KAMI NANTIKAN KESAKSIAN-KESAKSIAN SAUDARA YANG SUDAH MEMBACA FIRMAN TUHAN PADA BLOG INI

Terjemahan

Search This Blog

IBADAH RAYA MINGGU, 18 OKTOBER 2026



IBADAH RAYA MINGGU, 18 OKTOBER 2026

KITAB WAHYU

WAHYU 20:4

(SERI: 3)


Subtema:  PENDIRIAN DARI ORANG-ORANG YANG MATI MARTIR


Shalom

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, yang oleh karena rahmatNya kita boleh dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, sehingga kita boleh datang menghadap Dia di dalam Ibadah Raya Minggu disertai kesaksian Roh.


Saya juga tidak lupa menyapa Bapak/Ibu saudara terkasih, yang mengikuti secara online atau live streaming, video internet, baik dari Youtube, Facebook atau tiktok. Selanjutnya, biarlah damai sejahtera dari Sorga, dari ALLAH memenuhi hati kita dan oleh damai sejahtera ada sukacita, bahagia saat kita duduk diam menikmati sabda ALLAH.


Selanjutnya, marilah kita mengikuti KITAB WAHYU sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu dan kita masih berada pada Wahyu 20:4a. Namun tetaplah berdoa dalam Roh, mohonlah kemurahan dari pada TUHAN, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.


Wahyu 20:4A --- Perikop: “Kerajaan seribu tahun.”

(20:4) Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena Firman ALLAH; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun.


Rasul Yohanes melihat: “… takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya …” kemudian kepada mereka diberikan kuasa untuk menghakimi.

Dengan demikian, TUHAN telah menggenapi janji-Nya atau perkataan-Nya kepada orang-orang kudus-Nya.


Hal ini telah kita bahas bersama-sama dari Injil Lukas 22 dan Injil Matius 19. Semoga pembahasan demi pembahasan tersebut menjadi berkat yang besar bagi kita semua, selanjutnya berbekas di dalam hati kita masing-masing.


Sekarang kita akan masuk pada…

Wahyu 20:4B

(20:4) Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena Firman ALLAH; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun.


Rasul Yohanes melihat: “… jiwa-jiwa yang dipenggal …” atau dipancung kepalanya karena 3 (tiga) hal, antara lain:

  1. “Karena kesaksian Yesus.”

  2. “Karena Firman ALLAH.”

  3. “Karena mereka tidak menyembah binatang dan patungnya, serta tidak menerima tanda binatang pada dahi atau tangan kanan mereka.”


Tiga hal di atas merupakan pendirian dari orang-orang yang mati dipancung atau kepalanya dipenggal sehingga mereka disebut orang-orang yang MATI MARTIR (mati syahid).


Ketiga pendirian rohani tersebut sesuai dengan kehendak ALLAH yaitu sesuai dengan 3 (tiga) alat yang ada pada Ruangan Suci.

Biarlah itu menjadi pendirian kita, dan untuk pendirian ini kita memang harus bayar harga.

Tidak ada orang yang masuk dalam Kerajaan Sorga secara gratisan, semua harus bayar harga, jadi jangan suka cari jalan yang lebar.


Mari kita akan buktikan KEBENARANNYA…

Kisah Para Rasul 2:42

(2:42) Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.


Disini kita melihat, “… gereja mula-mula bertekun dalam pengajaran rasul-rasul …”, antara lain:

  1. Tekun dalam PERSEKUTUAN, inilah yang disebut dengan: Kesaksian Yesus.

Bagi kita sekarang: Tekun dalam Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian Roh.

  1. Tekun dalam MEMECAHKAN ROTI, inilah yang disebut dengan; Firman ALLAH yang dipecah-pecahkan.

Bagi kita sekarang: Tekun dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci (menikmati tubuh dan darah Yesus).

  1. Tekun dalam BERDOA.

Bagi kita sekarang: Tekun dalam Ibadah Doa Penyembahan = Tidak menyembah binatang dan patungnya serta tidak menerima tanda binatang di dahi atau di tangan kanan.


Jadi kalau ibadah kita sudah sampai kepada tingkat ibadah yang tertinggi (puncak ibadah) itulah yang disebut doa penyembahan = tidak menyembah binatang dan patungnya serta tidak menerima tanda binatang itu baik di dahi atau di tangan kanan.


Inilah yang menjadi pendirian bagi orang-orang yang mati martir (mati syahid) dan ini juga harus menjadi pendirian kita, mengingat kedatangan TUHAN sudah diambang pintu (sudah dekat). 

Jadi jangan bermain-main dengan nyawa.


Singkat kata, kita harus mempunyai pendirian yang teguh terhadap Pengajaran Mempelai dan Pengajaran Tabernakel, sehingga tidak mudah diombang-ambingkan oleh; pengajaran-pengajaran yang lain dan oleh roh-roh yang menyesatkan. Ini harus menjadi landasan hidup kita / pendirian kita. Karena orang yang masuk dalam Kerajaan Sorga tidak ada yang gratisan, tetapi setiap orang harus rela bayar harga.

Lebih baik hari ini kita kehilangan nyawa, kehilangan hidup, dengan cara mengorbankan diri dan kepentingan diri karena TUHAN Yesus Kristus, dari pada mempertahankan nyawa atau kepentingan diri, namun pada akhirnya harus kehilangan nyawa.


Tampilkan…

Matius 16:25

(16:25) Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.


Jadi kita belajar dari orang-orang yang mati martir ini. Mereka mempunyai pendirian yang kuat dan teguh, sehingga tidak mudah diombang-ambingkan oleh ajaran-ajaran lain, tidak mudah diombang-ambingkan oleh roh-roh penyesat. 

Penyesatan itu tidaklah datang dengan tiba-tiba seperti seorang penyerbu, tetapi pelan-pelan (halus) sekali datangnya, namun sanggup mengubah cara berpikir manusia. 

Jadi hati-hati, pengertian yang sudah kita dapat dari TUHAN, harus dipertahankan.


Intinya, berpegang teguh pada ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok sudah menjadi pendirian kita masing-masing, sebab tiga macam ibadah pokok adalah sarana untuk membawa kita sampai kepada puncak ibadah, yaitu; doa penyembahan, sehingga kita bebas dari penyembahan yang keliru. 


Kita baca…

Wahyu 6:9

(6:9) Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena Firman ALLAH dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki.


Di sini Rasul Yohanes melihat jiwa-jiwa mereka yang telah mati martir / jiwa-jiwa yang kepalanya dipenggal / dipancung itu, sebab mereka mati karena:

  1. Firman ALLAH.

  2. Kesaksian Yesus yang mereka miliki.

Mereka tidak mempertahankan nyawa, mereka rela kehilangan nyawa, istilah kita sekarang di hari-hari terakhir ini adalah RELA KORBANKAN KEPENTINGAN DIRI, demi dua hal tersebut.


Jadi, tekun dalam tiga macam ibadah pokok menurut Pola Tabernakel, itu sudah seharusnya menjadi pendirian kita, juga sudah menjadi harga mati.


Tadi pemimpin pujian berkata: “TINGGALLAH DISINI”, maka sidang jemaat menjawab: “TEKUN DALAM TIGA MACAM IBADAH POKOK”, berarti miliki Firman ALLAH, dan Kesaksian Yesus Kristus, tidak menyembah binatang (antikris).


Mereka (orang-orang yang mati martir) memiliki; Firman ALLAH dan Kesaksian Yesus. Maka kita akan melihat 2 (dua) perkara tersebut.


Dimulai dari… 

Terkait: “FIRMAN ALLAH”


Roma 4:17

(4:17) seperti ada tertulis: "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa" -- di hadapan ALLAH yang kepada-Nya ia percaya, yaitu ALLAH yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan Firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.


Orang-orang yang hidup dari iman Abraham adalah orang-orang yang percaya kepada ALLAH Abraham, Ishak, dan Yakub yaitu:

  1. “ALLAH yang menghidupkan orang mati.”

Perlu untuk diketahui: Upah dosa adalah MAUT, tetapi ALLAH Abraham, Ishak, dan Yakub sanggup menghidupkan orang yang mati.

Jadi betul saja, kita memang harus hidup dari iman Abraham, percaya kepada ALLAH Abraham, Ishak dan ALLAH nya Israel. Jangan percaya kepada allah lain / ilah-ilah lain, jangan percaya kepada berhala-berhala. 


Terkait dengan; MENGHIDUPKAN ORANG YANG MATI

Roma 8:11

(8:11) Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.


Singkat kata, Roh ALLAH telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, maka kita juga dihidupkan, dibangkitkan bersama-sama dengan Kristus, dengan syarat; asal saja Roh ALLAH diam dan berkuasa penuh atas kehidupan kita masing-masing.


Biarlah kiranya Roh ALLAH yang suci itu mendominasi seluruh kehidupan kita, 

  • mendominasi tubuh, jiwa, dan roh kita, 

  • mendominasi hati, pikiran dan perasaan kita, sehingga dengan demikian kita juga akan dibangkitkan. 


Malam ini hidup kita sedang didominasi oleh Roh ALLAH yang suci, dengan bukti: kita sekarang berada di tengah-tengah kegiatan Roh ALLAH yang berkuasa untuk membangkitkan dan menghidupkan.

Jadi perhatikanlah pendirian kita masing-masing.


  1. “Menjadikan dengan Firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.”

Intinya, Firman ALLAH sanggup dan sangat berkuasa untuk mengadakan segala sesuatu dari yang tidak ada. Tidak ada yang mustahil bagi Firman TUHAN ALLAH.


Singkat kata;

  • Kuasa ALLAH menghidupkan orang mati. Sedangkan,

  • Firman ALLAH memiliki daya cipta, sebab berkuasa untuk mengadakan segala sesuatu dari yang tidak ada .

Hal ini semuanya ditujukan hanya kepada manusia dan tidak berlaku pada malaikat, sehingga apabila malaikat jatuh/berbuat dosa maka secara otomatis malaikat berubah menjadi Setan.

Jadi hal inilah yang membuat setan semakin cemburu kepada manusia.


Inilah Firman ALLAH yang dimiliki oleh orang-orang yang mati martir. 


Terkait: “KESAKSIAN YESUS YANG MEREKA MILIKI”

Wahyu 19:10A

(19:10) Maka tersungkurlah aku di depan kakinya untuk menyembah dia, tetapi ia berkata kepadaku: "Janganlah berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama dengan engkau dan saudara-saudaramu, yang memiliki kesaksian Yesus. Sembahlah ALLAH! Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat."


Rasul Yohanes memiliki kesaksian Yesus, maka kita juga harus memiliki kesaksian Yesus. 

Jangan kita sama seperti manusia duniawi, yang nafsunya tinggi untuk memiliki segala perkara-perkara di dunia ini, ingin ini, ingin itu, semua ingin dimiliki, dan sangat ambisi akan hal itu.

Tetapi kita lihat hamba-hamba TUHAN (hamba-hamba dalam kebenaran), mereka menghambakan diri kepada Firman, mereka memiliki kesaksian Yesus. 

Kalau diberkati tidak salah, kalau berhasil dalam segala perkara pun di bumi ini tidak salah, tetapi jangan nafsu  untuk memiliki satu perkara (kenajisan percabulan) akhirnya nanti ngutil sana ngutil sini, tidak semangat untuk mendengar Firman TUHAN lagi.


Wahyu 19:10B

(19:10) Maka tersungkurlah aku di depan kakinya untuk menyembah dia, tetapi ia berkata kepadaku: "Janganlah berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama dengan engkau dan saudara-saudaramu, yang memiliki kesaksian Yesus. Sembahlah ALLAH! Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat."


Kita memang harus menyembah ALLAH, dengan lain kata: ibadah kita harus sampai kepada tingkat yang tertinggi/puncak ibadah itulah doa penyembahan, alasannya adalah karena kesaksian Yesus adalah ROH NUBUAT.


Di sini dikatakan: “… kesaksian Yesus adalah roh nubuat …”

Mengapa dikatakan roh nubuat? Karena memang belum terjadi, tetapi sedang terjadi dan akan terjadi. Sebab Kristus adalah YA bagi semua janji ALLAH ... 2 Korintus 1:20.


Tugas nabi adalah bernubuat, berarti; memberitahukan (menceritakan) menyampaikan segala sesuatu tentang apa yang akan terjadi di depan.

Jadi jelas sekali bahwa; kesaksian Yesus adalah roh nubuat, semuanya nanti akan tergenapi.


Sedangkan NUBUAT yang TERBESAR adalah satu kali gereja TUHAN akan dibawa masuk dalam kegerakan yang besar, yaitu pembangunan tubuh Kristus, disebutlah itu gereja TUHAN yang sempurna atau menjadi Mempelai Wanita TUHAN, dimana kualitas rohaninya sederajat dengan TUHAN Yesus Kristus, Dialah Mempelai Laki-laki sorga yang kita nanti-nantikan, itulah yang menjadi nubuat yang terakhir dan yang terbesar.


Demi ini kita harus mempertaruhkan kepentingan diri selama hayat dikandung badan dan selagi masih ada waktu dan kesempatan, karena satu kali nanti siang menjadi gelap, di situ tidak ada lagi kesempatan, itulah yang disebut puncak gelap malam, tepatnya pada saat antikris menjadi raja, berkuasa dan memerintah atas seantero dunia. Itu puncak gelap malam, di situ tidak ada lagi kesempatan untuk mengerjakan keselamatan.

Orang dunia saja tahu apa yang akan terjadi pada tahun 2030, masakan kita bermasa bodoh, sementara Firman ALLAH telah dibukakan, lalu kita masih juga bermasa bodoh? Berapa banyak nanti orang yang mati di tahun 2030, dan orang dunia saja tahu.


Saya ini bukan orang berilmu secara duniawi, saya ini hanya belajar dari rencana TUHAN.

Tetapi ternyata pemberitaan Firman ALLAH yang menggembalakan kita sampai malam ini, sungguh relevan sekali dengan keadaan dunia sekarang ini dan hal itu tidak dapat dipungkiri.

Sebagai gembala, saya mau sampaikan: jangan lawan hati nurani mu. Kalau sudah tahu yang baik, bertahan saja/peganglah itu kuat-kuat. 


Jadi nubuat yang terbesar dan yang terakhir adalah; satu kali gereja dibawa masuk dalam kegerakan yang besar yaitu pembangunan tubuh Kristus, disebutlah itu gereja TUHAN yang sempurna atau menjadi mempelai wanita TUHAN, dimana pada saat kedatangan TUHAN kembali untuk kedua kalinya, Ia tampil sebagai:

  • Raja di atas segala raja dalam kemuliaan yang heran.

  • Mempelai Laki-Laki Sorga.

Sedangkan gereja TUHAN yang sempurna menjadi mempelai wanita TUHAN, tampil tanpa cacat cela, istilah lain; bercahaya kemuliaan ALLAH.


Saudara, Iblis tahu harga nubuat ini, Iblis tahu tentang nubuat yang terbesar dan yang terakhir ini, hal ini jelas menimbulkan kecemburuan bagi Iblis/setan. 

Di awal tadi saya sudah sampaikan; Firman ALLAH dan kesaksian yang mereka miliki, sudah menjadi pendirian dari orang-orang yang mati martir, sehingga mereka rela untuk membayar harga, sebab Firman ALLAH dan kesaksian Yesus yang mereka miliki itu hanya ditujukan kepada manusia, dan tidak berlaku kepada malaikat. Itu sebabnya begitu malaikat jatuh dan berbuat dosa mereka langsung berubah menjadi Setan.


Tetapi kepada manusia, renungkanlah… berapa kali kita jatuh? Berapa kali kita berbuat dosa? Berapa kali kita meninggalkan Dia? Berapa kali kita mengkhianati cintanya TUHAN? … Tetapi sampai malam ini hati-Nya tetap tertuju kepada ku dan kepada mu, kepada kita semua, Dia tidak pernah meninggalkan kita. Sejauh mana kita menyerahkan diri kepada TUHAN, maka sejauh itulah hubungan kita kepada TUHAN. Jadi jangan pernah katakan TUHAN meninggalkan kita.

Jadi menjadi Mempelai Wanita TUHAN menimbulkan kecemburuan bagi Iblis/Setan.


Saudara, Iblis itu tadinya berada di hadapan ALLAH sebagai malaikat, namun pada akhirnya jatuh dan dosanya tidak akan pernah terampuni.

Singkat kata, darah Yesus hanya berlaku bagi manusia dan tidak berlaku bagi malaikat. Demikian juga Firman ALLAH berlaku hanya bagi manusia dan tidak berlaku bagi malaikat.

Malaikat itu hanya suruhan saja, istilah sekarang; hanya pembantu saja.

Maka kecemburuan dari malaikat nampak di dalam … 1 Petrus 1:12 -- (1:12) Kepada mereka telah dinyatakan, bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, tetapi melayani kamu dengan segala sesuatu yang telah diberitakan sekarang kepada kamu dengan perantaraan mereka, yang oleh Roh Kudus, yang diutus dari sorga, menyampaikan berita Injil kepada kamu, yaitu hal-hal yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat.


Jadi kalau malaikat tidak hati-hati, maka mereka akan jatuh dan dosa mereka tidak akan terampuni.

Oleh sebab itu, marilah kita mempertahankan Firman Allah dan kesaksian Yesus, sebab kesaksian Yesus adalah Roh nubuat.


Saya tambahkan…

Matius 16:26

(16:26) Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?


Untuk memiliki Sorga bukan karena gagah hebat dan kuat kita, bukan karena kita memiliki harta, kekayaan, dan uang yang banyak, bukan karena kita memiliki kedudukan, jabatan, dan pangkat yang tinggi, maka jelas sekali bahwasanya; untuk memiliki Kerajaan Sorga HARUS berani BAYAR HARGA.


Jadi orangtua juga harus bijaksana terhadap anak-anak, kalau orangtua tidak bijaksana, maka anak yang akan menjadi korban. 

Mungkin saudara menganggap perkataan saya sepertinya tidak mempunyai pengaruh (belum ada apa-apanya / tidak punya power), tetapi satu kali saudara akan mengerti dan akan ingat apa yang saya sampaikan pada malam ini. Saya tidak untuk menakut-nakuti, saya hanya menyampaikan saja, supaya nanti kita jangan salahkan TUHAN, jangan kita salahkan keadaan. 

Kita tidak boleh mempersalahkan keadaan, apa yang kita alami sekarang ini, itu yang terbaik dan kita harus menyikapi hal itu dari sisi yang rohani, bukan dari sisi yang lahiriah, bukan dengan bentuk logika, karena susah hati kita melihat salib dalam bentuk logika.


Mari kita belajar dari orang-orang yang mati martir, yang kepalanya dipenggal / dipancung karena pendirian kepada Firman ALLAH dan Kesaksian Yesus dan tidak mau menyembah binatang dan patungnya.


Kita kembali membaca…

Wahyu 6:9

(6:9) Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena Firman ALLAH dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki.


Di sini dikatakan: "... di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka ..."

Menunjukkan bahwa orang-orang yang mati martir adalah jiwa yang telah melekat atau menyatu dengan mezbah.


Jangan sampai perkara-perkara duniawi berada di atas jiwa kita, tetapi yang benar adalah; jiwa kita ada di bawah Mezbah.


Mari kita melihat JIWA MENYATU DENGAN MEZBAH.

1 Korintus 9:15

(9:15) Tetapi aku tidak pernah mempergunakan satu pun dari hak-hak itu. Aku tidak menulis semuanya ini, supaya aku pun diperlakukan juga demikian. Sebab aku lebih suka mati dari pada ...! Sungguh, kemegahanku tidak dapat ditiadakan siapa pun juga!


Pada bagian B perkara pertama yang harus kita perhatikan adalah Paulus berkata: “aku lebih suka mati dari pada ...!"

"..." tersebut dapat diisi dengan:

  1. Aku lebih suka mati dari pada “melayani karena upah.”

  2. Aku lebih suka mati dari pada “tidak melayani.”

  3. Aku lebih suka mati dari pada “tidak mengasihi TUHAN.”


Ini adalah satu teladan yang baik untuk diperhatikan oleh seorang imam, pelayan TUHAN, hamba-hamba TUHAN. Jadi hamba TUHAN harus murni hatinya di tengah ibadah pelayanan dan tulus mengasihi TUHAN dan sesama, tidak pura-pura, dan tidak ada kepentingan.

Supaya baik saya sebagai Pengkhotbah maupun sidang jemaat disebut juga kawanan domba yang mendengarkan Firman Penggembalaan, sama-sama kita merasakan pertolongan daripada TUHAN.


Kemudian di sini dikatakan: "... kemegahanku tidak dapat ditiadakan siapapun juga!" 

Menunjukkan bahwa jiwa Paulus telah menyatu dengan mezbah.

Sebab Paulus bermegah hanya dalam kelemahan, dan itu terbukti dalam kisah; “duri dalam daging”. Di situ Paulus berkata: -- Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat … 2 Korintus 12:10.


Bahkan Paulus “rela menjadi domba sembelihan” di tengah ibadah pelayanan kepada TUHAN, sebagaimana tertulis dalam Roma 8:36.

Dari fakta-fakta ini jelas menunjukkan bahwa jiwa Paulus telah menyatu dengan mezbah = sudah mendarah daging dengan ibadah dan pelayanan.

Jiwa kita juga hendaklah menyatu dengan mezbah; ibadah pelayanan. Ibadah pelayanan ini hendaklah mendarah daging dalam kehidupan kita. 


1 Korintus 9:16

(9:16) Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.


Jadi sudah jelas sekali bahwa, jiwa Paulus benar-benar menyatu dengan mezbah karena Paulus juga berkata: "… Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil ..."

Pendeknya, Paulus telah mempersembahkan domba jantan kedua itulah tahbisan, artinya: mengkhususkan diri hanya bagi TUHAN sampai jiwa kita menyatu dengan mezbah.


Setiap orang yang dipanggil untuk melayani TUHAN maka darinya akan dituntut 3 (tiga) korban binatang:

  1. Korban lembu jantan, disebutlah itu korban pendamaian.

  2. Domba jantan satu, berbicara tentang korban bakaran atau penyerahan diri sepenuhnya.

  3. Domba jantan kedua, berbicara tentang tahbisan yaitu mengkhususkan diri hanya bagi TUHAN, memisahkan dari dunia -- hagiazo -- untuk mentahbiskan diri.


Jadi jelas Paulus telah mempersembahkan domba jantan kedua kepada TUHAN, sebagai korban tatangan. Ini adalah keadaan dari pada orang-orang yang mati martir yang dituliskan pada… Wahyu 20:4B – “… jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya.”


Maka ini harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh. Bukankah TUHAN dengan segenap hatinya mengasihi kita? Bukankah TUHAN hadir di tengah-tengah kita lalu membongkar isi hati-Nya, supaya isi hati TUHAN sampai kepada hati kita masing-masing? Tidak ada yang seperti Dia, pribadi yang berterus terang dan tulus mengasihi kita. Oleh sebab itu, sambutlah hati TUHAN yang tulus dan cinta TUHAN yang murni itu.


Kita kembali membaca…

Wahyu 6:9-10

(6:9) Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena Firman ALLAH dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki. (6:10) Dan mereka berseru dengan suara nyaring, katanya: "Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?"


Di sini kita melihat, waktu pembukaan meterai yang kelima, orang-orang yang mati martir (kepala dipenggal / dipancung), mereka berdoa pada mezbah disebutlah itu jiwa-jiwa yang berseru.

Ini adalah suatu tanda/sinyal bahwasanya orang-orang yang dibunuh karena Firman ALLAH dan dibunuh karena memiliki kesaksian Yesus: HIDUP, TIDAK MATI.


Berarti Wahyu 6:10 sama persis dengan Matius 16:25 -- barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.

Maka di ayat 26 -- Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?


Inilah yang dijanjikan TUHAN, maka peganglah janji TUHAN, supaya satu kali kelak kita duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

Itu sebabnya berkali-kali saya katakan, andaikata ada yang binasa dari antara kita itu bukan kesalahan dari TUHAN, tetapi jelas itu karena kelalaian manusia.

Jadi pegang janji TUHAN ini, jangan dilepaskan lagi karena ambisi dan daging, korbankan saja kepentingan diri ini, kalaupun harus kehilangan nyawa demi nama TUHAN – karena Firman dan kesaksian Yesus – nanti kita hidup. 

Lihatlah mereka yang mati martir, kepalanya dipancung, mereka berdoa pada mezbah, tepatnya pada saat meterai kelima dibuka, itulah jiwa-jiwa yang berseru dengan suara nyaring kepada TUHAN.

Itu tanda dan bukti bahwa mereka hidup dan tidak mati.


Mari kita lihat kisah yang sama: MATI tetapi HIDUP.

Kejadian 4:8

(4:8) Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.


Di sini kita melihat; “… Kain memukul Habel …”, lalu “… membunuh dia ...”

Ini namanya mati menderita sengsara tanpa dosa atau dibenci tanpa alasan.

Mengapa saya katakan mati tanpa dosa, dibenci tanpa alasan?

Karena sesungguhnya, kalau kita perhatikan pada ayat sebelumnya, cikal bakalnya dimulai dari ayat 1-4; begitu dua anak ini besar, mereka pun masing-masing mempersembahkan korban kepada TUHAN. 


Pada ayat 3; “Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah kepada TUHAN” berarti dia tidak mempersembahkan segenap hatinya kepada TUHAN, hanya sebagian dari tanah hatinya. Maka sebagian lagi kemana? Tentu kepada tuhan-tuhan yang lain. 

Sedangkan pada ayat 4; Habel juga mempersembahkan korban yaitu; anak sulung kambing dombanya. 

Kita tahu terkait dengan hak kesulungan, Lewi diambil dari antara dua belas suku Israel menjadi milik TUHAN (anak sulung); tugasnya melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN serta melayani umat Israel. Inilah yang dipersembahkan oleh Habel. 

Bukan hanya itu yang Habel persembahkan, namun juga, “lemak-lemaknya”; berarti mempersembahkan korban yang terbaik kepada TUHAN. 

Lalu pada ayat 5; Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan oleh TUHAN karena ia hanya mempersembahkan sebagian (separuh) dari hasilnya tanahnya (hati), namun sebagian lagi kepada yang lain. Inilah yang disebut dengan orang yang suka mendua hati sehingga kalau kita perhatikan lagi pada ayat ini, “hati Kain menjadi panas.”

Orang yang menduakan TUHAN, hatinya suka panas dan mukanya muram (cemberut) saja setiap hari. 


Kejadian 4:6-8

(4:6) Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? (4:7) Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya." (4:8) Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.


Sebetulnya, pada ayat 6-7 TUHAN sudah mengingatkan Kain, supaya berhenti dari dosa panas hati dan muka muram. Tetapi dia tidak mau berubah. Klimaksnya nampaklah pada ayat 8; dia memukul Habel adiknya itu lalu membunuh dia. 

Jadi pendeknya Habel mati tanpa dosa, serta dibenci tanpa sebab. 

Inilah gambaran dari orang-orang yang mati martir, seperti orang-orang yang dipancung / dipenggal kepalanya karena Firman Allah dan memiliki kesaksian Yesus.


Kejadian 4:9

(4:9) Firman TUHAN kepada Kain: "Di mana Habel, adikmu itu?" Jawabnya: "Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?" 


TUHAN bertanya kepada Kain, itu bukan berarti TUHAN tidak tahu apa yang sedang terjadi. Sesungguhnya TUHAN tahu, namun TUHAN mau supaya Kain kembali kepada TUHAN. Tanda kembali kepada TUHAN ialah; mau mengakui dosanya dengan jujur. Tetapi disini, Kain tidak mau mengakui dosanya, sehingga dosa ditimbun oleh dosa, yaitu; dosa panas hati, muka muram, ditimbun oleh dosa membunuh dan dosa dusta, sehingga dosa itupun bertimbun-timbun, bertumpuk-tumpuk sampai ke langit. 

Lalu Kain juga berkata; “Apakah aku penjaga adikku?”. Artinya Kain sama sekali tidak peduli dengan Habel adiknya. 


Kejadian 4:10

(4:10) Firman-Nya: "Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah.


“Apakah yang telah kauperbuat ini?” TUHAN mengatakan hal ini kepada Kain bukan berarti TUHAN tidak tahu apa-apa, tetapi TUHAN masih menunggu pengakuan dosa dari Kain. 

Ingat saudara, untuk yang kesekian kali saya sampaikan, dosa tidak akan pernah hilang (sirnah) karena ditelan waktu / lamanya waktu. Namun dosa itu hanya bisa diampuni / dihapuskan hanya oleh darah salib Kristus, tetapi syaratnya: mau mengakui dosa, dengan jujur.


Di sini kita melihat darah Habel berteriak kepada TUHAN dari tanah menunjukkan bahwa DARAH HABEL TIDAK MATI, sebab di dalam darah terletak lah jiwa/nyawa manusia … Imamat 17:11 -- Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah. 2000 (dua ribu) tahun yang lalu Yesus telah menderita di atas kayu salib. 


Jadi TUHAN sudah terlebih dahulu menunjukkan kasih setia-Nya kepada saya dan saudara, bukan kasih palsu, bukan kasih pura-pura. Dan oleh darah itulah kita selain ditebus dari dosa, juga selanjutnya berdamai dengan ALLAH.

Tetapi Kain tidak mau menghargai darah salib Kristus, sehingga apa yang terlihat? akhirnya dosa bertimbun-timbun sampai ke langit.

Kita sudah melihat gambaran dari orang yang mati martir, mati dibunuh bukan karena dosa, dibenci tanpa alasan. Habel tidak tahu apa-apa, tiba-tiba hati Kain panas dan mukanya muram, lalu berencana untuk membunuh Habel.

Sebetulnya baik Kain dan Habel masing-masing mereka berurusan kepada TUHAN, artinya; kalau Kain dan persembahannya ditolak itu bukan salahnya Habel, tetapi memang ini adalah satu fakta yang tidak bisa terelakkan, bahwasanya hal itu akan dialami oleh orang-orang yang mati martir (mati syahid), yang kepalanya dipenggal / dipancung.


Mari kita lihat bagian-bagian yang terakhir…

Wahyu 6:11

(6:11) Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka.


Dari sini kita bisa melihat dengan “samar-samar” bahwasanya mereka satu kali dilayakkan menjadi imamat rajani, duduk di atas takhta walaupun belum terjadi, namun sedang berproses dan akan terjadi.


Jadi kepada mereka diberikan “sehelai jubah putih”, juga kepada mereka dikatakan: “mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi sampai genap jumlah kawan-kawan pelayan” yang turut mati martir.


Jadi kitapun di hari-hari terakhir ini bersabar-sabar saja, walaupun susah, sulit dan sukar dalam menghadapi segala perkara, sabar saja, sampai nanti segala sesuatunya akan tergenapi, karena kesaksian Yesus adalah Roh nubuat.


BENARKAH KESAKSIAN YESUS ROH NUBUAT?

Wahyu 20:4

(20:4) Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena Firman ALLAH; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun.


Sudah TERGENAPI bahwa KESAKSIAN YESUS betul-betul ROH NUBUAT.

Jadi orang-orang yang mati martir pada akhirnya dihidupkan, lalu masuk pada Kerajaan seribu tahun damai, duduk di atas takhta-takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel bersama-sama dengan Kristus. 


Sabar-sabar saja, apapun yang sedang terjadi dalam nikah dan rumah tangga, dalam kegiatan aktivitas pekerjaan, usaha, dagang, bisnis, baik sebagai petani, perkantoran, pelajar, kuliah; SABAR SAJA sampai genap orang-orang yang mati martir, satu kali kita akan dihidupkan dan masuk pada kerajaan seribu tahun damai untuk memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus, untuk masa seribu tahun di bumi ini, itulah yang disebut perhentian yang besar. Tidak ada lagi dosa, tidak ada lagi godaan, tidak ada lagi air mata, tidak ada lagi sengsara, selain BAHAGIA dalam KEKEKALAN bersama-sama dengan Dia untuk SELAMA-LAMANYA. Amin.


TUHAN YESUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI


Pemberita Firman:

Gembala Sidang:Pdt. Daniel U. Sitohang