IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 27 JANUARI 2026
SURAT YUDAS
PASAL 1:11
(Seri: 7)
Subtema: UPAH YANG LEBIH BESAR DARI SEMUA UPAH
Pertama-tama saya mengucapkan puji
syukur kepada TUHAN, oleh rahmat TUHAN, kita sekaliannya
dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus sehingga kita boleh datang
menghadap Dia lewat Ibadah Doa Penyembahan. Berarti sebentar kita akan tersungkur di ujung kaki
salib TUHAN, sujud menyembah kepada Dia, tentu setelah Firman ALLAH meneguhkan
setiap hati kita pribadi lepas pribadi. Saya juga
tidak lupa untuk menyapa Saudara/saudari,
Bapak/Ibu terkasih yang turut bergabung secara online dimana pun saudara
berada.
Kiranya kuasa dari tempat yang Maha
tinggi memberi damai sejahtera di hati kita saat kita duduk diam menikmati
sabda ALLAH.
Selanjutnya, mari kita sambut Surat
Yudas sebagai Firman penggembalaan untuk
Ibadah Doa Penyembahan dari Yudas 1:11 seri ke-7 untuk pemberitaan Firman TUHAN.
Yudas
1:11
(1:11) Celakalah
mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena
mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka
binasa karena kedurhakaan seperti Korah.
Ayat
ini menyatakan: “Celakalah mereka.” Sebab:
a. Karena mereka yang
mengikuti jalan yang ditempuh Kain
b. Karena mereka
oleh sebab upah menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam.
c. Mereka binasa karena
kedurhakaan seperti Korah.
Malam ini kita kembali membahas.
Tentang: Oleh sebab upah menceburkan diri ke
dalam kesesatan Bileam (Bagian 2).
2
Petrus 2:15
(2:15) Oleh karena
mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka,
lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk
perbuatan-perbuatan yang jahat.
Guru-guru
palsu telah meninggalkan jalan yang benar, yakni JALAN SALIB yang menuju kepada
hidup kekal.
Akibat
meninggalkan jalan yang benar: TERSESATLAH MEREKA. Tersesat = kesasar = salah jalan.
Praktek tersesat: Mengikuti
jalan Bileam yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang
jahat.
Bilangan
22:5-7
(22:5)
Raja ini mengirim utusan kepada Bileam bin Beor, ke Petor yang di tepi sungai
Efrat, ke negeri teman-teman sebangsanya, untuk memanggil dia, dengan pesan:
"Ketahuilah, ada suatu bangsa keluar dari Mesir; sungguh, sampai tertutup
permukaan bumi olehnya, dan mereka sedang berkemah di depanku. (22:6) Karena itu, datanglah dan kutuk
bangsa itu bagiku, sebab mereka lebih kuat dari padaku; mungkin aku sanggup
mengalahkannya dan menghalaunya dari negeri ini, sebab aku tahu: siapa yang
kauberkati, dia beroleh berkat, dan siapa yang kaukutuk, dia kena kutuk." (22:7)
Lalu berangkatlah para tua-tua Moab dan para tua-tua Midian dengan membawa
di tangannya upah penenung; setelah mereka sampai kepada Bileam,
disampaikanlah kepadanya pesan Balak.
Lewat
tua-tua Moab dan tua-tua Midian, Balak meminta supaya Bileam datang dan mengutuk
bangsa Israel bagi dia.
Untuk hal itu, Balak sudah
menyediakan upah bagi Bileam.
Kemudian, di dalam Bilangan
22:8-11, Bileam bertanya kepada TUHAN terkait dengan keinginan Balak Raja
Moab untuk mengutuk (menyerapah) bangsa Israel.
Bilangan
22:12
(22:12)
Lalu berfirmanlah Allah kepada Bileam: "Janganlah engkau pergi
bersama-sama dengan mereka, janganlah engkau mengutuk bangsa itu, sebab mereka
telah diberkati."
Jawaban
Tuhan kepada Bileam:
- "Janganlah
engkau pergi bersama-sama dengan mereka.”
- "Janganlah
engkau mengutuk bangsa itu, sebab mereka telah diberkati."
Kata
"diberkati" di sini mengandung makna yang amat sangat dalam. Dan hal ini membuat hati saya
berbahagia saudara, semoga kebahagiaan yang sama juga saudara alami.
Kejadian
1:26-27
(1:26)
Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan
rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung
di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata
yang merayap di bumi." (1:27) Maka Allah menciptakan manusia itu
menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan
perempuan diciptakan-Nya mereka.
Allah
menjadikan laki-laki dan perempuan menurut TELADAN Allah atau menurut gambar dan rupa Allah.
Selanjutnya
Allah memberkati mereka (laki-laki dan perempuan).
Kata
"memberkati" merujuk kepada SALIB KRISTUS yang berkuasa mempersatukan
laki-laki dan perempuan, sehingga keduanya menjadi satu daging, bukan lagi dua.
Sebagaimana yang dituliskan oleh
Rasul Matius di dalam…
Matius 19:5
(19:5) Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan
ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi
satu daging.
Perlu
untuk kita ketahui bersama: bangsa Israel diberkati oleh Tuhan untuk menjadi BERKAT
bagi bangsa-bangsa di atas muka bumi ini.
Jadi kita pun diberkati untuk
menjadi berkat. Itu sebabnya TUHAN tidak suka melihat orang yang kikir.
Jadi bangsa Israel adalah bangsa
yang diberkati, supaya pada akhirnya menjadi berkat bagi bangsa-bangsa di atas
muka bumi ini. Itu sebabnya ALLAH melarang Bileam untuk mengutuk dan menyerapah
bangsa Israel.
Bangsa Israel adalah bangsa pilihan,
bangsa yang telah diberkati.
Mulai dari saya sampai kepada
imam-imam adalah bangsa yang dipilih oleh TUHAN berarti diberkati oleh TUHAN,
diberkati untuk menjadi berkat, ingat itu jangan lupa.
Roma
9:1-3 -- Perikop: "Pilihan atas Israel."
(9:1) Aku mengatakan kebenaran dalam Kristus, aku tidak berdusta. Suara
hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus,
(9:2) bahwa aku
sangat berdukacita dan selalu bersedih hati. (9:3)
Bahkan, aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi
saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani.
Rasul
Paulus bersaksi dengan tulus dan jujur
serta suara hatinya turut bersaksi dalam Roh Kudus:
- Rela
berduka cita dan selalu bersedih hati.
- Rela
terkutuk dan terpisah dari kasih Kristus.
Hal
itu dilakukan Rasul Paulus demi bangsa
Israel, suatu bangsa yang telah diberkati oleh TUHAN. Berarti rencana ALLAH untuk
memberkati bangsa-bangsa dinyatakan dengan perantaraan salib.
Karena Rasul Paulus tahu bahwa
bangsa Israel adalah bangsa yang telah dipilih oleh TUHAN, bangsa yang telah
diberkati oleh TUHAN ALLAH. Maka supaya rencana ALLAH dinyatakan, dia rela berdukacita,
dia rela terpisah dari Kasih Kristus.
Inilah sikap hamba TUHAN yang tulus
dan jujur di tengah ibadah dan pelayanan, sikap dari seorang imam / hamba TUHAN
yang penuh dedikasi, loyalitas, dan bertanggung jawab dihadapan TUHAN. Dia tahu
tahbisan (urapan), dia tahu rencana TUHAN dinyatakan melalui bangsa yang
dipilih, itulah bangsa Israel, bangsa yang diberkati oleh TUHAN.
Roma
9:4
(9:4) Sebab mereka
adalah orang Israel, mereka
telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan, dan
perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah, dan
janji-janji.
Terkait tentang bangsa Israel:
- Bangsa Israel telah diangkat menjadi anak.
-
Bangsa
Israel adalah bangsa yang telah diberkati.
-
Bangsa Israel
adalah bangsa telah dipilih oleh TUHAN. Serta,
-
Bangsa
Israel telah menerima: kemuliaan,
dan perjanjian-perjanjian, hukum Taurat, ibadah, dan janji-janji.
Itulah kelebihan bangsa Israel dari
antara semua bangsa-bangsa di atas muka bumi ini. Dan itu dinyatakan oleh Rasul
Paulus dengan gamblang kepada sidang jemaat di Asia Kecil, termasuk jemaat di
Roma.
Jadi,
orang yang melayani Tuhan dan melayani
pekerjaan TUHAN adalah bangsa yang DIPILIH TUHAN, bangsa yang
telah DIBERKATI
TUHAN, olehnya nanti
bangsa-bangsa diberkati. Jadi kita diberkati untuk menjadi berkat.
Roma
9:5
(9:5) Mereka adalah keturunan
bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya
sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang
harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!
Bangsa
Israel adalah keturunan Abraham, Ishak, dan Yakub, telah menurunkan Mesias
dalam keadaan-Nya sebagai manusia.
Jadi bangsa Israel ini betul-betul
telah dipilih oleh ALLAH dan diberkati oleh ALLAH, mereka itulah yang
menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia.
Adapun
Mesias:
- Mesias lebih dari segala-galanya, lebih dari yang ada ini.
- Mesias adalah ALLAH yang harus dipuji sampai
selamanya.
Mesias
(bahasa Yunani; Kristos) artinya: Pemimpin yang diurapi.
Jadi dari Roma 9:1-5 yang
telah kita baca, benar sekali bahwa bangsa Israel adalah bangsa yang diberkati
oleh TUHAN, bangsa Israel adalah bangsa yang telah dipilih oleh TUHAN sebab
kepadanya dipercayakan banyak perkara termasuk menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya
sebagai manusia.
Terkait dengan hal ini, kita baca di
dalam…
Roma
11:11-12 -- Perikop: "Israel tersandung, bangsa-bangsa lain
selamat."
(11:11) Maka aku
bertanya: Adakah mereka tersandung dan harus jatuh? Sekali-kali tidak! Tetapi oleh pelanggaran
mereka, keselamatan telah sampai kepada bangsa-bangsa lain, supaya
membuat mereka cemburu. (11:12) Sebab jika pelanggaran
mereka berarti kekayaan bagi dunia, dan kekurangan mereka kekayaan bagi
bangsa-bangsa lain, terlebih-lebih lagi kesempurnaan mereka.
Orang-orang Kristen di atas muka
bumi ini harus tahu dengan pasti, yaitu: oleh pelanggaran bangsa Israel maka
keselamatan itu sampailah kepada bangsa-bangsa lain, sampailah kepada bangsa
Kafir (non Yahudi).
Intinya, oleh
pelanggaran dan
kekurangan bangsa Israel, itu merupakan
KEKAYAAN bagi bangsa-bangsa di dunia
ini.
Jadi, Rasul
Paulus sangat memahami rencana Allah dengan perantaraan Kristus yang telah mati di atas kayu salib.
Semestinya Bileam juga memahami
Firman ALLAH yang telah disampaikan ALLAH kepadanya di dalam Bilangan 22:12;
“Janganlah engkau mengutuk bangsa itu,
sebab mereka telah diberkati." Mereka telah dipilih dari antara semua bangsa di
bumi, diberkati untuk menjadi berkat, karena pada akhirnya bangsa-bangsa lain
mengalami penebusan.
Kepada mereka pertama-tama
dinyatakan:
- Kemuliaan. -
Ibadah.
- Perjanjian-perjanjian. -
Janji-janji.
- Hukum taurat
Semua itu terlebih dahulu dinyatakan
kepada bangsa Israel bahkan merekalah yang menurunkan Mesias secara lahiriah.
Adapun jumlah bangsa Israel ketika
berkemah di dataran Moab + 600.000 (enam ratus ribu) laki-laki yang
dinyatakan dapat berperang, tidak terhitung wanita-wanita / perempuan-perempuan
dan anak-anak, juga tidak terhitung kelompok-kelompok lain yang bergabung. Jika
ditotal jumlah mereka + 2.000.000 (dua juta) jiwa seluruhnya.
Ayat referensi: Keluaran 12:37-38;
Bilangan 1:46; Bilangan 2:32.
Saudara, bagaimana Rasul Paulus dalam ketulusannya di dalam melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN,
semuanya dinyatakan dengan gamblang, rencana-rencana ALLAH dinyatakan dengan
gamblang. Dia diutus kepada bangsa Kafir (non Yahudi) untuk membawa berita
salib.
Apa pelanggaran bangsa Israel? Pelanggaran
mereka adalah penolakan mereka terhadap Mesias bahkan sampai menyalibkan Mesias.
Dan berita salib itulah yang dibawa oleh Rasul Paulus kepada bangsa-bangsa
lain, yang bukan bangsa Yahudi (bangsa Kafir).
Jadi sudah sangat jelas, TUHAN berkata
kepada Bileam, janganlah engkau pergi bersama-sama
dengan mereka, janganlah engkau mengutuk bangsa itu, sebab mereka telah
diberkati, supaya
menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain.
Demikianlah, Rasul Paulus
menyampaikan hal itu secara rinci kepada bangsa Kafir di dalam suratan Roma
9:1-5; Roma 11:11-13.
Saudara, Rasul Paulus adalah hamba Tuhan yang diurapi dengan pengurapan ALLAH yang penuh, meskipun jarak peristiwa Bileam dengan Rasul Paulus terbentang berapa ribu tahun lamanya, tetapi
Rasul Paulus sangat mengerti dengan rinci, bagaimana rencana ALLAH dinyatakan
kepadanya. Berbanding terbalik dengan Bileam,
Tuhan secara langsung berbicara kepada Bileam, namun pada akhirnya Bileam mengeraskan hatinya, tidak mau tahu
dengan apa-apa yang TUHAN mau nyatakan kepada dia.
Banyak juga diantara kita seperti
itu, sudah dinasehati tetap ndak mau terima nasehat. Sudah diajar dengan baik
lewat didikan salib, seperti Rasul Paulus memberitakan salib kepada bangsa
Kafir, tetap saja diantara kita menolak didikan itu.
Ada di tengah ibadah dan pelayanan,
tetapi tidak tergembala, ndak mau mendengar suara gembala, ndak mau mengikuti suara
gembala; Firman Pengajaran Mempelai dan Pengajaran Tabernakel, tidak mau
digembalakan oleh korban sehari-hari; itulah korban sembelihan dan korban
santapan.
Bagaimana mungkin seseorang selamat
dan masuk ke dalam Kerajaan Sorga kalau digembalakan oleh hawa nafsu dagingnya,
perasaan dagingnya, tidak mungkin, meski dia memiliki kedudukan, jabatan, dan
pangkat yang tinggi.
Rasul Paulus orang hebat di dunia,
dia cendekiawan bahkan dia ahli taurat dan orang Farisi, dia orang yang sangat
berpengaruh, tetapi semuanya itu dianggap sampah (kotoran). Bahkan dia rela
diutus kepada bangsa Kafir untuk membawa berita salib. Kesombongan (keangkuhan)
daripada bangsa Israel yang akhirnya menolak dan menyalibkan Mesias, berita
inilah yang akhirnya dibawa kepada bangsa Kafir.
Itu sebabnya di dalam Roma 9:12,
Rasul Paulus dengan gamblang menyatakan hal itu kepada jemaat di Roma, “Pelanggaran mereka berarti
kekayaan bagi dunia, dan kekurangan mereka kekayaan bagi bangsa-bangsa lain.”
Jadi kehidupan yang telah diberkati
betul-betul menjadi berkat, memperkaya orang lain.
Orang-orang yang melayani TUHAN,
jangan engkau bermasa bodoh, semestinya kita harus mengerti pelajaran ini.
Kalau Rasul Paulus belajar untuk memahami rencana TUHAN, semestinya seorang
imam dalam tahbisan (urapan) mengerti juga tentang hal ini, mengerti tentang;
dedikasi, loyalitas, itulah yang disebut tahbisan sepenuh, penyerahan diri
sepenuh, dan pendamaian sepenuh.
Roma
11:13-15
(11:13) Aku berkata
kepada kamu, hai bangsa-bangsa bukan Yahudi. Justru karena aku adalah rasul
untuk bangsa-bangsa bukan Yahudi, aku menganggap hal itu kemuliaan
pelayananku, (11:14) yaitu kalau-kalau aku dapat
membangkitkan cemburu di dalam hati kaum sebangsaku
menurut daging dan dapat menyelamatkan beberapa orang dari mereka. (11:15) Sebab jika penolakan
mereka berarti perdamaian bagi dunia, dapatkah penerimaan mereka
mempunyai arti lain dari pada hidup dari antara orang mati?
Sampai hari ini kita harus mengakui
dengan jujur bahwasanya bangsa Israel menolak Mesias sampai pada akhirnya
mereka menyalibkan-Nya di tiang gantungan / kayu salib. Akan tetapi, oleh salib
Kristus perdamaian tercipta bagi bangsa-bangsa di dunia ini.
Jadi jelas, berkat dari Sorga
mengalir kepada bangsa-bangsa dengan perantaraan bangsa yang dipilih, bangsa
yang telah diberkati itulah bangsa Israel. Kekurangan mereka adalah kekayaan
bagi bangsa-bangsa di dunia.
Jadi salib itulah yang
memperkaya, menjadi pendamaian di antara bangsa-bangsa.
Dan itu sangat dipahami dan diclaim
oleh Rasul Paulus. Ini juga harus kita tangkap, kita harus claim, keep
the faith, kita tetap memeluk iman dengan sungguh-sungguh, tanpa ragu-ragu.
Tadi Bileam telah menolak permintaan
daripada Balak untuk mengutuk (menyerapah) bangsa Israel. Tetapi, Balak ini
tidak putus asa, di dalam…
Bilangan 22:15-17
(22:15) Tetapi Balak mengutus pula
pemuka-pemuka lebih banyak dan lebih terhormat dari yang pertama. (22:16)
Setelah mereka sampai kepada Bileam, berkatalah mereka kepadanya:
"Beginilah kata Balak bin Zipor: Janganlah biarkan dirimu terhalang-halang
untuk datang kepadaku, (22:17) sebab aku akan memberi upahmu sangat
banyak, dan apa pun yang kauminta dari padaku, aku akan
mengabulkannya. Datanglah, dan serapahlah bangsa itu bagiku."
Balak kembali mengutus utusan yang
kedua, lebih banyak dan lebih terhormat lagi, serta menjanjikan upah yang lebih
banyak lagi kepada Bileam. Terhadap permintaan Balak ini, Bileam kembali datang
kepada TUHAN untuk kedua kalinya, lalu bertanya kepada TUHAN terkait dengan
keinginan Balak, yaitu: untuk mengutuk (menyerapah) bangsa Israel.
Apa jawaban TUHAN ketika Bileam
datang untuk kedua kalinya?
Bilangan
22:20
(22:20) Datanglah Allah
kepada Bileam pada
waktu malam serta berfirman kepadanya: "Jikalau orang-orang itu memang
sudah datang untuk memanggil engkau, bangunlah, pergilah bersama-sama dengan
mereka, tetapi hanya apa yang akan Kufirmankan kepadamu harus
kaulakukan."
Jawaban
Tuhan selanjutnya:
- “Bangunlah,
pergilah bersama-sama dengan mereka.”
- “Tetapi
hanya apa yang akan Kufirmankan kepadamu harus kaulakukan.”
Sepintas kalau kita bandingkan
jawaban TUHAN antara Bilangan 22:20 dengan Bilangan 22:12;
sepertinya TUHAN ALLAH Israel ini serampangan. Dalam satu kesempatan TUHAN
berkata; tidak boleh datang kepada Balak dan tidak boleh mengutuk (menyerapah)
bangsa Israel. Tetapi pada kesempatan yang lain TUHAN justru menyuruh atau
memerintahkan Bileam untuk datang kepada Balak. Sepertinya serampangan, tetapi
sebetulnya tidaklah demikian.
TUHAN menyatakan itu sesuai dengan
kebodohan daripada Bileam. Andaikata Bileam bijaksana, tanggap dengan
pernyataan TUHAN di dalam Bilangan 22:12, maka Bileam tidak perlu lagi
bertanya untuk kedua kalinya, karena TUHAN kita pribadi “Ya” dan “Amin.” Di
dalam TUHAN tidak serentak terdapat “ya” dan “tidak.”
Tetapi Bileam ini terlalu bodoh,
akhirnya TUHAN pun menjawab Bileam sesuai dengan kebodohannya, untuk mendidik
orang bodoh. Jadi orang bodoh harus dididik sesuai dengan kebodohannya supaya
dia menyadari bahwa perbuatannya itu terlalu bodoh dihadapan TUHAN.
Karena sebetulnya, Bileam ini adalah
seorang nabi, dia pelihat, dia tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan
datang. Tetapi mata hatinya sudah ditutupi oleh selaput daging sehingga dia
tidak lagi melihat sinar kemuliaan ALLAH.
Demikian juga TUHAN seringkali
mendidik kita sesuai dengan kebodohan kita. Diijinkan tidak datang beribadah,
satu kali nanti oleh kesalahan semacam ini, bisa menangis darah, namun itu cara
TUHAN mendidik. Juga sampai hari ini diijinkan untuk berbuat salah, bukan TUHAN
memerintahkan untuk berbuat salah, namun diijinkan. Itu cara TUHAN mendidik
orang bodoh.
Banyak diantara kita belum menghargai
ketekunan tiga macam ibadah pokok, banyak juga imam-imam belum menghargai apa
yang TUHAN sudah percayakan, tetapi nanti di dalam kebodohan itu TUHAN mendidik
dia.
Camkanlah apa yang sudah TUHAN
nyatakan kepada kita malam ini, jangan dianggap enteng.
Saudara, ketika TUHAN berbicara
kepada Bileam di dalam Bilangan 22:12, semestinya Bileam sudah memahami
rencana ALLAH, sebagaimana Paulus sangat memahami rencana ALLAH bahkan untuk
rencana ALLAH Paulus rela berdukacita bahkan rela terkutuk dan terpisah dari
Kristus demi bangsa Israel, bangsa yang dipilih, bangsa yang telah diberkati
untuk memberkati bangsa-bangsa di dunia ini. Bahkan Rasul Paulus pun tidak
mencari upah di tengah-tengah pelayanannya di hadapan TUHAN.
Kalau tadi kita melihat di dalam 2
Petrus 2:15; kesesatan Bileam adalah menerima upah untuk
perbuatan-perbuatan yang jahat. Demikian juga, nabi-nabi palsu / guru-guru
palsu, pada saat mereka tersesat, akhirnya mereka mengikuti jalan Bileam. Siapa
Bileam ini? Dialah nabi yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan
jahat. Dia hendak datang kepada Balak untuk mengutuk (menyerapah) bangsa
Israel. Tetapi berbeda dengan Rasul Paulus, dia mengerti rencana ALLAH di
tengah ibadah dan pelayanan.
Kalau tadi Bileam mencari upah untuk
perbuatan jahat, berbanding terbalik dengan Rasul Paulus; melayani tanpa upah.
Itulah yang dimaksud dengan tahbisan
(urapan) mempunyai loyalitas, dedikasi kepada TUHAN.
Perbandingan Bileam dengan Rasul
Paulus di dalam….
1
Korintus 9:13-14 -- Perikop: "Hak dan kewajiban rasul."
(9:13) Tidak tahukah
kamu, bahwa mereka yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupannya
dari tempat kudus itu dan bahwa mereka yang melayani mezbah, mendapat bahagian
mereka dari mezbah itu? (9:14) Demikian pula Tuhan telah
menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari
pemberitaan Injil itu. (11:15) Sebab jika penolakan mereka berarti perdamaian bagi dunia, dapatkah
penerimaan mereka mempunyai arti lain dari pada hidup dari antara orang mati?
Inilah ketetapan TUHAN terhadap
seorang hamba TUHAN, yaitu:
Mereka
yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil.
Berarti,
bisa juga diartikan supaya pemimpin
sidang jemaat fokus di tengah-tengah pemberitaan injil, tidak sibuk dengan
kesibukan-kesibukan di dunia ini, disebutlah itu full timer, tidak sibuk
lagi dengan ladang dunia.
Di dalam Perjanjian Lama;
- Yang melayani tempat kudus mendapat
penghidupannya dari tempat kudus.
- Yang melayani Mezbah mendapat
bahagian mereka dari mezbah.
Lalu di dalam Perjanjian Baru;
- Mereka yang memberitakan Injil harus
hidup dari pemberitaan Injil.
Jadi kalau saudara diberkati lewat
pemberitaan Injil, saudara pasti dapat menghargai betapa mahalnya berita Injil
itu, tidak hitung-hitungan.
1
Korintus 9:15-16
(9:15) Tetapi aku tidak
pernah mempergunakan satupun dari hak-hak itu. Aku tidak menulis semuanya
ini, supaya akupun diperlakukan juga demikian. Sebab aku lebih suka mati
dari pada...! Sungguh, kemegahanku tidak dapat ditiadakan siapapun
juga! (9:16) Karena jika aku memberitakan
Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah
keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.
Jadi jemaat-jemaat di Asia Kecil
harus mengakui bagaimana Paulus telah mengabdikan dirinya, mentahbiskan dirinya
dihadapan TUHAN. Itu sebabnya Rasul Paulus berkata; “Sungguh, kemegahanku tidak
dapat ditiadakan siapapun juga!” Dan kita
juga harus mengakui bagaimana Rasul Paulus telah mentahbiskan dirinya dengan
baik dan benar dihadapan TUHAN.
Pernyataan
Rasul Paulus;
Sebab aku lebih suka mati dari pada...! bisa
kita jawab dengan: TIDAK MEMBERITAKAN INJIL.
Jadi,
“Aku lebih suka mati dari pada tidak memberitakan injil!” atau “Aku
lebih suka mati jika aku melayani dengan menerima upah / mencari upah.” Karena
itu merupakan tugas penyelenggaraan yang dipercayakan oleh TUHAN kepada Paulus.
Jadi
betul-betul Paulus ini berada dalam tahbisan (urapan) yang penuh di dalam
dirinya. Dia melayani bukan untuk mencari upah, sangat berbanding terbalik
(kontras) dengan pribadi Bileam.
Inilah
tahbisan sepenuh, penyerahan diri sepenuh, bahkan rela menjadi
pendamaian sepenuh.
Tiga
korban binatang dituntut oleh TUHAN ketika hamba TUHAN ditahbiskan.
Dimulai
dari saya gembala sidang sampai kepada imam-imam yang melayani TUHAN sesuai dengan
karunia-karunia Roh Kudus harus memahami tahbisan ini, melayani tanpa upah.
1
Korintus 9:17-18
(9:17) Kalau andaikata
aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku
melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, pemberitaan itu adalah tugas
penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku. (9:18) Kalau demikian apakah upahku?
Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan
bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.
Jadi upah yang lebih besar di tengah
pemberitaan injil / pemberitaan salib bukan upah berupa hal-hal lahiriah
(materi), tetapi upah yang lebih besar dari semua upah adalah DIPERCAYA untuk melayani Tuhan. Dipercaya adalah upah yang lebih besar dari semua upah.
Sama seperti Rasul Paulus dipercaya untuk memberitakan injil kepada
bangsa-bangsa yang bukan bangsa Israel yaitu bangsa Kafir.
Perhatikanlah sungguh-sungguh,
supaya rohani imam-imam sehat di dalam melayani TUHAN dan melayani pekerjaan
TUHAN sesuai karunia-karunia masing-masing.
Melayani, tetapi rohani tidak sehat;
suka bersungut-sungut, ngedumel, membantah, memberontak.
1
Korintus 9:19
(9:19) Sungguhpun aku
bebas terhadap
semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku
boleh memenangkan sebanyak mungkin orang.
Ayat
ini berbicara tentang penyerahan diri sepenuh, tahbisan dalam urapan sepenuh,
pendamaian sepenuh, dengan lain kata: Rasul Paulus sudah berada pada tingkat
ibadah yang tertinggi, sudah berada pada dua klimaks yaitu layak dikatakan
menjadi:
1. Sidang Mempelai TUHAN.
2. Hidup dalam doa penyembahan = Penyerahan diri sepenuh.
Saudara, kita patut bersyukur dan
berterimakasih sebab TUHAN memperhatikan kita seperti biji mata. Dunia dalam
keadaan tidak menentu, situasi tidak menentu, cuaca tidak menentu (tidak lagi
bersahabat), ekonomi naik turun, politik juga memanas.
Singkat kata, semua dalam keadaan
fluktuasi, tetapi dalam keadaan yang tidak menentu ini, di situlah TUHAN
memperhatikan kita malam ini saudara, TUHAN memperhatikan kita seperti biji
mata-Nya, dilindungi, tidak ada satu pun kotoran-kotoran yang merusak kehidupan
kita untuk dijadikan sebagai Kaki Dian Emas.
Jadi Bileam sudah seharusnya
memahami rencana TUHAN, seandainya Bileam memahami pernyataan TUHAN di dalam Bilangan
22:12, maka ia pun tidak perlu bertanya lagi kepada ALLAH untuk yang kedua
kalinya, terkait dengan keinginan Balak untuk mengutuk (menyerapah) bangsa
Israel. Sebab keinginan Balak adalah pekerjaan Setan yang senantiasa merusak
rencana ALLAH, tetapi rencana ALLAH sudah dinyatakan kepada kita lewat pribadi
Paulus hingga kehidupan rohaninya telah berada pada tingkat ibadah yang
tertinggi (tingkat ketiga dari Sorga). Dia sudah melihat dua hal, yakni:
- Tabut Perjanjian, gambaran dari
Sidang Mempelai TUHAN (gereja yang sempurna).
- Cawan pembakaran Emas (doa
penyembahan).
Hendaklah kita membawa diri sesuai
dengan kehendak ALLAH untuk selanjutnya Yesus sebagai Imam Besar Agung memimpin
kita sampai pada dua klimaks tersebut. AMIN.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA
MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U.
Sitohang
No comments:
Post a Comment