KAMI NANTIKAN KESAKSIAN-KESAKSIAN SAUDARA YANG SUDAH MEMBACA FIRMAN TUHAN PADA BLOG INI

Terjemahan

Search This Blog

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 28 JULI 2026



IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 28 JULI 2026

YUDAS 1:11

(Seri: 33)

 

Subtema: MURTAD & MANUSIA DURHAKA

 

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN. Oleh karena rahmat-Nya, kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus. Kita boleh datang menghadap Dia lewat ibadah doa penyembahan.

Sebentar kita gunakan leher ini untuk menundukkan kepala di ujung kaki salib TUHAN, tersungkur di hadapan takhta-Nya, sujud menyembah kepada Dia. Sebab hanya kepada Dia sajalah kita berbakti.

 

Saya juga tidak lupa menyapa Bapak/Ibu Saudara/Saudari yang turut bergabung lewat online, atau live streaming, atau video internet, baik dari YouTube maupun Facebook.

 

Selanjutnya, mari kita ikuti kitab Yudas sebagai Firman penggembalaan untuk ibadah doa penyembahan. Dan kita masih berada pada Yudas 1:11.

 

Namun, tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan dari TUHAN, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita, pribadi lepas pribadi. Dan kiranya damai sejahtera juga menjadi bagian kita. Kita boleh duduk diam menikmati sabda Allah dalam suasana Sorga dan suasana kebahagiaan dari Sorga juga.

 

Yudas 1:11

(1:11) Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

“Celakalah mereka ...” antara lain:

a.       Karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain.

b.      Karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam.

c.       Mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

Inti dari ayat ini, kita memperoleh pengertian betapa banyaknya nanti orang-orang yang menjadi bagian setan tri tunggal.

 

Pada ayat ini ada tiga kali kata "mereka", menunjuk orang-orang yang menggabungkan diri lalu mengikuti setan tritunggal, yaitu NAGA, ANTIKRIS, dan NABI-NABI PALSU.

 

Adapun fakta kebenaran sebagai pembuktiannya ialah:

1.      Kain adalah gambaran dan bayangan dari ULAR NAGA.

Tabiatnya: Pembunuh manusia dari sejak semula … (Yohanes 8:44).

Demikian juga dengan, Kain pembunuh manusia yang pertama kali, yaitu membunuh adiknya, Habel … (Kejadian 4:8)

2.      Bileam adalah gambaran dan bayangan dari NABI-NABI PALSU, sebab Bileam melayani karena upah … (2 Petrus 2:3)

Banyak nanti hamba TUHAN menceburkan diri dalam kesesatan Bileam, yaitu: melayani karena upah.

3.      Korah adalah gambaran dan bayangan dari ANTIKRIS. Sebab, antikris disebut juga si pendurhaka. Sama seperti Korah dan kumpulannya bangkit memberontak untuk melawan Musa dan Harun = memberontak kepada TUHAN. Demikian juga antikris disebut si pendurhaka atau si pemberontak.

 

Terkait dengan: PEMBERONTAKAN (Korah)

 

2 Tesalonika 2:3-4 --- Perikop: "Kedurhakaan sebelum kedatangan Tuhan."

(2:3) Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, (2:4) yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.

 

Sebelum hari Tuhan tiba harus datang dahulu dua hal:

1.      Murtad.

2.      Manusia durhaka.

 

Mari kita periksa kedua hal itu satu persatu, diawali: MURTAD.

 

Terkait murtad, kita sandingkan dengan ….

Matius 24:3-7 --- Perikop: "Permulaan penderitaan."

(24:3) Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?" (24:4) Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! (24:5) Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang. (24:6) Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. (24:7) Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.

 

Tanda kedatangan Tuhan dan kesudahan dunia

a.      “Banyak orang mengaku Mesias.”

Berarti: tampil Mesias-mesias palsu dan menyesatkan banyak orang.

b.      “Terdengar deru perang dan kabar tentang perang.”

Berarti:

-          Bangsa akan bangkit melawan bangsa.

-          Kerajaan melawan kerajaan.

c.       “Akan ada kelaparan.”

Dampak kelaparan:

-          Orang-orang akan mengembara dari laut ke laut. Maka yang ditemukan adalah ajaran laut, itulah ajaran antikris, atau kenajisan percabulan. Kemudian,

-          Orang-orang akan menjelajah dari Utara ke Timur, maka yang ditemukan ajaran darat (ajaran bumi), itulah nabi-nabi palsu dengan ajarannya.

d.       Gempa bumi di berbagai tempat.”

 

Ini adalah hal yang mengerikan. Lalu, apabila anak Tuhan tetap tidak bergeming dengan apa yang akan terjadi, maka perlu dipertanyakan, "Waras atau tidak?"

Oleh sebab itu, jangan sia-siakan kesempatan yang ada ini. Kesempatan yang ada ini adalah kesempatan emas. Hargailah kesempatan emas ini.

 

Matius 24:8

(24:8) Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.

 

Semua yang terjadi itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru, menjelang kedatangan Tuhan kembali sebagai Raja di atas segala raja. Dia duduk di atas takhta kemuliaan-Nya, bersemayam di atas takhta-Nya, dalam kemuliaan yang sangat besar.

 

Matius 24:9-10

(24:9) Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku, (24:10) dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.

 

Tanda kedatangan TUHAN dan kesudahan bumi; “… Banyak orang akan MURTAD …”

Praktek murtad: “... Saling menyerahkan dan saling membenci…” Nanti suami menyerahkan istri, sebaliknya istri menyerahkan suami, bahkan orang tua menyerahkan anaknya demi mempertahankan hidupnya masing-masing.

 

Saling menyerahkan dan saling membenci = MUNDUR DARI SALIB -> orang yang murtad.

"Murtad = Mundur dari salib." Murtad bukan berarti dia pindah agama, tetapi tetap menjadi orang Kristen, tetapi undur dari salib.

 

Jadi, orang yang mundur dari salib akan menyerahkan istrinya nanti, sebaliknya istri akan menyerahkan suaminya, lalu orang tua menyerahkan anaknya. Yang penting dirinya selamat. Jadi, masing-masing berusaha menyelamatkan dirinya sendiri, persis seperti orang yang tidak mengenal TUHAN.

Itu sebabnya saya sedang berjuang untuk menyampaikan kebenaran firman semacam ini, supaya dengan perjuangan ini, sama-sama kita mendapat kemurahan untuk nikah dan rumah tangga, berjuang untuk orang-orang di sekitar kita.

 

Padahal, andai saja kita bertahan di dalam TUHAN, tetap ikut TUHAN, beribadah dan melayani disertai dengan sangkal diri, pikul salib, ikut TUHAN sampai berdarah-darah. Lalu, oleh ketekunan tiga macam ibadah pokok, kita dituntun sampai kepada puncak ibadah yaitu; doa penyembahan.

Saudara, doa penyembahan adalah; tempat perlindungan kita, jauh dari intaian mata ular (antikris). Itu berarti, anak-anak TUHAN tidak perlu saling menyerahkan, saling membenci, hanya untuk mempertahankan nyawa, yang sifatnya sementara. Pada ujungnya binasa, baik yang diserahkan binasa, yang menyerahkan juga binasa, sama-sama binasa.

Itu sebabnya, alangkah jauh lebih baik bila kita tetap bertahan di dalam TUHAN, maksudnya tekun dalam tiga macam ibadah pokok, sebagai sarana untuk mencapai puncak ibadah, yaitu: Doa Penyembahan. Perhatikanlah Firman yang kita dengar setiap kali kita beribadah kepada TUHAN.

 

Kita tidak mungkin selamat hanya dengan berkata: "Yang penting saya serahkan hidupku kepada TUHAN," tetapi tidak mengerti cara menyerahkan diri ke dalam TUHAN. Komen-komen di YouTube dan di Facebook juga begitu. Tidak bisa hanya omongan semacam ini lalu selamat, tidak bisa seperti itu.

 

Kepada kita dipercayakan TUHAN Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, sehingga kita mengerti suasana kerajaan Sorga.

Perlu untuk kita ketahui:

-          Kerajaan Sorga itu adalah Tabernakel.

-          Yesus sendiri adalah Tabernakel.

-          Hidup kita adalah Tabernakel.

-          Tabernakel itu rumah TUHAN.

Berarti untuk sampai ke Sorga, harus mengikuti ajaran Tabernakel.

Tidak susah untuk memahami akan hal ini.

 

TUHAN sudah percayakan Pengajaran Tabernakel. Kenapa kita ogah-ogahan, sibuk dengan perasaan, dipengaruhi setan dan tabiat lama (sisi gelap)?

 

Tentang: MANUSIA DURHAKA

 

2 Tesalonika 2:3-4

(2:3) Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, (2:4) yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.

 

Tampil orang-orang durhaka yaitu:

-          Meninggikan diri di atas segala yang disebut (termasuk  meninggikan diri atas TUHAN)

-          Disembah sebagai Allah.

 

Pendeknya, orang durhaka memberontak kepada Allah. Puncak pemberontakan dari orang durhaka adalah “... duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah…”

 

Mari kita selidiki terkait: DUDUK DI BAIT ALLAH DAN MAU MENYATAKAN DIRI SEBAGAI ALLAH.

 

DUDUK DI BAIT ALLAH, itu berarti; kedudukan Allah diambil alih oleh orang durhaka, yaitu; Antikris.

 

Daniel 8:8

(8:8) Kambing jantan itu sangat membesarkan dirinya, tetapi ketika ia sampai pada puncak kuasanya, patahlah tanduk yang besar itu, lalu pada tempatnya tumbuh empat tanduk yang aneh, sejajar dengan keempat mata angin yang dari langit.

 

Satu kali nanti antikris akan tampil sebagai raja yang berkuasa dan memerintah atas empat penjuru bumi (4 mata angin), yaitu Timur dan Barat, Utara dan Selatan.

 

Daniel 8:9

(8:9) Maka dari salah satu tanduk itu muncul suatu tanduk kecil, yang menjadi sangat besar ke arah selatan, ke arah timur dan ke arah Tanah Permai.

 

Antikris menjadi besar kuasanya di bumi, lalu berkuasa ke arah Selatan, berkuasa ke arah Timur, bahkan menguasai ke Tanah Permai.

Tanah Permai -> Ruangan Maha Suci, karena Ruangan Maha Suci disebelah Barat.

 

Adapun pemberontakan atau pergerakan dari orang-orang durhaka dimulai dari sebelah Utara, lalu bergerak ke arah selatan.

Pendeknya, jika pergerakan mengarah ke Selatan, itu berarti awal pergerakan / asal pergerakan tentu saja dari sebelah Utara.

 

Terkait sebelah utara…

Yesaya 14:12-14

(14:12) "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! (14:13) Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. (14:14) Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!

 

Tampak ke-AKU-an lucifer sebanyak 5 kali:

1.      Aku hendak naik ke langit.

2.      Aku hendak mendirikan takhta ku mengatasi bintang-bintang Allah

3.      Aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di SEBELAH UTARA.

4.      Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan,

5.      Aku hendak menyamai Yang Mahatinggi!

 

Singkatnya, orang-orang durhaka datang dari sebelah Utara, sebab hati mereka telah dikuasai oleh Lucifer, disebut juga bintang timur putera fajar.

 

Jadi, ketika orang-orang durhaka berkuasa di sebelah Selatan, berkuasa di sebelah Timur, sampai menguasai Tanah Permai, menunjukkan bahwa orang-orang durhaka memberontak/mendurhaka kepada Tuhan, sebab hati mereka telah dikuasai oleh Lucifer. 

 

Perlu untuk diketahui: di dalam Ruangan Maha Suci terdapat satu alat, yaitu TABUT PERJANJIAN, berbicara tentang 2 (dua) hal:

1.      Takhta Allah.

2.      Nikah suci.

Hal ini yang akan dirusak oleh orang-orang durhaka / antikris.

 

Jadi, waspadalah dengan segala sesuatu, jangan menjadi lemah dan putus asa. Tergembala dengan sungguh-sungguh dalam satu kandang penggembalaan, berarti tekun dalam tiga macam ibadah pokok. Jangan tinggalkan jam-jam ibadah. Itu jaminan hidup kita, jaminan dalam nikah rumah tangga, jaminan hidup manusia.

 

Karena kita tahu, iblis setan ingin berkuasa sampai ke Barat (Tanah Permai), menguasai Tabut Perjanjian, berbicara tentang: Takhta Allah dan nikah suci. Ayo pertahankan nikah suci, berarti sungguh-sungguh beribadah. Bicara soal nikah, itu bicara soal ibadah. Kalau bicara soal ibadah, itu berbicara soal nikah. Sebab itu, sungguh-sungguhlah beribadah.

 

Dan TUHAN membenci perceraian. TUHAN mau supaya kita menjadi takhta Allah. TUHAN rindu supaya hubungan kita tetap dalam hubungan nikah suci. Tetapi justru itu yang mau dirusak oleh orang-orang durhaka.

 

Daniel 8:10-11

(8:10) Ia menjadi besar, bahkan sampai kepada bala tentara langit, dan dari bala tentara itu, dari bintang-bintang, dijatuhkannya beberapa ke bumi, dan diinjak-injaknya. (8:11) Bahkan terhadap Panglima bala tentara itu pun ia membesarkan dirinya, dan dari pada-Nya diambilnya korban persembahan sehari-hari, dan tempat-Nya yang kudus dirobohkannya.

 

 

Pemberontakan dari orang-orang durhaka semakin menjadi-jadi, antara lain:

1.      “… Bintang-bintang di langit dijatuhkan ke bumi dan diinjak-injaknya…”

Bintang-bintang di langit -> hamba-hamba TUHAN yang diurapi, orang-orang bijaksana.

Sesudah dijatuhkan, selanjutnya diinjak-injak. Kalau bintang-bintang di langit saja dapat dijatuhkan ke bumi, dan diinjak-injak, lalu bagaimana dengan nasib orang Kristen yang tidak sungguh-sungguh menyerahkan dirinya ke dalam tangan TUHAN, tidak sungguh-sungguh untuk tekun dalam tiga macam ibadah pokok, tidak sungguh-sungguh tergembala di hadapan TUHAN, bagaimana nasib orang yang mendua hati, tidak sungguh-sungguh sepenuh hati?

Bintang-bintang di langit akan berjatuhan, berguguran, keluar dari orbitnya, dan akhirnya menjadi nabi-nabi palsu.

 

2.      “... Membesarkan diri terhadap Panglima bala tentara…”

Membesarkan diri terhadap Panglima bala tentara = memberontak kepada TUHAN. Inilah puncak pemberontakan mereka.

Praktek pemberontakan:

a.      Menghentikan korban sehari-hari.

b.      Rumah Tuhan/Bait Suci Allah dirobohkan.

 

Tentang: KORBAN SEHARI-HARI

 

Korban sehari-hari -> Korban sembelihan dan dan korban santapan.

 

-          Korban sembelihan -> Ibadah pelayanan disertai sangkal diri pikul salib sampai berdarah-darah.

Manfaat darah salib: Menebus kita dari dosa berarti terjadi pertobatan, sampai akhirnya berdamai dengan Tuhan.

Tetapi ingat, satu kali nanti korban sembelihan ini nanti akan dihentikan, berarti tidak ada lagi kesempatan untuk bertobat, tidak ada lagi kesempatan untuk berdamai dengan ALLAH.

Jadi manfaatkanlah darah salib Kristus, selagi masih ada kesempatan, supaya jangan terjadi penyesalan di kemudian hari.

 

-          Korban santapan -> Pengajaran Firman Allah yang murni dan benar, yaitu:

  1. Firman pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel.

Manfaatnya: Membawa kita masuk dalam satu kegerakan yang besar, yaitu: pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Berarti kita dimempelaikan dan dikristalisasikan = bercahaya kemuliaan Allah.

  1. Cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus disebut juga firman pengajaran yang rahasianya dibukakan dalam terang Roh El Kudus.

Manfaat firman yang dibukakan menurut, Mazmur 119:130 yaitu:

a.       “Memberi terang” berarti tidak lagi berada dalam kegelapan = tidak lagi menyembunyikan dosa, sebab kegelapan adalah tempat yang efektif untuk menyembunyikan dosa.

b.      “Memberi pengertian kepada orang bodoh”, tujuannya: supaya jangan mengulangi kesalahan sebagai perbuatan yang bodoh.

 

Maka, kuasa dari pembukaan rahasia firman sangat luar biasa menolong kehidupan kita, menjadi anak-anak terang dan menjadi orang bijaksana, bukan orang bodoh.

Tapi, satu kali nanti korban santapan ini akan dihentikan oleh orang-orang durhaka, itulah antikris, disebut juga binatang yang keluar dari dalam laut.

 

Oleh sebab itu, selagi masih ada kesempatan untuk mendengar firman Allah yang rahasianya dibukakan, maka terima dengan rendah hati. Firman Allah harus ditampung di dalam hati, sebab satu kali akan berguna bila tiba waktunya, tepatnya pada saat dunia mengalami kekeringan/kelaparan yang dahsyat … Amos 8:11.

 

Satu kali korban santapan akan dihentikan, karena pemberontakan dari manusia durhaka sudah memuncak. Manusia durhaka (antikris) akan merampas korban sehari-hari dari Panglima bala tentara, Allah yang hidup, yaitu:  TUHAN Yesus Kristus.

 

Tentang: RUMAH TUHAN DIROBOHKAN

 

Rumah TUHAN dirobohkan = Menghujat kemah kediaman Allah = Menghujat Roh Allah dan kegiatannya, itulah ibadah dan pelayanan.

 

Jadi, satu kali nanti rumah TUHAN akan dirobohkan. Kalau rumah TUHAN dirobohkan, maka otomatis ibadah dan pelayanan pun akan berhenti. Kalau ibadah dan pelayanan pun berhenti, maka tidak ada lagi kesempatan untuk mendapat kemurahan daripada TUHAN. Persis seperti Esau, dia hidup dalam kenajisan percabulan, ayat referensi:  Ibrani 12:16-17.

Hal ini harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh. Biarlah kita semuanya menghargai kemurahan yang TUHAN sudah nyatakan kepada kita.

 

Anak-anak TUHAN, jangan lagi bermain-main dan bermasa bodoh, mengingat hari ini adalah hari-hari yang terakhir. Keadaan dunia semakin sulit, dan semakin sukar. Kehidupan manusia sekarang ini semakin dihimpit kesulitan, dihimpit banyak persoalan, dihimpit oleh ekonomi, dihimpit oleh banyak perkara. Hanya TUHANlah jalan keluar dalam hidup kita.

 

Persis seperti bangsa Israel di padang gurun saat menghadapi laut Kolsom (laut Teberau, laut Merah). Ketika bangsa Israel menghadapi laut Kolsom, sepertinya tidak ada lagi jalan keluar sementara Firaun dan orang Mesir mengejar mereka dari belakang.

Di depan, bangsa Israel dihadang oleh laut Kolsom, laut Merah (laut Teberau). Mereka ke kiri, padang gurun; hendak lari ke kanan juga padang gurun, sama saja tidak ada artinya.

 

Dan pada saat itu semua orang Israel berteriak histeris kepada TUHAN. Berteriak histeris menyalahkan Musa, sang gembala yang menuntun perjalanan mereka di padang gurun.

Tetapi Musa seorang pemimpin yang sabar, seorang pemimpin yang sanggup memberi teladan yang baik. Dia lemah lembut dan rendah hati, memberi satu keyakinan dan kepastian supaya mereka bersabar, tidak perlu cemas dan khawatir.

 

Pada saat itulah Musa berdoa, bergumul semalam-malaman di hadapan TUHAN. Sementara Firaun dan Mesir ada di belakang, tetapi tidak sanggup menghampiri Israel, karena dipisahkan oleh tiang api dan tiang awan.

-          Kegunaan tiang awan; untuk melindungi bangsa Israel pada siang hari, dari terik panas matahari yang mencekam.

-          Sementara kegunaan tiang api untuk melindungi bangsa Israel di malam hari yang sangat dingin mencekam.

Saudara, panas dingin yang berulang-ulang sanggup menghancurkan batu yang besar. Tetapi TUHAN melindungi umat Israel dengan tiang awan dan tiang api .

 

Bangsa Israel dipisahkan dari Firaun dan Mesir oleh tiang api. Saat itulah kesempatan bagi Musa, sang gembala, untuk bergumul semalam-malaman. Lalu TUHAN berkata: jangan takut, Keluaran 14:20-21: … (14:20) Demikianlah tiang itu berdiri di antara tentara orang Mesir dan tentara orang Israel; dan oleh karena awan itu menimbulkan kegelapan, maka malam itu lewat, sehingga yang satu tidak dapat mendekati yang lain, semalam-malaman itu. (14:21) Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu. …

 

Jadi, jalan keluarnya adalah; Musa mengangkat tongkatnya ke atas, lalu mengulurkan tangannya ke atas laut.

Jadi, jalan keluar dari setiap masalah (persoalan) yang kita hadapi di dunia ini hanyalah TUHAN. Termasuk ketika nanti orang durhaka memberontak kepada Panglima bala tentara.

-          Orang durhaka menghentikan korban sehari-hari.

-          Kemudian menghujat kemah kediaman Allah, menghujat Roh Allah dan kegiatannya, ibadah dan pelayanan (menghentikan ibadah dan pelayanan).

 

Jadi, jalan keluarnya hanya kepada TUHAN, di mana Musa mengangkat tongkat, dan mengulurkan tangannya ke atas laut. Tongkat juga berbicara tentang penggembalaan. Kalau kita yakin TUHAN adalah jalan keluar, ayo berikan diri untuk digembalakan.

 

Keluaran 14:16

(14:16) Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.

 

Tongkat itu berbicara tentang tongkat gembala. Jadi harus tergembala. Jadi, kalau mau menyerahkan diri kepada TUHAN, harus tergembala.

 

Itu yang saya katakan di atas tadi, banyak orang Kristen berkata: "Aku berserah kepada TUHAN," tapi tidak tahu menyerahkan dirinya kepada TUHAN. Seolah-olah dengan mengucapkan kata-kata itu dia tertolong.

Berserah kepada TUHAN berarti seperti Musa mengangkat tongkat.

Angkat tongkat berarti:

-          Menyerahkan diri kepada TUHAN = TERGEMBALA.

-          Tinggikan salib Kristus.

 

Selanjutnya, TUHAN memerintahkan Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, sehingga nampaklah nanti tanah kering. Di situlah bangsa Israel berjalan.

Jadi, ibadah dan pelayanan adalah sebuah sarana untuk kita bisa melewati segala pergumulan-pergumulan. Bagi dunia mungkin tidak ada lagi jalan keluar, tetapi di dalam TUHAN ada jalan keluar. Tidak ada yang tidak mungkin bagi TUHAN.

 

Jadi, malam ini kita sudah mendapat pengertian yang sangat singkat. Jika TUHAN kehendaki, kita akan lanjutkan di minggu yang akan datang.

 

Doa saya, bertahanlah di dalam TUHAN, jangan gelisah, jangan bimbang, jangan menjadi putus asa, jangan tinggalkan TUHAN. Ibadah dan pelayanan adalah sarana perpanjangan tangan TUHAN untuk menolong kita semua keluar dari kejaran penjajahan Firaun (iblis setan), keluar dari perbudakan Mesir (dunia).

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang