KAMI NANTIKAN KESAKSIAN-KESAKSIAN SAUDARA YANG SUDAH MEMBACA FIRMAN TUHAN PADA BLOG INI

Terjemahan

Search This Blog

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 27 AGUSTUS 2026



IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 27 AGUSTUS 2026

MALEAKHI 3:1A

(Seri: 8)


Subtema: DAPATKAH KERAJAAN ALLAH DIREBUT DENGAN KEGAGAHAN?


Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya kita sekalian dihimpunkan di atas gunung-Nya yang kudus, sehingga kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Pendalaman Alkitab disertai perjamuan suci. 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN, yang turut bergabung lewat online atau live streaming, video internet, baik dari YouTube, Facebook, dan Tiktok, media sosial apa saja yang dapat digunakan.

Selanjutnya, biarlah damai sejahtera dari Sorga memenuhi hati kita, sehingga dalam kesukaan yang besar bahagia kita duduk diam menikmati sabda Allah. 


Marilah kita ikuti STUDY MALEAKHI sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab yang disertai dengan perjamuan suci. 

Namun tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan dari TUHAN, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi.


Maleakhi 3:1a (seri 8) 

(3:1) Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.


Disini dikatakan: "Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku!"


Marilah kita melihat UTUSAN TUHAN yang mempersiapkan jalan di hadapan TUHAN 

Matius 11:10-11 (bagian 5)

(11:10) Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu. (11:11) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.


Utusan yang mendahului Tuhan tersebut ialah: YOHANES PEMBAPTIS.

Pekerjaannya ialah untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan, sebab Dia Raja di atas segala raja, yang satu kali akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.

Saya ini hamba TUHAN, diutus untuk menggembalakan sidang jemaat (kawanan domba) dalam penggembalaan GPT BETANIA Serang dan Cilegon, diutus mempersiapkan jalan bagi TUHAN, untuk menyongsong kedatanganNya yang kedua kalinya sebagai Raja.


Perlu untuk diketahui oleh seluruh umat TUHAN di atas muka bumi ini: sebagai utusan Tuhan, Yohanes Pembaptis bertanggung jawab penuh terhadap pekerjaannya di dalam hal mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Dan hal itu ada dalam pengakuan Yesus seutuhnya.


Pengakuan Yesus tentang Yohanes Pembaptis.

Matius 11:7-9

(11:7) Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: "Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari? (11:8) Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja. (11:9) Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi.


Pengakuan Yesus yang seutuhnya tentang pribadi Yohanes pembaptis:

YANG PERTAMA … (ayat 7):

  1. “Tinggal di padang gurun”; artinya: Yohanes adalah utusan yang bertanggung jawab   dalam hal mempersiapkan jalan bagi Sang Raja.  

  2. Yohanes bagaikan bulu yang digoyangkan kian kemari, artinya: Yohanes pemberani dan mempunyai pendirian yang kuat (teguh hati), tidak mudah digoyahkan oleh berbagai angin pengajaran. 

Biarlah kita tetap mantap dengan Firman Pengajaran mempelai dalam terangnya Tabernakel, Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan dalam terangnya Roh El-Kudus, hal itu disebutlah: Cahaya injil tentang kemuliaan Kristus. Biarlah kiranya hati kita mantap digembalakan oleh Cahaya injil tentang kemuliaan Kristus.


YANG KEDUA … (ayat 8):

  1. Yohanes tidak berpakaian halus, artinya: Yohanes tidak hidup dalam kemewahan, bahkan jauh dari kata kemewahan. Biarlah kita hidup sesuai dengan pimpinan TUHAN, kalaupun diberkati oleh TUHAN, tetap mengucap syukur kepada TUHAN, jangan salah mengartikan dengan berkat TUHAN. Jadi seorang anak TUHAN, terlebih seorang hamba TUHAN baiknya tidak hidup berlebih-lebihan dalam kemewahan. 

  2. Yohanes tidak tinggal di istana, artinya: Yohanes adalah pribadi yang rendah hati, sebab perhatiannya tertuju penuh kepada kehidupan padang gurun, kehidupan yang terasingkan, kehidupan yang papah tidak mendapatkan perhatian. 


YANG KETIGA … (ayat 9):

Dikatakan bahwa Yohanes adalah lebih dari pada nabi, artinya:

a. Nabi yang terakhir dan terbesar dari Perjanjian Lama.

b. Telah menunjukkan loyalitas (patuh dan setia) disertai dengan dedikasi (pengabdian penuh) kepada Tuhan.


Inilah semua pengakuan TUHAN tentang Yohanes pembaptis. Dan semua itu diakui oleh Yesus terhadap orang-orang Yahudi pada masa itu.  


ARTI KEHADIRAN YOHANES SEBAGAI UTUSAN TUHAN.

Apa arti kehadiran kita malam ini? bagaimana arti kehadiran imam-imam di tengah-tengah ibadah dan pelayanan dalam setiap pertemuan-pertemuan ibadah kita? Apa arti hidup kita di mata TUHAN? Mari kita belajar dari pribadi Yohanes pembaptis, dia nabi terbesar dari Perjanjian lama. 


Matius 11:12-13

(11:12) Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya. (11:13) Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes


Disni dikatakan: sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya. 

Sementara dalam Terjemahan Lama… Matius 11:12-13: “... Maka daripada zaman Yahya Pembaptis sampai sekarang ini, kerajaan surga sangatlah diserbu orang, dan orang yang menyerbu itu merebut akan dia. (11:13) Karena segala nabi dan Taurat ada nubuatnya sampai pada zaman Yahya itu …”


Kita bandingkan Matius 11:12-13 dengan Lukas 16:13-14.


Lukas 16:13-14

(16:13) Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." (16:14) Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia.


Kepada orang-orang Farisi, Tuhan berkata: "Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon secara bersamaan." Tuhan mengatakan hal itu karena ternyata orang-orang Farisi adalah HAMBA UANG; mengabdi kepada mamon.


Kiranya kita semua yang hadir malam ini besar, kecil, tua, muda, laki-laki, perempuan hendaklah menjadi hamba kebenaran dari Firman TUHAN seutuhnya. 

Jangan kita mengabdi kepada dua tuan, maksudnya: jangan kita mengabdi kepada TUHAN, tetapi juga mengabdi kepada uang, sehingga harus meninggalkan jam-jam ibadah. Satu sisi mengakui menjadi orang Kristen, tetapi disisi lain meninggalkan jam-jam ibadah, ini namanya hamba uang, mengabdi kepada uang/mamon. 


Reaksi orang Farisi: orang Farisi mencemooh, sebab mereka menolak perkataan Yesus. Jangan kita mencemooh Firman TUHAN yang benar yang disampaikan malam ini, dan dalam setiap pertemuan ibadah, sebab Firman TUHAN tidak pernah salah. Kalaupun tidak cocok di hati diam saja, karena Firman TUHAN tidak pernah salah. Kalau tidak cocok di hati, itu tanda berarti kita bersalah di mata TUHAN. Untuk kesalahan itulah Ia datang kepada kita dengan lembut menjangkau, menjamah setiap hati kita, jangan kita panas hati. 

Intinya jangan kita mencemooh Firman yang disampaikan dengan segala ketulusan, dengan segala kasih sayang dan kasih setia-Nya.


Lukas 16:15

(16:15) Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.


Orang-orang farisi membenarkan diri, bahkan menunjukkan seolah-olah mereka bersih di hadapan orang. Tetapi Allah melihat hati, Ia tidak dapat dikelabui. Itulah sebabnya Yesus berkata kepada orang-orang farisi: Apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Tuhan. 

Banyak orang kristen mengagumi kelebihannya, teramat lebih mengagumi uang. Oleh karena uanglah banyak orang meninggalkan jam-jam ibadah, bukan semata-mata karena takut manusia atau takut kepada atasannya. Itulah sebabnya Yesus berkata kepada orang-orang farisi: Apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Tuhan. 

Jadi Yesus mengatakan hal itu karena orang-orang farisi hamba uang. Sesungguhnya pengabdian mereka tertuju kepada mamon. Dengan demikian tegenapilah perkataan Yesus di dalam injil  Matius 11:12: “... sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya …”

Pendeknya, kerajaan sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya. 

Matius 11:12 (TL): “... begitu Yohanes pembaptis tampil di padang gurun untuk mempersiapkan jalan bagi Sang Raja, kerajaan Sorga diserbu orang, dan orang yang menyerbu itu merebut akan dia …” = merebut dengan kekuatan. Merebut kerajaan Sorga dengan kekuatan itu tidak boleh. Sebab masuk Sorga bukan dengan kekuatan. 


Lukas 16:16

(16:16) Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.


Kitab Taurat dan kitab nabi berlaku sampai zaman Yohanes.

  • Kitab Taurat dan kitab para nabi bernubuat tentang masa depan bahagia dan penuh harapan. Sentral dari nubuatan nabi ialah terletak pada satu Pribadi dan satu perkara yaitu Pribadi Yesus dan perkara salib

Jadi masa depan kita letaknya pada pribadi Yesus dan salib-Nya. Sentral masa depan yang penuh pengharapan dan bahagia adalah Yesus yang mati di atas kayu salib. Tidak mungkin orang sampai kepada Bapa di Sorga tanpa salib, oleh sebab itu Yesus berkata: Akulah jalan kebenaran dan hidup, tidak ada seorangpun sampai kepada Bapa kalau tidak melalui salib. (Yohanes 14:6).


  • Yohanes mempersiapkan jalan bagi sang Raja.

Sejak saat itu kerajaan Allah diberitakan, dan setiap orang menggagahinya dan berebut memasukinya. Termasuk ahli-ahli taurat dan orang farisi berusaha merebut memasukinya dengan kegagahan. 

Perlu untuk diketahui: Kerajaan Sorga tidak dapat direbut dengan kegagahan. Jadi jangan pernah mengikuti jejak dari ahli-ahli taurat dan orang-orang farisi; satu sisi ada di tengah ibadah dan pelayanan, tetapi disisi lain mengabdi kepada mamon, karena memang mereka adalah hamba-hamba dari uang. Mereka berpikir dengan hartanya, dengan kekayaannya bisa merebut kerajaan Sorga, itu tidak bisa. Kerajaan Sorga tidak bisa direbut dengan kegagahan saudara. Camkanlah dengan baik, bijaksanalah dalam berpikir, milikilah mindset atau pola pikir yang diberkati oleh TUHAN. 


Kalau seseorang mengabdi kepada TUHAN, mengabdilah kepada TUHAN, tidak boleh mengabdi kepada yang lain, supaya nanti TUHAN pimpin hidupku, hidupmu, hidup kita semua, sampai nanti dimana TUHAN ada disitu pun kita berada. Itu tujuan kita datang menghadap TUHAN dalam setiap pertemuan-pertemuan ibadah, tidak ada yang lain. Jangan sia-siakan waktu yang tersisa ini tinggal sedikit, manfaatkan dengan baik. 

7 (tujuh) tahun kelimpahan hanya sampai tahun 2027. Beberapa bulan lagi kita akan menyebrangi tahun 2026, dan itu adalah waktu-waktu yang terakhir yang dapat kita gunakan sebaik mungkin untuk mengumpulkan gandum sebanyak-banyaknya. Biarlah kita menantikan TUHAN ditempat TUHAN, yaitu imamat rajani. 

Kalau saudara tidak percaya, saudara yang rugi sendiri. Jangan saudara berpikir waktu yang tersisa masih ada 20, 30 tahun lagi. Kalau masih ada waktu 20 atau 30 tahun lagi barangkali kita masih bisa bermain-main. Camkanlah ini, jangan kita mencemooh Firman yang disampaikan. Jangan kita sakit hati, jangan kita panas hati seperti ahli-ahli taurat dan orang farisi. Jangan kita mengabdi kepada dua tuan secara serentak.


Perlu untuk diketahui: kerajaan sorga tidak dapat direbut dengan kegagahan atau kerajaan Sorga tidak dapat dimasuki ...

  • Oleh karena kekuatan dan kemampuan diri.

  • Oleh karena kecakapan dan kelebihan-kelebihan yang dimiliki seseorang.


Kita akan lihat hal yang senada …

Lukas 13:22-24 --- Perikop: "Siapa yang diselamatkan."

(13:22) Kemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem. (13:23) Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: "Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?" (13:24) Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.


Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.

Jadi penginjilan dan pengajaran itu membawa kita terus sampai ke Yerusalem baru (hidup kekal).


“... Banyak orang akan berusaha untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga, tetapi tidak akan dapat …” sama artinya: kerajaan Sorga tidak dapat dimasuki dengan kegagahan seseorang. Oleh sebab itu, Yesus berkata: "Berjuanglah untuk masuk ke dalam pintu yang sesak itu." Ini pernyataan penuh belas kasihan. Pernyataan TUHAN ini menunjukkan bahwa TUHAN memperhatikan kita sekaliannya. Karena kalau TUHAN tidak memperhatikan kita, maka TUHAN tidak akan memperingatkan kita. Kalau TUHAN tidak memperhatikan kita, TUHAN tidak akan menyatakan kasihNya, Dia tidak akan mengucapkan hal-hal yang akan menolong kita. Tetapi oleh karena perhatian-Nya yang besar, kasihNya yang limpah, TUHAN berkata kepada kita: berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu.  

Jangan kita ikuti sejak dari ahli-ahli taurat dan orang-orang farisi, yang menyangka dapat memasuki kerajaan Sorga dengan kegagahannya, dengan uang yang banyak. Sadarlah mulai dari sekarang, waktu yang tersisa tidak banyak. Jangan justru di hari-hari terakhir ini malas-malas beribadah, dan jangan mengabdi kepada dua tuan secara serentak.


Pada Lukas 13:24 kita tidak menemukan pengertian pintu yang sesak secara gamblang. Tetapi kita harus melihat dari ayat yang lain. Itu sebabnya ayat menjelaskan ayat yang lain. Ayat yang satu menerangkan ayat yang lain, ayat yang satu dijelaskan dengan ayat-ayat yang lain. Mari saya ajak saudara untuk membaca Matius 7:12. 


Matius 7:12 --- Perikop: "Jalan yang benar."

Yang kita tahu Yesus adalah jalan kebenaran dan hidup. “... Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku …” Yohanes 14:6


Matius 7:12

(7:12) "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.


Kebaikan dibalas dengan kebaikan, akan tetapi kejahatan dibalas dengan kejahatan. Inilah inti dari hukum Taurat dan kitab para nabi.

Pendeknya, hukum Taurat tidak dapat dijadikan sebagai jalan yang benar untuk menuju kerajaan Sorga.


Mari kita simak JALAN KEBENARAN MENUJU KERAJAAN SORGA

Matius 7:13-14

(7:13) Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; (7:14) karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."


Alkitab mencatat:

  • Lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, artinya: Orang-orang lebih menyukai hidup menurut hawa nafsu dan keinginan daging yang jahat, itu berarti menginginkan keinginan daging seluas-luasnya. Tapi anehnya banyak orang yang masuk melaluinya, walaupun itu menuju ke neraka (kebinasaan). 

Saudara, adapun kehendak  manusia ialah: keinginannya untuk daging luas dan LEBAR di dunia ini, meskipun itu menuju kepada maut (kebinasaan).


Kalau dahulu sebelum terpanggil, kita menempuh jalan seperti ini, itu masuk di akal (logis). Tetapi sekarang itu tidak logis lagi karena pikiran TUHAN sudah ditaruh di pikiran kita, perasaan TUHAN sudah ditaruh di dalam perasaan kita, Firman sudah ditaruh di pikiran kita. Jadi kalau toh kita masih menginginkan keleluasaan untuk daging, dan selebar-lebarnya untuk daging, yang menuju kepada kebinasaan, itu namanya bodoh sekali, lebih bodoh dari orang idiot, meskipun dia seorang sarjana s1, s2, s3. 

Lebih baik kita bodoh karena salib, yang penting salib menjadi kekuatan kita, dan yang menjembatani hidup kita dari bumi sampai ke Sorga. Untuk apa tampak seperti orang hebat, orang besar di bumi ini, tapi menuju kebinasaan. 


  • Sebaliknya sesaklah pintu dan sempitlah jalan menuju kepada kehidupan (kekekalan). Artinya: Sangkal diri dan memikul salib inilah yang menjadi jalan menuju kerajaan Sorga, tetapi anehnya sedikit orang yang melaluinya. Sedikit orang yang menyukai jalan salib, jalan yang menuju kerajaan Sorga. 


Yesus adalah Allah 100% Allah sejati, tetapi Dia juga menjadi manusia -- 100% manusia sejati --  sehingga Ia mendapat kesempatan untuk minum cawan Allah.

Kalau Yesus tidak menjadi manusia, maka Yesus tidak akan pernah mendapat kesempatan untuk minum cawan Allah, berarti menanggung penderitaan yang tidak harus Ia tanggung, itulah yang disebut Via dolorosa, jalan salib, jalan yang menuju kehidupan. Dan jalan itu sudah ditinggalkan kepada kita. Dan kita dipanggil untuk mengikuti teladan yang ditinggalkan-Nya kepada kita, sebagaimana yang tertulis pada 1 Petrus 2:21: “... Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. …” 

Orang tua, ingatkan ayat ini kepada anakmu kalau anakmu masih jauh dari ibadah. Anak-anak, ingatkan ayat ini kepada orang tuamu kalau orang tuamu jauh dari ibadah, supaya engkau dan seisi rumahmu masuk dalam kerajaan Sorga. Dan saya pun mengatakan ini dengan gamblang dengan tegas, supaya kita semua masuk sorga. Supaya kita jangan menjadi kayu bakar di neraka, jangan jadi minyak di neraka. Saling mengingatkan satu dengan yang lain menjelang hari TUHAN yang sudah mendekat ini.  


Sedikit saja orang yang mau melalui pintu sesak dan jalan sempit, tidak banyak. Seperti Firman TUHAN dalam kesempatan Paskah PPT: zaman Nuh yang mau digembalakan oleh Pengajaran mempelai dalam terangnya Tabernakel hanya 4 (empat) pasang. Jadi pengajaran nikah hanya diterima oleh Nuh dan istrinya, serta  tiga anaknya laki-laki dan istrinya masing-masing. Jadi yang selamat pada zaman nuh hanya 4 (empat) pasang. 

Alkitab berkata zaman akhir persis seperti zaman Nuh, banyak orang makan minum, memuaskan hawa nafsunya, memuncak sampai dosa kawin mengawinkan (Matius 24:37-38) Jadi sangat sedikit yang diselamatkan. 


Pintu sesak dan jalan sempit -> Salib Kristus.

Sesak dan sempit, berarti terbatas dan tidak leluasa untuk daging. Daging ini hidup bersama kita, jadi sebetulnya daging ini adalah musuh dalam selimut, tidak bisa dijadikan sahabat. Daging yang utuh tidak lebih tidak kurang hanyalah sebatas takhta iblis setan.


CIRI-CIRI SANGKAL DIRI DAN PIKUL SALIB

Lukas 16:16-17

(16:16) Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya. (16:17) Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal.


Lebih mudah langit dan bumi lenyap daripada satu titik dari hukum Taurat. Pengertian tentang hal ini akan lebih terang benderang dalam Matius 5:17-18.


Matius 5:17-18 --- Perikop: "Yesus dan hukum Taurat."

(5:17) "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (5:18) Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.


Yesus datang ke dunia untuk menggenapi hukum Taurat di atas kayu salib. Pendeknya, hukum Taurat tidak dapat dijadikan sebagai jalan yang benar menuju kerajaan Sorga.

Jalan yang benar menuju kerajaan Sorga adalah salib Kristus. Jadi, tanpa salib tidak ada yang sampai kepada Kerajaan Sorga. 

CIRI-CIRI sangkal diri dan pikul salib: tidak mengabaikan SATU IOTA dan SATU TITIK dari hukum Taurat.


Mari kita melihat apa yang dimaksud dengan: SATU IOTA dan SATU TITIK.

"SATU IOTA" -> Abjad Yunani dari A sampai I, seluruhnya ada 9 (sembilan) HURUF. Ini kumpulan huruf yang tidak banyak. Pendeknya, IOTA berbicara tentang kerendahan di hati.


CONTOH RENDAH HATI…

Matius 23:5-7

(23:5) Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; (23:6) mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; (23:7) mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.


Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat adalah orang-orang yang SOMBONG dan TINGGI HATI. Pelayanan mereka hanyalah kedok/topeng, berarti pura-pura rendah hati.


Orang-orang yang pura-pura rendah hati akan nampak. Tapi kalau seseorang tulus rendah hati, ia tidak akan bisa keluar dari zonanya. Sedangkan orang yang pura-pura rendah hati satu kali akan keluar dari zona itu, bisa dilihat dari ketusan suara, bisa dilihat dari setiap kata-kata, karena sesungguhnya ia bosan menjadi orang yang rendah hati. Tapi mungkin saudara belum memahami itu. Tetapi saya sangat memahami itu.

Jadi orang yang rendah hati zonanya adalah zona kerendahan di hati. Sebaliknya, jika pelayanan itu hanya kedok, artinya ibadah pelayanan itu dijadikan supaya ia terlihat seperti orang yang rendah hati, satu kali ia akan keluar dari zona itu, baik dalam bentuk ungkapan, (kata-kata) ataupun perbuatan (tindakan) meskipun sesudah itu ditutup-tutupi lagi. 


Yang TUHAN mau supaya kita benar-benar satu Iota, yang TUHAN mau supaya kita merendahkan diri di hadapan TUHAN, artinya rendah hati secara permanen, karena terlalu muda langit bumi ini berlalu daripada satu Iota. 

Kalau kita dalam keadaan satu Iota (merendahkan diri), maka ini akan menjadi pusat perhatian TUHAN. TUHAN lebih memperhatikan orang yang rendah hati daripada langit bumi dan segala isinya, sekalipun engkau memiliki itu semua. 

Jadi ibadah ini tidak boleh dijadikan sebagai kedok, pelayanan tidak boleh dijadikan kedok, jadilah satu Iota, artinya: kita harus merendahkan diri dengan tulus, berarti benar-benar rendah hati.


Matius 23:8-10

(23:8) Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara. (23:9) Dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. (23:10) Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.


Tuhan mendambakan kehidupan yang rendah hati dan senantiasa merendahkan diri-Nya di hadapan Allah dengan tulus. Jangan pernah bosan menjadi orang yang rendah hati. tetaplah menjadi orang yang rendah hati, tulus jujur menjalankan kerendahan di hati itu di hadapan TUHAN. 


Bukti seseorang rendah hati: Tuhan berdaulat dan berkuasa penuh atas kehidupannya.

Prakteknya: Mengakui bahwa hanya Tuhan sajalah Rabi, Bapa dan Mesias.


Kalau TUHAN berdaulat atas seseorang siapa yang dapat melawan dia? Maka, alangkah bodohnya apabila seseorang menunjukkan ketinggian hatinya, kesombongannya, kelebihannya, karena TUHAN tidak berdaulat atas dia, kuasa TUHAN tidak memenuhi hidupnya. Jadi lebih baik kita menjadi orang yang rendah hati, karena TUHAN berdaulat dan berkuasa penuh atas kehidupan kita. 

Praktek rendah hati: Mengakui bahwa hanya Tuhan sajalah Rabi, Bapa dan Mesias.


HANYA TUHAN SAJALAH; RABI/GURU.

Yohanes 13:13-15

(13:13) Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. (13:14) Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu; (13:15) sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.


Orang yang mengakui Yesus adalah Tuhan dan GURU, maka dia akan memperhatikan sesamanya, seperti Yesus memperhatikan murid-murid-Nya, secara khusus dalam hal membasuh kaki.


Petrus sempat berkata kepada Yesus: "Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!" Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua." (Yohanes 13:9-10)


Jadi kalau kita mau mengakui bahwa TUHAN itu adalah guru, kita harus memperhatikan sesama, seperti TUHAN memperhatikan murid-murid-Nya secara khusus Yesus membasuh kaki murid-murid. 

Kaki adalah bagian tubuh yang paling rendah, paling hina, paling rentan terkena kotoran-kotoran (dosa) apapun, sebab kakilah yang melangkah, yang menginjak segala jenis kotoran.  

Jadi, kalau kita mau mengakui bahwa Yesus adalah Guru maka kita harus saling memperhatikan sesama, tidak boleh egois.

Jangan kita berkata TUHAN itu Guru, Dia mengajariku dalam segala hal, tetapi tidak mau memperhatikan orang lain, tidak mau memperhatikan yang papah, tidak mau memperhatikan yang rendah dan yang rentan dengan dosa, itu bahasa omong kosong.

Itu sebabnya kalau kita perhatikan kembali dalam injil Matius 23:8: “... Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara …”

Kita semua adalah saudara, berarti saling memperhatikan, bukan untuk saling menggurui. 

Tidak perlu menggurui, yang TUHAN inginkan ialah, untuk saling memperhatikan, karena kita semua adalah saudara. Tidak ada guru atau murid, tetapi kita semua adalah saudara saja. 


MENGAKUI TUHAN YESUS ADALAH; BAPA 

Matius 23:9

(23:9) Dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.


Hanya ada satu Bapa, yaitu: Allah yang ada di Sorga. 

Ada bapa jasmani dan ada bapa rohani, namun ada juga Bapa di Sorga. Yang bertanggung jawab dalam kehidupan kita adalah Bapa di Sorga.

Saya ini pemimpin jemaat bisa sekali waktu disebut bapa rohani, tetapi yang bertanggung jawab atas kehidupan manusia adalah Bapa di Sorga. Kita dilahirkan dari benih ilahi; lahir dari benih Firman Allah, lahir dari benih Roh Kudus, lahir dari benih KASIH dari Sorga, kita lahir dari Bapa di Sorga


Kalau Allah adalah Bapa, maka kita adalah anak-anak Allah, yang harus:

  • TAAT pada kehendak Allah … Ibrani 5:8.

  • SETIA menyelesaikan pekerjaan Bapa … Filipi 2:8

  • dan dengar-dengaran/ PENURUT… Matius 26:39, 42, 44.


MENGAKUI TUHAN ADALAH; MESIAS

Matius 23:10

(23:10) Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.


Mengakui Tuhan adalah MESIAS berarti mengakui bahwa Yesus adalah Pemimpin Sejati.

Pemimpin sejati telah membuktikan diri-Nya 2000 tahun yang lalu, Ia merendahkan diriNya serendah-rendahnya. Ia datang ke dunia ini bukan untuk dilayani, tetapi untuk 2 (dua) hal:

  1. Untuk melayani.

  2. Untuk menyerahkan nyawa. 

Itu adalah bukti kuat bahwa Yesus adalah Mesias (pemimpin sejati) sebagaimana dengan yang tertulis pada Matius 20:26: “... Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, …”

Tetapi lihatlah pada Matius 23:7: “... mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi …”

Jadi benar sekali ahli taurat dan orang Farisi adalah pemimpin yang sombong dan tinggi hati, tidak rendah hati. Padahal yang TUHAN dambakan adalah orang yang rendah hati dan mantap sebagai orang yang rendah hati. Zona orang yang rendah hati adalah kerendahan di hati, tidak boleh keluar dari zona itu, tidak boleh ketus dalam perbuatan dan perkataan. 


Matius 23:11-12

(23:11) Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. (23:12) Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.


Upah kerendahan dihat ialah; satu kali akan ditinggikan di tempat yang paling tinggi, yaitu: kerajaan Sorga. Sebab itu marilah kita melayani TUHAN dengan rendah hati, karena tempat kita sesungguhnya kerajaan Sorga.

TUHAN sangat memperhatikan Iota, sebab TUHAN berkata: lebih mudah langit dan bumi dan segala isinya berlalu. Jadi TUHAN sangat memperhatikan kerendahan di hati. Tidak perlu malu menjadi orang yang rendah hati. 


Tentang: SATU TITIK


Titik (.) adalah salah satu tanda baca yang paling kecil dari semua huruf dan semua tanda baca.

Titik (.) artinya: Mau menjadi kecil dan rela dikecilkan. Berarti lebih rendah lagi dari orang yang merendahkan diri. 


CONTOH SATU TITIK 

Mazmur 22:7-9

(22:7) Tetapi aku ini ulat dan bukan orang, cela bagi manusia, dihina oleh orang banyak. (22:8) Semua yang melihat aku mengolok-olok aku, mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya: (22:9) "Ia menyerah kepada TUHAN; biarlah Dia yang meluputkannya, biarlah Dia yang melepaskannya! Bukankah Dia berkenan kepadanya?"


Mazmur 22:7-8(Terjemahan Lama) 

(22-7) Tetapi aku ini seperti cacing, bukannya manusia, suatu kecelaan kepada manusia dan suatu kehinaan kepada orang banyak. (22-8) Barangsiapa yang melihat aku itu mengolok-olok akan daku, mereka itu mengelelotkan lidahnya kepadaku serta digelengkannya kepalanya, katanya: (22-9) Ia telah memulangkan halnya kepada Tuhan; biarlah dilepaskannya akan dia, jikalau kiranya Ia berkenan akan dia.


Pengakuan Daud: “... Tapi aku ini seperti cacing …”

Cacing itu ada di perut bumi. Itu adalah satu bukti kuat bahwa Daud membawa hidupnya menjadi satu kehidupan yang kecil dan rela dikecilkan, buktinya:

  • suatu kecelaan bagi manusia.

  • suatu kehinaan bagi orang banyak. 

  • Barang siapa yang melihat aku ia mengolok-olok akan daku.

  • mereka mengelelotkan lidahnya kepadaku serta digelengkannya kepalanya.

Geleng-geleng kepala artinya; tidak habis pikir melihat orang yang kecil dan rela dikecilkan. Itulah pribadi Daud mau menjadi kecil, berada di perut bumi. Sebetulnya apa yang dialami Daud perwujudannya ada dalam pribadi Yesus ketika Ia menderita sengsara, mati di atas kayu salib, lalu selanjutnya dikubur dan berada di perut bumi, meski pada hari ketiga Ia bangit. Ia diolok-olok, menjadi bahan cibiran, ditelanjangi, dipermalukan, dan seterusnya. Itu suatu bukti bahwa Daud itu mau menjadi kecil dan rela dikecilkan.


Kadang kita merendahkan diri saja susah, apalagi mau menjadi kecil. Tapi TUHAN mau kita bukan hanya masuk dalam kelompok SATU IOTA, yaitu: kelompok rendah hati, lanjut masuk menjadi SATU TITIK berarti kecil dan mau dikecilkan. Inilah jalan kebenaran dan hidup, jalan menuju ke sorga.

Aneh kalau kita tidak mau melalui (menempuh) jalan ini, sementara pengertian demi pengertian TUHAN paparkan dalam setiap pertemuan ibadah.

Saya berharap, TUHAN kiranya menjamah hati kita malam ini, kiranya TUHAN menyentuh sampai kita tersentuh, dan kita mau mengakui TUHAN berdaulat dan berkuasa penuh dalam diri kita masing-masing.  


Saudara, betapa hebat utusan TUHAN mempersiapkan jalan bagi Sang Raja. Kita dipersiapkan untuk menjadi milik kepunyaan TUHAN. Mari kita bersyukur, berterima kasih setinggi-tingginya atas kebaikan dan kemurahan TUHAN, oleh karena utusan tersebut, kelak kita sebagai umat TUHAN menjadi milik kepunyaan TUHAN. Amin.


TUHAN YESUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI


Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang