KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Monday, August 11, 2025

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 29 JULI 2025

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 29 JULI 2025

 

SURAT YUDAS

Yudas 1:5

(Seri 34)

 

Subtema: TIDAK TAAT PADA BATAS-BATAS KEKUASAAN

 

Mula pertama saya ucapkan puji syukur kepada TUHAN yang telah memungkinkan kita untuk datang lewat Ibadah Doa Penyembahan dan mari kita persiapkan hati kita untuk menampung (menerima) segala sesuatu yang TUHAN mau nyatakan kepada kita pribadi lepas pribadi.

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN yang turut bergabung lewat online atau live streaming atau video internet baik dari YouTube maupun dari Facebook atau media sosial lainnya yang dapat digunakan dimanapun saudara berada. Selanjutnya biarlah kiranya damai sejahtera yang dari Sorga turun memenuhi kehidupan kita, sehingga kita boleh merasakan sukacita yang besar serta kebahagiaan yang besar saat kita duduk diam mendengarkan sabda ALLAH.

 

Selanjutnya marilah kita sambut SURAT YUDAS sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan.

Kita sudah membahas Yudas 1:5 untuk beberapa seri pemberitaan Firman TUHAN, ada 34 seri pemberitaan Firman TUHAN dan kita semua diberkati oleh TUHAN, itu adalah kemurahan TUHAN dan kita berharap kemurahan yang sama TUHAN nyatakan kepada kita sehingga dari kemurahan yang satu, TUHAN membawa kita kepada kemurahan yang lain. Kita akan memasuki Yudas 1:6; namun tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita untuk tersungkur di ujung kaki salib TUHAN sebentar.

 

Yudas 1:6

(1:6) Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar,

 

TUHAN menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, meninggalkan tempat kediaman mereka.

Saudara, jangan kita meninggalkan tempat kediaman dimana TUHAN sudah tempatkan kita.

 

Contoh:

1 Korintus 12:12 — Perikop: “Banyak anggota, tetapi satu tubuh.”

(12:12) Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.

 

Tubuh itu satu meskipun anggota-anggotanya banyak, demikian Kristus adalah satu.

 

1 Korintus 12:14-15

(12:14) Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota. (12:15) Andaikata kaki berkata: "Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? (12:16) Dan andaikata telinga berkata: "Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? (12:17) Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman?

 

Tubuh memang satu, meskipun anggota-anggotanya banyak,antara lain; ada kaki, tangan, telinga, mata, hidung, dst.

 

1 Korintus 12:18

(12:18) Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya.

 

Kepada masing-masing anggota, diberikan secara khusus suatu tempat pada tubuh sesuai dengan kehendak Allah.

Jadi, setiap anggota-anggota tubuh tidak boleh berpindah tempat / meninggalkan tempatnya lalu berpaling ke tempat yang lain. Tidak boleh meninggalkan tempat dimana dia ditempatkan secara khusus oleh TUHAN.

 

Misalnya...

-    Kaki pindah ke tangan; itu tidak boleh.

-    Telinga pindah ke mata; itu tidak boleh.

 

Kemudian di sini dapat kita lihat bahwa...

-       Ketika mata mendominasi seluruh tempat pada tubuh, maka pendengaran lenyap / hilang.

-       Ketika telinga mendominasi seluruh tempat pada tubuh, maka penciuman lenyap / hilang.

Sementara, TUHAN telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus suatu tempat pada tubuh sesuai dengan kehendak Allah.

Jadi anggota tubuh tidak boleh meninggalkan tempat dimana ia diletakkan oleh TUHAN pada tubuh, tidak boleh berpindah tempat.

 

Kalau TUHAN membawa kita ke tempat itu jangan pindah, kenapa pindah tempat? Karena dia memberontak. Kita belajar untuk menghargai tempat yang TUHAN berikan pada masing-masing anggota tubuh.

Jangan kita merasa ingin menunjukkan suatu kebaikan tetapi sebetulnya sok pahlawan di siang bolong, tidak boleh.

Hargai dimana engkau ditempatkan oleh TUHAN. Jangan coba-coba keluar dengan menggunakan sistem (prinsip) manusia, ikuti alur yang TUHAN kehendaki.

Kalau misalnya kita ditempatkan di sebuah penggembalaan; ikuti penggembalaan itu, jangan keluar dari tempat itu. Memang ada keinginan untuk menolong, tetapi jangan seperti pahlawan di siang bolong, ikuti aturan (regulasi) yang TUHAN kehendaki, ikuti maunya TUHAN.

 

Saudara, kalau sekarang kita memasuki Yudas 1:6 itu bukan kebetulan. TUHAN maha tahu dan melihat segala sesuatu yang terjadi. Dan saya tidak sesuka hati memindahkan ayat, ini mengalir sesuai kehendak ALLAH supaya kita banyak belajar dari TUHAN, jangan merasa bahwa kita sudah mengerti maunya TUHAN, belum tentu. Menurut kita itu baik, tetapi menurut TUHAN belum tentu karena bisa mengganggu segala sesuatu yang TUHAN kehendaki nanti.

Singkat kata, pendengaran hilang artinya; tidak dengar-dengaran, padahal dengar-dengaran sangat diperlukan dalam sebuah penggembalaan.

 

Yohanes 10:3-4

(10:3) Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. (10:4) Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.

 

Tanda domba tergembala:

1. Domba mendengar suara gembala.

2. Domba mengikuti gembala.

Dari sini kita bisa melihat, dengar-dengaran sangatlah diperlukan oleh satu kehidupan domba yang tergembala.

 

Dampak negatif manakala pendengaran hilang (tidak dengar-dengaran).

Kita akan melihat satu kisah sebagai contoh supaya kita berhasil dan diberkati oleh TUHAN.

Jadi keberhasilan seseorang bukan ditentukan dari kelebihan yang dia punya, bukan dilihat dari kecakapan tangannya, bukan dilihat dari kemampuannya, tetapi pemakaian TUHAN dan keberhasilan di dalam melayani TUHAN diukur dari sikap dengar-dengaran di hadapan TUHAN.

 

1 Samuel 10:1

(10:1) Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata: "Bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel? Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat TUHAN, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya. Inilah tandanya bagimu, bahwa TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas milik-Nya sendiri:

 

Di sini kita melihat, TUHAN telah mengurapi Saul sebagai raja atas umat Israel.

Tanggung jawab Saul sebagai raja ialah; menyelamatkan umat Israel dari tangan musuh-musuh di sekitarnya secara khusus bangsa Filistin.

 

Tanda Saul diurapi:

1 Samuel 10:2-3

(10:2) Apabila engkau pada hari ini pergi meninggalkan aku, maka engkau akan bertemu dengan dua orang laki-laki di dekat kubur Rahel, di daerah Benyamin, di Zelzah. Mereka akan berkata kepadamu: Keledai-keledai yang engkau cari itu telah diketemukan; dan ayahmu tidak memikirkan keledai-keledai itu lagi, tetapi ia kuatir mengenai kamu, katanya: Apakah yang akan kuperbuat untuk anakku itu? (10:3) Dari sana engkau akan berjalan terus lagi dan sampai ke pohon tarbantin Tabor, maka di sana engkau akan ditemui oleh tiga orang laki-laki yang naik menghadap Allah di Betel; seorang membawa tiga ekor anak kambing, seorang membawa tiga ketul roti dan yang lain lagi sebuyung anggur. (10:5) Sesudah itu engkau akan sampai ke Gibea Allah, tempat kedudukan pasukan orang Filistin. Dan apabila engkau masuk kota, engkau akan berjumpa di sana dengan serombongan nabi, yang turun dari bukit pengorbanan dengan gambus, rebana, suling dan kecapi di depan mereka; mereka sendiri akan kepenuhan seperti nabi. (10:6) Maka Roh TUHAN akan berkuasa atasmu; engkau akan kepenuhan bersama-sama dengan mereka dan berubah menjadi manusia lain.

 

Tanda pengurapan atas Saul ada 3 (tiga), yaitu:

YANG PERTAMA: Pada hari itu Saul akan bertemu dengan dua orang laki-laki yang memberitahukan bahwa

-    Keledai yang dicari diketemukan.

     Jadi Saul ini diurapi oleh Samuel pada saat Saul diperintahkan oleh ayahnya untuk mencari keledai-keledainya yang hilang.

-    Ayah Saul tidak lagi memikirkan keledai-keledai itu, tetapi kuatir mengenai Saul.

     Peristiwa itu terjadi dekat kubur Rahel. Dan dari rahim Rahel lahir dua anak laki-laki yaitu; Yusuf dan Benyamin. Sementara Saul berasal dari suku Benyamin.

v  Yusuf adalah gambaran dari Mempelai TUHAN.

v  Benyamin adalah gambaran dari Anak Laki-Laki -> Doa penyembahan.

Pendeknya, tanda pertama -> KASIH dari Allah Bapa kepada anak-anak-Nya.

Kalau TUHAN hadir dalam setiap pertemuan-pertemuan ibadah-ibadah kita sebagai Imam Besar Agung, Dia akan memimpin kita kepada dua klimaks;

1.    Menjadi mempelai TUHAN.

2.    Doa penyembahan itu berbicara kasih, kasih Bapa kepada anak-anaknya.

Jadi kalau TUHAN sedang berusaha untuk memimpin ibadah kita sampai kepada dua klimaks;

3.    Menjadi mempelai TUHAN, kelak menjadi mempelai TUHAN dimana wujudnya sekarang ini di bumi

4.    Doa penyembahan.

 

Jadi saudara jangan pernah berpikir, mengapa harus ada doa penyembahan? Itu kasih dari Allah Bapa kepada anak-anaknya. Maka kalau kita menyadari bahwa itu adalah kasih dari Allah Bapa kepada anak-anaknya, saya kira kita tidak perlu keberatan di hati untuk menjalankan ketekunan 3 macam ibadah pokok.

 

Tanda pengurapan Saul ada 3 (tiga), yaitu;

YANG KEDUA: Ditemui tiga orang laki-laki yang naik menghadap Allah di Betel.

-    Seorang membawa tiga ekor anak kambing.

-    Seorang membawa tiga ketul roti.

-    Seorang membawa tiga buyung anggur

 

Peristiwa itu terjadi di dekat pohon Tarbantin Tabor.

Pohon Tarbantin berbicara tentang; kekuatan, perlindungan, dan kebenaran.

Mengapa demikian? Karena pohon Tarbantin bisa dijadikan sebagai “naungan.” Tetapi yang tidak kalah penting pohon tarbantin itu juga berbicara tentang kebenaran. Ayat referensi: Yesaya 61:3.

Singkat kata, pohon Tarbantin Tabor --> Yesus Anak Allah, Dialah adalah kebenaran, sang FIRMAN ALLAH.

 

Tanda pengurapan Saul ada 3 (tiga), yaitu;

YANG KETIGA: Berjumpa dengan rombongan nabi yang turun dari bukit pengorbanan penuh dengan Roh El-Kudus dan Saul pun penuh dengan Roh El-Kudus dan ia menjadi manusia lain.

Manusia lain -> manusia Allah / manusia Ilahi / manusia rohani.

 

Jadi jelas tanda pengurapan atas Saul ada 3 yaitu:

5.    Penuh dengan kasih Allah.

6.    Penuh dengan Firman Allah.

7.    Penuh dengan Roh El-Kudus.

Jadi tiga dari pribadi Allah ada di dalam kehidupan dari Saul.

 

1 Samuel 10:7

(10:7) Apabila tanda-tanda ini terjadi kepadamu, lakukanlah apa saja yang didapat oleh tanganmu, sebab Allah menyertai engkau.

 

Apabila tiga tanda itu dialami oleh Saul, maka perintah Samuel kepada Saul; “... lakukanlah apa saja yang didapat oleh tanganmu...” Demikian juga kita, lewat ketekunan tiga macam ibadah pokok kita semua diurapi oleh TUHAN. Kalau kita merasa diurapi oleh TUHAN, lakukanlah apa saja yang didapat oleh tanganmu, apa saja yang bisa kita kerjakan; nanti TUHAN yang menyertai dan menanggung segala sesuatu.

 

Kepada kita dipercaya PPT (Pengajaran Pembangunan Tabernakel) maka kita harus mengerjakan apa yang harus kita kerjakan, jangan ditunda-tunda, dan jangan ragu. Mengapa? Sebab Allah menyertai (imanuel), sebab Allah juga bertanggung jawab mencukupkan segala sesuatu. Sama seperti ketika Abraham mempersembahkan Ishak, TUHAN yang menyediakan segala sesuatu, kerjakan saja apa yang bisa dikerjakan. Tidak usah pilih-pilih pekerjaan dan berkata seperti kaki; "Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh", tetapi kalau ditelusuri, jika tidak ada tangan bagaimana kaki bisa bekerja. Jadi tidak usah pilih-pilih tempat, dan tidak usah tinggalkan tempat dimana TUHAN sudah taruh supaya semua baik.

 

Jadi kalau sudah merasa diurapi oleh TUHAN, kerjakan saja apa yang bisa dikerjakan oleh tangan. Tidak usah pilih-pilih apa yang bisa dikerjakan oleh tangan. Siapa yang masih suka pilih-pilih pekerjaan? Kalau memang ingin mempertahankan pengurapan itu, kerjakan saja apa yang bisa dikerjakan, tidak usah pilih-pilih pekerjaan, dan tidak usah disuruh-suruh. Tetapi anehnya banyak diantara kita kalau hal yang lahiriah, menguntungkan cepat sekali, tidak usah dengar-dengaran.

 

Kembali saya sampaikan; apabila tanda itu terjadi sebagai tanda pengurapan atas Saul maka Saul harus mengerjakan apa saja yang didapat oleh tangan Saul. Alasannya; TUHAN menyertai, TUHAN menolong, TUHAN yang membela, TUHAN yang menyediakan, di atas gunung TUHAN segalanya tersedia.

 

Selanjutnya pesan Samuel kepada Saul: supaya Saul pergi ke Gilgal mendahului Samuel dan Ia akan menunggu Samuel di situ selama 7 (tujh) hari. Mengapa? Karena Samuel akan mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan kepada TUHAN. Sesudah itu nanti TUHAN akan memberitahukan segala sesuatu yang dikerjakan oleh Saul.

Jadi Saul harus menantikan pernyataan TUHAN, karena Saul tidak bisa mengerjakan apa yang harus dikerjakan, kalau TUHAN tidak perintahkan.

Jadi kita harus dengar-dengaran, jangan asal bekerja, baik menurut kita belum tentu baik bagi TUHAN.

 

1 Samuel 10:8

(10:8) Engkau harus pergi ke Gilgal mendahului aku, dan camkanlah, aku akan datang kepadamu untuk mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan. Engkau harus menunggu tujuh hari lamanya, sampai aku datang kepadamu dan memberitahukan kepadamu apa yang harus kaulakukan."

 

Selanjutnya, pesan Samuel kepada Saul; supaya Saul pergi ke Gilgal mendahului Samuel dan Saul akan menunggu di situ selama 7 hari. Karena, Samuel hendak mempersembahkan;

-    Korban bakaran.

-    Korban keselamatan.

Sesudah itu, TUHAN akan memberitahukan segala sesuatu yang akan dikerjakan oleh Saul.

 

1 Samuel 13:5 -- Perikop: “Ketidaktaatan Saul waktu orang Filistin datang menyerang.”

(13:5) Adapun orang Filistin telah berkumpul untuk berperang melawan orang Israel. Dengan tiga ribu kereta, enam ribu orang pasukan berkuda dan pasukan berjalan kaki sebanyak pasir di tepi laut mereka bergerak maju dan berkemah di Mikhmas, di sebelah timur Bet-Awen.

 

Bangsa Filistin berperang, melawan orang Israel dengan kekuatan yang digambarkan...

-    3000 kereta.

-    6000 orang pasukan berkuda.

-    Pasukan berjalan kaki sebanyak pasir di tepi laut.

Selanjutnya, mereka bergerak maju untuk menyerang orang Israel.

 

Lalu kita melihat situasi itu pada...

1 Samuel 13:6-9

(13:6) Ketika dilihat orang-orang Israel, bahwa mereka terjepit -- sebab rakyat memang terdesak -- maka larilah rakyat bersembunyi di gua, keluk batu, bukit batu, liang batu dan perigi;  (13:7) malah ada orang Ibrani yang menyeberangi arungan sungai Yordan menuju tanah Gad dan Gilead, sedang Saul masih di Gilgal dan seluruh rakyat mengikutinya dengan gemetar. (13:8) Ia menunggu tujuh hari lamanya sampai waktu yang ditentukan Samuel. Tetapi ketika Samuel tidak datang ke Gilgal, mulailah rakyat itu berserak-serak meninggalkan dia. (13:9) Sebab itu Saul berkata: "Bawalah kepadaku korban bakaran dan korban keselamatan itu." Lalu ia mempersembahkan korban bakaran.

 

Saul memang sudah menunggu Samuel di Gilgal selama 7 hari, tetapi karena dia merasa, ia telah ditinggalkan oleh rakyatnya juga tentaranya, dimana tentaranya sudah merasa terjepit. Karena terdesak akhirnya Saul pun memberanikan diri untuk mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan. Itu berarti Saul tidak melakukan sesuai dengan kesepakatan waktu dia diurapi, tidak mengikuti kesepakatan TUHAN, tidak taat kepada TUHAN sebab ia telah memberanikan diri untuk mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan.

 

Hati-hati, bukan berarti ketika kita melakukan sesuatu sampai berkorban-korban lalu kita merasa kita sudah baik, kita merasa sudah menunjukkan jasa yang suci, belum tentu. Belajar lebih dewasa ke depan. Kurang apa korban bakaran, kurang apa korban keselamatan, saat dipersembahkan disertai dengan korban ini dan itu, begitu banyak dan melelahkan.

 

Jadi sekali lagi saya sampaikan; bukan berarti sesuatu yang baik menurut kita, itu berkenan kepada TUHAN walaupun nampaknya sudah berkorban-korban. Bukan berarti ketika engkau melakukan yang baik sampai berkorban-korban lalu itu berkenan kepada TUHAN, belum tentu kalau itu datang dari dasar pemikiran daging mu.

Apa bedanya dengan Saul ini? Korban bakaran, korban keselamatan dipersembahkan, pagi-pagi buta berangkat, yang rohani diabaikan, aturan penggembalaan diabaikan, memang baik kelihatannya sampai berkorban waktu, korban tenaga, korban uang, tetapi kalau tidak sesuai dengan kesepakatan TUHAN tidak baik. Dasar kita sampai ke sini adalah ingat diawali tadi bahwa tubuh itu satu, meskipun anggotanya banyak. Ada kaki, tangan, mata, telinga, dan hidung.

 

1 Korintus 12:17

(12:17) Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman?

 

Kalau mata mendominasi seluruh tubuh, semua tempat pada tubuh, hilang (lenyaplah) pendengaran (tidak dengar-dengaran).

 

1 Samuel 13:10

(13:10) Baru saja ia habis mempersembahkan korban bakaran, maka tampaklah Samuel datang. Saul pergi menyongsongnya untuk memberi salam kepadanya.

 

Baru selesai mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, tampaklah Samuel datang dan Saulpun menyongsongnya untuk memberi Salam.

 

1 Samuel 13:11-12

(13:11) Tetapi kata Samuel: "Apa yang telah kauperbuat?" Jawab Saul: "Karena aku melihat rakyat itu berserak-serak meninggalkan aku dan engkau tidak datang pada waktu yang telah ditentukan, padahal orang Filistin telah berkumpul di Mikhmas, (13:12) maka pikirku: Sebentar lagi orang Filistin akan menyerang aku di Gilgal, padahal aku belum memohonkan belas kasihan TUHAN; sebab itu aku memberanikan diri, lalu mempersembahkan korban bakaran."

 

Saul memberanikan diri untuk mempersembahkan korban bakaran karena merasa bahwa Samuel belum tiba di Gilgal, sementara rakyat sudah meninggalkan dia. Sesungguhnya, walaupun kita ditinggalkan orang yang terkasih sekalipun, tetapi terhadap janji Firman TUHAN; jangan kita ingkari.

Siapapun yang meninggalkan kita, jangan coba-coba mengingkari janji Firman TUHAN. Tetapi kenyataannya sering kali kita mengingkari janji Firman TUHAN hanya supaya kita jangan ditinggalkan manusia. Karena takut ditinggalkan manusia maka kita rela mengingkari janji Firman TUHAN.

Meninggalkan ibadah demi pesta berminggu-minggu, tinggalkan ibadah hanya karena saudaranya (darah dan daging).

 

Semestinya, kalau sudah diurapi dan tiga tanda itu ada, tekun dalam 3 macam ibadah pokok, semestinya kita harus percaya kepada janji Firman walaupun dunia meninggalkan kita.

Pesan saya; TUHAN sudah terlebih dahulu disakiti oleh dunia ini, jadi jangan heran kalau kita disakiti oleh dunia ini. Jangan heran kalau engkau ditinggalkan orang yang terkasih mu, tetapi janji Firman jangan engkau ingkari.

 

1 Samuel 13:13

(13:13) Kata Samuel kepada Saul: "Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu; sebab sedianya TUHAN mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selama-lamanya.

 

Kata Samuel kepada Saul: "Perbuatanmu itu bodoh.”

Mengingkari janji Firman karena takut kepada manusia = perbuatan bodoh

Dalam mengikut TUHAN tidak boleh memikirkan untung rugi. Tetapi yang kita pikirkan untuk berpegang kepada janji Firman.

 

Jadi apa yang diperbuat oleh Saul adalah perbuatan bodoh karena Saul tidak mengikuti Firman Allah, tidak berpegang terhadap janji Firman Allah. Seandainya dia berpegang teguh kepada janji Firman Allah, TUHAN mengokohkan kerajaannya bagi Israel selama-lamanya. Selama-lamanya TUHAN menjadi raja atas kita.

Jangan kita ingkar janji karena takut kepada manusia, itu perbuatan bodoh.

 

1 Samuel 13:14

(13:14) Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. TUHAN telah memilih seorang yang berkenan di hati-Nya dan TUHAN telah menunjuk dia menjadi raja atas umat-Nya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan TUHAN kepadamu."

 

Saul adalah seorang raja yang tidak taat dan tidak dengar-dengaran karena tidak mau mengikuti perintah TUHAN.

 

Lebih baik TUHAN menjadi raja dan berkuasa / bertakhta di hati kita dengan lain kata TUHAN tetap memerintah sebagai raja atas kita. Daripada, tinggalkan TUHAN, tinggalkan wilayah pemerintahan-Nya hanya untuk manusia. Saya kira lebih baik TUHAN menjadi raja berkuasa/bertakhta di hati kita sekalipun harus ditinggalkan manusia. Demi kerajaan kekal karena untuk mencapai sorga kita buktikan di bumi. Apa yang terikat di bumi, terikat di sorga, apa yang kita lepaskan di bumi, terlepas di sorga.

 

1 Samuel 15:2-3

(15:2) Beginilah firman TUHAN semesta alam: Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalang-halangi mereka, ketika orang Israel pergi dari Mesir. (15:3) Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai."

 

Israel sudah berada pada tanah yang dijanjikan, tanah Kanaan. Jadi peristiwa Amalek menghalang-halangi perjalanan bangsa Israel di Padang Gurun sudah lama berlalu, ratusan tahun. Tetapi kesalahan Amalek tidak dilupakan oleh TUHAN (TUHAN ingat) lalu Saul diperintahkan membinasakan semua orang Amalek. TUHAN juga ingin membinasakan perkara-perkara yang sifatnya menghalang-halangi anak-anak TUHAN untuk datang beribadah kepada TUHAN, itu selalu diingat oleh TUHAN.

 

1 Samuel 15:9

(15:9) Tetapi Saul dan rakyat itu menyelamatkan Agag dan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dan tambun, pula anak domba dan segala yang berharga: tidak mau mereka menumpas semuanya itu. Tetapi segala hewan yang tidak berharga dan yang buruk, itulah yang ditumpas mereka.

 

Ternyata orang Israel membiarkan Agak raja Amalek hidup. Kemudian mengambil binatang-binatang yang gemuk (tambun) dari mereka; tidak ditumpas, kecuali binatang yang kurus kering kerontang, itulah yang ditumpas oleh orang Israel.

Padahal pada perjanjian sebelumnya pada ayat 2-3; Amalek harus ditumpas sampai kepada hewannya tanpa terkecuali, tetapi kenyataannya orang Israel mengambil satu orang hidup dari antara orang Amalek itulah Agag (raja Amalek) dan mengambil binatang yang tambun-tambun dan yang berharga menurut dia.

Jangan mempertahankan sesuatu yang berharga menurut kita kalau hal itu tidak berharga di mata TUHAN.

 

1 Samuel 15:10-11

(15:10) Lalu datanglah firman TUHAN kepada Samuel, demikian: (15:11) "Aku menyesal, karena Aku telah menjadikan Saul raja, sebab ia telah berbalik dari pada Aku dan tidak melaksanakan firman-Ku." Maka sakit hatilah Samuel dan ia berseru-seru kepada TUHAN semalam-malaman.

 

Apa yang diperbuat oleh Saul diketahui oleh TUHAN dan diberitahukan kepada Samuel lewat doa semalam-malaman.

Jadi kalau kita ada doa semalam-malaman pasti TUHAN beritahukan tentang segala sesuatu yang harus kita kerjakan.

Doa semalam suntuk sangat penting, di situ TUHAN berbicara dan memberitakan segala sesuatu. Demikian juga Samuel mendapatkan segala sesuatu terkait dengan raja Saul yang tidak saat, tidak setia, dan tidak dengar-dengaran.

 

1 Samuel 15:17-21

(15:17) Sesudah itu berkatalah Samuel: "Bukankah engkau, walaupun engkau kecil pada pemandanganmu sendiri, telah menjadi kepala atas suku-suku Israel? Dan bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas Israel? (15:18) TUHAN telah menyuruh engkau pergi, dengan pesan: Pergilah, tumpaslah orang-orang berdosa itu, yakni orang Amalek, berperanglah melawan mereka sampai engkau membinasakan mereka. (15:19) Mengapa engkau tidak mendengarkan suara TUHAN? Mengapa engkau mengambil jarahan dan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN?" (15:20) Lalu kata Saul kepada Samuel: "Aku memang mendengarkan suara TUHAN dan mengikuti jalan yang telah disuruh TUHAN kepadaku dan aku membawa Agag, raja orang Amalek, tetapi orang Amalek itu sendiri telah kutumpas. (15:21) Tetapi rakyat mengambil dari jarahan itu kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dari yang dikhususkan untuk ditumpas itu, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di Gilgal."

 

Samuel datang kepada Saul dan menunjuk dosanya bahwa Saul tidak dengar-dengaran, tetapi Saul merasa bahwa ia dengar-dengaran, Saul merasa dia sudah berbuat yang baik bahkan dia sudah berkorban. Biasanya begitu kalau orang sudah bekerja disertai dengan korban ini dan itu, dia merasa sudah berjasa, merasa sudah dengar-dengaran dan itulah yang dia katakan kepada Samuel, aku sudah dengar-dengaran, sambil membela dirinya dan berkata; “Tetapi rakyat mengambil dari jarahan itu kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dari yang dikhususkan untuk ditumpas itu, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di Gilgal."

 

Saya berharap kiranya TUHAN tolong kita terhadap apa yang TUHAN mau malam ini kepada kita terkait dengan anggota tubuh tetap berada pada tempat yang TUHAN kehendaki, dengar-dengaran, jangan itu hilang lenyap hanya karena pindah tempat, tinggalkan kediaman-Nya.

 

1 Samuel 15:22

(15:22) Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.

 

Mendengarkan suara TUHAN (dengar-dengaran), jauh lebih baik daripada mempersembahkan korban bakaran dan korban sembelihan dari binatang. Kemudian memperhatikan suara TUHAN lebih baik daripada lemak domba-domba jantan. Menari, berjingkrak-jingkrak saat memuji TUHAN = mempersembahkan lemak kepada TUHAN (Imamat 3:16).

 

1 Samuel 15:23

(15:23) Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja."

 

Saul mendurhaka kepada TUHAN, sementara pendurhakaan setara dengan dosa bertenung; pergi ke dukun, bertanya kepada horoskop (perbintangan). Kedegilan (kekerasan di hati) setara dengan penyembahan berhala.

Jadi, karena pendurhakaan dan kekerasan di hati akhirnya TUHAN menolak Saul menjadi raja atas Israel.

 

Inilah keadaan Saul ketika ia meninggalkan tempatnya dimana ia harusnya dengar-dengaran. Akhirnya TUHAN pun memilih Daud ganti Saul sebagai raja atas Israel sudah dikatakan di dalam 1 Samuel 13:14.

 

1 Raja-raja 3:6

(3:6) Lalu Salomo berkata: "Engkaulah yang telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada hamba-Mu Daud, ayahku, sebab ia hidup di hadapan-Mu dengan setia, benar dan jujur terhadap Engkau; dan Engkau telah menjamin kepadanya kasih setia yang besar itu dengan memberikan kepadanya seorang anak yang duduk di takhtanya seperti pada hari ini.

 

Ini adalah pengakuan Salomo; Daud adalah seorang yang setia, sampai pada akhirnya Salomo juga duduk di atas takhta dan menjadi raja itu karena Daud setia.

 

1 Raja-raja 14:8

(14:8) Aku telah mengoyakkan kerajaan dari keluarga Daud dan memberikannya kepadamu, tetapi engkau tidak seperti hamba-Ku Daud yang tetap mentaati segala perintah-Ku dan mengikuti Aku dengan segenap hatinya dan hanya melakukan apa yang benar di mata-Ku.

 

Mazmur 89:20-21

(89:20) Pernah Engkau berbicara dalam penglihatan kepada orang-orang yang Kaukasihi, kata-Mu: "Telah Kutaruh mahkota di atas kepala seorang pahlawan, telah Kutinggikan seorang pilihan dari antara bangsa itu. (89:21) Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku; Aku telah mengurapinya dengan minyak-Ku yang kudus, (89:22) maka tangan-Ku tetap dengan dia, bahkan lengan-Ku meneguhkan dia.

 

Daud adalah seorang yang taat, setia, dengar-dengaran itu sebabnya TUHAN mengurapi dia menjadi raja atas Israel ganti Saul.

 

Kisah Para Rasul 13:22

(13:22) Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.

 

Daud adalah pribadi yang taat, setia, dan dengar-dengaran, itu sebabnya dia menulis Mazmur Daud 23; “TUHAN adalah gembalaku.” Mengapa dia menulis TUHAN adalah gembalaku? Karena dia ingin menunjukkan pengalamannya kepada kita sebagai satu kehidupan domba yang dengar-dengaran.

TUHAN menempatkan dia sebagai anggota dan diletakkan pada tubuh sesuai dengan kehendak TUHAN, dengar-dengaran. Jangan tinggalkan tempat yang ditentukan TUHAN. Dahulu malaikat-malaikat sebelum memberontak berada di tempatnya di dalam kerajaan sorga, taat, setia, dengar-dengaran. Namun pada akhirnya mereka memberontak, malaikat-malaikat tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, tidak dengar-dengaran. Tetapi Daud adalah kehidupan yang dengar-dengaran. Jadi dengar-dengaran ini yang nanti akan menghantarkan kehidupan kita sampai kepada kekekalan. Itulah doa dan harapan saya.

 

Domba jangan jadi gembala, gembala jangan jadi domba. Domba beranak domba, yang mencari jiwa domba-domba, itu yang benar, gembala beranak gembala. Jadi kalau domba tidak mau mencari jiwa dengan alasan ini itu, itu bukan domba yang dengar-dengaran.

Gembala beranak gembala dan domba beranak domba. Tidak mungkin domba beranakkan gembala,

 

Jadi jangan tinggalkan tempat kediaman yang TUHAN kehendaki supaya kita diberkati, berhasil, dipakai menurut kehendak TUHAN. Dan kalau kita dengar-dengaran itu sarana menghantar kita sampai kepada Kerajaan Sorga. Amin.

 

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

No comments:

Post a Comment