KAMI NANTIKAN KESAKSIAN-KESAKSIAN SAUDARA YANG SUDAH MEMBACA FIRMAN TUHAN PADA BLOG INI

Terjemahan

Search This Blog

IBADAH RAYA MINGGU, 04 OKTOBER 2026



IBADAH RAYA MINGGU, 04 OKTOBER 2026

KITAB WAHYU

WAHYU 20:4A

(SERI: 1)


Subtema: DUDUK DI ATAS TAKHTA UNTUK MENGHAKIMI


Shalom

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, oleh karena rahmatNya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus, sehingga kita boleh datang menghadap Dia, dan selanjutnya kita digembalakan  oleh korban sehari-hari, itulah korban sembelihan dan korban santapan.

Selagi hari masih siang, selagi masih ada kesempatan dan waktu ruang yang luas, itu adalah kesempatan. Lalu hari berbicara kepada hari, malam memberitahukan pengetahuannya kepada malam, itu adalah berbicara tentang waktu.

Jadi, kesempatan itu adalah ruang yang luas. Sementara hari menceritakan hari, malam menyampaikan pengetahuannya kepada malam itu adalah berbicara soal waktu. Jadi  baik kesempatan dan waktu, seharusnya kita gunakan sebaik mungkin, jangan disia-siakan, supaya kita memperoleh apa yang dijanjikan oleh Tuhan.


Saya juga tidak lupa menyapa Bapak/Ibu saudara terkasih, yang mengikuti secara online atau live streaming, video internet, baik dari Youtube, Facebook atau tiktok. Selanjutnya, doa dan harapan kami, kiranya damai sejahtera dari Sorga, dari Allah memenuhi ruangan ini, memenuhi hati kita dan hati saudara yang mengikuti secara online. Sehingga oleh damai sejahtera dan sukacita, bahagia saat kita duduk diam menikmati sabda Allah.


Selanjutnya, marilah kita mengikuti KITAB WAHYU sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu dari Wahyu 20:4a. Namun tetaplah berdoa dalam Roh, mohonlah kemurahan dari pada Tuhan, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.


Sebelum kita membaca Wahyu 20:4a, kita sudah terlebih dahulu dilawat oleh Tuhan lewat Firman yang dinyatakan dari Wahyu 20:1-3 untuk beberapa seri pemberitaan Firman Allah, dan kita sangat diberkati oleh Tuhan. 

Sekarang oleh karena rahmat Tuhan kita memasuki ayat yang baru. Kiranya sebagaimana Tuhan memberkati kita pada ayat-ayat sebelumnya, hendaklah Tuhan memberkati kita pada ayat yang baru di malam ini.


Wahyu 20:4A

(20:4) Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun.


Singkat kata; setelah naga itu ditangkap dan diikat, lalu dilemparkan ke dalam jurang maut (ayat 1-3). Selanjutnya, rasul Yohanes “… melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atas takhta itu, kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi ...”

Dengan demikian, Tuhan Allah kita telah menggenapi janji-Nya kepada orang-orang kudus-Nya.


Kita akan buktikan hal itu dalam Injil…

Lukas 22:28-30 --- Perikop: "Percakapan waktu Perjamuan Malam."

(22:28) Kamulah yang tetap tinggal bersama-sama dengan Aku dalam segala pencobaan yang Aku alami. (22:29) Dan Aku menentukan hak-hak Kerajaan bagi kamu, sama seperti Bapa-Ku menentukannya bagi-Ku, (22:30) bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.


Disini kita melihat; “… Tuhan menentukan hak-hak kerajaan bagi murid-murid diantaranya, duduk di atas takhta untuk menghakimi 12 suku Israel …” dan hal itu Tuhan nyatakan kepada murid-murid,  pada waktu; percakapan Perjamuan Malam.

Penghakiman dari orang-orang kudus di atas takhta; dijamin akan berlangsung dengan ADIL dan BENAR, sebab Kerajaan Allah itu benar, suci dan mulia.


Sebagaimana buktinya di dalam…

Wahyu 22:15

(22:15) Tetapi anjing-anjing dan tukang-tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya, tinggal di luar.


Anjing-anjing, tukang-tukang sihir, orang-orang sundal, pembunuh, penyembah-penyembah berhala pendusta, semuanya tinggal di luar = tidak layak untuk masuk dalam Kerajaan Sorga.

Jadi sesuatu yang tidak benar dan tidak suci, tidak masuk dalam kerajaan sorga.


Lebih jelas lagi didalam… 

1 Korintus 6:9-10

(6:9) Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, (6:10) pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.


Orang-orang yang tidak adil, tidak benar, tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah, oleh sebab itu janganlah sesat.

Yang dimaksud "jangan sesat" ialah; Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu semuanya tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.


Lalu lebih terang lagi…

Wahyu 21:27

(21:27) Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.


Tidak akan masuk ke dalam kota kudus Yerusalem baru sesuatu;

1. Yang najis -> orang-orang yang serakah, cinta akan uang/tamak.

2. Kekejian  -> orang-orang yang mengabaikan; KEBENARAN, KESUCIAN dan KEMULIAAN ALLAH.

3. Pendusta  -> manusia daging yang tidak mau dipimpin oleh Roh TUHAN.

Kecuali orang-orang yang namanya tertulis dalam kitab kehidupan Anak Domba.


“Nama tertulis dalam kitab kehidupan Anak Domba” -> Orang-orang yang sudah berada pada tingkat ibadah yang tertinggi atau disebut juga puncak ibadah yaitu DOA PENYEMBAHAN. 

Itu sebabnya kita harus tekun dalam tiga macam ibadah pokok sebagai sarana atau kereta api yang Tuhan berikan kepada kita untuk mencapai tingkat ibadah yang tertinggi/puncak ibadah yaitu doa penyembahan, dengan demikian nama kita tertulis dalam Kitab Kehidupan Anak Domba.


Mungkin saudara sedang bertanya-tanya dalam hati… apa kaitannya nama tertulis dalam Kitab Kehidupan Anak Domba dengan puncak ibadah?

Mari kita akan telusuri…


Wahyu 13:8 --- Perikop: "Binatang yang keluar dari dalam laut."

(13:8) Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.


Disini dikatakan; semua orang yang diam di bumi akan menyembah antikris (binatang yang keluar dari dalam laut). Siapakah mereka yang akan menyembah antikris itu? Yaitu: orang-orang yang namanya tidak tertulis dalam kitab kehidupan Anak Domba yang telah disembelih.

Pendeknya, jika ibadah dan hidup rohani tidak berada pada tingkat ibadah yang tertinggi/puncak ibadah, maka dia akan menyembah antikris.

Jadi sekali lagi saya sampaikan, memang hidup rohani kita dan ibadah kita hendaklah berada pada tingkat yang tertinggi/puncak ibadah itulah doa penyembahan, supaya nama kita tertulis dalam kitab kehidupan Anak Domba. Tetapi mereka yang ibadahnya tidak sampai kepada puncaknya, satu kali akan jatuh pada penyembahan yang salah, yaitu; menyembah binatang yang keluar dari dalam laut itulah antikris.


Banyak orang kristen mengaku bahwa dia adalah pengikut Kristus, tetapi kenyataannya Alkitab berkata;  banyak sekali orang kristen pada akhirnya menyembah binatang yang keluar dari dalam laut itulah antikris. Sedangkan orang-orang yang sudah berada pada puncak ibadah itulah doa penyembahan, namanya tertulis dalam kitab kehidupan Anak Domba yang telah disembelih. Berbicara; Anak Domba yang telah disembelih berbicara soal DOA PENYEMBAHAN.


Matius 27:33-35 --- Perikop: "Yesus disalibkan"

(27:33) Maka sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak. (27:34) Lalu mereka memberi Dia minum anggur bercampur empedu. Setelah Ia mengecapnya, Ia tidak mau meminumnya. (27:35) Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagi pakaian-Nya dengan membuang undi.


Yesus disalibkan di bukit yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak.

Pendeknya, jika Yesus tidak menderita sengsara dan mati di atas kayu Salib, maka manusialah yang menjadi tengkorak.

Jadi kita patut bersyukur, jika kita ada sebagaimana kita ada malam ini, jelas karena kemurahan dari pada hati Tuhan. Sehingga oleh karena kemurahan Tuhan, kita diberi kesempatan untuk menghadap Dia, lewat Ibadah Raya Minggu, lalu di atas mezbah kita mempersembahkan segenap hidup kita, karena hidup kita sesungguhnya adalah persembahan.


Jadi dari kisah/peristiwa ini, kita harus mengakui bahwa: Yesus adalah Anak Domba yang telah disembelih.


Sekarang kita baca terkait: ANAK DOMBA YANG TELAH DISEMBELIH  …

Matius 27:50

(27:50) Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.


Yesus berseru dengan suara nyaring -> Doa Penyembahan.

Selanjutnya, Yesus menyerahkan nyawa-Nya.

Pendeknya, penyembahan artinya: penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak Allah saja.


Perlu untuk diketahui: penyembahan yang sejati tidak diukur pada saat:

1. Praise and worship (pujian penyembahan).

2. Tersungkur/berlutut.

3. Karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh El Kudus yang dimiliki seorang hamba Tuhan.


Tetapi penyembahan yang sejati adalah penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada Tuhan.

Jadi saudara, berusahalah dan berjuanglah untuk berada pada tingkat ibadah yang tertinggi/puncak ibadah, itulah doa penyembahan. 

Tuhan dengan sabar mengajar kita terkait ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok, lalu disertai dengan doa-doa dan ratap tangis dengan keluhan yang sangat dalam kepada Bapa dari Sorga. Tujuannya; supaya kita gereja TUHAN, berada pada puncak ibadah yaitu: Doa Penyembahan. 

Saudara, demikianlah penjelasan yang singkat sebagai bukti bahwa: orang-orang yang duduk di atas takhta itu akan menghakimi dengan adil dan benar. 

“... LAGIPULA …” Yesus menentukan hak-hak Kerajaan bagi murid-murid, sama seperti Bapa menentukannya bagi anak, sebagaimana yang tertulis dalam Lukas 22:29 -- Dan Aku menentukan hak-hak Kerajaan bagi kamu, sama seperti Bapa-Ku menentukannya bagi-Ku,


Mari kita buktikan itu didalam…

1 Korintus 15:24-28

(15:24) Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. (15:25) Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. (15:26) Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut. (15:27) Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya. Tetapi kalau dikatakan, bahwa "segala sesuatu telah ditaklukkan", maka teranglah, bahwa Ia sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu tidak termasuk di dalamnya. (15:28) Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua.


Singkat kata; Yesus telah mengalahkan semua musuh-Nya, sebab Dia telah meremukkan kepala ular dengan tumit-Nya 2000 tahun yang lalu di atas kayu salib. Bahkan musuh yang terakhir telah dikalahkan yaitu MAUT, sebab, pada hari ketiga Yesus telah bangkit.

Pendeknya, Yesus harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuhNya di bawah kaki-Nya. Itu berarti, Bapa telah menentukan hak-hak kerajaan kepada Anak, sebab Anak telah menaklukkan dirinya kepada Allah Bapa. 


Demikian juga Yesus menentukan hak-hak kerajaan kepada murid-murid, yaitu bilamana nanti kerajaan kekal ditampilkan. Orang-orang kudusnya akan duduk di atas takhta itu dan kepada mereka yang duduk di atas takhta itu diberi kesempatan untuk menghakimi dengan adil dan benar, dengan syarat harus menaklukan diri kepada Yesus, sebagaimana Yesus menaklukkan diri kepada Bapa, supaya kita kelak duduk di atas takhta untuk menghakimi ke dua belas suku Israel, dan penghakimannya dijamin akan berlangsung dengan adil dan benar.


Jadi jelas sekali bahwa ibadah kita sudah harus berada pada tingkat ibadah yang tertinggi/puncak ibadah, itulah doa penyembahan, yakni; penyerahan diri sepenuhnya untuk takluk hanya kepada kehendak Allah.


Jangan saudara melihat ibadah yang lain/ibadah yang bebas-bebas, sebab Tuhan sudah membuat Pola Tabernakel dengan jelas, tampak di depan mata kita, itulah Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel. Kita sudah mendapat keuntungan yang besar, kenapa harus di sia-siakan lagi.


BUKTI NYATA PENAKLUKAN DIRI PADA YESUS

Lukas 22:28

(22:28) Kamulah yang tetap tinggal bersama-sama dengan Aku dalam segala pencobaan yang Aku alami.


Bukti nyata bahwa kita telah menaklukan diri kepada Yesus: Murid-murid tetap tinggal bersama-sama dengan Yesus dalam segala pencobaan.

Apapun yang terjadi, … disini; makan tidak makan, tetaplah kita kumpul. Susah dan senang, tetaplah kita kumpul menjadi himpunan atau kawanan domba Allah, berarti tergembala dengan sungguh-sungguh. Jangan karena ingin gaji lebih besar, kita harus pergi ke luar negeri tinggalkan ibadah dan pelayanan. Jangan suruh suami bekerja pergi jauh tinggalkan jam-jam ibadah, hanya untuk sesuap nasi, jangan suruh isteri bekerja lalu tinggalkan jam-jam ibadah.

Pendeknya, makan tidak makan tetap kumpul, menjadi himpunan dalam Tuhan, menjadi kawanan domba Allah (domba-domba tergembala) tekun dalam tiga macam ibadah pokok, itu yang benar, sebab Alkitab berkata: Kamulah yang tetap tinggal bersama-sama dengan Aku dalam segala pencobaan yang Aku alami.


Lukas 22:37

(22:37) Sebab Aku berkata kepada kamu, bahwa nas Kitab Suci ini harus digenapi pada-Ku: Ia akan terhitung di antara pemberontak-pemberontak. Sebab apa yang tertulis tentang Aku sedang digenapi."


Singkat kata; Yesus harus ditangkap lalu diserahkan kepada imam-imam kepala, tua-tua, dan ahli-ahli Taurat, lalu disalibkan, supaya dengan demikian, Yesus menggenapi hukum Taurat.


Tanggapan dari murid-murid yang diwakili oleh Simon Petrus…

Lukas 22:33

(22:33) Jawab Petrus: "Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!"


Ini pengakuan yang keluar dari mulut Simon Petrus, dia mau tetap tinggal bersama dengan Tuhan bahkan bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Tuhan.


Mari kita lihat pembuktiannya …

Matius 26:31-33 --- Perikop: "Petrus akan menyangkal Yesus."

(26:31) Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai. (26:32) Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea." (26:33) Petrus menjawab-Nya: "Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak."


Alkitab berkata; “Gembala akan dibunuh maka kawanan domba akan tercerai-berai.” Jadi perkataan siapa yang benar, perkataan Tuhan atau Simon Petrus? Jawabnya; yang benar adalah perkataan Yesus.

“Gembala” -> Pribadi Yesus Kristus, disebut juga “KORBAN SEHARI-HARI”.

Sehari-hari Yesus selalu bersama-sama dengan murid-murid namun pada akhirnya Dia menjadi KORBAN SEMBELIHAN.

Lalu dalam kesempatan yang lain Yesus berkata; Aku memecahkan segenap hidupku di atas kayu salib, berarti Dia lah KORBAN SANTAPAN. 

Gembala -> KORBAN SEHARI-HARI menggembalakan domba-domba di atas gunung Tuhan yang kudus.

Tetapi bilamana gembala itu ditangkap dan dibunuh, domba-domba akan tercerai berai, itu yang benar, berarti perkataan Petrus tidak benar.

Tetapi Yesus berkata kepada murid-murid; “... Kamulah yang tetap tinggal bersama-sama dengan Aku dalam segala pencobaan yang Aku alami …” Lukas 22:28.


Mari kita lihat korban sehari-hari…

Daniel 11:31

(11:31) Tentaranya akan muncul, mereka akan menajiskan tempat kudus, benteng itu, menghapuskan korban sehari-hari dan menegakkan kekejian yang membinasakan.


Satu kali nanti antikris akan menghentikan korban sehari-hari, itulah sebabnya antikris disebut pembinasa keji.


APA ITU KORBAN SEHARI-HARI? Jawabannya ada pada…

Daniel 9:27A

(9:27) Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu."


Pada saat Antikris memerintah sebagai raja di atas muka bumi ini berlangsung selama 7 (tujuh) tahun yang dibagi dalam 2 (dua) bagian:

  1. 3,5 tahun pertama disebut sebagai “pra aniaya”. Disitu ibadah masih bisa dijalankan tetapi sudah sulit, buktinya; harga Firman semakin mahal

  2.  3,5 tahun kedua yang disebut sebagai puncak pencobaan.

Pada saat itu antikris akan menghentikan korban sehari-hari itulah korban sembelihan dan korban santapan, maka pada saat itulah kawanan domba tercerai-berai.


Jadi saudara, kita harus mengakui dengan jujur dihadapan Tuhan bahwasanya kita tidak bisa bertahan (berdiri) di hadapan antikris dengan kekuatan yang kita punya, maka kalau kita mengakui itu dengan jujur tentu saja kita harus menghargai ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok berarti menyatakan diri sebagai kawanan domba Allah (menjadi satu kehidupan yang tergembala) dengan sungguh-sungguh dihdapan Tuhan. 

Tekunlah dalam tiga macam ibadah pokok, tergembalalah dengan sungguh-sungguh, mulai dari detik ini dan seterusnya. Ibadah jangan dijadikan sebagai ajang permainan belaka. Jangan kita permain-mainkan belas kasih TUHAN, supaya kita jangan dipermain-mainkan oleh antikris, (binatang yang keluar dari dalam laut), sebab binatang ini akan menghentikan korban sehari-hari, itulah korban sembelihan dan korban santapan yang semestinya menggembalakan kawanan domba. Jadi apa yang dikatakan oleh Yesus kepada murid-murid, itu benar, dimana gembala akan ditangkap dan dibunuh, kawanan domba akan tercerai berai. 


Jadi antikris akan menghentikan korban sehari-hari, yaitu korban sembelihan dan korban santapan pada 3.5 tahun kedua, disebutlah itu puncak pencobaan. Tetapi TUHAN berkata kepada murid-murid; kamulah yang tetap tinggal bersama-sama dengan Aku.

  • Korban sembelihan -> Ibadah pelayanan yang disertai sangkal diri pikul salib sampai berdarah-darah. Tapi satu kali itu nanti akan dihentikan.

  • Korban santapan -> Firman Allah sebagai makanan rohani.


Baik korban sembelihan, maupun korban santapan satu kali akan dihentikan = Gembala akan ditangkap dan dibunuh, itulah pencobaan yang memuncak pada 3.5 tahun yang kedua. 


DAMPAK NEGATIF, KORBAN SEMBELIHAN DIHENTIKAN: Tidak ada kesempatan bagi manusia untuk bertobat.

Jadi kalau malam ini kita ada di tengah ibadah dan pelayanan disertai sangkal diri pikul salib sampai berdarah-darah itu kemurahan. Jangan kita heran-heran melihat situasi (suasana) yang demikian. Tetapi semestinya kita bersyukur dan berterimakasih, sebab apabila kita mengerjakan semuanya itu disertai sangkal diri pikul salib sampai berdarah-darah dari ujung kepala sampai ujung kaki, berarti ada kesempatan untuk bertobat, sebab pekerjaan penyelamatan terkait dengan penebusan dan pendamaian atas dosa dunia telah dikerjakan oleh Yesus di kayu salib sampai berdarah-darah. Tapi kalau itu dihentikan, maka tidak ada lagi kesempatan untuk bertobat, seseorang tidak lagi mengalami penebusan dan tidak ada kesempatan berdamai dengan Allah, selamanya terpisah dengan TUHAN. Dari sini kita bisa melihat; domba-domba pasti tercerai berai, tidak mungkin bersatu lagi. Tapi dasar Simon Petrus sontoloyo, Dia merasa kuat menghadapi  pencobaan yang memuncak pada saat 3.5 tahun yang kedua, dimana antikris menghentikan korban sehari-hari.


DAMPAK NEGATIF, KORBAN SANTAPAN DIHENTIKAN: Dunia mengalami kelaparan yang hebat , sebagaimana dengan …

Amos 8:11-12

(8:11) "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN. (8:12) Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.


Pada saat terjadi kelaparan di dunia ini:

  • “Orang-orang akan mengembara dari laut ke laut”, yang dijumpai ajaran laut (antikris/kenajisan percabulan), mereka tidak akan menemui TUHAN.

  • “Orang-orang akan menjelajah dari Utara ke Timur” untuk mencari firman TUHAN tetapi tidak mendapatkannya, selain hanya menemukan ajaran darat (ajaran bumi), itulah ajaran dari nabi-nabi palsu, sehingga anak-anak dara yang cantik dan teruna-teruna akan rebah lesu dan tidak akan bangkit-bangkit lagi = BINASA.. 

Cantik artinya; sudah mengerti tentang pelayanan, tetapi kerohaniannya belum dewasa. 


Jadi jelas sekali, ketika korban sembelihan dan korban santapan dihentikan, otomatis domba-domba tercerai berai. Perkataan Simon Petrus tidak benar, dia tidak akan sanggup menghadapi situasi yang berat ini. Tetapi TUHAN selalu menganjurkan kepada kita; kamulah yang tetap tinggal bersama dengan Aku  dalam segala pencobaan yang Aku alami. 

Tetaplah bersama dengan TUHAN, jangan tinggalkan jam-jam ibadah, tekunlah dalam tiga macam ibadah pokok, kalau memang merasa tidak mampu menghadapi kekuatan antikris. Supaya satu kali kelak janji TUHAN tergenapi dalam diri kita terkait duduk di atas takhta untuk menghakimi 12 suku Israel. Karena Yesus menentukan hak-hak kerajaan Sorga bagi murid-murid, sebagaimana Bapa juga menentukan hak-hak kerajaan Sorga kepada Anak, asal kita betul-betul  menakhlukan diri dibawah-Nya, berarti Ibadah harus memuncak samapi kepada Doa Penyembahan. 


Pendeknya, pencobaan yang akan terjadi, seperti yang disampaikan oleh Yesus kepada murid-murid memuncak pada saat antikris menjadi raja atas dunia pada 3,5 tahun yang kedua, karena pada saat itu korban sehari-hari dihentikan, itulah korban sembelihan dan korban santapan. 

Jadi supaya jangan kita tercerai berai, jangan terpisah dari TUHAN, dan tetap bersatu, mari kita lihat jalan keluarnya.

 

JALAN KELUAR

Lukas 22:28

(22:28) Kamulah yang tetap tinggal bersama-sama dengan Aku dalam segala pencobaan yang Aku alami.


Praktek menaklukan diri pada Yesus ialah: Murid-murid tetap tinggal bersama dengan Yesus dalam segala pencobaan.

Pencobaan yang kita hadapi di bumi ini akan memuncak pada saat antikris memerintah sebagai raja atas bumi ini pada 3,5 tahun yang kedua, sebab antikris akan menghentikan korban sehari-hari. Sebab itu kita harus tinggal bersama Yesus = menaklukkan diri kepada Yesus.


Matius 26:36 --- Perikop: "Di taman Getsemani."

(26:36) Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa."


Yesus membawa murid-murid ke taman Getsemani untuk berdoa, bukan untuk yang lain-lain. 


Matius 26:37-38

(26:37) Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, (26:38) lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."


Dari titik yang pertama, Yesus membawa 3 murid lainnya untuk berada pada titik yang kedua itulah Yakobus, Petrus, dan Yohanes. Kemudian setelah berada di titik kedua, Yesus berkata kepada 3 murid: "Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."


Kalau kita kaitkan dengan Pola Tabernakel, titik pertama terkena kepada daerah HALAMAN.

Sedangkan titik kedua bila dikaitkan dengan pola Tabernakel terkena kepada RUANGAN SUCI, ada 3 macam alat di dalamnya, sesuai dengan 3 murid Yesus yang dibawa pada titik yang kedua.

  1. YAKOBUS terkena kepada Meja Roti Sajian = IMAN -> Ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai perjamuan suci.

  2. PETRUS terkena kepada Pelita Emas = PENGHARAPAN -> Ketekunan dalam Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian Roh.

  3. YOHANES terkena kepada Mezbah Dupa = KASIH -> Ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan.


Itulah sebabnya Yesus berkata kepada tiga murid tersebut, tinggalah disini dan berjaga-jagalah dengan aku. 

“Tinggalah disini” = berada pada Ruangan Suci, artinya; tekunlah dalam tiga macam ibadah pokok, sehingga lewat ketekunan tiga macam ibadah pokok, kita dibawa sampai kepada puncak ibadah, yaitu; Doa Penyembahan, artinya; penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak Allah.


Ketika hidup rohani kita dan ibadah kita sudah berada pada puncak ibadah; Doa Penyembahan, disebutlah itu zona berjaga-jaga. Itulah sebabnya TUHAN berkata; tinggalah bersama dengan Aku dalam segala pencobaan. Artinya; tekunlah dalam tiga macam ibadah pokok. 

Pendeknya, skema/patron, pola Tabernakel dibawa sampai ke Taman Getsemani.


Apapun yang kita alami, kita tetap bertahan dengan pola Tabernakel. Kalau TUHAN berkata tinggallah disini dalam segala pencobaan yang dialami Yesus, artinya; kita tetap tekun dalam tiga macam ibadah pokok. Apapun harganya bayar saja, sebab kaitannya adalah keselamatan jiwa. 

Sebab itu orang yang murah hati akan tertolong dan selamat, sebab orang yang murah hati, sangat mudah berkorban, walaupun sebetulnya tidak punya apa-apa, beli beras saja susah, bayar spp (uang sekolah) anak saja susah.   

Jadi harus tinggal bersama Yesus dalam segala pencobaan, bukan dalam kesenangan saja. Kalau dalam kesenangan tanpa salib semua orang bisa. 


Bagaimana mungkin kita  bisa memahami ini semua kalau bukan karena rahmat TUHAN, kalau bukan karena  kemurahan TUHAN. Bukan karena kepintaranku, bukan karena kepintaran saudara, lalu kita memperoleh pengertian semacam ini. TUHAN memberi pengertian itu begitu gambalangnya kepada murid-murid, itu anugrah.  Kita rindu duduk di atas takhta untuk menghakimi 12 suku Israel .

Jadi ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok adalah sarana untuk membawa kita sampai kepada puncak ibadah, itulah Doa Penyembahan, yaitu; penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak Allah. Bila kita sudah berada pada puncak ibadah; Doa Penyembahan; itulah yang disebut zona berjaga-jaga. 

  • Jadi terserah  kapan TUHAN datang, sekalipun kedatangan TUHAN disebut seperti pencuri di malam hari kita sudah siap sedia, 

  • terserah kapan pencobaan yang memuncak pada 3.5 tahun yang kedua terjadi, tepatnya saat antikris menjadi raja di bumi ini.  

Yang pasti kita sudah berada di zona berjaga-jaga, itulah Doa Penyembahan. 


Yel-yel 

TINGGALAH DISINI: Tekun dalam tiga macam ibadah pokok. 

TEKUN TIGA MACAM IBADAH POKOK = Tinggalah disini.


Tinggalah disini bersama dengan Yesus dalam segala pencobaan yang memuncak pada 3.5 tahun yang kedua, karena pada saat itu  korban sehari-hari dihentikan. Tapi yang pasti, kalau kita sudah berada pada puncak ibadah yaitu doa penyembahan itu zona berjaga-jaga, terserah kapan antikris datang, kita tidak takut, terserah pencobaan itu kapan saja terjadi, tidak takut, karena janji TUHAN , tinggalah disini.   


Matius 26:39a

(26:39) Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."


"Maka Ia maju sedikit" -> Yesus adalah Imam Besar Agung.

Tugas pokok Imam Besar Agung adalah:

  1. Melayani, supaya keadaan kita, hidup kita, nikah rumah tangga kita, ibadah kita, semua baik dan mengerti tentang kerendahan di hati. Hidup kita senantiasa dibawa turun ke bawah baik dalam perkataan, maupun dalam perbuatan, sikap, solah tingkah semua turun ke bawah. Tidak perlu kita menunjukkan sikap arogan untuk menunjukan siapa kita, tidak ada artinya itu, biarpun engkau punya kelebihan.


  1. Berdoa, supaya baik iman kita, maupun hidup kita jangan gugur menghadapi angin-angin pencobaan. 

Tadi sudah saya sampaikan, ketika Yesus memberitahukan bahwa satu kali nanti gembala akan dibunuh, dengan lain kata; satu kali nanti korban sehari-hari itu akan dihentikan, bilamana nanti antikris menjadi raja pada 3.5 tahun yang kedua. Tapi Petrus berkata; aku  tidak takut mati, tidak takut bahaya, bahkan di penjara pun rela.  Tetapi sesungguhnya TUHAN sudah tahu bahwa dia tidak akan sanggup. Tetapi puji TUHAN karena doa imam besar, Simon Petrus tertolong sebagaimana dengan injil Lukas 22:32: Tetapi aku telah berdoa untuk kamu, supaya imanmu jangan gugur. Sebagai imam besar Yesus berdoa untuk Simon Petrus dan murid-murid yang lain juga kepada kita, supaya kelak menjadi raja, duduk di atas takhta, menghakimi 12 suku Israel, 


Dan jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu, kuatkan suamimu, kuatkan istrimu, kuatkan anakmu, kuatkan orangtuamu, keluargamu, saudara bersaudara, saudari bersaudari, kakak adik, kuatkan mereka. Jangan putus asa, dan jangan berkata; “ah lihat nanti saja”, tidak boleh ada perkataan seperti itu, tetapi kuatkan mereka. 

Harus tetap menggunakan pola Tabernekel, tidak boleh tidak. Alkitab jelas berkata; tinggalah bersama dengan aku; tekun dalam tiga macam ibadah pokok, tidak ada jalan lain. Jangan kita berkata; cukup berbuat saleh. Tidak bisa hanya cukup berbuat saleh, tetapi harus ada polanya. 

Tadi sudah saya sampaikan, kalau menjahit itu gampang, persoalannya; polanya sesuai pola Tabernakel tidak? Sesuai dengan pola kerajaan Sorga tidak? Sesuai dengan pola yang TUHAN mau. 


  1. Memperdamaikan dosa = mempersembahakan korban dari lembuh jantan muda.

Jadi supaya nikah tetap utuh, harus ada korban pendamaian. Supaya kita tetap tergembala itu karena adanya korban pendamaian. Supaya kita tetap menyatu dengan TUHAN, itu karena ada korban pendamaian. Kenapa nikah kita bertahan sampai hari ini? Jawabnya; karena ada korban pendamaian, dan Yesus telah memperdamaikan hidup kita, bersyukurlah, berterimakasihlah kepada TUHAN. Kalau tidak ada korban pendamaian, tangisan itu akan terus berlangsung dalam nikah.


Matius 26:39b

(26:39) Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."


Doa Yesus kepada Bapa; jikalau mungkin sekiranya cawan ini lalu daripada ku, tetapi janganlah seperti yang aku kehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki. Ini doa Yesus kepada Bapa. 

Doa ini menunjukkan bahwa Yesus betul-betul ada dalam penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak Allah Bapa = menaklukan diriNya kepada Bapa. Supaya nanti pada akhirnya hak-hak kerajaan Sorga itu nanti ditentukan kepada kita, harus ada dalam penaklukan diri. Tidak ada cara lain duduk di atas takhta selain menaklukan diri. Kalau Yesus tidak menaklukan diri kepada Bapa, hak kerajaan Sorga untuk duduk di atas takhta tidak mungkin itu bisa terjadi, mustahil. Maka kitapun perlu menakhlukan diri kepada Yesus


Matius 26:40-41

(26:40) Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? (26:41) Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."


Jadi jelas, kita harus tekun dalam 3 (tiga) macam ibadah pokok, untuk membawa kita sampai pada puncak ibadah, yaitu; Doa penyembahan = berjaga-jaga. Tujuannya; supaya kita jangan jatuh dalam pencobaan saat antikris menjadi raja berkuasa pada 3.5 tahun yang kedua, itulah puncak pencobaan, sebab pada saat itu antikris menghentikan korban sehari-hari.


Untuk menghadapi puncak pencobaan, maka kita sudah harus berada pada puncak ibadah, yaitu; Doa Penyembahan. Jadi puncak ibadah berhadapan dengan puncak pencobaan. Tapi yang pasti puncak ibadah, yaitu: Doa Penyembahan akan berkemenangan menghadapi puncak pencobaan, karena TUHAN yang berkata kepada murid-murid; tinggalah disini, tetaplah bersama-sama dengan Aku dalam segala pencobaan. 


Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."

Tidak ada yang bisa kita harapkan dari daging dan kelebihannya, kecuali kita harus ikuti cara TUHAN, yaitu; tinggallah bersama dengan TUHAN dalam segala pencobaan yang terjadi. Sehingga dengan demikian kita membuktikan diri telah menaklukan diri kepada TUHAN. Hak-hak kerajaan Sorga itu ditentukan juga kepada kita. Sehingga saat kerajaan Allah ditampilkan, dimulai dari kerajaan 1000 tahun damai, disitu kita nanti duduk di atas takhta (Wahyu 20:4a). Inilah proses perjalanan rohani yang memang harus kita lewati, tidak boleh tidak untuk mencapai Wahyu 20:4a, tidak ada cara lain. 


Jangan kita menggunakan metode ini, metode itu. Ah, kata hamba TUHAN ini, dan itu.

Yang menentukan itu pola dari Sorga. Dan Yesus sendiri sudah menurunkan, menampilkan pola Tabernakel itu di tengah ibadah dan pelayanan yang TUHAN percayakan ini, seperti di taman Getsemani. 


Dan Daniel 7:22:  “... sampai Yang Lanjut Usianya itu datang dan keadilan diberikan kepada orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi dan waktunya datang orang-orang kudus itu memegang pemerintahan …”


TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI


Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang