KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Tuesday, June 9, 2026

KEBAKTIAN PASKAH PERSEKUTUAN PENGAJARAN PEMBANGUNAN TABERNAKEL (PPT) SERANG, KAMIS 28 MEI 2026 (SESI 3)

 


KEBAKTIAN PASKAH PERSEKUTUAN

PENGAJARAN PEMBANGUNAN TABERNAKEL (PPT)

SERANG, KAMIS 28 MEI 2026 (SESI 3)

 

Tema: ORANG-ORANG BERSUNAT

Subtema: UMBAN DI TANGAN (Bagian 2)

(Seri 4 di Serang)

 

Shalom.

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus untuk selanjutnya digembalakan oleh korban sehari-hari. Ada masanya korban sehari-hari itu dirampas dari rumah Tuhan sehingga nanti sama seperti domba-domba yang kehilangan arah, liar, dan tidak tergembala.

Oleh sebab itu, kita berdoa kepada Tuhan dan mohon kemurahan Tuhan supaya firman yang dibukakan itu sebentar meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, bapa/ibu, saudara terkasih, termasuk hamba-hamba Tuhan yang saya hormati dimanapun saudara berada, biarlah kiranya damai sejahtera berkuasa / bertakhta di hati kita sehingga nanti kita boleh merasakan sukacita saat menikmati sabda Allah.

 

Kita kembali membahas tema yang ada: ORANG-ORANG BERSUNAT, dimana tema ini sudah memasuki tahun yang ke-4. Kita berdoa kiranya di Paskah tahun depan kita dapat memasuki tema yang baru.

Tema “orang-orang bersunat” ini panjang karena si kulit khatan (Goliat) disebut juga anjing dan pekerja yang jahat, tahun lalu belum mati, namun Goliat sudah mati sehingga kita bebas menikmati ibadah dan pelayanan dalam kandang penggembalaan yang Tuhan percayakan.

Kita juga sudah melihat hanya satu pribadi yang menyelamatkan satu bangsa yang besar, Daud tiba tepat pada hari yang ke-40 di medan pertempuran, terkena kepada tamatnya daging. Andaikata Daud telat satu hari saja tiba di medan pertempuran maka Israel akan habis, namun hal itu tidak diizinkan Tuhan karena Tuhan punya segenap langit dan isinya, namun dari seluruh isi bumi hanya satu bangsa yang menjadi umat kesayangan-Nya dan hanya satu bangsa yang menjadi imamat rajani.

Mengapa hanya satu bangsa yang dijadikan imamat rajani? Karena dari merekalah keselamatan itu, jahat saja mereka dapat memberkati kita, apalagi apabila mereka sudah mengakui Mesias. Oleh sebab itu, selagi masih ada kesempatan dan selagi mereka masih tegar tengkuk maka kita harus menghargai kesempatan. Kemudian, menurut hemat saya kedatangan Tuhan sudah tidak lama lagi, mulai dari nikah kita sebagai penginjil atau gembala untuk mempersiapkan nikah-nikah sidang jemaat yang Tuhan percayakan bagi kita semua.

 

Kita sudah menaikkan puji-pujian dan saya tersentuh, saya dan isteri berbincang-bincang bahwa puji-pujian dari tiga sesi ini rasanya sesuai dengan pemberitaan Firman, seperti pujian sesi tiga tadi dikatakan “sehelai rambut”, saya berkata dalam hati “Tuhan ko tahu apa yang akan disampaikan” dan saya langsung tersentuh serta meneteskan air mata. Biarlah tetesan air mata itu persis seperti kita membawa diri di ujung kaki salib.

Tuhan sudah mengurapi hambanya Pdt. Sudi Sinaga sebagai pemimpin pujian, Tuhan memberkati dan Tuhan membalaskan. Kita semua ini denominasi tidak boleh dikotak-kotakan oleh denominasi apapun, kita ini adalah organisme dan bukan organisasi, maka kita tidak boleh dipisahkan oleh organisasi. Kita adalah organisme dan dipersatukan oleh Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.

Satu-satunya Pengajaran yang bisa membuat manusia menjadi sempurna,dimana kesuciannya sudah dirusak namun diperbaiki dan menjadi perawan suci, itu hanya bisa dikerjakan oleh Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel … 2 Korintus 11:2Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus. – tidak dikatakan teori si A, teori Darwin, tidak bisa. Oleh sebab itu, jangan ragu dengan Pengajaran Mempelai.

Biarlah Tuhan nyatakan rahmat dan anugerah-Nya kepada kita pada sesi terakhir ini.

 

Filipi 3:1b-2 -- Perikop: “Kebenaran yang sejati.”

(3:1b) Menuliskan hal ini lagi kepadamu tidaklah berat bagiku dan memberi kepastian kepadamu. (3:2) Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu,

 

Firman Allah yang disampaikan secara berulang-ulang dan berurut memberi kepastian, berarti iman teguh, kuat dan tidak mudah goyah terhadap kesulitan-kesulitan yang menghimpit sampai saat ini.

 

Bukti kuat dan tidak mudah goyah:

1.       Hati-hatilah terhadap anjing-anjing.

2.       Hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat.

3.       Hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu.

 

Filipi 3:3

(3:3) karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah.

 

Yang disebut orang-orang bersunat ialah:

a.       Beribadah oleh Roh Allah.

b.       Bermegah dalam Kristus Yesus.

c.       Tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah.

Kecuali dia Goliat, dia masih menaruh percaya kepada manusia. Goliat tingginya 6 (enam) hasta sejengkal, namun masih saja dia suruh orang untuk membawa perisai. Maju-maju, om di belakang, coba bayangkan, ini tipe hamba TUHAN Goliat, jangan kita seperti itu.

 

Singkat kata, kita sudah mengenali orang-orang yang bersunat dan orang-orang yang tidak bersunat.

-          ORANG-ORANG BERSUNAT adalah orang-orang yang memiliki kepastian berarti iman teguh, kuat, dan tidak mudah goyah.

-          ORANG-ORANG YANG TIDAK BERSUNAT –> Anjing-anjing dan pekerja-pekerja yang jahat.

 

Pada ayat 2 terdapat tiga kali kata “hati-hati” artinya: Dibutuhkan suatu perjuangan untuk menghadapi anjing-anjing dan penyunat-penyunat palsu yang disebut juga pekerja-pekerja yang jahat.

 

Perjuangan Daud di dalam hal menghadapi pekerja-pekerja yang jahat yaitu anjing-anjing dan penyunat-penyunat yang palsu, kisahnya ada di dalam 1 Samuel 17.

1 Samuel 17:32

(17:32) Berkatalah Daud kepada Saul: "Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu."

 

Daud bersiap menghadapi Goliat, orang Filistin itu, yang disebut juga:

-          Anjing …  (ayat 43).

-          Orang-orang yang tidak bersunat … (ayat 36).

 

1 Samuel 17:33

(17:33) Tetapi Saul berkata kepada Daud: "Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit."

 

Keinginan Daud menghadapi Goliat adalah hal yang “tidak mungkin” bagi Saul, alasan Saul:

-          Daud masih muda, maksudnya Daud masih minim pengalaman dan jam terbang.

-          Sedangkan, Goliat adalah prajurit dari masa mudanya, maksudnya Goliat memiliki segudang pengalaman sebagai seorang prajurit.

 

Pendeknya, Saul lebih yakin kepada musuh yaitu Goliat dan pengalamannya, dari pada yakin kepada kuasa Tuhan  yang ada di dalam diri Daud sebagai tentara Tuhan, pejuang iman.

Hal ini sangat lucu dan tidak masuk akal apabila kita bandingkan dengan 1 Samuel 10:1,  "Bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel? Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat TUHAN, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya. --

 

1 Samuel 17:34-35

(17:34) Tetapi Daud berkata kepada Saul: "Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, (17:35) maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya.

 

Daud tidak menjadi lemah dan hatinya tidak menjadi surut karena perkataan Saul yang sifatnya melemahkan, sebab Daud biasa menggembalakan kambing domba ayahnya, artinya: Daud memiliki PENGALAMAN di dalam hal menggembalakan kambing domba ayahnya, yaitu: “… Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya.”

 

Ini adalah pengalaman Daud dan pengalaman ini bukan pengalaman kaleng-kaleng/ecek-ecek, seperti yang yang dikatakan oleh pemimpin pujian yaitu Pdt. Sudi Sinaga “Siapa yang sanggup melawan singa yang memiliki badan dan kekuatan yang besar? Tidak ada yang sanggup.” Tetapi, pengalaman ini diceritakan oleh Daud kepada Saul.

 

1 Samuel 17:36

(17:36) Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup."

 

Daud akan menghajar Goliat seperti singa dan beruang yang pernah dia hajar.

Ini adalah perkataan kesaksian, sebab apabila dia pernah menghadapi singa dan beruang, maka dia akan memperlakukan Goliat seperti dia memperlakukan singa dan beruang. Semua itu disampaikan Daud kepada Saul, raja Israel pada waktu itu.

 

1 Samuel 17:37-40

(17:37) Pula kata Daud: "TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu." Kata Saul kepada Daud: "Pergilah! TUHAN menyertai engkau." (17:38) Lalu Saul mengenakan baju perangnya kepada Daud, ditaruhnya ketopong tembaga di kepalanya dan dikenakannya baju zirah kepadanya. (17:39) Lalu Daud mengikatkan pedangnya di luar baju perangnya, kemudian ia berikhtiar berjalan, sebab belum pernah dicobanya. Maka berkatalah Daud kepada Saul: "Aku tidak dapat berjalan dengan memakai ini, sebab belum pernah aku mencobanya." Kemudian ia menanggalkannya. (17:40) Lalu Daud mengambil tongkatnya di tangannya, dipilihnya dari dasar sungai lima batu yang licin dan ditaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbannya dipegangnya di tangannya. Demikianlah ia mendekati orang Filistin itu.

 

Setelah semua pengalaman itu disampaikan, akhirnya Saul berkata kepada Daud: "Pergilah! TUHAN menyertai engkau." Berarti, segalanya mungkin, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, asal saja kita memiliki pengalaman bersama dengan Tuhan sebagai domba yang tergembala.

 

Tadi seorang  pendeta katakan kepada saya; “Pak, saya sudah cukur kumis”, “Puji TUHAN, haleluya 12x” di dalam hati saya. Lalu beliau berkata, sebanyak kumis dan jenggot yang dicukur, doakan ya pak, seperti itulah nanti jumlah jiwa bertambah-tambah masuk di dalam kandang penggembalaan kami. Saya katakan; “Amin.” Itu doa kita bersama-sama supaya nanti kita adakan juga fellowship di sana. Jadi segalanya mungkin, itulah kesaksian Daud kepada Saul.

 

Setelah semua pengalaman itu diceritakan, akhirnya Saul berkata kepada Daud: "Pergilah! TUHAN menyertai engkau." Kemudian, Saul …

-          Mengenakan baju perangnya kepada Daud.

-          Ditaruhnya ketopong tembaga di kepalanya.

-          Dan dikenakannya baju zirah kepadanya.

Akan tetapi, Daud tidak bisa berjalan sehingga Daud menanggalkannya dan ia memperlengkapi dirinya sesuai dengan pengalamannya sebagai gembala kambing domba.

 

Adapun perlengkapan Daud sesuai dengan pengalamannya sebagai gembala kambing domba yaitu:

1.       Tongkat di tangan.

2.       Lima batu licin dipilih dari dasar sungai.

3.       Kantong gembala.

4.       Umban di tangan.

 

Keterangan: UMBAN DI TANGAN (Bagian Kedua).

1 Samuel 17:48-49

(17:48) Ketika orang Filistin itu bergerak maju untuk menemui Daud, maka segeralah Daud berlari ke barisan musuh untuk menemui orang Filistin itu; (17:49) lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah.

 

Ketika Goliat maju maka Daud juga maju berlari ke barisan musuh, berarti Daud sama sekali tidak takut dan tidak gentar sebab dia telah memperlengkapi dirinya sesuai dengan pengalamannya sebagai seorang gembala yaitu dengan UMBAN DI TANGANNYA.

 

Jadi, kalau di tangan kita ada umban maka kita tidak akan takut. Saya hari-hari ini pun begitu saudara, bukan bermaksud sombong, kita tetap dalam koridornya TUHAN, tetap rendah hati, lemah lembut, dalam kekudusan, jaga tahbisan. Tetapi dalam menyampaikan Firman kalau itu berasal dari TUHAN, saya tidak merasa takut lagi, apapun resikonya saya siap. Apabila jemaat maju, puji Tuhan, namun apabila jemaat mundur dan itu karena firman yang berasal dari Tuhan, itu tidak jadi masalah, sebab orang seperti itu adalah Goliat yang akan binasa karena tidak mau berubah.

 

1 Tawarikh 12:1-2 --- Perikop: “Pengikut-pengikut Daud di Ziklag.”

(12:1) Inilah orang-orang yang datang kepada Daud di Ziklag, selama ia harus menyingkir karena Saul bin Kish. Mereka pun termasuk pahlawan-pahlawan yang membantu dia dalam peperangan. (12:2) Mereka bersenjatakan panah, dan sanggup melontarkan batu dan menembakkan anak-anak panah dari busur dengan tangan kanan atau tangan kiri. Mereka itu dari saudara-saudara sesuku Saul, dari orang Benyamin:

 

UMBAN adalah alat yang dapat digunakan untuk melontarkan batu, melesat hingga 150 (seratus lima puluh) meter jauhnya, dengan kecepatan rata-rata kurang lebih 180 km/jam.

Senjata ini betul-betul berbahaya dan mematikan, itu sebabnya dipergunakan sebagai salah satu senjata perang.

 

Yesaya 9:7 — Perikop: “Murka Tuhan terhadap Efraim.”

(9:7) Tuhan telah melontarkan firman kepada Yakub, dan firman-Nya itu menimpa Israel.

 

Umban adalah gambaran dari Roh El-Kudus. Kegunaannya adalah untuk melontarkan Firman Allah.

Jadi, Roh Tuhan yang melontarkan Firman itu kepada Yakub, dan menimpa kepada Israel.

 

Oleh sebab itu, kita harus hidup dalam pengurapan supaya menjadi umbannya Tuhan di dalam hal menyampaikan Firman Allah, sehingga kesombongan/kecongkakan yang masih nampak atau yang masih terselubung bisa ditumbangkan / dirobohkan / dihancurkan.

 

Kenapa Tuhan melontarkan batu / menghukum Israel? Jawabnya, karena Israel sombong; tidak mau bertobat dari dosa kesombongan, tidak mau bertobat dari kecongkakannya, hal ini tertulis pada Yesaya 9:9, “Tembok batu bata jatuh, akan kita dirikan dari batu pahat; pohon-pohon ara ditebang, akan kita ganti dengan pohon-pohon aras.”

 

“… akan kita ganti dengan pohon-pohon aras.”

Waktu Salomo mendirikan bait Allah, dia membutuhkan pohon aras dari Libanon, namun raja Libanon memberikan syarat untuk menyediakan makanan bagi pegawai-pegawainya, lalu Salomo menyanggupinya.

Kita ini adalah pohon aras yang sedang dipersiapkan untuk masuk dalam pembangunan tubuh Kristus, buktinya adalah ada fellowship dan didalamnya Tuhan sediakan makanan yaitu; pembukaan rahasia Firman ALLAH, demi terwujudnya pembangunan Bait Allah di Yerusalem. Kitalah Yerusalem itu, itulah guru-guru kebenaran; penginjil dan gembala-gembala.

 

Namun pohon aras yang dikatakan Israel di sini adalah pohon aras dengan mengandalkan kekuatan manusia, ini adalah kesombongan dan Israel tidak mau bertobat, maka dilemparkanlah batu oleh Roh Tuhan dari Sorga. Roh Tuhan menjamah Rezin yang awalnya teman dari pada Israel, tetapi pada akhirnya menjadi batu yang dilontarkan kepada Israel sebagai penghukuman karena kesombongannya.

Demikian juga Goliat dia sombong dan angkuh, buktinya Goliat mencemooh barisan Allah yang hidup itulah pejuang iman, tentara Tuhan, hamba-hamba Tuhan yang diurapi. Mencemooh berarti menghina, mengejek disertai mengecilkan, karena Goliat merasa tinggi dan besar, sebab tingginya enam hasta satu jengkal, dia juga membesarkan segala yang ada di dalam dirinya, lalu menaruh harap pada pembawa perisai di depan.

 

Kita tidak salah diberkati memiliki rumah mewah, pastori mewah, kendaraan mewah, jemaat banyak, namun kita tidak boleh mengandalkan itu, tidak boleh menaruh harap pada manusia yang membawa perisai di depan. Namun, tetaplah menaruh harap kepada Tuhan, sebab kitalah pohon aras rohani yang sedang dibawa masuk untuk pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, buktinya: kita sedang makan bahkan berpesta dalam Kebaktian Paskah Persekutuan PPT dan sesi yang terakhir ini kita menikmati makanan rohani dari Sorga.

 

1 Samuel 17:50

(17:50) Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan.

 

Di tangan Tuhanlah pertempuran, artinya: Tuhanlah yang menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Namun, Goliat tidak memahami itu, kecuali Daud saja.

 

Daud mengalahkan Goliat dengan UMBAN dan BATU -> Firman yang diurapi.

Yang menjadi sasaran atau bidikan dari umban adalah DAHI (ayat 49), itulah dahi dari orang sombong dan kesombongan Goliat (ayat 36) ialah mencemooh barisan dari Allah yang hidup, mencemooh pejuang iman, mencemooh hamba-hamba Tuhan, mencemooh orang-orang yang diurapi oleh Tuhan.

 

Kemudian pada ayat 36, Daud mengatakan: “Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini.”

Jadi, Goliat = Singa dan beruang, gambaran dari antikris.

 

Wahyu 13:1-2 ---  Perikop: “Binatang yang keluar dari dalam laut.”

(13:1) Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat. (13:2) Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.

 

Binatang yang keluar dari dalam laut –> ANTIKRIS.

Antikris merupakan kombinasi dari tiga jenis binatang yaitu:

1.       Macan tutul, berbicara soal kecepatan. Maka, gereja Tuhan yang berlambat-lambat dan bermasa bodoh akan dilibas habis oleh antikris.

2.       Beruang, berbicara soal cakar dan pukulan, artinya;

-          Beruang juga berbicara cakar, berarti mencengkram, maksudnya siapa yang menerima cap meterai dari antikris tidak akan bisa lepas lagi dari situ, biar bagaimanapun juga. Kalau memang sudah terlanjur dengan jus 1, jus 2 berdoa saja, supaya TUHAN tolong, karena kami sudah mendapat mimpi pada waktu itu. Yang lucunya bukan hanya mimpi, Firman TUHAN keluar pada saat yang sama. Lalu saya katakan, TUHAN terimakasih.

-          Kemudian beruang juga berbicara pukulan, artinya; tidak ada satupun manusia sanggup bertahan menghadapi antikris bila nanti berkuasa dan mendominasi seantero dunia, mendominasi seluruh aspek-aspek kehidupan yakni:  teknologi, ekonomi, politik, dan seterusnya.

3.       Singa, berbicara soal raja hutan. Satu kali nanti antikris akan menjadi raja dan berkuasa atas seantero dunia, namun raja hutan ini terkenal dengan “auman”, sehingga membuat lutut menjadi goyah dan tidak berdaya dan di situ nanti banyak anak-anak Tuhan yang goyah. Kita bisa melihat baru saja gempa bumi terjadi itulah covid-19 sudah banyak orang yang goyah dan tidak bertahan dengan salib di Golgota, salah satu contohnya banyak nikah-nikah yang hancur. Mereka dengan sadar pergi ke KUA untuk berpisah, saudara bisa tonton di Televisi berapa banyak korban waktu itu.

 

Oleh sebab itu, penting kita belajar dari Daud sebab dia memiliki perlengkapan senjata perang yaitu sesuai dengan pengalamannya sebagai seorang gembala, berarti baik gembala (pemimpin jemaat) maupun kawanan domba harus sama-sama tergembala di hadapan Tuhan karena masih ada Gembala Agung yaitu Tuhan Yesus Kristus yang bertanggung jawab atas seluruh dunia ini. Sesungguhnya dunia ini sudah dalam ketakutan & kecemasan bahkan banyak anak-anak TUHAN lari dari kenyataan, namun satu Pribadi itulah Tunas Daud itulah pribadi TUHAN Yesus Kristus, sanggup menolong.

 

Antikris …

-          Bertanduk 10 (sepuluh), di atas tanduk-tanduknya ada 10 (sepuluh) mahkota.

Hal ini sepertinya memberi kemenangan, namun sesungguhnya hanyalah akal-akalan.

Salah satu contoh  kecil, seorang hamba Tuhan di dalam rumah TUHAN sibuk hanya berbicara soal harta, wanita, takhta, disebut juga dengan kenajisan percabulan. Sebetulnya hamba TUHAN semacam ini sudah mencapai klimaks dari ketakutan, yaitu: Melarikan diri (meninggalkan yang benar). Sebab, kalau dia siap menghadapi kenyataan (singa dan beruang) maka dia akan memberitakan pengajaran salib / didikan salib ditegakkan di tengah ibadah pelayanan dalam sebuah penggembalaan. Tetapi anehnya, di dalam gereja tersebut ada ribuan jemaat, mulai dari kelas rendah sampai kelas atas; ada yang manager, ada yang vice president, ada yang direktur utama, ada macam-macam orang di situ, namun tidak paham soal salib, tetapi berpikir soal teknologi, ekonomi, keuangan, dan lain-lain, yang sifatnya lahiriah di dunia ini, dia bisa menghitung-hitung, saya tidak habis pikir. Namun akhirnya saya diteguhkan oleh Tuhan, sementara sedang mencari Firman di Pastori, bahwa hal seperti ini bukanlah hal yang dapat dihitung-hitung secara ilmiah sebab ini adalah bentuk roh. Jadi, roh itulah yang mencengkram, beruang itu yang mencengkram sehingga tidak bisa memahami kalau hal itu 3 TA, ungkapan dari orang yang tawar hati, yang berbicara soal puteri raja diberikan, diberikan uang banyak, dibebaskan dari pajak, padahal itu semua adalah ungkapan dari orang yang sudah goyah, tawar hati. Tetapi Daud tidak mau mendengar perkataan itu, dia tetap dengan sikap “biasa menggembalakan kambing domba ayahnya.” Dua tiga ekor, bukan sepuluh ekor, Alkitab yang mencatat, saya tidak menambahi dan mengurangi.

 

-            Berkepala 7 (tujuh) dan pada tiap-tiap kepala (di dahi) tertulis nama-nama hujat.

        Jadi goliat = singa dan beruang, gambaran dari antikris, selain bertanduk 10 (sepuluh), berkepala 7 (tujuh), tetapi pada setiap kepala-kepalanya tertulis nama-nama hujat.

Itu sebabnya, Daud membidik dahi, sebab di dahi tertulis nama-nama hujat.

Saudara dari pikiran, hati, dan perasaan timbul ungkapan seperti ungkapan dari orang yang goyah tadi, yang sibuk berbicara tentang putri raja diberikan, diberikan uang, pajak dihapuskan.

Jadi dari dalam hati, pikiran, dan perasaan ini, semua keluar kata-kata hujat itu. Maka sasaran dari batu yang dilontarkan umban itulah Firman yang diurapi, harus membidik dahi, jangan diubah.

 

Maka, kita hamba-hamba TUHAN (gembala sidang dan penginjil) tidak perlu takut mengumbankan / melontarkan batu (menyampaikan Firman yang diurapi). Tidak usah takut dan tidak perlu menjilat karena menjilat adalah sikap anjing juga.

 

Wahyu 13:5-6

(13:5) Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya. (13:6) Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.

 

Antikris menjadi raja dan berkuasa atas dunia ini selama 7 (tujuh) tahun penuh.

-          3,5 tahun pertama disebut PRA-ANIAYA.

Pada masa itu masih ada ibadah namun sudah dipersulit, itu sebabnya harga Firman menjadi mahal, yaitu: “Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar.” Wahyu 6:6.

Namun janganlah merusakkan minyak dan anggur.

Jadi kita butuh kabar Mempelai (anggur), kita butuh kegiatan Roh (minyak), jangan dirusak. Sementara gandum itulah Firman kasih karunia, dan tiga cupak jelai berarti tekun dalam tiga macam ibadah pokok.

Itulah suasana 3,5 (tiga setengah) tahun yang pertama, yang disebut sebagai pra aniaya.

-          3,5 tahun yang kedua disebut PUNCAK PENCOBAAN / puncak gelap malam.

Pada masa itu antikris berkuasa sepenuhnya dan mendominasi seluruh dunia, mendominasi seluruh aspek-aspek kehidupan, baik ekonomi, budaya, semua usaha nanti didominasi oleh antikris. Kalau kita tidak mengerti rahasia Firman ALLAH, kita tidak mengerti rencana ALLAH, Alkitab berkata di dalam 2 Korintus 4:3, “Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa.” Oleh sebab itu, kita butuh pembukaan rahasia Firman dalam setiap pertemuan-pertemuan ibadah di hadapan Tuhan.

 

Sesudah kita mengerti ada luapan / ucapan syukur kepada TUHAN. Oh, TUHAN betapa besar kemurahan-Mu atas kehidupan kami, tadi pak Sudi, pemimpin pujian berkata; “Kita ada karena Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, satu-satunya Pengajaran yang membuat kita menjadi perawan suci.” Mau teologi mana saja tidak bisa melawan 2 Korintus 11:2 ini dan saya bisa pertanggung jawabkan ayat ini.

 

Jadi, pada saat 3,5 (tiga setengah) tahun yang kedua, pada saat itulah antikris menghujat Allah, menghujat Anak Allah, menghujat Roh Kudus. Alkitab berkata di dalam Matius 12:31, “Menghujat Allah Bapa diampuni, menghujat anak Allah diampuni, tetapi menghujat Roh Allah yang sedang bekerja tidak diampuni.”

Jika kita gunakan pada peta zaman:

-          2000 tahun yang pertama; Adam sampai Abraham (zaman Allah Bapa), masih diampuni.

-          2000 tahun yang kedua; Abraham sampai Anak (zaman Anak Allah), masih diampuni.

-          2000 tahun yang ketiga; Yesus naik, Roh Kudus turun (zaman Allah Roh Kudus), apabila kita menghujat kegiatan Roh Kudus itulah ibadah pelayanan di kemah kediaman-Nya maka tidak ada lagi kesempatan untuk mendapat pengampunan.

Karena selanjutnya (di depan) adalah Kerajaan 1000 tahun di bumi (hari ke-7) setelah pesta nikah Anak Domba, dan dari kerajaan 1000 tahun di bumi lanjut kepada Yerusalem yang baru / hidup kekal.

 

 

Kita akan mendapat pelajarannya dari nubuatan Daniel …

Daniel 7:8, 25 ---  Perikop: “Keempat binatang dan anak manusia.”

(7:8) Sementara aku memperhatikan tanduk-tanduk itu, tampak tumbuh di antaranya suatu tanduk lain yang kecil, sehingga tiga dari tanduk-tanduk yang dahulu itu tercabut; dan pada tanduk itu tampak ada mata seperti mata manusia dan mulut yang menyombong. (7:25) Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

 

“…pada tanduk itu tampak ada mata seperti mata manusia…” Saudara sudah merasakan sekarang mata daripada ular naga itu sudah nyata, sebab apapun yang kita kerjakan semuanya tersorot bahkan ular naga pun bisa tahu, kita ini sedang pakai HP apa, pikiran kita seperti apa, juga tahu. Umpama seseorang suka sepak bola nanti semua sepak bola disodorkan di situ, suka main catur di kedai kopi nanti orang yang main catur di kedai kopi ditampilkan di situ, juga yang suka nongkrong di cafe, antikris tahu. Tetapi sebetulnya Alkitab sudah terlebih dahulu menceritakannya setelah kita selidiki.

“… dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.”

Disitulah mereka mengucapkan kata-kata hujat, menghujat ALLAH dengan mulut sombong karena di dahi mereka tertulis nama-nama hujat, jadi apa yang keluar dari mulut mereka itu sudah tertulis di dahi mereka. Setiap gerakan itukan sudah tertulis di dahi, mohon maaf, umpama seseorang malas dan tidak sungguh-sungguh beribadah, hal itu semua sudah tertulis di dahinya itu, malas angkat tangan, juga malas tepuk tangan juga di dahinya sudah tertulis.

Tadi pemimpin pujian angkat tangan, saya juga angkat tangan, pemimpin pujian perintahkan berdiri, saya cepat berdiri, juga pemipin pujian perintahkan salam kiri kanan, tadi langsung saya salam beberapa hamba TUHAN, di dahi tidak boleh tertulis nama-nama hujat, belajar dengar-dengaran. Pendeknya, di dahi tidak boleh ada nama-nama hujat supaya tidak ada perkataan hujat dari suara perkataan dan tidak ada perkataan hujat dari gerakan / suara perbuatan daging.

 

Hamba TUHAN jangan suka membidik, tetapi kita tidak mau dibidik, menunjuk-nunjuk dosa jemaat, tetapi kita tidak mau disucikan, TUHAN tidak kasih kuasa di situ, TUHAN tidak kasih umban di situ, akhirnya Firman yang disampaikan itu bentuknya taurat saja, lahiriah saja, rutinitas saja. Kumpul-kumpul sesudah itu makan-makan.

Jadi harus terlebih dahulu memberikan diri dibidik oleh Firman yang diurapi, pikiran ini disucikan malam ini, dengan demikian TUHAN percayakanlah kepada kita umban rohani, PENGURAPAN PENUH sehingga kita sanggup melontarkan Firman TUHAN, jemaat juga disucikan pikirannya dari nama-nama hujat. Itulah air susu yang rohani, berarti Firman yang disampaikan dalam urapan, juga yang duduk diam mendengar Firman dalam urapan berarti tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, tidak dibatasi oleh usia, muda atau tua. Itulah air susu yang rohani (Firman urapan).

 

Pendeknya;

-           Di ayat 8mulut yang menyombong.

-           Di ayat 25mengucapkan perkataan yang menentang Yang Maha tinggi, selama 3.5 tahun.

 

PRAKTEK MENGHUJAT ROH KUDUS.

Daniel 8:11

(8:11) Bahkan terhadap Panglima bala tentara itu pun ia membesarkan dirinya, dan dari pada-Nya diambilnya korban persembahan sehari-hari, dan tempat-Nya yang kudus dirobohkannya.

 

Praktek menghujat Roh Kudus: Antikris menghentikan korban sehari-hari pada 3.5 (tiga setengah) tahun yang kedua.

KORBAN SEHARI-HARI –> Korban sembelihan dan korban santapanDaniel 9:27.

-          KORBAN SEMBELIHAN disebut ibadah dan pelayanan disertai dengan sangkal diri pikul salib sampai berdarah-darah.

Sedikit tambahan: Dosa manusia tidak dapat terhapus oleh lamanya waktu, karena ditelan zaman, dosa hanya bisa terhapus oleh darah Anak Domba Allah yang telah tersembelih, syaratnya adalah mau mengaku dosa. Jadi kalau korban sembelihan dihentikan maka tidak ada lagi kesempatan untuk bertobat. Pendeknya 3,5 (tiga setengah) tahun yang kedua itu adalah puncak gelap malam atau puncak dari segala pencobaan di atas bumi ini.

Itulah pentingnya kita berfellowship saudara, kalaupun berdarah-darah, dua hari tinggalkan pos pelayanan tidak jadi soal untuk menggenapi rencana TUHAN, itu saja. Tetapi saya tahu, kita ada di sini sampai berdarah-darah, berjuang ongkos, berjuang transportasi, berjuang tinggalkan keluarga, demi terwujudnya kesatuan tubuh Kristus.

-          KORBAN SANTAPAN -> Pengajaran Firman Allah yang benar dan murni, antara lain;

  1. Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan dalam terangnya Roh El-Kudus.
  2. Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, disebut juga cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus.

 

Saudara bisa dibayangkan, kalau pada 3,5 (tiga setengah) tahun yang kedua korban santapan dihentikan apa yang terjadi? Yang pasti tergenapilah Amos 8:11 yaitu: Tuhan kirimkan lapar dan haus atas negeri ini, tetapi bukan lapar dan haus karena makanan dan minuman, melainkan lapar dan haus karena Firman. Sehingga banyak orang yang kerohaniannya belum dewasa itulah teruna dan anak-anak dara.

1.       Mengembara dari laut ke laut, yang ditemukan adalah ajaran antikris berbicara soal berkat keberkatan, berhasil dan keberhasilan = kenajisan percabulan.

2.       Menjelajah dari utara ke timur (daratan) yang ditemukan adalah ajaran nabi-nabi palsu itulah binatang kedua yang keluar dari dalam bumi (Wahyu 13:11).

Namun hari ini masih ada kesempatan bagi kita untuk menikmati korban sehari-hari itulah korban sembelihan dan korban santapan. Buktinya dalam fellowship ini kita menikmati korban berdarah-darah, dan menikmati korban santapan dalam 3 (tiga) sesi.

-          Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan dalam terangnya Roh El-Kudus.

-          Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.

Amos 8:13pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus – Kenapa disebut anak dara karena rohaninya belum dewasa, namun sudah melayani – cantik dia – tetapi belum dewasa. Nanti banyak terjadi hal seperti itu, melayani di sana, melayani di sini, si bole-bole.

Kemudian, setelah mengalami lapar dan haus, rebah dan tidak bangkit-bangkit = Mati/binasa, meskipun mengembara dari laut ke laut, dan menjelajah dari Utara ke Timur, tetapi sudah mati di mata TUHAN … Amos 8:14.

 

Daniel 11:31

(11:31) Tentaranya akan muncul, mereka akan menajiskan tempat kudus, benteng itu, menghapuskan korban sehari-hari dan menegakkan kekejian yang membinasakan.

 

Beruang dan singa = Goliat rohani, itulah antikris disebut juga PEMBINASA KEJI, sebab ia telah menghentikan korban sehari-hari. Pokoknya kalau korban sehari-hari dihentikan, itu kekejian di hadapan TUHAN.

 

Contoh KEKEJIAN.

Amsal 28:9

(28:9) Siapa memalingkan telinganya untuk tidak mendengarkan hukum, juga doanya adalah kekejian.

 

Banyak orang Kristen berdoa, “TUHAN Yesus anak saya mau naik SLTA, kuliah, TUHAN Yesus saya sakit, tolong sembuhkan”, tetapi duduk diam mendengarkan Firman tidak mau, maka doa semacam ini, adalah kekejian bagi TUHAN.

Kita harus memiliki selera mendengarkan Firman, apabila kita tidak memiliki selera mendengar Firman namun suka mendoakan jemaat, suka mendoakan yang sakit, dimana ada KKR, suka doakan-doakan, maka doanya adalah kekejian. Intinya antikris disebutlah pembinasa keji.

Jangan kita berlaku keji saudara, mendoakan jemaat, tetapi kita tidak memiliki selera mendengarkan Firman.

 

Saya berikan lagi contoh…

Ulangan 25:13-16 -- Perikop: “Sukatan dan timbangan yang benar.”

(25:13) "Janganlah ada di dalam pundi-pundimu dua macam batu timbangan, yang besar dan yang kecil. (25:14) Janganlah ada di dalam rumahmu dua macam efa, yang besar dan yang kecil. (25:15) Haruslah ada padamu batu timbangan yang utuh dan tepat; haruslah ada padamu efa yang utuh dan tepat -- supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. (25:16) Sebab setiap orang yang melakukan hal yang demikian, setiap orang yang berbuat curang, adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu."

 

"Janganlah ada di dalam pundi-pundimu dua macam batu timbangan, yang besar dan yang kecil.”

-          Batu timbangan yang besar ditujukan untuk bisnis/perkara lahiriah.

-          Batu timbangan yang kecil ditujukan kepada Firman, sehingga mencari Firman asal-asalan.

Hal ini sangat berbahaya. Jangan sampai pada hari penghakiman kita tidak selamat?” hanya karena dua jenis batu timbangan ini.

 

“Janganlah ada di dalam rumahmu dua macam efa, yang besar dan yang kecil.”

Untuk dengar Firman digunakan takaran yang kecil, tetapi untuk bisnis/perkara lahiriah, ngompreng sana ngompreng sini menggunakan takaran besar, ini keji di mata Tuhan. Banyak melayani, tetapi tidak mau mendengar Firman juga keji di mata Tuhan.

Oleh sebab itu, saya menghimbau, mari kita bersama-sama, saya pun gembala, tetapi mau digembalakan oleh TUHAN, saya juga belajar mau digembalakan oleh Tuhan.

Mari kita gunakan batu timbangan yang besar dan kita tujukan saat kita fellowship untuk mendengar Firman Allah. Jangan untuk perkara lahiriah, bisnis sana bisnis sini tidak karu-karuan, digunakan batu timbangan yang besar, tetapi saat mendengar Firman kita gunakan batu timbangan yang kecil, itu keji sekali di mata Tuhan.

 

Apabila mau lanjut umur maka harus ada batu timbangan yang utuh dan tepat, juga ada efa yang utuh dan tepat di ruang-ruang hati kita masing-masing. Apabila tidak ada batu timbangan yang utuh dan tepat dan juga tidak ada efa yang utuh dan tepat maka disebutlah itu kekejian.

 

“Sebab setiap orang yang melakukan hal yang demikian, setiap orang yang berbuat curang, adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu.”

Inilah Goliat atau singa dan beruang rohani, yakni; antikris, keji bagi Tuhan.

Tidak salah belajar filsafat, tetapi gunakanlah batu timbangan yang tepat dan utuh, gunakanlah efa yang tepat dan utuh, justru filsafat dapat membuat manusia jauh dari Tuhan.

 

Amos 8:5 ---  Perikop: “Peringatan terhadap orang yang menghisap sesamanya.”

(8:5) dan berpikir: "Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu,

 

Syikal (takaran untuk uang) diperbesar, tetapi efa (takaran untuk gandum/Firman) diperkecil, ini adalah perbuatan keji.

Tetapi, malam ini kita bersyukur kepada Tuhan Yesus, sebab Roh Tuhan telah menyatakan Firman yang diurapi untuk membidik dahi kita masing-masing, sehingga pikiran hati kita sampai seluruh kehidupan dalam-dalamnya sudah disucikan oleh Firman yang diurapi itulah batu yang diumbankan.

Kiranya kemenangan dipihak kita dan kita akan memperoleh mahkota kehidupan, bukan mahkota akal-akalan yang ada pada tanduk-tanduk binatang yang keluar dari dalam laut.

 

JALAN KELUAR.

1 Samuel 17:49

(17:49) lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah.

 

Kalau kita dengan rela disertai dengan melembutkan hati, sehingga disucikanlah hati, pikiran kita ini, bahkan seluruh dalam-dalamnya hidup kita ini dengan Firman yang diurapi (Firman yang diumban oleh Roh Kudus) maka kita tidak akan terjerumus dengan kekejian duniawi ini, muka kita tidak akan terjerumus ke tanah dunia ini. Melainkan kita disucikan sampai bercahaya kemuliaan Allah, diarahkan kepada Mempelai Laki-Laki Sorga.

Tetapi Goliat “terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah.”

 

PROSES Firman yang diurapi menyucikan dahi (pikiran) kita …

Matius 24:27

(24:27) Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.

 

KILAT memancar dari timur, lalu melontarkan cahayanya sampai ke barat.

Mungkin saudara bertanya, apakah itu umban? Saya katakan itu umban. Karena kalau kita mengacu pada Wahyu 4:5 kilat yang melontarkan cahayanya adalah: Firman yang diurapi, itulah batu  yang dilontarkan oleh umban.

Inilah proses supaya Firman yang diurapi menyucikan dahi kita dari nama-nama hujat.

 

Kilat itu adalah umban, apabila kita mengacu kepada Wahyu 4.

(4:5) Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah.

 

Kilat adalah umban rohani, itu adalah gerakan Roh di hadapan takhta Allah. Apa buktinya? Di situ ada tujuh pelita menyala. Kalau ada minyak, yaitu; Roh Kudus, maka pelita menyala. Kalau ada umban rohani, maka Firman dilontarkan.

 

Apa yang dilontarkan kilat? Yang dilontarkan adalah CAHAYANYA.

 

Amsal 6:23

(6:23) Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan,

 

“… perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya.”

Ajaran itu yang dilontarkan oleh gerakan Roh (umban rohani). Itulah pentingnya kita menjadi umban rohani. Saya yakin kita pulang dari sini sudah menjadi umban rohani untuk membidik dahi sidang jemaat, menyucikan segala keangkuhan dan kesombongan yang mencemooh pejuang iman.

 

Ajaran itu adalah: CAHAYA. Apabila dikaitkan dengan pola Tabernakel maka cahaya itu dibagi menjadi dua bagian:

Yang pertama: INJIL KESELAMATAN … (Efesus 1:13).

Manfaat Injil Keselamatan ialah orang-orang yang menerima Injil Keselamatan tentang Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat menjadi percaya, bertobat, lahir baru lewat baptisan air, selanjutnya dipenuhkan oleh Roh El Kudus.

 

Kisah Para Rasul 2:36-40

(2:36) Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus." (2:37) Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" (2:38) Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. (2:39) Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita." (2:40) Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."

 

Inilah manfaat dari Injil Keselamatan, apabila dikaitkan dengan Pola Taberkel:

-          Percaya terkena kepada PINTU GERBANG.

-          Bertobat terkena kepada MEZBAH KORBAN BAKARAN.

-          Dibaptis terkena kepada KOLAM PEMBASUHAN TEMBAGA.

-          Dipenuhkan Roh Kudus terkena kepada PINTU KEMAH.

Pintu Kemah adalah pembatas antara Halaman dengan Bait Suci, sebab ibadah di Halaman masih berbau daging. Namanya daging suka jalan-jalan, tidak puas dengan gereja yang satu lalu pergi ke gereja yang lain, itu yang disebut gereja Halaman. Kalau di Halaman boleh jalan-jalan, tetapi kalau sudah di Bait Suci masak jalan-jalan? Tetapi di Bait Suci kita duduk diam mendengar Firman, seperti Maria. TUHAN tidak suka seperti Marta, sibuk-sibuk tidak mau mendengar Firman, yang TUHAN mau adalah duduk diam mendengar Firman.

 

Suasana yang terjadi di tengah-tengah penginjilan (Injil Keselamatan) ada perbuatan ajaib, tanda-tanda heran, pengusiran setan, mujizat kesembuhan. Ajaran semacam ini memang perlu, tetapi Alkitab berkata di dalam Ibrani 6:1: “Beralihlah kepada perkembanganya yang penuh …” artinya; tidak boleh berhenti hanya sampai pada Injil Keselamatan, meskipun ada kesembuhan dan tanda-tanda heran, namun harus beralih kepada perkembangan yang penuh itulah gereja Tuhan harus menjadi kepenuhan Kristus, berarti menjadi Sidang Mempelai Tuhan, sebagaimana yang tertulis di dalam Efesus 1:23Jemaat adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia

Inilah yang Tuhan mau, ibadah kita tidak boleh antusias hanya sampai kepada Injil Keselamatan, tetapi harus beralih kepada perkembangan selanjutnya menjadi kepenuhan Kristus, lewat Injil Kerajaan.

 

Tidak salah penginjilan saudara, tetapi sesudah penginjilan, rekan-rekan hamba TUHAN (penginjil), selanjutnya jiwa-jiwa diserahkan untuk digembalakan. Di dalam penggembalaan jangan lagi penginjilan.

Inilah yang saya maksud tadi, sebelum kita beralih kepada perkembangan yang penuh / injil kerajaan, fenomena sampai sekarang ini belum berubah, sebab sekarang ini seorang gembala / malaikat sidang jemaat masih sibuk pamer-pamer karunia, seharusnya rumah Tuhan harus disebut “Sinagoge” berarti tempat mengajar Sidang Jemaat. Tidak boleh lagi seperti di Halaman, di lapangan, dari awal sampai akhir ibadahnya hanya injil keselamatan, melakukan mujizat kesembuhan, rubuh-rubuh, tumbang-tumbang. Memang kalau sudah tumbang kenapa? Saudara, memang karunia itu perlu tetapi harus beralih kepada perkembangan yang penuh, oleh sebab itu terimalah Injil Kerajaan.

Di Amerika ada hamba TUHAN rambutnya panjang, hari-hari sibuk pamer karunia, padahal di gereja. Boleh melakukannya hal seperti itu di gereja, tetapi ada waktu untuk Injil keselamatan, di luar ketekunan tiga macam ibadah pokok. Sebab domba harus digembalakan, jadikan rumah TUHAN Sinagoge, tempat mengajar, Injil Kerajaan.

Di Indonesia pun sudah mengikuti rambut yang panjang itu, tidak di surabaya, tidak di jakarta, buka jas lalu atraksi, selesai itu kumpulkan kolekte lalu pulang, kenapa tidak beralih kepada Injil Kerajaan untuk menjadi kepenuhan Kristus, Mempelai TUHAN.

Inilah yang membuat hati saya miris, itu sebabnya PPT ini harus ada, sekalipun segelintir saja yang tertolong, yang terpenting ada yang tertolong, daripada sama sekali tidak ada. Tidak ada maksud hebat-hebatan, tetapi inilah pergumulan yang TUHAN taruh di hati saya, miris hati saya apabila di dalam Sinagoge antusiasnya hanya sampai pada Injil Keselamatan.

 

Maka perkembangan yang penuh itu apa?

Yang kedua: INJIL KERAJAAN (Matius 24:14).

Injil Kerajaan disebut juga cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus.

 

2 Korintus 4:3-4

(4:3) Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, (4:4) yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

 

Caya Injil tentang kemuliaan Kristus itulah Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan dalam terangnya Roh El-Kudus. Kuasanya: Membawa kita kembali kepada gambaran semula, karena manusia diciptakan menurut teladan Allah. Segambar serupa dengan Allah, berarti kualitas rohani dari Mempelai Perempuan sudah sederajat dengan kualitas rohani dari Mempelai Laki-Laki Sorga.

 

Wahyu 21:9-11

(21:9) Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba." (21:10) Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah. (21:11) Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.

 

Ayat 9, berbicara soal pengantin perempuan Mempelai Anak Domba.

Ayat 10, gambarannya seperti gunung besar lagi tinggi, itulah kota kudus Yerusalem baru.

Ayat 11, Mempelai Tuhan bercahaya kemuliaan Allah, persis seperti permata yaspis, jernih seperti kristal.

 

Jadi, kuasa dari Injil Kerajaan adalah kita DIKRISTALISASIKAN.

Kristal = Transparan = Tembus pandang; keadaan di luar sama dengan keadaan di dalam, berarti tidak ada lagi yang ditutupi. Kehidupan semacam ini bercahaya kemuliaan Allah.

 

Kita memang harus menerima cahaya yang dilontarkan itu, oleh sebab itu, antusias kita tidak boleh berhenti hanya pada Injil Keselamatan tetapi harus berlanjut sampai kepada cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, itulah Firman yang diurapi/Firman yang diumban, berkuasa untuk mengkristalisasikan kehidupan kita persis seperti permata yaspis, permata yang paling indah, bercahaya kemuliaan Allah.

 

Gambaran dari bercahaya kemuliaan Allah / tidak ada lagi dosa, yaitu Salomo menggambarkannya di dalam Amsal 4:18.

Amsal 4:18

(4:18) Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.

 

“… cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.” Berarti tidak ada lagi bayang-bayang dosa/kegelapan = Sudah sempurna.

 

Begitu luar biasa Salomo menggambarkan kesempurnaan itu, dari cahaya Injil Keselamatan dan lanjut sampai kepada cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus itulah Kerajaan, sampai tanpa bayang-bayang dosa, rembang tengah hari.

 

Hakim-Hakim 20:16

(20:16) Dari segala laskar ini ada tujuh ratus orang pilihan yang kidal, dan setiap orang dari mereka dapat mengumban dengan tidak pernah meleset sampai sehelai rambut pun.

 

Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel membawa kita sampai kepada kesempurnaan yaitu menjadi Mempelai Wanita Tuhan dan tidak meleset dari situ.

Asalkan kita mau digembalakan oleh korban sehari-hari itulah Firman Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel, maka kita akan sampai kepada kesempurnaan, kepenuhan Kristus, dan tidak meleset dari situ.

 

Bayangkan ukuran bergesernya diibaratkan dengan “sehelai rambut” bagaimana kita dapat mengukur sehelai rambut, tetapi Alkitab berkata Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel mengkristalisasikan kita, menyucikan kita tidak meleset dari situ menjadi gereja Tuhan yang sempurna, 100% kita disempurnakan oleh TUHAN, tidak ada yang mustahil. Apabila menggunakan ajaran lain apalagi itu ibadah buatan tangan manusia maka pasti meleset, jangankan sepuluh helai rambut, berhelai-helai pun tidak sampai ke Sorga, tetapi kita tidak meleset kalau mau digembalakan oleh Firman Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel.

 

Kita bahagia tentunya, kebahagiaan kita malam ini lebih dari kebahagiaan orang-orang dunia karena kebahagiaan kita ini terkait dengan kebahagiaan di dalam Kerajaan Sorga, selama-lamanya bahagia bersama dengan Dia di dalam Kerajaan Sorga di dalam kekekalan, Kota Kudus, Yerusalem Baru. Inilah tujuan kita mengadakan Kebaktian Paskah PPT, 2 hari, 3 kali sesi ibadah, memang harus sampai dengan berdarah-darah, jangan menyingkirkan korban sembelihan dan jangan menyingkirkan korban santapan. Amin.

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang