IBADAH RAYA MINGGU, 10 AGUSTUS 2025
WAHYU 19:9
(SERI 6)
Subtema: BERDALIH ( IKATAN KAWIN-MAWIN )
Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN karena memberi umur panjang kepada kita semua, TUHAN memberi kesehatan kepada kita semua, sehingga kita memperoleh kesempatan yang begtiu indah untuk bersekutu dalam hadirat TUHAN lewat Ibadah Raya Minggu di malam ini. TUHAN memberikan raga yang sehat kepada kita, sehingga dengan raga yang sehat kita dapat gunakan untuk melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN dan itu adalah kesempatan emas. Jangan ditunda-tunda untuk melakukan yang baik, mengingat kedatangan TUHAN yang sudah di ambang pintu, sebab penyesalan kita nanti; tiada guna.
Saya juga menyapa saudara/I, bapak ibu yang terkasih dalam kasih Kristus yang turut bergabung lewat online / live streaming, baik dari Youtube maupun dari Facebook, atau dari media sosial lainnya. Selanjutnya damai sejahtera dari Sorga memenuhi hati kita, memberi sukacita, bahagia saat kita duduk diam mendengarkan sabda Allah.
Mari kita sambut KITAB WAHYU sebagai firman penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu. Dan kita masih berada pada Wahyu 19:9 untuk seri yang ke-6. Namun, sebelum kita memperhatikan Firman ini, mari kita mohon kemurahan TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi malam ini.
Wahyu 19:9
(19:9) Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."
Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah
Sebagai tambahan, Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel itu adalah firman Allah yang benar, firman Allah yang datang dari Sorga, dari Allah. Untuk berita kabar mempelai dalam terang Tabernakel kita tidak perlu ragu, percaya saja, dan satu kali kita akan melihat kemuliaan-Nya. Oleh sebab itu, bertahan terus untuk digembalakan oleh berita kabar mempelai dalam terangnya Tabernakel.
Singkat kata, "Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba."
Yang senada dengan perkataan ini, kita jumpai dalam…
Lukas 14:15 --- Perikop: “Perumpamaan tentang orang-orang yang berdalih”
(14:15) Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah."
Singkat kata, "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah."
Saudara, dijamu dalam Kerajaan Allah adalah sasaran akhir dari perjalanan rohani gereja TUHAN di atas muka bumi ini, dan kita juga merindu untuk dijamu dalam Kerajaan Allah
Supaya hal ini menjadi suatu kenyataan di dalam hidup kita masing-masing, maka Yesus memberi perumpamaan tentang seorang yang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang, sebagaimana pada Lukas 14:16 -- Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang.”
Lukas 14:17-20
(14:17) Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap. (14:18) Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan. (14:19) Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. (14:20) Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang.
Selanjutnya, di sini kita melihat orang yang mengadakan perjamuan itu menyuruh hambanya untuk memanggil para undangan. Akan tetapi, terhadap undangan itu, mereka bersama-sama "meminta maaf", berarti menolak secara halus untuk datang ke perjamuan tersebut, karena ternyata mereka adalah orang yang suka berdalih sebagaimana perikopnya.
Berdalih (menurut KBBI) artinya: suka mencari alasan untuk membenarkan diri dan membenarkan perbuatannya sekalipun salah. Tetapi kita bukanlah orang yang suka berdalih, itulah doa dan harapan saya.
Di sini kita melihat,
ADA 3 (TIGA) HAL YANG DIJADIKAN SEBAGAI ALASAN OLEH ORANG-ORANG BERDALIH.
ALASAN PERTAMA: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya.
Sebetulnya, alasan ini tidak ada kaitannya dengan Kerajaan Sorga,. Tetapi anehnya, untuk melihat ladang yang baru dibeli, dia harus pergi, tetapi untuk undangan yang terkait dengan dijamu dalam Kerajaan Sorga; dia tolak.
ALASAN KEDUA: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya.
Alasan ini pun tidak ada kaitannya dengan Kerajaan Sorga. Untuk mencoba lima pasang lembu kebiri dia harus pergi, tetapi untuk dijamu dalam Kerajaan Sorga dia menolak.
Tetapi memang kenyataannya banyak orang Kristen di hari-hari terakhir ini, untuk yang lahiriah dia harus lakukan, tetapi untuk diundang / dijamu dalam kerajaan Sorga; dia menolak. Jika kita memiliki akal sehat / akal yang diberkati, dengan lain kata; kalau kita menjadi satu kehidupan yang bijaksana, tentu lebih mengutamakan undangan untuk dijamu dalam Kerajaan Sorga, dibanding harus pergi kepada perkara-perkara lahiriah.
Jadi, doa dan harapan saya kepada Yesus Kristus Kepala Gereja dan Mempelai Pria Sorga; supaya kiranya kita memperhatikan hal-hal yang rohani, supaya kelak dijamu dalam kerajaan Sorga, dan itu harus kita kerjakan. Untuk hal yang lahiriah, untuk ladang, untuk lima pasang lembu kebiri; tidak harus. Tetapi, di jamu di dalam kerajaan Sorga; harus, karena menyangkut keselamatan jiwa kita masing-masing.
Sekarang, mari kita melihat: Hukum tentang apa yang sudah dibeli
1 Korintus 7:30-31
(7:30) dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli; (7:31) pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.
Pendeknya, orang yang mempergunakan barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakan. Sebab, dunia yang kita kenal sekarang akan berlalu. Inilah hukum tentang apa yang sudah dibeli.
Kalau kita tahu langit dan bumi yang sekarang ini akan berlalu, maka perhatikanlah hukum-hukum tentang membeli.
1 Korintus 7:32
(7:32) Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara TUHAN, bagaimana TUHAN berkenan kepadanya.
Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran
Sesungguhnya yang TUHAN mau dari kehidupan anak-anak TUHAN adalah supaya hidup tanpa kekuatiran, tanpa ketakutan, tanpa kecemasan.
1 Korintus 10:22
(10:22) Atau maukah kita membangkitkan cemburu TUHAN? Apakah kita lebih kuat dari pada Dia?
Atau maukah kita membangkitkan cemburu TUHAN?
Jangan kita membangkitkan cemburu TUHAN hanya karena ladang yang baru dibeli, hanya karena lima pasang lembu kebiri yang baru dibeli, dan juga hanya karena perkara-perkara dunia lainnya, baik usaha, pekerjaan, bisnis, dagang, kuliah, dan lain sebagainya.
Apakah kita lebih kuat dari pada Dia?
Perlu untuk diketahui: Kita tidak lebih kuat dari TUHAN.
Jika TUHAN marah, satu kali nanti kita bisa dilumpuhkan oleh TUHAN, entah usaha, bisnis, dagang, sekolah, kuliah dan lain sebagainya, sebab kita tidak lebih kuat dari TUHAN. Oleh sebab itu, jika kita merasa TUHAN lebih kuat maka ikuti saja rencana TUHAN, jangan bangkitkan cemburu TUHAN hanya karena perkara-perkara lahiriah (duniawi).
Saya berharap, selagi masih ada kesempatan, jangan membiasakan diri untuk membangkitkan cemburu TUHAN hanya karena perkara-perkara duniawi.
1 Korintus 10:23
(10:23) "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
Perlu untuk diketahui:
- Segala sesuatu diperbolehkan, tetapi bukan segala sesuatu berguna, walaupun itu halal.
- Segala sesuatu diperbolehkan, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
Seperti di atas tadi; orang-orang yang diundang berdalih dengan alasan;
1. Mereka harus pergi untuk melihat ladang yang harus dibeli
2. Mereka harus mencoba lima pasang lembu kebiri yang harus dibeli
Sebetulnya, untuk perkara-perkara duniawi semacam ini; tidak harus, supaya kita tidak membangkitkan cemburunya TUHAN. Sekalipun perkara-perkara duniawi itu halal karena kita beli, dan harganya sudah lunas dibayar.
Apa yang kita beli, apa yang kita punyai belum tentu bisa membangun hidup rohani kita, nikah rumah tangga kita meskipun itu halal.
Saudara, TUHAN dan ibadah pelayanan, serta segala sesuatu yang terkait dengan ibadah pelayanan jauh lebih berguna daripada perkara duniawi, sebab, sifatnya membangun.
1 Korintus 10:24
(10:24) Jangan seorang pun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.
Jangan seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi lupa untuk mencari kerajaan Sorga.
Itulah mengenai alasan pertama dan alasan kedua.
ADA 3 (TIGA) HAL YANG DIJADIKAN SEBAGAI ALASAN OLEH ORANG-ORANG BERDALIH.
ALASAN KETIGA: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang.
Terkait dengan alasan ini, mari kita bandingkan dengan…
1 Korintus 7:26 --- Perikop: “Hidup dalam keadaan seperti waktu dipanggil Allah”
(7:26) Aku berpendapat, bahwa, mengingat waktu darurat sekarang, adalah baik bagi manusia untuk tetap dalam keadaannya.
Sebagai orang yang bijaksana Rasul Paulus berpendapat yaitu; adalah baik bagi manusia atau baik bagi kita sekaliannya untuk tetap dalam keadaannya, mengingat waktu darurat sekarang yang sudah semakin tidak menentu. Sekarang ini, baik cuaca, ekonomi, politik di dalam pemerintahan di semua bangsa; tidak menentu. Segala perkara di muka bumi ini dalam keadaan tidak menentu, disebut situasi fluktuasi.
Apa yang dimaksud; tetap dalam keadaannya?
1 Korintus 7:27
(7:27) Adakah engkau terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mengusahakan perceraian! Adakah engkau tidak terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mencari seorang!
Karena keadaan fluktuasi, maka:
- Seorang laki-laki yang telah beristeri, jangan mengusahakan perceraian
Kalau ada yang kurang dalam nikah rumah tangga; perbaiki, jangan sibuk mengurus perpisahan / perceraian.
Saya tahu, sebagai seorang suami, saya masih jauh dari sempurna. Tetapi saya bersyukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat TUHAN, isteri saya bisa menerima kekurangan saya. Tetapi saya juga berdoa, supaya saya juga mampu menerima kelemahan dan kelebihan isteri saya, jangan lagi sibuk memikirkan untuk berpisah apalagi bercerai. Jangan lagi sibuk memikirkan harga diri dan lain sebagainya.
- Seorang laki-laki yang tidak beristeri (belum menikah), tidak perlu menyibukkan diri dengan mencari seorang perempuan.
Kalau memang ingin seorang diri, jangan sibuk mencari apalagi sampai berkeluh kesah.
Saya harus akui dengan jujur kepada TUHAN, setelah umur saya di atas 30 tahun, telinga saya ini sudah mulai bosan dengan pertanyaan; “kapan mau menikah?” Tambah tahun ucapan-ucapan yang sama semakin bertambah sampai usia saya 34 tahun, rasa-rasanya kuping ini mau meledak karena panas. Tetapi menjelang 35 tahun, barulah TUHAN berikan seorang isteri itulah ibu rohani yang sekarang ini.
Sekali lagi saya sampaikan, mengingat keadaan fluktuasi; seorang laki-laki yang tidak beristeri (belum menikah), tidak perlu menyibukkan diri dengan mencari seorang perempuan. Bukan tidak boleh menikah, tetapi mengingat fluktuasi / keadaan tidak menentu, karena memang Firman Allah harus digenapi terkait dengan kedatangan-Nya untuk yang kedua kalinya.
Saya tegaskan sekali lagi; saya tidak larang untuk menikah, tetapi jangan sibuk dengan perkara yang sia-sia / yang tidak penting mengingat keadaan yang tidak menentu (fluktuasi).
Saudara, rasul Paulus mengatakan hal demikian terkait dengan kerajaan Sorga yang semakin mendekat, dengan lain kata; sudah tidak lama lagi TUHAN datang.
1 Korintus 7:28
(7:28) Tetapi, kalau engkau kawin, engkau tidak berdosa. Dan kalau seorang gadis kawin, ia tidak berbuat dosa. Tetapi orang-orang yang demikian akan ditimpa kesusahan badani dan aku mau menghindarkan kamu dari kesusahan itu.
“Kalau engkau kawin, engkau tidak berdosa. Dan kalau seorang gadis kawin, ia tidak berbuat dosa.”
TUHAN sudah mau datang, tetapi kita sibuk dengan banyak perkara termasuk untuk mendapatkan jodoh, boleh saja, nanti TUHAN kasih. Tetapi Alkitab berkata; “… orang-orang yang demikian akan ditimpa kesusahan badani”
Misalnya, TUHAN sudah mau datang, tetapi anak baru lahir, TUHAN mau datang anak baru umur 1 tahun, “orang-orang yang demikian akan ditimpa kesusahan badani.” Sebab, terkadang, sedikit saja persoalan sudah menjadi alasan untuk kita tidak datang beribadah.
Jadi, jangan kita jadikan satu perkara menjadi berhala sehingga terpisah dari TUHAN dan dari ibadah.
Sedikit kesaksian; dahulu begitu anak kami yang pertama lahir, kami naik motor dari Cilegon ke Serang. Motor kami saat itu adalah motor Cina (mocin), kalau kemasukan air bisa langsung mogok. Saya pesankan kepada isteri untuk membungkus anak kami dengan baik. Baik siang atau malam kami tetap beribadah, kami tidak mau melewatkan jam-jam ibadah. Bapak Harun sebagai saksi, karena pada waktu itu kami masih beribadah di rumahnya.
Semangat untuk ibadah tidak surut, anak kami yang baru lahir tidak dijadikan alasan untuk tidak datang beribadah. Semoga hal ini dapat menjadi contoh.
1 Korintus 7:29
(7:29) Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri;
Saudara, di atas tadi kita sudah melihat, apabila seorang laki-laki kawin; itu tidak salah dan tidak berdosa, dan jika seorang gadis juga harus kawin; hal itu tidak salah dan tidak berdosa. Hanya saja Rasul Paulus bukan hanya memikirkan jemaat di Korintus, tetapi juga umat TUHAN di dunia ini, sebab waktu telah singkat, umur dunia ini tidak akan lama lagi. Maka, orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri.
Jadi, seorang laki-laki kawin dengan perempuan, tetapi jangan terikat dengan itu, apalagi, waktu yang tersisa tinggal sedikit.
Semoga apa yang menjadi pendapat Rasul Paulus dapat kita maknai dan praktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
1 Korintus 7:32B
(7:32) Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara TUHAN, bagaimana TUHAN berkenan kepadanya.
Rasul Paulus selanjutnya berkata: Orang yang belum beristeri (belum menikah), hendaklah memusatkan perhatiannya kepada perkara TUHAN, bukan lagi kepada ladang yang baru dibeli, lembu kebiri yang baru dibeli, supaya hidupnya berkenan kepada TUHAN.
Oleh sebab itu, orang tua harus memberi pelajaran kepada anak laki-laki yang belum beristeri supaya memusatkan pikirannya kepada perkara-perkara yang di atas (perkara rohani) itulah ibadah dan pelayanan, supaya hidupnya berkenan kepada TUHAN.
1 Korintus 7:33
(7:33) Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan isterinya,
Seorang suami tidak dapat menyenangkan isterinya jika perhatiannya terbagi-bagi kepada perkara duniawi.
1 Korintus 7:34
(7:34) dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi. Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka pada perkara TUHAN, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus. Tetapi perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan suaminya.
Perempuan yang tidak bersuami memusatkan perhatiannya kepada perkara rohani maka:
- Tubuhnya kudus bagi TUHAN.
- Jiwanya kudus bagi TUHAN.
Tetapi, perempuan / gadis yang belum menikah, bila perhatiannya terbagi kepada perkara-perkara lahiriah, maka sudah pasti tubuh dan jiwanya tidak kudus dihadapan TUHAN. Oleh sebab itu, berbahagialah gadis-gadis yang belum menikah namun memusatkan pikirannya kepada TUHAN / perkara rohani / ibadah dan pelayanan dan segala yang terkait di dalamnya, sebab, tubuh dan jiwanya kudus bagi TUHAN.
Tetapi, perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan suaminya.
Sebaliknya di sini kita perhatikan, seorang isteri memusatkan perhatiannya kepada perkara duniawi (perhatiannya terbagi-bagi), bagaimana dia dapat menyenangkan suaminya? Demikian juga gereja TUHAN, ia tidak dapat menyenangkan hati TUHAN apabila perhatiannya terbagi-bagi.
Inti sarinya adalah: Orang kawin tidak salah dan tidak berdosa, maksudnya ...
- Laki-laki mempunyai isteri; tidak salah dan tidak berdosa
- Perempuan mempunyai suami; tidak salah dan tidak berdosa
Hanya saja, ikatan perkawinan JANGAN dijadikan alasan untuk menjauh dari TUHAN / menolak untuk dijamu dalam Kerajaan Sorga.
1 Korintus 7:35
(7:35) Semuanya ini kukatakan untuk kepentingan kamu sendiri, bukan untuk menghalang-halangi kamu dalam kebebasan kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani TUHAN tanpa gangguan.
Firman Allah yang diajarkan oleh Rasul Paulus bukan untuk menghalangi kebebasan sidang jemaat TUHAN, sebaliknya:
- Supaya sidang jemaat melakukan apa yang benar dan baik
- Supaya sidang jemaat melayani TUHAN tanpa gangguan.
Jadi saudara, janganlah kita menolak undangan karena kawin (baru kawin). Oleh sebab itu, mari kita lihat…
JALAN KELUAR
1 Korintus 7:20-21
(7:20) Baiklah tiap-tiap orang tinggal dalam keadaan, seperti waktu ia dipanggil Allah. (7:21) Adakah engkau hamba waktu engkau dipanggil? Itu tidak apa-apa! Tetapi jikalau engkau mendapat kesempatan untuk dibebaskan, pergunakanlah kesempatan itu.
Baiklah tiap-tiap orang tinggal dalam keadaan seperti waktu ia dipanggil Allah, maksudnya: dahulu ia adalah seorang hamba (budak dosa) waktu dipanggil, hal itu tidak apa-apa karena kenyataannya demikian. Misalnya, sebelum dipanggil, seorang pemabuk, penjudi dan lain sebagainya, itu tidak apa-apa.
Tetapi, jika seorang mendapat kesempatan untuk dibebaskan (ada undangan untuk dijamu dalam Kerajaan Allah), maka pergunakanlah kesempatan itu, sebab waktu yang ada ini sudah singkat dan tidak lama lagi.
Saudara, TUHAN tidak melihat latar belakang dan masa lalu kita. Dulu saya dipanggil dalam keadaan hamba dosa, penuh kejahatan, penuh kenajisan, merokok, mabuk, tidak mempergunakan berkat yang ada dengan bak, berfoya-foya pada siang hari, dan itu kenyataannya. Tetapi, kalau sekarang kita mendapat kesempatan untuk dibebaskan, pergunakanlah kesempatan itu dengan baik, sebab waktunya sudah singkat dan tidak lama lagi.
1 Korintus 7:22-23
(7:22) Sebab seorang hamba yang dipanggil oleh TUHAN dalam pelayanan-Nya, adalah orang bebas, milik TUHAN. Demikian pula orang bebas yang dipanggil Kristus, adalah hamba-Nya. (7:23) Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia.
Orang berdosa atau orang yang bebas dari dosa sama-sama hamba TUHAN, jadi, jangan gunakan alasan; “saya orang berdosa, dia saja yang melayani”
Seorang hamba yang dipanggil TUHAN dalam pelayanan TUHAN adalah orang bebas, miliknya TUHAN. Demikian pula orang bebas (bukan hamba dosa) dipanggil Kristus, dia adalah hamba TUHAN. Jadi, TUHAN memanggil siapa saja baik hamba maupun orang yang bebas dari dosa untuk dipakai oleh TUHAN untuk menjadi hamba TUHAN, miliknya TUHAN.
1 Korintus 7:23
(7:23) Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia.
Jangan kita menjadi hamba manusia, maksudnya: jangan karena ikatan perkawinan kita menolak untuk dijamu dalam Kerajaan Sorga.
Contoh menolak dijamu dalam Kerajaan Allah
Matius 24:37-38 --- Perikop: “Nasihat supaya berjaga-jaga”
(24:37) "Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. (24:38) Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera,
Keadaan akhir zaman sama seperti pada zaman Nuh yaitu mereka sibuk (terikat) dengan dosa, antara lain:
a. Makan dan minum, artinya: hidup atau terikat dengan daging.
b. Kawin dan mengawinkan, artinya: hidup atau terikat dengan kenajisan percabulan yaitu seks bebas, baik secara jasmani maupun secara rohani. Pendeknya, menolak undangan karena ikatan kawin, akhirnya sibuk dengan dosa kawin dan mengawinkan.
Saudara…
- Seks bebas secara jasmani, berarti berhubungan dengan lawan jenis siapa saja yang dia sukai.
- Seks bebas secara rohani disebutlah hidup dalam kenajisan percabulan dan kekejian.
Sekarang, secara khusus kita perhatikan “SEKS BEBAS SECARA ROHANI” dalam…
Wahyu 17:4-5 --- Perikop: “Penghakiman atas Babel”
(17:4) Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya. (17:5) Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."
Inilah yang dimaksud dengan seks bebas secara rohani, yaitu hidup dalam kenajisan percabulan dan kekejian, sebagaimana isi dari cawan emas perempuan Babel. Hal ini akan kita bahas secara mendetail.
Keterangan: KENAJISAN PERCABULAN
Ibrani 12:15
(12:15) Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.
Jangan menjauhkan diri dari kasih karunia Allah. Ibadah dan pelayanan ini datang dari salib di Golgota (kasih karunia Allah), maka jangan jauh dari kasih karunia Allah supaya jangan timbul akar pahit.
Kalau jauh dari kasih karunia Allah, dengan lain kata jauh dari ibadah dan pelayanan, pasti timbul akar pahit.
Akar pahit menimbulkan ...
1. Kerusuhan, baik di tengah ibadah dan pelayanan, maupun di tengah nikah.
2. Mencemarkan banyak orang, dengan cara fitnah, dzolim, dan seterusnya
Siapa yang bikin rusuh dan mencemarkan banyak orang?
Ibrani 12:16
(12:16) Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.
Esau hidup dalam kenajisan percabulan secara rohani, sebab dia menjual hak kesulungannya demi sepiring makanan.
Menjual hak kesulungan hanya karena semangkuk sup kacang merah, itu namanya kenajisan percabulan (menduakan hati TUHAN).
Ciri hidup dalam kenajisan percabulan.
Kejadian 25:27
(25:27) Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi seorang yang pandai berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi Yakub adalah seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah.
Esau adalah seorang yang…
a. Pandai berburu daging = Hidup dalam hawa nafsu dan keinginan daging yang jahat.
Ayat referensi: Galatia 5:19-21.
b. Suka tinggal di padang.
Padang -> Dunia dengan segala sesuatu yang ada di dalamnya. Ayat referensi: 1 Yohanes 2:16
Kejadian 25:29
(25:29) Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang.
Yakub sedang memasak sesuatu.
Yakub adalah seorang yang pandai mengolah makanan menjadi makanan kegemaran bagi sidang jemaat.
Doakan supaya ada makanan kegemaran yang selalu diolah dalam ketekunan tiga macam ibadah pokok.
Datanglah Esau dengan lelah dari padang
Artinya: Hidup tanpa perhentian, dengan lain kata menjual hak kesulungan, maka seseorang menjadi lelah, sebab, dunia ini membuat seseorang menjadi lelah. Namun, jika kita menghargai hak kesulungan, itulah ibadah dan pelayanan disebut juga hari ketujuh / hari perhentian; tidak membuat lelah sekalipun banyak kegiatan di tengah-tengah hari ketujuh itu.
Yang membuat manusia menjadi lelah adalah dunia dengan segudang kegiatan di dalamnya, segala kenajisan percabulan yang ada di dalamnya.
Tetapi Yakub sibuk memikirkan makanan yang harus disediakan, ia mengelola makanan. Jujur saya katakan, kadang kala saya bertanya kepada TUHAN; "apalagi TUHAN yang harus saya sampaikan dalam ketekunan tiga macam ibadah pokok?” Tetapi percayalah, bukan hanya saya, sidang jemaat juga, yang telah menikmati makanan yang diolah, lalu ditengah-tengahnya kita mengambil kesibukan; TIDAK AKAN PERNAH LELAH.
Biarpun setiap ibadah kita harus angkat-angkat barang (bongkar pasang alat-alat musik dan elektronik), tidak capek, pikiran tidak pusing. Yang bikin lelah adalah masalah yang datang dari kenajisan percabulan, dengan lain kata “dunia” ini. Yang bikin lelah adalah keinginan mata, keinginan daging dan keangkuhan hidup. Secapek-capeknya Yakub mengelola makanan -- ibadah pelayanan -- tidak menjadi lelah.
Kalau diantara kita berputus asa, lelah hatinya, lalu ingin bunuh diri, maka ingat firman Allah malam ini, koreksi hati kita; bagaimana hati kita dengan hati TUHAN. Jangan membuat rusuh dan mempersalahkan orang lain, itu adalah akar pahit. Itu sebabnya di atas tadi saya katakan; ikatan kawin jangan dijadikan alasan untuk menolak undangan (jauh dari ibadah), akhirnya menjadi kawin-mawin -- kenajisan percabulan dan kekejian
Kejadian 25:30-34
(25:30) Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah." Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom. (25:31) Tetapi kata Yakub: "Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu." (25:32) Sahut Esau: "Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?" (25:33) Kata Yakub: "Bersumpahlah dahulu kepadaku." Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya. (25:34) Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.
Inti ayat ini, Esau menjual hak kesulungan demi sepiring makanan, maka demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan.
Sebetulnya, hidup dalam kenajisan percabulan adalah nafsu rendah. Kalau dia tidak hidup dalam kenajisan percabulan, nafsunya tidak rendah. Kenapa saya katakan “nafsu rendah”? Karena, kalau kita sungguh-sungguh mencari kerajaan Sorga serta kebenaran yang ada di dalamnya, niscaya kita akan dipelihara TUHAN (Matius 6:33).
Jadi, hidup dalam kenajisan percabulan adalah nafsu rendah / murahan, sehingga ia memandang ringan hak kesulungan. Hak kesulungan -> ibadah pelayanan yakni; perkara-perkara rohani / perkara-perkara kerajaan Sorga.
Kita kembali membaca…
Kejadian 25:32
(25:32) Sahut Esau: "Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?"
Esau berkata: "Sebentar lagi aku akan mati."
Kita bandingkan perkataan Esau ini dengan perkataan Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus.
1 Korintus 15:31
(15:31) Saudara-saudara, tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut. Demi kebanggaanku akan kamu dalam Kristus Yesus, TUHAN kita, aku katakan, bahwa hal ini benar.
Rasul Paulus benar-benar memperhatikan jemaat di Korintus, dia adalah hamba TUHAN yang bertanggung jawab.
Dia tidak merasa lelah seperti Esau; lelah karena dari padang. Rasul Paulus tidak merasa lelah melayani TUHAN, melayani jemaat di Korintus, karena ia tidak hidup dalam kenajisan percabulan.
1 Korintus 15:32-33
(15:32) Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka "marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati". (15:33) Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.
Rasul Paulus berkata; kalau orang mati tidak dibangkitkan, untuk apa kita beribadah? Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, untuk apa kita melayani? Sudah korbankan waktu, uang, hargai diri dan lain sebagainya, untuk apa itu semua kalau tidak ada kebangkitan?
Jadi, kalau seseorang hidup dalam kenajisan percabulan maka pikirannya pendek. Pikirannya hanya…
- Soal makan dan minum (ayat 32)
- Soal kawin dan mengawinkan --- pergaulan buruk (ayat 33)
TUHAN betul-betul memperhatikan sidang jemaat GPT “Betania” Serang & Cilegon, supaya besok, lusa dan seterusnya kita tidak lagi menggunakan ikatan kawin untuk menolak undangan. Dengan lain kata; tidak hidup dalam kenajisan percabulan baik secara jasmani maupun secara rohani.
Itulah tentang kenajisan percabulan; tinggalkan TUHAN, menduakan hati TUHAN, supaya kaya, tetapi oleh kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel.
Keterangan: KEKEJIAN
Praktek kekejian, antara lain;
YANG PERTAMA: Berdoa tetapi memalingkan telinga dari Firman Allah, maka doanya adalah kekejian sebagaimana dalam Amsal 28:9 ---Siapa memalingkan telinganya untuk tidak mendengarkan hukum, juga doanya adalah kekejian.
Jadi, kita harus terlebih dahulu mendengar Firman TUHAN, maka, suara permohonan yang kita naikan dalam doa, pasti didengar oleh TUHAN.
YANG KEDUA: Dua macam batu timbangan adalah kekejian.
Ayat referensi: Amsal 20:10, 23 --- Dua macam batu timbangan, dua macam takaran, kedua-duanya adalah kekejian bagi TUHAN. Dua macam batu timbangan adalah kekejian bagi TUHAN, dan neraca serong itu tidak baik.
Wujudnya…
Ulangan 25:13-15
(25:13) "Janganlah ada di dalam pundi-pundimu dua macam batu timbangan, yang besar dan yang kecil. (25:14) Janganlah ada di dalam rumahmu dua macam efa, yang besar dan yang kecil. (25:15) Haruslah ada padamu batu timbangan yang utuh dan tepat; haruslah ada padamu efa yang utuh dan tepat -- supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.
Jangan ada dua macam batu timbangan, maksudnya;
- Batu timbangan yang besar ditujukan untuk perkara lahiriah / perkara duniawi.
- Tetapi untuk dengar Firman TUHAN; batu timbangan yang kecil
Ini adalah kekejian bagi TUHAN.
Kemudian, haruslah ada padamu efa yang utuh dan tepat -- supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu = masuk Sorga.
Ulangan 25:16
(25:16) Sebab setiap orang yang melakukan hal yang demikian, setiap orang yang berbuat curang, adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu."
Jadi….
- Firman Allah ditimbang (ditakar) kecil,
- Tetapi hal lahiriah ditimbang (ditakar) besar
Hal itu adalah kekejian di hadapan TUHAN.
Saudara, jangan kita berlaku keji dihadapan TUHAN. Kita sering merasa baik dan benar, bahkan merasa suci hanya karena datang beribadah kepada TUHAN. Tetapi tanpa sadar, banyak orang Kristen sudah berlaku keji, kalau dia mengerti Firman Allah malam ini, secara khusus ayat ini. Jadi, hati-hati dengan tabiat keji semacam ini saudara.
Kita lihat “wujud pribadi yang keji” …
Daniel 9:27
(9:27) Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu."
Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa
Satu kali antikris menjadi raja dan memerintah atas seantero dunia dan tanda-tanda itu sudah nampak sekarang ini. Shopee, tokopedia, dan belanja online lainya, sehingga membuat mall-mall tutup, semua ini mengarah kepada pasar tunggal.
Antikris disebut pembinasa keji karena antikris menghentikan korban sehari-hari itulah korban sembelihan dan korban santapan.
- Korban sembelihan itulah ibadah pelayanan yang dihubungkan dengan korban Kristus = Ibadah berdarah-darah.
- Korban santapan itulah Pengajaran Firman Allah yang benar dan murni, itulah Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan dalam terang Roh Kudus, yakni; ayat menerangkan ayat, ayat satu menjelaskan ayat yang lain sampai Firman terbuka.
Kalau kedua hal ini dihentikan, maka disebutlah ia pembinasa keji, itulah antikris.
Saudara, kalau kita mengabaikan Firman ALLAH disetiap ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok, tidak tertutup kemungkinan menjadi bagian dari antikris (pembinasa keji). Inti ibadah bukan nyanyi-nyanyi, tetapi Firman Allah. Itu sebabnya, Firman Allah mengajarkan kepada kita; jangan ada dua macam timbangan dalam diri kita dan jangan ada dua macam efa dan dalam diri kita, supaya jangan berlaku keji di hadapan TUHAN
Daniel 8:12
(8:12) Suatu kebaktian diadakan secara fasik menggantikan korban sehari-hari, kebenaran dihempaskannya ke bumi, dan apa pun yang dibuatnya, semuanya berhasil.
Antikris mengadakan ibadah fasik ganti korban sehari-hari.
Ibadah fasik; hanya bicara soal berhasil-keberhasilan, berkat-keberkatan, yang diajarkan hanyalah teori prosperity; kemuliaan, kemewahan, kemegahan dan seterusnya, tetapi salib direndahkan.
Saudara, setelah kita melihat penuturan demi penuturan yang datang dari Sorga itulah Firman Allah yang dibukakan, apa yang ada di dalam hati dan pikiran saudara sekarang ini? Masihkah kita menggunakan alasan yang ketiga yaitu; karena ikatan kawin menolak undangan / menolak dijamu dalam kerajaan Sorga? Saya kira itu adalah perbuatan bodoh.
Tetapi, doa dan harapan yang besar kepada TUHAN dari saya sebagai seorang gembala sidang (pemimpin jemaat) yang kecil dan rendah ini, biarlah kiranya ke depan kita tidak lagi menggunakan ikatan kawin untuk menolak undangan / menolak dijamu dalam kerajaan sorga.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
No comments:
Post a Comment