IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 24 JULI 2025
KITAB MALEAKHI 2:10-16
(Seri 10)
Subtema: TIDAK TAAT PADA BATAS KEKUASAAN
Mula
pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN yang telah menghimpunkan kita
di atas gunung TUHAN yang kudus. Oleh kemurahan-Nya kita boleh datang menghadap
Dia lewat Ibadah Pendalaman Alkitab yang
disertai dengan perjamuan suci.
Saya juga
tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN,
umat ketebusan TUHAN, bapak/ibu,
saudara/i yang turut bergabung lewat online /
live streaming / video internet baik dari YouTube maupun dari Facebook
bahkan dari media sosial lainnya yang dapat diakses (digunakan). Namun tetaplah
berdoa dalam roh, mohon kemurahan TUHAN,
supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita masing-masing.
Selanjutnya
mari kita sambut STUDY MALEAKHI
sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah
Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci.
Sebelum
kita memasuki Maleakhi 2:15, saya
ingin kembali mengingatkan kita dengan penjelasan ayat 14 untuk sesaat.
Maleakhi
2:14 – Perikop: “TUHAN memarahi Israel
karena kawin campur dan perceraian”
(2:14) Dan kamu bertanya: "Oleh
karena apa?" Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan
isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman
sekutumu dan isteri seperjanjianmu.
Yehuda tidak setia kepada isteri masa mudanya,
itu berarti; Yehuda berkhianat sebab
ia telah menjadi suami perempuan allah asing. Sesungguhnya, isteri masa muda adalah;
1.
Teman sekutu -> doa penyembahan
Memang ibadah ini harus dibawa kepada tingkat
ibadah yang tertinggi (puncak ibadah) itulah doa penyembahan
2.
Teman seperjanjian -> Mempelai TUHAN
Singkat
kata, dua klimaks yang dinantikan dan
diharapkan oleh Allah, dan itu juga merupakan kategori yang sangat dihormati
TUHAN, itulah …
1.
Mempelai TUHAN.
2.
Doa penyembahan.
Kiranya,
lewat ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok, kita mencapai kepada apa yang
dinanti-nantikan dan diharapkan oleh TUHAN. Supaya segala sesuatu yang kita
kerjakan tidak menjadi sia-sia, ibadah yang kita kerjakan tidak percuma,
korban-korban yang kita persembahkan baik waktu, tenaga, keuangan; tidak
menjadi percuma.
Itulah
secara singkat yang terkait dengan ayat
14.
Sekarang
kita memasuki…
Maleakhi
2:15
(2:15) Bukankah Allah yang Esa
menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu?
Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap
isteri dari masa mudanya.
Penggalan
kalimat yang harus kita perhatikan adalah Allah yang Esa menjadikan mereka --
laki-laki dan perempuan -- suami dan isteri; daging dan roh.
Kita akan
melihat peristiwa itu di dalam …
Kejadian
1:26-27
(1:26) Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita
menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa
atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas
seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." (1:27) Maka Allah menciptakan manusia
itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan
perempuan diciptakan-Nya mereka.
Allah yang
Esa menciptakan / menjadikan laki-laki dan perempuan, menurut gambar dan rupa
Allah. Itu berarti; sama mulia dengan Allah, dengan lain kata; bercahaya kemuliaan Allah.
Jadi, Kejadian 1:26-27 = Maleakhi 2:15A.
Wahyu
21:9-10
(21:9) Maka datanglah seorang dari ketujuh
malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka
terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku
akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba." (21:10) Lalu, di dalam roh ia membawa
aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan
kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari
Allah.
Mempelai
TUHAN digambarkan seperti gunung besar lagi tinggi, disebut juga kota kudus,
Yerusalem yang baru.
Wujudnya…
Wahyu
21:11
(21:11) Kota itu penuh dengan kemuliaan
Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan
permata yaspis, jernih seperti kristal.
Singkat
kata, mempelai wanita bercahaya kemuliaan Allah sama seperti permata Yaspis, permata yang paling indah;
jernih seperti kristal. Kristal = transparan, itu berarti; tidak ada dosa yang
disembunyikan, tidak ada yang terselubung. Ini adalah standart ukuran sama
mulia dengan TUHAN. Demikianlah Allah menciptakan laki-laki dan perempuan; bercahaya kemuliaan Allah atau disebut
juga dengan sama mulia dengan Allah.
Bukti
laki-laki dan perempuan (nikah) bercahaya kemuliaan Allah
Kejadian
1:28
(1:28) Allah memberkati mereka, lalu Allah
berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak;
penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan
burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."
Allah memberkati laki-laki dan perempuan
(kesatuan itu). Berarti; beranak cucu,
penuhilah bumi dan taklukkanlah bumi,
antara lain berkuasa atas 3 (tiga hal), yaitu:
1.
Atas ikan-ikan di laut.
2.
Atas burung-burung di
udara.
3.
Binatang yang merayap di
bumi.
Pendeknya,
berkat dari kesatuan adalah beranak cucu dan bumi ditaklukan. Itu berarti; memiliki kuasa yang tidak terbatas dan
tidak tertandingi oleh apapun dan oleh siapapun
Jadi
saudara, hendaklah kita sekaliannya diberkati berarti; ada di dalam kesatuan.
Sehingga, dalam kesatuan itu kita
memiliki kuasa yang tak terbatas dan tak tertandingi oleh siapapun dan oleh
apapun.
Keterangan:
BERKUASA ATAS IKAN-IKAN DI LAUT
Terkait
dengan ikan-ikan di laut, mari kita perhatikan…
Wahyu 13:1
--- Perikop: “Binatang yang keluar dari
dalam laut”
(13:1) Lalu aku melihat seekor binatang
keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di
atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis
nama-nama hujat.
Binatang
yang keluar dari dalam laut -> ANTIKRIS,
dengan kajian sebagai berikut:
-
Ikan-ikan 🡪 jiwa-jiwa yang diurapi TUHAN.
-
Sebaliknya, jiwa-jiwa
yang tidak diurapi oleh TUHAN, disebutlah itu binatang yang keluar dari dalam laut = antikris
Perhatikanlah
hal ini saudara, kita sangat membutuhkan urapan dari Roh Allah yang suci supaya
kita jangan mengandalkan manusia dan keinginan dagingnya, manusia dan
kekuatannya.
Adapun
binatang ini;
-
Bertanduk sepuluh, di
atas tanduknya terdapat sepuluh mahkota.
-
Berkepala tujuh dan pada
kepala-kepala itu tertulis nama hujat.
Sesungguhnya
baik tanduk atau kepala tersebut adalah "akal-akalan" semata jikalau
kita bandingkan dengan Anak Domba Allah, yaitu;
-
Tanduk
hanya ada dua
-
Kepalanya hanya ada satu
Mari kita
baca…
1 Korintus
12:12
(12:12) Karena sama seperti tubuh itu
satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun
banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.
Tubuh;
satu, demikian juga Kristus kepala; satu.
Kemudian …
1 Korintus
1:24
(1:24) tetapi untuk mereka yang dipanggil,
baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah
dan hikmat Allah.
Kristus
adalah kepala, tetapi tanduknya ada 2
(dua), yaitu;
1.
Kekuatan Allah.
2.
Hikmat Allah.
Itu
sebabnya di atas tadi saya katakan, sepuluh
tanduk dengan sepuluh mahkota di atas tanduk hanya “akal-akalan”. Kemudian,
berkepala tujuh dan pada kepala-kepala
itu tertulis nama hujat itu juga “akal-akalan”. Jadi, baik tanduk maupun
tujuh kepala hanyalah “akal-akalan.”
Sepintas,
ketika kita melihat tanduk sepuluh; sepertinya lebih banyak dan lebih baik,
juga kepalanya tujuh; lebih banyak dan lebih baik. Tetapi, kalau kita
bandingkan dengan Anak Domba Allah itulah pribadi Yesus Kristus Kepala;
kepala-Nya hanya satu, tandukNya ada dua itulah kekuatan Allah dan hikmat
Allah dan tanduk ini tidak bisa ditandingi oleh apapun dan oleh siapapun.
Inilah yang dimiliki oleh “kesatuan” -- laki-laki dan perempuan yang sudah
diberkati; berkuasa atas ikan-ikan di laut.
Saudara,
binatang yang keluar dari dalam laut tadi; bertanduk
sepuluh. Mari kita lihat hal itu.
Penjelasan
tentang: BINATANG
BERTANDUK SEPULUH
Daniel
7:1-7 --- Perikop: "Keempat
binatang dan anak manusia"
(7:1) Pada tahun pertama pemerintahan
Belsyazar, raja Babel, bermimpilah Daniel dan mendapat penglihatan-penglihatan
di tempat tidurnya. Lalu dituliskannya mimpi itu, dan inilah garis besarnya: (7:2) Berkatalah Daniel, demikian:
"Pada malam hari aku mendapat penglihatan, tampak keempat angin dari
langit mengguncangkan laut besar, (7:3) dan
empat binatang besar naik dari dalam laut, yang satu berbeda dengan yang lain. (7:4) Yang pertama rupanya seperti
seekor singa, dan mempunyai sayap burung rajawali; aku terus melihatnya
sampai sayapnya tercabut dan ia terangkat dari tanah dan ditegakkan pada dua
kaki seperti manusia, dan kepadanya diberikan hati manusia. (7:5) Dan tampak ada seekor binatang yang lain, yang kedua,
rupanya seperti beruang; ia berdiri pada sisinya yang sebelah, dan tiga
tulang rusuk masih ada di dalam mulutnya di antara giginya. Dan demikianlah
dikatakan kepadanya: Ayo, makanlah daging banyak-banyak. (7:6) Kemudian aku melihat, tampak
seekor binatang yang lain, rupanya seperti macan tutul; ada empat
sayap burung pada punggungnya, lagipula binatang itu berkepala empat, dan
kepadanya diberikan kekuasaan. (7:7)
Kemudian aku melihat dalam penglihatan malam itu, tampak seekor binatang
yang keempat, yang menakutkan dan mendahsyatkan, dan ia sangat kuat. Ia
bergigi besar dari besi; ia melahap dan meremukkan, dan sisanya
diinjak-injaknya dengan kakinya; ia berbeda dengan segala binatang yang
terdahulu; lagipula ia bertanduk sepuluh.
4 (empat)
binatang besar naik / keluar dari dalam laut 🡪 antikris
bertanduk sepuluh.
Jadi,
antikris datangnya dari "lautan dunia" ini; timur, utara, barat,
selatan.
Binatang yang PERTAMA; seperti seekor SINGA
Hal ini menunjukkan
bahwa antikris akan memerintah sebagai raja atas seluruh dunia; timur, utara,
barat dan selatan. Kemudian, ia akan duduk di Bait Suci Allah menjadi raja
bahkan menjadi allah yang harus disembah. Karena padanya ada sayap burung
rajawali walaupun akhirnya tercabut dan pada saat tercabut; ia meninggikan diri
sebagai raja dan duduk di Bait Allah sebagai “allah” yang harus disembah.
Binatang yang KEDUA; rupanya seperti BERUANG; ia makan daging banyak-banyak,
itu sebabnya tiga tulang rusuk ada di dalam mulutnya. Artinya; satu kali
antikris berkuasa atas manusia dan menguasai; tubuh, jiwa dan roh.
Saudara, kalau hanya
tubuh saja yang dikuasai kita tidak takut. Kita tahu, setan hanya berkuasa atas
tubuh, tetapi dia tidak berkuasa atas jiwa dan roh. Tetapi lihatlah, antikris
berkuasa atas tiga tulang rusuk -- tubuh,
jiwa dan roh manusia, jadi jangan
main-main.
Dan antikris (beruang)
memiliki 2 (dua) kelebihan lain;
1.
Cengkramannya.
Jadi, apabila orang sudah diikat, tidak ada
satupun yang dapat melepaskan dirinya.
2.
Memiliki bobot pukulan yang begitu hebat, sehingga
tidak ada satupun manusia yang dapat bertahan menghadapi antikris dengan
mengandalkan manusia dengan kekuatannya dan segala kelebihan-kelebihan yang ada
padanya.
Oleh sebab
itu, jangan kita main-main dalam ibadah. Selama kita masih ada kesempatan untuk
ibadah; sungguh-sungguhlah beribadah kepada TUHAN.
Binatang yang KETIGA; rupanya seperti MACAN TUTUL
Artinya; antikris
memiliki kecepatan, buktinya; ada
empat sayap burung pada punggungnya, tetapi bukan sayap burung rajawali. Jadi
kalau antikris mempunyai kecepatan yang tinggi, maka, anak-anak TUHAN di akhir
zaman ini; tidak boleh bermasa bodoh, tidak boleh bermalas-malas dan
berlambat-lambatan, seolah-olah kedatangan TUHAN masih 50 tahun yang akan
datang. Oleh sebab itu, jangan lagi sengaja untuk berlambat-lambatan ya saudara
supaya kita layak untuk melayani TUHAN dan itu juga bagian dari tahbisan.
Binatang yang KEEMPAT; menakutkan dan mendahsyatkan
sebab ia sangat kuat.
a.
Ia melahap dan meremukkan
(pedang antikris menggorok leher)
b.
Sisanya diinjak-injak
dengan kakinya
Ayat referensi: Wahyu 11:1-2 “….. mereka
akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."
Kita
membaca…
Daniel
7:24
(7:24) Kesepuluh tanduk itu ialah
kesepuluh raja yang muncul dari kerajaan itu. Sesudah mereka, akan
muncul seorang raja; dia berbeda dengan raja-raja yang dahulu dan akan
merendahkan tiga raja.
“Kesepuluh tanduk ialah kesepuluh raja yang muncul dari
kerajaan itu.”
Sepuluh
raja 🡪
pemimpin yang sangat fasih dengan hukum-hukum Allah. Mereka ini adalah ahli
Taurat dan orang Farisi, mereka ini adalah cendekiawan, inilah antikris.
Jadi,
saudara jangan berpikir antikris tidak tahu Firman, mereka mengerti kuasa dan
kekuatan dari Allah, itulah sepuluh raja.
“Sesudah mereka, akan muncul seorang raja; dia berbeda
dengan raja-raja yang dahulu dan akan merendahkan tiga raja.” Dari kesepuluh raja terdahulu, muncul satu raja yang berbeda
dengan yang sepuluh raja sebelumnya. Dan satu raja ini "akan" (berarti belum) merendahkan
tiga raja.
Saudara,
Yesus menderita sengsara dan mati di atas kayu salib 2000 tahun yang lalu, jauh
sebelumnya telah dinubuatkan oleh Daniel. Tetapi, ketika antikris menjadi raja
sebagai pemerintah tunggal (satu raja); dia akan merendahkan tiga raja. Bicara
soal tiga raja, kita ambil angka tiga nya.
Angka 3 (tiga) 🡪
pengalaman kematian dan kebangkitan dari Allah Yang Maha Tinggi
dalam nama TUHAN Yesus Kristus. Itu sebabnya binatang yang keempat ini sangat
menakutkan dan mendahsyatkan.
Daniel
7:25
(7:25) Ia akan mengucapkan perkataan
yang menentang Yang Maha Tinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus
milik Yang Maha Tinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan
mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan
setengah masa.
Selanjutnya,
di sini kita melihat; raja ini (antikris) menentang
Yang Maha Tinggi (merendahkan
pengalaman kematian dan kebangkitan) bahkan
menganiaya orang-orang kudus TUHAN selama 3½ tahun lamanya.
Bukti ia
akan merendahkan tiga raja: merampas
korban sehari-hari dari Panglima Balatentara itulah korban sembelihan dan korban
santapan.
Kemudian,
raja ini juga berusaha untuk: mengubah
waktu dan hukum
-
Mengubah waktu
Saudara, sebelum Adam dan Hawa jatuh dalam dosa
/ melanggar hukum Allah, kesatuan itu ada di taman Eden. Mereka mengusahakan
dan memelihara taman Eden sesuai dengan perintah dan larangan TUHAN, di situ
tidak ada waktu. Tetapi, begitu manusia jatuh dalam dosa; waktupun berlangsung
(ada).
Memang satu raja ini berusaha untuk mengubah
waktu, tetapi percaya saja, waktu yang dari TUHAN tidak bisa diubah. Kalau kita
melihat TUHAN bekerja yang dikaitkan dengan PETA ZAMAN.
TUHAN
bekerja selama enam hari, lalu hari ketujuh Ia berhenti, itu tidak bisa diubah.
Maka, kalau kita melihat waktu yang dari TUHAN ini; kita harus sungguh-sungguh
menghargai hari ketujuh itulah hari sabat, hari perhentian dari TUHAN ->
ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.
-
Mengubah hukum.
Saudara
dua loh batu berisikan sepuluh hukum, intinya hanya satu yaitu KASIH.
●
Loh batu pertama bicara tentang kasih kepada TUHAN
●
Loh batu kedua berbicara tentang kasih kepada sesama dan kita mengasihi
sesama sama seperti mengasihi diri sendiri.
Saudara,
hukum taurat ini tidak bisa diubah.
Sama
seperti pola Tabernakel (pola kerajaan Sorga) yang terdiri dari 3 (tiga)
bagian:
- Halaman berbicara soal iman.
- Ruangan
Suci berbicara pengharapan.
- Ruangan
Maha Suci berbicara tentang kasih.
Kemudian,
ukurannya juga jelas.
●
Ukuran dari seluruh
Tabernakel 100 hasta.
●
Ukuran dari Ruangan Suci
20 hasta panjangnya, 10 hasta lebarnya, 10 hasta tingginya.
●
Sedangkan Ruangan Maha
Suci panjang x lebar x tinggi masing-masing 10 hasta.
Itu
tidak bisa diubah, sebab itu ketetapan TUHAN tetapi raja ini berusaha mengubah waktu dan hukum dari Allah.
Apa yang
harus kita pelajari dari sini?
-
Kalau kita berbicara
soal mengubah waktu berarti; kita
harus tekun dalam tiga macam ibadah pokok.
-
Kalau kita berbicara
soal mengubah hukum, maka ibadah ini
harus memuncak sampai kepada doa
penyembahan.
Itulah
binatang yang keluar dari dalam laut, yang dikaitkan dengan sepuluh tanduk dan
di atasnya sepuluh mahkota.
Penjelasan
tentang: BERKEPALA
TUJUH DAN PADA KEPALANYA TERTULIS NAMA-NAMA HUJAT..
Wahyu 13:1
-- Perikop: “Binatang yang keluar dari
dalam laut”
(13:1) Lalu aku melihat seekor binatang
keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas
tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis
nama-nama hujat.
Berkepala tujuh dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.
Jadi,
kepalanya tujuh, tetapi pada kepala-kepalanya tersebut tertulis nama-nama
hujat.
Terkait dengan
nama-nama hujat, kita lanjut
pembacaan pada…
Wahyu
13:2-3
(13:2) Binatang yang kulihat itu serupa
dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut
singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan
kekuasaannya yang besar. (13:3) Maka
tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang
membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh.
Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu.
Singkat
kata, satu dari ketujuh kepala itu seperti kena luka yang membahayakan
hidupnya, sepertinya luka itu membawa pada kematian. Namun kenyataannya luka
yang berbahaya itu sembuh. Artinya
di sini adalah antikris sanggup mengadakan mujizat kesembuhan. Wahyu 12:2-3 = Daniel 7:3-6.
Tujuan
antikris mengadakan mujizat kesembuhan;
-
Membuat seluruh dunia
heran.
-
Membuat seluruh dunia
mengikuti bintang itu.
Berarti
antikris sedang mencuri kemuliaan Allah.
Saudara
jangan salah paham, mujizat kesembuhan / karunia kesembuhan itu perlu. Kemudian,
karunia iman untuk menggeser gunung juga perlu. Karunia bahasa lidah juga
perlu, karunia perbuatan-perbuatan ajaib juga perlu di tengah ibadah dan
pelayanan. Tetapi, perlu untuk diketahui; ibadah dan pelayanan ini puncaknya
bukan hanya pada karunia-karunia, bukan berhenti sebatas karunia kesembuhan,
bukan berhenti sebatas karunia bahasa Roh, tidak berhenti sebatas karunia iman
untuk menggeser gunung.
Bandingkan dengan pekerjaan yang dikerjakan oleh Yesus
Kristus.
Mari kita
lihat…
1 Korintus
15:25-26
(15:25) Karena Ia harus memegang
pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah
kaki-Nya. (15:26) Musuh yang
terakhir, yang dibinasakan ialah maut.
Yesus menderita sengsara di atas kayu salib,
Dia mengalami lima luka utama pada seluruh tubuh-Nya, belum dihitung
bilur-bilur-Nya dari ujung kepala sampai ujung kaki. Dan luka-luka ini membawa
Yesus sampai kepada kematian di atas
kayu salib, tetapi pada hari ketiga Ia bangkit.
Hal ini berbanding terbalik dengan antikris tadi, satu dari antara
kepala-kepalanya luka parah -- berbahaya --
tetapi pada akhirnya sembuh; ibadahnya hanya sebatas mujizat kesembuhan.
Berarti, kalau ibadah hanya sebatas
mujizat; maut tidak dikalahkan (dosa masih berkuasa), sebab upah dosa adalah maut (Roma 6:23).
Oleh sebab
itu, jangan kita tertipu daya dengan cara pelayanan yang dikerjakan oleh
antikris, tetapi kita harus mengikuti apa yang TUHAN tinggalkan. Untuk itulah
kita dipanggil yaitu; mengikut tapak-tapak kaki Yesus yang berdarah, menderita
sengsara lalu muaranya; mati di atas kayu salib dan hari ketiga bangkit dari
maut (maut dikalahkan).
Saudara,
kalau melayani, layanilah TUHAN sesuai dengan karunia-karunia dan
jabatan-jabatan Roh Kudus sampai “mati di situ.” Kalau beribadah, tekunlah tiga
macam ibadah pokok sampai “mati di situ” artinya; daging tidak bersuara dan
berkuasa lagi. Inilah ibadah yang benar, bukan ibadah palsu.
Jadi,
ibadah kita bukan ibadah palsu, pelayanan kita bukan pelayanan palsu,
pengikutan kita juga bukan pengikutan yang palsu, asal kita mengikuti cara Raja
di atas segala raja, sebab satu kali Ia akan mengambil alih memerintah sebagai
raja untuk selama-lamanya sedangkan pemerintahan antikris hanya 3½ tahun.
Jangan ikuti pemerintahan yang hanya sementara.
Jadi,
sekali lagi saya sampaikan; jika ibadah hanya sebatas mujizat;
-
Untuk membuat dunia heran.
-
Hanya untuk mengumpulkan massa
sebanyak-banyaknya, mencari orang kaya kumpul di dalam satu gereja.
Tetapi
tujuan akhir diabaikan, itulah
pengalaman kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, maka disebutlah itu mujizat palsu, kesembuhan palsu, karunia
palsu, ibadah palsu, pelayanan palsu, semua palsu; TIDAK ADA KEBENARAN di situ.
Saudara,
kembali saya sampaikan; kenapa tadi
terjadi mujizat palsu? Jawabnya; karena di
atas kepalanya terdapat nama-nama hujat. Andaikata pada kepalanya tidak
tertulis nama-nama hujat, maka peristiwa dalam Wahyu 3:1-3 tidak mungkin terjadi, tidak mungkin ada kepalsuan. Kenapa ada kepalsuan dari pelayanan antikris?
Karena di isi kepala (otak) nya hanya ada kelicikan, tidak ada ketulusan. Oleh sebab, itu tuluslah dalam
melayani TUHAN. Kita semua harus menjadi jiwa-jiwa yang diurapi, kalau jiwa
tidak diurapi disebutlah itu binatang yang keluar dari dalam laut. Itu sebabnya
TUHAN berkata kepada kesatuan itu -- nikah yang diberkati itu -- berkuasalah atas ikan-ikan di laut.
Dampak negatif heran terhadap mujizat palsu tetapi tidak
heran kepada salib di Golgota (mati dan bangkit).
Wahyu 13:4
(13:4) Dan mereka menyembah naga itu,
karena ia memberikan kekuasaan kepada binatang itu. Dan mereka menyembah
binatang itu, sambil berkata: "Siapakah yang sama seperti binatang ini?
Dan siapakah yang dapat berperang melawan dia?"
Orang yang
heran kepada mujizat palsu tetapi mengabaikan
salib Kristus, pada akhirnya; ibadahnya akan digiring sampai kepada penyembahan yang palsu (puncak ibadah yang
palsu) yaitu;
YANG PERTAMA: Menyembah naga dan antikris
Ayat referensi: Wahyu 13:14-18, Matius 4:8-10.
Kemudian,
membesar-besarkan antikris melebihi dari kuasa TUHAN, sebab di sini pengikut
antikris itu berkata: Siapakah yang sama
seperti binatang ini? Dan siapakah yang dapat berperang melawan dia?"
Dari sini kita bisa
melihat, kita harus waspada / berjaga-jaga dengan baik, jangan kita menyerahkan
diri kepada perkara yang lahiriah. Jangan kita merasa nyaman dengan gaji satu
bulan, jangan kita taruh pengharapan pada bisnis yang kita kelola. Pendeknya,
dengan mereka berkata hal demikian, pengikut antikris masuk dalam perangkap /
jerat dari antikris.
Kalau kita diberkati
oleh TUHAN, justru seharusnya kita menunjukkan rasa syukur kepada TUHAN, sebab mengucap syukurlah dalam segala hal, itu
yang dikehendaki Allah di dalam Yesus Kristus (1 Tesalonika 5:18). Itu sebabnya, rasul Paulus juga mengajarkan
jemaat di Korintus dalam 1 Korintus.
7:29-30 --- Saudara-saudara, inilah
yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih
sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak
beristeri; dan orang-orang yang
menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira
seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah
tidak memiliki apa yang mereka beli; ---
Jadi, kita tidak perlu bermegah
seperti pengikut dari antikris ini; mmebesar-besarkan apa yang ada pada
binatang ini, sebab kuasa TUHAN lebih besar, kuasa TUHAN tidak tertandingi.
Wahyu
13:5-6
(13:5) Dan kepada binatang itu diberikan
mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk
melakukannya empat puluh dua bulan lamanya. (13:6) Lalu ia membuka mulutnya
untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah
kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.
Pada saat
antikris memerintah sebagai raja atas seantero dunia selama 3½ tahun, pada saat
itulah ia...
-
Menghujat Allah.
-
Menghujat nama-Nya.
-
Menghujat kemah kediaman-Nya = menghujat Roh Allah, sebab kemah kediaman
Allah adalah tempat Roh Allah beraktivitas. Kita adalah rumah TUHAN, tempat Roh
Allah berdiam, tempat Roh Allah beraktivitas secara rohani. Kalau secara fisik,
malam ini ada di dalam rumah TUHAN, di dalam bangunan gereja ini; tekun dalam
tiga macam ibadah pokok. Dan malam ini kita berada dalam kesempatan salah satu
tiga macam ibadah pokok yaitu Ibadah
Pendalaman Alkitab. Jangan kita mengecilkan nilai dari ketekunan tiga macam
ibadah pokok, termasuk ibadah malam ini.
Matius
12:30
(12:30) Siapa tidak bersama Aku, ia melawan
Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.
Kata
"cerai-beraikan" erat kaitannya dengan serigala, sebab pekerjaan dari
serigala adalah menerkam dan
mencerai-beraikan domba-domba (Yohanes
10:12). Artinya; kalau domba tercerai-berai, maka domba menjadi liar dan
tidak tergembala = tidak tekun dalam tiga macam ibadah pokok. Kalau seseorang
tidak tekun dalam tiga macam ibadah pokok = melawan TUHAN.
Pengertian
ini harus diperhatikan saudara, oleh sebab itu jangan kita bermain-main lagi
dalam ketekunan tiga macam ibadah pokok. Siapa yang tidak tekun dalam tiga
macam ibadah pokok, berarti; sedang diterkam dan dicerai-beraikan nabi-nabi
palsu (serigala berbulu domba).
Jadi, berbahagialah
kita yang sudah diberi kesempatan untuk tekun dalam tiga macam ibadah pokok
atau kumpul bersama dengan TUHAN. Makan tidak makan tetap kumpul bersama dengan
TUHAN.
Saudara,
yang saya tahu, kalau kita sungguh-sungguh mencari kerajaan Sorga dan kebenaran
yang ada di dalamnya, maka TUHAN akan pelihara kita soal makan, minum secara
ajaib (Matius 6:33).
Matius
12:31
(12:31) Sebab itu Aku berkata kepadamu:
Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus
tidak akan diampuni.
Antikris
tidak akan pernah diampuni untuk selama-lamanya.
Itu
sebabnya, hati dan pikiran kita kiranya diberkati oleh TUHAN dengan rahmat-Nya.
Kiranya pengertian dari Sorga lewat pembukaan rahasia Firman yang adalah hikmat
Allah menyatu dengan akal kita supaya kita menjadi satu kehidupan yang
bijaksana. Sehingga dengan demikian, kita tidak menghujat kemah kediaman Allah
(menghujat kegiatan Roh) -- tidak
menghujat ketekunan tiga macam ibadah pokok.
Matius
12:32
(12:32) Apabila seorang mengucapkan sesuatu
menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh
Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan
datang pun tidak.
Jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni.
Sejenak
kita melihat PETA ZAMAN.
-
Zaman Allah Bapa di
mulai dari Adam sampai Abraham; 2000 tahun yang pertama.
-
Zaman Anak Allah, Yesus
nama-Nya, dimulai dari Abraham sampai Yesus mati, bangkit, lalu naik ke Sorga; 2000 tahun yang kedua. Itu sebabnya
apabila seseorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, dia akan diampuni
-
Tetapi jika ia menentang
Allah Roh Kudus itulah 2000 tahun yang
ketiga (sekarang ini); ia tidak
diampuni, dengan lain kata; tidak ada lagi kesempatan ke depan. Sebab,
TUHAN menantikan kita di hari yang ketujuh (hari perhentian).
Jadi,
siapapun yang menghujat Roh Kudus (kemah kediaman Allah); tidak diampuni. Jadi,
selagi masih ada kesempatan gunakan dengan baik sebab kesempatan yang TUHAN
berikan adalah kemurahan.
Kita baca
dulu…
2 Petrus
3:3
(3:3) Yang terutama harus kamu ketahui
ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan
ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya.
Di sini
kita melihat; tampil pengejek-pengejek – orang
yang hidup menurut hawa nafsu daging.
Jangan
kita masuk dalam golongan ini saudara, hargailah ketekunan dalam tiga macam
ibadah pokok; jangan dikecilkan. Jangan tampil sebagai pengejek yang hidup
dalam hawa nafsu daging.
2 Petrus
3:8
(3:8) Akan tetapi, saudara-saudaraku yang
kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu
hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.
Satu hari -> hari ketujuh / hari
perhentian. Oleh sebab itu, jangan anggap enteng (diabaikan) ketekunan dalam
tiga macam ibadah pokok, sebab itu adalah kemurahan. Kesempatan yang TUHAN
berikan saat ini adalah kemurahan.
2 Petrus
3:13-14
(3:13) Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang
baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. (3:14) Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil
menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak
bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.
Ayat ini
dapat kita artikan bahwasanya ibadah sudah berada pada tingkat tertinggi
(puncak ibadah) itulah doa penyembahan.
Penyembahan = penyerahan diri untuk taat hanya kepada kehendak TUHAN Allah.
Kalau
kehendak daging diserahkan kepada kehendak Allah, kehidupan semacam ini sudah
pasti hidup tanpa cacat.
2 Petrus
2:15
(3:14) Sebab itu, saudara-saudaraku yang
kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu
kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan
Dia.
Jadi,
kesempatan yang TUHAN berikan adalah rahmat TUHAN bagi kita sekaliannya. Sebab,
siapa yang menghujat Roh Allah tidak diampuni. Tandanya;
-
Ibadah tidak sampai
kepada tingkat ibadah yang tertinggi itulah doa penyembahan.
-
Di dunia yang akan
datang; tidak akan menjadi milik kepunyaan Allah, berarti milik kepunyaan
setan.
Inilah
binatang yang keluar dari dalam laut;
-
Bertanduk sepuluh
-
Berkepala tujuh
2 Petrus
2:12
(2:12) Tetapi mereka itu sama dengan hewan
yang tidak berakal, sama dengan binatang yang hanya dilahirkan untuk ditangkap
dan dimusnahkan. Mereka menghujat apa yang tidak mereka ketahui,
sehingga oleh perbuatan mereka yang jahat mereka sendiri akan binasa seperti
binatang liar,
Tetapi mereka itu sama dengan hewan yang tidak berakal.
Jadi,
hewan tidak punya Roh Kudus, tidak punya jiwa dan akal sehat, tidak mempunyai
hikmat dari Sorga lewat pembukaan rahasia Firman. Tetapi kita manusia, punya
akal sehat (jiwa dan roh) dan biarlah Roh TUHAN menguasai roh kita. Kita
mengakui Yesus adalah TUHAN, Dia Abba Bapa.
Menghujat apa yang tidak diketahui
--- itulah binatang.
Jangan
kita bagian / kelompok dari binatang yang keluar dari dalam laut, sekalipun
bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh, tetapi sesungguhnya dikepalanya tertulis
nama-nama hujat.
Supaya
kita jangan binasa: JALAN KELUARNYA.
Wahyu 13:3
(13:3) Maka tampaklah kepadaku satu dari
kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang
membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut
binatang itu.
Ini
berbicara tentang mujizat palsu, tujuannya; hanya untuk membuat dunia heran
lalu mengumpulkan jiwa-jiwa, termasuk orang kaya di dalam gereja itu. Tetapi
berbanding terbalik dengan TUHAN Yesus Kristus, Dia menderita sengsara di atas
kayu salib.
Kita tahu
di seluruh tubuh-Nya terdapat banyak cambuk dan pukulan (hajaran), bahkan ada 5
(lima) luka utama; dua di tangan, dua di
kaki dan satu tusukan pada lambung.
Luka inilah yang membawa Dia sampai kepada kematian.
Perlu
untuk diketahui: kematian TUHAN Yesus satu paket dengan kebangkitan-Nya, sebab
pada hari yang ketiga Yesus bangkit; maut dikalahkan. Jadi, biarlah kita
mengikuti teladan yang ditinggalkan oleh Yesus Kristus.
Yohanes
12:31-32
(12:31) Sekarang berlangsung penghakiman
atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar; (12:32) dan Aku, apabila Aku
ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku."
Apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua
orang datang kepada-Ku.
Kalau kita
meninggikan salib di Golgota, maka Allah akan menarik jiwa datang kepada Dia.
Biarlah kita mengikut teladan yang ditinggalkan Yesus kepada kita; menderita
sengsara bahkan sampai mati di kayu salib.
Jadi,
untuk ditarik kepada Allah menjadi milik Allah ukurannya bukan kelebihan yang
kita punya, harta kekayaan yang banyak atau status / kedudukan jabatan pangkat
yang tinggi. Tetapi, sejauh mana kita meninggikan Anak Manusia di bumi ini,
sejauh itulah TUHAN akan menarik jiwa-jiwa datang kepada Dia. Jangan malu
merendahkan diri, jangan panas hati di saat merendahkan diri, juga jangan ada
perasaan gengsi untuk merendahkan diri.
Yohanes
12:33
(12:33) Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana
caranya Ia akan mati.
Meninggikan
Anak Manusia ada kaitannya dengan kematian
Yesus Kristus.
Matius
27:50
(27:50) Yesus berseru pula dengan
suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.
Pengalaman
kematian berbicara tentang doa
penyembahan.
-
Yesus berseru = penyembahan.
-
Yesus menyerahkan nyawa = pengalaman kematian.
Jadi pengalaman kematian yang dimaksud di sini
adalah doa penyembahan.
Inilah
puncak ibadah / tingkat ibadah yang tertinggi. Sedangkan puncak ibadah /
penyembahan tertinggi dari setan tritunggal adalah Mamon yakni; kerajaan dunia
serta keindahan, kemewahan yang ada di dalamnya dan itu akan dipenuhkan oleh
setan tritunggal jika menyembah setan tritunggal sebagaimana Matius 4:8-9.
Tetapi Matius 4:10 --- Yesus adalah mezbah
dupa yang besar, hidup dalam puncak ibadah yang benar, hidup dalam tingkat
ibadah yang tertinggi itulah penyembahan. Tidak salah bekerja, tetapi ibadah kita harus
sampai kepada puncaknya itulah doa penyembahan, inilah jalan keluarnya.
Jadi,
Firman Allah mengajarkan kita supaya kita meninggikan Anak Manusia; menderita
sengsara di atas kayu salib, lalu TUHAN Allah menarik kita. Sejauh mana kita
meninggikan TUHAN Allah di bumi, sejauh itu Allah akan meninggikan kita.
Kemudian
di dalam Yohanes 12:33 – ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana
caranya Ia akan mati. Jadi, meninggikan Anak Manusia ada kaitannya dengan
pengalaman kematian.
Pengalaman kematian jelas berbicara soal puncak ibadah; doa
penyembahan – penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak
Allah. Itulah jalan keluarnya.
Mari kita
meninggikan Anak Manusia, nanti Allah akan menarik kita kepada Dia, bukan
dengan kekuatan. Amin.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA
MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment