IBADAH PENDALAMAN ALKITAB 05 MARET 2026
MALEAKHI 2:15
(Seri: 30)
Subtema: LIANGNYA SERIGALA (Seri 3)
Shalom.
Mula pertama saya mengucapkan syukur kepada TUHAN oleh
karena rahmat-Nya kita dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, kita boleh
datang menghadap Dia dan berada di dalam hadirat lewat Ibadah Pendalaman
Alkitab disertai perjamuan suci.
Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat
ketebusan TUHAN yang turut bergabung lewat online/live streaming atau
video internet baik lewat Youtube, Facebook atau media sosial lainnya yang
dapat diakses. Selanjutnya biarlah kiranya damai sejahtera dari Sorga bertakhta
di hidup kita, di tengah-tengah ruangan ini, di hati kita sehingga kita boleh
duduk diam dan tenang menikmati sabda ALLAH dekat kaki TUHAN.
Mari kita mengikuti Firman dari KITAB MALEAKHI
sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan
perjamuan suci. Kita akan membaca Maleakhi 2:15 yang merupakan seri yang
ke-30. Namun tetaplah berdoa dalam roh, mohon kemurahan hati TUHAN supaya
firman yang dibukakan meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.
Maleakhi 2:15
(2:15) Bukankah ALLAH
yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki
kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah
orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
ALLAH yang Esa memberkati laki-laki dan perempuan
sehingga keduanya menjadi satu daging, bukan dua. Kemudian, yang dikehendaki
dari kesatuan (nikah) itu ialah: KETURUNAN ILAHI.
Untuk mencapai keturunan Ilahi, ALLAH berfirman: “Jagalah
dirimu!”
Namun di dalam hal menjaga diri kita harus menggunakan
caranya TUHAN bukan cara manusia, tidak perlu berusaha menggunakan metode ini
dan itu, tidak perlu menggunakan cara-cara manusia duniawi, sebab Alkitab
berkata di dalam Mazmur 127:1 “… jikalau bukan TUHAN yang mengawal
kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.”
Terkait menjaga diri dengan caranya TUHAN kita awali dalam Keluaran 23:21.
Keluaran 23:20
(23:20) "Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu,
untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat
yang telah Kusediakan.
TUHAN mengutus seorang malaikat berjalan di depan umat
Israel, sama artinya: Gembala menuntun domba-domba.
Tujuan gembala menuntun domba-domba:
1.
Melindungi
domba-domba di jalan.
Bangsa Israel disebut kawanan domba ALLAH, itulah
sebabnya TUHAN mengutus malaikat ALLAH itulah gembala sidang untuk berjalan di
depan mereka, sehingga gembala menuntun perjalanan itu sendiri karena di tengah
jalan mereka dihadang bangsa-bangsa lain sebagai musuh mereka, dimulai dari;
bangsa Amalek, bangsa Amori, Moab, Midian dan Amon, bahkan Edom sendiri tidak
mengizinkan Israel lewat dari daerah mereka, namun TUHAN berfirman kepada
Israel “jangan engkau memerangi mereka, karena Edom (Esau) adalah saudara
sedaging dari pada Yakub (Israel).” Lagipula perjuangan kita bukan melawan
darah dan daging (manusia) tetapi melawan roh-roh jahat di udara itulah iblis
setan dengan segala tipu muslihatnya … Efesus 6:12.
2.
Untuk membawa
domba-domba ke tempat yang telah TUHAN sediakan.
Dari ayat ini kita mengetahui bahwa orang Kristen
tidak boleh datang hanya sekedar untuk beribadah namun orang Kristen harus
menyerahkan dirinya menjadi domba-domba untuk digembalakan.
Beribadah tidak sama dengan tergembala, beribadah bisa
di sembarang tempat, namun tergembala berarti menjadi domba yang digembalakan
dengan satu gembala dan satu kandang gembala.
Hal ini harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh,
namun banyak orang Kristen tidak memahami perbedaan antara beribadah dan
tergembala, mereka berpikir jika beribadah itu disebut domba tergembala
Dari ayat ini kita dapat melihat bahwa kita harus
menjadi domba yang digembalakan supaya kita ada di dalam rencana TUHAN, antara
lain:
1.
Mendapat
perlindungan dari TUHAN.
2.
Sampai dibawa ke
tempat yang telah TUHAN janjikan itulah tanah Kanaan, tanah air Sorgawi juga
dijanjikan TUHAN bagi kita untuk menjadi milik pusaka kita.
Keluaran 23:21
(23:21) Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarkanlah perkataannya, janganlah
engkau mendurhaka kepadanya, sebab pelanggaranmu tidak akan diampuninya,
sebab nama-Ku ada di dalam dia.
“Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarkanlah
perkataannya, janganlah engkau mendurhaka kepadanya.”
Pendeknya, menjaga diri dengan caranya TUHAN, artinya:
Menjadi domba-domba yang tergembala dengan baik dan benar.
Tanda seseorang tergembala:
-
Mendengar suara atau
perkataan gembala.
-
Jangan mendurhaka
atau memberontak kepada gembala.
Lebih rinci tentang: “DOMBA-DOMBA TERGEMBALA.”
Yohanes 10:3-4 -- Perikop: “Gembala yang baik.”
(10:3) Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan
suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan
menuntunnya ke luar. (10:4) Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar,
ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena
mereka mengenal suaranya.
Tanda domba-domba tergembala dengan baik dan benar:
1.
Domba-domba
mendengarkan suara gembala.
2.
Domba-domba
mengikuti gembala.
Tentang: DOMBA-DOMBA MENGIKUTI GEMBALA (Bagian 4).
Matius 8:18 -- Perikop: “Hal mengikut Yesus.”
(8:18) Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya,
Ia menyuruh bertolak ke seberang.
Yesus menyuruh murid-murid-Nya bertolak ke seberang.
Berarti, untuk berada di tempat lain maka anak-anak TUHAN harus melewati
atau menyeberangi lautan dunia.
-
Tempat
lain à Kebangkitan atau hidup.
-
Dunia
à Daerah maut atau kematian.
Jadi, untuk berada di tempat lain (kuasa kebangkitan)
maka harus melewati lautan dunia, sebab tidak selamanya kita berada di dalam
dunia ini maka kita harus melewati lautan dunia/maut supaya kita bangkit dan
hidup bersama dengan Dia.
Matius 8:19-20
(8:19) Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata
kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."
(8:20) Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang
dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai
tempat untuk meletakkan kepala-Nya."
Seorang ahli Taurat menyatakan dirinya akan mengikuti
Yesus kemana saja Yesus pergi. Namun Yesus berkata kepadanya: “Anak
Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” Artinya: Mengikut
TUHAN tetapi tidak menempatkan Kristus sebagai Kepala. Kehidupan semacam
ini mustahil dapat mengikut TUHAN. TUBUH TANPA KEPALA berarti tidak menempatkan
Kristus sebagai Kepala dalam dirinya.
Kalau mengikut TUHAN seharusnya TUHAN menjadi kepala
atas tubuh, namun tidak dengan ahli Taurat ini.
Dampak negatif TUBUH TANPA KEPALA:
1.
Menjadi
liangnya serigala.
2.
Menjadi
sarangnya burung.
CONTOH MENGIKUT TUHAN TANPA KEPALA.
Rut 1:3-5
(1:3) Kemudian matilah Elimelekh, suami Naomi,
sehingga perempuan itu tertinggal dengan kedua anaknya. (1:4) Keduanya
mengambil perempuan Moab: yang pertama bernama Orpa, yang kedua bernama
Rut; dan mereka diam di situ kira-kira sepuluh tahun lamanya. (1:5) Lalu
matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon, sehingga perempuan itu
kehilangan kedua anaknya dan suaminya.
Elimelekh beserta keluarganya berusaha mencari
penghidupan yang lebih baik namun harus meninggalkan Betlehem (rumah roti), setibanya
di tanah Moab matilah Elimelekh sehingga tinggALLAH Naomi bersama dengan kedua
anak laki-lakinya yakni Mahlon dan Kilyon.
Ini adalah pelajaran maka jangan tinggalkan Betlehem,
jangan tinggalkan rumah roti, jangan tinggalkan Israel dimana TUHAN bertakhta
supaya jangan mengalami kematian rohani.
Namun Mahlon dan Kilyon juga mati setelah keduanya
mengambil perempuan Moab.
Pendeknya, Naomi kehilangan orang-orang yang
dicintainya yakni kedua puteranya dan suaminya.
Rut 1:6
(1:6) Kemudian berkemaslah ia dengan kedua menantunya
dan ia pulang dari daerah Moab, sebab di daerah Moab ia mendengar bahwa TUHAN
telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka.
Pada akhirnya Naomi mendengar bahwa TUHAN
memperhatikan umat Israel atau dipulihkan dari kelaparan, maka berkemaslah dia
kembali ke Betlehem bersama-sama dengan kedua menantunya itu yaitu Rut dan
Orpa.
Singkat kata, dalam keadaan tubuh tanpa kepala Rut dan
Orpa mengikuti Naomi ke Betlehem.
Rut 1:14-15
(1:14) Menangis pula mereka dengan suara keras, lalu Orpa
mencium mertuanya itu minta diri, tetapi Rut tetap berpaut padanya. (1:15)
Berkatalah Naomi: "Telah pulang iparmu kepada bangsanya dan kepada para
ALLAHnya; pulanglah mengikuti iparmu itu."
Pada akhirnya, Orpa mencium mertuanya minta diri,
artinya: Orpa berhenti di tengah jalan untuk mengikuti Naomi ke Betlehem.
Kalau berhenti di tengah jalan dalam mengikut TUHAN
maka akan banyak kerugian, awalnya kita datang dengan segala pengorbanan, jerih
payah, perjuangan, namun pada akhirnya mengundurkan diri di tengah jalan karena
banyak perkara itu sangat merugikan diri sendiri baik lahir maupun batin.
Mengapa Orpa berhenti mengikuti Naomi?
Sebab di tengah pengikutan itu Rut dan Orpa tiga kali
diuji oleh Naomi.
1.
Rut
1:8, “…. Pergilah,
pulanglah masing-masing ke rumah ibunya; TUHAN kiranya menunjukkan kasih-Nya
kepadamu, seperti yang kamu tunjukkan kepada orang-orang yang telah mati itu
dan kepadaku.”
2.
Rut
1:11, “… Pulanglah,
anak-anakku, mengapakah kamu turut dengan aku? Bukankah tidak akan ada lagi
anak laki-laki yang kulahirkan untuk dijadikan suamimu nanti?”
3.
Rut
1:12-13, “Pulanglah,
anak-anakku, pergilah, sebab sudah terlalu tua aku untuk bersuami. Seandainya
pikirku: Ada harapan bagiku, dan sekalipun malam ini aku bersuami, bahkan
sekalipun aku masih melahirkan anak laki-laki, masakan kamu menanti sampai
mereka dewasa? Masakan karena itu kamu harus menahan diri dan tidak bersuami?
Janganlah kiranya demikian, anak-anakku, bukankah jauh lebih pahit yang aku
alami dari pada kamu, sebab tangan TUHAN teracung terhadap aku?”
Kalau kita mengikuti TUHAN memang harus melewati
ujian, tidak ada pengikutan tanpa ujian. Ternyata setelah Rut dan Orpa mengalami
ujian atas seizin TUHAN, Orpa kembali kepada ALLAHnya dan bangsanya,
inilah sebuah gambaran pengikutan jika tubuh tanpa kepala.
Oleh sebab itu, mustahil seseorang dapat mengikut TUHAN
apabila dia tidak menempatkan Kristus sebagai Kepala.
-
Pulang
kepada bangsanya, artinya:
Kembali kepada kenajisan percabulan dan diikuti dengan kekejian. Sebab, Moab
lahir dari kenajisan antara Lot dan puterinya.
-
Pulang
kepada ALLAHnya, artinya:
Hidup dalam penyembahan berhala, sebab bangsa Moab tidak mengenal ALLAH Israel.
Demikianlah keadaan seseorang tanpa menempatkan
Kristus sebagai Kepala. Hal ini harus kita perhatikan dan secara emosional
berkata “TUHAN aku mau mengikuti Engkau” namun dalam kehidupan sehari-hari
tidak menempatkan Kristus sebagai Kepala dalam dirinya, pengikutan semacam ini
tidak mungkin berhasil.
Matius 8:20
(8:20) Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai
liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak
mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."
Dampak negatif TUBUH TANPA KEPALA:
1.
Menjadi
liangnya serigala.
2.
Menjadi
sarangnya burung.
Keterangan: MENJADI LIANGNYA SERIGALA (bagian ketiga).
Menjadi liangnya serigala, artinya: Nabi-nabi palsu
menjadi kepala atas tubuh = Dikuasai atau dikepalai oleh nabi-nabi palsu.
2 Tesalonika 2:3 -- Perikop: “Kedurhakaan sebelum
kedatangan TUHAN.”
(2:3) Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan
cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu
murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus
binasa,
Sebelum hari TUHAN tiba harus datang dahulu: Murtad
dan manusia durhaka (pemberontak).
MURTAD = Mundur dari salib Kristus meskipun berada di
tengah-tengah ibadah.
1 Timotius 4:1-2 -- Perikop: “Tugas Timotius dalam
menghadapi pengajar sesat.”
(4:1) Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di
waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh
penyesat dan ajaran setan-setan (4:2) oleh tipu daya
pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.
Di hari-hari terakhir ada orang-orang murtad
lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan yang bersumber dari
pendusta-pendusta itulah NABI-NABI PALSU.
Mengapa mereka disebut pendusta? Karena hati nurani mereka memakai cap mereka,
tidak memakai cap dari ALLAH berarti melayani tanpa urapan Roh Kudus, sebaliknya
melayani dengan keinginan daging.
Singkat kata, orang yang murtad inilah yang menjadi liangnya
serigala = Menjadi liangnya nabi-nabi palsu, dengan lain kata, nabi-nabi
palsu menjadi kepala atas mereka, berarti bukan lagi Kristus menjadi Kepala.
Itu sebabnya ketika Ahli Taurat tadi mengaku sebagai
pengikut Kristus, TUHAN telah mengenal siapa dia.
1 Timotius 4:3
(4:3) Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan
makanan yang diciptakan ALLAH supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh
orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran.
Ajaran dari nabi-nabi palsu (ajaran setan-setan):
1.
Melarang
orang kawin.
Sama artinya:
-
Tubuh
tanpa kepala à Perempuan tanpa suami.
-
Kepala
tanpa tubuh à Laki-laki tanpa isteri.
Padahal
rancangan-rancangan ALLAH sangat besar untuk membawa gereja TUHAN masuk dalam
pesta nikah Anak Domba, sebagaimana yang tertulis dalam Wahyu 19:6-9.
2.
Melarang
orang makan makanan yang diciptakan ALLAH.
Makanan yang diciptakan ALLAH, dapat kita temukan di
dalam Yohanes 4:34.
Yohanes 4:34
(4:34) Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku
ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan
pekerjaan-Nya.
Makanan yang diciptakan ALLAH:
a.
Melakukan
kehendak ALLAH.
Untuk
melakukan kehendak ALLAH yang diperlukan adalah KETAATAN.
b.
Menyelesaikan
pekerjaan ALLAH.
Untuk
menyelesaikan pekerjaan ALLAH yang diperlukan adalah SETIA.
Inilah
makanan yang diciptakan ALLAH, tetapi makanan inilah yang dilarang oleh nabi-nabi
palsu kepada orang-orang murtad.
Nabi-nabi
palsu = kepala palsu.
Sebenarnya
makanan yang diciptakan ALLAH adalah makanan pokok bagi:
-
Orang
yang percaya.
-
Orang
yang telah mengenal kebenaran secara pribadi.
Kalau
kedua hal ini sudah menjadi makanan pokok dan dinikmati maka akan timbul ucapan
syukur setinggi-tingginya kepada TUHAN. Namun, nabi-nabi palsu berusaha untuk
meniadakannya.
Contoh lain menjadi LIANGNYA SERIGALA.
Wahyu 13:11 -- Perikop: “Binatang yang keluar dari
dalam bumi.”
(13:11) Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari
dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia
berbicara seperti seekor naga.
Binatang lain (binatang kedua) yang keluar dari dalam
bumi à Nabi-nabi palsu.
-
Parasnya seperti anak domba bertanduk dua, berarti nampaknya
mengenal penyembelihan itulah salib Kristus dan mengenal penyembahan itulah
penyerahan diri yang membawa kepada tanduk keselamatan.
-
Tapi,
mulutnya seperti seekor naga, berarti penuh dengan tipu muslihat.
Wahyu 13:12
(13:12) Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu
dijalankannya di depan matanya. Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua
penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh.
“Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu
dijalankannya di depan matanya.”
Banyak hamba TUHAN kelak bangga karena dipercaya
melayani oleh petinggi-petinggi atau penguasa-penguasa di bumi ini, tetapi
mestinya seorang hamba TUHAN lebih bangga jika TUHAN mempercayakan pelayanan tanpa
upah.
“Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya
menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh.”
Pelayanan dari nabi-nabi palsu membawa orang-orang
yang diam di bumi kepada penyembahan yang keliru yaitu menyembah binatang
yang pertama yang luka parahnya telah sembuh = MENYEMBAH ANTIKRIS.
Praktek nabi-nabi palsu menggiring kepada penyembahan
yang keliru:
Wahyu 13:13-14
(13:13) Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat,
bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang. (13:14)
Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah
diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia
menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk
menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu.
Nabi-nabi palsu (kepala palsu) mengadakan
tanda-tanda yang dahsyat atau mujizat-mujizat palsu, sehingga yang sakit
sembuh, yang buta melihat, yang lumpuh berjalan, juga mereka mengadakan
pengusiran setan, mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib sambil bernubuat atau
memberitakan Firman ALLAH.
Ayat ini sama dengan Matius 7:15, 22.
Matius 7:15 adalah serigala berbulu domba itulah nabi-nabi palsu.
Matius 7:22, pekerjaan dari serigala berbulu domba atau nabi-nabi
palsu ialah:
1.
Bernubuat demi nama TUHAN.
2.
Mengusir
setan demi nama TUHAN.
3.
Mengadakan
banyak mujizat demi nama TUHAN.
Tanda-tanda heran, mujizat-mujizat yang dilakukan oleh
nabi-nabi palsu itu semuanya disertai dengan bernubuat, jadi jika seseorang
tidak memiliki hikmat dari Mempelai Laki-Laki Sorga lewat Pengajaran Mempelai
dalam terangnya Tabernakel maka mustahil dia dapat melihat bahwa kepala palsu
ini adalah nabi-nabi palsu. Kita bisa menyoroti nabi palsu adalah kepala palsu
itu karena kita menerima hikmat dari pada Kepala Gereja, Mempelai Pria Sorga,
dari Firman pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.
Oleh sebab itu, kita patut bersyukur jika hari demi
hari hikmat dari Mempelai Laki-Laki Sorga diturunkan kepada kita sehingga mata
kita dapat mengenali dan dapat membedakan mana yang baik dan yang tidak baik.
Jika kita sudah mendapatkan kemurahan semacam ini maka
kita harus bahagia dan tidak ada alasan untuk menjauhkan diri dari kebahagiaan
semacam ini, berarti tidak ada alasan untuk bosan beribadah, sebab hanya orang
yang belum memiliki pengertian yang merasa bosan dan jengkel saat beribadah.
Apabila seseorang sudah memperoleh pengertian dari Sorga maka dia akan
dibahagiakan oleh Mempelai Laki-Laki dan dalam kebahagiaan itu kita punya
kerinduan untuk semakin dekat dari hari-hari yang lalu lewat ketekunan tiga macam
ibadah pokok, lalu menjamah ujung jubah berarti bergantung kepada kuasa
kebangkitan Yesus.
Setelah memiliki pengertian maka kita memiliki
kepastian dan memilih dimana tempat kita tergembala. Sebelum seseorang memiliki
pengertian, akan berpikir bahwa semua penggembalaan sama namun tidak semua
sama.
Selain mengadakan tanda-tanda heran mereka juga menurunkan
api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.
Api disini bukanlah api Roh Kudus yang turun dari
Sorga melainkan api hawa nafsu sehingga orang-orang yang diam di bumi mencari
dan memuaskan dirinya dengan kepuasan yang tidak wajar.
Banyak orang Kristen memanaskan dirinya dengan api
yang diturunkan nabi-nabi palsu, memuaskan diri dengan kepuasan yang tidak
wajar. Contoh kecil: Ketika seseorang datang kepada HP/gadget maka disitu
seseorang datang kepada setan untuk mencari penghiburan, itu api asing yang
diturunkan nabi-nabi palsu, akhirnya apabila ia datang beribadah dalam
ketekunan 3 macam ibadah pokok dia tidak dapat mengerti mana kepuasan yang
datang dari api Kristus bahkan dia tidak dapat menyembah tersungkur dengan hati
yang hancur. Dari sini kita dapat melihat nabi-nabi palsu adalah kepala palsu
yang mengepalai orang-orang yang hanya takjub kepada tanda-tanda heran, yang
hanya takjub kepada perbuatan-perbuatan ajaib dari nabi-nabi palsu.
Masihkah ada kebahagiaan yang kita rasakan saat datang
beribadah? Atau kebahagiaan itu lebih dirasakan dari api asing yang diturunkan
nabi-nabi palsu dari langit?
Jika tidak dapat menikmati penyembahan pada malam hari
ini dan seterusnya maka itu tanda bahwa seseorang sedang dibutakan oleh kepala
palsu, sedang masuk dalam kebahagiaan yang palsu dari api palsu.
Ulangan 13:2-4 --- Perikop: “Peringatan terhadap
penyembahan berhala dan ibadah yang sesat.”
(13:2) dan apabila tanda atau mujizat yang dikatakannya
kepadamu itu terjadi, dan ia membujuk: Mari kita mengikuti ALLAH lain, yang
tidak kaukenal, dan mari kita berbakti kepadanya, (13:3) maka janganlah
engkau mendengarkan perkataan nabi atau pemimpi itu; sebab TUHAN, ALLAHmu,
mencoba kamu untuk mengetahui, apakah kamu sungguh-sungguh mengasihi TUHAN, ALLAHmu,
dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu. (13:4) TUHAN, ALLAHmu,
harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada
perintah-Nya, suara-Nya harus kamu dengarkan, kepada-Nya harus kamu berbakti
dan berpaut.
Jangan kita meninggalkan Kristus Kepala hanya karena
perbuatan ajaib yang dilakukan nabi-nabi palsu, sebab hal itu terjadi atas
seizin TUHAN karena TUHAN mau melihat hati kita dan keberadaan kita di
tengah-tengah pengikutan kita kepada TUHAN: “apakah berpaut kepada Kristus
Kepala atau tidak?”
Jangan sampai karena mujizat terjadi dan mimpi yang
dilihat itu terjadi lalu kita dibujuk meninggalkan TUHAN dan meninggalkan salib
di Golgota, lalu menyembah kepada berhala-berhala berarti menuhankan perkara
yang lain.
Mujizat atau tanda-tanda heran dari nabi-nabi palsu
bukanlah tolak ukur dan bukan barometer, tetapi kita harus sangkal diri dan
pikul salib, Kristus tetap Kepala.
Mengikut TUHAN tanpa Kristus sebagai Kepala maka
pengikutan semacam ini pasti gagal di tengah jalan.
Kurang apalagi TUHAN kepada kita? Bukanlah seluruh isi
hatinya telah dicurahkan untuk kita tampung di wadah yang sempurna untuk TUHAN.
Kalau ada orang murtad dan hidupnya dikepalai oleh
kepala palsu yakni nabi-nabi palsu itu bukan salah TUHAN tetapi karena orang
itu tidak mengikuti rancangan-rancangan TUHAN yang sangat dalam pada hidupnya,
tidak peduli dengan pekerjaan-pekerjaan TUHAN yang begitu ajaib.
TUHAN tidak pernah berhutang namun kita yang berhutang
banyak kepada TUHAN tetapi terkadang kita kurang bersyukur kepada TUHAN.
Singkatnya, orang-orang yang menjadi liangnya serigala
ahirnya TERCERAI-BERAI dan berujung kepada KEBINASAAN. Ayat referensi: Yohanes
10:12, “sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan
pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan
domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan
domba-domba itu.”
Sampai hari ini rasanya kita terus diperhatikan oleh
Gembala Agung, saling ditegakkan di tengah ibadah dan nikah kita masing-masing,
karena itu satu-satunya cara untuk mengusir serigala berbulu domba. Namun,
gembala upahan akan lari karena dia tidak berani menyampaikan pengajaran salib.
Mujizat adalah karunia, tetapi memikul salib bukan
karunia itu adalah perjuangan di dalam hal mengasihi TUHAN, lebih dari segalanya.
Oleh sebab itu, takjublah melihat Yesus yang telah
memikul salib-Nya mulai dari taman Getsemani sampai ke bukit Golgota, mulai
dari doa penyembahan sampai ke penyerahan diri. Jadi, muka dari penyembahan
adalah penyerahan diri sampai perobekan daging (Tabir Bait Suci terbelah dua).
2 Petrus 2:1
(2:1) Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di
tengah-tengah umat ALLAH, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru
palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan,
bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan
jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.
Nabi-nabi palsu memasukkan pengajaran-pengajaran sesat
yang membinasakan, berarti mereka mengajar tetapi ajaran mereka membinasakan. Sebaliknya
TUHAN mengajar supaya kita memperoleh pengertian dan dari pengertian kita
memperoleh hikmat dan kekuatan.
Jadi, tujuan nabi palsu mengepalai orang murtad dan
orang yang kagum kepada mujizat itu hanya untuk membinasakan, oleh sebab itu
Yesus juga mengatakan kepada murid-murid di dalam Yohanes 10:10.
Yohanes 10:10-11
(10:10) Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh
dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan
mempunyainya dalam segala kelimpahan. (10:11) Akulah gembala yang
baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;
Pencuri datang untuk:
1.
Mencuri.
2.
Membunuh.
3.
Membinasakan.
Pencuri à Nabi-nabi palsu atau serigala berbulu domba atau
kepala palsu.
Sebaliknya Yesus datang, supaya mereka mempunyai
hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
Kalau kita mengerti kelimpahan kasih karunia maka kita
dapat mengerti orang lain dan dapat merasakan apa yang dirasakan orang lain.
Sebab sesudah kita merasakan apa yang dirasakan TUHAN maka kita dapat merasakan
apa yang dirasakan orang lain.
Akan tetapi Yesus adalah Gembala yang baik dan gembala
yang baik menyerahkan nyawanya bagi domba-dombanya.
Nyawa à Darah dan darah adalah hidup manusia. Maka, supaya
manusia hidup, Yesus harus menumpahkan darah-Nya di atas kayu salib.
Lukas 13:31-32
(13:31) Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan
berkata kepada Yesus: "Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes
hendak membunuh Engkau." (13:32) Jawab Yesus kepada mereka:
"Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan
menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku
akan selesai.
Yesus harus menderita sengsara dan mati di atas kayu
salib tetapi bangkit pada hari ketiga.
Dalam kuasa kebangkitan Yesus Kristus:
-
Kita
lepas dari ikatan setan.
-
Mengalami
kesembuhan atau pemulihan
oleh bilur-bilurnya.
Hosea 6:1-2
(6:1) "Mari, kita akan berbalik kepada TUHAN, sebab Dialah
yang telah menerkam dan yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul dan
yang akan membalut kita. (6:2) Ia akan menghidupkan kita sesudah dua
hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di
hadapan-Nya.
Yesus telah menderita sengsara dan mati di atas kayu
salib tetapi pada hari ketiga dia bangkit. Kandungan dari kuasa kebangkitan-Nya:
-
Dialah
yang telah menerkam dan yang akan menyembuhkan kita.
-
Yang
telah memukul dan yang akan membalut kita.
Dia adalah Singa dari suku Yehuda, apabila Dia mengaum
maka firman bagaikan pedang bermata dua, berarti Dia akan mengadakan penyucian.
Ketika mengadakan penyucian berarti daging ini dioperasi untuk mengambil
kelemahan dalam tubuh dan setelah itu dijahit.
Tidak mungkin kelemahan kita dapat diambil sebelum
kita dioperasi, namun sekalipun Dia yang melukai tetapi Dia yang membalut kita.
Namun awalnya saat pertama kali kita menerima Firman
Pengajaran dalam terangnya Tabernakel kita kaget dan berpikir “ko dipukuli, ko
dilukai”. Namun sekarang tidak ada lagi pertanyaan “kenapa dilukai, kenapa
dipukuli”, sebab Rasul Paulus bukan petinju sembarangan dan tidak memukul sembarangan
melainkan dia menyampaikan tepat sasaran supaya daging ini tumbang.
Hosea 6:3
(6:3) Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh
mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita
seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi."
Kalau kita hanya mendapat berkat dan melihat mujizat
kita belum mengenal Dia secara pribadi, namun jika kita satu dengan kuasa
kebangkitannya maka kita mengenal Dia secara pribadi, bukan lagi karena kata
Pendeta, saudara, orang lain, namun itu sudah menjadi pengalaman pribadi kita.
Oleh sebab itu, harus satu dalam pengalaman kematian
dan kebangkitan supaya kita mengenal TUHAN secara pribadi.
Yohanes 10:14-15
(10:14) Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal
domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku (10:15) sama seperti Bapa
mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi
domba-domba-Ku.
Mungkin pada saat ini kita masih samar-samar mengenal
Dia, namun pada akhirnya kita akan saling kenal mengenal berarti mengenal Dia
secara pribadi; sama seperti Bapa mengenal Anak dan Anak mengenal Bapa, karena
sudah menyatu.
Mengenal ALLAH secara pribadi berarti sama seperti
Anak dan Bapa satu seperti itu juga kita kepada ALLAH yang Esa, pribadi TUHAN
Yesus Kristus, Kepala Gereja dan Mempelai Pria Sorga.
Maka kenalilah mana kepala palsu dan kepala yang
benar. Amin.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA,
MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U.
Sitohang