KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Monday, February 2, 2026

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB 15 JANUARI 2026


IBADAH PENDALAMAN ALKITAB 15 JANUARI 2026


MALEAKHI 2:15

(SERI: 24)


Subtema: KETURUNAN ILAHI MENJADI AHLI WARIS


Shalom.

Mula pertama saya mengucapkan syukur, saya menaikkan segala puji, segala syukur, hormat dan kemuliaan hanya bagi Dia yang sudah memberikan kesempatan bagi kita untuk datang menghadap Dia lewat Ibadah Pendalaman Alkitab yang disertai dengan perjamuan suci. 

Saya juga tidak lupa untuk menyapa dalam kasih bapa/ibu, saudara/i yang turut bergabung lewat online / live streaming dimanapun saudara berada, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Kiranya damai sejahtera dari Sorga memerintah di hati kita, memberi sukacita dan kita boleh duduk diam dengan sabar mendengar sabda Allah seperti Maria duduk diam di kaki Tuhan. 


Secepatnya kita sambut KITAB MALEAKHI sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci. Namun, jangan lupa tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan Tuhan supaya firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.


Maleakhi 2:15

(2:15) Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.


“Apakah yang dikehendaki kesatuan itu?”

KESATUAN berarti berbicara tentang nikah, dimana laki-laki dan perempuan sudah menjadi satu daging. 

Kemudian, yang dikehendaki kesatuan (nikah) adalah KETURUNAN ILAHI.

Saya rindu kita menjadi keturunan ilahi (lahir dari benih ilahi).


Marilah kita lihat KETURUNAN ILAHI.

Kejadian 15:1 -- Perikop: “Perjanjian Allah dengan Abram; janji tentang keturunannya.”

(15:1) Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar."


Tuhan berkata kepada Abraham:

  • “Jangan takut Aku perisaimu.”

  • “Upahmu akan sangat besar.”

Artinya: Tuhan adalah PELINDUNG bagi Abraham dan Tuhan juga adalah UPAH bagi Abraham.


Jadi, jika Tuhan menjadi upah bagi Abraham maka upah Abraham besar, sebab Tuhan lebih besar dari segala yang besar di dunia ini, apapun itu. Kiranya apa yang dinyatakan Tuhan kepada Abraham dapat kita pahami dengan mantap.

Itu berarti, Israel yang adalah keturunan Abraham mendapat perlindungan. Begitu juga dengan gereja Tuhan mendapat perlindungan dari Tuhan itu sendiri. 

Kita melihat betapa perkataan Tuhan kepada Abraham sungguh sangat memberikan kekuatan baru bagi kita. 


Kejadian 15:2-3

(15:2) Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu." (15:3) Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku." (15:4) Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu."


Abram memohon supaya Tuhan mengaruniakan anak untuk menjadi ahli warisnya.


Perlu untuk diketahui: Seorang hamba tidak berhak  menjadi ahli waris kerajaan Sorga.

Kiranya kita semua menghambakan diri kepada Tuhan sehingga kita semua disebut hamba kebenaran, bukan hamba dosa, karena hamba dosa tidak berhak menjadi ahli waris kerajaan Sorga.


Galatia 4:1-2 -- Perikop: “Tak ada lagi perhambaan.”

(4:1) Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikit pun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu; (4:2) tetapi ia berada di bawah perwalian dan pengawasan sampai pada saat yang telah ditentukan oleh bapanya.


Seorang hamba tidak berhak untuk menjadi ahli waris kerajaan Sorga. Akan tetapi, saya berdoa supaya keluarga Allah, sidang jemaat GPT “BETANIA”, termasuk saudara yang mengikuti secara online supaya berada dalam pengawasan Tuhan yang adalah seorang Gembala Agung. Berarti diasuh, didik, dirawat sampai kita menjadi akil balig (dewasa) berarti sifat kanak-kanak sudah ditinggalkan, tidak mudah cengeng menghadapi medan yang sulit.

Gembala berbicara tentang ibu. Tugas seorang ibu adalah mengasuh dan merawati anaknya.


Galatia 4:3

(4:3) Demikian pula kita: selama kita belum akil balig, kita takluk juga kepada roh-roh dunia.


Hamba dosa takluk pada roh-roh dunia

Jadi wajar saja kalau seorang hamba tidak berhak menjadi ahli waris kerajaan Sorga, itulah yang Tuhan nyatakan dengan jelas kepada Abraham dalam Kejadian 15.


Galatia 4:8

(4:8) Dahulu, ketika kamu tidak mengenal Allah, kamu memperhambakan diri kepada allah-allah yang pada hakekatnya bukan Allah.


Seorang hamba hidup dalam perhambaan dosa, bahkan menjadi hamba bagi berhala-berhala di dunia ini.


Perlu untuk diketahui: Allah itu Esa, maka Esa juga Allah menjadi Pengantara antara Allah dengan manusia, tidak ada yang lain.

Esa = satu atau tunggal, bukan dua. Jadi, apabila anak-anak Tuhan meninggalkan jam-jam ibadah hanya karena kesibukan-kesibukan atau  aktivitas-aktivitas di dunia = Menyembah tuhan lain = Menyembah berhala. Inilah yang disebut hamba dosa, tidak layak menjadi ahli waris.


Galatia 4:9

(4:9) Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya?


Berhala-berhala di bumi -- termasuk kegiatan-kegiatan aktivitas di dunia ini -- adalah roh-roh dunia

Kita mengikuti kegiatan di dunia tidak salah, asalkan kegiatan itu benar dan tidak meninggalkan jam-jam ibadah.


Berhala di dunia adalah roh-roh dunia yang LEMAH dan MISKIN, artinya:

  • Karena berhala seseorang menjadi lemah. Berarti, tidak sanggup menghadapi permasalahan, persoalan di dalam hidupnya, meskipun mempunyai kekayaan, kedudukan.

  • Karena berhala seseorang menjadi miskin. Berarti, tidak kaya di dalam Tuhan, maksudnya tidak sanggup membawa hidupnya sebagai korban dan persembahan kepada Tuhan.


Oleh sebab itu, jangan saudara berpikir setelah memperoleh kekayaan dari dunia lalu merasa menjadi satu kehidupan yang kuat dan menjadi kaya raya. Biarlah kiranya Tuhan memberkati pola pikir kita dengan firman Tuhan yang heran dan dahsyat.


Amsal 29:19

(29:19) Dengan kata-kata saja seorang hamba tidak dapat diajari, sebab walaupun ia mengerti, namun ia tidak mengindahkannya.


Hamba dosa / berhala-berhala di dunia ini tidak mengindahkan nasihat dan didikan salib. Sekalipun banyak nasihat seorang hamba tidak dapat diajari, sebab walaupun ia mengerti ia tidak akan mengindahkan nasihat itu.  Itulah sebabnya, seorang hamba tidak dapat menjadi ahli waris kerajaan Sorga, itulah yang Tuhan nyatakan kepada Abraham.


Kejadian 15:4

(15:4) Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu."


Seorang hamba tidak menjadi ahli waris Abraham, melainkan ANAK KANDUNGNYA sendiri yang akan jadi ahli warisnya. Inilah janji Tuhan kepada Abraham dan janji Tuhan kepada mereka yang hidup dari iman Abraham yaitu mereka yang menjadi keturunan Ilahi. 


Roma 9:3-4 -- Perikop: “Pilihan atas Israel.”

(9:3) Bahkan, aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani. (9:4) Sebab mereka adalah orang Israel, mereka telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah, dan janji-janji.


Israel secara jasmaniah diangkat/dipilih Tuhan menjadi ANAK ALLAH dari antara semua bangsa di bumi ini. Jadi, umat Israel adalah umat Allah, umat kepunyaan Allah sendiri, siapa yang memberkati bangsa Israel maka diberkatilah dia, siapa yang mengutuki bangsa Israel maka terkutuklah dia.

Oleh sebab itu, kita perlu mendoakan bangsa Israel setelah kita mendoakan bangsa kita sendiri, supaya hidup kita dan ibadah pelayanan kita juga diberkati oleh Tuhan.


Tanda menjadi anak-anak Allah ialah menerima 5 hal dari Allah, antara lain:

  1. Kemuliaan.

  2. Perjanjian-perjanjian.

  3. Hukum Taurat.

  4. Ibadah.

  5. Janji-janji.


Roma 9:5

(9:5) Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!


Israel secara jasmaniah menurunkan Mesias dalam keadaanNya sebagai manusia.

Mesias adalah Tuhan Allah yang harus dipuji untuk selama-lamanya, Dia lebih besar dari segala yang di bumi ini, Dialah segalanya untuk hidup kita. Biarlah Tuhan menjadi upah bagi kita, Dia lebih besar dari segala yang kita punya.


Roma 9:6-7

(9:6) Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel, (9:7) dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: "Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu."


Tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunan Ilahi, artinya: Yang disebut keturunan Ilahi bukanlah anak-anak menurut daging, melainkan anak-anak perjanjian itulah pribadi Ishak. 

Hal ini juga dijelaskan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Galatia.


Galatia 4:22-23 -- Perikop: “Hagar dan Sara.”

(4:22) Bukankah ada tertulis, bahwa Abraham mempunyai dua anak, seorang dari perempuan yang menjadi hambanya dan seorang dari perempuan yang merdeka? (4:23) Tetapi anak dari perempuan yang menjadi hambanya itu diperanakkan menurut daging dan anak dari perempuan yang merdeka itu oleh karena janji.


Abraham mempunyai dua anak laki-laki.

  • Seorang lahir dari Hagar yang adalah PEREMPUAN HAMBA.

  • Seorang lahir dari Sara yang adalah PEREMPUAN MERDEKA


Perlu untuk diketahui:

  • Anak yang lahir dari PEREMPUAN HAMBA (Hagar) diperanakkan menurut daging. Kisahnya ada di dalam Kejadian 16.

  • Anak yang lahir dari PEREMPUAN MERDEKA (Sara) diperanakkan menurut janji. Kisahnya ada di dalam Kejadian 15.


Janji terkait dengan keturunan Abraham yang akan dilahirkan oleh Sara (Yerusalem Sorgawi, perempuan merdeka), kisah tersebut ada di dalam Kejadian 15, janji itu diulang lagi dan digenapi di dalam Kejadian 18.

Jadi, anak yang akan dilahirkan oleh Sara sudah terlebih dahulu dijanjikan kepada Abraham dan Sara, bahwa Sara akan melahirkan anak janji itulah Ishak. Barulah Kejadian 16 Hagar melahirkan anak laki-laki.


Kejadian 18:1 -- Perikop: “Allah mengulangi menjanjikan seorang anak laki-laki kepada Abraham.”

(18:1) Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik. (18:2) Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah,


Tuhan menampakkan diri kepada Abraham, lalu ketika Abraham mengangkat mukanya, ia melihat 3 (tiga) orang berdiri di depannya.  Berarti, 3 orang tersebut 🡪 Allah Trinitas, yakni; TUHAN YESUS KRISTUS atau Bapa, Anak, Roh El Kudus.


Kejadian 18:9-13

(18:9) Lalu kata mereka kepadanya: "Di manakah Sara, isterimu?" Jawabnya: "Di sana, di dalam kemah." (18:10) Dan firman-Nya: "Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki." Dan Sara mendengarkan pada pintu kemah yang di belakang-Nya. (18:11) Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya dan Sara telah mati haid. (18:12) Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: "Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?" (18:13) Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Abraham: "Mengapakah Sara tertawa dan berkata: Sungguhkah aku akan melahirkan anak, sedangkan aku telah tua?


Pada Kejadian 15, Tuhan menjanjikan keturunan kepada Abraham, namun Sara tertawa dan berkata dalam hatinya, katanya: "Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?" Sementara Abraham merasa sudah tua, sebab pada saat janji itu dinyatakan umur Abraham 100 tahun dan umur Sara 90 tahun.


Allah mengulangi janjiNya untuk memberikan keturunan kepada Abraham dan akan menggenapinya.

Kita harus menjadi hamba Tuhan, hamba kebenaran dan percaya serta yakin kepada janji Tuhan. Apabila kita bukan hamba kebenaran maka yang timbul adalah daging, sebagaimana kisah perempuan hamba  dalam Kejadian 16.


Perlu untuk diketahui:

  • Pada Kejadian 15, Allah menjanjikan keturunan kepada Abraham.

  • Pada Kejadian 16, Abraham dan Sara lupa kepada janji Allah, sehingga lahirlah manusia daging.

  • Pada Kejadian 17, ada sunat sebagai tanda perjanjian Allah dengan Abraham.

Sunat, berarti terjadi korban atau penumpahan darah korban.


Kita ini manusia biasa, terkadang sama seperti Hagar yang setelah diberkati justru memandang rendah tuannya, memandang rendah Tuhan Yesus itulah Tuan dari segala tuan, memandang rendah Yerusalem Sorgawi, memandang rendah perkara-perkara rohani. Namun, oleh karena belas kasihan Tuhan, pada Kejadian 17 terjadilah sunat itulah pemotongan atas daging, terjadilah penumpahan darah. Betapa besar belas kasihan Tuhan kepada manusia berdosa supaya kita menjadi keturunan Ilahi, sebab yang dikehendaki Tuhan adalah menjadi keturunan Ilahi.


Pendeknya, oleh darah salib Kristus, Tuhan menghendaki di dalam diri kita supaya kelak kita menjadi keturunan Ilahi dan menjadi ahli waris Kerajaan Sorga. Jika pada akhirnya setiap orang yang hidup dari iman Abraham atau lebih tepatnya menjadi keturunan Ilahi yaitu menjadi ahli waris Kerajaan Sorga, jelas itu semua karena belas kasihan Tuhan lewat sunat; ada korban dan penumpahan darah.

Namun, apabila belas kasihan Tuhan tidak dihargai maka nanti akan berubah menjadi kutuk.


Sebagai tambahan:

Kejadian 17:15

(17:15) Selanjutnya Allah berfirman kepada Abraham: "Tentang isterimu Sarai, janganlah engkau menyebut dia lagi Sarai, tetapi Sara, itulah namanya.


Setelah darah Yesus tercurah oleh korban-Nya di atas kayu salib, terjadi pembaharuan atau ada keubahan; dari Sarai menjadi Sara, dari Abram menjadi Abraham, di tengahnya tersisipkan nama Yahwe. 

Di dalam belas kasih ada keubahan, maka kita tidak boleh tidak menghargai belas kasihan Tuhan.


Kejadian 17:16

(17:16) Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya."


Dari rahim Yerusalem Sorgawi akan lahir raja-raja dan bangsa-bangsa.

Biarlah kiranya kita semua menjadi imamat rajani karena kita dilahirkan dari rahim perempuan merdeka itulah Sara, disebut juga Yerusalem Sorgawi. Oleh sebab itu, biarlah kita menghargai segala sesuatu yang terkait dengan Kerajaan Sorga, baik itu karunia Roh Kudus, jabatan-jabatan, terlebih lagi ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.

Jadi, selayaknyalah seorang imam yang sudah ditahbiskan untuk melayani Tuhan menghargai tahbisannya, menghargai harta rohani itulah karunia-karunia dan jabatan Roh Kudus.


Singkat kata, TUHAN BERJANJI untuk memberikan keturunan seorang anak laki-laki kepada Abraham yang lahir dari rahim Sara, sekaligus Tuhan memberkatinya. Jadi, Sara menjadi ibu dan dari rahimnya lahirlah raja-raja bangsa-bangsa.


Kejadian 17:17

(17:17) Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: "Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?" (17:18) Dan Abraham berkata kepada Allah: "Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!"


Kejadian 17:17, menggambarkan KERAGUAN ABRAHAM. 

Sedangkan Kejadian 17:18, menggambarkan kecenderungan dan keinginan manusia adalah daging -- sebagaimana perkataan Abraham: "Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!" --, meskipun sudah dipanggil di dalam Tuhan.

Abraham sudah dipanggil Tuhan, dipanggil dari Ur-Kasdim dan Tuhan berjanji memberikan tanah Kanaan, namun faktanya manusia cenderung mengikuti daging dan keinginannya. 


Akan tetapi, oleh karena darah salib atau oleh karena penumpahan darah itulah korban Kristus, janji Allah digenapi  yaitu untuk memberikan keturunan kepada Abraham itulah Ishak sebagai keturunan Ilahi.

Jadi, supaya janji Allah tergenapi, maka mau tidak mau harus terjadi penumpahan darah. Maka supaya Firman Allah menjadi daging; kita tidak boleh jauh dari salib Golgota, tidak boleh jauh dari ketekunan tiga macam ibadah pokok, sebab disitu Tuhan akan mengajar kita memikul salib sampai berdarah-darah.


Kejadian 15: 8-10

(15:8) Kata Abram: "Ya Tuhan ALLAH, dari manakah aku tahu, bahwa aku akan memilikinya?" (15:9) Firman TUHAN kepadanya: "Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati." (15:10) Diambilnyalah semuanya itu bagi TUHAN, dipotong dua, lalu diletakkannya bagian-bagian itu yang satu di samping yang lain, tetapi burung-burung itu tidak dipotong dua.


Terkait dengan janji KETURUNAN ILAHI tergenapi, maka Abraham harus mempersembahkan korban kepada Allah dan korban-korban itu ditentukan oleh Allah sendiri.


Adapun korban-korban yang harus dipersembahkan kepada Tuhan:

  • Satu ekor lembu betina berumur tiga tahun 🡪 Allah Bapa.

  • Satu ekor kambing betina berumur tiga tahun 🡪 Roh El Kudus.

  • Satu ekor domba jantan berumur tiga tahun 🡪 Anak Allah.

Singkat kata, TIGA KORBAN BINATANG 🡪Allah Trinitas, yaitu: Tuhan Yesus Kristus

Sedangkan, BERUMUR TIGA TAHUN 🡪 Pengalaman kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus.

  • Pengalaman kematian = Daging tidak bersuara = Keinginan daging dan hidup lama dikubur.

  • Pengalaman kebangkitan, berarti; hidup bagi Allah dan Roh Allah berkuasa mengendalikan hidupnya.


Kemudian, Abraham juga harus mempersembahkan korban dari;

  • Satu ekor burung tekukur 🡪 Kegerakan Roh Kudus hujan awal.

  • Satu ekor burung merpati 🡪 Kegerakan Roh Kudus hujan akhir.


Pendeknya, setelah Yesus menderita sengsara dan mati di atas kayu salib, bangkitlah Ia hari ketiga, lalu diangkat ke Sorga atau  dipermuliakan. Namun, sepuluh hari kemudian Roh Kudus turun kepada 12 rasul hujan awal.

Jadi, kegerakan 12 rasul hujan awal membawa gereja mula-mula untuk; percaya, bertobat, dibaptis dan penuh dengan Roh Kudus. Itulah kegerakan dari Roh Kudus hujan awal.


Kemudian, kegerakan hujan akhir mengajar gereja Tuhan untuk tekun dalam tiga macam ibadah pokok, dimana Imam Besar Agung tampil di tengahnya untuk memimpin gereja Tuhan, memimpin rohani gereja Tuhan kepada dua klimaks:

  1. Menjadi sidang mempelai Tuhan.

  2. Hidup dalam doa penyembahan.


Jadi, burung tekukur ataupun burung merpati yang dikorbankan itu tidak dibagi dua, tetapi utuh. Tidak perlu kita bimbang terhadap kegerakan hujan awal dan kegerakan hujan akhir, sebab setelah kita dilahirkan baru seharusnya kita menerima kegerajan hujan akhir.


Kejadian 15:10

(15:10) Diambilnyalah semuanya itu bagi TUHAN, dipotong dua, lalu diletakkannya bagian-bagian itu yang satu di samping yang lain, tetapi burung-burung itu tidak dipotong dua.


Burung tekukur dan burung merpati tidak dibagi dua, artinya: Kegerakan hujan awal dan kegerakan hujan akhir harus diterima dengan sepenuhnya, diterima dengan utuh.

Jadi, kita tidak hanya berhenti dalam kegerakan hujan awal, namun kita berdoa supaya kita beralih kepada perkembangan yang penuh dan kelak menjadi mempelai Tuhan, wujudnya adalah doa penyembahan.


Kisah dari Abraham ini adalah suatu nubuatan besar terhadap gereja di akhir zaman ini dan kita perlu mengerti kebenaran firman Tuhan. Sebab, di dalam Amsal 29:18 dikatakan: “Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.” Kemudian, di dalam Hosea 4:6 juga dikatakan: “Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah ...”

Tuhan nyatakan kisi-kisi Sorgawi kepada kita pada malam hari ini dan kita sudah melihat dari jendela rohani kita, sehingga kita tidak jatuh ke tangan perempuan jalang.


Mengapa kegerakan hujan akhir harus diterima dengan utuh?

Kejadian 15:11

(15:11) Ketika burung-burung buas hinggap pada daging binatang-binatang itu, maka Abram mengusirnya.


Burung-burung buas atau unggas-unggas buas hinggap pada daging binatang-binatang korban, persembahan kepada Tuhan.

Burung-burung buas disebut juga burung haram/najis. Burung yang najis/haram adalah gambaran dari antikris. Memang, satu kali antikris akan berkuasa atas seantero dunia, dan pada saat antikris menjadi raja atas seluruh dunia, disitulah burung-burung itu merampas korban sehari-hari itulah korban sembelihan dan korban santapan. 


Itu sebabnya saya katakan di atas bahwa kita harus menerima kegerakan hujan awal dan kegerakan hujan akhir secara utuh, berarti kita harus tekun tiga macam ibadah pokok, supaya dengan demikian oleh karena belas kasihan Tuhan kita menjadi keturunan Ilahi, berarti berhak menjadi ahli waris kerajaan Sorga. Maka, jangan mengikuti cara-cara yang lain sekalipun pemberitaan firman ini tidak cocok dalam daging itu, bertahan saja sebab itu adalah korban Kristus dan darah yang tercurah adalah belas kasih kepada manusia daging yang sudah menolak janji Tuhan.

Inilah yang harus kita antisipasi yaitu burung-burung yang haram dan najis, itulah antikris.


Sebagai tambahan: Apabila mengerjakan sesuatu maka kerjakanlah itu dengan dilandasi oleh korban, jangan mengerjakan sesuatu namun dengan meninggalkan ibadah. Sebab, dibalik itu nanti akan ada konsekuensi yang besar, akan ada tangisan. Terlebih dalam nikah dasarnya adalah korban.

Namun seringkali diantara kita mengerjakan sesuatu didasari oleh daging. Oleh sebab itu, kita harus berhati-hati dan harus siap menerima konsekuensi dari kesalahan kita di bumi ini. Jangan kita sama seperti antikris begitu terjadi penumpahan cawan justru semakin mengeraskan hati, bahkan menyalahkan Tuhan karena penghukuman itu berat.


Kejadian 15:12

(15:12) Menjelang matahari terbenam, tertidurlah Abram dengan nyenyak. Lalu turunlah meliputinya gelap gulita yang mengerikan.


Beberapa perkara kita temukan pada ayat ini, antara lain:

  1. Matahari terbenam (turun), seperti turunnya Yesus ke dunia ini.

  2. Tidurlah Abraham dengan nyenyak, artinya: Yesus telah mati di atas kayu salib, disebutlah itu bangkai. 

Ketika masuk dalam pengalaman kematian harus menjadi bangkai, sebab dari situ nanti akan keluar sayap burung nasar kepada mempelai wanita Tuhan dan menerbangkannya ke padang gurun.

  1. Dunia diliputi gelap gulita yang mengerikan, artinya: Antikris berkuasa atas dunia ini selama 3,5 tahun. Ini yang disebut puncak gelap malam yaitu pada saat antikris menjadi raja dan memerintah atas seantero dunia selama 3,5 tahun.


Kejadian 15:13-14

(15:13) Firman TUHAN kepada Abram: "Ketahuilah dengan sesungguhnya bahwa keturunanmu akan menjadi orang asing dalam suatu negeri, yang bukan kepunyaan mereka, dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya, empat ratus tahun lamanya. (15:14) Tetapi bangsa yang akan memperbudak mereka, akan Kuhukum, dan sesudah itu mereka akan keluar dengan membawa harta benda yang banyak.


400 tahun Israel di Mesir seperti gereja Tuhan menjadi orang asing di dunia ini.

Terkait dengan angka 400 tahun:

  • Jarak antara kitab Maleakhi ke Injil Matius kurang lebih 400 tahun, artinya: Selama 400 tahun Tuhan tidak berbicara, Tuhan sembunyikan wajah-Nya kepada bangsa Israel.

  • 400 tahun × 1 tahun.


Kejadian 18:9-11

(18:9) Lalu kata mereka kepadanya: "Di manakah Sara, isterimu?" Jawabnya: "Di sana, di dalam kemah." (18:10) Dan firman-Nya: "Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki." Dan Sara mendengarkan pada pintu kemah yang di belakang-Nya. (18:11) Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya dan Sara telah mati haid.


Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umur, kemudian Sara telah mati haid = Kering-kering buah kandungannya.

Demikianlah keadaan Abraham dan Sara, sudah kering-kering. Lalu bagaimana dengan kondisi kerohanian kita? Mungkin juga sudah kering-kering, tidak ada yang bisa diharapkan dan dihasilkan dari kehidupan yang kering-kering. Kehidupan seperti ranting yang tidak melekat pada pokok maka dia pasti kering-kering dan tidak ada yang bisa dihasilkan oleh ranting yang kering selain dikumpulkan dan dilemparkan ke dalam api neraka, sebab ia tidak mungkin menghasilkan buah yang manis yang dapat dicicipi dan dinikmati Tuhan.  Tetapi, lihatlah kata 400 tahun.


Janji Tuhan kepada Abraham: Tuhan akan kembali pada tahun depan, kemudian pada waktu itu Sara (perempuan merdeka) akan melahirkan anak laki-laki, itulah Ishak, anak yang dijanjikan.

Singkat kata: 400 tahun × 1 tahun (365 hari) = 144.000. Inilah anak laki-laki yang menjadi keturunan Ilahi.


Inilah kedahsyatan dari Firman Pengajaran Mempelai, memberikan pengertian sehingga meneguhkan hati kita dan kelak kita semua menjadi keturunan Ilahi itulah 144.000, mempelai wanita Tuhan.

Kita sudah melihat, mempelai perempuan Tuhan melahirkan seorang anak laki-laki dan itulah 144.000 yang murni berasal dari 12 suku Israel, sebagaimana yang tertulis dalam Wahyu 7.


Malam ini bawalah korban syukur kepada Tuhan, dan kiranya korban syukur yang kita bawa menjadi asap kemenyan yang naik ke hadirat Tuhan dan menjadi suatu penyembahan yang heran di hadapan Tuhan.

Kita sudah melihat keturunan Ilahi, jelas hanya karena BELAS KASIHAN TUHAN saja. Amin.


TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI


Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang







































































No comments:

Post a Comment