IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 03 OKTOBER 2026
STUDY YUSUF
(Seri: 37)
Subtema: BIJAKSANA MEMPERGUNAKAN WAKTU
Shalom.
Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya kita sekalian dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, kita boleh datang menghadap TUHAN lewat Ibadah Kaum Muda Remaja malam ini.
Saya juga tidak lupa menyapa kaum muda remaja atau anak-anak TUHAN, umat ketebusan Tuhan yang turut bergabung lewat online/live streaming atau video internet baik lewat YouTube, Facebook, TikTok. Harapan kita kiranya damai sejahtera dari Sorga turun di hati kita masing-masing sehingga oleh damai sejahtera kita dapat duduk diam menikmati sabda Allah.
Mari kita mengikuti STUDY YUSUF sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Kaum Muda Remaja dari Kejadian 44:18-34 dan malam ini merupakan seri ke-37. Semuanya oleh karena kemurahan Tuhan kepada kita semua, kiranya kemurahan Tuhan terus berlanjut sampai Study Yusuf selesai sampai pada kali kedua Tuhan datang sebagai Raja sebagai Mempelai Pria Sorga.
Namun tetaplah berdoa dalam roh dan mohon kemurahan dari TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi.
Singkat kata, seluruh ayat-ayat Firman ALLAH yang tertulis dalam Kejadian 44:18-34, merupakan tutur kata Yehuda kepada Yusuf yang memohon kelepasan bagi Benyamin adiknya itu. Sebab apabila Benyamin tidak kembali ke Kanaan, maka Yakub:
Turun ke dunia orang mati karena nasib celaka … (ayat 29).
Turun ke dunia orang mati karena dukacita … (ayat 31).
Dari sini dapat kita lihat bahwa Yehuda hormat kepada orang tuanya.
Sementara, hormat kepada orang tua lanjut umur di tanah air Sorgawi, sebagaimana dalam Keluaran 20:12.
Oleh sebab itu, hendaklah kaum muda remaja hormat kepada orang tuanya supaya lanjut umur di tanah air Kerajaan Sorgawi seperti Yehuda.
Adapun tutur kata Yehuda kepada Yusuf sangat terangkai dengan baik, menjadi ...
sebuah kata-kata yang tersusun dengan rapi,
sebuah pernyataan yang elok, manis dan sedap untuk didengar.
Kaum muda remaja perlu mencontoh Yehuda dalam merangkai kata-kata yang baik, manis dan sedap untuk didengar. Berarti, tidak mudah mengucapkan kata-kata yang tidak penting dan kata-kata yang tidak pantas (kotor).
Orang yang mengucapkan kata-kata yang tidak penting sama seperti orang yang sibuk dengan hal-hal yang tidak penting.
Amsal 16:24
(16:24) Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.
Perkataan yang menyenangkan adalah seperti SARANG MADU, berarti:
Manis bagi hati.
Pendeknya, orang-orang yang sedang bermasalah dengan hatinya sangat mendambakan perkataan yang baik dan rapi tersusun, karena perkataan semacam ini manis bagi hati.
Contoh:
Amsal 12:25B, “... tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.”
Amsal 15:1A, "Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman ..."
Obat bagi tulang-tulang.
Berarti, perkataan yang baik dan rapi tersusun dapat menguatkan orang yang rapuh.
Contoh: Amsal 12:18B, “... tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan.” Lidah orang bijak menguatkan orang yang rapuh, sebaliknya orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang.
Jangan kita membunuh perasaan orang lain, jangan kita membunuh karakter orang lain, tetapi jadilah orang yang bijaksana, sebab lidah orang bijaksana mendatangkan kesembuhan. Sebab orang bijaksana tidak asal berkata-kata, tetapi perkataannya terangkai dengan baik dan rapih tersusun dan perkataan semacam ini mendatangkan kesembuhan.
Amsal 16:21
(16:21) Orang yang bijak hati disebut berpengertian, dan berbicara manis lebih dapat meyakinkan.
Orang yang bijaksana disebut BERAKAL BUDI, sebab perkataannya manis dan dapat meyakinkan.
Yehuda adalah orang yang bijaksana, sebab pada mulutnya ada firman Allah yakni perkataan yang manis, sebagaimana di dalam Wahyu 10:9, “... di dalam mulutku ia terasa manis seperti madu.”
Pendeknya, Yehuda adalah seorang pengkhotbah yang baik.
CIRI-CIRI KHOTBAH YANG BAIK
YANG PERTAMA: Tidak berpihak pada daging.
Alasannya: Sebab ketika Yehuda menyampaikan permohonan kepada Yusuf, ia tidak membenarkan dirinya sedikitpun.
Kemudian, tidak kompromi terhadap kesalahan. Alasannya: Sebab Yehuda tidak membela Benyamin sebagai yang tertuduh karena kenyataannya piala perak Yusuf ditemukan di dalam karung Benyamin ... Kejadian 44:12.
Setelah kepala pegawai rumah Yusuf menggeledah semua karung-karung mereka dimulai dari Ruben sampai Benyamin, akhirnya piala perak itu ditemukan di dalam karung Benyamin. Hal itu dapat kita lihat di dalam Kejadian 44:16, “... "Apakah yang akan kami katakan kepada tuanku, apakah yang akan kami jawab, dan dengan apakah kami akan membenarkan diri kami?Allah telah memperlihatkan kesalahan hamba-hambamu ini. “
Faktanya banyak pemberitaan firman berpihak pada daging dan kompromi kepada kesalahan, hal itu biasanya terjadi karena pemimpin sidang jemaat takut kepada sidang jemaat apalagi bila sidang jemaat tersebut orang kaya dan memiliki kedudukan dan jabatan yang tinggi. Sehingga pemberitaan firman itu bisa berpihak kepada daging dan kompromi kepada kesalahan-kesalahan yang jelas-jelas nyata di depan mata (di hadapan) gembala itu.
Kaum muda remaja harus terus berdoa supaya pemberitaan firman Allah di dalam setiap ibadah-ibadah kita tidak berpihak kepada daging dan tidak kompromi kepada kesalahan.
YANG KEDUA.
Kejadian 44:18
(44:18) Lalu tampillah Yehuda mendekatinya dan berkata: "Mohon bicara tuanku, izinkanlah kiranya hambamu ini mengucapkan sepatah kata kepada tuanku dan janganlah kiranya bangkit amarahmu terhadap hambamu ini, sebab tuanku adalah seperti Firaun sendiri.
Yehuda berkata kepada Yusuf: "... tuanku adalah seperti Firaun sendiri."
Pendeknya, ciri khotbah yang baik dan berkenan di hadapan Tuhan adalah mengakui kebesaran, kekuasaan dan kemuliaan Tuhan. Sehingga khotbah tersebut berfokus kepada Tuhan dan bukan kepada perkara yang lain.
Kejadian 41:40-41
(41:40) Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu." (41:41) Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: "Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir."
Perkataan Yehuda kepada Yusuf sesuai dengan pengakuan Firaun terhadap Yusuf yaitu:
Menjadi kuasa atas istana Firaun.
Seluruh rakyat taat kepada Yusuf.
Sesungguhnya, Yusuflah yang menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir.
Singkat kata, ciri khotbah yang baik adalah mengakui segala kebesaran, kekuasaan, dan kemuliaan Allah yaitu Tuhan Yesus Kristus.
Hal itu ditulis dan diakui oleh Daud.
Mazmur 19:1-6 --- Perikop: "Kemuliaan TUHAN dalam pekerjaan tangan-Nya dan dalam Taurat-Nya."
(19:1) Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (19:2) Langit menceritakan kemuliaan ALLAH, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; (19:3) hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. (19:4) Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; (19:5) tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari, (19:6) yang keluar bagaikan pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya.
Ada dua jenis khotbah yang menceritakan tentang kebesaran, kekuasaan, dan kemuliaan Allah:
YANG PERTAMA (ayat 2-4):
Pada ayat-ayat tersebut dikatakan:
Langit menceritakan kemuliaan ALLAH, dan cakrawala memberitakan perbuatan tangan-Nya.
Langit/cakrawala -> Ruang yang sangat luas. Sebagaimana kita saat ini hidup di atas muka bumi di bawah kolong langit.
Pendeknya, RUANG YANG LUAS ini adalah kesempatan yang Tuhan berikan dan harus dipergunakan sebaik mungkin, jangan disia-siakan. Kesempatan untuk beribadah kita pergunakan dengan baik, kesempatan untuk melakukan yang suci dan mulia kita pergunakan dengan baik.
2 Petrus 3:8
(3:8) Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan TUHAN satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.
Di hadapan Tuhan:
Satu hari = seribu tahun.
Seribu tahun = satu hari.
Pendeknya, 1 hari -> Kerajaan seribu tahun damai yang disebut juga Firdaus di bumi, jika dikaitkan dengan peta zaman.
Kita tahu dari mulanya Allah menciptakan langit bumi dan segala isinya selama 6 hari, sedangkan hari ketujuh Dia berhenti, maka 6 hari untuk bekerja adalah kesempatan yang Tuhan berikan supaya jangan kita sia-siakan, sehingga kelak kita berada pada kerajaan 1000 tahun damai.
Jadi, kita harus menggunakan kesempatan selama 6 hari di bumi ini, untuk mengerjakan keselamatan itu dengan takut dan gentar. Sebab pekerjaan keselamatan itu sudah Tuhan kerjakan 2000 tahun yang lalu di atas kayu salib sehingga kita mengalami penebusan dan diperdamaikan dengan Allah Bapa di bukit Golgota. Gunakanlah kesempatan itu dengan baik supaya kelak kita memperoleh kerajaan 1000 tahun damai.
2 Petrus 3:9
(3:9) TUHAN tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.
Panjang sabar Tuhan kepada manusia TIDAK BOLEH disalah artikan sebagai kelalaian Tuhan. Tetapi panjang sabar Tuhan adalah kesempatan bagi manusia. Sebab, Tuhan tidak menghendaki kebinasaan melainkan supaya semua orang bertobat.
BERTOBAT, artinya: Berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan.
Kalau hanya berhenti berbuat dosa = Bertobat 50%, tetapi sesudah berhenti berbuat dosa selanjutnya kembali kepada Allah = Bertobat 100%. Kalau hanya berhenti berbuat dosa hari ini namun tidak kembali kepada Allah, maka dikhawatirkan orang semacam ini akan kembali kepada perbuatan yang lama/dosa lama.
Maka kesempatan yang luas ini, mari kita pergunakan dengan baik dan bertobatlah dengan sungguh-sungguh. Di awal saya sudah katakan 6 hari Tuhan bekerja dan hari ketujuh Tuhan berhenti, maka kita harus mengikuti teladan Tuhan, dan kita juga harus mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar supaya kelak kita dibawa pada hari ketujuh (1 hari) itulah kerajaan seribu tahun damai.
2 Petrus 3:10A
(3:10) Tetapi hari TUHAN akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.
“Hari Tuhan akan tiba seperti pencuri.” Oleh sebab itu, kaum muda remaja hendaklah menggunakan ruang yang luas ini atau kesempatan yang baik, jangan disia-siakan. Sebab orang yang tidak menghargai kesempatan, baginya kedatangan Tuhan sama seperti pencuri di malam hari.
1 Tesalonika 5:1-3
(5:1) Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu, (5:2) karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam. (5:3) Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman -- maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin -- mereka pasti tidak akan luput.
“Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu.” Hari, tanggal tentang kedatangan Tuhan tidak perlu dituliskan. Kalau Tuhan menuliskan hari/tanggal terkait kedatangan-Nya maka itu bukanlah keadilan Tuhan, sebab jika Tuhan menuliskan hari/tanggal kedatangan-Nya maka semua orang akan bertobat jauh sebelum hari Tuhan datang.
Yang benar adalah Tuhan tidak akan menuliskan kapan Tuhan datang supaya kita tetap bersiap sedia dan menggunakan ruang/kesempatan yang ada ini, sehingga kapanpun Tuhan datang kita sudah siap sedia itulah orang yang mempergunakan ruang yang luas dengan baik.
Orang-orang yang tidak mempergunakan kesempatan yang baik, adalah orang yang bermasa bodoh, sebab mereka mengentengkan hari kedatangan Tuhan, dengan berkata: "semuanya aman dan damai" hanya oleh karena gaji sebulan, dan mungkin segalanya tercukupkan.
Jadi orang yang bermasa bodoh tidak mempergunakan kesempatan yang baik, tetapi kita tidak bermasa bodoh melainkan kita menggunakan kesempatan dan ruang yang luas supaya tidak ditimpa oleh kebinasaan, karena hari kedatangan hari Tuhan dikatakan, sama seperti pencuri di malam hari.
2 Petrus 3:10B
(3:10) Tetapi hari TUHAN akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.
Pada akhirnya langit bumi dan segala yang ada di dalamnya akan hilang lenyap diganti dengan langit bumi yang baru, sebagaimana yang tertulis dalam Wahyu 21:1, “Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi.”
2 Petrus 3:11
(3:11) Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup
Tanda-tanda seseorang mempergunakan kesempatan: Hidup SUCI dan SALEH
Hidup SUCI. Berarti, hidup tanpa dosa.
Hidup SALEH. Kaitannya dengan perbuatan baik dan bermanfaat kepada sesama manusia.
Hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam.
Hari kepada hari dan malam kepada malam -> WAKTU.
Pendeknya, kita harus mempergunakan waktu yang Tuhan berikan dengan baik. Waktu yang ada ini, mari kita pergunakan dengan baik, yang masih sekolah di SMP, SLTA, kuliah gunakan waktu belajar dengan baik, yang bekerja gunakan waktu bekerja dengan baik, anak-anak Tuhan dalam menjalankan roda kehidupannya gunakan waktu dengan baik. Waktu demi waktu, jangan dihabiskan begitu saja.
Efesus 5:14
(5:14) Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu."
Waktu tidur adalah waktu malam, tetapi kalau tidur pada waktu siang itu adalah gambaran SI PEMALAS, oleh sebab itu Tuhan berkata: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati ..."
Si pemalas tidak mempergunakan waktu dan orang yang tidak mempergunakan waktu ujungnya akan binasa (mati).
Selanjutnya dikatakan: "... Kristus akan bercahaya atas kamu" -> Sidang mempelai wanita Tuhan, (gereja TUHAN yang sempurna), bercahaya kemuliaan Allah. Untuk sampai kepada cahaya kemuliaan Allah maka harus mempergunakan waktu dengan baik, jangan bermalas-malasan.
Alkitab berkata; tidur waktu malam, mabuklah waktu malam ... 1 Tesalonika 5:7.
Yang Tuhan mau adalah kita menjadi mempelai Tuhan sebab disini dikatakan: "... Kristus akan bercahaya atas kamu"
Efesus 5:15-16
(5:15) Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, (5:16) dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
Di sini dikatakan: Perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, maksudnya:
- janganlah seperti orang bebal,
- tetapi seperti orang arif/bijaksana.
Kelebihan orang arif/bijaksana adalah; menghargai dan mempergunakan waktu yang ada.
Jadilah orang yang arif/bijaksana berarti senantiasa mempergunakan waktu yang ada dengan baik. Gunakanlah waktu itu dengan baik; waktu untuk jam-jam doa gunakan, waktu untuk jam-jam ibadah gunakan, waktu untuk jam-jam bekerja gunakan, waktu untuk jam-jam istirahat gunakan dengan baik.
Sementara pengertian dari: “Hari-hari ini adalah jahat”, ialah; Waktu yang ada sangat terbatas berarti singkat. Sebab waktu erat kaitannya dengan dosa/kejahatan.
Sebelum ada dosa tidak ada waktu, tanpa dosa dan kejahatan yang ada hanyalah keadaan KEKAL, sama seperti Adam dan Hawa sebelum jatuh dalam dosa di taman Eden/Firdaus.
Kejadian 1:1
(1:1) Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
Pada mulanya Allah = sempurna, belum ada dosa = kekal, tidak ada waktu.
Yohanes 1:1
(1:1) Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Pada mulanya adalah Allah = Sempurna, berarti belum ada dosa dengan lain kata: Belum ada waktu.
Wahyu 21:2-4
(21:2) Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. (21:3) Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. (21:4) Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu."
Di sini dikatakan "maut tidak ada lagi" berarti tidak ada lagi kematian.
Yang menyebabkan adanya kematian adalah dosa, sedangkan upah dosa adalah maut. Jadi, di dalam kekekalan tidak ada lagi waktu, sebab disitu tidak ada lagi dosa.
Untuk mencapai Kerajaan 1000 tahun damai disebut Firdaus di bumi, maka Tuhan menyediakan waktu bagi kita walaupun waktu yang ada sudah sangat singkat, seperti yang tertulis dalam Efesus 5:16, "... karena hari-hari ini adalah jahat." Maka kita harus gunakan waktu yang singkat ini dengan baik.
Dahulu sebelum ada dosa, Adam dan Hawa masih berada di taman Eden (Firdaus), tetapi setelah mereka jatuh dalam dosa/melanggar hukum Allah, mereka menjadi telanjang dan dari sejak itu Tuhan mengusir Adam dan Hawa dari taman Eden. Mulailah waktu itu berjalan (bergulir).
Kejadian 5:5
(5:5) Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati.
Adam mencapai umur 930 tahun, lalu ia mati, karena upah dosa adalah maut.
Itu berarti, seandainya Adam tidak jatuh dalam dosa maka Adam tetap berada di Firdaus yaitu: hidup kekal, tanpa dibatasi oleh waktu. Namun karena dosa, hidup manusia (Adam) dibatasi oleh waktu, dan waktu terus bergulir sampai saat ini.
Oleh sebab itu, kita perlu menggunakan waktu yang ada dengan baik untuk kembali lagi ke Firdaus.
Pergunakanlah waktu yang ada, dan Alkitab berkata “hari-hari ini adalah hari-hari yang jahat” berarti waktu yang ada sudah sangat singkat.
Efesus 5:17
(5:17) Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
Alkitab berkata: "Janganlah kamu bodoh."
Orang bodoh seringkali melakukan kesalahan-kesalahan yang sama. Andaikata seseorang berlaku bijaksana maka ia tidak akan mengulangi kesalahan.
Selanjutnya, "usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan."
Terkait dengan: KEHENDAK TUHAN.
Matius 26:39
(26:39) Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."
Kehendak Allah ialah; Yesus harus minum cawan Allah.
Minum cawan Allah, artinya: Yesus harus menderita sengsara dan mati di atas kayu salib karena dosa manusia.
Kita harus tahu dengan pasti bahwa Yesus datang ke dunia ini dan menjadi manusia bukan karena kehendak-Nya tetapi kehendak Allah Bapa, supaya ketika menjadi manusia Dia mendapat kesempatan untuk menderita sengsara dan mati di kayu salib (minum cawan Allah).
Dahulu kita hanya mengerti tentang; kehendak sendiri, keinginan sendiri, namun sekarang kita belajar untuk mengerti kehendak Allah/minum cawan Allah, berarti belajar untuk menanggung penderitaan yang tidak harus ditanggung. Kalau menderita pukulan karena kesalahan itu wajar, namun menanggung penderitaan yang tidak harus ditanggung itu adalah kehendak Allah.
Bagi kita hal semacam ini tidaklah asing dan kita tidak perlu heran, tetapi sudah seharusnya menyatu, seperti yang dikatakan Yesus kepada Bapa: “... biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki ...”
Matius 16:21
(16:21) Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
Yesus mengajarkan tentang minum cawan Allah/kehendak Allah kepada murid-murid.
Namun untuk mengerti kehendak Allah kita harus tinggal di Yerusalem (ibadah dan pelayanan). Kalau kita jauh dari ibadah dan pelayanan maka kita tidak akan mengerti tentang kehendak Allah, itu sebabnya Yesus berkata: “... bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”
Matius 16:22
(16:22) Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."
Petrus menolak kehendak Allah, dia belum bisa menerima kenyataan yang ada terkait dengan kehendak Allah. Padahal Petrus adalah salah satu dari 12 murid.
Tanda apabila seseorang menolak kehendak Allah; Petrus menarik Yesus ke samping. Saudara, jangan kita main samping. Biarlah kita fokus pada salib di Golgota, sebab sentral dari kerajaan Sorga adalah; salib di Golgota.
Hamba Tuhan tidak boleh main sampingan, melainkan ia harus fokus, untuk melayani Tuhan dan melayani pekerjaan Tuhan. Tugasnya adalah memberi makan minum domba-domba dan domba-domba memperoleh kesempatan untuk menikmati nafas hidup.
Matius 16:23
(16:23) Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."
Banyak orang Kristen belum mengerti tentang kehendak Allah karena ia fokus pada pikiran manusia. Kalau seseorang berfokus hanya kepada pikiran manusia itu adalah pekerjaan SETAN. Oleh sebab itu, ketika Petrus menarik Yesus ke samping, Yesus berkata: "Enyah kau iblis!"
Jadi kalau seseorang berfokus pada pikiran manusia dan kehendak manusia itu adalah pekerjaan setan.
Matius 16:24
(16:24) Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
Syarat menjadi pengikut Kristus:
Menyangkal diri.
Berarti, menyangkali diri serta segala sesuatu yang ada di dalam diri, baik itu harta, kekayaan, kelebihan-kelebihan yang dimiliki termasuk kedudukan dan jabatan pangkat yang tinggi. Namun, jangan salah mengerti apabila anak-anak Tuhan diberkati maka harus bersyukur namun jangan bermegah dengan segala sesuatu yang ada di dalam dirinya.
Memikul salib, artinya: Memikul tanggung jawab yang Tuhan percayakan.
Kebenaran yang keluar dari salib harus dipikul.
Kesucian yang datang dari Sorga harus dipikul.
Kemuliaan dari Allah harus dipikul.
Mengikut Tuhan.
Mengikut Tuhan, berarti tidak menyimpang ke kiri dan ke kanan, supaya jangan sesat. Berarti anak-anak Tuhan harus tergembala. Sehingga sebagai domba-domba akan dituntun oleh gembala dan domba-domba akan terus mengikuti dari belakang sehingga domba-domba tidak ada kesempatan untuk menyimpang ke kiri maupun ke kanan. Maka, syarat mengikut Tuhan adalah harus tergembala, sesuai dengan Yohanes 10:3-4.
Tergembalalah berarti, tekunlah dalam Ibadah Kaum Muda Remaja, supaya jangan menyimpang ke kiri dan ke kanan.
Di dalam kandang penggembalaan Tuhan sudah menyediakan firman penggembalaan khusus untuk Ibadah Kaum Muda Remaja, digembalakan dari Study Yusuf supaya jangan menyimpang ke kiri dan ke kanan = Tidak sesat di jalan. Sedikit saja seseorang sesat di jalan maka ujungnya akan melenceng jauh.
Maka, kita bersyukur kepada Tuhan, karena sampai saat ini korban sehari-hari menggembalakan kehidupan kita di atas gunung Tuhan yang kudus.
Korban sehari-hari -> korban sembelihan dan korban santapan.
Korban sembelihan, bagi kita ada kesempatan untuk bertobat oleh darah salib.
dan oleh korban santapan kita dikenyangkan oleh Tuhan dan tanda kenyang itu memperoleh pengertian tentang kerajaan Sorga yang sangat luas dan di dalamnya ada kebenaran firman Allah.
Inilah syarat untuk mengikut Tuhan yaitu mengerti kehendak Allah, berarti sangkal diri, pikul salib, ikut Tuhan. Jangan sampai, setelah memperoleh pengertian tentang kehendak Allah masih juga sibuk dengan kehendak manusia, membuat malu nama TUHAN.
Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya … Matius 16:25
Barangsiapa menyangkal dirinya dan memikul salibnya serta ikut Tuhan maka dia akan memperoleh hidup yang kekal.
Barangsiapa minum cawan Allah yaitu menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung, ia memperoleh hidup kekal.
Matius 16:26
(16:26) Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
Kolose 4:5A
(4:5) Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada.
Hidup dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar berarti sangkal diri, pikul salib, ikut Tuhan = Minum cawan Allah = Melakukan kehendak Allah Bapa yaitu menanggung penderitaan yang tidak harus ditanggung.
1 Korintus 1:22-24
(1:22) Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat, (1:23) tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan, (1:24) tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.
Identitas kita sebagai anak-anak Tuhan harus disertai dengan HIKMAT. Berarti, sangkal diri, pikul salib, ikut Tuhan = Minum cawan Allah = Melakukan kehendak Allah Bapa yaitu menanggung penderitaan yang tidak harus ditanggung.
Tidak usah malu justru dengan demikian nama Tuhan dipermuliakan. Oleh sebab itu, jangan sibuk dengan perasaan manusia supaya Tuhan tidak turut malu.
Kolose 4:5B
(4:5) Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada.
Pergunakanlah waktu yang ada, dengan cara demikian yaitu: Hidup dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar.
Jangan hilangkan identitas sebagai anak-anak Tuhan tetapi identitas sebagai anak-anak Tuhan harus dengan HIKMAT. Itulah seseorang yang mempergunakan waktu yang ada, supaya kita kembali ke Firdaus.
Seandainya Adam tidak jatuh dalam dosa maka ia akan tetap di Firdaus, tetapi oleh dosa waktu membatasi Adam, umurnya hanya 930 tahun, sebagaimana dalam Efesus 5:16, “... hari-hari ini adalah jahat.” Berarti, kita sudah dibatasi waktu, dengan lain kata waktu yang tersisa sudah sangat singkat.
Maka, jangan sibuk dengan kehendak manusia, tetapi sibuklah dengan kehendak Allah.
Mazmur 90:11-12
(90:11) Siapakah yang mengenal kekuatan murka-Mu dan takut kepada gemas-Mu? (90:12) Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.
Diawali dari Mazmur 19:3, “Hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam.” Pergunakanlah waktu dengan baik.
Oleh sebab itu, ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. Amin.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang