(2:16) Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah
Israel -- juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman
TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!
“Jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!”
Sebab Tuhan membenci dua hal antara lain:
1. Perceraian.
2. Menutupi pakaiannya dengan kekerasan.
Keterangan: TUHAN MEMBENCI PERCERAIAN (Bagian 2).
Singkat kata, seorang suami dilarang keras menceraikan
isterinya dengan alasan apapun jua.
Dalam Injil Matius 19 adalah kisah tentang perceraian,
secara khusus ayat 1 sampai ayat 9.
Kemudian, Matius 19 dibagi menjadi dua bagian.
BAGIAN PERTAMA: Matius 19:1-3, berbicara tentang
INJIL KESELAMATAN.
Orang-orang yang menerima Yesus berarti percaya, bertobat,
dibaptis air, kemudian dipenuhkan oleh Roh El Kudus.
BAGIAN KEDUA: Matius 19:4-9, berbicara tentang INJIL
KERAJAAN.
Kegunaan Injil Kerajaan: Membawa gereja Tuhan masuk dalam
kegerakan yang besar yaitu Pembangunan tubuh Kristus yang sempurna disebut juga
sidang mempelai Tuhan.
Berarti antusias kita tidak boleh berhenti beribadah sampai
Injil Keselamatan, walaupun di situ ada misalnya; tanda-tanda heran, perbuatan
ajaib termasuk mujizat kesembuhan, tetapi Alkitab berkata di dalam Ibrani
6:1: "... beralih kepada perkembangannya yang penuh." Berarti,
menjadi mempelai Tuhan.
Namun, perlu diingat, untuk sampai kepada kepenuhan Kristus
maka kita harus menerima Injil Kerajaan.
Injil Kerajaan juga disebut dengan cahaya Injil tentang
kemuliaan Kristus.
2 Korintus 4:3-4
(4:3) Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia
tertutup untuk mereka, yang akan binasa, (4:4) yaitu orang-orang
yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini,
sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus,
yang adalah gambaran Allah.
“... maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa.”
Supaya kita tidak binasa maka kita harus berdoa kepada Tuhan
supaya dalam setiap pertemuan ibadah senantiasa Tuhan membukakan rahasia
firman-Nya.
Cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus adalah firman yang
rahasianya dibukakan.
Mazmur 119:130
(119:130) Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang,
memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.
Bila terjadi pembukaan rahasia Firman:
1. Memberi terang -> Imamat Rajani (1 Petrus 2:9).
Jadi apabila ada
seseorang yang tidak suka melayani Tuhan, tidak suka melayani pekerjaan Tuhan
dan tidak mau menjadi hamba kebenaran, maka dia tidak mau menjadi terang.
Tetapi seseorang yang menghambakan diri kepada firman Allah, mau menjadi Imamat
Rajani, disebutlah terang yang ajaib. Sebab, dahulu kita sudah mengenal dosa,
atau dahulu kita sudah orang Kristen namun hidup dalam kenajisan percabulan dan
penyembahan berhala, itu adalah tanda dalam kegelapan.
Maka, orang yang
melayani Tuhan bukanlah karena terpaksa tetapi dia tahu bahwa dia harus menjadi
terang. Imamat Rajani adalah terang ajaib, maka jadilah terang yang ajaib.
2. Memberi pengertian kepada orang-orang bodoh -> Orang yang bijaksana.
Tandanya: Mendirikan
rumah di atas batu, artinya: Hidup dilandasi korban Kristus/kasih
Allah yang sempurna, sehingga kuat menghadapi 3 jenis ujian:
-
Turunlah hujan -> Ujian yang datang dari atas yaitu tipu
daya dari ular naga.
-
Datanglah banjir -> Antikris dengan segala pencobaan yang
terjadi yaitu saat antikris memerintah selama 7 tahun penuh dan memuncak pada
3,5 tahun yang kedua.
-
Angin melanda rumah itu -> Angin-angin pengajaran palsu dari
permainan palsu nabi-nabi palsu.
Jika kita melandasi hidup kita di
atas korban Kristus maka kita kuat menghadapi pengaruh dari setan tritunggal,
tidak rubuh sebab didirikan di atas korban Kristus, kasih Allah yang sempurna.
Berbeda dengan orang bodoh, dia akan
melandasi dirinya dengan kekuatnanya, kemampuannya, atau kelebihan-kelebihan
yang ada di dalam dirinya seperti gelar S1, S2, S3, Doktor, Profesor, termasuk
kedudukan dan jabatan yang tinggi = Mendirikan rumah di atas pasir, sehingga
dia tidak sanggup menghadapi 3 jenis ujian yang berasal dari setan tri tunggal.
Mungkin saja seseorang seperti ini
bisa menikmati kelebihan yang dia miliki namun satu kali nanti akan rubuh dan
hebat kerusakannya sehingga tidak bisa diperbaiki lagi.
Orang yang bijaksana juga sama
seperti lima gadis yang bijaksana yang membawa pelita dan minyak dalam
buli-buli sebagai persediaan. Namun, berbeda dengan lima gadis yang bodoh,
mereka membawa pelita berarti berada dalam ibadah pelayanan, namun tidak
membawa minyak sebagai persediaan. Padahal terkait kedatangan Tuhan tidak ada
satupun yang mengetahuinya. Oleh sebab itu, semestinya hendaklah kita beribadah
namun juga membawa minyak sebagai persediaan.
Memang untuk menghasilkan minyak
harus beribadah disertai dengan sangkal diri pikul salib sampai berdarah-darah
bagaikan pohon zaitun tumbuk yang menghasilkan minyak zaitun, sampai pada
akhirnya menikmati pembukaan rahasia firman Allah itulah firman pengajaran
Mempelai dalam terang Tabernakel.
Di dalam Matius 25:6
dikatakan: “... Mempelai datang! Songsonglah dia!” Jadi, yang
membangunkan gereja Tuhan adalah firman pengajaran Mempelai dalam terang
Tabernakel. Oleh sebab itu, kita harus digembalakan oleh firman Pengajaran
Mempelai, tujuannya adalah untuk menyongsong kedatangan Tuhan Yesus Kristus
pada kali yang kedua sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga.
Sedikit sekali gereja Tuhan yang
mengerti untuk memberi diri digembalakan oleh firman Pengajaran Mempelai dalam
terang Tabernakel, itulah Injil Kerajaan atau disebut juga cahaya Injil tentang
kemuliaan Kristus.
Oleh sebab itu, kita bersyukur kepada Tuhan sampai malam ini
kita senantiasa menikmati Injil Kerajaan untuk membawa kita kepada kepenuhan
Kristus itulah mempelai perempuan Tuhan. Namun, Injil Kerajaan disebut dengan
cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, itulah firman pengajaran yang
rahasianya dibukakan.
Kita lihat pribadi Paulus dalam menyampaikan firman
Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel di tengah-tengah sidang jemaat di
Asia kecil, termasuk jemaat di Korintus.
2 Korintus 11:2
(11:2) Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi.
Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk
membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.
“Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi.”
Istilah cemburu disini bukanlah cemburu membabi buta yang
menghabisi tanpa sebab/alasan, tetapi bersifat preventif yaitu
menjaga/melindungi.
Rasul Paulus telah mempertunangkan jemaat-jemaat di Asia kecil
(bangsa kafir) termasuk mempertunangkan jemaat di Korintus kepada satu
laki-laki. Selanjutnya, Rasul Paulus membawa sidang jemaat di Korintus sebagai perawan
suci kepada Yesus Kristus oleh firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya
Tabernakel.
-
Kristus -> Mempelai Laki-Laki Sorga.
-
Perawan suci -> Mempelai perempuan Tuhan.
Jika menyadari bahwa kita adalah bangsa kafir sama seperti
jemaat di Korintus artinya kesucian/keperawanan itu sudah dirusak. Sebab,
sebelum mengenal Allah, bangsa kafir hidup didalam dua dosa yang paling
mendasar, yaitu:
1. Kenajisan percabulan dan kekejian. Itulah berbicara soal kelimpahan tetapi kegiatan
Roh diabaikan.
2. Penyembahan berhala, berarti mengutamakan yang lahiriah dibanding Tuhan. Kemudian,
kekerasan di hati juga termasuk bagian dari penyembahan berhala.
Namun, oleh karena firman Pengajaran Mempelai kehidupan yang
keperawanannya dirusak, ternyata bisa dipulihkan bahkan keperawanan itu
dikembalikan. Sebab, Rasul Paulus membawa sidang jemaat di Korintus lewat
Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel sebagai perawan suci.
Serusak atau sekotor dan sejahat apapun manusia dapat
disucikan dan menjadi perawan suci. Hanya satu perkara yang dapat membawa
gereja Tuhan kembali menjadi perawan suci itulah firman Pengajaran Mempelai
dalam terang Tabernakel.
Oleh sebab itu, sidang jemaat di Korintus harus bersyukur
dan berterima kasih karena Tuhan Yesus Kristus, mengutus Rasul Paulus di
tengah-tengah sidang jemaat di Korintus, sebab Rasul Paulus membawa firman
Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel, sebagaimana yang kita lihat dalam
dalam Matius 25:6, “Waktu tengah malam terdengarlah suara orang
berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!” Inilah yang membangunkam gereja
bodoh dan gereja bijaksana.
Kita akan melihat: MEMPELAI TUHAN.
Wahyu 21:9-10 --- Perikop: "Yerusalem yang
baru."
(21:9) Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang
ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia
berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu
pengantin perempuan, mempelai Anak Domba." (21:10) Lalu, di
dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia
menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari
Allah.
Rasul Yohanes melihat wujud dari pengantin perempuan,
mempelai Anak Domba, disebut juga kota kudus, Yerusalem baru, turun dari Sorga
dari Allah.
Rasul Yohanes melihat akan hal itu sebab satu dari ketujuh
malaikat membawa Yohanes ke atas gunung yang sangat tinggi dan dari situ
malaikat itu memperlihatkan wujud dari mempelai perempuan. Hanya satu-satunya
pengajaran yang sanggup membawa kita kepada puncak gunung/gunung tertinggi
itulah firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, sehingga kita
dapat melihat wujud dari mempelai perempuan Tuhan.
Namun jangan khawatir bukan hanya Rasul Yohanes yang dapat
melihat wujud mempelai Tuhan, namun kita juga satu kali akan melihat wujud dari
gereja sidang mempelai Tuhan manakala kita mau dipimpin oleh firman pengajaran
mempelai untuk dibawa sampai ke gunung yang sangat tinggi. Memang untuk naik ke
atas gunung tinggi dibutuhkan pengorbanan, yaitu menyangkal diri dan memikul
salib sampai berdarah-darah.
Maka, jika kita rindu melihat wujud mempelai perempuan Tuhan
maka syaratnya kita harus mau dipimpin oleh firman Pengajaran Mempelai dalam
terangnya Tabernakel, selanjutnya berjuanglah sesuai dengan pimpinan firman
Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel. Inilah kelebihan dari gereja
mempelai dibanding dengan gereja-gereja yang lain, ibarat puteri Sion dan
Yerusalem. Oleh sebab itu, bertahanlah dan kuatlah apabila pencobaan datang
silih berganti.
Wahyu 21:11
(21:11) Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya
sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih
seperti kristal.
Pengantin perempuan mempelai Anak Domba bercahaya
kemuliaan Allah, sama seperti PERMATA YASPIS, permata yang paling indah, jernih
seperti kristal.
KRISTAL, berarti transparan, maksudnya; bagian luar sama
dengan bagian dalam diri kita masing-masing, berarti tidak ada lagi yang
ditutup-tutupi = Lepas dari roh kemunafikan. Inilah kuasa dari firman
pengajaran mempelai dalam terang Tabernakel.
Apabila disebut “bercahaya kemuliaan Allah” berarti kualitas
rohani dari mempelai Tuhan sederajat dengan kualitas rohani dari mempelai
Laki-Laki Sorga, berarti pengantin perempuan berada dalam kesempurnaan =
Tanpa cacat atau cela atau kerut atau yang serupa itu, tetapi kudus dan tidak
bercela, sebagaimana yang tertulis dalam Efesus 5:27. Dengan demikian
Tuhan yang menempatkan kita di hadapan diri-Nya, sehingga layak masuk dalam
pesta nikah Anak Domba, layak untuk bersanding dengan Dia bersama dengan
mahligai-mahligainya, oleh firman Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel.
Ayat referensi: Wahyu 19:6-9, yaitu gereja yang
sempurna masuk dalam pesta nikah Anak Domba. Berarti, tubuh dan Kepala bersatu
untuk selama-lamanya, itulah yang menjadi kerinduan kita.
Betapa bahagianya mempelai perempuan dalam
mahligai-mahligainya. Inilah kerinduan kita bukan kesukaan yang semu, bukan
kesukaan yang sesaat, bukan kebahagiaan yang sesaat seperti kebahagiaan di
dunia ini, tetapi kebahagiaan dari mempelai Tuhan berada dalam kebahagiaan yang
kekal untuk selamanya, yaitu bersama dengan Dia di dalam mahligai-mahligainya.
Oleh sebab itu, perhatikanlah apa yang dirindukan oleh Tuhan
yaitu benci kepada perceraian karena Tuhan mau supaya kita kelak menjadi milik
kepunyaan-Nya itulah mempelai Tuhan dan kita ada dalam mahligai-mahligai-Nya,
dalam suasana kesukaan mempelai, kesukaan besar, kesukaan yang tidak
berkesudahan yang tidak dimiliki orang dunia.
Jangan bosan dan jangan tinggalkan firman Pengajaran
Mempelai hanya karena kebahagiaan sesaat di bumi ini entah itu pekerjaan,
karir, atau apapun yang ada di dunia ini. Semua yang ada di dunia ini hanya
sesaat/semu, tetapi kesukaan mempelai sampai selama-lamanya.
Matius 19:4
(19:4) Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang
menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?
Tuhanlah yang menciptakan nikah
dari sejak semula (Ayat referensi: Kejadian 1:27).
Nikah bukanlah pekerjaan manusia, tetapi laki-laki dan
perempuan diberkati/menjadi satu itu karena pekerjaan Tuhan, Tuhan yang
menciptakannya. Ada juga salah satu hamba Tuhan yang berkata bahwa nikah adalah
lembaga yang tertinggi, sebab ini adalah pekerjaan Tuhan yang mulia
Oleh sebab itu, tidak perlu bertanya-tanya kenapa kita harus
sungguh-sungguh datang menghadap Tuhan, kenapa kita harus digembalakan oleh
Firman Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel, tujuannya adalah Tuhan yang
menciptakan nikah demi tercipta nikah (lembaga tertinggi).
Kita harus menerima firman Pengajaran Mempelai dalam terang
Tabernakel, itu sudah menjadi harga mati.
PRAKTEK MENERIMA INJIL KERAJAAN.
Matius 19:5
(19:5) Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan
ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu
menjadi satu daging.
Laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu
dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
Kejadian 2:21-22
(2:21) Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak;
ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya,
lalu menutup tempat itu dengan daging. (2:22) Dan dari rusuk yang
diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan,
lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.
Lewat pengalaman kematian barulah Tuhan Allah mengambil
salah satu rusuk Adam untuk membangun perempuan. Namun hal itu bisa tercipta
karena laki-laki itulah Adam sudah terlebih dahulu tidur, artinya sudah masuk
dalam pengalaman kematian.
Ketika seseorang sudah mati maka tidak akan merasakan
apa-apa, sehingga ketika dioperasi untuk mengambil salah satu rusuknya.
Demikian juga Yesus sudah mati di atas kayu salib sehingga
prajurit tidak mematahkan tulang Yesus, melainkan salah seorang prajurit
menombak lambung dan segera keluar darah dan air, itu berbicara soal kelahiran
baru terhadap bangsa kafir.
Kejadian 2:23
(2:23) Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang
dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia
diambil dari laki-laki."
Kita adalah tulang dari tulang Yesus dan daging dari daging
Yesus.
Buktinya: Tidak ada satupun tulang-tulang Yesus yang
dipatahkan itulah wujud dari kesatuan tubuh yang sempurna. Sebab, Yesus sudah
tidur, Yesus sudah masuk dalam pengalaman kematian di atas kayu salib, sehingga
dibangunlah seorang perempuan, tubuh Kristus.
Kejadian 2:24
(2:24) Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan
ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
Demi terciptanya antara tubuh dan kepala bersatu, maka
laki-laki dan perempuan harus meninggalkan ayah dan ibunya.
Meninggalkan ayah dan ibu yang dimaksud adalah pengertian
secara rohani, bukan pengertian secara jasmani lalu memutuskan hubungan dengan
ayah dan ibu. Jadi, meninggalkan ayah dan ibu pengertian rohaninya ialah ketika
ada kesusahan dalam nikah jangan selalu datang kembali kepada orang tua.
Demikian juga perempuan harus meninggalkan ayah dan ibunya.
Maka, demi terciptakan tubuh dan kepala menjadi satu, baik
laki-laki dan perempuan harus meninggalkan ayah dan ibunya, dan Tuhan sudah
memberikan contoh akan hal itu.
Filipi 2:5-8 --- Perikop: "Nasihat supaya bersatu
dan merendahkan diri seperti Kristus."
(2:5) Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan
perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, (2:6) yang walaupun
dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik
yang harus dipertahankan, (2:7) melainkan telah mengosongkan
diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan
manusia. (2:8) Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan
diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Yesus Kristus telah meninggalkan atau melepaskan
reputasi-Nya (kemuliaan-Nya), sebab Ia telah:
-
Meninggalkan rumah-Nya
di Sorga.
-
Meninggalkan Bapa-Nya di
Sorga.
Kemudian, Dia turun ke bumi dan menjadi sama dengan manusia,
menderita sengsara dan mati di atas kayu salib. Yesus Kristus adalah Allah
100%, begitu turun ke bumi menjadi manusia 100% (manusia sejati).
Inilah tanda perhatian Tuhan kepada kita.
Ibrani 2:14-15 --- Perikop: "Yesus seketika lebih
rendah dari pada malaikat-malaikat."
(2:14) Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan
daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam
keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis,
yang berkuasa atas maut; (2:15) dan supaya dengan jalan demikian Ia
membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena
takutnya kepada maut.
Yesus telah turun ke bumi dan menjadi sama dengan manusia, menderita
sengsara dan mati di kayu salib. Oleh SALIB:
-
Iblis
dimusnahkan/dikalahkan. Sedangkan, iblis
berkuasa atas maut, berarti iblis yang menyebabkan manusia berdosa dan upah
dosa adalah maut.
-
Gereja Tuhan dibebaskan
dari perhambaan. Gereja Tuhan dahulu
menjadi hamba dosa, itu karena “takut”,
maksudnya; takut tidak punya uang, takut tidak punya
kekayaan, takut tidak makan dan minum, akhirnya menjadi hamba dosa. Namun
sekalipun demikian Tuhan memperhatikan kita bahkan Tuhan menyelami hati kita,
bahkan tetesan air mata pun Tuhan mengerti.
Dengan demikian, gereja Tuhan menjadi milik kepunyaan
Kristus untuk selama-lamanya, Kristus Kepala, Mempelai Laki-Laki Sorga.
Berarti tubuh dan Kepala bersatu dalam pesta nikah kelak.
Ciri-ciri jika seseorang telah melepaskan segala
reputasinya/kelebihan dalam diri, berdasarkan Filipi 2:5-8, yaitu:
1. Mengosongkan diri.
2. Mengambil rupa seorang hamba.
Oleh sebab itu, seorang pemudi lihat dulu apakah calon suami
dapat melepaskan segala reputasinya atau belum, sebab mungkin saja seorang
laki-laki dapat mencintai dalam kebodohan karena ada kelebihannya namun
kedepannya seorang pemudi dapat merugi, karena laki-laki seperti ini tidak
dapat membawa nikahnya masuk dalam nikah yang rohani yaitu pesta nikah Anak
Domba.
Sebaliknya, pemuda jika mau mendapat pasangan baik maka
lihat apakah wanita tersebut mau melepaskan reputasinya. Tidak ada anak Tuhan
yang tidak dipelihara oleh Tuhan, Tuhan pasti memelihara anak-anak Tuhan yang
sungguh-sungguh mencari Kerajaan Sorga.
Maka, jangan memakai logika sebab pengetahuan manusia tidak
sempurna membawa masuk manusia dalam kerajaan Sorga, namun kita harus memiliki
pengetahuan dan pengertian yang berasal dari Sorga. Jadikanlah hikmat dan
pengertian dari pembukaan rahasia firman menjadi sanak saudara melebihi saudara
dagingmu.
Terkadang manusia di bumi ini karena memiliki gelar merasa
dirinya pintar padahal pengetahuan yang dia miliki tidak membawa dia masuk
dalam kerajaan Sorga.
Tentang: MENGOSONGKAN DIRI.
Mengosongkan diri, artinya:
a. Berada di titik nol, sebab kosong = nol.
1 Korintus 7:28 --- Perikop: "Hidup dalam keadaan
seperti waktu dipanggil Allah."
(7:28) Tetapi, kalau engkau kawin, engkau tidak berdosa.
Dan kalau seorang gadis kawin, ia tidak berbuat dosa. Tetapi orang-orang yang
demikian akan ditimpa kesusahan badani dan aku mau menghindarkan kamu dari
kesusahan itu.
Pendeknya, baik laki-laki dan perempuan, tetapi hendaklah
bijaksana dalam mencari pasangan hidup supaya menjadi pasangan yang seimbang.
1 Korintus 7:29-30
(7:29) Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu
telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang
beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri; (7:30)
dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang
yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang
membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli; (7:31)
pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah
sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal
sekarang akan berlalu.
Persamaan membawa diri pada titikNOL:
-
Orang-orang yang
beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri.
Bisa saja seorang suami
sombong karena kelebihan dari isterinya, mungkin isterinya seorang pejabat
tinggi, memiliki kedudukan jabatan tinggi, ataupun orang terkenal. Tetapi andaikata seorang suami memiliki
isteri yang cantik lahir dan batin maka tidak perlu disombongkan, tetaplah
berada dititik nol.
-
Orang-orang yang
menangis seolah-olah tidak menangis.
Kalau banyak kesusahan
di dunia ini karena dihimpit persoalan sampai hati ini menjerit dan menangis,
biarlah seolah-olah tidak menangis, bertahan dan kuatlah bila pencobaan datang
silih berganti. Itulah pentingnya firman Allah disampaikan secara
berulang-ulang untuk memberi kepastian, kuat dan tidak mudah goyah… Filipi 3:1b.
-
Orang-orang yang
bergembira seolah-olah tidak bergembira.
Banyak hal yang membuat
hidup ini bergembira misalnya berhasil di bidang pendidikan, memiliki prestasi
yang tinggi, diakui keberadaannya, dan lainnya. Namun, tetaplah mengosongkan
diri = Berada dititik nol.
-
Orang-orang yang membeli
seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli.
Berarti tidak bergantung
dengan apa yang dia punya tetapi bergantung hanya kepada Tuhan saja =
Mengosongkan diri atau berada pada titik nol.
Namun apabila manusia tidak dapat menyadari akan hal ini
maka sulit membawa dirinya berada di titik nol/mengosongkan diri. Oleh sebab
itu, kita harus senantiasa dibangunkan dari rohani yang tidur oleh Firman
pengajaran atau Roh Tuhan, seperti lima gadis yang bijaksana membawa minyak
dalam buli-buli sebagai persediaan sebab mereka peka bahwa firman pengajaran
Mempelai berkuasa membangunkan kerohanian yang tertidur.
Singa kata, yang mempergunakan barang-barang duniawi
seolah-olah tidak mempergunakannya.
Alasan berada di titik nol.
1 Korintus 7:31B
(7:31) pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang
duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti
yang kita kenal sekarang akan berlalu.
Alasan berada di titik nol adalah karena langit bumi pertama
dan segala isinya, termasuk perkara-perkara yang kita miliki, satu kali akan
berlalu diganti dengan langit bumi yang baru.
Maka jangan pertahankan apa yang tidak dapat memelihara
kehidupan kita, tetapi tetaplah berada di titik nol nanti Tuhan pelihara dan
menjamin kehidupan kita masing-masing.
1 Korintus 7:32
(7:32) Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang
yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana
Tuhan berkenan kepadanya.
Hidup tanpa kekuatiran
= Berada di titik nol.
Seseorang yang kuatir akan apa yang dimakan, diminum,
dipakai, itu karena dia tidak mau mengosongkan dirinya, tidak mau berada di
titik nol. Jadi, orang yang mengosongkan diri atau berada di titik nol adalah
orang yang tidak kuatir.
Ingatlah, segala sesuatu ini akan berlalu dan darah daging
tidak dibawa masuk dalam Kerajaan Sorga.
Kejadian 1:1-2
(1:1) Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. (1:2)
Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi
samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
".... di atas permukaan air." Itulah titik nol.
Di atas permukaan air Roh Allah melayang-layang. Berarti,
kalau berada di titik nol disitu Roh Allah bekerja; menolong, memimpin dan
menguatkan hati kita selalu, meskipun menghadapi 3 hal yaitu:
-
Dunia belum berbentuk. Keadaan dunia belum berbentuk itu adalah
keadaan dosa mengancam.
-
Dunia masih kosong. Kosong berarti tidak ada harapan.
-
Dunia berada dalam gelap
gulita menutupi samudera raya.
Dunia ini berada dalam kuasa si jahat.
Mengosongkan diri, artinya:
b. Menghampakan diri
Gambaran menghampakan diri.
Yohanes 3:1-7
(3:1) Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang
pemimpin agama Yahudi. (3:2) Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan
berkata: "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus
Allah; sebab tidak ada seorang pun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang
Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya." (3:3) Yesus
menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak
dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." (3:4)
Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau
ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan
lagi?" (3:5) Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya
jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam
Kerajaan Allah. (3:6) Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging,
dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. (3:7) Janganlah
engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
Kita harus dilahirkan kembali oleh air dan roh.
Apa yang dilahirkan oleh Roh adalah Roh, supaya menjadi
manusia rohani maka harus dilahirkan oleh Roh itu sendiri, kita perlu dalam
pengurapan yang penuh, diurapi Roh Kudus.
Yohanes 3:8
(3:8) Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau
mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke
mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari
Roh."
MANUSIA ROHANI adalah kehidupan yang menghampakan diri,
memberi diri terus dipimpin Roh Tuhan, meskipun sama seperti angin yang bertiup
kemana ia mau, dia tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi.
Oleh sebab itu, kita harus dilahirkan kembali, setelah
dibaptis air maka dibaptis roh, supaya dengan demikian kita menjadi manusia roh
= menghampakan diri = mengosongkan diri.
Tentang: MENGAMBIL RUPA SEORANG HAMBA.
1 Petrus 3:5-6
(3:5) Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu
berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah;
mereka tunduk kepada suaminya, (3:6) sama seperti Sara taat
kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu
berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.
Ketundukan dari seorang perempuan/isteri
kepada suaminya adalah PERHIASAN ROHANI, sama seperti Sara taat kepada Abraham
dna menamai dia tuannya.
Kalau taat kepada Abraham dan menamai suaminya
"tuan" berarti Sara dalam ketaatannya mengambil rupa seorang hamba
Jangan kita mengambil rupa tuan tetapi kita hendaklah
mengambil rupa seorang hamba.
Lukas 22:26-27
(22:26) Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar
di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin
sebagai pelayan. (22:27) Sebab siapakah yang lebih besar: yang duduk
makan, atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan? Tetapi Aku ada di
tengah-tengah kamu sebagai pelayan.
Gambaran mengambil rupa seorang hamba, yaitu:
-
Yang terbesar hendaklah
menjadi sebagai yang paling muda.
Berarti, tidak merasa senior, tidak merasa memiliki banyak pengalaman.
-
Pemimpin sebagai pelayan.
Yesus adalah pemimpin
terbesar sepanjang sejaran karena seorang pemimpin adalah seorang pelayan.
Matius 20:26-28
(20:26) Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi
besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, (20:27) dan barangsiapa
ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; (20:28)
sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani
dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."
Mengambil rupa seorang hamba, berarti:
-
Yang terbesar hendaklah
menjadi pelayan.
-
Yang terkemuka hendaklah
menjadi hamba.
Mengambil rupa hamba digambarkan seperti Anak Manusia datang
bukan untuk dilayani, melainkan untuk:
1. Melayani.
2. Memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak
orang.
Lukas 17:8 --- Perikop: "Tuan dan hamba."
(17:8) Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu:
Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku
makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.
Jika mengambil rupa hamba sama seperti hamba yang berikat
pinggang dan melayani tuannya sampai selesai tuannya makan dan
minum. Berarti, pelayanannya adalah pelayanan yang memuaskan hati tuannya.
Lukas 17:9
(17:9) Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena
hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?
Seorang hamba tidak mengharapkan imbalan ataupun ucapan
terimakasih dari tuannya, tidak mengharapkan sesuatu = Melayani tanpa pamrih.
Lukas 17:10
(17:10) Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala
sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah
hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus
lakukan."
Seorang hamba seharusnya berkata:
1. "Kami adalah hamba-hamba yang tidak
berguna." Jangan pernah merasa
berguna sekalipun telah melakukan banyak tugas dan menunjukkan jasa yang
berguna.
2. "Kami hanya melakukan apa yang kami
harus lakukan." Melayani Tuhan sudah menjadi suatu kewajiban, namun
orang yang tidak mengerti kewajiban suka menuntut haknya dan ngomel menyalahkan
gembala dan semuanya. Maunya hanya diperhatikan namun tidak mengerti pekerjaan
Tuhan.
Kita bersyukur kepada Tuhan, Tuhan terus memberikan
pengertian kepada kita, sebab Tuhan memimpin dan menggembalakan kita sebagai
gereja Tuhan oleh firman pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel.
Matius 19:6
(19:6) Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena
itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan
manusia."
Biarlah kita senantiasa on the track atau ada di
dalam jalurnya Tuhan (jalur perlombaan) sampai berada pada muara yang Tuhan
inginkan itulah pesta kawin Anak Domba.
Jangan dipisahkan dari kerinduan Tuhan dan jangan keluar
dari jalurnya Tuhan, sebab apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh
diceraikan manusia oleh apapun, baik oleh ego manusia atau keangkuhan manusia
yang bodoh.
Matius 19:7-8
(19:7) Kata mereka kepada-Nya: "Jika demikian, apakah
sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan
isterinya?" (19:8) Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran
hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak
semula tidaklah demikian.
Tidak boleh ada perceraian,
tetapi jika ada seseorang yang mengharapkan perceraian atau suami ingin
menceraikan isterinya itu karena dia tegar tengkuk/kepala batu/keras kepala
-- orang semacam ini disebut orang buta dan tuli --- dan ada penyembahan
berhala di dalam dirinya.
Matius 19:9
(19:9) Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan
isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat
zinah."
“... Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena
zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.” Tidak boleh ada perceraian.
Inilah pentingnya kita dipimpin oleh firman pengajaran
Mempelai dalam terang Tabernakel, digembalakan oleh Injil Kerajaan disebut juga
cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus yang adalah gambaran Allah. Artinya
cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus membawa kita kembali kepada wujud yang
semula, karena kita diciptakan menurut teladan Tuhan, berarti sempurna.
Hanya satu ajaran yang sanggup membawa kita sebagai perawan
suci berarti segambar dan serupa dengan Allah yaitu Pengajaran Mempelai dalam
terang Tabernakel, tidak meleset sehelai rambutpun seperti seorang yang
melontarkan batu.
Demikian Pengajaran Mempelai seperti kilat yang melontarkan
cahayanya dari sebelah timur sampai ke sebelah barat, demikianlah kedatangan
manusia. Berarti, gereja Tuhan telah dibawa masuk ke dalam pembangunan tubuh
Kristus yang sempurna, mengkristalkan gereja Tuhan.
Tuhan benci kepada perceraian maka terimalah pengajaran
Mempelai dalam terang Tabernakel berarti jangan bersungut-sungut, jangan gerah
menerima firman. Amin.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA,
MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U.
Sitohang