IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 19 AGUSTUS 2025
SURAT YUDAS
Yudas 1:6
(Seri 4)
Subtema: MEMPERSEMBAHKAN KORBAN BAKARAN
Shalom.
Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus sehingga kita boleh mendapat kesempatan untuk datang menghadap Dia lewat Ibadah Doa Penyembahan berarti sebentar kita akan tersungkur di ujung kaki salib sujud menyembah kepada Dia setelah kita sekaliannya diteguhkan oleh Firman ALLAH yang dibukakan itu.
Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN yang turut bergabung lewat online atau live streaming atau video internet baik dari Youtube maupun Facebook atau media sosial lainnya yang dapat digunakan atau diakses.
Selanjutnya biarlah kiranya damai sejahtera dari sorga memenuhi ruangan ini dan hati kita, memberi satu sukacita sampai nanti kita bahagia saat duduk diam mendengarkan sabda ALLAH.
Mari kita sambut surat Yudas sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan dari Surat Yudas. Namun tetaplah berdoa dalam Roh mohon kemurahan TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.
Yudas 1:6
(1:6) Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar,
Malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, meninggalkan tempat kediaman mereka.
Maksudnya; pada saat malaikat memberontak kepada TUHAN, pada saat itu juga mereka telah meninggalkan tempat kediaman mereka. Selanjutnya, dibelenggu di dalam dunia kekelaman sampai hari penghakiman yang besar.
Itu berarti, apabila malaikat melakukan kesalahan; malaikat tidak mendapat pengampunan dosa.
Selanjutnya kita akan melihat belenggu dalam dunia kekelaman...
2 Petrus 2:4
(2:4) Sebab jikalau ALLAH tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman;
Apabila malaikat berbuat dosa, pada saat itu malaikat langsung dilemparkan ke dalam neraka.
Namun, untuk sementara waktu malaikat yang memberontak itu disimpan di dalam gua-gua sampai tiba hari penghakiman. Inilah yang dimaksud dengan belenggu dalam dunia kekelaman; sementara waktu, disimpan di dalam gua-gua sampai tiba hari penghakiman yang besar.
Dilemparkan ke dalam neraka = berada di tempat yang paling rendah, yakni; dunia orang mati.
Wahyu 12:7-8 --- Perikop: "Naga dikalahkan"
(12:7) Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, (12:8) tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga.
Di sini kita melihat, naga dan tentara-tentaranya tidak mendapat tempat lagi di Sorga, sebab Mikhael dan malaikat-malaikatnya telah mengalahkan mereka.
Wahyu 12:9
(12:9) Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.
Tadi Mikhael dan malaikat-malaikatnya memerangi naga dan tentara-tentaranya dan naga pun dikalahkan.
Selanjutnya, naga dilemparkan ke bumi bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya kemudian ia akan menyesatkan seluruh dunia.
Jauh sebelum hal itu terjadi ternyata hal itu telah dinubuatkan oleh nabi Yesaya.
Yesaya 14:11-12 --- Perikop: "Ejekan tentang raja Babel"
(14:11) Ke dunia orang mati sudah diturunkan kemegahanmu dan bunyi gambus-gambusmu; ulat-ulat dibentangkan sebagai lapik tidurmu, dan cacing-cacing sebagai selimutmu." (14:12) "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!
Di sini kita melihat, Bintang Timur putera Fajar telah dipecahkan (dikalahkan) bersama dengan malaikat-malaikatnya, lalu dilemparkan ke bumi. Jadi, mereka tidak mendapat tempat (kediaman) lagi di Sorga.
Jadi pada saat malaikat memberontak, pada saat yang sama malaikat meninggalkan tempat kediamannya, malaikat dilemparkan ke bumi. Pekerjaan mereka di bumi; menyesatkan dunia, mengalahkan bangsa-bangsa.
Tempat bangsa-bangsa dikalahkan dan disesatkan adalah: DUNIA ORANG MATI.
Mazmur 6:6
(6:6) Sebab di dalam maut tidaklah orang ingat kepada-Mu; siapakah yang akan bersyukur kepada-Mu di dalam dunia orang mati?
Jadi kalau seseorang lupa kebaikan TUHAN kemudian orang itupun tidak tahu berterima kasih/tidak tahu mengucap syukur itu artinya dia sedang membawa dirinya ke dunia orang mati.
Oleh sebab itu jangan kita membawa diri ke dunia orang mati, kita belajar untuk tahu mengucap syukur, kita belajar untuk tahu berterima kasih kepada TUHAN, jangan lupakan TUHAN mu, jangan sampai tidak ingat TUHAN yang agung dan mulia.
Banyak orang Kristen untuk hal-hal yang lahiriah ingatannya cepat, tetapi di dalam pikirannya tidak ada ingatan untuk ibadah. Itu dunia orang mati.
Jadi sekali lagi, janganlah membawa diri kita ke dunia orang mati.
Mazmur 9:18
(9:18) Orang-orang fasik akan kembali ke dunia orang mati, ya, segala bangsa yang melupakan ALLAH.
Yang membawa dirinya ke dunia orang mati ialah orang-orang fasik.
Kita akan lihat tabiat orang fasik...
Mazmur 10:1-2
(10:1) Mengapa Engkau berdiri jauh-jauh, ya TUHAN, dan menyembunyikan diri-Mu dalam waktu-waktu kesesakan? (10:2) Karena congkak orang fasik giat memburu orang yang tertindas; mereka terjebak dalam tipu daya yang mereka rancangkan.
Orang fasik adalah orang yang congkak = sombong = tinggi hati.
Pekerjaannya; memburu orang yang tertindas.
Pendeknya, orang fasik -> antikris.
Pada saat antikris menjadi raja dan memerintah atas seantero dunia disebutlah itu masa kesesakan.
Jadi satu kali akan terjadi kesesakan di atas muka bumi ini selama 7 (tujuh) tahun yang akan memuncak pada tiga setengah tahun yang terakhir tepatnya pada saat antikris menjadi raja, memerintah atas seantero dunia, itulah yang disebut dengan masa-masa kesesakan. Ini harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh supaya jangan kita datang dengan ibadah lahiriah semata.
Matius 24:15 --- Perikop: “Siksaan yang berat dan Mesias-mesias palsu.”
(24:15) "Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel -- para pembaca hendaklah memperhatikannya --
Satu kali antikris akan mendirikan pemerintahan di atas muka bumi ini selama 7 (tujuh) masa/tahun.
Dan pada masa itu, antikris akan menduduki tempat kudus (Bait ALLAH), tepatnya pada 3,5 (tiga setengah) tahun yang terakhir.
Lebih rinci kita akan melihat hal itu di dalam...
2 Tesalonika 2:3-4
(2:3) Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, (2:4) yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai ALLAH. Bahkan ia duduk di Bait ALLAH dan mau menyatakan diri sebagai ALLAH.
Saudara, jangan memberi diri disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga. sebab, sebelum hari penghakiman yang besar haruslah datang dahulu: MURTAD dan DURHAKA.
Oleh sebab itu, sekali lagi saya sampaikan, sebelum hari penghakiman yang besar itu; jangan kita memberi diri disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga. Berarti kita harus;
- Bertahan, jangan menjadi lemah dan berputus asa.
- Berdiri teguh: tekun dalam 3 macam ibadah pokok; digembalakan oleh Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.
Karena sebelum hari penghakiman yang besar terlebih dahulu datang:
- Murtad -> orang yang mengingkari iman itulah salib.
Orang Kristen bisa juga murtad; tetap disebut Kristen, tetapi dia mengingkari iman (Salib).
- Durhaka -> Orang yang memberontak kepada TUHAN/tidak taat kepada Firman.
Orang-orang murtad dan orang-orang durhaka, satu kali akan menjadi lawan TUHAN sebab;
- Ia akan meninggikan dirinya di atas segala yang disebut.
- Disembah sebagai "ALLAH".
Jadi orang fasik, orang yang membawa dirinya ke dunia orang mati itulah orang-orang yang lupa kepada TUHAN, orang-orang yang tidak tahu berterima kasih, tidak tahu mengucap syukur, satu kali akan menjadi lawannya TUHAN.
Sampai pada akhirnya orang yang murtad dan mendurhaka;
- Duduk di Bait ALLAH, lalu
- Mau menyatakan dirinya sebagai “ALLAH”.
Tetapi jangan kita mau disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga.
Satu kali orang fasik akan menduduki bait ALLAH dan mau menyatakan dirinya sebagai ALLAH.
Jadi saya ingatkan mulai dari sekarang; jangan kita membawa diri ke dunia orang mati, jangan kita menjadi lawannya TUHAN, lebih baik berdamai dengan TUHAN, TUHAN lebih kuat dari kita saudara.
Kita lihat dulu bahwa nanti orang fasik menduduki Bait ALLAH dan menyatakan diri sebagai ALLAH yang sudah disampaikan oleh Yesus kepada murid-murid di dalam...
Lukas 22:25
(22:25) Yesus berkata kepada mereka: "Raja-raja bangsa-bangsa memerintah rakyat mereka dan orang-orang yang menjalankan kuasa atas mereka disebut pelindung-pelindung.
Satu kali, antikris akan memerintah sebagai raja atas dunia ini.
Kemudian, mereka berkuasa dan disebut pelindung-pelindung, alias; "ALLAH" yang harus disembah. Ayat referensi berikutnya ada di dalam Matius 20:25.
Matius 24:21
(24:21) Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.
Pada saat antikris menjadi raja, saat itu akan terjadi suatu siksaan yang dahsyat yang belum pernah terjadi dan yang tidak akan pernah terjadi lagi sesudah antikris dibinasakan (dimusnahkan).
Pertanyaan: Siapakah orang yang akan menderita sengsara oleh siksaan yang dahsyat tersebut?
Jawabnya: YANG PERTAMA
2 Tesalonika 2:9-10
(2:9) Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu, (2:10) dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka.
Tampilnya antikris menjadi raja atas dunia ini jelas itu adalah pekerjaan iblis, dalam penampilannya disertai dengan;
- Rupa-rupa perbuatan ajaib.
- Tanda-tanda heran.
- Mujizat-mujizat palsu.
Ayat referensi:
Wahyu 13:3
(13:3) Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu.
Pada ayat ini kita melihat mujizat terjadi, namun berbanding terbalik dengan pribadi Yesus Kristus, Ia telah menderita sengsara di atas kayu salib. Dengan derita sengsara; luka-luka di sekujur tubuh ditambah dengan 5 (lima) luka utama membawa Yesus mati di atas kayu salib. Tetapi lihatlah, antikris satu dari tujuh kepalanya mengalami luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh sama artinya; antikris mengadakan mujizat.
Tidak dipungkiri apabila terjadi kesembuhan; yang lumpuh berjalan, yang buta melihat, yang tuli mendengar serta yang sakit apa saja sembuh, tetapi kalau luka yang membahayakan hidup itu tidak membawa sampai kepada pengalaman kematian dan bangkit pada hari ketiga maka ibadah itu palsu, mujizat di tengah ibadah itu palsu, pelayanan di tengah ibadah itu palsu, segala sesuatu yang ada di tengah-tengah ibadah itu palsu sekalipun ada mujizat.
Dahulu saya tidak memahami hal-hal yang seperti ini, sebelum saya terpanggil menjadi hamba TUHAN, kalau saya melihat hamba TUHAN mengadakan mujizat kesembuhan, saya terheran-heran. Tetapi sekarang ini saya mengerti kalau ibadah dan pelayanan tidak sampai pada pengalaman kematian dan kebangkitan maka apapun yang terjadi di tengah ibadah itu adalah ibadah palsu, mujizat palsu. Ini harus dipahami dengan sungguh-sungguh, hati-hati dalam memasuki tempat peribadatan.
Namun, perlu untuk diketahui; tampilnya antikris menjadi raja atas dunia ini jelas itu adalah pekerjaan Iblis atau Setan lalu penampilannya disertai dengan rupa-rupa perbuatan jahat, tanda-tanda heran, dan mujizat-mujizat palsu. Namun semua yang diperbuat oleh antikris itu ternyata adalah rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa.
Siapa orang-orang yang akan binasa oleh aniaya antikris? Itulah orang-orang yag tidak menerima dan mengasihi kebenaran yaitu: salib Kristus yang berkuasa menyelamatkan hidup manusia.
Jadi, salib tidak boleh digeser dari tengah ibadah pelayanan dalam sebuah penggembalaan, sebaliknya salib Kristus harus ditegakkan di tengah-tengah ibadah dan pelayanan.
Inilah yang menderita sengsara pada saat antikris menjadi raja, memerintah atas seantero dunia selama 7 (tujuh) tahun yang memuncak pada 3,5 (tiga setengah) tahun yang terakhir.
Yang menderita sengsara adalah orang yang tidak mengasihi dan tidak mau menerima salib, maunya diberkati; maunya mendengar khotbah-khotbah berkat keberkatan, berhasil keberhasilan kemudian berada di tengah ibadah kalau hamba TUHAN itu sibuk mengadakan mujizat-mujizat palsu. Manakala salib ditegakkan, dia tolak, kan jadi bodoh. Tetapi nanti lihat apa yang kita tabur, itu yang kita tuai. Jangan sembarangan mencari ibadah di tempat-tempat lain yang tidak ada salibnya. Berpikir panjang, jangan berpikir pendek, hanya karena tidak suka di hati lalu tinggalkan jalan salib, binasa. Berpikir panjang, tahan emosi, terima semua didikan, sabar saja itulah salib. Jadi tidak boleh sesuka hati tergembala.
Saya sebagai gembala, juga imam-imam sampai seluruh sidang jemaat sama-sama memikul salib, kita harus menerima dan mengasihi kebenaran yang datang dari salib. Sebab salib berkuasa menyelamatkan manusia. Kalau karunia mujizat kesembuhan, karunia bahasa lidah menyelamatkan, Yesus tidak perlu menjadi manusia; maksudnya Yesus tidak perlu menderita sengsara, mati di atas kayu salib, cukup di sorga saja, curahkan saja karunia-karunia ke bumi ini. Tetapi nyatanya karunia-karunia tidak menyelamatkan sebab itu Yesus harus diutus ke dunia ini dan menjadi manusia, maksudnya untuk menderita sengsara lalu mati di atas kayu salib, tetapi pada hari yang ketiga Dia dibangkitkan oleh Roh kebangkitan.
Jadi yang nanti menderita sengsara oleh karena siksaan yang dahsyat itu adalah orang yang menolak salib. Mengapa dia menolak salib? Karena dia hanya mencari ibadah yang bersifat berkat keberkatan, berhasil keberhasilan. Ibadah yang di tengah-tengahnya hanya disuguhkan soal mujizat, tetapi salib ditolak. Ini yang akan menderita aniaya oleh karena siksaan yang dahsyat selama 3,5 (tiga setengah) tahun yang kedua. Ini harus dicamkan (diperhatikan) sungguh-sungguh, jangan berpikir pendek, kita harus berpikir panjang, jangan lekas-lekas emosi (menuruti suara/luapan hati).
2 Tesalonika 2:11
(2:11) Dan itulah sebabnya ALLAH mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta,
Kalau kita menolak salib, berarti percaya kepada dusta yang hanya berbicara soal mujizat, tanda-tanda heran, dan perbuatan-perbuatan ajaib, itu sebetulnya pelayanan dusta.
Mengapa TUHAN serahkan mereka kepada pelayanan dusta karena mereka tidak mengasihi dan tidak menerima kebenaran yaitu; pengajaran salib.
2 Tesalonika 2:12
(2:12) supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan.
Kalau anak TUHAN hanya mencari mujizat, rupa-rupa ajaib, tanda-tanda heran, tetapi menolak salib Kristus disebutlah itu suka kejahatan atau pembuat kejahatan.
Pendeknya;
- Mujizat tanpa salib adalah kejahatan.
- Bicara berkat keberkatan tanpa salib adalah kejahatan.
Dahulu kita tidak mengerti itu, tetapi sekarang begitu dalam TUHAN berbicara kepada kita untuk memberi pengertian supaya tidak ada satu pun diantara kita yang binasa.
“Karena begitu besar kasih ALLAH akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16).
Tidak dikatakan; begitu besar kasih ALLAH, sehingga Ia telah mengaruniakan karunia kesembuhan, karunia mujizat, karunia lainnya kepada hamba-hamba TUHAN supaya manusia selamat, tidak seperti itu.
Pertanyaan: Siapa yang akan menderita sengsara oleh siksaan yang dahsyat tersebut?
Jawabnya: YANG KEDUA
Wahyu 12:13-16
(12:13) Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu. (12:14) Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa. (12:15) Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu. (12:16) Tetapi bumi datang menolong perempuan itu. Ia membuka mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan naga itu dari mulutnya.
Mempelai perempuan mendapat pemeliharaan, perlindungan, dan pembelaan dari TUHAN ketika naga memburu perempuan itu, TUHAN memberikan dua sayap burung nasar yang besar lalu diterbangkan ke Padang Belantara/Padang gurun/padang pasir untuk dipelihara selama 3,5 (tiga setengah) tahun, sementara bumi mendapat penghukuman oleh aniaya antikris kemudian karena perempuan itu diselamatkan oleh TUHAN lalu siasat kedua, naga menyemburkan air dari mulutnya sebesar sungai, tujuannya adalah untuk menghanyutkan perempuan. Tetapi bumi datang menolong perempuan itu lalu menelan air sebesar sungai itu. Apa itu bumi? Bumi menunjuk doa penyembahan. Jadi di bumi ini harus ada doa penyembahan -> puncak ibadah.
Wahyu 12:17
12:17 Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum ALLAH dan memiliki kesaksian Yesus.
Inilah yang menjadi sasaran dari pada aniaya antikris yaitu kehidupan yang ibadahnya tidak memuncak sampai doa penyembahan. Inilah yang menderita aniaya sengsara nanti karena siksaan yang dahsyat saat antikris menjadi raja, memerintah atas dunia ini.
Itu sebabnya TUHAN selalu menghimbau kita supaya kita jangan meninggalkan ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok karena itu merupakan satu-satunya sarana untuk memimpin kehidupan, ibadah, pelayanan, nikah kita sampai kepada puncak ibadah itulah doa penyembahan. Tidak ada cara lain, jangan pernah saudara memutar balik (memperlintir) Firman TUHAN dan berkata; “Memang di sana tidak masuk sorga? Jangan pernah.” Ikuti saja caranya TUHAN. Justru kita doakan gereja-gereja untuk menerima Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, itu sebabnya kita sedang berjuang dalam hal ini, sampai habis-habisan. Jumlah kita tidak banyak, tidak seberapa, tetapi kita berjuang untuk mengadakan PPT supaya rekan-rekan hamba TUHAN dari berbagai denominasi gereja mau menerima Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.
Bayangkan saja kalau satu gembala jemaatnya ada 30, 50; satu gembala saja, maka berapa banyak yang tertolong.
Kalau hamba TUHAN yang datang jemaatnya 200, maka berapa banyak jiwa yang tertolong? Jadi saudara jangan hitung-hitungan dengan korban persembahan yang kita persembahkan di atas Mezbah terkait dengan event-event PPT.
Markus 9:35
(9:35) Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: "Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya."
Supaya menjadi yang terdahulu maka kita harus memperhatikan dua hal:
1. Menjadi yang terakhir.
2. Menjadi pelayan dari semuanya.
Kita utamakan mereka, kita melayani mereka, inilah orang yang terdahulu.
Jangan sampai yang terdahulu menjadi yang terkemudian karena kikir/pelit/tidak peduli dengan ibadah pelayanan.
Seharusnya yang terkemudian harus menjadi yang terdahulu, jangan yang terdahulu menjadi yang terkemudian hanya karena medit/kikir/pelit, tidak mau mengerti pekerjaan TUHAN.
Jadi yang terdahulu adalah orang yang mengerti orang lain, mengutamakan orang lain. Bukan berarti kita bodoh-bodoh, menghabiskan banyak uang (pamer-pamer), tetapi supaya kita ada pada satu kata; “Menjadi satu kehidupan yang terdahulu.” Kita melayani hamba TUHAN lewat PPT, Paskah PPT, Natal PPT, bukan hanya di tengah ibadah dalam penggembalaan, tetapi juga di luar penggembalaan, dimanapun kita diutus.
Kemudian, jangan kita sering menuntut hak, tetapi kewajiban jarang dikerjakan. Kalau orang sibuk mengerjakan kewajiban, orang semacam ini jarang menuntut hak. Jadilah orang yang terdahulu.
Jadi kembali saya ingatkan; yang menjadi sasaran antikris yang kedua adalah gereja yang tertinggal, ibadahnya tidak sampai pada puncak ibadah, itulah doa penyembahan. Memang sudah penuh dengan:
1. Hukum ALLAH (Firman ALLAH), kalau dikaitkan dengan Pengajaran Tabernakel terkena pada Meja Roti Sajian. Kemudian sudah
2. Memiliki kesaksian Yesus, penuh dengan Roh El Kudus, jika dikaitkan dengan Pengajaran Tabernakel terkena pada Pelita Emas, tetapi
3. Masih kurang satu alat itulah Mezbah Dupa; doa penyembahan, sebagai puncak ibadah.
Memang kita harus tekun dalam 3 macam ibadah pokok supaya sampai kepada puncak ibadah. Tidak mungkin berada pada puncak ibadah tanpa ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok, itu mustahil.
Jadi yang menderita sengsara karena aniaya antikris, siksaan yang dahsyat dari antikris adalah ibadah yang tidak sampai kepada puncaknya (doa penyembahan).
Ini harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh, jangan anggap enteng saudara.
JALAN KELUAR supaya jangan kita masuk dalam aniaya (kesesakan) yang besar, yang juga disebut puncak pencobaan.
2 Petrus 2:4
(2:4) Sebab jikalau ALLAH tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman;
ALLAH tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa. ALLAH tidak merasa sayang (rugi) terhadap malaikat-malaikat yang berbuat dosa.
Artinya; apabila malaikat-malaikat berbuat dosa, maka malaikat berubah menjadi setan (tidak diampuni), tetapi sekalipun demikian TUHAN tidak merasa sayang.
Kepada siapa TUHAN merasa sayang?
Ibrani 2:14
(2:14) Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; (2:15) dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.
Manusia disebut juga darah dan daging dan Yesus pernah turun ke dunia 2000 tahun yang lalu menjadi sama dengan manusia/mengambil bagian dalam keadaan manusia (darah dan daging).
Tujuannya; supaya Ia menderita sengsara dan mati di atas kayu salib. Kemudian oleh kematian-Nya, Ia memusnahkan Iblis yang berkuasa atas maut.
Dari sini kita bisa melihat, TUHAN ALLAH memperhatikan manusia dalam kasih sayang dan kasih setia-Nya yang sempurna kepada kita semua.
Tadi kita sudah melihat, diawali dari Kitab Yudas; malaikat yang tidak taat (memberontak), pada saat itu langsung meninggalkan tempat kediamannya, tetapi manusia berdosa, untuk menebus mereka, TUHAN harus turun ke dunia ini dan menjadi sama dengan manusia supaya Ia menderita sengsara (mati). Untuk apa? Untuk menyelamatkan manusia dengan memusnahkan Setan dan kuasanya. Setan inilah yang menyebabkan manusia berada dalam perhambaan dosa, setan inilah yang membuat manusia berada dalam ketakutan sampai nanti berada dalam maut.
Pendeknya, Yesus telah membebaskan manusia dari:
1. Perhambaan dosa.
2 . Rasa takut.
3. Maut.
Pendeknya, darah Yesus tidak berlaku kepada malaikat yang memberontak, darah Yesus hanya berlaku kepada manusia yang berdosa kalau masih ada kesempatan. Kalau ada kesempatan, tekunlah dalam 3 macam ibadah pokok, jangan sia-siakan lagi kesempatan yang terakhir ini, jangan membawa diri ke dunia orang mati.
Ibrani 2:16
(2:16) Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani.
Yang dikasihi oleh TUHAN adalah anak-anak TUHAN yang hidup dari iman Abraham, biarpun dia bangsa Kafir.
Roma 4:16-17
(4:16) Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, – (4:17) seperti ada tertulis: "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa" -- di hadapan ALLAH yang kepada-Nya ia percaya, yaitu ALLAH yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.
Janji TUHAN berlaku bagi semua orang (Israel dan kafir), tetapi secara khusus bagi yang hidup dari iman Abraham. Karena, Abraham percaya kepada janji Firman ALLAH yang sanggup:
- Menghidupkan orang mati.
- Menjadikan yang tidak ada menjadi ada.
Padahal kalau kita perhatikan pada ayat 18...
Roma 4:18-20
(4:18) Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." (4:19) Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup. (4:20) Tetapi terhadap janji ALLAH ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan ALLAH,
Kita harus tetap menunjukkan satu sikap yang tegas yaitu; tetap memuliakan TUHAN, tekun 3 macam ibadah pokok sampai janji itu menjadi bagian kita. Terhadap janji Firman kita tidak ragu karena ketidakpercayaan. Tetapi kita tetap mempermuliakan nama TUHAN, tekun dalam 3 macam ibadah pokok sampai hari penghakiman yang besar.
Kita akan melihat kisah itu di dalam...
Kejadian 22:1 --- Perikop: “Kepercayaan Abraham diuji”
(22:1) Setelah semuanya itu ALLAH mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, TUHAN."
Abraham berkata "Ya TUHAN" -> Abraham dengar-dengaran.
Kejadian 22:2
(22:2) Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."
Terhadap Firman ALLAH, Abraham dengar-dengaran, secara khusus dalam hal mempersembahkan Ishak sebagai korban bakaran di gunung Moria.
Kejadian 22:3-7
(22:3) Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan ALLAH kepadanya. (22:4) Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh. (22:5) Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "TinggALLAH kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu." (22:6) Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. (22:7) Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?"
Bayangkan, kita sedang menggendong anak hendak dipersembahkan sebagai korban bakaran lalu anak itu bertanya; "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?"
Saya kira sebagai orangtua yang normal, orang tua itu pasti tersayat hatinya mendengar perkataan ini, hancurlah sehancur hancurnya. Anaknya hanya satu, sangat dikasihi, tetapi anak itu harus dikorbankan.
Kejadian 22:8-12
(22:8) Sahut Abraham: "ALLAH yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. (22:9) Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan ALLAH kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api. (22:10) Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. (22:11) Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, TUHAN." (22:12) Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan ALLAH, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."
Di ayat sebelumnya dikatakan Ishak adalah anak yang sangat dikasihi, Ishak adalah anak tunggal, tetapi Abraham tidak segan-segan untuk mempersembahkan Ishak anak yang dikasihi, Ishak anak yang tunggalnya untuk dijadikan sebagai korban bakaran kepada TUHAN karena TUHAN yang menuntut. Dan Abraham melakukannya tidak ada rasa segan.
Itu sebabnya TUHAN datang ke dunia ini untuk mengadakan pemisahan.
Kejadian 22:13
(22:13) Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.
Inilah iman Abraham dan kita harus hidup dari iman Abraham seperti ini. Inilah jalan keluarnya.
Kejadian 22:14
(22:14) Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."
Abraham menamai tempat itu: “TUHAN menyediakan” atau El-Shaddai. El itu ALLAH; Shaddai itu menyediakan. Sebab itu sampai sekarang dikatakan orang; Di atas gunung TUHAN akan disediakan.
Inilah iman Abraham tidak segan-segan mempersembahkan Ishak; anak yang tunggal, anak yang dikasihi menjadi korban bakaran.
Ibrani 2:17
(2:17) Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada ALLAH untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
Yesus adalah gambaran dari Ishak (Anak Tunggal Bapa), tetapi di sini dikatakan Yesus juga adalah Imam Besar Agung, pekerjaannya:
a. Melayani, berdoa, dan memperdamaikan dosa manusia.
b. Memimpin ibadah-ibadah di bumi sampai kepada puncak ibadah; doa penyembahan.
Ayat referensi Wahyu 8:3-4.
Saudara, di atas gunung TUHAN segalanya tersedia sebab manakala ibadah kita sudah sampai pada puncak ibadah, doa penyembahan; maka nyatalah bahwa TUHANlah El-Shaddai.
Jadi ibadah harus sampai pada puncaknya; Doa Penyembahan, nanti segala sesuatunya disediakan. Tidak perlu kita hidup dalam dosa kenajisan percabulan. Ingat di atas gunung TUHAN segalanya tersedia karena ALLAH itu El-Shaddai. Tidak usah hidup dalam kenajisan percabulan, bolong-bolong 3 macam ibadah pokok hanya untuk bekerja, itu kenajisan percabulan.
Ingat kalau ibadah sudah sampai pada puncaknya; TUHAN tampil sebagai El-Shaddai. Kalau kita berani mempersembahkan korban bakaran; TUHAN tampil sebagai El-Shaddai. Maka jangan kita memberontak kepada TUHAN, jangan kita meninggalkan tempat kediaman. Ayo, bila tempat kediaman kita tersungkur di kaki salib, jangan tinggalkan nanti ALLAH di situ tampil sebagai El-Shaddai, Amin.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment