KAMI NANTIKAN KESAKSIAN-KESAKSIAN SAUDARA YANG SUDAH MEMBACA FIRMAN TUHAN PADA BLOG INI

Terjemahan

Search This Blog

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 30 JULI 2026



IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 30 JULI 2026

MALEAKHI 3:1

(Seri: 4)

 

Subtema: IOTA & TITIK

 

Shalom.

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, oleh karena kemurahan hati Tuhan kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus, sehingga kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci.

 

Saya juga tidak lupa menyapa saudara/i, bapa ibu terkasih yang mengikuti secara online / live streaming / video internet baik dari Youtube maupun dari Facebook dimanapun saudara berada. Selanjutnya, kiranya damai sejahtera yang melampaui akal dan pikiran hati kita sekaligus memenuhi hati dan hidup kita, sekaligus ada kesukaan dan bahagia saat kita duduk diam menikmati sabda Allah.

 

Selanjutnya, mari kita ikuti STUDY MALEAKHI sebagai firman penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci. Kita masih berada pada Maleakhi 3:1A dan malam ini merupakan serig pemberitaan untuk yang ke-4.

Namun, tetaplah berdoa dalam roh dan mohon kemurahan daripada Tuhan supaya Firman yang dibukakan meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.

 

Maleakhi 3:1A --- Perikop: “TUHAN datang untuk menghukum”

(3:1) Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.

 

Disini dikatakan: "Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku!"

 

Kita akan melihat UTUSAN TUHAN tersebut.

Matius 11:10-11

(11:10) Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu. (11:11) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.

 

Utusan yang mendahului Tuhan adalah YOHANES PEMBAPTIS.

Pekerjaannya ialah untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan, Dia Raja di atas segala raja, Ia akan bersemayam dalam takhta kemuliaan-Nya, dalam kemuliaan yang sangat besar.

Demikian Tuhan datang kembali untuk kedua kali dalam dunia yang fana ini.

 

Kita harus percaya dan yakin bahwa Yohanes telah diutus untuk mempersiapkan jalan bagi Sang Raja, maka kita juga harus percaya dengan pribadi Yohanes Pembaptis yang telah diutus  Tuhan, dia adalah;

-          sebagai perintis bagi jalan Raja,

-          sebagai nabi terakhir,

-          sebagai nabi yang terbesar dari Perjanjian Lama.

 

Syarat untuk menjadi yang terbesar:

Alkitab mengatakan "namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga" artinya: Yohanes Pembaptis adalah pribadi yang RENDAH HATI dan rela menjadi KECIL.

 

Yohanes 3:28

(3:28) Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya.

 

Yohanes Pembaptis adalah utusan Tuhan untuk mendahului Tuhan = Mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Kemudian, Yohanes Pembaptis bersaksi dengan TULUS dan JUJUR, sebab dia menyadari diri bahwa dia hanya seorang hamba yang sedang menunjukkan suatu tanggung jawab di hadapan Tuhan.

 

Yohanes 3:30

(3:30) Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.

 

Pengakuan Yohanes Pembaptis: "Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil."

Pendeknya, dari pengakuan ini:

-          Kita harus menjadi kecil supaya Tuhan menjadi besar dalam hidup kita.

Tuhan tidak akan nampak besar dalam kehidupan kita jika kita tidak menjadi kecil.

-          Kita harus berkurang-kurang supaya Tuhan bertambah-tambah dalam diri kita.

Kalau keinginan daging tidak berkurang maka pribadi Tuhan tidak akan bertambah dalam hidup kita.

Oleh sebab itu, semakin hari kita harus semakin kecil supaya Tuhan semakin besar dari hidup kita, dan makin hari kita harus makin berkurang-kurang supaya Tuhan semakin bertambah-tambah dalam hidup kita.

 

Pertanyaan: MENGAPA KITA HARUS SEMAKIN KECIL DAN TUHAN SEMAKIN BESAR?

Jawabnya: … Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari Sorga ... Yohanes 3:27.

Berarti, MENJADI KECIL dan RENDAH HATI adalah kasih karunia. Demikian halnya memiliki Kerajaan Sorga juga hanya karena kasih karunia.

Kalau pada akhirnya kita dibawa masuk dalam Kerajaan Sorga itu adalah kasih karunia, bukan karena gagah hebat dan kuat kita, bukan dari hasil usaha seseorang, bukan karena kita orang saleh, bukan karena perbuatan baik.

 

Mari kita TELAAH KEMBALI kalimat dalam Matius 11:11: "... yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya."

Pendeknya, Kristus adalah yang terkecil di dalam Kerajaan Sorga, sebab selama hidup-Nya di atas muka bumi ini Dia hanya melakukan apa yang menjadi kehendak Allah Bapa di Sorga. Dia datang ke dunia ini bukan karena kehendak-Nya tetapi Dia datang ke dunia ini karena melakukan kehendak Allah Bapa di Sorga.

 

Efesus 4:7

(4:7) Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.

 

Kepada kita telah dianugerahkan kasih karunia menurut TAKARAN TUHAN.

Kenapa menurut "takaran Tuhan"? Karena hanya Tuhan yang tahu sejauh mana kita dapat menyangkal diri dan memikul salib.

Pendeknya, salib yang dipikul tiap orang TIDAK SAMA, sebab kekuatan dari setiap  orang juga tidak sama.

 

Efesus 4:8-9

(4:8) Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia." (4:9) Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah?

 

Yesus telah naik ke tempat yang tinggi, berarti Ia telah dipermuliakan. Menunjukkan kepada kita bahwa Yesus telah turun ke bagian bumi yang paling bawah.

Artinya: Yesus telah menderita sengsara dan mati di atas kayu salib.

 

Filipi 2:8

(2:8) Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

 

Dalam keadaan sebagai manusia:

a.       Ia telah merendahkan diri-Nya.

b.      Taat sampai mati bahkan sampai mati di atas kayu salib.

Pendeknya, bukan saja hanya merendahkan diri tetapi Yesus telah taat sampai mati bahkan sampai mati di kayu salib = RELA MENJADI KECIL.

 

Mengapa saya katakan bahwa Yesus rela menjadi kecil? Karena Ia telah turun ke bagian bumi yang paling bawah, berarti lebih kecil dari Yohanes Pembaptis.

 

Matius 5:17 --- Perikop: "Yesus dan hukum Taurat."

(5:17) "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

Yesus datang ke dunia ini untuk menggenapi hukum Taurat, pendeknya hukum Taurat telah digenapi atau dieksekusi habis di atas kayu salib.

 

Kita akan bahas soal MERENDAHKAN DIRI dan MENJADI KECIL.

Matius 5:17 --- Perikop: “Yesus dan hukum Taurat.”

(5:17) "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

 

Yesus datang ke dunia ini untuk menggenapi seluruh hukum Taurat.

Pendeknya, seluruh hukum Taurat telah dieksekusi habis di atas kayu salib.

 

Matius 5:18

(5:18) Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

 

Satu iota dan satu titik tidak akan dihapus dari hukum Taurat.

 

Terkait: SATU IOTA.

Iota adalah kumpulan terkecil dari abjad Yunani yang berjumlah 9 huruf, yaitu huruf A sampai huruf I. Hal ini berbicara tentang KERENDAHAN DI HATI.

Iota -> Orang yang mau merendahkan dirinya.

 

Contoh KERENDAHAN DI HATI.

Yohanes 12:23

(12:23) Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.

 

Singkat kata, di balik salib ada kemuliaan dan dibalik kemuliaan ada salib.

 

Yohanes 12:24

(12:24) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

 

"Biji gandum jatuh ke dalam tanah."

JATUH KE DALAM TANAH = Merendahkan diri, sama seperti Yesus dari Sorga turun ke bumi.

 

Bukti bahwa Yesus telah merendahkan diri-Nya di hadapan orang-orang Yahudi.

Matius 11:13-14

(11:13) Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes (11:14) dan -- jika kamu mau menerimanya -- ialah Elia yang akan datang itu.

 

Semua nabi dan semua kitab Taurat telah bernubuat bahwa Yesus akan menderita sengsara dan mati di atas kayu salib, bangkit pada hari ketiga, lalu naik ke Sorga (dipermuliakan) setelah 40 hari di bumi.

 

Kemudian, Yohanes Pembaptis juga bernubuat dengan hal yang sama, akan tetapi orang-orang Yahudi tidak peduli dan tidak menghiraukannya karena tidak percaya.

Sampai hari ini orang Yahudi tidak percaya/menolak bahwa Yesus telah mati di atas kayu dan sampai saat ini orang Yahudi masih menantikan kedatangan "Mesias."

 

Fakta kebenaran: YESUS TELAH MERENDAHKAN DIRI-NYA

Yohanes 1:10-11

(1:10) Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. (1:11) Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.

 

Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Bahkan, Ia datang kepada milik kepunyaanNya, tetapi orang kepunyaan-Nya tidak menerima-Nya. Ini adalah tanda kerendahan di hati.

 

Kita harus membuktikan diri sebagai orang yang rendah hati. Kerendahan di hati bukan dari perkataan tetapi dari perbuatan, apabila kita ditolak dan kita mau menerimanya itu adalah tanda kerendahan di hati.

Umpama seseorang telah melakukan sesuatu yang baik tetapi ia ditolak, maka itu adalah tanda kerendahan di hati, jika ia mau berdiam diri.

 

Kita harus membuktikan di hadapan Tuhan sebagai orang yang rendah hati, mungkin telah banyak berbuat baik lalu ditolak maka terima saja karena kita mau menunjukkan diri kita sebagai anak-anak Tuhan yang rendah hati. Jangan sampai melayani dan karena pelayanan itu dia berjerih lelah, lalu dia mau diakui, itu bukanlah kerendahan di hati.

Oleh sebab itu, jangan ada kerendahan hati yang palsu yaitu wajah yang begitu seram menjadi bagus karena AI, atau suara jelek berubah menjadi bagus karena AI. Yang Tuhan mau adalah kerendahan hati yang murni yaitu A sampai I itulah IOTA.

 

Setan sudah membuat banyak kemiripan-kemiripan, jika kita tidak hati-hati maka ini sangat berbahaya. Darimana kita dapat mengetahui bahwa AI adalah kerendahan hati yang palsu? Jelas dari Firman Tuhan. Maka perlu kita rendah hati dan dengan kerendahan di hati kita dapat tekun dalam tiga macam ibadah pokok.

 

Yohanes 5:42-43

(5:42) Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah. (5:43) Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia.

 

Yesus ditolak tetapi nama orang lain diterima, Tuhan tau mereka tidak mengasihi Tuhan, namun sekalipun demikian Yesus tetap berdiam diri, ini adalah KERENDAHAN DI HATI.

 

Kisah Para Rasul 13:46

(13:46) Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: "Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain.

 

Pertama-tama Firman Allah dikaruniakan kepada bangsa Israel, tetapi bangsa Israel menolak firman Allah itulah pribadi Yesus yang menjadi manusia.

 

Maka, tidak apa-apa apabila kita ditolak sekalipun sudah berbuat baik, terima saja, karena kita mau menunjukkan jati diri kita sebagai pribadi yang rendah hati, ini adalah IOTA yang murni bukan iota yang palsu.

 

Roma 10:21

(10:21) Tetapi tentang Israel ia berkata: "Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada bangsa yang tidak taat dan yang membantah."

 

Tuhan mengulurkan tangan kepada bangsa Israel, tetapi bangsa Israel adalah bangsa yang tidak taat yang suka membantah kepada Tuhan, menunjukkan bahwa Yesus telah merendahkan diri-Nya.

 

Itulah sebabnya Yesus berkata kepada orang Yahudi di dalam Matius 11:14, “... ialah Elia yang akan datang itu.”

Kita harus memiliki pandangan nubuatan untuk memahami ayat ini, artinya sebagaimana Elia adalah perintis bagi kedatangan Yesus untuk kali kedua kelak, demikian halnya Yohanes Pembaptis adalah perintis bagi kedatangan Yesus yang pertama.

Namun sekalipun Yesus telah berkata demikian, orang Yahudi masih saja menolak. Jadi, sampai saat ini orang Yahudi tidak yakin bahwa Yesus adalah Mesias.

 

Bagaimana dengan kita sekarang? Apabila sudah mengulurkan tangan namun ditolak, itu kerendahan di hati. Kemudian, apabila menyampaikan kebenaran dan kebajikan supaya firman menjadi daging tetapi ditolak dan jika kita menerimanya, itu adalah tanda orang yang rendah hati. Itulah yang dimaksud dengan IOTA; kumpulan huruf yang terkecil yaitu A sampai I.

 

Terkait: TITIK.

Titik adalah sebuah tanda baca yang lebih kecil dari semua tanda baca.

Singkat kata, arti rohani titik adalah KECIL dan MAU DIKECILKAN.

 

Yohanes 12:24

(12:24) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

 

Yesus adalah biji gandum, bukan hanya jatuh ke tanah tetapi juga mati.

MATI berarti turun ke bagian bumi yang paling bawah, artinya: Yesus mau menjadi kecil dan rela dikecilkan.

 

Pendeknya, pengalaman kematian adalah bukti nyata bahwa seseorang rela menjadi kecil. Sebab apabila seseorang sudah masuk dalam pengalaman kematian, maka ia ...

-          tidak akan merasakan hinaan orang lain,

-          tidak merasa malu saat dimaki-maki/dipermalukan,

-          tidak ada lagi keinginan-keinginan.

 

Perlu untuk diketahui: Semua orang bisa merendahkan diri, tetapi untuk menjadi kecil dan rela dikecilkan sangat sulit bagi kebanyakan orang.

 

Yohanes 12:25

(12:25) Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.

 

Barangsiapa tidak mencintai nyawa di dunia ini, maka ia akan memelihara untuk hidup yang kekal.

Tidak mencintai nyawa berbicara soal pengalaman kematian = Kecil dan rela dikecilkan. Kehidupan semacam ini adalah kehidupan yang memelihara hidup yang kekal.

 

Ciri-ciri menjadi KECIL.

1 Korintus 15:36-37

(15:36) Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu. (15:37) Dan yang engkau taburkan bukanlah tubuh tanaman yang akan tumbuh, tetapi biji yang tidak berkulit, umpamanya biji gandum atau biji lain.

 

Pengalaman kematian sama seperti biji gandum yang TIDAK BERKULIT, artinya: Rela dikuliti/dipermalukan dimuka umum namun bukan karena satu kesalahan melainkan karena kebajikan

 

2 Korintus 5:21

(5:21) Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.

 

Dia yang tidak mengenal dosa, telah dibuat menjadi dosa = Dikuliti.

Seperti Adam dan Hawa ketika jatuh ke dalam dosa mereka menjadi telanjang tetapi untuk menutupi ketelanjangan mereka maka seekor binatang harus disembelih dan dari binatang itu diambil kulitnya untuk menutupi ketelanjangan mereka. Itu adalah suatu nubuatan tentang apa yang akan dikerjakan Yesus di atas kayu salib, Dia rela dikuliti/rela dipermalukan.

 

Jadi apabila bertemu dengan orang yang tidak mengerti soal kekristenan dan berkata “mengapa Yesus mempermalukan diri-Nya” maka tidak perlu panas hati karena orang semacam ini tidak mengerti apa-apa. Namun sekalipun demikian kita harus masuk dalam pengalaman kematian yaitu mau menjadi kecil dan rela dikecilkan.

 

Oleh sebab itu, apakah kita bertahan dengan pengertian yang lama atau hidup dengan pengertian yang baru dan belajar dari firman Allah? Namun sebagai gembala sidang saya berharap supaya kita tidak hanya menjadi pribadi yang merendahkan diri itulah IOTA melainkan harus sampai kepada TITIK yaitu mau menjadi kecil dan rela dikecilkan, itulah pengalaman kematian.

Sebab KUASA DARI TITIK ialah:

-          sanggup menutupi ketelanjangan.

-          bahkan sanggup menghentikan lajunya dosa.

 

Kalau sudah titik berarti semua harus berehenti (stop) tidak dapat dilanjutkan lagi, kalaupun ada kelanjutan diawali dengan huruf besar yaitu Tuhan yang besar. Berbeda dengan koma yang akan terus lanjut dengan dosa dan akan tetap kecil karena tidak ada Tuhan dalam dirinya.

 

Yohanes 3:27

(3:27) Jawab Yohanes: "Tidak ada seorang pun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.

 

Merendahkan diri dan menjadi kecil itu adalah kasih karunia, termasuk memiliki kerajaan Sorga adalah kasih karunia Tuhan.

 

Dari sini dapat kita lihat bahwa Yohanes Pembaptis telah mempersiapkan jalan bagi sang Raja. Jadi, untuk mempersiapkan kedatangan Yesus kembali untuk yang kedua kali sebagai Raja di atas segala raja maka posisi kita harus berada pada IOTA dan lanjut sampai kepada TITIK, sanggup menghentikan lajunya dosa dan apabila memulai hidup baru maka diawali dengan huruf besar yaitu besarnya Tuhan dalam hidup kita.

 

Matius 11:12

(11:11) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.

 

Kita harus menjadi IOTA yaitu merendahkan diri dan mau menjadi TITIK yaitu menjadi kecil dan rela dikecilkan, supaya kita besar di dalam Kerajaan Sorga. Dengan demikian, Yohanes Pembaptis telah mempersiapkan jalan bagi sang Raja.

 

Inilah kehidupan orang-orang yang siap pada kedatangan Tuhan kembali yang datang sebagai Raja di atas segala raja, Dia bertakhta di atas takhta kemuliaan-Nya dan semua orang akan dikumpulkan di hadapan-Nya, lalu dihakimi seperti gembala memisahkan domba dari kambing; domba di sebelah kanan dan kambing di sebelah kiri. Amin.

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang