IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 20 OKTOBER 2026
YUDAS 1:12-16
(Seri 11)
Subtema: PEKERJAAN ALLAH BAPA
Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena kemurahan TUHAN kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, kita boleh datang menghadap Dia lewat ibadah penyembahan malam ini. Itu berarti, sebentar kita akan tersungkur di ujung kaki salib TUHAN, sujud menyembah kepada Dia, tentu saja sesudah hati kita diteguhkan oleh Firman ALLAH yang akan kita terima sebentar.
Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN yang turut bergabung lewat online atau live streaming atau video internet, baik dari Youtube, Facebook, maupun dari Tiktok.
Doa dan harapan kami, kiranya damai sejahtera dari Sorga memenuhi ruangan ini, memenuhi hati kita masing-masing dan saudara yang sedang mengikuti secara online. Sehingga oleh damai sejahtera itu, kita boleh merasakan sukacita, bahagia saat kita duduk diam menikmati sabda ALLAH.
Selanjutnya, marilah kita mengikuti SURAT YUDAS, sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan. Kita masih membahas Yudas 1:12-16, dan malam ini merupakan seri pemberitaan Firman yang ke-11 kalinya karena kemurahan TUHAN.
Namun, tetaplah berdoa dalam Roh, mohonlah kemurahan dari TUHAN, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.
Yudas 1:12-13, 16
(1:12) Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali. (1:13) Mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri; mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya. (1:16) Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan.
Di sini kita melihat, ada 7 (tujuh) tabiat dari orang-orang yang menggabungkan dirinya dengan Setan tritunggal, yaitu; Naga, Antikris, dan Nabi-nabi palsu. Antara lain:
Tabiat PERTAMA: “mereka adalah noda dalam perjamuan kasih” … (ayat 12).
Tabiat KEDUA: “mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin” … (ayat 12).
Tabiat KETIGA: “mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah” … (ayat 12).
Tabiat KEEMPAT: “mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri” … (ayat 13).
Tabiat KELIMA: “mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya” … (ayat 13).
Tabiat KEENAM: “Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya” … (ayat 16).
Tabiat KETUJUH: “Mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan” … (ayat 16).
Tabiat Keenam: MEREKA ITU ORANG-ORANG YANG MENGGERUTU DAN MENGELUH TENTANG NASIBNYA (Bagian 2).
Sebelum lebih jauh kita membahas tabiat yang keenam ini, alangkah baiknya terlebih dahulu kita membaca…
1 Tesalonika 5:15-18
(5:15) Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang. (5:16) Bersukacitalah senantiasa. (5:17) Tetaplah berdoa. (5:18) Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
Nasihat-nasihat yang harus diperhatikan anak-anak TUHAN yaitu:
Berusahalah untuk memberi dan melakukan yang baik terhadap semua orang.
Bersukacitalah senantiasa.
Alasannya: Hati yang gembira adalah obat. Berarti tidak perlu kita harus menggerutu dan mengeluh tentang nasib.
Tetaplah berdoa.
Alasannya: Doa adalah nafas hidup. Jangan sampai kita menggerutu dan mengeluh tentang nasib akhirnya lupa berdoa = lupa bernafas = berhenti bernafas = mati.
Adapun tingkatan doa (1 Timotius 2:1-6):
Doa Permohonan, berarti sentralnya hal-hal yang dimohonkan kepada TUHAN.
Doa syafaat, berarti mendoakan orang lain/sesama, mendoakan ibadah dan pelayanan serta yang terkait dengan ibadah dan pelayanan.
Doa ucapan syukur, berarti mengucap syukur senantiasa, tidak perlu harus menggerutu dan mengeluh tentang nasib.
Doa Penyembahan, inilah tingkat yang tertinggi dari doa, dan itu nampak di dalam pribadi TUHAN Yesus Kristus sebagai Imam besar Agung, Dia adalah pengantara (penghubung antara langit dengan bumi), dan Dia sudah menyerahkan segenap hidup-Nya.
Jadi, tingkatan ibadah tertinggi adalah Doa Penyembahan, yaitu; penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak ALLAH saja.
Mengucap syukur dalam segala hal.
Berarti di dalam diri anak-anak TUHAN tidak nampak keluhan-keluhan dan tidak nampak lagi satu kehidupan yang suka menggerutu tentang nasibnya.
Nasib adalah garis hidup, apa yang sudah digariskan oleh TUHAN terima saja, tidak perlu harus menggerutu dan mengeluh tentang nasib.
Inilah sedikit nasihat-nasihat yang harus kita perhatikan, supaya kita terbebas dari roh-roh yang tidak TUHAN kehendaki, termasuk roh persungutan yaitu menggerutu dan mengeluh tentang nasib.
Lebih jauh kita selidiki tentang MENGGERUTU dan MENGELUH TENTANG NASIBNYA.
Nasib adalah garis hidup yang dialami/diterima oleh setiap orang. Jatah setiap orang itu sudah ada, dan TUHAN sudah menentukan jatah setiap orang seperti apa. Terkait dengan jatah ini kita tidak perlu harus menggerutu dan mengeluh. Kalau kita sibuk menggerutu dan mengeluh setiap hari, maka tidak sampai kepada tujuan hidup.
Pada Injil Yohanes 6:1-15, Yesus mengadakan 2 (dua) hal yaitu:
Mujizat-mujizat kesembuhan atas orang-orang sakit,
Kemudian Yesus memberi makan 5000 laki-laki dengan 5 roti dan 2 ikan tidak terhitung perempuan dan anak-anak. Setelah mereka makan sampai kenyang ternyata potongan-potongan roti tersebut sisa 12(dua belas) bakul penuh.
Pendeknya, orang banyak melihat dengan jelas apa yang telah Yesus kerjakan/perbuat terkait dengan lima roti dan dua ikan, dan kesembuhan atas orang sakit.
Kemudian, pada injil Yohanes 6:16-24, Yesus berada di Kapernaum dengan cara yang ajaib atau di luar akal sehat manusia. Sebab, setelah Yesus memberikan makan 5000 (lima ribu) orang laki-laki dengan 5 roti dan 2 ikan, selanjutnya Yesus menyingkir ke gunung, seorang diri (ayat 15).
Jadi, antusias kita mengikut TUHAN tidak boleh berorientasi hanya sebatas pada mujizat-mujizat kesembuhan terhadap orang sakit dan perbuatan ajaib terkait 5 roti dan 2 ikan, sisa 12 bakul.
Yang terpenting adalah, ibadah kita harus sampai kepada tingkat yang tertinggi / puncak ibadah yaitu; doa penyembahan, itu jauh lebih penting, sekalipun memang kita butuh mujizat-mujizat kesembuhan terhadap orang sakit, kita juga butuh perbuatan ajaib seperti yang diadakan oleh Yesus terhadap 5000 orang laki-laki. Kita butuh berkat-berkat di dunia ini, asal jangan menyalahi kesucian, dan jangan membatasi penyerahan diri kita kepada TUHAN, jangan menjadi sandungan kepada orang lain.
Tetapi pada Yohanes 6:16-24; Yesus tiba-tiba berada di Kapernaum dengan cara yang ajaib, maksudnya di luar akal sehat manusia. Keheranan itu bisa kita lihat ketika orang banyak yang mengikuti Yesus bertanya pada ayat 25: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?"
Dari pertanyaan orang banyak kepada Yesus dapat kita ketahui bahwa Yesus berada di Kapernaum dengan cara yang ajaib (di luar akal pikiran manusia).
Karena sesungguhnya, pada ayat 16-21, murid-murid sudah terlebih dahulu naik perahu untuk menyeberang ke Kapernaum, sementara Yesus masih berada di atas gunung bahkan hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka. Tetapi setelah murid-murid mendayung kira-kira 2 atau 3 mil jauhnya mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu mereka, tepatnya saat murid-murid menghadapi gelombang laut karena angin kencang.
Yohanes 6:19-21
(6:19) Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka. (6:20) Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Aku ini, jangan takut!" (6:21) Mereka mau menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui.
Ketakutanlah murid-murid saat melihat Yesus berjalan di atas air, tetapi Yesus berkata kepada mereka; “Aku ini, jangan takut”. Lalu murid-murid mau menaikkan Yesus ke dalam perahu dan seketika juga perahu itu sampai ke tujuan.
Yang terpenting, kita ini sibuk saja di tengah ibadah dan pelayanan, disertai sangkal diri, pikul salib, sampai berdarah-darah, tiba-tiba atau tanpa kita sadari kita sudah berada pada tujuan hidup.
Selanjutnya…
Yohanes 6:26
(6:26) Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.
Jawab Yesus kepada orang banyak: "... sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang."
Jangan kita seperti ini, beribadah rajin, seperti orang yang rohani, tetapi sebetulnya hatinya tidak ada kepada TUHAN.
Singkat kata, mereka mencari Yesus bukan karena melihat ada tanda-tanda di dalam diri Yesus, antara lain:
Yesus adalah Anak ALLAH.
Yesus adalah TUHAN dan Juruselamat manusia.
Tetapi mereka mencari Yesus karena mereka telah makan roti sampai kenyang.
Perlu untuk kita ketahui: Kita mencari TUHAN;
bukan karena kita telah makan dan kenyang.
bukan karena TUHAN telah mencukupi segala keperluan kita, dan keperluan nikah dan rumah tangga.
bukan juga karena TUHAN telah mengadakan mujizat kesembuhan atas orang sakit.
Melainkan karena Yesus adalah: TUHAN dan Juruselamat manusia, dan hanya kepada Dia saja kita berbakti.
Yohanes 6:27
(6:27) Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."
Yesus berkata kepada orang banyak: "Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal."
Pendeknya, disini ada 2 (dua) jenis makanan:
Makanan yang akan dapat binasa, disebutlah itu makanan secara jasmani.
Makanan yang bertahan sampai kepada hidup kekal, disebutlah itu makanan rohani.
Kita datang beribadah, melayani TUHAN, dan melayani pekerjaan TUHAN, bukan karena sudah makan dan kenyang, tetapi kita berada di tengah ibadah pelayanan disertai sangkal diri pikul salib dengan ketulusan dan kemurnian, itu yang membawa kita kepada HIDUP KEKAL.
Kita mengetahui bahwa; tubuh Yesus adalah benar-benar makanan dan darah Yesus adalah benar-benar minuman (Yohanes 6:55), dan Yesus telah memberikannya, sebab ia telah memecah-mecahkan segenap hidupNya di atas kayu salib, itu sebabnya Yesus berkata; “bekerjalah untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal.
Di tengah ibadah dan pelayanan kita mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar, di tengah ibadah dan pelayanan kita menyangkal diri dan memikul salib sampai berdarah-darah, ibadah semacam ini akan membawa kita sampai kepada hidup yang kekal. Tapi kalau kita datang beribadah untuk diberkati, kita datang melayani supaya kita makan dan kenyang, supaya dicukupkan keperluan rumah tangga, itu salah.
Satu kali makanan secara lahiriah akan berakhir di bumi, tetapi kalau kita bekerja, giatlah bekerja untuk makanan yang membawa kita sampai kepada hidup kekal, berarti beribadah dan melayani disertai sangkal diri pikul salib sampai berdarah-darah, itu yang benar, itu yang akan membawa kita sampai kepada hidup kekal, karena:
Anak manusia telah menyerahkan hidupNya kepada manusia (kita semua).
Dialah yang disahkan ALLAH Bapa dengan meterai-Nya.
Jadi tidak ada cara lain untuk membawa kita sampai kepada hidup kekal, selain bekerja untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup kekal.
Adapun pekerjaan dari ALLAH Trinitas pada injil Yohanes 6:
Yohanes 6:27-47, menceritakan tentang; pekerjaan dari ALLAH Bapa.
Yohanes 6:48-59, menceritakan tentang pekerjaan dari Anak ALLAH (Yesus Kristus).
Yohanes 6:60-71, menceritakan tentang pekerjaan dari Roh ALLAH yang suci.
Kita harus sepakat, kita bekerja untuk makanan yang membawa kita sampai kepada hidup kekal.
Malam ini, kita akan membahas…
PEKERJAAN DARI ALLAH BAPA (Yohanes 6:27-47)
Yohanes 6:28-33
(6:28) Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?" (6:29) Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah." (6:30) Maka kata mereka kepada-Nya: "Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan? (6:31) Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga." (6:32) Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga. (6:33) Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia."
Yesus memberitahukan pekerjaan dari ALLAH Bapa kepada orang banyak (orang-orang Yahudi yang mengikuti Dia), tujuannya ialah: Supaya orang-orang Yahudi tahu bahwasanya ALLAH sendiri yang telah memberi makan orang Israel, bukan Musa. Sebab, roti yang telah turun dari Sorga, dari ALLAH adalah roti yang memberi hidup kepada dunia.
Tetapi kita tidak mengerti, apakah mereka paham apa yang disampaikan oleh Yesus terkait pekerjaan dari ALLAH Bapa…
Yohanes 6:34-35
(6:34) Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa." (6:35) Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.
Setelah mereka mendengarkan (memperoleh) penjelasan dari Yesus tentang pekerjaan ALLAH Bapa, selanjutnya dengan keadaan semangat mereka berkata kepada Yesus: "TUHAN, berikanlah kami roti itu senantiasa."
Banyak orang Kristen satu kali bisa menggebu-gebu datang beribadah, tetapi bilamana ada sandungan atau salib yang harus dipikul, mulai ada perubahan, sehingga hati menjadi panas, muka menjadi muram, ibadah pun tidak semangat, uring-uringan. Bagaimana dengan kita?
Pada ayat 35; Yesus berkata kepada orang Yahudi: "Akulah roti hidup."
Selanjutnya Yesus berkata:
Barangsiapa datang kepada-Ku, tidak akan lapar.
Barangsiapa percaya kepada-Ku, tidak akan haus.
Yang memperoleh roti hidup, roti yang turun dari Sorga, ia tidak akan lapar, dan ia tidak akan haus, sehingga kita tidak perlu mengembara dari laut ke laut, dan menjelajah dari Utara ke Timur, tetapi senantiasa setia dan tekun dalam tiga macam ibadah pokok dengan kata lain; menjadi satu kehidupan domba yang tergembala; taat, setia, dengar-dengaran.
Itulah pengertian dan penekanan dari apa yang disampaikan oleh Yesus kepada orang banyak / orang Yahudi.
Yohanes 6:36-38
(6:36) Tetapi Aku telah berkata kepadamu: Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya. (6:37) Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. (6:38) Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.
Yesus telah turun dari Sorga untuk melakukan kehendak ALLAH Bapa, yakni; melakukan pekerjaan ALLAH Bapa.
Mari kita lihat lebih jauh tentang: PEKERJAAN ALLAH BAPA.
Yohanes 6:39-40
(6:39) Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. (6:40) Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."
Yesus datang ke dalam dunia untuk melakukan kehendak ALLAH Bapa, yaitu; minum dari cawan ALLAH.
“Minum cawan ALLAH”, artinya: Yesus harus menderita sengsara dan mati di atas kayu salib karena dosa manusia. Inilah yang menjadi kehendak ALLAH Bapa.
Oleh karena kehendak ALLAH, manusia tidak akan terhilang atau tidak binasa, melainkan;
Dibangkitkan pada akhir zaman.
Beroleh hidup kekal.
Intinya, TUHAN tidak menghendaki kita terhilang dan binasa, tetapi kehendak ALLAH adalah; supaya kita dibangkitkan dan memperoleh hidup yang kekal. Itu sebabnya Yesus datang ke dalam dunia ini untuk melakukan kehendak ALLAH Bapa, yaitu minum cawan ALLAH. Minum cawan ALLAH bukan menurut kehendak-Nya, tetapi menurut kehendak ALLAH Bapa.
Minum cawan ALLAH artinya; menderita sengsara dan mati di atas kayu salib karena dosa manusia.
Yohanes 6:41
(6:41) Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: "Akulah roti yang telah turun dari sorga."
Orang-orang Yahudi bersungut-sungut karena Yesus telah mengatakan kepada mereka: "Akulah roti yang telah turun dari Sorga."
Padahal di atas tadi Yesus sudah memberitahukan dengan jelas terkait dengan pekerjaan ALLAH, karena selama ini mereka memahami bahwa bangsa Israel terpelihara (makan dan kenyang) karena Musa, tetapi pemahaman itu diluruskan oleh Yesus kepada mereka. Perlahan-lahan Yesus beritahukan pekerjaan ALLAH, bahwa sesungguhnya bukan Musa yang memberikan bangsa Israel makan roti dari Sorga, melainkan ALLAH Bapa di Sorga yang memberikan bangsa Israel roti yang benar.
Selanjutnya, perlahan-lahan Yesus berkata; “Akulah roti yang turun dari Sorga.” Sampai pada akhirnya secara gamblang Yesus menjelaskan bahwa Yesus adalah roti yang telah turun dari Sorga, pada saat itulah orang-orang Yahudi bersungut-sungut tentang Dia.
Padahal di atas tadi sudah jelas dikatakan , bekerjalah bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup kekal.
Kita tahu pekerjaan dari ALLAH Trinitas, tetapi malam ini Yesus sudah menceritakan kepada kita pekerjaan dari ALLAH Bapa supaya kita jangan terhilang, tetapi dibangkitkan dan memperoleh hidup kekal. Tetapi tetap saja mereka bersungut-sungut dan tidak percaya.
Banyak orang Kristen lebih percaya kepada logikanya, perasaan manusia dagingnya, soal kehidupan ini sehingga bagaimanapun khotbah disampaikan tetap saja dia tidak bergeming, tidak mau berubah, tahun ke tahun tidak mau berubah, tetapi anehnya ia ada di tengah-tengah ibadah. Kan lucu toh saudara.
Yohanes 6:42-43
(6:42) Kata mereka: "Bukankah Ia ini Yesus, anak Yusuf, yang ibu bapa-Nya kita kenal? Bagaimana Ia dapat berkata: Aku telah turun dari sorga?" (6:43) Jawab Yesus kepada mereka: "Jangan kamu bersungut-sungut.
Jawab Yesus kepada mereka; “Jangan kamu bersungut-sungut.” Jangan kamu menggerutu dan mengeluh tentang nasib mu, percayalah kepada Firman ALLAH, jangan percaya kepada akal mu itu yang hanya segenggam kepalan tangan saja.
Di sini kita perhatikan, orang-orang Yahudi bersungut-sungut karena mereka mengenal siapa kedua orang tua Yesus menurut daging.
Pendeknya, orang-orang Yahudi bersungut-sungut karena mereka menolak pekerjaan ALLAH Bapa. Menolak pekerjaan ALLAH Bapa = menolak kehendak ALLAH Bapa yaitu minum cawan ALLAH, berarti menolak untuk menderita karena salib dan aniaya karena Firman ALLAH.
Dampak negatif MENOLAK KEHENDAK ALLAH BAPA:
1 Korintus 10:18-20
(10:18) Perhatikanlah bangsa Israel menurut daging: bukankah mereka yang makan apa yang dipersembahkan mendapat bagian dalam pelayanan mezbah? (10:19) Apakah yang kumaksudkan dengan perkataan itu? Bahwa persembahan berhala adalah sesuatu? Atau bahwa berhala adalah sesuatu? (10:20) Bukan! Apa yang kumaksudkan ialah, bahwa persembahan mereka adalah persembahan kepada roh-roh jahat, bukan kepada Allah. Dan aku tidak mau, bahwa kamu bersekutu dengan roh-roh jahat.
Bangsa Israel datang beribadah kepada TUHAN, bahkan melayani di tengah-tengah ibadah, tetapi mereka juga bersekutu dengan roh-roh jahat. Kemudian, Paulus dengan tegas menegor jemaat di Korintus supaya tidak mengikuti tata cara ibadah bangsa Israel di Padang Gurun. Mereka sudah dipelihara, mereka diberi makan dan minum di Padang Gurun. Sesungguhnya bangsa Israel dilepaskan dari perbudakan Mesir, tujuannya hanya satu supaya mereka beribadah kepada ALLAH. Mereka dipelihara oleh TUHAN, diberi makan dan minum, dan dicukupkan segala sesuatu, ternyata mereka bersekutu kepada roh-roh jahat. Maka di sini Paulus dengan tegas berkata; “Aku tidak mau bahwa kamu bersekutu dengan roh-roh jahat.”
1 Korintus 10:21a
(10:21a) Kamu tidak dapat minum dari cawan Tuhan dan juga dari cawan roh-roh jahat.
Kita tidak dapat minum dari 2 (dua) cawan sekaligus di tengah pengikutan kita kepada TUHAN, yaitu minum dari cawan TUHAN dan dari cawan roh-roh jahat. Dalam satu kesempatan kita bersekutu dengan TUHAN, tetapi dalam kesempatan yang lain bersekutu juga dengan roh-roh jahat, itu tidak mungkin bisa terjadi secara serentak.
Cawan dari ROH JAHAT.
Wahyu 17:3-5
(17:3) Dalam roh aku dibawanya ke padang gurun. Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu, yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat. Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk. (17:4) Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya. (17:5) Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."
Di tangan dari perempuan Babel ada cawan isinya adalah anggur kenajisan percabulan dan kekejian.
Orang yang menolak pekerjaan ALLAH, maka secara otomatis; dia akan minum cawan dari roh-roh jahat, minum dari cawan yang ada di tangan Perempuan Babel, isinya kenajisan percabulan dan kekejian.
Pendeknya, orang-orang yang menolak cawan ALLAH akhirnya ia minum dari cawan perempuan babel, isinya kenajisan percabulan dan kekejian. Itu yang sedang terjadi di dalam diri orang ini. Andai saja dia menerima pekerjaan ALLAH Bapa, yang diceritakan oleh Yesus kepada mereka, tentu dia tidak akan minum dari cawan yang lain. Dia pasti serius mendengarkan Firman, segala Firman itu dia tulis dengan rapi.
Yesus, Anak ALLAH sudah menceritakan pekerjaan ALLAH Bapa, dan kita harus minum dari cawan ALLAH, berarti, melakukan apa yang menjadi kehendak ALLAH Bapa, yaitu; menderita sengsara karena salib, aniaya karena Firman.
Itulah pekerjaan ALLAH Bapa, dan Yesus sedang mengerjakannya, lalu Yesus juga sudah memberitahukan bahwa Ia sedang mengerjakan pekerjaan ALLAH Bapa kepada kita. Tetapi aneh orang-orang Yahudi bersungut-sungut, atau menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya. Akhirnya tanpa disadari mereka minum cawan dari perempuan babel, isinya kenajisan percabulan.
Saudara, perhatikanlah ini sungguh-sungguh, kita harus mengerjakan pekerjaan ALLAH Bapa dan Yesus sudah memberitahukan hal ini dengan gamblang kepada kita, kita tidak perlu bersungut-sungut, kita tidak perlu menggerutu dan mengeluh tentang nasib, garis hidup kita sudah ditentukan oleh TUHAN, jatah setiap orang sudah ada, jangan kita bersungut-sungut dengan jatah itu. Namun;
Bersukacitalah senantiasa (1 Tesalonika 5:16).
Tetaplah berdoa (1 Tesalonika 5:17).
Mengucap syukurlah dalam segala hal (1 Tesalonika 5:18).
Mengapa tiga hal ini harus kita buktikan dihadapan TUHAN? Sebab itulah yang dikehendaki oleh Bapa di Sorga, di dalam Kristus Yesus, itulah penjelasan singkat tentang; PEKERJAAN ALLAH BAPA, AMIN.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment