KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Tuesday, August 12, 2025

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 31 JULI 2025

 


IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 31  JULI 2025

 

KITAB MALEAKHI 2

(Seri 11)

 

Subtema: KEPUTUSAN TERLETAK PADA SALIB

 

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena kemurahan TUHAN kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN kudus. Sehingga kita datang menghadap TUHAN lewat Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN, bapak/ibu, saudara/i yang turut bergabung lewat online / live streaming / video internet baik dari YouTube maupun dari Facebook atau dari media sosial lainnya yang dapat diakses (digunakan). Namun tetaplah berdoa dalam roh, mohon kemurahan TUHAN, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita masing-masing. 

 

Marilah kita sambut STUDY MALEAKHI sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci.

Maleakhi 2:15

(2:15) Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.

 

Allah yang Esa menjadikan laki-laki dan perempuan (suami dan isteri) daging dan Roh.

 

Kita akan melihat dan membuktikan dalam…

Kejadian 1:26-27

(1:26) Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." (1:27) Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

 

Di sini kita melihat bahwasanya; Allah menciptakan manusia (laki-laki dan perempuan) itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia. Itu berarti; sama mulia dengan Allah, istilah lain bercahaya kemuliaan Allah.

 

Saudara, mempelai wanita memang bercaya kemuliaan Allah sama seperti permata Yaspis jernih seperti Kristal.

Kristal = transparan, itu berarti; tidak ada sesuatu apapun yang disembunyikan, ayat referensi: Wahyu 21:9-11.

Demikianlah Allah menjadikan laki-laki dan perempuan.

 

Bukti laki-laki dan perempuan bercahaya kemuliaan Allah.

Kejadian 1:28

(1:28) Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

 

Allah memberkati laki-laki dan perempuan. Jadi, kalau laki-laki dan perempuan menjadi satu (disatukan), itu namanya diberkati. Tanda diberkati ialah; beranak cucu dan taklukkanlah bumi, maksudnya; berkuasa atas 3 (tiga) hal, yakni;

1.       Berkuasa atas ikan-ikan di laut.

2.       Berkuasa atas burung-burung di udara.

3.       Berkuasa atas binatang yang merayap di bumi.

 

Singkat kata, berkat kesatuan hati antara laki-laki dan perempuan ialah; beranak cucu dan menaklukan bumi. Itu berarti; di dalam kesatuan ada kuasa yang tidak terbatas dan tidak tertandingi oleh apapun di bumi ini.

Tentang berkuasa atas ikan-ikan di laut sudah kita bahas bersama-sama di minggu yang lalu. Saya kira masih jelas dalam ingatan kita dan kiranya kita semua diberkati oleh TUHAN Yesus.

 

Sekarang kita memperhatikan tentang: BERKUASA ATAS BURUNG-BURUNG DI UDARA

Burung-burung di udara → roh-roh jahat di udara.

 

Mari kita lihat roh-roh jahat di udara dalam…

Efesus 6:10  — Perikop: “Perlengkapan rohani”

(6:10) Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.

 

Kuat karena kuasa TUHAN, kuat karena salib di Golgota, bukan karena kita punya kelebihan, dengan lain kata; dalam kesatuan ada kekuatan -- kuasa salib yang mempersatukan.

Yesus datang ke dunia ini untuk menderita sengsara dan mati di atas kayu salib, supaya laki-laki dan perempuan bersatu. Itu sebabnya laki-laki harus meninggalkan ayahnya dan ibunya (Matius 19:5). 

Jadi kekuatan kita datang dari kesatuan.

 

Efesus 6:11-12

(6:11) Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; (6:12) karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

 

Perjuangan kita bukan melawan darah dan daging atau sesama manusia. Kita berjuang melawan roh-roh jahat di udara dengan segala tipu muslihatnya. Jadi jangan kita keliru dalam perjuangan, kita bukan berjuang melawan darah daging atau sesama, tetapi berjuang melawan roh-roh jahat di udara dengan segala tipu muslihatnya.

 

Pendeknya, rasul Paulus mengajarkan Firman Allah yang benar kepada jemaat di Efesus, sesuai dengan apa yang dia lihat dan yang dia dengar dari Yesus Kristus yang menderita sengsara di atas kayu salib.

Ayat referensi; Kisah Para Rasul 9:4-5 -- Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?" Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: "Akulah Yesus yang kauaniaya itu.

 

Memang seorang hamba TUHAN tidak boleh mengajar Firman Allah kepada sidang jemaat sesuai dengan pengetahuan atau kemampuan yang ia miliki. Tetapi, menyampaikan Firman Allah harus sesuai dengan apa yang ia dengar, ia lihat dari salib di Golgota.

 

Adapun perjalanan salib itu dimulai dari TAMAN GETSEMANI sampai ke BUKIT GOLGOTA

Jadi, bukit Golgota ada di muka (depan) taman Getsemani.

 

Kita lihat peristiwa DI TAMAN GETSEMANI dalam…

Matius 26:53-54 – Perikop: “Yesus ditangkap di taman Getsemani”

(26:53) Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku? (26:54) Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan, bahwa harus terjadi demikian?"

 

Yesus harus menggenapi kitab suci itulah kitab yang ditulis oleh para nabi, yakni; menderita sengsara dan mati di atas kayu salib. Intinya, perjuangan kita adalah memikul sebuah kebenaran yang datang dari salib di Golgota.

Perjuangan kita bukan melawan darah daging / sesama sehingga harus minta bala bantuan dari malaikat di Sorga, sebagaimana yang tertulis pada ayat 53 -- Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?

 

Jadi sekali lagi saya sampaikan, perjuangan kita bukan melawan darah dan daging (sesama). Kalau perjuangan kita melawan darah dan daging (sesama) maka kita akan berjuang, tetapi kalau kalah kita akan minta bala bantuan seperti yang dikatakan oleh Yesus. Tetapi, karena perjuangan kita bukan melawan darah dan daging, melainkan penghulu-penghulu di udara dengan segala tipu muslihatnya, maka mau tidak mau; kita juga harus berjuang memikul kebenaran yang datang dari salib.

 

Selanjutnya, Yesus DIHADAPAN MAHKAMA AGAMA

Matius 26:62-63 -- Perikop:  “Yesus dihadapan Mahkama Agama”

(26:62) Lalu Imam Besar itu berdiri dan berkata kepada-Nya: "Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?" (26:63) Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: "Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak."

 

Sekalipun ada tuduhan-tuduhan dari saksi-saksi dusta, tetapi Yesus tetap diam; tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, karena Yesus sadar betul bahwa perjuangan kita bukan melawan darah daging. Yesus tidak sedang berjuang melawan darah daging, melawan orang-orang Yahudi tetapi Yesus berjuang melawan tipu muslihat dari iblis setan.

 

Matius 26:66-68

(26:66) Bagaimana pendapat kamu?" Mereka menjawab dan berkata: "Ia harus dihukum mati!" (26:67) Lalu mereka meludahi muka-Nya dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia, (26:68) dan berkata: "Cobalah katakan kepada kami, hai Mesias, siapakah yang memukul Engkau?"

 

Di sini kita melihat, orang-orang Yahudi (sebagangsanya) yang ada di pengadilan agama melakukan 3 (tiga) hal, antara lain;

1.       Meludahi Yesus

2.       Meninju wajah Yesus

3.       Orang-orang lain turut memukul Yesus

Namun Yesus tetap berdiam diri, Ia tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, sebab perjuangan kita bukan melawan darah daging -- itu harus kita sadari.

 

Kemudian, Yesus berada DI HADAPAN PONTIUS PILATUS

Matius 27:11-14 – Perikop: “Yesus di hadapan Pontius Pilatus”

(27:11) Lalu Yesus dihadapkan kepada wali negeri. Dan wali negeri bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Engkau sendiri mengatakannya." (27:12) Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap Dia, Ia tidak memberi jawab apa pun. (27:13) Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Tidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?" (27:14) Tetapi Ia tidak menjawab suatu kata pun, sehingga wali negeri itu sangat heran.

 

Tetapi Ia tidak menjawab suatu kata pun, sehingga wali negeri itu sangat heran.

Yang Pontius Pilatus tahu; kebenaran harus benar, tidak boleh dipersalahkan, bila perlu dibawa sampai ke meja hijau (pengadilan). Dan pada saat itu Yesus juga sudah diperhadapkan di pengadilan Pontius Pilatus, tetapi Yesus tetap berdiam diri, Dia tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Sekalipun ada tuduhan-tuduhan yang diajukan dari imam-imam kepala, tua-tua dan orang-orang Yahudi, TUHAN Yesus tetap berdiam diri, Ia tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, walaupun itu sangat menyakitkan sekali.

 

Tetapi saudara, banyak juga orang Kristen menderita karena kesalahannya sendiri, tetapi ia yang jengkel juga (tidak masuk akal). Padahal, yang TUHAN ajarkan kepada kita adalah berjuanglah untuk melawan roh-roh jahat di udara dengan segala tipu muslihatnya, ini bukan perjuangan kita bukan perjuangan yang keliru. Kalau perjuangan kita melawan darah dan daging, itu adalah perjuangan yang keliru.

 

Matius 27:27-28 --- Perikop: “Yesus diolok-olokan”

(27:27) Kemudian serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus. (27:28) Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya. (27:29) Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: "Salam, hai raja orang Yahudi!" (27:30) Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya. (27:31) Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan.

 

Selanjutnya, di sini kita melihat prajurit-prajurit Romawi…

-          Mengolok-olok / mempermain-mainkan / merendahkan Yesus Kristus sebagai Raja orang Yahudi.

-          Meludahi wajah Yesus.

TUHAN Yesus diludahi sebanyak 2 (dua) kali.

1.       Ludah dari oleh bangsa kafir yang diwakili oleh prajurit Romawi (ayat 27-30)

2.       Ludah yang mewakili bangsa Yahudi (Matius 26:67)

 

Ludah berbicara tentang sesuatu yang menajiskan, sebab apa yang keluar berasal dari dalam, itu yang menajiskan (Matius 15:18).

  1. Yang menajiskan bangsa kafir; penyembahan berhala.
  2. Yang menajiskan bangsa Israel; selain penyembahan berhala, mereka menduakan telah hati TUHAN, kepada Yesus Juruselamat sampai hari ini. Yahudi ortodoks belum percaya bahwa Yesus lahir, (telah datang ke dunia). Ini adalah ludah yang sangat menyakitkan, kalau hanya bau tidak apa-apa, tapi bangsanya sendiri tidak mengakui Dia.

 

Matius 27:26, 31

(27:26) Lalu ia membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan. (27:31) Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan.

 

Akhirnya, dengan keputusan bulat, Yesus divonis dengan hukuman mati di atas kayu salib oleh Pontius Pilatus seperti yang dikehendaki oleh orang-orang Yahudi. Kemudian, mereka membawa Yesus keluar untuk disalibkan.

Artinya bagi kita adalah; orang yang disalibkan adalah orang yang tidak mau membalas kejahatan dengan kejahatan. Kemudian, orang itu adalah orang yang mau dan rela keluar dari zona kenyamanannya. Itu berarti ia tidak lagi;

-          Mempertahankan kepentingan diri / egosentris.

-          Mempertahankan kebenaran diri sendiri.

-          Mempertahankankan kekauannya.

 

Jadi,  Yesus memang pergi ke Yerusalem, Ia harus menderita sengsara dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat. Sebagaimana yang diceritakan oleh Yesus kepada murid-murid  di dalam…

Matius 16:21 – Perikop: “Pemberitahuan pertama tentang penderitaan Yesus dan syarat-syarat mengikuti Dia”

(16:21) Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.

 

Yesus tidak disalibkan di Yerusalem tetapi Yesus disalibkan di luar Yerusalem.

Jadi, sekali lagi saya sampaikan; orang yang mau menderita sengsara bahkan mati di atas kayu salib adalah orang yang tidak lagi mempertahankan harga dirinya, egosentrisnya dan kebenaran diri sendirinya sendiri, tetapi dengan rela ia dari situ. Seperti Yesus harus meninggalkan kemah-Nya, meninggalkan hidup-Nya, meninggalkan dan melepaskan segala sesuatunya.

 

Singkat kata di sini kita melihat, Yesus berjuang untuk memikul kebenaran yang datang dari salib, Ia tidak berjuang untuk melawan darah dan daging / sesamanya. Andaikata Yesus berjuang untuk melawan darah daging / sesama manusia, maka rencana Alalh yang besar yaitu; menyemalatkan manusia berdosa dari maut; gagal total. 

 

Demikian juga, kalau kita menolak salib di tengah ibadah dan pelayanan berarti; gagal untuk diselamatkan. Karena syarat untuk mengikut TUHAN adalah;

1.       Sangkal diri, berarti; menyangkal dirinya termasuk kelebihan-kelebihan.

2.       Memikul salib = memikul kebenaran yang datang dari salib →  orang yang bertanggungjawab dalam kebenaran, kesucian sampai kepada kesempurnaan kelak.

3.       Mengikut TUHAN berarti; tidak menyimpang ke kiri dan ke kanan.

Inilah orang yang benar-benar keluar dari zona kenyamanan.

 

Perlu untuk diketahui, sesungguhnya….

YANG PERTAMA: Yesus adalah seorang Raja, Dia Raja di atas segala raja melebihi kekaisaran Romawi kuno yang diwakili oleh Pontius Pilatus. Ayat referensi: Matius 27:11 -- Lalu Yesus dihadapkan kepada wali negeri. Dan wali negeri bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Engkau sendiri mengatakannya."

Jadi, yang berhadapan dengan raja adalah raja. Pontius Pilatus adalah perpanjangan dari keraajaan Romawi, sedangkan Yesus adalah Raja di atas segala raja melebihi Pontius Pilatus.

 

YANG KEDUA: Yesus juga Imam Allah yang Maha Tinggi atau Imam Besar Agung melebihi imam besar Kayafas. Sebab, imam besar Kayafas masih kompromi dengan saksi-saksi dusta sebagaimana yang tertulis dalam Matius 26:61-63 --  yang mengatakan: "Orang ini berkata: Aku dapat merubuhkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari." Lalu Imam Besar itu berdiri dan berkata kepada-Nya: "Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?"  Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: "Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak." 

(Mesias → pemimpin yang diurapi)

 

YANG KETIGA: Yesus juga adalah seorang Nabi yang besar yang telah dinubuatkan oleh nabi-nabi dan yang dituliskan di dalam kitab suci. Sebagaimana yang tertulis dalam Matius 26:54-56  “... Akan tetapi semua ini terjadi supaya genap yang ada tertulis dalam kitab nabi-nabi…..".

Di sini kita melihat nabi-nabi telah menubuatkan bahwa Yesus harus menderita sengsara dan mati di atas kayu salib, menunjukkan bahwa Yesus adalah seorang nabi, Dia adalah nabi besar.

 

Singkat kata Yesus adalah

-            Raja yang bijaksana

-            Imam Besar yang bijaksana

-            Nabi yang bijaksana

Sebab keputusan-Nya terletak pada salib, sehingga….

-            Raja di atas segala raja tidak terperangkap dengan tipu muslihat iblis setan.

-            Imam Besar Agung tidak terperangkap dengan tipu muslihat iblis setan.

-            Nabi besar tidak terperangkap dengan tipu muslihat iblis setan.

 

Pendeknya, kalau keputusan kita terletak pada salib, pasti tidak terperangkap terhadap tipu muslihat iblis setan. Mengapa Yesus tidak mau membalas kejahatan dengan kejahatan? Karena perjuangan Yesus bukan melawan darah dan daging, tetapi Ia berjuang melawan tipu daya iblis setan. 

 

Jadi, sentral dari semua persoalan ada pada salib, itu yang menjadikan…

-       Seorang raja bijaksana

-       Seorang imam bijaksana

-       Seorang gembala yang menyampaikan Firman bijaksana.

Demikian juga anak-anak TUHAN, akan menjadi kehidupan yang bijaksana kalau keputusannya diletakkan pada salib di Golgota. Ia tidak akan pernah terperangkap terhadap tipu muslihat dari iblis setan. 

 

Itu sebabnya, ketika Yesus divonis dengan hukuman menderita sengsara dan mati di atas kayu salib, Ia tidak mengadakan pembelaan atas diri-Nya sendiri. TUHAN Yesus bulat menyerahkan diri-Nya untuk menderita sengsara dan mati di atas kayu salib, supaya rencana TUHAN tidak gagal. Andaikata Ia membalas kejahatan dengan kejahatan; Ia terperangkap dengan tipu muslihat iblis setan, sehingga rencana Allah batal untuk menyelamatkan manusia di atas kayu salib.

Jangan kita digagalkan oleh tipu muslihat iblis setan karena menolak salib. Jadi, jangan suka mengeluh, tetapi kita harus berjuang melawan tipu daya iblis setan, berjuang untuk memikul kebenaran di atas pundak -- kebenaran yang datang dari salib.

 

Di atas tadi kita sudah melihat…

-            Yesus di taman Getsemani.

-            Yesus di pengadilan agama, imam besar Kayafas

-            Yesus di hadapan Pontius Pilatus

 

Sekarang, kita lihat KEADAAN GEREJA DI AKHIR ZAMAN.

Wahyu 12:1-4 — Perikop: “Perempuan dan naga”

(12:1) Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. (12:2) Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.  (12:3) Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.  (12:4) Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya. 

 

Di sini kita melihat sidang mempelai TUHAN yakni; gereja TUHAN yang sempurna, berhadapan langsung dengan naga merah padam yang besar. Sebetulnya, Yesus juga telah berhadapan dengan naga merah padam yang besar dimulai dari taman Getsemani, di hadapan Mahkama Agama (imam besar Kayafas) dan di hadapan Pontius Pilatus = berhadapan dengan naga merah padam yang besar. Kenapa saya mengatakan itu naga merah padam yang besar? Sebab, naga merah padam yang besar adalah setan tritunggal. Sebagaimana…

-          Ayat 3 -- seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, ini adalah ANTIKRIS.

-          Ayat 4 -- ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit, ini adalah NABI-NABI PALSU

 

Jadi setan tritunggal adalah

1.       Naga merah padam

2.       Antikris 

3.       Nabi-nabi Palsu

 

Demikian juga tadi…

-            Yesus berhadapan dengan raja, itulah Pontius Pilatus

-            Yesus juga berhadapan dengan imam besar Kayafas

-            Yesus juga berhadapan dengan Yudas Iskariot, gambaran dari nabi-nabi palsu.

Inilah setan tritunggal. Jadi, Yesus telah berhadapan dengan naga merah besar padam. Dan ternyata sidang mempelai TUHAN juga berhadapan dengan setan tritunggal; naga merah padam, antikris dan nabi-nabi palsu. Apa yang dialami TUHAN Yesus juga dialami oleh gereja TUHAN yang sempurna di akhir zaman.

Peristiwa itu terjadi di akhir zaman, bukan lagi di taman Getsemani, bukan lagi di pengadilan Mahkama Agama, bukan lagi di pengadilan wali negeri.

 

Jadi sekali lagi saya sampaikan; sidang mempelai TUHAN berhadapan dengan naga merah padam yang besar. Apakah tipu muslihat setan? Jawabnya; sama sebagaimana dalam  Wahyu 12:9 --- Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia --- berhadapan dengan tipu muslihat dari setan tritunggal, sama seperti yang dialami TUHAN Yesus Kristus.

 

Intinya, sidang mempelai TUHAN berjuang menghadapi tipu muslihat iblis setan itulah si ular tua, sebab keputusanya juga terletak pada salib Kristus; Ia menderita dengan berteriak kesakitan.

Puncak penderitaan dari seorang perempuan adalah pada saat hendak melahirkan anak, sebagaimana ayat 2 -- Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.

Jadi, jelas dari sini kita dapat melihat keputusannya terletak pada salib di Golgota sebab ia rela menderita sampai puncak penderitaan (hendak melahirkan). Penderitaan itu seperti sudah berada di leher. Kalau penderitaan itu sudah sampai ke leher, itu berarti tidak lama lagi semua akan berlalu.

 

Oleh sebab itu, jangan heran, jangan menangis, jangan mengeluh melihat Pengajaran Salib yang ditegakkan di tengah ibadah dan pelayanan yang TUHAN percayakan ini. Kalau Yesus sendiri sedang berjuang menghadapi tipu muslihat iblis setan, maka gereja TUHAN yang sempurna juga sama di akhir zaman ini, tetapi semuanya diletakan di kaki salib. Malam ini dan seterusnya, mari kita bawa hidup kita dan segala persoalan yang kita hadapi kepada TUHAN. Tidak ada manusia yang tidak diperhadapkan dengan persoalan.

 

Saudara, adapun mempelai TUHAN membangun hubungan intim dengan TUHAN (masa pertunangan) hingga ia mengandung, dimulai dari WAHYU 8 sampai WAHYU 12. Dalam WAHYU 12 di situlah mempelai perempuan hendak melahirkan, ia menanggung menderita dan berteriak kesakitan, dia mengeluh. Memang puncak penderitaan dari seorang perempuan adalah saat ia hendak melahirkan.

WAHYU 1, rasul Yohanes mendapat penglihatan di Pulau Patmos.

WAHYU 2 - 3, rasul Yohanes menceritakan tujuh sidang jemaat di Asia kecil.

WAHYU 4, rasul Yohanes melihat Tabernakel di Sorga.

WAHYU 5 itulah kitab meterai dan Anak Domba.

Wahyu 6 enam meterai pertama dibuka.

WAHYU 7 tampilnya inti mempelai dengan jumlah 144.000

WAHYU 8 dimulai pasal ini gereja TUHAN membangun hubungan intimnya dengan Mempelai Laki-Laki Sorga, sehingga mempelai perempuan mengandung.

WAHYU 12 perempuan (gereja TUHAN) hendak melahirkan.

 

Wujud dari mempelai TUHAN ialah…

1.       Berselubungkan matahari = disalut dengan Kasih Allah

2.       Bulan di bawah kaki = berdiri di atas korban Kristus, berdiri di atas ketebusan TUHAN. 

Kalau kita berdiri di atas ketebusan TUHAN, kita kuat menghadapi ujian-ujian yang ada di atas muka bumi ini; kuat dan teguh hati (tidak mudah goyah)

3.       Bermahkotakan dua belas bintang di atas kepala → pemimpin yang diurapi, yang ditinggikan di langit = orang-orang yang bijaksana = bintang-bintang di langit

 

Pendeknya…

-          Mempelai TUHAN bersekutu dengan kasih Allah.

-          Mempelai TUHAN bersekutu dengan Firman Allah.

-          Mempelai TUHAN bersekutu dengan Roh  Allah.

Ketiga hal ini adalah BENIH ILAHI, sehingga dari situlah mempelai perempuan / gereja TUHAN itu mengandung.

 

Sekarang kita bandingkan dengan keadaan Yesus ketika di taman Getsemani. Inti sari dari Matius 26:47-55….

        Ayat 47-52 Yesus tidak berbuat dosa → Yesus penuh dengan Firman Allah

        Ayat 53-54 Kejahatan tidak dibalas dengan kejahatan → Yesus penuh dengan kasih Allah

        Ayat 55 Tipu tidak ada dalam mulut Yesus → Yesus penuh dengan Roh Kudus

Ini adalah perbandingan antara sidang mempelai TUHAN di dalam Wahyu 12:1-2 tadi dengan Matius 26:47-55.

 

Sekarang kita melihat…

1 Petrus 2:21 

(2:21) Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

 

Kita dipanggil untuk mengikuti teladan yang ditinggalkan TUHAN dan mengikuti jejak-Nya yaitu; tapak-tapak kaki Yesus yang berdarah -- Jangan menyimpang ke kiri dan ke kanan.

 

1 Petrus 2:22-23

(2:22) Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. (2:23) Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.

 

Tapak-tapak kaki Yesus yang berdarah, antara lain;

1.         Ia tidak berbuat dosa, berarti; penuhlah Yesus dengan FIRMAN ALLAH, sebab Firman Allah adalah kebenaran yang hakiki.

2.         Tipu tidak ada dalam mulut-Nya = penuh dengan ROH KUDUS.

Orang yang penuh Roh Kudus tidak suka berdusta.

3.         Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan = penuh dengan KASIH ALLAH.

 

Saudara, kalau kita mengikuti tapak-tapak kaki Yesus yang berdarah maka pada saat itu juga semua dosa gugur / rontok dan musuh pun akan lari dari kehidupan kita, dengan lain kata; musuh terkalahkan.

 

1  Petrus 2:24

(2:24) Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

 

Keputusan Yesus jelas dan bulat untuk memikul salib.

Jadi, jelas sekali bahwa tiga benda penerang ada di dalam diri Yesus

-          Kasih = matahari

-          Penuh dengan Roh Kudus = bermahkotakan dua belas bintang di atas kepala

-          Penuh dengan kebenaran dari Firman = bulan di bawah kaki

Hal ini menunjukkan bahwa Yesus adalah Mempelai Pria Sorga, sedangkan gereja TUHAN yang sempurna adalah mempelai wanita TUHAN.

 

Jadi saudara, apa yang disampaikan oleh rasul Petrus di dalam surat 1 Petrus 2:21-23 sangat sesuai dengan Matius 26:47-55. Persis seperti rasul Paulus, ia mengajarkan Firman Allah sesuai dengan apa yang ia lihat, ia dengar dari TUHAN Yesus Kristus. Demikian juga rasul Petrus mengajarkan semua itu kepada gereja TUHAN di akhir zaman,

Jadi, berjuang menghadapi tipu daya iblis setan bukan hanya di taman Getsemani, bukan saja di zaman Yesus, tetapi sampai kepada zaman akhir. Itulah yang diajarkan…

-            Rasul Paulus pada saat gereja hujan awal 

-            Yang diajarkan oleh rasul Petrus kepada gereja hujan akhir

 

Saudara, lewat peristiwa salib kita melihat Yesus penuh dengan Firman, Roh dan Kasih, itulah keadaan dari mempelai perempuan TUHAN, gereja TUHAN yang sempurna. Sedangkan wujudnya ada dalam Matius 26:36-46 --- Yesus di taman Getsemani untuk berdoa dan berjaga-jaga itulah doa penyembahan.

Jadi benar sekali bahwa salib membawa kita sampai kepada 2 (dua) klimaks, yaitu;

1.       Mempelai wanita TUHAN (Matius 26:47-55).

2.       Wujdunya; doa penyembahan (Matius 26:36-46).

 

Pendeknya, tidak ada cara lain untuk berkuasa kepada burung-burung di udara selain; laki-laki dan perempuan diberkati (disatukan) oleh salib di Golgota --  Laki-laki meninggalkan ayah dan ibunya untuk bersatu dengan isterinya. Yesus Mempelai Laki-Laki sudah meninggalkan

-            Reputasi-Na

-            Kemuliaan-Nya

-            Rumah-Nya di Sorga

-            Bapanya di Sorga 

Lalu turun ke dunia, menderita sengsara dan mati di atas kayu salib, supaya laki-laki dan perempuan bersatu. Dan berkat dari kesatuan, berkuasa kepada burung-burung di udara / roh-roh jahat di udara dengan segala tipu muslihatnya.

Jadi, perjuangan kita bukan melawan darah daging / sesama, tetapi perjuangan kita adalah melawan tipu daya iblis setan. Jangan kita keliru dalam perjuangan ini.

 

Inilah Firman Allah yang dapat saya sampaikan, dan ini saya sampaikan sesuai dengan apa yang saya lihat, saya terima dari TUHAN; tidak ditambahkan dan tidak dikurangkan. 

Kita sudah melihat TUHAN Yesus berjuang di taman Getsemani, berjuang di hadapan Pilatus, di hadapan Mahkama Agama itulah naga merah padam yang besar. Ternyata, sidang mempelai TUHAN / gereja TUHAN yang sempurna juga berhadapan dengan tritunggalnya setan di akhir zaman, bahkan puncak penderitaan itu saat hendak mempelai TUHAN melahirkan. Jadi mempelai perempuan telah membangun hubungannya dengan TUHAN Mempelai Laki-Laki Sorga dan ia mengandung tiga jenis benih; kasih, Firman dan Roh Allah.

 

Wahyu 12:1-4 adalah penampilan dari mempelai TUHAN dan dia berhadapan dengan iblis setan dengan segala tipu dayanya. Tetapi ayat 5

Wahyu 12:5

(12:5) Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya. 

 

Di sini kita melihat penampilan serta wujud dari mempelai TUHAN, hasil hubungannya dengan Mempelai Laki-Laki Sorga yaitu; melahirkan seorang anak laki-laki bicara soal doa penyembahan.

Hanya satu perkara yang dapat melepaskan kita dari magnet bumi (daya tarik bumi) itulah doa penyembahan, bagaikan asap dupa kemenyan naik ke hadirat Allah, menembusi takhta Allah, Berarti sanggup mengalahkan iblis setan dengan segala tipu muslihatnya

 

Oleh sebab itu, mulai dari sekarang marilah bersama-sama kita saling mendoakan, saling menguatkan, saling support supaya tumbuh bersama dengan Dia. Sehingga dengan demikian kita mampu dan berkuasa atas burung-burung di udara / roh-roh jahat di udara dengan segala tipu muslihatnya.

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

No comments:

Post a Comment