IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 16 JULI
2026
MALEAKHI
3:1
(Seri: 2)
Subtema: MEMPERSIAPKAN
JALAN BAGI TUHAN DI PADANG GURUN
Shalom.
Mula
pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, oleh karena rahmat-Nya kita
sekaliannya dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus. Kita boleh datang
menghadap Dia lewat Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan
suci.
Saya juga tidak lupa menyapa
anak-anak Tuhan, umat ketebusan Tuhan, bapak/ibu yang turut bergabung lewat online
/ live streaming / video internet baik dari Youtube maupun
dari Facebook di mana pun saudara berada. Selanjutnya, biarlah kiranya
damai sejahtera dari Sorga memenuhi hati kita, ruangan ini, sehingga kita boleh
merasakan satu kesukaan yang besar, bahagia saat kita duduk diam mendengarkan
sabda Allah.
Selanjutnya, mari kita sambut STUDY
MALEAKHI sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab
disertai dengan perjamuan suci. Namun, tetaplah berdoa dalam roh dan mohon
kemurahan daripada Tuhan supaya Firman yang dibukakan meneguhkan setiap hati
kita pribadi lepas pribadi.
Maleakhi 3:1A---Perikop: “TUHAN datang untuk menghukum”
(3:1)
Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku!
Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat
Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, Firman TUHAN
semesta alam.
“… Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan
jalan di hadapan-Ku! …”
Jadi sebelum Tuhan datang kembali untuk kedua kalinya ke
dunia ini sebagai Raja di atas segala raja dalam kemuliaan yang besar dan
sebagai Mempelai Pria Sorga, maka Tuhan mengutus utusan-Nya mendahului
kedatangan-Nya kembali ke dunia ini. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan jalan
bagi Dia sebagai Raja di atas segala raja.
Mari kita lihat UTUSAN YANG MENDAHULUI TUHAN …
Markus 1:2-4
(1:2)
Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: "Lihatlah, Aku menyuruh
utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu; (1:3)
ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk
Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya", (1:4) demikianlah Yohanes
Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah
dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu."
Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: "…
Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis …"
Pendeknya, Yohanes mempersiapkan jalan bagi Tuhan, LEWAT
BAPTISAN AIR.
Terkait dengan BAPTISAN…
Roma 6:3-4 — Perikop: “Mati dan bangkit dengan Kristus.”
(6:3)
Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus,
telah dibaptis dalam kematian-Nya? (6:4) Dengan demikian kita
telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian,
supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh
kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
“Baptisan air”
adalah gambaran dan bayangan dari pengalaman kematian dan kebangkitan
Yesus Kristus.
-
Tanda
“Kematian”: Dosa beserta hidup lama telah dikubur.
-
Tanda
“Kebangkitan”: Hidup baru, berarti hidup dalam kebenaran dan
hidup bagi Allah.
Adapun syarat untuk dibaptis adalah: BERTOBAT ... Markus 1:4.
Terkait dengan: PERTOBATAN.
Yehezkiel 33:11 --- Perikop: "Tugas Yehezkiel
sebagai penjaga."
(33:11) Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah Firman
Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku
berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup.
Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan
mati, hai kaum Israel?
Tuhan tidak berkenan kepada kematian atau kebinasaan orang
berdosa, tetapi Tuhan berkenan kepada PERTOBATAN orang fasik (orang berdosa).
Oleh sebab itu, jangan kita bertahan dengan dosa, jangan bertahan pada hidup
yang lama, supaya jangan binasa.
Yehezkiel 33:11B
(33:11)
Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah Firman Tuhan ALLAH,
Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada
pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah,
bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai
kaum Israel?
Tuhan berkata "BERTOBATLAH" sebanyak 2 kali:
- BERTOBAT
pertama: Berhenti berbuat dosa, berarti dosa
jangan diulang lagi.
-
BERTOBAT
kedua: Kembali kepada Allah. Ini adalah pertobatan 100%.
Kalau hanya berhenti berbuat dosa, tetapi tidak kembali
kepada Allah, itu namanya bertobat 50% (separuh). Tetapi yang TUHAN mau
pertobatan 100%.
Yehezkiel 33:12
(33:12)
Dan engkau anak manusia, katakanlah kepada teman-temanmu sebangsa: Kebenaran
orang benar tidak menyelamatkan dia, pada waktu ia jatuh dalam pelanggaran dan
kejahatan orang jahat tidak menyebabkan dia tersandung, pada waktu ia bertobat
dari kejahatannya; dan orang benar tidak dapat hidup karena kebenarannya, pada
waktu ia berbuat dosa.
Perlu untuk diketahui:
-
Kebenaran orang benar tidak menyelamatkan dia, pada waktu ia jatuh
dalam pelanggaran.
-
Kejahatan
orang jahat tidak menyebabkan dia tersandung, pada waktu ia bertobat dari
kejahatannya.
Sebaliknya, orang yang mengandalkan kebenarannya, tidak
dapat menolongnya ketika dia jatuh ke dalam dosa.
Singkat kata, hanya SALIB KRISTUS saja yang sanggup dan
berkuasa untuk:
- Membenarkan orang berdosa.
- Mengangkat orang yang jatuh.
Salib Kristus
jika dikaitkan dengan pola Tabernakel terkena kepada MEZBA KORBAN BAKARAN yang
berbicara tentang PERTOBATAN.
Mezbah Korban Bakaran.
Yehezkiel 33:13-15
(33:13)
Kalau Aku berFirman kepada orang benar: Engkau pasti hidup! -- tetapi ia
mengandalkan kebenarannya dan ia berbuat curang, segala perbuatan-perbuatan
kebenarannya tidak akan diperhitungkan, dan ia harus mati dalam kecurangan yang
diperbuatnya. (33:14) Kalau Aku berFirman kepada orang jahat: Engkau
pasti mati! -- tetapi ia bertobat dari dosanya serta melakukan keadilan dan
kebenaran, (33:15) orang jahat itu mengembalikan gadaian orang, ia
membayar ganti rampasannya, menuruti peraturan-peraturan yang memberi hidup,
sehingga tidak berbuat curang lagi, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.
Hidup dan mati manusia tidak ditentukan manusia dan
perkataan menurut anggapannya, tetapi ditentukan oleh SALIB KRISTUS (pertobatan).
Contoh:
a.
Orang
yang mengandalkan kebenarannya akan mati jika ia berbuat curang.
b.
Orang
jahat apabila bertobat maka pasti hidup, ia tidak akan mati.
Jadi, oleh pertobatan (salib di Golgota) itu yang menghentikan dosa dan kematian.
Jadi, hidup dan mati manusia tidak ditentukan oleh kebenaran
seseorang. Seberapapun perbuatan benar seseorang, tidak bisa membenarkan
dirinya ketika dia berlaku curang.
Jadi, pertobatan adalah syarat mutlak untuk masuk
dalam baptisan air.
BERTOBAT artinya: Berhenti berbuat dosa dan beralih kepada
keadilan dan kebenaran Allah.
Keadilan
dan kebenaran yang sejati sumbernya adalah SALIB KRISTUS, sebab di luar
Salib semuanya adalah PALSU dan SIA-SIA.
Praktek BERTOBAT menurut ayat 14 dan ayat 15:
a.
Mengembalikan
gadaian orang.
= Tidak mencari keuntungan dari
orang susah
= Tidak mencari kesempatan dalam
kesempitan.
Contohnya: emas dengan harga 5 juta
digadai dengan harga 1 juta, lalu emas itu tidak dikembalikan.
b.
Ia
membayar ganti rampasannya
= Mengembalikan apa yang menjadi hak orang lain.
Jadi, apa yang menjadi hak istri
dikembalikan, apa yang menjadi hak suami dikembalikan, apa yang menjadi hak
anak dikembalikan, apa yang menjadi hak TUHAN dikembalikan, apa yang menjadi
hak sesama dikembalikan, jangan dirampas. Itulah praktek bertobat.
Yehezkiel 33:16
(33:16) Semua dosa yang diperbuatnya tidak akan
diingat-ingat lagi; ia sudah melakukan keadilan dan kebenaran, maka ia
pasti hidup.
Keadilan dan kebenaran yang datang dari Salib menutupi
banyak sekali dosa. Tuhan tidak ingat lagi seberapa banyak dosa yang kita
perbuat, kalau mau bertobat maka dosa itu tidak akan diingat lagi
Mari kita bersembunyi di balik salib, jangan bersembunyi di
balik kebenaran diri sendiri. Kalau kita bertobat, TUHAN tidak ingat lagi dosa
yang kita perbuat, TUHAN sudah hapuskan dengan darah Salib.
Kita lihat nikah Adam dan Hawa di Taman Eden…
Kejadian 3:7-8
(3:7)
Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang;
lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. (3:8)
Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam
taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu
terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.
Adam dan Hawa menjadi telanjang, sebab mereka telah
melanggar hukum Allah.
Oleh karena ketelanjangan itu, bersembunyilah mereka
terhadap Tuhan di antara pohon-pohonan di dalam taman Eden = bersembunyi di
balik kebenaran diri sendiri, berarti; tidak mau bertobat. Seberapa
banyak pun kebenaran diri sendiri, maka tidak akan bisa diandalkan ketika ia
jatuh dan berbuat curang di hadapan TUHAN.
Tetapi sebaliknya, seberapa banyak pun orang berbuat dosa,
kalau ia mau berbalik dari dosa, mau meninggalkan dosa dan kembali kepada TUHAN
(bertobat), maka TUHAN tidak ingat-ingat dosa itu, TUHAN tutup (hapus) dosa
itu.
Oleh sebab itu, setiap anak-anak TUHAN harus bersembunyi
di balik Salib.
Tetapi kenyataannya Adam dan Hawa justru bersembunyi di
balik kebenaran diri sendiri.
Hati-hati saudara, TUHAN dalam proses perjalanan-Nya
sekarang, maka cepat-cepatlah bertobat. Jangan pada hari H (ketika TUHAN
datang) lalu kita bertobat, itu tidak benar.
AKIBAT DOSA:
Kejadian 3:9-13
(3:9)
Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berFirman kepadanya: "Di
manakah engkau?" (3:10) Ia menjawab: "Ketika aku mendengar,
bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang;
sebab itu aku bersembunyi." (3:11) Firman-Nya: "Siapakah
yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari
buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?" (3:12) Manusia itu
menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi
dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." (3:13) Kemudian
berFirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah
kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan
aku, maka kumakan."
Oleh karena ketelanjangan / dosa itu:
a.
Manusia
menjadi takut / penakut, berarti tidak punya keberanian untuk menghampiri
takhta kudus Tuhan = tidak mempunyai kasih.
b.
Saling
menuduh / saling mempersalahkan dan saling membenarkan diri.
Intinya, keadaan manusia menjadi KACAU BALAU, sebab manusia
menjalankan hidup yang tidak tenang, tidak damai sejahtera dan tidak harmonis.
Hubungan nikah mereka tidak lagi harmonis, tidak ada lagi damai sejahtera. Ingat! Ada kebenaran dan keadilan yang palsu,
itu tidak bisa diandalkan. Jadi, kebenaran yang sejati hanya bersumber
dari Salib di Golgota.
Oleh sebab itu, jangan bersembunyi di balik kebenaran diri
sendiri, tetapi bersembunyilah di balik salib, yang sangat berkuasa untuk
menutupi dosa.
Singkatnya BERSEMBUNYI DI BALIK SALIB -> orang yang
bertobat.
Yehezkiel 33:17-19
(33:17)
Tetapi teman-temanmu sebangsa berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Padahal
tindakan mereka yang tidak tepat. (33:18) Jikalau orang benar berbalik
dari kebenarannya dan melakukan kecurangan, ia harus mati karena itu. (33:19)
Sebaliknya, kalau orang fasik bertobat dari kefasikannya dan ia melakukan
keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup karena itu.
Dari pada selalu bersungut-sungut dan mempersalahkan Tuhan,
maka lebih baik kita bertobat, berarti; berhenti dari dosa, selanjutnya beralih
kepada keadilan dan kebenaran = bersembunyi di balik Salib Kasar
itu.
Seperti lagu…
SALIB KASAR ITU YANG MENGUBAHKAN
Salib
kasar itu yang Mengubahkan
Hidup
yang telah gagal dan menderita
Ku mau
memuji Tuhan selamanya
Karena ku
tlah diubahkan-Nya
Setelah kita melihat pemaparan singkat dari pertobatan,
maka mari kita kembali untuk periksa tentang:
BAPTISAN.
Keluaran 30:18-20 --- Perikop: "Mengenai bejana
pembasuhan."
(30:18)
"Haruslah engkau membuat bejana dan juga alasnya dari tembaga, untuk
pembasuhan, dan kautempatkanlah itu antara Kemah Pertemuan dan mezbah, dan
kautaruhlah air ke dalamnya. (30:19) Maka Harun dan anak-anaknya
haruslah membasuh tangan dan kaki mereka dengan air dari dalamnya. (30:20)
Apabila mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan, haruslah mereka membasuh
tangan dan kaki dengan air, supaya mereka jangan mati. Demikian juga
apabila mereka datang ke mezbah itu untuk menyelenggarakan kebaktian dan untuk
membakar korban api-apian bagi TUHAN,
Bejana pembasuhan dan alas (kakinya) terbuat dari TEMBAGA.
Kedudukannya: berada antara Kemah Pertemuan dan Mezbah
Korban Bakaran.
Kegunaannya: Untuk membasuh kaki dan tangan para imam
sebelum datang menghadap Tuhan;
a. Pada Kemah Pertemuan / Ruangan Suci.
b.
Dan
mempersembahkan korban di atas Mezbah Korban Bakaran.
Contoh: MELAYANI MEZBAH KORBAN BAKARAN
Matius 12:38-39 ---
Perikop: "Tanda Yunus."
(12:38)
Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus:
"Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu." (12:39)
Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan tidak setia
ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan
tanda selain tanda nabi Yunus.
Tuhan memberi tanda nabi Yunus kepada ahli Taurat dan
orang Farisi.
Ahli Taurat
dan orang Farisi disebut angkatan yang JAHAT dan yang TIDAK SETIA,
mereka juga disebut ORANG-ORANG MUNAFIK.
Munafik,
artinya: di luar dan di dalam hidupnya tidak sama. Di luar bisa tampak
baik, menarik dan manis, tetapi di dalamnya penuh kejahatan dan kotoran.
Jadi ahli taurat dan orang-orang farisi benar-benar angkatan yang jahat.
Tetapi setelah angkatan ini, maka tampillah angkatan dimana kehidupan anak-anak
TUHAN diurapi di loteng Yerusalem. Jadilah angkatan yang diurapi (hidup dalam
pengurapan yang penuh)
Sebagai tambahan terkait kemunafikan: pada Injil Matius
23 --
-
ada 7 kemunafikan orang Farisi disebut kemunafikan yang sempurna, kemudian
-
ada 8 celaka ditujukan TUHAN langsung kepada orang Farisi, berarti tidak
mungkin lagi selamat.
Lalu mengapa TUHAN memberikan tanda Yunus kepada ahli Taurat
dan orang Farisi?
Tujuannya: Supaya kalau ada yang tidak selamat, maka TUHAN
TIDAK DIPERSALAHKAN (tidak berhutang).
Juga TUHAN tahu kalau satu dari antara murid-Nya itu yaitu;
Yudas Iskariot akan menjual Yesus kepada imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan
tua-tua orang Yahudi, lalu Yesus disalibkan. Tetapi TUHAN harus menunjukkan tanda
Yunus kepada angkatan yang jahat dan yang tidak setia, supaya
TUHAN tidak berhutang kepada semua orang (baik; hamba orang merdeka, besar
kecil, tua muda, laki-laki dan
perempuan).
Matius 12:40-41
(12:40)
Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian
juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam. (12:41)
Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini
dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah
mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari
pada Yunus!
Orang-orang Niniwe pada akhirnya bertobat,
menunjukkan bahwa nabi Yunus tampil sebagai imam yang telah mempersembahkan
korban di atas Mezbah Korban Bakaran, yaitu berita tentang SALIB DI GOLGOTA
(berita pertobatan).
Namun sebelum ia mempersembahkan korban bakaran, Yunus
terlebih dahulu membasuh tangan dan kaki di dalam bejana pembasuhan tembaga.
Terkait perut ikan selama tiga hari tiga malam, bila
dikaitkan dengan Pola Tabernakel terkena pada BEJANA PEMBASUHAN TEMBAGA.
Jadi sebelum imam-imam melayani di RUANGAN SUCI dan
mempersembahkan korban di atas MEZBAH KORBAN BAKARAN, terlebih dahulu para imam
membasuh kaki dan tangan. Demikian juga Nabi Yunus terlebih dahulu membasuh
kaki dan tangannya di dalam Bejana pembasuhan Tembaga, sebab ia berada di perut
ikan selama tiga hari tiga malam.
Contoh melayani di RUANGAN SUCI
Imamat 21:12 --- Perikop: "Kudusnya para imam."
(21:12)
Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya
kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan
bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.
Seorang imam harus tetap tinggal di tempat kudus ->
RUANGAN SUCI.
Kita akan melihat arti rohani Ruangan Suci di dalam …
Kisah Para Rasul 2:41-42 --- Perikop: "Cara hidup
jemaat yang pertama."
(2:41)
Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari
itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. (2:42) Mereka
bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu
berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
Bertekun dalam pengajaran rasul-rasul yaitu:
1.
Tekun
dalam “persekutuan”. Bila
dikaitkan dengan Pola Tabernakel terkena kepada PELITA EMAS ->
Ketekunan dalam Ibadah Raya Minggu disertai kesaksian Roh.
2.
Tekun
untuk “memecahkan roti”.
Bila dikaitkan dengan Pola Tabernakel terkena kepada MEJA ROTI SAJIAN ->
Ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai perjamuan suci.
3.
Tekun
dalam “berdoa”. Bila
dikaitkan dengan Pola Tabernakel terkena pada MEZBAH DUPA -> Ketekunan dalam
Ibadah Doa Penyembahan.
Jadi, tekun dalam 3 macam ibadah pokok = Tekun dalam
penggembalaan = Domba-domba tergembala dengan baik dan benar
dalam satu penggembalaan.
Ruangan Suci.
DAMPAK POSITIF TERGEMBALA.
Imamat 21:12
(21:12)
Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan
tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan
bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.
1.
Mengalami minyak urapan di atas kepala.
Tanda
minyak urapan di atas kepala…
1 Yohanes 2:27
(2:27) Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah
kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain.
Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu
-- dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta -- dan sebagaimana Ia dahulu telah
mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.
Kalau ada minyak urapan di atas
kepala, maka seseorang tidak perlu diajar oleh orang lain, dia memiliki Leadership
/ kepemimpinan yang baik di dalam dirinya, karena dia bertanggung jawab dengan
apa yang dipercayakan oleh TUHAN kepada dia di dalam hal melayani kepada TUHAN,
jadi dia tidak perlu di ajar.
Contohnya: bertanggung jawab dengan
tiga macam ibadah pokok, juga karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh-el Kudus.
1 Yohanes 2:20-21
(2:20) Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan
dengan demikian kamu semua mengetahuinya. (2:21) Aku menulis kepadamu,
bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu
mengetahuinya dan karena kamu juga mengetahui, bahwa tidak ada dusta yang
berasal dari kebenaran.
Jadi oleh karena pengurapan kita
semakin giat melayani TUHAN dan semakin suka mendengar Firman Tuhan. Orang yang
tidak suka mendengar Firman TUHAN, berarti dia belum ada dalam pengurapan. Itu
sebabnya kita harus berada di tempat kudus.
2.
Ia dikhususkan oleh Tuhan.
Kehidupan yang dikhususkan oleh
TUHAN ada di dalam…
Mazmur 17:7-8 --- Perikop: "Diburu
dengan tak bersalah."
(17:7) Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang
menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap
pemberontak. (17:8) Peliharalah aku seperti biji mata,
sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu
Dikhususkan = MENJADI BIJI MATA
TUHAN.
Artinya: Dilindungi dan dipelihara
oleh Tuhan di tengah-tengah dunia yang semakin hari semakin sulit, semakin hari
semakin sukar.
Demikian juga dalam…
Ulangan 32:10
(32:10) Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di
tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan
diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya.
Sekalipun di tengah-tengah ketandusan
dan auman padang belantara, Tuhan tampil untuk melindungi dan memelihara
bangsa Israel, mereka dijadikan sebagai biji mata Tuhan.
- “Ketandusan” = Kekeringan dunia;
artinya: kasih semakin dingin, berarti orang tidak peduli dengan sesamanya,
tidak peduli dengan agama.
- “Auman padang belantara” / auman
binatang, antara lain: binatang yang pertama yang keluar dari dalam
laut; itulah antikris, kemudian binatang yang kedua yang
keluar dari dalam bumi; itulah nabi-nabi palsu. (Wahyu 13:1) (Wahyu
13:11)
Saudara, percayakanlah hidupmu kepada Firman Allah, jangan
percayakan dirimu dengan mamon, cukupkanlah hidupmu dengan gajimu, jangan lebih
dari pada itu, jika lebih dari pada itu maka disebutlah itu kenajisan
percabulan.
Hari ini memang merasa tercukupi oleh kenajisan percabulan,
tetapi nanti … susah hidupmu, akhirnya menjalankan ibadah bolong-bolong,
perasaan daging dipertahankan, sehingga semua disalahkan; salahkan khotbah yang
disampaikan, dan salahkan TUHAN dengan sungut-sungut, seperti … Yehezkiel
33:17 -- Tindakan Tuhan tidak tepat! Padahal tindakan mereka yang
tidak tepat.
Lebih baik cukupkan dirimu dengan gajimu, pasti TUHAN tolong
sebelum tiba hari penghakiman.
Zakharia 2:7 --- Perikop: "Orang-orang buangan
dipanggil pulang."
(2:7)
Ayo, luputkanlah dirimu ke Sion, hai, penduduk Babel!
Luputkanlah dirimu sampai kepada puncak ibadah (gunung
Sion), berbicara soal; kesucian dan kesempurnaan serta doa
penyembahan; disitu tempat kita untuk meluputkan diri dari ketandusan dan
auman padang belantara.
Babel, berbicara soal: kenajisan percabulan/kaya oleh
kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel …(Wahyu 13:3).
Zakharia 2:8
(2:8)
Sebab beginilah Firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah
mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu -- sebab siapa
yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya --:
Kehidupan yang dikhususkan, adalah; kehidupan yang dijaga
dan dipelihara oleh Tuhan, TIDAK ADA YANG DAPAT MENYENTUH BIJI MATA
TUHAN sekalipun berada di tengah-tengah ketandusan dan auman padang
belantara.
Satu kali dunia akan tandus, kering-kering, tidak
menghasilkan buah, karena pada akhirnya;
-
Korban sehari-hari akan dirampas, itu berbicara soal ketandusan,
-
Kemudian tampillah auman binatang (auman padang belantara) yaitu;
binatang pertama yang keluar dari dalam laut itulah antikris, dan
binatang kedua yang keluar dari dalam bumi itulah nabi-nabi palsu.
Akan tetapi siapa yang menjamah biji mata TUHAN, siapa yang
menjamah kehidupan yang dikhususkan oleh TUHAN, sama artinya menjamah biji mata
TUHAN
.
Siapa yang bisa menjamah biji mata TUHAN?... jawabnya: tidak ada yang bisa.
Itu sebabnya kita semua harus ada di tempat kudus, yaitu;
RUANGAN SUCI, berbicara soal ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok
= tekun tergembala dihadapan TUHAN.
Akhir kata, TETAPLAH DI TEMPAT KUDUS TUHAN, jangan keluar
dari situ.
Jadi dari sini kita sudah bisa melihat, TUHAN telah mengutus
utusannya, yang mendahului Dia.
Tujuannya: untuk mempersiapkan jalan bagi Raja.
Sekarang pertanyaannya: Di manakah Yohanes
mempersiapkan jalan bagi Tuhan?
Jawabnya: Yohanes mempersiapkan jalan bagi Tuhan di PADANG
GURUN ... Markus 1:4 -- “… demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang
gurun ...”
Lebih rinci tentang; JALAN YANG DIPERSIAPKAN DI PADANG
GURUN.
Yesaya 40:3
(40:3)
Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk
TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!
Jadi disini dikatakan:
- Persiapkanlah
di padang gurun jalan untuk TUHAN.
- Luruskanlah di
padang belantara jalan raya bagi Allah kita!
Mari kita lihat JALAN YANG DILURUSKAN DAN DIPERSIAPKAN DI
PADANG GURUN.
Yesaya 40:4-5
(40:4)
Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan;
tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang
berlekuk-lekuk menjadi dataran; (40:5) maka kemuliaan TUHAN akan
dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh,
TUHAN sendiri telah mengatakannya."
ada 2 hal yang harus diperhatikan:
Yang pertama:
-
Lembah harus ditutup -> Kerendahan hati yang palsu.
-
Gunung dan bukit diratakan -> Kesombongan dan keangkuhan.
Yang kedua: Tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah
yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran.
“Tanah” disini
berbicara tentang HATI, yaitu: TANAH YANG RATA dan menjadi DATARAN.
Jadi hati ini harus datar dan rata. Hati ini
harus benar, harus beres atau lebih tepatnya sudah berdamai dengan dirinya
sendiri (ia sudah selesai dengan diri sendiri), itu namanya mempersiapkan jalan
bagi TUHAN. Dimana? Di padang gurun (di padang belantara).
Kalau seseorang belum berdamai dengan diri sendiri (belum
selesai dengan dirinya); sulit rasanya untuk datang kepada TUHAN, sulit rasanya
datang beribadah dan melayani TUHAN
Tetapi lihatlah tugas dari seorang utusan yang
mendahului TUHAN, dia telah mempersiapkan jalan bagi TUHAN.
Hasilnya:
tampaklah KEMULIAAN TUHAN / kemuliaan TUHAN akan dinyatakan, seperti yang
tertulis dalam… Yesaya 40:5 -- maka kemuliaan TUHAN akan
dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh,
TUHAN sendiri telah mengatakannya."
Yesaya 51:2-3
(51:2)
Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu;
ketika Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan
memperbanyak dia.
Keturunan Abraham harus hidup dari iman Abraham.
Saudara, sebelum kita membaca Yesaya 53:1 … ketika
seseorang sudah berdamai dengan dirinya, berarti; sudah meninggalkan kerendahan
hati yang palsu serta kesombongan dan keangkuhan, maka tampaklah kemuliaan
TUHAN … Yesaya 40:5.
Kemuliaan TUHAN kalau dikaitkan dengan Pola Kerajaan Sorga
terkena kepada RUANGAN MAHA SUCI, disitulah Skeniah Gloria ada di antara 2
kerub di atas tutupan Grafirat, kemudian kemuliaan yang sama juga
dinyatakan di dalam…. Yesaya 51:3 -- Sebab TUHAN
menghibur Sion, menghibur segala reruntuhannya; Ia membuat padang gurunnya
seperti taman Eden dan padang belantaranya seperti taman TUHAN. Di situ
terdapat kegirangan dan sukacita, nyanyian syukur dan lagu yang nyaring.
Gambar Tabut Perjanjian.
Tuhan membuat padang gurun seperti taman Eden.
Tuhan membuat padang belantara seperti taman Tuhan
Taman di Eden / taman Tuhan kalau dikaitkan dengan Pola
Tabernakel terkena kepada RUANGAN MAHA SUCI, disitulah nampak kemuliaan TUHAN,
itu menunjuk kepada nikah suci, nikah yang sudah dipulihkan.
Tanda hubungan dipulihkan; disitu ada DOA PENYEMBAHAN, bagaikan dua pohon yang ada di
tengah-tengah taman itu, bagaikan mengangkat dua tangan sebagai penyerahan diri
sepenuhnya.
Doa penyembahan adalah cermin dari nikah yang suci.
Itu adalah tanda Yohanes mempersiapkan jalan bagi TUHAN.
Gambar Taman Eden.
TERKAIT DENGAN KEMULIAAN ADA DALAM…
Wahyu 12:13-14 --- Perikop: "Naga memburu perempuan
itu."
(12:13)
Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu
perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu (12:14) Kepada perempuan
itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke
tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu
selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
Dari sini kita bisa melihat; bahwasanya utusan Tuhan telah
mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Reruntuhan Sion sudah dipulihkan,
itu adalah gambaran dari nikah yang suci, wujudnya adalah Doa penyembahan,
dari penyembahan inilah kita layak menerima kedua sayap
burung nasar yang besar, kegunaannya: untuk menerbangkan kita ke
padang belantara (padang gurun).
Berarti utusan Tuhan telah mempersiapkan jalan bagi Tuhan,
selanjutnya masuk dalam pesta nikah Anak Domba.
Saudara, kalau kita bijaksana, maka kita harus memikirkan
apa yang harus dikerjakan oleh utusan TUHAN. Beda dengan orang yang bodoh; dia
terlena dengan dunia, dia terlena dengan kenajisan percabulan yang disuguhkan
oleh dunia, yaitu: perempuan Babel.
Tetapi orang yang bijaksana dia mengambil keputusan yang
bijaksana, dia memikirkan apa yang dikerjakan oleh utusan TUHAN yang mendahului
TUHAN sebelum TUHAN datang terlebih dahulu, semua sudah diselesaikan di
padang gurun.
Saudara, betapa bahagianya kita ada di dalam ketekunan tiga
macam ibadah pokok, betapa ruginya bila kita jauh dari ketekunan tiga macam
ibadah pokok.
Ingat! Rencana TUHAN ini sedang berlangsung dalam kehidupan
kita, maka jangan berlambat-lambatan lagi, jangan bermasa bodoh, jangan
menunda-nunda untuk meninggalkan kehidupan yang lama tetapi kita harus kembali
kepada TUHAN, yaitu: keadilan dan kebenaran.
TUHAN Yesus Kristus memberkati kita semua. Amen.
TUHAN YESUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI.
Pemberita Firman:
Pdt.
Daniel U.Sitohang

