IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 12 SEPTEMBER 2026
STUDY YUSUF
(Seri: 34)
Subtema: MULUT YANG DIURAPI ADA SARANG MADU
Shalom.
Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus, kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Kaum Muda Remaja.
Saya juga tidak lupa menyapa kaum muda remaja atau anak-anak Tuhan yang turut bergabung lewat online/live streaming atau video internet baik lewat YouTube, Facebook, TikTok, selanjutnya doa dan harapan kami kiranya damai sejahtera dari Sorga memenuhi ruangan ini dan hati kita masing-masing, juga saudara yang mengikuti secara online baik yang mengikut secara langsung hari ini maupun siaran tunda di besok hari. Selanjutnya damai sejahtera dari Sorga memenuhi hati kita dan sukacita bahagia memenuhi kita saat kita menikmati sabda Allah.
Mari kita mengikuti STUDY YUSUF sebagai firman penggembalaan untuk Ibadah Kaum Muda Remaja. Kita masih memperhatikan Kejadian 44:18-34 dan malam ini merupakan seri pemberitaan firman Allah ke-34.
Singkat kata, seluruh ayat firman Allah yang tertulis dalam Kejadian 44:18-34, merupakan tutur kata Yehuda kepada Yusuf sebagai raja muda di Mesir. Dalam tutur kata itu Yehuda memohon kelepasan bagi Benyamin adiknya itu.
Adapun alasan Yehuda memohon kelepasan bagi Benyamin, dituliskan dengan jelas pada ayat 29-31, yaitu: Apabila Benyamin tidak kembali ke Kanaan, maka Yakub:
Turun ke dunia orang mati karena nasib celaka … (ayat 29).
Turun ke dunia orang mati karena dukacita … (ayat 31).
Dari sini dapat kita bisa lihat bahwa Yehuda adalah seorang anak yang memperhatikan dan memperdulikan Yakub, ayahnya. Pendeknya, Yehuda adalah anak yang hormat kepada orang tuanya.
Alkitab berkata: Bila anak menghormati orang tua maka lanjut umur di tanah yang Tuhan berikan kepadanya, sesuai dengan Keluaran 20:12.
Bukankah kita rindu umur kita lanjut sampai ke tanah air sorgawi? sebab itu hendaklah kaum muda remaja hormat kepada orang tua. Dampak positifnya: lanjut umur di tanah yang diberikan TUHAN, dari bumi ini lanjut sampai kepada tanah air sorgawi, sebagai milik pusaka yang diwariskan oleh TUHAN kepada kita (kaum muda) GPT BETANIA dan anak-anak TUHAN yang mengikuti secara online.
Adapun tutur kata Yehuda kepada Yusuf terangkai dengan baik, menjadi ...
Sebuah kata-kata yang tersusun dengan rapi,
Sebuah pernyataan yang elok, indah dan manis untuk didengar.
Oleh sebab itu, hendaklah kaum muda remaja GPT "Betania" menjadi sama seperti Yehuda, yang mempunyai tutur kata yang terangkai dengan baik.
Amsal 16:24
(16:24) Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.
Perkataan yang menyenangkan adalah seperti SARANG MADU, berarti:
Manis bagi hati.
Itu berarti, orang-orang yang sedang bermasalah dengan hatinya sangatlah mendambakan perkataan yang menyenangkan. Contoh:
Amsal 12:25 “... tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia”,
Amsal 15:1 “Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman ...”
Obat bagi tulang-tulang.
Itu berarti, orang-orang yang lemah dan rapuh akan dikuatkan kembali dengan perkataan yang menyenangkan. Jadi, kalau saudara melihat seseorang sedang rapuh, jangan lagi ada ungkapan-ungkapan yang tidak menyenangkan hatinya, itu akan membuat dia semakin rapuh.
Amsal 16:21
(16:21) Orang yang bijak hati disebut berpengertian, dan berbicara manis lebih dapat meyakinkan.
Orang-orang yang bijaksana disebutlah ORANG YANG BERAKAL BUDI.
Kemudian, jika berbicara dengan tutur kata yang manis dapat meyakinkan orang lain.
Demikianlah pribadi Yehuda, berusaha untuk meyakinkan Yusuf, sebagai mangku negara di Mesir, sebagaimana yang tertulis dalam Kejadian 44:18-34, semua ayat-ayat yang terdapat di situ merupakan tutur kata yang terangkai kepada Yusuf, berarti tutur kata yang baik dan manis didengar, dapat meyakinkan.
Singkat kata, ORANG-ORANG BIJAKSANA -> Bintang-bintang di langit atau hamba Tuhan yang diurapi.
Terkait: ORANG-ORANG BIJAKSANA atau BINTANG-BINTANG DI LANGIT.
Daniel 12:1-3 --- Perikop: "Akhir zaman."
(12:1) "Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu. (12:2) Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal. (12:3) Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.
“Orang-orang bijaksana” sama seperti bintang-bintang yang bercahaya di cakrawala (langit).
Tugas pokok dari bintang-bintang di langit/orang-orang bijaksana: “...Menuntun banyak orang kepada kebenaran…”, yaitu kebenaran yang ada di dalam kerajaan Sorga, sebagaimana yang tertulis dalam Matius 6:33 “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya ...”
Sebagai contoh:
Orang-orang majus dituntun oleh bintang Timur sehingga mereka tiba di Yerusalem. Ayat referensi: Matius 2:1-2: “... Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem (2:2) dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." …”
Orang-orang majus tiba di Betlehem bahkan melihat kebenaran yang datang dari Sorga. Ayat referensi: Matius 2: 9-11: “... Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. (2:10) Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. (2:11) Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur …”
Sekali lagi saya sampaikan dengan tandas; orang-orang bijaksana disebut juga bintang-bintang yang bercahaya di langit yaitu; hamba-hamba Tuhan yang diurapi, di mulut mereka ada perkataan yang baik dan manis itulah firman Allah. Ayat referensi: Wahyu 10:9, “Lalu aku pergi kepada malaikat itu dan meminta kepadanya, supaya ia memberikan gulungan kitab itu kepadaku. Katanya kepadaku: "Ambillah dan makanlah dia; ia akan membuat perutmu terasa pahit, tetapi di dalam mulutmu ia akan terasa manis seperti madu."
Sedangkan, GULUNGAN KITAB -> Pengajaran firman Allah yang murni dan benar, sangat berkuasa menuntun banyak orang kepada kebenaran. Jika hal ini dikaitkan dengan Daniel 12:1-3, mereka yang dituntun kepada sampai kebenaran yang dari Sorga -> Orang-orang yang namanya tertulis dalam kitab kehidupan Anak Domba.
Daniel 12:1
(12:1) "Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu.
Orang-orang yang namanya tertulis dalam kitab kehidupan, itulah orang-orang yang dituntun oleh orang bijaksana (di mulutnya ada gulungan kitab) yang menuntun banyak orang sampai kepada kebenaran di Sorga, sehingga terluput/bebas dari masa kesesakan yang besar yaitu pada saat antikris menjadi raja yang berkuasa atas dunia, sesuai dengan yang tertulis dalam Matius 24:15: “... (24:15) "Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel -- para pembaca hendaklah memperhatikannya --
(24:21) Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. …"
Pada saat antikris menjadi raja atas seantero dunia akan terjadi siksaan yang dahsyat yang belum pernah terjadi dan tidak akan terjadi lagi. Mengapa hal itu bisa terjadi? Sebab, ketika antikris menjadi raja atas seantero dunia, sesuai dengan Daniel 8:11: “... Bahkan terhadap Panglima bala tentara itu pun ia membesarkan dirinya, dan dari pada-Nya diambilnya korban persembahan sehari-hari, dan tempat-Nya yang kudus dirobohkannya …”
Antikris menghentikan korban sehari-hari -> Korban sembelihan dan korban santapan.
Korban sembelihan -> Ibadah pelayanan yang disertai sangkal diri pikul salib sampai berdarah-darah.
Korban santapan -> Firman Allah yang murni dan benar, itulah cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus.
Singkat kata, ketika KORBAN SEMBELIHAN dihentikan maka pada saat itu tidak ada lagi penebusan dan pendamaian, sehingga tidak ada lagi kesempatan untuk bertobat dan berdamai dengan Allah.
Akibatnya ialah: yang jahat akan semakin jahat, namun di sisi yang lain; yang suci akan semakin suci.
Kemudian pada saat KORBAN SANTAPAN dihentikan maka pengajaran firman Allah yang murni dan benar tidak ditemukan lagi, akibatnya dunia mengalami kekeringan dan kelaparan yang dahsyat, dengan demikian tergenapilah Amos 8:12-14, kemudian;
orang-orang “akan mengembara dari laut ke laut” maka yang ditemukan adalah ajaran laut, yaitu; kenajisan percabulan.
menjelajah dari Utara ke Timur, maka yang ditemukan adalah ajaran bumi (daratan), yaitu; ajaran palsu yang menyesatkan.
Akibatnya 2 (dua) ajaran tersebut; anak-anak dara yang cantik dan teruna-teruna akan rebah dan tidak akan bangkit-bangkit = Binasa.
Singkat kata, ketika korban santapan dihentikan: Dunia mengalami kekeringan/kelaparan yang dahsyat. Sesuai dengan nubuatan Amos 8:11-14.
Bait Suci Allah dirobohkan.
Perlu untuk kita diketahui: Bait Suci Allah adalah;
Tempat Roh Allah berdiam sekaligus tempat Roh Allah beraktivitas, yaitu: beribadah dan melayani. Dan,
Untuk mempersembahkan korban-korban kepada Tuhan.
Sampai pada akhirnya menjadi rumah doa.
Namun, faktanya pada saat antikris menjadi raja, mereka merobohkan bait Suci Allah.
Jadi, sekali lagi saya sampaikan dengan tandes, kita butuh orang yang bijaksana (bintang-bintang di langit) pada mulutnya ada Gulungan Kitab yang terbuka untuk menuntun hidup kita sampai kepada kebenaran.
Pertanyaannya disini: Siapakah yang dituntun sampai kepada kebenaran? jawabnya; orang-orang yang namanya tertulis dalam Kitab kehidupan Anak Domba. Singkatnya, mereka itulah orang-orang yang terlepas (luput) dari aniaya antikris (kesesakan yang besar).
Jadi, ayat-ayat Firman ALLAH yang tertulis di dalam Kejadian 44:18-34 semuanya adalah tutur kata Yehuda kepada Yusuf, namun kisah ini juga adalah sebuah nubuatan kepada kita, bagaimana Gulungan kitab menuntun banyak orang kepada kebenaran, sampai nama mereka tertulis dalam kitab kehidupan anak domba = nama terdaftar di Sorga.
Maka, saya sebagai pemimpin jemaat, akan terus berjuang untuk mengerjakan pekerjaan yang Tuhan percayakan, termasuk untuk menjalankan Ibadah Kaum Muda Remaja supaya baik saya, maupun sidang jemaat GPT BETANIA, termasuk kaum muda remaja, sama-sama dituntun oleh akal budi dan kebijaksanaan, dituntun oleh Gulungan kitab yang terbuka sampai kepada kebenaran, dengan lain kata sampai nama kita tertulis dalam kitab kehidupan Anak Domba, berarti terdaftar di Sorga.
Oleh sebab itu, jangan kita menganggap enteng ibadah dan pelayanan ini, kita harus dengan sungguh-sungguh menghormati hari perhentian yang besar termasuk Ibadah Kaum Muda Remaja, sebab di mulut orang bijaksana (bintang-bintang yang bercahaya / hamba-hamba TUHAN yang diurapi) ada Gulungan Kitab yang terbuka untuk menuntun kita sampai kepada kebenaran, sampai nama kita tertulis dalam Kitab kehidupan Anak Domba, berarti luput (lepas) dari masa kesesakan, masa aniaya antikris, siksaan yang dahsyat, yang berlangsung 7 (tujuh) tahun, yang memuncak pada 3.5 (tiga setengah) tahun yang kedua, karena pada saat itu antikris disebut pembinasa keji, menghentikan korban sehari-hari. Kemudian antikris merobohkan bait suci Allah.
Kalau Bait Suci Allah dirobohkan, maka tidak ada lagi kesempatan untuk beribadah dan mempersembahkan korban.
Kemudian korban sehari-hari juga dihentikan itulah korban sembelihan dan korban santapan.
Kalau korban sembelihan dihentikan, berarti tidak ada lagi kesempatan untuk bertobat dan tidak ada lagi kesempatan berdamai dengan Allah.
Kalau korban santapan dihentikan, maka dunia mengalami kekeringan sehingga tegenapilah Amos 8:11-14.
Jadi, kita harus menyerahkan diri untuk dituntun oleh bintang-bintang di langit yaitu; orang yang bijaksana, sebab di mulutnya ada Gulungan Kitab.
Saya sampaikan kalimat ini berulang-ulang untuk meneguhkan kaum muda remaja.
Wahyu 13:7
(13:7) Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa.
Ketika antikris menjadi raja dan berkuasa atas dunia: Mereka akan memerangi dan mengalahkan orang-orang kudus. Sebab kepada antikris diberikan kuasa atas seluruh bangsa, suku, kaum dan bahasa.
Oleh sebab itu kita sangat membutuhkan orang bijaksana (bintang-bintang di langit) di mulutnya ada gulungan kitab yang terbuka untuk menuntun kita sampai kepada kebenaran, berarti nama kita tertulis dalam Kitab kehidupan Anak domba -> orang-orang yang terluput dari aniaya antikris.
Oleh sebab itu, jangan kita berkata; “yang penting berbuat baik saja, pasti nanti masuk Sorga.” Sebenarnya hal itu tidak cukup.
Kemudian berkata; “saya hanya berserah kepada Tuhan, tetapi ia sendiri tidak mengerti arti berserah”, itu juga tidak cukup.
Tetapi kita harus mengerti kebenaran firman dan seutuhnya hidup kita dituntun oleh orang-orang bijaksana, karena di mulutnya ada Gulungan Kitab yang terbuka.
Oleh sebab itu, kita tidak bisa memerangi antikris dengan kekuatan, dengan ilmu, dengan harta kekayaan dan uang, jabatan dan pangkat kita sendiri.
Wahyu 13:8
(13:8) Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.
Orang-orang kudus diperangi dan dikalahkan oleh antikris, itulah orang-orang yang ibadahnya tidak sampai kepada tingkat tertinggi/puncak ibadah itulah DOA PENYEMBAHAN.
Maka modal kita tidak cukup hanya disebut orang Kristen tetapi harus mengerti rencana TUHAN dengan mantap, sebab memberi diri dituntun oleh gulungan kitab yang terbuka, yang ada di mulut orang bijaksana.
Kita ini adalah orang-orang yang paling berbahagia di dunia ini, karena kepada kita diberikan suatu pengertian yang luar biasa, sehingga kita terluput dari aniaya yang besar (kesesakan yang besar).
Wahyu 13:9-10
(13:9) Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar! (13:10) Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang.
Ngeri sekali kalau seseorang jatuh ke tangan antikris.
Yang jatuh ke dalam tangan antikris ada 2 (dua) jenis:
Yang ditawan, berarti dianiaya/diinjak-injak -> orang-orang yang akan binasa.
Yang dibunuh mati dengan pedang antikris, inilah orang yang mati martir -> selamat tapi terlebih dahulu leher digorok oleh pedang Antikris.
Kedua-duanya adalah GEREJA TERTINGGAL, mereka tidak luput/tidak bebas dari siksaan yang dahsyat pada saat antikris menjadi Raja dan memerintah atas seluruh dunia ini, menganiaya orang di seluruh dunia ini.
Perbandingan: GEREJA YANG TERLUPUT dan GEREJA TIDAK TERLUPUT.
Terkait "GEREJA YANG TERLUPUT."
Wahyu 12:14 --- Perikop: "Naga memburu perempuan itu."
(12:14) Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar.
Perempuan yang melahirkan anak -> Gereja Tuhan yang sempurna/sidang mempelai wanita Tuhan.
Menerima sayap burung nasar yang besar, menunjukkan, bahwasanya: Ibadah mereka sudah sampai kepada tingkat tertinggi/puncak ibadah itulah doa penyembahan.
Kegunaan dari sayap burung nasar yang besar adalah mengungsikan sidang mempelai Tuhan ke padang belantara, berarti jauh dari mata ular (antikris).
Sementara antikris berkuasa atas seluruh dunia, tetapi kepada mempelai wanita TUHAN dipercayakan sayap burung nasar yang besar, kegunaannya supaya ia diungsikan ke padang belantara, jauh dari mata ular. Ini adalah gereja yang terluput dari masa kesesakan yang besar, atau aniaya antikris.
Doa saya, kiranya kita semua yang hadir disini menerima sayap burung nasar yang besar, kegunaanya ialah, untuk menerbangkan, mengungsikan kita ke padang belantara, jauh dari mata ular -- tempat bagi gereja yang sempurna terpelihara selama 3.5 (tiga tahun) setengah, dimana antikris menjadi raja atas seantero dunia.
Wahyu 12:15
(12:15) Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu.
Naga menyemburkan air sebesar sungai ke arah perempuan itu (sidang mempelai Tuhan). Tujuannya: Supaya mempelai wanita Tuhan dihanyutkan oleh sungai itu.
Kita melihat hal ini dari sisi rohani, bukan dari sisi yang lahiriah. Tidak mungkin lagi ular naga bisa menyemburkan air sebesar sungai Mahakam dan sungai Kapuas yang sekarang ini mengering, atau sungai Musi di Palembang untuk menghanyutkan anak-anak TUHAN, itu tidak mungkin. Tapi kita melihat “air sebesar sungai yang disemburkan dari mulut naga” bersifat rohani.
Sebenarnya, air sebesar sungai yang disemburkan dari mulut naga adalah TANDINGAN dari air sungai kehidupan yang mengalir keluar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba (Wahyu 22:1).
Jadi, setan selalu membuat tandingan dalam segala perkara.
"AIR SUNGAI DARI MULUT NAGA"
Matius 4:4-8
(4:4) Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." (4:5) Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, (4:6) lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu." (4:7) Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!" (4:8) Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,
Air sungai yang keluar dari mulut naga antara lain:
Batu menjadi roti -> Keinginan daging.
Menjatuhkan diri ke bawah dari bubungan Bait Allah = Mencobai Tuhan -> Keangkuhan hidup.
Naga memperlihatkan kerajaan dunia dengan kemegahannya -> Keinginan mata.
Singkat kata, “keinginan daging, keangkuhan hidup, dan keinginan mata”, bersumber dari air sungai yang disemburkan dari mulut naga, tujuannya untuk menghanyutkan hidup rohani gereja Tuhan, supaya gereja TUHAN dihanyutkan oleh; “keinginan daging, dkeangkuhan hidup, keinginan mata.”
Sementara, tiga perkara tersebut, berasal dari dunia, bukan berasal dari TUHAN, sebagaimana yang tertulis dalam Suratan 1 Yohanes 2:16: “... Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia …”
Maka kita harus berdoa dengan sungguh-sungguh supaya setiap firman yang disampaikan tidak memancing orang (jemaat) untuk hidup sesuai dengan keinginan daging, keangkuhan hidup, dan jangan memancing orang yang mendengar firman Allah, untuk hidup dalam keinginan mata.
APAKAH MEMPELAI TUHAN DIHANYUTKAN OLEH AIR YANG DISEMBURKAN DARI MULUT NAGA TERSEBUT?
Wahyu 12:16
(12:16) Tetapi bumi datang menolong perempuan itu. Ia membuka mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan naga itu dari mulutnya.
“... Bumi datang menolong perempuan itu …”, artinya: Gereja Tuhan yang sudah sampai ke tingkat tertinggi/puncak ibadah itulah doa penyembahan, akan terlepas dari air sungai yang disemburkan dari mulut naga.
Jadi oleh Doa Penyembahan mempelai TUHAN tertolong, sebab disini dikatakan; bumi datang menolong perempuan itu.
Disini “bumi” berbicara tentang, Doa Penyembahan; tingkat ibadah yang tertinggi, itu tertulis dalam Wahyu 12:16. Kalau kita kurangi angka satu di depan berarti tinggal angka 2 dan angka 6. Mari kita lihat angka 2 dan 6 dalam kitab Kejadian; Kejadian 2:6.
Kejadian 2:6
(2:6) tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu –‘
"Kabut naik ke atas dari bumi" -> Doa penyembahan, bagaikan ukupan wangi-wangian atau dupa harum naik ke hadirat Allah.
Oleh sebab itu, kita harus memberi diri untuk dituntun oleh orang bijaksana, karena di mulutnya ada gulungan kitab, perkataan yang baik dan manis, semuanya terangkai dengan baik meyakinkan hati kita.
Soal hal-hal yang lain, hati kita tidak bergeming tetapi terhadap Gulungan kitab yang ada pada mulut hamba-hamba Tuhan yang diurapi, kepadanya kita harus menyerahkan diri untuk dituntun sampai kepada penyembahan yang tertinggi, sebab itulah yang menyelamatkan kita dari semburan air yang keluar dari mulut naga, semua dinyatakan di dalam injil Matius 4:4-8, itulah; “keinginan daging, keinginan mata, keangkuhan hidup”
Jadi sudah terbukti yang menolong mempelai TUHAN adalah; “bumi”; Doa Penyembahan, ukupan wangi-wangian yang naik kehadirat Allah.
Wahyu 12:17
(12:17) Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.
Sasaran amarah dari ular naga ialah keturunan yang lain yaitu:
Menuruti hukum-hukum Allah = Penuh dengan Firman -> MEJA ROTI SAJIAN.
Memiliki kesaksian Allah = Penuh dengan Roh Kudus -> PELITA EMAS
Namun, masih kurang satu alat yaitu MEZBAH DUPA -> Doa Penyembahan.
Artinya keturunan yang lain, ibadahnya tidak sampai kepada tingkat tertinggi (puncak ibadah) yaitu doa penyembahan. Inilah yang menjadi sasaran dari ular tua. Itu sebabnya saya katakan sekali lagi, ayo berikan diri untuk dituntun (dibawa) sampai kepada kebenaran yang ada di Sorga, dengan lain kata namanya tertulis dalam kitab kehidupan anak domba, supaya terluput dari masa kesesakan (siksaan yang dahsyat).
Mari kita lihat JALAN KELUARNYA:
“Perkataan yang manis” -> Firman Allah, yaitu GULUNGAN KITAB yang ada di mulut seorang hamba Tuhan ... Wahyu 10:9.
Perkataan yang keluar dari mulut naga disebutlah itu air sebesar sungai yang menghanyutkan. Tetapi perkataan yang manis, yaitu; firman Allah yang keluar dari mulut seorang hamba TUHAN yang diurapi (orang yang bijaksana) disebut juga sungai air kehidupan yang mengalir keluar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba.
KUASA DARI: AIR SUNGAI KEHIDUPAN
Zakharia 14:8 --- Perikop: "Kemenangan terakhir: TUHAN menjadi Raja di Yerusalem."
(14:8) Pada waktu itu akan mengalir air kehidupan dari Yerusalem; setengahnya mengalir ke laut timur, dan setengah lagi mengalir ke laut barat; hal itu akan terus berlangsung dalam musim panas dan dalam musim dingin.
Sungai air kehidupan yang mengalir keluar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba; “sebagian mengalir ke laut Timur, sebagian lagi mengalir ke laut Barat” Hal itu akan terus berlangsung dalam musim panas dan musim dingin.
Musim panas -> kemurahan TUHAN.
Musim dingin -> pra aniaya (3,5 tahun yang pertama).
Air yang mengalir ke laut Timur, berbicara tentang INJIL KESELAMATAN.
Kuasa dari, INJIL KESELAMATAN: Orang yang menerimanya, menjadi percaya, bertobat, dibaptis, penuh Roh Kudus. Ayat referensi: Kisah Para Rasul 2:36-40: “... Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus." (2:37) Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" (2:38) Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. (2:39) Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita." (2:40) Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini." …”
Injil keselamatan bila dikaitkan dengan Tabernakel dimulai dari; Pintu Gerbang sampai kepada Pintu Kemah;
Pintu Gerbang = Percaya.
Di halaman terdapat Mezbah Korban Bakaran = Pertobatan.
Alat kedua di halaman; Kolam Pembasuhan Tembaga = Pengalaman kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.
Pintu Kemah = Dipenuhkan Roh Kudus. Kegunaan pintu kemah memisahkan Ruangan Suci dari Halaman, karena ibadah di Halaman masih berbau daging. Ibadah di halaman = ibadah jalan-jalan, sifatnya masih ada bau daging.
Jadi lautan di Timur itu adalah lautan manusia; yang sudah menerima Yesus = percaya, bertobat, dibaptis, kemudian dipenuhkan Roh Kudus. Itulah keadaan dari lautan manusia yang menerima injil Keselamatan.
Air yang mengalir ke laut Barat, berbicara tentang INJIL KERAJAAN.
Bila dikaitkan dengan Tabernakel terkena kepada BAIT SUCI ALLAH, yaitu; Ruangan Suci sampai Ruangan Maha Suci.
Untuk sampai kepada kesempurnaan (Ruangan Maha Suci) maka harus dimulai dari Ruangan Suci, berarti tekun dalam 3 (tiga) macam ibadah pokok sesuai dengan 3 (tiga) macam alat yang ada di Ruangan Suci:
Meja Roti Sajian -> Ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci.
Pelita Emas -> Ketekunan dalam Ibadah Raya Minggu disertai kesaksian Roh.
Mezbah Dupa -> Ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan.
Lewat ketekunan dalam 3 (tiga) macam ibadah pokok, orang bijaksana akan menuntun sampai kepada KEBENARAN, yang ada pada Ruangan Maha Suci = mengalir ke laut Barat.
Ruangan Maha Suci itu berbicara soal kemuliaan dari Shekinah Glory atau gereja Tuhan telah dibawa sampai kepada terang yang sempurna.
Kita bersyukur kepada Tuhan sebab sungai air kehidupan mengalir ke laut Timur -> INJIL KESELAMATAN dan sebagian mengalir ke Barat -> Injil Kerajaan, supaya kelak kita dipermuliakan dalam kerajaan Sorga lewat Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel.
Kaum muda remaja tetaplah berdoa supaya bilamana firman disampaikan kita dapat merasakan sungai air kehidupan yang mengalir keluar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba. Aliran itu dimulai dari Timur, yaitu: Injil Keselamatan, lalu selanjutnya dibawa sampai ke Barat, yaitu: Injil Kerajaan, satu kali kelak kita dipermuliakan di dalam Kerajaan Sorga. Maka tentu saja di mulut ini ada Gulungan Kitab, manis rasanya sehingga dapat meyakinkan sidang jemaat atau umat TUHAN.
Malam ini kita sudah melihat kisah mengenai tutur kata Yehuda kepada Yusuf di Mesir tersusun (terangkai) dengan baik menjadi suatu perkataan yang baik dan manis itulah Gulungan kitab yang ada di mulut orang-orang bijaksana, dan kita diyakinkan sesuai dengan Amsal 16:21:“... Orang yang bijak hati disebut berpengertian, dan berbicara manis lebih dapat meyakinkan …”
Kiranya nama kita tertulis dalam kitab kehidupan Anak Domba. Amin.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang