KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Friday, February 6, 2026

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 27 JANUARI 2026



IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 27 JANUARI 2026

 

SURAT YUDAS

PASAL 1:11

(Seri: 7)

 

Subtema: UPAH YANG LEBIH BESAR DARI SEMUA UPAH

 

Pertama-tama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh rahmat TUHAN, kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus sehingga kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Doa Penyembahan. Berarti sebentar kita akan tersungkur di ujung kaki salib TUHAN, sujud menyembah kepada Dia, tentu setelah Firman ALLAH meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi. Saya juga tidak lupa untuk menyapa Saudara/saudari, Bapak/Ibu terkasih yang turut bergabung secara online dimana pun saudara berada.

Kiranya kuasa dari tempat yang Maha tinggi memberi damai sejahtera di hati kita saat kita duduk diam menikmati sabda ALLAH.

Selanjutnya, mari kita sambut Surat Yudas sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan dari Yudas 1:11 seri ke-7 untuk pemberitaan Firman TUHAN.

 

Yudas 1:11

(1:11) Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

Ayat ini menyatakan: Celakalah mereka. Sebab:

a. Karena mereka yang mengikuti jalan yang ditempuh Kain

b. Karena mereka oleh sebab upah menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam.

c. Mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

Malam ini kita kembali membahas.

Tentang: Oleh sebab upah menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam (Bagian 2).

 

2 Petrus 2:15

(2:15) Oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat.

 

Guru-guru palsu telah meninggalkan jalan yang benar, yakni JALAN SALIB yang menuju kepada hidup kekal.

Akibat meninggalkan jalan yang benar: TERSESATLAH MEREKA. Tersesat = kesasar = salah jalan.

Praktek tersesat: Mengikuti jalan Bileam yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat.

 

Bilangan 22:5-7

(22:5) Raja ini mengirim utusan kepada Bileam bin Beor, ke Petor yang di tepi sungai Efrat, ke negeri teman-teman sebangsanya, untuk memanggil dia, dengan pesan: "Ketahuilah, ada suatu bangsa keluar dari Mesir; sungguh, sampai tertutup permukaan bumi olehnya, dan mereka sedang berkemah di depanku. (22:6) Karena itu, datanglah dan kutuk bangsa itu bagiku, sebab mereka lebih kuat dari padaku; mungkin aku sanggup mengalahkannya dan menghalaunya dari negeri ini, sebab aku tahu: siapa yang kauberkati, dia beroleh berkat, dan siapa yang kaukutuk, dia kena kutuk." (22:7) Lalu berangkatlah para tua-tua Moab dan para tua-tua Midian dengan membawa di tangannya upah penenung; setelah mereka sampai kepada Bileam, disampaikanlah kepadanya pesan Balak.

 

Lewat tua-tua Moab dan tua-tua Midian, Balak meminta supaya Bileam datang dan mengutuk bangsa Israel bagi dia.

Untuk hal itu, Balak sudah menyediakan upah bagi Bileam.

Kemudian, di dalam Bilangan 22:8-11, Bileam bertanya kepada TUHAN terkait dengan keinginan Balak Raja Moab untuk mengutuk (menyerapah) bangsa Israel.

 

Bilangan 22:12

(22:12) Lalu berfirmanlah Allah kepada Bileam: "Janganlah engkau pergi bersama-sama dengan mereka, janganlah engkau mengutuk bangsa itu, sebab mereka telah diberkati."

 

Jawaban Tuhan kepada Bileam:

-    "Janganlah engkau pergi bersama-sama dengan mereka.”

-    "Janganlah engkau mengutuk bangsa itu, sebab mereka telah diberkati."

 

Kata "diberkati" di sini mengandung makna yang amat sangat dalam. Dan hal ini membuat hati saya berbahagia saudara, semoga kebahagiaan yang sama juga saudara alami.

 

Kejadian 1:26-27

(1:26) Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." (1:27) Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

 

Allah menjadikan laki-laki dan perempuan menurut TELADAN Allah atau menurut gambar dan rupa Allah.

Selanjutnya Allah memberkati mereka (laki-laki dan perempuan).

Kata "memberkati" merujuk kepada SALIB KRISTUS yang berkuasa mempersatukan laki-laki dan perempuan, sehingga keduanya menjadi satu daging, bukan lagi dua.

 

Sebagaimana yang dituliskan oleh Rasul Matius di dalam…

Matius 19:5

(19:5) Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.

 

Perlu untuk kita ketahui bersama: bangsa Israel diberkati oleh Tuhan untuk menjadi BERKAT bagi bangsa-bangsa di atas muka bumi ini.

Jadi kita pun diberkati untuk menjadi berkat. Itu sebabnya TUHAN tidak suka melihat orang yang kikir.

Jadi bangsa Israel adalah bangsa yang diberkati, supaya pada akhirnya menjadi berkat bagi bangsa-bangsa di atas muka bumi ini. Itu sebabnya ALLAH melarang Bileam untuk mengutuk dan menyerapah bangsa Israel.

Bangsa Israel adalah bangsa pilihan, bangsa yang telah diberkati.

 

Mulai dari saya sampai kepada imam-imam adalah bangsa yang dipilih oleh TUHAN berarti diberkati oleh TUHAN, diberkati untuk menjadi berkat, ingat itu jangan lupa.

 

Roma 9:1-3 -- Perikop: "Pilihan atas Israel."

(9:1) Aku mengatakan kebenaran dalam Kristus, aku tidak berdusta. Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus, (9:2) bahwa aku sangat berdukacita dan selalu bersedih hati. (9:3) Bahkan, aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani.

 

Rasul Paulus bersaksi dengan tulus dan jujur serta suara hatinya turut bersaksi dalam Roh Kudus:

-    Rela berduka cita dan selalu bersedih hati.

-    Rela terkutuk dan terpisah dari kasih Kristus.

Hal itu dilakukan Rasul Paulus demi bangsa Israel, suatu bangsa yang telah diberkati oleh TUHAN. Berarti rencana ALLAH untuk memberkati bangsa-bangsa dinyatakan dengan perantaraan salib.

 

Karena Rasul Paulus tahu bahwa bangsa Israel adalah bangsa yang telah dipilih oleh TUHAN, bangsa yang telah diberkati oleh TUHAN ALLAH. Maka supaya rencana ALLAH dinyatakan, dia rela berdukacita, dia rela terpisah dari Kasih Kristus.

Inilah sikap hamba TUHAN yang tulus dan jujur di tengah ibadah dan pelayanan, sikap dari seorang imam / hamba TUHAN yang penuh dedikasi, loyalitas, dan bertanggung jawab dihadapan TUHAN. Dia tahu tahbisan (urapan), dia tahu rencana TUHAN dinyatakan melalui bangsa yang dipilih, itulah bangsa Israel, bangsa yang diberkati oleh TUHAN.

 

Roma 9:4

(9:4) Sebab mereka adalah orang Israel, mereka telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah, dan janji-janji.

 

Terkait tentang bangsa Israel:

-       Bangsa Israel telah diangkat menjadi anak.

-       Bangsa Israel adalah bangsa yang telah diberkati.

-       Bangsa Israel adalah bangsa telah dipilih oleh TUHAN. Serta,

-       Bangsa Israel telah menerima: kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, hukum Taurat, ibadah, dan janji-janji.

Itulah kelebihan bangsa Israel dari antara semua bangsa-bangsa di atas muka bumi ini. Dan itu dinyatakan oleh Rasul Paulus dengan gamblang kepada sidang jemaat di Asia Kecil, termasuk jemaat di Roma.

 

Jadi, orang yang melayani Tuhan dan melayani pekerjaan TUHAN adalah bangsa yang DIPILIH TUHAN, bangsa yang telah DIBERKATI TUHAN, olehnya nanti bangsa-bangsa diberkati. Jadi kita diberkati untuk menjadi berkat.

 

Roma 9:5

(9:5) Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!

 

Bangsa Israel adalah keturunan Abraham, Ishak, dan Yakub, telah menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia.

Jadi bangsa Israel ini betul-betul telah dipilih oleh ALLAH dan diberkati oleh ALLAH, mereka itulah yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia.

 

Adapun Mesias:

-    Mesias lebih dari segala-galanya, lebih dari yang ada ini.

-    Mesias adalah ALLAH yang harus dipuji sampai selamanya.

Mesias (bahasa Yunani; Kristos) artinya: Pemimpin yang diurapi.

 

Jadi dari Roma 9:1-5 yang telah kita baca, benar sekali bahwa bangsa Israel adalah bangsa yang diberkati oleh TUHAN, bangsa Israel adalah bangsa yang telah dipilih oleh TUHAN sebab kepadanya dipercayakan banyak perkara termasuk menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia.

 

Terkait dengan hal ini, kita baca di dalam… 

Roma 11:11-12 -- Perikop: "Israel tersandung, bangsa-bangsa lain selamat."

(11:11) Maka aku bertanya: Adakah mereka tersandung dan harus jatuh? Sekali-kali tidak! Tetapi oleh pelanggaran mereka, keselamatan telah sampai kepada bangsa-bangsa lain, supaya membuat mereka cemburu. (11:12) Sebab jika pelanggaran mereka berarti kekayaan bagi dunia, dan kekurangan mereka kekayaan bagi bangsa-bangsa lain, terlebih-lebih lagi kesempurnaan mereka.

 

Orang-orang Kristen di atas muka bumi ini harus tahu dengan pasti, yaitu: oleh pelanggaran bangsa Israel maka keselamatan itu sampailah kepada bangsa-bangsa lain, sampailah kepada bangsa Kafir (non Yahudi).

Intinya, oleh pelanggaran dan kekurangan bangsa Israel, itu merupakan KEKAYAAN bagi bangsa-bangsa di dunia ini.

 

Jadi, Rasul Paulus sangat memahami rencana Allah dengan perantaraan Kristus yang telah mati di atas kayu salib.

Semestinya Bileam juga memahami Firman ALLAH yang telah disampaikan ALLAH kepadanya di dalam Bilangan 22:12; “Janganlah engkau mengutuk bangsa itu, sebab mereka telah diberkati." Mereka telah dipilih dari antara semua bangsa di bumi, diberkati untuk menjadi berkat, karena pada akhirnya bangsa-bangsa lain mengalami penebusan.

 

Kepada mereka pertama-tama dinyatakan:

-       Kemuliaan.                          -  Ibadah.

-       Perjanjian-perjanjian.           -  Janji-janji.

-       Hukum taurat

Semua itu terlebih dahulu dinyatakan kepada bangsa Israel bahkan merekalah yang menurunkan Mesias secara lahiriah.

 

Adapun jumlah bangsa Israel ketika berkemah di dataran Moab + 600.000 (enam ratus ribu) laki-laki yang dinyatakan dapat berperang, tidak terhitung wanita-wanita / perempuan-perempuan dan anak-anak, juga tidak terhitung kelompok-kelompok lain yang bergabung. Jika ditotal jumlah mereka + 2.000.000 (dua juta) jiwa seluruhnya.

Ayat referensi: Keluaran 12:37-38; Bilangan 1:46; Bilangan 2:32.

 

Saudara, bagaimana Rasul Paulus dalam ketulusannya di dalam melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN, semuanya dinyatakan dengan gamblang, rencana-rencana ALLAH dinyatakan dengan gamblang. Dia diutus kepada bangsa Kafir (non Yahudi) untuk membawa berita salib.

 

Apa pelanggaran bangsa Israel? Pelanggaran mereka adalah penolakan mereka terhadap Mesias bahkan sampai menyalibkan Mesias. Dan berita salib itulah yang dibawa oleh Rasul Paulus kepada bangsa-bangsa lain, yang bukan bangsa Yahudi (bangsa Kafir).

Jadi sudah sangat jelas, TUHAN berkata kepada Bileam, janganlah engkau pergi bersama-sama dengan mereka, janganlah engkau mengutuk bangsa itu, sebab mereka telah diberkati, supaya menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain.

Demikianlah, Rasul Paulus menyampaikan hal itu secara rinci kepada bangsa Kafir di dalam suratan Roma 9:1-5; Roma 11:11-13.

 

Saudara, Rasul Paulus adalah hamba Tuhan yang diurapi dengan pengurapan ALLAH yang penuh, meskipun jarak peristiwa Bileam dengan Rasul Paulus terbentang berapa ribu tahun lamanya, tetapi Rasul Paulus sangat mengerti dengan rinci, bagaimana rencana ALLAH dinyatakan kepadanya. Berbanding terbalik dengan Bileam, Tuhan secara langsung berbicara kepada Bileam, namun pada akhirnya Bileam mengeraskan hatinya, tidak mau tahu dengan apa-apa yang TUHAN mau nyatakan kepada dia.

 

Banyak juga diantara kita seperti itu, sudah dinasehati tetap ndak mau terima nasehat. Sudah diajar dengan baik lewat didikan salib, seperti Rasul Paulus memberitakan salib kepada bangsa Kafir, tetap saja diantara kita menolak didikan itu.

Ada di tengah ibadah dan pelayanan, tetapi tidak tergembala, ndak mau mendengar suara gembala, ndak mau mengikuti suara gembala; Firman Pengajaran Mempelai dan Pengajaran Tabernakel, tidak mau digembalakan oleh korban sehari-hari; itulah korban sembelihan dan korban santapan.

 

Bagaimana mungkin seseorang selamat dan masuk ke dalam Kerajaan Sorga kalau digembalakan oleh hawa nafsu dagingnya, perasaan dagingnya, tidak mungkin, meski dia memiliki kedudukan, jabatan, dan pangkat yang tinggi.

Rasul Paulus orang hebat di dunia, dia cendekiawan bahkan dia ahli taurat dan orang Farisi, dia orang yang sangat berpengaruh, tetapi semuanya itu dianggap sampah (kotoran). Bahkan dia rela diutus kepada bangsa Kafir untuk membawa berita salib. Kesombongan (keangkuhan) daripada bangsa Israel yang akhirnya menolak dan menyalibkan Mesias, berita inilah yang akhirnya dibawa kepada bangsa Kafir.

 

Itu sebabnya di dalam Roma 9:12, Rasul Paulus dengan gamblang menyatakan hal itu kepada jemaat di Roma, Pelanggaran mereka berarti kekayaan bagi dunia, dan kekurangan mereka kekayaan bagi bangsa-bangsa lain.”

Jadi kehidupan yang telah diberkati betul-betul menjadi berkat, memperkaya orang lain.

 

Orang-orang yang melayani TUHAN, jangan engkau bermasa bodoh, semestinya kita harus mengerti pelajaran ini. Kalau Rasul Paulus belajar untuk memahami rencana TUHAN, semestinya seorang imam dalam tahbisan (urapan) mengerti juga tentang hal ini, mengerti tentang; dedikasi, loyalitas, itulah yang disebut tahbisan sepenuh, penyerahan diri sepenuh, dan pendamaian sepenuh.

 

Roma 11:13-15

(11:13) Aku berkata kepada kamu, hai bangsa-bangsa bukan Yahudi. Justru karena aku adalah rasul untuk bangsa-bangsa bukan Yahudi, aku menganggap hal itu kemuliaan pelayananku, (11:14) yaitu kalau-kalau aku dapat membangkitkan cemburu  di dalam hati kaum sebangsaku menurut daging dan dapat menyelamatkan beberapa orang dari mereka. (11:15) Sebab jika penolakan mereka berarti perdamaian bagi dunia, dapatkah penerimaan mereka mempunyai arti lain dari pada hidup dari antara orang mati?

 

Sampai hari ini kita harus mengakui dengan jujur bahwasanya bangsa Israel menolak Mesias sampai pada akhirnya mereka menyalibkan-Nya di tiang gantungan / kayu salib. Akan tetapi, oleh salib Kristus perdamaian tercipta bagi bangsa-bangsa di dunia ini.

 

Jadi jelas, berkat dari Sorga mengalir kepada bangsa-bangsa dengan perantaraan bangsa yang dipilih, bangsa yang telah diberkati itulah bangsa Israel. Kekurangan mereka adalah kekayaan bagi bangsa-bangsa di dunia.

Jadi salib itulah yang memperkaya, menjadi pendamaian di antara bangsa-bangsa. 

Dan itu sangat dipahami dan diclaim oleh Rasul Paulus. Ini juga harus kita tangkap, kita harus claim, keep the faith, kita tetap memeluk iman dengan sungguh-sungguh, tanpa ragu-ragu.

 

Tadi Bileam telah menolak permintaan daripada Balak untuk mengutuk (menyerapah) bangsa Israel. Tetapi, Balak ini tidak putus asa, di dalam…

Bilangan 22:15-17

(22:15) Tetapi Balak mengutus pula pemuka-pemuka lebih banyak dan lebih terhormat dari yang pertama. (22:16) Setelah mereka sampai kepada Bileam, berkatalah mereka kepadanya: "Beginilah kata Balak bin Zipor: Janganlah biarkan dirimu terhalang-halang untuk datang kepadaku, (22:17) sebab aku akan memberi upahmu sangat banyak, dan apa pun yang kauminta dari padaku, aku akan mengabulkannya. Datanglah, dan serapahlah bangsa itu bagiku."

 

Balak kembali mengutus utusan yang kedua, lebih banyak dan lebih terhormat lagi, serta menjanjikan upah yang lebih banyak lagi kepada Bileam. Terhadap permintaan Balak ini, Bileam kembali datang kepada TUHAN untuk kedua kalinya, lalu bertanya kepada TUHAN terkait dengan keinginan Balak, yaitu: untuk mengutuk (menyerapah) bangsa Israel.

 

Apa jawaban TUHAN ketika Bileam datang untuk kedua kalinya?

Bilangan 22:20

(22:20) Datanglah Allah kepada Bileam pada waktu malam serta berfirman kepadanya: "Jikalau orang-orang itu memang sudah datang untuk memanggil engkau, bangunlah, pergilah bersama-sama dengan mereka, tetapi hanya apa yang akan Kufirmankan kepadamu harus kaulakukan."

 

Jawaban Tuhan selanjutnya:

-    Bangunlah, pergilah bersama-sama dengan mereka.”

-    Tetapi hanya apa yang akan Kufirmankan kepadamu harus kaulakukan.”

 

Sepintas kalau kita bandingkan jawaban TUHAN antara Bilangan 22:20 dengan Bilangan 22:12; sepertinya TUHAN ALLAH Israel ini serampangan. Dalam satu kesempatan TUHAN berkata; tidak boleh datang kepada Balak dan tidak boleh mengutuk (menyerapah) bangsa Israel. Tetapi pada kesempatan yang lain TUHAN justru menyuruh atau memerintahkan Bileam untuk datang kepada Balak. Sepertinya serampangan, tetapi sebetulnya tidaklah demikian.

 

TUHAN menyatakan itu sesuai dengan kebodohan daripada Bileam. Andaikata Bileam bijaksana, tanggap dengan pernyataan TUHAN di dalam Bilangan 22:12, maka Bileam tidak perlu lagi bertanya untuk kedua kalinya, karena TUHAN kita pribadi “Ya” dan “Amin.” Di dalam TUHAN tidak serentak terdapat “ya” dan “tidak.”

Tetapi Bileam ini terlalu bodoh, akhirnya TUHAN pun menjawab Bileam sesuai dengan kebodohannya, untuk mendidik orang bodoh. Jadi orang bodoh harus dididik sesuai dengan kebodohannya supaya dia menyadari bahwa perbuatannya itu terlalu bodoh dihadapan TUHAN.

Karena sebetulnya, Bileam ini adalah seorang nabi, dia pelihat, dia tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Tetapi mata hatinya sudah ditutupi oleh selaput daging sehingga dia tidak lagi melihat sinar kemuliaan ALLAH.

 

Demikian juga TUHAN seringkali mendidik kita sesuai dengan kebodohan kita. Diijinkan tidak datang beribadah, satu kali nanti oleh kesalahan semacam ini, bisa menangis darah, namun itu cara TUHAN mendidik. Juga sampai hari ini diijinkan untuk berbuat salah, bukan TUHAN memerintahkan untuk berbuat salah, namun diijinkan. Itu cara TUHAN mendidik orang bodoh.

Banyak diantara kita belum menghargai ketekunan tiga macam ibadah pokok, banyak juga imam-imam belum menghargai apa yang TUHAN sudah percayakan, tetapi nanti di dalam kebodohan itu TUHAN mendidik dia.

Camkanlah apa yang sudah TUHAN nyatakan kepada kita malam ini, jangan dianggap enteng.

 

Saudara, ketika TUHAN berbicara kepada Bileam di dalam Bilangan 22:12, semestinya Bileam sudah memahami rencana ALLAH, sebagaimana Paulus sangat memahami rencana ALLAH bahkan untuk rencana ALLAH Paulus rela berdukacita bahkan rela terkutuk dan terpisah dari Kristus demi bangsa Israel, bangsa yang dipilih, bangsa yang telah diberkati untuk memberkati bangsa-bangsa di dunia ini. Bahkan Rasul Paulus pun tidak mencari upah di tengah-tengah pelayanannya di hadapan TUHAN.

 

Kalau tadi kita melihat di dalam 2 Petrus 2:15; kesesatan Bileam adalah menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat. Demikian juga, nabi-nabi palsu / guru-guru palsu, pada saat mereka tersesat, akhirnya mereka mengikuti jalan Bileam. Siapa Bileam ini? Dialah nabi yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan jahat. Dia hendak datang kepada Balak untuk mengutuk (menyerapah) bangsa Israel. Tetapi berbeda dengan Rasul Paulus, dia mengerti rencana ALLAH di tengah ibadah dan pelayanan.

 

Kalau tadi Bileam mencari upah untuk perbuatan jahat, berbanding terbalik dengan Rasul Paulus; melayani tanpa upah.

Itulah yang dimaksud dengan tahbisan (urapan) mempunyai loyalitas, dedikasi kepada TUHAN.

 

Perbandingan Bileam dengan Rasul Paulus di dalam….

1 Korintus 9:13-14 -- Perikop: "Hak dan kewajiban rasul."

(9:13) Tidak tahukah kamu, bahwa mereka yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupannya dari tempat kudus itu dan bahwa mereka yang melayani mezbah, mendapat bahagian mereka dari mezbah itu? (9:14) Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu. (11:15) Sebab jika penolakan mereka berarti perdamaian bagi dunia, dapatkah penerimaan mereka mempunyai arti lain dari pada hidup dari antara orang mati?

 

Inilah ketetapan TUHAN terhadap seorang hamba TUHAN, yaitu:

Mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil.

Berarti, bisa juga diartikan supaya pemimpin sidang jemaat fokus di tengah-tengah pemberitaan injil, tidak sibuk dengan kesibukan-kesibukan di dunia ini, disebutlah itu full timer, tidak sibuk lagi dengan ladang dunia.

 

Di dalam Perjanjian Lama;

-       Yang melayani tempat kudus mendapat penghidupannya dari tempat kudus.

-       Yang melayani Mezbah mendapat bahagian mereka dari mezbah.

Lalu di dalam Perjanjian Baru;

-       Mereka yang memberitakan Injil harus hidup dari pemberitaan Injil.

Jadi kalau saudara diberkati lewat pemberitaan Injil, saudara pasti dapat menghargai betapa mahalnya berita Injil itu, tidak hitung-hitungan.

 

1 Korintus 9:15-16

(9:15) Tetapi aku tidak pernah mempergunakan satupun dari hak-hak itu. Aku tidak menulis semuanya ini, supaya akupun diperlakukan juga demikian. Sebab aku lebih suka mati dari pada...! Sungguh, kemegahanku tidak dapat ditiadakan siapapun juga(9:16) Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil. 

 

Jadi jemaat-jemaat di Asia Kecil harus mengakui bagaimana Paulus telah mengabdikan dirinya, mentahbiskan dirinya dihadapan TUHAN. Itu sebabnya Rasul Paulus berkata; “Sungguh, kemegahanku tidak dapat ditiadakan siapapun juga! Dan kita juga harus mengakui bagaimana Rasul Paulus telah mentahbiskan dirinya dengan baik dan benar dihadapan TUHAN.

 

Pernyataan Rasul Paulus; Sebab aku lebih suka mati dari pada...! bisa kita jawab dengan: TIDAK MEMBERITAKAN INJIL.

Jadi, “Aku lebih suka mati dari pada tidak memberitakan injil!” atau “Aku lebih suka mati jika aku melayani dengan menerima upah / mencari upah.Karena itu merupakan tugas penyelenggaraan yang dipercayakan oleh TUHAN kepada Paulus.

Jadi betul-betul Paulus ini berada dalam tahbisan (urapan) yang penuh di dalam dirinya. Dia melayani bukan untuk mencari upah, sangat berbanding terbalik (kontras) dengan pribadi Bileam.

Inilah tahbisan sepenuh, penyerahan diri sepenuh, bahkan rela menjadi pendamaian sepenuh.

Tiga korban binatang dituntut oleh TUHAN ketika hamba TUHAN ditahbiskan.

 

Dimulai dari saya gembala sidang sampai kepada imam-imam yang melayani TUHAN sesuai dengan karunia-karunia Roh Kudus harus memahami tahbisan ini, melayani tanpa upah.

 

1 Korintus 9:17-18

(9:17) Kalau andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku. (9:18) Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil. 

 

Jadi upah yang lebih besar di tengah pemberitaan injil / pemberitaan salib bukan upah berupa hal-hal lahiriah (materi), tetapi upah yang lebih besar dari semua upah adalah DIPERCAYA untuk melayani Tuhan. Dipercaya adalah upah yang lebih besar dari semua upah. Sama seperti Rasul Paulus dipercaya untuk memberitakan injil kepada bangsa-bangsa yang bukan bangsa Israel yaitu bangsa Kafir.

 

Perhatikanlah sungguh-sungguh, supaya rohani imam-imam sehat di dalam melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN sesuai karunia-karunia masing-masing.

Melayani, tetapi rohani tidak sehat; suka bersungut-sungut, ngedumel, membantah, memberontak.

 

1 Korintus 9:19

(9:19) Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang.

 

Ayat ini berbicara tentang penyerahan diri sepenuh, tahbisan dalam urapan sepenuh, pendamaian sepenuh, dengan lain kata: Rasul Paulus sudah berada pada tingkat ibadah yang tertinggi, sudah berada pada dua klimaks yaitu layak dikatakan menjadi:

1.    Sidang Mempelai TUHAN.

2.    Hidup dalam doa penyembahan = Penyerahan diri sepenuh.

 

Saudara, kita patut bersyukur dan berterimakasih sebab TUHAN memperhatikan kita seperti biji mata. Dunia dalam keadaan tidak menentu, situasi tidak menentu, cuaca tidak menentu (tidak lagi bersahabat), ekonomi naik turun, politik juga memanas.

Singkat kata, semua dalam keadaan fluktuasi, tetapi dalam keadaan yang tidak menentu ini, di situlah TUHAN memperhatikan kita malam ini saudara, TUHAN memperhatikan kita seperti biji mata-Nya, dilindungi, tidak ada satu pun kotoran-kotoran yang merusak kehidupan kita untuk dijadikan sebagai Kaki Dian Emas.

 

Jadi Bileam sudah seharusnya memahami rencana TUHAN, seandainya Bileam memahami pernyataan TUHAN di dalam Bilangan 22:12, maka ia pun tidak perlu bertanya lagi kepada ALLAH untuk yang kedua kalinya, terkait dengan keinginan Balak untuk mengutuk (menyerapah) bangsa Israel. Sebab keinginan Balak adalah pekerjaan Setan yang senantiasa merusak rencana ALLAH, tetapi rencana ALLAH sudah dinyatakan kepada kita lewat pribadi Paulus hingga kehidupan rohaninya telah berada pada tingkat ibadah yang tertinggi (tingkat ketiga dari Sorga). Dia sudah melihat dua hal, yakni:

-       Tabut Perjanjian, gambaran dari Sidang Mempelai TUHAN (gereja yang sempurna).

-       Cawan pembakaran Emas (doa penyembahan).

Hendaklah kita membawa diri sesuai dengan kehendak ALLAH untuk selanjutnya Yesus sebagai Imam Besar Agung memimpin kita sampai pada dua klimaks tersebut. AMIN.

 

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

No comments:

Post a Comment