Friday, July 3, 2026

IBADAH RAYA MINGGU, 28 JUNI 2026

 


IBADAH RAYA MINGGU, 28 JUNI 2026


KITAB WAHYU

WAHYU 19:17

(SERI 2)


Subtema: MENJUAL KEMAH DAN PERKAKAS-PERKAKASNYA


Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena kemurahan hati TUHAN kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian Roh. 


Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN, bapak/ibu, sudara/saudari yang turut bergabung lewat online; baik di dalam negeri maupun di luar negeri, dimanapun saudara berada, baik di dalam negeri, mungkin saja juga di luar negeri, dimanapun saudara berada.  Kiranya damai dari Sorga bertakhta berkuasa di hati kita masing-masing, sehingga; dengan damai sejahtera dan bahagia saat kita duduk diam mendengarkan sabada Allah. 


Mari selanjutnya kita sambut KITAB WAHYU sebagai firman penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu. Dengan berakhirnya Wahyu 19:16, maka malam ini kita akan masuk dalam perikop yang baru dari Wahyu 19:17-21 itulah “Binatang serta nabinya dikalahkan”. Minggu lalu sudah kita awali, dan malam ini adalah bagian yang kedua. Namun tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan daripada TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi. 


Wahyu 19:17-18 --- Perikop: “Binatang serta nabinya dikalahkan”

(19:17) Lalu aku melihat seorang malaikat berdiri di dalam matahari dan ia berseru dengan suara nyaring kepada semua burung yang terbang di tengah langit, katanya: "Marilah ke sini dan berkumpullah untuk turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar, (19:18) supaya kamu makan daging semua raja dan daging semua panglima dan daging semua pahlawan dan daging semua kuda dan daging semua penunggangnya dan daging semua orang, baik yang merdeka maupun hamba, baik yang kecil maupun yang besar."


Di sini kita melihat, ada satu perjamuan yang besar dan hebat, suatu perjamuan dari Allah. Akan tetapi, perjamuan yang besar ini, bukan perjamuan suci, bukan pula perjamuan kawin Anak Domba, melainkan perjamuan yang diserahkan kepada roh-roh najis yaitu; burung-burung di udara. 

Suatu kenyataan yang datang dari Allah, satu kali akan terjadi. Dimana burung-burung di udara akan makan daging: semua raja, semua panglima, semua pahlawan, semua kuda dan penunggangnya, semua orang dari berbagai lapisan; besar, kecil, tua, muda, laki-laki, perempuan, kaya, miskin, tanpa terkecuali, satu kali itu akan terjadi. 


Wahyu 19:21

(19:21) Dan semua orang lain dibunuh dengan pedang, yang keluar dari mulut Penunggang kuda itu; dan semua burung kenyang oleh daging mereka.


Burung-burung di udara kenyang oleh daging mereka yaitu; daging orang-orang yang dikalahkan oleh Si Penunggang kuda putih dalam peperangan Harmagedon. 


Saudara, perang dunia I dan perang dunia II sudah berlalu dan tidak lama lagi perang dunia ke III akan terjadi, sesuai dengan tanda-tanda yang ada ini. Sedangkan perang Harmagedon adalah peperangan antara Kristus (Si Penunggang kuda putih) melawan antikris dan pengikut-pengikutnya. Jadi sama sekali tidak ada kaitannya dengan perang dunia, karena perang Harmagedon itu perang Kristus dengan setan tritunggal; naga, antikris, dan nabi-nabi palsu. 


Selanjutnya, mereka yang dikalahkan pada perang Harmagedon, mayat-mayat mereka diserahkan kepada burung-burung di udara, istilah lain diserahkan kepada demon-demon atau roh-roh najis lalu memberdayakan mereka, itu menunjukkan bahwa:

  • Mereka bukanlah buli-buli emas berisi manna.

  • Hati mereka tidak dijadikan sebagai bejana untuk menyimpan firman Allah.


Terkait dengan hal ini, kita akan selidiki dari: PERUMPAMAAN TENTANG SEORANG PENABUR,

Lukas 8:5 --- Perikop: “Perumpamaan tentang penabur”.

(8:5) "Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis.


Sebagian benih jatuh di pinggir jalan. Kalau benih jatuh di pinggir jalan, satu kali pasti diinjak orang, bahkan burung-burung di udara memakannya sampai habis. 


Marilah kita simak “arti rohani dari BENIH DI PINGGIR JALAN” …

Lukas 8:11-12

(8:11) Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah. (8:12) Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.


Terlebih dahulu kita simak…

BENIH YANG DITABURKAN, jelas itu adalah Firman Allah. 

Setiap orang semestinya sangatlah  membutuhkan firman Allah, sebab Firman Allah adalah makanan rohani.

  • Memberi energi atau kekuatan baru. 

Pendeknya, memiliki kekebalan sehingga tidak mudah diserang virus-virus, baik virus secara jasmani maupun virus secara rohani, termasuk demon-demon atau roh najis.  

  • Hidup rohani menjadi sehat, kaitannya dengan hidup suci  -- kalau hidup suci pasti sehat – 

Oleh sebab itu, jangan malas mandi saudara. Kalau pulang dari bepergian cepat-cepat mandi. Baik pulang dari ibadah cepat-cepat mandi, niscaya pasti sehat. Orang yang malas mandi sering kali terganggu kesehatannya. Kalau saya sudah merasa lemah, pasti langsung mandi dan istirahat. Jadi kebersihan itu adalah sumber kesehatan. Pendeknya, Firman Allah juga berkuasa menyucikan, supaya hidup rohani kita menjadi sehat. 


Pendeknya….

  1. Yesus adalah Firman yang menjadi manusia, Ia telah memecah-mecahkan segenap hidup-Nya di atas kayu salib. 

  2. Yesus adalah benih yang ditaburkan

Tandanya: rela dikuliti, rela dipermalukan, rela ditelanjangi, rela direndahkan dan siap berada di titik nol sebagaimana dalam 1 Korintus 15:37 ---- Dan yang engkau taburkan bukanlah tubuh tanaman yang akan tumbuh, tetapi biji yang tidak berkulit, umpamanya biji gandum atau biji lain.


Sedangkan,  PINGGIR JALAN adalah gambaran dari orang yang telah mendengarkan Firman Allah, tetapi orang itu tidak menjaganya. Akibatnya: Iblis mengambil (merampas) Firman Allah dari dalam hati mereka. 

Firman Allah yang didengar mestinya dijaga, dirawat menunjukan bahwa;

  • hidupnya menjadi buli-buli emas berisi manna, 

  • hatinya dijadikan sebagai bejana untuk menampung curahan kasih Allah itulah firman Allah. 

Pendeknya, mereka tidak melarang, tetapi justru membiarkan iblis (burung yang najis) bekerja di dalam hati mereka. 


Mari kita melihat ketika; “BURUNG YANG NAJIS BEKERJA DI DALAM HATI MEREKA” …

Wahyu 18:2-3 --- Perikop: “Jatuhnya Babel”

(18:2) Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci, (18:3) karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya."


Babel kota besar adalah “...tempat bersembunyi segala burung yang najis…” = membiarkan iblis atau roh najis bekerja di dalam hatinya. 

Prakteknya: sibuk untuk mengejar kekayaan, tetapi kaya oleh kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel. Dengan kata lain; hidup di dalam kenajisan percabulan, disebutlah itu mabuk anggur dari perempuan Babel. Jadi kenajisan percabulan sama artinya mabuk anggur dari perempuan Babel. 


Kita memang harus mabuk anggur, tetapi bukan mabuk anggur dari Babel melainkan mabuk anggur dari Sorga.

Mabuk anggur dari Sorga artinya: penuh dengan Roh El-Kudus, hidup kita didominasi oleh Roh Kudus sepenuhnya, sehingga kita senantiasa sibuk memikirkan kegiatan Roh yaitu ibadah dan pelayanan, itu yang benar.

Doa dan harapan saya: kiranya kita semua mabuk anggur sebagaimana malam ini, kita telah mabuk anggur, terhuyung-huyung di dalam hal memuji kemuliaan TUHAN, membesarkan nama TUHAN, menaikan puji-pujian dengan mabuk kepayang. Tidak tau batas harga diri lagi, yang terpenting nama TUHAN dipermuliakan. Bagaikan Daud saat memikul Tabut Perjanjian, dia telah menelanjangi dirinya di hadapan TUHAN, berlonjak-lonjak, penuh dengan Roh El-Kudus. Dia tidak membatasi dirinya di hadapan TUHAN. 

Jangan memuji TUHAN di atur-atur atau tepuk tangan di atur-atur, biarlah kita mabuk anggur dari Sorga. Mabuk kepayang, tidak tau membatasi diri untuk memuji kebesaran dan kemuliaan, nama  TUHAN. 


Contoh hidup dalam kenajisan percabulan (mabuk anggur dari perempuan babel)

Ibrani 12:16

(12:16) Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.


Di sini kita melihat; Esau hidup dalam kenajisan percabulan. Sebab, “... ia menjual hak kesulungannya demi sepiring makanan …” = menjual yang rohani demi yang lahiriyah


Hal rohani yang dijual Esau antara lain….

YANG PERTAMA

Kejadian 25:27 --- Perikop: “Esau dan Yakub”

(25:27) Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi seorang yang pandai berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi Yakub adalah seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah.


Esau adalah…

  • “... Seorang yang pandai berburu daging…” menunjukan Esau betul-betul hidup di dalam hawa nafsu dan keinginan-keinginan daging  yang jahat. Adapun tabiat daging, seluruhnya tertulis dengan jelas di dalam … Galatia 5:19-21.

  • “... Esau suka tinggal di padang…” 

Padang → dunia dengan segala sesuatu yang ada di dalamnya, antara lain: 

  1. Keinginan daging

  2. Keinginan mata

  3. Keangkuahn hidup

Ketiganya bukan berasal dari Bapa di Sorga, melainkan berasal dari dunia (dari bawah), dari pekerjaan iblis/setan … (1 Yohanes 2:16). 


Karena Esau pandai berburu daging, suka tinggal di padang, maka hal rohani yang terjual disini adalah kemah kediaman Allah (rumah Tuhan). Alkitab berkata dalam 1 Korintus 3:16 --- Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? 

Tetapi, karena Esau hidup menurut hawa nafsu dan dan keinginan daging yang jahat, serta suka tinggal di padang, maka hal yang terjual adalah kemah kediaman Allah (rumah TUHAN), hidupnya terjual. Menunjukan bahwa Esau dikuasai roh antikris, Esau sudah terjual kepada antikris.

Saudara, sadar atau tidak sadar, banyak orang kristen terjual kepada roh jual beli (roh antikris), meskipun dia menganggap dirinya rumah TUHAN. Sama seperti Esau, sebetulnya dia sudah terjual kepada antikris -- hidupnya sudah dikuasai antikris -- .


Kita lihat lebih rinci, bukti sudah terjual kepada antikris (roh jual beli).

Wahyu 13:6 --- Perikop: “Binatang yang keluar dari dalam laut”

(13:6) Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.


Dengan segala kesombongannya binatang (antikris) itu membuka mulutnya untuk menghujat tiga hal:

  1. Menghujat Allah.

Perlu untuk diketahui; apabila seseorang  menghujat Allah masih diampuni.

  1. Menghujat nama Yesus Anak Allah

Demikian juga apabila seseorang menghujat Yesus Anak Allah, dosanya masih diampuni.

  1. Menghujat kemah kediaman Allah (rumah TUHAN) tempat Roh Allah berdiam = menghujat Roh Allah dengan segala kegiatannya yaitu; ibadah dan pelayanan. 

Tetapi Alkitab berkata; menghujat kemah kediaman TUHAN, tidak diampuni TUHAN … (Matius 12:31

Jadi saudara, perhatikanlah ibadah dan pelayan, jangan tinggalkan jam-jam ibadah dan pelayanan, karena meninggalkan jam-jam ibadah dan pelayanan = menghujat kemah kediaman Allah = menghujat Roh Allah yang suci dengan segala kegiatan-kegiatannya itulah ibadah dan pelayanan. 


Saudara, kemah kediaman Allah disebut juga dengan TABERNAKEL. Sedangkan Tabernakel terdiri dari 3 (tiga) daerah.


Daerah pertama: HALAMAN

Sedangkan di halaman terdapat 2 (dua) alat:

  1. Mezbah korban bakaran, gambaran dari salib di Golgota dimana Yesus dikorbankan. 

  2. Bejana pembasuhan tembaga -> Baptisan air, berbicara tentang pengalaman kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.


Daerah kedua: RUANGAN SUCI

Di dalam di Ruangan Suci terdapat 3 (tiga) alat:

  1. Meja Roti sajian -> ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan Perjamuan Suci. 

Jadi, untuk memperdalam isi hati TUHAN, jangan tinggalkan Ibadah Pendalaman Alkitab. 

  1. Pelita emas atau kaki dian emas -> Ketekunan dalam Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian Roh. Kesaksian itu seperti pelita menyala, tetapi karena ada minyak (Roh Kudus). Jadi kalau mau mempertajam karunia-karunia dan jabatan Roh El-Kudus jangan tinggalkan Ibadah Raya Minggu

  2. Mezbah Dupa Emas -> Ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan = tinggal di dalam kasih. 


Daerah ketiga: RUANGAN MAHA SUCI.

Di dalam Ruangan Maha Suci terdapat satu alat, yaitu: Tabut Perjanjian

Tabut Perjanjian adalah alat yang lebih utama dari semua perabotan yang ada di dalam Tabernakel. Tabut Perjanjian terdiri dari dua bagian: 

  1. Peti -> Sidang mempelai TUHAN = gereja TUHAN yang sempurna, tanpa cacat cela, atau kerut, atau yang serupa dengan itu. Sama seperti Tabut Perjanjian yang memang terbuat dari kayu penaga, namun telah dilapisi dengan emas murni, baik dari dalam maupun dari luar … (Keluaran 25:11).

  2. Tutup Pendamaian, dengan dua kerub di atasnya -> Allah Trinitas, yaitu TUHAN YESUS KRISTUS. 

  • Tutup pendamaian itu pribadi Yesus.

  • Kerub pertama, itu gambaran dari Allah Bapa.

  • Kerub kedua, itu gambaran dari Roh El-Kudus 


Arti rohani dari Tabut perjanjian : 

  1. Takhta Allah.

  2. Hubungan nikah, antara Kristus sebagai Mempelai Pria Sorga dengan sidang jemaat sebagai mempelai wanita-Nya berdasarkan kasih. 

Dari sini kita bisa melihat Tabut Perjanjian adalah Alat yang lebih utama dari semua perabotan-perabotan yang ada di dalam Tabernakel (kemah kediaman Allah). 


Pendeknya, menjual kemah kediaman Allah = menghujat Roh Allah yang suci = tidak menghargai semua perabotan-perabotan yang ada di halaman, di Ruang Suci, dan Ruangan Maha Suci. 

Jadi, kalau kemah kediaman Allah sudah terjual, sudah pasti semua perabotan yang di dalamnya ikut terjual. Mestinya kita membeli, artinya; bayar harga dalam setiap pertemuan-pertemuan ibadah. Tetapi kita sudah melihat bahwa Esau hidup dalam kenajisan percabulan, sebab ia menjual hak kesulungannya demi sepiring makanan. Hal rohani yang terjual adalah kemah kediaman Allah. Mengapa? karena dia sibuk berburu daging dan kesukaannya tinggal di padang (dunia).  Kalau seseorang sibuk hanya memikirkan daging, hanya memikirkan dunia, yang terjual pastilah kemah kediaman Allah, yang terjual rumah TUHAN (hidupnya). Semua sudah dijual sepenuhnya kepada antikris (roh jual beli), maka otomatis, segala sesuatu yang ada di dalam diri, bagaikan prabotan-prabotan yang ada di Tabernakel, itu pun ikut terjual.


Pada anatomi manusia di situ sudah jelas pengertian-pengertiannya.

  • Di atas Tutup Pendamaian ada dua kerub -> dua tangan terangkat = Penyerahan diri kepada TUHAN.

  • Tabut perjanjian gambaran dari hati.

  • Pintu tirai adalah gambaran dari perobekan daging.

  • Mezbah dupa adalah gambaran dari paru-paru.

  • Meja roti sajian adalah usus 12 jari dan perut.

  • Pelita emas gambaran dari usus.

  • Pintu kemah adalah gambaran dari pintu rahim = kepenuhan Roh Kudus.

  • Bejana pembasuhan tembaga dan mezbah korban bakaran adalah 

     daging dan tulang. Tulang adalah kebangkitan. Daging harus dikubur/kematian.


Jadi semua yang ada di dalam tubuh ini sudah terjual, hati, pikiran, pandangan, dua tangan (penyerahan diri) dan segala sesuatu yang ada di dalam diri ini sudah terjual kepada antikris (milik antikris)

Jadi, jangan anggap enteng ibadah dan pelayanan, itu merupakan hak kesulungan. Jangan kita menjual hak kesulungan demi yang lahiriah.


Pendeknya,ketika kemah kediaman Allah terjual, maka semua perabotan yang ada di dalamnya turut terjual. Saya akan buktikan untuk melihat akurasi dari kebenaran Firman Allah. 


Daniel 1:1-2 --- Perikop: “Di istana Babel”

(1:1) Pada tahun yang ketiga pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, ke Yerusalem, lalu mengepung kota itu. (1:2) Tuhan menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangannya. Semuanya itu dibawanya ke tanah Sinear, ke dalam rumah dewanya; perkakas-perkakas itu dibawanya ke dalam perbendaharaan dewanya.


Disinipun kita melihat, semua perkakas-perkakas yang di Yerusalem dirampas, lalu dibawa ke Babel (terjual). Jadi, bukan hanya kemah kediaman Allah saja yang dirobohkan, tetapi perabotan-perabotan yang ada di dalam kemah TUHAN juga dibawa ke Babel (dijual kepada antikris).  Babel gambaran dari antikris; tempat roh-roh najis bersembunyi dalam …(Wahyu 18:2)


Jadi saudara, sedapat mungkin, berjuanglah untuk tekun di dalam tiga macam ibadah pokok. Hargailah kegiatan Roh, jangan menghujat kemah kediaman Allah (jangan menghujat Roh Allah yang suci). Menghujat Bapa masih diampuni, menghujat Yesus Anak Allah masih diampuni, tetapi menghujat Roh Allah dengan segala kegiatannya (meninggalkan Ibadah dan pelayanan) tidak diampuni. 

Kita sering sekali anggap enteng terhadap ibadah dan pelayanan, seolah-olah kekayaan (kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel) nomor satu. Padahal, sibuk menjadi kaya oleh karena kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel, justru seseorang telah menjual yang rohani, antara lain:

  • Berawal: menjual kemah kediaman Allah (hidupnya), 

  • sampai kepada perkakas-perkakas yang ada dalam hidupnya turut terjual. Saudara, mungkin sekarang seseorang berpikir; masih bisa bernafas lega, hidup dari gaji satu bulan, bisnis,  proyek, usaha, dagang, dan seterusnya, di kemudian hari itu sangat fatal. Pertobatan itu tidak semuda membalikan telapak tangan. Tekun dalam tiga macam ibadah pokok saja ada kalanya kita kalah karena ada pergumulan di depan, tiba-tiba jengkel, dan seterusnya, apalagi kalau tidak tekun di dalam tiga macam ibadah pokok. 


2  Raja-raja 24:13 --- Perikop: “Yoyakim Raja Yehuda” 

(24:13) Ia mengeluarkan dari sana segala barang perbendaharaan rumah TUHAN dan barang-barang perbendaharaan istana raja; juga dikeratnya emas dari segala perkakas emas yang dibuat oleh Salomo, raja Israel, di bait TUHAN seperti yang telah difirmankan TUHAN.


Bait suci Allah = Ruangan Suci sampai Ruangan Maha suci, semuanya itu dilapisi dengan emas murni. Tetapi Nebukadnezar mengerat emas dari segala perkakas yang dibuat oleh Salomo, raja Israel, di bait TUHAN, tidak ditinggalkan sedikitpun. 

Emas berbicara tentang kesucian (kemurnian) Ilahi. Seperti apa jadinya kalau tidak hidup dalam kesucian, kemurnian ilahi? Yang pasti babak belur karena dosa kejahatan dan kenajisan.


Hal yang sama dapat kita lihat di dalam …

2 Raja-raja 25:13-14

(25:13) Juga tiang-tiang tembaga yang ada di rumah TUHAN dan kereta penopang dan "laut" tembaga yang ada di rumah TUHAN dipecahkan oleh orang Kasdim dan tembaganya diangkut mereka ke Babel. (25:14) Kuali-kuali, penyodok-penyodok, pisau-pisau dan cawan-cawan dan segala perkakas tembaga yang dipakai untuk menyelenggarakan kebaktian, diambil mereka,


Semua perkakas-perkakas untuk ibadah yang ada di halaman, yang dipergunakan untuk kebaktian, diambil mereka/dibawa ke Babel.

Tembaga berbicara tentang penghukuman. Yesus sudah menerima penghukuman itu di atas kayu salib karena dosa manusia. Dosa manusia diserap dalam tubuh-Nya, sehingga Dia menanggung hukuman itu di atas kayu salib. Betapa berharganya perabotan yang terbuat dari tembaga, sekalipun ada di halaman. 

Tetapi itu dikerat, diambil dan dibawa ke Babel. Kalau Tuhan kita diambil, siapa yang menjadi Pengantara antara kita dengan Allah, siapa yang mengerjakan penebusan dan pendamaian atas dosa dunia? Itu sebabnya saya katakan di atas tadi: “apa jadinya kalau barang-barang rohani itu dikerat / dihabisi dari kehidupan kita?”

Kita sudah tidak berbentuk, babak belur, gambar dan rupa Allah di dalam diri kita sudah rusak sejadi-jadinya.


2 Raja-raja 25:15

(25:15) juga perbaraan-perbaraan dan bokor-bokor penyiraman, baik segala yang dari emas maupun segala yang dari perak, diambil oleh kepala pasukan pengawal itu.


Emas dan perak juga diambil.

  • Emas berbicara tentang kemurniaan, kesucian Ilahi.

  • Perak berbicara tentang ketebusan.

Kalau itu diambil, siapa yang mengerjakan penebusan untuk dosa kita? Kalau ibadah dan pelayanan ini diambil, apa yang bisa kita perbuat? Tidak ada. Tetapi satu kali antikris akan merobokan kemah kediaman Allah (Tempat kediaman Allah), dia akan merampas korban sehari-hari, gereja yang tertinggal gigit jari (tidak bisa berbuat apa-apa lagi). Sebab, di situ tidak ada pekerjaan penebusan dan pendamaian. Mereka menderita oleh karena aniaya antikris.

Korban sehari-hari -> Korban sembelihan dan korban santapan  … Daniel 9:27, Daniel 12:11


2 Samuel 25:16-17

(25:16) Adapun kedua tiang, "laut" yang satu itu, kereta penopang yang dibuat oleh Salomo untuk rumah TUHAN, tiada tertimbang tembaga segala perkakas ini. (25:17) Delapan belas hasta tingginya tiang yang satu, dan di atasnya ada ganja dari tembaga; tinggi ganja itu tiga hasta dan jala-jala dan buah-buah delima ada di atas ganja itu sekeliling, semuanya itu tembaga. Dan seperti itu juga tiang yang kedua, disertai jala-jala.


Di atas tadi kita sudah melihat, bejana pembasuhan tembaga (berbicara soal baptisan), sudah dihancurkan. Kepingan-kepingannya dibawa juga, dengan tidak tertimbang lagi beratnya.

Perhatikanlah hal ini dengan sungguh-sungguh.


Sebagai tambahan:

Mengucap syukurlah kepada Tuhan, sebab Ia masih memberikan umur panjang dan nafas kehidupan. Dia masih…

  • Menahan serangan dari udara itulah naga, dengan tangan-Nya yang teracung. 

  • Kaki kanan-Nya menginjak laut = menahan kuasa dari antikris

  • Kaki kiri-Nya menginjak bumi = menahan kuasa dari nabi-nabi palsu

Sebab di tangan kiri-Nya ada gulungan kitab yang kecil. Meski gulungan kitab ini kecil, kalau dibukakan rahasianya, sangat berkuasa membawa kita masuk dalam kerajaan Sorga … (Wahyu 10:2-5). Kita bisa memahami betapa dalam, tinggi dan besar dan luasnya kasih Tuhan, kalau Firman itu dibukakan.


Yeremia 27:19-21

(27:19) Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam tentang tiang-tiang, bejana 'laut' dan galang, tentang sisa perkakas-perkakas yang masih tinggal di kota ini, (27:20) yang tidak diambil oleh Nebukadnezar, raja Babel, ketika ia mengangkut Yekhonya bin Yoyakim, raja Yehuda, ke dalam pembuangan beserta segala pemuka Yehuda dan Yerusalem, dari Yerusalem ke Babel, -- (27:21) sungguh, beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel, tentang perkakas-perkakas yang masih tinggal itu di rumah TUHAN dan di istana raja Yehuda dan di Yerusalem:


Nubuatan dari Yeremia terkait sisa perkakas-perkakas yang ada di dalam Tabernakel, itu pun dibawa (diangkut) semua ke Babel, tidak ada yang tertinggal (tersisa).

Perlu untuk diketahui: kalau masih ada tersisa/tertinggal dan melekat pada pikiran terkait dengan apa yang benar, yang suci dan mulia, tidak tertutup kemungkinan untuk bertobat dan kembali kepada TUHAN. 


Saudara, malam ini kita masih diberi kesempatan untuk menghadap Tuhan. Kita masih memiliki hati, biarlah hati ini menjadi miliknya Tuhan. Firman Allah yang kita dengar, kiranya mendapat tempat di dalam hati. Karena kalau tidak demikian, tidak ada bedanya dengan pribadi Esau. Camkanlah ini dengan sungguh-sungguh.


Kita lihat klimaksnya….

Daniel 5:1-2 --- Perikop: “Tulisan di dinding

(5:1) Raja Belsyazar mengadakan perjamuan yang besar untuk para pembesarnya, seribu orang jumlahnya; dan di hadapan seribu orang itu ia minum-minum anggur. (5:2) Dalam kemabukan anggur, Belsyazar menitahkan orang membawa perkakas dari emas dan perak yang telah diambil oleh Nebukadnezar, ayahnya, dari dalam Bait Suci di Yerusalem, supaya raja dan para pembesarnya, para isteri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu.


Semua perkakas perak, emas yang diambil dari Tabernakel, dinajiskan oleh Belsyazar pada saat mengadakan perjamuan besar-besaran bersama dengan pembesar-pembesarnya. Dia minum anggur yang memabukkan itu (mabuk anggur dari perempuan Babel). Apa yang dilakukan oleh Belsyazar ini sangat kejam dan sadis, ia sama sekali tidak menghormati Tuhan. 


Memang, orang yang hidup dalam kenajisan percabulan sedikitpun tidak menghormati Tuhan, meskipun ia berkata: “saya orang Kristen, saya anak Tuhan”. Sebab prakteknya tidak ada, ia melakukan kenajisan percabulan. Sudah dengar Firman Tuhan, tetapi membiarkan burung-burung yang najis merampas Firman itu dari dalam hatinya. Banyak orang kristen hidup seperti Esau, sibuk berburu daging dan suka tinggal di padang, tinggalkan jam-jam ibadah. Akhirnya, yang rohani terjual itulah kemah kediaman Allah. Hidupnya dan perkakas-perkakas di dalam hidupnya sudah terjual, hatinya bukan lagi miliknya Tuhan. 


Jadi “klimaksnya”, Belsazar raja Babel, bersama dengan para pembesarnya, mabuk anggur dari perkakas perak dan emas yang diambil dari dalam Bait Suci di Yerusalem. 

Itu berarti, segala peralatan yang ada di dalam Tabernakel sudah terjual kepada kenajisan percabulan.

  • Emas berbicara tentang kesucian, kemurnian Ilahi ; sudah terjual kepada kenajisan percabulan.

  • Perak berbicara tentang ketebusan, juga sudah terjual kepada kenajisan percabulan.


Sebetulnya, Tuhan sudah membeli kita dan harganya sudah lunas dibayar. Bukan dengan barang Fana, bukan pula dengan emas dan perak, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Yesus Kristus, seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat … (1 Petrus 1:18-19). Tetapi itupun sudah terjual, ia sudah menajiskan darah perjanjian, menginjak-injak darah perjanjian. 


Inilah klimaks yang diperbuat oleh Esau, tetapi ia tidak menyadarinya. Esau kehilangan hak kesulungan, lalu hak kesulungan itu dialihkan kepada Yakub (adiknya). Ketika ia tidak mendapat berkat dari hak kesulungan, dia sangat marah. Tidak sedikit orang Kristen marah oleh karena kehilangan hak kesulungan dan kehilangan berkat, tetapi sebetulnya kehilangan hak kesulungan dan berkat dari Ishak (ayahnya), itu karena kebodohannya. Jadi Esau tidak pantas untuk marah kepada Yakub. Tetapi banyak orang Kristen marah kepada Tuhan, kepada situasi / kondisi / keadaan. Dia salah kan ini dan itu, salahkan semuanya.


Kiranya Tuhan tolong kehidupan kita supaya tidak saling menyalahkan. Apapun yang terjadi, biarlah itu terjadi. Belajarlah untuk menerima kenyataan. Saya juga belajar untuk memohon belas kasih Tuhan, kiranya Tuhan kuatkan kita.


Kadang, kesalahan itu juga ada di depan mata, tetapi kita harus bisa berdiam diri. Jangan sampai Firman itu dirampas oleh burung-burung yang najis. Tetapi yang saya tahu, orang yang patah dan remuk; diperhatikan oleh Tuhan …  (Yesaya 66:26


Hal rohani yang dijual Esau antara lain….

YANG KEDUA

Kejadian 27:15 --- Perikop: “Yakub diberkati Ishak sebagai anak sulung”

(27:15) Kemudian Ribka mengambil pakaian yang indah kepunyaan Esau, anak sulungnya, pakaian yang disimpannya di rumah, lalu disuruhnyalah dikenakan oleh Yakub, anak bungsunya.


“...Jubah yang maha indah kepunyaan Esau disimpan di rumah…” 

Jubah yang maha indah disebut juga harta yang indah yaitu; karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh Kudus.

Ayat referensi:  (2 Timotius 1:14)


Artinya, seorang imam / hamba Tuhan / pelayan Tuhan, ditengah ibadah dan pelayanan, ia harus melayani Tuhan sesuai dengan karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh Kudus yang dipercayakan kepada dia. Tetapi lihatlah Esau, karena ia sibuk berburu daging dan suka tinggal di padang, akhirnya, jubah yang maha indah / harta yang indah, dia simpan di dalam rumah. 

Pendeknya, manusia daging tidak butuh jubah yang maha indah. Orang yang suka tinggal di dunia (di padang) juga tidak butuh jubah yang maha indah.


Tetapi, kita semua membutuhkan jubah yang maha indah. Kita butuh kehadiran Imam besar Agung di tengah-tengah ibadah dan pelayanan yang diselenggarakan, untuk melayani, berdoa dan memperdamaikan dosa kita kepada Allah Bapa. Tetapi Esau tidak seperti itu, sebab ia menyimpan jubah yang maha indah di rumah. 


Jangan kita seperti Esau. Melayani bukan pada jam-jam ibadah saja, di luar ibadah juga kita harus tetap menggunakan jubah yang maha indah dengan baik. Kalau dimimbar berkobar-kobar, tetapi di luar mimbar; karunia jabatan tidak dipergunakan. Maka sama seperti Esau, jubah yang maha indah itu disimpan di dalam rumahnya.


1 Timotius 4:14

(4:14) Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua.


Jangan lalai dalam mempergunakan karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh Kudus yang dipercayakan Tuhan kepada seorang imam. Dan hal itu dipercayakan oleh…

  • Nubuat itulah Firman yang dibukakan

  • Dan penumpangan tangan sidang penatua berarti uluran tangan Tuhan, sebab tanda belas kasihan.


Kalau seorang imam di percayakaan karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh Kudus itu karena uluran dua tangan kasih Tuhan (kemurahan). Sebagai seorang pemimpin pujian, pemain musik, singer, multimedia, kolektan, bahkan zangkoor sekalipun, itu adalah kepercayaan Tuhan. Dan apa  yang telah dipercayakan Tuhan, itu adalah kemurahan hati Tuhan (uluran tangan belas kasih Tuhan). Tidak bisa kita melayani karena kekuatan kita, karena pengertian kita. Kita melayani harus sesuai dengan karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh Kudus.


Menyimpan jubah yang maha indah di dalam rumah, menunjukan bahwa Esau lalai didalam hal mempergunakan karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh El Kudus. Esau sibuk berburu daging dan suka tinggal di padang.

Pendeknya, dengan menyimpan jubah yang maha indah = menjual yang rohani demi yang lahiriah. Betapa Esau memandang rendah / ringan hak kesulungan itu.


Kejadian 25:33-34

(25:33) Kata Yakub: "Bersumpahlah dahulu kepadaku." Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya. (25:34) Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.


Menjual hak kesulungan demi semangkok sop kacang merah = menjual yang rohani demi yang lahiriah. Itu menunjukkan bahwa Esau memandang ringan hak kesulungan. 

Begitu banyak orang Kristen memandang rendah hak kesulungan, memandang ringan ibadah dan pelayanan. Hatinya lebih menitikberatkan kepada karir, usaha, kesibukan, dagang, proyek dan seterusnya, itu roh Esau. Padahal kedatangan Tuhan sudah tidak lama lagi. Yang saya kuatirkan adalah, sekalipun seseorang sampai nangis darah, tidak akan lagi kesempatan untuk bertobat. Demikian juga Esau, ketika ia mencari hak kesulungan itu ia ditolak karena tidak ada lagi kesempatan … (Ibrani 12:17).  Malam ini kita akan tersungkur di kaki salib, kiranya tetesan air mata ditampung dalam kirbatnya Tuhan. 


Ciri-ciri apabila yang rohani sudah terjual.

  1. Esau lelah dari padang … (Kejadian 25:29)

Menunjukkan bahwa Esau jauh dari hari perhentian / hari ketujuh / hari sabat.

Enam hari bekerja, hari ketujuh harusnya adalah hari sabat Tuhan Allah, hari perhentian. Meskipun bekerja selama enam hari menghadapi persoalan daging yang begitu rumit dan pelik, persoalan begitu compleks, asal kita masuk pada hari ketujuh / hari perhentian, jam-jam ibadah, di situ Tuhan menyelesaikan masalah, sehingga, kita tidak mengalami rasa lelah.

Asal kita masuk dalam hari ketujuh / hari perhentian, Tuhan hadir menyatakan kasih-Nya, mengulurkan dua tangan kasih-Nya. Tangan yang kuat menopang hidup kita dan memberi kekuatan baru, sekaligus memberi jalan keluar dari setiap masalah. Sekalipun cape rasanya hati ini, kita tidak lelah. Sekalipun rumit menghadapi situasi yang ada, sepertinya tidak ada jalan keluar, karena persoalannya itu-itu lagi, tetapi percayalah, pada jam-jam ibadah di situ Tuhan menyatakan diri-Nya untuk memberi jalan keluar dari setiap persoalan yang kita hadapi, sehingga kita tidak merasa lelah.

  1. Tidak memiliki pengharapan akan masa depan … (Kejadian 25:32)

Esau berkata: “... sebentar lagi aku mati, apa gunanya hak kesulungan itu …”

Perkataan ini menunjukkan kepada kita bahwa Esau tidak memiliki pengharapan akan masa depan. Esau tidak punya pengharapan akan hidup kekal itulah Yerusalem baru. Bagi kita hak kesulungan sangat berarti, justru oleh karena hak kesulungan ini membawa kita kepada hidup yang kekal itulah Yerusalem baru. Kalau tidak ada hak kesulungan kita tidak akan memeroleh apa-apa dari TUHAN. 

Ini namanya orang yang putus asa. Sedikit masalah segera lelah dan putus asa. Akhirnya, sedikit masalah larinya tidak mau ibadah,  bahkan jengkel kepada Tuhan dan sesama.


Saudara mesti tahu, setiap insani, akan menghadapi persoalan yang rumit juga. Bukan saja seorang sidang jemaat, pendeta juga akan mengalami persoalan yang rumit. Apakah karena persoalan yang rumit itu kita harus berputus asa, lalu tinggalkan ibadah?. Yang lebih parah lagi, berani salahkan Tuhan dan sesama? Esau hidup seperti itu, Esau menjadi satu kehidupan yang LELAH  dan mudah putus asa.


Saya tahu, kita semua mempunyai pergumulan-pergumulan yang tidak sedikit dan tidak kecil. Tetapi, bukan berarti karena persoalan itu kita menjadi lemah dan putus asa, hadapi saja meskipun sudah tidak masuk akal lagi. Pandanglah salib-Nya, sebab dari situ ada kekuatan yang baru, dan tetap berada pada hari perhentian / hari ketujuh/hari sabat → Ibadah dan pelayanan.


Dampak negatif hidup dalam kenajisan percabulan.

Lukas 8:12

(8:12) Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.


“Supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan


Pendeknya, kehilangan 2 (dua) hal yaitu:

  1. Roh percaya.

Kehilangan roh percaya = kehilangan iman / tidak memiliki iman.

Akibatnya: tidak berani lagi bertindak. 


Bandingkan dengan rasul Paulus.

2 Korintus 4:16

(4:16) Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.


Ketika terjadi pembaharuan manusia batiniah, maka yang lahiria pasti merosot. Sebab kalau yang rohani naik, pasti manusia jasmani merosot. Tetapi rasul Paulus berkata: kami tidak tawar hati, sekalipun yang lahria merosot. 

Dulu, mungkin rambut kita begini dan begitu, makeup menor-menor, bahkan seperti toko emas berjalan, bibir merah, rambut warna hijau, kuning kelabu, dan itu menjadi kesukaannya. Tetapi, ketika manusia batiniah (manusia dalam) dibaharui dari sehari ke sehari, dia berproses, maka yang lahiria akan merosot. Tetapi Paulus tidak tawar hati, tidak minder, tidak salahkan siapapun. Firman Allah yang didengar,disimpan di dalam hati, menjaganya baik-baik dan tidak dirampas oleh burung yang najis.


2 Korintus 4:17

(4:17) Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.


Inilah keadaan Paulus di tengah ibadah dan pelayanannya, begitu banyak mengalami penderitaan. 


2 Korintus 4:18

(4:18) Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.


Rasul Paulus tidak memperhatikan yang kelihatan, itulah emas, perak, harta kekayaan uang yang banyak. Melainkan memperhatikan yang tidak kelihatan itulah kerajaan Sorga, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal. Kenapa Paulus berani bertindak demikian? Karena dia memiliki roh percaya (iman) kepada Tuhan. Percaya walau tidak melihat itu adalah iman.


  1. Keselamatan = menolak untuk disucikan, sebab tidak mengenal arti dari kesucian.

Kita harus mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar … (Filipi 2:12), berarti; senantiasa memberi diri untuk disucikan.  Dosa tidak akan sirna begitu saja ditelan oleh zaman, tidak akan berlalu oleh karena lamanya waktu. Dosa hanya bisa disucikan oleh darah salib, syaranya: mau mengakui dosa. Tetapi, dampak dari kenajisan percabulan adalah kehilangan keselamatan = menolak untuk disucikan, sebab  ia tidak mengenal arti kesucian. Kalau ia mengenal kesucian, pasti mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar, berani mengakui dosa, dengan demikian darah Yesus telah menghapus dan menyucikan dia dari segala dosa masa lalu. 


Singkatnya, kehilangan kedua hal tersebut = binasa, sebab telah diserahkan kepada burung-burung di udara yaitu roh-roh najis.


Sebagai tambahan, yang juga bisa dianggap sebagai jalan keluar:

Saudara, roh-roh najis / burung-burung di udara, berbanding terbalik dengan burung nazar.

Burung nazar adalah gambaran dari anak-anak Tuhan yang hidup dari Roh Allah dan perjamuan suci, sebab ada ayatnya dalam … Matius 24:28 --- Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun."

Jadi, burung nazar berbanding terbalik dengan burung-burung yang najis. Mau menghargai bangkai itulah kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Yesus pernah bangkai (mati) pada kayu salib, tetapi bangkit pada hari ketiga.


Sekali lagi saya sampaikan dengan tandas, mereka yang dikalahkan oleh Si Penunggang kuda putih pada peperangan Harmagedon akan diserahkan kepada burung-burung yang najis. Dan semua burung kenyang oleh daging mereka … (Wahyu 19:17-18).


TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI










KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan