KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Saturday, February 7, 2026

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB 29 JANUARI 2026



IBADAH PENDALAMAN ALKITAB 29 JANUARI 2026

 

MALEAKHI 2:15

(SERI: 25)

 

Subtema: MENJAGA DIRI DENGAN CARA TUHAN

 

Shalom.

Mula pertama saya mengucapkan syukur kepada TUHAN Yesus Kristus yang oleh karena kemurahan hati-Nya kita diberi kesempatan menghadap Dia, lewat Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci. Itu artinya kita memperoleh kesempatan pintu Sorga terbuka, kita boleh melihat bagaimana takhta ALLAH, bagaimana Tabut Perjanjian sebagai bayangan dari sidang mempelai TUHAN.

 

Saya juga tidak lupa untuk menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN \yang turut bergabung lewat online / live streaming dimanapun saudara berada, baik lewat Youtube, Facebook, atau dari media sosial lainnya yang dapat dipergunakan dengan baik. Kiranya damai sejahtera dari Sorga memerintah di hati kita disaat kita duduk diam mendengarkan sabda ALLAH.

 

Mari kita sambut KITAB MALEAKHI sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci. Namun tetaplah berdoa dan memohon kemurahan hati TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.

 

Maleakhi 2:15

(2:15) Bukankah ALLAH yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.

 

Yang dikehendaki kesatuan (nikah) adalah KETURUNAN ILAHI.

Kita tahu bahwa Adam dan Hawa ditempatkan di Taman Eden dengan tujuan untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

 

Singkat kata, ibadah adalah nikah dan nikah adalah ibadah, maka nikah/ibadah itu harus diusahakan dan dipelihara. Sementara saat kita beribadah itu berarti sedang melangsungkan hubungan dengan TUHAN, sedangkan hubungan kita dengan TUHAN adalah hubungan dalam nikah yang suci dan dari hubungan ini menghasilkan keturunan Ilahi, supaya hal itu terlaksana TUHAN berFirman: “Jadi jagalah dirimu!”

Di dalam hal menjaga diri harus menggunakan caranya TUHAN, tidak perlu bersusah-susah menggunakan metode-metode orang-orang yang dianggap pandai di dunia ini karena sesungguhnya metode dari orang pandai ini terbatas dan pengetahuan manusia di dunia ini terbatas untuk membawa kita masuk ke dalam kerajaan Sorga. Oleh sebab itu, di dalam Mazmur 127:1 dikatakan: “... sia-sialah pengawal berjaga-jaga.”

 

Terkait hal itu kita akan membaca kitab Musa yang kedua itulah kitab Keluaran.

Keluaran 23:20 -- Perikop: “Janji dan tegoran kepada Israel.”

(23:20) "Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan.

 

TUHAN mengutus seorang malaikat berjalan di depan Israel, sama artinya: Gembala menuntun domba-domba.

Jadi, seorang gembala sidang, pemimpin jemaat itu adalah UTUSAN TUHAN untuk menuntun umat Israel sebagai kawanan domba ALLAH. Domba-domba tidak bisa menggiring hidupnya sendiri untuk sampai kepada yang dikehendaki oleh TUHAN, oleh sebab itu gembala menuntun domba-domba, bukan domba menuntun gembala.

 

Keluaran 23:21

(23:21) Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarkanlah perkataannya, janganlah engkau mendurhaka kepadanya, sebab pelanggaranmu tidak akan diampuninya, sebab nama-Ku ada di dalam dia.

 

TUHAN berFirman: “Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarkanlah perkataannya.”

Singkat kata, “jagalah dirimu” artinya: Tergembala dengan baik. Tandanya: Mendengar suara gembala.

 

Oleh sebab itu, tidak perlu kita bersusah-susah menjaga diri dengan metode ini dan itu, menggunakan cara-cara manusia duniawi, namun biarlah kita menjaga diri dengan caranya TUHAN yaitu dengan TERGEMBALA DENGAN BAIK, tandanya adalah mendengar suara gembala.

Sidang jemaat ada yang memiliki bisnis yang baik, ada yang ekonominya baik, ada yang mempunyai kedudukan dan jabatan yang tinggi,  tetapi tetap disebut kawanan domba ALLAH. Jadi, semua lapisan dari kawanan domba ALLAH harus tergembala dengan baik dan mendengarkan suara gembala supaya dengan demikian dapat menjaga dirinya dengan baik, sebab seseorang tidak bisa menjaga diri dengan; kemampuannya, kekuatannya, jabatan dan pangkat yang tinggi.

 

Yohanes 10:3-4 -- Perikop: “Gembala yang baik.”

(10:3) Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. (10:4) Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.

 

Pada ayat 3 dikatakan: “... penjaga membuka pintu ...” Penjaga à Seorang gembala domba.

Sikap dari kawanan domba ALLAH ketika penjaga membuka pintu:

1.       Domba-domba mendengar suara gembala (penjaga) = Dengar-dengaran.

2.       Domba-domba mengikuti gembala (penjaga).

Sejauh ini kita sudah digembalakan oleh Firman Pengajaran Mempelai dan Pengajaran Tabernakel, biarlah kita mengikuti geraknya kemanapun kita dituntun / dibawa.

 

Tentang: PENJAGA MEMBUKA PINTU.

Jika dikaitkan dengan pola Tabernakel terkena kepada Pintu Tirai atau disebut juga Pintu Kerajaan Sorga.

Kemudian di dalam Yohanes 10:9, Yesus berkata: “Akulah pintu.” Yesus adalah pintu à Tirai, sebab Yohanes 10 dan Yohanes 11 jika dikaitkan dengan pola Tabernakel terkena kepada Tirai atau Tabir Bait Suci ALLAH.

 

Ibrani 10:19-21 -- Perikop: “Ketekunan.”

(10:19) Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, (10:20) karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, (10:21) dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah ALLAH.

 

Sebagai Imam Besar (Kepala rumah ALLAH) Yesus telah membuka jalan ke Sorga, sebab Yesus adalah Tabir atau Pintu Tirai, artinya telah mengalami perobekan daging dari atas sampai ke bawah.

Perobekan daging dasarnya adalah tingkat ibadah yang tertinggi itulah DOA PENYEMBAHAN. Sedangkan, doa penyembahan artinya: Penyerahan diri sepenuhnya untuk taat kepada kehendak ALLAH. Sebagaimana yang tertulis dalam Matius 27:50, “Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.” Ayat ini berbicara tentang doa penyembahan itulah tingkat ibadah yang tertinggi -- penyerahan diri sepenuh -- dan setelah sampai pada puncak ibadah pada ayat 51 dikatakan: “Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah ...” Jadi, dasar dari perobekan daging adalah tingkat ibadah tertinggi itulah doa penyembahan dan Yesus sudah sampai kepada puncak ibadah yang tertinggi itulah doa penyembahan.

 

Apabila seseorang tidak sampai kepada ibadah yang tertinggi (puncak ibadah) maka sampai kapanpun kehidupannya tidak akan mengalami perobekan daging, padahal daging ini harus dirobek karena daging hanya sebatas takhta dari setan. Jika daging tetap utuh maka daging menjadi takhta setan. Oleh sebab itu, kita harus sampai kepada tingkat ibadah tertinggi itulah doa penyembahan hingga terjadi perobekan daging, dengan demikian jalan ke Sorga terbuka dengan lebar.

 

Maka, jelas saja kaitan dari Tirai atau Tabir Bait Suci adalah ketekunan tiga macam ibadah pokok. Sebab, Ibrani 10, perikopnya adalah “ketekunan.” Sedangkan, ketekunan yang dimaksud disini dituliskan oleh Rasul Paulus dalam ayat 22 sampai ayat 24 dan kita akan menemukan 3 kata:

1.       Ayat 22: Kata “IMAN” à Ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci = Domba-domba diberi makan.

2.       Ayat 23: Kata “PENGHARAPAN” à Ketekunan dalam Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian Roh = Domba-domba diberi minum.

3.       Ayat 24: Kata “KASIH” à Ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan = Domba-domba diberi nafas hidup.

Penyembahan apabila dikaitkan dengan anatomi manusia itu terkena kepada HIDUNG dan MULUT. Sebab, penyembahan adalah nafas hidup. Maka apabila ibadah tidak sampai kepada doa penyembahan berarti tidak bernafas sekalipun masih hidup sampai hari ini.



Kemudian lewat ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok disitulah Imam Besar Agung menuntun ibadah kita sampai kepada tingkat yang tertinggi (puncak ibadah) yakni DOA PENYEMBAHAN. Ketika kita sudah sampai kepada doa penyembahan maka kita mengalami perobekan daging. Jadi, perobekan daging itu dasarnya adalah ketekunan tiga macam ibadah pokok.

 

Yohanes 14:6A

(14:6) Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

 

Yesus adalah JALAN dan KEBENARAN dan HIDUP.

 

Yohanes 14:6B

(14:6) Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

 

“... Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Hal ini menunjukkan bahwa Yesus adalah pintu gerbang menuju Kerajaan Sorga.

 

Yohanes 14:6 dalam susunan Tabernakel terkena kepada TABUT PERJANJIAN.

Singkat kata, ketika Pintu Sorga terbuka maka nampaklah dengan jelas Tabut Perjanjian. Tabut Perjanjian adalah gambaran dari sidang mempelai TUHAN yakni gereja TUHAN yang sempurna.

 

Jika TUHAN yang menjaga kita maka percayalah kita akan melihat Tabut Perjanjian, bayangan dari sidang mempelai TUHAN. Maka, apabila TUHAN berkata “jagalah dirimu” biarlah kita menjaga diri ini dengan caranya Tuhan sampai kita melihat Tabut Perjanjian bayangan dari sidang mempelai TUHAN, gereja TUHAN yang sempurna.

Ketika penjaga membuka pintu berarti penjaga/gembala itu sedang memperlihatkan suasana dari Kerajaan Sorga yakni Tabut Perjanjian, itulah takhta ALLAH.

 

Ibrani 6:19-20

(6:19) Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, (6:20) di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.

 

PENGHARAPAN itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita dan pengharapan itu telah dilabuhkan sampai ke belakang Tirai. Sebab, Yesus adalah Imam Besar Agung -- menurut peraturan Melkisedek, berarti imamatnya kekal dan tidak pernah berubah -- dan Kepala rumah TUHAN telah mengerjakannya bagi kita.

 

Jadi, pengharapan bila dikaitkan dengan pola Tabernakel terkena kepada RUANGAN SUCI.



Di dalam Ruangan Suci terdapat tiga macam alat yang menunjuk kepada ketekunan tiga macam ibadah pokok, maka pengharapan adalah KESUCIAN. Sedangkan, kesucian adalah awal untuk mencapai KESEMPURNAAN, sebagaimana yang tertulis dalam 1 Yohanes 3:3.

 

Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita. Dari kata “aman” disini maka kita beroleh suatu pengertian bahwa menjaga diri artinya kita menjaga dengan caranya TUHAN yaitu tergembala dengan sungguh-sungguh dan dengarkan suara gembala supaya nikah itu tertolong, sebab kedatangan TUHAN sudah semakin dekat.

Saya tidak menghendaki yang tidak baik, namun yang tidak baik itu sekarang sudah terjadi dimana-mana dan terakhir banjir terjadi di seluruh pulau Jawa. Kemarin saudara kita di Bandung mengalami longsor dan menimbun banyak rumah dan di dalam satu rumah banyak jiwa. Ini adalah tanda kedatangan TUHAN sudah dekat, sebab memang harus tergenapi yaitu langit dan bumi yang pertama harus berlalu dan diganti dengan langit bumi yang baru (Wahyu 21:1-2). Memang ini semua harus terjadi dan kita tidak bisa dari semua yang ada ini.

Oleh sebab itu, saya sampaikan dengan tandas: Jagalah dirimu dengan caranya TUHAN supaya kehidupan kita dilabuhkan sampai ke belakang Tabir.

 

Pengertian berikutnya tentang penjaga membuka pintu, di dalam Yohanes 10:9 Yesus berkata “AKULAH PINTU”.

Pada ayat 11, Yesus juga berkata: “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.”

Singkat kata, ada hubungan yang kuat antara PINTU dengan GEMBALA YANG BAIK, sebab untuk membuka pintu yakni pembukaan rahasia Firman harus ditandai dengan korban yakni menyerahkan nyawa.

Saya berterimakasih atas dukungan doa sidang jemaat sehingga sampai hari ini TUHAN memberikan kesehatan, umur panjang, nafas hidup kepada saya. Kemudian, terimakasih TUHAN sudah memberikan kekuatan sehingga dengan kekuatan ini saya mempunyai daya dan kemampuan untuk datang di kaki salib TUHAN di dalam hal menantikan pembukaan rahasia Firman TUHAN. Berarti baik jemaat sebagai domba-domba maupun pemimpin jemaat sebagai gembala sidang sama-sama ditandai dengan PENGORBANAN.

 

Ada hubungan yang kuat antara pintu dengan gembala yang baik, gembala yang baik menyerahkan nyawa untuk membuka pintu, berarti pembukaan rahasia Firman harus ditandai dengan korban baik korban dari sidang jemaat maupun korban dari gembala sidang itu sendiri.

Kita butuh pembukaan rahasia Firman ALLAH supaya kita menjadi satu kehidupan yang tergembala dengan baik, berarti mendengar suara gembala dan tidak liar, sebab jika tidak ada pembukaan rahasia Firman ALLAH maka liarlah domba-domba (Amsal 29:18). Kehidupan yang liar adalah kehidupan yang tidak mendengar suara gembala, hanya mengikuti kata hatinya saja sekalipun ada di tengah ibadah.

Sidang jemaat apabila membutuhkan pembukaan rahasia Firman pasti ada korban disitu, seminimnya pasti ada korban waktu untuk berdoa untuk gembala sidang, untuk ibadah, dan kegiatan-kegiatan di tengah ibadah.

 

Wahyu 5:1

(5:1) Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai.

 

Gulungan kitab dimeterai dengan tujuh meterai, berarti belum terbuka rahasia Firman ALLAH.

 

Wahyu 5:2-3

(5:2) Dan aku melihat seorang malaikat yang gagah, yang berseru dengan suara nyaring, katanya: "Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya?" (5:3) Tetapi tidak ada seorang pun yang di sorga atau yang di bumi atau yang di bawah bumi, yang dapat membuka gulungan kitab itu atau yang dapat melihat sebelah dalamnya.

 

Tidak ada seorangpun yang dapat membuka gulungan kitab dan membuka ketujuh meterainya:

-          Baik yang di Sorga à Para malaikat.

-          Baik yang di bumi à Hamba-hamba TUHAN yang telah menerima lima jabatan, termasuk saya sendiri tidak akan sanggup membukakan rahasia Firman ALLAH dari dalam diri sendiri.

-          Baik yang di bawah bumi à Alam barzakh atau alam maut.

Padahal gulungan kitab itu ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya, artinya: Jika tidak terjadi pembukaan rahasia Firman maka kehidupan seseorang tidak akan mengalami penyucian lahir batin / luar dan dalam.

 

Bisa saudara bayangkan apabila kita datang beribadah dan hanya mengandalkan mujizat-mujizat, tanda-tanda heran di tengah ibadah tanpa pembukaan rahasia Firman maka yang terjadi adalah ....

-          UMAT TUHAN liar artinya dia akan mengambil jalannya sendiri dan bertindak menurut kehendak hatinya saja, akhirnya hilang dan sesat di hadapan TUHAN.

-          TIDAK AKAN MENGALAMI PENYUCIAN lahir batin / luar dan dalam. Perlu untuk diketahui: Apa yang nampak di luar itu berasal dari dalam, jadi jikalau bagian luar nampak berantakan itu karena belum disucikan.

Namun jangan kita cepat-cepat lemah dan putus asa, jangan kita kuatir dan takut, karena TUHAN kita adalah TUHAN yang tahu segala kesusahan kita, Dia setia meskipun kita tidak setia.

 

Wahyu 5:4

(5:4) Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak ada seorang pun yang dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu ataupun melihat sebelah dalamnya.

 

Nampaklah keberadaan dari Rasul Yohanes, tersungkur di kaki TUHAN, dia menangis sejadi-jadinya karena belum terjadi pembukaan rahasia Firman. Jadi, untuk pembukaan rahasia Firman seorang gembala sidang perlu membawa dirinya rendah dan tersungkur di kaki salib untuk memohon kemurahan TUHAN supaya terjadi pembukaan rahasia Firman ALLAH.

Tangisan hamba TUHAN semacam ini adalah tangisan yang sanggup menyelesaikan semua masalah yang dihadapi sidang jemaat TUHAN, berbeda dengan tangisan karena kebodohan, karena kesalahan itu tidak akan menyelesaikan masalah.

 

Jelas bahwa Yesus berkata “Akulah pintu” tetapi Yesus juga berkata “Akulah gembala yang baik” sebab Ia telah menyerahkan nyawa.

Pendeknya, supaya pintu terbuka atau terjadi pembukaan rahasia Firman ALLAH maka harus ada PENGORBANAN, seperti Rasul Yohanes di Pulau Patmos ditandai dengan korban sehingga air mata tidak terbendung lagi dan tetesan air mata semacam ini dapat menghadapi segala persoalan dari sidang jemaat.

 

Wahyu 5:5

(5:5) Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."

 

Singa dari suku Yehuda itulah tunas Daud, Raja di atas segala raja, Dia telah berkemenangan.

Tanda singa dari suku Yehuda telah berkemenangan yaitu malam kita dapat merasakan auman singa suku Yehuda itulah Firman yang dibukakan.

Alkitab berkata dalam Amos 3:8 “Singa telah mengaum, siapakah yang tidak takut? TUHAN ALLAH telah berFirman, siapakah yang tidak bernubuat?” Auman dari singa suku Yehuda itulah Firman yang dibukakan menimbulkan roh takut akan TUHAN dan benci kejahatan (Amsal 8:13), kemudian Firman telah dibukakan berarti TUHAN telah memakai hamba-hamba TUHAN untuk bernubuat.

 

Kita bersyukur kepada TUHAN bahwa kita senantiasa menerima auman dari singa suku Yehuda yang senantiasa membuat kita gentar dan takut terhadap TUHAN, sehingga kita betul-betul membenci kejahatan dan bukan lagi penggemar terhadap dosa.

Yesus adalah singa dari suku Yehuda, Raja di atas segala raja, itu berbicara tentang KEMULIAAN, namun dibalik kemuliaan ada SALIB dan dibalik SALIB ada KEMULIAAN.

 

Wahyu 5:6

(5:6) Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh ALLAH yang diutus ke seluruh bumi.

 

Firman-Nya telah dibukakan sebab, di sini dikatakan; berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, berarti ada tanda PENYEMBELIHAN, Dia telah menyerahkan nyawa-Nya bagi domba-domba.

 

Singkat kata, lewat tangisan dari Yohanes di kaki salib akhirnya terjadi pembukaan rahasia Firman ALLAH, sebab:

-          Ia adalah singa dari suku Yehuda telah menang, Ia dapat membuka gulungan kitab dan ketujuh meterainya.

-          Ia juga Anak Domba yang telah disembelih, Ia telah menyerahkan nyawa-Nya di atas kayu salib.

 

Apabila ibadah itu dijalankan dengan berdarah-darah maka ibadah itu akan semakin TUHAN percayakan satu pembukaan rahasia Firman. Demikianlah kita mengerjakan ini semua termasuk event-event baik itu Paskah PPT maupun Natal PPT, semua kita kerjakan dengan berdarah-darah, namun dengan demikian TUHAN membukakan rahasia Firman sehingga baik saya sebagai hamba TUHAN maupun para peserta dalam persekutuan hamba TUHAN sangat membutuhkan pembukaan rahasia Firman, sehingga oleh pembukaan rahasia Firman timbullan rasa takut dan gentar kepada TUHAN, benci kejahatan, tidak liar dan tidak memberontak kepada TUHAN.

Kalau domba mendurhaka kepada TUHAN maka tidak akan diampuni, oleh sebab itu ajak keluarga untuk berdamai dengan TUHAN, jangan ajak isteri atau jangan ajak suami untuk melawan TUHAN (melawan gembala), jangan terhasut oleh pasangan sebab itu adalah kebodohan yang besar. Oleh sebab itu, lepaskan diri dari perasaan daging dan izinkan roh TUHAN berdaulat (penuh dengan Roh Kudus) dan dikontrol serta dikendalikan oleh Roh Kudus sepenuhnya sehingga tidak ada lagi perasaan yang berasal dari daging manusia, supaya seisi rumah betul-betul sesuai dengan perkataan TUHAN: “Jagalah dirimu.”

 

Terkait Wahyu 5 dimana gulungan kitab dan tujuh meterai telah dibuka oleh singa dari suku Yehuda, Dia juga anak domba yang telah disembelih, ternyata diperjelas oleh Rasul Paulus di dalam Ibrani.

 

Ibrani 10:7

(10:7) Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya ALLAH-Ku."

 

Pembukaan rahasia Firman erat kaitannya dengan penyembelihan itulah KORBAN KRISTUS.

Oleh sebab itu, jangan saudara berhitung-hitung soal korban baik tenaga, pikiran, waktu, keuangan, materi dan apapun yang kita punya demi pembukaan Firman. Sebab, kita rindu melihat Tabut Perjanjian yang adalah bayangan dari sidang mempelai TUHAN, itulah gereja TUHAN yang sempurna. Jika kita sudah melihat gereja TUHAN yang sempurna (Tabut Perjanjian) itulah yang disebut PENGHARAPAN, sedangkan pengharapan adalah sauh yang kuat.

 

Kalau pembukaan rahasia Firman tidak memperlihatkan keadaan Sorga / takhta ALLAH di Sorga maka tidak ada pengharapan di situ. Kalau Firman disampaikan hanya untuk melihat mujizat semata, maka pengharapan apa yang dapat dilihat. Maka, kita perlu rendah hati saat mendengar Firman supaya hati kita hancur sama seperti Rasul Yohanes, itulah yang kita dambakan lebih dari yang ada ini sebab yang ada ini akan diambil pada waktunya.

 

Mazmur 119:130

(119:130) Bila tersingkap, Firman-Firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.

 

Kuasa dari pembukaan rahasia Firman:

1.       Memberi terang, sehingga tidak ada lagi perbuatan dosa yang tersembunyi di tempat gelap, bagaikan 5 gadis yang bijaksana dan 5 gadis yang bodoh sama-sama membawa pelita sesungguhnya sudah berada dalam terang namun harus bijaksana.

2.       Memberi pengertian kepada orang-orang bodoh. Dengan demikian tidak ada lagi kesalahan, dosa, pelanggaran sebagai perbuatan bodoh.

 

Wahyu 5:7-9

(5:7) Lalu datanglah Anak Domba itu dan menerima gulungan kitab itu dari tangan Dia yang duduk di atas takhta itu. (5:8) Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus. (5:9) Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi ALLAH dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.

 

Dari pembukaan rahasia Firman kita dibawa sampai kepada doa penyembahan seperti empat makhluk dan dua puluh empat tua-tua masing-masing membawa satu kecapi dan satu cawan emas yang penuh dengan kemenyan itulah doa penyembahan. Selanjutnya, penyembahan itu disertai dengan bahasa lidah atau bahasa roh.

 

Maka jelas kita membutuhkan pembukaan Firman, sehingga dari pembukaan Firman kita betul-betul berada dalam suatu penyembahan yang luar biasa di kaki TUHAN, hati hancur dan air mata tidak terbendung di kaki TUHAN. Oleh sebab itu, kita perlu rendah hati saat duduk diam mendengarkan Firman TUHAN, tidak perlu gelisah memikirkan ini dan itu, apalagi sampai memasang aksi.

Maka, perhatikanlah pembukaan Firman TUHAN seperti empat makhluk dan dua puluh empat tua-tua yang tersungkur di kaki salib, buktinya tangan mereka memegang satu kecapi dan satu cawan emas yang penuh dengan kemenyan disertai dengan pembukaan rahasia Firman ALLAH.

Kalau Firman yang disampaikan tidak ada pembukaan hanya ada cerita si kancil, si buaya, maka tidak akan mungkin kita tersungkur di kaki salib.

 

Wahyu 5:9-10

(5:9) Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi ALLAH dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. (5:10) Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi ALLAH kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi."

 

Selanjutnya oleh darah itu sendiri (pengorbanan Kristus) dibawa kepada satu kedudukan yang tinggi itulah IMAMAT RAJANI, melayani dengan sistem kerajaan Sorga, memerintah sebagai raja di bumi berarti bukan hamba dosa.

Ada dua anak Ishak yang dilahirkan Ribka yaitu Esau dan Yakub, namun dalam Roma 9:12 dikatakan kepada Ribka: "Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda," Jadi apabila seseorang sudah berada pada kedudukan yang tinggi maka memerintah sebagai raja bukan hamba dosa itulah GEREJA YAKUB, sedangkan gereja Esau adalah hamba dosa.

 

Inilah hal pertama yang kita lihat dari tiga hal yang tertulis dalam Yohanes 10:3-4, yang pertama itulah PENJAGA MEMBUKA PINTU.

Jagalah dirimu dengan cara TUHAN, jangan andalkan manusia dan kekuatannya, jangan andalkan pikiran dan kepintaran manusia di dunia ini. Jagalah dirimu dengan cara Tuhan bukan dengan metode ini dan itu. Kiranya kasih TUHAN menolong dan menyertai kita senantiasa. Amin.

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang