IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 19 MEI 2026
SURAT YUDAS 1:11
(Seri: 23)
Subtema: MADU DAN SUSU DI BAWAH
LIDAH MEMPELAI
Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh
karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus,
kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Doa Penyembahan. Itu artinya
sebentar kita akan membawa hidup kita masing-masing rendah di ujung kaki salib
TUHAN, sujud menyembah kepada Dia dan itu adalah kemurahan TUHAN sebab hanya
kepada Dia saja kita berbakti.
Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan
TUHAN yang turut bergabung lewat online atau live streaming atau
video internet baik dari Youtube maupun Facebook atau media sosial lainnya yang
dapat digunakan. Selanjutnya kiranya TUHAN bertakhta di tengah-tengah ibadah
ini, bertakhta di hati kita sehingga dalam damai sejahtera sukacita kita boleh
menikmati sabda ALLAH, duduk dekat kaki TUHAN.
Selanjutnya mari kita sambut SURAT YUDAS 1:11 sebagai Firman penggembalaan untuk
Ibadah Doa Penyembahan, untuk seri pemberitaan yang ke-23 kalinya.
Yudas 1:11
(1:11) Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan
yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri
ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.
“Celakalah mereka...”
antara lain:
a.
Karena mereka mengikuti jalan yang
ditempuh Kain.
b.
Oleh sebab upah, menceburkan diri ke
dalam kesesatan Bileam.
c.
Mereka binasa karena kedurhakaan
seperti Korah.
Tentang:
MEREKA BINASA KARENA KEDURHAKAAN SEPERTI KORAH (Bagian 11).
Bilangan 16:1-2
(16:1) Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan
dan Abiram, anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang
Ruben, mengajak orang-orang (16:2) untuk memberontak melawan Musa,
beserta dua ratus lima puluh orang Israel, pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu
orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya orang-orang yang kenamaan.
Korah dan kumpulannya bangkit untuk melawan Musa.
Orang-orang yang termasuk dalam kumpulan Korah, antara lain:
Datan, Abiram, dan On + 250 pemimpin-pemimpin kenamaan.
Bilangan 16:9-11
(16:9) Belum cukupkah bagimu, bahwa kamu dipisahkan oleh Allah
Israel dari umat Israel dan diperbolehkan mendekat kepada-Nya, supaya kamu
melakukan pekerjaan pada Kemah Suci TUHAN dan bertugas bagi umat itu untuk
melayani mereka, (16:10) dan bahwa engkau diperbolehkan mendekat
bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi? Dan sekarang mau pula kamu menuntut
pangkat imam lagi? (16:11) Sebab itu, engkau ini dengan segenap
kumpulanmu, kamu bersepakat melawan TUHAN. Karena siapakah Harun, sehingga
kamu bersungut-sungut kepadanya?"
Di sini kita melihat, “Korah menuntut pangkat imam lagi.”
Inilah yang menjadi “motif” sehingga Korah dan kumpulannya memberontak
melawan Musa serta bersungut-sungut kepada Harun. Padahal Korah dan
kaumnya (Suku Lewi) telah diangkat oleh TUHAN untuk:
-
Melayani TUHAN dan
pekerjaan TUHAN dimulai dari Halaman sampai Ruangan Suci.
-
Bertugas untuk melayani
umat Israel.
Kita akan melihat secara khusus terkait DATAN dan ABIRAM.
Bilangan 16:12
(16:12) Adapun Musa telah menyuruh orang untuk memanggil Datan
dan Abiram, anak-anak Eliab, tetapi jawab mereka: "Kami tidak mau
datang.
Musa memanggil Datan dan Abiram, tetapi “mereka tidak mau
datang.” Menunjukkan bahwasanya Datan dan Abiram:
-
Tidak tunduk, berarti tidak taat dan tidak dengar-dengaran.
Perlu untuk diketahui; letak keberhasilan dari
seorang imam / pelayan TUHAN / hamba TUHAN adalah bilamana ia taat dan
dengar-dengaran. Itu juga berlaku untuk dunia bukan hanya di dalam TUHAN.
-
Tidak menghormati
tahbisan dan urapan TUHAN.
Seringkali anak-anak TUHAN berusaha supaya
kehendak manusia (daging) ingin mengatasi kehendak daripada TUHAN.
Bilangan 16:13-14
(16:13) Belum cukupkah, bahwa engkau memimpin kami keluar dari
suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya untuk membiarkan kami mati
di padang gurun, sehingga masih juga engkau menjadikan dirimu tuan atas
kami? (16:14) Sungguh, engkau tidak membawa kami ke negeri yang
berlimpah-limpah susu dan madunya, ataupun memberikan kepada kami ladang-ladang
dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka. Masakan engkau dapat
mengelabui mata orang-orang ini? Kami tidak mau datang."
Selanjutnya, Datan dan Abiram MENUDUH bahwa:
a.
Musa menjadikan dirinya
tuan atas umat Israel, lebih tepatnya
pemimpin yang tidak bertanggung jawab.
Alasannya ialah: Musa membawa bangsa Israel
keluar dari Mesir untuk dibiarkan mati di Padang Gurun sebab Datan dan Abiram
menganggap Mesir adalah negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.
Orang yang tidak taat dan tidak dengar-dengaran
memang begitu, menganggap bahwa dunia ini adalah milik pusakanya, limpah susu
dan madu.
Itu sebabnya ketika Musa membawa bangsa Israel
keluar dari Mesir, mereka mengatakan bahwa Musa membiarkan bangsa Israel mati
di Padang Gurun. Secara tidak langsung Datan dan
Abiram menganggap bahwa Musa itu adalah pemimpin yang
tidak bertanggung jawab.
b.
Musa mengelabui mata
orang-orang Israel.
Maksudnya Musa adalah orang munafik, suka menipu
umat TUHAN.
Tuduhan ini sangat kejam sekali karena
sesungguhnya tidak beralasan.
Alasan mereka adalah: Musa tidak membawa bangsa
Israel ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya sebab bagi Datan dan
Abiram, Kanaan bukanlah negeri yang dapat dijadikan ladang-ladang dan
kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka.
Sesungguhnya, Musa bukanlah orang munafik yang
suka mengelabui mata umat Israel, kita buktikan di dalam…
Keluaran 3: 7-8
(3:7) Dan TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan dengan
sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar
seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku
mengetahui penderitaan mereka. (3:8) Sebab itu Aku telah turun untuk
melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari
negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang
berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang
Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.
Pertama-tama di sini kita melihat, TUHAN memperhatikan
sengsara umat Israel di Mesir, juga mendengar seruan mereka oleh
pengerah-pengerah di Mesir. Pendeknya, Mesir bukanlah negeri yang
berlimpah-limpah susu dan madunya dan tidak layak untuk dijadikan sebagai milik
pusaka sebab Mesir adalah negeri perbudakan.
Negeri perbudakan tidak layak untuk dijadikan
sebagai milik pusaka sebab negeri
perbudakan tidak limpah susu dan madunya, dan TUHAN yang mengatakan itu kepada
Musa di tengah-tengah pengutusannya.
Sebaliknya, Kanaan adalah negeri yang baik dan
luas, berlimpah-limpah susu dan madunya, ini yang benar.
Tetapi dalam keadaan kejengkelan, tidak taat dan
tidak dengar-dengaran, Datan dan Abiram memutar balik fakta kebenaran.
Biasanya (lazimnya) begitu, dalam kejengkelan,
ketidaksukaannya pada satu ibadah, mungkin kepada seorang gembala, maka
kehidupan semacam ini akan memutar balik fakta kebenaran.
Keluaran 3:17
(3:17) Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari
kesengsaraan di Mesir menuju ke negeri orang Kanaan, orang Het,
orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, ke suatu negeri yang
berlimpah-limpah susu dan madunya.
Selanjutnya di sini kita melihat, TUHAN mengutus Musa
berarti ditetapkan sebagai pemimpin untuk menuntun bangsa Israel keluar dari kesengsaraan
Mesir, menuju Kanaan suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.
Namun hal itu disangkali oleh Datan dan Abiram.
Saudara, oleh karena kemurahan hati TUHAN, malam ini kita
kembali untuk membahas bahwa Kanaan adalah suatu negeri yang berlimpah-limpah
susu dan madunya. Singkat kata; negeri Kanaan layak untuk dijadikan sebagai
milik pusaka.
Jadi kalau
limpah susu dan madu maka negeri itu layak untuk dijadikan sebagai milik
pusaka, sebab Kanaan berlimpah-limpah susu dan madunya.
Saya berharap kepada TUHAN supaya penggembalaan GPT Betania
berlimpah-limpah susu dan madunya supaya kita layak untuk menerima milik
pusaka, yaitu; tanah air sorgawi.
Berlimpah-limpah susu dan madunya, itu gambaran dan bayangan
dari kelimpahan Firman ALLAH sebab:
- SUSU adalah gambaran dari kekuatan
Firman ALLAH.
Hal itu sangat dibutuhkan oleh kehidupan yang
lemah dan tidak berdaya seperti bayi yang baru lahir.
Bayi yang baru lahir membutuhkan air susu yang
murni dan rohani… (1 Petrus 2:2)
- MADU gambaran
dari manisnya Firman ALLAH.
Manisnya Firman ALLAH sangat dibutuhkan oleh
kehidupan yang lapar dan haus yaitu orang-orang yang menghadapi banyak
kesulitan, banyak ujian, banyak pergumulan-pergumulan.
Keluaran 16:31;
(16:31) Umat Israel menyebutkan namanya: manna; warnanya putih seperti
ketumbar dan rasanya seperti rasa kue madu.
Jadi yang dibutuhkan orang yang sedang
menghadapi perjalanan yang panjang, pergumulan yang panjang adalah manisnya
Firman ALLAH.
Wahyu 10:9
(10:9) Lalu aku pergi kepada malaikat itu dan meminta kepadanya, supaya
ia memberikan gulungan kitab itu kepadaku. Katanya kepadaku: "Ambillah dan
makanlah dia; ia akan membuat perutmu terasa pahit, tetapi di dalam mulutmu
ia akan terasa manis seperti madu."
Pada saat gereja TUHAN menghadapi puncak
pencobaan tepatnya pada saat Antikris menjadi raja dan berkuasa atas seantero
dunia, yang dibutuhkan adalah: manisnya Firman ALLAH, yaitu;
Firman yang dibukakan.
Jadi Wahyu 10 itu adalah saat-saat dimana
gereja akan memasuki Wahyu 11, di situ Antikris telah berkuasa, puncaknya pada 3,5 (tiga setengah) tahun yang kedua.
Mazmur 81:17
(81:17) Tetapi umat-Ku akan Kuberi makan gandum yang terbaik dan dengan madu
dari gunung batu Aku akan mengenyangkannya."
Pahit karena pergumulannya bagaikan perjalanan
panjang di Padang Gurun, maka yang dibutuhkan adalah manisnya Firman ALLAH,
demikianlah bangsa Israel di tengah-tengah perjalanan mereka di Padang Gurun.
MEMPELAI TUHAN LIMPAH DENGAN FIRMAN ALLAH, dengan bukti …
Kidung Agung 4:11
(4:11) Bibirmu meneteskan madu murni, pengantinku, madu dan
susu ada di bawah lidahmu, dan bau pakaianmu seperti bau gunung Libanon.
Bibir erat kaitannya dengan perkataan-perkataan yang keluar
dari mulut anak-anak TUHAN.
Saudara, setiap perkataan-perkataan yang keluar dari mulut
anak-anak TUHAN semuanya diperhatikan oleh Yesus Kristus sebagai Mempelai Pria
Sorga.
Jika kata-kata yang keluar dari bibir atau mulut kita kasar,
tajam, bahkan suka mengeluarkan kata-kata jorok, busuk, dan tak suci, maka
hidup kita tidak memancarkan kemuliaan dan keindahan TUHAN. Sebaliknya,
memilukan dan mempermalukan nama TUHAN.
Hati-hati, sebab orang yang biasa mengucapkan kata-kata
kasar, disengaja ataupun tidak disengaja, maka orang semacam ini tidak
memancarkan keindahan dan kemuliaan TUHAN, Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja
dan Mempelai Pria Sorga. Hati-hati saudara, jangan lagi terlanjur-lanjur.
Saudara, sekali lagi saya sampaikan,
-
Susu
-
Madu
TUHAN sangat mengharapkan agar bibir lidah kita mengadakan
suatu pengakuan / perkataan / kesaksian tentang kekuatan dan kemanisan yang
kita terima dari Firman ALLAH.
Jika saja hidup kita penuh dengan Firman Allah, maka mulut
kita juga akan mengeluarkan perkataan / kesaksian sesuai dengan kekuatan dan
manisnya Firman ALLAH. Apa yang keluar dari mulut datang atau berasal dari
hati. Jadi kalau hati ini diisi oleh kekuatan dan manisnya Firman maka
perbuatan dan kesaksian kita juga begitu, memiliki kekuatan dan manisnya
perkataan dan kesaksian kita.
Oleh sebab itu, janganlah kita membiarkan Iblis / Setan
menguasai mulut bibir lidah kita ini saudara.
Jadi nampaklah bahwasanya Mempelai Wanita TUHAN penuh dengan
Firman ALLAH sebab perkataan dan kesaksian hidupnya betul-betul berasal dari
kekuatan dan manisnya Firman ALLAH itu sendiri.
Oleh sebab itu, janganlah kita biarkan Iblis / Setan
menguasai mulut bibir lidah kita.
Wahyu 12:11
(12:11) Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba,
dan oleh perkataan kesaksian mereka.
Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.
Iblis / Setan telah dikalahkan,
bukan hanya oleh darah Anak Domba, tetapi juga oleh perkataan
kesaksian anak-anak TUHAN.
Itu berarti pengajaran Firman ALLAH bagaikan susu dan madu
yang selalu menjadi buah bibir kita; untuk membangun kehidupan sesama
(orang-orang) yang disekitar kita, dalam segala keadaan dan dalam segala
sesuatu dan dalam segala tempat terlebih di tengah ibadah dan pelayanan
dihadapan TUHAN.
Amsal 12:17-19
(12:17) Siapa mengatakan kebenaran, menyatakan apa yang adil,
tetapi saksi dusta menyatakan tipu daya. (12:18) Ada orang yang lancang
mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan
kesembuhan. (12:19) Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk
selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata.
“lancang mulutnya seperti tikaman pedang …”. Kalau buah
bibirnya lancang, dan cerewet, tidak segan-segan mengucapkan kata-kata kepada
siapapun (kepada orang lain), sama seperti tikaman pedang.
“Tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan …”. Yang dibutuhkan oleh orang yang sakit adalah perkataan
bijak, supaya sakit hatinya sembuh.
Contoh perkataan kesaksian oleh karena kekuatan dan
manisnya Firman ALLAH ada 2 (dua):
-
“Siapa
menyatakan kebenaran, menyatakan apa yang adil.”
Jadi kalau buah bibirnya adalah kebenaran = menyatakan apa yang adil, dia
layak untuk menjadi wasit, penengah, pengantara, berarti imam (pendamaian).
Biarlah buah bibir dari
seorang imam memperkatakan kebenaran karena buah
bibir semacam ini menyatakan satu keadilan, layak untuk menjadi pendamaian
(penengah), jangan menambah-nambahi masalah akhirnya tabrak sana tabrak sini,
terjadi perselisihan seperti saksi dusta
menyatakan tipu daya.
-
“Lidah
orang bijak (perkataan yang lembut) mendatangkan kesembuhan”, tetapi orang yang lancang mulutnya (berani bicara kepada suami,
berani bicara kepada isteri dengan kasar)
seperti tikaman pedang.
Bibir yang lancang-lancang karena
merasa paling benar itu seperti tikaman pedang. Saudara harus tahu itu, saya
juga harus tahu betapa sakitnya seorang isteri kalau seorang suami dengan
lancang berkata-kata, seperti tikaman pedang.
Oleh sebab itu belajar untuk merasakan apa
yang dirasakan TUHAN Yesus di atas kayu salib, jangan sesumbar kalau bicara, jangan
terlalu lancang.
Sedangkan lidah orang bijak
mendatangkan kesembuhan. Perkataan yang
lembut menyembuhkan orang lain dari sakit hati, luka batin, akar pahit, dan
seterusnya. Jadilah demikian, gunakanlah perkataan yang lembut, perkataan yang
bijak, mendatangkan kesembuhan, pemulihan terjadi di dalam diri orang lain,
meskipun sebetulnya kita tidak cocok dengan orang itu, tetapi ucapkan saja
kata-kata yang lembut dan manis dengan ketulusan, supaya orang lain mengalami
pemulihan.
Saudara, betapa mempelai wanita TUHAN
benar-benar penuh (limpah) dengan susu dan madu, limpah Firman ALLAH. Sehingga
bibirnya meneteskan madu murni kemudian madu dan susu ada di bawah
lidah Mempelai Perempuan. Itu yang menjadi buah bibirnya.
Terkait dengan PERKATAAN ORANG BIJAK / perkataan lembut,
kita lihat di dalam …
Amsal 15:2
(15:2) Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, tetapi mulut
orang bebal mencurahkan kebodohan.
Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, sebaliknya mulut
orang bebal mencurahkan segala emosinya (amarahnya), segala unek-uneknya
ditumpahkan semua. Itu buah bibir orang bebal, semua isi hatinya ditumpahkan,
orang lain suka atau tidak suka, ia tidak peduli.
Jadi mari kita ukur hidup rohani kita terhadap Firman ALLAH
yang telah kita terima selama ini supaya perkataan kesaksian kita betul-betul
menyenangkan hati TUHAN sebab perkataan kesaksian semacam inilah yang juga akan
mengalahkan Iblis / Setan.
Amsal 12:19
(12:19) Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk
selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata.
“Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk
selama-lamanya”, berarti membawa dia sampai pada kekekalan, yaitu;
1.
Hidup dalam kesempurnaan.
2.
Hidup dalam doa
penyembahan.
“Tetapi lidah dusta (buah bibir dusta) hanya untuk sekejap
mata”. Hidupnya cepat-cepat berlalu,
berarti tidak sampai kepada kekekalan (keabadian).
Amsal 11:22
(11:22) Seperti anting-anting emas di jungur babi,
demikianlah perempuan cantik yang tidak susila.
Orang yang lancang bicaranya, digambarkan seperti babi,
tidak dapat mengendalikan hawa nafsu dagingnya.
Jadi saudara, malam ini TUHAN menyatakan kasih-Nya kepada
kita semua supaya kiranya kehidupan kita masing-masing (baik saya dan nikah
saya maupun saudara dan nikah saudara), bagaikan Mempelai Wanita TUHAN penuh
dengan kelimpahan Firman ALLAH.
Buktinya di dalam Kidung Agung 4:11, pada bibir
Mempelai perempuan meneteskan madu murni. “Madu dan susu ada di bawah lidah
Mempelai Wanita TUHAN”.
Jadi betul-betul perkataan kesaksiannya didorong oleh
kelimpahan Firman ALLAH, yaitu; kekuatan Firman ALLAH dan manisnya Firman
ALLAH.
Jangan seperti anting-anting di jungur babi, persis
seperti wanita cantik, tetapi asusila (asusila). Dengan mulut yang lancang,
menggambarkan bahwa ia tidak dapat mengendalikan hawa nafsu dan keinginan
dagingnya.
Itu sebabnya tadi saya katakan, ukur diri ini dengan Firman,
jangan ukur dengan kesalahan orang, tidak ada artinya karena kita harus sama
seperti Dia, diciptakan menurut teladan TUHAN, segambar dan serupa dengan
TUHAN, jangan diukur dengan kekurangan orang, tidak akan menjadi Mempelai
TUHAN, karena Mempelai TUHAN limpah susu dan madu, perkataan kesaksiannya
betul-betul berasal dari kekuatan Firman dan manisnya Firman, sanggup menolong
orang lain, yaitu: orang yang lemah, orang yang didalam kepahitan.
Kidung Agung 4:11
(4:11) Bibirmu meneteskan madu murni, pengantinku, madu dan susu
ada di bawah lidahmu, dan bau pakaianmu seperti bau gunung Libanon.
Bait Suci yang dibangun oleh Salomo di Yerusalem termasuk
juga Istana Salomo kedua-duanya dibangun dari pohon aras yang diambil dari
hutan Libanon. Jadi dari situ kita sudah dapat suatu gambaran bahwa gunung
Libanon ini sangat berarti bagi rumah TUHAN dan kediaman TUHAN (takhta TUHAN).
Jadi betapa berartinya gunung Libanon.
Tetapi arti rohani dari ayat 11b, jika hidup kita
dipenuhkan oleh kelimpahan Firman ALLAH maka tentu saja hidup kita akan
menyebarkan bau harum di sekitar kita terutama di tengah-tengah nikah dan rumah
tangga.
Gunung Libanon ini adalah
gambaran dari keindahan dari satu kehidupan.
Keindahan ini dimulai dari kehidupan yang senantiasa berdiam
diri meskipun menghadapi berbagai-bagai macam persoalan, tetap berdiam diri
seperti gunung Libanon. Ada banyak perkara terdapat di dalam Gunung Libanon,
tetapi kalau kita senantiasa berdiam diri, akan nampak satu keindahan yang luar
biasa, walaupun sebetulnya hati berkecamuk, sebab sejuta persoalan dihadapinya,
namun dia tetap BERDIAM DIRI. Ini adalah satu keindahan di pemandangan mata
TUHAN dari kehidupan kita masing-masing, bahkan mengeluarkan bau harum, asal
kita mau berdiam diri.
Gunung juga berbicara penyembahan berarti berdiam diri
meskipun sejuta perkara berkecamuk di dalam hati akan tetap nampak indah dan
mempesona hati TUHAN. Memang sejuta perkara terjadi sehingga sakit rasanya,
menghadapi sikap-sikap yang tidak bertanggungjawab. Tetapi bilamana kita sudah
berada pada penyembahan (berdiam diri) maka akan nampak satu keindahan dari
kehidupan yang mempesona. Ini harus menjadi satu pelajaran untuk kita
praktekkan di dalam hidup, nikah, dan rumah tangga, di tengah ibadah dan pelayanan
di hadapan TUHAN, di hari-hari terakhir ini saudara ku.
Gunung Libanon bukan hanya menyebarkan bau harum, tetapi
juga menyebarkan satu pesona dan keindahan yang sangat mendalam karena sejuta
perkara tersimpan di dalam hatinya, meski perkara-perkara itu berkecamuk,
tetapi dia tetap berdiam diri, beda dengan wanita tuna susila, bicaranya itu
tidak membawa pesona, justru mempermalukan dirinya sendiri, seperti “anting-anting
emas di jungur babi.” Jadi jangan terlalu lancang lagi dalam berucap /
berkata-kata.
Ukurlah kehidupan ini dengan Firman, jangan ukur dengan
kekurangan orang lain karena kita dibentuk menurut teladan ALLAH dari sejak
semula.
Wahyu 12:11
(12:11) Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba,
dan oleh perkataan kesaksian mereka.
Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.
Mereka memiliki “perkataan kesaksian”, mereka itu
adalah orang-orang yang tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut, dia
serahkan nyawa untuk kemuliaan TUHAN sampai ke dalam maut. Artinya;
kerohaniannya atau ibadahnya sudah sampai pada tingkat ibadah yang tertinggi,
sudah sampai pada puncak ibadah yakni doa penyembahan.
Penyembahan = penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya
kepada kehendak ALLAH saja, tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam
maut, itu penyerahan diri sepenuh, inilah doa penyembahan.
Hidup di dalam doa penyembahan berarti berdiam diri. Biar
sejuta perkara berkecamuk di dalam hatinya, dia tetap berdiam diri, maka akan
tampak satu pesona dan tampak satu keindahan di pemandangan TUHAN karena
ternyata mereka sudah sampai pada puncak ibadah (doa penyembahan), tidak
mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.
Kalau saya ukur hidup rohani saya dengan Firman, masih jauh.
Tetapi marilah kita saling mendoakan, supaya di atas segalanya nama TUHAN
dipermuliakan.
CIRI PERTAMA, BERADA DI NEGERI KANAAN, limpah susu dan
madunya:
Ulangan 26:9
(26:9) Ia membawa kami ke tempat ini, dan memberikan kepada kami
negeri ini, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. (26:10)
Oleh sebab itu, di sini aku membawa hasil pertama dari bumi yang telah
Kauberikan kepadaku, ya TUHAN. Kemudian engkau harus meletakkannya di
hadapan TUHAN, Allahmu; engkau harus sujud di hadapan TUHAN, Allahmu,
Jadi kita harus membawa hulu hasil / buah sulung / hasil
pertama dari tanah (ladang) sebab TUHAN yang memberkati hati kita ini dan
semua buah sulung harus diletakkan di ujung kaki salib dengan segala kerendahan
di hati.
Mohon maaf ya, saya tidak tahu pastinya. Kalau saudara tidak
membawa hasil pertama berarti ciri, limpah susu dan madu di dalam hidup mu
tidak akan nampak. Tetapi ciri limpah susu dan madu adalah: dia harus membawa
buah sulung / hasil pertama / hulu hasil, hati yang paling dalam dan semuanya
itu kita taruh di kaki salib karena Firman ALLAH yang menggarap bumi/tanah,
yaitu: hati. Jadi bawalah hulu hasil itu sebab TUHAN yang memberkati kita.
CIRI KEDUA, BERADA DI NEGERI KANAAN, limpah susu dan
madunya:
Ulangan 26:12,
(26:12) "Apabila dalam tahun yang ketiga, tahun persembahan
persepuluhan, engkau sudah selesai mengambil segala persembahan
persepuluhan dari hasil tanahmu, maka haruslah engkau memberikannya kepada
orang Lewi, orang asing, anak yatim dan kepada janda, supaya mereka dapat makan
di dalam tempatmu dan menjadi kenyang. (26:15) Jenguklah dari tempat
kediaman-Mu yang kudus, dari dalam sorga, dan berkatilah umat-Mu Israel, dan
tanah yang telah Kauberikan kepada kami, seperti yang telah Kaujanjikan dengan
sumpah kepada nenek moyang kami -- suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan
madunya."
Ciri kedua adalah: mengembalikan milik-Nya TUHAN yaitu
persembahan persepuluhan dari semua berkat-berkat yang kita terima, bukan
hanya dari gaji, tetapi berkat-berkat apapun.
Sering kali saya sampaikan, kalau ada berkat apapun
bentuknya atau pernah ditraktir, hitunglah persepuluhannya karena itu adalah
milik kepunyaan TUHAN, jangan ditahan.
Kalau persembahan persepuluhan mungkin pernah terlewatkan,
atau pernah lupa, sengaja atau tidak sengaja, kalau diingat masih bisa
dikembalikan (dipersembahkan) supaya kita jangan berhutang, sedangkan buah
sulung tidak bisa, sebab buah sulung tidak tergantikan, anak sulung pun tidak
tergantikan.
Israel telah dipilih oleh TUHAN sebagai anak sulung, tidak
pernah tergantikan. Maka milikilah Roh kesulungan itu, dan milikilah takut akan
TUHAN, kembalikanlah milik TUHAN (1/10) dengan sejujurnya karena itu
adalah cerminan bahwa kita ada di tanah (negeri) limpah susu dan madunya.
Jadi kalau jemaat melakukan dua hal ini sebetulnya
hamba TUHAN juga bangga karena kelimpahan air susu dan madu yang manis tidak
sia-sia ternyata diterima selama ini di milik pusaka. Itulah kandang
penggembalaan GPT Betania ini.
Saya harus akui itu suatu kebanggaan, tetapi bukan untuk
disombongkan, bangga karena kita semua telah praktek Firman ALLAH. AMIN.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA
MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U.
Sitohang