KEBAKTIAN PASKAH PERSEKUTUAN
PENGAJARAN PEMBANGUNAN TABERNAKEL
(PPT)
SERANG, KAMIS 28 MEI 2026 (SESI 2)
Tema: ORANG-ORANG
BERSUNAT
Subtema: UMBAN
DI TANGAN (Bagian 1)
(Seri 4 di Serang)
Shalom.
Selamat pagi, salam sejahtera di
dalam kasih-Nya TUHAN kita Yesus Kristus, oleh karena kemurahan TUHAN, kita
sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus lewat Kebaktian Paskah
PPT Sesi ke-2, kiranya damai sejahtera dari Sorga bertakhta di hati kita
sehingga kita ada sukacita, bahagia saat kita duduk diam mendengarkan sabda
ALLAH.
Saya juga tidak lupa menyapa
anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN yang turut bergabung lewat online
/ live streaming / video internet baik dari Youtube maupun Facebook,
atau media sosial apa saja.
Selanjutnya kita kembali untuk
memeriksa tema yang sudah ada, seperti yang sudah saya katakan ini adalah tema
terakhir, berarti seri akbar menurut saya karena kita akan melihat bahwa Goliat
akan ditumbangkan oleh pribadi yang sederhana / gembala yang sederhana itulah
Daud.
Saudara, sebelum kita menyelidiki
Firman untuk sesi ke-2 ini, mohon tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan
TUHAN supaya Firman yang dibukakan ini meneguhkan setiap hati kita pribadi
lepas pribadi.
Kita kembali memperhatikan tema yang
ada: “ORANG-ORANG BERSUNAT.”
Filipi 3:1b-3
(3:1b) Menuliskan hal ini lagi kepadamu tidaklah berat bagiku dan memberi
kepastian kepadamu. (3:2) Hati-hatilah terhadap anjing-anjing,
hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap
penyunat-penyunat yang palsu,
Firman ALLAH yang disampaikan secara
berulang-ulang dan berurut memberi kepastian. Berarti kuat dan
teguh hati, tidak mudah goyah terhadap ujian demi ujian, tidak mudah goyah
terhadap kesulitan yang menghimpit sekalipun.
Bukti kuat tidak mudah goyah:
1.
Hati-hatilah
terhadap anjing-anjing.
2.
Hati-hatilah
terhadap pekerja-pekerja yang jahat.
3.
Hati-hatilah
terhadap penyunat-penyunat yang palsu.
Filipi 3:3
(3:3) karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah
oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada
hal-hal lahiriah.
Sesungguhnya yang disebut sebagai
orang yang bersunat adalah:
a.
Beribadah
oleh Roh ALLAH.
Berarti menjalankan ibadah bukan karena daging dan
kepentingan, tidak ada motif-motif yang lain, baik si pembicara yang menyampaikan Firman, maupun sidang
jemaat yang duduk diam mendengarkan Firman TUHAN.
b.
Bermegah
di dalam Kristus Yesus.
Berarti menjalankan ibadah dan pelayanan disertai dengan
sangkal diri, pikul salib sampai berdarah-darah.
Tetapi rupa-rupanya, Setan sudah memutar balik fakta, ajaran
Setan sudah masuk ke dalam gereja / rumah TUHAN. Soal beribadah dan melayani
disertai dengan sangkal diri, pikul salib sampai berdarah-darah, itu katanya
kuno.
c.
Tidak
menaruh percaya pada hal-hal lahiriah.
Seperti tadi malam saya sudah sampaikan, kebaktian Paskah
Persekutuan yang kita adakan 2 (dua) hari dan 3 (tiga) sesi, kita jalankan
bukan karena kami mempunyai uang yang banyak, bukan karena menaruh percaya pada
hal-hal lahiriah, tetapi kita kerjakan ini karena iman kepada Salib di
Golgota, tidak kepada yang lain-lain.
Singkatnya, pada akhirnya kita
mengenali siapa yang disebut dengan orang yang bersunat dan siapa orang yang
tidak bersunat.
Orang-orang yang bersunat adalah: orang-orang yang memiliki kepastian yaitu orang
yang kuat dan teguh hati. Sedangkan, orang-orang yang tidak bersunat
adalah: anjing-anjing dan pekerja-pekerja yang jahat.
Tetapi kita bukan anjing ya saudara,
saya sebut anjing bukan berarti saya sedang menunjuk-nunjuk kita anjing.
Jadi yang dimaksud orang-orang yang
tidak bersunat adalah anjing-anjing dan pekerja-pekerja yang jahat.
Tetapi yang pasti pada ayat 2;
di situ terdapat kata; “hati-hatilah” sebanyak 3 (tiga) kali. Itu
artinya dibutuhkan satu perjuangan di dalam hal menghadapi anjing-anjing dan
penyunat-penyunat palsu karena ternyata mereka adalah pekerja-pekerja yang
jahat.
DALAM HAL INI KITA KEMBALI MELIHAT,
PERJUANGAN DAUD DI DALAM HAL MENGHADAPI PEKERJA-PEKERJA YANG JAHAT ITULAH
ANJING-ANJING DAN PENYUNAT-PENYUNAT PALSU.
Mari kita segera melihat kisah
tersebut di dalam …
1 Samuel 17:32-33
(17:32) Berkatalah Daud kepada Saul: "Janganlah seseorang
menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin
itu." (17:33) Tetapi Saul berkata kepada Daud: "Tidak mungkin
engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau
masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit."
Intinya, Daud bersiap menghadapi Goliat
orang Filistin itu yang disebut juga;
-
Anjing
… (ayat 43).
-
Orang-orang
yang tidak bersunat … (ayat 36).
Namun keinginan Daud untuk
menghadapi Goliat adalah hal yang tidak mungkin bagi Saul.
Alasannya;
- “Daud masih muda.”
Maksudnya adalah Daud masih minim pengalaman dan jam terbang
pada medan pertempuran. Sedangkan,
- “Goliat adalah seorang prajurit sejak masa mudanya.”
Maksudnya adalah Goliat mempunyai segudang pengalaman dan
mempunyai jam terbang tinggi pada medan pertempuran.
Itulah alasan Saul sehingga Saul
berkata; “tidak mungkin”
Singkatnya, Saul lebih yakin
terhadap musuh yaitu Goliat dan pengalamannya daripada kuasa TUHAN yang ada di
dalam diri Daud sebagai tentara TUHAN.
Maka kalau kita bandingkan dengan 1
Samuel 10:1 -- "Bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi
raja atas umat-Nya Israel? Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas
umat TUHAN, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di
sekitarnya. --
Diurapi menjadi raja, tujuannya
adalah untuk menyelamatkan bangsanya (umat Israel) dari musuh-musuh di sekitar.
Bukan berarti kalau Goliat punya
pengalaman lalu Saul harus percaya kepada Goliat (musuh), itu pemikiran yang
konyol menurut saya.
Setahu saya, sekalipun di pihak
musuh nampaknya lebih unggul / lebih hebat, kita tetap harus berjuang. Tetapi
Saul tidak seperti itu, justru melemahkan Daud dengan berkata; “Tidak
mungkin.”
1 Samuel 17:34-35
(17:34) Tetapi Daud berkata kepada Saul: "Hambamu ini biasa
menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang,
yang menerkam seekor domba dari kawanannya, (17:35) maka aku
mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian
apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu
menghajarnya dan membunuhnya.
Tetapi mendengar perkataan Saul,
Daud tidak menjadi lemah dan hatinya tidak menjadi surut sebab Daud BIASA MENGGEMBALAKAN KAMBING DOMBA AYAHNYA.
Kata biasa menggembalakan
berarti dia sudah mempunyai pengalaman di dalam hal menggembalakan
kambing domba. Yaitu; apabila Singa dan Beruang menerkam seekor domba dari
kawanannya maka Daud bertindak, yaitu:
1.
Daud
mengejar dan menghajarnya.
2.
Melepaskannya
dari mulut Singa maupun Beruang.
Jadi, sekalipun perkataan Saul
sangat melemahkan, namun Daud tidak menjadi lemah dan hatinya tidak surut,
justru dia berkata; “Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba
ayahnya…”
Kita ini kawanan domba ALLAH dan
Yesus adalah Gembala Agung, Dia bertanggung jawab.
Kisah Daud ini adalah nubuatan
tentang Yesus Kristus…
1 Samuel 17:36
(17:36) Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu
ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah
satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada
Allah yang hidup."
Seperti Daud dalam pengalamannya,
menghajar Singa dan Beruang, demikianlah nanti Daud akan menghajar Goliat sebab
Goliat telah mencemooh barisan ALLAH. Nampaknya tidak masuk akal, tetapi Daud
mengatakan itu dengan sepenuh hati, dengan keyakinan karena dia biasa
menggembalakan kambing domba, punya pengalaman di situ.
Kita juga mempunyai pengalaman
tersendiri di dalam hal menggembalakan kawanan domba ALLAH, sidang jemaat yang
TUHAN percayakan. Ada kambing yang suka menanduk, ada juga yang baik, ada yang
setengah baik, ada setengah jahat, dan lain sebagainya. Maka di dalam
menghadapi peperangan rohani pun, bagi kita sudah biasa menggembalakan kambing
domba. Bagi kita kesulitan bukan lagi satu kekejutan, tetapi kita sudah biasa
menggembalakan kambing domba. Walaupun ada kesulitan, bukan lagi suatu
kekejutan. Luar biasa TUHAN kita, TUHAN kita baik.
1 Samuel 17:37-39
(17:37) Pula kata Daud: "TUHAN yang telah melepaskan aku dari
cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan
orang Filistin itu." Kata Saul kepada Daud: "Pergilah! TUHAN
menyertai engkau." (17:38) Lalu Saul mengenakan baju
perangnya kepada Daud, ditaruhnya ketopong tembaga di kepalanya dan
dikenakannya baju zirah kepadanya. (17:39) Lalu Daud mengikatkan
pedangnya di luar baju perangnya, kemudian ia berikhtiar berjalan, sebab
belum pernah dicobanya. Maka berkatalah Daud kepada Saul: "Aku tidak
dapat berjalan dengan memakai ini, sebab belum pernah aku mencobanya."
Kemudian ia menanggalkannya.
Di sini kita melihat, yang tidak
mungkin menjadi mungkin, kalau punya pengalaman di tengah ibadah pelayanan
di dalam kandang penggembalaan.
Jadi Setan dikalahkan bukan hanya
dengan darah Anak Domba, tetapi juga karena perkataan kesaksian.
Maka kalau kesaksian kita tidak
baik, bagaimana jemaat tertolong. Kita suka ngutang, jemaat juga ngutang nanti.
Gembala suka kredit, sidang jemaat ikut-ikut kredit nanti bahkan
pinjol-pinjolan, sama-sama pinjolan nanti.
Setelah Saul diyakinkan, Saul
berkata kepada Daud; “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.” Lalu Saul;
- Mengenakan baju perangnya kepada Daud.
- Ditaruhnya ketopong tembaga di kepalanya.
- Dikenakannya baju zirah kepadanya.
- Daud mengikatkan pedangnya di luar baju perangnya.
Akhirnya pedang Daud tersingkir karena atribut Saul
diberikan kepada Daud.
Tetapi akhirnya Daud tidak bisa
berjalan dengan atribut Saul tersebut.
Artinya bagi kita adalah di dalam
peperangan rohani, kita tidak perlu menggunakan metode ini dan metode itu dari
orang lain, tidak perlu menggunakan cara begini cara begitu dari orang lain,
tetapi harus menggunakan pengalaman sendiri saja, supaya kita bisa melangkah di
dalam peperangan (pertempuran) rohani.
Namun akhirnya Daud menanggalkannya
karena dia tidak pernah mencobanya.
Tadi malam hal tersebut sudah kita
bahas bersama-sama, kiranya menjadi berkat yang besar, mendarah daging di dalam
kehidupan kita sekaliannya.
1 Samuel 17:40
(17:40) Lalu Daud mengambil tongkatnya di tangannya, dipilihnya
dari dasar sungai lima batu yang licin dan ditaruhnya dalam kantung
gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbannya
dipegangnya di tangannya. Demikianlah ia mendekati orang Filistin itu.
Daud pun memperlengkapi dirinya
sebagai gembala kambing domba. Maksudnya adalah: di dalam pertempuran rohani
kita harus menggunakan pengalaman tersendiri di bawah kaki salib.
Adapun perlengkapan Daud di dalam
menghadapi Goliat adalah:
1.
Tongkat
di tangan.
2.
Lima
batu licin dipilih dari dasar sungai.
3.
Kantung
gembala.
4.
Umban
di tangan.
Jadi perlengkapan senjata 1-3 sudah
kita bahas pada tahun yang lalu, dan sudah dibukukan. Yang merindu terhadap
buku itu nanti bisa dipesan kepada panitia.
Keterangan: UMBAN DI TANGAN.
1 Samuel 17:48-49
(17:48) Ketika orang Filistin itu bergerak maju untuk menemui
Daud, maka segeralah Daud berlari ke barisan musuh untuk menemui orang
Filistin itu; (17:49) lalu Daud memasukkan tangannya dalam
kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah
dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan
terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah.
Di sini kita melihat, ketika Goliat
maju maka Daud juga maju berlari ke barisan musuh, Daud sama sekali tidak takut
dan tidak gentar sebab UMBAN ADA DI
TANGANNYA.
Jadi selain ada tongkat gembala
di tangan, lima batu licin, kantung gembala, ternyata umban juga
ada di tangannya.
Sekarang kita akan melihat, apa arti
rohani dari UMBAN ini.
Saya berdoa kepada TUHAN kiranya
TUHAN memberi pengertian yang real supaya kita diberkati pada sesi ke-2
ini.
1 Tawarikh 12:1-2
(12:1) Inilah orang-orang yang datang kepada Daud di Ziklag,
selama ia harus menyingkir karena Saul bin Kish. Mereka pun termasuk pahlawan-pahlawan
yang membantu dia dalam peperangan. (12:2) Mereka bersenjatakan
panah, dan sanggup melontarkan batu dan menembakkan anak-anak panah dari
busur dengan tangan kanan atau tangan kiri. Mereka itu dari saudara-saudara
sesuku Saul, dari orang Benyamin:
Umban adalah alat yang dapat digunakan untuk melontarkan batu.
Ternyata Daud mengajarkan hal melontarkan batu kepada orang-orangnya, kepada
pahlawan-pahlawan yang membantu dia di dalam peperangan.
Jadi pengalamannya di dalam
mengumban singa dan beruang ternyata diwariskan kepada pahlawan-pahlawannya.
Saya tandaskan kembali, umban adalah
alat yang digunakan untuk melontarkan batu, dia melesak hingga 100 meter lebih
dengan kecepatan rata-rata + 180 km/jam. Itulah sebabnya umban atau
ketapel yang tadinya sebagai perlengkapan seorang gembala akhirnya dipergunakan
menjadi senjata perang karena ternyata bisa membunuh musuh dari jarak yang
jauh, 100 meter lebih, melesak dengan kecepatan rata-rata + 180 km/jam
dan ini senjata yang cukup mematikan.
Sekarang kita akan melihat hal ini
dari sisi yang rohani.
Yesaya 9:7-11 - - - Perikop: “Murka
TUHAN terhadap Efraim.”
(9:7) Tuhan telah melontarkan firman kepada Yakub, dan
firman-Nya itu menimpa Israel. (9:8) Biarlah seluruh bangsa itu
mengetahuinya, yakni Efraim dan penduduk Samaria, yang berkata dengan congkaknya
dan tinggi hatinya: (9:9) "Tembok batu bata jatuh, akan kita
dirikan dari batu pahat; pohon-pohon ara ditebang, akan kita ganti dengan
pohon-pohon aras." (9:10) Maka TUHAN membangkitkan para panglima
Rezin melawan mereka, dan menggerakkan musuh-musuh mereka: (9:11) Orang
Aram dari timur, dan orang Filistin dari barat, mereka menelan Israel
dengan mulut yang lebar. Sekalipun semuanya ini terjadi, murka-Nya belum surut,
dan tangan-Nya masih teracung.
TUHAN telah melontarkan Firman
kepada Yakub dan Firman TUHAN itu menimpa Israel yakni dengan membangkitkan
panglima Rezin untuk melawan Israel. Jadi TUHANlah yang membangkitkan panglima
Rezin, raja orang Aram sama seperti batu yang dilontarkan, oleh umban.
Jadi suasana Israel pada saat itu
sangat terkepung, dari timur dikepung, dari Barat juga dikepung karena TUHAN
yang membangkitkan, TUHAN yang melontarkan batu itu.
Pendeknya, Panglima Rezin dan
sekutunya adalah batu yang dilontarkan untuk menghukum Israel.
Tadi saya sudah sampaikan bahwa
umban adalah alat yang digunakan melontarkan batu untuk menghukum musuh. Dalam
hal ini TUHAN yang menggerakkan Rezin, dia batu yang dilontarkan untuk
menghukum orang Israel. Sedangkan, umban itulah pribadi daripada Roh TUHAN
untuk melontarkan batu.
Dimana ada Firman TUHAN (batu yang
dilontarkan), di situ ada Roh TUHAN bekerja, itu sepaket, tidak pernah
terpisahkan. Jadi yang melontarkan batu adalah Roh TUHAN.
Sedikit tambahan, Razin adalah raja
orang Aram, pernah bersekutu dengan Peka, Raja orang Israel untuk menyerang
Yehuda. Namun akhirnya TUHAN memakai Rezin sebagai batu yang dilontarkan TUHAN
untuk menghukum Israel.
TUHAN melontarkan batu artinya TUHAN
menghukum Israel karena mereka berlaku congkak (sombong) sebab mereka
tidak mau bertobat sekalipun dalam zaman kerobohan dan zaman kehancuran. Itu
sebabnya TUHAN melontarkan batu dengan umban itulah Roh TUHAN, untuk
menggerakkan hati Rezin, dialah batu yang dilontarkan oleh TUHAN sebagai
penghukuman karena kesombongan daripada Israel.
Bukti kesombongan Israel dihadapan
TUHAN, nyatalah pada ayat 9:
- Tembok batu bata jatuh, lalu Israel berkata; “Akan kita dirikan dari batu pahat.”
Tidak perlu tanya TUHAN.
- Pohon-pohon ara ditebang, lalu Israel berkata; “Akan kita ganti dengan pohon-pohon
aras.”
Kalau sudah berada dalam kerobohan,
ya tinggal angkat tangan menyerah, katakan; “Aku tidak sanggup lagi TUHAN,
terlalu sulit bagi ku menggembalakan dua tiga ekor domba ini.” Harusnya
begitu, tetapi ketika tembok batu bata jatuh, mereka justru berkata “akan
kita dirikan dari batu pahat”, tanpa tanya TUHAN.
Inikan kesombongan saudara. Berapa
banyak orang Kristen, juga seorang hamba TUHAN dalam kejatuhan, tetapi
berlagak kuat sendiri, tidak perlu tanya TUHAN, ini dosa kesombongan yang
besar, yang tidak disadari oleh banyak orang Kristen.
Pendeknya, mengandalkan kekuatan dan
tidak mau bertobat adalah kecongkakan juga kesombongan. Kehidupan semacam ini
akan berhadapan dengan umban yang akan melontarkan batu kepadanya. Demikian
juga Goliat, menyombangkan dirinya dihadapan TUHAN.
Mari kita lihat KESOMBONGAN GOLIAT,
maka TUHAN akan melontarkan batu kepada dia sebagai penghukuman.
1 Samuel 17:8-10
(17:8) Ia berdiri dan berseru kepada barisan Israel, katanya
kepada mereka: "Mengapa kamu keluar untuk mengatur barisan perangmu?
Bukankah aku seorang Filistin dan kamu adalah hamba Saul? Pilihlah bagimu
seorang, dan biarlah ia turun mendapatkan daku. (17:9) Jika ia dapat
berperang melawan aku dan mengalahkan aku, maka kami akan menjadi hambamu;
tetapi jika aku dapat mengungguli dia dan mengalahkannya, maka kamu akan
menjadi hamba kami dan takluk kepada kami." (17:10) Pula kata orang
Filistin itu: "Aku menantang hari ini barisan Israel; berikanlah
kepadaku seorang, supaya kami berperang seorang lawan seorang."
Inti dari semua yang diucapkan
Goliat adalah: Goliat mencemooh barisan Israel.
1 Samuel 17:11
(17:11) Ketika Saul dan segenap orang Israel mendengar perkataan
orang Filistin itu, maka cemaslah hati mereka dan sangat ketakutan.
Singkat kata; cemaslah hati Saul
dengan segenap orang Israel dan sangat ketakutanlah mereka oleh karena
cemooh Goliat.
1 Samuel 17:15-16
(17:15) Tetapi Daud selalu pulang dari pada Saul untuk
menggembalakan domba ayahnya di Betlehem. (17:16) Orang Filistin itu
maju mendekat pada pagi hari dan pada petang hari. Demikianlah ia tampil ke
depan empat puluh hari lamanya.
Empat puluh hari lamanya Goliat
mencemooh barisan Israel yaitu setiap pagi hari dan petang hari.
Sementara, Daud setia menggembalakan
kambing domba ayahnya di Betlehem. Berarti Daud belum mendengar cemooh dari
Goliat tersebut.
1 Samuel 17:18
(17:18) Dan baiklah sampaikan keju yang sepuluh ini kepada kepala
pasukan seribu. Tengoklah apakah kakak-kakakmu selamat dan bawalah pulang
suatu tanda dari mereka.
Daud diperintahkan oleh Isai ayahnya
untuk menengok apakah kakak-kakaknya itu selamat, sekaligus membawa makanan
kepada kepala pasukan seribu, dan sebagainya. Tetapi tujuan utama Isai
memerintahkan Daud adalah untuk menengok apakah kakak-kakaknya itu selamat atau
tidak, untuk disampaikan kepada Isai.
Singkat cerita, Daud pun berangkat,
untuk melihat keadaan kakak-kakaknya seperti apa.
1 Samuel 17:22-24
(17:22) Lalu Daud menurunkan barang-barangnya dan meninggalkannya
di tangan penjaga barang-barang tentara. Berlari-larilah Daud ke tempat
barisan; sesampai di sana, bertanyalah ia kepada kakak-kakaknya apakah
mereka selamat. (17:23) Sedang ia berbicara dengan mereka, tampillah
maju pendekar itu. Namanya Goliat, orang Filistin dari Gat, dari barisan
orang Filistin. Ia mengucapkan kata-kata yang tadi juga, dan Daud
mendengarnya. (17:24) Ketika semua orang Israel melihat orang itu, larilah
mereka dari padanya dengan sangat ketakutan.
Sementara bertanya tentang kabar
kakak-kakaknya, akhirnya Daud mendengar cemooh Goliat terhadap umat Israel, dan
pada saat itu, orang Israel sangatlah ketakutan.
-
Pada
ayat 11; rasa takut umat Israel masih dalam tahap CEMAS.
Cemas dengan masa depan ku, cemas dengan keadaan nikah,
cemas dengan jemaat ini.” Kenapa
saya berkata demikian, karena itu yang saya alami dahulu.
Masuk di provinsi Banten tahun 2001, belum ada jemaat, belum
ada gereja, belum ada domba-domba, lama
penggembalaan ini ada. Saya masuk 2001, penggembalaan baru terbentuk
tahun 2011, itupun baru 5 orang.
Sedikit kesaksian, sehabis Firman, kami mengangkat pujian,
mama saya inikan pencipta lagu zangkoor tadi, langsung tarik suara 3, sedangkan
pak Harun tarik suara 5, yang lain tarik suara 2, lalu saya katakan; saya ini
mau suara ke berapa ya? Cuma 5 orang yang bernyanyi, tetapi suara dibagi
menjadi 5 suara. Lalu saya mau masuk suara apa? Langsung saya katakan; “stop,
suara 1 semua.”
Itulah sedikit cerita (kesaksian) tentang, tetapi rasa takut
itu masih pada tahap cemas.
Ditambah lagi umur sudah di atas 30an, belum ada jodoh, “bagaimana
TUHAN?” Lama juga perut ini sakit, tidak sembuh-sembuh, karena memang
tempat tinggal saya itu dikelilingi septi tank, tifus bertahun-tahun tidak
sembuh. Saya bingung, “apa ini TUHAN, ko kejam sekali pelayanan ini.”
Umur sudah di atas 30 belum ada jodoh, pelayanan masih begini, bagaimana ini
TUHAN.” Inilah rasa takut yang saya alami, namun masih dalam tahap cemas.
-
Tetapi
di ayat 24, rasa takut orang Israel sudah berada pada tahap MELARIKAN DIRI, maksudnya; lari dari
kenyataan hidup, lari dari peperangan rohani. Saya juga banyak tahu hamba
TUHAN, rasa takutnya bukan lagi pada tahap cemas, namun sudah lari tinggalkan
pelayanan, tidak berani menghadapi kenyataan.
Suadara, ini bukan untuk mengunggul-unggulkan saya, tidak.
Dahulu saya tidak tahu seperti apa model pelayanan di Provinsi Banten ini.
Tahu-tahu TUHAN utus saya ke provinsi Banten, saya pikir bentuk pelayanan
dimana-mana sama saja, ternyata di luar ekspektasi saya, betapa sulitnya
melayani di Provinsi Banten ini, di rumah saja kita beribadah bisa diganggu.
Akhirnya saya menangis, “TUHAN bagaimana ini.” Tetapi ternyata rasa
takut saya masih berada pada tahap; cemas, untung saya tidak lari dari
kenyataan (meninggalkan pelayanan).
Kemudian pada tahun 2003, mama saya ada surat panggilan
kerja, dari NTB. Waktu itu gaji 3,5 juta, tetapi sekarang mungkin sudah 30
juta. Bagaimana? Lalu saya katakan; “Aduh, mama yang suruh saya sekolah
Alkitab, menjadi hamba TUHAN, kenapa saya dipancing-pancing lagi untuk bekerja
di luaran sana.”
Tetapi pada ayat 24, rasa
takut umat Israel sudah berada pada tahap MELARIKAN DIRI, untuk sekarang
artinya; tidak sanggup menghadapi pergumulan akhirnya tinggalkan pelayanan
menunjukan bangsa Israel TAWAR HATI.
Itu sebabnya pada 1 Samuel 17:32;
berkatalah Daud kepada Saul; “Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena
dia.”
Menurut KBBI, mencemooh = menghina =
mengejek disertai merendahkan orang lain.
Tujuan Goliat mencemooh adalah untuk
meruntuhkan mental orang Israel dan akhirnya goyah.
Sebetulnya, strategi perang daripada
Goliat, orang Filistin ini sudah pas, karena pada akhirnya Saul sudah goyah,
orang Israel juga sudah goyah, tetapi masih ada satu orang yang tidak goyah.
Jadi siasat Setan dilancarkan, semua
goyah, namun tepat pada hari H, Daud tiba di medan perang dan dia berkata; “Jangan
tawar hati menghadapi si kulit khatan yang belum dikerat.”
Terlalu banyak persoalan dan
kesulitan yang kita hadapi di atas muka bumi ini. Terlalu sulit rasanya kita di
tengah ibadah pelayanan dalam penggembalaan ini. Tetapi masih ada pribadi yang
memberikan kekuatan sehingga kita tidak tawar hati. Rasa takut tidak memuncak
sampai melarikan diri karena masih ada satu pribadi, tepat pada waktunya dia
tampil di medan pertempuran itulah pribadi Daud.
Mungkin domba-domba yang kita layani
sudah tawar hati, rasa takut sudah sampai pada tahap melarikan diri, tetapi
kalau masih ada satu gembala yang bertanggung jawab, kalau masih ada satu
gembala di tangannya ada umban, seisi rumah TUHAN, seluruh sidang jemaat, masih
mungkin bisa tertolong.
1 Samuel 17:25
(17:25) Berkatalah orang-orang Israel itu: "Sudahkah kamu
lihat orang yang maju itu? Sesungguhnya ia maju untuk mencemoohkan orang
Israel! Orang yang mengalahkan dia akan dianugerahi raja kekayaan yang besar,
raja akan memberikan anaknya yang perempuan kepadanya dan kaum
keluarganya akan dibebaskannya dari pajak di Israel."
Bukti seseorang sudah goyah, RASA TAKUT SUDAH SAMPAI PADA TAHAP MELARIKAN
DIRI, dapat dilihat dari ungkapan-ungkapan / perkataan-perkataan
dari mulutnya.
Di sini orang Israel berkata kepada
Daud;
Orang yang mengalahkan Goliat akan
dianugerahi 3 (tiga) hal:
1.
Kekayaan
besar.
2.
Puteri
Raja.
3.
Dibebaskan
dari pajak.
Ungkapan ini kalau tidak bisa
ditelaah, diterima begitu saja nampaknya menghibur hati. Tetapi sebetulnya,
ungkapan yang keluar dari mulut orang Israel, mulut Saul, adalah ungkapan yang
sudah goyah.
Kalau rasa takut sudah sampai pada
tahap melarikan diri, itu bisa dilihat dari perkataan yang keluar dari mulut.
Lihat saja orang yang goyah, dari mulutnya tidak ada lagi perkataan yang
menguatkan selain hanya membicarakan 3 (tiga) hal:
1.
Berbicara
soal kekayaan yang besar 🡪 HARTA.
2.
Berbicara
soal puteri raja 🡪 WANITA.
3.
Berbicara
soal dibebaskan dari pajak = kehormatan 🡪 TAKHTA.
Jadi harta, wanita, dan takhta
disebutlah itu sebagai 3 TA 🡪 Kenajisan Percabulan. Bukan hanya kenajisan secara
fisik (selingkuh), tetapi juga kenajisan secara rohani.
Apa kenajisan secara rohani?
Wahyu 17:4
(17:4) Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang
dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan
emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya. (17:5)
Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu
dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."
Jadi kalau berbicara soal harta,
wanita, dan takhta persis seperti isi dari cawan emas di tangan
perempuan Babel.
Maka saudara, kita ini harus semakin
memahami rencana TUHAN. Kadang begitu kita mendengar perkataan seseorang (saya
tidak mau katakan hamba TUHAN) bicara soal harta di dalam rumah TUHAN, bicara soal wanita di dalam
rumah TUHAN, bicara soal takhta di dalam rumah TUHAN, sebetulnya
ungkapan-ungkapan semacam ini adalah ungkapan bahwa dia sebenarnya adalah orang
yang sudah takut dan rasa takut itu sudah berada pada tahap melarikan diri.
Sudah goyah sebenarnya, tetapi ribuan jemaat di rumah TUHAN itu tidak menelaah,
namun menerima mentah-mentah. Lalu mereka mengatakan; “Amin, huuuuu…” seperti
sepak bola, saya bingung. Lalu jemaat di situ ada yang S1, S2, S3 secara
sekuler, bahkan ada yang manager, supervisor, direktur utama, vice president.
Kenapa di bidang sekuler dia mengerti soal fluktuasi ekonomi, juga dalam
perdagangan dan usaha. Tetapi dengan ucapan seorang pembicara di rumah TUHAN,
kenapa tiba-tiba; “amin, beri kemuliaan” saya bingung sekali, sbab hal yang
esensi di dalam pengikutan kepada TUHAN, yang esensi terkait dengan Kerajaan
Sorga, itulah salib, mereka katakan kebodohan dan tersandung, Tetapi begitu
Goliat rohani berbicara, “diberkati, jemaat langsung bertepuk tangan riuh huuuuu…”
Saya langsung berpikir, oh TUHAN ada
ndak 4 (empat) pasang nanti yang selamat di DKI ini, ada 4 (empat) pasang ndak
yang selamat di provinsi Banten, ada 4 (empat) pasang ndak yang selamat di
Sumatera Utara, ada 4 (empat) pasang ndak yang selamat di Lampung? Kalau begini
modelnya pelayanan.
Ini jadi pelajaran bagi kita dan
pelajaran ini tidak boleh kita tolak begitu saja, TUHAN mau datang ini. Kalau
kita siap menghadapi kedatangan TUHAN, maka harus siap dikoreksi. Ndak siap
dikoreksi, maka tidak siap menghadapi kedatangan TUHAN. Orang yang suka ngomel
itu tidak siap menghadapi kedatangan TUHAN.
Apa kenajisan percabulan itu lebih
spesifik?
Wahyu 18:3
(18:3) karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa
nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan
pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa
nafsunya."
-
Semua
bangsa di atas muka bumi ini telah mabuk
anggur hawa nafsu dari perempuan Babel.
-
Raja-raja
di bumi telah mabuk anggur dari
perempuan Babel.
-
Pedagang-pedagang
di bumi telah mabuk anggur dari
perempuan Babel.
Apa itu mabuk anggur perempuan
Babel, apa itu kenajisan perempuan Babel? Kenajisan percabulan adalah menjadi
kaya, tetapi oleh kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel. Memang kita harus
mabuk anggur, tetapi mabuk anggur dari Sorga. Jangan berbicara soal harta,
wanita, dan takhta, itu kenajisan percabulan, itu kelimpahan hawa nafsu
perempuan Babel.
Jadi tiga perkara itulah yang keluar
dari mulut orang yang sudah goyah, rasa takutnya sudah memuncak sampai tahap
melarikan diri, dari mulutnya itu-itu saja yang keluar. Seandainya dia siap
menghadapi kenyataan hidup tentu saja si pembicara itu akan berbicara soal
salib di Golgota.
Mau kisah dari mana, Kejadian 1:1
dan ayat seterusnya, pasal 2:1 dan seterusnya, atau di Perjanjian Baru, Matius
1:1 dan seterusnya, Markus 1:1 dan seterusnya, sampai Wahyu, tetap
kaitannya dengan salib di Golgota. Tetapi kehidupan yang sudah takut
menjalankan roda kehidupan, takut dalam ibadah pelayanan, takut jemaat lari,
dia harus berbicara soal harta, wanita, dan takhta, itu namanya kenajisan
percabulan.
TUHAN tolong kita karena TUHAN mau
memperbaiki sikap kita, ibadah dan pelayanan kita dihadapan TUHAN mengingat
hari-hari ini adalah hari-hari terakhir dimana kita sedang menantikan
kedatangan TUHAN kembali sebagai Raja dan Mempelai Laki-laki Sorga, sebagai
Imamat Rajani. Maka dalam menantikan TUHAN juga harus menjadi Imamat Rajani, “dari
situ” kita menantikan kedatangan TUHAN.
Jadi suami berarti imam, raja, “dari
situ” kita menantikan kedatangan TUHAN, bukan di tempat lain, tempatnya;
“imamat rajani”, memerintah sebagai raja di bumi.
Saya tambahkan referensi lain…
Ibrani 12:16
(12:16) Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang
mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak
kesulungannya untuk sepiring makanan.
Esau ini dikuasai oleh kenajisan
percabulan. Apa buktinya? Esau menjual hak kesulungannya demi sepiring
makanan, demi sesuap nasi, dia ngompreng sana, ngompreng sini, bisnis sana,
bisnis sini. Esau ini hamba TUHAN cabul. Sudah dipanggil lalu kepadanya
diberikan jubah, tetapi masih ngompreng-ngompreng, kasihan saudara. Kalau dia
ada di dalam tahbisan yang benar, meski satu jemaat, 1 (satu) janda di Sarfat
ditambah 1 (satu) sekolah minggu pasti TUHAN pelihara secara ajaib, tidak mesti
harus 2 juta jemaat seperti hamba-Nya Musa. Tetapi sangat disayangkan Esau
tidak paham tahbisan, akhirnya dia ngompreng, saudara bisa tambahkan arti
ngompreng. Itulah hamba TUHAN Esau, menjual yang rohani demi yang lahiriah, itu
kenajisan percabulan.
Kenapa ada percabulan? Karena
nafsunya terlalu rendah, murahan dia, tidak seharga dengan tetesan darah Yesus.
Itulah hamba TUHAN Esau, tetapi kita
tidak seperti itu, kita tulus melayani TUHAN, 1 (satu) janda pun pasti
dipelihara TUHAN. Alkitab yang berkata, bukan saya, dan saya sudah alami, dari
pengalaman ini saya berani berkata. Jangan saya berkata, tetapi tidak punya
pengalaman di kaki salib.
SIKAP DAUD TERHADAP CEMOOH GOLIAT.
1 Samuel 17:26
(17:26) Lalu berkatalah Daud kepada orang-orang yang berdiri di
dekatnya: "Apakah yang akan dilakukan kepada orang yang mengalahkan orang
Filistin itu dan yang menghindarkan cemooh dari Israel? Siapakah
orang Filistin yang tak bersunat ini, sampai ia berani mencemoohkan barisan
dari pada Allah yang hidup?"
Daud tidak terpengaruh dengan 3 TA,
itulah harta, takhta, dan wanita, dengan lain kata; tidak
dikuasai oleh kenajisan percabulan, sama saja bersunat. Yang terpenting bagi
Daud adalah mengalahkan Goliat supaya dengan demikian, ia untuk menghentikan
cemooh yaitu; kecongkakan dan kesombongan = mengerat kulit khatan.
Itu tugas hamba TUHAN yang jujur,
mengerat kulit khatan. Yang terpenting bagi seorang hamba TUHAN yang tulus
seperti Daud, bukan soal kenajisan percabulan, tetapi bagaimana ia bisa
mengalahkan Goliat, mengerat kulit Khatan – menghentikan cemooh yaitu; kesombongan,
kecongkakan –
CIRI-CIRI CONGKAK DAN SOMBONG:
Yang pertama:
1 Samuel 17:4
(17:4) Lalu tampillah keluar seorang pendekar dari tentara orang
Filistin. Namanya Goliat, dari Gat. Tingginya enam hasta sejengkal.
Goliat tingginya 6 (enam) hasta
sejengkal. Pendeknya, Goliat merasa lebih tinggi, merasa lebih besar dari orang
Israel. Dalam hal ini Goliat tidak memahami janji TUHAN terhadap orang Israel.
Dia merasa, saya inikan 6 (enam) hasta sejengkal + 3 (tiga) meter.
Goliat tidak memahami janji TUHAN
terhadap umat Israel di dalam …
Keluaran 19:5-7
(19:5) Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan
firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta
kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya
seluruh bumi.
(19:6) Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa
yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang
Israel."
Janji TUHAN kepada bangsa Israel
adalah:
1.
Menjadi
harta kesayangan TUHAN sendiri.
TUHAN yang mempunyai bumi, tetapi hanya 1 (satu) yang
menjadi harta kesayangan TUHAN itulah bangsa Israel.
2.
Menjadi
imamat rajani berarti satu kedudukan yang sangat
tinggi, memerintah sebagai raja di bumi, bukan hamba tetapi tuan, Esau itu
hamba Yakub, sbab Yakub adalah tuan.
Ini janji TUHAN kepada bangsa
Israel, tetapi Goliat tidak paham, dia merasa 6 (enam) hasta sejengkal. Lebih
tinggi, lebih besar daripada orang Israel, dia tidak paham janji TUHAN kepada
orang Israel, yang dia paham hanyalah 6 (enam) hasta sejengkal. Ini ciri
kesombongan yang pertama.
6 (enam) hasta sejengkal arti
rohaninya adalah: hidup menurut hawa nafsu dan keinginan-keinginan daging yang
jahat, suka menjengkali orang lain. Alasan saya mengatakan hal itu, angka 6
adalah angka daging. Pendeknya, Goliat mengandalkan manusia dan kekuatannya.
Ini ciri kesombongan, persis seperti Yakub, TUHAN melontarkan batu atas Yakub,
menimpa orang Israel, menghukum orang Israel, mengapa? Karena kesombongan.
Satu kali saya diajak oleh seorang
pendeta, namanya Pdt. Wiliam, orang Ambon. Lalu kami melayani di salah satu
kantor di Jakarta, kemudian ada orang Ambon yang mau dibaptis, pada saat itu
saya sampaikan Firman Allah, tentang: baptisan darah, baptisan air,
dan baptisan Roh itukan satu kesatuan. Kalau air bisa disebut baptisan,
masakan darah tidak disebut baptisan? Roh kenapa tidak bisa disebut baptisan?
Lalu dia katakan begini; “eh ale belum lahir, kita so jadi orang Kristen eh.
Jangan ajari kita, mana ada baptisan darah eh”, sebagai seorang hamba TUHAN
saya diam saja, oh iya om karena dia sudah tua, berbicaranya adalah harta,
wanita, dan takhta, itu saja. Disampaikan baptisan darah, dikatakan; “eh ale.”
Saya pikir ale itu teman-teman, saya mau jawab “ale-ale” juga.
Aduh luar biasa, kita punya
pengalaman masing-masing.
Yang Kedua:
1 Samuel 17:5-7
(17:5) Ketopong tembaga ada di kepalanya, dan ia memakai baju
zirah yang bersisik; berat baju zirah ini lima ribu syikal tembaga. (17:6)
Dia memakai penutup kaki dari tembaga, dan di bahunya ia memanggul lembing
tembaga. (17:7) Gagang tombaknya seperti pesa tukang tenun, dan
mata tombaknya itu enam ratus syikal besi beratnya. Dan seorang pembawa perisai
berjalan di depannya.
Goliat memiliki perlengkapan
senjata, antara lain:
1.
Ketopong
keselamatan ada di kepalanya.
2.
Ia
memakai baju zirah yang bersisik dari tembaga, beratnya lima ribu syikal kalau
ditimbang kurang lebih 60 kg.
3.
Penutup
kaki dari tembaga.
4.
Lembing
tembaga di bahu.
5.
Tombak
dengan gagang besar seperti pesa tukang tenun, mata tombak enam ratus syikal
kurang lebih 7 kg.
6.
Pembawa
perisai di depan.
-
Hal
1 (satu) – 5 (lima) yang digunakan oleh Goliat, tampaklah bahwa Goliat
mengandalkan kelebihan-kelebihan yang melekat di dalam dirinya. Entah itu S1,
S2, S3, doktor, professor, yang melekat di dalam dirinya, itu yang diandalkan.
Tetapi dia lupa, yang menutupi kakinya, yang menutupi
kepalanya dan seluruh tubuhnya semuanya dari tembaga, gambaran dari
penghukuman. Itu sebabnya kalau kita kaitkan dengan Pola Sorgawi / Pola
Kerajaan Sorga; tembaga itu hanya ada di Halaman.
Mezbah Korban Bakaran terbuat dari kayu penaga dilapisi
dengan tembaga, penghukuman TUHAN ada di situ. Kolam Pembasuhan juga seluruhnya
murni (pure) tembaga, lalu sepertinya dia membuat perisai dengan
kelebihan-kelebihan yang dia punya, seperti orang yang bangga karena anaknya
sarjana, sarjono, sarjini, rajimin, rajaman, itu kelebihan di dalam dirinya
padahal tembaga loh itu semua. Sarjana, sarjini, sarjono adalah tembaga semua.
Semestinya TUHAN yang harus menerima penghukuman, kenapa kita jadi bodoh hanya karena
mengandalkan kelebihan yang kita punya, itu penghukuman saudara. Tetapi dasar
Goliat, tidak mengerti apa-apa.
Hati-hati saudara; sarjana, sarjini, sarjono, itu adalah
tembaga penghukuman, semestinya TUHAN sudah menerima penghukuman, mengapa? Dosa
kita sudah diserap di dalam tubuh-Nya, hukuman-Nya pun Dia tanggung di atas
kayu salib. Semua dosa manusia sudah dihisap di dalam tubuh-Nya, Dialah yang
menerima hukuman, itulah Mezbah Korban Bakaran dan Kolam Pembasuhan Tembaga.
Kita boleh bangga, tetapi jangan andalkan kelebihan yang
melekat di dalam diri, kita bangga punya TUHAN, bersyukur, tetapi jangan
andalkan kelebihan yang melekat di dalam diri saudara.
-
Hal
6 (enam) adalah mengandalkan pembawa perisai artinya; menaruh percaya pada
hal-hal lahiriah.
Saudara, dari hal ini kita bisa
melihat bahwa Goliat adalah pekerja-pekerja yang jahat yaitu anjing-anjing dan
penyunat-penyunat palsu sebab Goliat;
1.
Mengandalkan
kekuatan manusia daging.
2.
Bermegah
terhadap kelebihan-kelebihan di dalam diri padahal hal itu tembaga.
3.
Menaruh
percaya pada manusia, menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, tidak andalkan
TUHAN.
Ini ciri orang sombong.
Jangan kita seperti Goliat ini, kita
harus hati-hati terhadap anjing-anjing, kita harus hati-hati terhadap
penyunat-penyunat palsu, kita harus hati-hati terhadap pekerja-pekerja yang
jahat. Katanya dia penyunat, tetapi tidak ada darah-darahnya, bagaimana itu.
Maka tentu saja Goliat disebut pekerja yang jahat. Yang dibicarakan hanya soal
daging, kelebihan di dalam diri, dan menaruh percaya kepada manusia, ini
pekerja yang jahat, penyunat-penyunat palsu, sepertinya melayani, tetapi tidak
berbicara salib, tidak ada darah-darahnya.
Kita bandingkan dengan …
Filipi 3:3
(3:3) karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah
oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada
hal-hal lahiriah.
Jelas Goliat ini adalah orang yang
tidak bersunat, belum dikerat kulit khatannya.
Kitalah orang-orang bersunat, Goliat
adalah anjing dan penyunat palsu, pekerja yang jahat kalau kita bandingkan
dengan Filipi 3:3. Inilah ciri-ciri orang sombong, layak untuk menerima
lontaran batu dari umban. Kepada Israel juga batu dilontarkan oleh Roh TUHAN
dari Sorga. Hati Rezin dijamah, menjadi batu yang dilontarkan untuk menghukum
Israel karena Israel sombong. Zaman kerobohan tetapi masih tetap mengandalkan
kekuatan, akhirnya Rezin menjadi batu yang dilontarkan.
Goliat inipun layak untuk menerima
lontaran batu dari umban, kita hati-hati supaya tetap dalam tahbisan, jangan
kita menjadi sombong. Hati-hati terhadap lontaran batu dari umban. Karena Roh
TUHAN dari Sorga bisa menggerakkan batu untuk dilontarkan sebagai hukuman.
Saudara, tadi kita sudah melihat,
TUHAN telah melontarkan Firman kepada Yakub dan Firman-Nya itu menimpa Israel
sehingga batu dilontarkan sebagai penghukuman oleh kecongkakan dan kesombongan
Israel. Hal itu juga berlaku atas Goliat sebab dia adalah anjing / penyunat
palsu / pekerja-pekerja yang jahat.
Sekarang saatnya batu dilontarkan
atau diumban…
1 Samuel 17:45
(17:45) Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau
mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku
mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan
Israel yang kautantang itu.
Goliat mendatangi Daud dengan pedang,
tombang, dan lembing, menunjukkan bahwa Goliat mengandalkan manusia dan
kekuatannya serta mengandalkan kelebihan-kelebihan yang dia miliki. Sebaliknya,
Daud mendatangi Goliat dengan:
a.
Nama
TUHAN semesta alam.
Dialah yang menciptakan langit, bumi, dan segala isinya,
yaitu; TUHAN langit dan TUHAN bumi.
Siapa yang bisa menghadapi TUHAN langit dan TUHAN bumi, di
langit Dia berkuasa, di bumi juga Dia berkuasa, harusnya TUHAN yang kita
andalkan. Kalau gembala mengandalkan kelebihan di dalam diri, ternyata itu
tembaga, itu namanya keliru, itu kesombongan, keliru kita menjadi hamba TUHAN
jika seperti itu, kembali saja ke dunia, ayo cari uang, ngompreng di situ,
tetapi itu namanya rasa takut sudah sampai pada tahap melarikan diri.
b.
ALLAH
segala barisan Israel.
Maksudnya, Israel adalah barisan ALLAH yang hidup (1
Samuel 17:26).
Hamba TUHAN yang diurapi oleh TUHAN 🡪 pejuang
iman.
Jadi pengurapan itu yang kita andalkan, itu sebabnya Daud
berani berkata; “Tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta
alam, Allah segala barisan Israel…”
Jadi oleh URAPAN
inilah kita berani menghadapi Goliat, itulah umban.
Pendeknya, Daud mendatangi Goliat dengan pengurapan.
Barisan ALLAH adalah pejuang iman, hamba TUHAN yang diurapi,
dengan pengurapan itu Daud mendatangi Goliat. Kalau tadi Goliat mendatangi Daud
dengan pedang, tombak, dan lembing, tetapi Daud mendatangi Goliat dengan
pengurapan, umban rohani.
Kita bandingkan dengan …
Amsal 30:27
(30:27) belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris
dengan teratur,
“Belalang yang tidak mempunyai raja, namun
semuanya berbaris dengan teratur.” Ini karena ada kepalanya, yaitu:
urapan. Seperti kita duduk diam mendengarkan Firman, catatannya juga
teratur.
Kita datangi Goliat rohani dengan
umban di tangan itulah pengurapan. Nanti TUHAN percayakan Firman kepada kita
untuk dilontarkan kepada jemaat, tetapi bukan untuk nembak-nembak, jangan
ditambahi dan dikurangi. Kalau memang itu porsinya ya sampaikan saja, ditolak
tidak apa-apa, diterima ya puji TUHAN.
Itulah sebabnya Daud tidak tawar
hati dengan cemooh Goliat. Tidak tawar hati berarti tidak cemas, tidak
melarikan dari dari Goliat, dia hadapi kenyataan yang ada dengan umban, dengan
Roh TUHAN.
Dalam peperangan rohani pun kita
pasti teratur, menghadapi kenyataan hidup sepahit-pahitnya pun pasti teratur,
jangan setelah pahit lalu mencak-mencak, tidak teratur lagi, karena sudah
pahit. Tetapi sepahit-pahitnya, Daud tetap menghadapi Goliat, tidak tawar hati,
tidak cemas, tidak melarikan diri.
1 Samuel 17:46
(17:46) Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam
tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu;
hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin
kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar,
supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, (17:47) dan supaya segenap jemaah ini
tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing.
Sebab di tangan TUHANlah pertempuran dan Ia pun menyerahkan kamu ke
dalam tangan kami."
Daud berkata kepada Goliat;
a.
“Di
tangan TUHANlah pertempuran.”
Artinya; TUHANlah yang menentukan siapa yang menang,
siapa yang kalah.
Tidak perlu tawar hati menghadapi Goliat rohani, kita
berkata; “di tangan TUHANlah pertempuran”, TUHAN yang menentukan siapa
yang menang, siapa yang kalah.
b.
“Ia
pun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.”
Artinya; Daud akan memenggal kepala Goliat dari tubuhnya
untuk selanjutnya diserahkan kepada;
-
Burung-burung
di udara 🡪 antikris.
-
Binatang
liar 🡪 nabi-nabi palsu.
Jadi dari perkataan ini, sudah jelas
bahwa Daud pasti berkemenangan sekalipun belum berhadapan dengan Goliat, dia
yakin sudah pasti menang karena di tangan TUHANlah pertempuran.
1 Samuel 17:48-49
(17:48) Ketika orang Filistin itu bergerak maju untuk menemui Daud,
maka segeralah Daud berlari ke barisan musuh untuk menemui orang Filistin itu; (17:49)
lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari
dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu
itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke
tanah.
Singkat kata; Daud mengalahkan
Goliat. Berarti perkataan Daud terbukti sebab umban ada di tangannya.
Jadi begitu berhadapan dengan
Goliat, dia ambil satu batu dari lima batu yang ada di kantung gembala, lalu
ditaruh di salam umban. Kemudian ketika berhadapan face to face, dia
umban berarti dia lontarkan batu, kenalah pada dahinya, batu itu tertanam di
dahi daripada Goliat.
1 Yohanes 2:27
(2:27) Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang
telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh
orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang
segala sesuatu -- dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta -- dan
sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap
tinggal di dalam Dia.
Daud betul-betul mengandalkan TUHAN,
sebagai barisan ALLAH semesta alam, dan di tangannya ada umban, ada pengurapan
untuk melontarkan batu.
Saya pun begitu, saya katakan kepada
TUHAN; “TUHAN, Firman apa yang harus saya sampaikan di sesi ke-2 ini, jangan
sampai daging ku yang berbicara.” Sebab itu saya harus datang di kaki salib
entah berapa lama pun itu saya tidak peduli dan pengurapan itu saya terima,
umban itu saya terima, nanti urapan itu akan mengajar untuk melontarkan batu
(Firman ALLAH) untuk menghukum dosa.
Itu sebabnya di sini dikatakan; “di
dalam diri kamu tetap ada pengurapan” itulah umban yang diterima oleh Daud
dari TUHAN, tidak perlu diajar, tidak mesti banyak ayat, tidak perlu diatur
harus sedikit ayat, tergantung umban yang kita terima, nanti Roh TUHAN itu akan
bekerja. Satu ayat pun batu (Firman TUHAN) yang disampaikan, kalau itu dari
TUHAN bisa kena sasaran, ada umban di tangan, ada dalam pengurapan, supaya
kesombongan itu langsung dihukum, sudah merajalela seperti Goliat tadi, dia
mencemooh umat Israel, sombong. Karena apa? Karena 6 (enam) hasta sejengkal
juga karena atribut di dalam diri, ditambah satu orang pembawa perisai.
Betul-betul dia adalah kehidupan yang tidak bersunat.
Kalau dia bersunat, 3 (tiga) hal itu
tidak ada di dalam dirinya. Itu sebabnya ketika Saul memperlengkapi dirinya
dengan ketopong, baju zirah, dll, dia langsung tanggalkan. Dia hanya
mengandalkan TUHAN dan umban di tangannya karena dia tahu perisai di dalam
dirinya meski itu adalah tembaga, itu tetap penghukuman.
Siang ini, TUHAN berkenan menyatakan
kasih-Nya supaya kita menerima umban dari TUHAN karena TUHAN mau memperlengkapi
kita di tengah penggembalaan yang TUHAN percayakan di manapun kita
menggembalakan sidang jemaat, dimanapun kita menginjili, di dalam negeri, di
luar negeri, TUHAN sedang mengurapi kita, terimalah umban dari TUHAN, nanti Roh
TUHAN itu menggerakkan mulut ini untuk menyampaikan (melontarkan) Firman untuk
menghukum dosa kesombongan itu.
Milikilah umban rohani, umban itu
yang melontarkan Firman untuk disampaikan menghukum kesombongan. Entah berapa
banyak kesombongan kita tidak tahu, ada kesombongan yang nyata, ada kesombongan
yang terselubung, tetapi TUHAN lebih tahu, kalau kita dalam urapan, nanti
urapan itu yang akan mengumban, melontarkan Firman TUHAN itu sehingga rontok
(gugur) segala kesombongan-kesombongan itu.
Saudara, saya akhiri dengan satu
kata; tinggallah di dalam Dia, terimalah pengurapan, bawalah umban rohani
karena urapan itu yang akan mengajari kita untuk melontarkan (menyampaikan)
Firman ALLAH untuk menghukum keesombongan-kesombongan yang nampak ataupun
terselubung.
Selamat membawa umban dalam
pertempuran rohani dimanapun kita
menggembalakan sidang jemaat yang TUHAN percayakan, AMIN.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA
MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U.
Sitohang