IBADAH
KAUM MUDA REMAJA, 01 AGUSTUS 2026
STUDY
YUSUF
(Seri
28)
Subtema: MENGENAKAN JUBAH KASIH
Shalom.
Selamat
malam, TUHAN Yesus Kristus Kepala Gereja Mempelai Laki-laki Sorga ada di
tengah-tengah kita dengan segala damai sejahtera turun ke bumi ini sehingga
kita boleh duduk diam menikmati sabda ALLAH dengan damai sejahtera, sukacita,
bahagia dari Sorga.
Saya juga
tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN terkhusus Kaum Muda
Remaja yang turut bergabung lewat online atau live streaming atau
video internet baik dari Youtube, Facebook baik dari media sosial apa saja yang
dipergunakan.
Mari kita
ikuti STUDY YUSUF sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Kaum Muda Remaja.
Kejadian
44:18-34; merupakan tutur kata
Yehuda kepada Yusuf sebagai mangku negara atau raja muda di Mesir, yang
memohonkan kelepasan bagi Benyamin.
Pertanyaannya:
Mengapa Yehuda memohon kelepasan bagi Benyamin?
Jawabannya
ada pada …
Kejadian
44:29-31.
(44:29) Jika anak ini kamu ambil pula dari padaku, dan ia ditimpa
kecelakaan, maka tentulah kamu akan menyebabkan aku yang ubanan ini turun ke
dunia orang mati karena nasib celaka. (44:30) Maka sekarang, apabila
aku datang kepada hambamu, ayahku, dan tidak ada bersama-sama dengan kami
anak itu, padahal ayahku tidak dapat hidup tanpa dia, (44:31)
tentulah akan terjadi, apabila dilihatnya anak itu tidak ada, bahwa ia akan
mati, dan hamba-hambamu ini akan menyebabkan hambamu, ayah kami yang ubanan
itu, turun ke dunia orang mati karena dukacita.
Apabila
Benyamin tidak kembali ke Kanaan, maka Yakub:
●
Turun ke dunia orang mati karena nasib celaka… (ayat 29).
●
Turun ke dunia orang mati karena dukacita… (ayat 31).
Keterangan:
MATI KARENA DUKACITA (Bagian ke-5)
Kita
akan simak dari…
2
Korintus 7:8-10
(7:8) Jadi meskipun aku telah menyedihkan hatimu dengan suratku itu,
namun aku tidak menyesalkannya. Memang pernah aku menyesalkannya, karena aku
lihat, bahwa surat itu menyedihkan hatimu -- kendatipun untuk seketika saja
lamanya --, (7:9) namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu
telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat. Sebab
dukacitamu itu adalah menurut kehendak ALLAH, sehingga kamu sedikit pun tidak
dirugikan oleh karena kami. (7:10) Sebab dukacita menurut kehendak
ALLAH menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan
disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.
Disini
kita melihat ada 2 (dua) jenis dukacita menurut apa yang dipaparkan oleh Rasul
Paulus kepada jemaat di Korintus:
1.
Dukacita menurut kehendak ALLAH … (ayat 9).
2.
Dukacita dari dunia menghasilkan kematian … (ayat 10).
Mari
kita selidiki terkait: DUKACITA MENURUT KEHENDAK ALLAH.
Contoh:
Dukacita menurut Kehendak ALLAH, tertulis pada ayat 8 yaitu “…surat
itu menyedihkan hatimu …”
Saudara
surat yang dimaksud ialah: Firman ALLAH yang disampaikan oleh Rasul Paulus kepada
jemaat di Korintus dalam bentuk tulisan. Dan Firman itu ditulis ketika Rasul
Paulus berada di penjara, di Roma, dan oleh tulisan itu membuat hati jemaat di
Korintus bersedih hati bahkan berdukacita.
Tetapi
dukacita semacam ini adalah dukacita yang datang dari ALLAH / dukacita menurut
kehendak ALLAH.
Jadi
kalau Firman TUHAN disampaikan; mungkin terlalu keras, mungkin terlalu tajam untuk mengoreksi dosa, menyucikan
dosa sampai membuat hati kita bersedih, membuat kita sepertinya menjadi lemah (down)
bahkan berdukacita, inilah yang dimaksud dengan dukacita menurut kehendak
ALLAH.
Terkait
dukacita menurut kehendak ALLAH, kita lanjut lebih rinci di dalam…
2 Timotius
3:16 --- Perikop: “Iman bertumbuh dalam penganiayaan dan dalam pembacaan
Kitab Suci.”
Menurut
perikop ini, Iman bertumbuh dalam 2 (dua) hal, yaitu:
1.
Dalam penganiayaan.
Berarti tidak rugi rasanya bila anak-anak TUHAN
menyangkal dirinya dan memikul salibnya di tengah-tengah pengikutannya kepada
TUHAN.
-
Menyangkal dirinya = tidak bermegah dengan kelebihan-kelebihan
yang dimiliki.
-
Memikul salibnya, berarti; memikul tanggung jawab di atas
pundaknya, antara lain; memikul kebenaran ALLAH, memikul kesucian ALLAH,
memikul kemuliaan ALLAH, serta memikul segala sesuatu yang datang dari Sorga.
Jadi semuanya itu harus
dipikul, tidak untuk dilepaskan, tidak untuk diabaikan dan dibuang.
2.
Dalam pembacaan Kitab Suci.
Kitab Suci terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru;
dari Kitab KEJADIAN
sampai Kitab WAHYU, seluruhnya ada 66 (enam
puluh enam) Kitab.
Saudara, kalau kita membaca kitab Perjanjian Lama disebut juga kitab taurat,
semuanya ditulis oleh para nabi. Maka iman kita untuk meraih hal-hal di depan
akan semakin kuat, kemudian Perjanian Baru ditulis oleh Rasul-rasul. Kalau kita
membaca kitab Perjanjian baru maka iman kita terkait dengan Kerajaan sorga juga
akan semakin kuat.
2
Timotius 3:16
(3:16) Segala tulisan yang diilhamkan ALLAH memang bermanfaat
untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan
untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Segala
tulisan yang diilhamkan ALLAH disebut; Firman yang diurapi, bermanfaat untuk 4
(empat) hal:
Yang
Pertama: UNTUK MENGAJAR.
Tujuannya: supaya
anak-anak TUHAN tidak kurang ajar di dalam hal perkataan dan perbuatannya.
Pendeknya: supaya
anak-anak TUHAN / Kaum Muda Remaja memiliki sikap yang baik, terpuji, dan
luhur.
Contoh dimana FIRMAN
MENGAJAR kita…
Ulangan 8:1 --- Perikop:
“Bersyukur kepada ALLAH karena kebaikan-Nya.”
(8:1) "Segenap perintah, yang kusampaikan
kepadamu pada hari ini, haruslah kamu lakukan dengan setia, supaya kamu hidup
dan bertambah banyak dan kamu memasuki serta menduduki negeri yang
dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu.
Firman ALLAH (khotbah)
yang disampaikan hari ini harus kita lakukan dengan setia.
Tujuannya: supaya kita
mengalami 3 (tiga) hal yaitu:
1.
Supaya kita hidup, berarti tidak binasa.
Hidup di sini kaitannya dengan; kekekalan yaitu Yerusalem
Baru.
2.
Bertambah banyak, berarti tidak stuck dan tidak berkurang = + (plus) bukan –
(minus).
Sebaliknya orang yang tidak setia dan tidak melakukan Firman
ALLAH yang disampaikan, maka di dalam dirinya hanya ada “minus”, dengan lain
kata; berkurang-kurang di hadapan TUHAN.
Contoh berkurang-kurang:
a. Menolak Pengajaran Salib = minus (-).
b. Hidup di dalam kelimpahan hawa nafsu perempuan
Babel disebut juga kenajisan percabulan atau mabuk anggur dari perempuan Babel
= minus (-).
Nampaknya hidup di dalam kelimpahan, tetapi oleh kelimpahan
hawa nafsu perempuan Babel, nampaknya
memperoleh banyak hal, tetapi kalau hal itu diperoleh oleh kelimpahan hawa
nafsu perempuan
Babel disebut juga minus (-).
Memperoleh sesuatu, tetapi di luar
TUHAN, memperoleh sesuatu tetapi tidak sesuai Firman, memperoleh sesuatu,
tetapi oleh kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel itu namanya minus /
berkurang-kurang.
Tetapi kalau kita mendengar Firman yang disampaikan malam
ini lalu kita lakukan dengan setia, Alkitab berkata; bertambah banyak, baik
pengertian dari sorga bertambah banyak, kemudian penyerahan kita bertambah
banyak, pemakaian TUHAN juga kepada kehidupan seorang pelayan TUHAN bertambah
banyak, kasih di dalam dirinya juga semakin bertambah banyak, tetapi sebaliknya
kalau dia menolak Firman, dia hidup di luar Firman TUHAN, meskipun memperoleh
segala sesuatu di dunia ini disebutlah itu minus (-) atau disebut juga
berkurang-kurang.
3.
Memasuki atau menduduki negeri yang dijanjikan TUHAN.
Jelas
itu menunjuk tanah air sorgawi yang dijanjikan TUHAN kepada Abraham, Ishak, dan
Yakub untuk menjadi milik pusaka kita
selama-lamanya. Kalau nenek moyang atau orang tua mewariskan dosa, tetapi TUHAN
telah berjanji tanah Air Sorgawi kepada Abraham, Ishak, dan Yakub, dengan
syarat kita mau melakukan Firman yang disampaikan malam ini dengan setia.
Ulangan 8:2-3
(8:2) Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan
atas kehendak TUHAN, ALLAHmu, di padang gurun selama empat puluh tahun
ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk
mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada
perintah-Nya atau tidak. (8:3) Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan
engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang
juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia
hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan
TUHAN. (8:4) Pakaianmu tidaklah menjadi buruk di tubuhmu dan kakimu
tidaklah menjadi bengkak selama empat puluh tahun ini. (8:5) Maka
haruslah engkau insaf, bahwa TUHAN, ALLAHmu, mengajari engkau seperti seseorang
mengajari anaknya.
Singkat kata, bangsa Israel berjalan
di Padang gurun selama 40 (empat puluh) tahun. Hal itu merupakan kehendak
TUHAN, sebagai cara untuk mengajar bangsa Israel, seperti seseorang mengajar
anaknya.
Pendeknya, TUHAN mengajar bangsa
Israel dengan cara yang unik, tidak
dapat diselami oleh akal dan pikiran manusia.
Maksud dari kehendak ALLAH ialah:
untuk merendahkan hati bangsa Israel.
Prakteknya: dibiarkan lapar, lalu
bangsa Israel diberikan makan manna.
Tujuanya: supaya bangsa Israel
mengerti bahwa manusia hidup bukan dari roti, manusia hidup bukan dari makanan,
tetapi manusia hidup dari semua perkataan yang diucapkan TUHAN, atau manusia
hidup dari Firman yang keluar dari mulut ALLAH.
Kalau kaum muda remaja tidak
memahami kehendak ALLAH semacam ini, terkadang membuat kaum muda remaja,
bersedih hati bahkan sampai berdukacita, persis seperti yang dikatakan oleh
Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus, oleh karena surat yang dikirim kepada
jemaat di Korintus, mereka bersedih hati. Hal itu dikarenakan tulisan / khotbah
/ Firman itu mungkin mengoreksi / menyucikan hati mereka.
Demikian juga kalau kita bandingkan
dengan bangsa Israel di Padang Gurun, apa yang mereka alami merupakan kehendak
TUHAN untuk mengajar mereka seperti seorang ibu atau seorang ayah mengajar
anaknya.
Seseorang kalau tidak mengerti
rencana TUHAN, pemberitaan semacam ini membuat seseorang bersedih hati
(berdukacita).
Demikian halnya dengan Yesus Anak
ALLAH, datang ke dunia ini bukan karena kehendak-Nya, melainkan oleh karena
kehendak Bapa di Sorga.
Oleh kehendak ALLAH akhirnya Yesus
minum cawan ALLAH, artinya; menanggung penderitaan yang tidak harus Ia
tanggung, berarti menderita karena dosa manusia.
Pendeknya, oleh karena kehendak
ALLAH, Yesus menjadi lapar, Yesus haus, Yesus telanjang, Yesus menderita karena
pukulan, menderita karena luka-luka yang ada di seluruh tubuh-Nya. Tetapi
dengan demikian, Yesus telah merendahkan diri-Nya dihadapan ALLAH Bapa,
menunjukkan bahwa Yesus adalah Firman ALLAH yang sejati sebab Dia hidup oleh
Firman ALLAH.
Jadi jelas, cara TUHAN untuk
mengajar bangsa Israel sangat unik, tidak dapat diselami oleh akal pikiran
manusia sehingga sempat membuat hati mereka bersedih dan berdukacita. Tetapi
dukacita semacam ini, disebutlah dukacita menurut kehendak ALLAH dan diijinkan
terjadi supaya manusia tahu bahwa manusia hidup bukan dari makanan, manusia
hidup bukan dari roti, tetapi dari setiap perkataan yang keluar dari mulut
ALLAH.
Pendeknya, jika kita melakukan
Firman yang disampaikan hari ini dengan setia, maka kita mengalami tiga hal:
1. Hidup = tidak binasa.
2. Bertambah banyak berarti tidak berkurang-kurang
karena dosa.
3. Kelak berada di tanah air Sorgawi sebagai milik
pusaka = menerima janji ALLAH.
2 Timotius 3:16
(3:16) Segala tulisan yang diilhamkan ALLAH memang bermanfaat
untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki
kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Segala
tulisan yang diilhamkan ALLAH disebut; Firman yang diurapi, bermanfaat untuk 4
(empat) hal:
Yang Kedua: MENYATAKAN KESALAHAN.
Menyatakan kesalahan = menunjuk
dosa.
Maka ketika dosa ditunjuk-tunjuk
mungkin hati kita bersedih, susah hati, bahkan berdukacita, tetapi dukacita
semacam ini disebutlah dukacita menurut kehendak ALLAH.
Jadi bilamana TUHAN hadir dalam
setiap pertemuan ibadah lewat Firman ALLAH yang dinyatakan lalu Firman itu
menyatakan kesalahan (menunjuk dosa), jangan kita ngomel dan bersungut-sungut,
jangan kita berbantah-bantah, karena dukacita semacam ini adalah dukacita
menurut kehendak ALLAH.
Perhatikanlah hal ini dengan
sungguh-sungguh, jangan merasa tendesius, jangan merasa sensitif, merasa bahwa
dosanya ditunjuk-tunjuk. Karena Firman yang diurapi kalau hal itu disampaikan,
bermanfaat untuk empat hal, yang kedua adalah untuk menyatakan kesalahan =
menunjuk dosa.
Jadi bilamana dosa ditunjuk-tunjuk,
jangan sakit hati, jangan muka muram, karena hal semacam ini disebut dukacita
karena kehendak ALLAH.
CONTOH ketika kesalahan
dinyatakan / dosa ditunjuk-tunjuk di dalam…
Yohanes 8:2-4
(8:2) Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait ALLAH, dan
seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka. (8:3)
Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang
perempuan yang kedapatan berbuat zinah. (8:4) Mereka menempatkan
perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan
ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
Disini kita melihat, sementara Yesus
mengajar di Sinagoge, ahli-ahli taurat dan orang-orang Farisi membawa
kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.
Sinagoge adalah: tempat untuk
beribadah, tempat untuk mengajar, tempat untuk berhimpun di hadapan TUHAN.
Yohanes 8:5-6
(8:5) Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari
perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal
itu?" (8:6) Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia,
supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus
membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
Di sini kita melihat, ahli-ahli
taurat dan orang-orang Farisi menuntut agar perempuan itu dilempari dengan batu
sesuai dengan hukum taurat yang berlaku. Namun di balik tuntutan tersebut,
mereka juga berencana untuk menjebak Yesus supaya mereka memperoleh sesuatu
untuk menyalahkan Yesus. Tetapi terhadap tuntutan itu “Yesus membungkuk lalu
menulis dengan jari-Nya di tanah”.
Pendeknya, ahli-ahli taurat dan
orang-orang Farisi sedang menunjuk dosa perempuan itu kepada Yesus, sebab
ahli-ahli taurat dan orang-orang Farisi ini merasa bahwa mereka tidak berdosa.
Selain merasa tidak berdosa, mereka juga berlaku licik dengan cara menjebak
Yesus supaya Yesus kedapatan berbuat dosa. Tetapi terhadap tipu daya itu, Yesus
membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
Yohanes 8:7-8
(8:7) Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun
bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu
tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."
(8:8) Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
Karena didesak maka Yesus bangkit
berdiri dan berkata kepada mereka; “Barangsiapa diantara kamu tidak berdosa,
hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” Lalu
Yesus kembali membungkuk dan menulis dengan jari-Nya di tanah.
Sikap Yesus terhadap ahli-ahli
taurat dan orang Farisi menunjukkan bahwa:
1. Yesus sedang memperlihatkan bahwa ahli-ahli
taurat dan orang-orang Farisi adalah orang berdosa = menunjuk dosa = menyatakan
kesalahan.
Saudara, kalau Firman
ALLAH disampaikan secara
otomatis kesalahan akan terpapar seperti menunjuk
dosa, memang tidak dipungkiri, itu yang membuat kita bersedih hati bahkan kalau
tidak mengerti rencana TUHAN menjadi berdukacita. Tetapi percayalah dukacita
semacam ini adalah dukacita menurut kehendak ALLAH.
Doa dan harapan saya
supaya kaum muda remaja, bahkan kita semua yang hadir di sini semakin mengerti
rencana TUHAN, jangan lagi kita bersungut-sungut bila kesalahan dinyatakan.
2. Yesus sedang menceritakan bahwa ALLAH itu kasih.
Singkat kata: membungkuk dan menulis dengan ujung jari-Nya di tanah
sebanyak dua kali, hal itu menunjuk kasih kepada TUHAN dan kasih kepada sesama.
Pendeknya, Kasih ALLAH telah dituliskan
oleh ujung jari TUHAN di dalam hati kita.
Inti dari sepuluh hukum taurat hanya
satu yaitu; KASIH.
- Loh batu pertama; kasih kepada TUHAN.
- Loh batu kedua; kasih kepada sesama.
Dan malam ini manakala kita sudah
mendengarkan Firman yang dibukakan, maka secara otomatis menyatakan kesalahan,
itu berarti TUHAN sedang menunjuk-nunjuk dosa kita.
Jangan pernah merasa bahwa kita
adalah orang yang tidak berdosa, dan jangan berlaku licik dengan menjebak orang
lain. Hal itu tidak baik, tuluslah, dan jujurlah.
Kalau memang kita belum jujur dan
mungkin selama ini kita selalu merasa benar tidak berdosa, maka malam ini kita
memperhatikan sikap Yesus dan perkataan Yesus kepada ahli taurat dan orang
Farisi.
Jadi di sini Yesus tampil menyatakan
kesalahan kemudian menceritakan bahwa ALLAH itu kasih. Berarti kita harus
mengasihi TUHAN dan mengasihi sesama.
Yohanes 8:9
(8:9) Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah
mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah
Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
Bukti bahwa ahli-ahli taurat dan
orang-orang Farisi berdosa; “Pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari
yang tertua.” Sementara Yesus tetap di situ bersama dengan perempuan itu.
Pertanyaannya; mengapa Yesus tetap tinggal di situ bersama dengan
perempuan itu?
Jawabannya ada di dalam …
Yohanes 8:10-11
(8:10) Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai
perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"
(8:11) Jawabnya: "Tidak ada, TUHAN." Lalu kata Yesus: "Aku
pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari
sekarang."
Pada ayat ini Yesus memberitahukan /
menceritakan kepada perempuan yang kedapatan berzinah bahwa ALLAH itu Kasih.
Adapun kegunaan kasih ialah:
menutupi banyak sekali dosa … (1 Petrus 4:8).
Jadi kalau memang begitu, marilah
kita mengenakan pakaian kasih. Dengan pakaian ini kita mampu untuk menutupi
banyak sekali dosa. Seperti yang disampaikan / diajarkan oleh Yesus kepada
jemaat di … Kolose 3:14.
Kolose 3:14
(3:14) Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai
pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.
Yesus memberitahukan bahwa ALLAH itu
kasih bukan hanya kepada ahli taurat dan orang Farisi, tetapi juga kepada
perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Kegunaan kasih: menutupi banyak sekali
dosa.
Kalau kita tahu bahwa kasih
berfungsi (berguna) untuk menutupi dosa, maka kasih sudah harus menjadi jubah.
Kita harus mengenakan jubah semacam ini. Kegunaannya adalah sebagai pengikat
lalu mempersatukan. Kalau sudah satu akhirnya sempurna.
Tubuh Kristus itu satu, meskipun
anggota-anggotanya banyak. Ada kepala, lalu di kepala banyak juga anggota lain,
itulah mata, hidung, kulit, ada leher, ada kaki, ada tangan, ada jari-jari, ada
lutut, dan seterusnya.
Kalau kita satu, itu yang disebut
sempurna, tetapi kalau anggota tubuh itu tercerai berai, atau satu saja anggota
tubuh itu putus, disebutlah itu cacat cela, atau kerut, atau dosa atau yang
serupa itu. Tetapi oleh kasih kita menjadi satu, di dalam kesatuan kasih
Kristus, selanjutnya menyempurnakan kita.
Maka kasih sudah harus menjadi jubah
yang kita kenakan. Jangan suka ungkit-ungkit kesalahan orang lain, seolah-olah
kita tidak berdosa seperti ahli taurat dan orang Farisi.
Biasanya orang yang suka mengungkit
kesalahan orang lain, mohon maaf; dosanyalah paling banyak. Sebab kalau dia
tidak berdosa, dia tidak mungkin ungkit-ungkit kesalahan orang lain, itu rumus
Firman ALLAH, tidak bisa di ubah-ubah pengertian semacam ini, siapapun dia,
saya bertanggung jawab mengatakan ini.
Dari jubah kasih yang memberi damai
sejahtera itu selanjutnya akan membawa kita sampai kepada kesempurnaan. Itu
sistem TUHAN menyatakan kesalahan.
Sedangkan apabila dunia menyatakan
kesalahan, tujuannya supaya orang lain terpuruk. Namun ketika Firman ALLAH
menunjuk dosa, bukan membuat kita terpuruk, tetapi untuk mempersatukan sampai
menjadi sempurna. Termasuk dalam setiap pemberitaan Firman ALLAH, memang
menyatakan kesalahan / menunjuk dosa, tetapi bukan untuk membuat kita terpuruk.
Buktinya, setelah TUHAN
memberitahukan bahwa ALLAH itu kasih kepada ahli taurat dan orang Farisi,
mereka justru mengundurkan diri, akhirnya TUHAN Yesus kembali memberitahukan
kepada perempuan yang kedapatan berzinah bahwa ALLAH itu kasih.
Bagaimana dengan kita, ketika Firman
ALLAH datang lalu menyatakan kesalahan, apakah kita mengundurkan diri seperti
ahli taurat dan orang Farisi mengundurkan diri? Mulai dari yang tertua sampai
kepada yang termuda, mereka semua mengundurkan diri. Orang yang mengundurkan
diri adalah orang yang tidak mau diperbaiki lagi kesalahannya, orang yang tidak
mau disucikan dari kesalahan / dosa.
Tetapi lihatlah, Yesus dan perempuan
itu tetap di situ, beda dengan ahli taurat dan orang Farisi, merasa tidak
berbuat dosa, tetapi suka menjebak orang lain, untuk memperoleh sesuatu untuk
menyalahkan orang lain. Tetapi ketika kesalahan itu dinyatakan, justru mereka
mengundurkan diri mulai dari yang tertua sampai yang termuda, berarti tidak mau
disucikan dan tidak mau diubahkan. Tetapi Yesus dan perempuan itu tetap berada
di situ.
Itu sebabnya TUHAN kembali
menceritakan kepada perempuan itu bahwa ALLAH itu kasih. Yesus berkata; “Aku
pun tidak menghukum engkau.”
Sementara ahli taurat dan orang
Farisi tetap berpegang teguh terhadap hukum taurat sebab menurut hukum taurat;
setiap perempuan yang kedapatan berbuat zinah harus dirajami / dilempari dengan
batu. Tetapi Yesus tidak berpegang terhadap hukum taurat, Yesus tidak bertahan
dengan hukum taurat, Yesus memiliki hati nurani.
Kalau seseorang berpegang terhadap
hukum taurat dan suka menghukum orang lain / menunjuk dosa orang lain,
menunjukkan bahwa orang tersebut tidak mempunyai hati nurani.
Kasih itu tempatnya di hati. Jadi
jangan sesekali kita mempertahankan hukum taurat. Orang yang mempertahankan
hukum taurat akan menghukum orang yang salah, orang semacam ini tidak mempunyai
hati nurani. Tetapi Yesus membawa hati-Nya ke dunia ini dan hati-Nya itu
ditumpahkan untuk kita semua, sampai akhirnya nanti hati menyatu dengan hati (Heart
united with heart.).
Maka kita memang harus mengenakan
jubah kasih, kegunaannya MENGIKAT selanjutnya MEMPERSATUKAN, kelanjutannya
SEMPURNA.
Oleh sebab itu, jangan kita
mengundurkan diri manakala Firman ALLAH disampaikan untuk menyatakan kesalahan.
Tidak usah mengundurkan diri, bertahan saja di dalam TUHAN untuk disucikan dari
kesalahan. Jangan seperti ahli taurat dan orang Farisi.
Yohanes 8:11b
(8:11b) …Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari
sekarang."
Di sini kita perhatikan, Yesus
berkata kepada perempuan itu; “Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai
dari sekarang."
Singkat kata; dalam kisah ini TUHAN
telah menunjuk dosa ahli-ahli taurat dan orang-orang Farisi serta menunjuk dosa
perempuan tersebut. Namun ketika Yesus menyatakan kesalahan / menunjuk dosa;
- Ahli-ahli taurat dan orang-orang Farisi
meninggalkan Yesus = tidak mau disucikan dari dosa.
- Perempuan yang kedapatan berbuat zinah, tetap
berada di tempatnya = mau disucikan dari dosanya.
Lihat saja, orang yang bertahan
ketika kesalahannya dinyatakan, ini adalah orang yang mau disucikan. Tetapi
ketika Firman ALLAH dinyatakan / ditampilkan untuk menyatakan kesalahan lalu
dia mundur, meninggalkan TUHAN, ini adalah orang yang tidak mau disucikan.
Selanjutnya Yesus berkata kepada
perempuan itu; “Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”
Saudara, inilah babak baru dalam
kehidupan perempuan yang kedapatan berbuat dosa / berzinah di pagi hari.
Jadi mulai dari detik itu, dia sudah
mulai menjalankan babak baru dalam hidupnya.
Saudara, banyak hal yang sudah kita
perbuat, banyak dosa dan kesalahan yang sudah kita perbuat. Langkah-langkah di
masa lalu adalah langkah-langkah yang tidak baik, tidak benar, tidak suci,
tidak mulia. TUHAN sudah tutupi semua, TUHAN sudah ampuni semua oleh kasih-Nya.
Sekarang awalilah dengan hidup yang
baru, jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.
Jadi saudara, sampai malam ini kita
sungguh diberkati oleh TUHAN terkait dukacita menurut kehendak ALLAH.
Maka manakala Firman ALLAH
disampaikan, itulah Firman ALLAH yang diurapi, manfaatnya ada empat:
1. MENGAJAR
Ketika kita diajar tentu
berdukacita. Contohnya; ketika bangsa Israel berjalan di Padang Gurun 40 (empat
puluh) tahun lamanya, itu akan membuat bersedih hati / berdukacita, tetapi hal
itu kehendak ALLAH. Dengan demikian, mereka menjadi orang yang rendah hati.
Praktek rendah hati;
lapar, haus, dan seterusnya.
Namun dalam keadaan
lapar, di situlah nanti TUHAN memberikan manna. Dengan demikian, bangsa Israel
mengerti bahwa manusia hidup bukan karena roti, manusia hidup bukan karena
makanan, tetapi manusia hidup dari setiap perkataan yang keluar dari mulut
ALLAH.
Bukankah Yesus telah
merendahkan diri-Nya dihadapan ALLAH Bapa, oleh karena kehendak Bapa, dia harus
minum cawan ALLAH. Berarti menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung
= menderita karena dosa manusia.
Pendeknya, oleh karena
kehendak ALLAH, Dia harus lapar, Dia harus haus, Dia harus telanjang. Oleh
karena kehendak ALLAH, Dia harus menderita karena pukulan, menderita karena
aniaya, menderita karena luka pada sekujur tubuh-Nya. Tetapi itu adalah bukti
nyata bahwa Dia telah merendahkan diri-Nya dihadapan ALLAH Bapa sebab Dia
adalah Firman ALLAH yang sejati, hidup oleh Firman ALLAH.
Maka kalau kita
mendengar khotbah yang disampaikan malam ini dengan setia, maka kita mengalami 3 hal: kita hidup,
kita bertambah banyak, kemudian menerima warisan itulah tanah air
(Kerajaan Sorga) yang dijanjikan.
2. MENYATAKAN KESALAHAN.
Kita sudah melihat dari
kisah perempuan yang kedapatan berbuat zinah di pagi hari.
TUHAN menunjuk dosa ahli
taurat dan orang Farisi, TUHAN juga menunjuk dosa dari perempuan itu. Tetapi
ketika dosa (kesalahan) mereka dinyatakan, ahli taurat dan orang Farisi justru
mengundurkan diri, tidak kuat berdukacita menurut kehendak ALLAH, tetapi perempuan
itu tetap berada di situ. Dia bertahan untuk disucikan meskipun berdukacita,
tetapi hal itu dukacita menurut kehendak ALLAH.
Jadi sekarang kita harus mengerti,
mana dukacita menurut kehendak ALLAH, mana dukacita dari dunia yang
menghasilkan kematian.
Doa dan harapan saya, kiranya Kaum
Muda Remaja, jemaat GPT Betania adalah kehidupan yang diberkati oleh Firman
ALLAH yang disampaikan malam ini.
Mulai dari sekarang, jangan berbuat
dosa lagi. Awalilah hidup mu mulai dari sekarang dengan hidup yang baru,
disebutlah itu babak baru, lembaran-lembaran hidup di masa lalu sudah ditutupi
oleh kasih Kristus, jangan diulangi lagi. AMIN.
TUHAN YESUS
KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment