KAMI NANTIKAN KESAKSIAN-KESAKSIAN SAUDARA YANG SUDAH MEMBACA FIRMAN TUHAN PADA BLOG INI

Terjemahan

Search This Blog

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 11 AGUSTUS 2026



IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 11 AGUSTUS 2026

YUDAS 1:11

(Seri: 35)


Subtema: NODA DALAM PERJAMUAN KASIH


Shalom…

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, sehingga kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Doa Penyembahan. 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN, Bapak Ibu, Saudara/I, yang turut bergabung lewat online / live streaming / video internet baik dari Youtube, Facebook, atau media sosial apa saja yang dapat digunakan. Selanjutnya kiranya damai sejahtera dari Sorga memenuhi kehidupan kita, damai sejahtera ada di tengah-tengah kita, sehingga oleh damai sejahtera itu kita mengalami kesukaan Sorgawi dan bahagia saat kita duduk diam menikmati sabda ALLAH.


Selanjutnya mari kita ikuti Surat Yudas sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan, dan kita masih berada pada Yudas 1:11

Namun tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan dari pada TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.


Yudas 1:11

(1:11) Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.


“Celakalah mereka...” antara lain:

a. Karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain.

b. Oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam.

c. Mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.


Dari ayat ini kita dapat melihat dengan menggunakan mata rohani, tentang banyaknya nanti orang-orang yang menjadi bagian dari setan tri tunggal. Sebab pada ayat ini terdapat 3 (tiga) kali kata "mereka."

Kata “mereka” menunjuk orang-orang yang menjadi bagian dari setan tritunggal, yaitu NAGA, ANTIKRIS, dan NABI-NABI PALSU.


Tetapi, biarlah kita tetap setia dihadapan TUHAN untuk tekun dalam tiga macam ibadah pokok, setia menjadi kehidupan domba yang tergembala, dan taat, setia, dengar-dengaran dihadapan TUHAN, sehingga kita tetap menjadi bagian dari tubuh Kristus yang sempurna sebagai sasaran akhir dari perjalanan rohani kita di atas muka bumi ini.


Adapun gambaran atau bayangan dari setan tri tunggal, ialah:

  1. Kain adalah gambaran atau bayangan dari ULAR NAGA.

Sebab, Kain telah membunuh Habel, adiknya, dialah pembunuh manusia yang pertama. 

Ayat referensinya; … Kejadian 4:8

Demikian juga ular naga adalah pembunuh manusia dari sejak semula … (Yohanes 8:44).

  1. Bileam adalah gambaran atau bayangan dari NABI-NABI PALSU. 

Sebab Bileam melayani karena upah (karena uang), ayat referensinya; … Bilangan 22:1-35

Demikian juga dengan nabi-nabi palsu melayani karena uang dengan cara penyesatan … (2 Petrus 2:3).

  1. Korah adalah gambaran atau bayangan dari ANTIKRIS.

Sebab, Korah telah bangkit memberontak untuk melawan Musa dan Harun. 

Ayat referensinya; … Bilangan 16:1-2

Demikian juga antikris memberontak kepada TUHAN, ayat referensinya; 1 Yohanes 2:22 & 2 Tesalonika 2:3-4


Selanjutnya kita akan melihat TABIAT DARI ORANG-ORANG YANG MENGGABUNGKAN DIRINYA DENGAN SETAN TRITUNGGAL.

Ada dalam…

Yudas 1:12-16

(1:12) Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali. (1:13) Mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri; mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya. (1:14) Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: "Sesungguhnya TUHAN datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya, 

(1:15) hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap TUHAN." (1:16) Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan.


Disini kita melihat, ada 6 (enam) tabiat dari orang-orang yang menggabungkan dirinya dengan setan tritunggal:

Tabiat PERTAMA: mereka adalah noda dalam perjamuan kasih … (ayat 12).

Tabiat KEDUA: mereka bagaikan awan yang tak berair … (ayat 12).

Tabiat KETIGA: mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur yang tidak menghasilkan buah … (ayat 12).

Tabiat KEEMPAT: mereka bagaikan ombak laut yang ganas … (ayat 13).

Tabiat KELIMA: mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya … (ayat 13).

Tabiat KEENAM: Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya … (ayat 16).

Itulah tabiat orang-orang yang akhirnya menjadi bagian / menggabungkan diri dengan setan tritunggal.


Itulah sebabnya tadi saya katakan; tetaplah SETIA untuk tekun dalam tiga macam ibadah pokok, dengan kata lain; tergembala dengan sungguh-sungguh dihadapan TUHAN supaya kita menjadi bagian dari anggota-anggota tubuh Kristus yang sempurna, menjadi sidang mempelai TUHAN, kelak masuk dalam pesta nikah Anak Domba sebagai sasaran akhir dari perjalanan rohani kita di atas muka bumi ini.


Sekarang kita akan menyelidiki satu per satu dari 6 (enam) tabiat orang-orang yang menggabungkan dirinya dengan setan tritunggal. 

Dimulai dari Tabiat PERTAMA: “... mereka adalah noda dalam perjamuan kasih …”

  • NODA, dalam bentuk fisik (menurut KBBI) disebutlah itu kotoran, antaralain; bercak, noktah, dan bintik.

Sementara, noda dalam bentuk kiasan (metafora) disebutlah itu keburukan, antaralain; aib, cela, nista, dan belang.

  • PERJAMUAN KASIH, berarti makan dan minum bersama-sama dengan anggota-anggota sidang jemaat yang lain dalam setiap pertemuan-pertemuan ibadah.

Sementara, yang menjadi makanan rohani kita ialah firman ALLAH yang disampaikan. 

Sedangkan, yang menjadi minuman rohani kita ialah anggur, yaitu darah Yesus yang suci, jika mengacu pada injil Yohanes 6:53 -- “… jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya …”


Kita bandingkan dengan…

1 Korintus 12:13 --- Perikop: "Banyak anggota, tetapi satu tubuh."

(12:13) Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.


Disini dikatakan:

  1. Kita telah dibaptis menjadi satu tubuh, artinya: menjadi satu oleh karena kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Jadi tanpa Kasih Kristus, tanpa kematian dan kebangkitan-Nya anggota-anggota tubuh yang banyak dan berbeda-beda tidak mungkin bersatu.

  2. kita diberi minum dari satu Roh, artinya: menikmati karunia-karunia Roh Kudus yang dipercayakan kepada setiap pelayan-pelayan dengan karunia-karunia yang berbeda-beda, namun sumbernya dari Roh yang satu dan yang sama, tujuannya; supaya saling melengkapi diantara anggota-anggota tubuh Kristus. 


Pada ayat 12 dikatakan: "… tubuh itu satu meskipun anggota-anggotanya banyak dan berbeda-beda ..." 

Tetapi yang pasti, dalam setiap pertemuan ibadah kita semua diberi minum dari satu Roh, menikmati karunia-karunia yang berbeda-beda, namun sumbernya dari Roh yang satu dan yang sama, tujuannya; untuk saling melengkapi.


Sekarang kita akan baca…

1 Korintus 12:14-17

(12:14) Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota. (12:15) Andaikata kaki berkata: "Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? (12:16) Dan andaikata telinga berkata: "Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? (12:17) Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman?


Tubuh terdiri dari banyak anggota, antara lain: Kaki, tangan, telinga, mata dan hidung.

  1. Kaki, berguna untuk maju melangkah.

Saudara, kita harus menghargai karunia pada kaki, sebab tanpa kaki kita tidak akan maju-maju.

  1. Tangan, berguna untuk melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN yang suci dan mulia, berarti tanpa tangan kita tidak dapat berbuat sesuatu kepada TUHAN.

  2. Telinga, berguna untuk mendengar suara panggilan TUHAN. Tanpa telinga kita tidak dapat mendengar perkataan-perkataan yang keluar dari mulut ALLAH.

Kerugian kalau tidak menghargai karunia telinga, maka sama seperti orang bodoh, dipanggil pun dia tidak akan mengerti, ketika Firman TUHAN disampaikan; diabaikan / tidak didengar, akhirnya sama seperti orang bodoh / dungu.

  1. Mata, berguna untuk melihat dan menerangi seluruh kehidupan manusia, sama seperti pelita bercahaya dalam kegelapan.

  2. Hidung, berguna untuk mencium sehingga dapat membedakan bau harum dan bau busuk.


Pendeknya, tujuan karunia Roh Kudus ialah: untuk saling melengkapi supaya anggota-anggota tubuh yang banyak dan berbeda-beda itu tetap satu.


Namun kenyataannya, tabiat dari orang-orang yang menggabungkan dirinya dengan setan tritunggal, adalah: 

TABIAT PERTAMA: Menjadi noda dalam perjamuan kasih.

Prakteknya: mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri = Kenyang tetapi EGOIS. Kemudian minum / puas, tetapi egois.

Inilah kehidupan yang menjadi noda dalam perjamuan kasih. Maka jangan kita menjadi seperti ini, kenyang tetapi egois. Untuk apa kita mengikut TUHAN kenyang tetapi egois? Untuk apa kita melayani TUHAN tetapi egois? TIDAK ADA ARTINYA. Kalau kenyang tetapi egois lebih baik tidak usah beribadah.

Sementara dalam setiap pertemuan ibadah kita senantiasa mengadakan perjamuan kasih, berarti; makan, minum bersama sidang jemaat atau dengan anggota tubuh yang lain

  • Makanan rohani kita ialah: Firman.

  • Sedangkan minuman rohani kita ialah: anggur, itulah darah Yesus yang suci.

Tetapi kalau kita bandingkan dengan 1 Korintus 12:13 -- kita semua diberi minum dari Roh yang satu yang sama, itu berarti menikmati karunia-karunia yang berbeda, dengan lain kata; kita harus menyangkal diri, memikul Salib.


Jadi sekali lagi saya sampaikan; orang-orang yang menjadi bagian dari setan tritunggal ialah: menjadi noda dalam perjamuan kasih.

Prakteknya: mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri = kenyang tetapi EGOIS.


Sekarang kita belajar soal hal ini dari: JEMAAT MULA-MULA.

Kisah Para Rasul 2:41-42

(2:41) Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. (2:42) Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.


Gereja mula-mula bertekun dalam pengajaran rasul-rasul, antara lain:

  • Tekun dalam persekutuan. Artinya tekun dalam Ibadah Raya Minggu disertai Kesaksian Roh.

Bila dikaitkan dengan Pola Tabernakel terkena kepada PELITA EMAS.

  • Tekun dalam memecahkan roti. Artinya tekun dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai Perjamuan Suci. 

Bila dikaitkan dengan Pola Tabernakel terkena kepada MEJA ROTI SAJIAN.

  • Tekun dalam berdoa. Artinya tekun dalam Ibadah Doa Penyembahan. 

Bila dikaitkan dengan Pola Tabernakel terkena kepada MEZBAH DUPA.


Singkat kata, gereja mula-mula bertekun dalam perjamuan kasih, lewat Pengajaran Rasul-Rasul.


Kisah Para Rasul 2:43

(2:43) Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.


Gereja mula-mula mengalami mujizat dan tanda-tanda yang dikerjakan oleh rasul-rasul.

  1. Mujizat PERTAMA yang dilakukan Yesus adalah air berubah menjadi anggur, pada pesta nikah di Kana, jelas ini berbicara tentang; KEUBAHAN HIDUP.

Anggur -> Sukacita mempelai.

  1. Mujizat KEDUA ialah anak yang sakit (hampir mati) disembuhkan ... Yohanes 4:46-50.


Yang terutama adalah MUJIZAT PERTAMA yaitu terjadi KEUBAHAN DALAM HIDUP. Sedangkan mujizat kedua adalah mujizat-mujizat termasuk kesembuhan.

Kita butuh mujizat kesembuhan, tetapi yang paling kita butuhkan adalah mujizat yang pertama yaitu; mengalami keubahan dalam hidup (bertobat setiap saat), sementara mujizat-mujizat kesembuhan dan tanda-tanda heran, dan perbuatan-perbuatan ajaib itu adalah hal yang kedua, ketiga dan seterusnya, itu bukan hal yang pokok. 

Singkat kata: Orang bisa berubah jelas oleh karena Salib, itu yang terutama itulah mujizat PERTAMA. 


Kisah Para Rasul 2:44-45

(2:44) Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, (2:45) dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.


Jemaat atau gereja mula-mula mengadakan perjamuan kasih, dan selanjutnya mereka BERSATU.

Tanda bersatu: kepunyaan dari tiap-tiap anggota adalah kepunyaan bersama.

Buktinya: ada saja diantara mereka menjual harta miliknya, hasilnya dibagi-bagi kepada anggota tubuh yang lain sesuai dengan kebutuhan masing-masing.


Saudara, kita harus belajar menjadi anggota tubuh Kristus, termasuk kita semua yang ada dalam kandang penggembalaan GPT Betania, ada dalam perjamuan kasih, supaya Firman ALLAH yang disampaikan tidak berlalu begitu saja, dan kita sudah mendapatkan pengertian dari Firman TUHAN, sehingga kita kenyang, itu berarti; tidak boleh egois. Kemudian puas sebab kita telah diberi minum, yaitu; menikmati karunia-karunia Roh Kudus.


Kisah Para Rasul 2:46-47

(2:46) Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait ALLAH. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, (2:47) sambil memuji ALLAH. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari TUHAN menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.


Disini kita melihat, selain BERSATU, selanjutnya gereja mula-mula BERSEHATI tekun dalam perjamuan kasih.

Tanda “sehati”: Bergembira bersama-sama disertai dengan tulus hati sambil memuji TUHAN.

Dampak positif bersatu dan bersehati: banyak jiwa-jiwa yang diselamatkan.


Kemudian Kisah Para Rasul 3:1-10 -- Petrus menyembuhkan orang sakit, menyembuhkan orang lumpuh, berarti; mengadakan mujizat kesembuhan.

Sedangkan Kisah Para Rasul 3:11-26 -- tentang Khotbah Petrus di Serambi Salomo.


Kisah Para Rasul 3:14-16

(3:14) Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, serta menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu. (3:15) Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi ALLAH telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi. (3:16) Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.


Singkat kata; Petrus menyampaikan Injil kepada orang Yahudi, sementara Injil itu ada kaitannya dengan orang Yahudi. Sebab merekalah yang menyalibkan Yesus. 

Berbicara tentang Injil, berarti berbicara tentang Pribadi Yesus seutuhnya, Dia ALLAH menjadi manusia, dan sebagai manusia Dia menderita sengsara dan oleh karena sengsara salib Yesus harus mati. 

  • Kuasa kematian; hidup lama dikubur.

  • Kemudian bangkit pada hari ketiga, supaya kita hidup dalam hidup yang baru. 

Semuanya itu disampaikan kepada orang Yahudi. Kemudian Petrus dan rasul-rasul yang lain mengadakan mujizat kesembuhan secara khusus orang lumpuh; berjalan.

Inilah yang dialami oleh gereja mula-mula dalam perjamuan kasih itu.


Kisah Para Rasul 4:1-22

Tentang: “Petrus dan Yohanes di hadapan Mahkamah Agama.”

Dan selanjutnya oleh karena khotbah Petrus dan Yohanes, akhirnya keduanya ditahan / dipenjarakan oleh Pilatus dan Herodes. Jadi Mahkamah Agama bekerja sama dengan pemerintah.

Nanti pun di hari-hari terakhir ini agama atau gereja juga bekerja sama dengan pemerintah (politik) demi terwujudnya apa yang menjadi rencana setan dari semula.


Tetapi kita tetap setia tekun dalam tiga macam ibadah pokok, setia untuk tergembala supaya kita tetap menjadi bagian dari tubuh Kristus, itulah sidang mempelai TUHAN yang sempurna. Itu artinya kita tidak pernah menggabungkan diri dengan setan tritunggal yaitu; naga, antikris dan nabi-nabi palsu.

Seperti Petrus dan Yohanes, sekalipun mereka dipenjarakan oleh karena mempertahankan kebenaran yang datang dari Salib, mereka tidak peduli lagi dengan nyawa mereka yang sifatnya sementara saja, karena yang terpenting bagi mereka adalah hidup bahagia di dalam kekekalan yaitu; Kota Yerusalem baru, itu yang terpenting bagi mereka.

Jadi ini harus dipikirkan, jangan kita berpikir pendek, jangan kita seperti Herodes dan Pilatus (Mahkamah Agama dan pemerintah), setelah Firman ALLAH disampaikan oleh Petrus dan Yohanes, mereka panas hati dan muka muram, tidak mau mendengar Firman TUHAN, itu berarti; tidak mau berubah. Dia mempertahankan nyawa untuk sesaat tetapi binasa untuk selama-lamanya.

Tetapi Petrus dan Yohanes dia mengabaikan nyawa untuk sementara, tetapi selama-kamanya hidup kekal dan bahagia bersama-sama dengan Dia di dalam kekekalan itulah Yerusalem yang baru.


Kisah Para Rasul 4:23-31 -- tentang,  “Doa jemaat”, yaitu jemaat bersatu hati berdoa supaya Petrus dan Yohanes mengalami kelepasan.

Dari sini kita bisa melihat, memang gereja mula-mula ini betul-betul menikmati hasil dari perjamuan kasih, lewat Pengajaran Rasul-Rasul, mereka bersatu dan bersehati dan itu sudah dibuktikan di dalam Kisah Para Rasul 4.

Gereja mula-mula menikmati perjamuan kasih lewat pelayanan 12 murid yang menjadi 12 rasul, mereka yang menikmati perjamuan kasih itu tidak menjadi egois, mereka kenyang dan tetap bersatu, mereka kenyang dan tetap bersehati, bahkan berdoa bukan hanya untuk anggota tubuh yang lain, namun berdoa kepada Petrus dan Yohanes. Dari ke dua rasul dan rasul-rasul lainnya itu gereja mula-mula menikmati perjamuan kasih.


Istilah sekarang di akhir zaman ini; jemaat perlu mendoakan kesejahteraan dari Gembala sidang / pemimpin jemaat. Karena kalau gembala sidang tidak sejahtera, secara otomatis itu langsung dialami oleh jemaat juga tidak ada sejahtera.


Kisah Para Rasul 4:32-37 kembali diungkit CARA HIDUP JEMAAT MULA-MULA.


Kisah Para Rasul 4:32

(4:32) Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorang pun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama.


Disini dikatakan, bahwa jemaat mula-mula SEHATI dan dilanjutkan dengan SEJIWA, artinya: dapat menyelami hati orang lain dan mengerti keadaan orang lain.

Tandanya: TIDAK EGOIS, tidak hanya mementingkan diri sendiri.


Kisah Para Rasul 4:33

(4:33) Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan TUHAN Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah.


Singkat kata, jemaat mula-mula hidup didalam kasih karunia oleh kuasa kematian dan kebangkitan TUHAN Yesus Kristus. Tadi juga dikatakan di Kisah Para Rasul 2.


Kisah Para Rasul 4:34-37

(4:34) Sebab tidak ada seorang pun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa (4:35) dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya. (4:36) Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus. (4:37) Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul.


Jadi Yusuf adalah contoh gereja mula-mula yang hidup dalam kasih karunia. Jadi Yusuf ini disebut juga Barnabas, artinya anak penghiburan dan Yusuf ini adalah orang Lewi dari Siprus, dia menjual apa yang menjadi miliknya, sesuatu yang berharga itulah tanah, lalu hasil penjualannya itu dibagi-bagi kepada orang yang membutuhkan.


Kita sudah melihat gereja mula-mula, mereka makan dan minum dalam perjamuan kasih. 

TETAPI ADA NODA DALAM PERJAMUAN KASIH, mari kita lihat dalam… 

Kisah Para Rasul 5:1-2 --- Perikop: "Ananias dan Safira."

(5:1) Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah. (5:2) Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul.


Disini kita melihat, Ananias dan Safira menjual sebidang tanah, kemudian hasil dari penjualan tanah itu sebagian ditahan dan sebagian dibawa, inilah yang disebut noda dalam perjamuan kasih = KENYANG tetapi EGOIS.

Kalau kita bandingkan dengan Barnabas anak penghiburan itu; dia menjual sebidang tanah dan hasil penjualan itu dibagi-bagikan kepada anggota-anggota tubuh yang lain sesuai dengan keperluannya. 


Kisah Para Rasul 5:3-4

(5:3) Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? (5:4) Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai ALLAH."


Jangan kita seperti Ananias dan Safira, mereka sepakat menahan sebagian hasil dari penjualan tanah dan sebagian lagi dibawa di kaki salib, akhirnya Petrus berkata; mengapa engkau mendustai Roh Kudus? Sebab orang yang mendustai Roh Kudus berarti hatinya telah dikuasai Iblis.

BIARLAH KIRANYA HATI KITA DIKUASAI OLEH ROH TUHAN. Itu berarti, hidup kita sepenuhnya didominasi oleh Roh Kudus. 


Kisah Para Rasul 5:5-6

(5:5) Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu. (5:6) Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu, mengusungnya ke luar dan pergi menguburnya.


Sesudah Petrus mengatakan apa yang telah diperbuat Ananias, putuslah nyawa Ananias. Artinya; darah Yesus tidak lagi berlaku atas dia. Jadi didalam darah ada nyawa makhluk; baik manusia maupun binatang … Imamat 17:11.


Sebetulnya banyak nyawa orang-orang Kristen sudah putus, yakni; tubuhnya nampak datang beribadah, tetapi sesungguhnya nyawanya sudah putus. Sebab jaminan dari hidup / nyawa adalah: Darah Anak Domba yang telah disembelih.

Saudara, jangan sampai nyawa kita putus seperti Ananias, sebab hanya darah Yesus yang bisa membela kita dan memperpanjang nyawa manusia. Sebab uang dan hasil noda dalam perjamuan kasih itupun tidak bisa menolong kita, bahkan apapun yang kita punya tidak bisa menambahkan nyawa kita.


Kisah Para Rasul 5:7-8

(5:7) Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi. (5:8) Kata Petrus kepadanya: "Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?" Jawab perempuan itu: "Betul sekian." (5:9) Kata Petrus: "Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh TUHAN? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar." (5:10) Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya.


Hal yang sama juga dialami oleh Safira isteri Ananias, yaitu; putus nyawanya, karena baik Ananias maupun isterinya mendustai Roh Kudus, karena Ananias mencobai Roh Kudus, dimana hatinya dikuasai Iblis.

Jadi, suami isteri JANGAN SEPAKAT didalam hal mencobai Roh Kudus.


Jadi Ananias dan Safira adalah satu contoh nikah yang tidak baik di hari-hari terakhir ini. Kematian dari Ananias dan Safira itu juga merupakan penyucian yang dialami oleh gereja mula-mula. 

Tanda penyucian yang dialami oleh gereja mula-mula adalah mereka SEMAKIN TAKUT AKAN TUHAN dan BENCI KEJAHATAN. Amin.


TUHAN YESUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI


Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang


No comments:

Post a Comment