KAMI NANTIKAN KESAKSIAN-KESAKSIAN SAUDARA YANG SUDAH MEMBACA FIRMAN TUHAN PADA BLOG INI

Terjemahan

Search This Blog

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 06 OKTOBER 2026



IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 06 OKTOBER 2026

YUDAS 1:12-16

(Seri 9)


Subtema: DUNIA KEKELAMAN BAGI BINTANG BERKELANA


Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, kita boleh datang menghadap Dia lewat ibadah penyembahan. Itu berarti, sebentar kita akan tersungkur di bawah kaki salib TUHAN, menggunakan leher untuk menundukan kepala, sujud menyembah kepada Dia, tentu saja setelah hati kita diteguhkan oleh firman Allah yang diurapi oleh TUHAN.


Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, Bapak ibu terkasih, saudara/saudari yang bergabung lewat online atau live streaming, video internet, baik dari Youtube, Facebook, ataupun tiktok. 


Selanjutnya, Doa dan harapan kami, kiranya damai sejahtera dari  Sorga memenuhi ruangan ini dan hati kita masing-masing, dan juga saudara yang mengikuti secara online. Sehingga oleh damai sejahtera, kita mengalami sukacita dari Sorga, serta bahagia saat kita duduk diam menikmati sabda Allah. 


Selanjutnya, marilah kita mengikuti surat Yudas, sebagai Firman penggembalaan untuk ibadah Doa Penyembahan. 

Kita masih membahas Yudas 1:12-16, dan malam ini  merupakan seri pemberitaan firman yang ke-9 kalinya.

Namun, tetaplah berdoa dalam Roh, mohonlah kemurahan dari TUHAN, supaya firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi. 


Yudas 1:12-13, 16

(1:12) Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali. (1:13) Mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri; mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya. (1:16) Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan.


Di sini kita melihat, ada 7 (tujuh) tabiat dari orang-orang yang menggabungkan dirinya dengan Setan tritunggal, yaitu; Naga, Antikris, dan Nabi-nabi palsu. Antara lain:

Tabiat PERTAMA: “mereka adalah noda dalam perjamuan kasih” … (ayat 12).

Tabiat KEDUA: “mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin” … (ayat 12).

Tabiat KETIGA: “mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah” … (ayat 12).

Tabiat KEEMPAT: “mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri” … (ayat 13).

Tabiat KELIMA: “mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya” … (ayat 13).

Tabiat KEENAM: “Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya” … (ayat 16).

Tabiat KETUJUH: “Mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan” … (ayat 16)


Malam ini kita kembali membahas…

Tabiat Kelima: MEREKA BAGAIKAN BINTANG-BINTANG YANG BAGINYA TELAH TERSEDIA TEMPAT DI DUNIA KEKELAMAN (Bagian 2)


Sebenarnya, bintang-bintang adalah metafora/gambaran dari hamba-hamba Tuhan yang bijaksana, yang mempunyai tugas pokok, yaitu; menuntun banyak orang kepada kebenaran.

Namun ada satu keanehan terjadi, sebab disini dikatakan: "... bagi bintang-bintang tersebut telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya ..."

Berarti, tempat mereka bukan di Kerajaan kekal, tetapi di dalam kekelaman.


Perlu untuk diketahui: Kita dipanggil untuk menjadi milik kepunyaan Allah, berarti bahagia bersama dengan Dia untuk selama-lamanya dalam Kerajaan Kekal. Hal itu bisa kita temukan di dalam Wahyu 12:1.


Wahyu 12:1 --- Perikop: "Perempuan dan naga."

(12:1) Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.


Tampak suatu tanda besar di langit, yaitu; mempelai perempuan Tuhan/milik kepunyaan Tuhan itu sendiri, dalam keadaan:

  1. “Berselubungkan matahari”, sama artinya: Disalut oleh kasih ALLAH BAPA.

  2. “Dengan bulan di bawah kakinya”, sama artinya: Berdiri di atas KORBAN KRISTUS. Gambarannya: Rumah dibangun di atas batu sebagai landasan hidup yang kuat untuk menghadapi berbagai jenis ujian.

Kita menjadi satu kehidupan yang kuat kalau kita berdiri di atas korban Kristus. Tapi kalau kita berdiri di atas daging, bagaikan rumah didirikan di atas dasar pasir, maka hidup kita ini tidak kuat menghadapi ujian. 

  1. “Sebuah mahkota dari 12 bintang di atas kepala”

  • Mahkota di kepala -> Mempelai Tuhan sudah mencapai tujuan hidup yaitu Kerajaan Kekal (1 Korintus 9:24-25).

Tujuan kita dipanggil supaya kita menjadi milik kepunyaan Allah, itulah mempelai perempuan TUHAN, bukan berada di dunia kekelaman. Kita dipanggil bukan untuk dibinasakan, tetapi untuk memperoleh hidup yang kekal, untuk memperoleh mahkota yang abadi. 

  • 12 bintang di atas kepala, berbicara:

  1. Orang-orang yang diurapi/ditinggikan.

  2. Orang-orang yang bijaksana (Daniel 12:3)


TUGAS ORANG BIJAKSANA …

Daniel 12:3

(12:3) Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.


“Bintang-bintang di langit” -> Orang bijaksana, mempunyai tugas pokok, yaitu; menuntun banyak orang kepada kebenaran.


Kemudian, ayat ini dikatakan: "tetap untuk selama-lamanya" sama artinya: Tetap pada orbitnya, artinya tidak menyimpang dari garis edarnya (tidak berkelana/tidak beredar-edar), yaitu; tetap menjadi petunjuk dan penuntun bagi banyak orang kepada kebenaran.


Namun kalau dikatakan "baginya tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya", menunjukkan bintang-bintang tersebut adalah bintang-bintang yang berkelana, menyimpang dari garis edarnya.

  • Dunia kekelaman -> Alam barzakh / tempat kebinasaan.

  • Bintang-bintang yang keluar dari orbitnya adalah gambaran/metafora guru-guru palsu yang nampaknya memberi petunjuk, nampaknya menuntun banyak orang kepada kebenaran, tetapi sesungguhnya menyesatkan. 


Lebih jauh kita melihat; BINTANG-BINTANG YANG BERKELANA (BEREDAR-EDAR) KELUAR DARI ORBITNYA …

2 Petrus 2:1 --- Perikop: "Nabi-nabi dan guru-guru yang palsu."

(2:1) Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.


Di hari-hari terakhir akan tampil guru-guru palsu, nampaknya menjadi petunjuk dan menuntun banyak orang kepada kebenaran, namun kenyataannya MENYESATKAN dan MEMBINASAKAN.

Dasar  dari guru-guru palsu mengajar bukanlah salib, karena sesungguhnya mereka menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka = Menyangkal pekerjaan penyelamatan yang telah Tuhan kerjakan di atas kayu salib 2000 tahun yang lalu.

TUHAN Yesus telah mengerjakan penyelamatan itu 2000 tahun yang lalu, sehingga kita boleh mengalami penebusan dan diperdamaikan dengan Allah Bapa, sebab dahulu hidup kita jauh terpisah dari TUHAN.


“... Dengan jalan demikian (beribadah dan melayani tanpa salib), mendatangkan kebinasaan atas diri mereka …” 

Jadi saudara, jangan pernah berpikir, hanya karena ada di tengah-tengah ibadah dan pelayanan, tanpa dasar salib, lalu akan selamat. 

Pendeknya, baginya (bintang-bintang yang berkelana), telah tersedia tempat di dunia kekelaman. Bagi anak-anak TUHAN, bagi umat TUHAN yang datang beribadah tanpa dasar salib, baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman. 


2 Petrus 2:2

(2:2) Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat.


Guru-guru palsu (bintang-bintang yang berkelana) melayani karena hawa nafsu dan keinginan-keinginan daging yang jahat. Oleh karena guru-guru palsu, akhirnya “Jalan” dan “Kebenaran” dihujat oleh banyak orang. 

Yesus pernah berkata kepada murid-murid di dalam Yohanes 14:6, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup."

Itu sebabnya, jika orang buta menuntun orang buta, maka baik yang menuntun, maupun yang dituntun satu kali akan jatuh ke lobang yang sama, itulah lobang jurang maut. 


2 Petrus 2:3a

(2:3) Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.


Dasar guru-guru palsu melayani Tuhan bukan dengan dasar salib di Golgota, melainkan UANG. Sebab, guru-guru palsu adalah orang-orang yang serakah, mereka mencari untung dari jemaat dengan; ceritera-ceritera isapan jempol, dongeng nenek-nenek tua, takhayul-takhayul, filsafat-filsafat kosong manusia.


Marilah kita berdoa kepada TUHAN, sebab Dialah Kepala Gereja Mempelai Pria Sorga, supaya dalam setiap pemberitaan firman TUHAN Allah, tidak ada motif-motif dan kepentingan-kepentingan yang lain. 


Sekarang ini, kita melihat, bukan saja jemaat, tetapi kenyataannya hamba-hamba TUHAN juga sibuk belajar tentang filsafat-filsafat. Tapi justru karena filsafat (filosofi) manusia jauh dari TUHAN, karena selalu bergantung pada filsafat-filsafat kosong manusia (filosofi).


Guru-guru palsu dengan Filosofi mencari uang, dengan cerita isapan jempol mencari uang, dengan dongeng nenek-nenek tua mencari uang. Banyak hal yang diceritakan sebagai cerita isapan jempol, tujuannya hanya untuk mencari uang, karena mereka adalah orang yang serakah. 

Dasar dari guru-guru palsu; melayani bukan salib, tapi nafsu daging. Akhirnya, banyak orang menghujat JALAN ke Sorga, menghujat KEBENARAN di Sorga, dan HIDUP kekal di Sorga. 


Tadi saya sudah katakan, bintang-bintang yang berkelana (keluar dari orbitnya), nampaknya menuntun banyak orang kepada kebenaran (menjadi petunjuk), tapi sebetulnya menyesatkan banyak orang.  


2 Petrus 2:3b

(2:3) Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.


Hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda. Berarti benar, baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman … Yudas 1:13b.


Kiranya kita memahami ini dengan sungguh-sungguh, jangan kita ikuti tata cara ibadah ajaran palsu dari bintang-bintang yang berkelana (beredar-edar).


Contoh: AJARAN SESAT…

1 Timotius 6:3-4 --- Perikop: "Mengenai penyakit bersilat kata dan mengenai cinta uang."

(6:3) Jika seorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat -- yakni perkataan Tuhan kita Yesus Kristus -- dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita, (6:4) ia adalah seorang yang berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, cidera, fitnah, curiga,


Yang dimaksud dengan ajaran palsu yang menyesatkan, antara lain:

  • Tidak menuruti perkataan Tuhan Yesus (ajaran sehat).

  • Tidak menuruti ajaran yang sesuai dengan ibadah.


Pendeknya, guru-guru palsu (bintang-bintang yang berkelana) adalah seorang yang “berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa”.


Penyakit dari guru-guru palsu ialah:

  1. “Bersilat kata” = Pandai dalam hal memutar kata-kata.

  2. “Mencari-cari soal”

Contohnya: Banyak saya menemukan dalam pemberitaan firman di media sosial yang mempertanyakan "dimanakah Yesus ketika berumur 12 tahun sampai 30 tahun?".

Itu namanya mencari-cari soal, karena sebetulnya soal ini, peristiwa ini (kisah ini) tidak tertulis di dalam alkitab. Tidak perlu dicari-cari soal semacam ini. Tetapi karena tidak ada lagi bahan khotbah maksudnya; tidak mengikuti perkataan TUHAN Yesus Kristus (ajaran sehat) dan tidak lagi mengikuti ajaran yang sesuai dengan ibadah, akhirnya sibuk mencari-cari soal. Dan masih banyak lagi. 

Hal yang mudah dicerna kadang-kadang dibesar-besarkan, seolah-olah ada yang luar biasa. Contohnya lagi; nanti manusia mati, kemanakah dia? Padahal Alkitab sudah jelas menuliskan, untuk sementara waktu; yang satu Roh nya diangkat pada pangkuan Abraham, yang satu di alam barzah, untuk menunggu hari penghakiman. Kenapa kita sulit untuk memahami itu. Tetapi cerita-cerita ini dibesar-besarkan, karena tidak ada bahan khotbah, 

  • dia tidak mengerti untuk menyampaikan perkataan TUHAN kita Yesus Kristus (ajaran sehat), 

  • tidak mengerti untuk menyampaikan Firman TUHAN yang sesuai dengan ajaran ibadah kita, maka terpaksa mencari-cari soal dan bersilat kata. 


Tapi puji TUHAN, sampai di malam ini, sampai di detik ini, TUHAN senantiasa menyingkapkan rahasia firman-Nya bagi kita. Ayat satu dijelaskan oleh ayat yang lain, ayat menerangkan ayat, sampai terjadi pembukaan rahasia firman Allah, sehingga kita tidak sibuk mencari-cari soal, tidak sibuk bersilat kata, mengolah-olah kata.


Pendeknya, ada 2 (dua) hal yang diabaikan dan diselewengkan oleh guru-guru palsu (bintang-bintang yang berkelana)

  1. Tidak menuruti perkataan Yesus Kristus, itulah ajaran sehat.

  2. Tidak menuruti ajaran yang sesuai dengan ibadah.


Terkait: PERKATAAN TUHAN YESUS KRISTUS = AJARAN SEHAT

1 Timotius 4:6

(4:6) Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini.


Timotius adalah seorang pelayan Kristus yang baik, sebab:

  1. “Terdidik dalam soal-soal pokok iman”

Soal-soal pokok iman disebut juga dengan; asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus, yaitu: percaya, bertobat, dibaptis, menerima Roh Kudus.

  1. “Terdidik dalam ajaran sehat”


Lebih lengkap kita lihat: “Ajaran sehat”

Ibrani 6:1-3

(6:1) Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah, (6:2) yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal. (6:3) Dan itulah yang akan kita perbuat, jika Allah mengizinkannya.


Allah mengizinkan kita untuk beralih kepada perkembangan yang penuh. Berarti, dari pokok-pokok iman/asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus, yaitu: percaya, bertobat, dibaptis, menerima Roh Kudus, selanjutnya; beralih kepada perkembangan yang penuh itulah AJARAN SEHAT.


Jadi, kita tidak boleh berhenti hanya pada asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus, tidak boleh berhenti hanya pada pokok-pokok iman, tidak boleh berhenti hanya sebatas; percaya, bertobat, dibaptis, penuh Roh kudus.

Tapi Alkitab berkata; beralihlah kepada “perkembangan yang penuh” -> ajaran sehat. 

Tetapi yang pasti gereja Tuhan adalah KEPENUHAN KRISTUS ... Efesus 1:23.


BUKTI GEREJA ADALAH KEPENUHAN KRISTUS

Efesus 5:32-33

(5:32) Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat. (5:33) Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.


Hubungan sidang jemaat dengan Kristus ada dalam hubungan nikah yang suci. Kepenuhan Kristus berarti sidang jemaat menjadi mempelai wanita Tuhan.


Efesus 4:11-13

(4:11) Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, (4:12) untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, (4:13) sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,


Yesus telah mati dan bangkit, dengan demikian Ia telah memberi lima jabatan kepada hamba-hamba TUHAN: Rasul, nabi, penginjil, gembala, dan guru, untuk memperlengkapi orang-orang kudus;

  • bagi pekerjaan pelayanan dan 

  • bagi pembangunan tubuh Kristus. 

Oleh lima jabatan, selanjutnya gereja dibawa masuk dalam kegerakan yang besar, yaitu; pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, berarti; gereja menjadi mempelai perempuan TUHAN = mencapai tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.  

Jadi, kalau kita dibawa masuk dalam pembangunan tubuh Kristus disebutlah itu KEPENUHAN KRISTUS.


Kalau hanya percaya, bertobat, dibaptis, penuh Roh kudus, itu baru dasar atau pokok-pokok imam. Tetapi itu perlu, karena kalau tidak ada dasar, tidak akan sampai kepada kepenuhan. Tetapi setelah kita memperoleh dasar dari pokok-pokok iman, yaitu:  percaya, bertobat, dibaptis, dipenuhkan Roh Kudus, kita tidak boleh bertahan disitu, kita harus beralih pada ajaran sehat, disebutlah itu perkembangan yang penuh. 


Perkembangan yang penuh artinya; gereja TUHAN dibawa masuk dalam kegerakan yang besar, itulah pembangunan tubuh yang sempurna; menjadi mempelai TUHAN, oleh lima jabatan yang dipercayakan kepada hamba-hamba TUHAN tadi.

Lalu dipertegas di efesus 4:13b; “... sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus …”


Jadi, kalau hamba TUHAN tidak dipakai oleh TUHAN dalam pembukaan rahasia firman, maka ia akan berlagak tahu, padahal tidak tau apa-apa, penyakitnya, bersilat kata dan mencari-cari soal.

Tapi andai saja seorang hamba TUHAN dipakai oleh TUHAN dan diperlengkapi dengan pembukaan rahasia firman, ia tidak akan sibuk mencari-cari soal, dia tidak sibuk bersilat kata, karena tidak ada waktu, tidak cukup waktu bagi dia untuk bersilat kata. Seperti malam ini tidak cukup satu jam. 


Jadi saudara, kita sudah melihat apa yang menjadi kepenuhan Kristus, itulah yang disebut dengan ajaran sehat. Demikianlah Timotius sebagai anak rohani Paulus, selain terdidik dalam pokok-pokok iman (asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus), dia juga terdidik dalam ajaran sehat. 


Tadi kita sudah melihat, jika seorang mengajarkan ajaran lain/ajaran palsu menyesatkan), berarti dia tidak menuruti perkataan sehat, perkataan TUHAN kita, Yesus Kristus, dia juga tidak menuruti ajaran yang sesuai dengan ibadah kita. 


Mari kita lihat terkait: AJARAN YANG SESUAI DENGAN IBADAH.

Ini yang harus kita perhatikan sungguh-sungguh. 


Ibrani 8:5

(8:5) Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah: "Ingatlah," demikian firman-Nya, "bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu."


Hendaklah Ibadah dan pelayanan yang kita kerjakan selama kita hidup di bumi, merupakan gambaran dan bayangan dari ibadah pelayanan yang ada di Sorga. Bagaimana caranya?...

Jelas sekali disini bahwa, ibadah dan pelayanan yang kita kerjakan di bumi adalah gambaran dan bayangan dari ibadah dan pelayanan yang ada di Sorga, bilamana ibadah itu menggunakan pola Tabernakel yang TUHAN tunjukkan kepada Musa di atas gunung Sinai.

Orang-orang Kristen hanya mengerti 2 (dua) loh batu berisikan 10 (sepuluh) hukum, padahal Musa naik ke gunung Sinai bukan hanya untuk menerima dua loh batu yang berisikan sepuluh hukum, tapi lebih daripada itu, Musa juga menerima petunjuk dari TUHAN untuk mendirikan Tabernakel, sesuai dengan pola yang ditunjukkan TUHAN, karena membangun Tabernakel bukan dengan sesuka hati. 

Gereja dibawa masuk dalam kegerakan yang besar, yaitu; pembangunan tubuh Kristus bukan dengan sesuka hati dan menurut pikiran manusia, tetapi menurut pola Tabernakel yang telah TUHAN tunjukkan kepada Musa di atas gunung Sinai. 


Sekali lagi saya sampaikan, Musa tidak hanya menerima dua loh batu berisi 10 (sepuluh) hukum, tetapi lebih daripada itu, Musa juga menerima petunjuk dari TUHAN dalam rangka membangun Tabernakel. 

Untuk apa dua loh batu sepuluh hukum kalau tidak ada tempatnya (wadahnya). Tapi sebaliknya, untuk apa kemah (Tabernakel hidup ini) kalau tidak diisi dua loh batu (10 hukum), tidak ada artinya. Itu sebabnya, Musa ada di atas gunung Sinai 2 (dua) kali 40 hari 40 malam, tidak makan dan tidak minum, bukan sekedar untuk dua loh batu 10 hukum, tetapi sekaligus belajar tentang Tabernakel, panjang, lebar, tingginya, semuanya dipelajari, dan semua harus dalam keadaan terperinci, terukur. Kerajaan Sorga itu terperinci dan terukur, tidak asal-asalan.  Jadi ibadah pun tidak boleh asal-asalan, apalagi di dalam hal melayani. 


Terkait dengan; ibadah dalam Imamat 26:11 TUHAN berkata; “... Aku akan menempatkan Kemah Suci-Ku di tengah-tengahmu dan hati-Ku tidak akan muak melihat kamu …” 

Ibadah tanpa pola kerajaan Sorga, disini dikatakan; TUHAN muak, TUHAN tidak ada disitu, mata TUHAN tidak tertuju ke situ. Maka pentingnya kita semakin sungguh-sungguh untuk memperhatikan Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, dan lebih dalam lagi dari hari-hari yang lalu, supaya kita semua dibawa masuk dalam kegerakan yang besar, itulah pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, menjadi kepenuhan kristus. 

Bukan hanya percaya, bertobat, dibaptis, dipenuhkan Roh kudus, yang disertai dengan adanya kegerakan, yaitu; mujizat, juga bukan hanya untuk sekedar diberkati, akan tetapi lebih daripada itu, gereja menjadi kepenuhan Kristus, ini ajaran yang sesuai dengan ibadah. 

Tapi aneh, orang lebih suka dengan ajaran yang tidak sesuai dengan ibadah, semua ajaran dicomot-comot, meski di depan mata ada ajaran yang sesuai dengan ibadah, terpampang dan tertulis dengan jelas di dalam Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu, namun itu juga ditolak, saya tidak habis pikir. Tetapi Roh sulung itu betul-betul dipercayakan oleh TUHAN kepada kita semua, untuk memahami ajaran yang sesuai dengan ibadah, bersyukurlah kepada TUHAN. 


Pendeknya, ajaran yang sesuai dengan ibadah, itulah; Pengajaran Mempelai dan Pengajaran Tabernakel, ini seiring dan sejalan tidak boleh terpisah. 

Saya sudah katakan; dua loh batu berisi 10 (sepuluh) hukum tidak ada artinya kalau tidak ada wadahnya, yaitu Tabernakel; hidup kita. Sebaliknya Tabernakel; hidup kita tidak akan ada artinya kalau tidak diisi dua loh batu berisi 10 (sepuluh) hukum, yaitu; Pengajaran Mempelai. 

Jadi pengajaran mempelai mewakili dua loh batu berisi 10 (sepuluh) hukum, dan pengajaran Tabernakel; kemah (hidup kita), kedua-duanya seiring dan sejalan. 


Tadi kita sudah melihat ajaran yang sesuai dengan ibadah menurut pola Tabernakel di bumi. Sekarang kita lihat Tabernakel di Sorga. 


TABERNAKEL DI SORGA  

Ibrani 9:1-2 --- Perikop: “Tempat kudus di bumi dan di Sorga”

(9:1) Memang perjanjian yang pertama juga mempunyai peraturan-peraturan untuk ibadah dan untuk tempat kudus buatan tangan manusia. (9:2) Sebab ada dipersiapkan suatu kemah, yaitu bagian yang paling depan dan di situ terdapat kaki dian dan meja dengan roti sajian. Bagian ini disebut tempat yang kudus.


Menurut gambaran di Sorga; di Ruangan Suci terdapat dua alat; Meja Roti dan Pelita Emas. Tetapi menurut pola Tabernakel di bumi yang dibangun oleh Musa, di dalam Ruangan Suci terdapat tiga alat; 

  1. Meja Roti sajian

  2. Pelita Emas

  3. Mezbah Dupa

seperti yang dikatakan di ayat 1: “... Memang perjanjian yang pertama juga mempunyai peraturan-peraturan …” Tetapi secara rohani, itu belum sampai pada puncaknya. Yang TUHAN mau; hidup rohani kita, ibadah kita, berada sampai kepada puncaknya; menurut ajaran yang sesuai dengan  ibadah.


Ibrani 9:3-4

(9:3) Di belakang tirai yang kedua terdapat suatu kemah lagi yang disebut tempat yang maha kudus. (9:4) Di situ terdapat mezbah pembakaran ukupan dari emas, dan tabut perjanjian, yang seluruhnya disalut dengan emas; di dalam tabut perjanjian itu tersimpan buli-buli emas berisi manna, tongkat Harun yang pernah bertunas dan loh-loh batu yang bertuliskan perjanjian,


Ajaran yang sesuai dengan ibadah yaitu membawa gereja sampai kepada 2 (dua) klimaks:

  1. “Mezbah Pembakaran Ukupan” itulah puncak ibadah yaitu DOA PENYEMBAHAN.

  2. “Tabut Perjanjian” gambaran dari mempelai TUHAN; GEREJA TUHAN YANG SEMPURNA.


Ini ajaran yang sesuai ibadah, tidak boleh dipelintir lagi dengan pengertian-pengertian yang sesuka hati oleh si Pengkhotbah.

Saya sedang tidak mempermasalahkan siapa-siapa, saya hanya ingin menegaskan ajaran yang sesuai dengan ibadah, maka harus menggunakan pola Tabernakel, supaya ibadah di bumi, pelayanan di bumi adalah gambaran dan bayangan yang di sorga, yang akhirnya membawa kita sampai kepada dua klimaks.


Kita bersyukur kepada TUHAN, TUHAN menggembalakan kita dengan firman Pengajaran Mempelai dan Pengajaran Tabernakel, sebab TUHAN adalah bintang Timur yang gilang gemilang, tidak keluar dari orbitnya. Tetapi kenyataannya, banyak bintang-bintang keluar dari orbitnya, baginya telah tersedia tempat kekelaman.


Malam ini dengan satu kepastian, TUHAN membawa ibadah dan hidup rohani kita kepada  dua klimaks:

  1. Doa Penyembahan, sebagai puncak ibadah, metafora dari pembakaran ukupan. 

  2. Tabut perjanjian, metafora dari mempelai TUHAN (gereja TUHAN) yang sempurna. 


Betapa jelas dan gamblangnya TUHAN berbicara kepada kita, artinya begitu dekatnya TUHAN itu kepada kita. Hatinya ditumpah ruahkan kepada kita semua. Siapa kita ini? kita ini orang kecil, papah, dina, tidak diperhitungkan oleh dunia, tapi justru malam ini TUHAN hadir di tengah-tengah kita, sebagai Imam besar Agung untuk; melayani, berdoa, memperdamaikan hidup kita kepada Allah, kemudian memimpin kita sampai pada dua klimaks itulah:

  • Mezbah Pembakaran Ukupan itulah puncak ibadah yaitu Doa Penyembahan.

  • Tabut Perjanjian gambaran/metafora dari mempelai TUHAN; gereja Tuhan yang sempurna, milik kepunyaan TUHAN sendiri. 


TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI


Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang