KAMI NANTIKAN KESAKSIAN-KESAKSIAN SAUDARA YANG SUDAH MEMBACA FIRMAN TUHAN PADA BLOG INI

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 02 JULI 2026





IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 02 JULI 2026

 

MALEAKHI 2:17

(Seri: 1)


Subtema: PERKATAAN YANG MENYUSAHI TUHAN


Shalom. 

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, oleh karena rahmat-Nya Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus. Kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci.


Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, umat ketebusan Tuhan yang turut bergabung lewat online / live streaming / video internet dimanapun saudara berada. Selanjutnya, kiranya damai sejahtera Allah ada di tengah-tengah kita, sehingga ada kesukaan besar saat kita duduk diam mendengar sabda Allah.

 

Selanjutnya, mari kita sambut STUDY MALEAKHI sebagai firman penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci. Malam ini kita membahas Maleakhi 2:17.

Tetap berdoa dalam roh dan mohon kemurahan dari Tuhan supaya Firman yang dibukakan meneguhkan kita pribadi lepas pribadi.


Maleakhi 2:17 --- Perikop: "TUHAN datang untuk menghukum."

(2:17) Kamu menyusahi TUHAN dengan perkataanmu. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menyusahi Dia?" Dengan cara kamu menyangka: "Setiap orang yang berbuat jahat adalah baik di mata TUHAN; kepada orang-orang yang demikianlah Ia berkenan -- atau jika tidak, di manakah Allah yang menghukum?"


Banyak orang Kristen tidak mengakui bahwa perkataannya sudah menyusahi Tuhan.

Perkataan yang sifatnya menyusahi Tuhan dapat dilihat dari sudut pandang dan pengertian yang keliru, yaitu: "Tuhan itu tidak akan menghukum sekalipun seseorang telah berbuah jahat, Tuhan tetap berkenan kepadanya, sebab dia tidak merasakan hukuman Allah."


Pandangan yang salah ini dapat kita temui di dalam…

Mazmur 10:1-3

(10:1) Mengapa Engkau berdiri jauh-jauh, ya TUHAN, dan menyembunyikan diri-Mu dalam waktu-waktu kesesakan? (10:2) Karena congkak orang fasik giat memburu orang yang tertindas; mereka terjebak dalam tipu daya yang mereka rancangkan. (10:3) Karena orang fasik memuji-muji keinginan hatinya, dan orang yang loba mengutuki dan menista TUHAN.


Tampak dengan jelas perbuatan jahat dari orang fasik, antara lain:

  1.  Giat memburu orang yang tertindas … (ayat 2).

  2.  Mengutuki dan menista Tuhan … (ayat 3)


Mazmur 10:4

(10:4) Kata orang fasik itu dengan batang hidungnya ke atas: "Allah tidak akan menuntut! Tidak ada Allah!", itulah seluruh pikirannya.


Ayat ini memberitahukan kepada kita perkataan orang Fasik yang sifatnya menyusahi Tuhan, antara lain:

  • "Allah tidak akan menuntut!" 

Maksudnya: sekalipun berbuat kejahatan, Ia tidak menghukum.

  • "Tidak ada Allah!"

Itulah pikiran dan sudut pandang yang keliru dari orang fasik, sehingga perkataannya menyusahi Tuhan.


Penyebab terjadinya perbuatan jahat adalah congkak/sombong.

Pendeknya, orang fasik adalah orang congkak dan angkuh -> antikris.


Bukti orang fasik adalah antikris:

YANG PERTAMA

Mazmur 10:6-8

(10:6) Ia berkata dalam hatinya: "Aku takkan goyang. Aku tidak akan ditimpa malapetaka turun-temurun." (10:7) Mulutnya penuh dengan sumpah serapah, dengan tipu dan penindasan; di lidahnya ada kelaliman dan kejahatan. (10:8) Ia duduk menghadang di gubuk-gubuk, di tempat yang tersembunyi ia membunuh orang yang tak bersalah. Matanya mengintip orang yang lemah;


Orang fasik “berkata” dan “bertindak” dalam hatinya:

  1. "Aku takkan goyang. Aku tidak akan ditimpa malapetaka turun-temurun" … (ayat 6).

  2. “Mulutnya penuh dengan sumpah serapah, dengan tipu dan penindasan; di lidahnya ada kelaliman dan kejahatan” … (ayat 7). 

  3. “Ia duduk menghadang di gubuk-gubuk, di tempat yang tersembunyi ia membunuh orang yang tak bersalah” … (ayat 8a).


YANG KEDUA

Mazmur 10:8B-10

(10:8) Ia duduk menghadang di gubuk-gubuk, di tempat yang tersembunyi ia membunuh orang yang tak bersalah. Matanya mengintip orang yang lemah; (10:9) ia mengendap di tempat yang tersembunyi seperti singa di dalam semak-semak; ia mengendap untuk menangkap orang yang tertindas. Ia menangkap orang yang tertindas itu dengan menariknya ke dalam jaringnya. (10:10) Ia membungkuk, dan meniarap, lalu orang-orang lemah jatuh ke dalam cakarnya yang kuat.


Pada ayat-ayat ini dinyatakan 3 (tiga) hal:

  1. Matanya mengintip orang yang lemah -> Macan tutul.

Sebab yang menjadi sasarannya adalah orang yang lemah, gambaran dari orang yang berlambat-lambatan, tidak bersegera dan tidak peduli (bermasa bodoh) dengan kegiatan roh juga tidak peduli dengan kondisi rohani sendiri, sekalipun sudah terpuruk.

  1. Mengendap di tempat tersembunyi seperti singa di dalam semak-semak.

  2. Dia membungkuk dan meniarap, lalu orang-orang lemah jatuh pada cakarnya yang kuat -> Beruang


Mazmur 10:11

(10:11) Ia berkata dalam hatinya: "Allah melupakannya; Ia menyembunyikan wajah-Nya, dan tidak akan melihatnya untuk seterusnya."


Ayat ini menjelaskan kepada kita tentang perkataan yang menyusahi TUHAN. Itulah orang Fasik, orang congkak, antikris, ia betul-betul binatang buas.

Buktinya: perkataannya selalu menyusahi TUHAN. Kalau dia manusia, maka dia punya akal sehat, perkataannya tidak akan menyusahi TUHAN. 


Kita bandingkan dengan…

Wahyu 13:1 --- Perikop: "Binatang yang keluar dari dalam laut."

(13:1) Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.


Binatang yang keluar dari dalam laut -> Antikris (orang fasik dalam kecongkakannya).

Binatang tersebut:

  • Bertanduk sepuluh dengan sepuluh mahkota di atasnya.

Tanduk berbicara soal kuasa.

Mahkota berbicara kemenangan.

Namun, baik kuasa maupun kemenangan bersifat “akal-akalan”. 

  • Berkepala tujuh dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.

Berarti betul-betul tidak menghargai kegiatan Roh itulah Ibadah dan pelayanan. Itulah isi dari pada ketujuh kepala-kepalanya.


Selanjutnya… 

Wahyu 13:2

(13:2) Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.


Antikris (binatang yang keluar dari dalam laut) adalah kombinasi dari 3 (tiga) jenis binatang:

YANG PERTAMA: MACAN TUTUL, berbicara soal kecepatan.

Berarti, orang yang berlambat-lambatan dan tidak bersegera, termasuk orang yang bermasa bodoh, akan dilindas habis oleh antikris. Hati-hati, jangan kita bermasa bodoh dengan kegiatan Roh, jangan juga bermasa bodoh dengan hidup rohani masing-masing. Jangan sampai tidak peduli dengan tingkat rohanimu yang masih kanak-kanak. Jangan bertahan dengan kekerasan di hati. Hari ini seseorang bisa berbuat cabul, hari ini engkau bisa “mengutil” di tempat kerja, besok engkau akan susah hati. Jangan pernah berkata TUHAN tidak pernah menghukum, hati-hati saudara itu adalah perkataan yang menyusahi TUHAN.


Bermasa bodoh menunjuk ….

  • Orang yang tidak peduli dengan kegiatan Roh.

  • Orang yang tidak peduli dengan rencana penyelamatan yang Tuhan kerjakan di dalam dirinya.

  • Tidak mau disucikan.


YANG KEDUA: BERUANG, berbicara soal cakar dan kekuatan.

  • Cakar artinya; orang yang jatuh ke tangan antikris tidak dapat melepaskan dirinya.

  • Kekuatan artinya; tidak ada yang dapat bertahan berdiri menghadapi antikris dengan kekuatannya.

Sekalipun dia memiliki kelebihan, memiliki gelar sarjana; S1, S2, S3, atau mempunyai kedudukan dan jabatan yang tinggi, dia tidak akan sanggup berdiri berhadapan dengan antikris, satu kali pukul dia pasti roboh. 


Kita harus menyadari bahwa kita adalah manusia biasa yang seharusnya bersandar hanya kepada Tuhan. Jangan seperti Yakub dengan kebodohannya; mengandalkan kekuatannya untuk menopang seluruh kehidupannya. Tetapi pada akhirnya; TUHAN memukul pangkal paha Yakub hingga terpelecok, pada saat itulah Yakub tidak sanggup berdiri untuk menopang hidupnya, selain hanya menangis dibawah kaki salib = bergantung hanya kepada TUHAN. 


YANG KETIGA: SINGA, berbicara soal raja.

Berarti, satu kali Antikris akan tampil sebagai raja dan berkuasa untuk memerintah atas seantero dunia ini. Kemudian, singa terkenal dengan aumannya sebagaimana dalam … 1 Petrus 5:8 --- Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Pendeknya, auman dari mulut singa membuat lutut banyak orang menjadi goyah dan tidak berdaya. 


Kita akan buktikan itu…

1 Petrus 5:10

(5:10) Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.


Oleh karena singa dengan mulut yang mengaum, banyak orang Kristen di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.


Sebagai contoh: 

Pada tahun 2020, covid-19 pernah terjadi dan menimpa seluruh dunia, sehingga membuat lutut goyah dan tidak berdaya, secara khusus orang Kristen yang …

  • Tidak mau menyatu dengan gembala,

  • Tidak mau mendengar suara gembala.

Orang-orang semacam ini selalu bertahan dengan pengertiannya.


Praktek bertahan dengan pengertiannya:

1 Petrus 5:8 

(5:8) Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.


Untuk menghadapi singa yang mengaum maka; sadar dan berjaga-jaga

Pendeknya, orang yang bertahan dengan pengertiannya adalah orang yang tidak sadar dan tidak berjaga-jaga.


  • TIDAK SADAR -> Orang yang pingsan rohani.

Mengapa pingsan rohani (tidak sadar)?

Matius 15:32 --- Perikop: "Yesus memberi makan empat ribu orang."

(15:32) Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: "Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan."


Pingsan rohani = Tidak sadar, itu berarti tidak hidup tetapi tidak mati. Jelas itu adalah orang yang mengalami kelaparan, berarti perut tidak diisi dengan makanan.

Singkat kata, orang yang tidak sadar diri adalah orang yang mengalami kelaparan, hidup rohani tidak diisi firman Allah.


Perlu untuk diketahui:

Apabila anatomi manusia dikaitkan dengan Tabernakel / Pola Kerajaan Sorga, maka;

  • Usus terkena pada PELITA EMAS

  • Sedangkan perut dengan usus dua belas jariDUA BELAS ROTI DI ATAS MEJA


Dan perut juga harus diisi dengan makanan rohani itulah Firman Allah.

Pendeknya, tanpa Firman ALLAH, maka orang akan pingsan (tidak sadar diri). 


Jadi, orang yang bertahan dengan pengertiannya adalah orang yang tidak sadar (pingsan rohani) hidup rohaninya tidak diisi oleh Firman Allah. Pingsan = tidak hidup, tapi juga tidak mati (tidak sadar), mengapa? karena mengalami kelaparan.

Banyak orang Kristen seperti itu. Ini tanda ia sedang mempertahankan pengertiannya yang bodoh, sehingga perkataannya menyusahi TUHAN. 


  • TIDAK BERJAGA-JAGA.

Kita lihat orang yang “tidak berjaga-jaga”

Wahyu 12:17 --- Perikop: "Naga memburu perempuan itu."

(12:17) Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.


Naga itu pergi memerangi keturunan yang lain yaitu yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.

  • Menurut hukum-hukum Allah  -> Orang yang penuh dengan Firman Allah.

  • Memiliki kesaksian Yesus  ->  Penuh dengan Roh El Kudus.

Tetapi, masih kurang satu yaitu MEZBAH DUPA itulah doa penyembahan.


Kalau hanya penuh Firman dan Roh Kudus, tetapi tidak sampai kepada doa penyembahan, inilah yang disebut tidak berjaga-jaga


Siapa yang tidak berjaga-jaga? itulah keturunan yang lain. Inilah orang yang tidak berjaga-jaga, ibadahnya tidak berada pada tingkat ibadah yang tertinggi (puncak ibadah) yaitu doa penyembahan.


Rangkaiannya kita lanjut pada…

Matius 26:40-41

(26:40) Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? (26:41) Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."


Yesus berkata kepada murid-murid yaitu: "Berjaga-jagalah dan berdoalah" = Hidup dalam doa penyembahan, berarti menyembah selama 1 jam. Tujuan berjaga-jaga: supaya jangan jatuh dalam pencobaan.


Kita banyak mendengarkan Firman Allah, mulai dari…

  • Injil Keselamatan, berbicara soal berkat dan keberkatan, berhasil dan keberhasilan. Lalu di tengah-tengah penginjilan terjadi perbuatan ajaib, tanda-tanda heran, pengusiran setan, termasuk mujizat kesembuhan. Semua itu perlu karena memang kita sangat membutuhkannya. Tetapi ingat, kita harus sampai kepada tingkat ibadah yang tertinggi, puncak ibadah itulah doa penyembahan. Kita tidak boleh terjebak disitu, melainkan….

  • Harus beralih kepada perkembangan yang penuh (Injil kerajaan).

Berarti menjadi gereja yang sempurna, itulah sidang mempelai TUHAN. 

Wujudnya di tengah ibadah dan pelayanan adalah hidup dalam doa penyembahan. 

Ini yang disebut kehidupan yang berjaga-jaga, kapanpun si pencoba datang, dia sudah dalam keadaan berjaga-jaga.


Di bumi banyak pencobaan, bahkan pencobaan yang terjadi silih berganti, namun pencobaan yang ada di bumi akan memuncak pada saat antikris menjadi raja dan berkuasa selama 3½ tahun yang kedua. Meskipun demikian, asal kita tetap ada pada tingkat ibadah tertinggi, (berada pada puncak ibadah) itulah doa penyembahan, kita sanggup mengatasi pencobaan yang memuncak pada saat antikris menjadi raja. 


Jadi, PUNCAK PENCOBAAN hanya dapat diatasi dengan PUNCAK IBADAH.  Puncak pencobaan tidak bisa diatasi dengan mamon, kekuatan yang kita punya, kelebihan-kelebihan, apapun itu bentuknya. Puncak pencobaan hanya dapat diatasi dengan puncak ibadah, yaitu: Doa Penyembahan = berjaga-jaga.

Oleh sebab itu, jangan beribadah hanya “sekedar” atau ikut-ikutan, sebab akan mengalami kerugian yang double (dua kali lipat). 


Pendeknya, berjaga-jaga 1 (satu) jam -> Doa Penyembahan

Penyembahan artinya penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak Allah

Jadi, penyembahan bukan pada saat Praise and Worship, walaupun memang harus bernyanyi atau memuji TUHAN, Tetapi pengertian dari penyembahan adalah penyerahan diri sepenuh untuk taat hanya kepada kehendak Allah, bukan lagi kepada kehendak daging. 


Selanjutnya, kombinasi 3 (tiga) jenis binatang dibandingkan dengan Daniel 7.


Daniel 7:2-7 --- Perikop: "Keempat binatang dan anak manusia"

(7:2) Berkatalah Daniel, demikian: "Pada malam hari aku mendapat penglihatan, tampak keempat angin dari langit mengguncangkan laut besar, (7:3) dan empat binatang besar naik dari dalam laut, yang satu berbeda dengan yang lain. (7:4) Yang pertama rupanya seperti seekor singa, dan mempunyai sayap burung rajawali; aku terus melihatnya sampai sayapnya tercabut dan ia terangkat dari tanah dan ditegakkan pada dua kaki seperti manusia, dan kepadanya diberikan hati manusia. (7:5) Dan tampak ada seekor binatang yang lain, yang kedua, rupanya seperti beruang; ia berdiri pada sisinya yang sebelah, dan tiga tulang rusuk masih ada di dalam mulutnya di antara giginya. Dan demikianlah dikatakan kepadanya: Ayo, makanlah daging banyak-banyak. (7:6) Kemudian aku melihat, tampak seekor binatang yang lain, rupanya seperti macan tutul; ada empat sayap burung pada punggungnya, lagipula binatang itu berkepala empat, dan kepadanya diberikan kekuasaan. (7:7) Kemudian aku melihat dalam penglihatan malam itu, tampak seekor binatang yang keempat, yang menakutkan dan mendahsyatkan, dan ia sangat kuat. Ia bergigi besar dari besi; ia melahap dan meremukkan, dan sisanya diinjak-injaknya dengan kakinya; ia berbeda dengan segala binatang yang terdahulu; lagipula ia bertanduk sepuluh.


Empat binatang besar keluar dari dalam lautan dunia ini, dan keempat binatang tersebut berbeda-beda.


Keempat binatang dibagi menjadi 2 (dua) bagian:

BAGIAN PERTAMA: Kombinasi dari tiga jenis binatang, yaitu: singa, beruang dan macan tutul.

Terkait SINGA (Binatang pertama) ... Daniel 7:4.

  1. Memiliki sayap rajawali, namun pada akhirnya sayap rajawali tercabut darinya

Arti rohaninya: Tidak sugguh-sungguh di dalam Tuhan. Andaikata sungguh-sungguh dalam Tuhan, maka ibadahnya akan sampai kepada puncak ibadah, yaitu: doa penyembahan, sehingga kepadanya akan diberikan dua sayap burung nasar (burung rajawali) yang besar. Tetapi, karena  dia tidak sungguh-sungguh, maka dua sayap burung nazar (burung rajawali) yang besar tercabut daripadanya.

Kita patut bersyukur kepada TUHAN, karena malam ini TUHAN beri pengertian kepada kita


1 Yohanes 2:18-19 --- Perikop: "Antikristus."

(2:18) Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir. (2:19) Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.


Antikris berasal dari anggota tubuh Kristus, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh

Berarti, yang masuk dalam bagian antikristus adalah orang yang tidak sungguh--sungguh dalam beribadah dan melayani, tidak sungguh-sungguh menyangkal diri dan memikul salib dan akhirnya menjadi antikristus = Sayap rajawali tercabut daripadanya


Padahal rencana TUHAN hendak dinyatakan, yaitu; apabila ibadahnya sampai pada tingkat yang tertinggi (puncak Ibadah), niscaya TUHAN akan percayakan sayap burung rajawali (burung nazar) kepadanya… (Wahyu 12:13-14). Tetapi karena dia tidak sungguh-sungguh di dalam menyangkal diri, memikul salibnya, dan tidak sungguh-sungguh di dalam mengikut TUHAN, maka TUHAN cabut sayap burung rajawali dari padanya. 

Mestinya kita gunakan punggung ini dengan baik di dalam menyangkal diri dan memikul salib. Kalau tidak sungguh-sungguh mempergunakan punggung, maka TUHAN cabut sayap burung rajawali dari padanya. Sebetulnya, TUHAN sudah berjanji mempercayakan, tapi sangat disayangkan, karena tidak sungguh-sungguh, maka TUHAN cabut. Banyak hal yang TUHAN sudah percayakan di atas pundak (punggung) kita ini, biarlah kita pikul dengan setia, sampai TUHAN datang


1 Yohanes 2:22

(2:22) Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.


Antikris disebut juga dengan: pendusta, sebab pada akhirnya ia menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus.

Kristus disebut sebagai; kepala/pemimpin, dalam bahasa Ibrani disebut: Mesias.

  • Menyangkal Bapa = Menyangkal yang mengutus.

  • Menyangkal Anak = Menyangkal utusan Tuhan (hamba-hamba Tuhan).


1 Yohanes 2:23

(2:23) Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa.


Menyangkal Anak (salib Yesus), berarti tidak memiliki Bapa dan Kerajaan Sorga.


Perlu untuk diketahui: Yesus adalah Allah sejati (Allah 100%), Yesus adalah manusia sejati (manusia 100%).

Saudara jangan berpikir, saat Yesus turun ke dunia, isi Sorga tidak ada. Yang datang ke dalam dunia adalah Firman Allah, tabiat Ilahi. Sedangkan Bapa tetap di Sorga, itu sebabnya barangsiapa menyangkali Anak maka ia tidak memiliki Bapa.


Jadi sekali lagi saya tandaskan, menyangkali salib Kristus, bagi dia tidak tersedia kerajaan Bapa di Sorga (tidak masuk Sorga).


  1. Ia terangkat dari tanah = Berada di tempat yang tinggi karena meninggikan dirinya sendiri.

Kita akan lihat, kapan ia terangkat dari tanah..

2 Tesalonika 2:3-4 --- Perikop: "Kedurhakaan sebelum kedatangan Tuhan."

(2:3) Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, (2:4) yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.


Sebelum Tuhan datang ke dunia ini untuk kedua kali maka terlebih dahulu datang 2 hal:

  1. Murtad = Undur dari salib Kristus.

  2. Durhaka = Memberontak melawan TUHAN.


Antikris satu kali akan meninggikan diri diatas segala-galanya di bumi ini, bahkan dari Allah sendiri. Itulah yang dimaksud dengan “ia terangkat dari tanah

Jadi, sesudah tercabut (Tuhan tidak percayakan lagi), ia terangkat dari tanah. Ia berada di tempat tinggi karena meninggikan diri lebih dari yang ada ini, bahkan menyatakan diri sebagai Allah yang ingin disembah.


Ada 2 (dua) yang ingin disembah: TUHAN dan SETAN. 

Tuhan ingin disembah, tetapi terlalu sedikit orang-orang yang ingin menyembah TUHAN. Padahal ia diciptakan oleh Tuhan (yang menginginkan untuk disembah). Tuhan sedang mencari penyembah-penyembah di dalam Roh dan Kebenaran

Orang najis seperti perempuan Samaria juga pada akhirnya bisa menjadi penyembah-penyembah di dalam Roh dan Kebenaran. Dahulu ia keliru dalam penyembahan, ia mengira kenajisan percabulan adalah segala-galanya, itu sebabnya ia berkata kepada Yesus: dahulu nenek moyang kami menyembah ke gunung ini. Tetapi Yesus berkata: Tuhan mencari penyembah-penyembah di dalam Roh dan Kebenaran … (Yohanes 4:19-24


Jadi kita harus mengerti siapa yang harus kita sembah, jangan keliru dan jangan mau disesatkan oleh apapun, siapapun dan dalam bentuk apapun.

Pendeknya, 2 Tesalonika 2:4 = Matius 24:15 = Daniel 8:10-12.


c. Ditegakkan pada dua kaki seperti manusia, dan kepadanya diberikan hati manusia.

Bicara manusia….. ----  manusia itu terdiri dari tubuh, jiwa, roh. Itu berarti, antikris memiliki bilangan manusia. 


Apa bilangan manusia? Wahyu 13:1 … berbicara tentang binatang yang keluar dari dalam laut itulah antikris. Tetapi memiliki bilangan manusia, karena di atas tadi dikatakan: Ditegakkan pada dua kaki seperti manusia, dan kepadanya diberikan hati manusia.

Jadi, antikris itu binatang, tetapi memiliki bilangan manusia, hati manusia. Dan bilangan binatang itu ialah bilangan manusia … 666  (Wahyu 13:18). Sebab tadi sudah saya sampaikan, manusia itu terdiri dari tubuh, jiwa dan roh.

  • Angka 6 yang pertama  =  Tubuh dikuasai daging

  • Angka 6 yang kedua     =  Jiwa dikuasai daging

  • Angka 6 yang ketiga     =  Roh dikuasai daging

Itu yang dimaksud “kepadanya diberikan hati manusia.” Singkat kata, tubuh, jiwa dan roh sudah dikuasai antikris.


Itulah terkait dengan binatang pertama yaitu; singa.

Terkait dengan BERUANG (Binatang kedua) ... Daniel 7:5.

  1. Ia berdiri pada sisinya yang sebelah atau berdiri dengan dua kaki pada bagian belakang

Sedangkan, dua kaki bagian depan digunakan untuk mencakar dan memukul.

  • “Cakar” bicara soal cengkraman, artinya setiap orang yang jatuh ke tangan antikris tidak akan dapat melepaskan diri dari situ lagi.


Mungkin diantara kita sudah ada yang menerima (mengalami) jus 1, 2 dan 3. Saya minta: jangan terima tanda yang lain. Sebab kalau seseorang sudah menerima tanda dari antikris yaitu; 666, ia tidak akan bisa melepaskan diri lagi dari antikris, sekalipun jungkir balik dia menyembah, tidak ada artinya.

Jadi, saat kita menyangkal diri dan memikul salib, bukan tubuh ini saja yang capek, memikirkan banyak pekerjaan dalam kandang penggembalaan ini, tetapi jiwa ini pun; sanggup menjiwai hati Tuhan dan hati sesama. Roh pun tetap memikul salib, artinya; segala sesuatu yang dialami sudah bersifat mendarah daging. Tetapi lihatlah, pada binatang itu diberikan hati manusia artinya; baik tubuh, jiwa dan roh dikuasai daging.


  • “Pukulan”, bicara soal kekuatan, artinya: tidak ada seorangpun yang dapat bertahan berdiri di hadapan antikris dengan mengandalkan kekuatan dan kelebihan yang ada padanya. Mungkin ada yang S1, S2 dan S3 bahkan mempunyai kedudukan dan jabatan yang tinggi, tetapi tidak akan dapat bertahan berdiri di depan antikris. Satu pukul saja, pasti roboh. 


  1. Tiga tulang rusuk di mulutnya di antara giginya.

Artinya: Yang menjadi sasaran antikris adalah manusia daging, yaitu tubuh, jiwa, roh benar-benar dikuasai daging

Kalau kita kaitkan dengan anatomi manusia (pola kerajaan Sorga), maka, tulang dan tubuh bicara soal pengalaman kematian dan kebangkitan.

  • Daging bicara soal pengalaman kematian, sebab daging harus dikubur

  • Tulang bicara soal pengalaman kebangkitan


Tuhan berkata kepada murid-murid: roh memang penurut, tetapi daging lemah … (Matius 26:41). Kita tahu yang baik dan rindu menjadi orang yang baik, (benar, suci dan mulia,) tetapi daging lemah. 


Terkait dengan MACAN TUTUL (Binatang ketiga) ... Daniel 7:6.

  1. Ada empat sayap burung pada punggungnya. 

Tetapi tidak disebut; sayap burung rajawali atau sayap burung nazar yang besar.

Empat sayap burung pada punggungnya  berbicara soal kecepatan atau bebas hambatan.


Saudara, saat ini, negara-negara maju sibuk membuat kendaraan dengan sayap bentuk drone untuk mengatasi kemacetan di jalan. Jadi, sangat sinkron sekali dengan kombinasi tiga jenis binatang dalam Wahyu 13:2 yaitu: Macan tutul berbicara tentang kecepatan. Anak-anak Tuhan yang berlambat-lambatan dan bermasa bodoh akan dilindas habis oleh antikris.


  1. Berkepala empat, artinya: antikris tampil menjadi raja (pemimpin) yang berkuasa dan memerintah atas empat penjuru, yaitu; timur, utara, barat, dan selatan (seantero dunia).

Jadi, sekali lagi saya sampaikan dengan tandas: yang berlambat-lambat, bermasa bodoh, dan tidak peduli dengan ibadah dan pelayanan, tidak peduli dengan kerohaniannya yang masih kanak-kanak: hati-hati, satu kali akan dilindas dan tidak ada ampun. Saya tidak menakut-nakuti, tetapi sedang memberi suatu pengertian sesuai dengan rencana Tuhan yang ditaruh Tuhan di hati saya. 


Saudara, kita sudah melihat kombinasi dari 3 jenis binatang itulah macan tutul, beruang dan singa


Sekarang kita melihat…

BAGIAN KEDUA: Binatang keempat …. Daniel 7:7.

  1. Menakutkan dan mendahsyatkan, ia sangat kuat.

Pada saat antikris menjadi raja dan berkuasa, atas seantero dunia ini, maka tidak ada seorangpun yang dapat bertahan untuk berdiri di hadapan antikris dengan mengandalkan kekuatannya dan kelebihan-kelebihan yang ia miliki… Matius 24:25.

  1. Ia bergigi besar dari besi.

Kegunaannya: melahap dan meremukkan, sisanya diinjak dengan kakinya

  • Yang dilahap dan diremukkan -> Gereja yang tertinggal.

Memang menuruti hukum-hukum dan kesaksian Yesus, tetapi tidak memiliki kasih Allah, yaitu: Doa Penyembahan. 

Sehingga mati terbunuh dengan kepala dipenggal oleh pedang antikris (lehernya digorok dengan pedang antikris) Ketika leher digorok, itu bicara penyembahan (penyerahan diri sepenuhnya untuk taat kepada kehendak Allah). Tetapi jauh lebih baik penyembahan (leher) itu kita lakukan sekarang di ujung kaki salib, daripada penyembahan lewat gigi besi antikris yaitu; leher digorok oleh pedang besi antikris. 


  • Sisanya diinjak-injak dengan kakinya

Yang ini tidak selamat. Kalau tadi mati karena leher digorok oleh pedang besi antikris, namun yang tetap  mempertahankan nama Yesus, maka dia akan selamat, sebab bagi mereka berlakulah kebangkitan pertama, yaitu; memerintah bersama Kristus pada kerajaan 1000 tahun damai di bumi. Tetapi sisanya akan diinjak-injak oleh kaki antikris dan tidak selamat. 


Mari kita lihat mengenai “diinjak-injak oleh kakinya” dalam..

Wahyu 11:1 --- Perikop: "Dua saksi Allah."

(11:1) Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.


Yang masuk dalam ukuran Tuhan adalah ...

  • BAIT SUCI ALLAH; dimulai dari RUANGAN SUCI Sampai RUANGAN MAHA SUCI.

Berbicara Ruangan Suci, berbicara tentang; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok untuk membawa kita kepada 2 klimaks yaitu: 

  1. Kesempurnaan → Sidang mempelai TUHAN. 

  2. Hidup dalam doa penyembahan, cerminan dari nikah suci (kesempurnaan).


  • MEZBAH.

Di dalam Tabernakel ada 2 macam mezbah…

  1. Di Halaman: MEZBAH KORBAN BAKARAN.

Bicara tentang salib,  yang dikorbankan adalah Yesus  Kristus.

  1. Sedangkan pada Ruangan suci disebut; MEZBAH DUPA, yaitu: Doa penyembahan = penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak Allah.

Jadi, untuk berada pada doa penyembahan ini, dimulai dari penyangkalan diri itulah mezbah di halaman. 


  • MEREKA YANG BERIBADAH DI DALAMNYA.

Berarti tekun dalam tiga macam ibadah pokok dan setia di dalamnya, disertai dengan kekudusan. 


Wahyu 11:2

(11:2) Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."


Di atas tadi kita sudah melihat, ada leher yang dipenggal / digorok oleh pedang besi antikris, tetapi mempertahankan nama Yesus. Kemudian, sisanya akan di injak-injak, inilah yang diinjak-injak itu. Berarti masuk dalam aniaya antikris, kemudian diinjak-injak pula, mereka tidak akan selamat = binasa.


Singkat kata, Maleakhi 2:17 = Mazmur 10:4 = Yeremia 50:7


Mari kita lihat…

Yeremia 50:7

(50:7) Siapa pun yang menjumpai mereka, memakan habis mereka, dan lawan-lawan mereka berkata: Kami tidak bersalah! Karena mereka telah berdosa kepada TUHAN, tempat kebenaran, TUHAN, pengharapan nenek moyang mereka!


Inilah perkataan yang menyusahkan. Sudah melakukan kejahatan tetapi merasa tidak bersalah (tidak berdosa).


Soal perkataan yang menyusahi Tuhan, malam ini sudah diterangkan dengan seksama. Kalau ada yang tertinggal, bukan salah Tuhan, tetapi salah sendiri. Tetapi doa Imam Besar sedang ditujukan kepada saya dan saudara, supaya  pada saat hari penampian besar terjadi, hidup kita dengan iman yang kita punya tidak gugur dengan lain kata; kita ditolong oleh Tuhan. Jadi kalau ada yang gugur, bukan berarti doa Imam Besar tidak berkuasa, tetapi kitalah yang mengabaikan doa Imam Besar.  


TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI


Pemberita Firman oleh;

Pdt. Daniel U. Sitohang


No comments:

Post a Comment

Terjemahan