Monday, July 6, 2026

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 30 JUNI 2026



IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 30 JUNI 2026

 

YUDAS 1:11

(Seri: 29)

 

Subtema: JANGAN MENJADI SANDUNGAN, PERTAHANKAN HIKMAT TUHAN

 

Shalom…

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN yang telah menghimpunkan kita di atas gunung TUHAN yang kudus, kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Doa Penyembahan. Sekarang kita berada dalam hadirat-Nya TUHAN, yang sangat mencengkram seluruh kehidupan kita sehingga kita boleh duduk diam menikmati sabda ALLAH dan biarlah kiranya damai sejahtera, kesukaan Sorga dan bahagia menjadi bahagian kita. Saya tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN, yang turut bergabung lewat live streaming, video internet, baik dari Youtube, Facebook, dan media sosial apa saja yang dipergunakan. Biarlah kiranya TUHAN tolong kita malam ini.

 

Mari kita sambut SURAT YUDAS sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan dan kita masih berada pada Yudas 1:11 seri ke-29.

Namun, tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi yang akan memberikan kekuatan, pemulihan terjadi atas kehidupan kita.

 

Yudas 1:11

(1:11) Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

“Celakalah mereka...” antara lain:

a.    Karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain.

b.    Oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam.

c.    Mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

Tentang: MEREKA BINASA KARENA KEDURHAKAAN SEPERTI KORAH (Bagian 17).

 

Bilangan 16:1-2 --- Perikop: "Pemberontakan Korah, Datan dan Abiram."

(16:1) Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang Ruben, mengajak orang-orang (16:2) untuk memberontak melawan Musa, beserta dua ratus lima puluh orang Israel, pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya orang-orang yang kenamaan.

 

Korah dan kumpulannya bangkit untuk memberontak melawan Musa.

Mereka yang masuk dalam kumpulan Korah antara lain: Datan, Abiram, dan On, + (plus) 250 pemimpin-pemimpin kenamaan.

 

Adapun motif dari pemberontakkan tersebut ialah Korah menuntut pangkat imam lagi, berarti ia tidak puas hanya sebagai pelayan.

Oleh sebab itu, Korah dan kumpulannya:

-    Bersepakat melawan Tuhan ... (Bilangan 16:10-11).

-    Bersungut-sungut kepada Harun.

     Sebab Harun diangkat sebagai Imam Besar, sedangkan anak-anak Harun sebagai imam-imam bagi TUHAN... (Bilangan 16:9-11).

 

Kita fokus memperhatikan sikap Datan dan Abiram di dalam ...

Bilangan 16:12

(16:12) Adapun Musa telah menyuruh orang untuk memanggil Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, tetapi jawab mereka: "Kami tidak mau datang.

 

Musa memanggil Datan dan Abiram, tetapi “mereka tidak mau datang.”

Menunjukkan bahwa Datan dan Abiram:

-    Tidak tunduk pada kedaulatan Tuhan = tidak taat dan tidak dengar-dengaran.

-    Tidak menghormati tahbisan dan urapan.

Kita tahu TUHAN telah mengurapi Musa dan Harun dan telah ditahbiskan.

 

Bilangan 16:13-14

(16:13) Belum cukupkah, bahwa engkau memimpin kami keluar dari suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya untuk membiarkan kami mati di padang gurun, sehingga masih juga engkau menjadikan dirimu tuan atas kami? (16:14) Sungguh, engkau tidak membawa kami ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ataupun memberikan kepada kami ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka. Masakan engkau dapat mengelabui mata orang-orang ini? Kami tidak mau datang."

 

Selanjutnya, Datan dan Abiram menuduh Musa dalam 2 (dua) hal:

a. Musa menjadikan dirinya tuan atas umat Israel.

b. Musa mengelabui mata umat Israel.

 

Alasan menuduh Musa demikian ialah:

Ø  Kanaan bukan negeri yang berlimpah-limpah air susu dan madunya.

Ø  Bukan pula ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka.

Sebaliknya, bagi Datan dan Abiram, negeri Mesir layak dijadikan sebagai milik pusaka. Padahal kita tahu Mesir adalah gambaran dari dunia. Dunia dan segala sesuatu yang ada di dalam dunia hanyalah terkait dengan:

§  

1 Yohanes 2:16

 
Keinginan mata.

§   Keinginan daging, dan           

§   Keangkuhan hidup.

Itu tidak datang dari ALLAH, dari Sorga, tetapi datang dari dunia. Sementara dunia ini ada di bawah kuasa si jahat / kuasa kegelapan itulah Iblis (Setan), sampai hari ini Setan masih berkuasa atas dunia ini.

 

Tetapi lihatlah perkataan Datan dan Abiram, mereka katakan, Mesir dapat dijadikan sebagai milik pusaka.

Ini adalah gambaran daripada orang yang terlena dengan dunia dengan segala sesuatu yang ada di dalamnya. Tetapi kita tidaklah demikian saudara, kita tidak terlena dengan dunia ini, itu sebabnya kita menjadikan ibadah dan pelayanan dalam penggembalaan GPT Betania sebagai milik pusaka.

Tandanya; limpah susu dan madu dan dapat dijadikan ladang-ladang dan kebun-kebun anggur, dan kita sekarang ada di kebun anggurnya TUHAN.

 

Akan tetapi, perkataan Datan dan Abiram tidak sesuai dengan apa yang dikatakan TUHAN kepada Musa di dalam Keluaran 3:7-8,16-17.

 

Setelah menuduh Musa dengan pernyataan-pernyataan di atas, lalu kita lihat respon Musa...

Bilangan 16:15

(16:15) Lalu sangat marahlah Musa dan ia berkata kepada TUHAN: "Janganlah perhatikan segala persembahan mereka. Belum pernah kuambil satu ekor keledai pun dari mereka, dan belum pernah kulakukan yang jahat kepada seseorang pun dari mereka."

 

Oleh karena tuduhan-tuduhan yang tidak masuk akal tersebut, akhirnya; Sangat marahlah Musa.

Padahal sesungguhnya, Musa adalah pribadi yang sangat lemah lembut lebih dari semua orang yang hidup di atas muka bumi ini, sampai pada hari ini. Tidak ada yang melebihi kelemahlembutan dan kerendahan hati Musa sampai hari ini. Tetapi pada akhirnya dia juga bisa marah, dia sangat marah kepada Datan dan Abiram.

 

Perlu untuk diketahui: AMARAH adalah salah satu dari 15 (lima belas) tabiat daging, sesuai dengan Galatia 5:19-21.

 

Galatia 5:19-21

(5:19) Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, (5:20) penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, (5:21) kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu -- seperti yang telah kubuat dahulu -- bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

 

Kita bandingkan dengan perbuatan Roh / buah Roh.

Galatia 5:22-23

(5:22) Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, (5:23) kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

 

Ada 9 (sembilan) buah Roh Kudus, salah satunya dari antaranya adalah KELEMAHLEMBUTAN.

Namun, buah kelemahlembutan telah dirampas dari Musa tanpa disadari oleh Datan dan Abiram.

Pendeknya, Musa tersandung terhadap salib Kristus karena sikap Datan dan Abiram ... Galatia 5:24 -- Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. --

 

Jangan kita seperti itu saudara, saya ini tidak lebih sempurna dan tidak lebih suci dari Musa, tetapi kenyataannya Musa pun bisa tersandung, lalu siapalah saya ini?

Jadi kita juga harus saling memperhatikan satu dengan yang lain. Jangan hanya sibuk memikirkan diri sendiri.

 

Singkatnya, sikap Datan dan Abiram masuk dalam kategori menghujat Roh Allah yang suci, sedangkan menghujat Roh Allah yang suci TIDAK DIAMPUNI oleh Tuhan.

 

Musa telah dingkat oleh TUHAN sebagai gembala, diutus untuk memimpin perjalanan rohani bangsa Israel di Padang Gurun selama 40 (empat puluh) tahun, dia sudah ditahbiskan, lalu diurapi oleh TUHAN, dia telah menerima jabatan gembala dan jabatan nabi, tetapi hal itu yang dihujat oleh Datan dan Abiram.

Berarti sikap Datan dan Abiram masuk dalam kategori menghujat Roh ALLAH yang suci, sementara menghujat Roh ALLAH yang suci tidak diampuni oleh TUHAN.

-    Menghujat Bapa diampuni,

-    Menghujat Anak diampuni, tetapi

-    Menghuajat kegiatan Roh, malas-malas beribadah, tidak diampuni oleh TUHAN.

Semestinya kita harus bijaksana dihadapan TUHAN saudara.

 

Sekali lagi saya sampaikan, hati-hati, kalau Musa saja bisa tersandung, apalagi saya ini, siapalah saya ini. Saya senang sekali melihat sidang jemaat bukan karena jemaat membawa persembahan upeti ke Pastori, tetapi saya senang kalau sidang jemaat setia tekun dalam tiga macam ibadah pokok, itu sudah upah besar bagi saya, apalagi kalau ditambah taat, setia, dan dengar-dengaran.

Jangan kita buat hamba TUHAN (Gembala Sidang) tersandung.

 

AKIBAT DOSA MARAH.

Bilangan 16:15

(16:15) Lalu sangat marahlah Musa dan ia berkata kepada TUHAN: "Janganlah perhatikan segala persembahan mereka. Belum pernah kuambil satu ekor keledai pun dari mereka, dan belum pernah kulakukan yang jahat kepada seseorang pun dari mereka."

 

Pada saat Musa marah, tampaklah 2 (dua) hal dalam dirinya:

1.        Dalam diri Musa ada HUKUM TAURAT.

Sebab, Musa berkata kepada Tuhan: "Janganlah perhatikan segala persembahan mereka."

Sebenarnya Tuhan melihat segala sesuatu yang terjadi dan Tuhan Mahatahu. Musa tidak perlu menyampaikan pernyataan seperti itu kepada TUHAN, sebab TUHAN tahu segala sesuatu.

Namun karena Musa sudah menjadi marah maka tampaklah di dalam diri Musa ada hukum taurat. Kalau salah ya harus salah. Akhirnya sampai begitu saudara.

Kalau Musa adalah pribadi yang paling lemah lembut di dunia sampai hari ini bisa sampai begini, lalu saya ini siapa?

2.        Musa memberitahukan kepada Tuhan kebaikannya dan kelebihannya.

Ø  KELEBIHAN Musa ialah: Tidak pernah mengambil keledai satu ekorpun dari umat Israel.

Keledai adalah gambaran dari kekafiran. Sedangkan noda kekafiran adalah:

§   Penyembahan berhala.

§   Kenajisan percabulan.

Inilah kelebihan daripada Musa, namun kelebihan semacam ini tidak perlu untuk digombar-gambirkan / ditonjol-tonjolkan oleh seorang gembala karena jemaat juga pasti melihat.

Saya tahu, bukan hanya kekurangan saya yang nampak di mata suadara, tetapi kelebihan saya pun pasti nampak di mata saudara. Tetapi semua itu tidak perlu untuk digombar-gambirkan / ditonjol-tonjolkan / dibesar-besarkan.

Ø  KEBAIKAN Musa ialah: Tidak pernah melakukan yang jahat kepada salah seorang dari antara umat Israel.

Sebenarnya, baik kelebihan maupun kebaikan-kebaikan di dalam diri, tidak perlu diutarakan, tidak perlu ditonjol-tonjolkan, tidak perlu dibesar-besarkan. Karena setiap perbuatan dan jerih payah ada upahnya. Dan upahnya bukan dari manusia, tetapi dari TUHAN. Namun kalau menggombar-gambirkan apa yang menjadi kelebihan dan kebaikan, maka upah hanya datang dari manusia, sehingga membatasi upah yang datang dari Sorga, dari TUHAN.

Nanti memang pada akhirnya seperti itu, Musa tidak diijinkan masuk ke Tanah Kanaan, dia hanya bisa melihat dari atas gunung Nebo dan diapun mati di sana. Meskpun demikian, sekarang Musa ada di Sorga.

-          Jadi Musa telah mati dan bangkit, itu satu penggambaran dari pribadi Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit. Sedangkan,

-          Elia gambaran daripada Roh Allah yang Kudus.

-          Henokh adalah gambaran daripada kasih Allah Bapa.

Inilah Pribadi-pribadi yang diangkat hidup-hidup naik ke Sorga.

 

Kita bandingkan dulu dengan...

Yakobus 3:17

(3:17) Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.

 

Tanda hikmat DATANG DARI SORGA dan dimiliki seseorang:

1.        Murni, berarti tidak ada campuran-campuran yang datang dari hal-hal yang tidak baik; tidak ada kepentingan daging.

2.        Pendamai, berarti rela untuk menjadi korban.

3.        Peramah, gambaran dari orang yang tidak mudah sakit hati, tidak mudah tersakiti oleh orang lain, tidak mudah kecewa dengan orang lain. Beda dengan orang yang mudah sakit hati, sekali waktu dia bisa ramah kepada sesamanya, tetapi begitu dia tersakiti, ramah-ramahnya langsung berhenti. Mukanya langsung kecut, kejam, keriting lagi.

4.        Penurut. Jadilah penurut-penurut di dalam TUHAN, berarti orang yang senantiasa mengikuti teladan Tuhan. Kalau kita mengikuti teladan TUHAN maka kita tidak akan mengikuti teladan Setan, tidak akan mengikuti teladan dunia, tidak akan mengikuti teladan-teladan yang tidak suci.

5.        Penuh belas kasihan, artinya: Tidak menahan-nahan kebaikan terhadap orang yang susah, terhadap orang yang menderita, terhadap orang yang sedang menghadapi jalan buntu.

6.        Penuh dengan buah-buah yang baik, berarti segala perbuatan yang baik dia perbuat.

7.        Tidak memihak. Kiranya kita juga memiliki sikap seperti ini, karena itu jauh lebih baik, daripada memihak. TUHAN tidak pernah memihak kepada orang kaya atau TUHAN tidak pernah memihak karena kemiskinan dari orang yang miskin, TUHAN itu adil dan netral.

Jadi dalam hal bertindak tidak boleh menggunakan perasaan. Kalau perasaan yang ditonjolkan, nanti bisa memihak, bisa memihak kepada orang yang dianggap bisa diharapkan (diandalkan) atau bisa memihak hanya karena orang lain lemah tidak berdaya dan miskin, tetapi sebetulnya jauh dari TUHAN, penuh dengan kecurangan.

Itu sebabnya saya katakan, jangan kita bertindak dengan menggunakan perasaan, milikilah hikmat yang datang dari Sorga.

8.        Tidak munafik, berarti tulus, jujur, dan tampil apa adanya.

 

Sebetulnya, Musa ini adalah pribadi yang lemah lembut, lebih lembut dari setiap orang yang ada di atas muka bumi ini. Kemudian, dia juga adalah hamba TUHAN yang berhikmat, dia sendiri menerima petunjuk dari ALLAH untuk membangun Tabernakel, juga menerima Hukum Taurat itukan hikmat – Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel itu hikmat – namun kenyataannya semua itu jadi rusak, hancur lebur di dalam diri seseorang hanya karena sikap Datan dan Abiram.

 

Jadi sebetulnya, yang sangat menderita oleh karena kesalahan Datan dan Abiram adalah Musa, tetapi Datan dan Abiram tidak menyadarinya.

 

Singkat kata, oleh karena hukum Taurat, Musa menjadi kaku di dalam kebenaran.

Tadi dia berkata; "Janganlah perhatikan segala persembahan mereka. Belum pernah kuambil satu ekor keledai pun dari mereka, dan belum pernah kulakukan yang jahat kepada seseorang pun dari mereka."

Sebagaimana yang tertulis di dalam Roma 2:15; “... bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.”

Musa akhirnya menuduh Datan dan Abiram sebagai pelaku yang salah, memang mereka salah. Lalu dalam kesempatan yang lain, dia juga membela dirinya, dia menunjukkan kelebihannya dan kebaikannya.

Inilah akibat dosa marah.

 

Ayo, baik di rumah, jangan kita buat orang lain marah-marah dengan sengaja. Baik di tempat bekerja, berbisnis, berdagang, berusaha, dimanapun berada, ciptakan damai sejahtera, pertahankan hikmat yang datang dari Sorga, dari ALLAH.

Jangan buat orang marah-marah, apapun ceritanya, jangan kita bodoh seperti Datan dan Abiram.

 

Yakobus 3:18

(3:18) Dan buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai.

 

Buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam DAMAI untuk mereka yang mengadakan damai.

Artinya: Musa semestinya mengikuti teladan Tuhan karena TUHAN sudah memberikan hal itu kepada Musa.

Yesus datang dengan damai, Yesus disalib bukan dengan emosi, bukan karena terpancing, artinya ditaburkan dalam damai. Untuk siapa? Untuk mereka yang mengadakan damai itulah hamba-hamba TUHAN, hamba-hamba kebenaran, saya dan saudara adalah hamba-hamba TUHAN.

Pendeta belum tentu hamba TUHAN, tetapi TUHAN mau supaya kita menjadi hamba Firman TUHAN.

 

Bilangan 16:16-17

(16:16) Lalu berkatalah Musa kepada Korah: "Engkau ini dengan segenap kumpulanmu harus menghadap TUHAN, engkau dan mereka dan Harun, pada esok hari. (16:17) Baiklah kamu masing-masing membawa perbaraannya membubuh ukupan di atasnya, lalu kamu mempersembahkan masing-masing perbaraannya ke hadapan TUHAN, dua ratus lima puluh perbaraan; juga engkau ini dan Harun masing-masing harus membawa perbaraannya."

 

Tampaklah Musa mulai lepas kendali, sebab Musa berkata kepada Korah:

1.    "Engkau ini dengan segenap kumpulanmu harus menghadap TUHAN, engkau dan mereka dan Harun, pada esok hari."

Pendeknya, Musa yang menentukan suatu pengadilan, padahal Tuhanlah yang berhak untuk mengadakan pengadilan. Istilah sehari-hari; “Ya sudah, coba bawa saja itu perbaraan, bubuhkan ukupan di atasnya, nanti Harun juga begitu besok.” Kira-kira begitu kalau bahasa sehari-hari.

Sampai begitu rupa saudara akibat kemarahan Musa ini.

 

Kita bandingkan perkara ini dengan ...

Yakobus 4:12.

(4:12) Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan. Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?

 

Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan., tidak lain tidak bukan itulah TUHAN ALLAH yang hidup, TUHAN Yesus Kristus.

Akhirnya setelah TUHAN melihat kesalahan Musa sampai sejauh itu, TUHAN berkata kepada Musa; Siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?

Ingat, hanya ada satu Pembuat hukum dan hanya ada satu Hakim itulah pribadi TUHAN ALLAH yang hidup, di dalam nama TUHAN Yesus Kristus.

Alasannya; Dialah yang berkuasa untuk menyelamatkan. Dan hal itu sudah Yesus Kerjakan di atas kayu salib 2000 (dua ribu) tahun yang lalu, kemudian Dialah yang berhak untuk membinasakan pada hari penghakiman, pengadilan takhta putih… Wahyu 20:11-12.

Jadi hanya satu pembuat hukum, hukum taurat telah digenapi / dieksekusi oleh TUHAN Yesus Kristus di atas kayu salib. Jadi TUHANlah yang membuat hukum, baik hukum taurat maupun hukum kasih karunia, dan TUHAN juga yang berhak untuk menghakimi pada hari penghakiman. Kita tidak berhak untuk membuat hukum dan menghakimi, karena hanya ada satu TUHAN, tidak dua TUHAN.

 

2.        Musa memberitahukan untuk membawa perbaraan, lalu membubuh ukupan di atasnya.

Saudara, memang kalau kita perhatikan apa yang dikatakan oleh Musa ini benar sebetulnya, tetapi akhirnya dia lepas kendali.

 

Saudara, pelajaran apa yang bisa kita petik di sini? Yang pasti; jangan kita sama seperti Datan dan Abiram.

Ayo, tekun dalam tiga macam ibadah pokok, taat, setia, dan dengar-dengaran. Jangan memberontak, jangan melawan, jangan hidup di bawah hukum taurat. TUHAN sudah mengeksekusi habis sepuluh hukum taurat di atas kayu salib. Hukum taurat dieksekusi dengan cara menyangkal diri dan memikul salib, AMIN.

 

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment

KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan