IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 30 JUNI 2026
YUDAS 1:11
(Seri: 29)
Subtema: JANGAN MENJADI
SANDUNGAN, PERTAHANKAN HIKMAT TUHAN
Shalom…
Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN yang
telah menghimpunkan kita di atas gunung TUHAN yang kudus, kita boleh datang
menghadap Dia lewat Ibadah Doa Penyembahan. Sekarang kita berada dalam
hadirat-Nya TUHAN, yang sangat mencengkram seluruh kehidupan kita sehingga kita
boleh duduk diam menikmati sabda ALLAH dan biarlah kiranya damai sejahtera,
kesukaan Sorga dan bahagia menjadi bahagian kita. Saya tidak lupa menyapa
anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN, yang turut bergabung lewat live streaming,
video internet, baik dari Youtube, Facebook, dan media sosial apa saja yang
dipergunakan. Biarlah kiranya TUHAN tolong kita malam ini.
Mari kita sambut SURAT YUDAS sebagai Firman penggembalaan
untuk Ibadah Doa Penyembahan dan kita masih berada pada Yudas 1:11 seri
ke-29.
Namun, tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan TUHAN
supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi
yang akan memberikan kekuatan, pemulihan terjadi atas kehidupan kita.
Yudas 1:11
(1:11)
Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain
dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan
Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.
“Celakalah mereka...” antara lain:
a. Karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh
Kain.
b. Oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam
kesesatan Bileam.
c. Mereka binasa karena kedurhakaan seperti
Korah.
Tentang:
MEREKA BINASA KARENA KEDURHAKAAN SEPERTI KORAH (Bagian 17).
Bilangan 16:1-2 --- Perikop: "Pemberontakan Korah,
Datan dan Abiram."
(16:1)
Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan dan Abiram,
anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang Ruben, mengajak
orang-orang (16:2) untuk memberontak melawan Musa, beserta dua
ratus lima puluh orang Israel, pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu orang-orang
yang dipilih oleh rapat, semuanya orang-orang yang kenamaan.
Korah dan kumpulannya bangkit untuk memberontak melawan
Musa.
Mereka yang masuk dalam kumpulan Korah antara lain: Datan,
Abiram, dan On, + (plus) 250 pemimpin-pemimpin kenamaan.
Adapun motif dari pemberontakkan tersebut ialah Korah menuntut
pangkat imam lagi, berarti ia tidak puas hanya sebagai pelayan.
Oleh sebab itu, Korah dan kumpulannya:
- Bersepakat melawan Tuhan ... (Bilangan
16:10-11).
- Bersungut-sungut kepada Harun.
Sebab Harun diangkat sebagai Imam Besar,
sedangkan anak-anak Harun sebagai imam-imam bagi TUHAN... (Bilangan 16:9-11).
Kita fokus memperhatikan sikap Datan dan Abiram di dalam
...
Bilangan 16:12
(16:12) Adapun Musa
telah menyuruh orang untuk memanggil Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, tetapi
jawab mereka: "Kami tidak mau datang.
Musa memanggil Datan dan Abiram, tetapi “mereka tidak mau
datang.”
Menunjukkan bahwa Datan dan Abiram:
- Tidak tunduk pada kedaulatan Tuhan = tidak
taat dan tidak dengar-dengaran.
- Tidak menghormati tahbisan dan urapan.
Kita tahu TUHAN telah mengurapi Musa
dan Harun dan telah ditahbiskan.
Bilangan 16:13-14
(16:13) Belum
cukupkah, bahwa engkau memimpin kami keluar dari suatu negeri yang
berlimpah-limpah susu dan madunya untuk membiarkan kami mati di padang gurun,
sehingga masih juga engkau menjadikan dirimu tuan atas kami? (16:14) Sungguh,
engkau tidak membawa kami ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya,
ataupun memberikan kepada kami ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai
milik pusaka. Masakan engkau dapat mengelabui mata orang-orang ini?
Kami tidak mau datang."
Selanjutnya, Datan dan Abiram menuduh Musa dalam 2 (dua) hal:
a.
Musa menjadikan dirinya tuan atas umat
Israel.
b.
Musa mengelabui mata umat Israel.
Alasan menuduh Musa demikian ialah:
Ø Kanaan bukan negeri yang berlimpah-limpah air susu dan
madunya.
Ø Bukan pula ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai
milik pusaka.
Sebaliknya, bagi Datan dan Abiram, negeri Mesir layak
dijadikan sebagai milik pusaka. Padahal kita tahu Mesir adalah gambaran dari
dunia. Dunia dan segala sesuatu yang ada di dalam dunia hanyalah terkait
dengan:
§
1 Yohanes 2:16
Keinginan mata.
§ Keinginan daging, dan
§ Keangkuhan hidup.
Itu tidak datang dari ALLAH, dari Sorga, tetapi datang dari
dunia. Sementara dunia ini ada di bawah kuasa si jahat / kuasa kegelapan itulah
Iblis (Setan), sampai hari ini Setan masih berkuasa atas dunia ini.
Tetapi lihatlah perkataan Datan dan Abiram, mereka katakan,
Mesir dapat dijadikan sebagai milik pusaka.
Ini adalah gambaran daripada orang yang terlena dengan dunia
dengan segala sesuatu yang ada di dalamnya. Tetapi kita tidaklah demikian
saudara, kita tidak terlena dengan dunia ini, itu sebabnya kita menjadikan
ibadah dan pelayanan dalam penggembalaan GPT Betania sebagai milik pusaka.
Tandanya; limpah susu dan madu dan dapat dijadikan
ladang-ladang dan kebun-kebun anggur, dan kita sekarang ada di kebun anggurnya
TUHAN.
Akan tetapi, perkataan Datan dan Abiram tidak sesuai dengan
apa yang dikatakan TUHAN kepada Musa di dalam Keluaran 3:7-8,16-17.
Setelah menuduh Musa dengan pernyataan-pernyataan di atas,
lalu kita lihat respon Musa...
Bilangan 16:15
(16:15) Lalu sangat
marahlah Musa dan ia berkata kepada TUHAN: "Janganlah perhatikan
segala persembahan mereka. Belum pernah kuambil satu ekor keledai pun dari
mereka, dan belum pernah kulakukan yang jahat kepada seseorang pun dari
mereka."
Oleh karena tuduhan-tuduhan yang tidak masuk akal tersebut,
akhirnya; Sangat marahlah Musa.
Padahal sesungguhnya, Musa adalah pribadi yang sangat lemah lembut
lebih dari semua orang yang hidup di atas muka bumi ini, sampai pada hari ini.
Tidak ada yang melebihi kelemahlembutan dan kerendahan hati Musa sampai hari
ini. Tetapi pada akhirnya dia juga bisa marah, dia sangat marah kepada Datan
dan Abiram.
Perlu untuk diketahui: AMARAH adalah salah satu dari 15 (lima
belas) tabiat daging, sesuai dengan Galatia 5:19-21.
Galatia 5:19-21
(5:19) Perbuatan
daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, (5:20)
penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah,
kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, (5:21) kedengkian,
kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu
-- seperti yang telah kubuat dahulu -- bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang
demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
Kita bandingkan dengan perbuatan Roh / buah Roh.
Galatia 5:22-23
(5:22) Tetapi buah
Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan,
kesetiaan, (5:23) kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada
hukum yang menentang hal-hal itu.
Ada 9 (sembilan) buah Roh Kudus, salah satunya dari
antaranya adalah KELEMAHLEMBUTAN.
Namun, buah kelemahlembutan telah dirampas dari Musa tanpa
disadari oleh Datan dan Abiram.
Pendeknya, Musa tersandung terhadap salib Kristus karena
sikap Datan dan Abiram ... Galatia 5:24 -- Barangsiapa menjadi milik Kristus
Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan
keinginannya. --
Jangan kita seperti itu saudara, saya ini tidak lebih
sempurna dan tidak lebih suci dari Musa, tetapi kenyataannya Musa pun bisa
tersandung, lalu siapalah saya ini?
Jadi kita juga harus saling memperhatikan satu dengan yang
lain. Jangan hanya sibuk memikirkan diri sendiri.
Singkatnya, sikap Datan dan Abiram masuk dalam kategori
menghujat Roh Allah yang suci, sedangkan menghujat Roh Allah yang suci TIDAK
DIAMPUNI oleh Tuhan.
Musa telah dingkat oleh TUHAN sebagai gembala, diutus untuk
memimpin perjalanan rohani bangsa Israel di Padang Gurun selama 40 (empat
puluh) tahun, dia sudah ditahbiskan, lalu diurapi oleh TUHAN, dia telah menerima
jabatan gembala dan jabatan nabi, tetapi hal itu yang dihujat oleh Datan dan
Abiram.
Berarti sikap Datan dan Abiram masuk dalam kategori
menghujat Roh ALLAH yang suci, sementara menghujat Roh ALLAH yang suci tidak
diampuni oleh TUHAN.
- Menghujat Bapa diampuni,
- Menghujat Anak diampuni, tetapi
- Menghuajat kegiatan Roh, malas-malas
beribadah, tidak diampuni oleh TUHAN.
Semestinya
kita harus bijaksana dihadapan TUHAN saudara.
Sekali lagi saya sampaikan, hati-hati, kalau Musa saja bisa
tersandung, apalagi saya ini, siapalah saya ini. Saya senang sekali melihat
sidang jemaat bukan karena jemaat membawa persembahan upeti ke Pastori, tetapi
saya senang kalau sidang jemaat setia tekun dalam tiga macam ibadah pokok, itu
sudah upah besar bagi saya, apalagi kalau ditambah taat, setia, dan
dengar-dengaran.
Jangan kita buat hamba TUHAN (Gembala Sidang) tersandung.
AKIBAT DOSA MARAH.
Bilangan 16:15
(16:15) Lalu sangat
marahlah Musa dan ia berkata kepada TUHAN: "Janganlah perhatikan
segala persembahan mereka. Belum pernah kuambil satu ekor keledai pun dari
mereka, dan belum pernah kulakukan yang jahat kepada seseorang pun dari
mereka."
Pada saat Musa marah, tampaklah 2 (dua) hal dalam dirinya:
1.
Dalam
diri Musa ada HUKUM TAURAT.
Sebab,
Musa berkata kepada Tuhan: "Janganlah perhatikan segala persembahan
mereka."
Sebenarnya
Tuhan melihat segala sesuatu yang terjadi dan Tuhan Mahatahu. Musa tidak perlu
menyampaikan pernyataan seperti itu kepada TUHAN, sebab TUHAN tahu segala
sesuatu.
Namun
karena Musa sudah menjadi marah maka tampaklah di dalam diri Musa ada hukum
taurat. Kalau salah ya harus salah. Akhirnya sampai begitu saudara.
Kalau
Musa adalah pribadi yang paling lemah lembut di dunia sampai hari ini bisa
sampai begini, lalu saya ini siapa?
2.
Musa
memberitahukan kepada Tuhan kebaikannya
dan kelebihannya.
Ø KELEBIHAN Musa ialah: Tidak pernah mengambil keledai satu
ekorpun dari umat Israel.
Keledai
adalah gambaran dari kekafiran. Sedangkan noda kekafiran adalah:
§ Penyembahan berhala.
§ Kenajisan percabulan.
Inilah kelebihan daripada Musa,
namun kelebihan semacam ini tidak perlu untuk digombar-gambirkan /
ditonjol-tonjolkan oleh seorang gembala karena jemaat juga pasti melihat.
Saya tahu, bukan hanya kekurangan
saya yang nampak di mata suadara, tetapi kelebihan saya pun pasti nampak di
mata saudara. Tetapi semua itu tidak perlu untuk digombar-gambirkan /
ditonjol-tonjolkan / dibesar-besarkan.
Ø KEBAIKAN Musa ialah: Tidak pernah melakukan yang jahat kepada
salah seorang dari antara umat Israel.
Sebenarnya, baik kelebihan maupun kebaikan-kebaikan
di dalam diri, tidak perlu diutarakan, tidak perlu ditonjol-tonjolkan, tidak
perlu dibesar-besarkan. Karena setiap perbuatan dan jerih payah ada upahnya.
Dan upahnya bukan dari manusia, tetapi dari TUHAN. Namun kalau menggombar-gambirkan
apa yang menjadi kelebihan dan kebaikan, maka upah hanya datang dari manusia,
sehingga membatasi upah yang datang dari Sorga, dari TUHAN.
Nanti memang pada akhirnya seperti
itu, Musa tidak diijinkan masuk ke Tanah Kanaan, dia hanya bisa melihat dari
atas gunung Nebo dan diapun mati di sana. Meskpun demikian, sekarang Musa ada
di Sorga.
-
Jadi
Musa telah mati dan bangkit, itu satu penggambaran dari pribadi Yesus Kristus
yang telah mati dan bangkit. Sedangkan,
-
Elia
gambaran daripada Roh Allah yang Kudus.
-
Henokh
adalah gambaran daripada kasih Allah Bapa.
Inilah Pribadi-pribadi yang diangkat
hidup-hidup naik ke Sorga.
Kita bandingkan dulu dengan...
Yakobus 3:17
(3:17) Tetapi hikmat
yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai,
peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah
yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.
Tanda hikmat DATANG DARI SORGA dan dimiliki seseorang:
1.
Murni, berarti tidak ada campuran-campuran yang datang dari
hal-hal yang tidak baik; tidak ada kepentingan daging.
2.
Pendamai, berarti rela untuk menjadi korban.
3.
Peramah, gambaran dari orang yang tidak mudah sakit hati, tidak
mudah tersakiti oleh orang lain, tidak mudah kecewa dengan orang lain. Beda
dengan orang yang mudah sakit hati, sekali waktu dia bisa ramah kepada
sesamanya, tetapi begitu dia tersakiti, ramah-ramahnya langsung berhenti. Mukanya
langsung kecut, kejam, keriting lagi.
4.
Penurut. Jadilah penurut-penurut di dalam TUHAN, berarti orang yang
senantiasa mengikuti teladan Tuhan. Kalau kita mengikuti teladan TUHAN maka
kita tidak akan mengikuti teladan Setan, tidak akan mengikuti teladan dunia,
tidak akan mengikuti teladan-teladan yang tidak suci.
5.
Penuh
belas kasihan, artinya: Tidak menahan-nahan
kebaikan terhadap orang yang susah, terhadap orang yang menderita, terhadap
orang yang sedang menghadapi jalan buntu.
6.
Penuh
dengan buah-buah yang baik,
berarti segala perbuatan yang baik dia perbuat.
7.
Tidak
memihak. Kiranya kita juga memiliki sikap
seperti ini, karena itu jauh lebih baik, daripada memihak. TUHAN tidak pernah
memihak kepada orang kaya atau TUHAN tidak pernah memihak karena kemiskinan
dari orang yang miskin, TUHAN itu adil dan netral.
Jadi
dalam hal bertindak tidak boleh menggunakan perasaan. Kalau perasaan yang
ditonjolkan, nanti bisa memihak, bisa memihak kepada orang yang dianggap bisa
diharapkan (diandalkan) atau bisa memihak hanya karena orang lain lemah tidak
berdaya dan miskin, tetapi sebetulnya jauh dari TUHAN, penuh dengan kecurangan.
Itu
sebabnya saya katakan, jangan kita bertindak dengan menggunakan perasaan,
milikilah hikmat yang datang dari Sorga.
8.
Tidak
munafik, berarti tulus, jujur, dan tampil
apa adanya.
Sebetulnya, Musa ini adalah pribadi yang lemah lembut, lebih
lembut dari setiap orang yang ada di atas muka bumi ini. Kemudian, dia juga
adalah hamba TUHAN yang berhikmat, dia sendiri menerima petunjuk dari ALLAH
untuk membangun Tabernakel, juga menerima Hukum Taurat itukan hikmat –
Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel itu hikmat – namun kenyataannya
semua itu jadi rusak, hancur lebur di dalam diri seseorang hanya karena sikap
Datan dan Abiram.
Jadi sebetulnya, yang sangat menderita oleh karena kesalahan
Datan dan Abiram adalah Musa, tetapi Datan dan Abiram tidak menyadarinya.
Singkat kata, oleh karena hukum Taurat, Musa menjadi kaku di
dalam kebenaran.
Tadi dia berkata; "Janganlah perhatikan segala
persembahan mereka. Belum pernah kuambil satu ekor keledai pun dari mereka, dan
belum pernah kulakukan yang jahat kepada seseorang pun dari mereka."
Sebagaimana yang tertulis di dalam Roma 2:15; “...
bahwa isi
hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati
mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.”
Musa akhirnya menuduh Datan dan Abiram sebagai pelaku yang
salah, memang mereka salah. Lalu dalam kesempatan yang lain, dia juga membela
dirinya, dia menunjukkan kelebihannya dan kebaikannya.
Inilah akibat dosa marah.
Ayo, baik di rumah, jangan kita buat orang lain marah-marah
dengan sengaja. Baik di tempat bekerja, berbisnis, berdagang, berusaha,
dimanapun berada, ciptakan damai sejahtera, pertahankan hikmat yang datang dari
Sorga, dari ALLAH.
Jangan buat orang marah-marah, apapun ceritanya, jangan kita
bodoh seperti Datan dan Abiram.
Yakobus 3:18
(3:18) Dan buah
yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang
mengadakan damai.
Buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam DAMAI
untuk mereka yang mengadakan damai.
Artinya: Musa semestinya mengikuti teladan Tuhan karena
TUHAN sudah memberikan hal itu kepada Musa.
Yesus datang dengan damai, Yesus disalib bukan dengan emosi,
bukan karena terpancing, artinya ditaburkan dalam damai. Untuk siapa? Untuk
mereka yang mengadakan damai itulah hamba-hamba TUHAN, hamba-hamba kebenaran,
saya dan saudara adalah hamba-hamba TUHAN.
Pendeta belum tentu hamba TUHAN, tetapi TUHAN mau supaya
kita menjadi hamba Firman TUHAN.
Bilangan 16:16-17
(16:16) Lalu
berkatalah Musa kepada Korah: "Engkau ini dengan segenap kumpulanmu
harus menghadap TUHAN, engkau dan mereka dan Harun, pada esok hari. (16:17)
Baiklah kamu masing-masing membawa perbaraannya membubuh ukupan di atasnya,
lalu kamu mempersembahkan masing-masing perbaraannya ke hadapan TUHAN, dua
ratus lima puluh perbaraan; juga engkau ini dan Harun masing-masing harus
membawa perbaraannya."
Tampaklah Musa mulai lepas kendali, sebab Musa berkata
kepada Korah:
1. "Engkau ini dengan segenap kumpulanmu
harus menghadap TUHAN, engkau dan mereka dan Harun, pada esok hari."
Pendeknya, Musa yang menentukan
suatu pengadilan, padahal Tuhanlah yang berhak untuk mengadakan pengadilan.
Istilah sehari-hari; “Ya sudah, coba bawa saja itu perbaraan, bubuhkan
ukupan di atasnya, nanti Harun juga begitu besok.” Kira-kira begitu kalau
bahasa sehari-hari.
Sampai begitu rupa saudara akibat
kemarahan Musa ini.
Kita bandingkan perkara ini dengan
...
Yakobus 4:12.
(4:12) Hanya
ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan
membinasakan. Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi
sesamamu manusia?
Hanya ada
satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan
membinasakan., tidak lain tidak bukan itulah TUHAN
ALLAH yang hidup, TUHAN Yesus Kristus.
Akhirnya
setelah TUHAN melihat kesalahan Musa sampai sejauh itu, TUHAN berkata kepada
Musa; Siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?
Ingat, hanya
ada satu Pembuat hukum dan hanya ada satu Hakim itulah pribadi TUHAN ALLAH yang
hidup, di dalam nama TUHAN Yesus Kristus.
Alasannya;
Dialah yang berkuasa untuk menyelamatkan. Dan hal itu sudah Yesus Kerjakan di
atas kayu salib 2000 (dua ribu) tahun yang lalu, kemudian Dialah yang berhak
untuk membinasakan pada hari penghakiman, pengadilan takhta putih… Wahyu
20:11-12.
Jadi hanya
satu pembuat hukum, hukum taurat telah digenapi / dieksekusi oleh TUHAN Yesus
Kristus di atas kayu salib. Jadi TUHANlah yang membuat hukum, baik hukum taurat
maupun hukum kasih karunia, dan TUHAN juga yang berhak untuk menghakimi pada
hari penghakiman. Kita tidak berhak untuk membuat hukum dan menghakimi, karena
hanya ada satu TUHAN, tidak dua TUHAN.
2.
Musa
memberitahukan untuk membawa perbaraan, lalu membubuh ukupan di atasnya.
Saudara,
memang kalau kita perhatikan apa yang dikatakan oleh Musa ini benar sebetulnya,
tetapi akhirnya dia lepas kendali.
Saudara, pelajaran apa yang bisa kita petik di sini? Yang
pasti; jangan kita sama seperti Datan dan Abiram.
Ayo, tekun dalam tiga macam ibadah pokok, taat, setia, dan
dengar-dengaran. Jangan memberontak, jangan melawan, jangan hidup di bawah
hukum taurat. TUHAN sudah mengeksekusi habis sepuluh hukum taurat di atas kayu
salib. Hukum taurat dieksekusi dengan cara menyangkal diri dan memikul salib,
AMIN.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA
MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang