KAMI NANTIKAN KESAKSIAN-KESAKSIAN SAUDARA YANG SUDAH MEMBACA FIRMAN TUHAN PADA BLOG INI

Terjemahan

Search This Blog

IBADAH RAYA MINGGU, 26 JULI 2026



IBADAH RAYA MINGGU 26 JULI 2026


KITAB WAHYU

WAHYU 19:20

(SERI 1)

 

Subtema: MENGIKUTI RUMUS TUHAN

 

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus. Kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Raya Minggu malam ini.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, umat ketebusan Tuhan yang turut bergabung lewat online / live streaming / online, baik dari Youtube, Facebook atau media sosial lainnya yang digunakan. Selanjutnya, doa dan harapan kami, kiranya damai sejahtera dari Sorga ada di tengah-tengah kita, menguasai hati kita, sehingga dalam kesukaan Sorgawi dan bahagia, kita duduk diam dalam menikmati Sabda Allah.

 

Selanjutnya, kita akan mengikuti KITAB WAHYU sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu. Namun, tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan Tuhan, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi.

 

Malam ini kita masuk pada Wahyu 19:20 sebagai seri 1.

 

Wahyu 19:20

(19:20) Maka tertangkaplah binatang itu dan bersama-sama dengan dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda di depan matanya, dan dengan demikian ia menyesatkan mereka yang telah menerima tanda dari binatang itu dan yang telah menyembah patungnya. Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang.

 

Di sini dikatakan: tertangkaplah binatang itu bersama-sama dengan nabi-nabi palsu. Lalu, keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang.

 

Pendeknya, yang dialami oleh binatang itu dan nabi-nabi palsu

-          Diawali dengan segala keindahan-keindahan, namun diakhiri dengan kebinasaan.

-          Diawali dengan hal-hal manis, namun diakhiri dengan kepahitan.

Saudara, hal ini tidak sesuai dengan rumus di dalam Tuhan. Sebab rumus di dalam Tuhan:

-          Mati dahulu baru bangkit1 Korintus 15:36-37.

-          Menderita dahulu baru dipermuliakan.

Tetapi, baik binatang maupun nabi-nabi palsu menolak rumusnya Tuhan.

 

Bagaimana dengan kita malam ini, mau mengikuti rumusnya Tuhan atau rumusnya setan? Tetapi saya berpesan: marilah kita mengikuti rumusnya Tuhan yaitu:

-          Mati dahulu baru bangkit.

-          Menderita dahulu baru dipermuliakan.

 

BUKTI BINATANG MENOLAK RUMUSNYA TUHAN.

Wahyu 13:1

(13:1) Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.

 

Untuk kesekian kalinya kita membahas ayat ini, namun kiranya Tuhan tetap menyatakan kasih dan karunia-Nya terkait ayat ini.

 

Saudara, di sini kita melihat, “...seekor binatang keluar dari dalam laut…” -> antikris.

Kemudian, binatang ini…

-          Bertanduk sepuluh dan di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota.

-          Berkepala tujuh dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.

 

Untuk membuktikan bahwa binatang ini menolak rumusnya Tuhan, kita akan membahas HAL-HAL YANG MELEKAT / DIMILIKI OLEH BINATANG TERSEBUT. Antara lain…

Diawali dengan: “SEPULUH TANDUK DENGAN SEPULUH MAHKOTA.”

 

Tentang: TANDUK, bicara soal kuasa yang memberi keselamatan, namun itu hanyalah “akal-akalan” semata. Kita buktikan hal itu…

Wahyu 13:3

(13:3) Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu.

 

Di sini dikatakan: “... satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya…” Tetapi, luka yang membahayakan itu; sembuh. Intinya di sini, binatang (antikris) mengadakan mujizat kesembuhan. Sehingga, oleh mujizat kesembuhan itu…

a.       Seluruh dunia heran (takjub)

b.      Kemudian, orang-orang yang takjub itu, “mengikuti binatang itu” (antikris). Pendeknya, menjadi pengikut Antikris bukan pengikut Kristus.

 

Sejenak kita bandingkan dengan “PENGIKUT KRISTUS”….

Matius 16:21 --- Perikop: “Pemberitahuan pertama tentang penderitaan Yesus dan syarat-syarat mengikuti Dia”

Jadi, ada empat kali Yesus memberitahukan tentang penderitaan-Nya. Di malam ini kita memeriksa pemberitahuan yang pertama.

 

Matius 16:21

(16:21) Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.

 

Saudara, di sini kita melihat, Yesus memberitahukan kepada murid-murid bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem. Tujuannya:

-          Menanggung banyak penderitaan dari tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat.

-          Lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.

Ini adalah RUMUS DI DALAM TUHAN dan diajarkan oleh Yesus kepada murid-murid-Nya. Bukan saja kepada murid-murid, tetapi kita juga harus menerima rumus ini. Biarlah kita mantap memiliki rumusnya Tuhan.

 

Matius 16:22-23

(16:22) Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau." (16:23) Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."

 

Menolak pengajaran salib, dengan lain kata menolak rumusnya Tuhan yang telah diajarkan kepada murid-murid, menunjukkan bahwa gereja telah dikuasai iblis (setan).

 

Jadi, apabila gereja-gereja berfokus hanya pada mujizat-mujizat dan karunia-karunia kesembuhan lalu mengabaikan pengajaran salib menunjukkan bahwa gereja itu telah dikuasai iblis (setan).

Justru di hari-hari terakhir ini banyak gereja yang berfokus hanya pada mujizat-mujizat / tanda-tanda ajaib, dan karunia-karunia kesembuhan yang dimiliki oleh seorang hamba Tuhan. Maka ketika Petrus menolak ajaran salib, dengan tidak segan-segan Yesus berkata kepada Petrus: “Enyahlah iblis”. Petrus bukan iblis, tetapi roh iblis itu telah menguasai pikiran Petrus, sehingga menolak rumusnya Tuhan, menolak menderita sengsara dan mati dengan Kristus. Demikian juga hamba-hamba Tuhan, kalau sibuk hanya untuk mengadakan mujizat-mujizat, tetapi mengabaikan salib Kristus, berarti dia juga telah dikuasai Iblis (Setan).

 

Saudara, hamba Tuhan akan menjadi batu sandungan, bila ia sibuk hanya untuk mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib dan mujizat kesembuhan di tengah ibadah dan pelayanan, sementara Pengajaran salib diabaikan.

Kiranya, saya secara pribadi jangan menjadi batu sandungan kepada keselamatan jiwa-jiwa.

Bila saya hanya sibuk menonjolkan karunia-karunia di dalam diri saya, termasuk mujizat-mujizat kesembuhan, berarti saya menjadi batu sandungan terhadap saudara, menjadi batu sandungan terhadap rencana Allah yang sedang dinyatakan.

 

Itu sebabnya di atas tadi saya katakan: mantaplah memiliki rumusnya Tuhan --- mati dulu baru bangkit. Jangan seperti binatang dan nabi palsu, menolak rumusnya Tuhan. Memang, diawali dengan keindahan-keindahan, tetapi diakhiri dengan kebinasaan, diawali dengan hal-hal yang manis tetapi diakhiri dengan segala kepahitan.

 

Bila sibuk hanya untuk pamer karunia yang dimiliki, pamer dengan mujizat kesembuhan, tetapi pengajaran salib diabaikan, maka hamba Tuhan semacam ini ….

-          Ia tidak memikirkan apa yang dipikirkan Allah

-          Melainkan, memikirkan apa yang dipikirkan manusia.

Pikiran manusia hanya tertuju pada hal-hal duniawi atau perkara-perkara di bawah.

 

Doakan supaya saya jangan menjadi batu sandungan terhadap keselamatan jiwa-jiwa. Tetapi sebaliknya, saudara harus bersyukur dan berbangga kepada Tuhan, karena kita senantiasa diajar untuk menerima dan hidup didalam rumusnya Tuhan. Jangan kita bersungut-sungut dan hidup menurut logika seperti Petrus.

 

Matius 16:24

(16:24) Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku

 

Syarat untuk menjadi pengikut Kristus Yesus:

-          Sangkal diri = menyangkali segala sesuatu yang ada di dalam dirinya, termasuk kelebihan-kelebihan = tidak bermegah terhadap kelebihan-kelebihan yang dimiliki dalam diri. Meskipun ada kelebihan tidak perlu bermegah, cukup mengucap syukur saja kepada Tuhan.

 

Tadi kita sudah mendengar kesaksian dari: Saudari Grace mengakui bahwa semua yang ia terima jelas karena kemurahan dari Tuhan saja, semata-mata bukan karena gagah dan hebatnya dia. Dia menerima berkat dan kemurahan karena didikan dari penggembalaan. Saya yakin ini adalah pengakuan yang tulus, karena memang saya melihat perkembangannya dari sejak kecil hingga sekarang menjadi seorang guru kimia di satu SMA Swasta di kota Serang. Begitu juga dengan kita, harus mengakui didikan dari penggembalaan, artinya; sekalipun kita memiliki sesuatu di dalam diri, semua itu harus disangkali, apapun bentuknya. Jangan kita bermegah di situ, selain hanya mengucap syukur saja dan terimakasih kepada Tuhan langit dan bumi.

 

-          Memikul salib, artinya; memikul kebenaran Allah, kekudusan Allah dan memikul kemuliaan Allah.

Jadi, kebenaran harus dipikul, tidak boleh dilepas. Kekudusan juga harus dipikul, tidak boleh dilepas. Kemuliaan dari Sorga pun harus dipikul, tidak boleh dilepas. Semuanya itu jangan dilepaskan hanya karena mempertahankan harga diri atau karena malu dengan dunia.

Bisa saja seseorang melepaskan kebenaran Allah karena harga diri, atau karena malu kepada dunia. Dahulu saya seperti itu, tetapi sekarang, bila direndahkan, saya tidak malu. Dahulu saya berjuang untuk mempertahankan harga diri, tetapi sekarang kita harus terus belajar, untuk memikul salib-Nya.

Kebenaran Allah; harus dipikul, kekudusan Allah; harus dipikul dan kemuliaan serta yang terkait dengan kemuliaan itulah ibadah dan pelayanan, harus dipikul. Itulah yang disebut dengan aniaya karena Firman, sengsara karena salib.

 

-          Mengikut Tuhan, berarti; mengikuti teladan yang telah ditinggalkan oleh Tuhan yaitu; tapak-tapak kaki Yesus yang berdarah-darah. Antara lain (1 Petrus 2:22-23)…

1.      Tidak berbuat dosa, tabiat dari FIRMAN ALLAH.

Kalau penuh dengan Firman, pasti tidak berbuat dosa.

2.      Tidak berdusta, tabiat dari ROH KUDUS.

Kalau penuh dengan Roh Kudus pasti tidak ada dusta di mulut.

3.      Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tabiat dari KASIH ALLAH.

Kalau penuh dengan kasih Allah, dosa / ketelanjangan / kesalahan orang lain pasti ditutupi, bukan diumbar-umbar.

 

Pengertian berikutnya mengenai mengikut Tuhan yaitu: tidak menyimpang ke kiri dan ke kanan = bersikap seperti laki-laki (1 Korintus 16:13).

 

Jadi, tanduk yaitu kuasa keselamatan yang sebenarnya (sejati), datang dari salib Golgota. Sementara tanduk binatang (antikris) adalah tanduk / kuasa keselamatan palsu.

Orang sakit sembuh, tetapi menolak salib = kuasa keselamatan palsu. Kalau sembuh, harus hidup dalam salib; sangkal diri, pikul salib, meskipun menderita dan mati karena penyakit itu sendiri.

 

Tentang: MAHKOTA.

Mahkota dari binatang tersebut bicara tentang kemenangan, tetapi itu juga hanya “akal-akalan” saja. Memang, satu kali antikris akan menjadi RAJA yang berkuasa dan memerintah atas seantero dunia. Maka tentu saja di atas kepala raja ada mahkota, tetapi itu hanya akal-akalan saja. 

Ayat referensi…

-          Matius 20:25

(20:25) Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.

 

Apabila antikris menjadi raja,

a.       Ia akan memerintah dengan tangan besi

b.      Menjalankan kuasa dengan keras / otoriter atas mereka.

Dan hal itu tidak akan lama lagi terjadi, sudah di depan mata.

 

-          Lukas 22:25

(22:25) Yesus berkata kepada mereka: "Raja-raja bangsa-bangsa memerintah rakyat mereka dan orang-orang yang menjalankan kuasa atas mereka disebut pelindung-pelindung.

 

Kedudukan mereka (antikris) pada saat menjadi raja, hampir sama seperti Gembala Agung pada saat menggembalakan kawanan domba-Nya yaitu; menjaga, melindungi, membela dan memelihara, kira-kira seperti itu. Tetapi sesungguhnya mereka adalah gembala palsu. 

 

Jadi, mahkota di atas kepala pun akal-akalan saja, sifatnya semu dan palsu. Mahkota di atas kepala binatang itu bersifat sementara, tidak lebih dari tujuh tahun, yang memuncak pada 3½ tahun yang kedua. Sesudah itu, Tuhan akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya (2 Tesalonika 2:8).

Bagaimana, apakah saudara mau menikmati hal-hal yang indah dan manis, tetapi akhirnya binasa? Masakan karena tujuh tahun itu kita harus meninggalkan jam-jam ibadah? Oleh sebab itu, bersikaplah tegas mulai dari sekarang.

 

Hal itu juga telah Tuhan tetapkan, sebagaimana dalam..

Daniel 9:27

(9:27) Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu."

 

Di sini dikatakan: “sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu.

Artinya, antikris telah ditetapkan untuk dibinasakan, hanya tujuh tahun saja mahkota itu ada di kepalanya. Berpikirlah lebih bijaksana dari sejak sekarang ini.

 

Tentang: ANGKA SEPULUH

Saudara, angka sepuluh menunjukkan bahwa binatang ini “seolah-olah” hidup menurut hukum-hukum Allah. Tetapi itu juga hanya “akal-akalan” saja, sebab sesungguhnya, kebenaran tidak diperoleh dari binatang itu. Yang diperoleh dari binatang itu hanyalah:

1.      Kepalsuan

2.      Kebinasaan

 

Sesudah kita melihat binatang itu menolak rumusnya Tuhan, sesuai dengan apa yang melekat pada dirinya itulah sepuluh tanduk dengan sepuluh mahkota di atas tanduk-tanduknya, sekarang kita beralih kepada….

BERKEPALA TUJUH DAN PADA KEPALANYA TERTULIS NAMA-NAMA HUJAT”

 

Tentang: TUJUH KEPALA ->  tujuh gunung, tetapi tujuh gunung tersebut telah diduduki oleh perempuan Babel sebagaimana yang tertulis dalam Wahyu 13:9 --- Yang penting di sini ialah akal yang mengandung hikmat: ketujuh kepala itu adalah tujuh gunung, yang di atasnya perempuan itu duduk.

 

Pendeknya, gunung dari perempuan Babel adalah tandingan dari gunung Tuhan.

Adapun gunung Tuhan disebutlah…

a.       Gunung Sion -> Gereja Tuhan yang sempurna, tanpa cacat cela, kerut atau yang serupa itu (Efesus 5:25-27). Itulah sidang mempelai Tuhan; bercahaya kemuliaan Allah.

b.      Doa penyembahan.

 

Hal itu dapat kita lihat seluruhnya dalam…

Wahyu 14:1

(14:1) Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.

 

Pada ayat ini tidak ada lagi penyebutan di dahi mereka tertulis nama kota Allah-Nya. Mengapa? Karena mereka adalah kota kudus Allah, Yerusalem baru, berarti; sidang mempelai Tuhan.

Pendeknya, ayat 1 menampilkan gereja Tuhan yang sempurna/ sidang mempelai Tuhan seperti 144.000 orang yang telah ditebus dari bumi, mereka berdiri di bukit Sion.

 

Wahyu 14:2-3

(14:2) Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya. (14:3) Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorang pun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu.

 

Pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya -> doa penyembahan.

Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru dan tidak seorangpun yang dapat mempelajarinya, itu adalah bahasa lidah.

 

Singkat kata…

-          Ayat 1 adalah sidang mempelai Tuhan yang sempurna.

-          Ayat 2-3 hidup dalam doa penyembahan, disertai dengan nyanyian baru / bahasa lidah.

Inilah gunung tertinggi dalam Tuhan.

 

Saya berharap kita semua menjadi gunung Tuhan, berarti menjadi gunung Sion / gereja sempurna, tanpa cacat cela, kerut. Kemudian, hidup di dalam doa penyembahan disertai dengan bahasa lidah / nyanyian baru yang tidak dapat dipelajari oleh siapapun kecuali dia dengan Tuhan saat melangsungkan hubungan intim yaitu: doa penyembahan.

Inilah tandingan dari gunung yang diduduki oleh perempuan Babel.

 

Bukti tujuh gunung telah diduduki oleh perempuan Babel: “...PADA KEPALA-KEPALANYA TERTULIS NAMA HUJAT…” (Wahyu 13:1).

 

Sebagai tambahan:

Tetaplah tergembala dengan sungguh-sungguh. Tekunlah dalam tiga macam ibadah pokok. Tetaplah di atas gunung Tuhan yang kudus. Kalau tidak demikian, nanti akan berada pada gunung Babel.

 

CIRI-CIRI GUNUNG TELAH DIDUDUKI PEREMPUAN BABEL:

1.      Mencari nama, artinya; mencari hormat, puji-pujian, kemuliaan hanya bagi dirinya sendiri saja.

Kejadian 11:4 --- Perikop: “Menara Babel”

(11:4) Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi."

 

Tujuan mereka mencari nama supaya jangan terserak ke seluruh bumi. Tetapi justru dengan mencari nama mereka terserak ke seluruh bumi. Tetapi, kalau kita mencari Tuhan / tetap di atas gunung Tuhan, kita pasti tetap bersatu, nikah bersatu.

 

2.      Berbicara tentang “... Kerajaan dunia dengan kemegahannya, keindahan dan kemuliaannya…” -> mamon.

Ayat referensi: Matius 4:8 --- Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,

 

Saudara, yang kita rebut adalah Kerajaan kekal dengan segala keindahannya. Itu sebabnya saya katakan; hormatilah nikah rumah tangga, ibadah dan pelayanan. Ibadah = nikah, nikah = ibadah, dari sejak semula -> Taman Eden.

 

Tentang: PADA KEPALANYA TERTULIS NAMA-NAMA HUJAT.

Wahyu 13:5-6

(13:5) Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya. (13:6) Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.

 

42 bulan atau 3 ½ tahun lamanya, binatang itu membuka mulutnya untuk:

a.       Menghujat ALLAH.

b.      Menghujat nama-Nya.

c.       Menghujat kemah kediaman Allah = menghujat Roh Allah dengan segala kegiatan-kegiatan dari Roh Allah itu sendiri, itulah ibadah dan pelayanan.

 

Saudara, perlu untuk kita ketahui…

-            Menghujat Allah; masih diampuni

-            Menghujat Anak Allah; masih diampuni

-            Tetapi, menghujat kemah kediaman Allah atau Roh Allah dan kegiatan-Nya itulah ibadah dan pelayanan; tidak diampuni lagiMatius 12:31.

 

Jadi, kegiatan Roh itulah ibadah dan pelayanan, merupakan sarana yang Tuhan percayakan kepada kita untuk memperoleh janji-janji Tuhan kepada kita itulah keselamatan jiwa, tidak ada sarana yang lain.

 

Ada pujian berkata…

Rectangle: Rounded Corners: NADA KEBANGKITAN (Psalo 98)

Tak ada sarana yang kudapatkan di dunia ini
Yang mampu mempertahankan 
Keutuhan nikah yang suci
Hanyalah kurban Kristus… Hanyalah kurban Kristus
Yang berkuasa menyatukan yang tercerai
Reff:
Allah sangat mendambakan…
MempelaiNya menyandang tubuh kebangkitan
Sempurna, tak bercacat cela
Dia tak akan berhenti berkarya
Sebelum, semua Menjadi nyata
Saatnya bagimu untuk mempribadikan
KebangkitanNya Dalam hidupmu
Hingga mencapai KemuliaanNya
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Jadi, sekali lagi saya sampaikan, tidak ada sarana yang lain untuk mencapai kesempurnaan, kecuali hidup menurut rumusnya Tuhan; mati, dan bangkit dan kalau bertekun di situ, satu kali akan dipermuliakan, berarti tubuh (jemaat) dan Kristus (kepala) bersatu. Itu sebabnya, ibadah = nikah dan nikah = ibadah dan Tuhan membenci perceraian (Maleakhi 2:16).

Oleh sebab itu, hargailah ibadah dan nikah, jangan bercerai dari ibadah, Tuhan membenci orang yang cerai dari ibadah. Itulah sebabnya, nikah hanya satu kali saja. Tetaplah untuk selalu berada dalam satu kandang penggembalaan dengan satu gembala.

 

Kita lihat lebih jauh terkait…

BERKEPALA TUJUH DAN PADA KEPALANYA TERTULIS NAMA-NAMA HUJAT.

Daniel 8:10

(8:10) Ia menjadi besar, bahkan sampai kepada bala tentara langit, dan dari bala tentara itu, dari bintang-bintang, dijatuhkannya beberapa ke bumi, dan diinjak-injaknya.

 

Satu kali nanti bintang-bintang akan keluar dari orbitnya, itulah bintang-bintang yang dijatuhkan oleh binatang itu ke bumi. Ketika bintang itu dijatuhkan ke bumi, maka diapun hidup secara manusia duniawi, berpikir secara manusia duniawi; pikirannya tertuju hanya kepada perkara-perkara di bumi.

Kalau hamba-hamba Tuhan saja tadinya ada pada orbit / kedudukannya dihadapan Tuhan dengan baik dan dalam pengurapan bisa dijatuhkan, lalu, bagaimana dengan keadaan gereja yang tidak sungguh-sungguh menghargai nikah dan ibadahnya?

 

Saudara jangan pernah berpikir seseorang sanggup mengatasi persoalan di bumi ini apalagi saat antikris menjadi raja. Mungkin persoalan kecil bisa dengan kekuatan sendiri, tetapi, pada saat antikris menjadi raja. Tidak ada satupun yang sanggup menghadapinya. Tidak ada satupun yang dapat menghadapi pencobaan itu, bagaikan karung rambut yang tidak bisa diuraikan lagi … (Wahyu 6:12). Berarti, kita harus rendah hati menerima kuasa dari Sorga.

 

Daniel 8:11

(8:11) Bahkan terhadap Panglima bala tentara itu pun ia membesarkan dirinya, dan dari pada-Nya diambilnya korban persembahan sehari-hari, dan tempat-Nya yang kudus dirobohkannya.

 

Apabila binatang (antikris) menjadi raja dan berkuasa atas seantero dunia, maka “... tempat-Nya yang kudus dirobohkan…” oleh binatang (antikris) = menghujat kemah kediaman Allah  = menghujat Roh Allah dan kegiatan-kegiatannya itulah ibadah dan pelayanan. Jadi hal itu sudah dinubuatkan oleh nabi Daniel, jauh sebelumnya.

 

Kemudian, binatang itu juga menghentikan korban sehari-hari yaitu; korban sembelihan dan korban santapan.

-          Menghentikan korban sembelihan.

Itu berarti; korban penebusan tidak ada lagi, bahkan tidak ada lagi kesempatan untuk berdamai dengan Allah.

Dalam pengikutan kita dengan Tuhan di tengah ibadah dan pelayanan ini, hendaklah disertai dengan sangkal diri, pikul salib, sampai berdarah-darah. Kegunaan dari darah salib Kristus ialah: untuk menebus dan memperdamaikan hidup kita dengan ALLAH. Tetapi, pada saat antikris berkuasa, hal itu dihentikan, sehingga tidak ada lagi kesempatan untuk bertobat dan berdamai dengan ALLAH, persis seperti Esau.

 

-          Menghentikan korban santapan.

Itu berarti; pada saat antikris itu menjadi raja, terjadilah kekeringan yang dahsyat sehingga penduduk bumi mengalami kelaparan yang luar biasa.

 

Saudara, sampai malam ini kita semua dikenyangkan oleh kemurahan Tuhan, dikenyangkan oleh korban santapan, karena Tuhan senantiasa membukakan rahasia Firman-Nya bagi kita. Tetapi, ada satu masa, dimana dunia mengalami kekeringan yang dahsyat dan pada saat itu banyak orang mengalami kelaparan yang luar biasa.

 

CIRI-CIRI MENGALAMI KELAPARAN:

Semua cara “dihalalkan” untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan-keinginannya.

Lihatlah seorang pencuri, kalau ditanya jawabnya pasti “karena lapar.”

 

Jadi, hari demi hari yang akan kita hadapi bukan semakin membaik dan indah, tetapi semakin sulit dan sukar. Semua orang akan menggunakan caranya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan-keinginannya sendiri. Ada cara yang halal dan ada cara yang tidak halal, tetapi kebanyakan orang akan menggunakan cara yang tidak halal.

Itu berarti, semua orang akan menjalankan hidup menurut hukumnya / aturannya / kebenarannya sendiri, sebab korban santapan (hukum-hukum Allah) saat itu telah dihentikan.

 

AKIBAT KALAU MENJALANKAN HUKUMNYA / ATURANNYA / KEBENARANNYA SENDIRI:

Anak-anak dara yang cantik dan teruna-teruna akan rebah dan tidak bangkit-bangkit = BINASA (Amos 8:11-14). Pendeknya, yang menjadi korban ketika menjalankan hukum menurut aturan sendiri adalah kerohanian yang masih muda akan binasa.

 

Itulah sebabnya kita harus berjuang untuk mencapai tingkat kedewasaan. Hal itu juga yang selalu saya pergumulkan dalam doa penyembahan saya kepada Tuhan, serta mengadakan doa penyahutan. Bagaikan Imam Besar Agung masuk dalam ke Ruangan Maha Suci, Ia mempersembahkan korban bakaran dan korban pendamaian, sekaligus membawa ukupan (doa penyembahan).

Di tapal dada Imam Besar terdapat dua belas batu permata dan pada batu permata-permata itu terukir nama dua belas suku Israel. Inilah doa penyahutan saya kepada Tuhan: “Tuhan dewasakanlah hamba dan nikah hamba, dewasakanlah nikah sidang jemaat-Mu Tuhan.” Karena, ketika terjadi kelaparan yang dahsyat, orang-orang akan menjalankan hukumnya sendiri / aturannya sendiri dan yang menjadi korban adalah kerohanian yang masih muda / kanak-kanak / belum dewasa.

 

Oleh sebab itu, seorang gembala sidang tidak boleh egois atau memikirkan diri sendiri. Saudara harus bersyukur kepada Tuhan Yesus yang telah menaikkan doa penyahutan kepada Allah Bapa, terkait dengan  kehidupan kita semua. Sebab tidak ada yang sampai kepada Bapa tanpa seorang pengantara. Jadi, saudara jangan kecilkan peran dari seorang gembala dalam kandang penggembalaan (Yohanes 14:6).

 

Daniel 8:12

(8:12) Suatu kebaktian diadakan secara fasik menggantikan korban sehari-hari, kebenaran dihempaskannya ke bumi, dan apa pun yang dibuatnya, semuanya berhasil.

 

Di sini kita melihat: “... kebaktian di adakan secara fasik …”

Kebaktian fasik bicara soal berhasil dan keberhasilan, berkat dan keberkatan, tanpa pengajaran salib.

Pendeknya, di tengah ibadah hanya sibuk bicara soal berkat, keberhasilan, kejayaan, kemakmuran, serta sibuk bicara soal hormat, puji-pujian, kemuliaan hanya untuk diri sendiri.

Tetapi, berkat dan keberkatan serta berhasil dan keberhasilan semacam ini hanyalah “akal-akalan” dari binatang (antikris). Berarti sifatnya semu / tidak kekal, sebab binatang tersebut menolak rumusnya Tuhan.

 

Dengan pengertian yang kita terima di malam ini, kita tidak akan tertipu daya oleh akal-akalan dari binatang tersebut. Justru, ketika kita melihat hal-hal yang melekat pada binatang itu, kita akan katakan: “Kamu penipu, tukang akal-akalan”. Dan hal itu saya buktikan sendiri pada tahun 2020, dengan dinamika yang terjadi saat itu saya katakan bahwa; “kamu penipu”. Namun sangat disayangkan, ketika pengertian itu saya sampaikan, banyak diantara jemaat yang tidak mau mengerti (tidak peduli)

Saudara pikir, ketika saudara menolak mengerti tersebut, hati saya tidak sedih? Tidakkah sudah saya sampaikan di atas tadi bahwa saya mengadakan doa penyahutan (mendoakan sidang jemaat satu per satu)? Tetapi alangkah bahagianya seorang gembala / pemimpin jemaat bila domba-domba dengar-dengaran, meskipun tidak punya apa-apa. Bukan uang saudara yang dituntut Tuhan, tetapi taat dan dengar-dengaran, hati mu yang dituntut Tuhan. Tetapi yang mau taat dan dengar-dengaran; puji Tuhan, tetapi yang tidak dengar-dengaran, jangan bertahan dengan kekerasan di hati. Belajar taat, setia, dan dengar-dengaran. Tidak ada yang sampai ke Sorga tanpa kandang penggembalaan. Kalau sekedar ibadah semua orang bisa, tetapi kalau tidak tergembala tidak akan sampai. Supaya jangan sia-sia predikat yang ada di dalam diri Yesus sebagai Gembala Agung.

 

Sekarang, kita lihat AKHIR (ENDING) DARI BINATANG (ANTIKRIS).

 

Daniel 7:8

(7:8) Sementara aku memperhatikan tanduk-tanduk itu, tampak tumbuh di antaranya suatu tanduk lain yang kecil, sehingga tiga dari tanduk-tanduk yang dahulu itu tercabut; dan pada tanduk itu tampak ada mata seperti mata manusia dan mulut yang menyombong.

 

Pada tanduk itu tampak ada mata seperti mata manusia dan mulut yang menyombong.

-          Tanduk = kuasa.

Artinya, satu kali antikris akan tampil sebagai raja yang berkuasa dan memerintah atas seantero dunia bahkan memerintah atas seluruh aspek-aspek kehidupan manusia. Tidak bisa lagi manusia memiliki rumah, ladang, pekerjaan, dan lain sebagainya sebab semuanya itu akan berada di bawah kekuasaan Antikris.

 

-          Ada mata.

Artinya, binatang itu dapat melihat penduduk bumi dengan segala keadaannya, tanpa terkecuali. Maka, jangan pernah bersembunyi dengan mengandalkan diri. Umpama; bersembunyi di bawah laut, di batu karang, di bukit-bukit atau di cela-cela gunung, sebab tetap akan terpantau oleh binatang (antikris).

Jadi, bagaimana kita dapat bersembunyi dari antikris? Jawabnya: tidak bisa dengan mengandalkan kekuatan sendiri. Oleh sebab itu saya berpesan, tekunlah dalam tiga macam ibadah pokok, sehingga oleh ibadah itu kita dipimpin untuk berada pada tingkat ibadah yang tertinggi itulah doa penyembahan.

 

Singkat kata, doa penyembahan adalah tempat yang terindah, tempat yang tidak dapat dijangkau / diintai oleh mata ular naga yaitu antikris, sebagaimana yang tertulis dalam Ayub 39: 31 --- Ia diam dan bersarang di bukit batu, di puncak bukit batu dan di gunung yang sulit didatangi.

Doa penyembahan adalah penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak Allah saja.

Jadi, penyembahan itu tidak dilihat pada saat praise and worship atau saat berlutut.

Kita taat pada aturan dunia atau aturan di tempat pekerjaan, itu boleh, tetapi seringkali oleh karena hal itu orang-orang mengabaikan aturan dari Sorga. Kita lebih taat pada aturan di bumi ini dari pada taat pada Allah di Sorga, ibadah semacam ini belum sampai pada puncak ibadah itulah doa penyembahan.

 

Apa yang saya sampaikan ini tidak ada maksud untuk menyakiti saudara, sekalipun saudara berduka oleh karena Firman ini. Tetapi Alkitab berkata itu jauh lebih baik, sebab dukacita semacam ini adalah dukacita yang datang dari Allah, menghasilkan pertobatan (2 Korintus 7:10).

 

2 korintus 7:8

(7:8) Jadi meskipun aku telah menyedihkan hatimu dengan suratku itu, namun aku tidak menyesalkannya. Memang pernah aku menyesalkannya, karena aku lihat, bahwa surat itu menyedihkan hatimu -- kendatipun untuk seketika saja lamanya --,

 

Pengajaran salib memang sakit bagi daging (daging berduka) dan rasul Paulus memang pernah menyesalkannya. Saya sendiri juga begitu “aduh tertusuk lagi sidang jemaat, padahal saya tidak ada maksud menusuk (menyakiti)

 

2 korintus 7:9

(7:9) namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat. Sebab dukacitamu itu adalah menurut kehendak Allah, sehingga kamu sedikit pun tidak dirugikan oleh karena kami.

 

Dukacita seperti ini membuat kita bertobat, dan dukacita ini adalah menurut kehendak Allah.

 

Jadi, sebagai seorang gembala, kembali saya sampaikan dengan tandas: tekunlah tiga macam ibadah pokok, karena itu adalah sarana yang membawa kita sampai kepada tingkat ibadah yang tertinggi itulah doa penyembahan, yang tidak bisa dijangkau oleh mata ular.

 

-          Mulut yang menyombong.

Menunjukkan bahwasanya pada kepala-kepala binatang tersebut tertulis nama-nama hujat (Wahyu 13:5-6).

 

Akhir hidup binatang:...

Daniel 7:9-10

(7:9) Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar; (7:10) suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab.

 

Pada hari penghakiman, binatang tersebut diadili dihadapan takhta putih, lalu dibukalah Kitab-kitab itu, berarti nama binatang itu serta perbuatannya tertulis di dalamnya = namanya tidak tertulis di dalam Kitab kehidupan Anak Domba = tidak terdaftar di Sorga.

 

Saudara, ingatlah hari penghakiman ini, supaya nasib kita jangan seperti binatang tersebut, akhir hidupnya binasa. Benar sekalilah bahwa korban sehari-hari harus menggembalakan kehidupan kita dan itu adalah harga mati, tidak boleh ditolak.

 

Daniel 7:11

(7:11) Aku terus melihatnya, karena perkataan sombong yang diucapkan tanduk itu; aku terus melihatnya, sampai binatang itu dibunuh, tubuhnya dibinasakan dan diserahkan ke dalam api yang membakar.

 

Inilah muara / akhir dari binatang itu: binatang itu dibunuh, tubuhnya dibinasakan dan diserahkan ke dalam api yang membakar. Kenapa bisa demikian? Karena menolak rumusnya Tuhan.

-          Diawali dengan keindahan-keindahan, tetapi diakhiri dengan kebinasaan.

-          Diawali dengan hal-hal yang manis, tetapi diakhiri dengan kepahitan.

 

JALAN KELUAR:

Ikutilah rumusnya Tuhan yaitu; menderita sengsara dan mati karena salib, tetapi bangkit pada hari ketiga.

Itulah yang diajarkan oleh nabi-nabi kepada kita.

 

1 Petrus 1:10 --- Perikop: “Pengharapan, iman dan kasih”

(1:10) Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu.

 

Nabi-nabi telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagi kita.

Kasih karunia itu adalah Yesus telah menderita sengsara, mati dan bangkit pada hari ketiga, itu adalah berita kasih karunia. Berita semacam ini dikhususkan / diuntukkan bagi kita.

 

Seharusnya, hamba-hamba Tuhan menyelidiki dan meneliti Firman semacam ini. Tetapi banyak hamba Tuhan tidak mau sibuk dengan berita semacam ini;

-          Justru sibuk pamer karunia-karunia demi uang.

-          Sibuk mengajarkan ajaran Nikolaus untuk mengumpulkan massa sebanyak-banyaknya.

-          Tetapi hamba Tuhan yang tulus bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagi kita semua.

Bantu doa supaya saya senantiasa menyelidiki dan meneliti dengan seksama, lalu disampaikan menurut kehendak Allah.

 

1 Petrus 1:11

(1:11) Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu.

 

Sesudah Yesus menderita sengsara, kemudian mati di kayu salib dan bangkit pada hari ketiga, sesudah itu Yesus naik dan dipermuliakan. Inilah rumusnya Tuhan: dibalik salib ada kemuliaan, jangan dipermuliakan saat ini, tetapi untuk binasa.

 

Kiranya hamba-hamba Tuhan menyampaikan rumusnya Tuhan dengan jujur dihadapan Tuhan.

 

1 Petrus 1:12

(1:12) Kepada mereka telah dinyatakan, bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, tetapi melayani kamu dengan segala sesuatu yang telah diberitakan sekarang kepada kamu dengan perantaraan mereka, yang oleh Roh Kudus, yang diutus dari sorga, menyampaikan berita Injil kepada kamu, yaitu hal-hal yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat.

 

Pengajaran salib yang telah diuntukkan bagi kita, menunjukkan bahwa kita lebih berharga dari malaikat-malaikat di Sorga. Oleh sebab itu hargailah apa yang telah TUHAN perbuat / kerjakan bagi kita. AMIN.

 

TUHAN YESUS KRISTUS, KEPALA GEREJA DAN MEMPELAI SORGA MEMBERKATI

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang