KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Thursday, June 11, 2026

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 02 JUNI 2026

 


IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 02 JUNI 2026

 

YUDAS 1:11

(Seri: 25)

 

Subtema: LADANG-LADANG

 

Shalom…

Damai sejahtera bagi kita sekaliannya. Salam sejahtera di dalam kasih-Nya TUHAN kita Yesus Kristus yang telah memungkinkan kita untuk berada di tengah Ibadah Doa Penyembahan dan sebentar kita akan membawa hidup kita rendah di ujung kaki salib TUHAN, tersungkur di hadapan TUHAN, sujud menyembah kepada Dia, sebab hanya kepada Dia sajalah kita berbakti.

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN yang turut bergabung lewat online / live streaming / video internet baik dari Youtube, Facebook atau media sosial apa saja yang dapat digunakan.

 

Selanjutnya, doa dan harapan kami kiranya damai sejahtera senantiasa berkuasa, bertakhta di hidup kita sehingga ada sukacita besar saat kita duduk diam mendengarkan sabda ALLAH.

 

Mari kita sambut Surat Yudas sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan.

Yudas 1:11

(1:11) Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

“Celakalah mereka...” antara lain:

a. Karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain.

b. Oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam.

c. Mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

Tentang: MEREKA BINASA KARENA KEDURHAKAAN SEPERTI KORAH (Bagian 13).

 

Bilangan 16:1-2 --- Perikop: "Pemberontakan Korah, Datan dan Abiram."

(16:1) Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang Ruben, mengajak orang-orang (16:2) untuk memberontak melawan Musa, beserta dua ratus lima puluh orang Israel, pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya orang-orang yang kenamaan.

 

Korah dan kumpulannya bangkit untuk memberontak melawan Musa.

Adapun orang-orang yang masuk ke dalam kumpulan Korah, antara lain: Datan, Abiram, dan On, serta 250 (dua ratus lima puluh) pemimpin-pemimpin kenamaan.

 

Bilangan 16:9-11

(16:9) Belum cukupkah bagimu, bahwa kamu dipisahkan oleh ALLAH Israel dari umat Israel dan diperbolehkan mendekat kepada-Nya, supaya kamu melakukan pekerjaan pada Kemah Suci TUHAN dan bertugas bagi umat itu untuk melayani mereka, (16:10) dan bahwa engkau diperbolehkan mendekat bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi? Dan sekarang mau pula kamu menuntut pangkat imam lagi? (16:11) Sebab itu, engkau ini dengan segenap kumpulanmu, kamu bersepakat melawan TUHAN. Karena siapakah Harun, sehingga kamu bersungut-sungut kepadanya?"

 

“Korah menuntut pangkat imam lagi.” Padahal Korah dan segenap bani Lewi telah dipisahkan ALLAH dari umat Israel dan diperbolehkan untuk mendekat kepada TUHAN, maksudnya; diberi kesempatan untuk …

-    Melayani TUHAN dan melayani pekerjaan-Nya, mulai dari Halaman sampai Ruangan Suci.

-    Bertugas untuk melayani umat Israel

Pendeknya, Korah mengharapkan pangkat imam, inilah yang menjadi motif sehingga Korah dan kumpulannya memberontak melawan Musa.

 

Bilangan 16:12

(16:12) Adapun Musa telah menyuruh orang untuk memanggil Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, tetapi jawab mereka: "Kami tidak mau datang.

 

Musa memanggil Datan dan Abiram, tetapi mereka “tidak mau datang”.

Menunjukkan bahwa Datan dan Abiram:

-    Tidak tunduk = Tidak taat dan tidak dengar-dengaran.

-    Tidak menghormati tahbisan dan urapan TUHAN.

 

Bilangan 16:13-14

(16:13) Belum cukupkah, bahwa engkau memimpin kami keluar dari suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya untuk membiarkan kami mati di padang gurun, sehingga masih juga engkau menjadikan dirimu tuan atas kami? (16:14) Sungguh, engkau tidak membawa kami ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ataupun memberikan kepada kami ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka. Masakan engkau dapat mengelabui mata orang-orang ini? Kami tidak mau datang."

 

Selain tidak tunduk, Datan dan Abiram menuduh bahwa:

a.         Musa menjadikan dirinya tuan atas umat Israel.

Lebih tepatnya pemimpin yang tidak bertanggung jawab.

Alasannya: Musa membawa bangsa Israel keluar dari tanah Mesir untuk dibiarkan mati di padang gurun. Sebab, bagi Datan dan Abiram, Mesir adalah negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.

b.         Musa mengelabui mata umat Israel = Penipu dan munafik.

Alasannya: Musa tidak membawa umat Israel ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, sebab bagi Datan dan Abiram, Kanaan bukanlah negeri yang dapat dijadikan ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka.

 

Kita bandingkan dengan

Keluaran 3:7-8, 16-17

(3:7) Dan TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka. (3:8) Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus. (3:16) Pergilah, kumpulkanlah para tua-tua Israel dan katakanlah kepada mereka: TUHAN, ALLAH nenek moyangmu, ALLAH Abraham, Ishak dan Yakub, telah menampakkan diri kepadaku, serta berfirman: Aku sudah mengindahkan kamu, juga apa yang dilakukan kepadamu di Mesir. (3:17) Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju ke negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.

 

TUHAN mengutus Musa, lalu ditetapkan sebagai pemimpin untuk menuntun umat Israel keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju Kanaan, negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.

 

Singkat kata:

-    MESIR  adalah negeri kesengsaraan/perbudakan oleh pengerah-pengerah. Sedangkan,

-    KANAAN adalah negeri yang baik dan luas, berarti;

a. Limpah air susu dan madunya.

b. Dijadikan ladang-ladang dan kebun anggur sebagai milik pusaka.

 

Saudara, minggu lalu kita telah membahas tentang Kebun Anggur, sekarang kita akan melihat,

Tentang: LADANG-LADANG

Ladang dalam bahasa Ibrani disebut "sadeh", sedangkan dalam bahasa Yunani disebut "agros." Namun kedua-duanya merujuk kepada TANAH yang harus digarap.

Tanah -> Hati manusia.

 

Matius 13:4-8 --- Perikop: "Perumpamaan tentang seorang penabur."

(13:4) Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. (13:5) Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. (13:6) Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. (13:7) Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. (13:8) Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.

 

BENIH yang ditaburkan itu ada yang jatuh di pinggir jalan, ada yang jatuh di tanah yang berbatu-batu, sebagian lagi jatuh di semak duri, dan yang terakhir jatuh di tanah yang baik.

Tanah yang baik -> Tanah yang subur / gembur setelah digarap.

 

Mari kita lihat arti rohani pada Injil …

Matius 13:23

(13:23) Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat."

 

Tanah yang baik adalah gambaran dari orang yang mendengar Firman TUHAN, mengerti, dan melakukannya.

 

Matius 7:24-25

(7:24) "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. (7:25) Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

 

Mendengar Firman ALLAH dan melakukannya = Orang BIJAKSANA, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

Mendirikan rumah di atas batu, artinya: berdiri di atas korban Kristus. Berarti, hidupnya dilandasi oleh korban Kristus. Jadi landasan hidupnya bukan pasir, bukan daging dengan segala keinginannya, bukan yang lahiriah.

Biarlah kiranya landasan hidup kita adalah Korban Kristus.

Dampak positif: KUAT dan SANGGUP menghadapi 3 (tiga) jenis ujian:

1.         Turunlah hujan -> Ujian dari atas, yaitu ular naga dengan segala tipu dayanya.

Perjuangan kita bukan melawan darah dan daging, perjuangan kita melawan roh-roh jahat di udara dengan segala tipu dayanya… Efesus 6:12.

Demikianlah Yesus Kristus pada akhirnya menyerahkan dirinya untuk menderita sengsara dan mati di atas kayu salib karena Dia tidak masuk ke dalam perangkap tipu daya Iblis Setan.

Andaikata Dia membalas kejahatan dengan kejahatan maka sama dengan terperangkap dengan tipu daya dari pada roh-roh jahat di udara itulah Iblis Setan atau ular naga.

2.       Datanglah banjir -> Ujian yang datang pada saat antikris menjadi raja dan berkuasa atas seantero dunia ini. Sedangkan, roh antikris adalah roh jual beli, disebut juga kenajisan percabulan.

Praktek ibadahnya; Pengajaran Salib diganti dengan teory prosperity kemudian menjalankan ibadah fasik.

3.         Angin melanda rumah itu -> Ujian dari nabi-nabi palsu dengan ajaran-ajarannya yang palsu.

Misalnya menyampaikan Firman TUHAN lalu ditambahkan dengan cerita-cerita isapan jempol, dongeng nenek-nenek tua, takhayul-takhayul, filsafat-filsafat kosong, itu ajaran palsu.

Tujuan mereka adalah untuk mencari untung daripada si pendengar Firman TUHAN itulah Sidang jemaat, di dalam 2 Petrus 2:2 -- guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka.

 

Tetapi orang yang mendirikan rumahnya di atas batu atau landasan hidupnya adalah Korban Kristus, tidak akan terpengaruh dengan 3 (tiga) jenis ujian tersebut, tidak terpengaruh dengan tipu daya dari naga (roh jahat di udara), kemudian tidak terpengaruh dengan banjir jahanam itulah kenajisan percabulan disebut juga roh jual beli / roh antikris, serta tidak terpengaruh dengan angin-angin pengajaran palsu oleh nabi-nabi palsu sebab rumah itu dibangun di atas batu / Korban Kristus.

Artinya: Berkemenangan terhadap tipu daya daripada Setan tritunggal.

 

Siapa sebenarnya wujud yang berkemenangan itu?

Wahyu 12:3-4 --- Perikop: "Perempuan dan naga."

(12:3) Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. (12:4) Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.

 

Tanda lain di langit:

1. Seekor naga merah padam yang besar.

2. Berkepala tujuh -> Antikris.

3. Ekornya menyeret 1/3 (sepertiga) dari bintang-bintang di langit 🡪 Nabi-nabi palsu.

Ini merupakan SETAN TRITUNGGAL, satu kali nanti akan menjadi raja dan berkuasa atas seantero dunia.

Maka mulai dari sekarang, kita belajar untuk mendengar Firman TUHAN sampai mengerti dan melakukannya sungguh-sungguh dihadapan TUHAN.

Itulah gambaran dari orang bijaksana yang mendirikan rumahnya di atas batu sehingga sekalipun menghadapi 3 (tiga) jenis ujian itulah setan tritunggal, dia kuat.

 

Jadilah bijaksana. Darimana kebijaksanaan itu hadir dalam hidup kita? Dari mendengar dan melakukan Firman TUHAN. Sedangkan orang bijaksana mendirikan rumahnya di atas batu, sekalipun ada ujian, dia tetap kuat.

 

Jadi saudara, kita harus berpikir panjang, jauh ke depan. Artinya; mulai dari sekarang kita harus belajar untuk mendengar Firman TUHAN sampai mengerti dan melakukannya. Jangan mendengar Firman, tetapi tidak mau tahu (tidak melakukan Firman TUHAN tersebut). Tetapi yang TUHAN sampaikan di sini adalah kita harus mendengar Firman lalu mengerti sampai melakukan Firman TUHAN tersebut.

Itu tanda bahwa kita memiliki pandangan nubuatan, memandang jauh ke depan, sebab satu kali nanti Setan tritunggal, menjadi raja dan berkuasa atas seantero dunia selama 7 (tujuh) tahun penuh, itu masa kegelapan, memuncak pada 3,5 (tiga setengah) tahun yang kedua. Jadi pikirkanlah itu saudara.

 

Dan hal itu dinyatakan di dalam Wahyu 12:3-4, satu kali dia akan tampil di langit, satu kali dia akan tampil sebagai raja, tetapi penampilannya di langit tidak besar sebab dia hanya tampil sebagai raja selama 3,5 (tiga setengah) tahun saja, 7 (tujuh) tahun yang memuncak pada 3,5 (tiga setengah) tahun yang kedua. Tetapi meskipun demikian, kehidupan orang-orang yang mendengar Firman dan melakukannya, kehidupan orang yang bijaksana, dia hidup dihadapan TUHAN dengan dilandasi korban Kristus sehingga dengan demikian, dia tetap bertahan, hari ini bertahan, besok bertahan, lusa bertahan, sampai TUHAN datang dia tetap bertahan karena dia mendengar, mengerti, dan melakukan Firman TUHAN yang dia dengar. Itulah orang yang bijaksana dan kehidupan semacam ini dilandasi dengan Korban Kristus.

 

Jadi begitu ajaib TUHAN kita mengutus Musa untuk membebaskan bangsa Israel keluar dari Mesir untuk selanjutnya menuntun mereka di Padang Gurun lalu dibawa masuk ke Tanah Perjanjian itulah Tanah Kanaan, tanah yang baik dan luas, limpah susu dan madu, juga dapat dijadikan ladang-ladang dan kebun-kebun anggur, layak dijadikan sebagai milik pusaka. Satu kali nanti Tanah Air Sorgawi menjadi milik pusaka kita. Itu sebabnya TUHAN sedang mengutus utusannya, untuk memimpin kehidupan kita keluar dari Mesir (dunia) ini untuk selanjutnya kita dibawa ke tanah Perjanjian dan itu yang akan menjadi milik pusaka untuk selama-lamanya, bukan warisan dari orang tua, tetapi tanah Air Sorgawi diwariskan sebagai milik pusaka kita sampai selama-lamanya.

Itu sebabnya, malam ini kita ada sebagaimana ada, kita ada di tanah Kanaan Rohani itu karena kemurahan TUHAN, tanah Kanaan itu dijadikan sebagai ladang-ladang.

 

Wahyu 12:9

(12:9) Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.

 

Pekerjaan dari Iblis/Setan adalah untuk menyesatkan seluruh dunia, tetapi orang yang mendengar Firman dan melakukannya (orang bijaksana), dia melandasi hidup dengan korban Kristus, dia akan akan bertahan sampai kesudahan dunia ini.

 

Wahyu 12:13-14

(12:13) Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu. (12:14) Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

 

Iblis/Setan Tri tunggal tidak dapat menyesatkan Mempelai Perempuan. Mempelai Perempuan adalah gambaran Gereja TUHAN yang bijsaksana, sebab kepadanya diberikan kedua sayap burung nasar yang besar untuk menerbangkan dia ke Padang Belantara, disanalah ia dipelihara selama 3,5 (tiga setengah) tahun. Sebaliknya, bumi (dunia) ini dikuasai oleh Iblis/Setan tritunggal, selama 3,5 (tiga setengah) tahun juga, pada saat itu antikris tampil sebagai raja dan berkuasa sepenuhnya. Tetapi Mempelai Perempuan TUHAN telah disingkirkan ke Padang Belantara sebab kepadanya diberikan kedua sayap burung nasar yang besar.

 

Kaitan sayap burung nasar adalah BANGKAI … (Matius 24:28) -> Korban Kristus.

Artinya; orang yang mendengar Firman TUHAN dan melakukannya dengan sungguh-sungguh sama dengan orang yang bijaksana, sedangkan orang yang bijaksana mendirikan rumahnya di atas batu, dan batu yang adalah gambaran dari Korban Kristus, membawa kita sampai kepada puncak ibadah itulah doa penyembahan.

 

Mengikut TUHAN tidak boleh berhenti sampai pada Injil Keselamatan (percaya, bertobat, dibaptis, dipenuhkan Roh Kudus), yang walaupun di tengah-tengahnya ada satu kegerakan, itulah tanda-tanda heran, perbuatan ajaib, pengusiran setan, termasuk mujizat kesembuhan. Semuanya itu kita perlukan (butuhkan), tetapi pengikutan kita kepada TUHAN tidak boleh berhenti hanya sampai pada Injil Keselamatan, tetapi harus beralih kepada perkembangan sepenuhnya itulah Injil Kerajaan.

 

Jadi, kita bersyukur kepada TUHAN, ternyata benar saja, orang yang mendengar Firman TUHAN dan melakukannya adalah orang yang memiliki pandangan nubuatan / memandang jauh ke depan. Dia adalah gambaran dari tanah yang baik -> TANAH YANG SUBUR sesudah digarap tentunya, sehingga manakala benih ditaburkan, itulah Firman ALLAH maka dia orang yang mendengar, mengerti, dan betul-betul melakukan Firman, memiliki pandangan nubuatan, memandang jauh ke depan.

 

Itu sebabnya TUHAN membawa kita ke Tanah Kanaan rohani. Tanah Kanaan dapat dijadikan sebagai ladang-ladang. Sedangkan Mesir adalah gambaran dari ladang dunia. Jangan kita membawa diri ke ladang dunia, tetapi kita harus berada di ladangnya TUHAN, hati kita adalah tanah yang subur sesudah digarap (dikerjakan), di situlah benih itu layak berdiam dan berkenan. Sebab kalau kita bandingkan dengan benih yang ditaburkan di pinggir jalan, dia adalah gambaran dari orang yang tidak mengerti Firman TUHAN sehingga menjadi sasaran burung itulah roh jahat merampas Firman dari hati. Kemudian, ada pula benih yang ditaburkan di tanah berbatu-batu berarti tanahnya tipis sehingga ketika Firman ditaburkan memang cepat tumbuh, tetapi tidak berakar karena tanahnya tipis. Kerugiannya adalah manakala ada ujian-ujian yang datang seijin TUHAN, ada aniaya karena Firman juga sengsara karena salib – terik matahari – dia tidak kuat karena tidak berakar / tidak berdasar di dalam TUHAN. Inilah gambaran dari orang yang keras hati / keras kepala / kepala batu.

 

Kemudian, ada pula benih yang ditaburkan di tengah semak duri, berbicara soal kekuatiran, dia dengar Firman TUHAN, tetapi roh kekuatiran menghimpit Firman TUHAN itu. Pikirannya hanya soal kekayaan, uang, harta, penuh dengan kekuatiran, akhirnya Firman TUHAN itu tidak tumbuh / terhimpit.

Tetapi tanah yang baik adalah orang yang mendengar Firman dan mengerti betul artinya dia lakukan sungguh-sungguh dan kehidupan semacam ini memiliki pandangan nubuatan / memandang jauh ke depan karena dia tahu satu kali nanti Iblis / Setan tritunggal akan tampil sebagai raja, tetapi tidak besar artinya dia hanya memerintah selama 7 (tujuh) tahun puncaknya 3,5 (tiga setengah) tahun yang kedua. Namun mereka yang hidup dilandasi dengan korban Kristus, dia kuat, dan korban Kristus itu juga membawa kehidupannya sampai kepada puncak ibadah (doa penyembahan) karena kaitan burung nasar adalah bangkai. Yesus sudah menjadi bangkai (mati di atas kayu salib), korban Kristus.

Jadi jangan kita datang beribadah, mendengar Firman, namun tidak mau tahu (tidak peduli dan egois), seperti benih yang ditaburkan di pinggir jalan, ini adalah sasaran dari Setan tritunggal satu kali nanti. Jadi jangan berpikir pendek, pikirkanlah jauh ke depan.

Jadi korban Kristus akan membawa kita sampai pada puncak ibadah itulah doa penyembahan, berjaga-jaga.

 

Berbicara tentang: BIJAKSANA.

Sama seperti 5 (lima) gadis yang bijaksana.

 

Matius 25:1-5 --- Perikop: "Gadis-gadis yang bijaksana Dan  gadis-gadis yang bodoh."

(25:1) "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. (25:2) Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. (25:3) Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, (25:4) sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka. (25:5) Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.

 

Hal kerajaan Sorga seumpama 10 (sepuluh) gadis, mengambil pelitanya dan pergi menyongsong Mempelai Laki-Laki Sorga. 5 (lima) diantaranya bodoh dan 5 (lima) lainnya bijaksana.

-    5 (lima) gadis bodoh, membawa pelita, tetapi tidak membawa minyak.

-    5 (lima) gadis bijaksana, membawa pelita + (plus) minyak dalam buli-buli.

 

Saudara, kenapa kita harus tekun dalam tiga macam ibadah pokok? Jawabnya karena kita menjalankan ibadah ini menurut Pola Kerajaan Sorga. Kalau dikaitkan dengan Pola Tabernakel, terkena pada RUANGAN SUCI, sedangkan di dalam Ruangan Suci terdapat tiga macam alat ->  ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.

1. Meja Roti Sajian -> Ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan Perjamuan Suci.

2. Pelita Emas -> Ketekunan dalam Ibadah Raya Minggu disertai dengan Kesaksian Roh.

3. Mezbah Dupa -> Ktekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan.

 Gambar Ruangan Suci


Di tengah-tengah ketekunan 3 (tiga) macam ibadah pokok kita harus sangkal diri & pikul salib sampai berdarah-darah. Jika potongan daging yang disembelih dipersembahkan di atas mezbah maka akan menghasilkan minyak atau sama seperti pohon zaitun tumbuk, dari dalamnya menghasilkan minyak zaitun tumbuk.

 

Saudara, cara ibadah dari 5 (lima) gadis yang bodoh ini kita lihat, mereka memang membawa pelita, tetapi tidak membawa minyak sebagai persediaan. Enak-enak saja, datang beribadah, tidak mengerti pekerjaan TUHAN, tidak mau sangkal diri pikul salib, tidak mau jadi pohon zaitun tumbuk. Berbeda dengan 5 (lima) gadis yang bijaksana, selain membawa pelita, mereka juga membawa minyak dalam buli-buli sebagai persediaan supaya pelita tetap menyala sampai Mempelai laki-laki datang. Itu sebabnya kita perlu tekun dalam 3 (tiga) macam ibadah pokok disertai sangkal diri pikul salib sampai berdarah-darah, gambarannya seperti pohon zaitun tumbuk menghasilkan minyak zaitun. Tidak apa-apa sampai berdarah-darah, nanti di situ ada minyak urapan sehingga kita tetap berkobar-kobar / berapi-api di dalam melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN. Kalau tidak ada minyak, tidak mungkin kita bisa berapi-api / berkobar-kobar / bernyala-nyala.

Itulah perbedaan antara lima gadis yang bodoh dan lima gadis yang bijaksana.

 

Matius 25:5

(25:5) Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.

 

Mengantuk dan tertidur adalah tanda kelemahan dari manusia, berarti baik 5 (lima) gadis bodoh maupun 5 (lima) gadis bijaksana sama-sama dalam kelemahan. Tetapi kita senantiasa membawa minyak sebagai persediaan, berarti senantiasa sangkal diri dan pikul salib sampai berdarah-darah bagaikan pohon zaitun tumbuk

 

Matius 25:6

(25:6) Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

 

“Orang berseru” -> utusan TUHAN, kepadanya dipercayakan pelayanan pendamaian dan berita pendamaian.

Yang disampaikan utusan TUHAN adalah Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.

Jadi waktu tengah malam / keadaan rohani tertidur, yang membangkitkan kerohanian yang tertidur adalah Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel seperti malam ini disampaikan di tengah-tengah Ibadah Doa Penyembahan.

 

Matius 25:7-8

(25:7) Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. (25:8) Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam.

 

Saat mereka membereskan pelita, ternyata pelita 5 (lima) gadis bodoh hampir padam, lalu mereka memohon untuk memperoleh sedikit minyak dari 5 (lima) gadis bijaksana.

 

Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ. Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutupMatius 25:9-10.

 

5 (lima) gadis bijaksana akhirnya dibawa masuk ke dalam Perjamuan Malam Pesta Kawin Anak Domba, lalu pintu ditutup. Sementara, 5 (lima) gadis bodoh sedang membeli minyak, berarti mereka tidak memanfaatkan kesempatan. Membeli berarti bayar harga. Waktu yang tepat untuk bayar harga adalah bilamana masih ada waktu (kesempatan). Akhirnya mereka membeli minyak, tetapi pada waktu mereka membeli minyak, justru 5 (lima) gadis yang bijaksana sudah masuk ke dalam Perjamuan Malam Pesta Kawin Anak Domba, lalu pintu ditutup. Kemudian ketika 5 (lima) gadis bodoh datang, pintu sudah tertutup.

Oleh sebab itu, selagi hari masih siang, selagi masih ada waktu, berarti masih ada kesempatan bagi kita untuk membeli minyak. Kata membeli berarti bayar harga. Jadi kita memang harus bayar harga sampai menjadi pohon zaitun tumbuk, mengalami penumbukan, tidak apa-apa, selagi masih ada kesempatan, itu jauh lebih baik.

 

Matius 25:11-13

(25:11) Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! (25:12) Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. (25:13) Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."

 

BERJAGA-JAGA saja, berarti tidak jadi soal apabila harus menjadi bangkai, masuk dalam pengalaman kematian itulah DOA PENYEMBAHAN.

 

Mereka yang luput dari mata ular naga, satu kali nanti mereka akan diangkat (rapture) dan masuk dalam pesta nikah Anak Domba. Dari pesta nikah Anak Domba turun ke bumi itulah Kerajaan 1000 (seribu) tahun damai di bumi, sesudah itu lanjut sampai kepada Yerusalem yang baru.

 

Kita bersyukur dan berterimakasih kepada TUHAN karena TUHAN yang mengutus utusannya untuk membawa kita keluar dari Mesir dunia ini, lalu dibawa ke Tanah Perjanjian, Tanah Kanaan rohani itulah ibadah pelayanan disebut ladang-ladang dan kebun-kebun anggur.

Jadilah tanah yang baik, tanah yang subur tentu saja sesudah digarap; dia mendengar dan mengerti apa yang dia dengar berarti melakukan dengan sungguh-sungguh itulah kehidupan yang bijaksana.

 

Kita sudah melihat dua contoh kehidupan yang bijaksana, orang yang mendengar Firman dan melakukannya, seperti orang yang mendirikan rumah di atas batu, juga seperti 5 (lima) gadis bijaksana, mereka rela bayar harga di tengah ketekunan 3 (tiga) macam ibadah pokok, mereka tidak menjadi pusing, tidak uring-uringan ketika bayar harga, tetapi mereka siap sedia membawa minyak di dalam buli-buli sebagai persediaan.

Kita tidak tahu kapan TUHAN datang, tetapi kita harus tekun dalam 3 (tiga) macam Ibadah pokok, kita harus belajar bayar harga selagi hari masih siang, selagi masih ada kesempatan, berjaga-jagalah berarti hidup dalam doa penyembahan, AMIN.

 

 

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

 


Wednesday, June 10, 2026

IBADAH RAYA MINGGU, 31 MEI 2026

 


IBADAH RAYA MINGGU, 31 MEI 2026

 

KITAB WAHYU

WAHYU 19:6

(SERI 1)

 

Subtema: PADA JUBAH-NYA TERTULIS SUATU NAMA, YAITU: “RAJA SEGALA RAJA DAN TUAN DI ATAS SEGALA TUAN."

 

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, oleh karena rahmat-Nya kita sekalian dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus, kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian Roh.

 

Saudara, hari Rabu dan Kamis, tanggal 27-28 Mei 2026, kita telah melaksanakan suatu tugas yang mulia yaitu: PASKAH PPT. Dua hari, tiga kali pemberitaan Firman, semua berjalan dengan baik. Tuhan juga memberikan cuaca yang baik kepada kita. Kemudian, dalam tiga sesi, kita semua merasakan dua tangan Tuhan diulurkan sebagai lawatan Tuhan untuk menolong kita semua. Bukan saja hamba-hamba Tuhan, para penginjil, diaken dan pengerja-pengerja yang hadir sebagai peserta, tetapi sidang jemaat GPT Betania Serang & Cilegon juga diberkati dan dilawat oleh Tuhan. Lewat kebaktian Paskah PPT kita boleh mengerti tentang rencana Tuhan dan kita mengerti bahwa Daud diperlengkapi dengan senjata Allah sesuai dengan pengalamannya, yaitu:

1.       Tongkat di tangannya

2.       Lima batu licin yang dipilih dari dasar sungai

3.       Kantung gembala

4.       Umban ditangannya

 

Perlengkapan pertama sampai dengan ketiga sudah kita bahas pada tahun yang lalu. Dan pada tahun ini secara khusus kita memperhatikan perlengkapan yang keempat: umban di tangannya. Betapa Tuhan membukakan Firman-Nya terkait dengan umban yang dipercayakan kepada Daud untuk berhadapan dengan Goliat, orang Filistin yang tidak bersunat itu.

 

Kita sudah melihat semua itu, dan akhirnya kita mendapat suatu pemahaman bahwa; umban itu adalah Roh Allah yang suci dan oleh Roh Allah batu dilontarkan, dan yang menjadi sasarannya adalah dahi Goliat. Kemudian, ketika Daud mengumban batu ke dahi Goliat; sehelai rambutpun tidak meleset.

Kalau saudara cabut rambut, lalu saudara taruh di penggaris, ukurannya itu tidak sampai satu mili. Jadi, tidak meleset sehelai rambutpun, artinya; kuasa dari kilat yang melontarkan cahanya dari timur sampai ke barat itulah Firman Pengajran Mempelai dalam terang Tabernakel, membawa kita masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, menjadi sidang mempelai --- 100 % menjadi mempelai Tuhan, tidak meleset.

 

Jadi, tidak ada lagi keraguan untuk mengikuti Firman Pengajaran Mempelai. Yang ragu adalah orang yang masih bertahan dengan sikap Goliatnya dan akhirnya, Firman Pengajaran Mempelai juga disalahkan. Tetapi, dari kesaksian-kesaksian yang sudah disampaikan; marilah kita menyerah. Ketika Tuhan membidik dahi kita dengan Firman yang diurapi, biarlah kita disucikan dari nama-nama hujat, dilepaskan dari kenajisan percabulan, tidak lagi mengandalkan manusia daging, tidak lagi bermegah terhadap kelebihan diri, dan tidak menaruh harap kepada hal-hal yang lahiriah. Biarlah kita adalah orang-orang yang bersunat itu.

 

Selanjutnya, mari kita perhatikan Firman Penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu dari WAHYU 19 dan kita akan masuk pada ayat yang baru itulah ayat 16. Tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan Tuhan, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan yang turut bergabung secara online dimanapun berada. Selanjutnya, damai sejahtera yang melampaui akal dan pikiran, bertakhta di hati kita, supaya ada sukacita dan sabar untuk menantikan pembukaan rahasia Firman.

 

Wahyu 19:16

(19:16) Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan."

 

Pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama. Nama itu adalah: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan."

 

Pembahasan ini pun kita akan membaginya menjadi 2 (dua) bagian yaitu:

YANG PERTAMA: PADA JUBAH-NYA TERTULIS SUATU NAMA, YAITU: “RAJA SEGALA RAJA DAN TUAN DI ATAS SEGALA TUAN."

Jubah atau pakaian berbicara tentang tabiat/kelakuan/perbuatan hidup. Jadi, dari tabiat/kelakuan/perbuatan hidup tertulis suatu nama yaitu: “Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan.”

 

Pendeknya, dari tabiat/kelakuan/perbuatan hidup, kita bisa melihat tertulis suatu nama, yaitu:

-          Orang benar, suci dan mulia

-          Atau sebaliknya, tidak benar, tidak suci dan tidak mulia.

 

Contoh: PRIBADI YUSUF.

Kejadian 37:1-3A --- Perikop: “Yusuf dan saudara-saudaranya”

(37:1) Adapun Yakub, ia diam di negeri penumpangan ayahnya, yakni di tanah Kanaan. (37:2) Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun -- jadi masih muda -- biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya. (37:3) Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.

 

Di sini kita melihat, Yakub lebih mengasihi Yusuf dari pada anak-anaknya yang lain. Intinya, Yusuf lebih dari saudara-saudarya yang lain (anak-anak Yakub yang lain).

 

Kita akan melihat kelebihan itu dalam…

Kejadian 37:3B-9

(37:3) Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia. (37:4) Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah. (37:5) Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya. (37:6) Karena katanya kepada mereka: "Coba dengarkan mimpi yang kumimpikan ini: (37:7) Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu." (37:8) Lalu saudara-saudaranya berkata kepadanya: "Apakah engkau ingin menjadi raja atas kami? Apakah engkau ingin berkuasa atas kami?" Jadi makin bencilah mereka kepadanya karena mimpinya dan karena perkataannya itu. (37:9) Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Katanya: "Aku bermimpi pula: Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku."

 

Kelebihan Yusuf yang tidak dimiliki oleh saudara-saudaranya adalah…

1.       Jubah yang maha indah

2.       Mendapatkan mimpi sehingga Yusuf disebut sebagai tukang mimpi (Kejadian 37:19)

 

Terkait: “Jubah yang maha indah”

2 Timotius 1:14

(1:14) Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita.

 

Karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh Kudus, disebutlah itu jubah yang maha indah.

 

1 Korintus 12:7-10 --- Perikop: “Rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh”

(12:6) Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. (12:7) Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. (12:8) Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. (12:9) Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. (12:10) Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.


Ada 9 (sembilan) karunia Roh Kudus yang berasal dari roh yang satu dan yang sama, antara lain:


1)      Karunia hikmat

2)      Karunia pengetahuan

3)      Karunia iman

4)      Karunia menyembuhkan

5)      Karunia mengadakan mujizat

6)      Karunia bernubuat

7)      Karunia membedakan macam-macam roh

8)      Karunia bahasa roh

9)      Karunia menafsirkan bahasa roh



 

 

 

9 (sembilan) karunia ini dibagi menjadi 3 (tiga) bagian menurut kategorinya.

9 KARUNIA DALAM KATEGORINYA

KETEGORI:

PEMBUKAAN FIRMAN

KATEGORI:

KUASA

KATEGORI:

PENYEMBAHAN

1)      Karunia hikmat

1)     Karunia iman

1)     Karunia bernubuat

2)     Karunia pengetahuan

2)      Karunia kesembuhan

2)  Karunia bahasa roh

3)      Karunia membedakan macam-macam roh

3)     Karunia mujizat

3)  Karunia menafsirkan bahasa roh

 

1 Korintus 12:28-31

(12:28) Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh. (12:29) Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, (12:30) atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh? (12:31) Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi.

 

Selanjutnya, ada 9 (sembilan) jabatan Roh Kudus dirampingkan menjadi 5 (lima) jabatan Roh Kudus.

1.       Rasul

2.       Nabi

3.       Penginjil

4.       Gembala

5.       Guru / pengajar

 

Singkat kata, di atas kita sudah memperhatikan dalam 2 Timotius 1:14 yang mengatakan: “Peliharalah harta yang indah” berarti jangan dirusakkan. Sedangkan, harta yang indah adalah karunia-karunia Roh Kudus dan jabatan-jabatan Roh Kudus.

 

Pendeknya, karunia-karunia Roh Kudus dan jabatan-jabatan Roh Kudus jangan dirusakkan karena kelakuan atau perbuatan hidup yang tidak benar, tidak suci dan tidak mulia dihadapan Tuhan.

 

1 Timotius 4:14

(4:14) Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua.

 

Di sini dikatakan: Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu.

Karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh Kudus dipercayakan oleh 2 (dua) hal yaitu:

1.      Nubuat, itulah pembukaan rahasia Firman.

Kita disucikan oleh pembukaan rahasia Firman, sehingga kita layak menerima karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh Kudus.

2.      Penumpangan tangan sidang penatua -> uluran tangan Tuhan, sebagai kemurahan Tuhan.

 

Singkat kata, dengan memiliki jubah yang maha indah, menunjukkan bahwa Yusuf adalah seorang imam yang rela menjadi korban untuk menembus dan memperdamaikan orang lain kepada Tuhan --- bukan memisahkan orang lain dari Allah.

 

Praktek rela jadi korban untuk menebus dan memperdamaikan orang lain kepada Tuhan:

PRAKTEK PERTAMA: Biasa menggembalakan kambing domba (Kejadian 37:2).

Artinya…

-          Yusuf mempunyai pengalaman dan sudah menyatu dengan pengalaman itu sendiri -> orang yang mengenal Yesus secara pribadi.

 

Saudara, kita sudah mempelajari bahwa Ayub adalah orang yang jujur, saleh dan takut akan Tuhan (Ayub 1:1).

Kemudian, Ayub juga biasa mempersembahkan korban untuk penebusan dan pendamaian anak-anaknya. Karena dia berpikir, jangan-jangan saat pesta anaknya tersebut melakukan kesalahan. Itu sebabnya keesokan harinya ia mengerjakan penebusan itu (Ayub 1:4-5).

Singkat kata, setelah melewati…

        Ujian pertama: Anak perempuan dan anak laki-laki Ayub mati, semua hartanya lenyap.

        Ujian kedua: Ayub mengalami barah yang busuk dari ujung kepala sampai ujung kaki (Ayub 2:7).

Pada akhirnya, “dagingnya” Ayub muncul, secara khusus suara daging dari isterinya. Karena isterinya berkata: masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah! (Ayub 2:9)

Kalau kita kaitkan dengan penggembalaan, isteri adalah domba pertama. Kalau kita mau mengenal gembala, lihat dombanya. Kalau mau mengenal domba, lihat gembalanya.

 

Jadi, dari sini kita bisa melihat, nikah Ayub (suami-isteri); belum mengenal Tuhan secara pribadi. Salib itu belum menjadi pengalaman dalam nikah mereka.

 

Tetapi, Yusuf mempunyai pengalaman, dan pengalaman itu sudah menyatu dengan dirinya -> orang yang mengenal Tuhan secara pribadi.

 

-          Bertanggungjawab.

Contoh bertanggungjawab:

1 Samuel 17:34-35

(17:34) Tetapi Daud berkata kepada Saul: "Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, (17:35) maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya.

 

Daud biasa menggembalakan kambing domba ayahnya, berarti memiliki pengalaman dalam penggembalaan. Buktinya:  Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, maka:

1.       Aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya.

2.       Aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya.

Dari sini kita bisa melihat, Daud adalah seorang gembala yang bertanggungjawab. Ia rela menyerahkan nyawanya (rela berhadapan dengan singa dan beruang) demi kawanan domba ayahnya.

 

Itulah pengertian dari BIASA menggembalakan kambing domba; punya pengalaman dan sudah menyatu dengan pengalaman itu sendiri (menyatu dengan salib).

 

Semestinya, orang Kristen, orang yang mengikut Tuhan, harus menyangkal diri dan memikul salib. Artinya, pengikutannya kepada Tuhan sudah mempunyai pengalaman (menyatu dengan salib), itu namanya mengenal Tuhan secara pribadi. Berarti, belum menyatu dengan salib disebutlah orang yang belum mengenal Tuhan secara pribadi, meskipun ia orang Kristen.

Inilah yang belum digali dan dipahami oleh banyak orang Kristen. Saya tidak mengerti apakah gembala tidak berani menyampaikannya, karena takut jemaat jadi mundur atau seperti apa, saya tidak mengerti. Yang pasti, banyak orang Kristen tidak mempunyai pengalaman bersama dengan Tuhan (salib). Mereka Mengenal Tuhan hanya karena mujizat, mengenal Tuhan hanya karena berkat, tetapi mengenal Tuhan secara pribadi; belum tentu.

 

Namun, setelah Ayub mengalami proses salib dan mampu melaluinya karena pertolongan Tuhan, akhirnya Ayub berkata: “Aku mengenal Tuhan secara pribadi.” Kalau dahulu mengenal Tuhan karena mujizat-mujizat, tetapi sekarang “mataku sendiri memandang Engkau” (Ayub 42:5).

 

PRAKTEK KEDUA: Menyampaikan kepada ayahnya tentang kejahatan saudara-saudaranya (Kejadian 37:2)..

Saudara jangan berpikir negatif tentang hal ini, bukan berarti Yusuf tukang ngadu, mulutnya ember. Sesungguhnya, hal itu menunjukan bahwa Yusuf adalah gambaran dari “utusan Tuhan”.

Seorang utusan Tuhan yang mengerjakan penebusan dan pendamaian atas dosa, ia akan menyampaikan kepada Bapa di Sorga. Seperti Tuhan Yesus Kristus yang dari Sorga turun ke bumi untuk mengerjakan penebusan dan pendamaian. Di atas kayu salib, Ia berseru dan menyampaikan segala sesuatu yang kita alami. Segala keluhan, suka duka, dan segala penderitaan yang kita alami disampaikan oleh-Nya dalam bahasa Ibrani: “Eli-Eli lama sabakhtani?” (Matius 27:46)

 

2 Korintus 15:18-19 --- Perikop: “Pelayanan untuk pendamaian”

(5:18) Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. (5:19) Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.

 

Tugas seorang utusan: mengerjakan penebusan dan pendamaian, sehingga kepada seorang utusan itu dipercayakan 2 (dua) hal:

1.       Pelayanan pendamaian.

Seorang imam ada di tengah ibadah dan pelayanan bukan sekedar rutinitas, tetapi, kepadanya dipercayakan pelayanan pendamaian. Suatu tanggungjawab yang luar biasa yang tidak mudah dikerjakan oleh sembarang orang, hanya orang tertentu saja. Tidak semua orang bisa memperdamaikan sesamanya kepada Allah, itu pekerjaan yang dikhususkan oleh Tuhan kepada seseorang, seperti Yusuf.

 

Saya berdoa, kiranya semua imam atau pelayan-pelayan TUHAN GPT “Betania” Serang & Cilegon, adalah orang-orang yang dikhususkan oleh Tuhan, berarti dipercayakan pelayanan pendamaian. Banyak orang tidak bisa membawa dirinya untuk beribadah, apalagi mau memperdamaikan orang lain. Itu sebabnya saya katakan; ini adalah pelayanan khusus kepada seorang imam / pelayan Tuhan dan kita sedang belajar untuk hal ini. Kita rela korbankan diri supaya terjadi pelayanan pendamaian lewat Paskah PPT, kita belajar di situ.

Kita adalah gereja kecil, jemaat juga sederhana, tetapi kalau Tuhan menghimpunkan hamba-hamba Tuhan di atas gunung Tuhan dalam fellowship PPT, itu karena kepercayaan Tuhan terhadap seorang yang dikhususkan oleh Tuhan. Jadi, saudara juga jangan berpikir, kalau kebaktian Paskah atau Natal PPT adalah sesuatu hal yang biasa-biasa saja, ini adalah kekhususan Tuhan. Oleh sebab itu, kita patut bangga, tetapi kebanggan itu karena kepercayaan dan terhadap kepercayaan itu haruslah kita sambut dengan segala kerendahan di hati. Supaya dari kelakuan (jubah pelayanan ini) di situ tertulis; Raja di atas segala raja, Tuan di atas segala tuan.

 

2.       Berita pendamaian, itulah Pengajaran salib.

Selanjutnya Pengajaran salib itu ditegakkan dalam setiap pemberitaan Firman, tanpa ragu, tanpa sungkan, tanpa perasaan, berarti; mengutamakan perasaan Tuhan.

Itu sebabnya, dalam hidup bersama, kita harus menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat di dalam Yesus Kristus (Filipi 2:5). Dalam nikah yang terkecil (suami-isteri) harus menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat di dalam Yesus Kristus. Kemudian, nikah yang lebih besar yaitu dalam penggembalaan; harus menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga di dalam Yesus Kristus.

 

Sekarang kita kembali memperhatikan…

Kejadian 37:12-13 --- Perikop: “Yusuf dijual ke Mesir”

(37:12) Pada suatu kali pergilah saudara-saudaranya menggembalakan kambing domba ayahnya dekat Sikhem. (37:13) Lalu Israel berkata kepada Yusuf: "Bukankah saudara-saudaramu menggembalakan kambing domba dekat Sikhem? Marilah engkau kusuruh kepada mereka." Sahut Yusuf: "Ya bapa."

 

Yusuf diutus ke Sikhem dan terhadap pengutusan itu Yusuf berkata: “Ya Bapa.”

Berarti Yusuf adalah seorang hamba yang taat, setia dan dengar-dengaran.

Ingat, seorang suami juga adalah seorang utusan. Bawalah pelayanan pendamaian dan berita pendamaian di dalam nikah rumah tanggamu.

 

Kejadian 37:14

(37:14) Kata Israel kepadanya: "Pergilah engkau melihat apakah baik keadaan saudara-saudaramu dan keadaan kambing domba; dan bawalah kabar tentang itu kepadaku." Lalu Yakub menyuruh dia dari lembah Hebron, dan Yusuf pun sampailah ke Sikhem.

 

Tujuan Yusuf disuruh ke Sikhem adalah: untuk membawa kabar tentang saudara-saudaranya kepada Yakub (ayahnya).

 

Di atas tadi sudah saya sampaikan, Yesus diutus ke dunia ini untuk mengerjakan penebusan dan pendamaian, untuk melihat seperti apa keadaan kita di bumi ini. Apakah hidup kita susah atau senang, pahit atau manis dan seterusnya. Selanjutnya, kabar itu dibawa kembali kepada Bapa di Sorga. Jadi, apa yang dialami Yesus adalah nubuatan dari kisah Yusuf di tengah pengutusannya. Dan akhirnya, Tuhan Yesus pun membawa kabar di atas kayu salib. Dia membawa tapal dada, di situ tertulis 12 suku Israel. Di jantung hatinyalah kehidupan gereja Tuhan, dan semua itu dibawa kepada Bapa di Sorga ---“Eli, Eli, lama sabakhtani?” -- yang disampaikan bukan keluhan-Nya, tetapi keluhan yang kita alami. Kabar kita yang disampaikan oleh Yesus kepada Bapa di Sorga.

 

Sekarang kita lihat: “suasana di pengutusan…”

Kejadian 17:15

(37:15) Ketika Yusuf berjalan ke sana ke mari di padang, bertemulah ia dengan seorang laki-laki, yang bertanya kepadanya: "Apakah yang kaucari?" (37:16) Sahutnya: "Aku mencari saudara-saudaraku. Tolonglah katakan kepadaku di mana mereka menggembalakan kambing domba?"

 

Ketika Yusuf tiba di Sikhem, Yusuf mencari saudara-saudaranya, tetapi ia tidak menemukannya, sehingga ia berjalan ke sana ke mari. Inilah suasana pada saat pengutusan. Saat dia mencari saudara-saudaranya, ia bertemu dengan seorang laki-laki.

Seorang laki-laki -> Roh Kudus / Pribadi yang lain / Penolong yang lain.

 

Ayat referensi…

Yohanes 14:16

(14:16) Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

 

Kenapa seorang Penolong yang lain itu laki-laki? Karena laki-laki tidak menyimpang ke kiri dan ke kanan. Kalau Roh Tuhan menolong kita, maka kita tidak akan menyimpang ke kiri dan ke kanan. Tetapi saudara-saudara Yusuf menyimpang ke kiri dan ke kanan, sebab seharusnya mereka ada di Sikhem untuk menggembalakan, tetapi justru mereka tidak ada di sana. Akhirnya, di tengah pengutusan itu Yusuf mencari saudara-saudaranye ke sana dan ke mari, dan saat itulah ia bertemu dengan Seorang laki-laki -- ditolong oleh Roh Kudus.

 

Memang, susah hati ini saat diutus, lalu di tengah pengutusan menjadi korban untuk memperdamaikan dosa sesama kepada Allah. Tidak sanggup kita mencari mereka dan membawa mereka kepada Allah Bapa. Tetapi, jangan lupa, di tengah-tengah kesusahan yang kita alami, di dalam pengutusan, di situ ada Seorang laki-laki, Penolong yang lain itulah Roh Kudus. Roh Kuduslah yang menguatkan hati kita untuk menjadi penebusan dan pendamaian. Kalau secara manusiawi, menjadi penebusan dan pendamaian bagi orang lain rasanya berat dan rugi. Tetapi di dalam Tuhan tidak seperti itu, kita harus belajar dari teladan Tuhan; mencari ke sana ke mari.

 

Kejadian 37:17

(37:17) Lalu kata orang itu: "Mereka telah berangkat dari sini, sebab telah kudengar mereka berkata: Marilah kita pergi ke Dotan." Maka Yusuf menyusul saudara-saudaranya itu dan didapatinyalah mereka di Dotan.

 

Di tengah pengutusan itu, Roh Kudus memberitahukan keberadaan dari saudara-saudara Yusuf. Ternyata saudara-saudaranya memang telah meninggalkan Sikhem, karena akhirnya mereka pergi ke Dotan.

 

Kejadian 37:18-19

(37:18) Dari jauh ia telah kelihatan kepada mereka. Tetapi sebelum ia dekat pada mereka, mereka telah bermufakat mencari daya upaya untuk membunuhnya. (37:19) Kata mereka seorang kepada yang lain: "Lihat, tukang mimpi kita itu datang!

 

Dalam kesusahan hati Yusuf mencari saudara-saudaranya itu, pada akhirnya dari jauh ia melihat mereka. Tetapi, saudara-saudara Yusuf justru…

-          Berusaha untuk membunuh Yusuf.

-          Mengejek Yusuf sebagai tukang mimpi.

Bayangkan saudara, dalam kesusahan hati di tengah pengutusan mencari saudara-saudaranya dari Sikhem ke Dotan, yang dicari (saudara-saudara Yusuf) justru berusaha untuk membunuh dan mengejek Yusuf. Tidak masuk akal, tetapi kenyataannya seperti itu.

 

Berapa kali kita menyalibkan Yesus? Berapa kali kita menghina darah salib Kristus? Berapa kali kita menghina kegiatan Roh itulah ibadah dan pelayanan dan tidak mau mendengar teriak si penggiring? Berapa kali kita menyakiti hati Yesus dengan sikap-sikap seperti itu? Bagaimana sikap kita terhadap kasih yang ditawarkan oleh Tuhan kepada kita malam ini? Apakah sikap kita akan seperti saudara-saudara Yusuf?

 

Di atas tadi kita sudah melihat, Yusuf di ejek sebagai “tukang mimpi”. Sekarang kita lihat mimpi Yusuf.

 

Adapun mimpi Yusuf

MIMPI PERTAMA

Kejadian 37:7

(37:7) Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu."

 

Berkas-berkas gandum milik saudara-saudara Yusuf mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkas Yusuf. Itulah mimpi Yusuf yang pertama. Dan mimpi ini diceritakan kepada saudara-saudaranya.

 

MIMPI KEDUA

Kejadian 37:9

(37:9) Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Katanya: "Aku bermimpi pula: Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku."

 

Matahari, bulan dan bintang sujud menyembah kepada Yusuf. Itulah mimpi yang kedua.

 

Kedua mimpi ini diceritakan dengan gamblang kepada semua saudara-saudaranya, termasuk kepada ayah dan ibunya. Sebetulnya, kedua mimpi Yusuf ini pada akhirnya tergenapi, terkait dengan gereja Tuhan akan dibawa masuk dalam kegerakan yang besar itulah pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Kemudian, wujud dari pembangunan tubuh Kristus yang sempurna adalah: doa penyembahan --- lewat Pengajaran Mempelai, Pengajaran Tabernakel (gandum).

Itulah arti dari kedua mimpi Yusuf tersebut.

 

Saudara, kita patut bersyukur kepada Tuhan, mimpi Yusuf dinyatakan kepada sidang jemaat GPT Betania Serang & Cilegon. Oleh satu berkas gandum milik Yusuf, itulah Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel, kita dibawa masuk dalam kegerakan yang besar, mega proyek ALLAH yang besar, itulah pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, menjadi milik kepunyaan Tuhan sendiri, wujudnya: doa penyembahan.

 

Tetapi, bagaimana kita menyambut mimpi Yusuf ini? Apakah kita sama seperti sikap saudara-saudaaranya?

 

Mari kita perhatikan…

Kejadian 37:4

(37:4) Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.

 

Oleh karena jubah yang maha indah, disebut juga roh pengasihan, bencilah saudara-saudara Yusuf.

Tandanya: tidak mau menyapa dengan ramah --- mukanya cabe keriting, bahasa yang keluar dari dalam mulut ketus-ketus.

 

Kemudian, kebencian yang berikutnya…

Kejadian 37:5

(37:5) Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya.

 

Oleh karena kedua mimpi itu, saudara-saudara Yusuf semakin benci lagi.

 

Saudara, di sinilah saya baru memahami. Ada 2 (dua) yang terjadi di dalam kehidupan gereja Tuhan, terhadap kasih Allah yang dinyatakan lewat mimpi (pembukaan rahasia Firman) atau Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel, yaitu:

1.       Disambut dengan baik lalu menghidupinya.

2.       Kalau tidak demikian, akan semakin dibenci.

Barulah saya mengerti “kenapa banyak orang semakin membenci”, ternyata ini jawabannya. Kemudian, bukan hanya Pengajaran Mempelainya yang dibenci, yang menyampaikan Pengajaran Mempelainya juga turut dibenci.

 

Dari kebencian ini meningkat lagi…

Kejadian 37:20

(37:20) Sekarang, marilah kita bunuh dia dan kita lemparkan ke dalam salah satu sumur ini, lalu kita katakan: seekor binatang buas telah menerkamnya. Dan kita akan lihat nanti, bagaimana jadinya mimpinya itu!"

 

Saudara-saudara Yusuf berusaha untuk menggagalkan mimpi Yusuf.

Banyak orang Kristen berusaha menjegal lajunya pemberitaan Firman tentang Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel, karena kepentingannya. Hal itu sudah disinggung pada ibadah Paskah PPT kemarin.

Kenapa banyak hamba Tuhan yang suka menyampaikan soal HARTA, TAKHTA, WANITA? Kenapa banyak hamba Tuhan bicara soal TEORI KEMAKMURAN / TEORI PROSPERITY? Setelah diselidiki, dia adalah penakut dan sudah sampai pada tahap melarikan diri. Seandainya dia tidak takut dan rasa takut itu tidak membuat ia melarikan diri, pasti dia akan terus berani menghadapi kenyataan yang ada, maka dia akan berani menyampaikan Pengajaran Salib, apapun resiko yang terjadi. Kalau jemaat maju berarti jemaat semakin di sucikan, tetapi kalau jemaat menolak, ya biarkan saja, berarti mereka adalah jemaat Goliat.

 

Saya juga merenung, kenapa isi pemberitaan Firman hanya terkait dengan kenajisan percabulan saja? Kemudian, jemaat yang mendengar Firman seperti itu ada pejabat tinggi, direktur, doktor, propesor dan mereka adalah orang-orang yang dikategorikan orang pandai. Mereka ahli di bidang masing-masing. Ada yang bisa menghitung uang triliunan, bisa memprediksi soal ekonomi, politik, budaya, bahkan mengerti seluruh aspek kehidupan ini. Tetapi, mengapa terhadapa Firman yang isinya hanya mengandung kenajisan percabulan, mereka tidak pahami? Padahal mereka dikategorikan orang-orang yang pandai. Barulah sekarang saya pahami, ternyata ada “rohnya”, roh itu mencengkram mereka.

Tetapi, kalau sampai hari ini kita masih duduk diam mendengar Firman Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel, itu juga karena ada “rohnya” itulah Roh Mempelai. Kiranya kepada kita dikaruniakan Roh Mempelai; mau menjadi kecil dan rela dikecilkan. Supaya nanti, Firman Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel ditumpah ruahkan kepada kehidupan kita masing-masing.

 

Kembali saya sampaikan, saudara-saudara Yusuf berusaha untuk menggagalkan rencana Tuhan dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna lewat rencana yang tidak masuk akal yaitu; membunuh Yusuf. Tetapi sebelum membunuh, Yusuf dilemparkan dahulu ke dalam sumur kering, berarti; sumber mata air tetapi kering-kering, jelas itu adalah nabi-nabi palsu (2 Petrus 2:17).

 

Jadi, nabi-nabi palsu ini berusaha untuk menggagalkan rencana Tuhan; pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

Nabi-nabi palsu bercerita Firman tetapi ditambahkan dengan cerita isapan jempol, dongeng-dongeng nenek tua, filsafat kosong manusia.

 

Tetapi kita lihat dulu: “apakah pada jubah Yusuf tertulis suatu nama: “Raja segala raja dan Tuhan di atas segala tuan?”

                                                                                                        

Kejadian 37:21-22

(37:21) Ketika Ruben mendengar hal ini, ia ingin melepaskan Yusuf dari tangan mereka, sebab itu katanya: "Janganlah kita bunuh dia!" (37:22) Lagi kata Ruben kepada mereka: "Janganlah tumpahkan darah, lemparkanlah dia ke dalam sumur yang ada di padang gurun ini, tetapi janganlah apa-apakan dia" -- maksudnya hendak melepaskan Yusuf dari tangan mereka dan membawanya kembali kepada ayahnya.

 

Hidup dalam kenajisan percabulan tidak dapat menolong jemaat, tetapi rencana Tuhan akan tetap terlaksana.

Bukankah Ruben anak sulung? Tetapi ia telah menyingkapkan aurat gundik Yakub (Kejadian 35:22, Kejadian 49:3-4, 1 Tawarikh 5:1)

 

Kejadian 37:23-24

(37:23) Baru saja Yusuf sampai kepada saudara-saudaranya, mereka pun menanggalkan jubah Yusuf, jubah maha indah yang dipakainya itu. (37:24) Dan mereka membawa dia dan melemparkan dia ke dalam sumur. Sumur itu kosong, tidak berair.

 

Sumur itu kosong, tidak berair.

Sumber mata air, tetapi tidak berair = kering-kering, itulah nabi-nabi palsu.

 

Kejadian 37:25-38

(37:25) Kemudian duduklah mereka untuk makan. Ketika mereka mengangkat muka, kelihatanlah kepada mereka suatu kafilah orang Ismael datang dari Gilead dengan untanya yang membawa damar, balsam dan damar ladan, dalam perjalanannya mengangkut barang-barang itu ke Mesir. (37:26) Lalu kata Yehuda kepada saudara-saudaranya itu: "Apakah untungnya kalau kita membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya? (37:27) Marilah kita jual dia kepada orang Ismael ini, tetapi janganlah kita apa-apakan dia, karena ia saudara kita, darah daging kita." Dan saudara-saudaranya mendengarkan perkataannya itu. (37:28) Ketika ada saudagar-saudagar Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir.

 

Pada akhirnya, bertindak dua hal:

-          Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya pada orang Ismael dengan harga 20 syikal perak. Dan,

-          Jubah yang maha indah itu ditanggalkan dari tubuh Yusuf (ayat 33). Di sini kita melihat bagaimana daya upaya dari iblis setan untuk menggagalkan rencana Tuhan.

 

Kejadian 37:31

(37:31) Kemudian mereka mengambil jubah Yusuf, dan menyembelih seekor kambing, lalu mencelupkan jubah itu ke dalam darahnya.

 

Jubah Yusuf, jubah yang maha indah itu dicelupkan dalam darah kambing domba.

Kita bandingkan dulu dengan Wahyu…

-          Wahyu 7:9, di sini tampilnya mempelai wanita Tuhan yang bergabung dengan inti mempelai. Mereka datang dari berbagai suku, kaum, bahasa dan bangsa. Tanda mempelai Tuhan:

  1. Memakai jubah putih.
  2. Memegang daun palem.

 

Kemudian, seperti apa mempelai Tuhan itu?

 

-          Wahyu 7:14 --- Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.

Jubah mereka putih, bersih, tanpa noda, tanpa darah. Dosa-dosa telah disucikan oleh darah Anak Domba.

 

Demikianlah Yesus Kristus menyucikan kehidupan kita, kelakukan/tabiat/perbuatan hidup kita, telah dicelup dalam darah. Supaya menjadi putih bersih, tanpa noda dan tanpa cacat, karena Tuhan mau menempatkan kita dihadapan diri-Nya.

 

Itulah usaha / daya upaya dari iblis setan untuk menggagalkan rencana Tuhan.

 

Kita perhatikan lagi…

Kejadian 39:1

(39:1) Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, seorang Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia dari tangan orang Ismael yang telah membawa dia ke situ.

 

Pada akhirnya, Potifar membeli Yusuf dari orang Ismael, saudagar dari Midian.

 

Kemudian, untuk mempersingkat…

-          Pada ayat 2-4, Yusuf dipercaya atas seisi rumah Potifar, kecuali isteri Potifar.

Betapa besar kepercayaan Tuhan kepada seorang utusan Tuhan, kalau kita menjaga kesucian itu.

 

-          Pada ayat 7-11, isteri Potifar berusaha mengoda Yusuf.

Demikian juga sidang mempelai Tuhan, berusaha digoda oleh kenajisan percabulan itulah harta, wanita dan tahta. Berusaha ditarik supaya gereja mabuk anggur kenajisan percabulan (Wahyu 18:13).

Bagaimana dengan kita, apakah tetap mempertahankan Pengajaran Mempelai atau tergoda dengan kenajisan percabulan? Tetapi, biarlah kiranya kita tetap memilih Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, disucikan sampai sempurna dan kelak menjadi mempelai wanita Tuhan.

 

Percayalah kepada Firman Tuhan yang mengatakan bahwa Daud adalah pengumban yang teralatih, ketika ia melontarkan batu itu ke dahi Goliat; tidak meleset sehelai rambutpun (Hakim-hakim 20:16). Tuhan akan membawa kita menjadi mempelai Tuhan, tidak meleset, percayalah.

Di atas tadi saya sudah sampaikan, kalau saudara mencabut sehelai rambut lalu taruh di penggaris, ukurannya itu kurang dari satu mili. Bayangkan, begitu tepat dan akuratnya Pengajaran Mempelai membawa kita menjadi milik kepunyaan-Nya. Tetapi lihatlah, kalau ajaran itu sedikit saja meleset dari bawah / dasarnya, pasti ke atasnya pasti akan semakin melenceng. Dan lihatlah gereja-gereja saat ini, di dalam gereja, bukan lagi salib yang ditegakkan, tetapi harta, tahta dan wanita.

 

-          Pada ayat 12-16, Yusuf difitnah oleh isteri Potifar, karena Yusuf tidak tergoda dengan kenajisan percabulan. Yusuf terlepas dari mabuk anggur Perempuan Babel. Ia tidak mau kaya oleh karena kelimpahan hawa nafsu Babel. Fitnahan itu diberitakan/disampaikan kepada seisi rumah dan kepada Potifar.

 

-          Pada ayat 17-19, Yusuf difitnahkan kepada Potifar. Dan lucunya Potifar tidak punya hikmat. Berita yang disampaikan, itulah mengenai harta, takhta dan wanita diterima / ditelan mentah-mentah, karena perasaanya kuat kepada isterinya. Berarti, perasaanya kuat dengan kenajisan percabulan.

Itulah yang saya sampaikan di atas tadi, kenapa seorang pemimpin jemaat menyampaikan khotbah yang isinya kenajisan percabulan (kaya oleh kelimpahan hawa nafsu), mengandung anggur dari perempuan Babel, tetapi pejabat tinggi di situ tidak mengerti. Kenapa mereka yang mempunyai gelar, sarjana, sarjini, sarjono, S1, S2, S3 tetapi tidak paham dengan berita ini, seperti Potifar? Potifar tidak bisa memilah-milah ini berita yang benar atau tidak, palsu atau tidak. Tetapi kepada kita semua, Tuhan beri suatu hikmat untuk mengerti rencana Tuhan. Kalau tidak, tidak mungkin kita bisa bertahan sampai malam ini.

 

-          Pada ayat 20-23, akhirnya Yusuf dipenjarakan.

 

Betapa pahitnya yang dialami oleh Yusuf.

 

Saudara, waktu Yusuf ada di dalam penjara, dia berada bersama dengan 2 (dua) pegawai Firaun yang makar itulah juru minuman dan juru roti. Di dalam penjara, kedua pegawai itu bermimpi. Juru minuman menceritakan mimpinya kepada Yusuf. Juru roti juga menceritakan mimpinya kepada Yusuf. Lalu Yusuf memberitahukan dengan jelas semua arti dari mimpi juru minuman dan juru roti. Hanya Firman Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel, Firman yang rahasianya dibukakan disebut juga dengan cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus yang bisa menjelaskan segala sesuatu dengan rinci. Sehingga, yang tadinya muka kita cemberut, muka murung, tidak ada daya untuk menjalankan roda kehidupan karena terlalu banyak pergumulan, namun pada akhirnya ada gairah hidup, ada daya untuk menjalankan roda kehidupan, ada daya untuk menjalankan nikah yang sudah berantakan. 

 

Kita lihat mimpi itu…

Kejadian 40:6 --- Perikop: “Mimpi juru minuman dan juru roti”

(40:6) Ketika pada waktu pagi Yusuf datang kepada mereka, segera dilihatnya, bahwa mereka bersusah hati.

 

Mereka bersusah hati.

Itulah yang saya sampaikan di atas tadi; susah hati kita menjalankan roda kehidupan ini, karena terlalu banyak masalah dalam nikah dan rumah tangga yang belum teratasi.

Kemudian pada ayat 7-13 menceritakan tentang arti dari mimpi juru minuman yaitu: juru minuman akan dikembalikan kepada jabatannya semula sebagai juru minuman.

 

Tetapi perhatikan…

Kejadian 40:14-15

(40:14) Tetapi, ingatlah kepadaku, apabila keadaanmu telah baik nanti, tunjukkanlah terima kasihmu kepadaku dengan menceritakan hal ihwalku kepada Firaun dan tolonglah keluarkan aku dari rumah ini. (40:15) Sebab aku dicuri diculik begitu saja dari negeri orang Ibrani dan di sini pun aku tidak pernah melakukan apa-apa yang menyebabkan aku layak dimasukkan ke dalam liang tutupan ini."

 

Perjalanan Yusuf dari Kanaan ke Mesir, persis seperti perjalanan Yesus dari Sorga ke Bumi. Yesus tidak melakukan kesalahan, tetapi Ia harus disalibkan, seperti Yusuf dimasukkan ke dalam liang tutupan.

 

Kemudian, di sini juga kita melihat, Yusuf meminta juru minuman itu agar mengingat Yusuf saat sudah keluar dari penjara. Akan tetapi, dia tidak menceritakan hal ihwal Yusuf kepada Firaun, dia lupa kepada Yusuf. Rupanya manusia tidak bisa diharapkan, siapapun itu. Kita hanya bisa berharap kepada Tuhan. Itu sebabnya di Kejadian 40:1 dan seterusnya akhirnya: Firaun bermimpi.

 

Mimpi Firaun…

1.       7 bulir gandum yang bernas, lalu muncul 7 bulir gandum yang kosong menelan 7 buli gandum yang bernas itu (Kejadian 41:1-4)

2.       7 lembu yang tambun dan gemuk muncul dari sungai Nil. Sesudah itu muncul 7 lembu yang kurus bangunnya menelan 7 lembu yang tambun dan gemuk itu (Kejadian 41:5-7)

 

Artinya: akan terjadi 7 tahun kelimpahan, sesudah itu muncullah 7 tahun kelaparan. Dan kelaparan itu akan menguruskeringkan dunia ini tanpa berbekas. Lalu hal itu pun diberitahukan kepada Firaun dan Firaun dengan semangat mengangkat Yusuf sebagai raja muda di Mesir. Lalu, Yusuf sebagai raja muda / penguasa di Mesir, mempersiapkan segala sesuatu untuk menghadapi 7 tahun kelaparan, yaitu; mengumpulkan gandum sebanyak-banyaknya selama 7 tahun kelimpahan. Sesudah 7 tahun kelimpahan berlalu, dunia kurus kering, termasuk Kanaan. Datanglah keluarga Kanaan ke Mesir membeli gandum kepada Yusuf. Pada saat itulah Yusuf membuka lumbung-lumbung, berarti; Firman Pengajaran Mempelai dibuka (Kejadian 41:56-57).

 

Lewat PPT ini Firman Pengajaran dibuka, di mulai dari Serang. Jika Tuhan menghendaki dibuka di berbagai-bagai daerah, dimana saja, bahkan di mancanegara. Di situlah terjadi kegerakan, persekutuan tubuh Kristus. Di mulai dari 70 orang di Kanaan, sampai akhirnya menjadi suatu bangsa yang besar di Mesir (Kejadian 46:27). Saudara-saudara Yusuf dipersekutukan oleh gandum rohani; Firman Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel, dibawa masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

 

Demikian juga Yesus, telah melakukannya di atas kayu salib (Yohanes 19:30-33). Tidak ada satupun tulang-tulang Yesus yang dipatahkan, sebab Ia sudah mati, itu namanya pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

 

Singkat kata, pada akhirnya Yesus menjadi Raja di atas segala raja, Tuan di atas segala tuan karena sudah berkemenangan. Demikian juga Yusuf, akhirnya, ia menjadi raja muda, mangku negara dan ia tetap menerima jubah yang maha indah. Jubah yang maha indah itu tetap melekat di dalam diri Yusuf. Di dalam jubah Yusuf tertulis suatu nama: Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan. Dari sikap/kelakuan/perbuatannya sudah tertulis bahwa: ia raja, bukan orang yang mudah goyah terhadap kenajisan percabulan. Ia bukan orang yang mudah goyah saat masuk penjara. Ia tetap seorang raja dan tuan. Tetapi banyak sekali orang Kristen, dari kelakuannya, tersirat bahwa ia tidak benar, tidak baik, tidak suci, tidak mulia sebab ia mudah goyah.

 

Malam ini kita sudah melihat, pada jubah-Nya tertulis suatu nama: Raja segala raja, Tuan segala tuan.

Kalau dia tercipta sebagai raja, dia akan tetap raja sampai selama-lamanya. Tidak akan berubah karena kenajisan percabulan, karena penjara dunia ini.

 

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang