IBADAH RAYA MINGGU, 18 JANUARI 2026
WAHYU 19:12
(SERI 5)
Subtema: TERTULIS SUATU NAMA YANG HANYA IA KETAHUI
Mula pertama saya ucapkan puji syukur kepada Tuhan dan berterimakasih kepada-Nya setinggi-tingginya. Oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus. Kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian Roh.
Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan Tuhan, bahkan hamba-hamba TUHAN yang turut bergabung secara lewat online / live streaming / video internet baik dari Youtube, maupun Facebook atau media sosial lainnya yang dapat digunakan atau diakses. Kiranya damai sejahtera dari Sorga turun di tengah-tengah kita memberi sukacita serta bahagia saat kita menikmati Sabda Allah dekat kaki salib Tuhan.
Selanjutnya, marilah kita sambut KITAB WAHYU sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu. Namun tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kepada Tuhan supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi.
Wahyu 19:12 --- Perikop: "Firman Allah"
(19:12) Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorang pun, kecuali Ia sendiri.
Di sini kita dapat melihat 3 (tiga) hal dari pribadi Si Penunggan kuda putih:
YANG PERTAMA: Matanya bagaikan nyala api.
Hal ini menggambarkan kewibawaan dan kemuliaan Yesus sebagai Raja yang sedang menyoroti:
Hidup kita pribadi lepas pribadi.
Ibadah dan pelayanan yang sedang kita kerjakan di atas muka bumi ini.
Nikah dan rumah tangga kita masing-masing
Saudara, mata-Nya bagaikan nyala api yang sedang menyoroti segala sesuatu, itu bagaikan Urim dan Tumim pada tutup ada imam besar.
Urim 🡪 Roh Kudus. Pekerjaannya; menerangi segala sesuatu yang tersembunyi di dalam kegelapan.
Tumim 🡪 Pedang Roh, yakni Firman Allah. Pekerjaannya; menghukum dan memisahkan kita dari dosa.
Hal ini sudah diterangkan dan sudah kita bahas bersama-sama. Haleluya…
YANG KEDUA: Di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota.
Hal ini menunjukkan kepada kita bahwasanya Yesus adalah Raja di atas segala raja. Dan Ia adalah Raja yang berkemenangan.
Itu sebabnya di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota, sebagai tanda kemenangan yang sudah Ia rebut dari raja-raja di atas muka bumi ini.
Saudara, kita belajar dari mimpi Nebukadnezar yang bermimpi dan melihat satu patung yang amat besar, tinggi, berkilau-kilauan luar biasa. Kemudian, patung itu tegak di hadapan Nebukadnezar dan mendahsyatkan. Lalu patung itu..
Kepalanya dari emas tua, menggambarkan kerajaan Babelonia, sedangkan yang menjadi rajanya adalah Nebukadnezar itu sendiri.
Lengan dari perak, menggambarkan kerajaan Media dan Persia.
Perut dan pinggangnya dari tembaga, menggambarkan kerajaan / kekaisaran dari Romawi.
Pahanya sebagian dari besi, sebagian lagi dari tanah liat. Ini adalah kerajaan yang keempat dan kerajaan yang keempat ini belum terjadi, tetapi satu kali terjadi. Itulah kerajaan dari antikris, memerintah atas seantero dunia dan ia akan memerintah dengan tangan besi lalu menjalankan kuasanya dengan keras / otoriter / tidak ada ampun kepada yang salah.
Tiga pemerintahan yaitu; dari emas tua, tembaga, perak semua telah berlalu dan kita akan menghadapi kerajaan yang keempat yang terbuat dari besi dan tanah liat itulah kerajaan antikris. Namun sekalipun demikian, kerajaan ini berlangsung hanya sampai 3½ tahun, sesudah itu Tuhan membinasakannya. Sebab, pada Daniel 2:34 dikatakan --- Sementara tuanku melihatnya, terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia, lalu menimpa patung itu, tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk.
Itulah sebabnya dikatakan: di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota. Karena Dia sudah mengalahkan segala raja-raja dan pemerintah-pemerintah yang sudah ada dan yang akan datang di atas muka bumi ini. Dan hal ini juga sudah diterangkan pada minggu yang lalu.
YANG KETIGA: Pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorangpun, kecuali Ia sendiri
Saudara, hal yang pertama dan yang kedua kita sudah bahas bersama-sama. Sekarang, marilah kita melihat sejauh mana Tuhan akan menunjukkan dan menjelaskan kepada kita hal yang ketiga ini. Oleh sebab itu, berdoalah dalam roh, mohon kemurahan Tuhan, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi.
Tentang:
PADA-NYA ADA TERTULIS SUATU NAMA YANG TIDAK DIKETAHUI SEORANGPUN, KECUALI IA SENDIRI.
Hal ketiga ini bersifat "misteri". yang tidak dapat dipecahkan oleh siapapun. Baik oleh makhluk di langit, di bumi dan di bawah bumi. Baik juga hamba-hamba Tuhan yang ada di bumi ini, yang dipercayakan lima jabatan kepadanya. Tidak ada seorangpun yang dapat memecahkan hal ini, kecuali diri-Nya sendiri.
Karena sifatnya misteri, oleh sebab itu, hal ketiga ini tidak dapat dibahas dengan bebas / sesuka hati / sembarangn. Alasannya: sebab ada suatu larangan untuk tidak menambahkan dan mengurangkan Firman Allah yang tertulis dalam Kitab Suci baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.
Wahyu 22:18-19 --- Perikop: "Penutup"
(22:18) Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. (22:19) Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini."
Tidak boleh menambahkan dan mengurangkan Firman Allah yang tertulis dalam Kitab Suci baik dalam Perjanjian Lama, maupun Perjanjian Baru.
Resiko bila Firman Allah ditambahkan:
Kepadanya ditambahkan malapetaka-malapetaka yang tertulis dalam Kitab Wahyu. Antara lain:
7 Meterai. Ini adalah penghukuman bagi orang-orang yang tidak menghargai kegiatan Roh Kudus itulah ibadah dan pelayanan (Wahyu 6 s.d Wahyu 8:1-5)
7 Sangkakala. Ini adalah penghukuman bagi orang-orang yang menolak Firman Allah (Wahyu 8:6 s.d Wahyu 11:15-19).
7 cawan murka Allah. Ini adalah penghukuman bagi orang-orang yang menolak kasih Allah.
Dan hukuman ini berlaku atas ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Mengapa? Karena mereka menambahkan ajaran adat istiadat (perintah manusia) kepada Taurat Tuhan / hukum Tuhan, disebutlah itu RAGI FARISI. Kita lihat mengenai ragi Farisi dalam Markus 7:1-5.
Matius 7:1-5
(7:1) Pada suatu kali serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus. (7:2) Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh. (7:3) Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka; (7:4) dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga. (7:5) Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya: "Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?"
Inti dari ayat ini adalah orang Farisi menambahkan perintah manusia / ajaran adat istiadat kepada Taurat Tuhan (hukum Tuhan). Singkat kata, mereka berpegang teguh pada ajaran adat istiadat / perintah manusia.
Matius 7:6
(7:6) Jawab-Nya kepada mereka: "Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat disebut orang-orang munafik. Sebab, mereka memuliakan Tuhan dengan mulut / bibir / lidah, tetapi hatinya jauh dari Firman Allah yang disampaikan.
Jangan kita beribadah dan melayani dengan penuh kemunafikan, sebab itu sama dengan roti yang kena ragi. Ia akan berkembang pada bagian luarnya, tetapi bagian dalam kosong; banyak rongga-rongga, tidak padat, tidak berisi. Demikanlah ajaran Nikolaus, mengumpulkan masa sebanyak-banyaknya di dalam rumah Tuhan, sehingga secara kuantitas (bagian luar) nampak berkembang. Akan tetapi secara kualitas (bagian dalam); kosong / banyak rongga-rongga. Itulah yang disebut dengan ragi Farisi.
Dampak negatif kalau berkembang di luar, tetapi kosong di dalam (munafik):
Tidak mampu menjaga hati ketika diberkati oleh Tuhan atau tidak mampu menghargai kemurahan Tuhan.
Ketika ada penindasan / ujian yang menekan hidupnya, langsung mengkisut.
Pendeknya, tidak mampu menghadapi ujian, gelombang badai yang menerpa, dimana ujian itu akan memuncak saat antikris menjadi raja, memerintah atas seantero dunia. Hari ini saja ia tidak mampu menghadapi ujian, bagaimana dengan ujian / cobaan yang memuncak saat antikris menjadi raja?
Itu sebabnya, sampai hari ini Tuhan terus menyatakan kasih dan kemurahan-Nya, sehingga Tuhan berjuang terus menguatkan hati kita, lewat Firman Allah yang dibukakan.
Markus 7:7
(7:7) Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.
Beribadah dengan menjalankan ajaran adat istiadat / perintah manusia, ini yang disebut ibadah yang percuma (sia-sia).
Kalau bibir memuliakan Tuhan tetapi hatinya jauh saat Firman Allah yang disampaikan, ibadahnya sia-sia dan apapun yang dikerjakan sia-sia.
Oleh sebab itu, kita sudah datang dari tempat kita masing-masin,; ada yang 10 KM, ada yang 19 KM dari rumah ke tempat ini dan seterusnya. Jangan kita sia-siakan korban ini. Kita sudah mengorbankan waktu, uang dan persembahan, jangan itu menjadi percuma.
Contoh adat istiadat (perintah manusia) “ditambahkan” kepada Firman Allah:
Menyampaikan satu ayat Firman Allah, tetapi ditambahkan dengan cerita-cerita isapan jempol, dongeng nenek-nenek tua. Maksudnya, satu ayat Firman Allah dijelaskan oleh cerita si Kancil, si Kura-kura, si Buaya, si Ular dan seterusnya. Juga dijelaskan dengan dongeng nenek-nenek tua. Apa mungkin berita semacam ini dapat meneguhkan hati manusia?
Ditambahkan dengan filsafat-filsafat kosong. Artinya; segala sesuatu diukur oleh akal / pikiran / pengetahuan manusia = hidup dengan filosofi. Padahal, pikiran manusia belum sempurna untuk mengetahui isi hati Tuhan, juga belum sempurna membawa manusia masuk ke dalam kerajaan Sorga. Oleh sebab itu jangan mau menerima Firman yang ditambah dengan filsafat-filsafat kosong sebagaimana yang tertulis dalam Kolose 2:8 --- Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.
Ditambahkan dengan takhayul-takhayul, artinya; sesuatu hal yang ada di dalam khayalan belaka. Atau kepercayaan kepada sesuatu yang dianggap ada atau sakti, tetapi sebenarnya tidak. Pendeknya, takhayul-takhayul disebut mitos. Dan mitos ini dibawa masuk untuk memperjelas satu ayat Firman Tuhan oleh hamba-hamba Tuhan
Mari kita lihat contoh mitos…
Kisah Para Rasul 14:10
(14:10) Lalu kata Paulus dengan suara nyaring: "Berdirilah tegak di atas kakimu!" Dan orang itu melonjak berdiri, lalu berjalan kian ke mari.
Intinya, Paulus menyembuhkan orang yang sakit lumpuh. Lalu, orang-orang Likaonia melihat hal itu dengan seksama. Bagaimana sikap mereka saat melihat mujizat kesembuhan terhadap orang lumpuh?
Kisah Para Rasul 14:11-12
(14:11) Ketika orang banyak melihat apa yang telah diperbuat Paulus, mereka itu berseru dalam bahasa Likaonia: "Dewa-dewa telah turun ke tengah-tengah kita dalam rupa manusia." (14:12) Barnabas mereka sebut Zeus dan Paulus mereka sebut Hermes, karena ia yang berbicara.
Di sini kita melihat, bagi orang-orang Likaonia, Paulus dan Barnabas adalah dewa-dewa yang telah turun ke tengah-tengah mereka dalam rupa manusia.
Barnabas mereka sebut Zeus.
Paulus mereka sebut Hermes.
Menurut "mitos" atau mitologi Yunani;
Zeus adalah raja para dewa.
Hermes adalah dewa pembawa berita / pesan, ia adalah salah satu putra Zeus.
Mitos semacam ini sering disampaikan oleh hamba-hamba Tuhan, jauh sebelum pandemi terjadi. Tetapi pada saat itu kita sudah menyampaikan Firman Tuhan baik dalam bentuk tertulis di blogspot, maupun bentuk lisan di Youtube, Facebook dan seterusnya. Kita terus terobos dan puji Tuhan, menurut pengamatan saya sampai hari ini, khotbah dalam bentuk mitos-mitos telah berangsur-angsur berkurang. Jadi, apa yang kita kerjakan selama ini tidak sia-sia. Pengorbanan dari sidang jemaat, tidak sia-sia meskipun awalnya, kita sering kali di tolak. Itulah sebabnya kita mengerjakan PPT ini supaya Pengajaran Mempelai dalam Terang Tabernakel memberi suatu pengertian sehingga hati dan pikiran kita diluruskan. Dan setiap mereka yang mau menerima Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel, hati mereka juga diluruskan.
Kisah Para Rasul 14:13
(14:13) Maka datanglah imam dewa Zeus, yang kuilnya terletak di luar kota, membawa lembu-lembu jantan dan karangan-karangan bunga ke pintu gerbang kota untuk mempersembahkan korban bersama-sama dengan orang banyak kepada rasul-rasul itu.
Ketika satu ayat Firman ditambahkan dengan takhayul-takhayul dan mitos-mitos, orang-orang rela membawa korban persembahan yang terbaik dan korban-korban itu tidak tanggung-tanggung dipersembahkan kepada Barnabas dan Paulus.
Saya tidak sedang menghakimi oran-orang kaya. Yang mau saya sampaikan adalah; banyak orang Kristen menolak didikan salib; tidak banyak orang bisa menerimanya. Tetapi lihatlah ajara Nikolaus, suatu ajaran yang hanya mengumpulkan masa, di situ banyak orang-orang kaya yang membawa korban dan persembahannya dengan tidak tanggung-tanggung. Hal itu sangat mengherankan saya secara pribadi. Apalagi kalau ditambah dengan perbuatan-perbuatan ajaib, mujizat-mujizat, di situ akan banyak orang-orang berkerumun. Tetapi, kalau pengajaran salib ditegakan dalam sebuah penggembalaan (dalam rumah Tuhan), sedikit orang yang mau menerimanya.
Berbahagialah kalau sampai hari ini kita menerima Pengajaran salib yang telah ditegakan dalam kandang penggembalaan GPT Betania Serang & Cilegon. Justru, dengan Pengajaran salib kita diajar untuk membawa korban dan persembahan. Jangan untuk yang lahiriah kita mau berkorban seperti orang-orang Likaonia. Tetapi, mari kita lihat respon dari Paulus dan Barnabas.
Kisah Para Rasul 14:14
(14:14) Mendengar itu Barnabas dan Paulus mengoyakkan pakaian mereka, lalu terjun ke tengah-tengah orang banyak itu sambil berseru:
Ketika melihat situasi seperti itu, rasul Paulus secepatnya mengoyakkan pakaiannya pada saa itu. Istilah sekarang "hancur hati”. Ibadah untuk mujizat kesembuhan; mau berkorban, tetapi ibadah dimana salib ditegakan; tidak mau berkorban. Hamba Tuhan yang tulus hatinya seperti rasul Paulus pasti hatinya hancur sejadi-jadinya.
Saudara, kalau saya berhati licik, sebetulnya, jemaat kita sudah sampai 300 jiwa. Tetapi hati saya hancur kalau berhati licik. Memang saya belum sempurna, tetapi saya belajar dan terus berjuang untuk tulus kepada Tuhan. Jemaat saksinya, dari awal ibadah ini terbentuk,
Kita kembali membaca…
Markus 7:8-9
(7:8) Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia." (7:9) Yesus berkata pula kepada mereka: "Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.
Orang-orang Farisi mengabaikan / mengesampingkan / mengorbankan perintah Allah demi mempertahankan adat istiadat (perintah manusia). Pelayanan semacam ini konyol, disebutlah ini ragi Farisi.
Ragi kalau kena roti akan berkembang, tetapi dalamnya kosong / banyak rongga-rongga. Itulah Firman yang ditambahkan, dengan cerita isapan jempol, dongeng nenek-nenek tua, filsafat-filsafat kosong, dan takhayul-takhayul disebut juga mitos.
Kita sudah melihat resiko Firman yang ditambahkan.
Sekarang mari kita perhatikan..
Resiko apabila Firman Allah dikurangkan:
Wahyu 22:19
(22:19) Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini."
Allah akan mengambil bagiannya dari..
Pohon kehidupan.
Kota kudus.
Terkait dengan: POHON KEHIDUPAN
Yesus disebut pohon kehidupan, tetapi disebut juga pokok keselamatan.
Ibrani 5:6
(5:6) sebagaimana firman-Nya dalam suatu nas lain: "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek."
Yesus adalah Imam Allah yang mahatinggi, menurut peraturan Melkisedek, berarti; Imamatnya tidak berkesudahan (Ibrani 7:3)
Ibrani 5:7
(5:7) Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.
Sebagai Imam Besar Agung, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan. Dengan lain kata, Ia telah mengerjakan penebusan dan pendamaian atas dosa dunia. Disertai dengan, Ia kerjakan dengan ratap tangis dan keluhan = betul-betul menderita.
Ibrani 5:8-10
(5:8) Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, (5:9) dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya, (5:10) dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah, menurut peraturan Melkisedek.
Intinya, Yesus adalah Pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya. Sebab Ia adalah Imam Besar Agung menurut peraturan Melkisedek. Berarti, Ia telah mengerjakan penebusan dan pendamaian atas dosa dunia.
Pendeknya, kalau Allah "mengambil bagiannya dari pohon kehidupan" = tidak selamat.
Yesus disebut pohon kehidupan berarti; pokok keselamatan, tetapi disebut juga dengan pokok anggur.
Terkait dengan pokok anggur…
Yohanes 15:1 -- Perikop: "Pokok anggur yang benar"
(15:1) "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
Yesus adalah pokok anggur yang benar. Kita harus bersekutu dengan pokok anggur yang benar.
Yohanes 15:4-6
(15:4) Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. (15:5) Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. (15:6) Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.
Yesus adalah pokok anggur yang benar, maka kita adalah ranting-rantingnya.
Berarti ayat ini berbicara persekutuan yang indah antara ranting dengan pokok (Tuhan). Apabila persekutuan antara ranting dan pokok tercipta, maka ranting akan menghasilkan buah yang banyak, manis, yang dapat dicicipi.
Sebaliknya, di luar Tuhan, kita sama seperti ranting yang kering-kering / tandus / tidak ada yang dapat dihasilkan dari dirinya / tidak dapat menghasilkan buah anggur yang manis. Ranting yang kering satu kali akan dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api neraka. Oleh sebab itu, ini harus kita perhatikan sungguh-sungguh, jangan sampai dampak negatif karena mengurangkan Firman Tuhan, lalu Tuhan Allah mengambil bagiannya dari pohon kehidupan.
Jadi, orang yang jauh dari ketekunan tiga macam ibadah pokok sebetulnya jauh dari persekutuan yang indah dengan Tuhan. Apalagi kalau berada di semua gunung-gunung (semua tempat peribadatan), tidak ada yang dihasilkan dari ranting yang semacam ini meskipun ia merasa rohani. Kita tidak bisa mengukur rohani menurut akal pikiran kita, apalagi dengan cerita-cerita isapan jempol. Jadi, kita semua harus menghasilkan anggur yang manis, sebab di luar Tuhan kita tidak bisa berbuat apa-apa.
Yohanes 15:7
(15:7) Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
Kita harus bersekutu dengan pokok anggur yang benar = bersekutu dengan Firman Allah yang benar 🡪 Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel, yang sangat berkuasa untuk membawa kita masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna yaitu menjadi mempelai wanita Tuhan. Inilah buah anggur yang sempurna.
Itu sebabnya, dalam nikah pun tidak boleh kehabisan air anggur seperti nikah di Kana, hampir kehabisan air anggur (tidak ada lagi kasih). Suami tidak peduli isteri, demikian dengan sebaliknya, isteri memberontak kepada suami. Anak akhirnya melihat kehidupan dari orangtuanya, sehingga tidak ada lagi rasa hormat. Itu namanya kehabisan air anggur dalam ibadah. Tetapi, kalau kita bersekutu dengan pokok anggur yang benar, Firman Allah yang benar, itulah Firman Pengajaran dalam terang Tabernakel, akan membawa kita pada pokok anggur yang benar itulah pesta nikah Anak Domba.
Biarlah air anggur dari Sorga tetap berlimpah dalam hidup kita, dalam hubungan kita dengan Tuhan sebagai Mempelai Laki-Laki Sorga, bahkan juga dalam nikah rumah tangga. Oleh sebab itu, kita harus bersekutu dengan Firman Allah yang benar itulah Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel yang berkuasa membawa kita masuk dalam pesta nikah Anak Domba.
Jadi saudara, Pengajaran Mempelai dan Pengajaran Tabernakel bukan mitos. Untuk mitos saudara jangan beri tepuk tangan, sementara Pengajaran Firman Allah yang benar dan murni itulah Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel saudara anggap mitos, sehingga anda tidak selera mendengarkannya. Jangan terbalik. Jangan seperti orang-orang yang menerima ajaran Nikolaus.
Terkait dengan: KOTA KUDUS
Wahyu 21:1-2 -- Perikop: “Langit yang baru dan bumi yang baru”
(21:1) Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi. (21:2) Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.
Satu kali, langit dan bumi yang pertama akan berlalu, diganti dengan langit dan bumi yang baru. Itulah kota kudus, Yerusalem baru, yang turun dari Sorga dari Allah. Itulah pengantin perempuan Tuhan.
Jadi, jangan pernah berpikir saudara akan hidup di bumi ini selamanya dan menikmati hasil dari dalam laut untuk selamanya. Tidak selamanya kita hidup di kolong langit ini dan berpijak di atas bmi, dan hidup dari tangkapan laut.
Inilah yang dilihat rasul Yohanes di pulau Patmos. Dan saya rindu kelak kita juga melihat ini di dalam diri kita masing-masing yaitu; menjadi mempelainya Tuhan.
Itu sebabnya, kalau kita perhatikan dalam penciptaan, pertama kali Tuhan menciptakan langit dan bumi.
Langit berbicara tentang takhta Allah 🡪 mempelai Tuhan.
Bumi adalah tumpuan kaki 🡪 doa penyembahan.
Jadi, kalau "diambil bagiannya dari kota kudus" maka hidup seseorang tidak akan sampai kepada 2 (dua) klimaks…
Tidak menjadi mempelai perempuan Tuhan (takhta Allah).
Tidak hidup dalam doa penyembahan (tumpuan kaki Tuhan).
Saudara, saya secara pribadi bertanggungjawab dalam pemberitaan Firman. Terlepas dari kekurangan saya yang banyak, saya berjuang untuk terus menyampaikan Firman Allah yang benar dan suci itulah Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel. Karena, kalau Firman dikurangkan resikonya adalah Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota Kudus; tidak layak menjadi mempelai Tuhan, sekalipun dia berjuang, jungkir balik di tengah ibadah dan pelayanan dalam satu penggembalaan.
Itulah sebabnya, Firman tidak boleh ditambahkan dan dikurangkan. Biarlah kita berpegang teguh pada Firman Allah, ada persekutuan yang indah dengan Firman Allah yang benar dan murni; Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel. Menghasilkan buah anggur yang manis, anggur yang sempurna; pesta nikah Anak Domba. Inilah buah anggur yang manis.
Sekali lagi saya sampaikan dengan tandas, barangsiapa mengurangkan Firman Tuhan, TUHAN akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan kota kudus. Hukuman ini berlaku kepada orang-orang Saduki, sebab orang-orang Saduki mengurangkan Firman Tuhan disebutlah itu RAGI SADUKI.
Kalau orang-orang Farisi berasal dari ahli-ahli Taurat, tetapi orang-orang Saduki berasal dari imam-imam dari orang-orang Yahudi.
Mari kita lihat…
Matius 22:23 --- Perikop: “Pertanyaan orang Saduki tentang kebangkitan”
(22:23) Pada hari itu datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya:
Orang-orang Saduki berpendapat; tidak ada kebangkitan = mengurangkan Firman Allah
Yesus adalah Firman yang menjadi manusia. Ia telah menderita sengsara dan mati di kayu salib dan bangkit pada hari ketiga. Jadi, kalau orang-orang Saduki berpendapat; tidak ada kebangkitan = mengurangkan Firman Allah.
Akhirnya…
Matius 22:24-28
(22:24) "Guru, Musa mengatakan, bahwa jika seorang mati dengan tiada meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu. (22:25) Tetapi di antara kami ada tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin, tetapi kemudian mati. Dan karena ia tidak mempunyai keturunan, ia meninggalkan isterinya itu bagi saudaranya. (22:26) Demikian juga yang kedua dan yang ketiga sampai dengan yang ketujuh. (22:27) Dan akhirnya, sesudah mereka semua, perempuan itu pun mati. (22:28) Siapakah di antara ketujuh orang itu yang menjadi suami perempuan itu pada hari kebangkitan? Sebab mereka semua telah beristerikan dia."
Ketika Firman Allah dikurangkan, dampak negatifnya adalah; orang-orang Saduki dikuasai oleh roh kawin-mawin / dikuasai kenajisan percabulan, sebagai puncaknya dosa sebagaimana yang tertulis dalam Matius 24:37-38 --- "Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera.
Saudara, ketika antikris menjadi raja atas seantero dunia, itulah yang disebut puncak gelap malam / puncak pencobaan, sebab, roh antikris adalah roh percabulan. Inilah dampak negatif dari mengurangkan Firman Tuhan seperti orang Saduki.
Kita lihat kata rasul Paulus kepada jemaat di Korintus.
1 Korintus 15:31-33
(15:31) Saudara-saudara, tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut. Demi kebanggaanku akan kamu dalam Kristus Yesus, Tuhan kita, aku katakan, bahwa hal ini benar. (15:32) Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka "marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati". (15:33) Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.
Kalau tidak ada kebangkitan, rasul Paulus berkata: hiduplah untuk memuaskan hawa nafsu daging, hidup dalam pergaulan bebas, pergaulan buruk, hidup dalam kenajisan percabulan.
Meninggalkan jam-jam ibadah hanya karena aktifitas di bumi. Itu adalah kenajisan percabulan, roh kawin-mawin.
Jadi, kita sudah melihat di dalam Wahyu 19:12 --- pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorang pun, kecuali Ia sendiri. Ini tidak bisa dipecahkan oleh manusia, hamba Tuhan yang telah menerima lima jabatan. Hal ini tidak bisa diartikan dengan sesuka hati, dengan bebas. Hal ini sifatnya misteri, berarti; tidak bisa dipecahkan oleh siapapun, kecuali Tuhan itu sendiri.
Itu sebabnya, dalam Wahyu 22:18-19, di situ jelas dikatakan bahwa tidak boleh menambahkan dan mengurangkan Firman Allah. Kalau Wahyu 19:12 dipecahkan dengan sesuka hati atau di artikan dengan bebas, dengan pengertian akal manusia, nanti Allah akan …
Menambahkan malapetaka-malapetaka yang tertulis dalam kitab.
Mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan kota kudus yang tertulis dalam kitab.
Jadi, saya juga tidak bisa memberitahukan kepada saudara tentang; pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorang pun. Ada seorang hamba Tuhan senior bercerita (sudah meninggal), ia kental sekali dengan Pengajaran Mempelai, sampai mati; ia tidak menikah. Satu kali, waktu awal pelayanan ia menceritakan bahwa beliau berusaha untuk mengetahui siapa nama yang tertulis ini. Dia berpuasa tiga hari tiga malam. Pada hari ketiga ia bermimpi dan Tuhan berkata: “kamu akan mendapat pengertian ini, tetapi kamu harus mati.” Mati di sini bukan binasa, tetapi umurnya sampai di situ saja, pelayanannya tidak berlanjut. Akhirnya hamba Tuhan ini minta ampun, karena ia masih perlu melayani jemaat yang ada. Tuhan izinkan lanjut umurnya sampai berapa puluh tahun lagi.
Jadi, yang terpenting adalah apa yang tertulis dalam Kitab Suci baik dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, jangan ditambahkan dan dikurangkan. Karena resiko menambahkan ada, seperti orang-orang Farisi dengan ragi Farisi dan seperti orang Saduki dengan ragi Saduki.
Kemudian, ada juga bersifat “misteri” terkait dengan kedatangan Anak Manusia untuk kedua kalinya ke dunia ini dalam surat Tesalonika.
1 Tesalonika 5:1-2
(5:1) Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu, (5:2) karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam.
Jadi, kedatangan Tuhan seperti pencuri pada malam hari, tidak ada yang tahu; Anakpun tidak tahu, hanya Bapa yang tahu.
1 Tesalonika 5:3-5
(5:3) Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman -- maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin -- mereka pasti tidak akan luput. (5:4) Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, (5:5) karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. (5:6) Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.
Di sini dikatakan, tidak ada yang tahu hari kedatangan Tuhan. Yang pasti kedatangan Tuhan seperti pencuri pada malam hari. Namun pada ayat 6, Tuhan sampaikan berjaga-jaga, artinya; tekun dalam tiga macam ibadah pokok. di situ Imam Besar Agung memimpin ketekukan tiga macam ibadah pokok sampai kepada puncak ibadah itulah doa penyembahan = berjaga-jaga. Kalau ibadah kita sudah sampai pada puncaknya itulah doa penyembahan, itu setara dengan berjaga-jaga.
Jadi, kapan saja Tuhan datang kita tidak takut. Kapanpun antikris menjadi raja, kita tidak takut.
Inilah yang terkait dengan “tidak ada yang tahu”…
Wahyu 19:12 -- pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorang pun, kecuali Ia sendiri.
Wahyu 22:18 -- kedatangan Yesus Anak Allah untuk yang kedua kali, tidak ada yang tahu. Anak tidak tahu, hanya Bapa yang tahu. Dan kedatangan-Nya tidak perlu ditulis, baik hari, tanggal, bulan dan tahu. Karena, kalau ditulis hari, tanggal, bulan dan tahun, itu namanya bukan berjaga-jaga. Tetapi kita harus berjaga-jaga lewat ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.
Jadi hal YANG KETIGA di dalam Wahyu 19:12, demikianlah penjelasan yang bisa saya jelaskan. Saya tidak berani menambahkan dan tidak berani mengurangkan.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman oleh;
Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment