KAMI NANTIKAN KESAKSIAN-KESAKSIAN SAUDARA YANG SUDAH MEMBACA FIRMAN TUHAN PADA BLOG INI

Terjemahan

Search This Blog

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 23 JULI 2026



IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 23 JULI 2026

MALEAKHI 3:1

(Seri: 3)

 

Subtema: DOMBA DI SEBELAH KANAN, KAMBING DI SEBELAH KIRI

 

Shalom.

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus. Kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, umat ketebusan Tuhan, yang turut bergabung lewat online / live streaming / video internet baik dari Youtube maupun dari Facebook di manapun saudara berada. Selanjutnya, kiranya damai sejahtera dari Sorga memenuhi hati kita, sehingga kita boleh merasakan satu kesukaan yang besar, bahagia saat kita duduk diam mendengarkan sabda Allah.

 

Selanjutnya, mari kita ikuti STUDY MALEAKHI sebagai firman penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci. Namun, tetaplah berdoa dalam roh dan mohon kemurahan daripada Tuhan supaya Firman yang dibukakan meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.

 

Maleakhi 3:1A---Perikop: “TUHAN datang untuk menghukum”

(3:1) Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.

 

Disini dikatakan: "Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku!"

 

Kita akan melihat UTUSAN TUHAN yang mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan.

Pada minggu yang lalu, kita sudah menyelidiki utusan TUHAN yang mendahului TUHAN dari Injil Markus dua minggu berturut-turut.

Maka pada malam ini, kita akan menyelidiki UTUSAN yang mendahului TUHAN dari Matius 11:10–11.

 

Matius 11:10-11

(11:10) Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu. (11:11) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.

 

Seorang utusan yang mendahului TUHAN untuk mempersiapkan jalan bagi TUHAN itu adalah pribadi YOHANES PEMBAPTIS.

Pendeknya, Yohanes Pembaptis adalah perintis jalan bagi TUHAN, Dia Raja di atas segala raja, dalam kemuliaan-Nya yang besar.

 

Kita buktikan dalam…

Matius 25:31 --- Perikop: "Penghakiman terakhir."

(25:31) "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.

 

Yesus akan datang kembali ke dalam dunia ini sebagai Raja dalam kemuliaan yang sangat besar.

 

Hati kita semua tentu rindu untuk menyongsong kedatangan-Nya kembali sebagai Raja di atas segala raja, dan kita bisa melihat kemuliaan yang besar itu. Oleh sebab itu, tetap berjuanglah di tengah-tengah kesulitan dunia ini. Jangan putus asa, jangan menjadi lemah.

Memang dunia ini semakin hari semakin sukar dan sulit, bukan semakin indah.

 

Matius 25:32-33

(25:32) Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, (25:33) dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.

 

Dalam kemuliaan-Nya yang besar, semua bangsa di bumi dikumpulkan di hadapan-Nya, lalu mengadakan pemisahan, seperti gembala memisahkan domba dari kambing. .

-          Domba-domba ditempatkan di sebelah kanan.

-          Kambing-kambing ditempatkan di sebelah kiri.

 

Arti rohani dari KANAN dan KIRI

Matius 25:34

(25:34) Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.

 

Istilah di sebelah kanan artinya: diberkati, berarti: layak untuk menerima Kerajaan Sorga.

 

PRAKTEK MENJADI DOMBA

Matius 25:35-36

(25:35) Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; (25:36) ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.

 

Praktek menjadi domba dapat dilihat  dari perbuatannya, antara lain:

-          Memberi makan orang yang lapar.

-          Memberi minum orang yang haus.

-          Memberi pakaian orang yang telanjang.

-          Memberi tumpangan kepada orang asing.

-          Melawat orang sakit.

-          Mengunjungi orang di dalam penjara.

 

Kita selalu mengadakan Fellowship (seminar) 2 kali setahun, baik Paskah PPT maupun Natal PPT. Lewat Paskah PPT dan Natal PPT yang kita selenggarakan, kita berusaha menunjukkan kepada TUHAN bahwa kita layak untuk disebut sebagai domba yang satu kali nanti akan mendapat tempat di sebelah kanan:  memberi makan orang yang lapar, memberi minum orang yang haus, memberi pakaian orang yang telanjang, memberi tumpangan kepada orang asing Melawat orang sakit, mengunjungi orang di dalam penjara.

Semua kita lakukan lewat Paskah PPT dan Natal PPT. Dengan melakukan itu, kita sedang menunjukkan jati diri kita di hadapan TUHAN sebagai domba, supaya satu kali nanti kita ditempatkan di sebelah kanan Allah Bapa, berarti layak untuk menerima Kerajaan Sorga.

 

Jadi, apa yang kita kerjakan saat ini bukan berarti untuk membuat kita semakin miskin, bukan berarti membuat kita semakin menderita dan terpuruk, karena beban yang ditaruh TUHAN di atas pundak. Tetapi, marilah kerjakan semua itu dengan tulus. Dengan demikian, kita menunjukkan kita pantas disebut domba, lalu ditempatkannya di sebelah kanan-Nya, layak menerima Kerajaan Kekal.

 

Jadi, jangan tahan-tahan diri di dalam menunjukkan jati diri sebagai domba di hadapan TUHAN. Jangan kita terpaksa untuk beribadah dan melayani TUHAN.

 

Matius 25:40

(25:40) Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

 

Memperhatikan orang lain dalam kekurangannya = Memperhatikan pekerjaan Tuhan.

Pendeknya, mengasihi sesama = mengasihi Tuhan.

 

Sekali lagi saya sampaikan dengan tandas, kita tidak akan merasa rugi dalam mengasihi sesama, mengasihi orang yang paling hina, terlebih hamba-hamba TUHAN yang telah menyangkal diri, memikul salib. Memperhatikan salah seorang dari yang paling hina = melakukannya kepada TUHAN. Itu praktek menjadi domba di hadapan TUHAN.

 

SIKAP DOMBA-DOMBA

Matius 25:37-39

(25:37) Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? (25:38) Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? (25:39) Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?

 

Sikap ketika menunjukkan dirinya sebagai domba yaitu TIDAK PERNAH MERASA berjasa / menjadi pahlawan; memberi dengan tangan kanan, tangan kiri tidak melihat, itu adalah suasana dalam ketulusan di hati telah mencengkeram kehidupan domba-domba.

Pendeknya, domba-domba memiliki sikap yang tulus hati.

 

 

 HATI YANG TULUS

 

Hati yang tulus seperti merpati

Hati yang tulus, hati TUHANku

Hati yang tulus itu yang dimiliki

Tuk melayani Yesus, TUHANku

 

 

Sekalipun melakukan semuanya itu, domba-domba tidak merasa telah berjasa, dan tidak merasa menjadi pahlawan, seperti tangan kanan memberi, tangan kiri tidak melihat, itu berbicara ketulusan di hati.

Pendeknya, domba-domba memiliki hukum yang terutama dan kedua. Sebagaimana dengan yang tertulis dalam Markus 12:29-31.

 

Markus 12:29-31

(12:29) Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. (12:30) Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. (12:31) Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."

 

Mengasihi TUHAN dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, akal budi, dan segenap kekuatan, serta mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri, itu adalah hukum yang terutama dan lebih utama dari semua hukum.

 

Jadi, mengasihi sesama = mengasihi TUHAN. Dalam hal ini, domba-domba telah dikuasai hukum yang terutama: mengasihi TUHAN dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, akal budi, dan segenap kekuatan, serta mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri.

 

Yesaya 58:6-7

(58:6) Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, (58:7) supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!

 

Tuhan menekankan kita supaya berpuasa, namun harus berpuasa sesuai kehendak Tuhan.

 

BERPUASA = Tidak makan dan tidak minum, berarti:

YANG PERTAMA: Menghukum diri untuk 4 hal ...

1.      Membuka belenggu-belenggu kelaliman.

2.      Melepaskan tali-tali kuk.

3.      Memerdekakan orang yang teraniaya.

4.      Mematahkan setiap kuk.

 

YANG KEDUA:

-          Memecahkan roti untuk orang lapar -> Hidup dalam kebenaran.

Biarlah kiranya kita senantiasa memecahkan segenap hidup kita di hadapan TUHAN. Jangan bertahan dengan kebenaran diri sendiri. Memecahkan roti berarti memecahkan segenap hidup, membagi-bagi kebenaran. Walaupun ketika hati ini dipecah-pecahkan rasanya sakit, jiwa ini dipecahkan rasanya sakit, tidak apa-apa, yang penting kebenaran itu terbagi kepada orang lain, orang lain mendapat kebenaran.

Pendeknya, tidak bertahan dengan keangkuhan, tetapi memecahkan roti untuk orang lapar. 

-          Memberi tumpangan kepada orang miskin yang tidak punya rumah -> Kehidupan yang dipenuhkan Roh El-Kudus.

Pekerjaan Roh Kudus adalah menolong, menghibur, menguatkan, dan seterusnya. Dengan Roh Kudus, kita dimampukan untuk memberi tumpangan kepada orang miskin yang tidak mempunyai rumah.

-          Memberi pakaian kepada orang yang telanjang -> Kehidupan yang dipenuhkan dengan kasih Allah, yang berguna untuk menutupi banyak sekali dosa (ketelanjangan).

Inilah berpuasa yang TUHAN mau, tidak makan, tidak minum, berarti lapar dan haus = menghukum diri. Untuk yang pertama ada 4 hal, untuk yang kedua ada tiga hal.

 

KEADAAN KAMBING…

Matius 25:41

(25:41) Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.

 

Domba ditempatkan di sebelah kanan, sedangkan kambing di sebelah KIRI, berarti kehidupan yang TERKUTUK, artinya: satu kali akan dilemparkan ke dalam api kekal (api neraka) bersama iblis dan malaikatnya.

 

Mungkin saudara hari ini belum merasakan seperti apa panasnya api neraka. Tetapi Alkitab berkata, panasnya api neraka tujuh kali lebih panas dari dapur api manapun, termasuk dapur api peleburan PT Krakatau Steel dan PT Krakatau Posco yang meleburkan biji pelet sebagai bahan dasar dari baja.

 

Kalau kucing masuk dalam dapur api peleburan yang ada di PT Krakatau Steel dan PT Krakatau Posco, tidak sampai sedetik lenyap, karena panasnya ribuan derajat Celsius. Ukuran supaya biji pelet melebur ya harus di atas 1000 derajat Celsius panasnya.

Tapi Alkitab berkata: panasnya api neraka tujuh kali lebih panas dari dapur api mana saja. Angka tujuh  adalah angka sempurna, berarti panasnya sempurna, tidak terhingga dan tidak terkira.

 

Markus 9:43-44

(9:43) Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan; (9:44) [di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.]

 

Melihat ulat belatung keluar dari bangkai saja rasanya jijik. Coba saudara bayangkan belatung masuk ke lobang hidung, masuk ke mulut, masuk ke telinga, apakah itu tidak menjijikkan?

 

Jadi, milikilah pandangan nubuatan, memandang jauh ke depan, milikilah mata rohani (mata iman) melihat perkara-perkara di depan, perkara-perkara yang TUHAN telah sediakan. Domba di sebelah kanan disediakan Kerajaan Sorga, sedangkan kambing di sebelah kiri satu kali ditempatkan ke dalam api kekal.

 

Jadilah pribadi-pribadi yang visioner, seperti nabi-nabi TUHAN, termasuk Daud. Jadi, jangan bermain-main dengan nyawa. Artinya, selagi hari masih siang (masih ada kesempatan untuk beribadah), jangan bermain-main menjalankan ibadahmu. Jangan bermain-main melayani TUHAN, jangan bermasa bodoh. Jangan semua digampangkan dan berkata: lihat nanti, apalagi seorang imam.

 

Seharusnya jauh-jauh hari sudah mempersiapkan diri untuk melayani TUHAN di tengah ibadah-ibadah yang TUHAN percayakan, bukan lihat nanti. Jemaat juga tidak boleh berkata; "Lihat nanti."

 

Matius 25:42-43

(25:42) Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; (25:43) ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.

 

Kambing ditempatkan di sebelah kiri karena ia tidak mengasihi TUHAN dan tidak mengasihi sesama. Sebab, tidak memberi makan orang lapar, tidak memberi minum orang yang haus, tidak memberi pakaian kepada yang telanjang, tidak memberi tumpangan kepada orang asing, tidak melawat orang sakit, tidak mengunjungi orang di dalam penjara, dibiarkan terikat, dibiarkan terkungkung, akhirnya ditempatkan di sebelah kiri.

 

Saya melihat ada keluarga dari sidang jemaat dalam keadaan terpuruk karena nikahnya hancur-hancuran. Ia dipisahkan dari istrinya oleh mertuanya, lalu datang ke Serang ini. Awalnya saya tidak tahu dia sudah berapa lama di sini, tapi pada akhirnya saya tahu dia di sini. Lalu saya sampaikan supaya ia datang beribadah. Dia tidak boleh larut dalam kesedihan, dia tidak boleh larut dalam keterpurukan.

 

Kalau nikahnya hendak diselesaikan oleh TUHAN, maka ia harus datang kepada TUHAN, dia harus datang beribadah dan melayani TUHAN, dia harus datang untuk mendengarkan firman TUHAN, supaya manakala ia menaikkan permohonan lewat doa-doanya, nanti doa itu didengar oleh TUHAN. Tapi terlebih dahulu dengar firman dalam setiap pertemuan ibadah. Tetapi dia tidak mengerti yang saya maksud.

 

Kalau saya menghimbau dia datang kepada TUHAN, bukan berarti supaya jemaat di sini bertambah-tambah, meskipun saya mempunyai kerinduan supaya jemaat semakin bertambah-tambah. Tetapi tujuan utama, supaya dia tertolong. Memberi makan kepada yang lapar, memberi minum kepada yang haus, memberi pakaian kepada yang telanjang, memberi tumpangan kepada orang asing, orang dilawat dalam keadaan sakit, mengunjungi orang dalam penjara, tidak dibiarkan terpenjara dalam kesedihan, itulah domba.

 

Tapi kambing tidak peduli. Dia hanya peduli dengan dirinya sendiri, dia tidak peduli dengan orang di sekitarnya, karena memang dia tidak memiliki mata hati, dia tidak memiliki mata rohani, dia tidak memiliki mata iman, dia tidak memiliki pandangan nubuatan, dia bukan orang yang visioner, dia hanya orang yang berpikir dangkal (pendek) sekali. Hukuman telah tersedia bagi dia, api kekal bersama dengan iblis dan malaikat-malaikatnya.

Jadi, ini harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh.

 

Jadi, sikap jemaat seperti kambing ini dikuasai roh egosentris, dia hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri, dia tidak peduli dengan orang lain. Ini berbahaya.

 

Tidak ada artinya kita datang beribadah kalau dikuasai roh egosentris. Kalau memang kita merindukan untuk masuk dalam Kerajaan Sorga, ayo tunjukkan jati diri sebagai domba-domba di hadapan TUHAN, jangan tanggung-tanggung.

 

Ingat, TUHAN datang kembali untuk yang kedua kalinya sebagai Raja di atas segala raja. Dia duduk di atas takhta-Nya di dalam kemuliaan yang besar. Lalu pada saat itu, bangsa-bangsa dikumpulkan di hadapan-Nya untuk mengadakan pemisahan. Berarti TUHAN kita TUHAN yang adil, luhur, agung, mulia. Dia bukan Hakim yang curang. Ini harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh.

 

Jadi, kambing tidak mengasihi TUHAN dan tidak mengasihi sesama, dikuasai roh egosentris.

 

Matius 25:44

(25:44) Lalu mereka pun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?

 

Kambing selalu MERASA DIRI BENAR sekalipun sudah dalam keadaan bersalah.

Merasa telah beribadah, berbakti kepada TUHAN, merasa sudah melakukan sesuatu yang belum pernah ia lakukan kepada TUHAN.

 

Seolah-olah TUHAN bodoh, tidak punya mata, padahal TUHAN Maha Tahu. Sesungguhnya Dia sedang menyoroti kehidupan nikah kita, menyoroti ibadah dan pelayanan kita, menyoroti penyerahan kita. Dia ada di sebelah kanan Allah Bapa, bagaikan lenan halus, beragi, berjala-jala, berbentuk mata. Dia duduk di sebelah kanan Allah Bapa, tapi sedang menyoroti kehidupan kita, nikah dan rumah tangga, ibadah, pelayanan kita, penyerahan kita, dan segala sesuatu yang kita perbuat sedang disoroti.

 

Jadi, saudara, jangan pernah merasa dan jangan pernah berpikir TUHAN tidak ada. Jangan kita seperti kambing ini, terlalu idiot. Merasa benar padahal tidak benar. Merasa suci padahal tidak suci. Merasa mulia padahal tidak mulia, sebaliknya hina. Itulah kambing.

Pendeknya, kambing selalu merasa pahlawan sekalipun ia pecundang.

 

Matius 25:46

(25:46) Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal."

 

Kambing adalah kehidupan yang terkutuk, satu kali masuk dalam siksaan yang besar, sedangkan domba adalah kehidupan yang diberkati dan akan masuk dalam Kerajaan Sorga.

 

DAMPAK POSITIF MENJADI DOMBA…

Yesaya 58:8

(58:8) Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu.

 

Pada waktu tampil sebagai domba, pada waktu itu juga …

YANG PERTAMA:

-          Terangmu akan merekah seperti fajar.

-          Lukamu akan pulih dengan segera.

Kesimpulannya: MENGALAMI PEMULIHAN.

 

Dulu dalam kegelapan, akhirnya terang merekah seperti fajar, itu pemulihan. Dulu dalam keadaan terluka, lalu akhirnya dipulihkan dengan segera. Banyak hal yang membuat hati ini luka, disebut juga akar pahit dan sakit hati. Semua nanti akan TUHAN sembuhkan, TUHAN akan pulihkan.

 

Dahulu kita sebelum tergembala, kalau ada orang yang menyakiti hati kita ini, rasanya sakit hati itu terasa. Lebih berat lagi rasa sakit sampai berakar, disebutlah itu akar pahit, timbul kebencian oleh karena adanya akar pahit. Tetapi sekarang TUHAN sudah memulihkan dari semuanya itu. Sehingga manakala ada sesuatu yang tidak sesuai dengan hati ini pun, itu tidak jadi soal, itu dianggap biasa saja, dan itu bisa diterima.

 

Meskipun ada yang menyakiti, tidak rasa sakit, karena kita menempatkan diri sebagai domba di hadapan TUHAN.

Dari domba yang disembelih, kita boleh menikmati potongan-potongan dagingnya, ibarat sedang memecah-mecahkan roti kepada orang yang lapar. Dari domba itu juga kita bisa mendapatkan bulu domba yang digunting, itu berbicara kasih, menutupi banyak sekali kekurangan orang lain.

 

Dari kambing apa yang didapat, selain nanduk saja. Dari kambing yang didapat apa, selain ngembek saja, ngomel saja. Dari kambing apa yang didapat, selain liar, tidak tergembala. Dari kambing juga tidak didapat roh taat dengar-dengaran, selain menginjak-nginjak makanannya, dan makanan itu juga bisa dikotori kembali dengan kotorannya dan air kencingnya.

 

Tetapi beda dengan domba, begitu gembalanya bersuara satu kata saja, dia langsung tahu itu gembalanya. Kemudian dia ikut gembalanya karena mengenal suaranya.

 

Jadi, dari domba yang disembelih kita mendapatkan potongan daging, kebenaran dipecahkan kepada orang yang lapar. Dari induk domba juga kita mendapatkan bulu domba, itu berbicara kasih untuk menutupi banyak sekali dosa.

 

Pada waktu tampil sebagai domba, pada waktu itu juga …

YANG KEDUA:

-          Kebenaran menjadi barisan depan = hidup dipimpin oleh kebenaran.

Kalau kita dipimpin oleh kebenaran, rasanya kita percaya diri untuk beribadah dan melayani TUHAN. Rasanya kita percaya diri menghadapi segala persoalan di atas muka bumi ini, rasanya kita percaya diri dengan segala sandungan-sandungan yang ada di depan.

 

Kenapa seseorang tidak percaya diri menghadapi segala sesuatu yang ada di depan? Jawabnya: karena kebenaran bukan barisan depannya. Tapi kalau kebenaran menjadi barisan depan kita, berarti hidup kita dipimpin oleh kebenaran, rasa percaya diri timbul di dalam menghadapi segala persoalan. Sesulit apapun, timbul rasa percaya diri menghadapi siapapun dan menghadapi apa pun. Biarlah kebenaran menjadi barisan depan kita.

 

-          Kemuliaan TUHAN barisan belakangmu.

Artinya: TUHAN menjadi benteng perlindungan terhadap dosa masa lalu dan kehidupan yang di belakang. Jadi dosa masa lalu itu tidak bisa mengejar kita lagi. Dosa masa lalu itu persis seperti si pendendam, sebelum dendam kesumat itu terlampiaskan, dia akan terus mengejar. Tapi percayalah, pada waktu kita tampil sebagai domba, pada waktu itu kemuliaan TUHAN menjadi barisan belakang kita.

 

Ingat langkah-langkah perjalanan di masa lalu, betapa busuknya, betapa buruknya, betapa hinanya masa lalu kita. Tapi pada waktu kita tampil sebagai domba di hadapan TUHAN, pada waktu itulah kemuliaan TUHAN menjadi barisan belakang. Jadi, jangan berpikir untung rugi, berpikirlah bahwa kita harus menjadi domba di hadapan TUHAN.

 

Yesaya 58:9-10

(58:9) Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah, (58:10) apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari.

 

 

Pada waktu tampil sebagai domba, pada waktu itu Tuhan mendengar dan menjawab semua jeritan kita, dan Tuhan akan menyatakan diri-Nya kepada kita, tapi dengan syarat: Tetap MENGASIHI TUHAN dan MENGASIHI SESAMA seperti diri sendiri.

Prakteknya: memecahkan roti kepada orang lapar, memberi minum orang yang haus, memberi tumpangan kepada orang asing, menutupi dosa orang lain (ketelanjangan), melawat orang yang sakit hati, sakit jiwa, sakit stres, lalu mengunjungi dia yang masih terpenjara (terkungkung dengan banyak persoalan.)

 

Jadi, ini keuntungan-keuntungan yang besar akan kita terima, akan kita alami. Lebih besar keuntungan yang kita alami daripada kerugian saat kita menempatkan diri sebagai domba di hadapan TUHAN. Kerugiannya tidak ada sebetulnya.

 

Yesaya 58:11

(58:11) TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.

 

TUHAN akan menuntun senantiasa, berarti TUHAN menjadikan kita sebagai kawanan domba Allah; yang senantiasa dijaga, dibela, dilindungi, bahkan dijadikan biji mata TUHAN.

 

Sekali lagi saya sampaikan, tidak rugi untuk menempatkan diri sebagai domba di hadapan TUHAN. Jangan hitung-hitungan pada saat menempatkan diri sebagai domba. Jangan berpikir dua kali, apalagi tiga kali, secepatnya tempatkan diri sebagai domba. Nanti pada akhirnya: TUHAN akan menuntun engkau senantiasa, berarti TUHAN jadikan kita sebagai kawanan domba Allah: senantiasa dijaga, dibela, dilindungi, bahkan dijadikan biji mata TUHAN.

 

Sebagaimana dalam Ulangan 32:10, bangsa Israel digembalakan oleh TUHAN di padang gurun, menjadi kawanan domba Allah: … Didapatinya dia di suatu negeri, di tengah-tengah ketandusan dan auman ... Ini kaitan Yesaya 58:11: … TUHAN akan menuntun engkau senantiasa.

 

Praktek pembelaan Tuhan kepada kawanan domba:

a. Akan memuaskan hatimu di tanah yang kering.

b. Akan membaharui kekuatanmu.

 

Mari kita selidiki satu persatu.

Dimulai Tentang: AKAN MEMUASKAN HATIMU DI TANAH YANG KERING.

 

Kita akan buktikan perkataan Tuhan ini malam ini.

 

Satu kali antikris akan tampil sebagai raja yang berkuasa, lalu memerintah atas seantero dunia dan seluruh aspek kehidupan manusia. Antikris berkuasa dan memerintah atas dunia selama 7 tahun, yang dibagi menjadi 2 bagian:

BAGIAN PERTAMA: 3,5 pertama, disebut PRA ANIAYA.

Pada masa itu ibadah pelayanan masih berjalan, namun sudah dipersulit, sehingga harga firman Allah menjadi mahal, yaitu "secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar." Namun, dalam keadaan sulit beribadah, jangan rusakkan minyak dan anggur.

Minyak -> Urapan Roh Kudus.

Anggur -> Sukacita mempelai.

 

7 (tujuh) tahun kelimpahan dimulai dari 2020 dan berakhir pada tahun 2027, dengan dasar gempa bumi yang menimpa seluruh dunia pada tahun 2020 itulah Covid-19, menggoncang seantero dunia, bukan hanya satu negara. Kalau hanya satu benua dan beberapa negara, kita tidak bisa jadikan itu menjadi tolak ukur, karena antikris menjadi raja, berkuasa, dan memerintah atas seantero dunia, bukan hanya sebagian negara atau belahan benua, tapi seantero dunia.

 

Nah, itulah dasarnya sehingga saya mengatakan 7 (tujuh) tahun kelimpahan itu dimulai dari tahun 2020 dan berakhir nanti di tahun 2027. Berarti setelah tahun 2027, akan masuk dalam pra aniaya. Saudara jangan sampai tidak percaya, rugi sendiri nanti.

 

BAGIAN KEDUA: 3,5 tahun kedua disebut PUNCAK PENCOBAAN / PUNCAK GELAP MALAM.

Ini adalah puncak di mana antikris menjadi raja, berkuasa, dan memerintah atas seantero dunia. Ini adalah puncak pencobaan, puncak gelap malam, puncak dari semua penderitaan yang belum pernah terjadi dan tidak akan pernah terjadi, setelah 3,5 tahun.

 

Alasan 3,5 tahun kedua disebut puncak pencobaan:

1.      Antikris menghujat kemah kediaman Allah = menghujat kegiatan Roh itulah ibadah dan pelayanan, sebagaimana dengan yang tertulis pada Wahyu 13:6Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga …

Menghujat Allah masih diampuni, menghujat Yesus masih diampuni, tapi menghujat kemah kediaman Allah, menghujat Roh Allah tidak diampuni. Ini puncak gelap malam.

 

2. Antikris menghentikan korban sehari-hari, itulah korban sembelihan dan korban

     santapan. Ayat referensi: Daniel 12:11, Daniel 11:31, kemudian Daniel 9:27.

-          Korban sembelihan -> Ibadah dan pelayanan yang dihubungkan dengan salib di Golgota. Jadi, ibadah dan pelayanan harus disertai sangkal diri dan pikul salib sampai berdarah-darah, sehingga kita mengalami penebusan serta diperdamaikan oleh Allah Bapa. Jadi, jangan kita beribadah tanpa darah.

Tapi korban sembelihan dihapuskan, jelas dunia, bumi, tanah kering kerontang.

 

-          Korban santapan -> Pengajaran firman Allah yang murni dan benar, jelas itu adalah Firman Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel dan cahaya Injil tentang Kemuliaan Kristus, disebut juga Firman pengajaran yang rahasianya dibukakan dalam terangnya Roh El-Kudus.

Manfaat kalau firman rahasianya dibukakan:

1.      Memberi pengertian, sehingga orang bodoh tidak melakukan kesalahan sebagai perbuatan bodoh.

2.      Memberi terang, sehingga orang tidak lagi mengulangi kesalahan dan menyembunyikan dosa dalam gelap.

Itu keuntungan kalau kita menikmati cahaya Injil tentang Kemuliaan Kristus (Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan). Tetapi nanti manakala antikris menjadi raja, berkuasa, serta memerintah atas seantero dunia, tanah (bumi) ini kering-kering, tidak ada yang bisa lagi dihasilkan, itu berarti orang tidak lagi menikmati korban santapan -- sebab dunia ini sudah kering-kering saja --.

Lihat orang kalau tidak makan, kurus kering dia. Tetapi Alkitab berkata, TUHAN berjanji: "... TUHAN akan menuntun engkau senantiasa ..." Yesaya 58:11. Berarti kita sebagai kawanan domba Allah yang dibela, dipelihara, dijaga, dilindungi, dan dipelihara oleh TUHAN.

 

Praktek pembelaan TUHAN kepada kawanan domba: TUHAN memuaskan hatimu di tanah yang kering. Kapan tanah menjadi kering? Saat antikris menjadi raja selama 7 (tujuh) tahun, memuncak pada 3,5 tahun kedua. Itu sebabnya di atas tadi saya katakan: jangan hitung-hitungan untuk menjadi domba yang tergembala. Jangan memikirkan untung rugi. Sudahlah, tempatkan saja diri sebagai domba. Cepat-cepat tampilkan diri sebagai domba.

 

Kita sudah melihat praktek pembelaan TUHAN kepada kawanan domba, tidakkah kita mengucap syukur di sini? Saudara masih hitung-hitungan lagi, sudah terlalu ketinggalan zaman kerohanian semacam ini.

 

Tentang: TUHAN AKAN MEMBAHARUI KEKUATANMU

 

Yesaya 40:27-28

(40:27) Mengapakah engkau berkata demikian, hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel: "Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?" (40:28) Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.

 

 

Kita harus tahu dengan pasti bahwasannya: TUHAN adalah ...

a.       Allah kekal.

Terkait Allah kekal, ayat referensinya Ibrani 7:2-4: (7:2) Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera. (7:3) Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya. (7:4) Camkanlah betapa besarnya orang itu, yang kepadanya Abraham, bapa leluhur kita, memberikan sepersepuluh dari segala rampasan yang paling baik…

 

Melkisedek adalah imam sampai selama-lamanya, berarti:

a.      Ia tidak berbapa, tidak beribu,

b.      tidak bersilsilah,

c.       hari-Nya tidak berawal dan hidup-Nya tidak berkesudahan

 

Jadi, kalau Allah hidup-Nya kekal, maka segala sesuatu yang ada di dalam diri-Nya kekal: kebenaran-Nya kekal, kesucian-Nya kekal, kesempurnaan-Nya kekal, kemuliaan-Nya itu juga kekal. Dan itu dinyatakan kepada kita.

 

Dan TUHAN tidak pernah tarik ulur, karena Dia kekal, Dia tidak pernah berubah-ubah. Sebentar baik, sebentar tidak, tidak seperti itu. Ketika kita tidak setia, Dia tetap setia. Karena apa? Dia adalah Allah yang kekal, tidak pernah berubah. Segala yang ada dalam diri-Nya juga tidak berubah.

 

Terkait dengan kekekalan ini: kembalikan persepuluhan. Persepuluhan juga kekal. Kalau kita tahu Allah itu kekal, maka persepuluhan itu juga harus kekal.

Kaitan kekal dari TUHAN sudah kita lihat, tetapi dari pihak kita, untuk membuktikan Dia kekal: adalah persembahan persepuluhan. Inti dari 10 hukum, hanya satu, yaitu: KASIH, itu KEKAL. Itu dari pihak kita.

 

  b.  Menciptakan langit dan bumi = 6 (enam) hari Tuhan bekerja.

       Dan enam hari bekerja,  ini juga TUHAN berikan menjadi bagian kita.

 

 c.  Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, berbicara soal hari ketujuh = Hari   

      Sabat = hari perhentian.

Kalau kita mau menghargai hari ketujuh, hari Sabat, masuk pada hari perhentian, tekun dalam tiga macam ibadah pokok, maka tidak akan menjadi lelah, sekalipun berbeban berat, tidak menjadi lesu, tidak putus asa sekalipun masalah-masalah kita hadapi di depan, asal tekun tiga macam ibadah pokok.

 

 d.  Tidak terduga pengertian-Nya, artinya: Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

      Jangan pernah kita berkata, "Aku tidak mampu, aku tidak bisa, aku tidak sanggup."

       Semua bisa, bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

 

Yesaya 40:29-31

(40:29) Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. (40:30) Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, (40:31) tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

 

Dia memberi kekuatan kepada yang lelah.

 

Singkat kata, orang yang menantikan Tuhan mendapat kekuatan baru, seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya.

-          Mereka berlari tidak menjadi lesu.

-          Mereka berjalan dan tidak menjadi lelah

Namun, orang-orang muda dan teruna-teruna tidak sampai kepada kedewasaan rohani, akan menjadi lelah dan lesu.

 

Jadi, kalau kita menanti-nantikan TUHAN, biarlah kiranya kita dipimpin oleh TUHAN lewat ibadah dan pelayanan itu sampai kepada puncak ibadah, yaitu doa penyembahan. Sehingga kepada kehidupan yang dewasa dipercayakan dua sayap burung nazar yang besar, disebut juga sayap rajawali.

 

Jadi, kehidupan yang menanti-nantikan Tuhan: orang-orang yang menanti-nanti Tuhan mendapat kekuatan yang baru." Selalu baru, terus baru.

 

Begitu jelas Tuhan menyatakan kemurahan kepada kita lewat firman Allah yang dipaparkan kepada kita. Diawali dari Injil Matius 11:11 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya … Sebab Yohanes Pembaptis adalah perintis bagi jalan Raja.

 

Kita bersyukur kepada TUHAN. Yesus kembali ke dalam dunia ini untuk yang kedua kalinya sebagai Raja dalam kemuliaan yang besar. TUHAN memberkati kita sebagai domba di hadapan TUHAN. Amin.

 

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang