IBADAH RAYA MINGGU, 05 JULI 2026
KITAB WAHYU
WAHYU 19:19
(SERI I)
Subtema: BINATANG MELAWAN TUHAN
Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, oleh karena rahmat-Nya, kita sekalian dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus. Kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian Roh.
Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, umat ketebusan Tuhan yang turut bergabung lewat online/ live streaming/video internet, dimanapun saudara berada; baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Selanjutnya, doa dan harapan kami; biarlah kiranya damai sejahtera dari Sorga memerintah di hati kita, sehingga kita boleh duduk diam menikmati Sabda Allah dalam kesukaan dan kebahagiaan Sorgawi.
Selanjutnya, mari kita mengikuti KITAB WAHYU sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu. Dan sekarang kita akan masuk pada ayat yang baru yaitu: Wahyu 19:19.
Namun tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan Tuhan, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.
Wahyu 19:19 --- Perikop: “Binatang serta nabinya dikalahkan”
(19:19) Dan aku melihat binatang itu dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah berkumpul untuk melakukan peperangan melawan Penunggang kuda itu dan tentara-Nya.
Kalau kita sadar, maka kita tahu dengan pasti bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Allah yang hidup. Lebih besar dan lebih berkuasa dari segala sesuatu yang ada ini, sebab Dia luhur dan mulia. Dalam keluhuran itulah Allah menciptakan langit, bumi, dan laut serta segala sesuatu yang ada di dalamnya. Termasuk, makhluk-makluk hidup, baik manusia ataupun binatang di darat maupun di laut.
Namun, suatu kenyataan telah terjadi, dimana binatang itu dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah bersatu padu untuk berperang melawan Si Penunggang Kuda putih dan tentara-Nya. Apa yang akan terjadi ini sungguh di luar akal sehat dan nalar manusia. Namun hal itu satu kali akan terjadi dan tanda-tandanya saat ini sudah nampak mengarah ke sana.
Untuk mengetahui mengapa hal itu bisa terjadi, maka kita harus terlebih dahulu mengenali “binatang dan sekutunya” secara garis besar saja.
Kita akan mempelajari tentang: SIAPA BINATANG ITU?
Mari kita lihat binatang tersebut…
Wahyu 13:1 --- Perikop: “Binatang yang keluar dari dalam laut”
(13:1) Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.
Seekor binatang keluar dari dalam laut -> antikris.
Laut -> lautan dunia. Jadi, antikris keluar dari lautan dunia, bukan dari Sorga.
Tampilan dari binatang tersebut:
YANG PERTAMA: Bertanduk sepuluh dan diatas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota.
Tanduk berbicara tentang kuasa / kekuatan.
Itu berarti, binatang itu “seolah-olah” memiliki kuasa dan kekuatan untuk memberi keselamatan kepada manusia
Mahkota adalah simbol dari sebuah kemenangan.
Akan tetapi, baik tanduk (kuasa) maupun mahkota (kemenangan), sifatnya “semu”, itu hanyalah “akal-akalan” dari binatang itu (antikris)
Angka sepuluh menggambarkan “seolah-olah” binatang ini mendekat kepada hukum-hukum Allah (kebenaran dari Sorga), tetapi itupun “akal-akalan” saja.
Saudara, dari sini kita dapat melihat dengan kacamata rohani, betapa liciknya binatang ini, penuh dengan tipu daya untuk mempengaruhi / memperdaya mereka yang diam di bumi.
Kalau gereja Tuhan / anak-anak Tuhan tidak mengerti rencana Tuhan, satu kali akan masuk pada tipu daya dari binatang tersebut.
Kalau gereja Tuhan / anak-anak Tuhan tidak mendapat pengertian semacam ini di dalam rumah Tuhan; hati-hati, satu kali ia akan diperdaya oleh binatang tersebut dengan segala kelicikannya.
Itu sebabnya, tetaplah berdoa supaya dalam setiap pertemuan ibadah, kita senantiasa menerima pengertian dari Sorga lewat ungkapan-ungkapan rahasia Firman Allah.
YANG KEDUA: Berkepala tujuh dan pada ketujuh kepala itu tertulis nama-nama hujat.
Arti rohaninya: isi pikiran dari binatang tersebut hanya tertuju kepada perkara-pekara di bawah (di bumi) saja. Tidak sedikitpun di dalam pikirannya untuk memikirkan perkara-perkara di atas.
Itulah “binatang dari laut”. Jangan kita digambarkan seperti binatang yang keluar dari dalam laut, dalam pikiran dan dalam setiap tindakan.
Kita lebih rinci melihat terkait “nama-nama hujat”….
Wahyu 13:5-6
(13:5) Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya. (13:6) Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.
Binatang tersebut membuka mulutnya untuk:
Menghujat Allah, tabiatNya adalah : KASIH.
Tabit Allah adalah kasih.
Menghujat nama Yesus = merendahkan nama Yesus termasuk merendahkan korban-Nya / karya-Nya yang terbesar itulah salib di Golgota.
Menghujat kemah kediaman-Nya = menghujat Roh Allah yang suci.
Artinya: tidak menghargai kegiatan Roh itulah ibadah dan pelayanan.
Kalau binatang itu menghujat ketiga hal tersebut, itu karena pada kepala-kepalanya tertulis nama-nama hujat.
Jadi, apa yang keluar dari dalam mulut berasal dari dalam hati dan pikiran.
Kenapa seseorang malas untuk beribadah? Karena di dalam pikiran dan hatinya ada nama-nama hujat. Isi pikirannya sepenuhnya tertuju kepada perkara di bawah. Itu sebabnya saya berkali-kali berkata: kalau bekerja, bekerjalah dengan jujur. Cukupkanlah hidupmu dengan gajimu… (Lukas 13:4). Jangan suka “ngutil-ngutil” di tempat bekerja, nanti susah di kemudian hari, susah lepas dari kenajisan percabulan. Cukupkan diri dengan apa yang ada, jangan paksakan diri.
Saya tidak bermaksud kejam, tetapi supaya kita semua mempunyai masa depan. Memaksakan diri untuk mencukupkan segala sesuatu tetapi bukan dari gaji, melainkan dari kenajisan percabulan, itu yang membuat anak-anak Tuhan susah, tidak ada gairah untuk datang dan mendengar Firman Tuhan. Sebelum lepas dari dosa itu, ia akan menjadi pribadi yang tendensius, merasa dituduh dan tidak punya keberanian untuk menerima penyucian oleh Firman Allah.
Sekali lagi saya sampaikan: kalau binatang itu menghujat ketiga hal tersebut, itu karena isi pikirannya sepenuhnya tertuju hanya kepada perkara di bawah (perkara lahiriah), tidak ada kaitannya dengan perkara di atas (perkara Sorgawi). Apa yang keluar dari mulut berasal dari dalam hati pikiran. Itulah sebabnya kita perlu mendengar Firman, supaya Firman itu dituliskan pada hati dan pikiran kita. Sehingga, apa yang keluar dari mulut kita sifatnya memuji Tuhan, dan memuliakan nama Tuhan. Baik dari suara nyanyian/pujian, maupun dari suara perbuatan kita, semuanya memuliakan Tuhan.
Tetapi, karena pada 7 kepada dari binatang yang keluar dari dalam laut itu tertulis nama-nama hujat, maka dia membuka mulutnya untuk menghujat: kemah kediaman Allah = menghujat Roh Allah itulah ibadah dan pelayanan, sehingga ia jauh dari ibadah dan pelayanan (kegiatan Roh). Ibadah dan pelayanan ini bukan kegiatan daging manusia, melainkan kegiatan Roh Allah. Biarlah kita tetap ada dalam kegiatan Roh Allah.
Pendeknya, binatang tersebut menjadi sombong dan kesombongan itu berlangsung selama tujuh tahun, yang memuncak pada 3 ½ tahun yang kedua. Saat itu korban sehari-hari dihentikan, sebagaimana dalam… Daniel 9:27 --- Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu."
Masih terkait dengan “pada tujuh kepala tertulis nama-nama hujat”, mari kita perhatikan…
Wahyu 17:8
(17:8) Adapun binatang yang telah kaulihat itu, telah ada, namun tidak ada, ia akan muncul dari jurang maut, dan ia menuju kepada kebinasaan. Dan mereka yang diam di bumi, yaitu mereka yang tidak tertulis di dalam kitab kehidupan sejak dunia dijadikan, akan heran, apabila mereka melihat, bahwa binatang itu telah ada, namun tidak ada, dan akan muncul lagi.
Mereka yang tidak tertulis di dalam kitab kehidupan sejak dunia dijadikan akan heran apabila mereka melihat bahwa binatang itu “telah ada”, namun “tidak ada” dan “akan muncul lagi”.
Apa yang dikerjakan oleh binatang ini sesungguhnya meniru apa yang dikerjakan oleh Tuhan Yesus Kristus sebagaimana dalam… Wahyu 1:8 --- "Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, “yang ada” dan “yang sudah ada “ dan “yang akan datang,” Yang Mahakuasa."
Jadi apapun yang nampak di dalam diri binatang yang keluar dari dalam laut itu semua hanyalah kamuflase sifatnya semu, akal-akalan saja. Maka Gereja TUHAN harus memperoleh pengertian dalam setiap pemberitaan Firman. Harus ada ungkapan-ungkapan dengan lain kata; rahasia Firman harus dinyatakan supaya anak-anak TUHAN mempunyai pengertian, sehingga ketika binatang ini keluar dari dalam laut, kita tidak terpedaya dengan segala atribut yang melekat di tubuh binatang ini.
Lebih rinci tentang: “7 KEPALA”…
Wahyu 17:9
(17:9) Yang penting di sini ialah akal yang mengandung hikmat: ketujuh kepala itu adalah tujuh gunung, yang di atasnya perempuan itu duduk,
Tujuh kepala dari binatang itu adalah tujuh gunung, namun gunung tersebut sudah diduduki oleh perempuan Babel.
Gunung -> Rumah Tuhan, tempat ibadah dan pelayanan (kegiatan Roh).
Perempuan Babel, dialah yang menyebabkan gereja-gereja dan anak-anak Tuhan hidup di dalam kenajisan percabulan, dan kekejian sebagaimana dalam … Wahyu 17:4.
Mari kita lihat itu…
Wahyu 17:4 --- Perikop: “Penghakiman atas BABEL”
(17:4) Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.
Di tangan perempuan Babel ada suatu cawan emas isinya:
Kekejian.
Kenajisan percabulan
Berarti kalau perempuan Babel duduk di atas tujuh gunung / rumah Tuhan / tempat peribadatan, menunjukkan bahwa gunung-gunung itu telah dikuasai oleh 2 (dua) hal juga, yaitu; kekejian dan kenajisan percabulan.
Tentang: KENAJISAN PERCABULAN
Artinya: memperkaya diri, tetapi di luar kebenaran Firman.
Jadi, bukan hanya orang yang hidup di luar TUHAN, orang Kristen juga bisa hidup dalam kenajisan percabulan.
Kaya tetapi tidak sesuai dengan kebenaran firman itu namanya kenajisan percabulan = mabuk anggur dari perempuan Babel.
Tidak salah kaya, tetapi harus sesuai dengan koridornya Tuhan. Kalau orang Kristen kaya karena ngutil-ngutil di tempat ia bekerja, itu namanya kenajisan percabulan = mabuk anggur dari perempuan Babel … (Wahyu 18:3)
Sedangkan mabuk anggur dari Sorga artinya:
Giat bekerja di ladang Tuhan.
Mabuk kepayang sampai terhuyung-huyung di dalam memuji kebesaran dan kemuliaan Tuhan.
Singkatnya, memuji Tuhan tanpa batas = membuang harga diri dalam melaksanakan tugas-tugas atau pekerjaan-pekerjaan di dalam Tuhan.
Saudara, mabuk itu berarti sudah dikendalikan oleh “oknum yang lain”. Kalau “oknum yang lain” yaitu: Roh El-Kudus mengendalikan kita, di situlah kita mabuk kepayang sampai terhuyung-huyung di dalam memuji kemuliaan Tuhan, tanpa batas untuk memuliakan nama Tuhan (membuang segala harga diri).
Contoh: MABUK ANGGUR DARI SORGA:
2 Samuel 6:14
(6:14) Dan Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan.
Daud menari-nari dengan sekuat tenaga dihadapan Tuhan.
2 Samuel 6:20
(6:20) Ketika Daud pulang untuk memberi salam kepada seisi rumahnya, maka keluarlah Mikhal binti Saul mendapatkan Daud, katanya: "Betapa raja orang Israel, yang menelanjangi dirinya pada hari ini di depan mata budak-budak perempuan para hambanya, merasa dirinya terhormat pada hari ini, seperti orang hina dengan tidak malu-malu menelanjangi dirinya!"
Daud tidak peduli lagi dengan harga dirinya. Ia menelanjangi dirinya, menghinakan dirinya di depan budak-budak perempuan dan para hambanya.
2 Samuel 6:21-22
(6:21) Tetapi berkatalah Daud kepada Mikhal: "Di hadapan TUHAN, yang telah memilih aku dengan menyisihkan ayahmu dan segenap keluarganya untuk menunjuk aku menjadi raja atas umat TUHAN, yakni atas Israel, -- di hadapan TUHAN aku menari-nari, (6:22) bahkan aku akan menghinakan diriku lebih dari pada itu; engkau akan memandang aku rendah, tetapi bersama-sama budak-budak perempuan yang kaukatakan itu, bersama-sama merekalah aku mau dihormati."
Di sini kita melihat, ada “oknum lain” yang sudah mempengaruhi Daud, sudah mendominasi hidupnya yaitu: Roh Allah yang suci, sehingga dia melakukan itu semua dengan tanpa batas. Meskipun orang lain memandang rendah, tetapi Daud berkata, "Bersama-sama budak-budak perempuan yang kau katakan itu, bersama-sama merekalah aku mau dihormati”.
Inilah kehidupan yang mabuk anggur dari surga, tidak tahu harga diri lagi, tidak membatasi dirinya di dalam memuliakan Tuhan. Menelanjangi diri sehingga orang menganggap dia rendah; ia tidak peduli. Itulah sebabanya Tuhan memakai seorang anak Tuhan untuk menciptakan lagu yang terkait dengan peristiwa Daud ini.
Bait:
Bila Roh Allah ada di dalamku
Ku 'kan menari, s'perti Daud menari (2x)
Reff:
Ku 'kan menari (3x)
sperti Daud menari
Ku 'kan menari (3x)
sperti Daud menari
Saudara, lebih baik kita mabuk anggur dari surga daripada mabuk anggur dari perempuan Babel, itulah yang disebut kenajisan percabulan.
Jadi kembali saya sampaikan dengan tandas: Gunung rumah Tuhan satu kali akan diduduki perempuan Babel dengan tanda: rumah Tuhan menjadi tempatnya kenajisan percabulan, disebutlah itu ibadah fasik.
Mari kita baca hal itu dalam…
Daniel 8:11
(8:11) Bahkan terhadap Panglima bala tentara itu pun ia membesarkan dirinya, dan dari pada-Nya diambilnya korban persembahan sehari-hari, dan tempat-Nya yang kudus dirobohkannya.
Tempat-Nya yang kudus dirobohkannya = menghujat kemah kediaman Allah = menghujat kegiatan Roh = tidak menghargai ibadah dan pelayanan.
Pada saat dia menghujat kemah kediaman Allah (ibadah dan pelayanan yang disebut kegiatan Roh), lihatlah…
Daniel 8:12
(8:12) Suatu kebaktian diadakan secara fasik menggantikan korban sehari-hari, kebenaran dihempaskannya ke bumi, dan apa pun yang dibuatnya, semuanya berhasil.
Jadi, ketika kemah kediaman Allah dirobohkan, binatang itu mengadakan suatu kebaktian fasik.
Apa kebaktian fasik? Di dalamnya berbicara soal berkat dan keberkatan, berhasil dan keberhasilan, serta memperkayakan diri tetapi tidak sesuai dengan kebenaran dari firman Allah, itu namanya kenajisan percabulan.
Orang Kristen mestinya tahu ini. Tetapi kenyataannya, setan sedang membawa ajarannya masuk ke dalam rumah Tuhan. Yang dibicarakan hanyalah soal teori “prosperity” yaitu: kekayaan, keberhasilan, kejayaan, kemakmuran dan seterusnya. Betapa banyaknya orang Kristen binasa tanpa disadari oleh karena ajaran tersebut. Mereka akan kaget setengah mati karena merasa sudah benar dan sudah melayani, tetapi Tuhan tidak mengenal dia.
Tentang: “.. KEKEJIAN ..”
Praktek kekejian adalah menghentikan korban sehari-hari.
Ayat referensinya: Daniel 9:27, Daniel 11:31, Daniel 12:11
Korban sehari-hari itulah korban sembelihan dan korban santapan.
Korban sembelihan -> ibadah pelayanan yang disertai dengan sangkal diri, pikul salib sampai berdarah- darah; itu dihentikan.
Korban santapan -> Pengajaran Firman Allah yang murni dan benar yaitu:
Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan disebut juga cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus.
Firman Pengajaran mempelai dalam terangnya Tabernakel.
Saudara, kalau kita perhatikan, binatang tadi berani menghujat Allah, menghujat nama Yesus dan menghujat Roh Allah / kemah kediaman Allah, karena pada akhirnya binatang itu menjadi SOMBONG… (Wahyu 13:5-6)
Jadi, inilah alasan kenapa di atas tadi saya katakan binatang ini tidak sadar diri, berani berperang melawan Si Penunggang kuda putih.
Kita harus sadar bahwa; Tuhan Maha Besar, luhur, dan dalam keluhuranlah Dia menciptakan langit, bumi dan segala isinya, termasuk makhluk hidup, manusia dan binatang. Tetapi aneh, satu kenyataan pahit akan terjadi, binatang dan sekutunya akan berperang melawan Si Penunggang kuda putih, ini namanya tidak sadar diri. Hal itu bisa terjadi karena binatang itu berubah menjadi sombong. Dalam kesombonganlah ia menghujat Allah, menghujat nama Yesus dan menghujat kemah kediaman-Nya.
Hati-hati saudara, setan dalam menggiring otak manusia dan hati manusia, tidak transparan, tetapi dia berjalan seperti jarum jam; tidak nampak, tetapi berputar terus. Sebab itu, tidak salah memiliki cita-cita, tetapi harus sesuai dengan rencananya Tuhan. Jangan memaksakan diri dan keluar dari rencana Tuhan, akhirnya hidup dalam kenajisan percabulan, bahkan hidup dalam kekejian.
Saya tambahkan sedikit TERKAIT DENGAN KEKEJIAN…
Amsal 28:9
(28:9) Siapa memalingkan telinganya untuk tidak mendengarkan hukum, juga doanya adalah kekejian.
Berdoa, tetapi tidak mau dengar Firman Allah, doa semacam ini adalah kekejian dihadapan Tuhan.
Jangan kira orang yang rajin berdoa adalah manusia rohani, belum tentu. Kalau dia tidak mau dengar Firman, doanya adalah kekejian bagi Tuhan. Jadi, kalau mau berdoa kepada Tuhan, memohon belas kasihan Tuhan, maka terlebih dahulu mau dengar Firman Tuhan.
Inilah praktek kekejian dan nampaknya ajaran ini sudah dibawa masuk dalam rumah Tuhan.
Lihat saja gereja-gereja sekarang ini, beribadah tanpa Firman Tuhan. Yang ada di dalam ibadah itu hanyalah pamer karunia untuk membuat jemaat tumbang (rubuh seketika) dan pamer karunia untuk mengadakan kesembuhan dari awal sampai akhir ibadah. Singkatnya, Firman Allah yang benar dan yang murni yang disebut sebagai korban santapan, ini sudah dihentikan. Tetapi anehnya, orang-orang yang beribadah di dalamnya tidak memahami dan tidak mau peduli dengan hal ini.
Tetapi Tuhan memberi pengertian kepada kita, karena Tuhan menaruh belas kasihan kepada kita. Tuhan tidak memandang kita sebagai orang kaya atau orang miskin, orang besar atau orang kecil.
Sekarang timbul pertanyaan: MENGAPA BINATANG ITU MENJADI SOMBONG?
Wahyu 13:2B
(13:2) Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.
Binatang itu menjadi sombong karena, naga memberikan kepada binatang itu…
Kekuatannya
Takhtanya
Kekuasaannya
Mari kita lihat satu persatu mengenai ketiga hal tersebut.
Tentang: TAKHTANYA.
Terkait dengan hal itu, mari kita lihat,,,
Yesaya 14:12-14
(14:12) "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! (14:13) Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. (14:14) Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!
Naga / binatang / bintang timur putera fajar dikuasai KE-AKU-AN sebanyak 5 (lima) kali.
“Aku” hendak naik ke langit.
Artinya: naik ke Sorga tetapi tanpa salib = mengecilkan kerajaan Sorga dan tidak memandang kepada Salib Kristus.
Naik ke Sorga tanpa salib; terlalu murahan. Tidak mungkin manusia di bumi sampai ke takhta Allah tanpa pengatara itulah salib di Golgota.
Jadi, ibadah disertai dengan sangkal diri, pikul salib itu sudah benar. Itu adalah bukti bahwa kita mengakui Tuhan yang bertakhta di dalam kerajaan Sorga itu luar biasa.
“Aku” hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah = mendirikan suatu kerajaan sebagai tandingan dari kerajaan Sorga.
Ini sama seperti atribut dari binatang…
Mempunyai sepuluh tanduk, lalu di atas sepuluh tanduk itu ada 10 mahkota, tetapi sebetulnya itu hanya “akal-akalan” saja.
Berkepala tujuh, namun pada kepalanya tertulis nama-nama hujat. Itu juga “akal-akalan” saja.
“Aku” hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara.
Ini berbicara tentang kesempurnaan yang palsu. Kalau kita kaitkan dengan pola Tabernakel, pekerjaan Tuhan itu di mulai dari timur sampai ke barat. Tuhan mempersatukan gereja (anggota-anggota tubuh) yang berbeda-beda itu dimulai dari timur sampai ke barat. Di mulai dari PINTU GERBANG sampai RUANGAN MAHA SUCI, disebutlah itu kegerakan dari Pembangunan tubuh Kristus.
Tetapi lihatlah binatang itu, hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara, berbicara kesempurnaan yang palsu.
Di mulai dari PINTU GERBANG = percaya.
MEZBAH KORBAN BAKARAN = bertobat
KOLAM PEMBASUHAN = baptisan air (mati dan bangkit)
PINTU KEMAH = penuh dengan Roh Kudus
Selanjutnya dikuduskan dalam RUANGAN SUCI = tekun dalam tiga macam ibadah pokok
Sampai sempurna itulah RUANGAN MAHA SUCI yang berada di sebelah barat.
Saudara, ada banyak orang Kristen suka dengar khotbah hanya satu ayat, lalu dikaitkan dengan si kancil, si buaya, si kura-kura serta guyon-guyon. Kemudian, setelah ibadah selesai, pulang ke rumah dan bercerita kepada keluarganya: “luar biasa tadi loh pendetanya, kenapa? Karena lucu, suka guyon-guyon.” Inikan pengertian yang palsu, kesempurnaan yang palsu dari seorang hamba Tuhan. Bagaimana dengan kita? Malam ini kita diajar dengan penuh pengertian, apakah kita mau menolak dan lebih memilih guyon-guyon, cerita isapan jempol dan dongeng nenek-nenek tua?
“Aku” hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan.
Ini berbicara tentang kemuliaan yang palsu. Kemuliaan itu diawali dengan sengsara salib. Dibalik salib ada kemuliaan, dibalik kemuliaan ada sengsara salib. Kemuliaan tanpa salib itu namanya kemuliaan yang palsu.
“Aku” hendak menyamai Yang Mahatinggi.
Artinya: satu kali nanti antikris akan tampil sebagai allah yang palsu, tepatnya pada saat antikris menjadi raja, berkuasa serta memerintah atas seantero dunia. Di situlah dia mendambakan untuk disembah, sebagaimana yang tertulis dalam…
Matius 24:15
(24:15) "Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel -- para pembaca hendaklah memperhatikannya –
Pembinasa keji berdiri di tempat kudus.
Kenapa disebut pembinasa keji? Karena ia menghapuskan korban sehari-hari itulah korban sembelihan dan korban santapan.
2 Tesalonika 2:3-4
(2:3) Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, (2:4) yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah.
Sebelum Tuhan datang, terlebih dahulu tampil 2 (dua) hal: murtad dan manusia durhaka.
Murtad; tetap disebut sebagai orang Kristen tetapi mundur dari Salib.
Manusia durhaka itulah antikris yang memberontak kepada Tuhan.
Kemudian, lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah sama seperti ke-aku-an yang kelima tadi yaitu; Aku hendak menyamai Yang Mahatinggi.
Jadi, saat binatang itu ada di dalam rumah Tuhan, berkuasa dan memerintah atas seantero dunia, dia ingin disembah sebagai allah yang palsu. Betapa banyaknya nanti orang Kristen digiring untuk menyembah allah yang palsu. Mereka berbahasa lidah: hambasada-hambasada, sikaraba-sikaraba, yarabase, yarabase tetapi tidak tahu siapa yang disembah.
Inilah terkait dengan “.. takhta ..” diberikan oleh naga kepada binatang itu.
Yesaya 14:15
(14:15) Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur.
Sebetulnya, lima “ke-aku-an” dari naga / binatang / lucifer / bintang timur putera fajar adalah kesombongan dari naga itu sendiri. Kemudian di sini kita melihat, dosa kesombongan adalah kejatuhan yang paling dalam.
Saudara mungkin tidak berzinah, tidak selingkuh, tetapi kalau seseorang dikuasai dosa kesombongan itu adalah kejatuhan yang sangat dalam.
Sebelum Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, setan sudah terlebih dahulu jatuh dalam dosa kesombongan. Jadi, kejatuhan yang pertama adalah dosa kesombongan, dan dosa ini adalah kejatuhan yang paling dalam. Sebab itu, berusahalah untuk menjadi orang yang rendah hati menghadap Tuhan di dalam rumah Tuhan, bersikaplah sederhana. Perhatikanlah Yesus memikul salib. Jangan malu apabila Roh Tuhan mengendalikan diri.
Pendeknya, dosa kesombongan adalah kejatuhan yang paling dalam, setara dengan liang kuburan (binasa)
Perlu untuk diketahui:
Lima“KE-AKU-AN” dari naga / Lucifer / bintang timur putera Fajar bertolak belakang (kontradiksi) dengan LIMA LUKA utama di dalam tubuh Yesus. Antara lain….
Dua luka di tangan
Dua luka di kaki
Satu tusukan tombak pada lambung.
Lima luka utama Yesus Kristus adalah bukti kuat bahwa Yesus Kristus telah merendahkan diri-Nya sampai kepada dunia orang mati. Dia bukan Tuhan yang palsu, Dia Tuhan yang benar, yang pantas untuk disembah oleh setiap makhluk, pantas untuk ditinggikan. Sementara lima KE-AKU-AN daripada naga itu berbicara soal kesombongan/meninggikan diri, tidak tau merendahkan diri.
Efesus 4:8-9
(4:8) Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia." (4:9) Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah?
Di sini kita melihat “.. Yesus telah naik, sebab Ia telah turun ke dunia yang paling bawah ..”. Ia telah menderita sengsara dan mati di kayu salib. Itu adalah tanda kerendahan di hati. Tujuannya: untuk membebaskan tawanan-tawanan.
Kita perlu ditolong oleh Tuhan …
kita tidak bisa tertolong dengan lima KE-AKU-AN dari naga.
Kita tidak bisa tertolong oleh karena sepuluh tanduk dengan sepuluh mahkota binatang itu.
Kita tidak bisa tertolong dengan tujuh kepala dimana di kepala-kepala tersebut tertulis nama-nam hujat.
Kita hanya dapat ditolong oleh pribadi yang sudah menerima lima luka utama itulah Yesus Kristus.
Saat Yesus dicambuk, Ia belum mati, tetapi, dengan lima luka utama, Yesus mati. Berarti, Dia sudah turun ke dunia orang mati untuk menolong kita semua. Menolong orang yang sombong dan yang terikat dengan kesombongan.
Efesus 4:10
(4:10) Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.
Namun, pada akhirnya Tuhan Yesus dipermuliakan. Yesus tidak akan sampai kepada kemuliaan sebelum Ia menderita sengsara dan mati di kayu salib. Berbeda dengan naga, ia langsung / tiba-tiba meninggikan dirinya (sombong). Ini kejatuhan yang amat dalam. Tiadalah mungkin sampai kepada kemuliaan tanpa sengsara / menderita di kayu salib.
Itu sebabnya, berkali-kali saya katakan; jangan hidup dalam kenajisan percabulan, cukupkan saja diri dengan gaji yang ada, supaya sanggup merendahkan diri di hadapan Tuhan. Tetap rendah hati, tulus dan tampil apa adanya. Sederhana saja dalam menjalankan roda kehidupan ini, jangan paksakan diri dalam kenajisan percabulan, nanti terhilang.
Singkat kata, Yesus yang kita sembah, Dialah Tuhan, satu kali dipermuliakan. Kalau Yesus dipermuliakan, maka gereja Tuhan juga turut dipermuliakan. Gereja yang seperti apa? Itu tertulis pada… Efesus 4:11-16, di situ kita melihat sidang mempelai Tuhan, bukan gereja yang asal-asal beribadah. Itu adalah gereja yang sudah dibawa masuk dalam pembangunan tubuh Kristus. Tubuh Kristus berbeda-beda tetapi satu itu adalah sempurna, jika anggota masih terpisah/terputus (cacat) = belum sempurna. Tetapi jika sudah menjadi satu (sempurna) satu kali dipermuliakan.
Tentang: KEKUASAANNYA YANG BESAR.
Sebelum kita melihat kekuasaannya yang besar, saya mau sampaikan: tadi pagi Ibu rohani bermimpi dan mimpinya itu diceritakan kepada saya. Mimpinya adalah: ia melihat patung berjalan. Patung boneka ini persis seperti manusia, baik dia laki-laki maupun perempuan, tidak ada bedanya dari manusia. Tetapi di dalam mimpi itu, mereka adalah boneka (patung). Hal ini sudah kita bahas dalam Ibadah Pendalaman Alkitab kemarin terkait dengan singa --- kepadanya diberikan hati manusia. Di situ Tuhan berkata kepada Ibu Rohani: "Katakan haleluya." Dan kalau robot itu tidak bisa menjawab haleluya, berarti dia dari setan / naga.
Kalau Tuhan memberikan mimpi atau penglihatan ini kepada Ibu Rohani, berarti kita mendapat perhatian dari TUHAN. Ibadah dan hidup rohani kita sudah seharusnya berada pada tingkat yang tertinggi yaitu Doa Penyembahan. Doa penyembahan yang dapat menyelamatkan kita, bukan jus 1, 2 dan 3, itu penipuan besar-besaran. Tuhan sedang menolong kita, menarik kita sampai kepada puncak ibadah --- Haleluya --- Jangan tergiur dengan takhtanya yang besar, kekuasaannya yang besar.
Mari kita lihat “kekuasaan yang besar” yang diberikan oleh naga kepada binatang itu…
Wahyu 13:3a
(13:3) Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu.
Di sini kita melihat, tujuh dari kepala itu seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi lukanya itu sembuh. Sudah hampir mati, tetapi pada akhirnya sembuh. Berarti disini antikris mengadakan mujizat kesembuhan. Kenapa? Karena naga memberikan kuasa yang besar kepada dia.
Jadi, kalau di dalam rumah Tuhan ada mujizat kesembuhan, kita bersyukur, berterima kasih kepada TUHAN, karena kita perlu mujizat semacam ini. Tetapi, antusias kita dalam beribadah tidak boleh berhenti hanya sampai kepada mujizat saja, karena, mujizat juga dapat dilakukan oleh setan.
Setelah ia menampilkan kuasa itu Wahyu 13:3b, … seluruh dunia heran lalu mengikuti binatang itu…” Inilah awalnya sehingga gereja Tuhan terperdaya. Jadi, antusias kita dalam beribadah dan mengikuti Tuhan tidak boleh berhenti hanya sebatas mukjizat kesembuhan.
Tentang: KEKUATAN.
Di mana letak kekuatan yang dimiliki oleh binatang (antikris)?
Wahyu 13:2
(13:2) Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.
Antikris disebut juga dengan kombinasi dari 3 (tiga) jenis binatang.
Macan tutul, berbicara tentang kecepatan.
Maka, orang yang bermasabodo dalam ibadah dan pelayanan, masabodo dengar Firman, serta berlambat-lambatan di tengah ibadah dan pelayanan, itu akan dilibas dan dilindas habis oleh antikris.
Kakinya seperti kaki beruang.
Kalau dalam Daniel 7:5, kaki belakang digunakan untuk berdiri. Berarti, kaki bagian depan digunakan untuk mencakar dan memukul.
Mencakar artinya; apabila orang Kristen jatuh ke tangan antikris, maka ia tidak akan pernah bisa lepas lagi dari situ. Saya berharap kepada yang sudah menerima jus 1, 2 dan 3, sungguh-sungguhlah untuk tekun dalam tiga macam ibadah pokok, masih ada harapan untuk lepas dari sana. Sedikit-dikitnya apabila leher digorok, tetaplah untuk pertahankan nama Yesus.
Sedangkan pukulan artinya; tidak ada satupun manusia yang sanggup berdiri menghadapi antikris dengan mengandalkan kekuatannya, kelebihannya, apapun itu, baik kedudukan, jabatan, pangkat yang tinggi, gelar yang tinggi
Singa.
Singa ini gambaran dari raja hutan. Satu kali antikris akan tampil sebagai raja yang berkuasa. Dia akan memerintah seantero dunia dengan tangan besi dan menjalankan kuasa dengan kekerasan. Tapi yang menonjol dari singa juga “aumannya”. Sekali dia mengaum, lutut akan menjadi goyah dan tak berdaya.
Singa sudah mengaum tahun 2020: gempa bumi terjadi itulah Covid-19 menggoncang seantero dunia ini, sekali mengaum saja lutut menjadi goyah. Apa yang bisa kita andalkan dengan menghadapi antikris ini? Dengan kekuatan sendiri, kepintaran sendiri? semuanya tidak berarti.
Inilah tiga hal diberikan oleh naga kepada binatang yang keluar dari dalam laut. Dan kita sudah melihat semua itu.
Sekarang, bagaimana sikap kita? Masih tetap berlaku sombong sehingga tidak sadar diri dan berani berperang melawan Si penunggang kuda putih?
Sekali lagi saya sampaikan dengan tandas, kita harus sadar bahwa Allah kita lebih besar dari segala yang ada ini. Jangan kita berperang melawan Tuhan. Jangan sombong hanya karena tiga hal diberikan oleh naga.
Doa saya: kiranya kita semua mabuk anggur dari surga, tanpa batas melayani Tuhan. Kalaupun orang menganggap kita rendah; tidak apa-apa, itu jauh lebih baik.
Saudara, kita sudah melihat kenapa peperangan itu bisa terjadi. Hal itu bisa dilihat dari tabiat daripada binatang itu dan malam ini kita sudah memperhatikan semuanya. Kalau Tuhan izinkan, di minggu yang akan datang kita melihat: raja-raja dan tentara-tentaranya.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman oleh;
Pdt. Daniel U. Sitohang