IBADAH
RAYA MINGGU dirangkai HARI PENTAKOSTA
SERANG,
24 MEI 2026
KITAB
WAHYU 19:15
(SERI
4)
Subtema:
ANGGUR
KEGERAMAN MURKA ALLAH
Mula pertama
saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan. Oleh karena rahmat-Nya, kita
sekaliannya dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus. Kita boleh datang
menghadap Dia lewat Ibadah Raya Minggu yang dirangkai dengan pencurahan Roh
Kudus. Kiranya kita sekaliannya dipenuhkan dengan Roh Kudus, sehingga kita
boleh berkobar-kobar, berapi-api untuk melayani Tuhan, melayani pekerjaan Tuhan
sampai Tuhan datang pada kali yang kedua.
Saya juga
tidak lupa menyapa saudara/I, bapak ibu sekalian yang turut bergabung lewat online
/ live streaming di manapun saudara berada. Selanjutnya, doa dan harapan
kami; kiranya damai sejahtera dari surga memenuhi hati kita sekaliannya,
sehingga ada satu kesukaan besar saat kita duduk diam mendengarkan Sabda Allah.
Mari
secepatnya kita memperhatikan KITAB WAHYU
sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu. Dan kita masih
memperhatikan Wahyu 19:5 yang merupakan seri ke-4. Namun tetaplah berdoa dalam
roh, mohon kemurahan daripada Tuhan, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan
setiap hati kita pribadi lepas pribadi.
Wahyu 19:15
(19:15) Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam
yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan
gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu
kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa.
Pada hari
penghakiman, Si penunggang kuda putih akan menghukum segala kefasikan.
Dan hal itu
nampak dari 3 (tiga) tindakan-Nya, antara lain:
1.
Dari mulut-Nya keluarlah
sebilah pedang tajam (Hal ini kita telah
bahas)
2.
Ia akan menggembalakan
mereka dengan gada besi. (Hal ini kita telah
bahas).
3.
Ia akan memeras anggur
dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa.
Tentang:
IA AKAN MEMERAS ANGGUR DALAM KILANGAN ANGGUR, YAITU
KEGERAMAN MURKA ALLAH, YANG MAHAKUASA.
Kita akan
membahas hal ketiga ini sesuai dengan takaran kasih karunia Tuhan, sejauh mana
nanti Tuhan menyatakan kasih dan kemurahan-Nya.
Terkait
dengan hal tersebut, terlebih dahulu kita perhatikan…
Yesaya 5:1
--- Perikop: “Nyanyian tentang kebun anggur.”
(5:1) Aku hendak menyanyikan nyanyian tentang kekasihku, nyanyian
kekasihku tentang kebun anggurnya: Kekasihku itu mempunyai kebun anggur di
lereng bukit yang subur.
Kebun anggur
Tuhan ada di lereng bukit yang subur. Hal ini Tuhan beritahukan: supaya kita
senantiasa membawa diri di ujung kaki salib Tuhan.
Kaki
salib Tuhan adalah...
-
Tempat terindah untuk
membangun hubungan dengan Tuhan.
-
Tempat yang memberi
jaminan dan kemenangan.
-
Tempat dimana kita
mendapat pembelaan dari Tuhan.
-
Tempat untuk kita
ditinggikan satu kali kelak.
Yesaya 5:2
(5:2) Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya,
dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara
jaga di tengah-tengahnya dan menggali lobang tempat memeras anggur;
lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang
dihasilkannya ialah buah anggur yang asam.
Untuk
menghasilkan buah anggur yang manis, Tuhan berusaha melakukan segala sesuatu,
antara lain:
1.
Mencangkulnya
Tuhan sudah melakukannya, sebab Firman Tuhan
senantiasa menggarap hati kita, bagaikan mencangkul kebun anggur Tuhan di
lereng gunung Tuhan.
2.
Membuang batu-batunya
Kita patut bersyukur kepada Tuhan, yang telah
mengerjakan penebusan dan telah melepaskan kita dari hukum dosa dan hukum maut.
Hukuman itu diterima oleh Tuhan
Yesus di atas kayu salib dan kita dilepaskan
dari hukum dosa dan hukum maut. Dengan demikian Tuhan sudah membuang
batu-batunya yaitu; hukum Taurat.
Kita tidak lagi hidup di bawah hukum Taurat,
sekarang ini kita hidup di bawah hukum kasih karunia, sebab Ia telah menggenapi
hukum Taurat di atas kayu salib.
3.
Tuhan mendirikan menara
jaga
Perlu untuk diketahui: untuk mencapai puncak
ibadah yaitu doa penyembahan, maka kita harus tekun dalam tiga macam ibadah
pokok. Jadi, tiga macam ibadah pokok adalah "sarana" untuk kita
sampai kepada tingkat ibadah yang tertinggi (puncak ibadah) itulah doa
penyembahan -- bagaikan mendirikan sebuah menara jaga.
Pendeknya, usaha yang ketiga yang dilakukan oleh
Tuhan adalah mendirikan menara jaga supaya kehidupan
kita menghasilkan buah anggur yang manis.
4.
Menggali lobang tempat
memeras anggur
Pemerasan buah anggur Allah telah terjadi,
prosesnya dari; taman Getsemani. Di situlah kita melihat Yesus berdoa disertai
dengan keringat dan titik-titik darah, sampai pemerasan buah anggur di bukit
Golgota. Kemudian, Ia telah mati, tetapi hari ketiga Ia bangkit dan sekarang
Yesus Kristus duduk di sebelah kanan Allah Mahabesar. Namun, satu kali Ia akan
kembali ke dunia ini untuk kedua kalinya, disebutlah itu hari penuaian atau
hari penghakiman. Dimana, Yesus akan menuai buah anggur yang baik.
Itulah empat
usaha yang telah dikerjakan oleh Tuhan Yesus Kristus supaya kebun anggur Tuhan
itu menghasilkan buah anggur yang manis. Bukankah sekarang kita ada di
tengah-tengah kebun anggur Tuhan saudara?
Namun
kenyataannya, yang dihasilkannya adalah buah anggur yang asam.
Tuhan sudah
berusaha untuk melakukan segala sesuatu untuk kebun anggur-Nya supaya
menghasilkan buah anggur yang manis. Baik perkataannya, perbuatannya, ibadah
dan pelayanannya, dan segala sesuatunya yang tekait dengan diri kita dan Tuhan,
semuanya menghasilkan buah anggur yang manis. Tuhan sudah berusaha untuk hal
itu. Tetapi kenyataannya yang dihasilkan adalah buah anggur yang asam. Tetapi
saudara hati-hati dengan buah anggur yang asam, karena kaitannya dengan
penuaian.
Kita lihat
buah anggur yang asam…
Yesaya 5:7
(5:7) Sebab kebun anggur TUHAN semesta alam ialah kaum Israel,
dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya; dinanti-Nya keadilan,
tetapi hanya ada kelaliman, dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada
keonaran.
-
Dinanti-Nya keadilan
tetapi yang ada hanya kelaliman.
Kelaliman artinya: tindakan yang jahat dan buruk
disertai dengan kekejaman.
-
Dinanti-Nya kebenaran
tetapi yang ada hanya keonaran.
Onar berarti menimbulkan kegaduhan, kekacauan,
dan suasana tidak aman.
Jangan hal itu terjadi di dalam diri kita.
Jangan suka menimbulkan kegaduhan sehingga merusak damai sejahtera.
Saudara,
kalau saya sebagai pemilik kebun anggur sudah melakukan segala usaha supaya
kebun anggur itu menghasilkan buah anggur yang manis, kemudian disertai juga
biaya yang begitu banyak, tetapi kenyataannya yang dihasilkan adalah buah
anggur yang asam, tentu sebagai pemilik kebun anggur saya akan kecewa dan
siapapun pemilik anggur semacam ini akan kecewa.
Sebetulnya,
kalau kita sadari, kelaliman dan keonaran yang kita buat ini
sangat mengecewakan hati Tuhan. Tetapi kita tidak peduli dengan hati Tuhan,
yang penting hati kita senang.
Kita lihat,
apa jadinya “buah anggur yang asam di hari penuaian”.
Yoel 3:13
(3:13) Ayunkanlah sabit, sebab sudah masak tuaian; marilah,
iriklah, sebab sudah penuh tempat anggur; tempat-tempat pemerasan
kelimpahan, sebab banyak kejahatan mereka.
Pemerasan
buah anggur terjadi pada saat penuaian (hari penghakiman), yaitu; pemerasan
buah anggur penghukuman, sebab banyak kejahatan itulah keonaran dan kelaliman.
Saudara,
kalau kita ada di suatu komunitas ciptakanlah damai sejahtera di tengah-tengah
komunitas itu. Dimulai dari nikah yang kecil itulah suami isteri, kemudian
nikah yang lebih besar itulah kandang penggembalaan, ciptakan damai sejahtera,
jangan lampiaskan isi hati mungkin karena kecewa. Tidak usah pusing dengan hal
itu, yang penting perhatikan hati Tuhan. Pikirkan kelangsungan ibadah dan
pelayanan itu yang nomor satu. Kita harus menciptakan damai sejahtera untuk
menolong orang lain. Berpikir panjang jangan pendek, jangan seperti pintar
padahal tidak.
Inilah yang
disebut buah anggur yang mengecewakan hati Tuhan, akan mengalami pemerasan buah
anggur tetapi dalam penghukuman karena geram murka Allah (Wahyu 19:15).
Ayat
referensi lainnya…
Hosea 9:2
(9:2) Tempat pengirikan gandum dan tempat pemerasan anggur
tidak akan memberi mereka makan, dan anggur akan mengecewakan mereka.
Orang yang
mengecewakan Tuhan, satu kali akan kecewa, sebab mereka adalah buah anggur yang
asam.
Sekarang
kita akan bandingkan dengan…
Wahyu 14:19
(14:19) Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya ke atas bumi, dan memotong
buah pohon anggur di bumi dan melemparkannya ke dalam kilangan besar, yaitu
murka Allah.
Buah anggur
yang mengecewakan akan dilemparkan ke dalam kilangan besar yaitu; murka Allah.
Berarti, mengalami hukuman sebagai pembalasan Tuhan, terhadap orang-orang yang
melakukan kejahatan.
Rasa kecewa
itu akan dilampiaskan oleh Tuhan kepada orang-orang yang melakukan banyak
kejahatan, kelaliman dan keonaran pada hari penghakiman.
Wahyu 14:20
(14:20) Dan buah-buah anggur itu dikilang di luar kota dan
dari kilangan itu mengalir darah, tingginya sampai ke kekang kuda dan jauhnya
dua ratus mil.
Buah anggur
yang asam, yang mengecewakan hati Tuhan, akan dilemparkan ke dalam kilangan
(diperas) dalam penghukuman di luar kota.
Kemudian,
dari kilangan itu mengalir darah, tingginya sampai ke kekang kuda dan jauhnya
200 (dua ratus) mil.
Pertanyaannya:
kenapa harus dihukum di luar kota?
Ini dapat
diartikan bahwa orang-orang yang melakukan kejahatan tersebut, adalah
orang-orang yang tidak mau memperhatikan kota kudus-Nya Tuhan.
Terkait
dengan: KOTA KUDUS TUHAN
YANG PERTAMA
Wahyu 3:12
-- Perikop: "Kepada jemaat di Filadelfia"
(3:12) Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam
Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya
akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang
turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru.
Memperhatikan
kota kudus Tuhan berarti; menjadi sokoguru, yaitu; menjadi tiang-tiang
penopang di dalam rumah Tuhan. Jadilah sokoguru / tiang-tiang penopang di
hadapan TUHAN.
Kemajuan
ibadah dan pelayanan ini tidak terlepas dari kemajuan rohani seseorang. Kalau
kerohanian seseorang maju, pasti terlihat dari ibadah dan pelayanannya.
Sebaliknya, ibadah dan pelayanan yang maju, itu karena kerohaniannya juga maju.
Jadilah
tiang penopang (sokoguru) supaya jangan mengalami pemerasan buah anggur di luar
kota, karena murka Allah.
YANG KEDUA
Wahyu
21:15-17
(21:15) Dan ia, yang berkata-kata dengan aku, mempunyai suatu
tongkat pengukur dari emas untuk mengukur kota itu serta pintu-pintu gerbangnya
dan temboknya. (21:16) Kota itu bentuknya empat persegi, panjangnya
sama dengan lebarnya. Dan ia mengukur kota itu dengan tongkat itu: dua
belas ribu stadia; panjangnya dan lebarnya dan tingginya sama. (21:17)
Lalu ia mengukur temboknya: seratus empat puluh empat hasta, menurut
ukuran manusia, yang adalah juga ukuran malaikat. (21:18) Tembok itu
terbuat dari permata yaspis; dan kota itu sendiri dari emas tulen, bagaikan
kaca murni.
Kota kudus
Tuhan itu bentuknya adalah empat persegi, sebab panjang, lebar dan tingginya
sama.
Kemudian
kota itu diukur dengan tongkat: 12.000 stadia. Sedangkan temboknya 144.000
hasta.
Berarti,
dalam ayat ini kita menemukan angka 12.000 dan 144.000
Bagaimana
rincian dari 12.000 dan 144.000 ini?
Kita akan
temukan dalam…
Wahyu 7:2-3
--- Perikop: “Orang-orang yang dimeteraikan dari bangsa Israel
(7:2) Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat
matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan
suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan
laut, (7:3) katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau
pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi
mereka!"
Kehidupan
yang dimeteraikan adalah kehidupan yang mendapat perhatian dari Tuhan.
Wahyu 7:4
(7:4) Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus
empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan
Israel.
Di sini kita
menemukan 144.000 orang yang telah dimeteraikan dari 12 (dua belas) suku
Israel.
Wahyu 17:5-8
(7:5) Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan,
dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu, (7:6)
dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas ribu,
dari suku Manasye dua belas ribu, (7:7) dari suku Simeon dua
belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku Isakhar dua
belas ribu, (7:8) dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku
Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua belas ribu.
Inilah angka
144.000 dan angka 12.000.
Ternyata mereka
adalah suatu kehidupan yang dimeteraikan oleh Tuhan Allah, mendapat
perlindungan dan pembelaan serta pemeliharaan dari Tuhan. Satu kali nanti bumi,
langit, pohon akan rusak, tetapi sebelum dirusak, hamba-hamba Allah, itulah
144.000 orang, terlebih dahulu dimeteraikan. Betul-betul TUhan sangat
perhatikan, lindungi dan bela nasib kehidupan yang dimeteraikan itulah 144.000,
datang dari 12 suku Israel x 12.000 stadia.
Meterai
Tuhan itu ada di dahi sebagaimana dalam…
Yehezkiel 9
:4
(9:4)
Firman TUHAN kepadanya:
"Berjalanlah dari tengah-tengah kota, yaitu Yerusalem dan tulislah huruf
T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala
perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan di sana."
Huruf
T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah, inilah
orang yang senantiasa menyangkal diri, pikul salib, sampai berdarah-darah di
tengah ibadah dan pelayanan. Inilah orang-orang yang dimeteraikan oleh Tuhan,
inilah hamba-hamba Allah – menghambakan diri kepada Firman Allah.
Kita patut
bersyukur, sebab kita sudah mendapat pengertian demi pengertian, supaya kelak,
jangan kita dituai di dalam kilangan anggur yaitu kegeraman murka Allah. Tetapi
biarlah kita dituai lalu ditempatkan di lumbung Tuhan, karena menghasilkan buah
anggur yang manis. Bukankah kita ada di tengah-tengah kebun anggur Allah dan
Tuhan sudah berusaha dengan segala usaha-Nya supaya nanti menghasilkan buah
anggur yang manis? Tetapi kenyataannya yang dihasilkan adalah buah anggur
yang asam karena banyak kejahatan mereka dan itu sangat mengecewakan Tuhan.
Kehidupan
yang dimeteraikan adalah orang-orang yang beribadah dan melayani disertai
dengan menyangkal diri, pikul salib sampai berdara-darah. Mereka disebut
orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan-perbuatan keji yang
dilakukan di sana, akhirnya huruf “T” ditulis pada dahi mereka.
Yehezkiel 9
:5
(9:5) Dan kepada yang lain-lain aku mendengar Dia berfirman:
"Ikutilah dia dari belakang melalui kota itu dan pukullah sampai mati!
Janganlah merasa sayang dan jangan kenal belas kasihan.
Tetapi yang
tidak memiliki meterai Allah (huruf T pada dahi), mereka akan dipukul sampai
mati. Itulah buah anggur yang dilemparkan ke dalam kilangan murka Allah.
Kembali kita
memperhatikan…
Wahyu 21:18
(21:18) Tembok itu terbuat dari permata yaspis; dan kota itu
sendiri dari emas tulen, bagaikan kaca murni.
Tembok kota kudus Tuhan terbuat dari permata yaspis.
Permata
yaspis adalah permata yang paling indah, jernih seperti kristal (Wahyu 21:11)
Kristal berarti; transparan / tembus pandang, dengan lain kata;
bagian luar hidup kita sama dengan bagian dalam, tidak ada sesuatu yang
ditutupi, tidak berlaku munafik.
Berbanding
terbalik dengan ahli Taurat dan orang Farisi, ada di tengah ibadah dan
pelayanan, tetapi dikuasai oleh kemunafikan. Melayani Tuhan tetapi hatinya
tidak di situ sebagaimana yang tertulis dalam
Matius 23:1-4 --- (23:1) Maka berkatalah Yesus kepada
orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: (23:2)
"Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. (23:3)
Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu,
tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka
mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. (23:4) Mereka mengikat
beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka
sendiri tidak mau menyentuhnya.
Tetapi,
kalau kita memperhatikan kota kudus Tuhan, maka kita akan tampil seperti
permata yaspis, jernih seperti kristal berarti transparan.
Selain
temboknya terbuat dari permata yaspis, kota itu sendiri terbuat dari emas
tulen.
Emas tulen
berarti murni, tanpa campuran-campuran. Berarti ini adalah suatu gambaran dari
kehidupan yang sudah melewati banyak proses di dalam pemurnian sebagaimana yang
tertulis dalam 1 Petrus 1:6-7.
1 Petrus 1:6
(1:6) Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini
kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.
Banyak
anak-anak Tuhan harus berdukacita, mengapa? Karena terlalu banyak pencobaan
yang dihadapi.
Tetapi Tuhan
berkata: tetaplah bergembira di dalam menghadapi berbagai pencobaan
sekalipun harus berdukacita.
Kalau hati
disakiti pasti sakit, tetapi jangan sakit hati. Kemudian kehidupan yang
dikecewakan, pasti berdukacita.
1 Petrus 1:7
(1:7) Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian
imanmu -- yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang
diuji kemurniannya dengan api -- sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan
kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.
Semua itu
terjadi untuk membuktikan kemurnian iman (iman yang tulen), emas yang murni.
Iman yang murni jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas fana.
Itulah
proses pemurnian, dan kita tidak boleh lari dari situ. Inilah kota kudus Tuhan
yang harus diperhatikan, jangan sampai kita tidak memperhatikan ini.
Kemudian, kota
itu bagaikan kaca murni, berarti; tembus pandang = bagian dalam bisa
dilihat dari luar. Tidak ada tidak penghalang di kaca itu, sehingga yang bagian
dalam dapat dilihat dari luar. Itulah kehidupan yang sudah dimurnikan seperti
emas tulen.
Wahyu
21:19-20
(21:19) Dan dasar-dasar tembok kota itu dihiasi dengan
segala jenis permata. Dasar yang pertama batu yaspis, dasar yang kedua batu
nilam, dasar yang ketiga batu mirah, dasar yang keempat batu
zamrud, (21:20) dasar yang kelima batu unam, dasar yang
keenam batu sardis, dasar yang ketujuh batu ratna cempaka, yang
kedelapan batu beril, yang kesembilan batu krisolit, yang
kesepuluh batu krisopras, yang kesebelas batu lazuardi dan yang
kedua belas batu kecubung.
Inilah 12
(dua belas) batu permata yang dijadikan dasar tembok kota kudus Tuhan 🡪 pengajaran
12 (dua belas) rasul hujan awal dan 12 (dua belas) rasul hujan akhir.
-
12 (dua belas) rasul hujan awal à Injil
keselamatan.
Manfaatnya: supaya orang yang menerima Yesus
menjadi percaya, bertobat dan dibaptis air.
-
12 (dua belas) rasul hujan akhir à Injil
kerajaan, disebut juga cahaya
Injil tentang kemuliaan Kristus. Sangat berkuasa membawa kita kepada kesatuan
tubuh Kristus yang sempurna, disebutlah itu mempelai Tuhan. Satu kali
dipermuliakan dengan Dia, bercahaya kemuliaan Allah. Berarti, kualitas rohani
dari gereja Tuhan sederajat dengan Mempelai Laki-Laki Sorga.
Inilah kota
kudus Tuhan yang harus kita perhatikan. Jadi, orang yang tidak memperhatikan
kota kudus Tuhan, maka sudah dapat dipastikan satu kali akan dilemparkan dalam
kilangan yang besar yaitu murka Allah.
Wahyu 14:20
(14:20) Dan buah-buah anggur itu dikilang di luar kota dan dari
kilangan itu mengalir darah, tingginya sampai ke kekang kuda dan jauhnya
dua ratus mil.
Dari
kilangan penghukuman murka Allah mengalir darah, tingginya; sampai ke kekang
kuda dan jauhnya sampai 200 mil. Jadi, berapa banyak nanti jumlah orang yang
menjadi korban dalam penghukuman murka Allah itu di kilangan yang besar.
-
Kekang kuda ± 150 (seratus lima puluh) Cm.
-
200 (dua ratus) mil = 300 (tiga ratus) KM = 1600 (seribu
enam ratus) stadia.
Hal ini
harus diperhatikan, jangan kita sibuk dengan kesibukan duniawi, sibuk
memperhatikan urusan sendiri, tetapi perhatikanlah kota kudus Tuhan. Supaya
kita jangan mengalami yang tertulis dalam Wahyu 19:15 -- Ia akan memeras anggur dalam kilangan
anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa.
Wahyu 3:10
(3:10) Karena engkau
menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi
engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai
mereka yang diam di bumi.
Orang-orang
yang tekun menantikan Tuhan mendapat pembelaan, perlindungan, pemeliharaan dari
Tuhan – dibela dari hari pencobaan yang memuncak pada saat antikris menjadi
raja selama 7 (tujuh) tahun penuh di atas muka bumi, yang memuncak pada 3½ (tiga
setengah) tahun yang kedua.
TUHAN
YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita
Firman:
Gembala
Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment