IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 22 OKTOBER 2026
MALEAKHI 3:1A
(Seri: 16)
Subtema: MENCAPAI KEPENUHAN KRISTUS
Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya kita dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan Perjamuan Suci.
Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN yang turut bergabung lewat online atau live streaming, atau video internet, baik dari YouTube, Facebook, Tiktok. Kiranya damai sejahtera dari Sorga, dari Allah memenuhi ruangan ini dan hati kita, dan saudara yang mengikuti lewat online, sehingga oleh damai sejahtera itu, kita boleh merasakan sukacita dan bahagia saat kita duduk diam menikmati sabda Allah.
Selanjutnya, mari kita mengikuti Study Maleakhi sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan Suci.
Dan kita masih berada pada Maleakhi 3:1a. Dan malam ini merupakan seri pemberitaan firman Allah untuk yang ke 16 kalinya, oleh karena kemurahan hati TUHAN.
Namun tetaplah berdoa dalam Roh, mohonlah kemurahan dari hati TUHAN, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.
Maleakhi 3:1A
(3:1) Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak TUHAN yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, Firman TUHAN semesta alam.
Disini dikatakan: "Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku!"
Marilah kita melihat dan mengenali UTUSAN YANG MENDAHULUI TUHAN TERSEBUT …
Matius 11:10-11 --- Perikop: “Yesus dan Yohanes pembaptis” (bagian 14)
(11:10) Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu. (11:11) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.
Ternyata utusan yang mendahului Tuhan tersebut adalah YOHANES PEMBAPTIS.
Adapun tugas Yohanes sebagai utusan Tuhan adalah; “mempersiapkan jalan bagi Tuhan”.
Demikian juga seorang hamba Tuhan, teramat lebih seorang gembala/pemimpin sidang jemaat, memiliki tugas pokok yaitu; mempersiapkan sidang jemaat di dalam hal menyongsong kedatangan Tuhan kembali ke dalam dunia yang fana ini untuk kedua kalinya
Pada saat Tuhan datang pada kali kedua, Dia tampil:
Sebagai Tuhan yang harus disembah.
Sebagai Raja dalam kemuliaan yang teramat besar dan sebagai Mempelai Laki-laki Sorga.
Sebagai TUHAN yang harus disembah telah kita bahas, sebagai Raja dalam kemuliaan yang besar juga telah kita bahas. Berarti malam ini kita kembali membahas terkait; “sebagai Mempelai Laki-laki Sorga”.
Terkait: YESUS TAMPIL SEBAGAI MEMPELAI LAKI-LAKI SORGA (Bagian 3)
Wahyu 19:6-7 --- Perikop: "Perjamuan kawin Anak Domba."
(19:6) Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena TUHAN, ALLAH kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. (19:7) Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
Pada saat Yesus datang kembali ke dalam dunia yang fana ini untuk yang kedua kalinya:
Ia tampil sebagai Raja (ayat 6).
Ia tampil sebagai Mempelai Laki-Laki Sorga (ayat 7). Sebab pada ayat 7 dikatakan: "Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia." Menunjukkan bahwa Yesus tampil sebagai Mempelai Laki-Laki Sorga. Sementara, gereja Tuhan yang dianggap layak untuk menjadi pengantin perempuan adalah gereja Tuhan yang telah “SIAP SEDIA”.
Terkait: GEREJA YANG TELAH SIAP SEDIA
Efesus 4:11-13
(4:11) Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, (4:12) untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, (4:13) sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak ALLAH, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,
Tuhan memperlengkapi orang-orang kudus, yaitu: hamba-hamba Tuhan dengan 5 jabatan, yakni; rasul, nabi, penginjil, gembala, guru.
Bagi pekerjaan pelayanan.
Bagi pembangunan tubuh Kristus
Istilah "pembangunan tubuh Kristus" merujuk kepada KESATUAN TUBUH KRISTUS, meskipun anggota-anggota tubuh Kristus itu banyak dan berbeda-beda, -- ada tangan, kaki, mulut, hidung, mata, telinga, dan seterusnya -- namun sudah menjadi satu, itu yang dimaksud dengan pembangunan tubuh Kristus.
Ibarat satu bangunan berasal dari beberapa material, antara lain; ada batu, ada pasir, ada bata, ada kawat, ada besi, dan seterusnya, berbeda-beda tapi sudah menjadi SATU.
Sudah menjadi satu = Sempurna = Mulia Kalau kita mengacu pada Yohanes 17:22-23: “... Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: (17:23) Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.
Jadi kalau anggota tubuh sudah menjadi satu = sempurna berarti layak untuk berada di dalam kemuliaan.
Contoh salah satu anggota tubuh, tangan terputus, itu namanya cacat cela. Tapi kalau semuanya sudah menyatu, itu berarti sempurna, tanpa cacat, layak untuk dibawa masuk dalam kemuliaan, yaitu; pesta nikah anak domba. Ini tujuan ibadah kita, bukan sekedar datang kumpul-kumpul, jemaat banyak.
Pendeknya, gereja yang sempurna adalah gereja yang TELAH SIAP SEDIA, maksudnya ...
Telah mencapai kesatuan iman.
Telah mencapai pengetahuan yang benar tentang Anak Allah.
Telah mencapai kedewasaan penuh.
Telah mencapai tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.
Bagian a, b, dan c telah kita bahas pada minggu-minggu yang lalu. Malam ini kita masuk pada pembahasan:
MENCAPAI TINGKAT PERTUMBUHAN YANG SESUAI KEPENUHAN KRISTUS.
Jadi kalau kita datang beribadah harus mengalami pertumbuhan rohani, supaya dikatakan layak menjadi kepenuhan Kristus. Kalau tidak mengalami pertumbuhan, maka tidak akan sampai kepada kepenuhan Kristus.
Efesus 1:22-23.
(1:22) Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. (1:23) Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.
Kristus adalah Kepala bagi jemaat. Sedangkan, jemaat adalah tubuh Kristus, berarti KEPENUHAN KRISTUS.
Tubuh ini adalah kepenuhan Kristus, tubuh ini bukan kepenuhan setan, tubuh ini bukan kepenuhan dari perempuan Babel, tubuh ini bukan kepenuhan dengan segala perkara-perkara dunia.
Ingat, kita harus mengalami pertumbuhan rohani, supaya dikatakan layak menjadi kepenuhan Kristus.
Lebih dalam tentang kepenuhan Kristus …
Ibrani 6:1-2 --- Perikop: "Peringatan supaya jangan murtad."
(6:1) Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah, (6:2) yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal.
Asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus ialah: Percaya, bertobat, dibaptis air, dipenuhkan Roh Kudus.
Terkait dengan; asas-asas pertama kita lanjut baca dalam …
Kisah Para Rasul 2:36-40
(2:36) Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus." (2:37) Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" (2:38) Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. (2:39) Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita." (2:40) Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."
Disini dikatakan; "Berilah dirimu diselamatkan."
Bukti (tanda) kita diselamatkan:
Mengakui/menerima Yesus yang disalibkan adalah Tuhan dan Kristus = Percaya. Bila dikaitkan dengan pola Tabernakel terkena kepada PINTU GERBANG.
Bertobatlah. Bila dikaitkan dengan pola Tabernakel terkena kepada MEZBAH KORBAN BAKARAN.
Dibaptis air. Bila dikaitkan dengan pola Tabernakel terkena kepada KOLAM PEMBASUHAN TEMBAGA.
Jadi sebelum dibaptis harus terlebih dahulu bertobat.
Kira-kira anak-anak mengerti untuk bertobat? jawabnya tidak. Jadi yang dibaptis adalah orang yang bertobat.
Dibaptis Roh El Kudus / penuh dengan Roh El Kudus.
Bila dikaitkan dengan pola Tabernakel terkena kepada PINTU KEMAH.
Jadi praktek-praktek dalam ibadah dan pelayanan harus sesuai dengan Pola Tabernakel, tidak asal-asal, tidak sembarangan. Ibadah dan pelayanan itu tidak boleh dijalankan sesuai dengan pengertian manusiawi.
Sekarang timbul pertanyaan: Sesudah diselamatkan, selanjutnya tindakan kita apa?
Karena di dalam Tuhan tidak ada kamus; sekali selamat tetap selamat, seperti pengertian dari kebanyakan orang Kristen di akhir zaman ini. Teologi kemakmuran berkata "sekali selamat tetap diselamatkan."
Di dalam Tuhan tidak ada kamus; sekali selamat tetap selamat, tetapi keselamatan itu harus dikerjakan. 2000 tahun lalu TUHAN sudah kerjakan keselamatan, dan bagi kita sekarang keselamatan itu harus dikerjakan. Oleh sebab itu, tidak boleh malas dan berdiam diri seperti orang yang bermasa bodoh.
Marilah kita lihat; KESELAMATAN ITU HARUS DIKERJAKAN …
Ibrani 6:1
(6:1) Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah,
“Mari tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus”, yaitu:
percaya
bertobat
dibaptis
dipenuhkan Roh Kudus.
Tindakan kita selanjutnya; kerjakan keselamatan itu dengan takut dan gentar dengan cara meninggalkan “asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus” dan beralih kepada “PERKEMBANGANNYA YANG PENUH.”
Yang dimaksud dengan; perkembangan yang penuh, yaitu: “mencapai tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus”.
Lebih detail lagi terkait: perkembangan yang penuh.
Kisah Para Rasul 2:41-42 -- Perikop: "Cara hidup jemaat yang pertama."
(2:41) Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. (2:42) Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
“Yang memberi diri diselamatkan kira-kira 3000 jiwa”.
Segala sesuatu yang tertulis dalam Alkitab tidak ada istilah kebetulan baik tanda titik, maupun tanda koma, dan tanda seru, terlebih kata-kata dalam satu kalimat. Demikian juga; jumlah mereka yang kira-kira 3000 jiwa memiliki arti.
“3000 jiwa” kalau dikaitkan dengan Pola Tabernakel terkena kepada Ruangan Suci dan Ruangan Maha Suci, dengan rincian:
panjang dari Ruangan Suci sampai Ruangan Maha Suci 30 hasta.
lebarnya 10 hasta.
tingginya 10 hasta
Berarti, 30 x 10 x 10 = 3000 hasta.
2000 hasta -> Ruangan Suci, berarti tempat penyucian.
1000 hasta -> Ruangan Maha Suci, berarti tempat penyempurnaan
2000 + 1000 = 3000 hasta. Ini yang diselamatkan.
Jadi, tidak hanya berhenti sekali selamat tetap selamat, maksudnya tidak berhenti hanya sebatas; percaya, bertobat, dibaptis air, dipenuhkan Roh Kudus. Namun sesudah diselamatkan, tindakan kita berikutnya adalah, mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar. Sementara tempat kita untuk mengerjakan keselamatan itu adalah; Pada Ruangan Suci dan Ruangan Maha Suci, bukan di daerah Halaman.
Pendeknya, pola Tabernakel, begitu akurat dan sistematis membawa kita masuk dalam Kerajaan Sorga. Maka kita bersyukur, sampai sejauh ini kita digembalakan oleh Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.
RUANGAN SUCI adalah; tempat penyucian, sedangkan RUANGAN MAHA SUCI adalah; tempat Penyempurnaan. Kita tidak mungkin sempurna sebelum kita disucikan. Berarti pertama-tama yang harus kita perhatikan adalah; Ruangan Suci.
Terkait: RUANGAN SUCI.
Pada Ruangan Suci ada 3 (tiga) alat:
Meja Roti Sajian -> Persekutuan dengan Firman Allah dan perjamuan suci = Domba-domba DIBERI MAKAN sehingga ada kekuatan.
Firman Allah adalah makanan rohani kita. Kalau kita makan maka kita memiliki kekuatan, tetapi berbeda dengan mereka yang tidak mendapat asupan atau makanan, satu kali akan rebah dan tidak bangkit-bangkit saat dunia dalam kekeringan.
Pelita Emas -> Persekutuan dengan Roh Kudus = Domba-domba DIBERI MINUM. Berarti, dipuaskan dari rasa dahaga, seperti perempuan Samaria.
Dahulu waktu perempuan Samaria dalam keadaan dahaga, dia berzina dengan enam laki-laki. Lima laki-laki sebelumnya, dan sekarang tinggal bersama satu laki-laki tepatnya saat perempuan Samaria berjumpa dengan Yesus.
Jadi kaum muda remaja harus diberi minum, itu berarti; penuh dengan Roh Kudus, dengan demikian kita dipuaskan dari rasa dahaga.
Gambaran dari perempuan Samaria di akhir zaman; haus kedudukan, haus kekayaan, haus jabatan, haus takhta, lupa jam-jam ibadah, akhirnya terjadilah kenajisan percabulan, seperti perempuan Samaria. Sebab itu kerjakanlah keselamatan itu dengan takut dan gentar.
Mezbah Dupa -> Persekutuan dengan kasih Allah Bapa = Domba-domba DIBERI NAFAS atau bernafas di dalam kasih Allah.
Jadi kalau sampai pada hari ini kita bisa bernafas itu adalah kasih dan kemurahan TUHAN. Coba tutup hidung 3 menit saja kita tidak akan mampu.
Mari kita tingkatkan penyerahan kita, sehingga hidup kita benar-benar mantap dalam Doa Penyembahan dan hidup dalam penyerahan diri pada TUHAN.

Kalau kita amat-amati 3 alat di Ruangan Suci jelas ada kaitannya dengan tabiat Allah Trinitas.
MEJA ROTI SAJIAN tabiat dari Yesus Anak Allah; Firman Allah.
PELITA EMAS tabiat dari Roh Allah yang Suci.
MEZBAH DUPA tabiat dari Allah Bapa, itulah kasih ALLAH.
Pendeknya, Ruangan Suci adalah tempat domba-domba tergembala atau di sebutlah itu kandang penggembalaan bagi domba-domba.
Kita ini adalah domba-domba, TUHAN adalah gembala, berarti kita harus berada dalam Ruangan Suci. Kalau kita menjadi domba-domba berarti tekun dalam tiga macam ibadah pokok, seperti malam ini ada dalam ketekunan Ibadah Pendalam Alkitab disertai dengan perjamuan Suci; persekutuan dengan Firman Allah dan Perjamuan Suci.
Tabernakel itu miniatur Sorga, itu berarti, ibadah-ibadah yang kita kerjakan, tidak boleh dijalankan dengan sesuka hati, tetapi harus menggunakan Pola Kerajan Sorga; miniaturnya adalah Tabernakel. Jangan ragu dengan Pola Tabernakel karena Tabernakel adalah miniatur kerajaan Sorga.
Sejenak kita bandingkan dengan …
1 Timotius 4:6
(4:6) Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini.
Timotius adalah; anak rohani dari Rasul Paulus …
Timotius terdidik dalam pokok-pokok iman, disebut juga; asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus, yaitu: percaya, bertobat, dibaptis air, penuh Roh kudus.
Tidak hanya mengerti ajaran soal keselamatan, tapi Timotius juga TERDIDIK DALAM AJARAN SEHAT.
“AJARAN SEHAT” jelas itu menunjuk kepada Perkembangan yang penuh, tempatnya adalah Ruangan Suci dan Ruangan Maha Suci. Persis seperti 3000 jiwa tadi, mereka tidak hanya diselamatkan lewat; percaya, dibaptis, dipenuhkan Roh kudus, tetapi mereka yang diselamatkan itu beralih pada perkembangan yang penuh untuk mengerjakan keselamatan.
Sudah diselamatkan, tetapi keselamatan itu harus dikerjakan. Betul dosa sudah ditebus dengan darah Anak Domba, tetapi keselamatan itu harus kita kerjakan. Jadi tidak boleh berhenti hanya “pada pokok-pokok iman”, itulah asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus, tapi harus beralih pada perkembangan yang penuh, yaitu; menerima AJARAN SEHAT. Sementara tempat untuk menerima ajaran sehat ialah; berada di dalam Ruangan Suci.
Malam ini kita ada dalam Ruangan Suci, secara khusus tekun dalam ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan Suci, terkena pada Meja Roti sajian, satu dari tiga alat yang di Ruangan Suci. Pendeknya, dalam kandang penggembalaan, kita menerima ajaran sehat, supaya mengerti untuk mengerjakan keselamatan.
Tidak cukup hanya diselamatkan, tapi keselamatan itu harus dikerjakan, berarti, berada pada Ruangan Suci = berada pada penggembalaan untuk menerima ajaran sehat.
AJARAN SEHAT:
Yohanes 10:3
(10:3) Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.
Gembala memanggil domba-domba yang tergembala dengan AJARAN SEHAT. Dan hal itu tidak ditemukan di daerah Halaman.
Halaman itu tempat untuk berjalan-jalan, hari ini jalan ke Gereja A, besok jalan ke gereja B, lusa ke gereja C, tanpa ajaran sehat. Tapi malam ini kita ada dalam kandang penggembalaan (Ruangan Suci) untuk menerima ajaran sehat, sehingga kita mengerti untuk mengerjakan keselamatan itu dengan takut dan gentar. Tidak bisa kita mengerjakan keselamatan itu kalau tidak mendapatkan ajaran sehat.
Jadi keselamatan itu tidak hanya untuk ditonton, tetapi harus dikerjakan. Bagaimana kita mengerjakannya? Jawabnya: melalui ajaran sehat, sebagaimana dalam Yohanes 10:3: … gembala memanggil domba-dombanya tentu saja dengan ajaran sehat.
Adapun ajaran sehat tersebut antara lain:
Cahaya Injil.
Firman Allah yang hidup.
Kabar Mempelai.
Tentang: CAHAYA INJIL TENTANG KEMULIAAN KRISTUS.
2 Korintus 4:3-4
(4:3) Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, (4:4) yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.
“Cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus” itulah; Firman pengajaran yang rahasianya dibukakan.
Oleh sebab itu, jemaat harus berdoa, supaya ketika firman disampaikan terjadi pembukaan rahasia firman. Jadi untuk mengerjakan keselamatan itu harus terima ajaran sehat, antara lain; cahaya injil tentang kemuliaan Kristus, disebut Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan.
Soal: PEMBUKAAN RAHASIA FIRMAN
Manfaat pembukaan rahasia Firman:
Mazmur 119:130
(119:130) Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.
Bila terjadi pembukaan rahasia firman Allah, manfaatnya 2 (dua) hal:
Memberi terang.
MEMBERI TERANG -> Imamat Rajani.
Kita buktikan pada 1 Petrus 2:9: “... Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: …”
Adapun tugas imamat rajani (imam-imam, raja-raja = pelayan-pelayan TUHAN) adalah; memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia yakni; salib di Golgota.
Memberitakan salib tidak mesti dari mulut, tetapi juga bisa dari perbuatan. Beritakanlah salib; dari tutur kata dengan rendah hati, termasuk sikap, solah tingkah dengan rendah hati = salib sedang diberitakan.
Memberitakan salib di Golgota, tidak mesti dari khotbah, dari perbuatan, solah tingkah, sikap, tindakan yang mau mengalah, dengan cara demikian salib sedang diberitakan. Sebaliknya, ngotot-ngotot, itu bukan terang ajaib, itu bukan imamat rajani.
Beritakanlah salib, di rumah, di tempat pekerjaan di sekolah/tempat kuliah, dimanapun kita berada, kenapa? Karena kita sudah diterangi lewat pembukaan rahasia Firman, pikiran ini sudah diterangi. Dahulu gelap dalam pemikiran, sehingga tidak mengerti untuk memberitakan salib, tetapi sekarang sudah diterangi lewat pembukaan rahasia Firman, yaitu; cahaya injil tentang kemuliaan Kristus. Kerjakanlah keselamatan itu dengan takut dan gentar.
Jadi kita bersyukur, malam ini kita mendapatkan yaitu; pembukaan Rahasia Firman Allah, manfaatnya Memberi terang.
PRAKTEK MEMBERITAKAN SALIB
Wahyu 5:10
(5:10) Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi."
Sesudah ditebus, selanjutnya menjadi imamat rajani, berarti akan memerintah sebagai raja di bumi.
Memerintah sebagai raja = tuan, bukan hamba, atau bukan budak dosa. Inilah praktek menjadi imamat rajani.
Contoh: Roma 9:12: “... dikatakan kepada Ribka: "Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda," …”
Anak yang tua -> ESAU, dikatakan sebagai budak dosa/hamba dosa.
Anak yang muda -> YAKUB, dikatakan sebagai tuan.
Hal itu bisa dilihat dari Kejadian 25:27: “... Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi seorang yang pandai berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi Yakub adalah seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah …”
Terkait dengan ESAU:
“Seorang yang pandai berburu”/sibuk berburu daging, menunjukkan bahwasanya Esau hidup di dalam hawa nafsu dan keinginan-keinginan daging yang jahat.
“Suka tinggal di padang”.
“Padang” -> dunia dengan segala sesuatu yang ada di dalamnya. Yang ada di dalam dunia menurut 1 Yohanes 2:16: “... Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia …”
Jadi dari sini saja sudah kelihatan bahwasanya Esau adalah; hamba (budak) dosa, dia tidak akan mungkin dipakai oleh TUHAN untuk menjadi terang ajaib, sebab dia tidak layak untuk menjadi imamat rajani, karena tugas imamat rajani adalah memberitakan salib. Esau tidak memberitakan salib, sebaliknya ia sibuk berburu daging, dan suka tinggal di Padang gambaran dari dunia.
Kita bandingkan dengan Yakub anak yang muda:
Terkait dengan; YAKUB:
Seorang yang tenang.
Tenang di sini adalah gambaran dari satu kehidupan, dimana ibadahnya sudah sampai kepada puncaknya yaitu doa penyembahan. Orang yang sudah berada pada penyembahan adalah orang yang tenang. Sedangkan orang yang sibuk dengan urusan ini, urusan itu, dia tidak akan ada dalam penyembahan. Jadi orang yang tenang menggambarkan jati diri seseorang bahwa dia sudah sampai kepada puncak ibadah yaitu doa penyembahan. Sama seperti air menjadi jernih kalau tenang, karena semua kotoran itu akan turun ke bawah, jernih berpikir, dan menikmati penyembahan.
Dari sini saja kita sudah melihat, bahwa Yakub layak untuk disebut sebagai imamat rajani, memerintah sebagai raja di bumi, berarti; tuan, bukan hamba dosa, dia tidak mau dikacaukan oleh segala sesuatu kesibukan yang ada di dunia ini.
Suka tinggal di kemah.
Malam ini kita ada dalam ketekunan yaitu; Ibadah Pendalam Alkitab disertai dengan perjamuan Suci, disebut juga ibadah meja roti sajian. Mencerminkan, bahwasanya kita adalah tuan, bukan hamba atau budak dosa, kita memerintah dosa, bukan diperintah dosa. Kita tuan atas daging dan keinginannya, kita bukan hamba oleh daging dan keinginannya. Tuan, berarti kita yang menentukan. Itu sebabnya dari tadi saya katakan; bukan berarti sekali selamat tetap selamat, akan tetapi keselamatan itu harus dilanjutkan, tidak boleh dibiarkan begitu saja, yang benar; keselamatan itu harus dikerjakan seperti 3000 jiwa tadi.
Memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.
Kalau mendapat pengertian dari pembukaan firman Allah, maka orang bodoh menjadi BIJAKSANA.
Dahulu bodoh, buktinya: Segala dosa diperbuat. Tapi sekarang setelah ada pembukaan rahasia Firman; memberi pengertian kepada orang-orang bodoh, tidak lagi mengulangi kesalahan-kesalahan sebagai perbuatan yang bodoh = bijaksana.
Orang pandai berbeda dengan orang yang bijaksana. Orang pandai mungkin mengerti bidang sains, ilmu pasti (Matematika) atau ilmu teknologi yang begitu canggih dan mutakhir. Tapi orang yang bijaksana tidak hanya pandai, tetapi sikapnya luar biasa, dia punya etika, punya tatakrama, punya kerendahan di hati, dia punya kesucian. Bijaksana dalam berkata-kata, bijaksana dalam bertindak. Orang pandai tidak sama dengan orang bijaksana, orang pandai mungkin pandai dalam satu bidang, tapi dia bisa membedakan antara yang baik dengan yang tidak baik.
Daniel 12:3
(12:3) Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.
Orang-orang bijaksana sama seperti bintang-bintang di langit. Tugas pokok orang bijaksana adalah menuntun banyak orang kepada kebenaran. Sedangkan orang pandai tidak mengenal kebenaran.
Kalau kita berusaha untuk menuntun banyak orang kepada kebenaran itu namanya sikap bijaksana. Sementara orang yang hanya memikirkan diri sendiri (egois) adalah orang yang tidak bijaksana. Orang bijaksana tidak egois, sebaliknya orang yang egois tidak bijaksana, karena ia hanya memikirkan dirinya sendiri.
Jadi kita harus tau mengerjakan keselamatan itu dengan takut dan gentar, tidak cukup sekali selamat tetap selamat. Jadi jangan egois lagi saudara, jadilah bijaksana. Tugas pokok orang bijaksana; menuntun banyak orang kepada kebenaran, persis seperti Bintang Timur menuntun orang Majus ke tempat Yesus dilahirkan. Jadilah bintang-bintang di bumi ini.
Wahyu 22:16
(22:16) "Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang."
Bintang Timur Putera Fajar menyesatkan. Tapi Yesus adalah bintang Timur yang gilang-gemilang, Dia adalah pribadi yang bijaksana lebih dari orang-orang yang bijaksana, karena Dia adalah TUHAN, Dia telah menuntun seisi dunia ini untuk dibawa sampai kepada Kerajaan Sorga, sebab Alkitab berkata; Carilah dahulu Kerajaan Sorga dan kebenarannya.
Tugas orang bijaksana menuntun banyak orang kepada kebenaran. Dimana kebenaran itu? Jawabnya; di Sorga. Seisi dunia dituntun oleh Bintang Timur, gilang gemilang sampai kepada kebenaran di dalam kerajaan Sorga. Di dunia ini penuh dengan kecurangan, ketidak adilan, zolim, hanya ada kecurangan, hanya bikin susah orang lain, anak-anak bikin susah hati orang tua, dan seterusnya. Tapi Bintang Timur gilang gemilang akan menuntun banyak orang sampai kepada kebenaran, berarti sampai kepada kerajaan Sorga. Kita ada didunia ini hanya bersifat sementara
Kita sudah mendapat pengertian-pengertian tentang mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar. Kiranya apa yang sudah kita dengar berbekas di dalam hati kita masing-masing, membebat hati kita semua, dengan lain kata kita bisa merasakan lawatan, jamahan. Dua tangan diulurkan melawat kita, menjamah kita, dan itu adalah kemurahan yang besar.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang