IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 05 SEPTEMBER 2026
STUDY YUSUF
(Seri: 33)
Subtema: MENGHORMATI ORANG TUA
Shalom.
Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus, kita boleh datang beribadah kepada TUHAN lewat Ibadah Kaum Muda Remaja pada malam ini, dan sekarang kita ada di dalam hadirat Tuhan dan biarlah Roh Tuhan mendominasi seluruh kehidupan kita sehingga kita boleh duduk diam mendengarkan sabda Allah dalam kesukaan dan bahagia dari Sorga.
Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, kaum muda remaja, siapapun yang turut bergabung lewat online dimanapun berada baik lewat YouTube, Facebook, TikTok, kiranya Tuhan mengurapi saudara disana.
Selanjutnya mari kita mengikuti STUDY YUSUF sebagai firman penggembalaan untuk Ibadah Kaum Muda Remaja. Sebelum kita mengikuti penjelasan tentang Study Yusuf tetaplah berdoa dalam roh dan mohon kepada Tuhan supaya firman yang dibukakan meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi. Kita masih membahas Kejadian 44:18-34 dan malam ini merupakan seri pemberitaan firman Allah ke-33.
Seluruh ayat firman Allah yang tertulis dalam Kejadian 44:18-34, merupakan tutur kata Yehuda kepada Yusuf sebagai raja muda di Mesir. Dalam tutur kata itu Yehuda memohon kelepasan bagi Benyamin adiknya itu.
Adapun alasan Yehuda memohon kelepasan bagi Benyamin, dituliskan dengan jelas pada ayat 29-31. Apabila Benyamin tidak kembali ke Kanaan, maka Yakub:
Turun ke dunia orang mati karena nasib celaka … (ayat 29).
Turun ke dunia orang mati karena dukacita … (ayat 31).
Dari sini dapat kita lihat bahwa Yehuda adalah seorang anak yang memperhatikan ayahnya/orang tuanya, dapat dikatakan Yehuda sangat menghormati ayahnya atau hormat kepada orang tuanya.
Kita memang harus hormat kepada orang tua, baik orang tua jasmani maupun orang tua rohani, teramat lebih hormat kepada Bapa di Sorga. Hal itu selaras dengan firman Allah.
Keluaran 20:12
(20:12) Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
Bunyi hukum ke-5: “... Hormatilah ayah dan ibumu (orang tua) …”
Dampak positif hormat kepada orang tua: Supaya lanjut umur di tanah yang diberikan Tuhan Allah kepada kita.
Adam dan Hawa pada akhirnya mengalami kejatuhan sekalipun berada di tengah-tengah taman Eden, sebab mereka melanggar hukum Allah. Jadi, bukan berarti jika seseorang berada di taman Tuhan (ibadah dan pelayanan) tidak melanggar hukum Allah.
Oleh karena pelanggaran itulah mereka menjadi TELANJANG hingga diusir dari taman Eden, itu sebabnya manusia tercampak di dunia yang fana ini. Itu berarti, dunia ini bukan tanah yang diberikan Tuhan kepada manusia, yakni Adam dan keturunannya.
Ibrani 11:9 --- Perikop: "Saksi-saksi iman."
(11:9) Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.
Oleh IMAN Abraham diam di tanah yang dijanjikan Tuhan kepadanya. Kemudian, yakni: Ishak dan Yakub menjadi ahli waris dari tanah yang dijanjikan itu.
Ibrani 11:12-13
(11:12) Itulah sebabnya, maka dari satu orang, malahan orang yang telah mati pucuk, terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya. (11:13) Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini.
Yang menjadi ahli waris dari tanah yang dijanjikan itu adalah anak cucu atau keturunan Abraham yang hidup dari iman Abraham.
Ciri-ciri orang hidup dari iman Abraham adalah; mengaku sebagai orang asing dan pendatang di bumi ini.
Dari sini dapat kita lihat bahwa bumi atau dunia yang kita pijak bukan tanah yang dijanjikan Tuhan Allah kepada Abraham dan keturunannya, sebab langit dan bumi satu kali akan berlalu bahkan laut tidak akan ada lagi, diganti dengan langit bumi yang baru, sebagaimana yang tertulis dalam Wahyu 21:1.
Mengaku sebagai ORANG ASING dan PENDATANG di bumi ini = Tidak terlena dengan ...
AJARAN LANGIT, yaitu menolak salib demi kedudukan, jabatan dan pangkat yang tinggi.
Contoh: Imam besar Kayafas, imam-imam kepala, tua-tua, dan ahli-ahli Taurat orang-orang Yahudi, mereka mempertahankan kedudukan, jabatan, pangkat yang tinggi.
Sementara Yesus tidak terperangkap dengan tipu daya penghulu di udara yaitu si ular tua naga merah padam, sebab Dia tidak mempertahankan kedudukan yang tinggi sebagai Raja di atas segala raja, sehingga Ia datang ke dunia ini sebagai manusia lalu menyerahkan diri-Nya untuk disalibkan di atas kayu salib, ini yang disebut dengan pekerjaan penebusan dan pendamaian.
Jika saja Yesus berfokus pada reputasi yaitu, kemuliaan sebagai Allah maka Yesus tidak akan menyerahkan diri-Nya untuk disalibkan.
Perlu untuk kita ketahui; apabila seseorang fokus pada kedudukan, jabatan dan pangkat maka orang semacam ini pasti menolak salib di Golgota, dengan demikian ia terperangkap dengan ajaran langit.
Oleh sebab itu, kita tidak boleh fokus dengan kedudukan, jabatan, pangkat, tidak boleh terlena dengan ajaran langit sebab di atas langit masih ada langit.
Dampak negatif ajaran langit: Rencana Allah untuk menyelamatkan manusia dari kebinasaan gagal total, karena tidak ada yang sampai kepada Allah tanpa pribadi Yesus yang disalibkan.
AJARAN BUMI -> Tanda-tanda heran dan perbuatan ajaib yang diperbuat nabi-nabi palsu termasuk mujizat kesembuhan.
Jika anak-anak Tuhan sibuk dan terlena dengan ajaran bumi maka dia juga akan BINASA. Antusias kita dalam ibadah tidak boleh berhenti hanya sampai kepada tanda-tanda heran, mujizat-mujizat, supaya kita jangan binasa. Memang kita butuh perbuatan ajaib, tanda-tanda heran dan mujizat kesembuhan, tapi antusias kita dalam beribadah tidak boleh berhenti sampai disitu.
AJARAN LAUT -> Kenajisan percabulan dan kekejian.
KENAJISAN PERCABULAN, artinya:
Kaya oleh kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel.
Kaya/memperoleh segala sesuatu dari dunia ini tapi meninggalkan jam-jam ibadah.
Kaya tetapi tidak sesuai dengan kebenaran firman Allah.
Hal semacam ini disebutlah mabuk anggur dari perempuan Babel, sebagaimana yang tertulis dalam Wahyu 18:3, “.... menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya.”
Kita memang harus mabuk anggur tapi mabuk anggur dari Sorga = penuh dengan Roh Kudus, sehingga oleh Roh Allah kita mabuk kepayang di dalam hal mencintai Tuhan dan pekerjaan-Nya. Jangan mabuk anggur dari perempuan Babel itulah kenajisan percabulan.
Diberkati tidak salah, memperoleh segala sesuatu yang berasal dari dunia ini pun tidak salah, tapi jangan karena meninggalkan jam-jam ibadah, kemudian harus sesuai dengan kebenaran firman Allah.
KEKEJIAN artinya: Mengabaikan korban sehari-hari, yaitu; korban sembelihan dan korban santapan.
Korban sembelihan -> Ibadah pelayanan yang disertai sangkal diri pikul salib sampai berdarah-darah.
Korban santapan -> Pengajaran Firman Allah yang benar dan murni.
Pendeknya, kita adalah pendatang dan orang asing selama kita berpijak di atas bumi ini. Oleh sebab itu, kita tidak boleh terlena dengan segala sesuatu yang disuguhkan setan tri tunggal yaitu ajaran langit, ajaran bumi, ajaran laut.
Ibrani 11:14-16
(11:14) Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan, bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air. (11:15) Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ. (11:16) Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.
Orang-orang yang hidup dari iman Abraham merindukan tanah air dan mencari suatu tanah air yaitu SATU TANAH AIR SORGAWI.
Demikian Yehuda dan anak-anak Tuhan di hari-hari terakhir apabila menghormati orang tuanya, akan lanjut umurnya hingga berada di tanah air Sorgawi.
Pada ayat 16 dikatakan "satu tanah air sorgawi" artinya: Kerajaan Sorga yang sejati hanya ada satu, tidak dua atau lebih, sebagaimana yang tertulis dalam Yesaya 14:12-14.
Yesaya 14:12-14
(14:12) "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! (14:13) Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. (14:14) Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!
Tampaklah 5 ke-AKU-an dari bintang Timur putera Fajar (lucifer). Kemudian intisari dari 5 ke-AKU-an dari Lucifer adalah tandingan dari kerajaan Allah. Itu sebabnya pada Ibrani 11:16 dikatakan "satu tanah air Sorgawi."
Maka anak-anak TUHAN jangan terlena dengan angin-angin sorga, yang ditiupkan oleh setan tritunggal, karena sesungguhnya tanah air Sorgawi hanya ada satu, keindahannya tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata.
Ciri-ciri rindu mencari tanah air Sorgawi: HIDUP DARI IMAN ABRAHAM.
Roma 4:13-14
(4:13) Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman. (4:14) Sebab jika mereka yang mengharapkannya dari hukum Taurat, menerima bagian yang dijanjikan Allah, maka sia-sialah iman dan batallah janji itu.
"Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya ..."
Tuhan sudah berjanji kepada Abraham dan keturunannya, jauh sebelum hukum Taurat diterima oleh Musa. Yang menerima hukum Taurat adalah Musa di atas gunung Sinai, itulah keturunan yang keempat. Jadi, janji TUHAN kepada Abraham, sama sekali tidak ada kaitannya dengan hukum Taurat.
Oleh sebab itu, jangan kita menjalankan ibadah dan pelayanan secara lahiriah. Juga jangan mengandalkan manusia dan kekuatannya, sebab kehidupan semacam ini tidak akan mendapat janji dari Tuhan.
Bukan karena hukum Taurat janji itu berlaku kepada Abraham dan keturunannya tetapi karena kebenaran berdasarkan IMAN.
Apabila menerima janji dari hukum Taurat maka:
Sia-sialah iman.
Batallah janji itu.
Roma 4:15
(4:15) Karena hukum Taurat membangkitkan murka, tetapi di mana tidak ada hukum Taurat, di situ tidak ada juga pelanggaran.
HUKUM TAURAT membangkitkan murka dan menyebabkan adanya pelanggaran.
Hukum Taurat merangsang dosa, sebab di dalam hukum Taurat ada 9 kali kata "jangan" namun karena ada kata "jangan" sebagai larangan, orang justru berbuat dosa.
Intinya, anak-anak Tuhan jangan menjalankan ibadah Taurat, maksudnya jangan mengandalkan manusia dan kekuatannya, tapi andalkanlah Tuhan berarti hidup benar berdasarkan iman.
Iman adalah ...
dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan,
bukti dari segala yang tidak kita lihat.
Intinya, IMAN adalah percaya walaupun kita tidak melihat ... Ibrani 11:1.
Roma 4:16-17
(4:16) Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, -- (4:17) seperti ada tertulis: "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa" -- di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.
Tanah air Sorgawi yang dijanjikan oleh Tuhan Allah berlaku bagi Abraham dan keturunannya yaitu orang Israel dan kafir yang hidup dari iman Abraham.
Orang Israel belum tentu hidup dari iman Abraham sesuai dengan yang tertulis dalam Yohanes 8:37-47, dengan perikop: "Keturunan Abraham yang tidak berasal dari Allah."
Pendeknya, kebenaran berdasarkan iman adalah KASIH KARUNIA. Jika yang mewarisi kerajaan Sorgawi secara khusus hanya Israel secara jasmani, maka bagaimana nasib bangsa kafir? Namun, ternyata bangsa kafir juga turut menjadi ahli waris dari janji yang satu itu asalkan hidup dari iman Abraham.
Kebenaran berdasarkan iman = Percaya kepada firman iman/firman kasih karunia.
Firman iman berkuasa untuk:
Menghidupkan orang mati.
Mengadakan dan yang tidak ada menjadi ada.
Kalau kita tahu dan melihat kuasa dari firman iman maka kita harus hidup dari firman iman, itulah firman kasih karunia seperti Abraham, supaya kita layak menjadi ahli waris dari tanah yang dijanjikan Tuhan kepada Abraham.
Terkait: FIRMAN ALLAH SANGGUP MENGHIDUPKAN ORANG MATI.
Sebenarnya bangsa kafir adalah bangsa yang harus dibinasakan, sebab bangsa kafir hidup dalam noda kekafiran antara lain:
Penyembahan berhala.
Berhala, artinya:
Segala sesuatu yang melebihi dari Tuhan, contohnya: Meninggalkan jam-jam ibadah karena segala kesibukan-kesibukan yang ada di dunia.
Kekerasan di hati. Sekalipun orang Kristen tidak mendirikan patung/arca di rumahnya tetapi kalau dia mengeraskan hati maka disebutlah itu penyembahan berhala. Inilah yang disebut noda kekafiran. Sebelum terpanggil (sebelum mengenal Allah) bangsa kafir hidup dalam noda kekafiran.
Kenajisan percabulan, yaitu kaya oleh kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel = Mabuk anggur oleh perempuan Babel.
Terkait: FIRMAN ALLAH MEMILIKI DAYA CIPTA = Firman Allah mengadakan dari yang tidak ada menjadi ada.
Contoh dalam Kejadian 1, Allah menciptakan langit bumi dan laut serta segala isinya oleh kuasa firman Allah, sebanyak 9 kali.
Angka 9 merujuk kepada kuasa Roh El Kudus. Jadi, Tuhan menciptakan langit bumi dan laut serta segala isinya hanya dengan berfirman 9 kali, di sebutlah itu firman yang diurapi Tuhan, berkuasa untuk mengadakan dari yang tidak ada menjadi ada = Memiliki daya cipta.
Roma 4:18-19
(4:18) Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." (4:19) Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup.
Sekalipun tidak ada dasar untuk berharap namun Abraham tetap percaya bahwa dia menjadi bapa banyak bangsa. Sebetulnya ketika janji itu diberikan kepada Abraham:
Umurnya kira-kira 100 tahun, artinya sudah lemah syahwat/mati pucuk.
Isterinya juga sudah mandul.
Inilah kebenaran berdasarkan IMAN.
Kita ini adalah bangsa kafir bukan orang Yahudi, tetapi janji yang satu itu diwarisi oleh keturunan Abraham yaitu Israel dan kafir, apabila hidup dari iman Abraham.
Saya membagi kesaksian sedikit: Awal mula saya masuk ke Provinsi Banten tidak bawa apa-apa kecuali Alkitab dan beberapa helai baju. Setelah masuk di provinsi Banten saya terkejut karena ibadah pelayanan di provinsi ini tidak bebas, ditambah saya tidak memiliki modal apapun kecuali dengan iman saja. Namun, sekalipun semuanya tidak masuk akal saya tetap maju melangkah berdasarkan iman saja. Oleh karena iman, akhirnya malam ini kita dapat datang beribadah dalam Ibadah Kaum Muda Remaja, juga menjalankan ketekunan ibadah dalam 3 (tiga) macam ibadah pokok. Jadi, kebenaran berdasarkan iman adalah KASIH KARUNIA.
Saya tahu persis kaum muda remaja juga seringkali diperhadapkan dengan hal semacam ini, sepertinya tidak masuk akal lagi; karena usia sudah tua jadi tidak mungkin menikah, tidak mungkin dapat pekerjaan karena gelar/pendidikan tidak seberapa, dan masih banyak lagi persoalan yang senada.
Sekalipun tidak ada dasar untuk berharap namun kita harus hidup oleh iman, berarti percaya walaupun tidak melihat.
Jadi hal-hal yang tidak masuk akal jangan terlalu dibesar-besarkan dan jangan pusing memikirkan perkara-perkara yang tidak masuk akal, jangan larut dengan masalah untuk sampai kepada tujuan.
Oleh sebab itu, yang menjadi ahli waris dari janji yang satu itu adalah keturunan Abraham yang hidup dari iman Abraham.
Roma 4:20-21
(4:20) Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, (4:21) dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.
Jangan pusing dengan yang tidak mungkin namun tetap memuliakan Allah, yakinlah dengan janji Allah karena Dia berkuasa, supaya nyata bahwa kita memperoleh segala sesuatu karena kasih karunia.
Bangsa kafir itu harusnya binasa karena upah dosa adalah maut, namun firman iman menghidupkan yang mati dan mengadakan yang tidak ada menjadi ada.
Roma 4:22-25
(4:22) Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran. (4:23) Kata-kata ini, yaitu "hal ini diperhitungkan kepadanya," tidak ditulis untuk Abraham saja, (4:24) tetapi ditulis juga untuk kita; sebab kepada kita pun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati, (4:25) yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.
Percaya walaupun tidak melihat hal itu diperhitungkan kepada Abraham sebagai kebenaran.
Malam ini anak-anak kaum muda remaja yang masih kurang hormat kepada orang tuanya menangislah malam ini dengan penuh penyesalan, hormatilah orang tuamu supaya lanjut umur di tanah yang diberikan Tuhan Allah, itulah tanah air Sorgawi.
Satu kali langit dan bumi berlalu, diganti dengan langit bumi yang baru, Yehuda tahu persis dan Yehuda melihat masa depan, itu sebabnya dia memperhatikan keadaan Yakub di Kanaan, berarti Yehuda hormat kepada orang tua.
Orang yang hormat kepada orang tua dia taat kepada hukum yang ke-5, ketika seseorang taat kepada hukum ke-5 menunjukan bahwa dia memiliki pandangan nubuatan, memandang jauh ke depan berarti dia adalah manusia visioner. Amin.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment