IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 24 SEPTEMBER 2026
MALEAKHI 3:1A
(Seri: 12)
Subtema: DOMBA DOMBA SEMBELIHAN
Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena kemurahan hati TUHAN, kita semua dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, kita boleh datang menghadap Dia lewat ibadah pendalaman Alkitab, disertai dengan perjamuan suci.
Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN, yang turut bergabung lewat online, atau live streaming, atau video internet, baik dari Youtube, maupun Facebook, dimanapun saudara berada.
Selanjutnya, marilah kita mengikuti STUDY MALEAKHI sebagai firman penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab, disertai dengan perjamuan suci.
Mari kita mengikuti Maleakhi 3:1a, dan malam ini merupakan seri pemberitaan firman Allah untuk yang ke 12 kalinya, karena kemurahan TUHAN.
Namun tetaplah berdoa dalam Roh, mohonlah kemurahan dari TUHAN, supaya firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.
Maleakhi 3:1a
(3:1) Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.
Disini dikatakan: "… Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! ..."
Marilah kita melihat dan mengenali SURUHAN (UTUSAN TUHAN) yang mempersiapkan jalan di hadapan TUHAN dalam Matius 11.
Matius 11:10-11 (bagian 7) --- Perikop: “Yesus dan Yohanes Pembaptis.”
(11:10) Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu. (11:11) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.
Utusan yang mendahului Tuhan adalah YOHANES PEMBAPTIS.
Adapun tugas pokok Yohanes Pembaptis sebagai seorang utusan Tuhan adalah; mempersiapkan jalan bagi Tuhan.
Demikian juga dengan seorang hamba Tuhan, teramat lebih seorang gembala atau pemimpin sidang jemaat, mempunyai tugas pokok yaitu: mempersiapkan sidang jemaat di dalam hal menyongsong kedatangan Tuhan kembali ke dalam dunia yang fana ini untuk yang kedua kalinya, dimana Ia tampil:
Sebagai TUHAN yang harus DISEMBAH.
Sebagai Raja di atas segala raja dan Mempelai laki-laki Sorga.
Terkait: TUHAN YANG HARUS DISEMBAH.
Hal ini menunjukkan kepada kita, bahwasanya hidup rohani atau ibadah kita sudah seharusnya berada pada tingkat Ibadah yang tertinggi atau berada pada puncak ibadah, yaitu; Doa Penyembahan.
PENYEMBAHAN artinya; penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak Allah saja.
Mari kita melihat ukuran penyembahan yang ditentukan oleh TUHAN kepada umat ketebusan-Nya. Itu nampak dengan jelas di dalam injil Matius 27:50.
Matius 27:50.
(27:50) Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.
Disini kita melihat;
“Yesus berseru” -> penyembahan, terkait dengan cawan Allah yang harus diminum oleh Yesus, Anak Allah.
Minum cawan Allah artinya; menanggung penderitaan yang tidak harus ditanggung. Jadi, oleh karena dosa manusia, maka Yesus harus menderita sengsara di atas kayu salib, itu adalah cawan Allah yang harus diminum oleh Yesus Anak Allah.
“Yesus menyerahkan nyawanya”. Singkat kata, penyembahan = penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak Allah, yaitu; minum cawan Allah.
Inilah yang disebut tingkat ibadah yang tertinggi (puncak ibadah) yaitu Doa Penyembahan.
Jadi, ukuran dari suatu penyembahan (puncak ibadah) ialah;
Bukan dilihat pada saat Puji-pujian dan penyembahan (praise and worship) yang dinaikkan kepada TUHAN, walaupun saat menyembah memang ada suara pemujaan dan pengagungan kepada TUHAN .
Bukan dilihat pada saat berlutut, walaupun memang harus tersungkur, menggunakan leher untuk menundukan kepala di ujung kaki salib TUHAN.
Bukan juga diukur dari karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh El-Kudus yang dimiliki oleh seorang hamba TUHAN.
Umpama seorang hamba TUHAN memiliki karunia mengusir untuk setan. Memang setan terusir dari orang yang kerasukan setan, tetapi penyembahan bukan diukur dari karunia semacam ini.
Penyembahan yang sejati adalah; penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak Allah.
Jadi ibadah kita harus sampai kepada tingkat ibadah yang tertinggi (puncak ibadah) yaitu; Doa penyembahan, untuk menyongsong kedatangan-Nya kembali ke dalam dunia yang fana ini; dimana Ia tampil sebagai TUHAN yang harus disembah.
Sekarang …
Marilah kita melihat seorang hamba TUHAN yang telah membawa hidup rohaninya sampai kepada tingkat ibadah yang tertinggi (berada puncak ibadah) yaitu; Doa Penyembahan, dalam Roma 8.
Contohnya Rasul Paulus;
Roma 8:35-36
(8:35) Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? (8:36) Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."
Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? jawabnya; “tidak ada” sekalipun harus menghadapi tujuh perkara, antara lain: (1) penindasan, (2) kesesakan (3) penganiayaan, (4) kelaparan (5) ketelanjangan (6) bahaya (7) pedang.
7 (tujuh) perkara ini tidak akan bisa memisahkan kehidupan kita dari kasih Kristus, kasih Mempelai.
Banyak orang kristen membesar-besarkan masalah kecil, supaya dijadikan alasan untuk jauh dari kasih Kristus. Tapi Paulus tidaklah demikian. Ia tidak akan memisahkan hidupnya dari kasih Kristus, sekalipun menghadapi tujuh perkara tersebut. Ini contoh yang pantas untuk diteladani oleh umat TUHAN di hari-hari terakhir ini, terkait menantikan TUHAN yang harus disembah.
Tanda tidak terpisahkan dari kasih Kristus; “rela dianggap sebagai domba-domba sembelihan.” Mari kita lihat domba sembelihan secara rohani.
Mazmur 51:19
(51:19) Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.
Korban sembelihan yang sejati kepada TUHAN adalah:
“Jiwa yang hancur.”
Dalam hukum taurat ada istilah korban sembelihan, sehingga seorang imam harus mengambil seekor binatang, secara khusus domba jantan, lalu disembelih. Tetapi korban sembelihan yang sejati kepada TUHAN ialah jiwa yang hancur.
Saudara, jiwa hancur tidak asing bagi orang yang tulus dan murni hatinya sebab; sudah terbiasa difitnah dan terbiasa menghadapi tuduhan-tuduhan yang miring (tuduhan palsu). Ia tidak akan ngomel terhadap tuduhan palsu, meski memang tidak dipungkiri jiwa hancur.
Jadi korban sembelihan yang sejati bagi TUHAN ialah; jiwa yang hancur.
“Hati patah dan remuk,”
Hal ini akan dialami oleh anak-anak TUHAN saat ia mengorbankan cita-citanya demi cintanya kepada TUHAN. Orang muda seringkali patah hati ketika putus cinta. Tetapi bukan patah hati semacam ini yang TUHAN mau.
Yang TUHAN mau adalah saat ia mengorbankan cita-citanya, ia mengorbankan kepentingan dirinya, demi cintanya kepada TUHAN, demi mempertahankan ibadah dan pelayanan. Pada saat itulah; hatinya patah dan remuk, akan tetapi ia tidak perduli.
Demi mempertahankan ibadah dan pelayanannya kepada TUHAN, seringkali memang hati ini patah dan remuk, tapi tidak mengapa, sebab Alkitab berkata; tidak dipandang hina oleh TUHAN, berarti kehidupan semacam ini sungguh mulia di hadapan TUHAN. Jadi ukuran mulia adalah sejauh korban sembelihan dipersembahkan kepada TUHAN.
Perlu untuk kita ketahui; saat seorang hamba TUHAN ditahbiskan, maka TUHAN menuntut tiga korban binatang (Keluaran 29:1), diantaranya: dua ekor domba jantan.
KORBAN DOMBA JANTAN PERTAMA, disebutlah itu “korban bakaran”. Berarti dari kepala sampai ekornya semuanya hangus. Ini berbicara tentang penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak Allah.
Berbuat sesuatu yang baik, yang benar, suci dan mulia, tetapi masih hitung-hitungan, itu bukan korban bakaran. Namanya korban bakaran, berarti hangus; penyerahan diri sepenuhnya.
KORBAN JANTAN KEDUA, disebutlah itu “korban tatangan”, berbicara tentang “tahbisan”, berarti mengkhususkan (mentahbiskan) dirinya bagi TUHAN saja, sebagaimana yang tertulis di dalam Yohanes 17:17: “... Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran …” ini tanda dikhususkan (Hagiazo).
Roma 8:35
(8:35) Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
7 perkara akan terjadi, antara lain:
(1) penindasan, (2) kesesakan (3) penganiayaan, (4) kelaparan (5) ketelanjangan (6) bahaya (7) pedang.
Tujuh perkara tersebut dibagi menjadi dua bagian, antara lain:
BAGIAN PERTAMA; (1) penindasan, (2) kesesakan (3) penganiayaan, (4) bahaya (5) pedang.
Lima perkara ini merupakan indikator/alat ukur (variable) tampilnya antikris menjadi raja yang berkuasa serta memerintah bangsa-bangsa di atas muka bumi. Hal itu dibenarkan dalam perkataan TUHAN dalam Matius 20:25: “... "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. …”
Kemudian …
Matius 24:21
(24:21) Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.
“Terjadi suatu siksaan yang dahsyat” disebut juga masa kesesakan, sebab:
“Ketika antikris memerintah, mereka akan mengubah perintah dan ketetapan atau hukum-hukum yang datang dari Sorga, dari Allah.” Lalu mereka membuat suatu perintah dan aturan sendiri, sehingga bangsa-bangsa di bumi ini mengalami siksaan yang dahsyat.
Kita tahu hukum TUHAN adalah hukum yang memerdekakan kita. Hukum TUHAN adalah suatu ketetapan yang begitu ajaib yaitu:
Mengadakan sesuatu dari yang tidak ada,
Bahkan menghidupkan orang yang mati.
Maka hukum TUHAN (firman TUHAN) disebut juga firman iman, firman kasih karunia, mengadakan sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada, sampai menghidupkan kita bangsa kafir. Tapi rupanya, ketika antikris menjadi raja, mereka memerintah dengan perintah (aturan/hukum) yang dibuat sendiri, ganti dari perintah (ketetapan TUHAN). Ini menimbulkan siksaan yang dahsyat, kesesakan yang luar biasa dialami oleh penduduk bumi.
Sebab itu, selama TUHAN memberi nafas hidup (hayat dikandung badan) hargai firman Allah yang TUHAN percayakan kepada kita lewat ketekunan tiga macam ibadah pokok, karena dari dalam Firman TUHAN keluar iman dan kemurahan.
“antikris menjalankan kuasa dengan paksa” sebab mereka menyingkirkan (menolak) kuasa dari Sorga dari Allah, dari tempat yang maha tinggi.
Kita tau kuasa dari sorga, dari Allah dijalankan dengan sistem kemurahan. TUHAN berkuasa dalam kemurahanNya, TUHAN berkuasa bukan dengan sistem paksa. Dia Raja, Dia berkuasa, kekuasaanNya dijalankan dengan sistem kemurahan, bukan sistem paksa (otoriter).
Saya beri contoh sederhana; saudara tau tentang ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok, artinya dengan pola Tabernakel kita mesti tekun dalam tiga macam ibadah pokok.
Tapi ada saja di antara kita yang tidak peduli dengan ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Namun sekalipun demikian, TUHAN tidak memaksamu untuk tekun dalam tiga macam ibadah pokok, TUHAN tidak memaksa dengan menggeret-geret (menyeret) di jalan raya untuk masuk dalam gereja (beribadah kepada TUHAN).
TUHAN Raja, Dia berkuasa, duduk di atas takhta kemuliaan, tapi Dia menjalankan kekuasaanNya dengan sistem kemurahan. Sebab itu, kemurahan yang dari Sorga harus dihargai selagi masih ada kesempatan, sebab satu kali kemurahan yang keluar dari kuasa TUHAN akan disingkirkan, bilamana antikris menjadi raja. Disitulah terjadi siksaan yang dahsyat, dialami semua penduduk bumi. Jadi kalau lain pikiran kita dari kebenaran yang dari Sorga, perlu sekarang ditinjau kembali.
BUKTI ANTIKRIS MENGADAKAN SISTEM PAKSAAN
2 Tesalonika 2:3-4
(2:3) Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, (2:4) yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.
Antikris duduk di bait Allah, dan mau menyatakan diri sebagai Allah. Maka pada saat itulah orang-orang dipaksa untuk menyembah antikris, karena antikris telah meninggikan dirinya di hadapan Allah, duduk di bait Allah, menyatakan diri sebagai Allah.
Pendeknya, antikris menyingkirkan kekuasaan Allah dari bait Allah, lalu orang-orang dipaksa untuk menyembah antikris.
Simulasi dengan sistem paksaan ini sudah pernah terjadi, yaitu:
Orang yang bekerja di sebuah perusahaan dipaksa menerima sesuatu.
Anak-anak sekolah duduk dibangku SD dan SMP dan SMA juga dipaksa untuk menerima sesuatu.
Waktu itu anak kami yang sulung, koko Isai masih kelas 1 SMP (salah satu SMP di Cilegon) dipaksa. Hingga naik kelas dua juga dipaksa. Tapi kami bertahan, karena saya tau itu bukan datang dari TUHAN. Kemudian sampai kelas 3 juga tetap dipaksa.
Saudara, perlu penyembahan yang tinggi di hadapan TUHAN, tidak boleh main-main, supaya lepas dari sistem paksaan tersebut. Sebab itu, saya pertaruhkan hidup saya di kaki salib, bukan hanya satu jam. Berjam-jam saya harus bayar harga untuk menghadapi sistem paksaan ini.
Oleh sebab itu, janganlah kita menganggap enteng apalagi bermain-main dalam mengikut TUHAN.
Sebenarnya kalau sadar, orang yang bermain-main mengikut Tuhan, nyawanya sudah berada di ujung tanduk. Tetapi karena tidak sadar, maka ia menganggap enteng semuanya, meskipun nyawa sudah berada di ujung tanduk. Tapi banyak sekali orang kristen tidak peduli.
Saya tidak tahu apakah dengan pengertian malam ini saudara masih tetap taruh nyawa saudara seperti telur di ujung tanduk?
Jadi, andaikata tidak ada penyembahan, anak kami Isai David Sitohang sudah kena sistem “paksaan”. Saya bersyukur dan berterimakasih kepada TUHAN. Kami sebagai orang tua sehati sejalan dengan anak kami, dia tidak lawan saya. Itu perlunya sidang jemaat sebagai anak-anak rohani dengar-dengaran kepada firman penggembalaan. Pendeknya, bila domba-domba sehati dengan penggembalaan pasti dibela oleh TUHAN.
ADA DUA CARA DIGUNAKAN SUPAYA ORANG-ORANG MENYEMBAH ANTIKRIS
CARA PERTAMA, ialah; dengan cara yang halus, dimana antikris mengadakan mujizat kesembuhan.
Namanya halus, tidak bisa dirasakan (tidak bisa membedakan) mana yang baik, mana yang tidak baik.
Wahyu 13:3 -- Perikop: “Bintang yang keluar dari dalam laut.”
(13:3) Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu.
Singkat kata, disini antikris mengadakan mujizat kesembuhan.
Kemudian oleh mujizat kesembuhan itu; “seluruh dunia heran”, lalu mengikut binatang itu (antikris).
Inilah cara yang halus; lewat mujizat kesembuhan, akhirnya seluruh penduduk bumi menjadi pengikut antikris.
Selanjutnya, orang-orang yang mengikuti antikris dibawa sampai kemana?
Jawabnya; akan dibawa sampai kepada penyembahan tertinggi dari setan. Kita akan melihat hal itu…
Wahyu 13:4
(13:4) Dan mereka menyembah naga itu, karena ia memberikan kekuasaan kepada binatang itu. Dan mereka menyembah binatang itu, sambil berkata: "Siapakah yang sama seperti binatang ini? Dan siapakah yang dapat berperang melawan dia?"
Pengikut-pengikut antikris berkata:
“Siapakah yang sama seperti binatang ini?”
Hanya karena mujizat kesembuhan, orang-orang yang mengikuti antikris merasa bahwa antikris lebih hebat dari TUHAN.
“Dan siapakah yang dapat berperang melawan dia?”
Hanya karena kecanggihan dan kemutakhiran teknologi, akhirnya mereka berkata; siapa yang sanggup berhadapan dengan antikris.
Antikris sanggup menciptakan teknologi yang canggih dan mutakhir.
Ini cara yang halus sekali, yaitu lewat mujizat kesembuhan. Kalau orang tidak memiliki pengertian lewat pembukaan rahasia firman, maka ia tetap menjadi orang yang bodoh.
Tetapi oleh pengertian lewat pembukaan rahasia firman yang kita terima dalam pertemuan-pertemuan ibadah, menyatu di hati dan pikiran kita, niscaya kita menjadi satu kehidupan yang bijaksana, berakal budi, berpengertian, sebab dapat membedakan mana pekerjaan setan, mana pekerjaan TUHAN
Waktu yang tersisa ini tinggal sedikit lagi, jangan saudara membuat nyawa saudara di ujung tanduk.
Saya mendapat laporan dari pelayan TUHAN yang bertugas di bagian penayangan secara online/live streaming, dari firman yang ditayangkan, ada yang kontra, tapi ada banyak yang pro.
Baru-baru ini ada lagi yang berkomentar; khotbah ini benar, karena menurut pengakuannya ia pernah bermimpi; memang akan terjadi tujuh tahun kelimpahan, dimulai dari tahun 2020 sampai tahun 2027. Sebetulnya khotbah ini sudah lama, tapi mungkin dia baru mendengar.
Pendeknya, mujizat kesembuhan yang diadakan antikris, itu adalah cara yang halus. Oleh karena mujizat kesembuhan itu banyak orang di bumi ini menjadi pengikut antikris. Kemudian orang-orang yang mengikuti antikris akan dibawa sampai kepada puncaknya, yaitu; menyembah naga dan menyembah antikris.
Alasan untuk menyembah naga, karena naga memberikan kekuasaan yang besar, takhta, dan kekuatannya kepada antikris.
Alasan menyembah antikris; karena antikris mengadakan mujizat kesembuhan.
Antikris adalah orang pandai, orang hebat, sanggup menciptakan sesuatu, termasuk teknologi yang canggih dan mutakhir. Oleh karena teknologi yang canggih dan mutakhir, akhirnya pengikut-pengikut antikris berkata; siapakah yang sama dengan binatang ini dan siapakah yang dapat berperang melawan dia? Mereka lupa, mereka berasal darimana, lupa kalau mereka keluar dari rahim ibunya. TUHAN yang membentuk, TUHAN yang menenun kita dari sejak masa kandungan rohani, lalu dilahirkan oleh benih ilahi; firman Allah, Roh Allah dan kasih Allah.
Perlu untuk kita pahami: kita dibentuk dan ditenun/dipintal dari sejak rahim, lebih indah dari pakaian salomo, dia lupa kebenaran semacam ini.
Memang setan sering sekali merusak alam sadar manusia dengan cara-cara yang halus, yaitu lewat mujizat kesembuhan.
Wahyu 13:14
(13:14) Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu.
Kemudian pada akhirnya, orang-orang yang mengikuti antikris disuruh untuk mendirikan patung antikris, selanjutnya patung berhala (patung antkris) itu disembah.
Mengapa mereka mendirikan patung antikris? jawabnya; mereka diajar untuk menghormati, dengan lain kata diajar untuk bersyukur berterimakasih, karena mujizat kesembuhan yang diadakan oleh antikris. Tidakkah hal itu sudah terjadi di tahun 2020, ketika gempa bumi melanda seantero dunia lewat covid 19, lalu orang-orang yang menerima pemberiaan dengan cara paksa itu mengucap syukur, berterima kasih. Disesatkan kok jadi bersyukur, disesatkan kok jadi berterimakasih, aneh bukan?!
Mereka (antikris) dihormati, karena dia pernah berjasa, tetapi sebetulnya jasa itu membinasakan. TUHANLAH kiranya yang memanjangkan pengertian itu di hati saudara. Dan saya berdoa, kiranya TUHAN memberikan pengertian itu kepada saudara.
CARA KEDUA: Dengan cara yang kasar/paksa.
Hal itu nampak dalam …
Wahyu 13:16-17
(13:16) Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, (13:17) dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
Kepada semua penduduk bumi, dengan berbagai lapisan masyarakat “diberi tanda pada tangan kanan atau pada dahi mereka”. Tujuannya: supaya mereka bebas untuk membeli dan bebas untuk menjual.
Waktu covid-19 melanda seantero dunia, semua orang tidak bebas untuk melakukan aktivitas, termasuk aktivitas jual beli. Aktivitas jual beli bisa terjadi dengan syarat menerima tanda di tangan kanan ataupun di dahi mereka, disebutlah itu roh jual beli (roh antikris).
Pendeknya, roh antikris adalah roh jual beli.
Sebetulnya tangan kanan itu berbicara perbuatan hidup. Sedangkan dahi itu berbicara soal alam pikiran. Jadi sampai kesitu tanda itu merasuk (menyatu). Ini sistem paksaan.
Adapun tanda binatang itu adalah 666, dan itu adalah bilangan manusia … Wahyu 13:18.
Angka 6 itu angka manusia, sementara manusia itu terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh.
Angka 6 pertama; tubuh dikuasai daging.
Angka 6 kedua; jiwa dikuasai daging.
Angka 6 ketiga; roh telah dikuasai daging.
Itulah yang terjadi bilamana angka 666 ini diterima oleh setiap orang.
Wahyu 13:7
(13:7) Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa.
Antikris akan memerangi orang-orang kudus dan mengalahkan mereka. Hal itu terjadi pada saat antikris menjadi raja, yang memuncak pada 3.5 tahun yang kedua.
Wahyu 13:8
(13:8) Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.
Jadi, siapakah orang-orang yang menyembah antikris dengan cara yang halus dan dipaksa? jawabnya; mereka itu adalah orang-orang yang namanya tidak tertulis dalam kitab kehidupan anak domba yang telah disembelih, menunjuk; orang-orang yang ibadahnya tidak sampai kepada tingkat yang tertinggi, tidak sampai kepada puncak ibadah, yaitu; Doa Penyembahan.
Yesus Anak Allah yang telah disembelih, demikian juga Rasul Paulus di tengah ibadah dan pelayanan, telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan -> DOA PENYEMBAHAN.
Jadi, ibadah ini harus sampai kepada tingkat yang tertinggi (puncak ibadah), yaitu; Doa Penyembahan. Sehingga namanya tertulis dalam kitab kehidupan Anak Domba yang telah disembelih.
Wahyu 13:9-10
(13:9) Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar! (13:10) Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang.
Pada saat antikris menjadi raja, pada saat itu:
Ada orang yang ditentukan untuk ditawan, berarti masuk dalam aniaya atau diinjak-injak oleh antikris disebutlah itu bahaya (maut).
Ada yang ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, karena mempertahankan nama TUHAN, lehernya rela digorok oleh pedang antikris, ini yang disebut dengan mati martir.
Roma 8:35
(8:35) Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
Tujuh perkara ini dibagi dalam dua bagian.
Bagian pertama: Penindasan, kesesakan, penganiayaan, bahaya, dan pedang.
Lima perkara ini adalah indikator tampilnya antikris menjadi raja, disitu ada siksaan yang dahsyat. Dan kita sudah melihat semuanya itu, sampai yang terakhir;
Ada yang ditentukan untuk “ditawan” = bahaya (maut).
Ada yang ditentukan untuk “dibunuh dengan pedang” karena mempertahankan nama TUHAN, sebab ibadahnya tidak sampai kepada puncaknya, akhirnya dia relakan lehernya digorok.
Sebab itu, gunakanlah leher untuk menundukkan kepala di ujung kaki salib selagi masih ada waktu. Jangan kita menyelamatkan diri dengan cara mempertaruhkan leher ke pedang antikris. Lebih baik sekarang ini kita menggunakan leher untuk menundukkan kepala di ujung kaki salib, daripada nanti selamat tapi menyerahkan leher untuk digorok oleh pedang antikris.
Jadi adanya tujuh perkara ini adalah alat ukur (Variabel/indikator) tampilnya antikris menjadi raja. Dan kita sudah melihat dinamika yang ada, betul-betul ada siksaan yang dahsyat, karena
Mereka merubah aturan (perintah/ketetapan) dari sorga. Tadinya ada dalam kasih karunia, ada firman iman; sanggup mengadakan sesuatu dari yang tidak ada, kemudian firman Allah menghidupkan yang mati.
Mereka mengambil alih kekuasaan dari TUHAN. Padahal TUHAN menjalankan kekuasaanNya itu dengan sistem kemurahan saja, tidak dengan sistem paksa.
Kita sudah mengikuti penjelasan dari tujuh perkara, secara khusus lima hal pada bagian pertama, yang memang adalah alat ukur (indikator) dari kehadiran antikris sebagai raja di atas muka bumi.
Sekarang kita akan mengikuti …
BAGIAN KEDUA: Kelaparan dan ketelanjangan.
Dua perkara tersebut juga adalah indikator tampilnya antikris menjadi raja atas seantero dunia.
Mari kita melihat itu dalam Daniel 11:31, kemudian Daniel 9:27.
Daniel 9:27a.
(9:27) Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu."
Antikris menjadi raja yang berkuasa memerintah atas seantero dunia, selama 7 (tujuh) tahun.
7 (Tujuh) tahun dibagi menjadi dua bagian:
3.5 tahun yang pertama, disebutlah itu PRA-ANIAYA, sebab pada masa itu ibadah memang masih bisa dijalankan, tetapi sudah sulit. Tandanya; harga firman Allah menjadi mahal, yaitu; secupak gandum sedinar, tiga cupak jelai sedinar (wahyu 6:6). Tetapi Alkitab berkata; jangan rusakan minyak dan anggur.
“Jangan rusakkan minyak.” Minyak dipergunakan supaya pelita tetap menyala.
Kita bisa melihat ketika 10 (sepuluh) gadis menyongsong mempelai laki-laki; lima diantaranya bijaksana, lima diantaranya bodoh.
“Lima gadis yang bijaksana membawa pelita + minyak dalam buli-buli sebagai persediaan.” Mengapa harus ada minyak persediaan? jawabnya; karena kedatangan TUHAN untuk yang kedua kalinya tidak ada yang tahu, Anakpun tidak tahu. Sebab itu kita perlu membawa pelita + minyak dalam buli-buli sebagai persediaan.
“Sementara lima gadis yang bodoh, mereka hanya membawa pelita tanpa membawa minyak persediaan dalam buli-buli”
Proses untuk menghasilkan minyak dari buah pohon zaitun, terlebih dahulu ditumbuk, sampai hancur. Dalam keadaan hancur, disitulah ia diperas untuk menghasilkan minyak, sehingga pelita tetap menyala.
Sedangkan lima gadis yang bodoh, hanya membawa pelita, tanpa membawa minyak persediaan. Itu berarti 5 gadis bodoh menolak untuk ditumbuk seperti yang dialami oleh Yesus Kristus; yang sudah mengalami penumbukkan di atas kayu salib, Dia dihancurkan, dipecahkan, untuk selanjutnya diperas dan menghasilkan minyak urapan. Minyak tidak boleh dirusak.
“Jangan rusakkan anggur” -> sukacita mempelai.
Bangunlah hubunganmu dengan TUHAN, tandanya hidup dalam Doa Penyembahan, disertai dengan bahasa lidah.
Jangan rusakkan anggur sukacita mempelai, yaitu; hubungan intim dengan TUHAN lewat doa penyembahan.
Jangan jauh dari TUHAN, jangan jauh dari kasih Mempelai, dan sukacita Mempelai.
3.5 tahun yang kedua itulah klimaks dari kekuasaan antikris, pada saat itulah antikris menghentikan “korban sehari-hari” itulah korban sembelihan dan korban santapan.
“Korban sembelihan” -> Ibadah pelayanan disertai sangkal diri, pikul salib, sampai berdarah-darah.
“Korban santapan” -> Pengajaran firman Allah yang murni dan benar. Inilah yang harus kita santap (konsumsi) supaya jangan kita lapar dan haus.
DAMPAK NEGATIF MENGHENTIKAN KORBAN SEHARI-HARI
Dampak negatif menghentikan korban sembelihan; orang-orang tidak mendapat kesempatan untuk bertobat, karena darah Yesus tidak berlaku lagi disitu.
Ibrani 10:22-24 -- Perikop: “Ketekunan”
(10:22) Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. (10:23) Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia. (10:24) Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.
Berbicara tentang ketekunan tiga macam ibadah pokok sesuai dengan perikop yang ada.
Pada ayat 22 kita menemukan kata IMAN -> Ketekunan ibadah Pendalam Alkitab disertai dengan perjamuan suci.
Pada ayat 23 kita menemukan kata PENGHARAPAN -> Ketekunan Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian Roh.
Pada ayat 24 kita menemukan kata KASIH -> Ketekunan Ibadah Doa Penyembahan.
Jadi, harus tekun tiga macam ibadah pokok.
Ibrani 10:25
(10:25) Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
Di hari-hari terakhir ini, jangan kita menjauhkan diri dari ketekunan tiga macam ibadah pokok. Tetapi marilah kita:
“saling menasehati.”
Suami bisa ingatkan istri, atau istri bisa ingatkan suami, supaya jangan jauh dari ketekunan tiga macam ibadah pokok. Orang tua ingatkan anakmu, supaya jangan jauh dari ketekunan tiga macam ibadah pokok. Anak juga perlu mengingatkan orang tua, supaya jangan jauh dari ketekunan tiga macam ibadah pokok. Satu dengan yang lain, saudara bersaudara perlu saling mengingatkan, saling menasehati supaya jangan jauh dari ketekunan tiga macam ibadah pokok.
“Saling giat melakukannya.”
Semakin giat, berarti semakin meningkat, baik penyerahan diri semakin meningkat, maupun kemauan dan kerelaan dari TUHAN juga semakin meningkat, bukan semakin kendor, bukan semakin menurun. Saya ingatkan kembali kaum muda/mudi kalau mau mencari pasangan, carilah pasangan yang seimbang, karena menikah adalah seumur hidup, dan tidak boleh berpisah. Maka carilah pasangan yang seimbang yang bisa saling menasehati dan semakin giat melakukannya. Orang bisa semakin kendor setelah menikah.
Di hari-hari terakhir ini kita harus saling menasihati dan semakin giat melakukannya, giat dalam ketekunan tiga macam ibadah pokok.
DAMPAK NEGATIF menghentikan korban sembelihan, Ibrani 10:26: “.. tidak ada korban menghapus dosanya ..” Darah Yesus tidak berlaku lagi atas dia, darah Yesus tidak akan mengampuni dia lagi, berarti tidak ada lagi pertobatan untuk menyelamatkan dirinya, tidak ada lagi kesempatan untuk diselamatkan.
Pengertian tentang ketekunan tiga macam ibadah pokok telah diuraikan berkali-kali dan telah ratusan kalinya diajarkan, dan kita sudah memperoleh pengertian. Tetapi apabila dengan sengaja menolak untuk tekun tiga macam ibadah pokok, maka darah Yesus tidak berlaku atas dia. Apalagi kalau seorang imam turun dari pelayanan, itu lebih bahaya, darah Yesus tidak berlaku atas dia. Kalau seorang jemaat tidak mengerti pelayanan, lalu mundur, ini sangat mudah sekali ditolong. Tetapi kalau sudah mendapat pengertian tentang ketekunan tiga macam ibadah pokok lewat Pengajaran Mempelai dan Pengajaran Tabernakel sorgawi, tetapi dengan sengaja mundur dari pelayanan dan mundur dari ketekunan tiga macam ibadah pokok, maka darah Yesus tidak berlaku atas orang semacam ini, sampai kiamat dunia tidak akan bertobat, alkitab yang berkata, bukan untuk menakut-nakuti. Sudah memperoleh pengertian tentang ketekunan tiga macam ibadah pokok, dia sudah mengerti tentang imamat rajani, tetapi dia turun atau terjun bebas, sama artinya bunuh diri, karena darah Yesus tidak berlaku atas dia.
Ibrani 10:27
(10:27) Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.
Jauh dari ketekunan tiga macam ibadah pokok, disebutlah itu pendurhakaan, seperti antikris dan akhirnya ia binasa dan dilemparkan ke dalam api neraka, dia dihanguskan di dalam api neraka. Namanya hangus, berarti tidak ada lagi wujud kehidupan di dalam dirinya.
Dampak negatif menghentikan korban santapan.
Amos 8:11
(8:11) "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN.
Satu kali nanti TUHAN akan mengirimkan kelaparan atas seantero dunia, bukan lapar karena makanan, bukan pula haus karena minuman, tetapi lapar haus akan mendengarkan firman TUHAN.
Sampai pada hari ini kita masih dipuaskan (dikenyangkan) lewat pembukaan rahasia firman yang kita dengar di malam ini, bukan?
Amos 8:12-14
(8:12) Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya. (8:13) Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus; (8:14) mereka yang bersumpah demi Asima, dewi Samaria dan yang berkata: Demi allahmu yang hidup, hai Dan! serta: Demi dewa kekasihmu yang hidup, hai Bersyeba! mereka itu akan rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi."
Ketika terjadi kelaparan yang dahsyat atas dunia ini, maka; Orang-orang akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari Utara ke Timur untuk mencari firman, tetapi mereka tidak mendapatkannya. Akhirnya anak-anak darah yang cantik, juga teruna-teruna rebah dan tidak bangkit-bangkit = binasa, sebab;
Ketika “mengembara dari laut ke laut,” yang mereka temukan adalah ajaran laut atau ajaran antikris, itulah kenajisan percabulan dan kekejian.
Ketika mereka “menjelajah dari Utara ke Timur” yang mereka temukan adalah ajaran bumi, ajaran nabi-nabi palsu yang menyesatkan dan membinasakan, mereka tidak menemukan ajaran TUHAN. Itu sebabnya, anak-anak darah yang cantik dan teruna-teruna rebah dan tidak bangkit-bangkit = binasa.
Inilah yang terjadi bila korban santapan dihentikan.
JALAN KELUARNYA
Matius 26:36-38
(26:36) Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa." (26:37) Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, (26:38) lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."
Yesus membawa murid-murid ke taman Getsemani.
Kemudian dari titik pertama Yesus membawa tiga murid ke titik kedua; yaitu Yakobus, Petrus, Yohanes.
Titik pertama bila dikaitkan dengan pola Tabernakel, terkena pada HALAMAN.
Di halaman ada dua alat:
Mezbah korban bakaran.
Kolam pembasuhan tembaga.
Singkat kata, daerah halaman adalah daerah pembenaran.
Setelah dibenarkan oleh 2 (dua) alat di daerah HALAMAN, kita harus lanjut kepada Ruangan Suci, sama seperti tiga murid, itulah; Yakobus, Petrus, Yohanes, berada pada titik kedua, bila dikaitkan dengan pola Tabernakel terkena pada RUANGAN SUCI.
Di Ruangan suci terdapat 3 (tiga) macam alat -> ketekunan tiga macam ibadah pokok:
Meja Roti Sajian berbicara tentang IMAN, itulah pribadi YAKOBUS -> ketekunan Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci.
Pelita Emas berbicara tentang, PENGHARAPAN, itulah pribadi PETRUS -> Ketekunan Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian Roh.
Mezbah Dupa berbicara tentang; KAIH, itulah pribadi YOHANES -> ketekunan Ibadah Doa Penyembahan.
Itulah titik yang kedua, ada di Ruangan Suci untuk tekun dalam tiga macam ibadah pokok.
Perlu untuk diketahui; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok adalah sarana untuk membawa kita sampai kepada tingkat ibadah yang tertinggi, yaitu; Doa Penyembahan. Itu sebabnya TUHAN berkata kepada murid-murid pada ayat 38; “tinggallah disini”, artinya; tekunlah dalam tiga macam ibadah pokok.
Tekun dalam tiga macam ibadah pokok adalah; sarana untuk membawa kita sampai kepada puncak ibadah, yaitu; doa Penyembahan. Ketika ibadah kita sudah sampai pada doa penyembahan, disebutlah itu “berjaga-jaga”
Kenapa harus berada pada puncak ibadah? atau kenapa harus berjaga-jaga? jawabanya;
Kita tidak tahu kapan TUHAN datang, Anakpun tidak tau.
Dengan berjaga-jaga kita sanggup melewati puncak pencobaan yaitu; ketika antikris menjadi raja selama tujuh tahun, yang memuncak pada 3.5 tahun yang kedua. Itu sebabnya TUHAN menolong ibadah kita dengan menggunakan pola Tabernakel.
PUNCAK IBADAH MENURUT POLA TABERNAKEL
Matius 26:40-41
(26:40) Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? (26:41) Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."
Kita harus berada pada tingkat ibadah yang tertinggi (puncak ibadah), yaitu; doa Penyembahan = berada di zona berjaga-jaga satu jam.
Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan yang memuncak pada saat antikris menjadi raja yang berkuasa pada 3.5 tahun yang kedua. Ini jalan keluarnya.
Skema yang digunakan oleh TUHAN Yesus kepada murid-murid di Taman Getsemani, yaitu; pengajaran Tabernakel.
Matius 27:50 : “… Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya….” Pendeknya, penyembahan artinya; penyerahan diri sepenuh, sebagai puncak ibadah.
Kemudian Matius 27:51: “… tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah bawah …” artinya: terjadi perobekan daging sebagai jalan untuk masuk dalam kerajaan Sorga (Ibrani 10:19-20).
Inilah terkait dengan doa penyembahan.
Tadi sudah saya sampaikan; Yohanes pembaptis diutus untuk mempersiapkan jalan bagi TUHAN. Juga Gembala sidang (pemimpin jemaat) mempunyai tugas pokok yaitu; mempersiapkan sidang jemaat di dalam hal menghadapi kedatangan TUHAN kembali, tampil sebagai Allah yang harus disembah. Oleh sebab itu, ibadah kita harus berada sampai pada puncaknya yaitu; Doa Penyembahan.
Ibrani 10:19-20
(10:19) Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, (10:20) karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,
Tidak ada cara lain selain berada pada tingkat ibadah tertinggi (puncak ibadah), yaitu; Doa penyembahan. Karena ketika berada pada puncak ibadah; Doa penyembahan, disitu kita mengalami perobekan daging, berarti jalan ke tempat kudus itu sudah terbuka.
Jika TUHAN kehendaki di minggu yang akan datang kita akan melihat perkara yang kedua; Ia tampil sebagai Raja di atas segala Raja dan Mempelai laki-laki Sorga.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang