KAMI NANTIKAN KESAKSIAN-KESAKSIAN SAUDARA YANG SUDAH MEMBACA FIRMAN TUHAN PADA BLOG INI

Terjemahan

Search This Blog

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 29 SEPTEMBER 2026



IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 29 SEPTEMBER 2026

YUDAS 1:12-16

(Seri 8)


Subtema: BINTANG-BINTANG YANG BERKELANA


Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh rahmat-Nya kita sekalian dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Doa Penyembahan.

Itu berarti sebentar kita akan menggunakan leher untuk menundukkan kepala / tersungkur di ujung kaki salib TUHAN, sujud menyembah Dia, supaya kerinduan kita, ibadah kita, hidup rohani kita betul-betul kelak berada pada puncaknya itulah Doa Penyembahan, berarti penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak ALLAH saja, tidak kepada yang lain-lain. 


Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN, saudara/saudari Bapak/Ibu terkasih, yang turut bergabung lewat online / live streaming / video internet baik dari Youtube, Facebook, maupun Tiktok.

Biarlah kiranya damai sejahtera dari Sorga berkuasa penuh atas setiap kehidupan kita, sehingga dalam sukacita sorgawi, kita bahagia duduk diam menikmati sabda ALLAH.


Selanjutnya, marilah kita mengikuti Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan dari SURAT YUDAS. Kita masih membaca Yudas 1:12-16, dan malam ini merupakan seri pemberitaan Firman TUHAN untuk ke-8 (delapan) kalinya. 

Namun tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan daripada TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.


Yudas 1:12-13, 16

(1:12) Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali. (1:13) Mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri; mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya. (1:16) Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan.


Di sini kita melihat, ada 7 (tujuh) tabiat dari orang-orang yang menggabungkan dirinya dengan Setan tritunggal, yaitu; Naga, Antikris, dan Nabi-nabi palsu. Antara lain:

Tabiat PERTAMA: “mereka adalah noda dalam perjamuan kasih” … (ayat 12).

Tabiat KEDUA: “mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin” … (ayat 12).

Tabiat KETIGA: “mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah” … (ayat 12).

Tabiat KEEMPAT: “mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri” … (ayat 13).

Tabiat KELIMA: “mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya” … (ayat 13).

Tabiat KEENAM: “Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya” … (ayat 16).

Tabiat KETUJUH: “Mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan” … (ayat 16)


Minggu lalu kita sudah membahas tabiat yang ke-4. 

Maka malam ini kita akan masuk dalam pembahasan tabiat ke-5 (lima).


Tabiat Kelima: MEREKA BAGAIKAN BINTANG-BINTANG YANG BAGINYA TELAH TERSEDIA TEMPAT DI DUNIA KEKELAMAN UNTUK SELAMA-LAMANYA. 

Sebenarnya, bintang-bintang adalah hamba-hamba TUHAN yang bijaksana, yang mempunyai tugas pokok yaitu menuntun banyak orang kepada kebenaran.

Ayat referensi: Daniel 12:3: “... Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya …”


Namun yang mengherankan kita disini adalah; ternyata bagi bintang-bintang tersebut telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya.

Berarti, tempat mereka bukan di dalam Kerajaan Sorga (kekekalan), hal ini menunjukkan bahwa bintang-bintang tersebut adalah bintang-bintang yang berkelana, berarti keluar dari orbitnya. 


Mari kita bandingkan dengan bintang-bintang yang tetap di langit, tetap pada orbitnya, tidak berkelana, tidak beredar-edar pada…

Filipi 2:14-16a

(2:14) Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, (2:15) supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak ALLAH yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, (2:16) sambil berpegang pada Firman kehidupan,


Bila bintang-bintang tetap tinggal di langit maka TIADA BERAIB, TIADA BERNODA, dan TIADA BERCELA, sehingga bintang semacam ini akan bercahaya di antara orang-orang yang tinggal di dalam kegelapan.

Berarti, BERCAHAYA ...

  • Di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya -> Orang yang tidak jujur, tidak tulus, tidak adil, tidak benar.

  • Yang sesat -> orang-orang yang meninggalkan TUHAN dan mengambil jalannya masing-masing = Orang-orang yang tidak tergembala.


Kemudian, bintang-bintang yang tinggal tetap di langit berpegang pada Firman kehidupan yaitu Pengajaran Salib disebut juga Firman iman / Firman kasih karunia.


Mari kita melihat FIRMAN IMAN di dalam…

Roma 10:6-9 --- Perikop: "Kebenaran karena iman."

(10:6) Tetapi kebenaran karena iman berkata demikian: "Jangan katakan di dalam hatimu: Siapakah akan naik ke sorga?", yaitu: untuk membawa Yesus turun, (10:7) atau: "Siapakah akan turun ke jurang maut?", yaitu: untuk membawa Kristus naik dari antara orang mati. (10:8) Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah Firman iman, yang kami beritakan. (10:9) Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah TUHAN, dan percaya dalam hatimu, bahwa ALLAH telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.


Firman iman dekat dengan hidup kita yaitu ada DI DALAM MULUT dan DI DALAM HATI.

Tentang: JIKA FIRMAN IMAN DI DALAM MULUT.

Maka tentu kita mengaku bahwa "YESUS ADALAH TUHAN dan JURUSELAMAT." Kita tidak mengakui yang lain-lain lagi.


Matius 4:8-10

(4:8) Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, (4:9) dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku." (4:10) Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah TUHAN, ALLAHmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"


Jika Yesus adalah TUHAN, maka yang kita sembah adalah ALLAH Israel, ALLAH yang hidup.

Praktek menyembah ALLAH Israel (ALLAH yang hidup): Berbakti hanya kepada ALLAH Israel.


Banyak orang Kristen berulang-ulang membaca Matius 4 ini, tetapi kenyataannya banyak juga orang Kristen menyembah allah yang bukan ALLAH nya Israel (allah yang mati) sehingga banyak orang Kristen berbakti kepada allah yang mati juga. Artinya; berani tinggalkan jam-jam ibadah hanya karena kesibukan di dunia; pekerjaan, bisnis, dagang, usaha, dan seterusnya. 

Penyembahan kepada ALLAH yang lain = penyembahan berhala, jelas disebut juga kekerasan di hati. Kalau dia tidak keras hati maka dia akan tetap menyembah ALLAH Israel (ALLAH yang hidup). Prakteknya; berbakti hanya kepada ALLAH Israel (ALLAH yang hidup) seperti malam ini, kita tidak meninggalkan jam Ibadah Doa Penyembahan berarti berbakti hanya kepada ALLAH Israel (ALLAH yang hidup).



BERBAKTI, berarti:

  1. Beribadah dengan aturan-aturan yang datang dari ALLAH / dari Sorga dan dipimpin oleh Roh ALLAH.

Jangan kita beribadah, tetapi dipimpin oleh nafsu daging dan kepentingan-kepentingan pribadi. Misalnya; mencari puji-pujian dan hormat, dan seterusnya. 

  1. Melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN di dalam rumah TUHAN (kemah ALLAH). Berarti, mempersembahkan segala korban-korban kepada TUHAN sesuai dengan keinginan TUHAN untuk menyenangkan hati TUHAN.

Banyak korban yang harus kita persembahkan di atas mezbah TUHAN, antara lain; korban pendamaian, korban bakaran, korban tatangan, korban keselamatan, dan masih banyak korban-korban sembelihan lainnya. Maka ibadah dan pelayanan itu memang harus disertai dengan sangkal diri, pikul salib sampai berdarah-darah untuk menyenangkan hati TUHAN


Inilah Firman iman ada di dalam mulut. Dan pengakuan di mulut harus nampak dalam perbuatan kita semacam ini. 


Pendeknya, hanya kepada ALLAH Israel saja kita berbakti . Mata kita tidak tertuju pada kerajaan dunia dan kemegahannya, tetapi tertuju pada perkara di atas, perkara rohani.

Jangan kita ada di atas gunung tertinggi (penyembahan tertinggi) dari Setan Tritunggal itulah Kerajaan dunia dengan kemegahannya. 


Tentang: JIKA FIRMAN IMAN ADA DI DALAM HATI.

Artinya: Percaya bahwa ALLAH telah membangkitkan Yesus Kristus dari antara orang mati.

Pendeknya, hati kita percaya hanya kepada pribadi Yesus Kristus, yang telah;

  • Menderita sengsara di atas kayu salib.

  • Mati dan bangkit pada hari yang ketiga.

Itu berarti, kita tidak percaya kepada tuhan-tuhan yang palsu, TUHAN yang tidak mengenal salib Kristus, atau tuhan yang tidak ada sangkut pautnya dengan salib di Golgota. Seperti yang ditampilkan oleh setan tritunggal di dalam 2 Korintus 11.


2 Korintus 11:2

(11:2) Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.


Rasul Paulus telah mempertunangkan sidang jemaat di Korintus kepada satu laki-laki yaitu pribadi TUHAN Yesus Kristus, satu-satunya Mempelai Laki-laki Sorga, tidak ada yang lain.


Oleh sebab itu, Rasul Paulus berusaha membawa sidang jemaat di Korintus sebagai perawan suci, berarti sempurna = Tidak bercacat, tidak bernoda, dan tidak beraib.

Ayat referensi: Wahyu 14:1-5.

  • Wahyu 14:1-3, Inti mempelai, jumlahnya 144.000 (seratus empat puluh empat ribu) orang, mereka hidup di dalam doa penyembahan disertai dengan bahasa lidah. 

  • Wahyu 14:4-5, Inti mempelai TUHAN betul-betul sempurna tanpa cacat cela, atau kerut, atau yang serupa itu, tidak beraib, dan tidak bernoda.


Perlu untuk diketahui, jika gereja TUHAN tidak dipertunangkan hanya kepada satu laki-laki yaitu pribadi Kristus maka gereja TUHAN tidak akan pernah sempurna.

Jadi kalau misalnya gereja termasuk jemaat di Korintus ini, dipertunangkan kepada dua laki-laki, misalnya laki-laki A dan laki-laki B, maka gereja termasuk jemaat di Korintus tidak akan pernah sempurna. Itu sebabnya, orang Kristen / pengikut Kristus dilarang untuk menikah dua kali, dilarang juga untuk bercerai, apapun alasannya. 


Kiranya juga saudara yang mengikuti secara online, mau mengerti dan menerima pengajaran semacam ini, tidak boleh menikah 2 (dua) kali dan tidak boleh bercerai.

Karena kalau laki-laki menceraikan isterinya lalu dia menikah dengan perempuan yang juga diceraikan suaminya maka hal itu disebut juga berzinah. Atau perempuan yang belum menikah lalu menikah dengan laki-laki yang menceraikan isterinya maka perempuan itu juga berzinah. 

Jadi TUHAN tidak mengijinkan perceraian dan TUHAN juga tidak mengijinkan pernikahan 2 (dua) kali. 


Maka, inilah yang patut kita syukuri kepada TUHAN, oleh karena pengertian ini akhirnya seorang suami menjadi setia kepada isterinya, sebaliknya seorang isteri akhirnya menjadi setia kepada suaminya. 

Dan kaum muda-mudi juga patut bersyukur dengan pengertian-pengertian semacam ini supaya kelak apabila masuk dalam nikah;

  • Sebagai suami, dia menjadi suami yang setia kepada isterinya, tidak ada keinginan untuk menyeleweng.

  • Juga kalau dia sebagai isteri, dia menjadi isteri yang tetap setia kepada suaminya, tidak ada keinginan untuk menyeleweng.


Itulah bijaksananya Rasul Paulus, sehingga kita harus mengakui bahwa dia adalah bintang yang bercahaya di langit, dia adalah hamba TUHAN yang bijaksana, yang mempunyai tugas pokok, menuntun banyak orang kepada kebenaran, seperti mempertunangkan jemaat di Korintus kepada satu laki-laki, tidak kepada 2 (dua) laki-laki. 


Jika gereja TUHAN tidak dipertunangkan hanya kepada satu laki-laki yaitu pribadi Kristus maka gereja TUHAN tidak akan pernah sempurna. Sebaliknya gereja TUHAN menjadi BERCABANG HATI dan menjadi gereja TUHAN yang bercacat cela, beraib, dan bernoda, tidak akan pernah sempurna.


Jadi kalau bisa, usahakan isteri mengajak suami dan keluarganya beribadah, suami juga mengajak isteri dan keluarganya beribadah, itu jauh lebih baik supaya memperoleh pengertian yang sama sebagai berkat kemurahan dari Sorga.


Jadi kita harus mengakui bahwa Paulus ini adalah bintang-bintang yang bercahaya di langit, dia tidak keluar dari orbitnya, dia bintang yang tidak berkelana, dia bintang yang tidak beredar-edar, dia tetap melintasi orbitnya sesuai dengan kepentingan TUHAN di atas muka bumi ini.


2 Korintus 11:3-4

(11:3) Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya. (11:4) Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.


Di sini kita melihat, Rasul Paulus mengalami rasa takut yang besar kalau kesetiaan yang sejati kepada Kristus disesatkan oleh Setan.

Oleh sebab itu, Rasul Paulus berkata kepada jemaat di Korintus supaya jemaat di Korintus SABAR saja jika ada orang yang memberitakan:

- Yesus yang lain ->  Naga.

- Roh yang lain   ->  Roh antikris.

- Injil yang lain   ->  Ajaran palsu dari nabi-nabi palsu.

 

Di sini tampaklah dengan jelas bagi kita:

  • Ada satu sosok yaitu ALLAH Trinitas, itulah TUHAN Yesus Kristus. 

  • Tetapi ada juga sosok yang lain, itulah Setan Tritunggal (Naga, Antikris, dan Nabi-nabi palsu) sama-sama mendambakan jemaat di Korintus, sama-sama mendambakan sidang jemaat / gereja TUHAN.


TUHAN itu mendambakan saya dan saudara, TUHAN mendambakan mu, ALLAH Trinitas mendambakan mu, tetapi ingat! Setan tritunggal juga mendambakan mu untuk memuja dia. 

ALLAH Trinitas mendambakan kita supaya kita menjadi pemuja-pemuja, dalam pengagungan hanya kepada ALLAH Trinitas saja, yaitu; TUHAN Yesus Kristus – hanya kepada Dia sajalah kita berbakti --. Itu iman di dalam mulut. 


Maka ada 2 (dua) kutub saling tarik menarik di sini, karena 2 (dua) kutub ini betul-betul mendambakan gereja TUHAN, saya dan saudara. 

Sebab, baik TUHAN (ALLAH Trinitas) maupun Setan tritunggal juga sama-sama mendambakan untuk dipuja. Tetapi kita harus bijaksana karena kita tahu siapa yang harus kita puja.

Oleh sebab itu, di hati ada Firman iman.


Mari kita melihat ajaran yang lain itulah SETAN TRITUNGGAL di dalam…

Wahyu 12:3-4

(12:3) Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. (12:4) Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya. 


Di sini tampak dengan jelas Setan Tritunggal, yaitu:

1. Naga merah padam yang besar.

2. Berkepala 7 (tujuh) bertanduk 10 (sepuluh) -> Antikris.

3. Ekor naga -> nabi-nabi palsu.


Ekor naga menyeret 1/3 (sepertiga) dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke bumi.

1/3 (sepertiga) bintang di langit yang diseret oleh ekor naga lalu dilemparkan ke bumi -> Bintang-bintang yang berkelana (beredar-edar), bintang-bintang yang sudah keluar dari orbitnya, dia tidak tinggal tetap di langit. Orientasinya bukan lagi sebagai bintang yang bercahaya untuk mereka yang tinggal di dalam kegelapan di bumi. 


Itu yang membuat saya heran, mereka bintang-bintang (Yudas 1:13), tetapi baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman. 


Saya merenung sambil bertanya-tanya di dalam hati kepada TUHAN, apa ini TUHAN? Lalu TUHAN memberitahukan hal ini kepada kita, bahwa ini adalah bintang-bintang yang berkelana, bintang-bintang yang beredar-edar, karena keluar dari orbitnya, tidak tinggal tetap di langit sebagai bintang-bintang yang bercahaya bagi mereka yang tinggal di dalam kegelapan di bumi. 

Itulah 1/3 (sepertiga) bintang yang diseret oleh ekor naga lalu dilemparkan ke bumi. 


Kalau bintang-bintang di langit itulah kehidupan yang ditinggikan (diurapi) saja bisa diseret oleh ekor naga, lalu bagaimana dengan kehidupan gereja yang tidak sungguh-sungguh mendengar Firman TUHAN dalam ibadah, tidak sungguh-sungguh menjalankan ibadahnya, sementara umur dunia ini sudah tua. Artinya waktu untuk menggunakan kesempatan, untuk memperoleh keselamatan tinggal sedikit, sudah sangat singkat. 


Tetapi lihatlah, orang-orang yang mengentengkan hari kedatangan TUHAN di dalam 1 Tesalonika 5:3, mereka katakan; “Aman, damai” hanya karena sesuap nasi tercukupkan, hanya karena gaji sebulan mencukupkan. Mereka adalah orang-orang bodoh dan bermasa bodoh terkait dengan hari kedatangan TUHAN seperti pencuri di malam hari.  


Saudara, perhatikanlah ini sungguh-sungguh. Kalau bintang-bintang di langit itulah orang-orang yang ditinggikan, kehidupan yang diurapi bisa diseret oleh ekor naga, bagaimana dengan gereja / orang Kristen yang tidak sungguh-sungguh beribadah dan mendengar Firman TUHAN, sementara umur dunia tinggal sedikit, berarti waktu kita untuk memperoleh keselamatan tinggal sedikit, tidak lama lagi saudara ku. Dan yang kita punya pun pada akhirnya akan diambil alih / di take over oleh Antikris. Ingat apa yang saya sampaikan malam ini saudara ku. 

 

Kita lihat dulu, bintang-bintang yang berkelana, juga dinyatakan di dalam…

Matius 24:29 --- Perikop: "Kedatangan Anak Manusia Perumpamaan tentang pohon ara."

(24:29) "Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang.


Segera sesudah siksaan yang dahsyat selama tiga setengah tahun yang terjadi pada saat Antikris menjadi raja, pada masa itu;

- Matahari akan menjadi gelap berarti kasih TUHAN tidak dapat lagi ditemukan di situ.

- Bulan tidak bercahaya, artinya; tidak ada lagi kesempatan untuk bertobat sebab darah Yesus tidak berlaku lagi di situ.

- Bintang-bintang akan berjatuhan dari langit, inilah bintang-bintang yang berkelana, bintang-bintang yang keluar dari orbitnya, beredar-edar berarti gugur dari iman, seperti yang kita lihat di dalam Wahyu 12:4.


Wahyu 6:12-13

(6:12) Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah. (6:13) Dan bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang.


Pada saat meterai keenam dibuka, terjadilah gempa bumi yang dahsyat menggoncang seantero dunia. Sebetulnya, simulasi dari gempa bumi yang dashyat ini sudah pernah terjadi secara khusus pada tahun 2020, pada saat Covid-19 melanda seantero dunia sehingga menggoncang segala sesuatu di atas muka bumi ini; baik politik, ekonomi, termasuk nikah-nikah di bumi digoncang dengan hebat. Kemudian korban dari gempa bumi ini (Covid-19) begitu banyak jumlahnya, puluhan juta, yang mati saja berjuta-juta, sedangkan yang menderita sengsara sakit juga puluhan juta. Namun itu baru simulasi supaya kita bisa membaca situasi ini, kita bisa membaca rencana TUHAN yang sedang dinyatakan di dalam kehidupan kita masing-masing.


Lalu pada saat gempa bumi yang dahsyat terjadi menimpa seantero dunia ini maka: 

  1. “... Matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut …”

Berarti, kasih ALLAH tidak ada lagi di atas muka bumi ini, dampaknya: masalah akan muncul di atas permukaan dan masalah itu begitu rumit (pelik) sama seperti karung rambut, tidak bisa diuraikan dari mana ujung dan pangkalnya persoalan itu.

Saudara, masalah hanya bisa terurai (diselesaikan) hanya bila kasih ALLAH masih ada di atas muka bumi ini, dan oleh kasih dosa tertutupi, oleh kasih kita sanggup mengampuni orang yang bersalah, tidak pernah jijik melihat wajah orang yang bersalah.


  1. “... Bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah …”

Artinya: darah Yesus tidak berlaku lagi. Akibatnya: bulan menjadi merah seluruhnya bagaimana darah, berarti banyak korbannya = Banyak yang binasa.

Namun sampai pada saat malam ini, darah Yesus masih berlaku atas kehidupan kita, maka bulan harus menjadi landasan kita, landasan dari gereja TUHAN berdiri harus di atas bulan (korban-Nya). Tetapi bilamana darah Yesus sudah tidak lagi berlaku pada saat itu, maka bulan menjadi darah, manusia menjadi korban, begitu banyak darah yang akan tertumpah nanti, sehingga manusia menjadi tidak selamat. 

Inilah kaitan dari bilamana bintang-bintang berkelana (beredar-edar) karena keluar dari orbitnya. 


Itu sebabnya, untuk kesekian kali saya sampaikan, mari kita menghargai kesempatan yang TUHAN berikan, yaitu TUHAN utus orang yang bijaksana sebagai bintang-bintang yang bercahaya di langit untuk menuntun kehidupan kita gereja TUHAN sampai kepada kebenaran. 

Belajar menghargai saudara, masih banyak orang Kristen masih kurang menghargai bintang-bintang di langit, padahal dia butuh untuk dituntun sampai pada kebenaran. 

Yang anehnya, pimpinan di tempat dia bekerja, dia hormati berpuluh-puluh kali lipat daripada gembalanya sendiri. 

Saya tidak gila hormat, namun yang saya sampaikan malam ini adalah pengertian dari Sorga untuk tinggal pada akal kita supaya kita bijaksana menghargai Pengajaran Firman ALLAH, bintang-bintang di langit yang menuntun kita, supaya dengan rela hati kita dituntun dan dibawa sampai pada kebenaran, itu maksud saya.

Saya ini tidak gila hormat, waktu saudara tidak hormat pun saya tetap sabar, justru ketika saudara hormat, itu sangat menakutkan sekali bagi saya, jangan-jangan lebih dari penghormatan dan itu sangat menakutkan bagi saya. 


  1. “ …Bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi…” bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah apabila ia digoncang angin yang kencang.

Singkat kata; bintang-bintang yang berkelana / bintang-bintang yang beredar-edar, yang keluar dari orbitnya pada akhirnya disebut sebagai bintang-bintang yang gugur dari iman, belum dewasa sudah gugur dari imannya.


Lalu kalau bintang-bintang saja gugur dari iman, bagaimana dengan nasib gereja TUHAN? Sebab itu, sebelum hal ini tergenapi maka sekarang inilah waktu yang tepat untuk menghargai segala kemurahan TUHAN. Jangan dikemudian hari kita mencari bintang-bintang di langit untuk menuntun hidup rohani kita, menuntun nikah kita untuk dibawa sampai kepada kebenaran, namun sudah terlambat.


Sekarang, supaya kita juga jangan gugur seperti bintang-bintang yang beredar-edar / bintang yang berkelana, kita akan melihat.

JALAN KELUAR:

Lukas 22:29-30

(22:29) Dan Aku menentukan hak-hak Kerajaan bagi kamu, sama seperti Bapa-Ku menentukannya bagi-Ku, (22:30) bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.


Kita memang akan mendapat bagian di dalam Kerajaan Sorga dan hak-hak di dalam Kerajaan Sorga, apabila; 

  1. kita duduk makan sehidangan dengan TUHAN -> ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok = tergembala dengan sungguh-sungguh. 

  2. Kemudian berada pada kedudukan yang tepat yaitu menjadi imamat rajani. 

Imamat rajani = memerintah sebagai raja di bumi, itu berarti menjadi tuan bukan hamba/budak dosa, sehingga nanti kita duduk di atas takhta untuk menghakimi 12 (dua belas) suku Israel.


Ayo mulai dari sekarang, bawa diri pada kedudukan yang tepat yaitu menjadi imamat rajani. Bukan hanya tekun dalam 3 (tiga) macam ibadah pokok untuk makan minum sehidangan dengan ALLAH di tengah ibadah dan pelayanan, namun sudah seharusnya kita berada pada kedudukan yang tepat itulah imamat rajani supaya nanti duduk di atas takhta untuk menghakimi ke-12 (dua belas) suku Israel.


Maka yang sudah berada pada kedudukan yang tinggi (imamat rajani), jangan turun lagi dari sana, sebab waktu yang tersisa tinggal sedikit. Jadi waktu yang singkat ini gunakan baik-baik, jangan malah turun, bahaya, celaka 12 (dua belas).

Itu pesan dari saya, tetapi tidak maksud memaksa, hanya mengingatkan dalam kasih. Kalau mau ya puji TUHAN, namun kalau tidak, terserah (up to you). 


Lukas 22:31-32

(22:31) Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, (22:32) tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu."


Satu kali gereja TUHAN akan masuk pada masa penampian yang besar tepatnya saat Antikris menjadi raja berkuasa pada 3,5 (tiga setengah) tahun yang kedua, di situ akan ada siksaan yang dahsyat, kesesakan yang besar, aniaya yang besar, disebutlah itu penampian. 


Oleh sebab itu, untuk menghadapi penampian maka kita semua harus menjadi GANDUM untuk dikumpulkan di dalam lumbung Kerajaan Sorga. Berarti sudah seharusnya kita penuh dengan Firman ALLAH, penuh dengan Roh ALLAH, dan penuh dengan kasih ALLAH. Jangan kosong, tetapi harus menjadi gandum untuk dikumpulkan di dalam lumbung ALLAH. 


Dengan demikian, kita mampu untuk menghadapi masa penampian yang akan terjadi. Tetapi kita juga harus menikmati pelayanan Imam Besar Agung. 

Yesus Kristus adalah Imam besar Agung. Tugas pokok dari Imam Besar Agung adalah:

  1. Melayani. 

Jadi pelayanan Imam Besar harus kita nikmati supaya keadaan kita baik, hidup kita maupun ibadah pelayanan serta nikah dan rumah tangga kita baik dan benar adanya.

  1. Berdoa.

Kita juga harus menikmati doa Imam Besar. Tujuannya adalah: baik hidup maupun iman kita jangan gugur. Berarti kita tidak boleh jauh dari tiga macam ibadah pokok sebab di situ Yesus tampil sebagai Imam Besar Agung, senantiasa menaikkan doa-doa-Nya kepada Bapa di Sorga, “Eli,Eli lama sabakhtani!” Bukan kesusahan hati-Nya yang dinaikkan, tetapi keadaan kita dan kesusahan hidup kita, itu yang dinaikkan kepada Bapa di Sorga bagaikan tapal dada di jantung Imam Besar Agung ketika memasuki Ruangan Maha Suci, sebagaimana yang tertulis di dalam Kitab Keluaran dan Kitab Imamat. 

  1. Memperdamaikan dosa manusia kepada ALLAH.


Maka kalau kita sudah menikmati pelayanan Imam Besar, doa Imam Besar, dan pekerjaan pendamaian yang telah dikerjakan oleh Imam Besar, marilah kita insafkan orang lain seperti kita juga sudah diinsafkan dari apa yang telah dikerjakan oleh Imam Besar kepada kita masing-masing, supaya baik hidup kita, nikah dan rumah tangga kita, dan keluarga kita semua, saudara bersaudara, iman dan hidup kita semua tidak gugur. AMIN. 



TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI



No comments:

Post a Comment