KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Tuesday, June 2, 2026

IBADAH RAYA MINGGU dirangkai HARI PENTAKOSTA, 24 MEI 2026

 


IBADAH RAYA MINGGU dirangkai HARI PENTAKOSTA

SERANG, 24 MEI 2026

 

KITAB WAHYU 19:15

(SERI 4)

 

Subtema: ANGGUR KEGERAMAN MURKA ALLAH

 

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan. Oleh karena rahmat-Nya, kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus. Kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Raya Minggu yang dirangkai dengan pencurahan Roh Kudus. Kiranya kita sekaliannya dipenuhkan dengan Roh Kudus, sehingga kita boleh berkobar-kobar, berapi-api untuk melayani Tuhan, melayani pekerjaan Tuhan sampai Tuhan datang pada kali yang kedua.

 

Saya juga tidak lupa menyapa saudara/I, bapak ibu sekalian yang turut bergabung lewat online / live streaming di manapun saudara berada. Selanjutnya, doa dan harapan kami; kiranya damai sejahtera dari surga memenuhi hati kita sekaliannya, sehingga ada satu kesukaan besar saat kita duduk diam mendengarkan Sabda Allah.

 

Mari secepatnya kita memperhatikan KITAB WAHYU sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu. Dan kita masih memperhatikan Wahyu 19:5 yang merupakan seri ke-4. Namun tetaplah berdoa dalam roh, mohon kemurahan daripada Tuhan, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.

 

Wahyu 19:15

(19:15) Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa.

 

Pada hari penghakiman, Si penunggang kuda putih akan menghukum segala kefasikan.

Dan hal itu nampak dari 3 (tiga) tindakan-Nya, antara lain:

1.       Dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam (Hal ini kita telah bahas)

2.       Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi. (Hal ini kita telah bahas).

3.       Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa.

 

Tentang:

IA AKAN MEMERAS ANGGUR DALAM KILANGAN ANGGUR, YAITU KEGERAMAN MURKA ALLAH, YANG MAHAKUASA.

Kita akan membahas hal ketiga ini sesuai dengan takaran kasih karunia Tuhan, sejauh mana nanti Tuhan menyatakan kasih dan kemurahan-Nya.

 

Terkait dengan hal tersebut, terlebih dahulu kita perhatikan…

Yesaya 5:1 --- Perikop: “Nyanyian tentang kebun anggur.”

(5:1) Aku hendak menyanyikan nyanyian tentang kekasihku, nyanyian kekasihku tentang kebun anggurnya: Kekasihku itu mempunyai kebun anggur di lereng bukit yang subur.

 

Kebun anggur Tuhan ada di lereng bukit yang subur. Hal ini Tuhan beritahukan: supaya kita senantiasa membawa diri di ujung kaki salib Tuhan.

 

Kaki salib Tuhan adalah...

-          Tempat terindah untuk membangun hubungan dengan Tuhan.

-          Tempat yang memberi jaminan dan kemenangan.

-          Tempat dimana kita mendapat pembelaan dari Tuhan.

-          Tempat untuk kita ditinggikan satu kali kelak.

 

Yesaya 5:2

(5:2) Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya dan menggali lobang tempat memeras anggur; lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam.

 

Untuk menghasilkan buah anggur yang manis, Tuhan berusaha melakukan segala sesuatu, antara lain:

1.       Mencangkulnya

Tuhan sudah melakukannya, sebab Firman Tuhan senantiasa menggarap hati kita, bagaikan mencangkul kebun anggur Tuhan di lereng gunung Tuhan.

 

2.       Membuang batu-batunya

Kita patut bersyukur kepada Tuhan, yang telah mengerjakan penebusan dan telah melepaskan kita dari hukum dosa dan hukum maut. Hukuman itu diterima oleh Tuhan Yesus di atas kayu salib dan kita dilepaskan dari hukum dosa dan hukum maut. Dengan demikian Tuhan sudah membuang batu-batunya yaitu; hukum Taurat.

Kita tidak lagi hidup di bawah hukum Taurat, sekarang ini kita hidup di bawah hukum kasih karunia, sebab Ia telah menggenapi hukum Taurat di atas kayu salib.

 

3.    Tuhan mendirikan menara jaga

Perlu untuk diketahui: untuk mencapai puncak ibadah yaitu doa penyembahan, maka kita harus tekun dalam tiga macam ibadah pokok. Jadi, tiga macam ibadah pokok adalah "sarana" untuk kita sampai kepada tingkat ibadah yang tertinggi (puncak ibadah) itulah doa penyembahan -- bagaikan mendirikan sebuah menara jaga.

Pendeknya, usaha yang ketiga yang dilakukan oleh Tuhan adalah mendirikan menara jaga supaya kehidupan kita menghasilkan buah anggur yang manis.

 

4.       Menggali lobang tempat memeras anggur

Pemerasan buah anggur Allah telah terjadi, prosesnya dari; taman Getsemani. Di situlah kita melihat Yesus berdoa disertai dengan keringat dan titik-titik darah, sampai pemerasan buah anggur di bukit Golgota. Kemudian, Ia telah mati, tetapi hari ketiga Ia bangkit dan sekarang Yesus Kristus duduk di sebelah kanan Allah Mahabesar. Namun, satu kali Ia akan kembali ke dunia ini untuk kedua kalinya, disebutlah itu hari penuaian atau hari penghakiman. Dimana, Yesus akan menuai buah anggur yang baik.

 

Itulah empat usaha yang telah dikerjakan oleh Tuhan Yesus Kristus supaya kebun anggur Tuhan itu menghasilkan buah anggur yang manis. Bukankah sekarang kita ada di tengah-tengah kebun anggur Tuhan saudara?

 

Namun kenyataannya, yang dihasilkannya adalah buah anggur yang asam.

Tuhan sudah berusaha untuk melakukan segala sesuatu untuk kebun anggur-Nya supaya menghasilkan buah anggur yang manis. Baik perkataannya, perbuatannya, ibadah dan pelayanannya, dan segala sesuatunya yang tekait dengan diri kita dan Tuhan, semuanya menghasilkan buah anggur yang manis. Tuhan sudah berusaha untuk hal itu. Tetapi kenyataannya yang dihasilkan adalah buah anggur yang asam. Tetapi saudara hati-hati dengan buah anggur yang asam, karena kaitannya dengan penuaian.

 

Kita lihat buah anggur yang asam…

Yesaya 5:7

(5:7) Sebab kebun anggur TUHAN semesta alam ialah kaum Israel, dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya; dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman, dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran.

 

-          Dinanti-Nya keadilan tetapi yang ada hanya kelaliman.

Kelaliman artinya: tindakan yang jahat dan buruk disertai dengan kekejaman.

-          Dinanti-Nya kebenaran tetapi yang ada hanya keonaran.

Onar berarti menimbulkan kegaduhan, kekacauan, dan suasana tidak aman.

Jangan hal itu terjadi di dalam diri kita. Jangan suka menimbulkan kegaduhan sehingga merusak damai sejahtera.

 

Saudara, kalau saya sebagai pemilik kebun anggur sudah melakukan segala usaha supaya kebun anggur itu menghasilkan buah anggur yang manis, kemudian disertai juga biaya yang begitu banyak, tetapi kenyataannya yang dihasilkan adalah buah anggur yang asam, tentu sebagai pemilik kebun anggur saya akan kecewa dan siapapun pemilik anggur semacam ini akan kecewa.

 

Sebetulnya, kalau kita sadari, kelaliman dan keonaran yang kita buat ini sangat mengecewakan hati Tuhan. Tetapi kita tidak peduli dengan hati Tuhan, yang penting hati kita senang.

 

Kita lihat, apa jadinya “buah anggur yang asam di hari penuaian”.

Yoel 3:13

(3:13) Ayunkanlah sabit, sebab sudah masak tuaian; marilah, iriklah, sebab sudah penuh tempat anggur; tempat-tempat pemerasan kelimpahan, sebab banyak kejahatan mereka.

 

Pemerasan buah anggur terjadi pada saat penuaian (hari penghakiman), yaitu; pemerasan buah anggur penghukuman, sebab banyak kejahatan itulah keonaran dan kelaliman.

 

Saudara, kalau kita ada di suatu komunitas ciptakanlah damai sejahtera di tengah-tengah komunitas itu. Dimulai dari nikah yang kecil itulah suami isteri, kemudian nikah yang lebih besar itulah kandang penggembalaan, ciptakan damai sejahtera, jangan lampiaskan isi hati mungkin karena kecewa. Tidak usah pusing dengan hal itu, yang penting perhatikan hati Tuhan. Pikirkan kelangsungan ibadah dan pelayanan itu yang nomor satu. Kita harus menciptakan damai sejahtera untuk menolong orang lain. Berpikir panjang jangan pendek, jangan seperti pintar padahal tidak.

 

Inilah yang disebut buah anggur yang mengecewakan hati Tuhan, akan mengalami pemerasan buah anggur tetapi dalam penghukuman karena geram murka Allah (Wahyu 19:15).

 

Ayat referensi lainnya…

Hosea 9:2

(9:2) Tempat pengirikan gandum dan tempat pemerasan anggur tidak akan memberi mereka makan, dan anggur akan mengecewakan mereka.

 

Orang yang mengecewakan Tuhan, satu kali akan kecewa, sebab mereka adalah buah anggur yang asam.

 

Sekarang kita akan bandingkan dengan…

Wahyu 14:19

(14:19) Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya ke atas bumi, dan memotong buah pohon anggur di bumi dan melemparkannya ke dalam kilangan besar, yaitu murka Allah.

 

Buah anggur yang mengecewakan akan dilemparkan ke dalam kilangan besar yaitu; murka Allah. Berarti, mengalami hukuman sebagai pembalasan Tuhan, terhadap orang-orang yang melakukan kejahatan.

Rasa kecewa itu akan dilampiaskan oleh Tuhan kepada orang-orang yang melakukan banyak kejahatan, kelaliman dan keonaran pada hari penghakiman.

 

Wahyu 14:20

(14:20) Dan buah-buah anggur itu dikilang di luar kota dan dari kilangan itu mengalir darah, tingginya sampai ke kekang kuda dan jauhnya dua ratus mil.

 

Buah anggur yang asam, yang mengecewakan hati Tuhan, akan dilemparkan ke dalam kilangan (diperas) dalam penghukuman di luar kota.

Kemudian, dari kilangan itu mengalir darah, tingginya sampai ke kekang kuda dan jauhnya 200 (dua ratus) mil.

Pertanyaannya: kenapa harus dihukum di luar kota?

Ini dapat diartikan bahwa orang-orang yang melakukan kejahatan tersebut, adalah orang-orang yang tidak mau memperhatikan kota kudus-Nya Tuhan.

 

Terkait dengan: KOTA KUDUS TUHAN

YANG PERTAMA

Wahyu 3:12 -- Perikop: "Kepada jemaat di Filadelfia"

(3:12) Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru.

 

Memperhatikan kota kudus Tuhan berarti; menjadi sokoguru, yaitu; menjadi tiang-tiang penopang di dalam rumah Tuhan. Jadilah sokoguru / tiang-tiang penopang di hadapan TUHAN.

Kemajuan ibadah dan pelayanan ini tidak terlepas dari kemajuan rohani seseorang. Kalau kerohanian seseorang maju, pasti terlihat dari ibadah dan pelayanannya. Sebaliknya, ibadah dan pelayanan yang maju, itu karena kerohaniannya juga maju.

 

Jadilah tiang penopang (sokoguru) supaya jangan mengalami pemerasan buah anggur di luar kota, karena murka Allah.

 

YANG KEDUA

Wahyu 21:15-17

(21:15) Dan ia, yang berkata-kata dengan aku, mempunyai suatu tongkat pengukur dari emas untuk mengukur kota itu serta pintu-pintu gerbangnya dan temboknya. (21:16) Kota itu bentuknya empat persegi, panjangnya sama dengan lebarnya. Dan ia mengukur kota itu dengan tongkat itu: dua belas ribu stadia; panjangnya dan lebarnya dan tingginya sama. (21:17) Lalu ia mengukur temboknya: seratus empat puluh empat hasta, menurut ukuran manusia, yang adalah juga ukuran malaikat. (21:18) Tembok itu terbuat dari permata yaspis; dan kota itu sendiri dari emas tulen, bagaikan kaca murni.

 

Kota kudus Tuhan itu bentuknya adalah empat persegi, sebab panjang, lebar dan tingginya sama.

Kemudian kota itu diukur dengan tongkat: 12.000 stadia. Sedangkan temboknya 144.000 hasta.

Berarti, dalam ayat ini kita menemukan angka 12.000 dan 144.000

 

Bagaimana rincian dari 12.000 dan 144.000 ini?

 

Kita akan temukan dalam…

Wahyu 7:2-3 --- Perikop: “Orang-orang yang dimeteraikan dari bangsa Israel

(7:2) Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, (7:3) katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!"

 

Kehidupan yang dimeteraikan adalah kehidupan yang mendapat perhatian dari Tuhan.

 

Wahyu 7:4

(7:4) Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.

 

Di sini kita menemukan 144.000 orang yang telah dimeteraikan dari 12 (dua belas) suku Israel.

 

Wahyu 17:5-8

(7:5) Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu, (7:6) dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas ribu, dari suku Manasye dua belas ribu, (7:7) dari suku Simeon dua belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku Isakhar dua belas ribu, (7:8) dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua belas ribu.

 

Inilah angka 144.000 dan angka 12.000.

Ternyata mereka adalah suatu kehidupan yang dimeteraikan oleh Tuhan Allah, mendapat perlindungan dan pembelaan serta pemeliharaan dari Tuhan. Satu kali nanti bumi, langit, pohon akan rusak, tetapi sebelum dirusak, hamba-hamba Allah, itulah 144.000 orang, terlebih dahulu dimeteraikan. Betul-betul TUhan sangat perhatikan, lindungi dan bela nasib kehidupan yang dimeteraikan itulah 144.000, datang dari 12 suku Israel x 12.000 stadia.

 

Meterai Tuhan itu ada di dahi sebagaimana dalam…

Yehezkiel 9 :4

(9:4) Firman TUHAN kepadanya: "Berjalanlah dari tengah-tengah kota, yaitu Yerusalem dan tulislah huruf T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan di sana."

 

Huruf T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah, inilah orang yang senantiasa menyangkal diri, pikul salib, sampai berdarah-darah di tengah ibadah dan pelayanan. Inilah orang-orang yang dimeteraikan oleh Tuhan, inilah hamba-hamba Allah – menghambakan diri kepada Firman Allah.

 

Kita patut bersyukur, sebab kita sudah mendapat pengertian demi pengertian, supaya kelak, jangan kita dituai di dalam kilangan anggur yaitu kegeraman murka Allah. Tetapi biarlah kita dituai lalu ditempatkan di lumbung Tuhan, karena menghasilkan buah anggur yang manis. Bukankah kita ada di tengah-tengah kebun anggur Allah dan Tuhan sudah berusaha dengan segala usaha-Nya supaya nanti menghasilkan buah anggur yang manis? Tetapi kenyataannya yang dihasilkan adalah buah anggur yang asam karena banyak kejahatan mereka dan itu sangat mengecewakan Tuhan.

 

Kehidupan yang dimeteraikan adalah orang-orang yang beribadah dan melayani disertai dengan menyangkal diri, pikul salib sampai berdara-darah. Mereka disebut orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan di sana, akhirnya huruf “T” ditulis pada dahi mereka.

 

Yehezkiel 9 :5

(9:5) Dan kepada yang lain-lain aku mendengar Dia berfirman: "Ikutilah dia dari belakang melalui kota itu dan pukullah sampai mati! Janganlah merasa sayang dan jangan kenal belas kasihan.

 

Tetapi yang tidak memiliki meterai Allah (huruf T pada dahi), mereka akan dipukul sampai mati. Itulah buah anggur yang dilemparkan ke dalam kilangan murka Allah.

 

Kembali kita memperhatikan…

Wahyu 21:18

(21:18) Tembok itu terbuat dari permata yaspis; dan kota itu sendiri dari emas tulen, bagaikan kaca murni.

 

Tembok kota kudus Tuhan terbuat dari permata yaspis.

Permata yaspis adalah permata yang paling indah, jernih seperti kristal (Wahyu 21:11)

Kristal berarti; transparan / tembus pandang, dengan lain kata; bagian luar hidup kita sama dengan bagian dalam, tidak ada sesuatu yang ditutupi, tidak berlaku munafik.

 

Berbanding terbalik dengan ahli Taurat dan orang Farisi, ada di tengah ibadah dan pelayanan, tetapi dikuasai oleh kemunafikan. Melayani Tuhan tetapi hatinya tidak di situ sebagaimana yang tertulis dalam  Matius 23:1-4 --- (23:1) Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: (23:2) "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. (23:3) Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. (23:4) Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.

 

Tetapi, kalau kita memperhatikan kota kudus Tuhan, maka kita akan tampil seperti permata yaspis, jernih seperti kristal berarti transparan.

 

Selain temboknya terbuat dari permata yaspis, kota itu sendiri terbuat dari emas tulen.

Emas tulen berarti murni, tanpa campuran-campuran. Berarti ini adalah suatu gambaran dari kehidupan yang sudah melewati banyak proses di dalam pemurnian sebagaimana yang tertulis dalam 1 Petrus 1:6-7.

 

1 Petrus 1:6

(1:6) Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.

 

Banyak anak-anak Tuhan harus berdukacita, mengapa? Karena terlalu banyak pencobaan yang dihadapi.

Tetapi Tuhan berkata: tetaplah bergembira di dalam menghadapi berbagai pencobaan sekalipun harus berdukacita.

Kalau hati disakiti pasti sakit, tetapi jangan sakit hati. Kemudian kehidupan yang dikecewakan, pasti berdukacita.

 

1 Petrus 1:7

(1:7) Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu -- yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api -- sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

 

Semua itu terjadi untuk membuktikan kemurnian iman (iman yang tulen), emas yang murni. Iman yang murni jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas fana.

 

Itulah proses pemurnian, dan kita tidak boleh lari dari situ. Inilah kota kudus Tuhan yang harus diperhatikan, jangan sampai kita tidak memperhatikan ini.

 

Kemudian, kota itu bagaikan kaca murni, berarti; tembus pandang = bagian dalam bisa dilihat dari luar. Tidak ada tidak penghalang di kaca itu, sehingga yang bagian dalam dapat dilihat dari luar. Itulah kehidupan yang sudah dimurnikan seperti emas tulen.

 

Wahyu 21:19-20

(21:19) Dan dasar-dasar tembok kota itu dihiasi dengan segala jenis permata. Dasar yang pertama batu yaspis, dasar yang kedua batu nilam, dasar yang ketiga batu mirah, dasar yang keempat batu zamrud, (21:20) dasar yang kelima batu unam, dasar yang keenam batu sardis, dasar yang ketujuh batu ratna cempaka, yang kedelapan batu beril, yang kesembilan batu krisolit, yang kesepuluh batu krisopras, yang kesebelas batu lazuardi dan yang kedua belas batu kecubung.

 

Inilah 12 (dua belas) batu permata yang dijadikan dasar tembok kota kudus Tuhan 🡪 pengajaran 12 (dua belas) rasul hujan awal dan 12 (dua belas) rasul hujan akhir.

-          12 (dua belas) rasul hujan awal à Injil keselamatan.

Manfaatnya: supaya orang yang menerima Yesus menjadi percaya, bertobat dan dibaptis air.

-          12 (dua belas) rasul hujan akhir à Injil kerajaan, disebut juga cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus. Sangat berkuasa membawa kita kepada kesatuan tubuh Kristus yang sempurna, disebutlah itu mempelai Tuhan. Satu kali dipermuliakan dengan Dia, bercahaya kemuliaan Allah. Berarti, kualitas rohani dari gereja Tuhan sederajat dengan Mempelai Laki-Laki Sorga.

 

Inilah kota kudus Tuhan yang harus kita perhatikan. Jadi, orang yang tidak memperhatikan kota kudus Tuhan, maka sudah dapat dipastikan satu kali akan dilemparkan dalam kilangan yang besar yaitu murka Allah.

 

Wahyu 14:20

(14:20) Dan buah-buah anggur itu dikilang di luar kota dan dari kilangan itu mengalir darah, tingginya sampai ke kekang kuda dan jauhnya dua ratus mil.

 

Dari kilangan penghukuman murka Allah mengalir darah, tingginya; sampai ke kekang kuda dan jauhnya sampai 200 mil. Jadi, berapa banyak nanti jumlah orang yang menjadi korban dalam penghukuman murka Allah itu di kilangan yang besar.

-          Kekang kuda ± 150 (seratus lima puluh) Cm.

-          200 (dua ratus) mil = 300 (tiga ratus) KM = 1600 (seribu enam ratus) stadia.

 

Hal ini harus diperhatikan, jangan kita sibuk dengan kesibukan duniawi, sibuk memperhatikan urusan sendiri, tetapi perhatikanlah kota kudus Tuhan. Supaya kita jangan mengalami yang tertulis dalam Wahyu 19:15 --  Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa.

 

Wahyu 3:10

(3:10) Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.

 

Orang-orang yang tekun menantikan Tuhan mendapat pembelaan, perlindungan, pemeliharaan dari Tuhan – dibela dari hari pencobaan yang memuncak pada saat antikris menjadi raja selama 7 (tujuh) tahun penuh di atas muka bumi, yang memuncak pada 3½ (tiga setengah) tahun yang kedua.

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

 

No comments:

Post a Comment