IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 25 AGUSTUS 2026
YUDAS 1:12
(Seri: 37)
YUDAS 1:12-16
Seri 3
Subtema: KABUT YANG DIHALAUKAN TAUFAN
Shalom…
Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Doa Penyembahan. Tadi sore kita sudah masuk dalam hadirat TUHAN lewat Ibadah Doa Puasa, dan hati kita telah diteguhkan lewat Ibadah Puasa dimana minyak urapan itu harus ada di atas kepala dan pencucian atas muka juga harus terjadi dalam kehidupan kita masing-masing.
Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN yang turut bergabung lewat online / live streaming / video internet baik dari Youtube, Facebook, Tiktok atau media sosial lainnya.
Kiranya damai sejahtera dari Sorga memenuhi ruangan ini dan hati kita, sehingga ada satu kesukaan yang besar, selanjutnya bahagia saat kita duduk diam menikmati sabda ALLAH.
Mari kita ikuti Surat Yudas sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan, dan kita masih berada pada Yudas 1:12.
Namun tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan dari pada TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.
Yudas 1:12-16
(1:12) Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali. (1:13) Mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri; mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya. (1:14) Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: "Sesungguhnya TUHAN datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya, (1:15) hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap TUHAN." (1:16) Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan.
Di sini kita melihat, ada 7 (tujuh) tabiat dari orang-orang yang menggabungkan dirinya dengan Setan tritunggal, yaitu; naga, antikris, dan nabi-nabi palsu. Antara lain:
Tabiat PERTAMA: mereka adalah noda dalam perjamuan kasih … (ayat 12).
Tabiat KEDUA: mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin … (ayat 12).
Tabiat KETIGA: mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur yang tidak menghasilkan buah … (ayat 12).
Tabiat KEEMPAT: mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri … (ayat 13).
Tabiat KELIMA: mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya … (ayat 13).
Tabiat KEENAM: Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya … (ayat 16).
Tabiat KETUJUH: Mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan … (ayat 16)
Itulah tujuh tabiat orang-orang yang akhirnya menjadi bagian / menggabungkan diri dengan Setan tritunggal.
Malam ini kita kembali membahas,
Tabiat kedua: MEREKA BAGAIKAN AWAN YANG TAK BERAIR YANG BERLALU DITIUP ANGIN (Bagian 2)
2 Petrus 2:17
(2:17) Guru-guru palsu itu adalah seperti mata air yang kering, seperti kabut yang dihalaukan taufan; bagi mereka telah tersedia tempat dalam kegelapan yang paling dahsyat.
Guru-guru Palsu / Nabi-nabi palsu adalah:
a. Seperti mata air yang kering.
b. Seperti kabut yang dihalaukan taufan.
Saudara, terkait seperti “mata air yang kering” telah kita bahas pada minggu yang lalu, maka malam ini kita akan membahas,
Tentang: "SEPERTI KABUT YANG DIHALAUKAN TAUFAN."
Ini adalah sebuah gambaran yang ditujukan oleh Rasul Petrus terhadap guru-guru palsu/nabi-nabi palsu.
Terkait; “Seperti kabut yang dihalaukan taufan”, adapun pengertian secara rohani, yaitu:
YANG PERTAMA: Memberi harapan kosong/memberi janji palsu.
- Seperti kabut/awan mendung yang kelihatannya akan membawa hujan lebat di atas tanah kering.
- Namun, kenyataannya kabut itu dihalaukan taufan tanpa menurunkan setetes air di atas tanah kering.
Demikianlah adanya guru-guru palsu, mereka memang tampak hebat dan elegan karena fasih lidah dan terlihat rohani, akan tetapi tidak memiliki kebenaran yang sejati untuk memuaskan dahaga yaitu kehidupan yang kering-kering rohani.
Apa yang dibutuhkan oleh tanah kering? Tentu saja air hujan turun dari atas. Tetapi kenyataannya setetes pun tidak turun. Memang kelihatannya awan mendung, kelihatannya akan membawa hujan turun, tetapi awan mendung tersebut tiba-tiba dihalaukan taufan, sehingga tidak meneteskan setetes air pun.
Bukti bahwa guru-guru palsu / nabi-nabi palsu memberi HARAPAN KOSONG/JANJI PALSU terhadap tanah kering.
Wahyu 13:11 --- Perikop: "Binatang yang keluar dari dalam bumi."
(13:11) Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga.
Binatang lain yang keluar dari dalam bumi -> Nabi-nabi palsu.
Bukti bahwa binatang yang keluar dari dalam bumi adalah nabi-nabi palsu:
- Tampilannya bertanduk dua seperti anak domba.
- Mulutnya seperti mulut naga; penuh dengan dusta.
Jelas binatang yang keluar dari dalam bumi adalah nabi-nabi palsu / guru-guru palsu.
Kalau palsu berarti dia hidup dalam penyesatan.
Wahyu 13:12
(13:12) Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu dijalankannya di depan matanya. Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh.
Nabi-nabi palsu membawa penduduk bumi kepada PENYEMBAHAN YANG KELIRU yaitu menyembah Antikris. Mengapa demikian? Jawabnya; karena guru-guru palsu menjalankan misi dan visi dari Antikris.
Sebaliknya, seorang misionaris / seorang utusan TUHAN akan menjalankan tugas yang diembankan / dipercayakan TUHAN di atas pundaknya demi satu visi yaitu membawa gereja TUHAN sampai kepada tingkat ibadah yang tertinggi disebutlah itu puncak ibadah itulah DOA PENYEMBAHAN.
Sebab di dalam Matius 4:10 dikatakan; “…Engkau harus menyembah TUHAN, ALLAH mu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”
Kalau seorang pemimpin jemaat / hamba TUHAN mengemban / menjalankan misi dari TUHAN maka baik gembala (pemimpin jemaat) maupun sidang jemaat menjadi kehidupan yang visioner, memiliki pandangan nubuatan (memandang jauh ke depan). Tetapi guru-guru palsu memberi harapan kosong, memberi janji-janji palsu, walaupun terlihat elegant, menarik dalam hal tutur kata karena sepertinya fasih lidah, tetapi sebetulnya itu hanyalah kata-kata isapan jempol semata, dia hanya bisa memberi harapan kosong, janji-janji palsu. Mengapa? Karena nabi-nabi palsu menjalankan misi dan visi daripada binatang yang pertama yang keluar dari dalam laut itulah Antikris.
Bantu doa, supaya saya tetap mengemban / menjalankan tugas-tugas yang dipercayakan oleh TUHAN, misi dan visi TUHAN ialah supaya kita berada pada puncak ibadah itulah doa penyembahan.
Ayat referensi: Wahyu 8:5, Ibrani 9:2-4, Imamat 16:12, Matius 4:8-10.
Wahyu 13:13
(13:13) Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.
Disini kita melihat, Nabi-nabi palsu “... mengadakan tanda-tanda yang dahsyat ..”
Saudara, kita perlu dan membutuhkan tanda-tanda yang dahsyat, mujizat-mujizat termasuk kesembuhan, tetapi ibadah kita antusiasnya tidak boleh berhenti sampai di situ.
Kita tidak boleh hanya mengagumi karunia-karunia yang ada pada seorang hamba TUHAN. Meskipun kita membutuhkan tanda-tanda yang dahsyat, perbuatan ajaib dari hamba-hamba TUHAN, termasuk mujizat-mujizat yang diadakan hamba-hamba TUHAN untuk mengadakan kesembuhan, termasuk pengusiran setan. Tetapi antusias kita tidak boleh berhenti sampai di situ.
Tadi saya sudah katakan, kalau pemimpin sidang jemaat visioner, sidang jemaat yang dilayani juga visioner, berarti ibadah sudah harus sampai pada puncaknya, itulah doa penyembahan.
Kita akan melihat ketika guru-guru palsu mengadakan tanda-tanda yang dahsyat.
Hal itu juga diterangkan oleh Rasul Matius di dalam…
Matius 7:15 --- Perikop: "Hal pengajaran yang sesat."
(7:15) "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
Jadi nabi-nabi palsu / guru-guru palsu, menyamar seperti anak domba bertanduk dua, tetapi kalau berbicara seperti seekor naga. Maka nabi-nabi palsu / guru-guru palsu disebutlah serigala berbulu domba.
Itu sebabnya, TUHAN memperingatkan kita supaya “waspada”, supaya kita hidup dengan segala kewaspadaan.
Jadi saudara, jangan kita sembarangan untuk berada dalam sebuah peribadatan, tetapi “waspadalah.”
Matius 7:22
(7:22) Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
Nabi-nabi palsu mengadakan 3 (tiga) perbuatan ajaib / tanda-tanda yang dahsyat:
Bernubuat/menyampaikan Firman ALLAH demi nama TUHAN.
Sekarang ini banyak orang menyampaikan Firman ALLAH tanpa status yang jelas.
Saya tidak tahu darimana latar belakangnya, saya tidak tahu bagaimana hidup nikahnya, entah berapa kali sudah menikah, saya tidak tahu. Kemudian dia datang dari sekolah Alkitab mana, saya tidak tahu. Karena sekarang banyak orang menyampaikan Firman TUHAN dengan leluasa, bahkan anehnya saling mempersalahkan satu dengan yang lain lewat media sosial. Sebab itu “waspadalah”
Bukan berarti kalau sudah bernubuat lalu kita harus mengagumi, tetapi harus tetap waspada.
Mengusir setan demi nama TUHAN.
Saya teringat, awal mula masuk di provinsi Banten ini, saya banyak mengadakan pengusiran setan, tidak bisa saya sebut satu per satu. Tetapi satupun dari antara mereka yang mengalami mujizat pengusiran setan, tidak ada bersama dengan kita, karena ternyata mereka hanya mencari tanda-tanda yang dahsyat, itulah mujizat pengusiran Setan. Meskipun dia dan keluarganya sudah melihat bahwa Setan sudah diusir dari dalam orang itu, tetapi tidak ada satu pun yang datang ke tempat ini.
Mengadakan banyak mujizat dan tanda-tanda yang dahsyat, termasuk kesembuhan-kesembuhan.
Awal pelayanan juga banyak orang mengalami kesembuhan lewat doa-doa kami, sebelum penggembalaan ini ada. Hanya saja saya tidak melanjutkan karunia itu, karena hati saya terbeban dengan Pengajaran Tabernakel. Barangkali saya fokus di situ mungkin sudah terkenal sekarang ini.
Tetapi saya tidak fokus ke situ karena hati saya terbeban terhadap Pengajaran Mempelai dan Pengajaran Tabernakel.
Kita butuh tiga perbuatan ajaib yang diperbuat oleh hamba-hamba TUHAN, tetapi antusias kita di dalam mengikuti TUHAN tidak boleh berhenti sampai di situ.
Kalau anak-anak TUHAN / umat TUHAN, antusiasnya dalam ibadah dan pengikutannya kepada TUHAN hanya sampai pada perbuatan ajaib, berarti anak-anak TUHAN terjebak dengan HARAPAN KOSONG / janji palsu daripada nabi-nabi palsu / guru-guru palsu.
Matius 7:23
(7:23) Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
Pada hari TUHAN / pada saat kedatangan TUHAN, pada saat itulah, TUHAN berterus terang dan berkata kepada guru-guru palsu:
"Aku tidak pernah mengenal kamu!"
Menunjukkan bahwa guru-guru palsu juga tidak mengenal TUHAN secara pribadi, sama-sama tidak saling kenal mengenal. Artinya: Guru-guru palsu menolak salib Kristus / hidup tanpa Salib.
Kalau hidup tanpa salib, siapapun orangnya tidak akan pernah mengenal TUHAN secara pribadi. Sesuai dengan pengakuan Rasul Paulus; “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya”… Filipi 3:10.
Pengenalan secara pribadi itu dimulai dengan persekutuan dalam sengsara salib. Lewat persekutuan dengan sengsara salib ini nanti Yesus mati, Yesus bangkit, dan hidup sampai selama-lamanya, maut telah dikalahkan.
Itu namanya mengenal TUHAN secara pribadi. Kalau mengikut TUHAN namun antusias kita hanya sebatas mujizat-mujizat, tanda-tanda heran, pengusiran setan, perbuatan ajaib maka orang tersebut sedang terjebak dengan janji-janji palsu / harapan kosong dari nabi-nabi palsu.
"Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
Artinya: Diusir TUHAN dari Kerajaan Sorga meskipun mereka telah melakukan 3 (tiga) perbuatan ajaib tersebut demi nama TUHAN.
Alasan TUHAN mengusir guru-guru palsu adalah karena mereka adalah PEMBUAT KEJAHATAN. Memang pada ayat 23 ini, belum diterangkan secara terus terang dimana letak kejahatan dari guru-guru palsu ini.
Sekarang kita akan melihat, letak kejahatan dari guru-guru palsu.
Matius 7:21
(7:21) Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
Tadi kita sudah melihat perbuatan-perbuatan dari nabi-nabi palsu. dimana;
Mereka bernubuat demi nama TUHAN.
Mereka mengusir setan demi nama TUHAN.
Mereka mengadakan banyak mujizat demi nama TUHAN.
Mereka harus melakukan hal itu semua dengan menyebut nama TUHAN, tidak menyebut nama lain, sebab kalau menyebut nama lain, tidak ada kuasa untuk mengusir Setan dan melakukan tanda-tanda yang dahsyat (mujizat). Tetapi meskipun mereka melakukan semua hal itu dengan menyebut nama TUHAN, namun hal itu bukan menjadi tolak ukur sehingga dikatakan layak untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Bukan setiap orang yang berseru kepada TUHAN dan menyebut nama TUHAN ketika melakukan tanda-tanda yang dahsyat dan pengusiran setan akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, akan tetapi dia yang MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH BAPA DI SORGA.
Perlu untuk diketahui: Yesus turun ke dunia bukan karena kehendak-Nya, melainkan karena kehendak ALLAH Bapa yaitu minum cawan ALLAH, artinya: Yesus harus menanggung penderitaan yang tidak harus Ia tanggung di atas kayu salib karena dosa manusia.
Pendeknya, minum cawan ALLAH = melakukan kehendak ALLAH.
Jadi dosa itu sudah diserap di dalam daging Yesus, sehingga Dialah yang menerima hukuman karena dosa, dengan demikian Yesus telah minum cawan ALLAH.
Berarti, sangkal diri, pikul salib, dan ikut TUHAN itulah yang benar.
Maka, sentral dari Kerajaan Sorga adalah SALIB DI GOLGOTA. Jalan untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga adalah salib di Golgota, bukan mujizat kesembuhan, bukan mujizat pengusiran Setan, bukan karena tanda-tanda yang dahsyat, atau perbuatan ajaib lainnya. Tetapi jalan menuju Kerajaan Sorga adalah Salib di Golgota. Maka kalau Yesus minum cawan ALLAH, kita juga harus minum cawan ALLAH, menyangkal diri, memikul salib, dan mengikut TUHAN.
Pendeknya, pengikut TUHAN, antusiasnya tidak boleh berhenti hanya sebatas mengadakan perbuatan ajaib, tanda-tanda heran, atau mujizat-mujizat.
Jadi sekali lagi saya sampaikan, bukan karena perbuatan ajaib sehingga nabi-nabi palsu dikatakan layak untuk masuk dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak ALLAH Bapa, MINUM CAWAN ALLAH, menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.
Kalau menderita karena salah, itu wajar. Yang tidak wajar adalah minum cawan ALLAH, tetapi meskipun tidak wajar, kita harus minum cawan ALLAH.
Itu sebabnya, orang-orang di luar Kristen, bingung mengapa Yesus harus mati di atas kayu salib, mereka tidak tahu apa-apa, karena sesungguhnya Yesus harus menjadi manusia. Kalau Yesus tidak menjadi manusia, maka dosa manusia akan terus menerus tinggal di dalam diri manusia.
Tetapi puji TUHAN, Yesus adalah ALLAH 100%, tetapi turun ke dunia menjadi manusia 100%.
Mengapa harus menjadi manusia? Supaya Ia menjadi Imam Besar, lalu melayani, berdoa, dan memperdamaikan dosa manusia di atas kayu salib. Dia sudah mengerjakan penebusan dan pendamaian atas dosa dunia 2000 tahun yang lalu. Ini yang dimaksud dengan kehendak ALLAH.
Jadi kalau kita harus menanggung penderitaan yang tidak harus kita tanggung, tidak apa-apa meskipun tidak wajar, memang harus begitulah. Sebaliknya, kalau kita berbuat baik kepada orang yang berbuat baik, apa bedanya dengan orang dunia karena orang dunia akan lebih baik lagi melakukan hal semacam itu.
Tetapi TUHAN berkata di dalam Injil Matius 5:39b,46; “(5:39b)…melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.” (5:46) Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
Jadi hal yang tak wajar inilah yang harus kita lakukan, yaitu; minum cawan ALLAH.
Kita kembali untuk menyelidiki…
Wahyu 13:13b
(13:13) Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.
Di sini dikatakan; “Guru-guru palsu menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.”
Api di sini bukanlah api Kristus yang akan membakar hati setiap anak-anak TUHAN sehingga terjadi satu pemujaan (pengagungan) yang sangat besar kepada TUHAN, tetapi api yang dimaksud di sini adalah api yang menimbulkan hasrat dan keinginan daging yang begelora untuk memuaskan hawa nafsunya dan ambisinya.
Jadi dari sini kita bisa melihat, ternyata khotbah-khotbah, pemberitaan Firman yang keluar dari mulut nabi-nabi palsu, bisa menimbulkan gelora daging, hawa nafsu daging semakin bergelora sampai pada puncaknya; yaitu: dimulai dengan dosa makan minum memuncak sampai dosa kawin mengawinkan.
Tanda-tanda akhir zaman, sama seperti zaman Nuh; sibuk dengan dosa makan minum dan kawin mengawinkan (kenajisan percabulan); kaya tapi oleh kelimpahan hawa nafsu perempuan babel, kaya tapi tidak sesuai dengan aturan TUHAN, kaya tetapi meninggalkan jam-jam ibadah, itulah kenajisan percabulan… Matius 24:38.
Jadi nabi-nabi palsu itu memberikan harapan kosong, dengan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, termasuk menurunkan api dari langit ke bumi, itu semua harapan kosong.
Tetapi TUHAN sangat mencintai kita, Dia tidak memberikan harapan kosong.
Wahyu 13:14-15
(13:14) Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu. (13:15) Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh.
Tujuan nabi-nabi palsu / guru-guru palsu mengadakan mujizat atau mengadakan tanda-tanda yang dahsyat adalah hanya untuk menyesatkan penduduk bumi, yaitu supaya orang-orang mendirikan patung berarti hidup di dalam penyembahan berhala; juga berbicara kekerasan di hati. Kekerasan di hati disebut juga patung berhala.
Maka kalau ibadah seseorang antusiasnya hanya sampai pada tanda-tanda yang dahsyat, maka kehidupan semacam ini lambat laun akan mendirikan patung berhala; berarti akan terjadi penyembahan berhala = kekerasan di hati.
Tetapi berbeda kalau pemimpin jemaat sibuk dengan didikan salib, ia akan mengarahkan pandangan sidang jemaat pada salib, maka sidang jemaat itu akan membawa hidupnya rendah di ujung kaki salib TUHAN.
Kalau kita bisa merendahkan diri, itu karena salib, kita mau menjadi kecil itu karena salib, bukan karena siapa-siapa. Jadi karena salib kita bisa tetap bersatu.
Lihatlah orang yang hidup di luar TUHAN, mereka itu hidup tanpa salib, melihat suaminya tidak baik, isteri langsung kabur, melihat isterinya tidak baik, suami langsung kabur, karena dia tidak peduli lagi, dia hanya peduli dengan dirinya.
Itu sebabnya saya katakan, kalau ibadah kita antusiasnya hanya sampai pada mujizat pengusiran setan, tanda-tanda yang dahsyat, perbuatan ajaib, di situ akan banyak orang Kristen mendirikan patung-patung berhala, di situ banyak orang Kristen hidup dalam kekerasan di hati = penyembahan berhala.
Jadi kita ini adalah orang-orang yang sangat beruntung di dalam TUHAN. Kita hidup oleh rahmat dan belas kasihan, seperti mendapatkan undian; sebagaimana jubah Imam Besar diperoleh lewat undian (lotre)… Yohanes 19:24.
Saudara, tujuan nabi-nabi palsu / guru-guru palsu mengadakan mujizat, tanda-tanda yang dahsyat adalah untuk menyesatkan penduduk bumi yaitu supaya penduduk bumi mendirikan patung; hidup dalam kekerasan di hati. Dan itu dikatakan sebagai tanda penghormatan kepada Antikris.
Adapun patung binatang itu:
“... Dapat berbicara …”
Berarti dapat memberikan pengertian untuk menggiring opini sampai kepada penyesatan. Jadi mindset (pola pikir) sudah diputar balik. Kalau mindset (pola pikir) sudah diputar balik, nanti banyak orang menerima penyesatan itu.
“... Bertindak begitu rupa …”
Sehingga oleh tindakan itu orang bisa terlena dan akhirnya lupa kepada TUHAN. Lihatlah, kalau ada satu tindakan yang positif, tindakan yang baik, benar, suci, dan mulia, hal itu membuat hati kita hanyut dan tenggelam di dalamnya, seperti apa yang sudah diperbuat oleh TUHAN, kita hanyut dan tenggelam di dalam kasih-Nya. Demikian juga patung binatang ini, dia bertindak begitu rupa, sehingga nanti oleh tindakan itu orang bisa terlena, hanyut, dan tenggelam di dalamnya, akhirnya lupalah kepada kasih TUHAN.
Itu yang sedang terjadi di hari-hari terakhir ini, apalagi di negara-negara yang maju, seperti Eropa dan Amerika, yang sudah terlebih dahulu mengenal salib, tetapi justru di hari-hari terakhir ini, merekalah yang terlena dengan patung yang bertindak begitu rupa, mereka hanyut dan tenggelam di dalamnya, sehingga lupa bahkan mengabaikan kasih Allah.
Kalau kita saksikan di Youtube, ada orang menawarkan uang 10 juta atau cinta Yesus, maka orang-orang di negara maju akan berkata; “Saya lebih suka uang, daripada cinta Yesus.” Dia berani tinggalkan TUHANnya hanya demi uang. Jadi uang ini juga bisa dijadikan patung berhala, bisa berbicara dan bertindak begitu rupa. Dan nanti memang akan ada penyatuan mata uang, tidak ada lagi istilah Rupiah, Ringgit, Peso, Yen, Dollar, dan seterusnya, nanti hanya ada satu mata uang, dan penyatuan mata uang ini sudah mulai nampak.
Dulu hanya ada Dollar, sekarang sudah berlaku mata uang Euro, akan tetapi mata uang Dollar maupun Euro akan dihapus dan beralih satu mata uang. Berarti rajanya Antikris, berkuasa dan memerintah atas seantero dunia.
Jadi saudara, tidak lama lagi keadaan dunia ini akan diluluhlantahkan, TUHAN sementara dalam proses perjalanan-Nya dan kita akan mengakhiri tahun 2026, itu artinya kita akan masuk pada tahun 2027.
Berkali-kali saya sampaikan, 7 (tujuh) tahun kelimpahan dimulai dari tahun 2020-2027, gongnya pada tahun 2020, karena dasarnya adalah Covid-19 melanda seantero dunia, bukan hanya sebagian dunia. Kalau hanya sebagian dunia, saya tidak akan menyebut gongnya pada tahun 2020.
Sungguh-sungguhlah mengikut TUHAN, jangan main-main lagi, tidak ada lagi waktu untuk bermain-main. Kalau bisa cepat datang beribadah, datanglah cepat-cepat beribadah, jangan sengaja lama-lama. Semestinya tabiat daging itu dihabiskan / dikikis untuk menghasilkan yang rohani.
Singkat kata; nabi-nabi palsu telah memberikan nyawa buatan kepada patung binatang / patung Antikris.
Kita lihat NYAWA SESUNGGUHNYA, bukan nyawa buatan / nyawa tiruan di dalam…
Imamat 17:11,13,14
(17:11) Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa. (17:13) Setiap orang dari orang Israel dan dari orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu, yang menangkap dalam perburuan seekor binatang atau burung yang boleh dimakan, haruslah mencurahkan darahnya, lalu menimbunnya dengan tanah. (17:14) Karena darah itulah nyawa segala makhluk. Sebab itu Aku telah berfirman kepada orang Israel: Darah makhluk apa pun janganlah kamu makan, karena darah itulah nyawa segala makhluk: setiap orang yang memakannya haruslah dilenyapkan.
Nyawa yang sesungguhnya adalah darah Yesus yang telah dicurahkan dari atas kayu salib, itulah darah yang memberikan kita hidup.
Jadi sebetulnya, dari sini kita sudah melihat, apapun yang diperbuat oleh nabi-nabi palsu itu hanyalah penyesatan semata, itu hanyalah janji-janji palsu / janji-janji kosong.
Tetapi TUHAN kita adalah TUHAN yang sudah berjanji bahwa TUHAN akan datang kembali, menjemput kita. Dan kehidupan yang ditebus dan sudah diperdamaikan oleh darah penebusan dan darah pendamaian, itulah yang menjadi milik kepunyaan-Nya. Itulah nyawa yang sejati.
Penyesatan berikutnya dari nabi-nabi palsu…
Wahyu 13:16-18
(13:16) Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, (13:17) dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya. (13:18) Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.
Kepada semua lapisan masyarakat di bumi diberi tanda binatang (Antikris) pada tangan kanan atau dahi mereka. Tujuannya: supaya bebas membeli dan menjual = Dikuasai roh jual beli disebut juga roh Antikris.
Adapun tanda atau bilangan binatang itu adalah 666 (enam ratus enam puluh enam).
Pendeknya, setiap orang yang menerima tanda 666 (enam ratus enam puluh enam) adalah bukti bahwa mereka adalah miliknya antikris dan bukan milik TUHAN lagi. Dengan demikian, mereka tidak berhak menerima tanda (meterai) dari TUHAN, mereka mutlak sudah menjadi milik kepunyaan dari Antikris, disebut juga tubuh babel. Ini juga merupakan penyesatan, harapan kosong. Karena setiap orang yang sudah menerima tanda itu, entah itu di dahi, entah itu di tangan kanan, mereka tidak berhak lagi untuk menerima tanda, atau meterai dari ALLAH, karena mereka sudah sepenuhnya menjadi milik Antikris, disebut juga tubuh babel.
Berhati-hatilah, kiranya doa Imam Besar berlaku untuk kita secara khusus kepada yang sudah terlanjur-lanjur. Pada waktu itu, saya sudah sampaikan bahwa hal itu adalah akal-akalan dari binatang pertama (antikris). Tetapi banyak diantara kita tidak mau mendengar apa yang saya sampaikan. Namun saya tetap berdoa supaya yang terlanjur-lanjur, yang sudah terjebak dengan harapan kosong dari binatang itu, kiranya TUHAN tolonglah.
Kalau kita menyadari sudah terlanjur-lanjur maka tidak ada obat lain selain sungguh-sungguh dan tulus-tulus saja beribadah dan melayani TUHAN. Waktu yang singkat ini gunakan untuk melunakkan hati TUHAN. Yang sudah terlanjur 1 kali, 2 kali, apalagi 3 kali, waktu yang singkat ini gunakanlah di kaki salib, menangislah, lunakkan hati TUHAN, teriak sejadi-jadinya. Kalau memang itu tanda binatang, biarlah itu dihapuskan dari darah mu.
Sebaliknya, yang menjadi milik TUHAN, ada tanda di tubuhnya itulah meterai Roh Kudus… Efesus 1:14.
Maka jangan dukakan Roh Kudus pada masa pemeteraian, di masa sekarang ini.
Terkait: “Seperti kabut yang dihalaukan taufan”, kita mendapat pengertian secara rohani, yaitu:
YANG KEDUA: Tidak Punya Pendirian Dan Kosong.
2 Petrus 2:18
(2:18) Sebab mereka mengucapkan kata-kata yang congkak dan hampa dan mempergunakan hawa nafsu cabul untuk memikat orang-orang yang baru saja melepaskan diri dari mereka yang hidup dalam kesesatan.
Guru-guru palsu mengucapkan kata-kata yang congkak dan hampa.
- CONGKAK = Sombong dan angkuh.
Contohnya: Mengatakan sesuatu yang luar biasa terkait kemewahan untuk menyukakan hati manusia (sidang jemaat), tetapi menyakiti hati TUHAN.
HAMPA = Kosong (tidak ada isinya).
Terkait dengan HAMPA: …
Sesudah 7 (tujuh) tahun kelimpahan maka akan menyusul 7 (tujuh) tahun kelaparan, tepatnya pada saat Antikris menjadi Raja, dan berkuasa atas seantero dunia, yang dibagi dalam dua bahagian.
3,5 tahun yang pertama disebutlah itu pra-aniaya, di situ masih ada ibadah, tetapi sudah sulit. Sehingga harga Firman Allah menjadi mahal, yaitu: secupak gandum sedinar, tiga cupak jelai sedinar, tetapi jangan rusakkan minyak dan anggur (Wahyu 6:6).
3,5 tahun yang kedua, di situ sudah tidak ada lagi ibadah, di situ sudah tidak ada lagi korban sehari-hari, karena binatang itu menghujat kemah kediaman ALLAH dan menghentikan korban sehari-hari, itulah korban sembelihan dan korban santapan. Sehingga dengan demikian, pada masa itu tidak ada lagi kesempatan untuk bertobat dan berdamai dengan ALLAH, dan tidak ada lagi orang dapat menemukan Firman ALLAH, betul-betul kering kerontang (Daniel 9:27)
Tujuh tahun kelimpahan = 7 (tujuh) bulir gandum berisi dan 7 (tujuh) lembu gemuk berarti di situ masih ada korban untuk menebus dan memperdamaikan kita, di situ juga masih ada Firman ALLAH dengan limpah.
Tujuh tahun kelaparan = 7 (tujuh) bulir gandum yang kosong (hampa) dan 7 (tujuh) lembu yang kurus kering, hanya tinggal kulit pemalut tulang. Berarti di situ sudah tidak ada lagi Firman ALLAH dan tidak ada lagi korban penebusan dan pendamaian.
7 bulir Gandum yang bernas -> 7 tahun kelimpahan.
7 lembu Gemuk -> penebusan yang sempurna, terjadi pendamaian pada 7 tahun kelimpahan.
7 bulir kosong -> 7 tahun kelaparan yang hebat pada saat Antikris menjadi raja atas dunia.
7 lembu kurus kering -> korban penebusan tidak berlaku lagi pada masa itu.
Demikianlah nanti akan terjadi di atas muka bumi ini, apabila Antikris dan nabi-nabi palsu berkuasa, dunia mengalami KEHAMPAAN.
Adapun kemewahan dan kelimpahan yang dinyatakan tadi adalah hampa dan kosong, tujuh bulir gandum yang kosong dan tujuh lembu yang kurus kering bangunnya, itulah yang disebut harapan kosong. Nampaknya menyuguhkan kerajaan dunia dan kemegahannya, itu hanya harapan KOSONG dan HAMPA.
Jadi jangan saudara berpikir, apa yang kita peroleh hari ini, itu bisa dipertahankan untuk selama-lamanya, TIDAK. Apa yang ditawarkan oleh Setan tritunggal (antikris dan nabi palsu) nanti akan di take over, diambil alih kembali, jelas itu adalah harapan kosong.
Selanjutnya, “Mereka mempergunakan hawa nafsu cabul untuk memikat orang-orang yang baru saja melepaskan diri dari mereka yang hidup dalam kesesatan.”
Pendeknya, nabi-nabi palsu menggunakan nafsu cabul untuk memikat orang-orang, secara khusus orang Kristen yang baru bertobat. Nafsu cabul berarti menawarkan kelimpahan, kekayaan secara jasmani, tetapi tidak memberikan yang rohani. Dengan alasan; anak-anak TUHAN harus diberkati, sekali diberkati tetap diberkati untuk selamanya. Inikan nafsu cabul.
Jadi mengerikan sekali, kalau kita tidak waspada, tidak hati-hati, bisa terlena.
Kalau TUHAN membukakan Firman-Nya untuk kita malam ini, itu tanda bahwa TUHAN senantiasa bersama-sama dengan kita, karena TUHAN selalu ingatkan kita.
2 Petrus 2:19
(2:19) Mereka menjanjikan kemerdekaan kepada orang lain, padahal mereka sendiri adalah hamba-hamba kebinasaan, karena siapa yang dikalahkan orang, ia adalah hamba orang itu.
Guru-guru palsu menjanjikan kemerdekaan, padahal mereka sendiri adalah budak dosa.
Untuk membersihkan sesuatu yang kotor maka digunakan alat. Tetapi alat ini sudah harus terlebih dahulu bersih. Kalau alatnya kotor, saat dia membersihkan kotoran, maka tidak akan bisa bersih dari kotoran.
Contohnya: mengepel rumah, alatnya adalah kain pel. Maka supaya rumah bersih maka kain pel itu sudah terlebih dahulu bersih. Tetapi kalau alatnya kotor, bagaimana dia bisa membersihkan kotoran?
Saya juga terus bergumul dalam hal ini, supaya saya tidak menjadi kehidupan yang munafik dihadapan TUHAN karena bukan budak dosa. Perhatikalah semua ini dengan sungguh-sungguh saudara.
Roma 8:1-2
(8:1) Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. (8:2) Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.
Roh ALLAH yang memberi hidup seperti membangkitkan Kristus dari antara orang mati, kemudian Roh ALLAH yang memerdekakan kita dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut, itulah hukum taurat.
Sesungguhnya hukum taurat telah diturunkan ke dunia, diterima oleh Musa, tetapi ternyata tidak sanggup menolong dan menyelamatkan manusia, akhirnya Anak Manusia diturunkan ke bumi, menderita sengsara dan mati di atas kayu Salib, semua dosa manusia diserap di dalam diri-Nya supaya hukuman itu Dia tanggung oleh Yesus di atas kayu salib.
Roma 8:3
(8:3) Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,
Jadi hanya Yesuslah yang sanggup memerdekakan kita dari dosa, bukan nabi-nabi palsu/guru-guru palsu.
Nabi-nabi palsu / guru-guru palsu hanyalah hamba-hamba yang dihalaukan taufan, memberi janji-janji kosong dan palsu = HAMPA.
Saudara, kita sudah membahas tabiat kedua daripada orang-orang yang menggabungkan dirinya dengan Setan tritunggal. Mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin, juga di dalam 2 Petrus 2:17; guru-guru palsu itu seperti mata air yang kering, seperti kabut yang dihalaukan taufan.
Pengertian yang pertama: memberi harapan kosong / memberi janji palsu.
Pengertian yang kedua: tidak punya pendirian dan kosong juga. AMIN.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang