IBADAH RAYA MINGGU, 10 MEI 2026
KITAB WAHYU 19:15
(SERI 2)
Subtema: DARI
MULUT-NYA KELUAR SEBILAH PEDANG TAJAM AKAN MEMUKUL SEGALA BANGSA
Mula
pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, oleh karena kemurahan hati
Tuhan, kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus sehingga
kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Raya Minggu disertai dengan
kesaksian roh.
Saya juga tidak lupa menyapa
anak-anak Tuhan, umat ketebusan Tuhan yang turut bergabung lewat online / live
streaming / video internet baik dari YouTube maupun Facebook atau
media sosial apa saja yang dipergunakan. Dan doa dan harapan kami; kiranya
Tuhan bertahta di hati kita, sehingga kita boleh merasakan satu sukacita atau
kesukaan surgawi saat duduk diam mendengarkan sabda Allah, sejauh mana nanti
Tuhan menyatakan kemurahan-Nya, curahan kasih-Nya kepada kita.
Selanjutnya, mari secepatnya mari
kita sambut KITAB WAHYU sebagai
Firman penggembalaan untuk untuk Ibadah Raya Minggu disertai dengan
kesaksian roh. Namun, tetaplah berdoa dalam roh, mohonlah kemurahan daripada
Tuhan, supaya firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi
lepas pribadi.
Sekarang kita masih membaca Wahyu
19:15 dan malam ini merupakan seri-2
Wahyu 19:15
(19:15) Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang
akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada
besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka
Allah, Yang Mahakuasa.
Dari mulut-Nya keluarlah sebilah
pedang tajam yang akan memukul segala bangsa.
Hal ini menunjukkan bahwa
orang-orang yang tidak menghargai / menghormati Firman Allah di masa sekarang
ini, pada akhirnya nanti akan dihukum oleh Firman Allah itu sendiri.
Penghukuman Tuhan tersebut adalah merupakan pembalasan dan pembalasan itu
adalah keadilan Tuhan.
Sedangkan pedang tajam yang keluar
dari mulut-Nya (Si penunggang kuda putih), jelas itu menunjuk kepada Firman
Allah. Sesungguhnya, kalau kita memperhatikan pedang tajam di dalam Ibrani
4:12 --- Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam
dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan
jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan
dan pikiran hati kita.
Itulah yang akan dialami setiap
orang bila saat ini mau menghormati dan menghargai Firman Allah dari
segala-galanya. Tetapi, bilamana ia tidak menghormati Firman Allah, maka satu
kali Firman Allah itu akan menghukum dia pada hari penghakiman, tepatnya pada
saat kedatangan Yesus kembali untuk yang kedua kalinya ke dalam bumi ini. Dan
itu juga dituliskan oleh Rasul Yohanes dalam Injil Yohanes 12:44-47.
Yohanes 12:44-47 --- Perikop: “Firman
Yesus yang menghakimi”
(12:44) Tetapi Yesus berseru kata-Nya: "Barangsiapa percaya
kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah
mengutus Aku; (12:45) dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat
Dia, yang telah mengutus Aku. (12:46) Aku telah datang ke dalam dunia
sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di
dalam kegelapan. (12:47) Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku,
tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan
untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.
Ketika Yesus datang ke dunia untuk
yang pertama kali, maka yang terjadi adalah…
a.
Orang-orang menjadi percaya
kepada Allah dan melihat Allah.
b.
Orang-orang berada dalam
terang, tidak tinggal dalam gelap.
c.
Mengerjakan penebusan
sehingga orang-orang diselamatkan.
Itulah yang terjadi ketika Yesus
datang ke dalam dunia ini untuk yang pertama kali.
Namun ssesungguhnya, Yesus adalah
Firman Allah yang menjadi manusia atau pedang tajam yang keluar dari mulut
Allah.
Selanjutnya marilah kita membaca…
Yohanes 12:48
(12:48) Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku,
ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan
menjadi hakimnya pada akhir zaman.
Jadi, orang-orang yang menolak
Firman Allah pada masa sekarang ini, satu kali akan dihukum oleh Firman Allah
itu sendiri pada zaman akhir.
Kita tidak boleh memikirkan untuk
masa sekarang saja, tetapi kita juga harus memikirkan masa yang akan datang,
masa penghakiman. Hal hal ini juga dijelaskan di dalam suratan 2 Tesalonika
1:8.
2 Tesalonika 1:6-7
(1:6) Sebab memang adil bagi Allah untuk membalaskan
penindasan kepada mereka yang menindas kamu (1:7) dan untuk memberikan
kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan
Yesus dari dalam sorga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan
malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala,
Ayat ini berbicara tentang hari penghakiman.
Di situ Tuhan mengadakan pembalasan sesuai dengan perbuatan manusia itu
sendiri. Kalau orang menolak firman Allah, maka dia dihukum oleh firman Allah.
Kalau hari ini menghargai Firman Allah, maka dia sendiri akan menerima balasan
yang setimbal dengan itu.
Pembalasan Tuhan itu keadilan Tuhan.
Jadi, ini harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh. Jangan sampai kita
mengecilkan firman Allah, lalu membesarkan yang lain-lain, itu perbuatan keji.
2 Tesalonika 1:8
(1:8) dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang
tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita.
Pada zaman akhir, Tuhan mengadakan pembalasan
terhadap mereka yang…
a.
Tidak mau mengenal Allah 🡪 orang-orang yang
menolak salib Kristus dan tidak menyatu dengan kematian dan kebangkitan Kristus
= Tidak mau mengenal Tuhan secara pribadi.
Jadi, jangan kita lari dari kenyataan hidup;
susah, senang hadapi. Biar kita tetap menyangkal diri, memikul salib ikut
Tuhan, berarti; mengenal Tuhan secara pribadi. Tetapi, Tuhan akan menghukum
orang yang tidak mau mengenal Allah.
b.
Tidak mentaati Injil
Yesus Tuhan kita.
Injil Yesus terdiri dari…
1.
Injil keselamatan (Ayat
referensi: Efesus 1:13)
2.
Injil kerajaan (Ayat
referensi: Matius 24:14).
Selanjutnya kita akan memperhatikan:
MANFAAT DARI INJIL KESELAMATAN DAN INJIL
KERAJAAN.
Manfaat Injil Keselamatan, antara lain: Orang-orang yang menerima Yesus menjadi percaya,
bertobat, lalu dilahirkan kembali oleh baptisan air, selanjutnya dipenuhkan
Roh Kudus.
Ketika Injil keselamatan
diberitakan, di situ terjadi mukjizat-mukjizat, perbuatan-perbuatan ajaib dan
kesembuhan kesembuhan atas orang sakit. Namun sekalipun demikian, antusias dan
pengikutan kita kepada Tuhan tidaklah berhenti sampai di situ, akan tetapi akan
dilanjutkan sampai kepada Injil kerajaan (Ayat referensi: Ibrani
6:1-3, 1 Timotius 4:6)
Kita baca dulu…
Kisah Rasul pasal 2:36-40
(2:36) Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa
Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan
Kristus." (2:37) Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat
terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain:
"Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" (2:38)
Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu
masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk
pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. (2:39)
Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih
jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita." (2:40)
Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang
sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu
diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."
Inilah Injil keselamatan, orang yang
menerima Yesus akhirnya percaya, bertobat, dibaptis, penuh
dengan Roh Kudus. Tetapi, setelah menerima Injil keselamatan, harus beralih
kepada perkembangan yang penuh disebutlah itu Injil kerajaan. (Ibrani
6:1-3).
Manfaat Injil Kerajaan: Membawa gereja Tuhan atau sidang jemaat sampai kepada
kesempurnaan-Nya, itulah sidang mempelai wanita Tuhan, bercahaya kemuliaan
Allah.
Pendeknya Injil kerajaan disebut
juga dengan cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus. Jadi, kalau
seseorang berada dalam kerajaan surga = dipermuliakan.
Mari kita lihat “cahaya Injil
tentang kemuliaan Kristus” di dalam…
2 Korintus 4:3
(4:3) Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup
juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
Dari sini kita bisa melihat, berarti
dalam setiap pertemuan ibadah harus terjadi pembukaan rahasia firman. Kalau
tidak; mati binasa. Kalau hanya penginjilan-penginjilan saja -- tanpa pembukaan
Firman; binasa.
2 Korintus 4:4
(4:4) yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah
dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil
tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.
Singkat kata, Firman Pengajaran yang
rahasianya dibukakan disebut juga: cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus.
Kuasanya: membawa hidup gereja Tuhan
kembali kepada wujud semula yaitu; segambar dan serupa dengan Allah 🡪
gereja Tuhan yang sempurna bercahaya kemuliaan Allah. Kalau tidak terjadi
pembuka rasa Firman, maka gereja Tuhan binasa.
2 Korintus 4:5
(4:5) Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus
Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus.
Di sini kita melihat, Rasul Paulus
tidak sibuk dengan kesaksian dari Injil keselamatan, tidak sibuk menceritakan
kelebihannya, tidak sibuk dengan dongeng-dongeng nenek tua, cerita-cerita
isapan jempol, takhayul-takhayul dan filsafat-filsafat kosong manusia yang
sering dipelajari.
Injil keselamatan memang harus
diberitakan, supaya orang yang menerima Yesus menjadi; percaya, bertobat,
dibaptis air, penuh dengan Roh Kudus. Lalu kemudian di tengah-tengah
pemberitaan Injil keselamatan di situ terjadi banyak perbuatan ajaib, kuasa
kesembuhan pun terjadi. Tetapi di sini kita melihat, Rasul Paulus tidak
mempertahankan kesaksian dari Injil keselamatan, meskipun itu diperlukan dan
dibutuhkan oleh gereja.
Namun sangat disayangkan saudaraku,
fakta di lapangan; banyak gereja-gereja masih mempertahankan Injil keselamatan.
Seharusnya, setelah menerima Injil keselamatan lanjut sampai kepada Injil
kerajaan, disebut juga cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, Firman
pengajaran yang rahasianya dibukakan, ayat satu diterangkan oleh ayat lain,
sampai rahasia Firman terbuka. Selain itu, kenyataannya; banyak juga hamba
Tuhan masih pamer-pamer / action di dalam mengadakan mukjizat, itu tidak salah,
tetapi antusias kita tidak boleh berhenti sampai kepada action / pamer di dalam
hal mengadakan mukjizat kesembuhan. Harus lanjut sampai kepada Injil kerajaan,
cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, supaya gereja Tuhan dibawa kembali
kepada wujud semula, segambar dan serupa dengan Allah, sama mulia dengan Allah.
Saudara, apalah artinya mujizat
bila gereja tidak dibawa sampai kesempurnaan? Kita butuh mujizat
kesembuhan, tetapi lebih lebih daripada itu, kita butuh supaya kehidupan kita
dibawa kembali segambar serupa dengan Allah, kembali kepada wujud Allah. Itu
yang lebih penting daripada karunia-karunia, perkara-perkara lahiriah lainnya.
Kita butuh berkat, tetapi jauh lebih daripada itu, kita butuh untuk kembali
kepada wujud semula. Kita rindu untuk dikembalikan ke tempat semula; Firdaus
rohani. Kita ada di duni ini karena dosa Adam, begitu Adam melanggar hukum
Allah, rusaklah gambar Allah, itu sebabnya kita tercampak di dunia ini. Tetapi,
dengan cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, nanti berkuasa untuk membawa
gereja Tuhan kembali kepada wujud semula, segambar serupa dengan Allah.
Kita harus rindu kembali kepada
tanah air surgawi, itulah yang saya maksud. Tidak salah seorang hamba Tuhan
memberitakan Injil keselamatan, tetapi sesudah itu; lanjutkanlah. Kalau ada
hamba Tuhan mendengar berita ini, bukan saya menghakimi: tetapi “mohonlah”
untuk mengerti isi hati Tuhan. Jangan sibuk hanya pamer-pamer di tengah Injil
keselamatan, lanjutkanlah. Ada waktu untuk menyatakan Injil keselamatan di
lapangan-lapangan saat KKR. Tetapi, begitu masuk ke dalam rumah Tuhan, maka
rumah Tuhan mestinya disebut Sinagoga -- Tempat orang diajar oleh
Firman.
Tetapi, kita juga harus terus
berdoa, kita terbeban mendoakan hamba-hamba Tuhan, supaya mereka jangan sibuk
pamer-pamer / action di dalam hal kuasa mujizat kesembuhan.
2 Korintus 4:6
(4:6) Sebab Allah yang telah berfirman: "Dari dalam gelap
akan terbit terang!", Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di
dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang
kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.
Dari dalam gelap akan terbit terang. Bahkan tempat Tuhan bercahaya di dalam hati kita.
Artinya: Injil kerajaan atau cahaya
Injil tentang kemuliaan Kristus sangatlah berkuasa untuk melepaskan gereja
Tuhan dari kegelapan, selanjutnya dibawa kepada terang Tuhan menjadi sidang
mempelai Tuhan, bercahaya kemuliaan Allah.
Terang Tuhan bercahaya di dalam hati
kita 🡪
permata yaspis, permata yang paling indah, jernih seperti kristal.
Kristal = transparan. Berarti;
bagian luar hidup kita sama dengan bagian dalam hidup kita (luar dalam sama).
Tidak ada sesuatu yang ditutup-tutupi, berarti; tidak berlaku munafik, sebab
terang Tuhan bercahaya di dalam hati.
Itulah penjelasan tentang Injil
Yesus Tuhan kita.
Kita kembali membaca…
2 Tesalonika 1:9-10
(1:9) Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya,
dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya, (1:10)
apabila Ia datang pada hari itu untuk dimuliakan di antara orang-orang
kudus-Nya dan untuk dikagumi oleh semua orang yang percaya, sebab kesaksian
yang kami bawa kepadamu telah kamu percayai.
Pada akhirnya Tuhan mengadakan pembalasan
terhadap mereka yang tidak mentaati Injil Yesus Tuhan kita. Kemudian mereka
akan menjalani hukuman yaitu kebinasaan kekal.
Jadi, orang yang menolak Injil Yesus
akan menjalani hukuman yaitu; kebinasaan.
Pendeknya ...
-
Dijauhkan dari hadirat
Tuhan, artinya; tidak
mengalami damai dan kebahagiaan dari surga.
-
Dijauhkan dari kemuliaan
kekuatan-Nya = hina dan menderita
untuk selama-lamanya.
Ini harus diperhatikan
sungguh-sungguh.
Sebaliknya, orang-orang yang
percaya terhadap Injil Yesus, satu kali dipermuliakan bersama dengan Dia.
Yang terpenting ialah yang
terpenting bagi kita sekarang adalah: taat dan dengar-dengaran, seperti
Yesus.
Kita kembali dulu membaca…
Yohanes 12:49-50
(12:49) Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi
Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa
yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. (12:50) Dan Aku tahu,
bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku
katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa
kepada-Ku."
Yang terpenting sekarang adalah:
hendaklah kita taat dan dengar-dengaran. Kemudian, oleh karena
taat dan dengar-dengaran, akhirnya seseorang dibawa sampai kepada hidup kekal.
Tetapi, kalau hari ini kita tidak menghargai Firman Allah yang disampaikan,
maka Alkitab berkata: pedang tajam yang keluar dari Si penunggang kuda putih
itu akan menghukum semua orang yang tidak menghormati firman Allah.
Kita lihat dulu…
2 Petrus 1:16
(1:16) Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol
manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan
kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari
kebesaran-Nya.
Petrus dengan tegas menolak ajaran
lain yaitu;
-
Dongeng-dongeng nenek
tua dan cerita-cerita esapan jempol manusia.
-
Takhayul-takhayul dan
filsafat-filsafat kosong manusia.
Sebaliknya, Petrus berpegang teguh
kepada berita Injil, yaitu;
1.
Kuasa -> Injil keselamatan.
Sebab, di tengah-tengah penginjilan ada kuasa
untuk mengadakan perbuatan ajaib, mujizat, dan kesembuhan-kesembuhan.
2.
Kedatangan Tuhan Yesus
Kristus sebagai Raja -> Injil kerajaan
atau disebut juga cahaya injil tentang kemuliaan Kristus.
Padahal kita tahu Petrus ini adalah
orang yang seringkali melakukan kesalahan dalam pengikutannya kepada Tuhan.
Petrus adalah seorang penjala ikan yang notaben tidak punya pendidikan, dan
orang-orang tahu bahwa dia adalah orang yang tidak berpendidikan ketika dia
berada di Mahkamah Pengadilan. Kemudian dia diangkat Tuhan, dipilih Tuhan
menjadi salah satu dari 12 murid. Di tengah pengikutannya, banyak kali ia
melakukan kesalahan, baik disengaja maupun tidak disengaja, kurang berhikmat
dan bijaksana.
Pendeknya, sekonyol-konyolnya
seseorang, kalau pada akhirnya dia mau mengangkat dua tangan dan mengakui
kedaulatan Tuhan, maka dia akan menjadi satu kehidupan yang bijaksana. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.
Nanti kita akan melihat bagaimana
proses dari orang bodoh menjadi bijaksana. Orang yang sering melakukan
kesalahan menjadi satu kehidupan yang punya tindakan yang benar, suci,
dan mulia.
Kita akan melihat prosesnya
di ayat-ayat berikutnya…
2 Petrus 1:17-18
(1:17) Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan
kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia,
yang mengatakan: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."
(1:18) Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika kami bersama-sama
dengan Dia di atas gunung yang kudus.
Ini kisah di atas gunung yang kudus.
Di sinilah mulai terjadi proses sehingga pada akhirnya Petrus menjadi satu
kehidupan yang bijaksana. Yang bodoh menjadi bijaksana, yang sering melakukan
kesalahan menjadi kehidupan yang benar suci mulia di hadapan Tuhan.
Sekarang kita lihat…
2 Petrus 1:19
(1:19) Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang
telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya
sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai
fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.
Dengan demikian kami makin
diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi.
Setelah diproses di atas gunung
Tuhan, akhirnya Petrus diteguhkan oleh Firman Pengajaran yang rahasianya
dibukakan, disebut juga dengan cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus.
Jadi, semuanya berproses, tidak
lantas tiba-tiba bijaksana. Dahulu, Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya
Tabernakel atau Firman Pengajaran rahasianya dibukakan dalam terangnya Roh
kudus sangat asing bagi kita. Setiap kali Firman disampaikan, kita seringkali
menjerit dalam hati; apa toh yang disampaikan Bapak gembalaku ini.
Tetapi sekarang, setelah kita mengalami proses di atas gunung, akhirnya kita
terima Firman para nabi, Firman nubuatan, Firman Pengajaran yang rahasianya
dibukakan. Bukan hanya diterima, tetapi memberi diri diteguhkan oleh Firman itu
sendiri. Semakin Firman dibukakan, semakin hati ini diteguhkan. Itulah
pengalaman Petrus, tetapi pengalaman juga bagi mereka yang mau diproses di atas
gunung Tuhan.
Seperti kita malam ini, ada di atas
gunung Tuhan, senantiasa diproses oleh Firman Allah, disucikan oleh
Firman Allah. Firman Allah mengoreksi setiap hati kita
masing-masing, mengoreksi segala sesuatu yang terselubung di dalam hati,
sesudah itu barulah hati kita semakin diteguhkan. Kalau di dalam hati masih
banyak kotoran-kotoran atau sebaliknya kotoran mengambil tempat di hati, maka
nanti Firman tidak mendapat tempat di hati. Tetapi, setelah berproses di atas
gunung Tuhan, dosa itu semakin dikoreksi, hati disucikan, diceraikan dari dosa.
Pada saat itulah Firman mendapat tempat di dalam hati dan pada saat itulah hati
kita diteguhkan. Sebodoh-bodohnya orang, kalau dia mau membuka hati untuk
Firman niscaya dia pasti diubahkan. Sudah tau kita bodoh, tetapi tidak mau
membuka hati untuk Firman, sampai dunia kiamat, kehidupan semacam ini
diragukan, karena tidak akan pernah diteguhkan.
Alangkah baiknya kalau kamu
memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat
yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam
hatimu.
Ini adalah pengalaman Petrus,
dibagikan kepada sidang jemaat, yaitu; memperhatikan Firman Pengajaran
yang rahasianya dibukakan, sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya
di tempat gelap.
Kalau kita memperhatikan pelita yang
bercahaya di tempat yang gelap, maka kegelapan itu pasti diterangi, tidak ada
sesuatu yang disembunyikan lagi. Dosa disembunyikan di mana? Jawabnya:
di tempat kegelapan. Tetapi, kalau kita memperhatikan Firman pengajaran yang
rasanya dibukakan, persis seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat
yang gelap; semuanya diterangi.
Dampak positifnya setelah diterangi:
A.
Sampai fajar menyingsing artinya; dilepaskan dari kegelapan, dibawa
kepada terang Tuhan.
Saya masih ingat waktu kita tinggal di dalam
kegelapan, persis seperti pada zaman kejahilan. Sebagaimana dalam Titus 3:3
--- Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat,
sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup
dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci. Tetapi
akhirnya dilepaskan dari kegelapan dibawa kepada terang Tuhan.
Masih ada lagi kegelapan, yaitu; tepatnya pada
saat antikris menjadi raja dan berkuasa atas seantero dunia selama 7 tahun. 7
tahun ini pun dibagi dalam 2 (dua) bahagian.
-
3½ tahun yang pertama disebut juga pra-aniaya.
-
3½ tahun yang kedua inilah yang disebut puncak gelap malam,
puncak pencobaan.
Tetapi,
kalau kita memperhatikan Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan, sama
persis seperti memperhatikan pelita yang bercahaya dalam kegelapan; maka
kegelapan itu diterangi. Itu pentingnya Injil kerajaan disampaikan kepada
sidang jemaat.
Oleh
sebab itu, antusias kita, pengikutan kita tidak boleh berhenti pada Injil
keselamatan, harus lanjut sampai kepada Injil kerajaan. Maka hamba
Tuhan tidak boleh egois, tidak boleh hanya pamer-pamer dengan
kelebihan-kelebihan yang dipercayakan Tuhan kepada dia, tidak boleh berhenti di
karunia kesembuhan, mujizat dan seterusnya. Dan jemaat juga harus bijaksana,
harus mengerti rencana Tuhan, jangan juga mau dibodoh-bodohi oleh orang-orang
yang tidak bertanggung jawab.
Kita
berdoa untuk hamba-hamba Tuhan, tetapi kita juga berdoa untuk hati kita supaya
menjadi satu kehidupan yang tulus, jujur. Kadang-kadang kita juga tidak tulus,
tidak jujur kepada hati nurani.
Bayangkan
saudara, 10 kali tulah diturunkan ke Mesir, tetapi Gosen tetap dalam keadaan
damai sejahtera, bangsa Israel dipelihara di sana. Tetapi Firaun sampai kepada
hamba-hambanya di istana, bahkan sampai rakyat jelata mengalami hukum, yaitu,
tulah pertama sampai kepada tulah ke 10, yakni; kematian anak sulung. Tetapi
bangsa Israel disebut anak sulung, bangsa pilihan Tuhan.
Dari
sini kita bisa melihat, tidak cukup uang kita untuk membayar kebesaran kasih,
yaitu; Firman Allah yang dinyatakan (diberikan) dengan cuma-cuma sebagaimana
dalam Yesaya 55:1 --- Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan
minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah
gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran!
Makanlah,
nikmatilah Firman, itu saja yang Tuhan mau. Hormati, hargai, junjung tinggi
pemberitaan Firman Tuhan dalam setiap pertemuan ibadah, itu saja yang Tuhan
mau. Tuhan tidak tuntut uangmu karena uang mu tidak akan cukup membayar semua
itu.
B.
Bintang timur terbit
bersinar di dalam hati = bercahaya kemuliaan
Allah 🡪 gereja Tuhan yang sempurna, itulah sidang
mempelai Tuhan.
Kalau tadi dilepaskan dari kegelapan, itu
berbicara doa penyembahan.
Jadi, Firman itu yang membawa /
memimpin hidup rohani, nikah kita di bumi ini sampai kepada 2 (dua) klimaks:
1.
Doa penyembahan
2.
Mempelai Tuhan
2 Petrus 1:20
(1:20) Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat
dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri,
Sedikit kesaksian:
Zaman dahulu, sebelum pandemi,
seringkali hamba Tuhan berkhotbah tetapi ditafsir-tafsir. Dan waktu itu kita
betul-betul berjuang untuk menegakkan kebenaran ini lewat live streaming.
Ketika kita berjuang untuk menegakkan kebenaran ini, banyak juga hamba-hamba
Tuhan melawan. Tetapi sekarang, saya lihat tidak ada lagi kata-kata ditafsir.
2 Petrus 1:21
(1:21) sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak
manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama
Allah.
Perlu untuk diketahui, Firman
pengajaran yang rahasianya dibukakan tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak
sendiri kecuali oleh ilham Roh El Kudus. Apa yang dimaksud dengan ilham Roh
El Kudus? Yaitu; ayat satu dijelaskan oleh ayat yang lain mulai dari kitab
Kejadian sampai Wahyu, sampai terjadilah pembukaan rahasia firman.
Pendeknya, ayat menerangkan ayat.
Jadi, Firman Allah tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri. Maka,
seorang hamba Tuhan juga perlu tersungkur di kaki salib seperti Rasul Yohanes
untuk menantikan pembukaan rahasia Firman. Selain itu, belajar untuk terus
membaca Alkitab.
Syarat untuk memperoleh pembukaan
rahasia firman Allah: Berada di atas gunung Tuhan yang kudus (2
Petrus 2:18).
Jelas itu menunjuk kepada tingkat
ibadah yang tertinggi atau disebut juga puncak ibadah, itulah DOA PENYEMBAHAN.
Dari penyembahan itu nanti kita
memperoleh pembukaan rahasia firman Allah.
Jadi jemaat juga perlu berdoa.
Jangan lupa sembahyang menyembah tersungkur di kaki salib, teramat lebih
seorang imam. Demikian juga saya sendiri, juga harus banyak menyembah untuk
menantikan pembukaan Firman Allah, saya tidak boleh egois. Apalagi sudah
menerima jabatan gembala, ada tanggung jawab.
Inilah pengalaman yang diceritakan
oleh Petrus.
Sekarang kita perhatikan…
Matius 17:1-4
(17:1) Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan
Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung
yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja. (17:2) Lalu Yesus berubah rupa
di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya
menjadi putih bersinar seperti terang. (17:3) Maka nampak kepada mereka
Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia. (17:4) Kata Petrus kepada
Yesus: "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau
mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa
dan satu untuk Elia."
Petrus dengan euforia yang
meluap-luap hendak mendirikan tiga kemah, antara lain; satu untuk Tuhan,
satu untuk Musa, satu untuk Elia.
Artinya disini: Petrus mau mendirikan rumah Tuhan atau gereja Tuhan
sampai sempurna, tetapi menurut kehendak manusia. Kemah 🡪
rumah Tuhan atau tubuh Kristus.
Tidak mungkin tubuh Kristus dibangun
oleh karena kehendak manusia. Sedangkan suami dan istri saja belum tentu bisa
menyatu dengan kekuatan manusia, pengetahuan manusia, kecuali oleh Tuhan itu
sendiri. Dua hati berbeda untuk disatukan itu sulit, tidak bisa disatukan
dengan kehendak manusia Petrus.
Inilah yang terjadi dalam kebodohan
Petrus, ia seringkali melakukan kesalahan, berulang-ulang melakukan kesalahan.
Tetapi di tengah-tengah kesalahan terjadi, di situ juga Tuhan memproses dia.
Mari kita lihat proses itu…
Matius 17:5
(17:5) Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang
terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata:
"Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah
Dia."
Tetapi, pada saat itu Tuhan datang
dalam awan kemuliaan yang sangat besar memberi pengertian kepada Petrus. Bahwa
sesungguhnya, gereja Tuhan / rumah Tuhan yang sempurna jelas itu dibangun oleh
karena cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, pekerjaan daripada Firman
Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, bukan Injil keselamatan.
Itu sebabnya Allah Bapa berkata kepada
Petrus: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan,
dengarkanlah Dia."
Dengarkanlah cahaya injil tentang
kemuliaan Kristus; Injil kerajaan. Dengarkanlah Firman pengajaran yang
rahasianya dibukakan, Firman pengajaran mempelai dalam terangnya Tabernakel,
karena Yesus adalah kemah / Tabernakel sejati.
Jadi, tidak pernah nubuat
ditafsirkan menurut kehendak manusia.
Betapa bahagianya kita malam ini ada
di atas gunung Tuhan yang kudus, lebih bahagia dari kebahagiaan dunia. Orang
dunia bisa bahagia ketika menang main gaple / kartu. Atau, ketika dia minum
tuak, kopi, teh, berada di kafe karena dapat hiburan-hiburan. Tetapi itu tidak
ada apa-apanya, hanya tunggu waktu saja. Jadi, kebahagiaan kita lebih besar
dari kebahagiaan manusia duniawi, karena Roh Tuhan yang menghibur kita
senantiasa.
Kita lihat: Siapakah Anak yang
dikasihi? Kenapa kita harus mendengar Dia?
Pada Matius 17:2 --- Lalu Yesus
berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari
dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. Inilah cahaya
Injil tentang kemuliaan Kristus, berkuasa membawa kita sampai kepada
kesempurnaan dari sidang mempelai Tuhan.
Singkat kata, Petrus sudah diproses,
Tuhan sudah memberi pengertian kepadanya dan ia langsung berdiam diri tidak
lagi melanjutkan kata-katanya. Berarti; daging tidak bersuara lagi, dengan lain
kata; dia tidak lagi hidup menurut hawa nafsu dan keinginan-keinginan daging
yang jahat (sudah berhenti).
Jadi, setiap orang sudah menerima
proses di atas gunung Tuhan, pasti daging dan keinginannya berhenti. Kalau
masih suka ngomel, berarti belum mau diproses. Karena sakit hatinya, tuangkan
kebodohannya di WhatsApp, di YouTube, di Facebook, mengeluh di semua media
sosial, kelihatan kebodohannya. Yang terpenting berdiam diri saja, supaya Tuhan
dan kebenaran-Nya tinggal diam di hati kita. Itulah tandanya bahwa Petrus ini
sudah diproses dan kita juga harus mau diproses.
Sekarang kita lihat, apakah
Petrus masuk dalam proses yang benar?
Matius 17:6
(17:6) Mendengar itu tersungkurlah murid-murid-Nya dan
mereka sangat ketakutan.
Ada dua yang terlihat nampak di
sini, antara lain:
1.
Petrus dan murid-murid
yang lain tersungkur -> doa penyembahan.
2.
Hidup di dalam roh takut
akan Tuhan.
Berarti jelas dia sudah masuk dalam
proses.
Inilah kehidupan yang diselamatkan.
Meskipun bodoh, seringkali mengulangi kesalahan, tetapi kalau mau menerima
pengertian dan diproses oleh Tuhan di atas gunung Tuhan; selamat, tertolong
seperti Petrus tertolong.
Tadi kita awali dari Wahyu 19:15
-- Dari mulutnya keluarlah seah padang tajam yang memukul segala bangsa.
Jadi, pada hari penghakiman, Tuhan
akan menghukum orang-orang yang menolak FIRMAN Allah.
Tapi sebodoh-bodohnya gereja Petrus,
dan seringkali mengulangi kesalahan, tetapi jika kalau mau diproses di atas
gunung Tuhan yang kudus, pasti ditolong dan diselamatkan.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA
MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman oleh;
Gembala Sidang: Pdt. Daniel U.
Sitohang