IBADAH PENDALAMAN
ALKITAB, 21 MEI 2026
MALEAKHI 2:16
(Seri: 1)
Subtema: TUHAN TIDAK MENGHENDAKI PERCERAIAN
Shalom.
Selamat malam,
salam sejahtera di dalam kasih-Nya TUHAN kita Yesus Kristus yang telah
memungkinkan kita untuk berada di tengah Ibadah Pendalaman Alkitab disertai
dengan perjamuan suci. Kiranya damai sejahtera dan sukacita menjadi bagian kita
saat kita duduk diam mendengarkan sabda ALLAH.
Saya juga tidak
lupa menyapa saudara/i, bapak ibu yang terkasih yang bergabung lewat online /
live streaming atau video internet dari Youtube, Facebook dimanapun anda
berada.
Mari secepatnya
kita sambut STUDY MALEAKHI dan malam ini kita akan masuk pada ayat yang
baru yaitu ayat 16, hal itu tentu saja karena kemurahan hati TUHAN.
Tetaplah kita
berdoa dalam roh dan mohon kemurahan dari TUHAN supaya Firman yang dibukakan
itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.
Maleakhi 2:16
(2:16) Sebab Aku membenci perceraian, Firman TUHAN, ALLAH
Israel -- juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, Firman TUHAN
semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!
Firman TUHAN ALLAH:
“Jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!”
Tujuannya ialah
supaya seorang suami lepas dari dua hal yang dibenci TUHAN, antaralain:
1.
Perceraian, maksudnya TUHAN melarang seorang suami untuk
menceraikan isterinya.
2.
Menutupi pakaiannya
dengan kekerasan, artinya: Seorang suami dilarang kejam terhadap
isterinya.
Kita saling
mendoakan supaya kita hidup sesuai kebenaran dari Firman TUHAN.
Malam ini kita
akan membahas tentang: PERCERAIAN.
Kita telusuri di
dalam Matius 19:1-12 perikopnya tentang “Perceraian.” Tentang
perceraian ini secara khusus ada di ayat 1 sampai ayat 9. Kemudian,
ayat ini dibagai menjadi 2 bagian.
BAGIAN PERTAMA.
Matius 19:1-3
(19:1) Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya itu,
berangkatlah Ia dari Galilea dan tiba di daerah Yudea yang di seberang sungai
Yordan. (19:2) Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan Ia pun
menyembuhkan mereka di sana. (19:3) Maka datanglah orang-orang Farisi
kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: "Apakah diperbolehkan
orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?"
Ayat 1-3 berbicara tentang INJIL KESELAMATAN.
Kita akan melihat
INJIL KESELAMATAN.
Kisah Para Rasul
2:36-40 -- Perikop: “Kotbah Petrus.”
(2:36) Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti,
bahwa ALLAH telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi TUHAN dan
Kristus." (2:37) Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka
sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain:
"Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" (2:38)
Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu
masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk
pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. (2:39)
Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih
jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh TUHAN ALLAH kita." (2:40)
Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang
sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah
dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."
Manfaat Injil
Keselamatan ialah orang-orang yang menerima Yesus sebagai TUHAN dan Juruselamat
menjadi percaya, bertobat, dibaptis (dilahirkan kembali),
lalu dipenuhkan Roh El Kudus.
Hal ini apabila
dikaitkan dengan Pola Kerajaan Sorga (Pola Tabernakel), maka:
-
Percaya terkena kepada Pintu
Gerbang.
-
Bertobat terkena kepada Mezbah
Korban Bakaran.
-
Dibaptis terkena kepada Kolam
Pembasuhan Tembaga.
-
Dipenuhkan Roh El
Kudus terkena kepada Pintu
Kemah.
Perlu untuk
diketahui: Ketika Injil Keselamatan diberitakan orang banyak berbondong-bondong
mengikut Yesus karena ketika Injil Keselamatan diberitakan disitu terjadi
kegerakan misalnya; perbuatan-perbuatan ajaib, tanda-tanda heran, pengusiran
setan, dan terjadi mujizat kesembuhan.
DAMPAK NEGATIF
mengikut TUHAN hanya sampai pada injil keselamatan:
YANG PERTAMA: Datang
kepada TUHAN hanya untuk mencobai.
Itu adalah
karakter atau tabiat Iblis/setan.
Dalam Matius
4:1-11 kisah tentang; Iblis mencobai TUHAN di padang gurun sebanyak tiga
kali.
-
Pencobaan pertama
(ayat 3-4): Batu menjadi roti -> Keinginan daging.
Pendeknya,
mengikut TUHAN tetapi tidak mau melepaskan diri dari hawa nafsu dan keinginan-keinginan
daging yang jahat = Mencobai TUHAN.
-
Pencobaan kedua (ayat
5-7): Menjatuhkan diri ke bawah dari tempat yang tinggi, alasannya:
Malaikat akan menatang Yesus -> Keangkuhan hidup.
Perlu untuk
diketahui, jika seseorang sudah menjatuhkan diri ke bawah dalam berbagai
jenis-jenis dosa di bumi ini maka tidak ada satupun yang sanggup
menolong/melepaskan orang itu dari kejaTUHAN tersebut.
Pendeknya,
mengikut TUHAN tetapi tidak melepaskan diri dari keangkuhan hidup = Mencobai TUHAN.
-
Pencobaan ketiga (ayat
8-9): Dari atas gunung yang tinggi Iblis memperlihatkan kerajaan dunia dan
kemegahannya, kemewahan, keindahannya -> Keinginan mata.
Pendeknya,
mengikut TUHAN tetapi tidak mau melepaskan diri dari keinginan mata = Mencobai TUHAN.
Sadar atau tidak
sadar, banyak orang Kristen selalu mencobai TUHAN.
Kalau dibandingkan
dengan Abraham dalam Kejadian 12:1, “Abraham taat kepada panggilan ALLAH.”
Praktek taat
kepada panggilan ALLAH ada tiga:
1.
Pergi meninggalkan
negeri orang Kasdim = Melepaskan diri
dari kerajaan dunia dan kemegahannya = Melepaskan diri dari keinginan mata.
Negeri Kasdim
(Aram, Mesopotamia sekarang disebut Irak) disitulah didirikan kota dan sebuah
menara yang tinggi.
2.
Meninggalkan sanak
saudaranya = Melepaskan diri dari hawa nafsu dan
keinginan-keinginan daging yang jahat.
3.
Meninggalkan rumah
bapanya = Melepaskan diri dari keangkuhan hidup.
TUHAN Yesus
Kristus telah melepaskan segala reputasinya, Ia melepaskan kemuliaan-Nya antara
lain; Ia meninggalkan rumah di Sorga dan juga meninggalkan Bapa-Nya di Sorga.
YANG KEDUA:
Mengharapkan perceraian = Tidak menghormati nikah suci.
Sebab orang-orang
Farisi bertanya kepada Yesus: “Apakah diperbolehkan orang menceraikan
isterinya dengan alasan apa saja?” Jadi, orang Farisi dan ahli Taurat
mengharapkan perceraian, hal itu terlihat dari perkataannya, sebab jika
seseorang tidak mengharapkan perceraian maka hatinya tidak diluapkan lewat
mulut.
Tanpa disadari
banyak suami-suami yang seperti ini termasuk saya, di awal-awal pernikahan
berharap supaya ada perceraian, karena saya tidak sanggup menghadapi dengan
kekuatan sendiri. Namun, puji TUHAN, mata TUHAN tertuju kepada saya dan
memancar kepada saya bagaikan urim dan tumim;
-
Mata TUHAN
bagaikan urim itulah Roh Kudus menerangi hati dan pikiran saya.
-
Mata TUHAN
bagaikan tumim itulah pedang Roh yang mengoreksi setiap sudut-sudut yang
tidak suci di dalam kehidupan rohani saya, sehingga semua yang tidak suci
diceraikan di dalam kehidupan saya.
Saya menyampaikan
hal ini bukan karena merasa lebih rohani dari siapapun termasuk dari sidang
jemaat, tetapi saya mengakui ini karena Firman ALLAH sudah dinyatakan kepada
kita malam ini.
Banyak juga
suami-suami yang mengharapkan perceraian bukan karena isterinya sok pintar
tetapi bagi dia mungkin isterinya sudah tidak lagi menarik atau mungkin ada
wanita idaman lain dan banyak persoalan lainnya.
“SOAL NIKAH SUCI.”
Efesus 5:32-33
(5:32) Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan
Kristus dan jemaat. (5:33) Bagaimanapun juga, bagi kamu
masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri
hendaklah menghormati suaminya.
Hubungan antara; Kristus
dan jemaat = Hubungan suami dan isteri, dasarnya adalah KASIH yang tulus dan
murni, Sama seperti;
-
Kristus mengasihi
jemaat, demikian suami terhadap isterinya.
-
Jemaat tunduk
kepada Kristus, demikian seorang isteri
tunduk kepada suaminya.
Jadi apabila
seseorang belum sampai kepada kasih jangan coba-coba masuk ke dalam nikah sebab
sangat berbahaya.
Efesus 5:22
(5:22) Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti
kepada TUHAN,
Ketundukan isteri
kepada suaminya seperti ketundukan kepada TUHAN.
Bagaimana seorang
isteri tunduk kepada TUHAN maka seperti itulah seorang isteri tunduk kepada
suaminya, kalau tidak demikian akan sangat berbahaya dan akan sama seperti
Hawa. Namun semuanya direstorasi, terjadi transformasi tepatnya pada saat
dimulainya embrio baru yaitu Abraham. Hal itu dibuktikan dari rasa tunduk dan hormatnya
Sara kepada Abraham persis seperti ketundukannya kepada TUHAN Yesus Kristus,
itu sebabnya Sara mengambil “rupa hamba” sebab Sara menyebut suaminya sebagai
“tuan.”
-
Dalam berkata-kata
dia menempatkan dirinya hamba.
-
Dalam bertindak
dia menempatkan dirinya hamba.
-
Dalam cara
berpikir dia menempatkan dirinya hamba.
Jika hal itu
terjadi, TUHAN Yesus sebagai Kepala sangat menikmati hubungan intim itu.
Kalau kita
menundukkan diri dan menempatkan diri sebagai hamba, maka seluruh Sorga
bersukacita dan di bumi ada kebahagiaan.
Ketika Hawa
mengambil jalan sendiri itu karena Hawa merasa diri pintar dan tidak perlu
bertanya kepada suami, sebab sekalipun tahu jangan bertindak sendiri, tetap
bertanya pelan-pelan. Namun, Hawa bertindak bodoh dan mempengaruhi suaminya,
jadi keduanya sama-sama bodoh, maka rusaklah taman Eden dan damai sejahtera
tidak ada lagi di dalam nikah mereka, sudah dirusak oleh tabiat Iblis/setan.
Efesus 5:23-24
(5:23) karena suami adalah kepala isteri sama seperti
Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. (5:24) Karena
itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri
kepada suami dalam segala sesuatu.
Ketundukan harus
dalam segala segala perkara. Sebaliknya, bagaimanapun seorang isteri, seorang suami
harus tetap mengasihi, tidak boleh seorang suami mengharapkan suatu perceraian
sekalipun isterinya terlalu bebal dan menyakiti hati.
Kekuatan akan
diterima oleh seorang suami jika seorang suami senantiasa mengarahkan pandangannya
kepada salib, bukan kepada kelemahan isterinya.
Hubungan dengan
Kristus dan jemaat = Hubungan antara suami dan isteri, dasarnya adalah KASIH
yang tulus dan murni. Hal ini disebut kesatuan dalam nikah suci yang harus kita
hormati dan kita junjung tinggi;
-
Suami mengasihi
isteri.
-
Isteri tunduk
kepada suami.
Ini tidak boleh
dirusak seperti keinginan orang Farisi yang mengharapkan perceraian berarti
ingin merusak kesatuan dari nikah suci.
Pertanyaan: Apa
yang terjadi apabila seorang suami menceraikan isterinya?
Matius 8:19-20
(8:19) Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata
kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau
pergi." (8:20) Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai
liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak
mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."
Ahli Taurat dan
orang Farisi mengaku mengikut TUHAN, tetapi yang sebenarnya di dalam dirinya telah
terjadi perceraian dengan TUHAN secara rohani, akibatnya:
a.
Tubuh menjadi
liangnya serigala.
b.
Tubuh menjadi
sarangnya burung.
Tentang: TUBUH
MENJADI LIANGNYA SERIGALA.
Artinya:
-
Organisasi dengan
segala aturan-aturan di dunia ini menguasai organisme atau menguasai tubuh
Kristus.
Singkat kata,
organisasi mengatasi organisme itulah hubungan antara tubuh dan kepala,
hubungan nikah.
Pencetus Pengajaran
Mempelai dalam terang Tabernakel adalah Bapa Pdt. Van Gessel, beliau anti
organisasi setelah beliau mendapatkan ilham tentang Pengajaran Mempelai dalam
terang Tabernakel. Saya juga harus jujur kepada TUHAN bahwa kita sudah menerima
satu organisasi rohani yang disebut dengan Pengajaran Pembangunan Tabernakel
(PPT) dengan legal standing KEMENKUMHAM dan SK-nya sudah dikeluarkan oleh KEMENKUMHAM.
Aturan-aturan yang dibuat di bumi ini ada di dalamnya, jika kita tidak
hati-hati maka bisa saja mempengaruhi atau mengatasi organisme dengan segala
tatanan Sorgawi.
Hubungan kita
dengan TUHAN disebut hubungan dalam nikah yang suci itulah organisme, hal ini
harus dipertahankan dan tidak boleh dirusak oleh organisasi. Apabila oleh
karena organisasi, rohani kita terciderai maka dalam hal ini saya yang
bertanggung jawab dan meminta ampun kepada TUHAN. Maka, organisasi biarlah
hanya nama organisasi dan kita tidak perlu membentuk lagi pengurus daerah
ataupun pengurus cabang, sudah cukup kita mengadakan fellowship dengan sebutan
Pengajaran Pembangunan Tabernakel (PPT). Yang terpenting ialah kebaktian Paskah
PPT terselenggara dan kebaktian Natal PPT terselenggara, fellowship
pembangunan tubuh Kristus / Pengajaran Pembangunan Tabernakel (PPT) tetap berjalan
demi terwujudnya pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
-
Yang lahiriah
menguasai yang rohani.
Matius 23:16-18 --
Perikop: “Yesus mengecam ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi.”
(23:16) Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta, yang
berkata: Bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah
demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat. (23:17) Hai kamu
orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau
Bait Suci yang menguduskan emas itu? (23:18) Bersumpah demi mezbah,
sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya,
sumpah itu mengikat.
Ahli-ahli Taurat
dan orang-orang Farisi melayani di Bait Suci dan melayani mezbah (melayani Tuhan)
tetapi terikat dengan perkara lahiriah, yaitu terikat dengan emas yang di Bait
Suci dan terikat dengan persembahan yang di atas mezbah.
Keadaan seperti
ini persis seperti keadaan nabi-nabi palsu yang sibuk berbicara tentang
perkara-perkara lahiriah, yaitu (2 Petrus 2:1-3):
-
Dongeng-dongeng
nenek tua, ceritera-ceritera isapan jempol manusia.
-
Sibuk dengan
takhayul-takhayul (cerita yang tidak jelas) dan filsafat-filsafat kosong
manusia.
Hal itu dikerjakan
karena itu adalah jalan satu-satunya untuk memperoleh keuntungan dari jemaat.
Maka, ada saja malaikat sidang jemaat/gembala sidang tidak berani secara terus
terang, tidak berani jujur menyampaikan terkait dengan Sorga itulah salib,
sebab kalau kita mengaitkan Sorga maka sumbernya dari salib.
Kalau didikan
salib ditegakkan di tengah ibadah pelayanan hal demikian membosankan bagi
manusia daging dan itu hal yang bodoh bagi bangsa kafir dan orang yang tidak
sungguh-sungguh di dalamnya menjadi tersandung. Ayat referensi: 1 Korintus
1:23.
Itu sebabnya di
dalam Matius 23:17, orang Farisi dan ahli Taurat disebut sebagai
orang-orang bodoh dan pemimpin-pemimpin buta. Apabila orang buta memimpin orang
buta maka satu kali kelak akan jatuh dalam lobang yang sama, apabila itu terus
dipertahankan maka dia akan berada dalam puncak lobang yang ada itulah lubang jurang
maut (Wahyu 9:1).
Bukankah kita
terharu mendengar pemberitaan malam ini karena sesungguhnya TUHAN sedang
menyatakan rahmat-Nya yang besar karena TUHAN tidak membiarkan kita berada
dalam lobang jurang maut, sekalipun harus sangkal diri, pikul salib sampai
berdarah-darah. Sebab itu satu-satunya cara untuk berada dalam kekekalan,
bahagia bersama dengan Dia dalam kekekalan dan itu yang membuat hati kita
berkobar-kobar.
Akibat tubuh
Kristus diterkam oleh serigala:
Yohanes 10:12
(10:12) sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang
bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang,
meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan
domba-domba itu.
Akibatnya: Domba-domba
(anggota tubuh) tercerai-berai.
Maka, organisasi
atau sehebat apapun perkara lahiriah di bumi (jabatan, bisnis berhasil, uang
yang banyak) tidak bisa mempersatukan tubuh Kristus yang banyak dan
berbeda-beda menjadi satu, sempurna, dan mulia.
Domba-domba
tercerai-berai, dengan lain kata: Liar dan tidak tergembala, akhirnya terjadi
seperti Ayub 39:10-11, dikatakan:
1.
Ia menertawakan
keramaian kota.
2.
Tidak mendengarkan
teriak si penggiring = Tidak mendengar
suara gembala.
Seseorang yang
tidak mendengar suara gembala maka sibuk dengan organisasi, sibuk dengan
perkara lahiriah, sibuk dengan aturan dunia.
3.
Menjelajah
gunung-gunung padang rumput, dan mencari apa
saja yang hijau. Berarti, beribadah di sembarang tempat.
Kehidupan yang
semacam ini sebenarnya sedang diterkam serigala, bahkan tidak akan mendengarkan
teriak si penggiring.
Tentang: TUBUH
MENJADI SARANGNYA BURUNG.
Jika tubuh menjadi
sarangnya burung disebut juga TUBUH BABEL.
Wahyu 18:2-3
(18:2) Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya:
"Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah
menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis
dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci, (18:3)
karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja
di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi
telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya."
BABEL adalah tempat
bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci (ayat 2).
Kemudian pada ayat
3, yang masuk dalam tubuh Babel adalah semua bangsa, raja-raja di bumi
menjadi tubuh Babel, bahkan pedagang-pedagang di bumi menjadi tubuh Babel.
Mereka masuk tubuh
Babel karena yang diinginkan mereka adalah menjadi kaya namun oleh
kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel = Mabuk anggur perempuan Babel.
Jika kita mabuk
anggur dari Sorga maka niscaya kita akan tetap di dalam rumah TUHAN, niscaya
kita akan tetap tekun dalam tiga macam ibadah pokok.
Apakah kerinduan
di hati ini tetap kelak masuk dalam tubuh Mempelai atau masuk dan menjadi
bagian dari tubuh Babel?
Yang menentukan
kelak menjadi tubuh mempelai atau tubuh Babel bukan saat nanti, namun sekarang
ini. Maka, tentukanlah dirimu sejak dari sekarang, menjadi tubuh Babel atau
tubuh mempelai. Oleh sebab itu, jangan gunakan kesempatan yang ada untuk
bermain-main dan memboroskan harta rohani, sebab itu adalah kesia-siaan dan
merusak diri sendiri. Maka, berlakulah bijaksana, sebab nanti yang kita peroleh
adalah upah.
Jangan menyukai
apa yang dibenci TUHAN, supaya jangan turut dibenci oleh TUHAN.
Contoh: Esau
sangat dibenci TUHAN.
Roma 9:12
(9:12) dikatakan kepada Ribka: "Anak yang tua akan
menjadi hamba anak yang muda,"
Kehidupan dari
Esau dan Yakub sudah ditentukan dari sejak rahim, sebab di rahim ibu sidang
jemaat dipintal/dibentuk menjadi suatu pakaian atau perbuatan yang indah,
lebih indah dari pakaian Salomo. Oleh sebab itu, dengar-dengaranlah kepada ibu
rohani (gembala sidang).
Roma 9:13
(9:13) seperti ada tertulis: "Aku mengasihi Yakub,
tetapi membenci Esau."
Inilah contoh TUHAN
membenci Esau karena Esau mabuk anggur perempuan Babel yaitu hidup
dalam kenajisan percabulan.
Ibrani 12:16
(12:16) Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau
yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak
kesulungannya untuk sepiring makanan.
Dia menjadi kaya
namun karena hawa nafsu perempuan Babel dan TUHAN benci kehidupan semacam ini.
Oleh sebab itu,
jangan kita menyukai apa yang dibenci TUHAN, tetapi kenyataannya banyak orang
Kristen menyukai apa yang dibenci TUHAN.
Jika orang Kristen
tidak menyukai apa yang dibenci TUHAN maka gereja kita sudah full, namun ada
saja yang tidak kuat karena ingin berhasil/ingin kaya/ingin berjaya oleh
kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel, akhirnya ia tinggalkan penggembalaan
yang digembalakan oleh pengajaran mempelai dalam terang Tabernakel. Sehingga
hati TUHAN tersakiti, padahal jika TUHAN mau mengambil apa yang dipunyai
seseorang itu bisa.
Tetapi, TUHAN
mengasihi Yakub, sebab Yakub sudah dibentuk dari sejak rahim. Oleh sebab itu,
sungguh-sungguh dalam kandang penggembalaan; taat, setia, dan dengar-dengaran.
Itulah kehidupan yang dipintal/ditenun dalam kandang penggembalaan.
Praktek menjual
hak kesulungan demi sepiring makanan = Menjual yang rohani demi yang lahiriah =
Menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel.
Ciri-ciri mabuk
anggur perempuan Babel:
Kejadian 11:4 --
Perikop: “Menara Babel.”
(11:4) Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi
kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah
kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi."
Disini kita
melihat ada keinginan untuk bersatu (menjadi satu tubuh) dengan cara
mendirikan sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit.
Ditengah-tengah kerinduan mereka menjadi satu, namun mereka juga berusaha mencari
nama.
Berbeda apabila
kita berada dalam menara TUHAN itulah doa penyembahan (gunung yang tinggi),
kalau berada dalam gunung yang tinggi/menara doa disitu tidak ada kesempatan
untuk mencari nama selain tersungkur di kaki salib, sebab yang dia bawa hanya
seluruh hidupnya secara utuh di kaki salib.
Kejadian 11:6-8
(11:6) dan Ia berFirman: "Mereka ini satu bangsa dengan
satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari
sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.
(11:7) Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka,
sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing." (11:8)
Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan
mereka berhenti mendirikan kota itu.
Awalnya mereka
adalah satu bangsa dan satu bahasa, namun akhirnya mereka tercerai-berai.
Dalam perencanaan itu,
TUHAN turun dan mengacaubalaukan semua rencana mereka dengan cara mengacaubalaukan
bahasa mereka, dan mereka menjadi kacau balau karena tidak mengerti
bahasa masing-masing.
Lihatlah orang
mabuk bahasanya tidak teratur lagi, semuanya tidak teratur, maka sulit
berbicara dengan orang yang mabuk anggur perempuan Babel, akhirnya
tercerai-berailah mereka, berserak-serak, sekalipun dahulu satu bangsa dan satu
bahasa. Maka, jangan ajak orang mabuk berbicara, tunggu dahulu orang mabuk itu
sadar.
Demikian juga
orang yang ambisi sulit diajak bicara. Namun biarlah TUHAN sadarkan kita lewat Firman
malam ini supaya kita dapat mudah dibentuk seperti tembikar di tangan tukang
periuk.
Burung yang najis
itulah yang menyebabkan kenajisan dan kecongkakan, dan oleh kecongkakan ini
seseorang berada dalam kejaTUHAN yang sangat dalam itulah berserak-serak (tidak
menjadi satu).
Kejadian 11:9
(11:9) Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut
Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan
dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.
Akibat
kesombongan:
-
Dikacaubalaukan TUHAN
bahasa seluruh bumi.
-
Diserakkan TUHAN
ke seluruh bumi.
Kalau bahasa
dikacaubalaukan maka tidak akan bisa nyambung.
Jika suami isteri
bahasanya sudah kacau balau, yang satu mabuk anggur perempuan Babel dan yang
lainnya mabuk anggur perempuan Babel, maka akan kacau balau, akhirnya terjadi
perceraian. Itu yang diharapkan ahli Taurat dan orang Farisi.
Kita harus
hati-hati, jangan sampai karena mabuk anggur perempuan Babel, suami isteri
tidak mengerti bahasa satu sama lain. Kalau kita satu bangsa yaitu pemerintahan
dari Sorga maka bahasa kita adalah bahasa kasih dan bahasa ketundukan, lebih
dari itu akan bercerai.
Saya pesankan
apabila orang tua melihat seorang anak mabuk anggur maka nasihatilah baik-baik,
jangan justru bangga dengan kelimpahan hawa nafsu, tetapi jual hak kesulungan
sebab nanti upahnya akan diterima oleh semua orang. Yang menentukan untuk
mendapat upah adalah sekarang bukan nanti.
Jika kita melihat
saudara/I kita sedang mabuk anggur suami isteri juga harus hati-hati, sebab itu
menuju kepada perceraian. Mungkin nikah jasmani mereka utuh tetapi nikah rohani
mereka sudah sangat jauh dari TUHAN. Apa artinya organisasi dengan segala
aturan yang ada, apa artinya yang lahiriah kalau akhirnya kita tercerai dari
Kristus Kepala, semua yang ada ini tidak artinya.
Matius 19:4
(19:4) Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia
yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?
Dari semula TUHAN
menciptakan nikah suci dasarnya adalah KASIH.
Itu tidak boleh
dirusak, namun ahli Taurat dan orang Farisi merusak nikah suci.
Maka, jalan keluarnya adalah belajarlah kita
untuk dipintal dari rahim ibu secara rohani, berarti tergembala dengan
sungguh-sungguh di dalam satu kandang penggembalaan itulah rumah TUHAN, seperti
Yakub dia berada di dalam rumah TUHAN dan setia di dalam rumah TUHAN.
-
Yakub seorang yang
tenang -> Ibadahnya sudah berada pada puncak ibadah itulah doa
penyembahan.
-
Yakub suka tinggal
di kemah, menunjukkan satu kali ia akan berada menjadi gereja yang
sempurna, itulah mempelai wanita TUHAN.
Dengan demikian,
Yakub sangat menghargai nikah suci yang diciptakan TUHAN sejak semua di taman
Eden.
Demikianlah kita
dipintal di rahim ibu secara rohani. Amin.
TUHAN
YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita
Firman:
Gembala
Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang