KAMI NANTIKAN KESAKSIAN-KESAKSIAN SAUDARA YANG SUDAH MEMBACA FIRMAN TUHAN PADA BLOG INI

Terjemahan

Search This Blog

IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 11 JULI 2026



IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 11 JULI 2026

STUDY YUSUF

(Seri 25)

 

Subtema: MENOLAK PENYUCIAN (MURTAD)

 

Mula pertama saya mengucap syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat TUHAN kita semua berada di atas gunung TUHAN, beribadah kepada TUHAN lewat Ibadah Kaum Muda Remaja.

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN secara khusus Kaum Muda Remaja yang turut bergabung lewat online dimanapun saudara berada, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Kiranya damai sejahtera dari Sorga turun di tengah-tengah kita, sehingga memberi kesukaan Sorgawi saat kita duduk diam menikmati sabda Allah. 

 

Selanjutnya kita akan mengikuti STUDY YUSUF sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Kaum Muda Remaja.

 

Kita masih memeriksa Kejadian 44:18-34 --- Perikop:  “Yehuda membela Benyamin”

Seluruhnya adalah tutur kata Yehuda kepada Yusuf, sebagai mangku negara atau raja muda di Mesir, yang memohonkan kelepasan bagi Benyamin.

 

Pertanyaannya: Mengapa Yehuda memohon kelepasan bagi Benyamin?

Jawabnya ada pada…

Kejadian 44:29-31

(44:29) Jika anak ini kamu ambil pula dari padaku, dan ia ditimpa kecelakaan, maka tentulah kamu akan menyebabkan aku yang ubanan ini turun ke dunia orang mati karena nasib celaka. (44:30) Maka sekarang, apabila aku datang kepada hambamu, ayahku, dan tidak ada bersama-sama dengan kami anak itu, padahal ayahku tidak dapat hidup tanpa dia, (44:31) tentulah akan terjadi, apabila dilihatnya anak itu tidak ada, bahwa ia akan mati, dan hamba-hambamu ini akan menyebabkan hambamu, ayah kami yang ubanan itu, turun ke dunia orang mati karena dukacita.

 

Apabila Benyamin tidak kembali ke Kanaan, maka Yakub:

          Turun ke dunia orang mati karena nasib celaka… (ayat 29).

          Turun ke dunia orang mati karena dukacita… (ayat 31).

 

Malam ini kita kembali membahas tentang: MATI KARENA DUKACITA (Bagian ke-2).

Terkait dengan DUKACITA, mari kita akan baca pemaparan Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus.

 

2 Korintus 7:8-10---Perikop: “Sukacita sesudah dukacita”

(7:8) Jadi meskipun aku telah menyedihkan hatimu dengan suratku itu, namun aku tidak menyesalkannya. Memang pernah aku menyesalkannya, karena aku lihat, bahwa surat itu menyedihkan hatimu -- kendatipun untuk seketika saja lamanya --, (7:9) namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat. Sebab dukacitamu itu adalah menurut kehendak Allah, sehingga kamu sedikit pun tidak dirugikan oleh karena kami. (7:10) Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.

 

Disini kita melihat ada 2 (dua) jenis dukacita menurut apa yang dipaparkan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus:

1.        Dukacita menurut kehendak Allah.

2.        Dukacita dari dunia menghasilkan kematian.

 

Contoh:

Matius 27:1-2---Perikop: “Yesus diserahkan kepada Pilatus Kematian Yudas”

(27:1) Ketika hari mulai siang, semua imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi berkumpul dan mengambil keputusan untuk membunuh Yesus. (27:2) Mereka membelenggu Dia, lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus, wali negeri itu.

 

Disini kita melihat, semua imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi sepakat untuk membunuh Yesus, lalu diserahkan kepada Pilatus, karena Pilatus adalah wali negeri atau kepala daerah, istilah sekarang gubernur, sebagai perpanjangan tangan dari pada ke-kaisaran romawi yang pada saat itu menjajah Israel.

 

Matius 27:3-5

(27:3) Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, (27:4) dan berkata: "Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah." Tetapi jawab mereka: "Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!" (27:5) Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri.

 

Disini kita melihat, Yudas mengalami penyesalan yang sangat mendalam pada saat Yesus dijatuhi hukuman mati. Hal itu dapat dilihat dari reaksi penyesalannya:

-            Reaksi Pertama: ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua.

-            Reaksi Kedua: Yudas berkata: Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah.

-            Reaksi Ketiga: melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri / bunuh diri.

Jadi, dari ketiga reaksi tersebut kita dapat simpulkan bahwa; Yudas turun ke dunia orang mati karena dukacita dari dunia, menghasilkan kematian, sebab:

Oleh tiga puluh keping uang perak Yudas menyerahkan darah orang yang tidak bersalah.

Kalimat ini kita bagi menjadi 2 (dua) bagian:

Diawali terkait dengan: tiga puluh keping uang perak, telah dijelaskan pada minggu yang lalu (bagian 1).

 

Malam ini kita kembali membahas: TIGA PULUH KEPING UANG PERAK (Bagian ke-2).

 

Saudara, dengan menjual Yesus seharga tiga puluh keping uang perak, menunjukkan bahwa Yudas adalah orang yang cinta akan uang.

 

1 Timotius 6:10

(6:10) Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

“… Akar dari segala kejahatan …” ialah: “cinta uang”.

Selanjutnya disini kita perhatikan; oleh memburu uanglah beberapa orang telah:

a.         Menyimpang dari Iman.

Akibatnya: tidak sampai kepada tujuan hidup yaitu:

-            Kesempurnaan -> sidang mempelai TUHAN yang adalah milik kepunyaan Allah sendiri.

Prakteknya: menolak penyucian terhadap Firman Allah.

-            Penyembahan.

Prakteknya:

= Tidak sungguh-sungguh mengikuti TUHAN.

= Tidak sungguh-sungguh menjalankan ibadah dan pelayanan.

= Tidak tekun dalam tiga macam ibadah pokok. 

 

b.        Menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Prakteknya:

1.         Memperbesar tenaga, memporsir pikiran, serta menyita waktu dan perhatian yang amat besar hanya untuk uang.

2.         Berdusta dan berlaku munafik.

3.         Mencuri milik TUHAN dan mencuri milik sesama.

-            Mencuri milik sesama = hutang tidak dibayar.

-            Mencuri milik TUHAN, berarti tidak membayar persepuluhan atau tidak mengembalikan milik-Nya TUHAN.

Sebetulnya ada 3 (tiga) miliknya TUHAN:

1.        Sidang mempelai TUHAN.

2.        Imamat Rajani.

3.        Persembahan persepuluhan.

Itu tidak boleh disentuh oleh siapapun, termasuk persembahan khusus adalah miliknya TUHAN.

 

Terkait dengan persembahan persepuluhan di dalam … Maleakhi 3:8-9 -- (3:8) Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus! (3:9) Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!

 

Saudara tidak perlu ragu di dalam hal mengembalikan persembahan persepuluhan. Sekalipun ada khotbah-khotbah di Youtube, Facebook atau media sosial lainnya melarang untuk membawa persembahan persepuluhan, saudara harus tetap yakin, jangan ragu terkait dengan persembahan persepuluhan, sebab itu; miliknya TUHAN supaya jangan terkutuk.

Karena sebelum ada hukum taurat, persembahan persepuluhan sudah ada, lalu diulang/diceritakan lagi di dalam … Kitab Ibrani 7:4 -- Camkanlah betapa besarnya orang itu, yang kepadanya Abraham, bapa leluhur kita, memberikan sepersepuluh dari segala rampasan yang paling baik.

Abraham membawa semua persembahan persepuluhannya kepada Melkisedekh pertama-tama Raja Salem, dia Imam Besar menurut peraturan Melkisedekh.

 

Lalu kemudian dalam Maleakhi 3:10 -- Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

 

Dan itu sudah terbukti kepada mereka yang setia mengembalikan persepuluhan.

Kalau kita ikut TUHAN dengan menggunakan logika, tidak akan pernah cocok di hati kita.

Tetapi kalau kita mengikut TUHAN, maka TUHAN sendiri mengatakan; “ujilah Aku”, dan TUHAN akan membukakan bagimu tingkap-tingkap langit, selanjutnya TUHAN akan mencurahkan berkat kepada mereka yang mengembalikan persembahan persepuluhan sampai berkat itu berkelimpahan.

 

Ayo berikan dirimu, pikiranmu, diluruskan oleh pengertian yang datang dari Sorga, percayalah kepada Firman, jangan percaya kepada manusia daging supaya jangan bodoh dan keliru.

 

Kita akan membaca…

Yohanes 12:3-5---Perikop: “Yesus diurapi di Betania”

(12:3) Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. (12:4) Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: (12:5) "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"

 

Disini kita melihat, Yudas Iskariot dengan terang-terangan menegur Yesus hanya karena Maria membawa persembahan yang berbau harum kepada TUHAN, yaitu minyak narwastu seharga tiga ratus dinar, dan berkata; "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"

 

Yohanes 12:6

(12:6) Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

 

Jadi disini dikatakan; Yudas adalah seorang pencuri.

Kehidupan semacam ini atau orang yang cinta akan uang, sama sekali tidak memperhatikan nasib orang miskin.

Kalau tadi Yudas menegur Yesus dengan terang-terangan bahkan mengajar Yesus menurut pengertian mansuia daging, itu karena Yudas adalah seorang pencuri.

“Orang miskin” -> orang yang memiliki Kerajaan Sorga, menurut Matius 5:3 -- "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Prakteknya:

-            Cinta TUHAN dan kemah kediamanNya.

-            Menghormati ibadah dan pelayanan atau hari Sabat.

-            Takut akan TUHAN benci kejahatan.

Inilah yang dimaksud orang miskin di dalam TUHAN.

 

Jadi sekali lagi saya sampaikan dengan tandas; Yudas adalah seorang pencuri, sebab ia cinta akan uang, dia tidak cinta TUHAN dan tidak mengasihi orang miskin.

 

Saudara, pada Injil Matius 26 terdapat beberapa judul di dalamnya terkait dengan: Yudas CINTA UANG.

1.        Matius 26:1-5

Perikop: “Pemberitahuan keempat (terakhir) tentang penderitaan yang akan dialami oleh Yesus dan rencana untuk membunuh Yesus, diberitahukan dua hari sebelum hari raya Paskah orang Yahudi.” Dan murid-murid mendengar itu semua termasuk Yudas Iskariot.

Jadi sebetulnya judul pertama ini diberitahukan begitu jelas sekali.

2.        Matius 26:6-13

Perikop: “Yesus diurapi oleh Maria di kampung Betania dengan minyak narwastu seharga tiga ratus dinar disebut persembahan yang berbau harum.”

3.        Matius 26:14-16

Perikop: “Yudas mengkhianati Yesus sebab dia menjual Yesus dengan tiga puluh keping uang perak kepada imam-imam kepala dan tua-tua orang Yahudi.”

Itu berarti, setelah Maria selesai mengurapi Yesus dengan minyak narwastu, Yudas pergi menjumpai imam-imam kepala dan tua-tua.

4.        Matius 26:17-25

Perikop: “Yesus makan paskah dengan murid-muridnya.”

 

Perikop yang ke-4 ini barulah kita baca.

Matius 26:20-22

(26:20) Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu. (26:21) Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku." (26:22) Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: "Bukan aku, ya Tuhan?"

 

Disini kita melihat ketika mereka sedang makan Paskah, Yesus berkata kepada murid-murid: “…sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku …" kepada imam-imam kepala dan tua-tua.

Mendengarkan perkataan itu hati murid-murid menjadi sedih disertai dengan rasa gelisah karena penasaran ingin tahu siapa.

 

(26:23) Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.

 

Kemudian di ayat ini, Yesus kembali menegaskan dan berkata: “… Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku …”

“mencelupkan tangan ke dalam pinggan” artinya:

a.         Ia ada bersama dengan TUHAN = beribadah dan melayani TUHAN.

b.        Ia turut menikmati pembukaan Firman Allah dalam setiap pertemuan ibadah.

c.         Ia telah menerima kuasa yang ajaib.

Pinggan adalah wadah atau tempatnya makanan.

 

Sekarang kita akan lihat lebih rinci terkait dengan: MENCELUPKAN TANGAN KE DALAM PINGGAN.

Markus 3:14-19---Perikop: “Yesus memanggil kedua belas rasul”

(3:14) Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil (3:15) dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan. (3:16) Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, (3:17) Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh, (3:18) selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, (3:19) dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.

 

Disini kita melihat, dua belas murid ditetapkan untuk menyertai Yesus dan mereka itu adalah dua belas rasul (murid) yang diutus untuk memberitakan Injil disertai dengan kuasa TUHAN yang ajaib.

Kemudian di tengah-tengah memberitakan Injil, mereka mengadakan perbuatan-perbuatan yang ajaib, mengusir setan, dan mengadakan mujizat-mujizat terkait mujizat kesembuhan, itu berarti; dua belas murid telah merasakan atau menerima kuasa TUHAN yang ajaib.

 

Salah satu dari dua belas murid yang ditetapkan oleh TUHAN adalah Yudas Iskariot, namun pada akhirnya Yudas berkhianat.

 

Lalu setelah YESUS MEMBERITAHUKAN SIAPA YANG AKAN BERKHIANAT, selanjutnya kita kembali membaca…

Matius 26:24A

(26:24) Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."

 

Disini Yesus menjelaskan 2 (dua) hal kepada murid-murid secara gamblang:

1.        Yesus membenarkan apa yang telah ditulis oleh para nabi TUHAN tentang dirinya, bahwasanya; Dia akan pergi ke Yerusalem untuk menanggung penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari yang ke tiga.

2.        Celakalah orang yang menyalibkan Yesus.

 

Ibrani 6:4-6---Perikop: “Peringatan supaya jangan murtad”

(6:4) Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, (6:5) dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, (6:6) namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.

 

Perlu untuk diketahui dengan seksama, sekalipun anak-anak TUHAN atau orang-orang kristen:

a.         Pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus.

b.        Yang pernah mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang.

Akan tetapi kalau mereka murtad, mereka tidak akan mengalami pembaharuan, tidak akan mengalami pertobatan.

Sebab “murtad” = menyalibkan Yesus berkali-kali; sudah mendengar Firman tetapi dosa yang sama diulangi lagi = menghina Yesus di muka umum.

 

Tetapi ini sering kali tidak disadari oleh orang-orang kristen, dia sering kali merasa tidak bersalah.

Jadi orang yang tidak merasa bersalah sekalipun mendengar Firman = menyalibkan Yesus berkali-kali, dan kehidupan semacam ini tidak akan pernah mengalami permbaharuan dan tidak akan pernah mengalami pertobatan.

 

Kita kembali membaca…

Matius 26:24B

(26:24) Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."

 

Disini Yesus kembali berkata kepada murid-murid: “… Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan …"  -> orang yang tidak berguna karena dia menyalibkan Yesus berkali-kali.

Kalau bahasa sehari hari / bahasa sederhana; lebih baik dia tidak hidup / tidak ada di bumi ini.

 

Saudara, khususnya Kaum Muda Remaja GPT Betania serang & cilegon; hendaklah menyerahkan hidup untuk tinggal bersama-sama dengan TUHAN tergembala dalam Penggembalaan GPT Betania serang & cilegon, sebab kita sudah mengenal ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok, kita sudah mengecap firman TUHAN, mengecap karunia Sorgawi, jangan sampai pernyataan yang sama ini ditujukan langsung kepada kita seperti perkataan TUHAN dalam Matius 26:24B “… Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan …"  sebab itu adalah perkataan yang begitu keras dan murid-murid yang mendengar itu sangat berdukacita, ini adalah penyucian yang begitu hebat.

 

Kalau sampai orangtua berkata; lebih baik kamu jangan lahir.

Demikian juga kalau TUHAN berkata seperti itu kepada kedua belas murid, maka betapa hebatnya koreksi itu ditujukan langsung kepada murid-murid, betapa hebatnya koreksi itu yang diterima oleh Yudas Iskariot sebelum ia menyerahkan Yesus.

 

Intinya, Yudas telah mendapatkan peringatan keras sebanyak 2 kali, pada Matius 26:21 … masih bersifat samar-samar belum terlalu jelas, tetapi pada ayat 23 … SUDAH SEMAKIN JELAS, bahwa yang menyerahkan Yesus / menyalibkan Yesus adalah Yudas, bahkan Yesus telah menjelaskan 2 hal kepada murid-murid pada ayat 24, tetapi Yudas tetap saja tidak mau mengalami pembaharuan dan tidak mau bertobat.

Begitu hebatnya TUHAN memperingatkan Yudas tetapi dia tidak mau bertobat.

 

Dari sini kita bisa melihat, ternyata orang-orang yang binasa nanti bukan berarti TUHAN tidak berkuasa untuk mengubahkan dia, tetapi karena dia tidak mau berubah, dan tidak mau menerima kuasa TUHAN.

 

Ayo rasakan jamahan TUHAN, sebelum kebinasaan itu menimpa atas orang-orang yang tidak mau bertobat, jangan menyalibkan Yesus berkali-kali, meskipun apapun kondisimu, meskipun kekurangan sekalipun, tetap dahulukan TUHAN, tidakkah TUHAN akan membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahanMaleakhi 3:10.

Mendengarkan Firman Allah tetapi bertahan dengan pemikiran (logika) manusia daging. Justru perasaan dari manusia daging itu yang mengganggu kerohanian seseorang.

 

Yohanes 13:26-27---Perikop: “Yesus memperingatkan Yudas”

(13:26) Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot. (13:27) Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera."

 

Terkait Yohanes 13:26-27 ini adalah perbandingan dari Matius 26 dimana perkataan Yesus kepada murid-murid sudah jelas tertuju hanya kepada Yudas Iskariot, hanya saja murid-murid tidak tahu.

 

Tetapi saya tambahkan; jangan karena orang tidak tahu, lalu kita tetap bertahan karena dosa yang telah kita perbuat di tempat yang gelap yang tidak dilihiat oleh mata manusia di hari-hari yang lalu.

Takutlah akan TUHAN jangan takut kepada mata manusia.

 

Inikan sudah tertuju kepada pribadi Yudas, Yudas sudah tahu, tetapi…

Yohanes 13:30

(13:30) Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam.

 

Artinya: Yudas tidak peduli dengan peringatan TUHAN.

Jadi “Yudas pergi” artinya: Yudas tidak mau bertobat, tidak mau disucikan dari dosa cinta akan uang = tidak mengalami pembaharuan dan tidak mengalami pertobatan.

 

“… Pada waktu itu hari sudah malam …” berarti; setan berkuasa.

 

Seharusnya kita menghargai kesempatan yang TUHAN berikan selagi hari masih siang.

 

Matius 27:5

(27:5) Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri.

Inilah orang yang disebut: mati karena dukacita dari dunia.

 

Intinya: Yudas sudah berada pada puncak penyembahan dari pada iblis/setan, yaitu; kerajaan dunia dengan kemegahannya, itulah MAMON, sesuai dengan … Matius 4:8-9 -- (4:8) Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, (4:9) dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku."

 

Yudas sudah berada pada puncak penyembahan dari Iblis/Setan, dan Yudas tidak bisa lagi ditolong.

Tetapi TUHAN menyatakan anugerahnya kepada kita, yaitu kita digembalakan oleh korban sehari-hari di atas gunung TUHAN, kita tekun dalam tiga macam ibadah pokok menurut Pola Kerajaan Sorga.

Hendaklah kita sekaliannya memberi diri dimpimpin oleh TUHAN sampai kepada tingkat ibadah yang tertinggi (puncak ibadah) itulah DOA PENYEMBAHAN, sebagaimana yang tertulis didalam … Matius 4:10 -- Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"

“Berbakti” = beribadah dalam ketekunan tiga macam ibadah pokok, memimpin kita sampai kepada puncak ibadah, itulah Doa penyembahan. Itulah yang akan menolong kita.

 

TUHAN Yesus memberkati kita. Amin.

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

 

No comments:

Post a Comment