IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 29 JULI 2025
SURAT YUDAS
Yudas 1:5
(Seri
34)
Subtema:
TIDAK TAAT PADA BATAS-BATAS KEKUASAAN
Mula
pertama saya ucapkan puji syukur kepada TUHAN yang telah memungkinkan kita
untuk datang lewat Ibadah Doa Penyembahan dan mari kita persiapkan hati kita
untuk menampung (menerima) segala sesuatu yang TUHAN mau nyatakan kepada kita
pribadi lepas pribadi.
Saya
juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN yang turut
bergabung lewat online atau live streaming atau video internet baik
dari YouTube maupun dari Facebook atau media sosial lainnya yang dapat
digunakan dimanapun saudara berada. Selanjutnya biarlah kiranya damai sejahtera
yang dari Sorga turun memenuhi kehidupan kita, sehingga kita boleh merasakan
sukacita yang besar serta kebahagiaan yang besar saat kita duduk diam mendengarkan
sabda ALLAH.
Selanjutnya
marilah kita sambut SURAT YUDAS sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan.
Kita
sudah membahas Yudas 1:5 untuk beberapa seri pemberitaan Firman TUHAN,
ada 34 seri pemberitaan Firman TUHAN dan kita semua diberkati oleh TUHAN, itu
adalah kemurahan TUHAN dan kita berharap kemurahan yang sama TUHAN nyatakan
kepada kita sehingga dari kemurahan yang satu, TUHAN membawa kita kepada
kemurahan yang lain. Kita akan memasuki Yudas 1:6; namun tetaplah berdoa
dalam Roh, mohon kemurahan TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan
hati kita untuk tersungkur di ujung kaki salib TUHAN sebentar.
Yudas
1:6
(1:6) Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat
pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat
kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai
penghakiman pada hari besar,
TUHAN
menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, meninggalkan
tempat kediaman mereka.
Saudara,
jangan kita meninggalkan tempat kediaman dimana TUHAN sudah tempatkan kita.
Contoh:
1
Korintus 12:12 — Perikop: “Banyak anggota, tetapi satu tubuh.”
(12:12) Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya
banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian
pula Kristus.
Tubuh
itu satu meskipun anggota-anggotanya banyak, demikian Kristus adalah satu.
1
Korintus 12:14-15
(12:14) Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi
atas banyak anggota. (12:15) Andaikata
kaki berkata: "Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk
tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? (12:16) Dan andaikata telinga berkata: "Karena aku
bukan mata, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak
termasuk tubuh? (12:17) Andaikata
tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya
adalah telinga, di manakah penciuman?
Tubuh
memang satu, meskipun anggota-anggotanya banyak,antara lain; ada kaki, tangan,
telinga, mata, hidung, dst.
1
Korintus 12:18
(12:18) Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing
secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya.
Kepada
masing-masing anggota, diberikan secara khusus suatu tempat pada tubuh sesuai
dengan kehendak Allah.
Jadi,
setiap anggota-anggota tubuh tidak boleh berpindah tempat / meninggalkan
tempatnya lalu berpaling ke tempat yang lain. Tidak boleh meninggalkan tempat
dimana dia ditempatkan secara khusus oleh TUHAN.
Misalnya...
- Kaki
pindah ke tangan; itu tidak boleh.
- Telinga
pindah ke mata; itu tidak boleh.
Kemudian
di sini dapat kita lihat bahwa...
-
Ketika mata mendominasi
seluruh tempat pada tubuh, maka pendengaran lenyap / hilang.
-
Ketika telinga mendominasi
seluruh tempat pada tubuh, maka penciuman lenyap / hilang.
Sementara,
TUHAN telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus suatu tempat
pada tubuh sesuai dengan kehendak Allah.
Jadi
anggota tubuh tidak boleh meninggalkan tempat dimana ia diletakkan oleh TUHAN
pada tubuh, tidak boleh berpindah tempat.
Kalau
TUHAN membawa kita ke tempat itu jangan pindah, kenapa pindah tempat? Karena
dia memberontak. Kita belajar untuk menghargai tempat yang TUHAN berikan pada
masing-masing anggota tubuh.
Jangan
kita merasa ingin menunjukkan suatu kebaikan tetapi sebetulnya sok pahlawan di
siang bolong, tidak boleh.
Hargai
dimana engkau ditempatkan oleh TUHAN. Jangan coba-coba keluar dengan
menggunakan sistem (prinsip) manusia, ikuti alur yang TUHAN kehendaki.
Kalau
misalnya kita ditempatkan di sebuah penggembalaan; ikuti penggembalaan itu,
jangan keluar dari tempat itu. Memang ada keinginan untuk menolong, tetapi jangan
seperti pahlawan di siang bolong, ikuti aturan (regulasi) yang TUHAN kehendaki,
ikuti maunya TUHAN.
Saudara,
kalau sekarang kita memasuki Yudas 1:6
itu bukan kebetulan. TUHAN maha tahu dan melihat segala sesuatu yang terjadi.
Dan saya tidak sesuka hati memindahkan ayat, ini mengalir sesuai kehendak ALLAH
supaya kita banyak belajar dari TUHAN, jangan merasa bahwa kita sudah mengerti maunya
TUHAN, belum tentu. Menurut kita itu baik, tetapi menurut TUHAN belum tentu
karena bisa mengganggu segala sesuatu yang TUHAN kehendaki nanti.
Singkat
kata, pendengaran hilang artinya; tidak dengar-dengaran, padahal
dengar-dengaran sangat diperlukan dalam sebuah penggembalaan.
Yohanes
10:3-4
(10:3) Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba
mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut
namanya dan menuntunnya ke luar. (10:4) Jika
semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba
itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.
Tanda
domba tergembala:
1. Domba
mendengar suara gembala.
2. Domba
mengikuti gembala.
Dari
sini kita bisa melihat, dengar-dengaran sangatlah diperlukan oleh satu
kehidupan domba yang tergembala.
Dampak
negatif manakala pendengaran hilang (tidak dengar-dengaran).
Kita
akan melihat satu kisah sebagai contoh supaya kita berhasil dan diberkati oleh
TUHAN.
Jadi
keberhasilan seseorang bukan ditentukan dari kelebihan yang dia punya, bukan
dilihat dari kecakapan tangannya, bukan dilihat dari kemampuannya, tetapi
pemakaian TUHAN dan keberhasilan di dalam melayani TUHAN diukur dari sikap dengar-dengaran
di hadapan TUHAN.
1
Samuel 10:1
(10:1) Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak,
dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata:
"Bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel?
Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat TUHAN, dan engkau akan
menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya. Inilah tandanya
bagimu, bahwa TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas milik-Nya sendiri:
Di
sini kita melihat, TUHAN telah mengurapi Saul sebagai raja atas umat Israel.
Tanggung
jawab Saul sebagai raja ialah; menyelamatkan umat Israel dari tangan
musuh-musuh di sekitarnya secara khusus bangsa Filistin.
Tanda Saul diurapi:
1
Samuel 10:2-3
(10:2) Apabila engkau pada hari ini pergi meninggalkan aku, maka engkau
akan bertemu dengan dua orang laki-laki di dekat kubur Rahel, di daerah
Benyamin, di Zelzah. Mereka akan berkata kepadamu: Keledai-keledai yang engkau
cari itu telah diketemukan; dan ayahmu tidak memikirkan keledai-keledai itu
lagi, tetapi ia kuatir mengenai kamu, katanya: Apakah yang akan kuperbuat
untuk anakku itu? (10:3) Dari sana
engkau akan berjalan terus lagi dan sampai ke pohon tarbantin Tabor, maka di
sana engkau akan ditemui oleh tiga orang laki-laki yang naik menghadap Allah di
Betel; seorang membawa tiga ekor anak kambing, seorang membawa tiga ketul roti
dan yang lain lagi sebuyung anggur. (10:5) Sesudah itu
engkau akan sampai ke Gibea Allah, tempat kedudukan pasukan orang Filistin. Dan
apabila engkau masuk kota, engkau akan berjumpa di sana dengan serombongan
nabi, yang turun dari bukit pengorbanan dengan gambus, rebana, suling dan
kecapi di depan mereka; mereka sendiri akan kepenuhan seperti nabi. (10:6)
Maka Roh TUHAN akan berkuasa atasmu; engkau akan kepenuhan bersama-sama
dengan mereka dan berubah menjadi manusia lain.
Tanda
pengurapan atas Saul ada 3 (tiga), yaitu:
YANG
PERTAMA: Pada hari itu Saul akan bertemu dengan dua orang laki-laki yang
memberitahukan bahwa
- Keledai
yang dicari diketemukan.
Jadi
Saul ini diurapi oleh Samuel pada saat Saul diperintahkan oleh ayahnya untuk
mencari keledai-keledainya yang hilang.
- Ayah
Saul tidak lagi memikirkan keledai-keledai itu, tetapi kuatir mengenai Saul.
Peristiwa
itu terjadi dekat kubur Rahel. Dan dari rahim Rahel lahir dua anak laki-laki
yaitu; Yusuf dan Benyamin. Sementara Saul berasal dari suku Benyamin.
v Yusuf adalah gambaran dari Mempelai TUHAN.
v Benyamin adalah gambaran dari Anak Laki-Laki -> Doa
penyembahan.
Pendeknya,
tanda pertama -> KASIH dari Allah Bapa kepada anak-anak-Nya.
Kalau
TUHAN hadir dalam setiap pertemuan-pertemuan ibadah-ibadah kita sebagai Imam
Besar Agung, Dia akan memimpin kita kepada dua klimaks;
1.
Menjadi mempelai TUHAN.
2.
Doa penyembahan itu berbicara kasih, kasih Bapa kepada anak-anaknya.
Jadi
kalau TUHAN sedang berusaha untuk memimpin ibadah kita sampai kepada dua
klimaks;
3.
Menjadi mempelai TUHAN, kelak
menjadi mempelai TUHAN dimana wujudnya sekarang ini di bumi
4.
Doa penyembahan.
Jadi
saudara jangan pernah berpikir, mengapa harus ada doa penyembahan? Itu kasih
dari Allah Bapa kepada anak-anaknya. Maka kalau kita menyadari bahwa itu adalah
kasih dari Allah Bapa kepada anak-anaknya, saya kira kita tidak perlu keberatan
di hati untuk menjalankan ketekunan 3 macam ibadah pokok.
Tanda
pengurapan Saul ada 3 (tiga), yaitu;
YANG
KEDUA: Ditemui tiga orang laki-laki yang naik menghadap Allah di Betel.
- Seorang
membawa tiga ekor anak kambing.
- Seorang
membawa tiga ketul roti.
- Seorang
membawa tiga buyung anggur
Peristiwa
itu terjadi di dekat pohon Tarbantin Tabor.
Pohon
Tarbantin berbicara tentang; kekuatan, perlindungan, dan kebenaran.
Mengapa
demikian? Karena pohon Tarbantin bisa dijadikan sebagai “naungan.” Tetapi yang
tidak kalah penting pohon tarbantin itu juga berbicara tentang kebenaran. Ayat
referensi: Yesaya 61:3.
Singkat
kata, pohon Tarbantin Tabor --> Yesus Anak Allah, Dialah adalah kebenaran, sang
FIRMAN ALLAH.
Tanda
pengurapan Saul ada 3 (tiga), yaitu;
YANG
KETIGA: Berjumpa dengan rombongan nabi yang turun dari bukit pengorbanan penuh
dengan Roh El-Kudus dan Saul pun penuh dengan Roh El-Kudus dan ia menjadi
manusia lain.
Manusia
lain -> manusia Allah / manusia Ilahi / manusia rohani.
Jadi
jelas tanda pengurapan atas Saul ada 3 yaitu:
5.
Penuh dengan kasih Allah.
6.
Penuh dengan Firman Allah.
7.
Penuh dengan Roh El-Kudus.
Jadi
tiga dari pribadi Allah ada di dalam kehidupan dari Saul.
1
Samuel 10:7
(10:7) Apabila tanda-tanda ini terjadi kepadamu, lakukanlah apa
saja yang didapat oleh tanganmu, sebab Allah menyertai engkau.
Apabila
tiga tanda itu dialami oleh Saul, maka perintah Samuel kepada Saul; “... lakukanlah
apa saja yang didapat oleh tanganmu...” Demikian juga kita, lewat ketekunan
tiga macam ibadah pokok kita semua diurapi oleh TUHAN. Kalau kita merasa
diurapi oleh TUHAN, lakukanlah apa saja yang didapat oleh tanganmu, apa saja
yang bisa kita kerjakan; nanti TUHAN yang menyertai dan menanggung segala
sesuatu.
Kepada
kita dipercaya PPT (Pengajaran Pembangunan Tabernakel) maka kita harus
mengerjakan apa yang harus kita kerjakan, jangan ditunda-tunda, dan jangan
ragu. Mengapa? Sebab Allah menyertai (imanuel), sebab Allah juga bertanggung
jawab mencukupkan segala sesuatu. Sama seperti ketika Abraham mempersembahkan
Ishak, TUHAN yang menyediakan segala sesuatu, kerjakan saja apa yang bisa
dikerjakan. Tidak usah pilih-pilih pekerjaan dan berkata seperti kaki; "Karena aku bukan tangan, aku tidak
termasuk tubuh", tetapi kalau
ditelusuri, jika tidak ada tangan bagaimana kaki bisa bekerja. Jadi tidak usah
pilih-pilih tempat, dan tidak usah tinggalkan tempat dimana TUHAN sudah taruh
supaya semua baik.
Jadi kalau sudah merasa diurapi oleh TUHAN,
kerjakan saja apa yang bisa dikerjakan oleh tangan. Tidak usah pilih-pilih apa
yang bisa dikerjakan oleh tangan. Siapa yang masih suka pilih-pilih pekerjaan?
Kalau memang ingin mempertahankan pengurapan itu, kerjakan saja apa yang bisa
dikerjakan, tidak usah pilih-pilih pekerjaan, dan tidak usah disuruh-suruh.
Tetapi anehnya banyak diantara kita kalau hal yang lahiriah, menguntungkan
cepat sekali, tidak usah dengar-dengaran.
Kembali saya sampaikan; apabila tanda itu terjadi
sebagai tanda pengurapan atas Saul maka Saul harus mengerjakan apa saja yang
didapat oleh tangan Saul. Alasannya; TUHAN menyertai, TUHAN menolong, TUHAN
yang membela, TUHAN yang menyediakan, di atas gunung TUHAN segalanya tersedia.
Selanjutnya
pesan Samuel kepada Saul: supaya Saul pergi ke Gilgal mendahului Samuel dan Ia
akan menunggu Samuel di situ selama 7 (tujh) hari. Mengapa? Karena Samuel akan
mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan kepada TUHAN. Sesudah itu
nanti TUHAN akan memberitahukan segala sesuatu yang dikerjakan oleh Saul.
Jadi
Saul harus menantikan pernyataan TUHAN, karena Saul tidak bisa mengerjakan apa
yang harus dikerjakan, kalau TUHAN tidak perintahkan.
Jadi
kita harus dengar-dengaran, jangan asal bekerja, baik menurut kita belum tentu
baik bagi TUHAN.
1
Samuel 10:8
(10:8) Engkau harus pergi ke Gilgal mendahului aku, dan camkanlah,
aku akan datang kepadamu untuk mempersembahkan korban bakaran dan korban
keselamatan. Engkau harus menunggu tujuh hari lamanya, sampai aku
datang kepadamu dan memberitahukan kepadamu apa yang harus kaulakukan."
Selanjutnya,
pesan Samuel kepada Saul; supaya Saul pergi ke Gilgal mendahului Samuel dan
Saul akan menunggu di situ selama 7 hari. Karena, Samuel hendak
mempersembahkan;
- Korban
bakaran.
- Korban
keselamatan.
Sesudah
itu, TUHAN akan memberitahukan segala sesuatu yang akan dikerjakan oleh Saul.
1
Samuel 13:5 -- Perikop: “Ketidaktaatan Saul waktu orang Filistin datang
menyerang.”
(13:5) Adapun orang Filistin telah berkumpul untuk berperang
melawan orang Israel. Dengan tiga ribu kereta, enam ribu orang pasukan
berkuda dan pasukan berjalan kaki sebanyak pasir di tepi laut mereka bergerak
maju dan berkemah di Mikhmas, di sebelah timur Bet-Awen.
Bangsa
Filistin berperang, melawan orang Israel dengan kekuatan yang digambarkan...
- 3000
kereta.
- 6000
orang pasukan berkuda.
- Pasukan
berjalan kaki sebanyak pasir di tepi laut.
Selanjutnya,
mereka bergerak maju untuk menyerang orang Israel.
Lalu
kita melihat situasi itu pada...
1
Samuel 13:6-9
(13:6) Ketika dilihat orang-orang Israel, bahwa mereka terjepit --
sebab rakyat memang terdesak -- maka larilah rakyat bersembunyi di gua, keluk
batu, bukit batu, liang batu dan perigi; (13:7) malah ada orang Ibrani yang
menyeberangi arungan sungai Yordan menuju tanah Gad dan Gilead, sedang Saul
masih di Gilgal dan seluruh rakyat mengikutinya dengan gemetar. (13:8) Ia menunggu tujuh hari
lamanya sampai waktu yang ditentukan Samuel. Tetapi ketika Samuel tidak
datang ke Gilgal, mulailah rakyat itu berserak-serak meninggalkan dia. (13:9) Sebab itu Saul berkata: "Bawalah
kepadaku korban bakaran dan korban keselamatan itu." Lalu ia
mempersembahkan korban bakaran.
Saul
memang sudah menunggu Samuel di Gilgal selama 7 hari, tetapi karena dia merasa,
ia telah ditinggalkan oleh rakyatnya juga tentaranya, dimana tentaranya sudah
merasa terjepit. Karena terdesak akhirnya Saul pun memberanikan diri untuk
mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan. Itu
berarti Saul tidak melakukan sesuai dengan kesepakatan waktu dia diurapi, tidak
mengikuti kesepakatan TUHAN, tidak taat kepada TUHAN sebab ia telah
memberanikan diri untuk mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan.
Hati-hati,
bukan berarti ketika kita melakukan sesuatu sampai berkorban-korban lalu kita
merasa kita sudah baik, kita merasa sudah menunjukkan jasa yang suci, belum
tentu. Belajar lebih dewasa ke depan. Kurang apa korban bakaran, kurang apa
korban keselamatan, saat dipersembahkan disertai dengan korban ini dan itu,
begitu banyak dan melelahkan.
Jadi
sekali lagi saya sampaikan; bukan berarti sesuatu yang baik menurut kita, itu berkenan
kepada TUHAN walaupun nampaknya sudah berkorban-korban. Bukan berarti ketika
engkau melakukan yang baik sampai berkorban-korban lalu itu berkenan kepada
TUHAN, belum tentu kalau itu datang dari dasar pemikiran daging mu.
Apa
bedanya dengan Saul ini? Korban bakaran, korban keselamatan dipersembahkan,
pagi-pagi buta berangkat, yang rohani diabaikan, aturan penggembalaan
diabaikan, memang baik kelihatannya sampai berkorban waktu, korban tenaga,
korban uang, tetapi kalau tidak sesuai dengan kesepakatan TUHAN tidak baik.
Dasar kita sampai ke sini adalah ingat diawali tadi bahwa tubuh itu satu,
meskipun anggotanya banyak. Ada kaki, tangan, mata, telinga, dan hidung.
1
Korintus 12:17
(12:17) Andaikata tubuh seluruhnya adalah
mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di
manakah penciuman?
Kalau mata mendominasi seluruh tubuh,
semua tempat pada tubuh, hilang (lenyaplah) pendengaran (tidak dengar-dengaran).
1
Samuel 13:10
(13:10) Baru saja ia habis mempersembahkan korban bakaran,
maka tampaklah Samuel datang. Saul pergi menyongsongnya untuk memberi
salam kepadanya.
Baru
selesai mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, tampaklah Samuel
datang dan Saulpun menyongsongnya untuk memberi Salam.
1
Samuel 13:11-12
(13:11) Tetapi kata Samuel: "Apa yang telah kauperbuat?"
Jawab Saul: "Karena aku melihat rakyat itu berserak-serak meninggalkan
aku dan engkau tidak datang pada waktu yang telah ditentukan, padahal orang
Filistin telah berkumpul di Mikhmas, (13:12)
maka pikirku: Sebentar lagi orang Filistin akan menyerang aku di Gilgal,
padahal aku belum memohonkan belas kasihan TUHAN; sebab itu aku memberanikan
diri, lalu mempersembahkan korban bakaran."
Saul
memberanikan diri untuk mempersembahkan korban bakaran karena merasa bahwa
Samuel belum tiba di Gilgal, sementara rakyat sudah meninggalkan dia. Sesungguhnya,
walaupun kita ditinggalkan orang yang terkasih sekalipun, tetapi terhadap janji
Firman TUHAN; jangan kita ingkari.
Siapapun
yang meninggalkan kita, jangan coba-coba mengingkari janji Firman TUHAN. Tetapi
kenyataannya sering kali kita mengingkari janji Firman TUHAN hanya supaya kita
jangan ditinggalkan manusia. Karena takut ditinggalkan manusia maka kita rela
mengingkari janji Firman TUHAN.
Meninggalkan
ibadah demi pesta berminggu-minggu, tinggalkan ibadah hanya karena saudaranya
(darah dan daging).
Semestinya,
kalau sudah diurapi dan tiga tanda itu ada, tekun dalam 3 macam ibadah pokok,
semestinya kita harus percaya kepada janji Firman walaupun dunia meninggalkan
kita.
Pesan
saya; TUHAN sudah terlebih dahulu disakiti oleh dunia ini, jadi jangan heran
kalau kita disakiti oleh dunia ini. Jangan heran kalau engkau ditinggalkan
orang yang terkasih mu, tetapi janji Firman jangan engkau ingkari.
1
Samuel 13:13
(13:13) Kata Samuel kepada Saul: "Perbuatanmu itu bodoh.
Engkau tidak mengikuti perintah TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya
kepadamu; sebab sedianya TUHAN mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk
selama-lamanya.
Kata Samuel kepada Saul:
"Perbuatanmu itu bodoh.”
Mengingkari
janji Firman karena takut kepada manusia = perbuatan bodoh
Dalam
mengikut TUHAN tidak boleh memikirkan untung rugi. Tetapi yang kita pikirkan
untuk berpegang kepada janji Firman.
Jadi
apa yang diperbuat oleh Saul adalah perbuatan bodoh karena Saul tidak mengikuti
Firman Allah, tidak berpegang terhadap janji Firman Allah. Seandainya dia
berpegang teguh kepada janji Firman Allah, TUHAN mengokohkan kerajaannya bagi
Israel selama-lamanya. Selama-lamanya TUHAN menjadi raja atas kita.
Jangan
kita ingkar janji karena takut kepada manusia, itu perbuatan bodoh.
1
Samuel 13:14
(13:14) Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. TUHAN telah
memilih seorang yang berkenan di hati-Nya dan TUHAN telah menunjuk dia menjadi
raja atas umat-Nya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan
TUHAN kepadamu."
Saul
adalah seorang raja yang tidak taat dan tidak dengar-dengaran karena tidak mau
mengikuti perintah TUHAN.
Lebih
baik TUHAN menjadi raja dan berkuasa / bertakhta di hati kita dengan lain kata
TUHAN tetap memerintah sebagai raja atas kita. Daripada, tinggalkan TUHAN,
tinggalkan wilayah pemerintahan-Nya hanya untuk manusia. Saya kira lebih baik
TUHAN menjadi raja berkuasa/bertakhta di hati kita sekalipun harus ditinggalkan
manusia. Demi kerajaan kekal karena untuk mencapai sorga kita buktikan di bumi.
Apa yang terikat di bumi, terikat di sorga, apa yang kita lepaskan di bumi,
terlepas di sorga.
1
Samuel 15:2-3
(15:2) Beginilah firman TUHAN semesta alam: Aku akan membalas
apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek
menghalang-halangi mereka, ketika orang Israel pergi dari Mesir. (15:3) Jadi pergilah sekarang,
kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada
belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan,
kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai."
Israel sudah berada pada tanah yang dijanjikan,
tanah Kanaan. Jadi peristiwa Amalek menghalang-halangi perjalanan bangsa Israel
di Padang Gurun sudah lama berlalu, ratusan tahun. Tetapi kesalahan Amalek
tidak dilupakan oleh TUHAN (TUHAN ingat) lalu Saul diperintahkan membinasakan
semua orang Amalek. TUHAN juga ingin membinasakan perkara-perkara yang sifatnya
menghalang-halangi anak-anak TUHAN untuk datang beribadah kepada TUHAN, itu
selalu diingat oleh TUHAN.
1
Samuel 15:9
(15:9) Tetapi Saul dan rakyat itu menyelamatkan Agag dan kambing
domba dan lembu-lembu yang terbaik dan tambun, pula anak domba dan segala yang
berharga: tidak mau mereka menumpas semuanya itu. Tetapi segala hewan yang
tidak berharga dan yang buruk, itulah yang ditumpas mereka.
Ternyata
orang Israel membiarkan Agak raja Amalek hidup. Kemudian mengambil
binatang-binatang yang gemuk (tambun) dari mereka; tidak ditumpas, kecuali binatang
yang kurus kering kerontang, itulah yang ditumpas oleh orang Israel.
Padahal
pada perjanjian sebelumnya pada ayat 2-3; Amalek harus ditumpas sampai
kepada hewannya tanpa terkecuali, tetapi kenyataannya orang Israel mengambil
satu orang hidup dari antara orang Amalek itulah Agag (raja Amalek) dan
mengambil binatang yang tambun-tambun dan yang berharga menurut dia.
Jangan
mempertahankan sesuatu yang berharga menurut kita kalau hal itu tidak berharga
di mata TUHAN.
1
Samuel 15:10-11
(15:10) Lalu datanglah firman TUHAN kepada Samuel, demikian: (15:11) "Aku menyesal, karena Aku
telah menjadikan Saul raja, sebab ia telah berbalik dari pada Aku dan tidak
melaksanakan firman-Ku." Maka sakit hatilah Samuel dan ia berseru-seru
kepada TUHAN semalam-malaman.
Apa
yang diperbuat oleh Saul diketahui oleh TUHAN dan diberitahukan kepada Samuel
lewat doa semalam-malaman.
Jadi
kalau kita ada doa semalam-malaman pasti TUHAN beritahukan tentang segala
sesuatu yang harus kita kerjakan.
Doa
semalam suntuk sangat penting, di situ TUHAN berbicara dan memberitakan segala
sesuatu. Demikian juga Samuel mendapatkan segala sesuatu terkait dengan raja
Saul yang tidak saat, tidak setia, dan tidak dengar-dengaran.
1
Samuel 15:17-21
(15:17) Sesudah itu berkatalah Samuel: "Bukankah engkau,
walaupun engkau kecil pada pemandanganmu sendiri, telah menjadi kepala atas
suku-suku Israel? Dan bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas
Israel? (15:18) TUHAN telah menyuruh
engkau pergi, dengan pesan: Pergilah, tumpaslah orang-orang berdosa itu, yakni
orang Amalek, berperanglah melawan mereka sampai engkau membinasakan mereka. (15:19) Mengapa engkau tidak
mendengarkan suara TUHAN? Mengapa engkau mengambil jarahan dan melakukan apa
yang jahat di mata TUHAN?" (15:20)
Lalu kata Saul kepada Samuel: "Aku memang mendengarkan suara TUHAN dan
mengikuti jalan yang telah disuruh TUHAN kepadaku dan aku membawa Agag, raja
orang Amalek, tetapi orang Amalek itu sendiri telah kutumpas. (15:21) Tetapi rakyat mengambil dari
jarahan itu kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dari yang dikhususkan
untuk ditumpas itu, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di
Gilgal."
Samuel
datang kepada Saul dan menunjuk dosanya bahwa Saul tidak dengar-dengaran,
tetapi Saul merasa bahwa ia dengar-dengaran, Saul merasa dia sudah berbuat yang
baik bahkan dia sudah berkorban. Biasanya begitu kalau orang sudah bekerja
disertai dengan korban ini dan itu, dia merasa sudah berjasa, merasa sudah
dengar-dengaran dan itulah yang dia katakan kepada Samuel, aku sudah
dengar-dengaran, sambil membela dirinya dan berkata; “Tetapi rakyat mengambil dari jarahan itu kambing domba dan lembu-lembu
yang terbaik dari yang dikhususkan untuk ditumpas itu, untuk mempersembahkan
korban kepada TUHAN, Allahmu, di Gilgal."
Saya berharap kiranya TUHAN tolong kita terhadap
apa yang TUHAN mau malam ini kepada kita terkait dengan anggota tubuh tetap
berada pada tempat yang TUHAN kehendaki, dengar-dengaran, jangan itu hilang
lenyap hanya karena pindah tempat, tinggalkan kediaman-Nya.
1
Samuel 15:22
(15:22) Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada
korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara
TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan,
memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.
Mendengarkan suara TUHAN
(dengar-dengaran), jauh lebih baik daripada mempersembahkan korban bakaran dan
korban sembelihan dari binatang. Kemudian memperhatikan suara TUHAN
lebih baik daripada lemak domba-domba jantan. Menari, berjingkrak-jingkrak saat
memuji TUHAN = mempersembahkan lemak kepada TUHAN (Imamat 3:16).
1
Samuel 15:23
(15:23) Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung
dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena
engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai
raja."
Saul
mendurhaka kepada TUHAN, sementara pendurhakaan setara dengan dosa bertenung;
pergi ke dukun, bertanya kepada horoskop (perbintangan). Kedegilan (kekerasan
di hati) setara dengan penyembahan berhala.
Jadi,
karena pendurhakaan dan kekerasan di hati akhirnya TUHAN menolak Saul menjadi
raja atas Israel.
Inilah
keadaan Saul ketika ia meninggalkan tempatnya dimana ia harusnya
dengar-dengaran. Akhirnya TUHAN pun memilih Daud ganti Saul sebagai raja atas
Israel sudah dikatakan di dalam 1 Samuel 13:14.
1 Raja-raja 3:6
(3:6) Lalu Salomo berkata: "Engkaulah yang telah menunjukkan
kasih setia-Mu yang besar kepada hamba-Mu Daud, ayahku, sebab ia
hidup di hadapan-Mu dengan setia, benar dan jujur terhadap Engkau; dan
Engkau telah menjamin kepadanya kasih setia yang besar itu dengan memberikan
kepadanya seorang anak yang duduk di takhtanya seperti pada hari ini.
Ini
adalah pengakuan Salomo; Daud adalah seorang yang setia, sampai pada akhirnya
Salomo juga duduk di atas takhta dan menjadi raja itu karena Daud setia.
1
Raja-raja 14:8
(14:8) Aku telah mengoyakkan kerajaan dari keluarga Daud dan
memberikannya kepadamu, tetapi engkau tidak seperti hamba-Ku Daud yang tetap
mentaati segala perintah-Ku dan mengikuti Aku dengan segenap hatinya dan hanya
melakukan apa yang benar di mata-Ku.
Mazmur
89:20-21
(89:20) Pernah Engkau berbicara dalam penglihatan kepada
orang-orang yang Kaukasihi, kata-Mu: "Telah Kutaruh mahkota di atas kepala
seorang pahlawan, telah Kutinggikan seorang pilihan dari antara bangsa itu. (89:21) Aku telah mendapat Daud,
hamba-Ku; Aku telah mengurapinya dengan minyak-Ku yang kudus, (89:22) maka
tangan-Ku tetap dengan dia, bahkan lengan-Ku meneguhkan dia.
Daud
adalah seorang yang taat, setia, dengar-dengaran itu sebabnya TUHAN mengurapi
dia menjadi raja atas Israel ganti Saul.
Kisah
Para Rasul 13:22
(13:22) Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi
raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin
Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.
Daud
adalah pribadi yang taat, setia, dan dengar-dengaran, itu sebabnya dia menulis
Mazmur Daud 23; “TUHAN adalah gembalaku.” Mengapa dia menulis TUHAN adalah
gembalaku? Karena dia ingin menunjukkan pengalamannya kepada kita sebagai satu
kehidupan domba yang dengar-dengaran.
TUHAN
menempatkan dia sebagai anggota dan diletakkan pada tubuh sesuai dengan
kehendak TUHAN, dengar-dengaran. Jangan tinggalkan tempat yang ditentukan
TUHAN. Dahulu malaikat-malaikat sebelum memberontak berada di tempatnya di
dalam kerajaan sorga, taat, setia, dengar-dengaran. Namun pada akhirnya mereka
memberontak, malaikat-malaikat tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka,
tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, tidak dengar-dengaran. Tetapi
Daud adalah kehidupan yang dengar-dengaran. Jadi dengar-dengaran ini yang nanti
akan menghantarkan kehidupan kita sampai kepada kekekalan. Itulah doa dan
harapan saya.
Domba
jangan jadi gembala, gembala jangan jadi domba. Domba beranak domba, yang
mencari jiwa domba-domba, itu yang benar, gembala beranak gembala. Jadi kalau
domba tidak mau mencari jiwa dengan alasan ini itu, itu bukan domba yang
dengar-dengaran.
Gembala
beranak gembala dan domba beranak domba. Tidak mungkin domba beranakkan
gembala,
Jadi
jangan tinggalkan tempat kediaman yang TUHAN kehendaki supaya kita diberkati,
berhasil, dipakai menurut kehendak TUHAN. Dan kalau kita dengar-dengaran itu
sarana menghantar kita sampai kepada Kerajaan Sorga. Amin.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA
MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment