IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 03 SEPTEMBER 2026
MALEAKHI 3:1A
(Seri: 9)
Subtema: ROH PENGASIHAN & ROH PERMOHONAN
Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh rahmat-Nya kita sekalian dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus, sehingga kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Pendalaman Alkitab disertai perjamuan suci.
Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN, yang turut bergabung lewat online atau live streaming, video internet, baik dari YouTube, Facebook, dan Tiktok. Selanjutnya, biarlah damai sejahtera dari Sorga memenuhi hati kita dan saudara yang mengikuti secara online dimanapun berada, sehingga dalam sukacita besar disertai kebahagiaan kita duduk diam menikmati sabda Allah.
Marilah kita ikuti STUDY MALEAKHI sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab yang disertai dengan perjamuan suci.
Namun tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan dari TUHAN, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi.
Maleakhi 3:1a (seri 8)
(3:1) Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.
Disini dikatakan: "Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku!"
Marilah kita melihat UTUSAN TUHAN yang mempersiapkan jalan di hadapan TUHAN
Matius 11:10-11 (bagian 6) —Perikop: “Yesus dan Yohanes Pembaptis.”
(11:10) Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu. (11:11) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.
Utusan yang mendahului Tuhan adalah YOHANES PEMBAPTIS.
Tugas pokok Yohanes pembaptis adalah mempersiapkan jalan bagi Tuhan, sebab Yesus akan datang kembali untuk kedua kalinya ke dalam dunia yang fana ini, sebagai Raja di atas segala raja, bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
Perlu untuk diketahui: Sebagai utusan, Yohanes Pembaptis bertanggung jawab penuh terhadap pekerjaannya di dalam hal mempersiapkan jalan bagi Tuhan.
Hal itu ada dalam pengakuan Yesus yang tertulis dalam Matius 11:7-9.
Matius 11:7-9
(11:7) Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: "Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari? (11:8) Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja. (11:9) Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi.
Pengakuan Yesus tentang Yohanes di hadapan orang-orang Yahudi.
YANG PERTAMA (ayat 7):
“Yohanes tinggal di padang gurun”, artinya: Yohanes sungguh-sungguh di dalam hal mempersiapkan jalan bagi Tuhan.
“Yohanes bagaikan buluh yang digoyangkan kian kemari”, artinya: Yohanes mempunyai pendirian yang kuat, sebab tidak mudah digoyahkan oleh berbagai angin pengajaran.
Tetaplah berpegang teguh pada Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, supaya kita dibawa masuk ke dalam kegerakan yang besar yaitu pembentukan (pembangunan) tubuh Kristus yang sempurna, disebutlah itu sidang mempelai TUHAN.
YANG KEDUA (ayat 8):
Yohanes tidak berpakaian halus, artinya: Yohanes tidak hidup dalam kemewahan.
Yohanes tidak tinggal di istana, artinya: Yohanes rendah hati, sebab dia fokus pada pekerjaannya. Jadi dari sini kita bisa melihat hanya orang yang rendah hati saja dapat fokus pada pekerjaan yang dipercayakan TUHAN kepadanya.
YANG KETIGA (ayat 9):
Dikatakan bahwa, “Yohanes adalah lebih dari pada nabi”, artinya:
Nabi terakhir dan terbesar dari Perjanjian Lama.
Memiliki loyalitas (patuh dan setia) disertai dengan dedikasi (pengabdian penuh) kepada Tuhan
ARTI KEHADIRAN YOHANES SEBAGAI UTUSAN TUHAN:
Apa arti kehadiran kita di tengah-tengah nikah dan rumah tangga? Sebagai suami, sebagai istri, sebagai anak, sebagai orangtua, apa tanggung jawabnya di tengah nikah dan rumah tangga? dan seterusnya.
Demikian juga kita di tengah ibadah dan pelayanan ini, apa arti kehadiran kita? Apa arti kehadiran jemaat di tengah ibadah dan pelayanan ini? Apa arti kehadiran seorang pelayan di tengah ibadah dan pelayanan?
Mari kita belajar untuk memiliki arti kehidupan, di hadapan TUHAN dari sisi Yohanes pembaptis sebagai utusan TUHAN.
Matius 11:12-13
(11:12) Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya. (11:13) Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes
Tugas nabi-nabi dan kitab Taurat adalah BERNUBUAT, berarti menyampaikan apa yang akan terjadi di depan. Maka, oleh nubuat kita sebagai umat Tuhan mempunyai masa depan yang baik dan mempunyai masa depan penuh dengan pengharapan.
Terkait NUBUAT NABI kita selidiki dari ….
Yeremia 29:9-10
(29:9) Sebab mereka bernubuat palsu kepadamu demi nama-Ku. Aku tidak mengutus mereka, demikianlah firman TUHAN. (29:10) Sebab beginilah firman TUHAN: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini.
Kita harus berhati-hati terhadap setiap nubuat, sebab nabi-nabi palsu bernubuat palsu kepada umat Tuhan. Akan tetapi, nubuat yang benar dan murni ialah: Tuhan menepati janjinya, Tuhan akan membawa umat Tuhan kembali ke tanah kanaan, tanah yang dijanjikan TUHAN kepada nenek moyang Israel; Abraham, Ishak, Yakub. Singkat kata, kita (anak-anak TUHAN) dijadikan sebagai AHLI WARIS dari tanah air Sorgawi.
Jadi, kalau hamba-hamba TUHAN bernubuat terkait dengan kepentingan-kepentingan daging, terkait dengan hal-hal lahiriah di dunia ini, itu sudah tidak benar. Tapi nubuat yang benar: TUHAN berjanji akan membawa umat-Nya kepada kebahagiaan kekal di dalam kerajaan Sorga.
Oleh sebab itu kita harus belajar untuk menghargai firman nubuat yang benar dan murni, yang disampaikan dengan tulus, meskipun itu sakit bagi daging, yang disebut juga: Firman Pengajaran yang rahasia nya dibukakan dalam terangnya Roh El-Kudus.
Yeremia 29:11
(29:11) Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Nubuat Tuhan kepada umat Israel adalah rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan.
Manfaat nubuat adalah untuk memberikan kepada kita hari depan yang penuh pengharapan. Sekarang ini kita berada di dunia ini dan sepertinya kita ditinggalkan Tuhan, sementara di depan kita akan menghadapi ujian yang begitu besar, namun percayalah, jika kita menghargai firman nubuat (firman yang rahasia nya dibukakan), maka Tuhan akan tetap menyatakan rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan. Pendeknya, kita mempunyai masa depan yang baik, masa depan yang cemerlang.
Inilah jaminan dari nubuatan yang murni datangnya dari TUHAN. Berbeda dengan nubuat dari nabi-nabi lokal (yang ada di Babel), mereka bernubuat palsu kepada orang-orang buangan di Babel.
Selanjutnya…
Yeremia 29:12-14
(29:12) Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; (29:13) apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, (29:14) Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat ke mana kamu telah Kuceraiberaikan, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan mengembalikan kamu ke tempat yang dari mana Aku telah membuang kamu. --
Reaksi TUHAN, ketika anak-anak Tuhan menghargai, nubuat firman Allah yang diterima:
Tuhan mendengar apabila KITA BERSERU dan DATANG UNTUK BERDOA kepada Tuhan. Seperti malam ini kita datang menghadap TUHAN lewat Ibadah Pendalaman Alkitab, disertai dengan Perjamuan Suci. Maka segala doa dan seruan kita akan didengar oleh TUHAN.
Jadi, jangan saudara mengira dengan berdoa menunjukkan dia manusia rohani. Kalau berdoa, tetapi telinga dipalingkan dari Firman TUHAN, maka itu kekejian bagi TUHAN.
Kita menemukan Tuhan, apabila kita MENCARI TUHAN.
Tuhan akan memberi diri-Nya ditemukan apabila kita MENANYAKAN TUHAN dengan segenap hati
Singkat kata, lewat Ibadah Pendalaman Alkitab disertai perjamuan suci:
Kita berseru dan datang untuk berdoa kepada Tuhan.
Kita mencari Tuhan, tidak lagi mencari hal-hal yang sia-sia. Sebab Alkitab berkata: cari dahulu kerajaan Sorga dan kebenaran yang ada di dalamnya, nanti semua akan ditambahkan dari apa yang masih kurang di dalam kehidupan kita.
Kita datang untuk menanyakan Tuhan dengan segenap hati.
Jadi kalau menanyakan TUHAN harus dengan segenap hati. Jangan kita menanyakan TUHAN di luar kegiatan Roh. Jangan kita menanyakan TUHAN untuk sesuatu yang sia-sia, itu sudah tidak benar.
Pendeknya, oleh nubuat firman Allah kita diarahkan kepada Satu Pribadi yaitu, Allah Yang Hidup, itulah: Tuhan Yesus Kristus, selanjutnya …
Akan memulihkan keadaan kita.
Akan mengumpulkan kita dari 4 (empat) penjuru bumi, sehingga tidak bercerai-berai;
= satu kesatuan yang utuh, yaitu tubuh Kristus yang sempurna
= Tergembala dengan baik dan benar dalam satu kandang penggembalaan dengan seorang gembala, tidak dua atau tiga gembala.
Terkait, TUHAN AKAN MEMULIHKAN KEADAAN KITA DAN DIKUMPULKAN MENJADI SATU.
Kita telusuri…
Mazmur 126:1-3 --- Perikop: "Pengharapan di tengah-tengah penderitaan."
(126:1) Nyanyian ziarah. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi. (126:2) Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: "TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!" (126:3) TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.
Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion:
“Seperti orang-orang yang bermimpi”, berarti sulit dipercaya = Seperti khayalan karena terlepas dari keterpurukan selama 70 tahun di Babel. Menderita bukan satu dua tahun, tapi 70 tahun, lalu akhirnya bebas dari kungkungan penderitaan dan keterpurukan, itu seperti bermimpi.
Maka, saya juga sering kali merenung bagaimana nanti keadaan saya, istri, anak, dan seluruh sidang jemaat, bila nanti lepas bebas dari dunia ini, dari kungkungan penderitaan dan keterpurukan, bagaimana keadaan kami ketika dibawa masuk dalam kekekalan.
Dan kalau kelak kita dibawa masuk ke tanah air Sorgawi, serasa seperti bermimpi.
“Mulut penuh dengan tawa dan sorak-sorai”.
Ini adalah perubahan suasana hati, sebab dahulu penuh dengan dukacita, mengalami kesedihan, namun semuanya itu diganti dengan sebuah arus gelombang kebahagiaan, sehingga mulut penuh dengan tawa dan sorak-sorai.
Pernah dililit hutang, tiba-tiba datang pertolongan membebaskan hutang, ini adalah sebuah arus, gelombang, yang membawa kepada suatu kebahagiaan yang luar biasa, sekalipun ditandai dengan cucuran air mata.
Biarlah hal ini kita alami bersama-sama, hidup kita dipulihkan oleh kuasa Tuhan yang ajaib
Selanjutnya, pada ayat ini dikatakan: “... Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: "TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!"..”
Singkat kata, dunia pun menyaksikan dan mengakui bahwa TUHAN telah melakukan perkara yang besar bagi umat-Nya.
Matius 126:4
(126:4) Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb!
Pemulihan yang dialami oleh umat Tuhan diibaratkan seperti memulihkan batang atau aliran air di tanah Negeb yang kering dan gersang.
Selama seseorang berada di tanah perbudakan, otomatis orang semacam ini menjadi kehidupan yang kering-kering rohaninya. Tetapi ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, diibaratkan seperti batang atau aliran air mengalir di tanah Negeb yang kering dan gersang.
Malam ini sungai air kehidupan mengalir dari takhta Allah dan takhta Anak Domba membasahi hati kita, supaya kita tidak mengalami kehidupan kering-kering rohani.
Mazmur 126:5-6
(126:5) Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. (126:6) Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.
Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkas (hasil tuaian).
BENIH yang ditaburkan -> Pengalaman kematian, artinya: daging telah mati dan tidak bersuara = Orang yang tidak lagi hidup menurut hawa nafsu dan keinginan-keinginan daging yang jahat.
Menabur benih berarti bersekutu di dalam penderitaanNya. Oleh sengsara salib itu, kita mengalami kematian, juga satu dengan kebangkitan-Nya. Tidak ada suasana kebangkitan (hasil tuaian) kalau tidak masuk dalam pengalaman kematian terlebih dahulu, yang diawali dengan sengsara salib,
ayat referensi Yohanes 12:24: “... Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah …”
Juga ditegaskan dalam 1 Korintus 15:37 : “... Dan yang engkau taburkan bukanlah tubuh tanaman yang akan tumbuh, tetapi biji yang tidak berkulit, umpamanya biji gandum atau biji lain …”
Biji yang tidak berkulit disebutlah itu benih, ini yang ditaburkan. Pengalaman kematian itu yang ditaburkan, dikubur, nanti hari ketiga bangkit membawa berkas-berkas (hasil tuaian), meskipun harus menyangkal diri memikul salibnya, mengikut TUHAN.
Tetaplah mengikut TUHAN, berarti berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, jangan mandek di jalan, jangan berhenti di tengah jalan, tetaplah sangkal diri, pikul salib, sampai betul-betul oleh salib kita masuk dalam pengalaman kematian dan kebangkitan.
Sekarang ini kita sedang berjalan maju dengan tetesan air mata, karena banyaknya penderitaan yang kita alami. Dihimpit kesulitan dan kesukaran, tetapi tetaplah berjalan maju sekalipun disertai dengan tetesan air mata.
Demikianlah TUHAN mendidik umat Israel, secara khusus kepada orang Yehuda yang dibuang ke Babel. Itu sebuah perjalanan rohani, mereka harus melewati dinamika demi dinamika, berjalan maju disertai dengan tetesan air mata. Tidak boleh mandek (berhenti) di tengah jalan, sebab nubuat firman Allah membawa kita kepada masa depan yang lebih baik, lebih indah, bukan rancangan kecelakaan.
Kembali kita perhatikan …
Yeremia 29:14E
(29:14) Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat ke mana kamu telah Kuceraiberaikan, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan mengembalikan kamu ke tempat yang dari mana Aku telah membuang kamu. --
"Aku akan mengembalikan kamu ke tempat dari mana Aku telah membuang kamu."
Jadi nubuat firman yang benar dan murni akan mengembalikan kita ke tanah perjanjian, yaitu tanah air sorgawi sebagai milik pusaka kita untuk selama-lamanya, berarti bahagia bersama dengan Dia untuk selama-lamanya di dalam kekekalan. Itu sasaran nubuatan Firman Allah, bukan soal perkara lahiriah, perkara daging, perkara dunia.
Yeremia 29:15
(29:15) Memang kamu berkata: TUHAN telah membangkitkan nabi-nabi bagi kami di Babel. --
Orang-orang buangan di Babel lebih percaya kepada nabi-nabi palsu (nabi-nabi lokal di Babel) yang memberi pengharapan palsu yaitu; bahwa mereka akan segera bebas dari Babel, berarti bebas dari perbudakan dosa yang menimbulkan tekanan, himpitan dan penderitaan hebat.
Singkatnya, orang-orang buangan di Babel tidak percaya kepada Nabi TUHAN, yaitu: Nabi Yeremia.
Tidak sedikit ajaran palsu dibawa masuk ke dalam rumah TUHAN, sehingga dalam pertemuan-pertemuan ibadah seringkali firman TUHAN disampaikan hanya bicara soal berkat keberkatan, hanya bicara soal berhasil keberhasilan.
Ada juga ajaran berkata: sekali diberkati, tetap diberkati untuk selama-lamanya, kemudian ajaran lain berkata: karena TUHAN telah menderita sengsara di atas kayu salib, maka kita tidak perlu menderita untuk selama-lamanya, ini pengertian yang konyol dari ajaran yang palsu. Tapi fakta kebenarannya, pengertian ini sudah dibawa masuk ke dalam rumah TUHAN, dan disampaikan di tengah ibadah-ibadah yang sedang berlangsung.
Tidak ada bedanya dengan himeneus dan filetus; mereka berbicara dan mengajarkan kebangkitan tanpa landasan yang kuat dan teguh yaitu pengajaran salib. Ini ajaran yang tidak benar … 2 Timotius 2:16-19.
Sementara ajaran palsu itu disebut seperti penyakit kanker, menjalar melalui urat-urat, merusak sel-sel dalam anggota-anggota tubuh Kristus.
Sedangkan: nubuat yang benar dan murni: mengembalikan umat Israel ke tempat dimana TUHAN telah membuang mereka; mengembalikan ke tanah perjanjian. Tapi orang-orang buangan di Babel lebih mendengar nabi palsu (nabi lokal) di Babel yang memberi janji-janji palsu, daripada mendengar nabi TUHAN berbicara atas nama TUHAN, disebut juga nubuat Firman Allah yang murni dan benar.
Pendeknya, orang-orang buangan di Babel lebih percaya kepada nabi palsu daripada percaya kepada nabi Yeremia. Sebenarnya Nabi Yeremia diutus oleh TUHAN untuk orang-orang buangan di Babel. Rencana TUHAN disampaikan dengan perantaraan nabi Yeremia kepada tua-tua, imam-imam, juga orang-orang buangan di Babel.
Sekarang kita akan melihat surat yang dikirimkan oleh nabi Yeremia kepada tua-tua, imam-imam, dan orang-orang buangan di Babel di Yeremia 29:1-6 disitu ada perintah, antara lain:
Dirikanlah rumah untuk kamu diami … (ayat 5).
buatlah kebun untuk kamu nikmati hasilnya … (ayat 5).
menikahlah … (ayat 6).
beranakcuculah … (ayat 7)
Inilah nasihat firman TUHAN dengan perantara nabi Yeremia yang ditujukan kepada orang-orang buangan di Babel, supaya mereka memperhatikan nubuat firman ini dan hidup didalamnya.
Tujuan Yeremia mengirim surat itu adalah: “... supaya mereka jangan berkurang …”, sebab masa pembuangan akan berlangsung selama 70 (tujuh puluh) tahun lamanya. 70 (tujuh puluh) tahun itu adalah kurun waktu yang panjang (lama), bukan pendek. Itu sebabnya orang-orang buangan diperintahkan mendirikan rumah untuk didiami, lalu membuat kebun untuk menikmati hasilnya, lalu disuruh menikah, beranak cuculah, bertambah banyaklah, jangan berkurang.
Kalau hanya 2,3, tahun saja di Babel tidak perlu membuat kebun di daerah penumpangan, tidak perlu mendirikan rumah secara permanen di daerah penumpangan. Tetapi mereka dibuang 70 tahun di Babel, suatu kurun waktu yang sangat panjang, seumur manusia, jika ia mencapai 70 tahun.
Berbeda dengan nabi palsu di Babel, mereka sibuk berbicara berkat keberkatan, berhasil keberhasilan, dan mereka juga berkata; tidak lama lagi mereka bebas. Dari mana hal itu bisa disampaikan?. Hal ini menunjukkan nabi-nabi palsu memberikan pengharapan palsu, janji palsu (kosong) demi kepentingan pribadinya, mereka berusaha mencari simpati sekaligus mencari keuntungan.
Tapi yang benar apa yang disampaikan TUHAN kepada umat buangan di Babel dengan perantara Yeremia.
Intinya, 4 (empat) perintah TUHAN, yaitu
Dirikanlah rumah untuk kamu diami.
buatlah kebun untuk kamu nikmati hasilnya.
menikahlah
beranakcuculah
Inti dari surat yang dikirim oleh Nabi Yeremia kepada orang-orang buangan di Babel adalah NIKAH, yaitu membawa kita masuk dalam pembangunan tubuh yang sempurna. Karena kita di dunia ini bukan 10 atau 20 tahun, manusia di dunia ini sudah berabad-abad dari sejak kejatuhan Adam sampai dengan sekarang.
Sebelum Adam dan Hawa melanggar hukum Allah, kehidupan mereka bahagia, menikmati hidup yang indah, nikah yang diberkati di taman Eden. Tetapi begitu mereka melanggar hukum Allah, mereka menjadi telanjang, sehingga mereka diusir dari taman Eden, seperti manusia dicampakan di dunia ini sampai sekarang.
Jadi, jelas sekali apa yang disampaikan nabi Yeremia kepada orang-orang buangan di Babel, itupun yang harus kita perhatikan malam ini dan seterusnya, supaya kita dibawa masuk dalam pesta nikah Anak domba Wahyu 19:6-9.
Namun untuk sampai kepada nikah diawali dengan mendirikan rumah, berarti membawa kita masuk dalam kegerakan yang besar yaitu: pembangunan tubuh kristus yang sempurna; rumah TUHAN yang sempurna, itulah mempelai TUHAN. Selanjutnya dari situ Gereja yang sempurna, dibawa masuk dalam pesta nikah anak domba, “ini lah Firman Allah yang benar” … Wahyu 19:6-9.
Jadi TUHAN mengutus utusannya itulah Yohanes pembaptis untuk mendahului TUHAN. Tugas pokoknya adalah untuk mempersiapkan jalan bagi TUHAN, karena TUHAN akan datang kembali ke dalam dunia yang fana ini untuk kedua kalinya sebagai Raja di atas segala raja dan sebagai Mempelai laki-laki sorga. Jadi, baik nabi Yeremia, maupun nabi terakhir yaitu Yohanes pembaptis mereka satu Roh, satu ajaran.
Kita melihat rentang waktu antara nabi Yeremia sampai kepada Nabi Yohanes pembaptis itu cukup jauh. Tetapi mereka dikuasai Roh yang satu dan yang sama, dikuasai ajaran yang sama, itulah: Firman pengajaran mempelai dalam terangnya Tabernakel untuk membawa gereja TUHAN masuk dalam kegerakan yang besar, yaitu: pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, layak untuk masuk pada pesta Anak domba.
Dari pengertian yang kita dapat ini, untuk tidak ada alasan tidak suka datang beribadah. Justru dengan pengertian demi pengertian yang kita terima dari TUHAN, kita semakin digairahkan, karena yang berbicara kepada kita adalah kekasih jiwa kita, surat cintanya sudah dibacakan lewat ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci malam ini. Begitu bahagianya seseorang bila mendapat surat cinta. Begitu juga dengan kita malam ini begitu bahagianya mendapat surat cinta dari TUHAN. Isi hatinya dicurahkan, dibentangkan malam ini.
Kita bandingkan dengan: ORANG-ORANG YANG TERTINGGAL DI YERUSALEM.
Yeremia 29:16-17
(29:16) Sungguh, beginilah firman TUHAN tentang raja yang duduk di atas takhta Daud dan tentang seluruh rakyat yang diam di kota ini, yakni saudara-saudaramu yang tidak keluar beserta kamu ke dalam pembuangan: (29:17) Beginilah firman TUHAN semesta alam: Sesungguhnya, Aku akan mengirim pedang, kelaparan dan penyakit sampar ke antara mereka, dan Aku akan membuat mereka seperti buah ara yang busuk dan demikian jeleknya, sehingga tidak dapat dimakan.
Sementara orang yang tertinggal di Yerusalem menganggap diri mereka aman dan lebih baik dari orang-orang yang dibuang ke Babel, namun justru kepada mereka Tuhan kirimkan 3 (tiga) hal:
Pedang
Kelaparan
Penyakit sampar
Sedangkan orang yang tinggal di Yerusalem adalah gambaran dari gereja Tuhan yang tertinggal di akhir zaman ini, akan mengalami tiga hal ini; pedang, kelaparan dan penyakit sampar. Hal ini terjadi tepatnya pada saat antikris berkuasa dan memerintah atas seantero dunia. Dan gereja yang tertinggal akan menderita aniaya yang dahsyat.
Disini kita melihat, ada suatu fenomena yang berbeda antara orang buangan di Babel dengan orang yang tertinggal di Yerusalem. Orang-orang yang tertinggal di Yerusalem menganggap diri mereka aman dan lebih baik dari orang-orang yang dibuang ke Babel, tapi justru TUHAN kirimkan 3 (tiga) hal.
Mari kita lihat tiga hal ini satu persatu.
Terkait dengan: PEDANG
Wahyu 6:3-4 --- Perikop: "Keenam meterai pertama dibuka."
(6:3) Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kedua, aku mendengar makhluk yang kedua berkata: "Mari!" (6:4) Dan majulah seekor kuda lain, seekor kuda merah padam dan orang yang menungganginya dikaruniakan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi, sehingga mereka saling membunuh, dan kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yang besar.
Ketika Anak Domba membuka meterai kedua, tampillah “kuda merah” untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi, sebab kepada si penunggang kuda merah dikaruniakan sebilah pedang yang besar.
Saya teringat pada injil Lukas 22, waktu Yesus tampil bersama dengan murid-murid. Disitu ia tampil sebagai Imam besar, hal itu bisa dilihat dari ungkapan-ungkapan-Nya ...
Sebagai Imam besar IA TAMPIL UNTUK MELAYANI murid-murid.
Sebagai Imam besar IA TAMPIL UNTUK BERDOA bagi Simon Petrus dan murid-murid yang lain, supaya jangan gugur imannya.
Lukas 22:38: “... Kata mereka: "Tuhan, ini dua pedang." Jawab-Nya: "Sudah cukup." …”
IA TAMPIL SEBAGAI IMAM BESAR untuk menebus dan mengadakan pendamaian. Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Imam besar, dan Dia sudah menyerahkan diri-Nya untuk mengerjakan pekerjaan penebusan dan pendamaian di atas kayu salib, itu sudah cukup, tidak perlu pakai pedang.
Tetapi saat TUHAN membuka meterai yang kedua, damai sejahtera diambil dari dunia ini, terjadilah kekacauan, orang yang bermusuhan saling membunuh dengan pedang.
Terkait: KELAPARAN
Wahyu 6:5-6
(6:5) Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketiga, aku mendengar makhluk yang ketiga berkata: "Mari!" Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hitam dan orang yang menungganginya memegang sebuah timbangan di tangannya. (6:6) Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu."
Ketika Anak Domba membuka meterai yang ketiga, tampillah kuda hitam, di saat itu harga firman sangat mahal sebab pada tangan si penunggang kuda hitam ada TIMBANGAN, sehingga harga firman menjadi mahal: ...
Secupak gandum sedinar.
Tiga cupak jelai sedinar.
Namun ada nasihat firman "janganlah rusakkan minyak dan anggur." Ini terjadi saat pra aniaya, yaitu; 3,5 tahun yang pertama antikris menjadi Raja. Pada saat itu ibadah masih bisa dijalankan tapi sudah sulit, buktinya harga firman menjadi mahal.
Malam ini kita masih menikmati firman Allah menurut takaran kasih karunia, maksudnya sejauh hati kita merindu. Tapi nanti tidak seperti itu, firman akan ditimbang-timbang. Mengantri untuk mengikuti timbangan itu.
Jadi sekarang ini kumpulkanlah gandum itu sebanyak-banyaknya, nanti itu diperlukan saat antikris menjadi raja atas dunia.
"Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu."
Jangan rusakan minyak, itulah kegiatan Roh,
jangan rusakan anggur sukacita mempelai. Tujuannya, supaya hubungan kita dengan TUHAN tetap terjalin. Kegunaan anggur untuk menyukakan hati TUHAN dan sesama.
Terkait PENYAKIT SAMPAR
Kuda merah dan kuda hitam merupakan penghukuman dari meterai Allah yang kedua dan ketiga. Tetapi soal penyakit sampar bukan lagi penghukuman dari tujuh meterai yang dibuka, juga bukan penghukuman dari tujuh sangkakala yang ditiup, tetapi ini penghukuman dari cawan murka Allah.
Wahyu 16:1-2 --- Perikop: "Ketujuh malapetaka."
(16:1) Dan aku mendengar suara yang nyaring dari dalam Bait Suci berkata kepada ketujuh malaikat itu: "Pergilah dan tumpahkanlah ketujuh cawan murka Allah itu ke atas bumi." (16:2) Maka pergilah malaikat yang pertama dan ia menumpahkan cawannya ke atas bumi; maka timbullah bisul yang jahat dan yang berbahaya pada semua orang yang memakai tanda dari binatang itu dan yang menyembah patungnya.
Ketika cawan murka Allah yang pertama ditumpahkan “timbullah bisul yang jahat dan berbahaya”, disebutlah sampar. Hukuman ini berlaku bagi orang yang:
Memakai tanda dari binatang.
Menyembah patung binatang.
Adapun tanda bilangan binatang itu (antikris) ialah: 666, ini adalah bilangan manusia.
Kegunaan dari tanda tersebut ialah: Bebas membeli dan menjual, disebutlah itu roh antikris (roh jual beli) ayat referensi Wahyu 13:17.
Jadi kalau kita melihat, mereka yang tertinggal di Yerusalem merasa aman dan lebih baik, namun kenyataannya tidak. Mari kita lihat mengapa itu bisa terjadi?
Terkait menyembah patung binatang …
Wahyu 13:15
(13:15) Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh.
Patung antikris:
Dapat berbicara, sehingga memberi pengertian untuk menggiring opini manusia kepada kesesatan.
Malam ini TUHAN berbicara kepada kita, memberi satu pengertian yang benar, suci dan mulia menggiring kita kepada terang yang sempurna; Shekina Glory. Berbeda dengan patung binatang kalau berbicara menggiring opini manusia kepada kesesatan.
Bertindak begitu rupa. Oleh tindakannya yang begitu rupa, orang-orang menjadi hanyut dan tenggelam atau terlena.
Sama seperti Yesus Kristus, Allah yang menjadi manusia, supaya mendapat kesempatan menderita sengsara, mati di kayu salib. Ini adalah suatu tindakan yang membuat gereja TUHAN hanyut dan tenggelam di dalam kasih-Nya. Dosa manusia dihisap di dalam dagingnya, sehingga yang menanggung hukuman karena dosa adalah Yesus. Ini yang membuat kita hanyut dan tenggelam di dalam kasih Allah itu. Tetapi rupa-rupanya setan juga membuat tandingan. Inilah yang akan disembah oleh orang-orang yang menerima hukuman dari cawan murka Allah yang pertama.
Tadi kita sudah melihat malapetaka menimpa orang-orang yang tertinggal di Yerusalem;
yang pertama pedang,
yang kedua kelaparan,
yang ketiga sampar korona.
Kemudian mereka yang di pembuangan mengalami hukuman yang sama karena tidak percaya kepada nabi Yeremia sebagai utusan TUHAN. Jadi keduanya sama-sama konyolnya, sama-sama bodohnya, baik orang-orang yang dibuang ke Babel, maupun orang-orang yang tinggal di Yerusalem.
Orang yang dibuang ke Babel menerima ajaran dari nabi-nabi palsu (nabi di Babel), mereka menolak nubuatan yang benar dan murni yang disampaikan oleh nabi Yeremia.
Sementara yang tertinggal di Yerusalem merasa aman dan lebih baik, tapi kenyataannya ditimpah tiga malapetaka seizin TUHAN.
Kenapa itu bisa terjadi? jawabnya kita telusuri dalam Yeremia 29.
Yeremia 29:18-19
(29:18) Aku akan mengejar mereka dengan pedang, kelaparan dan penyakit sampar, dan Aku akan membuat mereka menjadi kengerian bagi segala kerajaan di bumi, menjadi kutuk, kedahsyatan, suitan dan aib di antara segala bangsa ke mana mereka Kuceraiberaikan, (29:19) sebagai ganjaran bahwa mereka tidak mendengarkan perkataan-Ku, demikianlah firman TUHAN, yang telah Kusampaikan kepada mereka terus-menerus dengan perantaraan hamba-hamba-Ku, yakni para nabi; tetapi kamu tidak mendengarkannya, demikianlah firman TUHAN.
Ternyata orang yang tertinggal di Yerusalem mendapat hukuman karena menolak untuk mendengarkan nubuatan firman Allah. Jadi sama bodohnya dengan orang-orang buangan di Babel; mereka percaya kepada nabi-nabi palsu, janji-janji palsu, mereka menolak nabi Yeremia.
Fenomena ini kita bandingkan dengan ….
Matius 11:12
(11:12) Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya.
Orang-orang berusaha merebut kerajaan Sorga, dengan KEGAGAHAN.
Kegagahan, itulah segala kelebihan-kelebihan yang ia miliki antara lain;
harta kekayaan, uang yang banyak,
termasuk kedudukan jabatan, pangkat yang tinggi. Itu tidak diizinkan oleh TUHAN.
Yang TUHAN mau adalah supaya kita tetap memperhatikan nubuat firman Allah. TUHAN telah mengutus utusannya untuk mempersiapkan jalan bagi Sang Raja.
Kita tidak bisa merebut kerajaan Sorga dengan ajaran-ajaran yang serong. Kita tidak bisa merebut kerajaan Sorga dengan kegagahan.
Kita harus menghargai nubuat firman Allah, menghargai firman para nabi, menghargai pengajaran salib yang ditegakkan dalam setiap pertemuan ibadah, sebab Alkitab sudah menjelaskan pada injil Matius 7:13: “... Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; …”
Jadi harus tetap sangkal diri, pikul salib, daging ini harus di pres, keinginannya dipersempit, tidak boleh diberi ruang/kebebasan.
Matius 7:14: “… karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya." …”
Tidak ada yang sampai kepada Bapa di Sorga tanpa salib di Golgota. Kegunaan dari salib ialah: untuk menghukum daging, tidak diberi ruang luas dan kebebasan untuk daging ini, sehingga kita sampai ke tujuan hidup, yaitu; kerajaan Sorga.
Lebih banyak gereja yang ditandai daging-daging daripada gereja dimana salib ditegakan di dalamnya. Oleh sebab itu, kita tidak boleh lari dari kenyataan, kita harus melalui jalan sempit, pintu sesak, karena itulah jalan satu-satunya menuju kehidupan kekal.
Biarlah kita masuk pada kelompok yang sedikit itu untuk mendapatkan kerajaan Sorga. Jangan kita menjadi konyol seperti orang yang dibuang ke Babel dan mereka yang tinggal di Yerusalem, sama-sama menolak nubuatan Firman Allah.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment