KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Sunday, April 12, 2026

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 07 APRIL 2026



IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 07 APRIL 2026

 

SURAT YUDAS 1:11

(Seri: 17)

 

Subtema: TIDAK BERSUNAT HATI DAN TIDAK BERSUNAT TELINGA

 

Shalom.

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur karena kemurahan Tuhan, kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung Tuhan, kita boleh datang beribadah dengan keadaan sehat, tidak kekurangan suatu apapun. Sebentar kita akan tersungkur di kaki salib Tuhan, namun biarlah Firman Tuhan terlebih dahulu meneguhkan hati kita masing-masing.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN yang turut bergabung lewat online dimanapun Bapak/Ibu saudara berada, baik yang didalam negeri maupun diluar negeri. Selanjutnya damai sejahtera menguasai hati kita sehingga ada sukacita, ada satu kebahagiaan saat kita duduk diam mendengarkan sabda Allah duduk diam dekat kaki Tuhan.

 

Mari kita sambut SURAT YUDAS sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan dari Yudas 1:11, namun tetaplah berdoa dalam Roh mohon kemurahan daripada TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita.

 

Yudas 1:11

(1:11) Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

“Celakalah mereka...” antara lain:

a.       Karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain.

b.      Oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam.

c.       Mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

Tentang: MEREKA BINASA KARENA KEDURHAKAAN SEPERTI KORAH (Bagian kelima)

 

Bilangan 16:1-2--- Perikop: "Pemberontakan Korah, Datan dan Abiram."

(16:1) Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang Ruben, mengajak orang-orang (16:2) untuk memberontak melawan Musa, beserta dua ratus lima puluh orang Israel, pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya orang-orang yang kenamaan.

 

Korah beserta kumpulannya yaitu: Datan, Abiram, dan On beserta 250 orang pemimpin-pemimpin Kenamaan, bangkit untuk memberontak melawan Musa.

 

Bilangan 16:3

(16:3) Maka mereka berkumpul mengerumuni Musa dan Harun, serta berkata kepada keduanya: "Sekarang cukuplah itu! Segenap umat itu adalah orang-orang kudus, dan TUHAN ada di tengah-tengah mereka. Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN?"

 

Korah dan kumpulannya menuduh bahwa Musa dan Harun telah meninggi-ninggikan diri terhadap umat Israel.

 

Pertanyaannya: Mengapa Korah dan kumpulannya memberontak terhadap Musa dan Harun?

 

Jawabnya: Korah dan kumpulannya menuntut pangkat imamBilangan 16:10.

Padahal Korah dan seluruh Bani Lewi telah dipisahkan Allah dari antara umat Israel, sehingga mereka diperbolehkan mendekat kepada Tuhan, maksudnya;

1.      Melayani Tuhan dan pekerjaan-Nya.

2.      Melayani umat Israel.

Namun Korah dan kumpulannya masih saja menuntut pangkat imam kepada Musa, sebab Korah dan kumpulannya tidak memahami tentang takhbisan.

 

Sejenak kita baca…

Bilangan 3:9-10

(3:9) Orang Lewi harus kauserahkan kepada Harun dan anak-anaknya; dari antara orang Israel haruslah orang-orang itu diserahkan kepadanya dengan sepenuhnya. (3:10) Tetapi Harun dan anak-anaknya haruslah kautugaskan untuk memegang jabatannya sebagai imam, sedang orang awam yang mendekat harus dihukum mati."

 

Jadi suku Lewi diserahkan kepada imam Harun dan anak-anaknya sepenuhnya. Supaya mereka melayani imam Harun, melayani pekerjaan Tuhan didalam Tabernakel dan melayani umat Israel. Tetapi Harun dan anak-anaknya lah yang memegang jabatan imam.

Inilah ketetapan Tuhan yang disampaikan kepada umat Israel dengan perantaraan Musa.

 

Jadi suku Lewi hanya memperhatikan alat-alat di Tabernakel didalam Ruangan Suci dan Halaman, serta bertugas melayani umat Israel.

Sedangkan imam besar Harun bertugas untuk mengadakan pendamaian serta membawa ukupan setiap kali imam Harun masuk kedalam Ruangan Maha Suci.

Jadi masing-masing sudah mempunyai tugas sesuai dengan porsinya masing-masing.

 

Bilangan 16:11

(16:11) Sebab itu, engkau ini dengan segenap kumpulanmu, kamu bersepakat melawan TUHAN. Karena siapakah Harun, sehingga kamu bersungut-sungut kepadanya?"

 

Korah dan kumpulannya:

1.   Bersepakat melawan Tuhan.

2.   Bersungut-sungut kepada Harun karena iri hati.

Pendeknya; Korah dan kumpulannya sama sekali tidak memahami tentang TAKHBISAN, serta apa yang telah Tuhan tetapkan kepada bangsa Israel dengan perantaraan Musa, sesuai dengan yang ditulis oleh Musa didalam Bilangan 3:5-10.

 

Singkat kata, ambisi dan kehendak daging MERUSAK:

-    Kesucian, takhbisan dan urapan.

-   Tatanan Sorgawi terkait dengan tata kelola ibadah pelayanan.

 

Jadi Tuhan sudah tetapkan sedemikian rupa, siapa yang menjadi imam atau Gembala Sidang, siapa yang menjadi suku Lewi dan siapa yang menjadi orang awam.

Jangan kita keluar dari ketetapan Tuhan, dari apa yang Tuhan sudah perintahkan kepada bangsa Israel dengan perantaraan Musa.

 

Kita baca…

Filipi 2:1-4--- Perikop: "Nasihat supaya bersatu dan merendahkan diri seperti Kristus."

(2:1) Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, (2:2) karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, (2:3) dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; (2:4) dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

 

Di Dalam Kristus ada 5 (lima) hal:

1.      Nasihat.

Itu sebabnya Tuhan disebut penasehat yang ajaib, dan kita butuh keajaiban dari nasehat Firman yang kita terima di dalam setiap pertemuan ibadah.

2.      Penghiburan kasih.

Kita membutuhkan penghiburan kasih karena banyak masalah yang harus kita hadapi didunia ini, dengan banyak persoalan, banyak pergumulan yang berat maupun pergumulan yang ringan, sehingga kita menjadi susah hati dan membuat pikiran kita menjadi kacau.

3.      Persekutuan Roh.

Kalau kita hanya bersekutu dengan daging dan segala keinginannya; ujung-ujungnya binasa. Tetapi lewat Persekutuan Roh hari demi hari kita akan digairahkan untuk hidup benar, hidup suci dan senantiasa memikirkan hal-hal yang mulia.

4.      Kasih mesra.

Kita butuh kasih mesra supaya satu dengan yang lain saling mengasihi, kemudian didalam Kasih itu ada kemesraan, karena kita mengerjakannya di dalam Kasih baik suka maupun duka, sama-sama kita merasakannya. Jadi kita harus tahu untuk menempatkan Kasih mesra.

Saya kira kita tidak boleh seperti Petrus mengikuti Tuhan dari jauh, lalu memanaskan dirinya dengan api di Halaman bersama-sama dengan orang Yahudi… Lukas 22:25. Kita juga tidak boleh memanaskan diri bersama dengan dunia.

5.      Belas kasihan.

Sebetulnya upah dosa adalah maut… Roma 6:23. Tetapi sekalipun demikian kita masih diberi untuk menghadap Tuhan lewat pertemuan ibadah, termasuk ibadah doa penyembahan malam ini, itu karena belas kasihan Tuhan dan kalau kita merasakan belas kasihan Tuhan kita juga belajar untuk menaruh belas kasihan kepada sesama.

 

Kemudian, supaya ada keseimbangan,

Di dalam gereja Tuhan juga ada 5 (lima) hal:

1.      Sehati.

Apa gunanya sehati? Supaya kita bisa mengerjakan segala sesuatu dengan baik. Kalau kita tidak satu hati, mengerjakan yang ringan saja susah rasanya.

Jadi kita butuh “sehati” dalam rangka terwujudnya Pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna itulah; Sidang Mempelai Tuhan.

2.      Sepikir.

Hal ini perlu kita miliki, supaya kita sepikir, karena kalau kita menaruh pikiran yang berasal dari Kristus Yesus maka semuanya berjalan dengan baik.

3.      Satu kasih.

Itulah kasih Agape, sehingga satu sama lain saling menutupi, saling mengampuni, saling mengerti. Tetapi kalau ada dua kasih diluar “kasih Agape” maka antaralain; si A dikuasai kasih Eros, si B dikuasai kasih Fileo, itu sangat sulit sekali terwujudnya Pembangunan tubuh yang sempurna bahkan mengerjakan apapun sangat sulit.

4.      Satu jiwa = sejiwa.

Untuk melayani Tuhan dan melayani pekerjaan Tuhan kita perlu sejiwa dan pekerjaan itu perlu untuk dijiwai, dan pekerjaan itu harus ada di dalam hati. Kalau kita mengerjakan sesuatu, tetapi pekerjaan itu tidak ada di dalam hati = tidak dijiwai, maka pekerjaan itu dikerjai hanya dengan asal-asalan saja, saling menunda, saling mengharapkan orang lain.

5.      Satu tujuan.

Tujuan kita adalah; Yerusalem Baru, menjadi sidang Mempelai Wanita Tuhan disebut juga; Gereja Tuhan yang sempurna.

 

Maka untuk mencapai tujuan ini kita harus satu, dimulai dari; sehati, sepikir, satu kasih, satu jiwa, dan satu tujuan. Kalau tujuan kita satu maka sudah pasti satu sama lain saling melengkapi, tidak perlu diperintah-perintah, tidak perlu diatur-atur.

 

Tadi ada 5 (lima) hal dalam Kristus Yesus, supaya terjadi keseimbangan maka juga harus ada 5 (lima) hal di dalam gereja Tuhan untuk mencapai apa yang dirindukan oleh Tuhan.

Oleh sebab itu tiap-tiap orang jangan hanya:

-          Mencari kepentingan diri sendiri, mencari kepentingan kelompok atau golongannya, tetapi mengerti kepentingan orang lain juga.

-          Jangan hanya mencari puji-pujian yang sia-sia.

Yang terpenting kita bersatu di dalam hal memuji Tuhan, bersatu didalam hal menaikkan doa, bersatu di tengah-tengah ibadah dan pelayanan, yang terpenting itu; “bersatu”. Jadi tidak perlu mencari puji-pujian yang sia-sia, tidak perlu mencari kesempatan dalam kesempitan, sebab itu adalah kesia-siaan. Itu adalah rohnya Korah dan kumpulannya.

 

Sebaliknya; hendaklah kita semua rendah hati, kemudian menganggap orang lain lebih utama dari pada diri kita sendiri. Yang terpenting terwujudnya Pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna, tubuh dan kepala menyatu.

 

Bilangan 16:12

(16:12) Adapun Musa telah menyuruh orang untuk memanggil Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, tetapi jawab mereka: "Kami tidak mau datang.

 

Musa memanggil Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, tetapi mereka tidak mau datang = KERAS HATI dan KERAS KEPALA.

 

Terkait “keras hati dan keras kepala”…

Kisah Para Rasul 7:51

(7:51) Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu.

Dosa keras hati dan keras kepala adalah dosa TURUNAN atau dosa WARISAN.

 

Singkat kata; Orang-orang yang keras hati dan orang-orang yang keras kepala disebut; orang yang tidak bersunat hati dan orang yang tidak bersunat telinga.

-    KERAS KEPALA 🡪 Orang yang tidak bersunat telinga = TIDAK DENGAR-DENGARAN.

-    KERAS HATI 🡪 Orang yang tidak bersunat hati = TIDAK TAAT DAN TIDAK TUNDUK.

Kehidupan semacam ini adalah kehidupan yang selalu MENENTANG ROH-EL KUDUS, sama seperti Datan dan Abiram.

 

Kalau tadi Musa memanggil Datan dan Abiram itu bukan karena kepentingannya, tetapi itu merupakan kepentingan bersama, berarti; itu adalah kegiatan Roh, pekerjaan Roh, dan itu adalah aktivitas dari Roh-El Kudus. Tetapi Datan dan Abiram tidak mau datang ketika dipanggil Musa, dia selalu menentang Roh-el Kudus.

 

Saya berharap pengertian yang sudah kita terima malam ini menjadi satu pelajaran yang betul-betul menggurui baik hidup kita dan nikah rumah tangga kita di tengah-tengah ibadah dan pelayanan.

Kita harus mau belajar kepada guru, andaikata Guru itu tidak terlalu pandai, tetapi yang menetapkan seseorang menjadi Guru ialah; Tuhan, yang menetapkan saya jadi “Gembala” ialah; Tuhan, bukan kepentingan saya.

Jadi andaikata sidang jemaat ijazahnya lebih tinggi (lebih pandai) dari saya…

Saudara bukan soal pandainya, tetapi soal dengar-dengaran itu lebih penting. Yang terpenting bersunat hati dan bersunat telinga, itu yang terpenting.

Jadi harus mengalami sunat (penanggalan) akan tubuh yang berdosa, itu tabiat daging yang tidak baik dan itu harus diputuskan dari kehidupan kita, itu sangat kotor dan menjijikkan. Jadi, saudara harus tahu apa yang menjijikkan dalam hidup kita dihadapan Tuhan, yaitu; bila kita keras hati dan keras kepala.

 

Demikianlah Stefanus menyimpulkan keadaan bangsa Israel ketika mereka ada dalam perjalanan di padang gurun selama 40 tahun yaitu; bangsa Israel adalah orang yang keras kepala dan keras hati (tidak bersunat telinga dan tidak bersunat hati) ketika dia paparkan di hadapan Mahkamah Agama. Karena pada masa itu dia diadili oleh orang-orang Yahudi di hadapan Mahkamah Agama dan itu diketahui oleh Saulus, di sponsori oleh imam-imam kepala. Sampai akhirnya oleh kekerasan hati daripada bangsa Israel iapun dirajami, dilempar dengan batu sampai mati.

 

Semuanya itu disampaikan Stefanus dengan jelas, lugas dan tegas tanpa keraguan sedikit pun, semuanya disampaikan di hadapan Mahkamah Agama.

 

Kisah Para Rasul 7:53-56--- Perikop: "Pembelaan Stefanus"

(7:53) Kamu telah menerima hukum Taurat yang disampaikan oleh malaikat-malaikat, akan tetapi kamu tidak menurutinya." (7:54) Ketika anggota-anggota Mahkamah Agama itu mendengar semuanya itu, sangat tertusuk hati mereka. Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi. (7:55) Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. (7:56) Lalu katanya: "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah."

 

Mendengar apa yang telah dipaparkan / dinarasikan oleh Stefanus dihadapan Mahkamah Agama; maka sangat tertusuk hati mereka, disertai gertakan gigi.

 

Bagaimana kita mendengar narasi atau pemberita Firman yang disampaikan dengan jelas, dengan lugas disebut juga dengan Firman yang rahasianya dibukakan?.

Ketika rahasia Firman dibukakan, maka segala yang terselubung di dalam hati semuanya tersingkap, ketika semua tersingkap, apakah hati kita merasa sangat tertusuk? apakah kita saat mendengar pembukaan rahasia firman disertai dengan gertakan gigi?.

Tetapi orang-orang yang di Mahkamah Agama tertusuk hati mereka, selain tertusuk mereka juga menyambutnya dengan gertakan gigi berarti; suatu keadaan yang sangat menyedihkan sekali.

 

Bagaimana dengan rahasia Firman Allah yang dibukakan, saat segala yang terselubung disingkapkan apakah tertusuk di hati kita? Apakah kita tersinggung? Lalu menyambutnya dengan kertakan gigi? Itu merupakan bagian dari kekerasan di hati dan keras kepala (tidak bersunat hati dan tidak bersunat telinga).

 

Andaikata seseorang mau disucikan maka pasti dia mau dikoreksi oleh Firman, ia tidak perlu merasa tertusuk dan tidak perlu menyambutnya dengan gertakan gigi, tetapi orang yang mau disucikan dia akan menerima nasehat Tuhan dengan segala kerendahan hati.

 

Sebaliknya dalam pemaparan itu Stefanus:

a.  Penuh dengan Roh Kudus 🡪 Stefanus Tidak keras hati dan tidak keras kepala = bersunat telinga dan bersunat hati.

b.   Langit terbuka bagi Stefanus 🡪 Stefanus ada dalam kemuliaan.

 

Kisah Para Rasul 7:57-50

(7:57) Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia. (7:58) Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus. (7:59) Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku." (7:60) Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.

 

Kalau seseorang ada dalam Kemuliaan Allah; Tandanya:

-    Stefanus berdoa: "Ya Tuhan Yesus, terimalah Rohku."

Jadi yang terpenting bagaimana jiwa, roh kita ini suci dihadapan Tuhan. Kalau tubuh akan kembali ke tanah karena tubuh berasal dari tanah, maka yang disucikan bukan tubuh, tetapi bagaimana roh dan jiwa kita berkenan kepada Tuhan, itu yang terpenting.

Apa artinya menuntut pangkat imam? Andaikata pun mencapai pangkat imam itu… itu hanya bentuk lahiriah saja, tetapi yang terpenting; roh dan jiwa dalam keadaan suci dihadapan Tuhan.

Oleh sebab itu kalau kita perhatikan Stefanus; “terimalah rohku”, berarti; dia tidak peduli dengan raga dan tidak peduli dengan tubuhnya yang akan binasa, tetapi dia peduli dengan kehidupan yang akan datang, maka kita pun harus memperhatikan jiwa dan roh.

 

-    Berlututlah ia. Isi doa Stefanus; "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!"

Berlututlah ia itulah; doa penyembahan, dalam kerendahan di hati.

Apa tanda seseorang hidup dalam doa penyembahan?... Tidak menghendaki maut karena dosa dialami orang lain, tidak menghendaki kesusahan orang lain.

Banyak orang kristen bersukacita di atas penderitaan orang lain, tetapi gereja Stefanus tidak seperti itu. Stefanus tidak menghendaki maut karena dosa dialami oleh bangsa Israel.

Itulah keadaan Stefanus ada dalam kemuliaan.

 

Kekerasan di hati daripada Datan dan Abiram disebut juga dengan: PENYEMBAHAN terhadap BERHALA atau terhadap patung yang didirikan, seperti yang tertulis dalam 1 Samuel 15:23.

 

Kisah Para Rasul 7:40-41

(7:40) Kepada Harun mereka berkata: Buatlah untuk kami beberapa allah yang akan berjalan di depan kami, sebab Musa ini yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir -- kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia. (7:41) Lalu pada waktu itu mereka membuat sebuah anak lembu dan mempersembahkan persembahan kepada berhala itu dan mereka bersukacita tentang apa yang dibuat sendiri oleh mereka.

 

Intinya; Umat Israel tidak peduli dengan Musa, atau sama sekali tidak peduli dengan pemimpin yang diutus oleh Tuhan.

Pendeknya, bila domba tidak peduli dengan gembala (tidak taat, tidak setia, tidak dengar-dengaran, dan tidak mengikuti gembala), maka domba menjadi LIAR = Mengambil jalannya sendiri.

PRAKTEK DOMBA LIAR: Umat Israel mendirikan patung anak lembu emas = Hidup di dalam penyembahan berhala.

Berhala artinya: Segala sesuatu yang sifatnya melebihi Tuhan, contoh: meninggalkan jam-jam ibadah karena study, pekerjaan, bisnis, usaha dan lainnya.

 

Selanjutnya, bangsa Israel mempersembahkan persembahan kepada BERHALA.

Saudara tidak sedikit orang kristen mempersembahkan atau menyerahkan segala sesuatu untuk berhala; baik waktu, tenaga, dan pikiran. Namun, separuh dari semua yang telah dipersembahkan kepada berhala, tidak dipersembahkan kepada Tuhan.

 

Saudara kita beribadah 2 jam, 3 jam maksimal. Sedangkan saudara bekerja dari jam 7 pagi sampai jam 6 sore, dari pekerjaan itu; banyak tenaga, banyak waktu, banyak pikiran, banyak perhatian telah ditumpahkan di pekerjaan itu. Tetapi separuh dari pekerjaan itu kadang-kadang orang kristen tidak mau kerjakan. Bukankah hal seperti ini membuat hati Tuhan cemburu?.

Kita berkunjung ke rumah saudara daging sampai pada akhirnya meninggalkan jam-jam ibadah, dalam kunjungan itu; habis tenaga, habis waktu, habis pikiran, habis uang (transportasi), habis disitu saja,dan itu mau kita kerjakan. Tetapi sepersepuluh dari yang apa yang kita persembahkan kepada berhala, kita tidak mau persembahkan kepada Tuhan.

 

Jadi artinya; orang yang keras hati atau orang yang jatuh dalam penyembahan berhala menjadi BODOH; tidak mengenal dan tidak mengerti rencana Tuhan, serta tidak tahu menyenangkan hati Tuhan.

Kalau orang bekerja dari jam 7 pagi sampai jam 6 sore itu OKELAH karena dia bekerja, tetapi kalau dia sengaja meninggalkan ibadah hanya karena kesibukan di dunia, itu namanya berhala, dan untuk berhala itu dia harus tumpahkan segala sesuatunya, tetapi separuh yang dia persembahkan kepada berhala dia tidak kerjakan untuk Tuhan, itu yang membuat hati Tuhan cemburu. Padahal Tuhan sangat suka sekali dipuji, dipuja dan diagungkan.

 

Keluaran 20:4-5--- Perikop:”Kesepuluh firman”

(20:4) Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. (20:5) Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku

 

Tuhan melarang untuk mendirikan patung berhala dan untuk menyembah berhala, sebab itu adalah orang-orang yang membenci Tuhan. Sebab, Allah sangat cemburu terhadap orang seperti ini, lalu pada kecemburuan itu Tuhan akan MEMBALASKAN dengan penghukuman sampai kepada keturunan yang ketiga dan keempat.

 

Jadi saudara, jangan biasakan tinggalkan jam-jam ibadah karena berkunjung ke tempat saudaramu laki-laki dan saudaramu perempuan, tanpa engkau sadari; engkau membenci Tuhan, dan hukuman Tuhan dengan marahnya kepada orang semacam ini bukan hanya kepada dia, tetapi kepada anaknya, kepada cucunya dan cicitnya.

 

Itu sebabnya tanpa saudara/saudari sadari dan berkata;… kenapa anak saya males beribadah? Kenapa sampai cucu-cucu saya tidak beribadah?... Itu karena dosa turunan kutuk nenek moyang.

 

Seorang ibu sering menangis dan berkata;… apa salah saya Tuhan? kenapa anak saya seperti ini?... Padahal dia tidak mau koreksi diri, sehingga seorang ibu menyalahkan anak yang salah, semestinya kita koreksi diri. Jangan kita tuntut anak beribadah, tetapi engkau sendiri hidup dalam penyembahan berhala, itu sangat sulit dikerjakan.

 

Jadi Akhir / kesimpulan dari perjalanan bangsa Israel di padang gurun adalah KEKERASAN DI HATI, hal itu sudah disampaikan oleh Stefanus kepada orang Yahudi di hadapan Mahkamah Agama.

 

Namun, DARI MULANYA tidaklah demikian.

 

Kisah Para Rasul 7:1-3 -- Perikop: "Pembelaan Stefanus"

(7:1) Kata Imam Besar: "Benarkah demikian?" (7:2) Jawab Stefanus: "Hai saudara-saudara dan bapa-bapa, dengarkanlah! Allah yang Mahamulia telah menampakkan diri-Nya kepada bapa leluhur kita Abraham, ketika ia masih di Mesopotamia, sebelum ia menetap di Haran, (7:3) dan berfirman kepadanya: Keluarlah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan pergilah ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.

 

Silsilah atau asal mula bangsa Israel dimulai dari ABRAHAM.

Abraham dipanggil Tuhan dan taat kepada panggilan itu, Prakteknya:

a.       Abraham meninggalkan negeri Kasdim.

Artinya; Abraham meninggalkan kenajisan percabulan dan persundalan. Dengan lain kata; Abraham tidak mabuk anggur dari perempuan Babel, tetapi Abraham mabuk anggur dari Roh Allah yang suci.

b.      Abraham meninggalkan sanak saudara.

Artinya; Abraham melepaskan diri dari tabiat daging dengan segala hawa nafsu dan keinginan daging yang jahat.

Inilah sebetulnya keadaan dari nenek moyang daripada bangsa Israel, justru meninggalkan kenajisan percabulan dan meninggalkan penyembahan berhala.

 

Itu sebabnya tadi saya katakan; sesungguhnya bangsa Israel awalnya bukan orang yang keras hati, tetapi karena sudah terlalu lama dijajah di Mesir, akhirnya semua berubah; pola pikir dan hati berubah.

Segala sesuatu yang baik, yang benar, yang suci, dan yang mulia semua jadi berubah karena sudah terlalu lama ada dalam tekanan oleh karena perbudakan di Mesir.

 

Jadi kisah perjalanan bangsa Israel selama 40 tahun di padang gurun disimpulkan sebagai KEKERASAN DI HATI (PENYEMBAHAN BERHALA).

 

Kisah Para Rasul 7:4-5

(7:4) Maka keluarlah ia dari negeri orang Kasdim, lalu menetap di Haran. Dan setelah ayahnya meninggal, Allah menyuruh dia pindah dari situ ke tanah ini, tempat kamu diam sekarang; (7:5) dan di situ Allah tidak memberikan milik pusaka kepadanya, bahkan setapak tanah pun tidak, tetapi Ia berjanji akan memberikan tanah itu kepadanya menjadi kepunyaannya dan kepunyaan keturunannya, walaupun pada waktu itu ia tidak mempunyai anak.

 

Selanjutnya, Abraham tinggal di tanah Kanaan (tanah perjanjian) untuk menjadi milik pusakanya.

 

Ibrani 4:8-9---Perikop: "Hari perhentian yang disediakan Allah"

(4:8) Sebab, andaikata Yosua telah membawa mereka masuk ke tempat perhentian, pasti Allah tidak akan berkata-kata kemudian tentang suatu hari lain. (4:9) Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah.

 

Inilah tanah warisan. Yang dimaksud tanah warisan yang diwariskan oleh Tuhan kepada anak-anak Tuhan adalah hari ketujuh, hari perhentian itulah DOA PENYEMBAHAN.

Jadi inilah yang diwariskan / dijanjikan oleh Tuhan kepada Bapa leluhur orang Israel itulah Abraham. Dan untuk kita “tanah perjanjian” secara rohani; itulah hari ketujuh, hari perhentian; itulah Doa Penyembahan, berarti; kita berhenti dari segala aktivitas di dunia ini.

 

Jadi sudah sangat jelas, dari semula bangsa Israel bukan orang yang keras hati. Sebetulnya sudah lepas dari penyembahan berhala, kenajisan percabulan, lepas dari tabiat daging, tetapi setelah sekian lama di perbudak di Mesir paradigma (cara berpikir) berubah, sudut pandang, semua jadi berubah sampai akhirnya menjadi orang yang keras hati.

 

Tetapi lihatlah; JALAN KELUARNYA kepada kita…

Tuhan masih sediakan kepada kita tanah perjanjian menjadi milik pusaka itulah; tanah air sorgawi disebut hari ketujuh, hari perhentian; itulah doa penyembahan.

 

Ibrani 4:10

(4:10) Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya.

 

Jadi hari ketujuh, hari perhentian itulah doa penyembahan. Dalam penyembahan; kita lepas dari segala kesibukan yang ada di atas di muka bumi ini, lepas dari pekerjaan-pekerjaan di bumi, dan lepas dari segala aktivitas-aktivitas sehari-hari kita. Itulah tanah Kanaan rohani yang dijanjikan oleh Tuhan kepada kita.

 

Ibrani 4:11

(4:11) Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorang pun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.

Supaya lepas dari penyembahan berhala itulah kekerasan di hati, maka marilah kita masuk ke hari ketujuh, hari perhentian yang dijanjikan oleh Tuhan Allah kepada Abraham.

Tuhan memberkati kita. Amen.

 

 

TUHAN YESUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI KITA SEMUA

 

 

Pemberita Firman;

Gembala Sidang: Pdt. Daniel U. Sitohang