IBADAH RAYA MINGGU, 20 SEPTEMBER 2026
KITAB WAHYU
WAHYU 20:1-3
(SERI: 4)
Subtema: TUDUNG TABERNAKEL (TUDUNG PERLINDUNGAN)
Shalom
Salam sejahtera di dalam kasih-Nya TUHAN kita Yesus Kristus, yang telah menghimpunkan kita di atas gunung TUHAN yang kudus, sehingga kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Raya Minggu yang disertai kesaksian Roh. Kita ada dalam hadirat-Nya, diliputi oleh kuasa Ilahi, Roh TUHAN mendominasi seluruh kehidupan kita, kehendak-Nya jadi dalam setiap kehidupan kita masing-masing.
Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN, yang turut bergabung lewat online / live streaming / video internet, baik dari YouTube, maupun Facebook, ataupun Tiktok.
Biarlah kiranya damai sejahtera dari Sorga memenuhi ruangan ini, memenuhi hati kita masing-masing, juga saudara yang turut bergabung lewat online. Sehingga kita dapat merasakan sukacita sorgawi, serta bahagia saat kita duduk diam menikmati sabda Allah.
Selanjutnya, marilah kita mengikuti KITAB WAHYU sebagai Firman penggembalaan Untuk Ibadah Raya Minggu, dari Wahyu 20:1-3. Dan malam ini merupakan seri pemberitaan firman Allah yang keempat kalinya.
Namun tetaplah berdoa dalam Roh, mohonlah kemurahan TUHAN, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.
Wahyu 20:1-3 --- Perikop: “Kerajaan seribu tahun”
(20:1) Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya; (20:2) ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya, (20:3) lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya.
Rasul Yohanes melihat seorang malaikat turun dari Sorga: memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya.
Selanjutnya Malaikat tersebut bertindak dengan:
a. Menangkap naga si ular tua dan mengikatnya seribu tahun lamanya.
b. Melemparkan naga ke dalam jurang maut dan memeteraikan di atasnya.
Tujuannya: supaya naga jangan menyesatkan bangsa-bangsa di bumi.
Singkat kata, si ular tua/setan diikat 1000 tahun lamanya, itu berarti di dalamnya tidak ada lagi dosa dan tidak ada lagi godaan-godaan dari setan, disebutlah itu hari perhentian yang besar untuk manusia.
Kerajaan seribu tahun damai disebutlah hari perhentian yang besar untuk manusia, untuk nikah-nikah dan rumah tangga di atas muka bumi ini.
Sesungguhnya, iblislah yang menyebabkan adanya dosa dan oleh karena dosa itu manusia menjadi telanjang, sebagaimana yang tertulis dalam ... Kejadian 3:6-7.
Keadaan manusia bila; “telanjang”…
Tidak ada hari perhentian.
Tidak mengalami damai dalam hidup maupun nikah dan rumah tangga.
Manusia mengalami derita sengsara, dan penuh air mata, serta kepahitan.
Namun, begitu si ular tua/iblis setan diikat dan dilemparkan ke dalam jurang maut, maka pada saat itulah manusia termasuk nikah dan rumah tangga mengalami HARI PERHENTIAN YANG BESAR.
Itu berarti, Tuhan melindungi manusia dan segenap bumi dengan tudung perlindungan.
Sesungguhnya, Tuhan menciptakan sepasang manusia yaitu; Adam dan Hawa menurut gambar dan rupa Allah / menurut teladan Allah begitu sempurna, lalu mereka ditempatkan di taman Eden (Firdaus) untuk mengusahakannya. Namun pada akhirnya manusia mengalami kejatuhan sehingga mereka menjadi telanjang, itu berarti; gambar dan rupa Allah yang ada didalam diri Adam dan Hawa TELAH DIRUSAK oleh karena DOSA MANUSIA.
Inilah kejatuhan nikah yang pertama (nikah yang sempurna) telah dirusak oleh iblis/setan, akan tetapi datanglah Allah dengan membawa kulit binatang untuk menutupi ketelanjangan mereka, sekaligus menggantikan pakaian mereka yang terbuat dari daun pohon ara.
Ketika Allah membawa kulit binatang, inilah pekerjaan penyelamatan dan pendamaian yang PERTAMA KALI dikerjakan Allah di atas muka bumi ini terhadap manusia.
Maka ketika si ular tua diikat, itu adalah perdamaian sepenuh untuk nikah dan rumah tangga, dengan lain kata; segenap bumi telah ditudungi oleh Tuhan.
Terkait dengan Tudung/Tenda Tabernakel tertulis dengan lengkap pada Keluaran 26.
Ada 4 (empat) macam atau 4 lapis tudung/tenda Tabernakel yaitu:
Tudung Tabernakel ... (ayat 1-6).
Tudung Bulu Kambing ... (ayat 7-13).
Tudung Kulit Domba Jantan Yang Diwarnai Merah ... (ayat 14A).
Tudung Kulit Lumba-lumba (Minagajah) ... (ayat 14B).
Sebenarnya, perkataan tudung/penutup mempunyai arti yang sama dengan pakaian/jubah. Sebab, pakaian berfungsi untuk menutupi tubuh atau ketelanjangan.
Pakaian -> tabiat/kelakuan hidup sehari-hari.
Selanjutnya kita akan masuk pada PENGERTIAN ROHANI dari keempat Tudung tersebut:
TUDUNG DARI LENAN HALUS disebut juga TUDUNG TABERNAKEL.
Mengapa disebut tudung Tabernakel? … Karena Tudung inilah yang paling bawah dan saling kena mengena dengan segala peralatan yang ada didalam Bait Suci Allah.
“Tudung” berbicara tentang: IMAN dan PERBUATAN IMAN.
Jadi, sidang jemaat selaku tubuh Kristus harus hidup dalam iman dan disertai perbuatan iman, sebab segala sesuatu yang dikerjakan tidak berdasarkan iman adalah DOSA... Roma 14:23.
Jadi, jangan kita datang beribadah apalagi melayani Tuhan tanpa dasar iman. Apapun yang kita kerjakan terkait ibadah dan pelayanan harus kita kerjakan dengan dasar iman.
Jadi, seringkali orang kristen berpikir bahwa dia suci adanya, tetapi ketika dia datang beribadah tanpa dasar yang benar itulah; iman kepada Tuhan oleh salib-Nya, maka itu adalah DOSA.
Jangan kita tinggalkan rumah lalu datang beribadah
hanya karena dirumah seperti api neraka,
atau datang beribadah supaya nampak mulia di tengah-tengah masyarakat,
atau beribadah hanya karena tidak enak dilihat oleh jemaat, itu bukan dasar iman, justru itu menimbulkan dosa.
Jadi segala sesuatu yang kita kerjakan di tengah ibadah dan pelayanan dasarnya adalah iman.
Jadi, ukuran orang berdosa atau orang tidak berdosa itu adalah dari FIRMAN. Oleh sebab itu jangan kita berkata; itu anak baik, anak soleha, tetapi kita harus ukur segala sesuatu dengan Firman.
Kalau kita berbicara dengan IMAN, … Ibrani 11:1 -- Iman adalah;
dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan
dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Singkat kata; IMAN ITU PERCAYA WALAUPUN TIDAK MELIHAT.
TUDUNG BULU KAMBING (tudung kedua).
Bulu/rambut mempunyai pengertian rohani yang sama, yakni; KESUCIAN.
Pendeknya, tudung bulu kambing berbicara soal KESUCIAN dan PERBUATAN SUCI.
Itu berarti, sidang jemaat (kita semua) selaku tubuh Kristus harus SUCI dalam segala perbuatannya.
Kita akan baca…
1 Petrus 1:13 --- Perikop: "Kekudusan dan kasih persaudaraan."
(1:13) Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus.
Pertama-tama yang harus kita perhatikan adalah:
“... Persiapkanlah akal budimu …”
Itu berarti, kita semua hendaklah menjadi satu kehidupan yang bijaksana didalam hal menghadapi segala sesuatu, termasuk menghadapi kedatangan Tuhan kembali untuk yang kedua kalinya ke dalam dunia yang fana ini, Dia akan datang sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga.
Jadi untuk menyongsong kedatangan Tuhan kembali, hendaklah kita menjadi satu kehidupan yang bijaksana, sama seperti 5 (lima) gadis yang bijaksana; mereka membawa pelita dan minyak dalam buli-buli sebagai minyak persediaan.
Oleh sebab itu, jangan kita seperti 5 (lima) gadis yang bodoh, sebab mereka menyongsong Mempelai Laki-laki hanya dengan membawa pelita tanpa membawa minyak persediaan, karena sesungguhnya kita tidak tahu kapan Tuhan datang. Maka kita tidak cukup hanya membawa pelita, tetapi kita juga harus membawa minyak sebagai persediaan. Berarti kalau kita bijaksana, maka kita sudah harus siap sedia didalam hal menghadapi kedatangan Tuhan kembali.
Membawa pelita serta minyak dalam buli-buli memang agak merepotkan, namun hal itu tidak apa-apa. Sebab, apapun yang kita kerjakan di tengah-tengah ibadah dan pelayanan memang mungkin itu merepotkan hati, pikiran, dan perasaan, tetapi itu cukup menghasilkan minyak urapan.
Berbeda dengan orang yang hanya sekedar datang beribadah seperti orang membawa pelita; datang beribadah lalu pulang, tidak membawa minyak sebagai persediaan, maksudnya; tidak mau direpotkan dengan segala perkara yang terkait dengan kegiatan-kegiatan ibadah dan pelayanan yang ada didalamnya, tidak mau susah, tidak mau capek, dan tidak mau pusing.
Padahal kalau kita melihat; Yesus adalah pohon zaitun tumbuk, Dia sudah mengalami penumbukan di atas kayu salib untuk selanjutnya diperas dan akan menghasilkan minyak.
Jadi kita harus sama seperti lima gadis bijaksana = berakal budi.
Maka kalau kita memperhatikan…
Matius 25:5
(25:5) Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.
Tidak ada yang tahu kapan Tuhan datang. Oleh sebab itu, kita tidak hanya membawa pelita tetapi juga harus membawa minyak persediaan dalam buli-buli.
Jadi kita harus mau direpotkan, harus mau disusahkan, supaya menghasilkan minyak didalam buli-buli, yaitu; hati kita.
Matius 25:6
(25:6) Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!
Suara yaitu: Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel itu yang membangunkan kehidupan rohani kita semua, seperti membangunkan 5 gadis bodoh dan 5 gadis bijaksana.
Karena tadi; baik lima gadis yang bodoh maupun lima gadis bijaksana sama-sama tertidur. Artinya; tidak ada manusia yang sempurna, berarti; masih ditandai kelemahan, tetapi lima gadis bijaksana berlaku bijaksana, karena mereka membawa pelita serta minyak dalam buli-buli.
Memang manusia, tidak ada yang sempurna, sebab masih ditandai dengan kelemahan, akan tetapi gereja TUHAN, harus bijaksana, sama seperti 5 gadis yang bijaksana.
Matius 25:1
(25:1) "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.
Kita datang beribadah tujuannya untuk menyongsong/menghadapi kedatangan Tuhan Yesus Kristus kembali, sebagai Raja dan Mempelai Laki-laki Sorga.
Jadi gereja Tuhan hendaklah berlaku bijaksana. Buatlah hatimu jadi buli-buli, kalau susah pun hati (buli-bulimu) tidak apa-apa karena banyaknya perkara di tengah ibadah dan pelayanan ini, tetapi justru oleh karena kesusahan itu akan menghasilkan minyak. Maka jangan kita bodoh seperti lima gadis yang bodoh.
“Waspadalah” berarti; berjaga-jaga terhadap penyesatan-penyesatan yang sedang terjadi di hari-hari terakhir ini.
Oleh sebab itu, jangan lengah dan jangan bermasa bodoh. Orang yang bermasa bodoh terhadap ibadah dan pelayanan itu namanya tidak waspada, itu namanya lengah.
Bagaimana nanti apabila tiba-tiba segala sesuatu tergenapi? Termasuk nanti tampilnya antikris menjadi raja dan berkuasa atas seantero dunia? semua pasti terkaget-kaget, karena apa? … Karena mereka tidak waspada, tidak berjaga-jaga, dia lengah dan bermasa bodoh.
Tidak berjaga-jaga = ibadahnya tidak memuncak -> Doa Penyembahan.
Ketika Firman Allah menggenapi semua yang tertulis, maka manusia akan mengalami kekejutan yang tidak terobati (kaget setengah mati) …
WASPADALAH, maka jangan kita bermasa bodoh terhadap ibadah dan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita di hari-hari terakhir ini.
Perlu untuk diketahui; perjalanan rohani kita di bumi ini sekarang berada pada mil-mil yang terakhir, dan kalau dikaitkan dengan waktu, disebut; last minute.
Maka pergunakanlah kesempatan yang Tuhan percayakan kepada kita sekecil apapun.
“... Letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu …”
Jangan kita salah meletakkan pengharapan, jangan juga menaruh harap kepada apa yang tidak bisa diharapkan, umpama; harta kekayaan, kedudukan, jabatan, pangkat yang tinggi, itu semua adalah sesuatu yang tidak bisa diharapkan. Tetapi jangan salah, kita juga butuh diberkati (kita tidak menolak berkat), tidak jadi soal, tetapi jangan salah menaruh harapanmu.
Taruhlah harapanmu di tempat yang tepat. Marilah kita menaruh pengharapan atas kasih karunia sepenuhnya, bukan di tempat yang lain. sebab apapun tidak bisa menghasilkan darah, uang yang banyak, apabila di sobek tidak akan meneteskan darah untuk menebus dosa. Hanya darah suci, yang tak bernoda dan tak bercacat, itulah yang sanggup menolong kita semua, sebab disitu dikatakan; Letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu Yesus menderita sengsara dan mati di atas kayu Salib di bukit Golgota 2000 tahun yang lalu, disitu tempat kita untuk meletakan pengharapan.
PANDANG SAJA YESUS DAN SALIBNYA. Tadi kita sudah angkat pujian…
Pandang saja kepada Yesus
Dia yang kucinta
Pandang saja kepada Yesus
Dia yang berkuasa
Pandang saja kepada Yesus
dengan bersuka
Pandang trus pada Yesus
hati terhibur
Kalau kita pandang kesalahan suami dan kesalahan isteri, maka hati kita susah.
Tetapi bila kita pandang terus kepada Yesus yang menderita sengsara dan mati di atas kayu Salib, maka hati kita selalu terhibur. Oleh sebab itu, jangan kita salah menaruh pengharapan.
Kita baca SOAL PENGHARAPAN…
1 Yohanes 3:3
(3:3) Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.
Jadi PENGHARAPAN itu adalah KESUCIAN, atau kesucian itu adalah; pengharapan.
1 Petrus 1:14-16
(1:14) Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, (1:15) tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, (1:16) sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.
Singkat kata; kita memang HARUS HIDUP KUDUS, sebab TUHAN KUDUS ADANYA. Jadi kekudusan itu, menurut teladan TUHAN.
Berarti, jadilah anak-anak Tuhan yang ...
Taat kepada firman Allah.
Jangan menuruti hawa nafsu dan keinginan daging yang jahat.
Yang bekerja di kantor, dan berprofesi sebagai Guru, yang bekerja di rumah sakit, dan sebagai pebisnis, pedagang, atau sebagai apa saja, biarlah semua yang kita kerjakan mengalir saja, tidak usah dipaksa karena menuruti kehendak daging, sebab disitu tidak ada kekudusan.
TUDUNG KULIT DOMBA JANTAN YANG DIWARNAI MERAH
Tudung ketiga ini tidak mempunyai ukuran tertentu, berbeda dengan tudung pertama dan kedua.
“Warna merah” -> Darah Salib Kristus.
“Domba jantan” digunakan sebagai korban bakaran dan korban tatangan (korban khusus) dalam tahbisan imam-imam.
Singkat kata, kulit domba jantan yang diwarnai merah artinya ialah: Kasih Allah didalam penyerahan-Nya dan di dalam tahbisan-Nya.
Ketika seorang hamba Tuhan dipanggil untuk melayani Tuhan, umpama seperti Harun dengan anak-anaknya ditahbiskan sebagai imam untuk melayani Tuhan di dalam Tabernakel dihadapan Tuhan, maka Tuhan menuntut 3 (tiga) korban dari binatang:
“Korban seekor lembu jantan muda,” itu berbicara korban pendamaian.
“Korban domba jantan pertama,” itulah yang dijadikan sebagai korban bakaran berarti; hangus, arti rohaninya: penyerahan diri sepenuhnya untuk taat kepada kehendak Allah.
“Korban domba jantan kedua,” itulah korban tatangan (korban tahbisan) berarti; ditahbiskan/dikhususkan untuk Tuhan.
Inilah yang dikerjakan oleh Tuhan, karena Tuhan sangat mengasihi kita semua, yang adalah umat-Nya.
Sementara KASIH ALLAH TIDAK ADA BATASNYA kepada saya dan saudara. Sebagai bukti nyata: sekalipun kita melawan/memberontak kepada Tuhan, namun Tuhan tetap saja menyatakan kasih-Nya.
Itu sebabnya saya katakan tadi; tudung yang ketiga ini tidak ada ukuran tertentu, berbeda dengan tudung yang pertama dan yang kedua, persis seperti Kasih Allah, tidak ada batasnya. Ketika kita ngomel, salahkan ini dan salahkan itu, Tuhan tetap sabar, itu merupakan Kasih Allah tanpa batas.
Jadi marilah kita MENGHARGAILAH KASIH ALLAH TANPA BATAS.
Ayat-ayat firman Allah, tentang: Kasih Allah tidak ada batasnya, tidak ada ukuran tertentu:
Roma 8:38-39 -- (8:38) Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, (8:39) atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Ini bagian dari Kasih tanpa batas. TIDAK ADA YANG BISA MEMISAHKAN KITA DARI KASIH ALLAH, baik kuasa dari atas, dari langit, dari bumi, tidak ada yang bisa.
Roma 5:8 -- Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
Yesus mati di kayu Salib, karena apa? … Karena dosa. Berapa banyak dosa yang kita perbuat? … Tidak terhitung.
Maka jelas; Roma 5:8; menunjukkan kepada kita dan mata hati kita sudah melihat bahwa; Kasih Allah dalam hidup kita tanpa batas, tidak ada ukuran tertentu.
1 Yohanes 4:8, -- (4:8) Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
Jangan lupa ALLAH ADALAH KASIH, oleh Kasihlah kita mengenal Allah.
Tanpa kasih kita tidak pernah mengenal allah.
Efesus 3:18-19,
(3:18) Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, (3:19) dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.
Jadi KASIH ALLAH TIDAK MEMPUNYAI UKURAN TERTENTU, dalam ayat 18; “… betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus …”
Lebar Kasih Allah itu tidak bisa diukur, panjangnya Kasih Allah itu tidak bisa diukur, tingginya Kasih Allah itu tidak bisa diukur, langit dan bumi tidak ada yang bisa mengukur, tetapi jarak antara bumi dengan planet-planet yang lain bisa diukur.
Intinya: Kasih Allah dari Sorga tidak ada yang bisa mengukur.
Betapa tingginya dan betapa dalamnya dan betapa lebarnya Kasih Kristus telah dinyatakan kepada kita.
Coba saudara kita merenungkan, ketika kita berada dalam masa kebodohan, disitu banyak perbuatan-perbuatan yang tidak baik.
Tetapi jangan salah, segala sesuatu ada masa dan waktunya, sebab langit bumi yang pertama akan berlalu, diganti dengan langit dan bumi yang baru, artinya; meskipun kasih Allah tidak ada batasnya, kita juga belajar untuk menghargainya dengan sungguh-sungguh.
Maka manfaatkanlah kesempatan yang baik ini, sebab hari-hari ini adalah hari-hari terakhir.
TUDUNG KULIT LUMBA-LUMBA (MINAGAJAH)
Tudung keempat ini juga tidak memiliki ukuran tertentu.
Sebenarnya tudung ini adalah kulit binatang sejenis binatang laut.
Kulit lumba-lumba ini sangat kuat dan tahan terhadap segala pengaruh; baik udara dan cuaca seekstrem apapun, meskipun tudung ini tidak ada indah-indahnya/tidak elok, berarti; sangat jelek sekali.
Tudung ini adalah tudung teratas, berarti tudung inilah yang pertama-tama menghadapi badai, hujan, angin, termasuk udara dan cuaca yang ekstrim.
Singkatnya, “kulit lumba-lumba” berbicara tentang penghukuman.
Contoh: Bahtera Nuh melindungi/menudungi 4 (empat) pasang nikah dari penghukuman Allah atas bumi yaitu lewat air bah.
Pendeknya, PENGHUKUMAN ALLAH INI TIDAK ADA BATASNYA atau tanpa ukuran tertentu.
Apabila manusia menolak kasih Allah yang tidak terbatas maka manusia juga akan mengalami penghukuman.
Perlu untuk diketahui; Bahtera Nuh itu terdiri dari 3 (tiga) tingkat:
Tingkat Bawah, terkena kepada daerah HALAMAN. Di daerah Halaman ada Mezbah Korban Bakaran dan Kolam Pembasuhan Tembaga.
Tembaga berbicara tentang penghukuman karena dosa, penghukuman itu sudah dialami Yesus nampak pada Baptisan.
Baptisan artinya; mati dan bangkit. Demikian juga dengan Mezbah Korban Bakaran memang terbuat dari kayu penaga tetapi dilapisi dengan tembaga.
Tingkat Tengah, terkena kepada RUANGAN SUCI, jadi bagian tengah ini sangat menentukan naik atau turunnya kerohanian seseorang.
Jadi ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok juga menentukan hidup kita dan rumah tangga kita. Kalau kita menghargai ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok dengan tulus dan murni, maka Tuhan oleh ketekunan tiga macam ibadah pokok memimpin hidup rohani kita sampai kepada tingkat ibadah yang tertinggi/puncak ibadah itulah doa penyembahan.
Penyembahan artinya penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak Allah. Banyak orang gagal paham terkait dengan penyembahan, ada orang berkata; penyembahan itu praise and worship/pujian dan penyembahan, ada orang berkata; penyembahan itu ketika berlutut, semua itu benar tidak dipungkiri,
menyembah itu memang harus memuji dan menyembah Tuhan, dan menaikkan pujian,
menyembah itu memang berlutut.
Tetapi pengertian dari penyembahan yang hakiki adalah penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak Allah itulah ibadah yang tertinggi.
Tingkat Atas, terkena kepada RUANGAN MAHA SUCI.
Pada Ruangan Maha Suci terdapat 1 (satu) alat itulah Tabut Perjanjian.
Tabut Perjanjian berbicara soal:
“Takhta Allah”
“Hubungan nikah suci” antara Kristus sebagai Mempelai Pria Sorga dengan sidang jemaat sebagai mempelai wanita-Nya berdasarkan kasih.
Jadi dari 3 (tiga) tingkatan bahtera Nuh ini, kita bisa melihat bahwa; betul-betul Tuhan menghukum bumi.
Tetapi bahtera Nuh bagaikan tudung perlindungan untuk melindungi 4 pasang nikah, yaitu; Nuh dan isterinya serta ketiga anak lelakinya dengan isterinya, bahkan binatang-binatang yang masuk kedalamnya juga adalah berpasang-pasangan.
Jadi kita memang harus beribadah dengan menggunakan Pola Tabernakel lewat berita Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.
Kita lihat SOAL PENGHUKUMAN…
Galatia 3:13
(3:13) Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
Jadi ayat ini jelas menunjukkan kepada kita bahwa; Yesus rela terkutuk karena manusia oleh dosa yang dia perbuat, oleh dosa yang bertimbun-timbun, sehingga Dia rela menjadi terkutuk.
Dengan tepatnya dalam…
Roma 8:3
(8:3) Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,
Jadi dosa manusia itu diserap dalam daging Yesus Kristus, buktinya: Dialah yang menanggung hukuman atas dosa manusia di atas kayu salib.
Maka tudung keempat atau yang teratas ini tidak ada ukuran tertentu dan tidak elok dipandang mata, demikian juga ketika Yesus menerima hukuman karena dosa didalam daging manusia juga tidak elok dipandang mata dan itu dilukiskan didalam…
Yesaya 52:13-14 --- Perikop: "Hamba TUHAN yang menderita."
(52:13) Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan. (52:14) Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia -- begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi --
Ketika Tuhan menanggung dosa itu, maka teringatlah kita dengan masa lalu, dan itu yang membuat hati kita hancur, karena seharusnya kitalah yang dihukum mati.
Inilah tudung perlindungan itu yaitu; tudung perlindungan yang teratas, disebutlah itu kulit lumba-lumba (minagajah).
Yesaya 53:2
(53:2) Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupa pun tidak, sehingga kita menginginkannya. (53:3) Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan.
Selain jelek (wajah tidak berbentuk) Dia juga dihina, bahkan tidak masuk hitungan (dikucilkan). Tetapi bukan karena Dia berdosa/bersalah, tetapi karena dosa, dimana manusia terlalu egois dan hanya mementingkan dirinya sendiri. Tetapi terhadap orang semacam itu tuhan tetap peduli, Tuhan tetap lindungi dengan tudung perlindungan yang keempat, yaitu; kulit lumba-lumba, yang seperti itu tetap diperhatikan.
Apakah engkau memikirkan/ merenungkan, satu menit saja, dalam sehari apa yang telah dikerjakan oleh Tuhan?
Dia rela menjadi jelek dan tidak diperhitungkan karena kita, bukan karena Tuhan bodoh. Tetapi jangan salah, meskipun jelek lalu dipandang hina dan tidak masuk hitungan, maka satu kali akan dipermuliakan.
Kalau ada perenungan semacam ini engkau pasti menghargai pengertian-pengertian terkait ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.
Itu sebabnya perhatikanlah sungguh-sungguh hal ini semua, jangan diabaikan, jangan mau enaknya saja. Sebab banyak orang kristen mau enaknya saja, kalau ditanya: mau masuk Sorga? Jawabnya: iya, tetapi tidak mau bayar harga.
Jadi saya mengingatkan kembali/kita review kebelakang; tadi sebetulnya Adam dan Hawa diciptakan begitu sempurna, tetapi begitu ular/iblis setan menggoda, akhirnya mereka jatuh dalam dosa sehingga menjadi telanjang, berarti oleh karena dosa dan ketelanjangan, maka rupa Allah didalam diri mereka menjadi rusak tetapi Tuhan datang membawa kulit binatang.
Kalau kulit dibawa berarti; binatang itu telah dikorbankan (disembelih).
Inilah pekerjaan penyelamatan yang pertama kali dikerjakan oleh Yesus Kristus sehingga manusia dan nikah-nikah mengalami perdamaian dengan Allah, dan itupun akhirnya terjadi di dalam Wahyu 20:1-3.
Wahyu 20:1-3 --- Perikop: "Kerajaan seribu tahun.
(20:1) Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya; (20:2) ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya, (20:3) lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya.
Tuhan, itulah Malaikat yang turun dari Sorga, memegang anak kunci jurang maut, dan ditangan-Nya ada suatu rantai besar. Kemudian Dia menangkap, serta mengikat naga itu lalu dilemparkan kedalam jurang maut selama seribu tahun.
Inilah hari perhentian yang besar dalam nikah-nikah dan bagi hidup manusia di bumi ini, sehingga nikah-nikah berdamai kembali kepada Allah.
Sebelum naga ditangkap dan diikat, hidup manusia dan nikah rumah tangga penuh dengan ratap tangis, dukacita, perkabungan bahkan mengalami kepahitan, tetapi perdamaian pun terjadi dan Tuhan sudah menangkap naga itu. Nikah-nikah yang hancur sudah berdamai dengan Allah. Tuhan sudah membawa kulit binatang sebagai pakaian untuk menutupi ketelanjangan, maka disebutlah itu tudung perlindungan, yaitu; empat lapis didalam Bait Suci Allah.
Tudung yang teratas itulah tudung lumba-lumba (minagajah) tidak elok dipandang mata dan kita sudah melihat penjelasan demi penjelasan.
Sekarang kita kembali untuk membaca…
Wahyu 20:1
(20:1) Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya;
Malaikat yang turun dari Sorga memegang anak kunci jurang maut. Kemudian Malaikat itu menangkap naga si ular tua, mengikatnya seribu tahun lamanya, lalu melemparkannya ke dalam jurang maut dimana jurang maut itu ditutup dan dimeteraikan.
Sebenarnya Malaikat yang turun dari Sorga adalah pribadi Tuhan Yesus Kristus. Dialah yang memegang anak kunci jurang maut.
Jalan keluar: MEMEGANG ANAK KUCI:
Wahyu 3:7 --- Perikop: "Kepada jemaat di Filadelfia."
(3:7) "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.
Yesus tampil sebagai Firman Allah yang kudus dan Firman yang benar untuk mengoreksi sidang jemaat di Filadelfia.
Kalau dikoreksi maka akan nampak segala sesuatu yang ada di dalam tubuh kita ini, termasuk tubuh sidang jemaat Filadelfia. Kalau kita dikoreksi tidak mengapa, karena Tuhan mau melihat keadaan kita.
Kemudian, disini dikatakan "… Dialah yang memegang kunci Daud …" maka:
Apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup.
Apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka pintu.
Jadi saudara, tadi kita sudah melihat; Dia memegang anak kunci jurang maut, Dia menangkap naga lalu diikat, selanjutnya dilemparkan ke dalam lobang jurang maut dan tidak ada yang dapat membuka karena tutupnya sudah dimeteraikan diatasnya.
Jadi dari sini kita bisa melihat; ibadah kita sudah harus sampai kepada puncaknya itulah doa penyembahan/penyerahan diri sepenuhnya.
Kita tidak bisa menggagahi kerajaan Sorga dengan kelebihan yang kita punya seperti … Lukas 16:16 -- Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.
Kerajaan sorga adalah milik Tuhan dan diwariskan kepada siapa yang berhak menerima warisan sebagai milik pusaka.
Sekarang ini mungkin kita merasa sedang menghadapi pintu-pintu yang tertutup.
Yang saya mau katakan kepada kita semua adalah; selain berserah, ibadah harus sampai kepada tingkat ibadah yang tertinggi/puncak ibadah itulah; doa penyembahan. Maka kita harus belajar untuk merendahkan diri, jangan egois lagi, jangan mempertahankan harga diri.
Apakah dengan mempertahankan harga diri manusia bisa masuk Sorga? Sebagaimana dalam Lukas 16:16 … jawabnya: TIDAK AKAN BISA.
Kenapa saya sampaikan hal ini?
Wahyu 3:8
(3:8) Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.
Lewat koreksi yang tajam/koreksi Firman Allah, nampak keadaan sidang jemaat di Filadelfia yaitu kekuatannya tidak seberapa = lemah tidak berdaya.
Namun ...
Jemaat di Filadelfia “menuruti Firman Allah”
Jemaat di Filadelfia “tidak menyangkal nama Tuhan” sama artinya; tidak mengasihi nyawa mereka sendiri, sebab mereka mengasihi Allah dan FirmanNya untuk sanggup membuka pintu yang tertutup.
Jikalau kita merasa bahwa kita sedang mengalami pintu tertutup, maka belajarlah dari sidang jemaat di Filadelfia. Memang mereka tidak mempunyai kekuatan apa-apa, lemah tidak berdaya, hanya saja mereka mempunyai kelebihan antara lain; menuruti Firman Allah, kemudian tidak menyangkal nama Tuhan berarti; sangkal diri pikul salib dengan lain kata; tidak mengasihi nyawa/rela kehilangan segala sesuatu untuk Tuhan.
Ayo sudah sampai dimana pengikutan kita kepada Tuhan? Sementara kedatangan Tuhan sudah dekat berarti tidak lama lagi?
Wahyu 3:9
(3:9) Lihatlah, beberapa orang dari jemaah Iblis, yaitu mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkan berdusta, akan Kuserahkan kepadamu. Sesungguhnya Aku akan menyuruh mereka datang dan tersungkur di depan kakimu dan mengaku, bahwa Aku mengasihi engkau.
Selanjutnya pendusta-pendusta/jemaah setan ini akan datang tersungkur di kaki dari pada jemaat di Filadelfia dan disertai pengakuan bahwa jemaat di Filadelfia adalah milik kepunyaan Allah, karena Tuhan mengasihi sidang jemaat di Filadelfia.
Jadi saudara, jangan berpikir kenapa Pengajaran Mempelai ini kok tajam sekali, sakit bagi daging, sebab kita ini sedang menghadapi pintu-pintu yang tertutup, tidak mungkin kita membuka pintu dengan kekuatan sendiri, maka kita harus ikuti cara Tuhan.
Wahyu 3:10
(3:10) Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.
Saat antikris menjadi raja, dia berkuasa dan memerintah atas seantero dunia disebutlah puncak pencobaan, tetapi jemaat di Filadelfia dilindungi oleh Tuhan. Maka nampaklah Tuhan sudah membuka pintu-pintu yang tertutup bagi jemaat di Filafeldia.
Tetapi kepada setan dan pengikutnya, Tuhan menutup pintu dan kalau Tuhan menutup pintu tidak ada yang dapat membuka pintu, seperti Wahyu 20:1 -- “… Dia memegang anak kunci …”, Dia ikat, Dia lemparkan naga, lalu di kunci (dimeteraikan) di atas, sehingga tidak ada yang dapat membuka.
Tetapi Tuhan membuka pintu yang tertutup bagi jemaat di Filadelfia, juga kepada kita
Tuhan membuka pintu-pintu yang tertutup kepada jemaat GPT Betania, Tuhan membuka pintu-pintu yang tertutup bagi saudara yang sedang mengikuti siaran langsung.
Tuhan memberkati kita. Amen.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang