IBADAH RAYA MINGGU, 8 FEBRUARI 2026
KITAB WAHYU 19:13
(SERI 2)
Subtema: PENYEMBAHAN MELENYAPKAN KEMUSTAHILAN
Mula pertama saya mengucap syukur kepada Tuhan, oleh karena rahmat Tuhan kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus. Kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian Roh.
Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, umat ketebusan Tuhan yang turut bergabung secara online baik anak-anak Tuhan di dalam negeri maupun di luar negeri, dimanapun saudara berada. Selanjutnya, kiranya damai sejahtera dari Sorga bertakhta di hati kita, di tengah ruangan ini, supaya kita boleh menikmati Sabda Allah dalam suasana sukacita Sorgawi.
Kita sambut Firman Penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu dari KITAB WAHYU 19:13 dan malam ini merupakan seri yang kedua. Namun tetaplah berdoa dalam Roh, mohonlah kemurahan Tuhan, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.
Wahyu 19:13
(19:13) Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah."
Terlebih dahulu saya sampaikan bahwasanya; kegerakan kuda putih adalah suatu kegerakan yang suci dan suatu kegerakan yang begitu tinggi dan mulia. Kemudian, yang menunggangi kuda putih adalah pribadi Yang Setia dan Yang Benar. Tetapi, Ia juga adalah Firman Allah itu sendiri.
Tetapi yang pasti di sini dikatakan; Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah.
Hal ini menunjukan bahwa penunggang kuda putih ini adalah Imam Besar Agung atau Imam Allah yang Maha Tinggi, Dialah Kepala dari tiap-tiap gereja.
Singkat kata, jubah Imam Besar terdiri dari 3 (tiga) hal dan semua itu ditulis dengan lengkap di dalam Keluaran 28:1-43.
Baju efod (Keluaran 28:6-14)
Gamis baju efod (Keluaran 28:31-35)
Kemeja beragi dari lenan halus (Keluaran 28:39)
Saudara, pada minggu yang lalu, kita telah membahas tentang baju efod. Sedangkan baju efod bicara tentang pengalaman kematian Yesus Kristus di atas kayu salib. Sekarang kita akan masuk pada pembahasan selanjutnya tentang gamis baju efod.
Tentang: GAMIS BAJU EFOD
Keluaran 28:31
(28:31) Haruslah kaubuat gamis baju efod dari kain ungu tua seluruhnya.
Di sini Tuhan perintahkan supaya membuat gamis baju efod berwarna biru langit (ungu tua) 🡪 pengalaman / kuasa kebangkitan Tuhan Yesus Kristus.
Saudara, kalau kita satu dalam kuasa kematian Yesus, maka otomatis kita juga satu dalam kebangkitan Tuhan Yesus Kristus, karena itu merupakan satu kesatuan yang tidak boleh terpisahkan. Masakan kita satu dengan pengalaman kematian-Nya, tetapi tidak bangkit-bangkit. Jadi, pengalaman kematian dan kebangkitan merupakan satu kesatuan. Setelah Yesus mati di atas kayu salib, hari ketiga Yesus dibangkitan dan 40 hari lamanya Ia di atas muka bumi. Selanjutnya Ia naik, berarti dipermuliakan di dalam kerajaan Sorga.
Keluaran 29:32-35
(28:32) Lehernya haruslah di tengah-tengahnya; lehernya itu harus mempunyai pinggir sekelilingnya, buatan tukang tenun, seperti leher baju zirah haruslah lehernya itu, supaya jangan koyak. (28:33) Pada ujung gamis itu haruslah kaubuat buah delima dari kain ungu tua, kain ungu muda dan kain kirmizi, pada sekeliling ujung gamis itu, dan di antaranya berselang-seling giring-giring emas, (28:34) sehingga satu giring-giring emas dan satu buah delima selalu berselang-seling, pada ujung gamis itu. (28:35) Haruslah gamis itu dipakai Harun, apabila ia menyelenggarakan kebaktian, dan bunyinya harus kedengaran, apabila ia masuk ke dalam tempat kudus di hadapan TUHAN dan apabila ia keluar pula, supaya ia jangan mati.
Dari ayat-ayat yang sudah kita baca, di sini nampak 2 (dua) hal penting yang menyangkut dengan gamis baju efod.
YANG PERTAMA: Menyangkut leher -- Lehernya haruslah di tengah-tengahnya.
Leher dari gamis harus berada di tengah-tengah, berarti; seimbang, tidak lebih berat ke kanan atau ke kiri.
Leher adalah penghubung antara tubuh dengan kepala, itulah penyembahan kita kepada Tuhan. Jadi, kita dapat menggunakan leher ini untuk menundukkan kepala di ujung kaki salib. Ini yang kurang mendapat perhatian dari sidang jemaat dimanapun berada.
Jadi, gereja Tuhan / anak-anak Tuhan harus memperoleh pengertian semacam ini. Leher berbicara tentang penyembahan, inilah yang menghubungkan antara tubuh dengan kepala (jemaat dengan Kristus). Kita dapat menggunakan leher untuk menundukkan kepala di bawah kaki Kristus, itulah yang dimaksud doa penyembahan kepada Tuhan, supaya; hidup gereja Tuhan terhubung langsung dengan Tuhan Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja dan Mempelai Pria Sorga.
Seharusnya, gereja Tuhan tidak asing ketika tersungkur di bawah kaki salib Yesus. Tetapi sangat disayangkan, hal semacam ini tidak diajarkan di dalam rumah Tuhan. Sehingga, gereja Tuhan menganggap penyembahan adalah hal yang aneh. Andaikata seluruh gereja Tuhan membahas hal ini, yaitu; terkait dengan gamis baju efod, semestinya gereja Tuhan memahami hal ini. Sehingga, ketika menundukkan kepala, dengan kata lain tersungkur di kaki salib, (disebutlah itu penyembahan), itu bukanlah hal yang asing dan aneh. Tetapi hari-hari ini saya lihat banyak penyembahan yang hanya sekedar angkat tangan, itu beda, itu memuji Tuhan.
Leher baju gamis berada di tengah-tengah arti rohaninya; penyembahan dalam kuasa kebangkitan adalah keadilan Tuhan untuk umat Tuhan. Intinya, oleh penyembahan memungkinkan segala sesuatu untuk bisa terjadi, hal yang tidak mungkin bisa mungkin, hal yang mustahil bagi manusia itu bisa terjadi. Bagi manusia mungkin mustahil, tetapi, lewat doa penyembahan segalanya dimungkinkan, asal kita mau mengikuti rencana Tuhan, tidak mengikuti akal manusia / logika sendiri. Itulah hebatnya penyembahan ini; penghubung antara tubuh dengan kepala. Oleh sebab itu, ikuti rencana Allah, jangan merasa asing.
Jadi, sekali lagi saya sampaikan; Si Penunggang Kuda Putih adalah Imam Besar Agung, Dialah yang melayani, berdoa dan memperdamaikan dosa, Dialah yang terus menuntun perjalanan rohani kita sampai kita memperoleh pengertian yang mantap di dalam Tuhan; tidak ada keraguan.
Saya kasih contoh: Penyembahan memungkinkan segala bisa terjadi.
Lukas 1: 5-6 --- Perikop: “Pemberitahuan tentang kelahiran Yohanes Pembaptis”
(1:5) Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. (1:6) Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.
Zakharia adalah seorang imam. Ia mempunyai isteri bernama Elisabet, berasal dari keturunan Harun, berarti; Lewi. Pasangan suami isteri ini adalah benar dihadapan Tuhan, tidak bercacat. Tidak bercacat = tidak punya kekurangan, tidak punya kelemahan di dalam diri mereka.
Betapa bahagianya suami bila isterinya benar, betapa bahagianya suami bila isteri benar, betapa bahagianya seorang anak bila orang tuanya benar. Betapa bahagianya rumah tangga kalau masing-masing hidup benar, tanpa cacat cela dihadapan Tuhan.
Jadilah pemuda dan pemudi yang benar di mata Tuhan. Jadilah anak-anak Tuhan yang benar dihadapan Tuhan, sampai tidak punya cacat cela, tidak nampak kelemahan dan kekurangan di dalam diri.
Lukas 1:7
(1:7) Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.
Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya, berarti; mustahil punya anak.
Seorang isteri yang telah mati haid tidak memungkinkan untuk mempunyai anak bagi suaminya, apalagi telah lanjut umurnya (sepuh).
Lukas 1:8-9
(1:8) Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. (1:9) Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ.
Di sini kita melihat, sebagai seorang imam, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan, yaitu; membakar ukupan dihadapan Tuhan di dalam Bait Suci.
Saya berdoa…
Saat kita menaikkan puji-pujian kepada Tuhan, kiranya itu bagaikan ukupan wangi-wangian yang menyenangkan hati Tuhan.
Saat kita menaikkan syukur, kiranya itu juga menjadi ukupan suatu wangi-wangian di hadapan Tuhan.
Bahkan, saat kita duduk diam mendengarkan Sabda Allah, biarlah kiranya itu juga wangi-wangian di hadapan Tuhan.
Membakar ukupan 🡪 doa penyembahan sebagai puncak dari ibadah. Jadi, tingkat ibadah yang tertinggi (puncak ibadah) adalah doa penyembahan.
.
Singkat kata, Zakharia bukan saja orang benar tetapi ternyata ibadah mereka sudah sampai pada puncaknya itulah doa penyembahan. Berbahagialah jika nikah sudah berada pada tingkat tertinggi atau berada pada puncak ibadah itulah doa penyembahan. Meskipun Zakharia mempunyai isteri yang mandul, tetapi ibadah mereka berada pada puncak ibadah itulah doa penyembahan.
Saudara, tidak sedikit seorang perempuan mandul menjadi resah, cemas, kuatir dan takut tidak punya anak. Dan hal itu bisa membuat nikah menjadi tidak damai. Tetapi di sini kita saksikan bersama-sama; sekalipun isteri Zakharia mandul, rahimnya kering-kering, namun kenyataannya, ibadah mereka sampai kepada puncaknya itulah doa penyembahan. Ibadah mereka tidak surut, tetapi memuncak sampai doa penyembahan. Saya kira persoalan di dalam nikah bukan saja tentang mandul, tetapi soal ekonomi, keuangan, pekerjaan ini dan itu. Tetapi, meskipun gelombang badai menerpa, biarlah kiranya nikah; ibadah dan pelayanan, berada pada puncaknya itulah doa penyembahan.
Lukas 1:10
(1:10) Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan.
Seorang imam harus memimpin umat Tuhan dalam satu perhimpunan ibadah sampai kepada puncak ibadah itulah doa penyembahan. Seperti apa yang telah dikerjakan oleh Zakharia pada masa itu dan seperti yang diajarkan oleh rasul Paulus kepada orang Ibrani. Yakni, setelah menerima asas-asas pertama dari ajaran Kristus, yaitu; percaya, bertobat, dibaptis air, penuh dengan Roh Kudus selanjutnya beralih pada perkembangannya yang penuh yakni; mencapai tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sesuai dengan pola kerajaan Sorga / pola Tabernakel.
Jadi, ibadah itu tidak boleh dibuat dengan tangan manusia, tetapi harus dibuat dengan tangan Tuhan sendiri.
PINTU GERBANG berbicara soal; menerima Yesus, berarti; percaya.
Setelah menerima Yesus, di HALAMAN kita menemukan 2 (dua) alat;
MEZBAH KORBAN BAKARAN, itu berbicara soal pertobatan.
Setelah bertobat, kita menemukan KOLAM PEMBASUHAN TEMBAGA, itu berbicara tentang baptisan air.
Setelah dibaptis, selanjutnya beralih pada perkembangannya yang penuh, melewati PINTU KEMAH berarti; dipenuhkan oleh Roh Kudus. Sebagaimana yang disampaikan oleh Yohanes pembaptis kepada ahli-ahli Taurat, orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki; bertobatlah, berilah dirimu dibaptis, selanjutnya kamu akan dipenuhkan oleh Roh Kudus. (Kisah para rasul 2:36-38). Itulah asas-asas pertama tentang ajaran Kristus.
Sesudah itu…
Ibrani 6:1
(6:1) Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah,
Setelah itu kita harus beralih kepada perkembangannya yang penuh. Jangan lagi kembali kepada asas-asas pertama; percaya, bertobat, dibaptis lagi. Apa yang dimaksud perkembangan yang penuh?
Efesus 4:12-13
(4:12) untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, (4:13) sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,
Sesudah kita menerima Yesus; percaya, bertobat, dibaptis air, penuh dengan Roh Kudus, lalu beralih kepada perkembangannya yang penuh. Secara khusus di sini dikatakan; mencapai tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.
Apa yang dimaksud dengan “kepenuhan Kristus”?
Efesus 1:22-23
(1:22) Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. (1:23) Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.
Kepenuhan Kristus adalah untuk mencapai sidang mempelai yang sempurna. Wujudnya adalah doa penyembahan.
Jadi, kalau hanya percaya dan bertobat, itu belum kepenuhan Kristus. Tetapi untuk mencapai kepenuhan-Nya, tinggalkan asas pertama dan beralih kepada perkembangannya sampai menjadi sidang mempelai Tuhan, yakni gereja TUHAN yang sempurna.
Itulah sasaran akhir dari ibadah dan pelayanan di bumi. Bukan soal mujizat kesembuhan, terjadi perbuatan ajaib, soal bahasa lidah, bahasa Roh, gereja Tuhan tumbang-tumbang / roboh-roboh. Sasaran akhir dari perjalanan gereja Tuhan adalah perjamuan malam pesta kawin Anak Domba, berarti; menjadi kepenuhan-Nya.
Singkat kata, kepenuhan Dia = menjadi mempelai Tuhan, wujud dalam kehidupan sehari-hari hidup dalam doa penyembahan. Penyembahan adalah hubungan intim antara tubuh dengan kepala. Jadi, wujud dari nikah atas suami isteri ialah hubungan intim, yakni doa penyembahan. Kenapa tubuh terhubung dengan kepala? Jawabnya karena ada penghubungnya, itulah leher. Yang dari tadi kita bahas adalah leher.
Jadi, yang menyangkut dengan gamis baju efod ada dua dan yang pertama adalah: lehernya haruslah di tengah-tengah, berarti tidak berat ke kanan atau berat ke kiri. Jadi, penyembahan dalam kuasa kebangkitan adalah keadilan Tuhan, supaya tubuh kembali menyatu dengan kepala. Karena kita sudah terpisah jauh dari Tuhan sejak dari taman Eden, sejak Adam melakukan kesalahan, dia diusir dari taman Eden / taman Sorga / taman Allah, bagaikan kita dilemparkan di dunia ini. Tetapi, penyembahan dalam kuasa kebangkitan adalah keadilan Tuhan supaya tubuh kembali kepada Kepala (Kristus), Tuhan Allah kita yang hidup.
Jadi, sekali lagi saya sampaikan; menjadi sidang mempelai Tuhan / gereja Tuhan yang sempurna, wujudnya adalah hubungan intim (doa penyembahan), itulah kepenuhan Kristus. Bukan soal berkat diberkati, berhasil keberhasilan, bukan soal mujizat yang dilakukan oleh seorang hamba Tuhan. Kepenuhan Kristus adalah kita semua menjadi mempelai-Nya, berati; sempurna. Wujud sempurna; penyembahan, itulah yang disebut hubungan intim antara tubuh dengan kepala. Oleh sebab itu, banyak menyembah supaya hubungan intim berlangsung dalam nikah itu. Banyak menundukan kepala di kaki salib Tuhan.
Kita kembali membaca…
Lukas 1:11-13
(1:11) Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. (1:12) Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut. (1:13) Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.
Pada saat Zakharia membakar ukupan di hadapan Tuhan, malaikat Gabriel memberitahukan bahwa Elisabet akan melahirkan seorang anak laki-laki bernama Yohanes. Padahal, Elisabet bukan hanya mati haid saja. tetapi ia perempuan mandul, usianya sudah tua (sepuh). Jadi, tidak mungkin melahirkan lagi / ada keturunan lagi.
Artinya bagi kita sekarang: oleh doa penyembahan segala sesuatu menjadi mungkin. Sebab, pada saat kapan Gabriel memberitahukan bahwa nanti Elisabet akan mengandung dan melahirkan anak? Jawabnya: pada saat ukupan itu dibakar, itulah doa penyembahan. Jadi, oleh doa penyembahan segala sesuatu menajdi mungkin. Penyembahan menghapuskan segala kemustahilan bagi manusia. Apa yang mustahil bagi manusia dihapuskan oleh doa penyembahan.
Jadi, jangan merasa asing (aneh) untuk menggunakan leher untuk menundukkan kepala di ujung kaki salib (tersungkur). Justru kita minta ampun kepada Tuhan; kenapa kita tidak mengerti dari dulu mengenai leher ini. Selama ini gereja Tuhan / anak-anak Tuhan hanya mendengar; ayo berbuat baik, sehingga ibadah dari hari ke hari begitu-begitu saja, tidak ada keubahan. Sehingga, hidup juga hanya dijalankan secara Taurat / lahiriah saja; bangun pagi - kerja - pulang - tidur, begitu-begitu saja. Tidak ada hubungan secara khusus kepada Tuhan, leher tidak difungsikan di bawah kaki salib (doa penyembahan). Semestinya, leher ini berfungsi untuk menundukkan kepala di ujung salib Kristus, itulah doa penyembahan. Sehingga dengan demikian, lewat penyembahan, akan memungkinkan segala yang tidak mungkin. Penyembahan menghapus kemustahilan. Itulah hebatnya penyembahan.
Begitu luar biasa kasih Tuhan menembusi ruang hati kita masing-masing; jangan ditolak. Kasih dalam bentuk penyembahan kepada Tuhan; jangan ditolak, itu adalah wujud hubungan intim. Fungsikan leher rohani saudara supaya hubungan yang begitu harmonis (intim) terjadi antara suami dan isteri. Jangan disia-siakan leher ini. Penyembahan adalah sarana yang ajaib, memungkinkan segala sesuatu bisa terjadi.
Sebagai tambahan terkait Yohanes pembaptis.
Lukas 1:14-17
(1:14) Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. (1:15) Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; (1:16) ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, (1:17) dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya."
Zakharia dan banyak orang bersukacita atas kelahiran Yohanes pembaptis. Alasannya antara lain:
Ia akan besar di hadapan Tuhan.
Hal ini menunjukkan bahwa Yohanes pembaptis adalah orang yang rendah hati dan mau menjadi kecil.
Ayat referensi: Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil (Yohanes 3:30).
Jadi, ketika Tuhan berkata: Ia akan besar di hadapan Tuhan, menunjukkan bahwa Yohanes pembaptis adalah orang yang rendah hati dan mau menjadi kecil. Bahkan pada Yohanes 3:31, Yohanes berkata: Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi ---Yang diucapkan soal pekerjaan, soal bisnis, soal hal-hal duniawi saja, itulah yang berasal dari bumi. Jam-jam ibadah dipaksa untuk bekerja, itulah manusia bumi --- Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya. Pengakuan ini datang dari Yohanes pembaptis.
Intinya adalah Yesus Kristus adalah segala-galanya dalam hidup Yohanes pembaptis. Bukan perkara-perkara di bumi lagi yang menjadi persoalan dalam hidupnya tetapi Tuhan Yesus Kristus, Dia Allah yang harus kita punya, Dia harus menjadi segala-galanya dalam hidupnya. Dan hal itu terbukti dari perkataan-perkataannya. Kalau dia berasal dari manusia bumi, dia akan berbicara seperti orang-orang di bumi ini, tetapi bagi dia; Tuhan adalah segala-galanya. Meskipun di bumi, dia datang dari Sorga, sebab dia mengutamakan yang datang dari Sorga. Itulah Yohanes pembaptis.
Kalau kita mau menjadi kecil, nanti Tuhan yang membesarkan. Tetapi, kalau kita sombong, angkuh, tidak mau menghargai ibadah, akhirnya jadi kecil di Sorga; masuk neraka. Tetapi di mata Tuhan, Yohanes adalah orang yang besar, karena ia mau merendahkan diri bahkan mau menjadi kecil. Beribadah disertai sangkal diri dan pikul salib; itu kecil. Itu sebabnya dia berkata: Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil. Tuhan semakin bertambah-tambah, dagingku semakin berkurang-kurang.
Tuhan kembali berkata kepada murid-murid dalam…
Matius 11:10-11
(11:10) Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu. (11:11) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.
Inilah pernyataan Tuhan kepada murid-murid; Yohanes pembaptis diakui langsung secara gamblang kepada murid-murid. Pengakuan ini bukan datang dari mulut seorang hamba Tuhan, tetapi mulut Tuhan sendiri bahwasanya; Yohanes pembaptis akan besar dihadapan Tuhan.
Kalau kita merendahkan diri di hadapan Bapa Sorgawi, kita akan dibesarkan oleh Tuhan sendiri, sebagaimana dalam ayat ini; namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.
Jadi saudara, Zakharia ini adalah orang benar, isterinya (Elisabet) adalah orang benar dan anaknya (Yohanes pembaptis) juga orang benar. Betapa bahagianya hidup nikah rumah tangga mereka. Bahkan Tuhan sendiri yang mengakui bahwa Yohanes pembaptis; Ia akan besar di hadapan Tuhan.
Ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya.
Menunjukkan kepada kita..
Yohanes pembaptis adalah nazir Allah.
Saudara, nazir Allah berarti; senantiasa memuliakan Allah / mengkhususkan dirinya kepada Tuhan. Seperti Samuel, begitu lahir menjadi nazir Allah. Karena, sebelum lahir, Hana telah bernazar kepada Allah bahwa apabila Samuel lahir, akan menjadi nazir Allah / diserahkan kepada Allah / dikhususkan kepada Allah untuk memuliakan Tuhan.
Tanda nazir Allah; rambutnya panjang (Bilangan 6:5)
Rambut panjang dari seorang wanita adalah tanda kemuliaan Tuhan / Kristus / Kepala / Suami. Jadi, rambut panjang adalah tanda ketundukkan supaya suaminya dipermuliakan. Kristus Kepala adalah suami dari gereja Tuhan. Supaya Tuhan dipermuliakan dalam hidup kita, marilah kita tunduk kepada Allah.
Maka, dari sejak lahir, Yohanes tidak minum minuman keras, mabuk anggur dengan kata lain; tidak hidup dalam hawa nafsu daging. Tetapi ia mabuk anggur dari Sorga; penuh dengan Roh Kudus, berarti dia nazir Allah / dikhususkan bagi Allah.
Hidup dalam tahbisan yang suci, berarti; hidup di dalam penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah (Dalam bahasa Yunani disebut Hagiazo).
Jadi, orang yang melayani Tuhan, biarlah melayani Tuhan dengan sepenuhnya, berarti disebutlah itu penyerahan diri sepenuhnya. Dalam bahasa Yunani / Gerika disebut Hagiazo sehingga nanti menjadi Hagiasmos (miliknya Tuhan).
Ada 2 (dua) jenis mabuk anggur:
Mabuk anggur hawa nafsu
Mabuk anggur dari Sorga itulah kepenuhan Roh Kudus, sehingga ia menjadi nazir, kemudian menjadi Hagiazo sampai Hagiasmos.
Ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka.
Tandaya: orang-orang yang percaya kepada Yesus selanjutnya; bertobat, dibaptis dan dipenuhkan Roh Kudus, itu namanya sudah berbalik kepada Tuhan. Tabernakel adalah wilayah Allah bertakhta, di luar Tabernakel / Bait Suci adalah padang gurun, itu bukan takhta Allah. Tetapi, Yohanes pembaptis dikatakan; Ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka -- Meninggalkan padang gurun dunia, akhirnya menerima Yesus = percaya terkena kepada PINTU GERBANG. Sesudah percaya, bertobat, kemudian dibaptis air itulah pengalaman kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus lalu penuh dengan Roh Kudus. Berarti sudah membuat orang berbalik dari dunia kepada Tuhan.
Matius 3:1-8
(3:1) Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: (3:2) "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" (3:3) Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya." (3:4) Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan. (3:5) Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan. (3:6) Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan. (3:7) Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang? (3:8) Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.
Jadi jelas sekali bahwa ia membuat banyak orang berbalik kepada Tuhan Allah Israel.
Tandanya; orang-orang percaya, bertobat, dibaptis dan penuh dengan Roh Kudus. Tetapi, Yohanes pembaptis juga pribadi yang tegas, ia berani menegur dengan tegas orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki, sebab mereka dikatakan sebagai keturunan ular beludak.
Saudara, seorang hamba Tuhan, bila ia berusaha untuk membuat orang lain berbalik dari dunia kepada Tuhan, memang harus tegas. Tidak bisa seperti imam Eli, sudah melihat anaknya salah tetapi tidak ada ketegasan. Itu sebabnya kepada orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki dengan tegas ia berkata: Hai kamu keturunan ular beludak.
Ular beludak adalah ular derik yang racunnya sangat mematikan.
Pendeknya, kemunafikan dan percabulan adalah bisa yang mematikan dari ular derik atau ular beludak.
Ragi Farisi adalah kemunafikan
Ragi Saduki adalah persundalan
Itu adalah bisa ular derik, bisa yang sangat mematikan hidup rohani.
Lihat orang munafik, pasti hidup rohaninya mati. Lihat orang yang suka bersundal, bukan sundal secara jasmani saja, sundal secara rohani juga; tinggalkan jam ibadah untuk perkara lahiriah, orang semacam ini pasti mengalami kematian rohani.
Jadi, kemunafikan, dan persundalan / percabulan, itu adalah bisa ular beludak / ular derik yang sangat mematikan sekali. Itu sebabnya, Yohanes pembaptis tegas menegor orang Farisi dan orang Saduki. Maka Tuhan Yesus berkata kepada murid-murid; "Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari? Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja. Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi. Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu. Jadi nabi yang mewakili perjanjian lama adalah Yohanes pembaptis, lebih dari pada nabi. Yohanes tegas. Dengan sikap tegas dalam pemberitaan Firman, dosa langsung ditunjuk, maka orang akan menjadi satu kehidupan yang takut akan Tuhan. Ia akan berbalik dari Tuhan dan tinggalkan dunianya.
Kita bersyukur, Yohanes pembaptis memiliki ketegasan yang luar biasa supaya kita jangan dimatikan oleh bisa / racun yang mematikan; kemunafikan dan persundalan. Hari ini saudara mendengar dan mengerti tetapi tidak dilakukan, saudara rugi sendiri. Ingat, kemunafikan dan persundalan, dua hal ini adalah bisa mematikan. Tetapi dengan harap yang penuh kepada Tuhan, kita boleh menikmati jubah Imam Besar, yang kedua adalah gamis baju efod.
Dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk;
Membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya
Membuat hati orang-orang durhaka / pemberontak kepada pikiran orang-orang benar.
Pendeknya, pemberontak / pendurhaka memiliki pikiran yang benar.
Inilah yang diminta Elisa kepada Elia; dua bagian roh dari Elia sebagaimana dalam 2 Raja-raja 2:9 --- Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: "Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu." Jawab Elisa: "Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu."
Dua bagian roh itu adalah…
Membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya, supaya anak jangan tawar hati.
Kalau hati anak-anak Tuhan tawar, bagaimana kita mau merasakan kasih Tuhan. Tetapi inilah yang diminta oleh Elisa.
Membuat hati orang-orang durhaka / pemberontak kepada pikiran orang-orang benar.
Itu yang diajarkan oleh Yohanes pembaptis kepada orang Yahudi pada saat itu. Inilah hebatnya Yohanes pembaptis, ia melayani dengan kuasa Elia. Apa yang diminta Elisa kepada Elia, diberikan dan itu yang dilanjutkan oleh Yohanes pembaptis, sebab dialah yang mewakili perjanjian lama.
Jadi, kalau kita mengikuti pembahasan pada malam ini, sebetulnya hati kita bahagia. Karena, kita mendapatkan suatu pembahasan tentang gamis baju efod. Lalu, dari gamis ini ada 2 (dua) hal yang kita pelajari. Yang pertama, malam ini; menyangkut leher, dimana leher itu harus di tengah. Sampai sedemikian rupa pembahasan leher ini, sampai ke Yohanes pembaptis. Sungguh, limpah kasih Tuhan kepada kita malam ini.
Saudara, kita kembali memperhatikan…
Lukas 1:18
(1:18) Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya."
Berita tentang Yohanes pembaptis adalah hal yang tidak mungkin bagi Zakharia, sebab ia dan isterinya Elisabet, sudah lanjut umurnya.
Perlu untuk diketahui:
Penyembahan bukan suatu rutinitas, tetapi penyembahan adalah suatu iman kepada Tuhan, seperti apa yang diperintahkan Tuhan dimana jubah imam besar salah satunya adalah gamis baju efod, menyangkut leher di tengah-tengah. Artinya; penyembahan bukan rutinitas karena aturan gereja tetapi iman, sesuai dengan Firman Allah.
Beribadah juga seperti itu, bukan suatu aturan gereja, tetapi iman kita kepada Tuhan. Supaya leher diberkati Tuhan, kita gunakan untuk menundukkan kepala; doa penyembahan. Bangunlah mezbah di rumah masing-masing.
Memang Zakharia adalah orang yang benar, hidup taat, tidak bercacat, tetapi dia juga masih manusia. Dia tidak berdosa besar dihadapan Tuhan, hanya saja, ia masih ada kekurangan dikit. Bagi dia berita kehamilan Elisabet itu mustahil.
Tetapi malam ini saya mau sampaikan; penyembahan kita hari-hari ini bukan rutinitas, tetapi sudah harus iman kepada Tuhan. Dirikan mezbah di rumah masing-masing dengan iman bukan aturan gereja, bukan aturan Pdt. Daniel U. Sitohang
Lukas 1:19-20
(1:19) Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. (1:20) Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya."
Jika penyembahan dikerjakan bukan karena iman, maka sama seperti orang bisu:
Tanpa seruan kepada Tuhan dan sesama.
Tanpa kesaksian bagi sesama.
Padahal, imam perlu bersaksi, mengajarkan ibadah dan melayani dengan sungguh-sungguh, saling mengasihi satu dengan yang lain. mengingatkan jangan mencuri, jangan berdusta dan seterusnya.
Demikianlah keadaan Zakharia, meskipun seorang imam, tetapi bisu selama lima bulan.
Lukas 19:24-25
(1:24) Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya: (1:25) "Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang."
Pada akhirnya mengandunglah Elisabet, isteri Zakharia, itu berarti perkataan Tuhan tergenapi, Firman Allah tergenapi.
Kita harus mengerjakan penyembahan itu dengan iman, bukan dengan aturan, bukan suatu rutinitas. Lalu, pada saat Firman itu tergenapi dalam nikah Zakharia, ia berkata: Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.
Saudara, selanjutnya Zakharia menyadari bahwa Tuhan berkenan menghapuskan aib Zakharia. Perempuan mandul adalah aib bagi orang Yahudi. Aib adalah kebinasaan.
Saya buktikan bahwa aib adalah kebinasaan.
1 Timotius 2:15
(2:15) Tetapi perempuan akan diselamatkan karena melahirkan anak, asal ia bertekun dalam iman dan kasih dan pengudusan dengan segala kesederhanaan.
Jadi, kalau seorang perempuan tidak mengandung dan tidak mempunyai anak, itu adalah aib bagi orang-orang Yahudi pada masa itu. Aib = kebinasaan. Perempuan akan selamat kalau melahirkan anak, karena pada akhirnya Adam dan Hawa telah berbuat dosa. Kalau ada hubungan intim antara isteri dan suami, di situlah ada benih Ilahi, benih kasih, benih iman, benih pengudusan / pengharapan. Saya berharap supaya setiap perempuan di sini hendaknya melahirkan anak.
Jadi sekali lagi saya sampaikan; perempuan akan diselamatkan bila melahirkan anak, tetapi dengan satu syarat: bertekun.
Bertekun dalam IMAN 🡪 Ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci.
Bertekun dalam KASIH 🡪 Ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan.
Bertekun dalam PENGUDUSAN / PENGHARAPAN 🡪 Ketekunan dalam Ibadah Raya Minggu disertai kesaksian Roh. Pengudusan adalah pengharapan sesuai dengan 1 Yohanes 3:3 --- Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.
Jadi harus bertekun dalam iman, harap dan kasih, semuanya adalah ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.
Itulah hebatnya Tuhan menyelamatkan perempuan. Perempuan adalah gereja Tuhan, karena Laki-Laki adalah Kristus. Inilah caranya, tidak ada cara lain. Jadi, saudara jangan berpikir ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok adalah buatan tangan manusia bukan Tuhan. Tuhanlah yang membuat ibadah itu, jadi jangan dilawan lagi nanti rugi sendiri. Totalkan diri ini kepada Tuhan, bila perlu menjadi nazir dan Hagiazo dihadapan Tuhan.
Lukas 1:34-37
(1:34) Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" (1:35) Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. (1:36) Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. (1:37) Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."
Jadi di dalam doa penyembahan, segalanya mungkin. Doa penyembahan memungkinkan segala sesuatu terjadi.
Itulah yang saya maksud dari awal dan dikunci dengan ayat ini. Bagi Allah tidak ada yang mustahil, dalam doa penyembahan segalanya mungkin, tidak ada yang tidak mungkin. Jadi, kerjakanlah penyembahan itu bukan karena suatu rutinitas tetapi iman kepada Tuhan supaya jangan kita bisu.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKAT
Perita Firman oleh;
Gembala Sidang: Pdt. Daniel U. Sitohang