IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 7 AGUSTUS 2025
MALEAKHI 2:15
(SERI 3)
Subtema: SISTEM PENGGEMBALAAN ANAK LAKI-LAKI
Damai sejahtera bagi kita semua.
Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN yang telah menghimpunkan kita di atas gunung TUHAN yang kudus lewat Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci.
Saya juga tidak lupa menyapa, anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN, bapak/ibu, saudara/I yang bergabung lewat online dimanapun saudara berada. Kiranya damai sejahtera dari Sorga memerintah di tengah-tengah kita, hati kita, sehingga kita boleh mengalami satu sukacita dan bahagia saat kita duduk diam mendengarkan Sabda Allah. Namun jangan lupa, tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan TUHAN, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita masing-masing.
Selanjutnya, marilah kita sambut STUDY MALEAKHI sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab.
Maleakhi 2:15
(2:15) Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
Singkat kata, Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh
Kata "mereka" -> Laki-laki dan perempuan (suami isteri), itulah Adam dan Hawa.
Marilah kita melihat peristiwa itu dalam…
Kejadian 1:26-27
(1:26) Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." (1:27) Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
Allah menjadikan laki-laki dan perempuan menurut gambar dan rupa Allah, berarti;
a. Sempurna; tanpa cacat atau cela atau kerut atau yang serupa itu. Ayat referensi: Efesus 5:26-27
b. Sama mulia dengan Allah = bercahaya kemuliaan ALLAH. Ayat referensi: Wahyu 21:9-11
Kejadian 1:28
(1:28) Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."
Selanjutnya, Allah memberkati mereka (laki-laki dan perempuan).
Kata "memberkati" disini merujuk kepada SALIB KRISTUS yang berkuasa untuk mempersatukan laki-laki dan perempuan.
Ayat referensi: Matius 19:5 -- Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
Hal itu juga telah digenapi oleh TUHAN Yesus Kristus 2000 tahun yang lalu di atas kayu salib.
Filipi 2:5-7
(2:5) Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, (2:6) yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, (2:7) melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
Yesus telah melepaskan segala reputasi-Nya, berarti Dia telah meninggalkan rumah-Nya dan Bapa-Nya di Sorga dan turun ke dunia dan menjadi sama dengan manusia.
Kemudian, “dalam keadaan sebagai manusia” …
Filipi 2:8
(2:8) Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Ia telah merendahkan diri-Nya, berarti; menderita sengsara dan mati di atas kayu salib.
Pendeknya, dari peristiwa ini kita dapat menyimpulkan cintanya TUHAN kita amatlah besar dan amat heranlah. Hal itu juga dilukiskan dalam Kidung Agung 8:6-7 --- Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN! Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina.
Inilah cintanya TUHAN kepada kita dan cintanya TUHAN kepada kita amatlah besar, sangatlah heran.
Kita kembali membaca…
Kejadian 1:28
(1:28) Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."
Tanda apabila nikah (laki-laki dan perempuan) diberkati ialah: Beranak cucu dan menaklukkan bumi, maksudnya adalah berkuasa atas 3 hal ...
1. Berkuasa atas ikan-ikan di laut.
2. Berkuasa atas burung-burung di udara
3. Berkuasa atas segala binatang yang merayap di bumi.
Saudara, ukuran diberkati bukan karena dia punya kelebihan di atas muka bumi ini, antara lain;
- Memiliki harta / uang yang banyak
- Memiliki kedudukan / pangkat yang tinggi
Ini bukan menjadi patokan sehingga ia disebut orang yang diberkati. Tetapi, nikah yang diberkati adalah nikah yang;
- Bertambah banyak.
- Beranak cucu.
- Menaklukan bumi, dengan lain kata berkuasa atas 3 hal di atas tadi (berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."
Inilah ukuran kalau nikah diberkati. Sekalipun terlihat diberkati secara jasmani, tetapi kalau malas beribadah, itu bukan menjadi patokan nikah yang diberkati.
Saudaraku…
- Berkuasa atas ikan-ikan di laut -> antikris
Jadi, nikah yang diberkati harus berkuasa atas antikris
- Berkuasa atas burung-burung di udara.
Sebenarnya, kedua hal ini sudah dibahas bersama-sama. Namun, malam ini hati saya terdorong untuk kembali membahas yang kedua.
Keterangan: BERKUASA ATAS BURUNG-BURUNG DI UDARA
Burung-burung di udara -> Naga merah padam yang besar
Lebih rinci kita melihat tentang “naga merah padam yang besar” dalam…
Wahyu 12:3 --- Perikop: “Perempuan dan naga”
(12:3) Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
Tanda lain di langit: Seekor naga merah padam yang besar
Wahyu 12:7-8 --- Perikop: “Naga dikalahkan”
(12:7) Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, (12:8) tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga.
Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga dan malaikat-malaikatnya, tetapi naga dan tentaranya mengalami kekalahan, sehingga mereka tidak mendapat tempat lagi di dalam Kerajaan Sorga
Wahyu 12:9
(12:9) Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.
Akhirnya naga dan malaikat-malaikatnya dilemparkan ke bumi.
Pekerjaannya: menyesatkan seluruh dunia.
Maka, sesuai dengan Firman Allah yang diajarkan oleh rasul Paulus di dalam…
Efesus 6:11-12
(6:11) Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; (6:12) karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
Perjuangan kita bukan melawan darah dan daging (sesama). Kalau seseorang berjuang melawan sesamanya, itu adalah perjuangan yang keliru. Jadi, manfaatkanlah darah salib, darah pendamaian.
Tetapi, perjuangan kita adalah melawan pemimpin-pemimpin dunia yang gelap ini yaitu roh-roh jahat di udara dengan segala tipu muslihatnya.
Bukti naga adalah penyesat: MEMPUNYAI KEGIATAN YANG TIDAK LAZIM, antara lain;
YANG PERTAMA: MENYERET
Sebagaimana dalam Wahyu 12:4 -- Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.
Saudara, gereja TUHAN mempunyai sepasang kaki, lalu digunakan berdiri di atas bulan, gereja TUHAN mempunyai pendirian yang kuat dan kokoh. Sedangkan, naga tidak disebutkan memiliki kaki, selain hanya memiliki kepala dan ekor sebagaimana dalam Wahyu 12:3 -- Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
Pada ayat ini tidak ada penyebutan “kaki”, selain berkepala tujuh dan pada Wahyu 12:4; ekornya menyeret
Namun jangan salah, ekor naga memiliki peran penting yaitu menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit.
Kita bandingkan dengan…
Kejadian 3:14
(3:14) Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.
Di sini kita melihat; ular menjalar dengan perut karena ular tidak memiliki kaki. Pendeknya: Jika menjalankan segala sesuatu karena alasan perut, sampai lupa ibadah = Terkutuk. Praktek terkutuk: makan debu tanah selama-lamanya.
Debu tanah -> Kehidupan hina karena dosa.
Pendeknya, kehidupan yang terkutuk; senantiasa menikmati dosanya..
Itulah perbedaan gereja TUHAN dengan ular.
- Gereja TUHAN; mempunyai dua kaki, berdiri di atas bulan.
- Ular; tidak mempunyai kaki kecuali kepala dan ekor
Kalau tidak punya kaki berarti menjalar dengan perut. Demikian juga orang yang menjalankan kehidupannya karena perut = terkutuk. Prakteknya; menikmati daging / menikmati dosa.
Kembali kita melihat…
Wahyu 12:4
(12:4) Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.
Sekali lagi saya sampaikan, ekor naga digunakan untuk menyeret sepertiga bintang-bintang di langit.
Sekarang pertanyaannya: SIAPAKAH BINTANG-BINTANG ITU?
Bintang-bintang -> Orang-orang pilihan, yakni orang-orang yang diurapi, itulah pemimpin-pemimpin dan guru-guru dalam sidang jemaat.
Saudara, di atas tadi kita sudah melihat; debu tanah adalah makanan ular dan semua anak TUHAN diincar. Tetapi, iblis setan akan merasa menang jika ekornya menyeret bintang-bintang di langit. Saya akan buktikan hal itu dalam Wahyu 1:20.
Wahyu 1:20
(1:20) Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kaulihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat."
Jadi jelas, kalau kita mengacu pada ayat ini; apabila bintang-bintang diseret dan jatuh ke bumi, maka anak-anak TUHAN akan berada dalam kegelapan.
Sekali lagi saya sampaikan, memang makanan ular adalah debu tanah, tetapi ekornya menyeret sepertiga bintang-bintang di langit. Dan ia akan merasa menang bila ekornya itu menyeret seperti bintang-bintang di langit, sebab kalau bintang-bintang diseret dan jatuh ke bumi, maka anak-anak TUHAN akan berada dalam kegelapan.
Inilah yang akan menjadi tujuan dari ekor naga menyeret bintang-bintang. Jika memang merasa perlu, maka sidang jemaat jangan berhenti berdoa untuk pemimpin-pemimpinnya, disebutlah itu guru-guru kebenaran / gembala sidang, supaya Firman Allah disampaikan dalam kemurnian dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan perut.
Rasul Paulus juga mendoakan anak kekasihnya yaitu; Timotius di tengah ibadah dan pelayanannya secara khusus jemaat di Efesus. Sebagaimana yang tertulis dalam 2 Timotius 1:3 -- Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam. Sekali lagi saya sampaikan, kita perlu berdoa untuk pemimpin jemaat. Malaikat sidang jemaat itulah gembala sidang.
Sekarang pertanyaan berikutnya; SIAPAKAH EKOR ITU?
Yesaya 9:14
(9:14) Tua-tua dan orang yang terpandang, itulah kepala, dan nabi yang mengajarkan dusta, itulah ekor.
Nabi yang mengajarkan dusta itulah ekor.
Mari kita lihat “ajaran dusta”….
1 Timotius 4:1-2 --- Perikop: “Tugas Timotius dalam menghadapi pengajar sesat”
(4:1) Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan (4:2) oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.
Oleh tipu daya pendusta-pendusta itulah nabi palsu: ada yang murtad dan mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan
Hati-hati, seringkali orang Kristen merasa bahwa dia sedang berada di jalur yang benar. Tetapi hati-hati, oleh karena nabi-nabi palsu, seseorang bisa saja murtad. Murtad di sini bukan berarti meninggalkan gereja -- dia tetap di gereja, hanya saja dia mengikuti roh-roh penyesat dan mengikuti ajaran setan-setan.
2 Timotius 4:3-4
(4:3) Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. (4:4) Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.
Akan datang waktunya orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat. Sehingga…
- Mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan telinganya.
- Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng
Dongeng adalah cerita fiktif (tidak pernah terjadi). Sedangkan, salib adalah kebenaran (suatu peristiwa yang pernah terjadi). Mana yang harus disampaikan; dongeng atau Pengajaran Salib yang disampaikan di tengah ibadah dan pelayanan? Semestinya adalah Pengajaran Salib.
Hamba TUHAN / gembala sidang / pemimpin sidang jemaat harus berani bayar harga, harus berani menyampaikan Pengajaran salib. Demikian juga jemaat, harus dengan rela hati disertai dengan kerendahan di hati menerima Pengajaran salib. Karena, salib adalah satu peristiwa yang pernah terjadi di Israel 2000 tahun yang lalu di bukit Golgota.
Bukti naga adalah penyesat: MEMPUNYAI KEGIATAN YANG TIDAK LAZIM, antara lain;
YANG KEDUA: MENELAN
Yang akan ditelan adalah Anak Laki-Laki yang akan dilahirkan oleh perempuan itu.
Istilah "menelan" menunjukkan suatu dendam dan sakit hati yang sudah lama.
Kejadian 3:15
(3:15) Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."
Arti dari ayat ini adalah; dendam yang sudah lama.
Singkat kata: permusuhan antara ular dan perempuan itu sudah terjadi dari sejak taman Eden, bahkan keturunan dari ular dan perempuan itu tetap bermusuhan. Keturunan dari perempuan itu akan meremukkan kepala ular naga, sedangkan keturunan naga akan meremukkan tumit dari keturunan perempuan itu.
Saudara, istilah "melahirkan" = lahir baru -> Pembaharuan hidup atau disebut juga mengalami pembaharuan hidup (hidup yang telah dibaharui).
Puncak pembaharuan…
1 Yohanes 3:9
(3:9) Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.
Yang dilahirkan dari benih Allah pada akhirnya tidak dapat lagi berbuat dosa, sampai memuncak sedemikian.
Kita lanjut kembali…
Wahyu 12:5
(12:5) Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.
Maka ia (perempuan) melahirkan seorang Anak laki-laki.
Istilah "Anak laki-laki" di sini ialah sebagai pelepas atau pembebas.
Itu sebabnya, sebagai seorang gembala harus laki-laki tidak boleh perempuan. Yang menjadi suami adalah kepala, yang menjadi kepala adalah suami, yang melepaskan / menyelamatkan tubuh adalah kepala.
Saudara, ada 2 (dua) kelahiran yang mendahului kelahiran Anak laki-laki (Wahyu 12:5) ...
1. Musa, dipakai TUHAN untuk melepaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir dan dari penjajahan Firaun.
- Firaun -> Gambaran iblis atau setan
- Mesir -> Gambaran dunia dengan segala sesuatu yang ada di dalamnya.
2. Yesus Kristus, lahir dari perawan suci, diutus untuk melepaskan / membebaskan manusia dari dosa, lewat darah tebusan. Baik dosa yang ditimbulkan oleh karena daging dan keinginannya, dunia dengan arusnya, atau karena iblis setan
Ayat referensi: Matius 20:28, 1 Petrus 1:18-19
Inilah dua Anak Laki-Laki yang terdahulu, sebelum Anak Laki-Laki lahir dalam Wahyu 12:5.
Jadi, Anak laki-laki yang dilahirkan dalam Wahyu 12:5 bukanlah Yesus Kristus. Sebab, Yesus Kristus sudah menjadi Gembala Agung untuk selama-lamanya; tidak mungkin datang lagi untuk menjadi gembala. Akan tetapi, Anak laki-laki ini nantinya akan menjadi gembala bagi segala bangsa, dan yang akan melepaskan anak-anak TUHAN dari segala kesukaran-kesukaran, kesulitan-kesulitan, kekosongan-kekosongan --- yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi.
Pertanyaan: Mengapa Anak laki-laki dapat melepaskan anak-anak TUHAN dari kesukaran di bumi?
Jawabannya: Karena Anak laki-laki akan menggembalakan segala bangsa dengan gada besi.
Mari kita lihat “gada besi”…
Wahyu 2:26-27
(2:26) Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa; (2:27) dan ia akan memerintah mereka dengan tongkat besi; mereka akan diremukkan seperti tembikar tukang periuk -- sama seperti yang Kuterima dari Bapa-Ku --
Inilah yang disebut Anak Laki-laki itu, hasil hubungan intim antara gereja TUHAN dengan Mempelai Laki-Laki Sorga.
Yang memerintah dan menggembalakan dengan tongkat besi adalah ...
a. Kehidupan yang menang.
Kalau kita bicara soal siapa yang menang, ukurannya adalah Firman yang diajarkan rasul Paulus kepada jemaat di Roma 8:36-37 --- Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan." Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita Orang yang menang, rela menjadi domba sembelihan.
b. Melakukan pekerjaan TUHAN sampai kesudahannya, dengan lain kata; melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN sampai selesai.
Jadi, kalau saudara mendapatkan tawaran untuk melayani, langsung cepat-cepat saja, karena satu kali kesempatan itu akan tertutup, supaya kita betul-betul ada dalam rencana TUHAN.
Jadi sekarang kita sudah mengerti Anak Laki-Laki, itulah mereka yang melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN sampai kesudahannya, kepadanya diberikan kuasa untuk memerintah bangsa-bangsa. Dialah yang akan menggembalakan bangsa-bangsa dengan gada besi, karena dia tidak mungkin lagi berbuat dosa, karena lahir dari benih Ilahi.
Ukuran melayani TUHAN dan pekerjaan TUHAN sampai selesai adalah sebagaimana yang tertulis dalam Filipi 2:8 -- Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Pendeknya; Anak-anak TUHAN harus tergembala dengan baik dan benar, tergembala dengan sungguh-sungguh di dalam satu kandang penggembalaan dengan seorang gembala = Tidak boleh liar di atas gunung-gunung yang lain.
Sistem penggembalaan Anak laki-laki:
DARI SISI MUSA
Keluaran 3:1 – Perikop: “Musa diutus TUHAN”
(3:1) Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.
Musa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya. Kemudian, sekali waktu Musa menggiring kambing domba sampai ke seberang padang gurun, sampai ia ke gunung Allah, gunung Horeb.
Artinya: Kehidupan yang tergembala satu kali akan diseberangkan/dilepaskan dari kesukaran-kesukaran, kesulitan-kesulitan, guncangan-guncangan yang akan terjadi menimpa seluruh dunia.
Inilah sistem penggembalaan Anak Laki-laki dari sisi Musa.
Lalu, apa yang terjadi di gunung Allah?
Keluaran 3:2
(3:2) Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.
Semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api, inilah peristiwa yang terjadi di gunung TUHAN.
Menyala tetapi tidak terbakar (tidak menjadi debu)
Kita bandingkan dengan…
1 Petrus 4:12
(4:12) Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
Nyala api yang datang sebagai ujian ternyata itu adalah api penyucian. Kalau kita terbakar hangus dan menjadi debu itu bukanlah penyucian. Itulah sistem penggembalaan dari sisi Musa; kita terus mengalami penyucian di tengah penggembalaan.
Diajar lalu mundur dan sakit hati, itu namanya terbakar. Sampai kiamat dunia, kehidupan seperti ini tidak akan pernah mengalami penyucian.
Jaminan sistem penggembalaan dari sisi Musa…
1. Darah Anak Domba (Keluaran 12:7)
2. Ibadah pelayanan dengan menggunakan pola Tabernakel.
Ayat referensi; Keluaran 3:12 --- Lalu firman-Nya: "Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini."
Itu juga Firman Allah yang diajarkan oleh rasul Paulus kepada orang Ibrani dalam Ibrani 8:5 --- Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah: "Ingatlah," demikian firman-Nya, "bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu
Jadi, supaya ibadah dan pelayanan di bumi ini merupakan pantulan dari ibadah dan pelayanan di Sorga, maka, kita harus menggunakan pola Tabernakel. Kalau tidak menggunakan pola Tabernakel, maka yang terjadi adalah Imamat 26:11 --- Aku akan menempatkan Kemah Suci-Ku di tengah-tengahmu dan hati-Ku tidak akan muak melihat kamu
Ibadah tanpa Tabernakel; hati TUHAN muak.
Oleh sebab itu, kita patut bersyukur, sebab sistem penggembalaan Anak Laki-Laki dari sisi Musa jaminannya; darah Anak Domba dan Pola Tabernakel. Saudara, kalau kita sudah memperoleh pengertian semacam ini, kenapa kita masih mencari-cari lagi yang tidak punya jaminan?
Sistem penggembalaan Anak laki-laki:
DARI SISI PRIBADI YESUS
Yohanes 10:11-12 --- Perikop: “Gembala yang baik”
(10:11) Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; (10:12) sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.
Yesus adalah Gembala yang baik. Tandanya: Menyerahkan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya = Bertanggung jawab.
Jadi saudara, jika kita tergembala dengan sungguh-sungguh, maka TUHAN yang bertanggung jawab atas kehidupan kita dan segala yang kita butuhkan / perlukan.
Yohanes 10:14-15
(10:14) Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku (10:15) sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.
Gembala Agung membawa domba-domba sampai kepada pengenalan yang baik dan benar = Saling kenal mengenal secara pribadi.
Jika mengenal TUHAN dari sisi mujizat atau berkat, itu belum mengenal secara pribadi.
Tanda domba tergembala sebagaimana yang tertulis dalam Yohanes 10:3-4:
a. Domba-domba mendengar suara gembala = Dengar-dengaran.
b. Mengikuti gembala
Sejauh ini kita telah digembalakan oleh Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel, ikuti saja, karena akan membawa kita kepada pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
Yohanes 10:9
(10:9) Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.
Sebagai Gembala Agung, Yesus berkata: "Akulah pintu."
Artinya: Domba-domba senantiasa menikmati firman yang dibukakan.
Hasil menikmati pembukaan firman:
a. Domba-domba selamat = Penuh kasih Allah.
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16).
b. Masuk dan keluar = Penuh dengan Roh El Kudus, sehingga menjadi kesaksian.
c. Menemukan padang rumput -> Firman Penggembalaan yang senantiasa dinikmati domba-domba dalam penggembalaan
Inilah sistem penggembalaan Anak Laki-laki dari sisi pribadi Yesus.
Puncak penggembalaan dari Yesus Kristus:
Yohanes 10:16
(10:16) Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.
Sistem penggembalaan Anak Laki-Laki dari pribadi Yesus akan membawa kita kepada kesatuan tubuh yang sempurna, disebutlah mempelai TUHAN.
Jaminan penggembalaan Anak Laki-Laki dari sisi pribadi Yesus:
Ibrani 9:10-12
(9:11) Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, -- artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, -- (9:12) dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.
Jaminan penggembalaan Anak laki-laki dari sisi pribadi Yesus:
1. Darah Yesus, sebab Ia adalah Imam Besar Agung
2. Pribadi-Nya sebagai Tabernakel sejati.
Kita bersyukur kepada TUHAN, karena Ia telah menyatakan diri-Nya dalam satu penampilan yang begitu mempesona hidup kita malam ini.
Malam ini kita sudah melihat bahwa, Allah yang Esa menjadikan mereka (laki-laki dan perempuan); daging dan Roh, itulah Adam dan Hawa. Mereka diberkati berarti; beranak cucu dan menaklukan bumi, maksudnya;
- Berkuasa atas ikan-ikan di laut
- Berkuasa atas segala burung-burung di udara, itulah naga merah padam yang besar.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment