KAMI NANTIKAN KESAKSIAN-KESAKSIAN SAUDARA YANG SUDAH MEMBACA FIRMAN TUHAN PADA BLOG INI

Terjemahan

Search This Blog

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 30 JULI 2026



IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 30 JULI 2026

MALEAKHI 3:1

(Seri: 4)

 

Subtema: IOTA & TITIK

 

Shalom.

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, oleh karena kemurahan hati Tuhan kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus, sehingga kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci.

 

Saya juga tidak lupa menyapa saudara/i, bapa ibu terkasih yang mengikuti secara online / live streaming / video internet baik dari Youtube maupun dari Facebook dimanapun saudara berada. Selanjutnya, kiranya damai sejahtera yang melampaui akal dan pikiran hati kita sekaligus memenuhi hati dan hidup kita, sekaligus ada kesukaan dan bahagia saat kita duduk diam menikmati sabda Allah.

 

Selanjutnya, mari kita ikuti STUDY MALEAKHI sebagai firman penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci. Kita masih berada pada Maleakhi 3:1A dan malam ini merupakan serig pemberitaan untuk yang ke-4.

Namun, tetaplah berdoa dalam roh dan mohon kemurahan daripada Tuhan supaya Firman yang dibukakan meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.

 

Maleakhi 3:1A --- Perikop: “TUHAN datang untuk menghukum”

(3:1) Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.

 

Disini dikatakan: "Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku!"

 

Kita akan melihat UTUSAN TUHAN tersebut.

Matius 11:10-11

(11:10) Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu. (11:11) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.

 

Utusan yang mendahului Tuhan adalah YOHANES PEMBAPTIS.

Pekerjaannya ialah untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan, Dia Raja di atas segala raja, Ia akan bersemayam dalam takhta kemuliaan-Nya, dalam kemuliaan yang sangat besar.

Demikian Tuhan datang kembali untuk kedua kali dalam dunia yang fana ini.

 

Kita harus percaya dan yakin bahwa Yohanes telah diutus untuk mempersiapkan jalan bagi Sang Raja, maka kita juga harus percaya dengan pribadi Yohanes Pembaptis yang telah diutus  Tuhan, dia adalah;

-          sebagai perintis bagi jalan Raja,

-          sebagai nabi terakhir,

-          sebagai nabi yang terbesar dari Perjanjian Lama.

 

Syarat untuk menjadi yang terbesar:

Alkitab mengatakan "namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga" artinya: Yohanes Pembaptis adalah pribadi yang RENDAH HATI dan rela menjadi KECIL.

 

Yohanes 3:28

(3:28) Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya.

 

Yohanes Pembaptis adalah utusan Tuhan untuk mendahului Tuhan = Mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Kemudian, Yohanes Pembaptis bersaksi dengan TULUS dan JUJUR, sebab dia menyadari diri bahwa dia hanya seorang hamba yang sedang menunjukkan suatu tanggung jawab di hadapan Tuhan.

 

Yohanes 3:30

(3:30) Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.

 

Pengakuan Yohanes Pembaptis: "Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil."

Pendeknya, dari pengakuan ini:

-          Kita harus menjadi kecil supaya Tuhan menjadi besar dalam hidup kita.

Tuhan tidak akan nampak besar dalam kehidupan kita jika kita tidak menjadi kecil.

-          Kita harus berkurang-kurang supaya Tuhan bertambah-tambah dalam diri kita.

Kalau keinginan daging tidak berkurang maka pribadi Tuhan tidak akan bertambah dalam hidup kita.

Oleh sebab itu, semakin hari kita harus semakin kecil supaya Tuhan semakin besar dari hidup kita, dan makin hari kita harus makin berkurang-kurang supaya Tuhan semakin bertambah-tambah dalam hidup kita.

 

Pertanyaan: MENGAPA KITA HARUS SEMAKIN KECIL DAN TUHAN SEMAKIN BESAR?

Jawabnya: … Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari Sorga ... Yohanes 3:27.

Berarti, MENJADI KECIL dan RENDAH HATI adalah kasih karunia. Demikian halnya memiliki Kerajaan Sorga juga hanya karena kasih karunia.

Kalau pada akhirnya kita dibawa masuk dalam Kerajaan Sorga itu adalah kasih karunia, bukan karena gagah hebat dan kuat kita, bukan dari hasil usaha seseorang, bukan karena kita orang saleh, bukan karena perbuatan baik.

 

Mari kita TELAAH KEMBALI kalimat dalam Matius 11:11: "... yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya."

Pendeknya, Kristus adalah yang terkecil di dalam Kerajaan Sorga, sebab selama hidup-Nya di atas muka bumi ini Dia hanya melakukan apa yang menjadi kehendak Allah Bapa di Sorga. Dia datang ke dunia ini bukan karena kehendak-Nya tetapi Dia datang ke dunia ini karena melakukan kehendak Allah Bapa di Sorga.

 

Efesus 4:7

(4:7) Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.

 

Kepada kita telah dianugerahkan kasih karunia menurut TAKARAN TUHAN.

Kenapa menurut "takaran Tuhan"? Karena hanya Tuhan yang tahu sejauh mana kita dapat menyangkal diri dan memikul salib.

Pendeknya, salib yang dipikul tiap orang TIDAK SAMA, sebab kekuatan dari setiap  orang juga tidak sama.

 

Efesus 4:8-9

(4:8) Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia." (4:9) Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah?

 

Yesus telah naik ke tempat yang tinggi, berarti Ia telah dipermuliakan. Menunjukkan kepada kita bahwa Yesus telah turun ke bagian bumi yang paling bawah.

Artinya: Yesus telah menderita sengsara dan mati di atas kayu salib.

 

Filipi 2:8

(2:8) Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

 

Dalam keadaan sebagai manusia:

a.       Ia telah merendahkan diri-Nya.

b.      Taat sampai mati bahkan sampai mati di atas kayu salib.

Pendeknya, bukan saja hanya merendahkan diri tetapi Yesus telah taat sampai mati bahkan sampai mati di kayu salib = RELA MENJADI KECIL.

 

Mengapa saya katakan bahwa Yesus rela menjadi kecil? Karena Ia telah turun ke bagian bumi yang paling bawah, berarti lebih kecil dari Yohanes Pembaptis.

 

Matius 5:17 --- Perikop: "Yesus dan hukum Taurat."

(5:17) "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

Yesus datang ke dunia ini untuk menggenapi hukum Taurat, pendeknya hukum Taurat telah digenapi atau dieksekusi habis di atas kayu salib.

 

Kita akan bahas soal MERENDAHKAN DIRI dan MENJADI KECIL.

Matius 5:17 --- Perikop: “Yesus dan hukum Taurat.”

(5:17) "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

 

Yesus datang ke dunia ini untuk menggenapi seluruh hukum Taurat.

Pendeknya, seluruh hukum Taurat telah dieksekusi habis di atas kayu salib.

 

Matius 5:18

(5:18) Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

 

Satu iota dan satu titik tidak akan dihapus dari hukum Taurat.

 

Terkait: SATU IOTA.

Iota adalah kumpulan terkecil dari abjad Yunani yang berjumlah 9 huruf, yaitu huruf A sampai huruf I. Hal ini berbicara tentang KERENDAHAN DI HATI.

Iota -> Orang yang mau merendahkan dirinya.

 

Contoh KERENDAHAN DI HATI.

Yohanes 12:23

(12:23) Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.

 

Singkat kata, di balik salib ada kemuliaan dan dibalik kemuliaan ada salib.

 

Yohanes 12:24

(12:24) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

 

"Biji gandum jatuh ke dalam tanah."

JATUH KE DALAM TANAH = Merendahkan diri, sama seperti Yesus dari Sorga turun ke bumi.

 

Bukti bahwa Yesus telah merendahkan diri-Nya di hadapan orang-orang Yahudi.

Matius 11:13-14

(11:13) Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes (11:14) dan -- jika kamu mau menerimanya -- ialah Elia yang akan datang itu.

 

Semua nabi dan semua kitab Taurat telah bernubuat bahwa Yesus akan menderita sengsara dan mati di atas kayu salib, bangkit pada hari ketiga, lalu naik ke Sorga (dipermuliakan) setelah 40 hari di bumi.

 

Kemudian, Yohanes Pembaptis juga bernubuat dengan hal yang sama, akan tetapi orang-orang Yahudi tidak peduli dan tidak menghiraukannya karena tidak percaya.

Sampai hari ini orang Yahudi tidak percaya/menolak bahwa Yesus telah mati di atas kayu dan sampai saat ini orang Yahudi masih menantikan kedatangan "Mesias."

 

Fakta kebenaran: YESUS TELAH MERENDAHKAN DIRI-NYA

Yohanes 1:10-11

(1:10) Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. (1:11) Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.

 

Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Bahkan, Ia datang kepada milik kepunyaanNya, tetapi orang kepunyaan-Nya tidak menerima-Nya. Ini adalah tanda kerendahan di hati.

 

Kita harus membuktikan diri sebagai orang yang rendah hati. Kerendahan di hati bukan dari perkataan tetapi dari perbuatan, apabila kita ditolak dan kita mau menerimanya itu adalah tanda kerendahan di hati.

Umpama seseorang telah melakukan sesuatu yang baik tetapi ia ditolak, maka itu adalah tanda kerendahan di hati, jika ia mau berdiam diri.

 

Kita harus membuktikan di hadapan Tuhan sebagai orang yang rendah hati, mungkin telah banyak berbuat baik lalu ditolak maka terima saja karena kita mau menunjukkan diri kita sebagai anak-anak Tuhan yang rendah hati. Jangan sampai melayani dan karena pelayanan itu dia berjerih lelah, lalu dia mau diakui, itu bukanlah kerendahan di hati.

Oleh sebab itu, jangan ada kerendahan hati yang palsu yaitu wajah yang begitu seram menjadi bagus karena AI, atau suara jelek berubah menjadi bagus karena AI. Yang Tuhan mau adalah kerendahan hati yang murni yaitu A sampai I itulah IOTA.

 

Setan sudah membuat banyak kemiripan-kemiripan, jika kita tidak hati-hati maka ini sangat berbahaya. Darimana kita dapat mengetahui bahwa AI adalah kerendahan hati yang palsu? Jelas dari Firman Tuhan. Maka perlu kita rendah hati dan dengan kerendahan di hati kita dapat tekun dalam tiga macam ibadah pokok.

 

Yohanes 5:42-43

(5:42) Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah. (5:43) Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia.

 

Yesus ditolak tetapi nama orang lain diterima, Tuhan tau mereka tidak mengasihi Tuhan, namun sekalipun demikian Yesus tetap berdiam diri, ini adalah KERENDAHAN DI HATI.

 

Kisah Para Rasul 13:46

(13:46) Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: "Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain.

 

Pertama-tama Firman Allah dikaruniakan kepada bangsa Israel, tetapi bangsa Israel menolak firman Allah itulah pribadi Yesus yang menjadi manusia.

 

Maka, tidak apa-apa apabila kita ditolak sekalipun sudah berbuat baik, terima saja, karena kita mau menunjukkan jati diri kita sebagai pribadi yang rendah hati, ini adalah IOTA yang murni bukan iota yang palsu.

 

Roma 10:21

(10:21) Tetapi tentang Israel ia berkata: "Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada bangsa yang tidak taat dan yang membantah."

 

Tuhan mengulurkan tangan kepada bangsa Israel, tetapi bangsa Israel adalah bangsa yang tidak taat yang suka membantah kepada Tuhan, menunjukkan bahwa Yesus telah merendahkan diri-Nya.

 

Itulah sebabnya Yesus berkata kepada orang Yahudi di dalam Matius 11:14, “... ialah Elia yang akan datang itu.”

Kita harus memiliki pandangan nubuatan untuk memahami ayat ini, artinya sebagaimana Elia adalah perintis bagi kedatangan Yesus untuk kali kedua kelak, demikian halnya Yohanes Pembaptis adalah perintis bagi kedatangan Yesus yang pertama.

Namun sekalipun Yesus telah berkata demikian, orang Yahudi masih saja menolak. Jadi, sampai saat ini orang Yahudi tidak yakin bahwa Yesus adalah Mesias.

 

Bagaimana dengan kita sekarang? Apabila sudah mengulurkan tangan namun ditolak, itu kerendahan di hati. Kemudian, apabila menyampaikan kebenaran dan kebajikan supaya firman menjadi daging tetapi ditolak dan jika kita menerimanya, itu adalah tanda orang yang rendah hati. Itulah yang dimaksud dengan IOTA; kumpulan huruf yang terkecil yaitu A sampai I.

 

Terkait: TITIK.

Titik adalah sebuah tanda baca yang lebih kecil dari semua tanda baca.

Singkat kata, arti rohani titik adalah KECIL dan MAU DIKECILKAN.

 

Yohanes 12:24

(12:24) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

 

Yesus adalah biji gandum, bukan hanya jatuh ke tanah tetapi juga mati.

MATI berarti turun ke bagian bumi yang paling bawah, artinya: Yesus mau menjadi kecil dan rela dikecilkan.

 

Pendeknya, pengalaman kematian adalah bukti nyata bahwa seseorang rela menjadi kecil. Sebab apabila seseorang sudah masuk dalam pengalaman kematian, maka ia ...

-          tidak akan merasakan hinaan orang lain,

-          tidak merasa malu saat dimaki-maki/dipermalukan,

-          tidak ada lagi keinginan-keinginan.

 

Perlu untuk diketahui: Semua orang bisa merendahkan diri, tetapi untuk menjadi kecil dan rela dikecilkan sangat sulit bagi kebanyakan orang.

 

Yohanes 12:25

(12:25) Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.

 

Barangsiapa tidak mencintai nyawa di dunia ini, maka ia akan memelihara untuk hidup yang kekal.

Tidak mencintai nyawa berbicara soal pengalaman kematian = Kecil dan rela dikecilkan. Kehidupan semacam ini adalah kehidupan yang memelihara hidup yang kekal.

 

Ciri-ciri menjadi KECIL.

1 Korintus 15:36-37

(15:36) Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu. (15:37) Dan yang engkau taburkan bukanlah tubuh tanaman yang akan tumbuh, tetapi biji yang tidak berkulit, umpamanya biji gandum atau biji lain.

 

Pengalaman kematian sama seperti biji gandum yang TIDAK BERKULIT, artinya: Rela dikuliti/dipermalukan dimuka umum namun bukan karena satu kesalahan melainkan karena kebajikan

 

2 Korintus 5:21

(5:21) Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.

 

Dia yang tidak mengenal dosa, telah dibuat menjadi dosa = Dikuliti.

Seperti Adam dan Hawa ketika jatuh ke dalam dosa mereka menjadi telanjang tetapi untuk menutupi ketelanjangan mereka maka seekor binatang harus disembelih dan dari binatang itu diambil kulitnya untuk menutupi ketelanjangan mereka. Itu adalah suatu nubuatan tentang apa yang akan dikerjakan Yesus di atas kayu salib, Dia rela dikuliti/rela dipermalukan.

 

Jadi apabila bertemu dengan orang yang tidak mengerti soal kekristenan dan berkata “mengapa Yesus mempermalukan diri-Nya” maka tidak perlu panas hati karena orang semacam ini tidak mengerti apa-apa. Namun sekalipun demikian kita harus masuk dalam pengalaman kematian yaitu mau menjadi kecil dan rela dikecilkan.

 

Oleh sebab itu, apakah kita bertahan dengan pengertian yang lama atau hidup dengan pengertian yang baru dan belajar dari firman Allah? Namun sebagai gembala sidang saya berharap supaya kita tidak hanya menjadi pribadi yang merendahkan diri itulah IOTA melainkan harus sampai kepada TITIK yaitu mau menjadi kecil dan rela dikecilkan, itulah pengalaman kematian.

Sebab KUASA DARI TITIK ialah:

-          sanggup menutupi ketelanjangan.

-          bahkan sanggup menghentikan lajunya dosa.

 

Kalau sudah titik berarti semua harus berehenti (stop) tidak dapat dilanjutkan lagi, kalaupun ada kelanjutan diawali dengan huruf besar yaitu Tuhan yang besar. Berbeda dengan koma yang akan terus lanjut dengan dosa dan akan tetap kecil karena tidak ada Tuhan dalam dirinya.

 

Yohanes 3:27

(3:27) Jawab Yohanes: "Tidak ada seorang pun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.

 

Merendahkan diri dan menjadi kecil itu adalah kasih karunia, termasuk memiliki kerajaan Sorga adalah kasih karunia Tuhan.

 

Dari sini dapat kita lihat bahwa Yohanes Pembaptis telah mempersiapkan jalan bagi sang Raja. Jadi, untuk mempersiapkan kedatangan Yesus kembali untuk yang kedua kali sebagai Raja di atas segala raja maka posisi kita harus berada pada IOTA dan lanjut sampai kepada TITIK, sanggup menghentikan lajunya dosa dan apabila memulai hidup baru maka diawali dengan huruf besar yaitu besarnya Tuhan dalam hidup kita.

 

Matius 11:12

(11:11) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.

 

Kita harus menjadi IOTA yaitu merendahkan diri dan mau menjadi TITIK yaitu menjadi kecil dan rela dikecilkan, supaya kita besar di dalam Kerajaan Sorga. Dengan demikian, Yohanes Pembaptis telah mempersiapkan jalan bagi sang Raja.

 

Inilah kehidupan orang-orang yang siap pada kedatangan Tuhan kembali yang datang sebagai Raja di atas segala raja, Dia bertakhta di atas takhta kemuliaan-Nya dan semua orang akan dikumpulkan di hadapan-Nya, lalu dihakimi seperti gembala memisahkan domba dari kambing; domba di sebelah kanan dan kambing di sebelah kiri. Amin.

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

 

 

 

 

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 28 JULI 2026



IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 28 JULI 2026

YUDAS 1:11

(Seri: 33)

 

Subtema: MURTAD & MANUSIA DURHAKA

 

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN. Oleh karena rahmat-Nya, kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus. Kita boleh datang menghadap Dia lewat ibadah doa penyembahan.

Sebentar kita gunakan leher ini untuk menundukkan kepala di ujung kaki salib TUHAN, tersungkur di hadapan takhta-Nya, sujud menyembah kepada Dia. Sebab hanya kepada Dia sajalah kita berbakti.

 

Saya juga tidak lupa menyapa Bapak/Ibu Saudara/Saudari yang turut bergabung lewat online, atau live streaming, atau video internet, baik dari YouTube maupun Facebook.

 

Selanjutnya, mari kita ikuti kitab Yudas sebagai Firman penggembalaan untuk ibadah doa penyembahan. Dan kita masih berada pada Yudas 1:11.

 

Namun, tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan dari TUHAN, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita, pribadi lepas pribadi. Dan kiranya damai sejahtera juga menjadi bagian kita. Kita boleh duduk diam menikmati sabda Allah dalam suasana Sorga dan suasana kebahagiaan dari Sorga juga.

 

Yudas 1:11

(1:11) Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

“Celakalah mereka ...” antara lain:

a.       Karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain.

b.      Karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam.

c.       Mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

Inti dari ayat ini, kita memperoleh pengertian betapa banyaknya nanti orang-orang yang menjadi bagian setan tri tunggal.

 

Pada ayat ini ada tiga kali kata "mereka", menunjuk orang-orang yang menggabungkan diri lalu mengikuti setan tritunggal, yaitu NAGA, ANTIKRIS, dan NABI-NABI PALSU.

 

Adapun fakta kebenaran sebagai pembuktiannya ialah:

1.      Kain adalah gambaran dan bayangan dari ULAR NAGA.

Tabiatnya: Pembunuh manusia dari sejak semula … (Yohanes 8:44).

Demikian juga dengan, Kain pembunuh manusia yang pertama kali, yaitu membunuh adiknya, Habel … (Kejadian 4:8)

2.      Bileam adalah gambaran dan bayangan dari NABI-NABI PALSU, sebab Bileam melayani karena upah … (2 Petrus 2:3)

Banyak nanti hamba TUHAN menceburkan diri dalam kesesatan Bileam, yaitu: melayani karena upah.

3.      Korah adalah gambaran dan bayangan dari ANTIKRIS. Sebab, antikris disebut juga si pendurhaka. Sama seperti Korah dan kumpulannya bangkit memberontak untuk melawan Musa dan Harun = memberontak kepada TUHAN. Demikian juga antikris disebut si pendurhaka atau si pemberontak.

 

Terkait dengan: PEMBERONTAKAN (Korah)

 

2 Tesalonika 2:3-4 --- Perikop: "Kedurhakaan sebelum kedatangan Tuhan."

(2:3) Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, (2:4) yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.

 

Sebelum hari Tuhan tiba harus datang dahulu dua hal:

1.      Murtad.

2.      Manusia durhaka.

 

Mari kita periksa kedua hal itu satu persatu, diawali: MURTAD.

 

Terkait murtad, kita sandingkan dengan ….

Matius 24:3-7 --- Perikop: "Permulaan penderitaan."

(24:3) Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?" (24:4) Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! (24:5) Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang. (24:6) Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. (24:7) Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.

 

Tanda kedatangan Tuhan dan kesudahan dunia

a.      “Banyak orang mengaku Mesias.”

Berarti: tampil Mesias-mesias palsu dan menyesatkan banyak orang.

b.      “Terdengar deru perang dan kabar tentang perang.”

Berarti:

-          Bangsa akan bangkit melawan bangsa.

-          Kerajaan melawan kerajaan.

c.       “Akan ada kelaparan.”

Dampak kelaparan:

-          Orang-orang akan mengembara dari laut ke laut. Maka yang ditemukan adalah ajaran laut, itulah ajaran antikris, atau kenajisan percabulan. Kemudian,

-          Orang-orang akan menjelajah dari Utara ke Timur, maka yang ditemukan ajaran darat (ajaran bumi), itulah nabi-nabi palsu dengan ajarannya.

d.       Gempa bumi di berbagai tempat.”

 

Ini adalah hal yang mengerikan. Lalu, apabila anak Tuhan tetap tidak bergeming dengan apa yang akan terjadi, maka perlu dipertanyakan, "Waras atau tidak?"

Oleh sebab itu, jangan sia-siakan kesempatan yang ada ini. Kesempatan yang ada ini adalah kesempatan emas. Hargailah kesempatan emas ini.

 

Matius 24:8

(24:8) Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.

 

Semua yang terjadi itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru, menjelang kedatangan Tuhan kembali sebagai Raja di atas segala raja. Dia duduk di atas takhta kemuliaan-Nya, bersemayam di atas takhta-Nya, dalam kemuliaan yang sangat besar.

 

Matius 24:9-10

(24:9) Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku, (24:10) dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.

 

Tanda kedatangan TUHAN dan kesudahan bumi; “… Banyak orang akan MURTAD …”

Praktek murtad: “... Saling menyerahkan dan saling membenci…” Nanti suami menyerahkan istri, sebaliknya istri menyerahkan suami, bahkan orang tua menyerahkan anaknya demi mempertahankan hidupnya masing-masing.

 

Saling menyerahkan dan saling membenci = MUNDUR DARI SALIB -> orang yang murtad.

"Murtad = Mundur dari salib." Murtad bukan berarti dia pindah agama, tetapi tetap menjadi orang Kristen, tetapi undur dari salib.

 

Jadi, orang yang mundur dari salib akan menyerahkan istrinya nanti, sebaliknya istri akan menyerahkan suaminya, lalu orang tua menyerahkan anaknya. Yang penting dirinya selamat. Jadi, masing-masing berusaha menyelamatkan dirinya sendiri, persis seperti orang yang tidak mengenal TUHAN.

Itu sebabnya saya sedang berjuang untuk menyampaikan kebenaran firman semacam ini, supaya dengan perjuangan ini, sama-sama kita mendapat kemurahan untuk nikah dan rumah tangga, berjuang untuk orang-orang di sekitar kita.

 

Padahal, andai saja kita bertahan di dalam TUHAN, tetap ikut TUHAN, beribadah dan melayani disertai dengan sangkal diri, pikul salib, ikut TUHAN sampai berdarah-darah. Lalu, oleh ketekunan tiga macam ibadah pokok, kita dituntun sampai kepada puncak ibadah yaitu; doa penyembahan.

Saudara, doa penyembahan adalah; tempat perlindungan kita, jauh dari intaian mata ular (antikris). Itu berarti, anak-anak TUHAN tidak perlu saling menyerahkan, saling membenci, hanya untuk mempertahankan nyawa, yang sifatnya sementara. Pada ujungnya binasa, baik yang diserahkan binasa, yang menyerahkan juga binasa, sama-sama binasa.

Itu sebabnya, alangkah jauh lebih baik bila kita tetap bertahan di dalam TUHAN, maksudnya tekun dalam tiga macam ibadah pokok, sebagai sarana untuk mencapai puncak ibadah, yaitu: Doa Penyembahan. Perhatikanlah Firman yang kita dengar setiap kali kita beribadah kepada TUHAN.

 

Kita tidak mungkin selamat hanya dengan berkata: "Yang penting saya serahkan hidupku kepada TUHAN," tetapi tidak mengerti cara menyerahkan diri ke dalam TUHAN. Komen-komen di YouTube dan di Facebook juga begitu. Tidak bisa hanya omongan semacam ini lalu selamat, tidak bisa seperti itu.

 

Kepada kita dipercayakan TUHAN Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, sehingga kita mengerti suasana kerajaan Sorga.

Perlu untuk kita ketahui:

-          Kerajaan Sorga itu adalah Tabernakel.

-          Yesus sendiri adalah Tabernakel.

-          Hidup kita adalah Tabernakel.

-          Tabernakel itu rumah TUHAN.

Berarti untuk sampai ke Sorga, harus mengikuti ajaran Tabernakel.

Tidak susah untuk memahami akan hal ini.

 

TUHAN sudah percayakan Pengajaran Tabernakel. Kenapa kita ogah-ogahan, sibuk dengan perasaan, dipengaruhi setan dan tabiat lama (sisi gelap)?

 

Tentang: MANUSIA DURHAKA

 

2 Tesalonika 2:3-4

(2:3) Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, (2:4) yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.

 

Tampil orang-orang durhaka yaitu:

-          Meninggikan diri di atas segala yang disebut (termasuk  meninggikan diri atas TUHAN)

-          Disembah sebagai Allah.

 

Pendeknya, orang durhaka memberontak kepada Allah. Puncak pemberontakan dari orang durhaka adalah “... duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah…”

 

Mari kita selidiki terkait: DUDUK DI BAIT ALLAH DAN MAU MENYATAKAN DIRI SEBAGAI ALLAH.

 

DUDUK DI BAIT ALLAH, itu berarti; kedudukan Allah diambil alih oleh orang durhaka, yaitu; Antikris.

 

Daniel 8:8

(8:8) Kambing jantan itu sangat membesarkan dirinya, tetapi ketika ia sampai pada puncak kuasanya, patahlah tanduk yang besar itu, lalu pada tempatnya tumbuh empat tanduk yang aneh, sejajar dengan keempat mata angin yang dari langit.

 

Satu kali nanti antikris akan tampil sebagai raja yang berkuasa dan memerintah atas empat penjuru bumi (4 mata angin), yaitu Timur dan Barat, Utara dan Selatan.

 

Daniel 8:9

(8:9) Maka dari salah satu tanduk itu muncul suatu tanduk kecil, yang menjadi sangat besar ke arah selatan, ke arah timur dan ke arah Tanah Permai.

 

Antikris menjadi besar kuasanya di bumi, lalu berkuasa ke arah Selatan, berkuasa ke arah Timur, bahkan menguasai ke Tanah Permai.

Tanah Permai -> Ruangan Maha Suci, karena Ruangan Maha Suci disebelah Barat.

 

Adapun pemberontakan atau pergerakan dari orang-orang durhaka dimulai dari sebelah Utara, lalu bergerak ke arah selatan.

Pendeknya, jika pergerakan mengarah ke Selatan, itu berarti awal pergerakan / asal pergerakan tentu saja dari sebelah Utara.

 

Terkait sebelah utara…

Yesaya 14:12-14

(14:12) "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! (14:13) Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. (14:14) Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!

 

Tampak ke-AKU-an lucifer sebanyak 5 kali:

1.      Aku hendak naik ke langit.

2.      Aku hendak mendirikan takhta ku mengatasi bintang-bintang Allah

3.      Aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di SEBELAH UTARA.

4.      Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan,

5.      Aku hendak menyamai Yang Mahatinggi!

 

Singkatnya, orang-orang durhaka datang dari sebelah Utara, sebab hati mereka telah dikuasai oleh Lucifer, disebut juga bintang timur putera fajar.

 

Jadi, ketika orang-orang durhaka berkuasa di sebelah Selatan, berkuasa di sebelah Timur, sampai menguasai Tanah Permai, menunjukkan bahwa orang-orang durhaka memberontak/mendurhaka kepada Tuhan, sebab hati mereka telah dikuasai oleh Lucifer. 

 

Perlu untuk diketahui: di dalam Ruangan Maha Suci terdapat satu alat, yaitu TABUT PERJANJIAN, berbicara tentang 2 (dua) hal:

1.      Takhta Allah.

2.      Nikah suci.

Hal ini yang akan dirusak oleh orang-orang durhaka / antikris.

 

Jadi, waspadalah dengan segala sesuatu, jangan menjadi lemah dan putus asa. Tergembala dengan sungguh-sungguh dalam satu kandang penggembalaan, berarti tekun dalam tiga macam ibadah pokok. Jangan tinggalkan jam-jam ibadah. Itu jaminan hidup kita, jaminan dalam nikah rumah tangga, jaminan hidup manusia.

 

Karena kita tahu, iblis setan ingin berkuasa sampai ke Barat (Tanah Permai), menguasai Tabut Perjanjian, berbicara tentang: Takhta Allah dan nikah suci. Ayo pertahankan nikah suci, berarti sungguh-sungguh beribadah. Bicara soal nikah, itu bicara soal ibadah. Kalau bicara soal ibadah, itu berbicara soal nikah. Sebab itu, sungguh-sungguhlah beribadah.

 

Dan TUHAN membenci perceraian. TUHAN mau supaya kita menjadi takhta Allah. TUHAN rindu supaya hubungan kita tetap dalam hubungan nikah suci. Tetapi justru itu yang mau dirusak oleh orang-orang durhaka.

 

Daniel 8:10-11

(8:10) Ia menjadi besar, bahkan sampai kepada bala tentara langit, dan dari bala tentara itu, dari bintang-bintang, dijatuhkannya beberapa ke bumi, dan diinjak-injaknya. (8:11) Bahkan terhadap Panglima bala tentara itu pun ia membesarkan dirinya, dan dari pada-Nya diambilnya korban persembahan sehari-hari, dan tempat-Nya yang kudus dirobohkannya.

 

 

Pemberontakan dari orang-orang durhaka semakin menjadi-jadi, antara lain:

1.      “… Bintang-bintang di langit dijatuhkan ke bumi dan diinjak-injaknya…”

Bintang-bintang di langit -> hamba-hamba TUHAN yang diurapi, orang-orang bijaksana.

Sesudah dijatuhkan, selanjutnya diinjak-injak. Kalau bintang-bintang di langit saja dapat dijatuhkan ke bumi, dan diinjak-injak, lalu bagaimana dengan nasib orang Kristen yang tidak sungguh-sungguh menyerahkan dirinya ke dalam tangan TUHAN, tidak sungguh-sungguh untuk tekun dalam tiga macam ibadah pokok, tidak sungguh-sungguh tergembala di hadapan TUHAN, bagaimana nasib orang yang mendua hati, tidak sungguh-sungguh sepenuh hati?

Bintang-bintang di langit akan berjatuhan, berguguran, keluar dari orbitnya, dan akhirnya menjadi nabi-nabi palsu.

 

2.      “... Membesarkan diri terhadap Panglima bala tentara…”

Membesarkan diri terhadap Panglima bala tentara = memberontak kepada TUHAN. Inilah puncak pemberontakan mereka.

Praktek pemberontakan:

a.      Menghentikan korban sehari-hari.

b.      Rumah Tuhan/Bait Suci Allah dirobohkan.

 

Tentang: KORBAN SEHARI-HARI

 

Korban sehari-hari -> Korban sembelihan dan dan korban santapan.

 

-          Korban sembelihan -> Ibadah pelayanan disertai sangkal diri pikul salib sampai berdarah-darah.

Manfaat darah salib: Menebus kita dari dosa berarti terjadi pertobatan, sampai akhirnya berdamai dengan Tuhan.

Tetapi ingat, satu kali nanti korban sembelihan ini nanti akan dihentikan, berarti tidak ada lagi kesempatan untuk bertobat, tidak ada lagi kesempatan untuk berdamai dengan ALLAH.

Jadi manfaatkanlah darah salib Kristus, selagi masih ada kesempatan, supaya jangan terjadi penyesalan di kemudian hari.

 

-          Korban santapan -> Pengajaran Firman Allah yang murni dan benar, yaitu:

  1. Firman pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel.

Manfaatnya: Membawa kita masuk dalam satu kegerakan yang besar, yaitu: pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Berarti kita dimempelaikan dan dikristalisasikan = bercahaya kemuliaan Allah.

  1. Cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus disebut juga firman pengajaran yang rahasianya dibukakan dalam terang Roh El Kudus.

Manfaat firman yang dibukakan menurut, Mazmur 119:130 yaitu:

a.       “Memberi terang” berarti tidak lagi berada dalam kegelapan = tidak lagi menyembunyikan dosa, sebab kegelapan adalah tempat yang efektif untuk menyembunyikan dosa.

b.      “Memberi pengertian kepada orang bodoh”, tujuannya: supaya jangan mengulangi kesalahan sebagai perbuatan yang bodoh.

 

Maka, kuasa dari pembukaan rahasia firman sangat luar biasa menolong kehidupan kita, menjadi anak-anak terang dan menjadi orang bijaksana, bukan orang bodoh.

Tapi, satu kali nanti korban santapan ini akan dihentikan oleh orang-orang durhaka, itulah antikris, disebut juga binatang yang keluar dari dalam laut.

 

Oleh sebab itu, selagi masih ada kesempatan untuk mendengar firman Allah yang rahasianya dibukakan, maka terima dengan rendah hati. Firman Allah harus ditampung di dalam hati, sebab satu kali akan berguna bila tiba waktunya, tepatnya pada saat dunia mengalami kekeringan/kelaparan yang dahsyat … Amos 8:11.

 

Satu kali korban santapan akan dihentikan, karena pemberontakan dari manusia durhaka sudah memuncak. Manusia durhaka (antikris) akan merampas korban sehari-hari dari Panglima bala tentara, Allah yang hidup, yaitu:  TUHAN Yesus Kristus.

 

Tentang: RUMAH TUHAN DIROBOHKAN

 

Rumah TUHAN dirobohkan = Menghujat kemah kediaman Allah = Menghujat Roh Allah dan kegiatannya, itulah ibadah dan pelayanan.

 

Jadi, satu kali nanti rumah TUHAN akan dirobohkan. Kalau rumah TUHAN dirobohkan, maka otomatis ibadah dan pelayanan pun akan berhenti. Kalau ibadah dan pelayanan pun berhenti, maka tidak ada lagi kesempatan untuk mendapat kemurahan daripada TUHAN. Persis seperti Esau, dia hidup dalam kenajisan percabulan, ayat referensi:  Ibrani 12:16-17.

Hal ini harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh. Biarlah kita semuanya menghargai kemurahan yang TUHAN sudah nyatakan kepada kita.

 

Anak-anak TUHAN, jangan lagi bermain-main dan bermasa bodoh, mengingat hari ini adalah hari-hari yang terakhir. Keadaan dunia semakin sulit, dan semakin sukar. Kehidupan manusia sekarang ini semakin dihimpit kesulitan, dihimpit banyak persoalan, dihimpit oleh ekonomi, dihimpit oleh banyak perkara. Hanya TUHANlah jalan keluar dalam hidup kita.

 

Persis seperti bangsa Israel di padang gurun saat menghadapi laut Kolsom (laut Teberau, laut Merah). Ketika bangsa Israel menghadapi laut Kolsom, sepertinya tidak ada lagi jalan keluar sementara Firaun dan orang Mesir mengejar mereka dari belakang.

Di depan, bangsa Israel dihadang oleh laut Kolsom, laut Merah (laut Teberau). Mereka ke kiri, padang gurun; hendak lari ke kanan juga padang gurun, sama saja tidak ada artinya.

 

Dan pada saat itu semua orang Israel berteriak histeris kepada TUHAN. Berteriak histeris menyalahkan Musa, sang gembala yang menuntun perjalanan mereka di padang gurun.

Tetapi Musa seorang pemimpin yang sabar, seorang pemimpin yang sanggup memberi teladan yang baik. Dia lemah lembut dan rendah hati, memberi satu keyakinan dan kepastian supaya mereka bersabar, tidak perlu cemas dan khawatir.

 

Pada saat itulah Musa berdoa, bergumul semalam-malaman di hadapan TUHAN. Sementara Firaun dan Mesir ada di belakang, tetapi tidak sanggup menghampiri Israel, karena dipisahkan oleh tiang api dan tiang awan.

-          Kegunaan tiang awan; untuk melindungi bangsa Israel pada siang hari, dari terik panas matahari yang mencekam.

-          Sementara kegunaan tiang api untuk melindungi bangsa Israel di malam hari yang sangat dingin mencekam.

Saudara, panas dingin yang berulang-ulang sanggup menghancurkan batu yang besar. Tetapi TUHAN melindungi umat Israel dengan tiang awan dan tiang api .

 

Bangsa Israel dipisahkan dari Firaun dan Mesir oleh tiang api. Saat itulah kesempatan bagi Musa, sang gembala, untuk bergumul semalam-malaman. Lalu TUHAN berkata: jangan takut, Keluaran 14:20-21: … (14:20) Demikianlah tiang itu berdiri di antara tentara orang Mesir dan tentara orang Israel; dan oleh karena awan itu menimbulkan kegelapan, maka malam itu lewat, sehingga yang satu tidak dapat mendekati yang lain, semalam-malaman itu. (14:21) Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu. …

 

Jadi, jalan keluarnya adalah; Musa mengangkat tongkatnya ke atas, lalu mengulurkan tangannya ke atas laut.

Jadi, jalan keluar dari setiap masalah (persoalan) yang kita hadapi di dunia ini hanyalah TUHAN. Termasuk ketika nanti orang durhaka memberontak kepada Panglima bala tentara.

-          Orang durhaka menghentikan korban sehari-hari.

-          Kemudian menghujat kemah kediaman Allah, menghujat Roh Allah dan kegiatannya, ibadah dan pelayanan (menghentikan ibadah dan pelayanan).

 

Jadi, jalan keluarnya hanya kepada TUHAN, di mana Musa mengangkat tongkat, dan mengulurkan tangannya ke atas laut. Tongkat juga berbicara tentang penggembalaan. Kalau kita yakin TUHAN adalah jalan keluar, ayo berikan diri untuk digembalakan.

 

Keluaran 14:16

(14:16) Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.

 

Tongkat itu berbicara tentang tongkat gembala. Jadi harus tergembala. Jadi, kalau mau menyerahkan diri kepada TUHAN, harus tergembala.

 

Itu yang saya katakan di atas tadi, banyak orang Kristen berkata: "Aku berserah kepada TUHAN," tapi tidak tahu menyerahkan dirinya kepada TUHAN. Seolah-olah dengan mengucapkan kata-kata itu dia tertolong.

Berserah kepada TUHAN berarti seperti Musa mengangkat tongkat.

Angkat tongkat berarti:

-          Menyerahkan diri kepada TUHAN = TERGEMBALA.

-          Tinggikan salib Kristus.

 

Selanjutnya, TUHAN memerintahkan Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, sehingga nampaklah nanti tanah kering. Di situlah bangsa Israel berjalan.

Jadi, ibadah dan pelayanan adalah sebuah sarana untuk kita bisa melewati segala pergumulan-pergumulan. Bagi dunia mungkin tidak ada lagi jalan keluar, tetapi di dalam TUHAN ada jalan keluar. Tidak ada yang tidak mungkin bagi TUHAN.

 

Jadi, malam ini kita sudah mendapat pengertian yang sangat singkat. Jika TUHAN kehendaki, kita akan lanjutkan di minggu yang akan datang.

 

Doa saya, bertahanlah di dalam TUHAN, jangan gelisah, jangan bimbang, jangan menjadi putus asa, jangan tinggalkan TUHAN. Ibadah dan pelayanan adalah sarana perpanjangan tangan TUHAN untuk menolong kita semua keluar dari kejaran penjajahan Firaun (iblis setan), keluar dari perbudakan Mesir (dunia).

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang