KAMI NANTIKAN KESAKSIAN-KESAKSIAN SAUDARA YANG SUDAH MEMBACA FIRMAN TUHAN PADA BLOG INI

Terjemahan

Search This Blog

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 18 AGUSTUS 2026



IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 18 AGUSTUS 2026

YUDAS 1:11

(Seri: 36)


Subtema: MATA AIR KERING (AWAN YANG TAK BERAIR)


Shalom…

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, sehingga kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Doa Penyembahan. Itu artinya sebentar kita tersungkur di ujung kaki salib TUHAN, tentu saja setelah hati kita diteguhkan oleh Firman ALLAH. 


Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN yang turut bergabung lewat online / live streaming / video internet baik dari Youtube, Facebook, atau media sosial apa saja yang dapat digunakan. 

Selanjutnya damai sejahtera dari Sorga ada di tengah-tengah kita, memenuhi kehidupan kita, memberi sukacita, damai sejahtera ada di tengah-tengah kita, sehingga oleh damai sejahtera itu kita mengalami kesukaan Sorgawi dan bahagia saat kita duduk diam menikmati sabda ALLAH.


Selanjutnya mari kita ikuti Surat Yudas sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan, dan kita masih berada pada Yudas 1:11

Namun tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan dari pada TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.


Yudas 1:12-16

(1:12) Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali. (1:13) Mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri; mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya. (1:14) Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: "Sesungguhnya TUHAN datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya,  (1:15) hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap TUHAN." (1:16) Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan.


Disini kita melihat, ada 6 (enam) tabiat dari orang-orang yang menggabungkan dirinya dengan Setan tritunggal, yaitu; naga, antikris, dan nabi-nabi palsu. Antara lain:

Tabiat PERTAMA: mereka adalah noda dalam perjamuan kasih … (ayat 12).

Tabiat KEDUA: mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin …(ayat 12).

Tabiat KETIGA: mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur yang tidak menghasilkan buah … (ayat 12).

Tabiat KEEMPAT: mereka bagaikan ombak laut yang ganas … (ayat 13).

Tabiat KELIMA: mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya … (ayat 13).

Tabiat KEENAM: Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya … (ayat 16).

Itulah tabiat orang-orang yang akhirnya menjadi bagian / menggabungkan diri dengan Setan tritunggal.


Pada minggu yang lalu kita telah membahas tabiat PERTAMA, maka mala ini kita akan membahas 

Tabiat kedua: MEREKA BAGAIKAN AWAN YANG TAK BERAIR YANG BERLALU DITIUP ANGIN.

Hal yang senada/serupa dapat ditemukan di dalam…


2 Petrus 2:17 --- Perikop: "Nabi-nabi dan guru-guru yang palsu."

(2:17) Guru-guru palsu itu adalah seperti mata air yang kering, seperti kabut yang dihalaukan taufan; bagi mereka telah tersedia tempat dalam kegelapan yang paling dahsyat.


Rasul Petrus menggambarkan nabi-nabi palsu atau guru-guru palsu sebagai:

a. Mata air yang kering.

b. Kabut yang dihalaukan taufan.


2 Petrus 2:17 sama dengan Yudas 1:12, karena didalam kedua ayat tersebut, tertulis hal yang sama, yaitu: mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin.


Terkait: MATA AIR YANG KERING.

Mata air yang kering = Sumber yang tidak berair, dengan lain kata: KOSONG.

Dampak negatif: Tidak memberi kepuasan bagi sidang jemaat.

Demikian juga seorang pemimpin sidang jemaat / gembala sidang, kalau dia tidak dipenuhkan Firman ALLAH maka sama dengan hamba TUHAN yang kosong = mata air yang kering, tidak berair sehingga sidang jemaat tidak mengalami kepuasan secara rohani.


Kita akan lihat hal ini secara rinci dalam surat tahbisan di dalam…

1 Timotius 6:3-5 --- Perikop: "Mengenai penyakit bersilat kata dan mengenai cinta uang."

(6:3) Jika seorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat -- yakni perkataan TUHAN kita Yesus Kristus -- dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita,  (6:4) ia adalah seorang yang berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, cidera, fitnah, curiga, (6:5) percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan.


Mengajarkan ajaran lain dan tidak mengajarkan ajaran sehat ia adalah: Seorang yang BERLAGAK TAHU padahal tidak tahu apa-apa = Kosong, tidak berair -> Hamba TUHAN (pemimpin sidang jemaat) yang tidak dipenuhkan Firman ALLAH.


Penyakitnya (dampak negatifnya): Mencari-cari soal dan bersilat kata.

Jadi, kalau hamba TUHAN tidak memperoleh pembukaan rahasia Firman maka penyakitnya (dampak negatifnya) adalah ”mencari-cari soal dan bersilat kata (berdalih)”

Dengan demikian, hamba TUHAN semacam ini tidak memberi kepuasan dan tidak menjawab segala persoalan yang dialami oleh sidang jemaat (umat TUHAN). Sementara umat TUHAN menghadapi banyak persoalan, baik laki-laki maupun perempuan, tua muda, semua menghadapi persoalan, tidak ada manusia yang tidak menghadapi persoalan/pergumulan dalam hidup.

Oleh sebab itu kita butuh sosok hamba TUHAN yang dipenuhkan Firman ALLAH, kita butuh sosok hamba TUHAN yang berair, kita butuh sosok hamba TUHAN yang memiliki pembukaan Firman ALLAH untuk memberi kepuasan, maksudnya menjawab segala persoalan-persoalan yang dihadapi oleh sidang jemaat. Begitu banyak problematic yang dialami oleh sidang jemaat dalam banyak perkara bukan?


Terkait penyakit mencari-cari soal dan bersilat kata, ternyata diterangkan kembali di dalam …

2 Timotius 2:14-15 --- Perikop: "Nasihat dalam menghadapi pengajar yang sesat."

(2:14) Ingatkanlah dan pesankanlah semuanya itu dengan sungguh-sungguh kepada mereka di hadapan ALLAH, agar jangan mereka bersilat kata, karena hal itu sama sekali tidak berguna, malah mengacaukan orang yang mendengarnya. (2:15) Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan ALLAH sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu.


Tentang: BERSILAT KATA. 

Hamba TUHAN atau Pemimpin sidang jemaat DILARANG untuk: Bersilat kata atau memutar balik fakta kebenaran, sebab hal itu SAMA SEKALI TIDAK BERGUNA, malah MENGACAUKAN sidang jemaat.


Sebaliknya, seorang hamba TUHAN / pemimpin sidang jemaat, berusahalah untuk menjadi layak di hadapan ALLAH. Berarti:

- Sebagai seorang pekerja yang TIDAK USAH MALU / gengsi di dalam hal membicarakan kesucian.

Kadang hamba TUHAN bisa malu atau tidak enak hati, terhadap sidang jemaat kalau berbicara tentang kesucian. 

- BERTERUS TERANG memberitakan perkataan kebenaran, walaupun hal itu bertolak belakang dengan keinginan daging dari sidang jemaat.

  • Daging ini maunya yang enak-enak.

  • Daging ini bertolak belakang dengan Pengajaran Salib.

  • Daging ini bertolak belakang dengan berita penyucian.

  • Daging ini sangat sulit untuk disempurnakan.

Tetapi walaupun demikian, seorang hamba TUHAN harus berterus terang memberitakan kebenaran dari Firman ALLAH. 


Jadi sidang jemaat harus mengerti hal ini, jangan saudara menunggu (menantikan) Firman ALLAH yang sesuai dengan keinginan daging saudara, itu tidak baik. Karena TUHAN mau supaya daging dan keinginannya terkikis sampai kelak kita menjadi manusia rohani, itulah gereja yang sempurna, Sidang Mempelai TUHAN. Kehidupan yang rohani sama seperti awan, dengan mudah diangkat di awan nan permai, yaitu: pesta nikah Anak domba.


2 Timotius 2:16-18

(2:16) Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan. (2:17) Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker. Di antara mereka termasuk Himeneus dan Filetus, (2:18) yang telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah berlangsung dan dengan demikian merusak iman sebagian orang.


“Hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci.”

Pendeknya pemimpin sidang jemaat dilarang bersilat kata, sebab hal itu menambah kefasikan, yaitu; kesombongan, keangkuhan, kekejian daripada sidang jemaat. 


Praktek OMONGAN YANG KOSONG di tengah-tengah sidang jemaat ialah: Mengajarkan bahwa kebangkitan sidang jemaat telah berlangsung tanpa dasar yang teguh itulah Pengajaran Salib.

Jadi yang diajarkan adalah soal ajaran Prosperity (kemakmuran, kejayaan, berkat dan keberkatan, berhasil dan keberhasilan) tanpa dasar yang teguh itulah SALIB, maka disebutlah itu omongan yang kosong, tidak ada artinya.


Pendeknya, omongan yang kosong persis seperti penyakit kanker. Sifat penyakit kanker; menjalar ke seluruh sel-sel tubuh, dengan lain kata; merusak iman dari seluruh sidang jemaat. Sidang jemaat adalah bagian dari sel-sel tubuh Kristus. 

Maka saudara, kita harus berhati-hati di hari-hari terakhir ini, umat TUHAN harus berhati-hati, harus memperhatikan pemimpin sidang jemaatnya, apakah dia dipenuhkan oleh Firman, apakah dia dipercayakan pembukaan rahasia Firman ALLAH untuk disampaikan kepada sidang jemaat atau tidak? Atau malah sebaliknya disebut sebagai mata air yang tidak berair? 

Hamba TUHAN yang tidak berair, yaitu: hamba TUHAN yang tidak dipercayakan Firman TUHAN suka mencari-cari soal dan suka bersilat kata seperti yang tertulis di dalam 2 Timotius 2:16-18.

Kembali saya sampaikan, suka bersilat kata artinya mengajarkan kebangkitan itulah teory prosperity, berbicara soal kemakmuran, kejayaan, berhasil dan keberhasilan, berkat dan keberkatan, tetapi tanpa dasar yang teguh, tanpa landasan yang benar, itulah Pengajaran Salib. 


2 Timotius 2:19

(2:19) Tetapi dasar yang diletakkan ALLAH itu teguh dan meterainya ialah: "TUHAN mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama TUHAN hendaklah meninggalkan kejahatan."


"Dasar yang diletakkan ALLAH itu teguh" -> PENGAJARAN SALIB yaitu korban sehari-hari; korban sembelihan dan korban santapan.


Jadi yang membuat sidang jemaat kuat dan bertahan menghadapi kesulitan-kesulitan, menghadapi segala persoalan-persoalan, kesukaran-kesukaran yang semakin hari semakin bertambah-tambah adalah Pengajaran Salib. Jangan sampai sidang jemaat dininabobokan hanya dengan soal kebangkitan tanpa pengajaran salib. Itu merusak iman, persis seperti penyakit kanker, dia menjalar untuk merusak seluruh sidang jemaat. 


Meterai ALLAH adalah “TUHAN mengenal siapa kepunyaan-Nya” -> Kehidupan yang telah menyatu dengan pengalaman kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, dengan lain kata huruf "T" tertulis (terukir) di dahi.

Huruf “T” menunjuk sengsara salib.

  • Oleh sengsara salib Yesus mati, kuasanya mengubur hidup lama.

  • Oleh sengsara salib juga Yesus dibangkitkan pada hari yang ketiga, kuasanya hidup dalam hidup yang baru.  


Kiranya huruf “T” termateraikan di dahi kita masing-masing sehingga seluruh alam pemikiran kita hanya tertuju pada salib di Golgota, tidak lebih, tidak kurang, tidak berubah-ubah.


Mata air yang kering, hamba TUHAN yang tidak berair, hamba TUHAN yang kepadanya tidak dipercayakan pembukaan Firman, suka bersilat kata, omongannya kosong, tidak suci, merusak iman sidang jemaat. Tetapi yang anehnya, banyak orang Kristen tidak memahami hal itu. 

Tetapi kepada kita TUHAN berikan hikmat, gunanya adalah: kita dapat membedakan antara yang baik dan yang tidak baik. Dengan demikian, kita tahu untuk menempatkan diri pada satu tempat untuk menjadi satu kehidupan domba yang tergembala. 


Tentang: MENCARI-CARI SOAL.

2 Timotius 2:23

(2:23) Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran, (2:24) sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar (2:25) dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, (2:26) dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.


“Hindarilah soal-soal yang dicari-cari” itulah perkara bodoh, perkara yang tidak suci, tidak layak dihadapan TUHAN. 


Contoh: “soal-soal yang dicari-cari”: di hari-hari terakhir ini banyak pemimpin sidang jemaat sibuk mengajukan/melemparkan pertanyaan yang tidak penting di tengah-tengah sidang jemaat dalam pertemuan ibadah, antara lain:


YANG PERTAMA: Dimanakah Yesus berada dari umur 12 tahun - 30 tahun?"

Alkitab tidak mencatat dimana Yesus saat berumur 12-30 tahun, tetapi sekarang banyak pemimpin sidang jemaat mengajukan / melemparkan pertanyaan seperti itu di tengah-tengah peribadatan supaya tampak dia adalah pemimpin jemaat yang berair, supaya tampak bagi sidang jemaat bahwa dia adalah hamba TUHAN yang dipercayakan pembukaan rahasia Firman ALLAH.


Yohanes 21:25

(21:25) Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.


Jika kisah Yesus tidak tertulis di dalam Alkitab dari umur 12 - 30 tahun, memang hal itu tidak perlu dibahas.

Tetapi dasar hamba TUHAN yang tidak berair, kepadanya tidak dipercayakan pembukaan Firman ALLAH, maka dia harus mencari-cari soal supaya tampak dia adalah hamba TUHAN yang berair padahal dia kering-kering, kosong, tidak berair, tidak sanggup memuaskan keadaan dari sidang jemaat, tidak sanggup memberi jawaban atas pergumulan yang dihadapi sidang jemaat dan kita harus berhikmat dalam hal ini saudara.


YANG KEDUA: Mengajarkan sidang jemaat untuk mempersiapkan diri di dalam menghadapi antikris. 

Dengan cara:

  1. Bercocok tanam.

Maksudnya; bilamana nanti antikris menjadi raja yang berkuasa atas seantero dunia serta memerintah atas aspek-aspek hingga sendi-sendi kehidupan manusia, maka sidang jemaat diajar untuk bercocok tanam. 

Umpama, menanam padi, umbi-umbian, dan kebutuhan pokok lainnya untuk menghadapi masa resesi yang memuncak pada 3.5 (tiga setengah) tahun yang kedua. Padahal, Firman TUHAN jelas berkata: “cari dahulu kerajaan Allah, dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan”Matius 6:33.


Kalau toh juga kita harus diajar untuk bercocok tanam, untuk apa kita bertekun dalam tiga macam ibadah pokok, hingga membawa kita sampai pada tingkat ibadah yang tertinggi, hingga membawa kita sampai pada puncak ibadah, yaitu; doa penyembahan? 

Untuk apa kita sampai kepada puncak ibadah kalau toh juga harus bercocok tanam, artinya; nanti menyediakan bahan-bahan makanan bilamana nanti antikris menjadi raja selama 3,5 tahun? Kan ini hal yang konyol sekali, tetapi hal ini harus dilontarkan di tengah-tengah sidang jemaat supaya tampak dia adalah hamba TUHAN yang berair, hamba TUHAN yang penuh dengan Firman ALLAH, hamba TUHAN yang kepadanya dipercayakan pembukaan Firman ALLAH, padahal kering-kering, maka dari itu, dia harus mencari-cari soal.


  1. Jemaat diajar untuk melarikan diri / mempersiapkan tempat untuk bersembunyi dari kejaran antikris.

Semestinya kalau kepada seorang hamba TUHAN dipercayakan pembukaan Firman ALLAH maka dia harus mengajarkan seluruh sidang jemaat dengan perkataan-perkataan TUHAN Yesus.


1 Timotius 6:3

(6:3) Jika seorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat -- yakni perkataan Tuhan kita Yesus Kristus -- dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita,


Kalau hamba TUHAN penuh dengan Firman, penuh dengan perkataan Yesus yang sehat, maka dia akan tahu ajaran yang sesuai dengan ibadah yang sehat, dimana ibadah itu harus diajar untuk sampai pada puncaknya, doa penyembahan. Artinya; dengan cara demikianlah sidang jemaat atau umat TUHAN melarikan diri dari kejaran antikris. 

Karena apabila anak-anak TUHAN, sidang jemaat sudah mencapai puncak ibadah, yaitu: doa penyembahan; persis seperti bangkai (mayat); berbicara tentang penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak ALLAH, di situlah burung nasar berkerumun, atau  burung nasar yang besar dipercayakan. 


Kegunaan sayap burung nasar yang besar adalah: untuk menerbangkan gereja yang sempurna (sidang mempelai TUHAN), menerbangkan gereja yang sudah sampai pada puncak ibadah, yakni: doa penyembahan, ke Padang Belantara, Padang Gurun untuk dipelihara selama 3,5 tahun, tepatnya ketika antikris menjadi raja yang berkuasa dan memerintah atas seantero dunia ini. 

Maka kalau kita diajarkan dengan perkataan TUHAN Yesus Kristus, diajar dengan perkataan sehat yang sesuai dengan ibadah, itulah Pengajaran mempelai dalam terangnya Tabernakel, maka tanpa sadar, air mata ini mengalir berderai sebagai tanda ucapan syukur kita setinggi-tingginya kepada TUHAN, karena ternyata TUHAN telah memelihara kehidupan kita tanpa kita sadari. 


Jadi tidak perlu mengajukan pertanyaan tentang dimanakah Yesus ketika berumur 12-30 tahun? 

Itu adalah perkataan yang sia-sia, tidak ada artinya, karena Alkitab tidak menceritakan hal itu. 

  1. Mengajarkan sidang jemaat untuk mempersiapkan diri dalam hal menghadapi antikris, dengan cara; bercocok tanam, itu hal yang bodoh, hal yang tak suci, merusak iman. 

  2. Mengajarkan sidang jemaat untuk melarikan diri dengan cara mempersiapkan tempat untuk bersembunyi dari kejaran antikris juga adalah hal yang bodoh. Karena sesungguhnya, dimanapun manusia bersembunyi antikris tetap dapat mendeteksi seperti yang seringkali saya sampaikan, antikris tahu apa yang kita suka, dari cara mu membuka gadget (handphone), antikris tahu keinginan mu, semua akan disodorkan. Kemudian, Antikris juga sudah membuat sesuatu perkara supaya sinyal itu terdeteksi di dalam diri kita. 

Seperti yang sudah saya sampaikan, ketika gempa bumi terjadi pada tahun 2020, Covid-19 menggoncang seantero dunia, di situlah Setan tritunggal mengambil kesempatan untuk membodohi umat TUHAN dan pada saat itu, saya sudah sampaikan; “Jangan turuti.” Tetapi banyak jemaat yang tidak mengerti. Sekarang jemaat mengakuinya disertai dengan rasa penyesalan, tapi tidak ada artinya, sebab sudah terlanjur-lanjur. 

Kenapa antikris mengadakan hal semacam itu? Karena itu merupakan jalur untuk memperoleh sinyal, dimana pun dia bersembunyi akan terdeteksi oleh karena sinyal tersebut. 


Jadi milikilah roh dengar-dengaran, tidak perlu bertahan lagi dengan kekerasan di hati. Ajarkan seisi rumahmu untuk datang beribadah kepada TUHAN, jangan ajarkan keluarga mu untuk sibuk berbisnis, mencari uang. Karena uang tidak bisa membela engkau terhadap antikris nantinya, uang tidak bisa dibawa mati, uang tidak bisa dibawa ke Kerajaan Sorga, uang akan tertinggal di bumi ini dengan segala sesuatu yang ada di bumi ini. Camkanlah dan bijaksanalah menyikapi semua ini.


Singkat kata; soal yang dicari-cari pada akhirnya menimbulkan kekacauan bahkan pertengkaran diantara sidang jemaat. Sebaliknya seorang hamba TUHAN tidak boleh bertengkar, melainkan harus:

- Ramah terhadap sidang jemaat.

- Cakap mengajar, sesuai dengan pembukaan rahasia Firman yang dipercayakan kepada dia.

- Sabar, jangan buru-buru mengambil keputusan yang salah. Melihat jemaat tidak beres langsung usir, melihat jemaat tidak baik langsung usir, itu tidak boleh, harus sabar. 

- Lemah lembut dan dapat menuntun orang yang suka melawan.


Mengapa hamba TUHAN (pemimpin sidang jemaat) harus memiliki sikap seperti di atas? 

Tujuannya: Mungkin TUHAN memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat.

Bertobat, artinya: Berhenti berbuat dosa dan kembali kepada ALLAH. Selanjutnya, gembala sidang / pemimpin sidang jemaat, memimpin mereka untuk mengenal kebenaran yang sejati itulah salib di Golgota. Dan dengan demikian, orang-orang yang bertobat sadar kembali karena terlepas dari jerat Iblis / ikatan Setan yang telah mengikat mereka kepada kehendak Setan. 


Di sini dikatakan; “Mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran. Dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.”

Kalau seseorang terikat oleh Setan maka seseorang akan mengikuti kehendak Setan. Tetapi seorang hamba TUHAN yang dipercayakan pembukaan rahasia Firman, kepadanya diberikan kuasa maka dia berkuasa melepaskan sidang jemaat dari ikatan Setan, melepaskan sidang jemaat dari kehendak Setan. 

Kita semua harus menyerahkan diri untuk dilepaskan dari kehendak Setan supaya kehendak ALLAH yang jadi; sangkal diri, pikul salib, mengikut TUHAN sampai TUHAN datang kembali untuk yang kedua kalinya. 


Kita sudah melihat TABIAT KEDUA dari orang-orang yang menggabungkan dirinya kepada Setan tritunggal, mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin. Lalu hal itu juga dijelaskan di dalam 2 Petrus 2:17; mereka adalah guru-guru palsu sama seperti mata air yang kering, seperti kabut yang dihalaukan taufan. 

Jadi terkait dengan guru-guru palsu atau nabi-nabi palsu yang digambarkan seperti mata air yang kering, tidak berair, telah kita bahas malam ini. Minggu yang akan datang kita akan melihat guru-guru palsu yang digambarkan “... seperti kabut yang dihalaukan taufan…” 


Terkait dengan guru-guru palsu yang digambarkan seperti mata air yang kering sudah kita bahas, sekarang kita akan melihat/bandingkan, bahwa: 

TUHAN YESUS KRISTUS ADALAH SUMBER AIR KEHIDUPAN, menunjukkan bahwa Yesus bukan mata air yang kering, sebab Dialah Firman ALLAH yang hidup yang menjadi manusia sekaligus menjadi jalan keluarnya malam ini.


JALAN KELUAR:

Yohanes 4:8-10 --- Perikop: "Percakapan dengan perempuan Samaria."

(4:9) Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.) (4:10) Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia ALLAH dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup."


Pertama-tama yang mau saya sampaikan di sini adalah: perempuan Samaria tidak bergaul dengan TUHAN, bahkan selama dia hidup tidak pernah memperoleh air kehidupan.

Mungkin sama seperti kebanyakan orang Kristen di hari-hari terakhir ini, rajin ke gereja, tetapi TUHAN tidak mempercayakan kepada dia seorang pemimpin sidang jemaat yang memiliki pembukaan rahasia Firman ALLAH, dia senantiasa berhadapan dengan pemimpin sidang jemaat yang kering-kering, sehingga dia harus selalu datang mengambil air dari sumur Yakub dimana Yesus duduk tadi. 

Sementara di sisi yang lain, Yesus dikatakan adalah sumber air kehidupan. Artinya; Dia penuh dengan Firman ALLAH, sebab Dia adalah Firman ALLAH sesuai dengan Yohanes 1:1-2; “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” Dialah Firman yang menjadi daging. 


Kemudian, Yesus berkata; “Jikalau engkau tahu tentang karunia ALLAH dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.” Biarlah kita dipenuhkan oleh kasih karunia dan hidup oleh karena kasih karunia, supaya kita boleh menikmati pembukaan rahasia Firman ALLAH, dikaruniakan pembukaan Firman ALLAH. 


Yohanes 4:11-12

(4:11) Kata perempuan itu kepada-Nya: "TUHAN, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu? (4:12) Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?"


Perempuan Samaria sibuk berbicara soal "timba." Padahal tadi Yesus sudah berkata jikalau engkau hidup dalam kasih karunia, kepada mu akan dipercayakan pembukaan rahasia Firman. Tetapi pada ayat 11, perempuan Samaria masih sibuk berbicara soal timba. 

Timba -> oknum hamba TUHAN. Maksudnya; dia masih melihat apakah hamba TUHAN itu terkenal atau tidak, apakah hamba TUHAN itu keren atau tidak, apakah hamba TUHAN itu dikenal oleh khalayak umum atau tidak, mempunyai jemaat banyak atau tidak, dia hanya sibuk berbicara soal “timba.” 

Kita tidak boleh sibuk berbicara soal “timba” ya saudara.


Jika jemaat sibuk berbicara soal “timba”, maka Yakub (leluhur) akan dianggap lebih besar daripada Yesus.

Mereka memandang leluhur lebih besar, lebih daripada TUHAN. Maka tidak ada bedanya dengan pemuja Setan atau orang Ateis, menganggap roh-roh leluhur lebih besar daripada TUHAN ALLAH yang hidup, yang semestinya hanya kepada Dia sajalah kita berbakti, Dialah ALLAH yang harus disembah.


Yohanes 4:13-15

(4:13) Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, (4:14) tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal." (4:15) Kata perempuan itu kepada-Nya: "TUHAN, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."


“Barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya.”

Tidak haus artinya; dia memperoleh pembukaan rahasia Firman lalu oleh pembukaan rahasia Firman itu dia dipuaskan, masalahnya selesai, persoalannya selesai, karena Firman itu memberikan jalan keluar, Firman itu menjawab segala persoalan yang sedang dihadapi. 


Selanjutnya, TUHAN berkata kepada perempuan Samaria pada ayat 14b; Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal." Artinya; Firman itu dibukakan dan terus dibukakan bahkan oleh pembukaan rahasia Firman itu, kita dibawa sampai pada HIDUP KEKAL

Hidup kekal kaitannya adalah:

  • Gereja sempurna / Sidang Mempelai TUHAN.

  • Hidup dalam doa penyembahan. 


Kata perempuan itu kepada-Nya: "TUHAN, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."

Akhirnya, perempuan Samaria merindukan pembukaan rahasia Firman ALLAH, bahkan perempuan Samaria telah mendapatkan kasih karunia supaya nanti kepadanya dipercayakan pembukaan rahasia Firman ALLAH. Sama seperti sidang jemaat GPT-Betania, hidup oleh kasih karunia. Buktinya adalah kepada kita dipercayakan pembukaan rahasia Firman ALLAH. 

Kepada orang pandai, orang bijak, orang hebat di dunia ini, semuanya itu disebunyikan, tetapi kepada orang yang kecil – sangkal diri, pikul salib, rendah hati dan mau menjadi kecil – kepadanya dipecayakan pembukaan rahasia Firman ALLAH … Matius 11:25.


Kuasa dari Pembukaan rahasia Firman:

Yohanes 4:16-17

(4:16) Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini." (4:17) Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai suami." Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, (4:18) sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar."


Oleh kuasa dari pembukaan rahasia Firman adalah: ada suatu pengakuan yang jujur kepada TUHAN

Selama seseorang tidak mendapatkan pembukaan rahasia Firman ALLAH, maka dia tidak akan pernah mengakui dosanya / kesalahan / pelanggaran yang telah dia perbuat kepada TUHAN.

Tetapi di sini kita melihat, perempuan Samaria mau mengakui segala kekurangannya, bahwasanya dia tidak mempunyai suami. Lewat pengakuan yang jujur ini TUHAN berkata; “tepat kata mu.” Artinya; Dia dibenarkan oleh TUHAN. 


Jadi kalau kita mau mengakui dengan tulus segala kekurangan, kesalahan, pelanggaran di masa lalu, maka nanti TUHAN ampuni selanjutnya TUHAN yang membenarkan. Tetapi beda dengan orang yang tidak mau mengakui dosanya, dia akan menutupi dosanya dan membenarkan dirinya sendiri. Ini bukan kebenaran yang sejati, ini kebenaran yang palsu / kamuflase / tidak nyata. 


Pada ayat 17, perempuan Samaria telah mengakui bahwa dia tidak bersuami. Sebenarnya, dia memang sudah tinggal bersama lima laki-laki, tetapi semuanya bukanlah suaminya, dia sedang hidup berzinah dengan lima laki-laki yang terdahulu, ditambah satu laki-laki yang terakhir, seluruhnya ada enam laki-laki. 

Tetapi Puji TUHAN, pada saat dia berjumpa dengan laki-laki yang ketujuh, itulah pribadi Yesus Kristus, Dia bukan hanya Kepala, penyelamat tubuh, tetapi Dia adalah sumber air kehidupan, Dia adalah Firman ALLAH yang menjadi manusia. Sangat berkuasa untuk membenarkan, berkuasa untuk menyucikan, bahkan berkuasa untuk menyempurnakan seperti laki-laki yang ketujuh. 

Angka 7 (tujuh) adalah angka sempurna, sementara angka 6 (enam) adalah angka daging, angka manusia. Jadi daging hanyalah takhta dari kenajisan, hanyalah takhta daripada Setan. Tetapi puji TUHAN, kita sudah berjumpa dengan laki-laki yang ketujuh, Dialah sumber air kehidupan, Firman ALLAH yang menjadi manusia dan KITA SUDAH DIGEMBALAKAN OLEH AIR KEHIDUPAN SAMPAI HARI INI.


Yohanes 4:19

(4:19) Kata perempuan itu kepada-Nya: "TUHAN, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi.


Pada akhirnya, perempuan Samaria mengakui, bahwa Yesus adalah: seorang nabi. 

Tugas nabi adalah: Menyingkapkan seluruh rahasia Firman ALLAH dan menyatakan segala sesuatu yang akan terjadi di masa yang akan datang.

Kalau kita tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang maka keadaan kita baik. Tetapi orang yang tidak tahu tentang masa depan, orang yang tidak tahu apa yang akan terjadi pada hidupnya di masa yang akan datang, maka dia akan kacau balau.


Jadi tugas nabi adalah bernubuat, berarti:

  1. Menyucikan sidang jemaat lewat pembukaan rahasia Firman ALLAH.

  2. Menyatakan perkara-perkara yang akan terjadi di depan. 

Jadi hari ini kita disucikan, di depan keadaan kita baik, itulah yang dialami oleh perempuan Samaria. 


Sekotor-kotornya dan senajis najisnya perempuan Samaria, Firman ALLAH sanggup membenarkan dan menyucikan bahkan sampai menyempurnakannya, menjadi Mempelai Wanita TUHAN. 

Siapapun kita yang datang malam ini, TUHAN sanggup membenarkan, TUHAN sanggup menyucikan, dan TUHAN sanggup menyempurnakan kita sampai menjadi milik kepunyaan-Nya. 

Meterainya adalah: TUHAN tahu siapa yang menjadi milik kepunyaan-Nya. AMIN. 


Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt.  Daniel U, Sitohang