IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 09 JULI
2026
MALEAKHI 2:18
(Seri: 1)
Subtema: MENGGENAPKAN
KEHENDAK ALLAH LEWAT BAPTISAN
Shalom.
Mula pertama saya mengucapkan puji
syukur kepada Tuhan, oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di
atas gunung Tuhan yang kudus. Kita boleh datang menghadap Dia lewat dalam
hadirat-Nya lewat Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan
suci.
Saya juga tidak lupa menyapa
saudara/saudari, bapak/ibu yang turut bergabung lewat online / live
streaming / video internet baik dari Youtube maupun dari Facebook
dimanapun saudara berada. Selanjutnya, doa dan harapan kami, kiranya Tuhan
bertakhta di hati kita sehingga kita dapat merasakan sukacita dari Sorga dan
damai sejahtera Allah ada di tengah-tengah kita, sehingga ada kesukaan besar
saat kita duduk diam mendengar sabda Allah.
Selanjutnya, mari kita sambut STUDY
MALEAKHI sebagai firman penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab
disertai dengan perjamuan suci. Namun, tetap berdoa dalam roh dan mohon
kemurahan dari Tuhan supaya Firman yang dibukakan meneguhkan setiap kita
pribadi lepas pribadi.
Saudara, oleh karena kemurahan hati
Tuhan malam ini kita akan memasuki pasal yang baru setelah kita mangakhiri Maleakhi
2:17 pada minggu yang lalu, dan malam ini kita masuk pada pasal yang baru Maleakhi
3:1.
Maleakhi 3:1A
(3:1)
Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku!
Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat
Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN
semesta alam.
Disini dikatakan; Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia
mempersiapkan jalan di hadapan-Ku.
Saudara marilah kita melihat utusan TUHAN yang mempersiapkan
jalan bagi Tuhan, dari Injil…
Markus 1:2-4 --- Perikop: "Yohanes Pembaptis"
(1:2)
Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: "Lihatlah, Aku menyuruh
utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu; (1:3)
ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk
Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya", (1:4) demikianlah Yohanes
Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: "Bertobatlah dan
berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu."
Utusan Tuhan yang mempersiapkan jalan bagi Tuhan disini
ialah: Yohanes.
Adapun tugas Yohanes sebagai utusan yang mendahului Tuhan
ialah: membaptis.
Demikianlah Yohanes mempersiapkan jalan bagi TUHAN.
Pendeknya, lewat baptisan air ini Yohanes Pembaptis
mempersiapkan jalan bagi TUHAN.
Markus 1:8
(1:8)
Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh
Kudus."
"... Aku membaptis kamu dengan air …" pendeknya: jiwa-jiwa atau setiap orang harus mengalami
baptisan air, tanpa terkecuali; baik laki-laki dan perempuan, besar kecil, tua
muda, hamba merdeka, kaya miskin, semua harus mengalami baptisan air.
Terkait dengan BAPTISAN AIR, kita akan baca…
Matius 3:13-14 --- Perikop: "Yesus dibaptis
Yohanes."
(3:13)
Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis
olehnya. (3:14) Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah
yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?"
Yesus datang kepada Yohanes untuk dibaptis di sungai Yordan,
tetapi Yohanes menolaknya, sebab Yohanes menggunakan logika dan perasaan
manusiawi.
Sebab bagi Yohanes, Yesus adalah ...
- TUHAN atas alam
semesta.
- Raja di atas
segala raja.
- Mesias, Sang
Pemimpin, Dia adalah Guru dalam kebenaran.
Matius 3:15
(3:15)
Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi,
karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah."
Dan Yohanes pun menuruti-Nya.
Kebenaran dari TUHAN (kehendak dari Sorga) menuntut baptisan
air, sebab Yesus selaku manusia lahir dalam daging menuntut baptisan air.
Yesus memang Allah sejati, berarti Allah 100%, tetapi Yesus
juga adalah Anak Manusia, lahir dalam daging, dan semua manusia harus mengalami
baptisan air.
Pendeknya, TUHAN telah menunjukkan kepada kita model
baptisan yang benar.
Karena di atas muka bumi ini terlalu banyak model-model
baptisan; ada baptisan pakai bendera, ada baptisan pakai percikan, ada baptisan
lain dan seterusnya.
Tetapi malam ini TUHAN menunjukkan kepada kita model
baptisan yang benar, baptisan yang datang dari TUHAN (dari Sorga), jadi jangan
kita rubah-rubah model baptisan yang benar ini.
Pengertian rohani dari BAPTISAN AIR.
Roma 6:1-2A --- Perikop:
"Mati dan bangkit dengan Kristus"
(6:1)
Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam
dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? (6:2) Sekali-kali
tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat
hidup di dalamnya?
Disini dikatakan: "Bolehkah manusia bertekun dalam
dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia?"
Tetapi, Rasul Paulus menjawab dengan tegas:
"SEKALI-KALI TIDAK."
Berarti manusia tidak boleh bertekun dalam dosa.
Memang manusia telah jatuh dalam dosa tetapi manusia tidak
boleh bertekun dalam dosa, sebab dosa tidak pernah menghasilkan kasih karunia,
melainkan upah dosa adalah MAUT … Roma 6:23.
Roma 6:2B-4
(6:2)
Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih
dapat hidup di dalamnya? (6:3) Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita
semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?
(6:4) Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia
oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan
dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam
hidup yang baru.
Pendeknya, manusia memang memerlukan “baptisan air”, adalah
bayangan dari pengalaman kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.
Kalau baptisan air tidak sesuai dengan model yang
ditunjukkan oleh TUHAN, nanti arti rohaninya berbeda-beda. Jadi baptisan harus
sesuai dengan model yang ditunjukkan TUHAN kepada kita.
●
Tanda “kematian”: Mengubur dosa atau manusia lama.
●
Tanda “kebangkitan”: Hidup dalam hidup yang baru,
sebab yang lama telah berlalu = Hidup di dalam
kebenaran atau hidup bagi Allah.
Kiranya model baptisan yang benar ini menyatu dengan
kehidupan kita masing-masing.
Pendeknya, dibaptis air berarti seseorang telah mengikuti
TELADAN yang ditinggalkan oleh Yesus Kristus, yaitu Ia telah menderita sengsara
bahkan mati di atas kayu salib namun bangkit pada hari ketiga.
Manusia mati meninggalkan nama, gajah mati meninggalkan
gading, tetapi gading satu kali bisa retak.
Tetapi kita bersyukur TUHAN telah meninggalkan teladan yang
baik bagi kita, Ia telah mati dan bangkit.
ITULAH PENGERTIAN ROHANI DARI BAPTISAN SECARA GARIS BESAR.
SYARAT untuk DIBAPTIS, kita kembali membaca…
Markus 1:4
(1:4)
demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: "Bertobatlah
dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu."
Yohanes berseru: "... Bertobatlah dan berilah dirimu
dibaptis …"
Singkat kata, syarat untuk dibaptis ialah: Terlebih dahulu
BERTOBAT.
Jadi, dari sini saja kita dapat menyimpulkan bahwasanya anak
kecil tidak boleh dibaptis, sebab anak kecil / anak yang baru lahir tidak
mengerti untuk bertobat.
Sementara begitu manusia dilahirkan dia sudah dilahirkan
dalam dosa = Dosa turunan dari Adam dan dosa itu sudah menjalar dan masuk ke
dalam dunia.
"Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis"
jika dikaitkan dengan POLA TABERNAKEL:
- Bertobat
terkena kepada MEZBAH KORBAN BAKARAN, berbicara tentang: sengsara Salib, dimana
Yesus dikorbankan.
- Dibaptis terkena kepada BEJANA
PEMBASUHAN TEMBAGA.
Pendeknya, BERTOBAT artinya: “Berhenti berbuat dosa”,
bagaikan:
a. Dua tangan yang terpaku.
Artinya: Perbuatan hidup kita sudah
menyatu dengan Salib.
b. Dua kaki terpaku.
Artinya: Perjalanan hidup /
langkah-langkah hidup kita sudah menyatu dengan Salib.
c. Lambung ditombak.
Artinya: Hati kita telah menyatu
dengan Salib.
Hati selalu terkait / terhubung
langsung dengan pikiran dari manusia itu sendiri, bagaikan mahkota duri di atas
kepala, dimana segala pikiran kita sudah menyatu dengan Salib Kristus.
Kita akan lihat pikiran yang MENYATU dengan SALIB KRISTUS.
Filipi 2:5-8
(2:5)
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang
terdapat juga dalam Kristus Yesus, (2:6) yang walaupun dalam rupa
Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus
dipertahankan, (2:7) melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri,
dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. (2:8)
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat
sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Menaruh pikiran dan perasaan hati dengan salib Kristus,
tandanya: melepaskan reputasi atau melepaskan segala kemuliaan diri,
maka pada saat itulah Yesus menunjukkan dua tindakan, antara lain:
1.
Mengosongkan diri-Nya.
”Kosong” artinya:
a.
“Menghampakan diri”.
Contoh: Yohanes 3:8 -- Angin
bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak
tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan
tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."
Kehidupan yang menghampakan diri
sama seperti kehidupan yang dilahirkan dari Roh, segala sesuatu dalam
pergerakannya adalah pimpinan Roh Tuhan, sama seperti angin bertiup ke mana ia
mau.
b.
“Berada di titik nol”, dengan lain kata berada di titik nadir =
Merendahkan diri serendah-rendahnya di hadapan Tuhan.
Tetapi
percayalah pada saat kita merendahkan diri serendah-rendahnya disitu
pertolongan TUHAN berlaku atas kehidupan kita, pemakaian TUHAN pun berlaku atas
kehidupan orang yang merendahkan diri, persis seperti … Kejadian 1:2 -- Bumi
belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh
Allah melayang-layang di atas permukaan air.
“Permukaan air” adalah titik nol / titik terendah. Jadi kalau mau mengukur
ketinggian gunung dimulai dari permukaan laut (titik terendah) maka disitulah
Roh Allah melayang-layang.
Jadi, manakala kita mau dengan tulus
merendahkan diri di hadapan TUHAN disitu Roh Allah akan melayang-layang, disitu
Roh Allah akan berkegiatan / beraktivitas.
Jadi imam-imam, dimulai dari saya
sebagai gembala sidang, kalau mau dipakai TUHAN biarlah kiranya kita
berada di titik nol, supaya semakin nyata pemakaian TUHAN di dalam diri kita
masing-masing, jangan kita saling membesarkan diri sekalipun kita mempunyai
keahlian di bidangnya tetapi marilah kita masing-masing berada pada titik nol.
2.
Mengambil rupa hamba.
Berarti, tidak mengambil rupa
seorang tuan yang hanya bisa menunjuk-nunjuk dan memerintah.
Marilah kita mengambil rupa seorang hamba,
artinya menghambakan diri kepada kebenaran firman Tuhan, Firman yang diurapi,
firman iman. Maka selanjutnya TUHAN akan tahbiskan kita untuk mengerjakan
keselamatan dengan takut dan gentar
Ciri-ciri orang BERTOBAT
Markus 1:5
(1:5)
Lalu datanglah kepadanya orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua
penduduk Yerusalem, dan sambil mengaku dosanya mereka dibaptis di sungai
Yordan.
Ciri-ciri dari orang bertobat: Mau MENGAKUI DOSA yang telah
diperbuatnya dengan tuntas.
Pertanyaan: Mengapa harus mengakui dosa?
Jawabnya: Dosa tidak bisa hilang dan berlalu karena lamanya
waktu.
Tetapi dosa hanya bisa dihapuskan oleh DARAH SALIB KRISTUS
dengan syarat mau mengakui dosa.
1 Yohanes 1:8
(1:8)
Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita
sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.
Jika seseorang tidak mau mengakui dosanya, maka dia:
- Menipu
dirinya sendiri.
- Kebenaran
tidak ada di dalam dirinya, karena dia hanyalah hamba dosa dan bukan hamba
kebenaran dari firman Allah.
1 Yohanes 1:9
(1:9)
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga
Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
Jika kita mau dan rela mengakui dosa yang kita perbuat,
maka:
- Tuhan
akan mengampuni segala dosa kita.
- Yesus
menyucikan kita dari segala kejahatan kita.
Singkat kata, DARAH YESUS berkuasa untuk MENGAMPUNI dan
MENUTUPI segala dosa kita, sekaligus berkuasa untuk MENYUCIKAN kita dari segala
kejahatan kita sampai SEMPURNA.
Setelah jatuhnya Adam dan Hawa dalam dosa karena mereka
telah melanggar hukum Allah, dari sejak itulah darah Yesus berlaku dan
berlangsung, terus bergerak pada zaman hukum Taurat sampai kepada zaman
perjanjian baru sampai sekarang ini, yang berkuasa untuk menebus berarti;
membenarkan, berkuasa untuk menguduskan kita sampai sempurna.
Kita bersyukur oleh karena rahmat Tuhan dosa kita diampuni
dan orang yang berdosa yang telah mengakui dosa akhirnya disucikan oleh darah
Yesus itu sendiri.
Darah Yesus bekerja dan bergerak memimpin kita sampai kepada
kesempurnaan.
Mengapa darah Yesus berkuasa mengampuni dan menyucikan kita
dari dosa?
1 Yohanes 1:9
(1:9)
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil,
sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala
kejahatan.
Jawabnya: Karena Dia adalah SETIA dan ADIL.
Mari kita lihat terkait dengan SETIA.
Yohanes 4:34
(4:34)
Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang
mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.
Supaya pekerjaan Allah selesai yang dibutuhkan adalah Kesetiaan.
Yesus anak Allah itu setia, itu sebabnya di dalam … Filipi
2:8 -- Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai
mati di kayu salib = SETIA.
Singkat kata; pekerjaan TUHAN telah selesai di atas muka
bumi ini.
Kita akan lihat…
Ibrani 3:2
(3:2)
yang setia kepada Dia yang telah menetapkan-Nya, sebagaimana Musa pun
setia dalam segenap rumah-Nya.
Intinya disini, Yesus SETIA mengepalai rumah Tuhan.
Oleh sebab itu, kita belajar untuk memandang Yesus, sebab
Yesus adalah Rasul dan Imam Besar.
Memandang Yesus sebagai Rasul, berarti kita dapat
memandang kerajaan Sorga. Sebab tugas rasul adalah menyingkapkan kerajaan sorga
lewat Kitab Wahyu.
Kita juga memandang Yesus sebab Dia adalah Imam Besar.
Tugas imam besar adalah melayani, berdoa, dan
memperdamaikan dosa, termasuk memimpin ibadah sampai kepada 2 klimaks:
1.
Dibawa
sampai kepada kesempurnaan
-> Mempelai Tuhan.
2.
Hidup
dalam doa penyembahan.
Kalau Dia tidak setia mengepalai rumah TUHAN sebagai Imam
Besar, maka kita juga tidak mungkin menjadi mempelai TUHAN.
Yesus adalah Imam Besar Agung; Dia setia untuk melayani,
berdoa dan memperdamaikan dosa kita, membawa kita masuk dalam Pembangunan Tubuh
Kristus yang sempurna itulah Sidang Mempelai TUHAN, wujudnya hidup dalam Doa
Penyembahan, itu karena Dia SETIA sebagai Imam Besar Agung.
Yesus adalah TUHAN yang ADIL.
Roma 3:25-26
(3:25)
Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena
iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya,
karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.
(3:26) Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini,
supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya
kepada Yesus.
Dahulu kita telah berbuat dosa ketika di luar Tuhan (di luar
iman), namun sekarang Ia telah membenarkan kita oleh karena darah salib, bahkan
memperdamaikan kita dengan Bapa di Sorga itu adalah KEADILAN TUHAN, sebab Tuhan
tidak langsung membinasakan kita pada saat berbuat dosa.
Saudara, upah dosa adalah maut, seharusnya ketika seseorang
berbuat dosa dia harus mati (terhukum) karena dosa, tetapi faktanya ketika
hidup di luar TUHAN (di luar iman) kita banyak berbuat dosa, tetapi TUHAN sabar,
TUHAN tidak langsung menghukum kita karena dosa, justru oleh karena dosa dunia,
Dia harus menderita sengsara bahkan mati di atas kayu Salib, berarti Dia
mengerjakan penebusan dan pendamaian atas dosa manusia, itu adalah KEADILAN dan
oleh karena keadilan TUHAN kita dibenarkan.
Ingat! Di luar TUHAN kita banyak berbuat dosa dan oleh dosa
seharusnya kita mati. Tetapi TUHAN sabar, itu adalah keadilan
TUHAN.
Kenapa TUHAN ampuni dosa kita? kenapa TUHAN tutupi dosa
kita? kenapa TUHAN sucikan kita dari dosa?... Karena TUHAN itu SETIA, karena TUHAN itu ADIL. Tidak ada
yang seperti DIA.
1 Yohanes 2:1-2 --- Perikop: "Kristus pengantara
kita."
(2:1)
Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat
dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara
pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.
Kita bersyukur dan berterima kasih kepada TUHAN, kita punya
seorang pengantara antara Bapa dan bumi (manusia berdosa), itulah Yesus
Kristus, Dia adalah pribadi yang adil, dan Dia adalah pendamaian untuk
segala dosa kita, bukan untuk dosa kita saja tetapi juga untuk dosa dunia ini.
1 Yohanes 1:10
(1:10)
Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia
menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.
Jika kita tidak mengakui dosa, konsekuensinya adalah:
1.
Kita membuat Dia menjadi pendusta.
Saudara, tadi kita sudah
membaca … darah Yesus menutupi dan mengampuni dosa bahkan sanggup menyucikan
kita sampai sempurna. Tetapi kalau kita tidak mengakui dosa kita akan membuat
Dia “menjadi
pendusta”.
Jangan sampai kita
berkata; … katanya darah salib berkuasa menutupi dosa, katanya darah salib
berkuasa mengampuni dosa bahkan menyucikan kita dari dosa, tetapi kenyataannya
tidak, seolah-olah seperti itu, padahal kita sendiri yang tidak mau mengakui
dosa, akibatnya; kita jadikan TUHAN pendusta.
2.
Firman-Nya tidak ada di dalam kita.
Saudara, kalau kita
tidak hidup dalam kebenaran Firman, apa jadinya kita menjadi orang kristen /
pengikut Kristus?
Maka sejatinya,
anak-anak TUHAN dengan rela mengakui dosanya dengan segala ketulusan. Supaya
jangan kita menjadikan TUHAN pendusta sekaligus supaya Firman-Nya ada di dalam
diri kita atau menjadi hamba kebenaran.
Kita patut bersyukur kepada Tuhan karena Tuhan dapat
mengubah pola pikir kita sekarang ini. Kalau dahulu kita mempunyai pemikiran
yang lama sesuai dengan perbuatan lama kita, tetapi sekarang TUHAN berkuasa
menyucikan kita dari dosa, membuka wawasan kita semakin luas oleh pengertian
dan ungkapan-ungkapan Firman yang telah kita terima sampai pada detik ini.
Kita kembali membaca…
Matius 3:6-7 --Perikop: “Yohanes Pembaptis”
(3:6)
Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan. (3:7)
Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk
dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak.
Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari
murka yang akan datang?
Singkat kata; setiap jiwa-jiwa WAJIB untuk DIBAPTIS.
Alasannya; seseorang tidak akan dapat melarikan diri dari
murka yang akan datang yaitu pada hari penghakiman.
Jadi baptisan ini kaitannya pada hari penghakiman.
Itu sebabnya di dalam … Malekahi 3:1 -- Lihat, Aku menyuruh
utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku!
Tuhan akan kembali kedunia ini untuk yang kedua kalinya, Dia
datang sebagai TUHAN untuk selama-lamanya dan sebagai Raja di atas segala raja.
Maka Tuhan menyuruh utusan-Nya (Yohanes Pembaptis) untuk
mempersiapkan jalan Raja.
.
Jadi Baptisan ini adalah dasar kita untuk mencapai
kemuliaan, yaitu: kemuliaan dari sang Raja.
Maka, jangan kita menganggap enteng baptisan air.
Dalam hal ini, Yohanes pembaptis menyatakan kepada ORANG
FARISI dan ORANG SADUKI, mereka adalah keturunan ular beludak.
Tentang: ORANG FARISI disebut orang munafik, sedangkan ragi
farisi adalah kemunafikan.
Kalau ragi ditambah kepada roti makanan, maka roti akan
berkembang nampaknya, demikianlah orang farisi mengajarkan Firman (taurat
TUHAN) tetapi ditambahkan dengan ajaran adat istiadat.
Oleh sebab itu Yohanes Pembaptis…
-
Tidak segan-segan menuduh bahwa orang farisi adalah ular beludak.
Jangan sampai kita
berada di gereja ular beludak.
Bertahanlah untuk digembalakan oleh Firman Pengajaran
Mempelai untuk sesaat saja, nanti selamanya upah kita di Sorga, bahagia bersama
dengan Dia, sebab tidak lama lagi dunia akan berlalu.
Hati-hati dengan ajaran ular
beludak, dia tidak akan luput dari hari penghakiman, sebab mereka tidak
menghargai baptisan air padahal itu adalah jalan untuk Raja.
-
Tidak segan-segan menuduh orang saduki ular beludak.
Orang-orang saduki ini
adalah imam-imam di dalam rumah TUHAN, sedangkan ragi saduki adalah tidak
percaya adanya kebangkitan … Matius 22:23.
Dampak negatif tidak percaya
adanya kebangkitan adalah; kawin mengawinkan, atau hidup dalam kenajisan
percabulan, itulah yang diceritakan orang-orang saduki kepada Yesus … Matius 22:24-28 --
(22:24) "Guru, Musa mengatakan, bahwa jika seorang
mati dengan tiada meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya
itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu. (22:25) Tetapi di
antara kami ada tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin, tetapi
kemudian mati. Dan karena ia tidak mempunyai keturunan, ia meninggalkan
isterinya itu bagi saudaranya. (22:26) Demikian juga yang kedua dan
yang ketiga sampai dengan yang ketujuh. (22:27) Dan akhirnya,
sesudah mereka semua, perempuan itu pun mati. (22:28) Siapakah di antara
ketujuh orang itu yang menjadi suami perempuan itu pada hari kebangkitan? Sebab
mereka semua telah beristerikan dia." (22:29) Yesus menjawab
mereka: "Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa
Allah! (22:30) Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan
tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.
Tidak ada orang yang layak masuk dalam kerajaan
sorga bila ia hidup dalam kawin mengawinkan, atau bila ia dikuasai kenajisan
percabulan.
Itu sebabnya orang saduki disebut ular beludak,
ajaran semacam ini sangat berbisa dan
mematikan.
Pengertian rohani dari kawin mengawinkan adalah
kenajisan percabulan. Sedangkan
praktek dari
kenajisan percabulan? … Mengharapkan kekayaan dalam kelimpahan yang luar biasa tetapi
tidak sesuai dengan Firman, atau tinggalkan jam-jam ibadah demi memperoleh
kekayaan oleh kelimpahan hawa nafsu
perempuan Babel disebutlah itu kenajisan percabulan.
Tetapi hari-hari ini; ajaran setan, ajaran
kenajisan percabulan, ajaran ular beludak sudah dibawa masuk dalam rumah TUHAN,
yakni; sibuk bicara soal; kejayaan, sibuk bicara berkat-keberkatan, sibuk
bicara berhasil dan keberhasilan, ditambah lagi pamer karunia sampai lupa
menyampaikan Firman Allah, lupa memaparkan Firman Allah sedemikian rupa,
sehingga jemaat itu tidak mempunyai pengertian, dan tidak berkelas kerajaan
Sorga, tetapi berkelas ular beludak itulah kawin mengawinkan; kenajisan
percabulan.
Tetapi orang-orang
kristen tidak peka dengan ajaran ular beludak semacam ini, karena gembala (pemimpin
jemaat) terlalu pandai merangkai kata-kata, ditambah
lagi dengan menggunakan bahasa asing (bahasa di bumi ini) akhirnya jemaat
terkecoh, padahal itu adalah ajaran ular beludak; berbisa dan mematikan.
Itulah sebabnya baik orang farisi maupun orang saduki
tidak bisa melarikan diri dari hari penghakiman.
Dengan tegas saya sampaikan; TOLAK ajaran ular beludak, baik
dari sisi orang Farisi maupun dari sisi orang saduki.
Matius 3:8
(3:8)
Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.
Buah dari Mezbah Korban Bakaran adalah Kolam Pembasuhan
Tembaga = Buah dari pertobatan adalah baptisan air.
Mezbah Korban Bakaran berbicara tentang sengsara Yesus untuk
masuk dalam pengalaman KEMATIAN, kemudian, untuk masuk dalam KEBANGKITAN.
Jadi sengsara Yesus di atas kayu salib membuahkan
kematian dan membuahkan kebangkitan.
Kelanjutan dari BAPTISAN.
Markus 1:8
(1:8)
Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh
Kudus."
Kelanjutan dari baptisan air ialah baptisan Roh Kudus.
Kita perlu untuk dibaptis Roh Kudus supaya kita penuh dengan
Roh Kudus, penuh dengan karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh-El Kudus, kita
perlu untuk dipakai dalam pekerjaan TUHAN yang luar biasa.
Kita lihat ROH-EL KUDUS.
Matius 3:16
(3:16)
Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga
langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke
atas-Nya,
Setelah keluar dari air (dibaptis):
a.
Langit terbuka.
Artinya: Sorga terbuka = Terhubung
dengan kerajaan Sorga.
Itu sebabnya, Yohanes Pembaptis
harus mendahului TUHAN untuk mempersiapkan jalan bagi Raja.
b.
Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya.
Artinya: Kehidupan yang diurapi oleh
Tuhan maka turunlah ketulusan Tuhan atas dia.
Ketulusan itu tidak bisa
dibuat-buat, tidak bisa dipaksa-paksa.
Praktek KETULUSAN
Matius 3:11
(3:11)
Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang
datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak
melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan
api.
Setelah DIBAPTIS AIR, maka selanjutnya dibaptis dengan ROH
KUDUS dan APINYA / dibaptis dengan API ROH KUDUS.
Kita lihat kehidupan yang dibaptis oleh ROH KUDUS dan API
ROH KUDUS
1 Korintus 3:10 --- Perikop: "Dasar dan
bangunan."
(3:10)
Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai
seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain
membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan,
bagaimana ia harus membangun di atasnya.
Dasar bangunan adalah batu penjuru, tetapi setiap orang
harus memperhatikan bagaimana seseorang membangun kehidupan di atas batu
penjuru.
Pendeknya, landasan hidup kita adalah Korban Kristus, tetapi
kita harus memperhatikan bagaimana kerohanian kita ini dibangun terus dihadapan
TUHAN.
1 Korintus 3:11-12
(3:11)
Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar
yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. (3:12) Entahkah orang
membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput
kering atau jerami,
Setiap orang harus membangun rumah di atas korban Kristus,
entah rumah itu terbuat dari; emas, perak, batu permata, kayu, rumput
kering, atau jerami.
1 Korintus 3:13
(3:13) sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan
nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan
api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.
Setiap manusia / anak-anak TUHAN yang sudah membangun
hidupnya di atas korban Kristus satu kali akan menghadapi ujian, yang nampak
dengan api.
Disini kita melihat, ada 2 jenis bangunan:
Jenis bangunan PERTAMA: Emas, perak, batu permata.
-
Emas,
jika masuk dalam api/ujian maka emas akan tetap emas, sekalipun melebur namun
tidak akan berubah menjadi yang lain, justru semakin dipanaskan (di uji oleh
api) justru sanga-sanga / karat-karat itu akan tersisihkan dari dia, itu
berbicara tentang; KEMURNIAN, jadi rumah tidak akan terbakar hangus.
-
Perak,
jika dipanaskan dalam api atau diuji
dengan panasnya ujian, dia juga hanya melebur tetapi tidak akan berubah
menjadi yang lain.
Kalau dikaitkan dengan
Pola Tabernakel; perkakas perak berbicara tentang KETEBUSAN.
-
Batu permata, kita bisa melihat di dalam Kitab Wahyu 21 … yang menjadi
dasar kota Yerusalem Baru adalah 12 batu permata. Ini adalah kehidupan yang
sudah tahan uji.
12 batu permata menunjuk; 12 rasul hujan awal dan
12 rasul hujan akhir, yaitu: Firman
Penginjilan dan Firman Mempelai, berkuasa untuk menyucikan.
Jenis bangunan KEDUA: Kayu, rumput kering, jerami.
Terkait "kayu" jika diuji dalam api yang
bernyala-nyala maka kayu akan terbakar dan berubah wujud menjadi abu, demikian "rumput
kering" dan "jerami".
Jadi, kehidupan yang berubah adalah kehidupan yang tidak
tulus.
Jadi jelas sekali bahwa sesudah dibaptis air akan
masuk dalam Baptisan Roh Kudus dan Api tanda KETULUSAN dia
tidak akan pernah berubah.
Biarlah kita masuk dalam kategori jenis bangunan yang
PERTAMA, sekalipun dipanaskan oleh API dia tidak akan terbakar, tidak akan
hangus, tidak akan berubah, ini berbicara tentang KETULUSAN.
1 Yohanes 5:6-8 --- Perikop: "Kesaksian tentang Anak
Allah."
5:6) Inilah
Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja
dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi
kesaksian, karena Roh adalah kebenaran. (5:7) Sebab ada tiga yang
memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya
adalah satu. (5:8) Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi]: Roh dan
air dan darah dan ketiganya adalah satu.
Ada 3 saksi di Sorga: Bapa, firman, Roh El Kudus dan
ketiganya adalah satu.
Kemudian ada 3 kesaksian di bumi: Roh Allah yang suci,
air, darah, dan ketiganya adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
Itu sebabnya, 3 hal ini disebut; baptisan darah
(pertobatan), baptisan air (kelahiran baru), baptisan Roh-El Kudus.
Dahulu, pernah saya ditolak hanya karena saya katakan; bahwa
pertobatan itu adalah baptisan darah (kelahiran oleh darah). Kalau kelahiran
oleh air bisa, kenapa juga tidak bisa disebut kelahiran oleh darah?
Padahal tanda kelahiran itu ialah: darah dan air ketuban,
sementara untuk baptisan Roh Kudus orang bisa terima, padahal ketiganya adalah
satu kesatuan.
-
“Baptisan Roh Kudus” bila dikaitkan dengan Pola Tabernakel terkena kepada PINTU KEMAH.
-
“Baptisan air” bila dikaitkan dengan Pola Tabernakel terkena kepada KOLAM
PEMBASUHAN TEMBAGA.
-
“Baptisan darah” bila dikaitkan dengan Pola Tabernakel terkena kepada MEZBAH
KORBAN BAKARAN.
KETIGA-TIGANYA ADALAH SATU-KESATUAN YANG MENJADI SAKSI DI
BUMI.
Saudara,
malam ini kita sudah mendapat pengertian bahwa Yohanes Pembaptis diutus untuk
mempersiapkan jalan bagi sang Raja, dan Yohanes sudah mempersiapkan jalan
supaya kita mempersiapkan jalan bagi Sang Raja.
TUHAN memberkati kita semua. Amen.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEPELAI PRIA SORGA
MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang