KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Sunday, May 24, 2026

IBADAH RAYA MINGGU, 10 MEI 2026

 


IBADAH RAYA MINGGU, 10 MEI 2026

 

KITAB WAHYU 19:15

(SERI 2)

 

Subtema: DARI MULUT-NYA KELUAR SEBILAH PEDANG TAJAM AKAN MEMUKUL SEGALA BANGSA

 

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, oleh karena kemurahan hati Tuhan, kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus sehingga kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian roh.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, umat ketebusan Tuhan yang turut bergabung lewat online / live streaming / video internet baik dari YouTube maupun Facebook atau media sosial apa saja yang dipergunakan. Dan doa dan harapan kami; kiranya Tuhan bertahta di hati kita, sehingga kita boleh merasakan satu sukacita atau kesukaan surgawi saat duduk diam mendengarkan sabda Allah, sejauh mana nanti Tuhan menyatakan kemurahan-Nya, curahan kasih-Nya kepada kita.

 

Selanjutnya, mari secepatnya mari kita sambut KITAB WAHYU sebagai Firman penggembalaan untuk untuk Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian roh. Namun, tetaplah berdoa dalam roh, mohonlah kemurahan daripada Tuhan, supaya firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.

 

Sekarang kita masih membaca Wahyu 19:15 dan malam ini merupakan seri-2

Wahyu 19:15

(19:15) Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa.

 

Dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa.

Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang yang tidak menghargai / menghormati Firman Allah di masa sekarang ini, pada akhirnya nanti akan dihukum oleh Firman Allah itu sendiri. Penghukuman Tuhan tersebut adalah merupakan pembalasan dan pembalasan itu adalah keadilan Tuhan.

 

Sedangkan pedang tajam yang keluar dari mulut-Nya (Si penunggang kuda putih), jelas itu menunjuk kepada Firman Allah. Sesungguhnya, kalau kita memperhatikan pedang tajam di dalam Ibrani 4:12 --- Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Itulah yang akan dialami setiap orang bila saat ini mau menghormati dan menghargai Firman Allah dari segala-galanya. Tetapi, bilamana ia tidak menghormati Firman Allah, maka satu kali Firman Allah itu akan menghukum dia pada hari penghakiman, tepatnya pada saat kedatangan Yesus kembali untuk yang kedua kalinya ke dalam bumi ini. Dan itu juga dituliskan oleh Rasul Yohanes dalam Injil Yohanes 12:44-47.

 

Yohanes 12:44-47 --- Perikop: “Firman Yesus yang menghakimi”

(12:44) Tetapi Yesus berseru kata-Nya: "Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku; (12:45) dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku. (12:46) Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. (12:47) Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.

 

Ketika Yesus datang ke dunia untuk yang pertama kali, maka yang terjadi adalah…

a.       Orang-orang menjadi percaya kepada Allah dan melihat Allah.

b.       Orang-orang berada dalam terang, tidak tinggal dalam gelap.

c.       Mengerjakan penebusan sehingga orang-orang diselamatkan.

Itulah yang terjadi ketika Yesus datang ke dalam dunia ini untuk yang pertama kali.

Namun ssesungguhnya, Yesus adalah Firman Allah yang menjadi manusia atau pedang tajam yang keluar dari mulut Allah.

 

Selanjutnya marilah kita membaca…

Yohanes 12:48

(12:48) Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.

 

Jadi, orang-orang yang menolak Firman Allah pada masa sekarang ini, satu kali akan dihukum oleh Firman Allah itu sendiri pada zaman akhir.

Kita tidak boleh memikirkan untuk masa sekarang saja, tetapi kita juga harus memikirkan masa yang akan datang, masa penghakiman. Hal hal ini juga dijelaskan di dalam suratan 2 Tesalonika 1:8.

 

2 Tesalonika 1:6-7

(1:6) Sebab memang adil bagi Allah untuk membalaskan penindasan kepada mereka yang menindas kamu (1:7) dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala,

 

Ayat ini berbicara tentang hari penghakiman. Di situ Tuhan mengadakan pembalasan sesuai dengan perbuatan manusia itu sendiri. Kalau orang menolak firman Allah, maka dia dihukum oleh firman Allah. Kalau hari ini menghargai Firman Allah, maka dia sendiri akan menerima balasan yang setimbal dengan itu.

Pembalasan Tuhan itu keadilan Tuhan. Jadi, ini harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh. Jangan sampai kita mengecilkan firman Allah, lalu membesarkan yang lain-lain, itu perbuatan keji.

 

2 Tesalonika 1:8

(1:8) dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita.

 

Pada zaman akhir, Tuhan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang…

a.       Tidak mau mengenal Allah 🡪 orang-orang yang menolak salib Kristus dan tidak menyatu dengan kematian dan kebangkitan Kristus = Tidak mau mengenal Tuhan secara pribadi.

Jadi, jangan kita lari dari kenyataan hidup; susah, senang hadapi. Biar kita tetap menyangkal diri, memikul salib ikut Tuhan, berarti; mengenal Tuhan secara pribadi. Tetapi, Tuhan akan menghukum orang yang tidak mau mengenal Allah.

b.       Tidak mentaati Injil Yesus Tuhan kita.

Injil Yesus terdiri dari…

1.       Injil keselamatan (Ayat referensi: Efesus 1:13)

2.       Injil kerajaan (Ayat referensi: Matius 24:14).

 

Selanjutnya kita akan memperhatikan: MANFAAT DARI INJIL KESELAMATAN DAN INJIL KERAJAAN.

Manfaat Injil Keselamatan, antara lain: Orang-orang yang menerima Yesus menjadi percaya, bertobat, lalu dilahirkan kembali oleh baptisan air, selanjutnya dipenuhkan Roh Kudus.

Ketika Injil keselamatan diberitakan, di situ terjadi mukjizat-mukjizat, perbuatan-perbuatan ajaib dan kesembuhan kesembuhan atas orang sakit. Namun sekalipun demikian, antusias dan pengikutan kita kepada Tuhan tidaklah berhenti sampai di situ, akan tetapi akan dilanjutkan sampai kepada Injil kerajaan (Ayat referensi: Ibrani 6:1-3, 1 Timotius 4:6)

 

Kita baca dulu…

Kisah Rasul pasal 2:36-40

(2:36) Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus." (2:37) Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" (2:38) Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. (2:39) Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita." (2:40) Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."

 

Inilah Injil keselamatan, orang yang menerima Yesus akhirnya percaya, bertobat, dibaptis, penuh dengan Roh Kudus. Tetapi, setelah menerima Injil keselamatan, harus beralih kepada perkembangan yang penuh disebutlah itu Injil kerajaan. (Ibrani 6:1-3).

 

Manfaat Injil Kerajaan: Membawa gereja Tuhan atau sidang jemaat sampai kepada kesempurnaan-Nya, itulah sidang mempelai wanita Tuhan, bercahaya kemuliaan Allah.

Pendeknya Injil kerajaan disebut juga dengan cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus. Jadi, kalau seseorang berada dalam kerajaan surga = dipermuliakan.

 

Mari kita lihat “cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus” di dalam…

2 Korintus 4:3

(4:3) Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,

 

Dari sini kita bisa melihat, berarti dalam setiap pertemuan ibadah harus terjadi pembukaan rahasia firman. Kalau tidak; mati binasa. Kalau hanya penginjilan-penginjilan saja -- tanpa pembukaan Firman; binasa.

 

2 Korintus 4:4

(4:4) yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

 

Singkat kata, Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan disebut juga: cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus.

Kuasanya: membawa hidup gereja Tuhan kembali kepada wujud semula yaitu; segambar dan serupa dengan Allah 🡪 gereja Tuhan yang sempurna bercahaya kemuliaan Allah. Kalau tidak terjadi pembuka rasa Firman, maka gereja Tuhan binasa.

 

2 Korintus 4:5

(4:5) Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus.

 

Di sini kita melihat, Rasul Paulus tidak sibuk dengan kesaksian dari Injil keselamatan, tidak sibuk menceritakan kelebihannya, tidak sibuk dengan dongeng-dongeng nenek tua, cerita-cerita isapan jempol, takhayul-takhayul dan filsafat-filsafat kosong manusia yang sering dipelajari.

 

Injil keselamatan memang harus diberitakan, supaya orang yang menerima Yesus menjadi; percaya, bertobat, dibaptis air, penuh dengan Roh Kudus. Lalu kemudian di tengah-tengah pemberitaan Injil keselamatan di situ terjadi banyak perbuatan ajaib, kuasa kesembuhan pun terjadi. Tetapi di sini kita melihat, Rasul Paulus tidak mempertahankan kesaksian dari Injil keselamatan, meskipun itu diperlukan dan dibutuhkan oleh gereja.

 

Namun sangat disayangkan saudaraku, fakta di lapangan; banyak gereja-gereja masih mempertahankan Injil keselamatan. Seharusnya, setelah menerima Injil keselamatan lanjut sampai kepada Injil kerajaan, disebut juga cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, Firman pengajaran yang rahasianya dibukakan, ayat satu diterangkan oleh ayat lain, sampai rahasia Firman terbuka. Selain itu, kenyataannya; banyak juga hamba Tuhan masih pamer-pamer / action di dalam mengadakan mukjizat, itu tidak salah, tetapi antusias kita tidak boleh berhenti sampai kepada action / pamer di dalam hal mengadakan mukjizat kesembuhan. Harus lanjut sampai kepada Injil kerajaan, cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, supaya gereja Tuhan dibawa kembali kepada wujud semula, segambar dan serupa dengan Allah, sama mulia dengan Allah.

 

Saudara, apalah artinya mujizat bila gereja tidak dibawa sampai kesempurnaan? Kita butuh mujizat kesembuhan, tetapi lebih lebih daripada itu, kita butuh supaya kehidupan kita dibawa kembali segambar serupa dengan Allah, kembali kepada wujud Allah. Itu yang lebih penting daripada karunia-karunia, perkara-perkara lahiriah lainnya. Kita butuh berkat, tetapi jauh lebih daripada itu, kita butuh untuk kembali kepada wujud semula. Kita rindu untuk dikembalikan ke tempat semula; Firdaus rohani. Kita ada di duni ini karena dosa Adam, begitu Adam melanggar hukum Allah, rusaklah gambar Allah, itu sebabnya kita tercampak di dunia ini. Tetapi, dengan cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, nanti berkuasa untuk membawa gereja Tuhan kembali kepada wujud semula, segambar serupa dengan Allah.

 

Kita harus rindu kembali kepada tanah air surgawi, itulah yang saya maksud. Tidak salah seorang hamba Tuhan memberitakan Injil keselamatan, tetapi sesudah itu; lanjutkanlah. Kalau ada hamba Tuhan mendengar berita ini, bukan saya menghakimi: tetapi “mohonlah” untuk mengerti isi hati Tuhan. Jangan sibuk hanya pamer-pamer di tengah Injil keselamatan, lanjutkanlah. Ada waktu untuk menyatakan Injil keselamatan di lapangan-lapangan saat KKR. Tetapi, begitu masuk ke dalam rumah Tuhan, maka rumah Tuhan mestinya disebut Sinagoga -- Tempat orang diajar oleh Firman.

Tetapi, kita juga harus terus berdoa, kita terbeban mendoakan hamba-hamba Tuhan, supaya mereka jangan sibuk pamer-pamer / action di dalam hal kuasa mujizat kesembuhan.

 

2 Korintus 4:6

(4:6) Sebab Allah yang telah berfirman: "Dari dalam gelap akan terbit terang!", Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.

 

Dari dalam gelap akan terbit terang. Bahkan tempat Tuhan bercahaya di dalam hati kita.

Artinya: Injil kerajaan atau cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus sangatlah berkuasa untuk melepaskan gereja Tuhan dari kegelapan, selanjutnya dibawa kepada terang Tuhan menjadi sidang mempelai Tuhan, bercahaya kemuliaan Allah.

 

Terang Tuhan bercahaya di dalam hati kita 🡪 permata yaspis, permata yang paling indah, jernih seperti kristal.

Kristal = transparan. Berarti; bagian luar hidup kita sama dengan bagian dalam hidup kita (luar dalam sama). Tidak ada sesuatu yang ditutup-tutupi, berarti; tidak berlaku munafik, sebab terang Tuhan bercahaya di dalam hati.

 

Itulah penjelasan tentang Injil Yesus Tuhan kita.

 

Kita kembali membaca…

2 Tesalonika 1:9-10

(1:9) Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya, (1:10) apabila Ia datang pada hari itu untuk dimuliakan di antara orang-orang kudus-Nya dan untuk dikagumi oleh semua orang yang percaya, sebab kesaksian yang kami bawa kepadamu telah kamu percayai.

 

Pada akhirnya Tuhan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mentaati Injil Yesus Tuhan kita. Kemudian mereka akan menjalani hukuman yaitu kebinasaan kekal.

Jadi, orang yang menolak Injil Yesus akan menjalani hukuman yaitu; kebinasaan.  Pendeknya ...

-          Dijauhkan dari hadirat Tuhan, artinya; tidak mengalami damai dan kebahagiaan dari surga.

-          Dijauhkan dari kemuliaan kekuatan-Nya = hina dan menderita untuk selama-lamanya.

Ini harus diperhatikan sungguh-sungguh.

 

Sebaliknya, orang-orang yang percaya terhadap Injil Yesus, satu kali dipermuliakan bersama dengan Dia.

Yang terpenting ialah yang terpenting bagi kita sekarang adalah: taat dan dengar-dengaran, seperti Yesus.

 

Kita kembali dulu membaca…

Yohanes 12:49-50

(12:49) Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. (12:50) Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku."

 

Yang terpenting sekarang adalah: hendaklah kita taat dan dengar-dengaran. Kemudian, oleh karena taat dan dengar-dengaran, akhirnya seseorang dibawa sampai kepada hidup kekal. Tetapi, kalau hari ini kita tidak menghargai Firman Allah yang disampaikan, maka Alkitab berkata: pedang tajam yang keluar dari Si penunggang kuda putih itu akan menghukum semua orang yang tidak menghormati firman Allah.

 

Kita lihat dulu…

2 Petrus 1:16

(1:16) Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya.

 

Petrus dengan tegas menolak ajaran lain yaitu;

-          Dongeng-dongeng nenek tua dan cerita-cerita esapan jempol manusia.

-          Takhayul-takhayul dan filsafat-filsafat kosong manusia.

 

Sebaliknya, Petrus berpegang teguh kepada berita Injil, yaitu;

1.       Kuasa -> Injil keselamatan.

Sebab, di tengah-tengah penginjilan ada kuasa untuk mengadakan perbuatan ajaib, mujizat, dan kesembuhan-kesembuhan.

2.       Kedatangan Tuhan Yesus Kristus sebagai Raja -> Injil kerajaan atau disebut juga cahaya injil tentang kemuliaan Kristus.

Padahal kita tahu Petrus ini adalah orang yang seringkali melakukan kesalahan dalam pengikutannya kepada Tuhan. Petrus adalah seorang penjala ikan yang notaben tidak punya pendidikan, dan orang-orang tahu bahwa dia adalah orang yang tidak berpendidikan ketika dia berada di Mahkamah Pengadilan. Kemudian dia diangkat Tuhan, dipilih Tuhan menjadi salah satu dari 12 murid. Di tengah pengikutannya, banyak kali ia melakukan kesalahan, baik disengaja maupun tidak disengaja, kurang berhikmat dan bijaksana.

 

Pendeknya, sekonyol-konyolnya seseorang, kalau pada akhirnya dia mau mengangkat dua tangan dan mengakui kedaulatan Tuhan, maka dia akan menjadi satu kehidupan yang bijaksana.  Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

Nanti kita akan melihat bagaimana proses dari orang bodoh menjadi bijaksana. Orang yang sering melakukan kesalahan menjadi satu kehidupan yang punya tindakan yang benar, suci, dan mulia.

 

Kita akan melihat prosesnya di ayat-ayat berikutnya…

2 Petrus 1:17-18

(1:17) Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." (1:18) Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus.

 

Ini kisah di atas gunung yang kudus. Di sinilah mulai terjadi proses sehingga pada akhirnya Petrus menjadi satu kehidupan yang bijaksana. Yang bodoh menjadi bijaksana, yang sering melakukan kesalahan menjadi kehidupan yang benar suci mulia di hadapan Tuhan.

 

Sekarang kita lihat…

2 Petrus 1:19

(1:19) Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.

 

Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi.

Setelah diproses di atas gunung Tuhan, akhirnya Petrus diteguhkan oleh Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan, disebut juga dengan cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus.

 

Jadi, semuanya berproses, tidak lantas tiba-tiba bijaksana. Dahulu, Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel atau Firman Pengajaran rahasianya dibukakan dalam terangnya Roh kudus sangat asing bagi kita. Setiap kali Firman disampaikan, kita seringkali menjerit dalam hati; apa toh yang disampaikan Bapak gembalaku ini. Tetapi sekarang, setelah kita mengalami proses di atas gunung, akhirnya kita terima Firman para nabi, Firman nubuatan, Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan. Bukan hanya diterima, tetapi memberi diri diteguhkan oleh Firman itu sendiri. Semakin Firman dibukakan, semakin hati ini diteguhkan. Itulah pengalaman Petrus, tetapi pengalaman juga bagi mereka yang mau diproses di atas gunung Tuhan.

 

Seperti kita malam ini, ada di atas gunung Tuhan, senantiasa diproses oleh Firman Allah, disucikan oleh Firman Allah. Firman Allah mengoreksi setiap hati kita masing-masing, mengoreksi segala sesuatu yang terselubung di dalam hati, sesudah itu barulah hati kita semakin diteguhkan. Kalau di dalam hati masih banyak kotoran-kotoran atau sebaliknya kotoran mengambil tempat di hati, maka nanti Firman tidak mendapat tempat di hati. Tetapi, setelah berproses di atas gunung Tuhan, dosa itu semakin dikoreksi, hati disucikan, diceraikan dari dosa. Pada saat itulah Firman mendapat tempat di dalam hati dan pada saat itulah hati kita diteguhkan. Sebodoh-bodohnya orang, kalau dia mau membuka hati untuk Firman niscaya dia pasti diubahkan. Sudah tau kita bodoh, tetapi tidak mau membuka hati untuk Firman, sampai dunia kiamat, kehidupan semacam ini diragukan, karena tidak akan pernah diteguhkan.

 

Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.

Ini adalah pengalaman Petrus, dibagikan kepada sidang jemaat, yaitu; memperhatikan Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan, sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat gelap.

 

Kalau kita memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap, maka kegelapan itu pasti diterangi, tidak ada sesuatu yang disembunyikan lagi. Dosa disembunyikan di mana? Jawabnya: di tempat kegelapan. Tetapi, kalau kita memperhatikan Firman pengajaran yang rasanya dibukakan, persis seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap; semuanya diterangi.

 

Dampak positifnya setelah diterangi:

A.     Sampai fajar menyingsing artinya; dilepaskan dari kegelapan, dibawa kepada terang Tuhan.

Saya masih ingat waktu kita tinggal di dalam kegelapan, persis seperti pada zaman kejahilan. Sebagaimana dalam Titus 3:3 --- Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci. Tetapi akhirnya dilepaskan dari kegelapan dibawa kepada terang Tuhan.

 

Masih ada lagi kegelapan, yaitu; tepatnya pada saat antikris menjadi raja dan berkuasa atas seantero dunia selama 7 tahun. 7 tahun ini pun dibagi dalam 2 (dua) bahagian.

-          3½ tahun yang pertama disebut juga pra-aniaya.

-          3½ tahun yang kedua inilah yang disebut puncak gelap malam, puncak pencobaan.

Tetapi, kalau kita memperhatikan Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan, sama persis seperti memperhatikan pelita yang bercahaya dalam kegelapan; maka kegelapan itu diterangi. Itu pentingnya Injil kerajaan disampaikan kepada sidang jemaat.

 

Oleh sebab itu, antusias kita, pengikutan kita tidak boleh berhenti pada Injil keselamatan, harus lanjut sampai kepada Injil kerajaan. Maka hamba Tuhan tidak boleh egois, tidak boleh hanya pamer-pamer dengan kelebihan-kelebihan yang dipercayakan Tuhan kepada dia, tidak boleh berhenti di karunia kesembuhan, mujizat dan seterusnya. Dan jemaat juga harus bijaksana, harus mengerti rencana Tuhan, jangan juga mau dibodoh-bodohi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Kita berdoa untuk hamba-hamba Tuhan, tetapi kita juga berdoa untuk hati kita supaya menjadi satu kehidupan yang tulus, jujur. Kadang-kadang kita juga tidak tulus, tidak jujur kepada hati nurani.

 

Bayangkan saudara, 10 kali tulah diturunkan ke Mesir, tetapi Gosen tetap dalam keadaan damai sejahtera, bangsa Israel dipelihara di sana. Tetapi Firaun sampai kepada hamba-hambanya di istana, bahkan sampai rakyat jelata mengalami hukum, yaitu, tulah pertama sampai kepada tulah ke 10, yakni; kematian anak sulung. Tetapi bangsa Israel disebut anak sulung, bangsa pilihan Tuhan.

 

Dari sini kita bisa melihat, tidak cukup uang kita untuk membayar kebesaran kasih, yaitu; Firman Allah yang dinyatakan (diberikan) dengan cuma-cuma sebagaimana dalam Yesaya 55:1 --- Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran!

Makanlah, nikmatilah Firman, itu saja yang Tuhan mau. Hormati, hargai, junjung tinggi pemberitaan Firman Tuhan dalam setiap pertemuan ibadah, itu saja yang Tuhan mau. Tuhan tidak tuntut uangmu karena uang mu tidak akan cukup membayar semua itu.

 

B.      Bintang timur terbit bersinar di dalam hati = bercahaya kemuliaan Allah 🡪 gereja Tuhan yang sempurna, itulah sidang mempelai Tuhan.

Kalau tadi dilepaskan dari kegelapan, itu berbicara doa penyembahan.

 

Jadi, Firman itu yang membawa / memimpin hidup rohani, nikah kita di bumi ini sampai kepada 2 (dua) klimaks:

1.       Doa penyembahan

2.       Mempelai Tuhan

 

2 Petrus 1:20

(1:20) Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri,

 

Sedikit kesaksian:

Zaman dahulu, sebelum pandemi, seringkali hamba Tuhan berkhotbah tetapi ditafsir-tafsir. Dan waktu itu kita betul-betul berjuang untuk menegakkan kebenaran ini lewat live streaming. Ketika kita berjuang untuk menegakkan kebenaran ini, banyak juga hamba-hamba Tuhan melawan. Tetapi sekarang, saya lihat tidak ada lagi kata-kata ditafsir.

 

2 Petrus 1:21

(1:21) sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

 

Perlu untuk diketahui, Firman pengajaran yang rahasianya dibukakan tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri kecuali oleh ilham Roh El Kudus. Apa yang dimaksud dengan ilham Roh El Kudus? Yaitu; ayat satu dijelaskan oleh ayat yang lain mulai dari kitab Kejadian sampai Wahyu, sampai terjadilah pembukaan rahasia firman.

Pendeknya, ayat menerangkan ayat. Jadi, Firman Allah tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri. Maka, seorang hamba Tuhan juga perlu tersungkur di kaki salib seperti Rasul Yohanes untuk menantikan pembukaan rahasia Firman. Selain itu, belajar untuk terus membaca Alkitab.

 

Syarat untuk memperoleh pembukaan rahasia firman Allah: Berada di atas gunung Tuhan yang kudus (2 Petrus 2:18).

Jelas itu menunjuk kepada tingkat ibadah yang tertinggi atau disebut juga puncak ibadah, itulah DOA PENYEMBAHAN.

Dari penyembahan itu nanti kita memperoleh pembukaan rahasia firman Allah.

 

Jadi jemaat juga perlu berdoa. Jangan lupa sembahyang menyembah tersungkur di kaki salib, teramat lebih seorang imam. Demikian juga saya sendiri, juga harus banyak menyembah untuk menantikan pembukaan Firman Allah, saya tidak boleh egois. Apalagi sudah menerima jabatan gembala, ada tanggung jawab.

 

Inilah pengalaman yang diceritakan oleh Petrus.

 

Sekarang kita perhatikan…

Matius 17:1-4

(17:1) Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja. (17:2) Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. (17:3) Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia. (17:4) Kata Petrus kepada Yesus: "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."

 

Petrus dengan euforia yang meluap-luap hendak mendirikan tiga kemah, antara lain; satu untuk Tuhan, satu untuk Musa, satu untuk Elia.  Artinya disini: Petrus mau mendirikan rumah Tuhan atau gereja Tuhan sampai sempurna, tetapi menurut kehendak manusia. Kemah 🡪 rumah Tuhan atau tubuh Kristus.

Tidak mungkin tubuh Kristus dibangun oleh karena kehendak manusia. Sedangkan suami dan istri saja belum tentu bisa menyatu dengan kekuatan manusia, pengetahuan manusia, kecuali oleh Tuhan itu sendiri. Dua hati berbeda untuk disatukan itu sulit, tidak bisa disatukan dengan kehendak manusia Petrus.

Inilah yang terjadi dalam kebodohan Petrus, ia seringkali melakukan kesalahan, berulang-ulang melakukan kesalahan. Tetapi di tengah-tengah kesalahan terjadi, di situ juga Tuhan memproses dia.

 

Mari kita lihat proses itu…

Matius 17:5

(17:5) Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."

 

Tetapi, pada saat itu Tuhan datang dalam awan kemuliaan yang sangat besar memberi pengertian kepada Petrus. Bahwa sesungguhnya, gereja Tuhan / rumah Tuhan yang sempurna jelas itu dibangun oleh karena cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, pekerjaan daripada Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, bukan Injil keselamatan.

Itu sebabnya Allah Bapa berkata kepada Petrus: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."

 

Dengarkanlah cahaya injil tentang kemuliaan Kristus; Injil kerajaan. Dengarkanlah Firman pengajaran yang rahasianya dibukakan, Firman pengajaran mempelai dalam terangnya Tabernakel, karena Yesus adalah kemah / Tabernakel sejati.

Jadi, tidak pernah nubuat ditafsirkan menurut kehendak manusia.

Betapa bahagianya kita malam ini ada di atas gunung Tuhan yang kudus, lebih bahagia dari kebahagiaan dunia. Orang dunia bisa bahagia ketika menang main gaple / kartu. Atau, ketika dia minum tuak, kopi, teh, berada di kafe karena dapat hiburan-hiburan. Tetapi itu tidak ada apa-apanya, hanya tunggu waktu saja. Jadi, kebahagiaan kita lebih besar dari kebahagiaan manusia duniawi, karena Roh Tuhan yang menghibur kita senantiasa.

 

Kita lihat: Siapakah Anak yang dikasihi? Kenapa kita harus mendengar Dia?

Pada Matius 17:2 --- Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. Inilah cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, berkuasa membawa kita sampai kepada kesempurnaan dari sidang mempelai Tuhan.

 

Singkat kata, Petrus sudah diproses, Tuhan sudah memberi pengertian kepadanya dan ia langsung berdiam diri tidak lagi melanjutkan kata-katanya. Berarti; daging tidak bersuara lagi, dengan lain kata; dia tidak lagi hidup menurut hawa nafsu dan keinginan-keinginan daging yang jahat (sudah berhenti).

 

Jadi, setiap orang sudah menerima proses di atas gunung Tuhan, pasti daging dan keinginannya berhenti. Kalau masih suka ngomel, berarti belum mau diproses. Karena sakit hatinya, tuangkan kebodohannya di WhatsApp, di YouTube, di Facebook, mengeluh di semua media sosial, kelihatan kebodohannya. Yang terpenting berdiam diri saja, supaya Tuhan dan kebenaran-Nya tinggal diam di hati kita. Itulah tandanya bahwa Petrus ini sudah diproses dan kita juga harus mau diproses.

 

Sekarang kita lihat, apakah Petrus masuk dalam proses yang benar?

 

Matius 17:6

(17:6) Mendengar itu tersungkurlah murid-murid-Nya dan mereka sangat ketakutan.

 

Ada dua yang terlihat nampak di sini, antara lain:

1.       Petrus dan murid-murid yang lain tersungkur -> doa penyembahan.

2.       Hidup di dalam roh takut akan Tuhan.

Berarti jelas dia sudah masuk dalam proses.

 

Inilah kehidupan yang diselamatkan. Meskipun bodoh, seringkali mengulangi kesalahan, tetapi kalau mau menerima pengertian dan diproses oleh Tuhan di atas gunung Tuhan; selamat, tertolong seperti Petrus tertolong.

 

Tadi kita awali dari Wahyu 19:15 -- Dari mulutnya keluarlah seah padang tajam yang memukul segala bangsa.

Jadi, pada hari penghakiman, Tuhan akan menghukum orang-orang yang menolak FIRMAN Allah.

Tapi sebodoh-bodohnya gereja Petrus, dan seringkali mengulangi kesalahan, tetapi jika kalau mau diproses di atas gunung Tuhan yang kudus, pasti ditolong dan diselamatkan.

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

Pemberita Firman oleh;

Gembala Sidang: Pdt. Daniel U. Sitohang