KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Saturday, May 16, 2026

IBADAH RAYA MINGGU, 26 APRIL 2026


 

 IBADAH RAYA MINGGU, 26 APRIL 2026

 

KITAB WAHYU 19:13

(SERI 13)

 

Subtema: NAMANYA IALAH FIRMAN ALLAH

 

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus. Sehingga kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian roh malam ini.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, umat ketebusan Tuhan yang turut bergabung lewat online / live streaming / video internet baik dari YouTube, Facebook dan media sosial lainnya yang dapat digunakan. Kiranya Tuhan juga hadir di sana dan memberkati kita sekaliannya. Kiranya damai sejahtera yang melampaui akal dan pikiran kita, berkuasa, bertahta, memenuhi kehidupan kita, sehingga kita dalam keadaan sukacita, bahagia, saat duduk diam mendengarkan sabda Allah.

 

Selanjutnya, mari kita sambut kitab Wahyu sebagai firman penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu. Dan kita masih berada pada Wahyu 19:13 yang merupakan seri pemberitaan yang ke-13. Namun tetaplah berdoa dalam roh, mohon kemurahan Tuhan, supaya firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.

 

Wahyu 19:13

(19:13) Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah."

 

Di sini dikatakan namanya ialah: Firman Allah. Tetapi…

-          Pada ayat 11, Si penunggang kuda putih itu bernama: Yang Setia dan Yang Benar.

Menunjukkan kepada kita bahwa Ia hidup di dalam kasih Allah yang sempurna.

-          Sedangkan pada ayat 12, nama-Nya tidak diketahui oleh siapapun kecuali Ia sendiri.

Itu berarti, yang terpenting bagi kita adalah; tetaplah berada di jalur perlombaan, tetaplah ada di dalam kegiatan Roh dan hidup kita sepenuhnya didominasi dengan Roh Allah itu sendiri.

Praktek hidup dalam kegiatan roh:

A.      Hidup di dalam kesucian dan senantiasa menyucikan diri di hadapan Allah

Alasannya: sebab, pada ayat 12 dikatakan: mata-Nya bagaikan nyala api à Urim dan tumim.

·         Urim à Roh Kudus yang menerangi kita di dalam kegelapan.

·         Tumim à Firman Allah yang berkuasa untuk memisahkan, menceraikan kita dari hal-hal yang tak suci.

 

B.      Menjadi hamba kebenaran, berarti lemah lembut dan rendah hati.

Alasannya: sebab, pada ayat 12 dikatakan: di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota.

Perlu untuk diketahui: sejauh mana kita merendahkan diri, sejauh itu nanti Tuhan meninggikan kita hingga mendapatkan mahkota kehidupan.

 

Saudara, di atas tadi dikatakan nama-Nya ialah Firman Allah. Kalau namanya adalah Firman Allah, marilah kita lihat “firman Allah” itu sendiri.

 

Yohanes 1:1-2 perikop: “Firman yang telah menjadi manusia”

(1:1) Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. (1:2) Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.

 

Pada mulanaya adalah Firman dan Firman itu adalah Allah sendiri. Hal itu juga dituliskan dengan jelas dan pasti oleh Salomo.

 

Amsal 8:22-26

(8:22) TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala. (8:23) Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada. (8:24) Sebelum air samudera raya ada, aku telah lahir, sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan air. (8:25) Sebelum gunung-gunung tertanam dan lebih dahulu dari pada bukit-bukit aku telah lahir; (8:26) sebelum Ia membuat bumi dengan padang-padangnya atau debu dataran yang pertama.

 

Firman Allah sudah ada…

-          Sebelum bumi ada,

-          Sebelum air sumber raya ada,

-          Sebelum mata-mata air ada,

-          Sebelum gunung-gunung tertanam ada,

-          Sebelum bumi dengan padang-padangnya ada.

 

Pendeknya, yang terutama di dalam hidup ini adalah Firman Allah, bukan soal yang lain-lain. Beda dengan konsep manusia duniawi, yang terutama adalah; keberhasilan,  bagaimana cita-citanya / rencananya tercapai, meskipun itu bertentangan dengan Firman Allah. Sebetulnya, semuanya itu adalah kesia-siaan, karena sesungguhnya yang terutama adalah Firman ALLAH. Sebelum ada manusia dengan rencana-rencananya, sudah terlebih dahulu ada Firman. Sebelum langit, bumi, dan segala isinya ada, Firman sudah ada.

 

Mari kita gunakan konsep Ilahi, berarti: mengutamakan firman Allah dari segala yang ada ini, dari segala rencana-rencana yang kita susun, dari segala kegiatan aktivitas kita di bumi ini, termasuk proyek, usaha, dagang, pekerjaan, sebagai apapun. Yang pebisnis, yang bersekolah, yang kuliah, biarlah mengutamakan Firman Allah lebih dari semua cita-citanya. Mungkin cita-cita tembus, tapi kalau tidak mengutamakan Firman, tidak ada artinya. Kiranya kita mempunyai konsep yang sesuai dengan konsep Ilahi, tidak bertentangan dengan firman Allah.

 

Kita baca kembali…

Yohanes 1:3

(1:3) Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

 

Segala sesuatu dijadikan oleh Firman Allah.

Percayalah, kalau kita mengutamakan Firman Allah lebih dari yang ada ini, nanti Firman Allah akan menjadikan segala sesuatu di dalam diri kita -- mengadakan yang tidak ada menjadi ada.

 

Pendeknya, tanpa Firman Allah; langit dan bumi serta segala sesuatu yang ada di dalamnya, tidak mungkin ada.Tetapi kadang kala, pemikiran manusia sudah mendahului pemikiran Tuhan. Akhirnya, fokus pada cita-cita meski harus mengabaikan Firman Allah. Fokus kepada rencana-rencana manusia meskipun mengabaikan Firman Allah. Fokus kepada kegiatan-kegiatan yang lain, misalnya; usaha, pekerjaan, bisnis dan seterusnya, akhirnya jadi salah.

Percayalah, Firman Allah itu mengadakan yang tidak ada menjadi ada, seperti langit, bumi serta segala isinya ada karena Firman. Hendaklah kita mendahulukan firman Allah dari segala yang ada di bumi ini.

 

Kemudian, kisah penciptaan Allah terhadap langit, bumi, serta segala isinya, ditulis dengan lengkap di dalam Kejadian 1:1-31 – Perikop: “Allah menciptakan langit dan bumi serta isinya.”

Allah menciptakan langit dan bumi serta isinya dengan firman Allah sebanyak sembilan kali. Mestinya kan bisa seratus kali atau sejuta kali Allah berfirman, supaya lebih banyak, lebih sempurna ciptaan-Nya, itu menurut konsep manusia, tetapi kenyataannya; Allah menciptakan langit, bumi serta isinya dengan firman Allah hanya sebanyak sembilan kali saja.

Antara lain: (1) Ayat 3-5 (2) Ayat 6-8 (3) Ayat 9-10 (4) Ayat 11-13 (5) Ayat 14-19 (6) Ayat 20-23 (7) Ayat 24-25 (8) Ayat 26-28 (9) Ayat 29-30

 

Cukup sembilan kali Allah berfirman; langit, bumi, serta segala isinya tercipta dengan baik dan sempurna. Karena di ayat 31 dikatakan:  Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam. Jadi, percayalah, kalau kita mendahulukan firman Allah, pada akhirnya akan seperti yang  dikatakan : Allah melihat segala yang dijadikannya itu sungguh amat baik.  

 

Sekali lagi saya sampaikan: yang sekolah, yang kuliah, bekerja PNS atau BUMN, serabutan, proyek, dagang dan lain sebagainya; dahulukan Firman. Kalau Firman Allah didahulukan, maka lihatlah; Allah menjadikan segala sesuatnya sungguh amat baik, keadaan kita pada akhirnya baik. Yang menetukan bukan awal tetapi akhir (Pengkhotbah 7:8)

 

Bahkan, Firman Allah juga menciptakan nikah Adan dan Hawa.

Matius 19:4

(19:4) Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?

 

Di sini kita melihat; Firman Allah juga menciptakan nikah Adam dan Hawa.

 

Perlu untuk diketahui:

Hubungan kita dengan Tuhan adalah hubungan dalam nikah yang suci, dibangun di atas dasar kasih yang suci. Jadi bukan sekedar; kita adalah umat, lalu datang beribadah. Kemudian, Yesus adalah Tuhan, lalu kita menyembah Dia, bukan seperti itu. Tetapi, hubungan gereja Tuhan dengan Kristus dengan lain kata hubungan tubuh dengan Kepala adalah hubungan dalam nikah yang suci, dasarnya adalah kasih yang tulus murni.

 

Jadi, singkat kata Firman Allah juga menciptakan nikah Adam dan Hawa.

Di atas kita sudah melihat, saat langit, bumi dijadikan, Allah melihat segala sesuatu yang diciptakan-Nya itu baik. Namun sangat disayangkan, pada akhirnya Adam dan Hawa melanggar hukum Allah , yaitu makan buah pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat. Semestinya, kalau kita tahu yang baik, tidak perlu tahu yang jahat. Dan karena mereka melanggar hukum Allah, akibatnya; mereka diusir dari Taman Eden (Kejadian 3:23), itulah sebabnya sekarang ini kita tercampak di dunia yang fana ini.

 

Kejadian 3:23

(3:23) Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil.

 

Mereka memang telah diusir dari taman Eden, tetapi di sini kita melihat; Tuhan memerintahkan mereka untuk mengusahakan tanah dari mana mereka diambil. Namun kenyataannya, bumi juga rusak, sebab manusia menjalankan hidup yang rusak sebagaimana Kejadian 6:12 --- Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi. Ini juga menjadi persoalan.

 

Diusir dari Taman Eden; supaya mereka mengusahakan tanah / bumi yang kita pijak ini. Tetapi kenyataannya, bumi itu rusak karena manusia telah menjalankan hidup yang rusak dari Taman Eden, dari Adam pertama (manusia pertama) sampai zaman Nuh. Bumi rusak karena manusia menjalankan hidup yang rusak, sifat yang rusak, tabiat yang rusak, karakter yang rusak, pemikiran yang rusak, hati yang rusak, semua sudah rusak. Kalau hati ini rusak, maka bumi juga rusak, padahal bumi harus diusahakan. Jadi, mau bagaimana lagi saudara?

 

Hal itu juga diceritakan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Roma dalam Roma 5:12 ---  perikop: “Adam dan Kristus”

Berarti di sini kita melihat Adam pertama dan Adam kedua

 

Roma 5:12

(5:12) Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.

 

Singkat kata, dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang yaitu; Adam manusia pertama. Sedangkan upah dosa adalah maut (Roma 6:23). Pendeknya, maut telah menjalar kepada semua orang, karena kenyataannya, semua orang telah berbuat dosa, meskipun dosa yang diperbuat itu tidak sama seperti dosa yang diperbuat oleh Adam.

 

Roma 5:13-14

(5:13) Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat. (5:14) Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang. (5:15) Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.

 

Dosa telah ada di dunia sebelum hukum Taurat ada. Dengan demikian, maut pun telah berkuasa dari zaman Adam sampai zaman Musa, bahkan sampai zaman akhir ini.

 

Pendeknya, oleh Adam pertama (manusia pertama), orang telah jatuh di dalam kuasa maut. Akan tetapi, oleh karena satu orang itulah Adam kedua (Yesus Kristus), Tuhan menyatakan kasih karunia-Nya yang dilimpahkan atas semua orang.

Jadi, dari sini kita sudah bisa melihat bahwa Tuhan kita itu adalah…

-       Tuhan yang adil.

-       Tuhan yang berkuasa untuk mengampuni dosa.

-       Tuhan yang limpah dalam kasih karunia.

Mengapa? Tuhan yang menciptakan segala sesuatunya, termasuk menciptakan nikah Adam. Setelah dilihat-Nya ciptaan itu rusak, termasuk nikah rusak, bumi rusak, kasih karunia Allah dinyatakan lewat Adam kedua, itulah pribadi Yesus Kristus.

Jadi, Allah bertanggung jawab dengan ciptaan-Nya, bahkan limpah kasih karunia.

 

Kita kembali membaca…

Yohanes 1:1-2

(1:1) Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. (1:2) Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.

 

Firman Allah pada ayat ini masih bersifat logos, yaitu; huruf-huruf yang mati -- dituliskan dalam Kitab Suci dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru, dari kitab Kejadian sampai kitab Wahyu.

Lalu bagaimana kasih karunia dilimpahkan kepada manusia yang berdosa, kalau Firman hanya bentuk logos? Sementara upah dosa adalah maut (Roma 6:23).

 

Yohanes 1:14

(1:14) Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

 

Firman itu telah menjadi manusia, penuh kasih karunia dan kebenaran. Ini bukan lagi bentuk logos, karena Firman sudah menjadi daging. Hal ini terjadi pada saat kedatangan Yesus ke dunia ini untuk yang pertama kali.

Kiranya Firman yang kita terima mendarah daging dalam kehidupan kita, supaya kita penuh dengan kasih karunia dan kebenaran. Kalau Firman masih dalam bentuk pengetahuan, itu sama saja dengan logos. Tetapi, kalau firman sudah jadi praktek hidup = Firman menjadi daging, sehingga kita penuh dengan kasih karunia dan kebenaran.

 

Itulah bentuk Firman Allah ketika Yesus tampil untuk yang Pertama kali. Dia datang untuk mengadakan penebusan dan pendamaian terhadap manusia berdosa. Dan hal itu juga ditegaskan oleh Rasul Paulus kepada orang Ibrani.

 

Ibrani 1:2B

(1:2) maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.

 

Di atas tadi kita sudah melihat: pada mulanya adalah Firman, kemudian Firman menciptakan segala sesuatu.

Hal itu diceritakan juga oleh rasul Paulus kepada jemaat Ibrani, supaya mereka jangan lupa, karena orang Ibrani ini keras kepala, tegar tengkuk. Sampai hari ini mereka masih lupa dengan Tuhannya, lupa dengan Yesus Kristus, Anak Allah. Lupa dengan Firman Allah yang berkuasa, yang harus diutamakan karena berkuasa untuk menciptakan. Itu sebabnya, sampai hari ini mereka masih menantikan Mesias. Padahal, Firman Allah sudah pernah datang untuk yang pertama kali dalam penampilan-Nya untuk mengerjakan penebusan dan pendamaian terhadap dosa manusia.

 

Ibrani 1:3

(1:3) Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,

 

“… Menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan…”

Firman Allah berkuasa menopang segala sesuatu yang ada, baik bisnis, usaha, pendidikan, kuliah, menopang segala sesuatu yang ada dalam nikah rumah tangga.

 

“… Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa…”

Yesus adalah Firman Allah, dalam penampilan-Nya yang pertama; mengerjakan penebusan dosa, kemudian memperdamaikan manusia kepada Allah.

Hal ini kan diulang oleh rasul Paulus, supaya orang Ibrani tahu. Tetapi, Yahudi ortodok sampai hari ini masih tidak percaya dengan penampilan Firman Allah, itulah Yesus Kristus dalam kedatangan-Nya yang pertama ke dunia untuk mengerjakan penebusan dan pendamaian atas dosa manusia. Tetapi kita percaya bahwa Yesus adalah Firman Allah, Ia telah menyucikan kita dari dosa di atas kayu salib. Berarti, Ia juga telah menebus kita dari dosa lalu memperdamaikan kita kepada Allah.

 

Lebih jauh kita melihat: penampilan Firman Allah ketika Ia datang untuk yang pertama kali.

1 Korintus 15:1-2 --- Perikop: “Kebangkitan Kristus”

(15:1) Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. (15:2) Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu -- kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.

 

Berita Injil sepenuh adalah; Yesus dari Sorga turun ke bumi lalu naik kembali.

Kalau turun ke bumi berarti; menderita sengsara, bahkan rela mati di atas kayu salib, tetapi hari ketiga Ia bangkit. Dan selama 40 hari Ia menampakkan diri kepada murid-murid dan 500 saudara-saudara lainnya. Kemudian, Ia diangkat ke Sorga. Itulah berita Injil sepenuh -- karena dengan sepenuhnya menceritakan tentang pribadi Yesus. Dengan berita Injil ini, jemaat Korintus berdiri teguh dan kalau percaya, tidak menjadi sia-sia.

 

Kita akan lihat Injil dalam pembagiannya.

Yang pertama

1 Korintus 15:3-7

(15:3) Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, (15:4) bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci; (15:5) bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. (15:6) Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal. (15:7) Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul

 

Ayat ini (ayat 3-7) disebutlah Injil keselamatan.

Manfaatnya: orang-orang yang menerima Yesus menjadi; percaya, bertobat, dibaptis dan penuh Roh Kudus.

Di tengah-tengah Injil keselamatan disampaikan, di situ terjadi mujizat-mujizat, tanda-tanda heran, orang sakit sembuh dan seterusnya. Tetapi Alkitab berkata, antusias kita tidak boleh berhenti hanya sebatas penginjilan (Injil keselamatan).

 

YANG KEDUA

1 Korintus 15:8-9

(15:8) Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya. (15:9) Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah.

 

Yang paling akhir dari semuanya, Yesus menampakkan diri-Nya kepada Paulus. Tepatnya pada saat Paulus hendak menganiaya jemaat-jemaat di Damsyik, dimana ia telah menerima Surat Keputusan (SK) untuk menganiaya anak-anak Tuhan di sana. Tetapi di tengah jalan Tuhan memanggil Saulus dan saat itu ia ditetapkan menjadi rasul, penginjil dan gembala. Pada saat panggilan, Tuhan mengangkat dia ke tingkat ketiga yang disebut Firdaus sebagaimana dalam 2 Korintus 12:2-4. Tingkat ketiga dari Sorga kalau dikaitkan dengan pola Tabernakel terkena kepada RUANGAN MAHA SUCI, inilah gambaran dari kerajaan Sorga.

 

 

Singkat kata, ayat ini berbicara tentang injil kerajaan – sangat berkuasa membawa kita masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Jadi, Injil Kerajaan disebut juga dengan cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus.

 

2 Korintus 4:3-4

(4:3) Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, (4:4) yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

 

Injil kerajaan disebut juga dengan cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus. Sebab injil kerajaan membawa gereja Tuhan sampai kepada kemuliaan, supaya gereja Tuhan kembali kepada wujud semula, segambar dan serupa dengan Allah / sama mulia dengan ALLAH.

 

Pertama-tama; Injil keselamatan kemudian dilanjutkan dengan Injil kerajaan.

-       Injil keselamatan supaya orang percaya, bertobat, dibaptis, penuh dengan Roh.

-       Tetapi Injil kerajaan, membawa gereja Tuhan sampai kepada kemuliaan --  bercahaya kemuliaan Allah, ada dalam kesempurnaan, layak untuk berada di dalam Kerajaan Sorga.

 

Saudara, di atas tadi sudah saya sampaikan; tingkat ketiga dari Sorga à Ruangan Maha Suci.

Bentuk Ruangan Maha Suci adalah empat persegi, karena panjang, lebar dan tinggi adalah 10 x 10 x 10 = 1000 hasta, itulah gambaran dan bayangan dari kerajaan seribu tahun damai. Kemudian, bentuknya adalah berpetak-petak (empat persegi), itulah Yerusalem baru.

 

Wahyu 21:16

(21:16) Kota itu bentuknya empat persegi, panjangnya sama dengan lebarnya. Dan ia mengukur kota itu dengan tongkat itu: dua belas ribu stadia; panjangnya dan lebarnya dan tingginya sama.

 

Kalau kita bicara 12.000 x 12 suku Israel, maka hasilnya adalah 144.000 itulah inti mempelai, datang dari Israel tulen, (murni), hal itu ditulis dalam Wahyu 7:4-8. Itulah pengertian dari Ruangan Maha Suci, Yerusalem yang baru. Inilah arah dan sasaran akhir dari Injil kerajaan.

 

Ciri dari Injil Kerajaan adalah: terjadi pembukaan rahasia Firman (2 Korintus 4:3-4)

Kalau tidak terjadi pembukaan rahasia Firman, maka akan binasa. Jadi, mau tidak mau, kita semua harus menerima cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus supaya kita di kristalisasikan, sehingga bercahaya kemuliaan Allah itulah Mempelai TUHAN. Kristal = transparan, berarti bagian luar hidup kita sama dengan bagian dalam hidup kita.

 

Kemudian, di dalam Ruangan Maha Suci terdapat satu alat itulah Tabut perjanjian, gambaran dari gereja Tuhan yang sempurna (Mempelai TUHAN). Inilah arah dan sasaran akhir dari Injil Kerajaan.

 

Itulah tujuan dari penampilan Yesus Kristus, yaitu; Firman Allah yang menjadi manusia, disebut juga Adam kedua, untuk yang pertama kali. Tetapi, dalam Wahyu 19:13 ---  Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah."

Firman Allah di sini adalah penampilan yang KEDUA. Yesus datang yang kedua kalinya, bukan lagi untuk menebus manusia dari dosa, tetapi sebagai Raja. Berarti; Dialah yang berkuasa untuk menghakimi manusia yang tidak menghargai Injil keselamatan dan Injil Kerajaan.

 

Singkatnya…

-          Penampilan Firman Allah yang pertama: untuk mengerjakan penebusan atas dosa manusia, lalu mengadakan pendamaian.

-          Penampilan Yesus yang pertama sebagai Firman ALLAH tidak dihargai, maka penampilan Firman Allah yang kedua bukan lagi untuk menebus, tetapi tampil sebagai Raja untuk menghakimi orang yang tidak menghargai Injil Keselamatan dan Injil Kerajaan.

Inilah yang dimaksud Firman Allah dalam Wahyu 19:13.

 

Jadi saudara, percayalah kepada Injil Kerajaan. Kita tidak boleh berpuas diri hanya pada Injil keselamatan, tetapi kita harus lanjut untuk menerima Injil Kerajaan, yang disebut juga dengan cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, berarti; gereja dibawa sampai kepada kemuliaan / masuk dalam Kerajaan Sorga.

 

Oleh sebab itu, doakanlah selalu pembukaan rahasia Firman, sebab kalau rahasia Firman tidak dibukakan, maka tertutup bagi mereka yang akan binasa. Pertahankan Injil Kerajaan meskipun sakit bagi daging, nanti kita akan merasakan kasih karunia itu. Tetapi, kalau kita tidak menghargai kasih karunia (penampilan Firman ALLAH yang pertama), maka penampilan Firman Allah yang kedua akan menghukum, karena Yesus datang pada kali kedua bukan lagi sebagai penebus tetapi sebagai Raja, yang akan menghakimi orang yang tidak menghargai kasih karunia.

 

Jadi penampilan Firman Allah dalam Wahyu 19:13 tidak sama dengan penampilan Firman Allah dalam Yohanes 1:1-2, 14.

 

1 Korintus 15:9-10

(15:9) Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. (15:10) Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.

 

Jadi, kita harus menghargai kasih karunia itulah Injil Kerajaan Itu sebabnya, saat ini kita harus tekun dalam tiga macam ibadah pokok, ibadah yang dijalankan menurut pola Tabernakel (Pola Kerajaan Sorga). Pada Ruangan Suci terdapat tiga macam alat, menunjuk ketekunan tiga macam ibadah pokok. Dan kalau kita boleh bekerja keras, tekun dalam tiga macam ibadah pokok, itu bukan karena “aku” tetapi karena kasih karunia Allah yang senantiasa menyertai hidup rohani, nikah rumah tangga kita.

 

Jadi, cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, Firman Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel, itulah yang memelihara kehidupan kita. Mungkin saudara berpikir, sedikit sekali yang menerima ajaran ini, tetapi memang yang masuk Sorga hanya sedikit. Kalau ibadah asal-asalan; banyak, sebagaimana dalam Yohanes 6:2 --  yang mengikut Yesus karena mujizat lima roti dan dua ikan, serta mujizat kesembuhan ada banyak, berbondong-bondong. Tetapi begitu Yesus menyatakan cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, dalam Yohanes 6:60 -- Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?" --- putuslah di situ. Dan dalam Yohanes 6:66 --  Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

 

Bagaimana dengan kita, apakah kita mengikuti Tuhan hanya sebatas Injil keselamatan atau sampai kepada Injil Kerajan itulah Firman Pengajaran Mempelai dalma terangnya Tabenakel?. Namun jikalau kalau kita bertahan dalam Injil Kerajaan, itu semua karena kasih karunia, sebagaimana pengakuan dari rasul Paulus… (1 Korintus 15:10).

Ingat, orang yang tidak menghargai kasih karunia akan berhadapan dengan Firman Allah dalam penampilan yang kedua yaitu; Yesus datang sebagai Raja, menghakimi semua orang yang berdosa yang tidak menghargai kasih karunia. Dialah Si Penunggang Kuda Putih, yang berkemenangan dalam peperangan, bersama-sama dengan pengikut-pengikut-Nya.

 

Kemudian, kalau kita lanjutkan kembali…

Wahyu 19:14

(19:14) Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih.

 

Pada saat Yesus datang untuk yang kedua kali, di situ pengikut-pengikut-Nya juga turut menunggang kuda putih, antara lain;

1.       Malaikat-malaikat di Sorga

2.       Orang-orang kudusnya Tuhan

3.       Gereja yang sempurna yang memakai lenan halus.

Itulah tentara Tuhan yang akan menunggangi kuda putih; menghakimi semua orang yang berdosa di bumi ini.

 

Kita sudah melihat Firman Allah dalam penampilan kedua. Oleh sebab itu, terimalah Injil Kerajaan, yaitu; Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, itulah Firman yang rahasianya dibukakan (cahaya injil tentang kemuliaan Kristus). Kalau Firman tertutup, maka tertutup juga bagi yang akan binasa (2 Korintus 4:3). Tetapi kita tidak mau dibinasakan, melainkan kita mau berjuang sampai akhir hayat. Amin.

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

Pemberita Firman oleh;

 

Pdt. Daniel U. Sitohang