KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Sunday, May 3, 2026

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB 23 APRIL 2026

 


IBADAH PENDALAMAN ALKITAB 23 APRIL 2026

 

MALEAKHI 2:15

(Seri: 37)

 

Subtema: SEDINAR SEHARI ADALAH KEADILAN TUHAN

 

Shalom.

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, sehingga kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci. Kiranya damai sejahtera dari Sorga memerintah di hati kita, di hidup kita, sehingga kita boleh merasakan suasana bahagia/sukacita saat duduk diam mendengarkan Firman ALLAH.

 

Mari kita sambut KITAB MALEAKHI sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci. Kita masih berada dalam Maleakhi 2:15 dan malam ini merupakan seri ke-37.

Namun, tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan dari TUHAN supaya Firman yang dibukakan meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.

 

Maleakhi 2:15

(2:15) Bukankah ALLAH yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.

 

Untuk mencapai keturunan Ilahi (keturunan Ilahi berarti lahir dari benih Ilahi itulah Roh ALLAH, kasih ALLAH, Firman ALLAH), ALLAH berFirman:

a.       Jagalah dirimu!

b.      Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.

 

Kita akan melanjutkan pembahasan tentang: JANGANLAH ORANG TIDAK SETIA TERHADAP ISTERI DARI MASA MUDANYA (Bagian 6).

Intinya: TUHAN menuntut supaya setiap suami setia kepada isteri dari sejak masa mudanya atau dari sejak dipersatukan ALLAH

 

Kita akan belajar dari pribadi ABRAHAM.

Yesaya 51:2A

(51:2) Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu; ketika Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan memperbanyak dia.

 

Pandanglah Abraham dan Sara isterinya.

-          ABRAHAM adalah bapa leluhur Israel yang menurunkan Mesias dalam keadaan sebagai manusia

-          SARA adalah yang melahirkan bapa leluhur bangsa Israel, itulah 12 suku Israel/12 anak Yakub.

Dari hal ini kita dapat melihat bahwa Abraham adalah sosok/figur seorang suami yang SETIA.

 

Yesaya 51:2B

(51:2) Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu; ketika Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan memperbanyak dia.

 

ALLAH memanggil Abraham, lalu memberkati dan memperbanyak dia, berarti dari satu orang menjadi banyak.

-          Satu orang -> Pribadi Abraham.

-          Diberkati dan banyak -> Umat Israel.

 

Kita akan melihat kisah ketika ALLAH memanggil Abraham, di dalam Kejadian 12.

Kejadian 12:1-2 -- Perikop: "Abram dipanggil ALLAH"

(12:1) BerFirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; (12:2) Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.

 

ALLAH memanggil Abraham, lalu memperbanyak dan memberkati dia.

Sebab, Abraham taat pada panggilan ALLAH, buktinya dia berangkat meskipun dia tidak tahu tempat yang ia tujui.

 

Praktek taat terhadap panggilan ALLAH:

a.       Abraham pergi dari negeri orang Kasdim atau meninggalkan negeri Kasdim.

Artinya: Abraham melepaskan diri dari noda kekafiran yaitu penyembahan berhala dan kenajisan percabulan.

Contoh PENYEMBAHAN BERHALA:

-          Meninggalkan jam-jam ibadah hanya karena kesibukan-kesibukan dan perkara-perkara lahiriah di bumi ini.

-          Kekerasan di hati dan kebenaran diri sendiri.

Contoh KENAJISAN PERCABULAN:

-          Menjual yang rohani demi yang lahiriah, seperti Esau menjual hak kesulungan (hal rohani) demi semangkuk sop kacang merah (hal lahiriah) ... Ibrani 12:16.

-          Mabuk anggur perempuan Babel / kaya oleh kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel ... Wahyu 18:3.

b.      Abraham meninggalkan sanak saudaranya.

Artinya: Abraham melepaskan diri dari dari tabiat daging dengan segala hawa nafsu dan keinginan-keinginan daging yang jahat

c.       Abraham meninggalkan rumah bapanya.

Artinya: Abraham rela melepaskan haknya dan warisan.

 

Kejadian 12:4-5

(12:4) Lalu pergilah Abram seperti yang diFirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran. (12:5) Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ.

 

Pergilah Abraham seperti yang diFirmankan TUHAN kepadanya = Taat terhadap panggilan ALLAH.

-          Ayat 4: Lotpun ikut bersama dengan Abram, maksudnya: Lot bersama Abram karena Lot yang mau ikut.

-          Ayat 5: Abram membawa Sarai, isterinya, artinya: Terhadap panggilan ALLAH, Abraham mengutamakan nikah, menunjukkan Abram setia kepada isterinya dari sejak masa mudanya.

Singkat kata, memang Abraham setia terhadap isteri dari masa mudanya.

 

Perlu untuk diketahui: Kehidupan nikah Abraham dan Sara melambangkan cinta TUHAN terhadap umat-Nya.

Namun, perjalanan nikah Abraham dan Sara harus melewati ujian demi ujian, secara khusus melewati dua kali ujian.

UJIAN PERTAMA: Ketika Abraham di Mesir (Kejadian 12:2-10).

Mesir adalah gambaran dari dunia dengan segala sesuatu yang ada di dalamnya, sesuai dengan yang tertulis di dalam 1 Yohanes 2:16 yaitu:

-          Keinginan daging.

-          Keinginan mata.

-          Keangkuhan hidup.

 

UJIAN KEDUA: Sarai diambil oleh Abimelekh (Seri 5).

Kejadian 20:2 -- Perikop: "Abraham dan Abimelekh."

(20:2) Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, isterinya: "Dia saudaraku," maka Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara.

 

Abimelekh mengambil Sara karena Abraham mengaku bahwa Sara adalah "saudaranya."

Hal ini menunjukkan bahwa;

-          Abimelekh tidak memahami rahasia nikah,

-          dan kedalaman hubungan Abraham dan Sara.

 

Abimelekh, raja Gerar adalah gambaran dari ANTIKRIS, dimana satu kali akan menjadi raja atas seluruh dunia ini. Ayat referensi: Matius 20:25, Lukas 22:25.

 

Kejadian 20:3

(20:3) Tetapi pada waktu malam ALLAH datang kepada Abimelekh dalam suatu mimpi serta berFirman kepadanya: "Engkau harus mati oleh karena perempuan yang telah kauambil itu; sebab ia sudah bersuami."

 

Pada ayat ini dikatakan "pada waktu malam" -> 7 tahun penuh antikris berkuasa atas dunia.

Pendeknya, ketika antikris berkuasa atas seantero dunia itulah yang disebut WAKTU MALAM atau masa kegelapan malam, sebagaimana yang tertulis di dalam Daniel 9:27 dengan rincian:

-          Daniel 9:27A, merupakan 3,5 tahun yang pertama.

-          Daniel 9:27B, merupakan 3,5 tahun yang kedua.

 

Singkat kata, 7 tahun tersebut dibagi menjadi 2 (dua) bagian:

-          3,5 tahun pertama disebutlah itu PRA-ANIAYA.

Pada saat itu ibadah dan pelayanan masih dapat berjalan, namun sudah SULIT, bahkan harga Firman ALLAH sudah semakin mahal yaitu: “... secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar” (Wahyu 6:6).

 

-          3,5 tahun yang kedua disebutlah itu PUNCAK GELAP MALAM.

Pada 3,5 tahun yang kedua ada siksaan yang dahsyat yang belum pernah terjadi dan tidak akan terjadi lagi setelah antikris dimusnahkan.

 

Kemudian, pada 3,5 tahun kedua, antikris menghentikan korban sembelihan dan korban santapan yang disebut juga korban sehari-hari.

-          KORBAN SEMBELIHAN -> Ibadah pelayanan yang disertai dengan sangkal diri pikul salib sampai berdarah-darah.

Kalau kita harus berdarah-darah dari ujung kepala sampai ujung kaki di tengah ibadah pelayanan itu adalah KEMURAHAN TUHAN atau ANUGERAH, sebab TUHAN sendiri telah berdarah-darah dari ujung kepala sampai ujung kaki untuk mengerjakan keselamatan itu di hadapan ALLAH Bapa. Lagi pula tidak ada yang sampai kepada Bapa tanpa melewati “anugerah.”

Namun, banyak orang Kristen menolak untuk menyangkal diri dan memikul salib di tengah ibadah sampai berdarah-darah bagi bangsa Kafir mereka katakan itu adalah kebodohan, sedangkan bagi orang Kristen yang mengerti namun tidak melakukan itu adalah suatu batu sandungan ... 1 Korintus 1:23.

-          KORBAN SANTAPAN -> Pengajaran Firman ALLAH yang benar dan murni, yaitu:

a.    Firman pengajaran yang rahasianya dibukakan dalam terang Roh Kudus.

b.    Firman pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel.

Singkat kata, 3,5 tahun yang kedua adalah puncak gelap malam sehingga pada saat itu orang-orang tidak dapat bekerja untuk mengerjakan keselamatan/untuk memperoleh keselamatan, sebab pada masa itu ada aniaya yang dahsyat dan antikris menghentikan korban sehari-hari.

 

Yohanes 9:3 -- Perikop: "Orang yang buta sejak lahirnya."

(9:3) Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan ALLAH harus dinyatakan di dalam dia.

 

Sebelum tiba pada puncak gelap malam (3,5 tahun yang kedua) kita harus mengerjakan keselamatan dengan TAKUT dan GENTAR.  Sebab akan tiba waktu gelap malam dimana orang tidak dapat lagi bekerja, maka selagi hari masih siang kita harus bekerja untuk mengerjakan keselamatan itu.

Oleh sebab itu, kita tidak perlu mempersalahkan apapun dan tidak perlu disesalkan apabila keuntungan tidak berpihak kepada kita.

 

Yohanes 9:4

(9:4) Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja.

 

Selagi hari masih siang kita harus BEKERJA yaitu mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar, sebab akan tiba waktu malam dimana tidak ada seorangpun yang dapat lagi bekerja.

-          SIANG -> Kesempatan untuk bekerja, yang dimulai dari pukul 5 pagi sampai 5 petang ... Matius 20:1,3,5,6.

-          MALAM -> Kesempatan untuk bekerja yaitu beribadah dan melayani sudah habis.

Oleh sebab itu perhatikanlah waktu yang ada ini, jangan sampai berlalu begitu saja, jangan habiskan waktu dalam kebodohan atau jangan habiskan waktu dalam kegeraman dan jangan berfoya-foya pada siang hari.

 

Matius 20:6-7

(20:6) Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari? (20:7) Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku.

 

Pemilik kebun anggur itu mencari pekerja mulai dari subuh jam 5, jam 9 pagi, jam 12 siang, jam 3 petang, jam 5 petang.

Kalau kita masih diberikan kesempatan di waktu-waktu terakhir ini (pukul 5 petang) untuk beribadah dan melayani (kebun anggurnya TUHAN) itu adalah ANUGERAH (kemurahan hati TUHAN). Oleh sebab itu, jangan disia-siakan.

 

Matius 20:8

(20:8) Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu.

 

Ketika hari sudah malam, pekerja-pekerja kebun anggur menerima upah kerja, sebesar sedinar sehari sesuai dengan kesepakatan yang tertulis pada Matius 20:2.

 

Matius 20:9-10

(20:9) Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar. (20:10) Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi mereka pun menerima masing-masing satu dinar juga.

 

Yang bekerja pukul 5, pukul 9, pukul 12, pukul 3 petang, pukul 5 petang sama-sama menerima upah sebesar SATU DINAR.

 

Matius 20:11-12

(20:11) Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, (20:12) katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.

 

Pengalaman bekerja di kebun anggur TUHAN katanya: Bekerja berat dan menanggung panas terik matahari. Hal itu berlaku bagi mereka yang bersungut-sungut.

 

Pendeknya, orang yang bersungut-sungut tidak mengerti untuk bersyukur, bahkan ia lupa dahulu ia adalah seorang PENGANGGURAN dan suka TINGGAL DI PASAR (pasar adalah sarang penyamun, tempat menjual dan membeli, itulah sarang antikris).

 

MENGANGGUR artinya: Tidak bekerja (tuna karya).

Tidak bekerja -> Si PEMALAS.

Siapa pemalas ini? Pemalas = ...

a.       Suka tidur ... Amsal 24:33, “Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring,”

Itulah zona dari si pemalas yaitu TEMPAT TIDUR, sehingga digambarkan seperti pintu yang melekat pada engselnya ... Amsal 26:14. Pemalas tidak tahu mengerjakan keselamatan dengan takut dengan gentar, jika bukan pemalas maka dia akan mengerjakan keselamatan untuk memperoleh upah satu dinar.

b.      Orang jahat.

Ciri orang jahat: Suka mempersalahkan TUHAN, keadaan, situasi kondisi, bahkan ibadah pelayanan yang disertai sangkal diri dan pikul salib juga dipersalahkan, sebagaimana yang tertulis dalam Matius 25:24-26.

 

Matius 25:24-26

(25:24) Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. (25:25) Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan! (25:26) Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?

 

Si pemalas suka mempersalahkan TUHAN, mempersalahkan ibadah, mempersalahkan pelayanan, mempersalahkan segala sesuatu yang terkait dengan kegiatan Roh, itulah hamba yang malas.

 

Seringkali kita lupa kebaikan TUHAN, padahal kita banyak ditolong dan dibela oleh TUHAN, seolah-olah yang kita peroleh dan kita miliki itu berasal dari hasil usaha sendiri padahal itu semua karena anugerah saja.

 

Sesungguhnya kalau kita bekerja di kebun anggur TUHAN itu adalah KEMURAHAN, sebab bekerja BERAT dan MENANGGUNG PANAS TERIK MATAHARI adalah sarana untuk mencuci jubah/menyucikan diri. Anggur adalah gambaran dari darah salib Kristus.

Maka, kita harus bekerja berarti mengerjakan keselamatan itu, sehingga setiap kali kita berada di tengah ibadah dan pelayanan disitulah penyucian itu terjadi, tentu saja selama hari masih siang.

 

1 Petrus 4:1-2

(4:1) Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamu pun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, -- karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa --, (4:2) supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak ALLAH.

 

Kita harus bekerja di kebun anggur TUHAN untuk menghentikan lajunya dosa/menyucikan hidup.

Maka, pergunakan waktu yang sisa, jangan dipergunakan untuk keinginan manusia, tetapi pergunakan waktu petang ini menurut kehendak ALLAH.

 

1 Petrus 4:3

(4:3) Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal ALLAH. Kamu telah hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan, kemabukan, pesta pora, perjamuan minum dan penyembahan berhala yang terlarang.

 

Inilah keadaan sebelum dipanggil atau sebelum berada di kebun anggur TUHAN: Hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu;

1.      Keinginan,

2.      Kemabukan,

3.      Pesta pora,

4.      Perjamuan minum,

5.      Penyembahan berhala yang terlarang.

 

Namun sekarang kita telah dipanggil oleh TUHAN dan sekarang kita berada di kebun anggur TUHAN mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar, berarti disucikan oleh darah salib Kristus. Oleh darah salib kita berhenti berbuat dosa dan tidak ada cara lain untuk menghentikan dosa, maka jangan bersungut-sungut, jangan lupa dulu adalah pengangguran dan tidak di pasar, jangan lupa kebaikan TUHAN.

 

Matius 20:13

(20:13) Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?

 

Menerima upah sedinar sehari adalah tanda KEADILAN TUHAN kepada mereka yang bekerja di ladang/kebun anggur TUHAN.

 

SEDINAR SEHARI, artinya: Mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar atau hidup dalam penyucian oleh buah anggur (darah salib Kristus).

Kalau seandainya tuan dari kebun anggur itu memberikan upah dua atau lebih dari satu dinar itu bukan keadilan sebab, ketika seseorang menerima upah lebih dari satu dinar maka dia bisa tidak bekerja dan kembali menjadi pengangguran, bahkan tidak tertutup kemungkinan dia akan kembali ke pasar.

Maka, jika TUHAN memberi upah sedinar sehari itu adalah keadilan TUHAN, sebab untuk mendapat satu dinar kita harus bekerja sehari suntuk dan begitu seterusnya, berarti untuk memperoleh keselamatan harus terus bekerja. Maka, jangan kita menuntut dengan logika dan kebenaran diri sendiri tetapi ikuti saja caranya TUHAN.

 

Mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar adalah PENYUCIAN. Kemudian, penyucian ini mengarah kepada KESEMPURNAAN sehingga layak masuk dalam perjamuan malam pesta kawin Anak Domba.

Dalam perjamuan berarti ada makan dan minum anggur = Menikmati hasil penyucian oleh darah salib.

 

Kejadian 20:3

(20:3) Tetapi pada waktu malam ALLAH datang kepada Abimelekh dalam suatu mimpi serta berFirman kepadanya: "Engkau harus mati oleh karena perempuan yang telah kauambil itu; sebab ia sudah bersuami."

 

Sara adalah gambaran dari gereja TUHAN yang sudah mengalami penyucian oleh air anggur, ia adalah perempuan yang sudah BERSUAMI.

 

Kalau kita bekerja di kebun anggur TUHAN berarti mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar itu adalah anugerah, itulah orang yang disucikan oleh darah salib sampai sempurna sama seperti Sara. Jadi, kesempurnaan menunjukkan bahwa dia adalah gereja yang bersuami.

 

Kejadian 20:4-6

(20:4) Adapun Abimelekh belum menghampiri Sara. Berkatalah ia: "TUHAN! Apakah Engkau membunuh bangsa yang tak bersalah? (20:5) Bukankah orang itu sendiri mengatakan kepadaku: Dia saudaraku? Dan perempuan itu sendiri telah mengatakan: Ia saudaraku. Jadi hal ini kulakukan dengan hati yang tulus dan dengan tangan yang suci." (20:6) Lalu berFirmanlah ALLAH kepadanya dalam mimpi: "Aku tahu juga, bahwa engkau telah melakukan hal itu dengan hati yang tulus, maka Aku pun telah mencegah engkau untuk berbuat dosa terhadap Aku; sebab itu Aku tidak membiarkan engkau menjamah dia.

 

TUHAN tidak membiarkan antikris menjamah kehidupan yang telah disucikan sampai sempurna tanpa cacat cela atau kerut itu oleh darah salib sampai sempurna, itulah gereja yang bersuami.

 

Pembelaan itu akan dinyatakan oleh TUHAN bila kita senantiasa berada di kebun anggur TUHAN atau mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar, itulah kehidupan yang disucikan oleh darah salib. Sehingga antikris tidak akan dibiarkan menyentuh kehidupan gereja mempelai.

Betapa besar perhatian dan pembelaan TUHAN kepada gereja mempelai. Maka, apabila ada seseorang yang mengatakan kita adalah “gereja mempelai” namun berupa penghinaan maka tidak usah rendah diri dan malu, tetapi percaya saja karena TUHAN membela gereja mempelai dan TUHAN tidak membiarkan antikris menjamah gereja mempelai.

 

Perlu untuk diketahui: Sebelum kita menjadi mempelai TUHAN (masuk dalam nikah) maka terlebih dahulu kita menganggap Firman ALLAH itu SANAK DAN SAUDARA kita, lebih dari saudara sedaging, sebagaimana yang tertulis di dalam Amsal 7:4-5, “Katakanlah kepada hikmat: "Engkaulah saudaraku" dan sebutkanlah pengertian itu sanakmu, supaya engkau dilindunginya terhadap perempuan jalang, terhadap perempuan asing, yang licin perkataannya.”

Itu sebabnya, Abimelekh ini tidak memahami kedalaman nikah dan tidak memahami hubungan antara Abraham dan Sara. Jadi, baik Sara maupun Abraham tidak bersalah.

 

Inilah maksud mengapa Abraham mengatakan bahwa “Sara adalah saudaranya” dan Sara juga mengatakan bahwa “Abraham dan saudaranya.”

Maka sebelum masuk dalam pesta nikah Anak Domba kita harus menjadikan Firman ALLAH adalah sanak dan saudara kita melebihi saudara daging, dan biasanya manusia daging akan menyalahkan kehidupan yang sungguh-sungguh beribadah.

Oleh sebab itu, berjanjilah sebelum kita masuk dalam pesta nikah Anak Domba kita harus menjadikan Firman ALLAH sebagai saudara dan pengertian sebagai sanak, lebih dari sanak saudara sedaging, sebab itu yang melindungi kita dari perempuan jalang dan perempuan asing.

Ingatlah akan pembelaan TUHAN yaitu antikris tidak akan menyentuh gereja mempelai, inilah berkat yang TUHAN anugerahkan kepada kita masing-masing. Amin.

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

 

Wednesday, April 29, 2026

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 21 APRIL 2026



IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 21 APRIL 2026

 

SURAT YUDAS 1:11

(Seri:1)

 

Subtema: MUSA PENGANTARA HUKUM TAURAT

 

Shalom…

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Doa Penyembahan, itu berarti sebentar kita akan membawa hidup kita untuk berada di ujung kaki salib TUHAN, sujud kepada Dia dan tentu saja terlebih dahulu diteguhkan oleh kebenaran dari Firman ALLAH yang sebentar akan kita terima.

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN, saudara-saudari yang turut bergabung lewat online / live streaming baik dari Youtube maupun Facebook atau media sosial lainnya yang dapat digunakan.

 

Selanjutnya marilah kita mengikuti Surat Yudas sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan, dan kita masih berada pada Yudas 1:11 yang merupakan seri yang ke-19 kalinya. Namun tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.

 

Yudas 1:11

(1:11) Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

“Celakalah mereka...” antara lain:

a.       Karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain.

b.       Oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam.

c.       Mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

Tentang: MEREKA BINASA KARENA KEDURHAKAAN SEPERTI KORAH (Bagian ketujuh)

Bilangan 16:1-3 -- Perikop: "Pemberontakan Korah, Datan dan Abiram."

(16:1) Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang Ruben, mengajak orang-orang (16:2) untuk memberontak melawan Musa, beserta dua ratus lima puluh orang Israel, pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya orang-orang yang kenamaan. (16:3) Maka mereka berkumpul mengerumuni Musa dan Harun, serta berkata kepada keduanya: "Sekarang cukuplah itu! Segenap umat itu adalah orang-orang kudus, dan TUHAN ada di tengah-tengah mereka. Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN?"

 

Korah dan kumpulannya bangkit untuk memberontak melawan Musa.

Yang masuk ke dalam kumpulan Korah adalah: Datan, Abiram, dan On serta 250 pemimpin-pemimpin kenamaan. Kemudian, di tengah-tengah pemberontakan itu, mereka juga menuduh Musa meninggi-ninggikan diri terhadap jemaah TUHAN yaitu umat Israel.

Saudara, tuduhan semacam ini sifatnya memojokkan pihak Musa dan Harun. Kita tahu yang suka menuduh, mendakwa, menghakimi, itu adalah pekerjaan Iblis / Setan. Jangan suka memojokkan orang lain dengan tuduhan-tuduhan, sekalipun itu benar, itu karakter Setan saudara. Tetapi kita adalah ciptaan ALLAH berarti kita harus mengikuti teladan ALLAH termasuk tabiat ALLAH. Jangan suka memojokkan orang lain dalam kesalahannya, tetapi bangkitkan dia supaya dia jangan terpojok dengan kesalahan itu, supaya nanti dari mulutnya keluar ucapan syukur dan mengasihi TUHAN dengan sungguh-sungguh. Tetapi Korah dan kumpulannya justru menuduh Musa dan Harun sedang meninggi-ninggikan diri terhadap jemaah TUHAN, menuduh dan memojokkan.

 

Bilangan 16:10

(16:10) dan bahwa engkau diperbolehkan mendekat bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi? Dan sekarang mau pula kamu menuntut pangkat imam lagi?

 

Saudara, penyebab terjadinya pemberontakan: Korah dan kumpulannya menuntut pangkat Imam.

Sebenarnya Korah dan segenap suku Lewi telah dipisahkan ALLAH dari antara umat Israel dan mereka diperbolehkan untuk mendekat kepada ALLAH.

Maksudnya diberi kesempatan untuk:

-            Melayani TUHAN dan pekerjaan-Nya dari Halaman sampai Ruangan Suci.

-            Diijinkan bertugas untuk melayani umat Israel.

Tetapi kenyataannya, Korah masih saja menuntut pangkat imam.

Inilah yang melatarbelakangi sehingga Korah dan kumpulannya memberontak melawan Musa dan Harun, tidak ada rasa puas terhadap pemberian TUHAN kepada seluruh Kaum Lewi, di dalamnya termasuk Korah.

 

Bilangan 16:11

(16:11) Sebab itu, engkau ini dengan segenap kumpulanmu, kamu bersepakat melawan TUHAN. Karena siapakah Harun, sehingga kamu bersungut-sungut kepadanya?"

 

Ketika Korah dan kumpulannya memberontak melawan Musa dan Harun sama artinya bersepakat melawan TUHAN. Jadi kalau kita memberontak terhadap penggembalaan = bersepakat melawan TUHAN. Jadi jangan sekali-sekali kita memberontak apapun yang terjadi.

 

Bilangan 16:12

(16:12) Adapun Musa telah menyuruh orang untuk memanggil Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, tetapi jawab mereka: "Kami tidak mau datang.”

 

Musa memanggil Datan dan Abiram, tetapi mereka tidak mau datang.

Menunjukkan bahwa: Datan dan Abiram tidak hidup di dalam ketundukan;

-            Tidak taat dan tidak dengar-dengaran.

-            Tidak menghormati tahbisan suci dan urapan = kehendak manusia (daging) ingin mengatasi kehendak ALLAH.

Karena sesungguhnya;

a.         Musa adalah utusan TUHAN, ditetapkan untuk menuntun dan menggembalakan serta membebaskan umat Israel dari perbudakan Mesir dan penjajahan Firaun. Sedangkan,

b.         Harun ditugaskan untuk memegang jabatannya sebagai imam untuk mengerjakan penebusan dan pendamaian terhadap dosa umat Israel.

Itu adalah keputusan TUHAN dan ditetapkan di tengah-tengah umat Israel.

 

Maka kita perlu untuk tergembala supaya kita ada dalam tanda penebusan dan bahwa kita diperdamaikan dengan ALLAH. Tetapi banyak orang Kristen tidak mengerti soal tergembala, itu sebabnya mereka datang hanya sekedar beribadah. Memang akhirnya nanti TUHAN yang menentukan selamat atau tidak, bukan saya. Tetapi yang saya tahu, kita semua harus tergembala, menjadi satu kehidupan domba yang tergembala. Domba kaitannya untuk disembelih dan dipersembahkan, sedangkan anjing tidak bisa menjadi domba yang tergembala.

 

Domba itu untuk dipersembahkan, domba itu juga untuk diperdamaikan dengan TUHAN.

Jadi tergembala saja dengan sungguh-sungguh.

 

Kalau kita melihat silsilah / latar belakang Datan dan Abiram, keduanya adalah keturunan dari Ruben sebagaimana yang tertulis di dalam Bilangan 16:1.

 

Kejadian 49:3

(49:3) Ruben, engkaulah anak sulungku, kekuatanku dan permulaan kegagahanku, engkaulah yang terutama dalam keluhuran, yang terutama dalam kesanggupan.

 

Ruben adalah anak sulung Yakub berarti yang terutama dalam keluhuran dan kesanggupan.

a.         Keluhuran (kemuliaan) kalau dikaitkan dengan Pola Kerajaan Sorga terkena pada Ruangan Maha Suci berbicara tentang kesempurnaan dari sidang Mempelai TUHAN dan Doa penyembahan (Ibrani 9:4).

-            Kesempurnaan sidang Mempelai TUHAN à Tabut Perjanjian.

-            Cawan Pembakaran Ukupan dari Emas à Doa Penyembahan.

b.         Kesanggupan à Salib Kristus, berbicara tentang kasih karunia.

Jadi kalau kita disanggupkan untuk menyangkal diri, memikul salib di tengah-tengah pengikutan kita kepada TUHAN itu karena kasih karunia TUHAN sebagaimana yang tertulis di dalam 1 Korintus 15:10, jelas hal itu diakui oleh Paulus kepada sidang jemaat di Korintus -- … Aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. –

 

Jadi kesanggupan itu menunjuk kepada salib Kristus berbicara tentang kasih karunia. Kita sanggup karena kasih karunia, kasih karunia itu datang dari salib. Maka sumber kekuatan dan sumber hikmat adalah salib.

 

Jadi saudara, menjadi anak sulung itu sebetulnya memperoleh berkat-berkat yang luar biasa; dipelihara, dilindungi, dibela, dan diberkati oleh TUHAN, itu adalah kelebihan dari anak sulung.

Jadi kelebihan dari orang-orang yang mau melayani TUHAN dan pekerjaan TUHAN itu luar biasa; keluhuran dan kesanggupan -- dipermuliakan berarti menjadi Mempelai TUHAN dan hidup di dalam doa penyembahan serta senantiasa hidup di dalam kasih karunia -- Itulah keadaan Ruben sebagai Anak Sulung, itulah keadaan daripada orang-orang yang mau melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN. Menjadi zangkoor pun itu disebut juga imam-imam (anak sulung).

Jadi pertahankanlah hak kesulungan yang sudah diterima dari TUHAN supaya kemuliaan (keluhuran) dan kesanggupan itu dinyatakan kepada orang-orang yang mau melayani TUHAN dengan tulus tentunya.

 

Kejadian 49:5

(49:4) Engkau yang membual sebagai air, tidak lagi engkau yang terutama, sebab engkau telah menaiki tempat tidur ayahmu; waktu itu engkau telah melanggar kesuciannya. Dia telah menaiki petiduranku!

 

Pada akhirnya Ruben ditolak sebagai anak sulung sebab dia telah menajiskan tempat tidur ayahnya. Pendeknya, Ruben melanggar kesucian nikah Yakub, ayahnya.

 

Terkait dengan Ruben telah menajiskan tempat tidur Yakub ayahnya, hal itu kita lihat di dalam…

1 Tawarikh 5:1-2

(5:1) Anak-anak Ruben, anak sulung Israel. Dialah anak sulung, tetapi karena ia telah melanggar kesucian petiduran ayahnya, maka hak kesulungannya diberikan kepada keturunan dari Yusuf, anak Israel juga, sekalipun tidak tercatat dalam silsilah sebagai anak sulung. (5:2) Memang Yehudalah yang melebihi saudara-saudaranya, bahkan salah seorang dari antaranya menjadi raja, tetapi hak sulung itu ada pada Yusuf.

 

Ruben memang adalah anak sulung Yakub, namun pada akhirnya hak kesulungan itu jatuh ke tangan Yusuf sebab Ruben melanggar kesucian tempat tidur ayahnya.

Jangan kita melanggar kesucian tempat tidur ya saudara ku.

 

Kita akan selidiki dan bahas,

Tentang: tempat tidur.

Lukas 17:33

(17:33) Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya.

 

Doa penyembahan adalah penyerahan diri sepenuh sampai nanti menjadi selamat.

Jadi kalau tidak sampai kepada doa penyembahan, tidak sampai kepada penyerahan diri sepenuh, dia tetap mempertahankan harga dirinya, dia pertahankan segala perkara di bumi, dia akan kehilangan nyawanya. Tetapi kalau kita kehilangan nyawa, dengan lain kata; penyerahan diri sepenuhnya, tanda dalam doa penyembahan, nanti kita akan memperolehnya.

Dari ayat ini kita bisa melihat, mau tidak mau ibadah kita harus sampai pada tingkat ibadah yang tertinggi (puncak ibadah) yaitu: doa penyembahan, sama artinya penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak ALLAH supaya kita memperoleh hidup kekal.

 

Lukas 17:34-36

(17:34) Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. (17:35) Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan." (17:36) [Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.]

 

Pada ayat ini kita menemukan tiga perkara. Ketiga-tiganya menunjuk pada tiga macam ibadah pokok.

1.         Tempat tidur à Ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan = penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak ALLAH. Ini adalah tingkat ibadah yang tertinggi atau puncak ibadah.

Kiranya hendaklah hidup rohani kita berada pada puncak ibadah, berada pada tingkat ibadah yang tertinggi itulah doa penyembahan supaya kita memperoleh hidup kekal.

Jadi tempat tidur ini tidak boleh dirusak oleh karena kenajisan, oleh karena persundalan seperti isteri Lot, hatinya bersundal dengan segala harta & kekayaan yang ditinggalkan di belakang.

Jadi tempat tidur itu tidak boleh dirusak, tidak boleh dinajiskan oleh persundalan, hati terikat (terpaut) dengan perkara lahiriah / perkara di bawah. Kalau hubungan intim / nikah suci / doa penyembahan dirusak oleh karena persundalan-persundalan dengan banyak perkara di bumi seperti isteri Lot, itu yang merusak rencana ALLAH di dalam dirinya untuk menjadikan dia anak sulung.

 

Jadi jangan rusak hubungan nikah mu dengan TUHAN, jangan rusak hubungan intim mu dengan TUHAN, jangan rusak doa penyembahan atau penyerahan diri sepenuhnya kepada TUHAN hanya karena persundalan-persundalan di bumi ini, hanya karena perkara-perkara di bumi ini, apapun jenisnya supaya kita tetap ada di dalam rencana ALLAH sebagai anak sulung, supaya kita jangan kehilangan hak kesulungan.

 

2.         Mengilang berarti memutar batu kilangan à Ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan Perjamuan Suci.

3.          

4.         Ladang à Ibadah Raya Minggu disertai dengan Kesaksian Roh sebab ladang itu adalah kegiatan Roh.

 

Jadi kita memang harus tekun dalam Tiga Macam Ibadah Pokok yang merupakan sarana yang TUHAN berikan kepada kita untuk berada pada tingkat ibadah tertinggi (puncak ibadah) itulah Doa Penyembahan.

 

Jadi manfaatkanlah sarana yang TUHAN berikan ini, itulah inventaris sorgawi yang harus kita rawat, diusahakan dan dipelihara dengan sungguh-sungguh, apapun harganya bayar saja. Kalau sempat untuk beribadah, sempat-sempatkan saja.

 

Saudara, tempat tidur adalah puncak ibadah atau puncak hubungan nikah dengan TUHAN yakni doa penyembahan, disebut juga penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak ALLAH, itu tidak boleh dirusak.

 

Pada ayat 32-33, isteri Lot tidak sampai pada penyerahan diri sepenuhnya atau tidak rela kehilangan nyawa, akhirnya dia jatuh ke dalam kenajisan atau persundalan, istilah lain hatinya lebih condong kepada harta di dunia ini.

Jadi kalau kita tidak berada pada puncak ibadah, doa penyembahan, tidak sampai pada penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak ALLAH, akhirnya jatuh ke dalam kenajisan percabulan, hidup di dalam persundalan, menduakan hati TUHAN, membuat hati TUHAN cemburu dan kecewa.

Bayangkan kalau seorang isteri diduakan oleh suaminya, betapa sakitnya hati seorang isteri. Sebaliknya, kalau seorang suami menduakan hati isterinya, begitu kecewanya seorang isteri. Jadi saudara bisa tau sakitnya seperti apa.

Jadi jangan kecewakan TUHAN dengan persundalan supaya kita jangan kehilangan hak kesulungan.

 

Demikian juga jika bandingkan dengan …

Matius 24:37-38

(24:37) "Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.

(24:38) Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera,

 

Zaman akhir sama seperti zaman Nuh, orang-orang sibuk dengan makan dan minum, kawin dan mengawinkan.

-            Makan dan minum à dosa yang ditimbulkan oleh hawa nafsu dan keinginan-keinginan daging yang jahat.

-            Kawin dan mengawinkan à kenajisan percabulan atau persundalan. 

Itulah keadaan zaman akhir sama seperti zaman Nuh, orang-orang sibuk dengan dosa-dosa itu.

 

Matius 24:40-42

(24:40) Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; (24:41) kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. (24:42) Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.

 

Di sini kita menemukan tiga perkara, antara lain:

1.    Ladang à Ibadah Raya Minggu disertai dengan Kesaksian Roh sebab ladang adalah kegiatan Roh.

2.    Memutar batu kilangan à Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan Perjamuan suci.

3.    Berjaga-jaga à Ibadah Doa Penyembahan = penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak ALLAH.

Dalam hal ini Nuh sudah berada pada tingkat ibadah yang tertinggi, sudah berada pada puncak ibadah itulah doa penyembahan = penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak ALLAH sehingga ia bebas dari kenajisan percabulan, ia tidak hidup dalam hawa nafsu dan keinginan-keinginan daging = lepas dari air bah à kenajisan percabulan.

Nuh dan isterinya selamat, demikian juga putera-puteranya bersama dengan isteri-isteri puteranya juga selamat.

 

Jadi kalau kita tekun dalam tiga macam ibadah pokok sampai berada pada puncak ibadah itulah doa penyembahan, itu yang melepaskan kita dari puncaknya dosa itulah kenajisan percabulan = berjaga-jaga.

Mari kita mengikuti rencana TUHAN seperti Nuh juga mengikuti rencana TUHAN, berapa puluh tahun dia membangun bahtera di atas bukit, bahtera itu adalah gambaran dari Tabernakel karena dia berada pada tiga tingkat; (tingkat bawah, tingkat menengah, dan tingkat atas). Kemudian, bahtera itu juga bentuknya berpetak-petak, dari situ kita bisa melihat, bahtera Nuh adalah gambaran dari Pengajaran Tabernakel dan Pengajaran Mempelai.

 

Jadi biarlah kiranya kita digembalakan oleh Pengajaran Tabernakel dan Pengajaran Mempelai supaya kita berada pada puncak ibadah itulah doa penyembahan, wujud dari hubungan intim antara Mempelai Perempuan dengan Mempelai Laki-laki.

Jadi hubungan gereja TUHAN dengan Kristus Kepala adalah nikah suci, wujudnya adalah penyembahan, itu jangan dirusak, jangan dinodai, jangan dinajiskan. Perhatikanlah ini dengan sungguh-sungguh supaya nampak kemajuan rohani kita pribadi lepas pribadi. Yang terutama, kita tetap mempertahakan hak kesulungan itu.

 

Singkat kata, ketika Ruben ditolak menjadi anak sulung, tentu saja timbul rasa kecewa disertai dengan sakit hati. Orang yang kecewa dan sakit hati pasti di dalam dirinya akan timbul iri hati melihat keberhasilan orang lain.

 

Saudara, roh inilah yang turun atas Datan dan Abiram sehingga ketika mereka melihat Musa dan Harun dipakai TUHAN, timbullah iri hati karena roh kecewa dan sakit hati itu turun atas mereka. Akhirnya ketika Datan dan Abiram melihat Musa dan Harun dipakai TUHAN, yakni;

-            MUSA dipakai sebagai gembala berarti pembebas. Sedangkan,

-            HARUN dipakai untuk menjadi penebus dan mengerjakan pendamaian sebab itu adalah tugasnya imam,

Akhirnya timbullah iri hati.

 

Awalnya mungkin tidak ada iri hati dalam diri Datan dan Abiram, mungkin sudah kecewa dan sakit hati, tetapi iri hati belum ada. Namun begitu Korah mengajak Datan dan Abiram masuk ke dalam kumpulan Korah, lalu Korah mengajak untuk memberontak maka pada saat itu timbullah iri hati pada diri Datan dan Abiram. Dan ketika timbul iri hati, mereka tidak mau datang ketika dipanggil oleh Musa.

Tidak mau datang ketika mereka dipanggil oleh Musa.

-            Dia tidak tunduk berarti tidak taat dan tidak dengar-dengaran.

-            Dia melanggar tahbisan suci dan urapan.

Jangan kita seperti itu saudara ku, hati-hati.

 

Kita kembali untuk membaca …

Bilangan 16:13-14

(16:13) Belum cukupkah, bahwa engkau memimpin kami keluar dari suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya untuk membiarkan kami mati di padang gurun, sehingga masih juga engkau menjadikan dirimu tuan atas kami? (16:14) Sungguh, engkau tidak membawa kami ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ataupun memberikan kepada kami ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka. Masakan engkau dapat mengelabui mata orang-orang ini? Kami tidak mau datang."

 

Singkat kata; hati Datan dan Abiram kekeh untuk menolak panggilan Musa, kekeh dengan kekerasan di hati.

Selanjutnya, Datan dan Abiram menuduh Musa:

-            Menjadikan dirinya tuan atas umat Israel.

-            Mengelabui mata umat Israel.

 

Saudara, menuduh bahwa Musa telah menjadikan dirinya tuan atas umat Israel adalah tuduhan yang tidak berdasar, tuduhan ini tidak beralasan. Banyak orang seperti itu, yang terpenting adalah supaya orang lain terpojok, dirinya benar, ini kebenaran yang salah.

Hati-hati saudara, jangan pojokkan orang lain untuk memunculkan kebenaran di dalam diri mu, ini kebenaran yang palsu. Kebenaran yang sejati, dia keluar dari salib. Biarlah salib di Golgota membenarkan kehidupan kita pribadi lepas pribadi, tidak perlu memojokkan orang lain dengan yang tidak-tidak, kalau sikap semacam ini berasal dari dosa turunan, diubah, jangan dibawa ke rumah masing-masing apalagi dalam nikah, juga jangan dibawa di dalam ibadah dan pelayanan dalam penggembalaan ini.

 

Saudara, tadi Datan dan Abiram menuduh Musa ingin menjadi tuan atas umat Israel. Sebetulnya, tuduhan ini tidak berdasar dan tidak beralasan, sebaliknya Musa telah mengambil rupa sebagai hamba.

 

Andaikata pun seseorang benar telah melakukan kesalahan, tidak perlu dituduh-tuduh terus untuk menyatakan suatu keadaan bahwa di pihak lain yang salah dan di pihak kita yang benar, jangan, tidak perlu yang begitu-begitu. Biar Roh TUHAN yang mengendalikan baik tubuh, jiwa, maupun Roh kita, baik hati, pikiran, dan perasaan kita. Segenap hidup kita kiranya dikendalikan oleh Roh TUHAN, Roh ALLAH yang suci. Maka kalau hidup kita dikendalikan oleh Roh ALLAH pasti suci, tidak perlu dituduh-tuduh, dia sudah salah. Lagi pula belum waktunya untuk menghakimi dan menuduh, nanti waktu penghakiman, di situ kita akan melihat segala sesuatu yang terjadi. Sekarang ini kita tempatkan diri saja sebagai hamba kebenaran, dengan lain kata; mengambil rupa hamba, jangan kurang dari situ.

 

Bukti Musa mengambil rupa hamba di dalam…

Bilangan 16:4

(16:4) Ketika Musa mendengar hal itu, sujudlah ia.

 

“Sujudlah ia.” Sujudlah ia menunjukkan bahwa Musa:

Yang pertama; hidup di dalam doa penyembahan dan

Yang kedua; senantiasa merendahkan dirinya dihadapan TUHAN.

Siapa yang mau merendahkan diri dihadapan TUHAN?

Jawabnya adalah: orang yang mengambil rupa hamba.

Kalau dia tidak mengambil rupa seorang hamba, tidak mungkin ia mau merendahkan diri dihadapan TUHAN.

 

Keluaran 32:32-33

(32:32) Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu -- dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis." (32:33) Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: "Siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku.

 

Dari dialog antara Musa dengan TUHAN menunjukkan bahwa Musa telah mengambil rupa sebagai hamba, dia tidak meninggi-ninggikan diri terhadap umat Israel. Kalau memang dia mau meninggi-ninggikan diri, dari awal saja dia sudah meninggi-ninggikan diri.

 

Yang ketiga: Mati di atas gunung Nebo.

Artinya dia dia dilarang untuk masuk ke tanah Kanaan (Tanah Perjanjian).

 

Sebenarnya, ketika Musa dikuburkan di atas gunung Nebo, menunjukkan bahwa Musa adalah pengantara hukum taurat sebab dia telah mati dan dikuburkan, kemudian ia juga telah naik ke Sorga menunjukkan bahwa dia telah bangkit. Dengan demikian, dia layak menjadi pengantara hukum taurat (Perjanjian Lama).

Mati dan bangkit adalah tugas dari pengantara. Apa buktinya Musa telah mati dan bangkit?

Jawabnya: Sekarang dia ada di Sorga.

 

Namun sebelum TUHAN datang pada kali yang kedua, Musa terlebih dahulu datang lagi untuk mempersiapkan jalan bagi sang Raja.

Bukankah dari perkara-perkara ini menunjukkan kepada kita bahwa Musa telah mengambil rupa hamba?

Jadi tuduhan dari Datan dan Abiram tidak berdasar, tidak punya alasan, dia hanya untuk mencari-cari kesalahan bagaimana caranya supaya Musa dan Harun terpojok dan ketika orang lain terpojok nampaklah seolah-olah dia yang benar itu. Itu pekerjaan Setan, tidak boleh lagi seperti itu. Biarkan saja TUHAN yang membenarkan kita walaupun tidak cocok di hati ini.

 

Musa telah memecahkan dua loh batu di kaki (lereng) gunung Sinai sebagaimana Yesus telah memecahkan hidupnya di atas kayu salib. Menunjukkan bahwa dia adalah pengantara, dia telah mengerjakan penebusan dan memperdamaikan dosa umat Israel kepada ALLAH.

 

Jadi jelas, tuduhan Datan dan Abiram sama sekali tidak benar karena Musa telah mengambil rupa hamba.

Biarlah kiranya kita semua mengambil rupa hamba.

Yesus datang ke dunia ini, melepaskan segala reputasi-Nya, Dia mengambil rupa hamba, Dia taat sampai mati bahkan sampai mati di atas kayu salib… Filipi 2:5-8.

 

Ayat referensi Yesus adalah pengantara adalah:

1.       1 Yohanes 2:1-2.

2.       1 Timotius 2:5-6.

3.       2 Korintus 5:21.

 

Ketika Yesus mengerjakan penebusan dan pendamaian, Yesus mengambil rupa hamba supaya orang lain dibenarkan.

Jadi sekali lagi saya sampaikan, tuduhan Datan dan Abiram ini tidak berdasar dan tidak beralasan, tidak masuk akal. Tetapi sekalipun demikian, Musa tetap berdiam diri, meskipun hatinya hancur.

Malam ini ketika hati mu hancur karena berdiam diri bawalah itu di kaki salib TUHAN.

 

Bilangan 16:14

(16:14) Sungguh, engkau tidak membawa kami ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ataupun memberikan kepada kami ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka. Masakan engkau dapat mengelabui mata orang-orang ini? Kami tidak mau datang."

 

Selanjutnya, Datan dan Abiram menuduh Musa telah mengelabui mata umat Israel.

Tuduhan ini menunjukkan bahwa Musa adalah orang munafik. Memang orang munafik ini suka sekali mengelabui mata orang, di luar bagus, tetapi di dalam tidak.

 

Kita lihat contoh munafik di dalam …

Matius 23:1-5

(23:1) Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: (23:2) "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. (23:3) Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. (23:4) Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. (23:5) Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang;

 

“Mereka mengajarkannya, tetapi tidak melakukannya.”

Orang munafik mengajar orang untuk memikul salib, tetapi mereka sendiri tidak mau memikul salib. Mengajarkan jemaat untuk mengerti berkorban, tetapi dia sendiri tidak mau berkorban. Mengajarkan jemaat untuk mempersembahkan persepuluhan, tetapi dia sendiri mencuri miliknya TUHAN (sepersepuluh).

Saya mengajarkan persembahan persepuluhan karena saya juga belajar untuk membawa persembahan persepuluhan kepada TUHAN dari semua penghasilan, dari semua berkat-berkat.

Orang munafik nampak baik di luar, tetapi di hatinya tidak. Itulah orang munafik.

Apakah Musa seperti itu? Tentu tidak, kita sudah melihat tadi, dia sendiri rela untuk namanya dihapuskan dari Kitab Kehidupan. Itu bukan pekerjaan orang munafik.

 

Contoh berikutnya…

Matius 6:5

(6:5) "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

 

Orang munafik kalau berdoa panjang-panjang kemudian kalau berdoa untuk diperlihatkan kepada orang lain, baik di rumah TUHAN termasuk di tikungan-tikungan.

Saudara, seringkali tikungan dijadikan sebagai tempat untuk berdoa bagi orang munafik. Tikungan ini adalah suatu kesempatan untuk menikung orang lain, mengelabui mata orang lain. Tetapi Musa tidak seperti itu, Musa mengambil rupa hamba, dia bukan orang munafik. Musa juga hidup di dalam doa penyembahan, penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak ALLAH.

 

Jadi kalau kita melihat peristiwa pemberontakan Korah dan kumpulannya, itu sangat menyakiti hati Musa dan hati TUHAN, tetapi dalam kesemuanya itu Musa tetap bersabar dalam rencana-Nya TUHAN. Supaya kita tetap dalam rencana-Nya TUHAN, dengan lain kata hak kesulungan itu tetap menjadi bagian kita, AMIN.

 

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang