IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 11 JUNI 2026
MALEAKHI 2:16
(Seri: 03)
Subtema: PEMISAHAN HINGGA NAMPAK KEUTUHAN NIKAH
Shalom.
Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, oleh karena rahmatNya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus, kita boleh datang menghadap dia lewat Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci.
Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, umat ketebusan Tuhan yang turut bergabung lewat online / live streaming atau video internet baik dari Youtube, Facebook maupun media sosial apa saja yang dapat digunakan. Kiranya damai sejahtera dari Sorga ada di tengah-tengah kita bertakhta di hati ada kesukaan saat kita menikmati sabda Allah.
Selanjutnya mari kita sambut STUDY MALEAKHI sebagai firman penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci. Malam ini kita membahas Maleakhi 2:16 sebagai seri ke-3.
Maleakhi 2:16
(2:16) Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel -- juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!
Tuhan membenci dua hal, antara lain:
Perceraian.
Menutupi pakaiannya dengan kekerasan.
Keterangan: TUHAN MEMBENCI PERCERAIAN …(Bagian 3).
Singkat kata, seorang suami dilarang keras menceraikan isterinya.
Matius 19:1-2 --- Perikop: "Perceraian"
(19:1) Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya itu, berangkatlah Ia dari Galilea dan tiba di daerah Yudea yang di seberang sungai Yordan. (19:2) Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan Ia pun menyembuhkan mereka di sana.
Yesus tampillah dalam pengajaran-Nya di Galilea, sedangkan di Yudea Yesus mengadakan penginjilan. Lalu di tengah-tengah penginjilan Yesus mengadakan mujzat termasuk kesembuhan.
Matius 19:3
(19:3) Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?"
Pada saat itu, tampil orang-orang Farisi untuk mencobai Yesus dengan sebuah pertanyaan: "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?"
Dari pertanyaan ini kita dapat melihat bahwa persoalan dalam nikah tidak ada habis-habisnya hingga saat ini. Sebab, rahasia nikah ini sangat kompleks, bahkan korban dari nikah-nikah di dunia ini lebih banyak dari pada korban perang dunia pertama dan korban perang dunia kedua.
Hal itu dinyatakan oleh pendiri Gereja Pantekosta Tabernakel (GPT) yaitu Bapak Pdt. In Juwono dengan gamblang, beliau berkata “korban perang dunia pertama dan korban perang dunia kedua tidak lebih banyak dari korban nikah-nikah di dunia ini.”
Matius 19:4
(19:4) Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?
Tuhanlah yang menciptakan nikah, bukan manusia dengan kehendaknya.
Yesus memberitahukan hal itu kepada orang-orang Farisi, sebab Yesus adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi dengan segala isinya termasuk menciptakan nikah.
Oleh sebab itu, kita bersyukur kepada Tuhan karena Tuhan kita adalah Tuhan yang adil, Tuhan kita dahsyat di tempat kudus-Nya, Dia yang menciptakan nikah-nikah di bumi.
Perlu untuk diketahui: Jika nikah diciptakan oleh manusia maka nikah akan DIPERMAINKAN dan diselewengkan oleh manusia itu sendiri sesuai dengan kehendaknya, sehingga seorang laki-laki (suami):
Akan leluasa menceraikan isterinya.
Akan leluasa berpoligami (memiliki lebih dari 1 isteri dalam waktu bersamaan).
Itulah yang diingini orang Farisi sekalipun mereka adalah ahli di bidang Taurat.
Sekalipun mengerti kebenaran dan keadilan Tuhan tetap saja orang Farisi menghendaki perceraian dan banyak hamba Tuhan yang berpoligami di luar pengetahuan sidang jemaat, oleh sebab itu banyak sidang jemaat yang tertipu.
Matius 19:5-6
(19:5) Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. (19:6) Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
Melihat reaksi dari orang-orang Farisi, Yesus berkata kepada mereka: "Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." Alasannya: Laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya. Inilah yang menjadi jawaban ketika Yesus mengadakan pemisahan.
Matius 10:34-36 --- Perikop: "Yesus membawa pemisahan, Bagaimana mengikut Yesus."
(10:34) "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. (10:35) Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, (10:36) dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.
Yesus datang untuk membawa PEMISAHAN, yaitu:
Memisahkan anak laki-laki dari ayahnya.
Memisahkan anak perempuan dari ibunya.
Memisahkan menantu perempuan dari ibu mertuanya.
Pendeknya, musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.
Pemisahan harus terjadi sebab jika tidak ada pemisahan maka suami dan isteri tidak bisa bersatu.
Alat yang digunakan untuk mengadakan pemisahan adalah PEDANG.
Ibrani 4:12
(4:12) Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
PEDANG TAJAM BERMATA DUA -> Firman pengajaran Mempelai dan firman pengajaran Tabernakel.
Mata pedang sisi satu -> Firman pengajaran Mempelai.
Mata pedang sisi lain -> Firman pengajaran Tabernakel.
Kemudian, pedang tajam bermata dua ini HIDUP dan KUAT, sebab ia menusuk amat dalam, sehingga memisahkan:
Jiwa dan roh. Jiwa dan roh ini harus terpisah dari pengaruh yang tidak suci.
Sendi-sendi dan sumsum.
Sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Artinya: Pedang tajam bermata dua berkuasa menyucikan perasaan manusia terdalam yang tidak dapat dijangkau/ditembusi mata manusia.
Singkat kata, ketika Tuhan datang mengadakan pemisahan dengan pedang = Tuhan mengadakan penyucian terhadap NIKAH. Apabila Tuhan datang tanpa pemisahan maka tidak akan ada penyucian dalam nikah.
Pendeknya, semakin disucikan lewat pemisahan maka semakin tampak KEUTUHAN DALAM NIKAH.
Oleh sebab itu, kita perlu masuk dalam pemisahan, sebab oleh pemisahan yang terjadi kita akan disucikan, sehingga dalam penyucian akan tampak keutuhan dalam nikah.
Terkait laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya.
Filipi 2:5-8
(2:5) Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, (2:6) yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, (2:7) melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. (2:8) Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
YESUS adalah Allah menjadi manusia, berarti Yesus telah melepaskan kemuliaan-Nya sebagai Allah, sebab Ia telah:
Meninggalkan Bapa-Nya di Sorga.
Meninggalkan rumah-Nya di Sorga.
Kemudian, turun ke bumi menjadi manusia dan sebagai manusia Dia menderita sengsara dan mati di kayu salib. Ternyata, Yesus juga mengalami pemisahan untuk mengadakan penyucian terhadap nikah-nikah di dunia ini.
PROSES KETIKA MENINGGALKAN AYAH DAN IBUNYA / PEMISAHAN.
Yohanes 19:30 --- Perikop: "Yesus mati."
(19:30) Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
Yesus telah menderita sengsara, bahkan mati di atas kayu salib.
Yohanes 19:31-34
(19:31) Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib -- sebab Sabat itu adalah hari yang besar -- maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan. (19:32) Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus; (19:33) tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, (19:34) tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.
Tentara Romawi tidak mematahkan kaki Yesus sebab Yesus telah mati. Sehingga tentara Romawi menombak lambung Yesus, maka segera keluar darah dan air.
Pendeknya ketika Yesus mengalami pemisahan maka pada saat itu nampak KEUTUHAN dalam nikah, karena tidak ada satupun dari tulang-tulang-Nya dipatahkan.
Dari sejak semula Tuhan menciptakan langi bumi dan segala isinya, salah satu isinya ialah nikah-nikah di dunia ini. Kemudian di dalam Kejadian 2:22-23, Allah membentuk perempuan dari salah satu rusuk Adam, sesudah perempuan itu dibentuk lalu dibawalah kepada Adam dan ketika Adam melihat perempuan yang dibangunkan maka dia berkata: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku." Jadi, perempuan itu berasal/keluar dari laki-laki bukan berasal dari debu tanah, berbeda dengan Adam pertama termasuk seluruh binatang dibentuk dari debu tanah.
Matius 10:37-38
(10:37) Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. (10:38) Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.
Tidak mengalami pemisahan atau tidak memikul salib maka pada saat itu terjadilah PERCERAIAN.
Buktinya:
Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.
Barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.
Pendeknya, SALIB yang mempersatukan antara dua belah pihak yaitu antara laki-laki dan perempuan.
Yesaya 53:8
(53:8) Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.
Yesus terputus dari negeri orang-orang hidup.
Ketika Yesus turun ke dunia dan menjadi manusia supaya Dia mengalami sengsara dan mati di atas kayu salib, pada saat itu Ia terpisah/terputus dari sorga; terputus dari Bapa-Nya di Sorga, terputus dari segala sesuatu yang ada di Sorga. "Terputus" = Mengalami pemisahan
Yohanes 8:23
(8:23) Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.
Ketika Yesus turun ke dunia ini, menjadi manusia supaya mengalami sengsara dan mati di atas kayu salib, Dia benar-benar terputus/terpisah dari Bapa di Sorga dan segala sesuatu yang ada di Sorga, dan Ia rela untuk hal itu, supaya nampak keutuhan dalam nikah suci = tulang-tulang tidak dipatahkan.
Kalau Yesus terputus dari orang-orang hidup sebagai suatu teladan, maka biarlah kita mengikuti teladan Yesus. Demikian juga Paulus mengikuti teladan Tuhan.
Roma 8:35-37
(8:35) Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? (8:36) Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan." (8:37) Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.
Rasul Paulus dianggap sebagai domba-domba sembelihan ini adalah proses pemisahan demi terwujud keutuhan nikah yang suci.
perlu untuk diketahui; hubungan gereja sebagai tubuh dengan Kristus sebagai Kepala adalah hubungan dalam nikah… Efesus 5:32-33.
Jika kita sudah rela terpisah maka tampaklah keutuhan dalam nikah yang suci, sehingga apapun yang terjadi dan apapun yang kita alami termasuk dihimpit oleh kesulitan, banyak beban pergumulan, tetapi nikah itu tetap dalam keutuhan nikah yang suci, seperti yang tertulis dalam … Roma 8:38-39.
Matius 19:7
(19:7) Kata mereka kepada-Nya: "Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?"
Orang-orang Farisi mengharapkan adanya PERCERAIAN.
Hal itu dapat dilihat dari perkataan orang Farisi kepada Yesus: "Apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?"
padahal, di ayat 3 orang farisi telah mengajukan pertanyaan, terkait perceraian, namun pada ayat 7 kembali di pertanyakan, menunjukkan sungguh orang-orang Farisi ini berharap adanya perceraian.
Matius 19:8
(19:8) Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.
Musa memberikan surat cerai karena ketegaran di hati.
Yesaya 48:4-5
(48:4) Oleh karena Aku tahu, bahwa engkau tegar tengkuk, keras kepala dan berkepala batu, (48:5) maka Aku memberitahukannya kepadamu dari sejak dahulu; sebelum hal itu menjadi kenyataan, Aku mengabarkannya kepadamu, supaya jangan engkau berkata: Berhalaku yang melakukannya, patung pahatanku dan patung tuanganku yang memerintahkannya.
Ketegaran di hati/tegar tengkuk = Keras kepala atau kepala batu.
Kehidupan semacam ini SUKA BERDALIH atau SUKA MENCARI-CARI ALASAN; “... Berhalaku yang melakukannya, patung pahatanku dan patung tuanganku yang memerintahkannya.”
Ulangan 10:16
(10:16) Sebab itu sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk.
Tegar tengkuk/keras kepala/kepala batu = Orang yang TIDAK BERSUNAT.
Kisah Para Rasul 7:51
(7:51) Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu.
Orang yang tegar hati/keras hati/tegar tengkuk/kepala batu sebenarnya itu adalah DOSA TURUNAN.
Singkat kata, tegar hati/keras kepala adalah orang-orang yang tidak bersunat hati dan tidak bersunat telinga.
TIDAK BERSUNAT HATI = Tidak taat.
TIDAK BERSUNAT TELINGA = Tidak dengar-dengaran.
Ciri-cirinya: Suka menentang Roh El Kudus.
Matius 19:8
(19:8) Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.
"... sejak semula tidaklah demikian."
Matius 19:4
(19:4) Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?
Tuhan menciptakan langit bumi dan isinya, salah satu isinya ialah nikah-nikah.
Kejadian 2:24
(2:24) Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
"... keduanya menjadi satu daging."
Ketika mencari firman saya merenung "kenapa tidak boleh bercerai?"
Namun sudah jelas tadi kita melihat, bahwa perempuan dibangun dari laki-laki, salah satu tulang rusuk Adam dan dibawa pada Adam, sehingga Adam berkata: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku."
Maka jika dua kali menikah maka itu bukan tulang dari tulangnya, dan daging dari dagingnya sebab hanya satu tulang rusuk diambil dari Adam. Jelas tidak boleh menikah dua kali/tidak boleh berpoligami (poligini yaitu laki-laki memiliki lebih satu satu isteri, dan poliandri yaitu perempuan memiliki lebih dari satu suami). Jika seorang suami memiliki isteri kedua itu bukanlah datang dari laki-laki melainkan berasal dari kenajisan percabulan, akhirnya masuk dalam tubuh Babel, pesta nikah burung-burung.
saudara, pada Wahyu 19 disitu terdapat dua jenis pesta:
Yang pertama: pesta nikah Anak Domba… Wahyu 19:6-9.
Yang kedua: pesta burung-burung → tubuh Babel… Wahyu 19;17-19.
Jadi, jika Tuhan mengalami pemisahan maka Rasul Paulus juga mengalami pemisahan, bahkan dia dianggap sebagai domba-domba sembelihan. Kalau Paulus mengikuti teladan Tuhan maka kita juga harus mengikuti teladan Tuhan sesuai dengan ajaran Paulus kepada kita.
Ketika terjadi pemisahan maka nikah-nikah akan mengalami penyucian, semakin suci nikah maka akan semakin nampak keutuhan dalam nikah. Oleh sebab itu di dalam Matius 19:8 Tuhan berkata: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.
Kita bersyukur oleh karena Yesus telah mengalami pemisahan maka nampak keutuhan dalam nikah, tidak ada tulang-Nya yang dipatahkan, disebut gereja Tuhan yang sempurna.
Tuhan tidak menduakan/menghianati sidang mempelai Tuhan, gereja Tuhan yang sempurna, itu sebabnya Tuhan melarang perceraian dan pernikahan hanya berlangsung 1 kali untuk selamanya pada saat terjadi pesta nikah Anak Domba ... Wahyu 19:6-9. Namun di pasal yang sama juga ada pesta nikah itulah pesta burung-burung, disebutlah itu tubuh babel ... Wahyu 19:17-18.
Tuhan itu setia kepada kita dan kesetiaan-Nya sebagai Mempelai laki-laki dinyatakan kepada kita, karena Dia telah meninggalkan ayah dan ibunya, meninggalkan Sorga yang mulia sehingga Dia menjadi manusia dan mengalami sengsara bahkan mati di atas kayu salib = Terpisah dari dunia orang-orang hidup.
Oleh sebab itu, Tuhan melarang keras perceraian, itulah sebabnya Tuhan mengadakan pemisahan dengan menggunakan satu alat yaitu PEDANG TAJAM. Jadi, saat Tuhan mengadakan pemisahan justru disitu terjadi penyucian dalam nikah (pedang penyucian), sehingga semakin suci maka akan semakin nampak keutuhan dalam nikah.
Tuhan Yesus memberkati nikah-nikah kita. Amin.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang