IBADAH PENDALAMAN ALKITAB 16 APRIL 2026
MALEAKHI 2:15
(Seri: 36)
Subtema: 7 TAHUN KEGELAPAN
Shalom.
Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh
karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus,
kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan
perjamuan suci.
Doa dan harapan kami TUHAN bertakhta di hati kita sehingga
kita boleh merasakan damai sejahtera, sukacita saat duduk diam mendengarkan Firman
TUHAN di kaki TUHAN
Mari kita sambut KITAB MALEAKHI sebagai Firman
Penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci.
Namun tetaplah berdoa dalam roh, mohonlah kemurahan hati TUHAN supaya Firman
yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi. Maleakhi
2:15 dan malam ini merupakan seri ke-36.
Maleakhi 2:15
(2:15)
Bukankah ALLAH yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah
yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu!
Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
ALLAH memberkati laki-laki dan perempuan sehingga keduanya
menjadi satu daging, bukan dua. Kemudian, yang dikehendaki dari kesatuan itu
ialah: KETURUNAN ILAHI yaitu anak-anak yang lahir dari benih Ilahi.
Namun untuk mencapai keturunan Ilahi, ALLAH berFirman:
a.
Jagalah
dirimu!
b.
Dan
janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
Kita akan melanjutkan pembahasan tentang: JANGANLAH ORANG
TIDAK SETIA TERHADAP ISTERI DARI MASA MUDANYA (Bagian 5).
Intinya: TUHAN menuntut supaya seorang suami setia terhadap
isterinya dari masa mudanya (sejak mereka dipersatukan hingga masa tuanya).
Kesetiaan seorang suami dari masa mudanya kita akan belajar
dari nikah Abraham.
Yesaya 51:2A
(51:2)
Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu;
ketika Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan
memperbanyak dia.
Pandanglah Abraham,
bapa leluhur bangsa Israel, juga memandang Sara yang melahirkan umat
Israel. Kemudian, dari keturunan Israel ini akan menurunkan Mesias sebagai
manusia.
Dengan lahirnya Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia
menunjukkan bahwa Abraham adalah sosok/figur suami yang setia. Ayat referensi: Roma
9:5.
Yesaya 51:2B
(51:2)
Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu; ketika
Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan memperbanyak
dia.
ALLAH memanggil Abraham, lalu memberkati dan memperbanyak
dia, berarti dari satu orang menjadi banyak.
-
Satu
orang -> Pribadi Abraham.
-
Diberkati
dan banyak -> Umat Israel/umat ketebusan TUHAN.
Kita akan melihat kisah ketika ALLAH memanggil Abraham.
Kejadian 12:1-3 -- Perikop: "Abram dipanggil ALLAH"
(12:1)
BerFirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari
sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan
Kutunjukkan kepadamu; (12:2) Aku akan membuat engkau menjadi bangsa
yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan
engkau akan menjadi berkat. (12:3) Aku akan memberkati orang-orang yang
memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu
semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."
ALLAH memanggil Abraham, lalu memberkati dan memperbanyak.
-
Menjadi
bangsa yang besar = Memperbanyak.
-
Memberkati.
Abraham sendiri TAAT pada panggilan ALLAH.
Prakteknya:
a.
Abraham
pergi dari negeri orang Kasdim,
artinya: Abraham melepaskan diri dari dosa nenek moyang/dosa kekafiran yaitu
penyembahan berhala dan kenajisan percabulan.
-
Segala
sesuatu yang melebihi dari TUHAN disebut itu berhala. Contoh: Meninggalkan
ibadah karena kesibukan di dunia ini, termasuk kebenaran diri sendiri dan
kekerasan di hati itu adalah penyembahan berhala. Biarlah kiranya kebenaran
dari ALLAH menjadi bagian kita bersama dalam hidup rumah tangga, dalam ibadah
pelayanan kita.
-
Sedangkan,
kenajisan percabulan = Kaya oleh kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel
b.
Abraham
meninggalkan sanak saudaranya,
artinya: lepas dari dari tabiat daging dengan segala hawa nafsu dan
keinginannya.
c.
Abraham
meninggalkan rumah bapanya,
artinya: rela melepaskan haknya termasuk warisan.
Kejadian 12:4-5
(12:4)
Lalu pergilah Abram seperti yang diFirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun
ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika
ia berangkat dari Haran. (12:5) Abram membawa Sarai, isterinya,
dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan
orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah
Kanaan, lalu sampai di situ.
Abraham taat terhadap panggilan ALLAH, lalu ia berangkat, meskipun ia tidak tahu tempat yang ia
tujui.
-
Ayat
4: Lotpun ikut bersama-sama dengan
Abraham.
Maksudnya,
bersama Abraham tetapi karena Lot yang ikut, bukan karena diajak atau dibawa
oleh Abraham.
-
Ayat
5: Abram membawa Sarai, isterinya.
Berarti,
terhadap panggilan ALLAH, Abraham mengutamakan nikah. Hal ini
menunjukkan Abraham setia terhadap Sarai, isterinya, dari masa mudanya,
sekalipun Sarai mandul (rahimnya sudah tertutup).
Perlu untuk diketahui: Kehidupan nikah Abram dan Sarai
melambangkan cintanya TUHAN kepada bangsa Israel (umat-Nya). Namun, perjalanan
nikah Abram dan Sarai harus melewati ujian demi ujian untuk membuktikan
kemurnian dan kesetiaan Abram sebagai seorang suami. Jadi, tidak ada nikah yang
tidak diuji, semua nikah di bumi ini pasti akan melewati gelombang badai dan
juga ujian-ujian yang lainnya.
Adapun 2 (dua) ujian yang dialami nikah Abraham dan Sara
yaitu:
UJIAN PERTAMA: Ketika Abraham berada di Mesir (kisahnya
ada di dalam: Kejadian 12:10-20).
Mesir adalah gambaran dari dunia dengan segala sesuatu yang
ada di dalamnya.
UJIAN KEDUA: Sara diambil oleh Abimelekh.
Kejadian 20:2 -- Perikop: "Abraham dan
Abimelekh."
(20:2)
Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, isterinya: "Dia saudaraku,"
maka Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara.
Abimelekh mengambil Sara karena Abraham mengatakan bahwa
Sara adalah "saudaranya."
Menunjukkan bahwa Abimelekh tidak memahami rahasia nikah dan
tidak memahami kedalaman hubungan Abraham dan Sara, sebagaimana yang dikatakan
pada Kejadian 20:12, “Lagipula ia benar-benar saudaraku, anak ayahku,
hanya bukan anak ibuku, tetapi kemudian ia menjadi isteriku.”
Perlu untuk diketahui:
-
Mesir adalah gambaran dari dunia ini dengan segala sesuatu yang
ada di dalamnya, menurut 1 Yohanes 2:16:
1.
Keinginan
daging. Hal ini bertolak belakang dengan
kebenaran yang berasal dari FIRMAN ALLAH.
2.
Keinginan
mata. Hal ini bertolak belakang dengan
KASIH DARI SORGA.
3.
Keangkuhan
hidup. Hal ini bertolak belakang dengan
PEKERJAAN DARI ROH ALLAH YANG SUCI.
Ketiganya bukan berasal dari takhta
Sorgawi tetapi berasal dari dunia.
-
Sedangkan,
Abimelekh, raja Gerar adalah gambaran dari ANTIKRIS.
Satu
kali antikris akan menjadi raja dan memerintah atas seantero dunia. Itu
sebabnya, kita sekaliannya harus sungguh-sungguh di dalam hal mengikuti TUHAN,
tekunlah 3 macam ibadah pokok, tekunlah dalam jam-jam ibadah, karena itu adalah
sarana yang TUHAN berikan untuk kita bisa melewati bukit-bukit pencobaan,
gunung-gunung persoalan yang memuncak saat antikris menjadi raja.
KAPAN ANTIKRIS MENJADI RAJA?
Kejadian 20:3
(20:3)
Tetapi pada waktu malam ALLAH datang kepada Abimelekh dalam suatu mimpi
serta berFirman kepadanya: "Engkau harus mati oleh karena perempuan yang
telah kauambil itu; sebab ia sudah bersuami."
Pada waktu malam
-> 7 tahun penuh antikris menjadi raja dan berkuasa atas seantero dunia.
Adapun 7 tahun tersebut dibagi menjadi 2 bagian, antaralain:
YANG PERTAMA: 3,5 tahun pertama = PRA-ANIAYA.
Pada saat itu keadaan sudah semakin sulit namun ibadah dan
pelayanan masih dapat berjalan, sehingga pada saat itu Firman ALLAH menjadi
sangat mahal yaitu: "... secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai
sedinar" (Wahyu 6:6).
Gandum
-> Firman ALLAH itulah pribadi Yesus yang turun dari Sorga dari ALLAH, dan
Ia telah memecah-mecahkan segenap hidupnya di atas kayu salib.
Tiga cupak jelai sedinar, itu adalah Firman ALLAH yang akan diperoleh lewat
ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok. Oleh sebab itu, jangan
merusakkan minyak dan anggur.
-
Minyak
-> Roh Kudus dan kegiatannya itulah ibadah dan pelayanan.
-
Anggur
-> Kasih dari Sorga.
YANG KEDUA: 3,5 tahun yang kedua -> PUNCAK GELAP
MALAM.
Pada 3,5 tahun yang kedua terjadi aniaya yang dahsyat yang
belum pernah terjadi dan tidak akan terjadi lagi apabila pembinasa keji
dimusnahkan di atas muka bumi ini.
Kemudian, pada saat itu korban sehari-hari dirampas
yaitu korban sembelihan dan korban santapan.
-
Korban
sembelihan -> Ibadah pelayanan yang murni.
Prakteknya: Sangkal diri pikul salib sampai berdarah-darah.
Namun
pada saat itu ibadah yang murni diganti dengan ibadah fasik berbicara soal
keberhasilan, kemakmuran, kemuliaan, kehormatan dan semua yang datang dari
dunia.
-
Korban
santapan -> Firman Pengajaran yang benar
dan murni, yaitu:
1.
Firman
pengajaran yang rahasianya dibukakan dalam terang Roh Kudus.
2.
Firman
pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel. Kuasanya: Gereja TUHAN
dikristalkan dan dimempelaikan.
Namun, sangat disayangkan, ketika 3,5 tahun yang kedua
antikris merampas korban sehari-hari dan diganti dengan ajaran prosperity (ajaran
keberhasilan/kemakmuran/kemuliaan yang datang dari Sorga). Sedangkan, untuk
memperoleh kemuliaan dari Sorga datang dari salib, namun salib juga nanti akan
dihapuskan.
Jika kita sudah menerima pengertian terkait aniaya antikris
yang begitu dahsyat maka tentu saja kita harus sungguh-sungguh untuk
menyerahkan diri kepada TUHAN, sungguh-sungguh datang beribadah,
sungguh-sungguh dalam melayani di tengah ibadah, sungguh-sungguh dalam
pengudusan dan penyerahan diri sepenuhnya untuk taat pada kehendak ALLAH saja.
Jadi, pada 3,5 (tiga setengah) tahun yang kedua, ketika
orang mencari korban sehari-hari tidak akan mendapatkannya, Alkitab memang
mengatakan di dalam Matius 7:7, “Mintalah, maka akan diberikan
kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu
akan dibukakan bagimu.” Namun, ayat ini tidak akan berlaku lagi pada saat
antikris menjadi raja, tepatnya pada saat 3,5 tahun yang kedua karena antikris
sudah menghapuskan korban sehari-hari.
Oleh sebab itu, kita harus mengerti dan mengenal betul
tapak-tapak kaki Yesus yang berdarah.
Jadi, jangan kita hanya sekedar sebagai orang Kristen,
berbuat baik/amal sholeh, lalu berpikir dengan amal sholeh sudah dapat masuk
Sorga. Sesungguhnya perbuatan baik/amal sholeh tidak membawa seseorang masuk
dalam kerajaan Sorga sebab itu hanya sebatas pengetahuan manusia, tetapi yang
membawa kita masuk dalam Kerajaan Sorga adalah SALIB. Itu sebabnya, Yesus harus
menderita dan mati di atas kayu salib, karena itu Yesus disebut PENGANTARA
antara ALLAH dengan manusia di bumi.
Amos 8:11 -- Perikop: “Lapar dan haus.”
(8:11)
"Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah Firman TUHAN ALLAH,
"Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan
makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan Firman TUHAN.
Ada waktunya dunia akan dilanda kelaparan, bukan
kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan MENDENGARKAN
FIRMAN TUHAN.
Itu sebabnya di atas saya sampaikan, pada saat antikris
menjadi raja atas dunia, Matius 7:7 tidak berlaku lagi terkait mencari
korban sehari-hari.
Amos 8:12
(8:12)
Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur
untuk mencari Firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.
Pada saat kelaparan melanda dunia ini orang-orang akan:
Mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari Firman
TUHAN tetapi mereka tidak mendapatnya lagi.
Malam ini oleh karena kemurahan hati TUHAN kita masih
diberikan kesempatan untuk mendengarkan Firman ALLAH yang rahasianya dibukakan
dalam terangnya Roh El Kudus, bahkan kita sendiri digembalakan oleh korban
sehari-hari itulah korban santapan dan korban sembelihan.
Hal itu bukanlah suatu kebetulan karena TUHAN tahu siapa
yang TUHAN mau selamatkan. Namun, terkait keselamatan tidak banyak yang
diselamatkan dari atas muka bumi ini, terlalu sedikit. Contohnya pada zaman
Henokh yang selamat hanya satu orang yaitu Henokh, pada zaman Nuh yang selamat
hanya delapan orang ketika dunia dilanda oleh air bah. Jadi, seandainya dari
Banten ada dua puluh orang yang selamat itu sudah bagus, namun menurut saya itu
terlalu banyak. Oleh sebab itu, betapa besarnya perjuangan yang harus kita
kerahkan untuk TUHAN dalam memperoleh keselamatan itu, maka tidak boleh
main-main lagi di hari-hari terakhir ini untuk mengikut TUHAN.
-
MENGEMBARA
DARI LAUT KE LAUT = Ajaran laut yang diperoleh dari antikris.
Yang
ditemukan adalah ajaran prosperity; soal kekayaan, kemakmuran, dan
sebagainya / mamon.
-
MENJELAJAH
DARI UTARA KE TIMUR = Ajaran darat yang diperoleh dari nabi-nabi palsu
yang menyesatkan dan membinasakan.
Jadi, pada saat 3,5 tahun yang kedua tidak akan ditemukan
lagi korban sehari-hari tetapi yang ditemukan adalah AJARAN LAUT dan AJARAN
DARAT.
Amos 8:13-14
(8:13)
Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak
teruna karena haus; (8:14) mereka yang bersumpah demi Asima, dewi
Samaria dan yang berkata: Demi ALLAHmu yang hidup, hai Dan! serta: Demi dewa
kekasihmu yang hidup, hai Bersyeba! mereka itu akan rebah dan tidak akan
bangkit-bangkit lagi."
Orang-orang yang mengembara dan menjelajah
pada akhirnya akan REBAH LESU dan TIDAK AKAN BANGKIT-BANGKIT = Binasa.
Sedangkan, yang rebah disini adalah ...
-
Anak-anak
dara yang cantik ->
Gereja TUHAN yang sedang bertumbuh namun belum dewasa.
-
Anak-anak
teruna -> Anak-anak TUHAN yang sudah mulai
melayani tetapi belum dewasa.
Yang
dianggap layak berperang dan memegang senjata adalah yang berumur dua puluh
tahun ke atas.
Inilah yang mengalami nasib yang tidak baik.
Nasib kita ditentukan oleh TUHAN dari sejak kita dipanggil
oleh TUHAN, tidak ditentukan oleh siapapun. Maka, perhatikanlah semua ini
supaya nampak kemajuan rohani kita masing-masing di hadapan TUHAN.
Oleh sebab itu, alangkah baiknya kita berlaku bijaksana dari
sejak sekarang, dewasa dalam mengambil keputusan, berarti menunjukan sikap
dewasa di dalam memperhatikan kegiatan Roh itulah ibadah dan pelayanan.
Matius 24:15, 21 -- Perikop: “Siksaan yang berat dan
mesias-mesias palsu.”
(24:15)
"Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus,
menurut Firman yang disampaikan oleh nabi Daniel -- para pembaca hendaklah
memperhatikannya -- (24:21) Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan
yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang
dan yang tidak akan terjadi lagi.
Satu kali pembinasa keji (antikris) akan berdiri di tempat
kudus, berarti menjadi raja dan memerintah atas seantero dunia, disitu akan
terjadi suatu aniaya yang sangat dahsyat yang belum pernah terjadi dan
belum pernah dilihat manusia sejak awal dunia sampai antikris nanti
dimusnahkan.
Matius 24:19
(24:19)
Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi
pada masa itu.
CELAKALAH ibu-ibu yang sedang hamil atau yang sedang menyusukan
bayi pada saat antikris menjadi raja.
-
Ibu-ibu
yang sedang hamil ->
Hamba-hamba TUHAN atau gembala-gembala yang belum lahir baru.
Hamba
TUHAN ditahbiskan dan dalam pentahbisan itu dituntut tiga korban binatang
yaitu:
1.
Lembu
jantan muda, berarti menjadi pendamaian.
2.
Korban
domba jantan pertama
= Penyerahan diri sepenuh.
3.
Korban
domba jantan kedua = Tahbisan
sepenuh.
Namun, jika seorang hamba TUHAN
tidak mengerti tahbisan, maka itu yang disebut hamba TUHAN yang belum lahir
baru meskipun dia sudah dibaptis.
-
Ibu-ibu
yang menyusukan bayi ->
Hamba-hamba TUHAN atau gembala yang belum dewasa rohani.
Sebab,
susu untuk anak-anak, sedangkan makanan keras untuk orang dewasa.
Maka, perhatikanlah semua ini, sebagaimana yang tertulis
dalam Matius 24:15, “... para pembaca hendaklah memperhatikannya.” Jadi,
seandainya ada diantara kita yang tertinggal maka itu bukan kesalahan TUHAN,
sebab TUHAN sudah memberikan banyak pengertian kepada kita, dan TUHAN mau
menolong serta menyelamatkan kita semua. TUHAN tidak menghendaki kebinasaan,
melainkan untuk beroleh hidup kekal ... 1 Yohanes 3:16.
Supaya kita tidak binasa oleh pembinasa keji, maka kita
bandingkan hamba-hamba TUHAN yang belum dewasa (ibu-ibu yang hamil dan yang
menyusukan bayi) dengan PANGGILAN PAULUS.
1 Tesalonika 2:1-3 -- Perikop: “Pelayanan Paulus di
Tesalonika.”
(2:1)
Kamu sendiri pun memang tahu, saudara-saudara, bahwa kedatangan kami di
antaramu tidaklah sia-sia. (2:2) Tetapi sungguhpun kami
sebelumnya, seperti kamu tahu, telah dianiaya dan dihina di Filipi,
namun dengan pertolongan ALLAH kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan
Injil ALLAH kepada kamu dalam perjuangan yang berat. (2:3)
Sebab nasihat kami tidak lahir dari kesesatan atau dari maksud yang
tidak murni dan juga tidak disertai tipu daya.
Rasul Paulus tidak menyia-nyiakan waktu dan kesempatan
yang ada, sebab kedatangannya ke Asia kecil termasuk mengunjungi jemaat di
Tesalonika dia membawa berita Injil, antaralain:
-
INJIL
KESELAMATAN, tujuannya supaya bangsa kafir percaya, bertobat, dibaptis, penuh
Roh Kudus.
-
INJIL
KERAJAAN, tujuannya supaya bangsa kafir menjadi kepenuhan Ilahi yakni menjadi
sidang mempelai TUHAN, gereja TUHAN yang sempurna.
Injil
Kerajaan -> Firman pengajaran mempelai dalam terangnya Tabernakel.
Bukankah kita sejak lahir sudah menjadi seorang Kristen,
lalu bertumbuh oleh karena Injil keselamatan tetapi antusias kita tidak boleh
berhenti sampai disitu, melainkan harus sampai kepada perkembangan yang penuh
lewat Injil Kerajaan itulah Firman pengajaran mempelai dalam terangnya
Tabernakel supaya kita dimempelaikan dan dikristalisasikan.
Betapa bahagianya kita malam ini, dahulu kita tidak memahami
semua ini, sehingga tapat yang dikatakan Rasul Paulus di dalam 1 Korintus
2:9, “... Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah
didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia:
semua yang disediakan ALLAH untuk mereka yang mengasihi Dia.” TUHAN melihat
hati sejauh mana kita mengasih Dia, TUHAN tidak melihat bagian luar (casing).
Keadaan Rasul Paulus ketika membawakan berita Injil:
Mengabaikan kehinaan dan aniaya atau penderitaan yang dialaminya, sebaliknya
dia tetap berjuang. Sebab, nasihat yang disampaikan Paulus:
-
Tidak
lahir dari kesesatan,
berarti Injil yang disampaikan tidak menyesatkan.
-
Tidak
lahir dari maksud yang tidak murni.
Berarti, Paulus tidak hanya menyampaikan Injil keselamatan tetapi juga
menyampaikan Injil Kerajaan yaitu Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya
Tabernakel, pasti murni.
-
Tidak
disertai tipu daya. Berarti,
Paulus jujur dan tulus di tengah ia memberitakan berita Injil kepada jemaat di
Tesalonika termasuk kepada jemaat yang ada di Asia kecil.
Dari ayat 1 sampai ayat 3 jika kita bandingan
Paulus di tengah panggilannya dengan ibu-ibu yang hamil dan menyusui anaknya
perbedaannya bagaikan LANGIT dan BUMI jauhnya.
1 Tesalonika 2:4-6
(2:4)
Sebaliknya, karena ALLAH telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil
kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia,
melainkan untuk menyukakan ALLAH yang menguji hati kita. (2:5)
Karena kami tidak pernah bermulut manis -- hal itu kamu ketahui -- dan tidak
pernah mempunyai maksud loba yang tersembunyi -- ALLAH adalah saksi -- (2:6)
juga tidak pernah kami mencari pujian dari manusia, baik dari kamu,
maupun dari orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai
rasul-rasul Kristus.
Paulus layak di mata TUHAN di dalam hal memberitakan Injil
kepada jemaat di Tesalonika. Sebab didalam memberitakan Injil: Ia tidak
untuk menyukakan manusia, melainkan menyukakan hati TUHAN. Paulus melakukan
hal itu karena ia sadar bahwa TUHAN menguji setiap hati manusia.
Biarlah kita datang beribadah untuk menyukakan hati TUHAN,
imam-imam melayani TUHAN untuk menyukakan hati TUHAN.
Ciri-ciri layak memberitakan Injil ALLAH:
a.
Tidak
bermulut manis.
Saat
ini bisa saja hamba TUHAN bermulut manis, berarti semua kata-kata yang keluar
dari mulut itu manis, dia tidak berani menyampaikan Firman dengan tegas karena
itu pahit di hati. Sebab, korban paskah itu harus dinikmati dengan sayur pahit,
jadi saat menikmati pengajaran salib itu pahit.
Hal
seperti ini tidak akan keluar dari mulut Rasul Paulus, dia tidak pernah
bermulut manis, tetapi dia tegas dalam memberitakan Firman.
b.
Tidak
bermaksud loba.
Berarti
di tengah pemberitaan Injil itu Paulus tidak sibuk mencari uang sebab dia tidak
tamak, tidak cinta akan uang.
Saya
juga dalam memberitakan Injil, TUHAN koreksi hati saya dan TUHAN tahu isi hati
saya.
c.
Tidak
mencari puji-pujian dari manusia,
sekalipun ada kesempatan untuk berbuat itu karena dia Rasul.
1 Tesalonika 2:7
(2:7)
Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu
mengasuh dan merawati anaknya.
Ibu disini berbeda dengan ibu di dalam Injil Matius 24:19.
Paulus tampil sebagai ibu yang mengasuh dan merawati
anaknya.
Singkat kata, Rasul Paulus berlaku RAMAH kepada jemaat di
Tesalonika sama seperti seorang IBU: Mengasuh dan merawati anak-anaknya.
-
MENGASUH
= Memberi didikan yaitu pengajaran salib.
Jika
ada seorang ibu dikatakan mengasuh tetapi tidak mendidik/mengajar anaknya
dengan tegas itu bukan ibu yang baik, apapun yang anaknya inginkan diberikan
maka kelak ibu ini akan susah bahkan akan diinjak-injak oleh anaknya. Jadi, ibu
yang bodoh adalah ibu yang malang, sebab kebodohannya dia menjadi malang,
karena anak-anaknya tidak mendapatkan didikan dan satu kali nanti akan
menginjak-injak kepalanya.
-
MERAWATI,
artinya: Mengobati rasa sakit dan rasa malu yang dialami sampai benar-benar
pulih.
Jika
sudah pulih dari rasa malu maka dia akan menjadi seseorang yang percaya diri
dalam mengasihi TUHAN, melayani TUHAN dan pekerjaan TUHAN, tidak akan malu
dalam menyangkal diri dan memikul salibnya, tidak malu dalam merendahkan diri
di hadapan TUHAN.
Jika
seseorang masih merasa malu sementara dia sudah berada di tengah ibadah dan
pelayanan bahkan menjadi seorang imam, itu artinya dia belum mengalami
pemulihan dan belum mengalami perawatan sepenuhnya dari seorang ibu. Jadi,
bukan hanya rasa sakit yang disembuhkan tetapi rasa malu juga harus dipulihkan.
Bukankah kita adalah bangsa Kafir, yang dahulu hidup dalam penyembahan
berhala dan kenajisan percabulan, dan oleh karena dosa-dosa itu rasa
malu kita rasakan, tetapi TUHAN telah memulihkan kita sehingga kita memiliki
keberanian untuk mengasihi TUHAN dan tidak malu merendahkan diri apapun kata orang/kata
dunia.
-
IBU
-> Hamba TUHAN, dalam hal ini menerima jabatan gembala.
Hosea 6:1-2
(6:1) "Mari,
kita akan berbalik kepada TUHAN, sebab Dialah yang telah menerkam dan yang
akan menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut kita. (6:2)
Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan
membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya.
TUHAN telah menerkam dan telah memukul.
-
MENERKAM,
menunjukkan bahwa Yesus adalah singa dari suku Yehuda. Apabila Ia mengaum
itulah Firman ALLAH yang disampaikan berkuasa untuk menyembuhkan dan
memulihkan kehidupan kita lahir batin, dan menutupi rasa malu kita.
-
MEMUKUL,
menunjukkan bahwa Yesus telah menderita sengsara dan mati di atas kayu salib = Pengajaran
salib.
Pengajaran
ini akan membalut luka-luka di hati, sebab cerita dongeng/cerita nenek
tua/takhayul/filsafat kosong tidak akan bisa membalut luka di hati.
Jangan
membuat kerohani seseorang menjadi seorang anak kecil yang senantiasa diberikan
dongeng, tetapi kerohanian yang dewasa suka mengalami pukulan oleh Yesus di
atas kayu salib. Kalau Yesus tidak menerima pukulan, Yesus tidak disalib, dan
kita tidak menerima pengajaran salib maka tidak mungkin luka di hati kita
dibalut.
Maka
jika ada perkataan sesama yang menyakiti hatimu pandang saja salib Kristus,
pandanglah Dia yang telah dipukul di atas kayu salib, pandang Dia yang tertikam
di atas kayu salib, maka pasti lukamu terbalut. Namun jika memandang kebenaran manusia
dan diri sendiri maka luka kecil itu akan semakin lebar menganga dan menjadi
jurang pemisah.
Selanjutnya, pada hari ketiga kita DIHIDUPKAN KEMBALI.
Hosea 6:3
(6:3)
Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia
pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti
hujan pada akhir musim yang mengairi bumi."
Mengikut TUHAN bukan hanya sekedar mengikuti TUHAN tetapi
harus mengenal Dia secara pribadi, artinya sengsara salib sudah menyati dengan
kita. Jadi, mengenal TUHAN bukan karena ikut-ikutan, namun biarlah kita
mengikuti TUHAN karena mengenal Dia secara pribadi karena menyatu dengan salib.
Ayub 5:18
(5:18)
Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat; Dia yang memukuli,
tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan pula.
Ayub 5:18 =
Hosea 6:1-2, sebab disini kita menemukan dua kata yaitu MELUKAI dan
MEMUKULI.
-
Melukai
-> Pekerjaan dari pedang Roh yakni Firman ALLAH yang tajam sehingga
sanggup mengoreksi keadaan kita masing-masing.
-
Memukuli
-> Pengajaran salib sehingga kita dapat merasakan kemurahan demi
kemurahan, termasuk membalut luka di hati.
Saya berharap dengan pemberitaan Firman ALLAH apapun yang
kita alami di depan, TUHAN pasti menolong dan membela kehidupan kita pribadi
lepas pribadi, bahkan sampai pada waktu gelap malam TUHAN tetap pelihara kita
masing-masing.
Pada waktu malam -> 7 tahun penuh antikris menajdi raja
atas dunia ini itulah yang disebut puncak gelap malam, dan pada saat itu TUHAN
senantiasa menjaga, melindungi, memelihara kehidupan kita masing-masing. Amin.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang