KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Saturday, August 30, 2025

IBADAH KAUM MUDA REMAYA, 23 AGUSTUS 2025

 


IBADAH KAUM MUDA REMAYA, 23 AGUSTUS 2025

 

STUDY YUSUF

Subtema: KEBENARAN YANG PASIF

 

Shalom.

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur dan terimakasih setinggi-tingginya kepada Tuhan yang telah menghimpunkan kita di atas gunung Tuhan, kita datang menghadap Dia lewat Ibadah Kaum Muda Remaja.

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, umat ketebusan Tuhan yang turut bergabung lewat online / streaming, atau video internet baik Youtube, maupun Facebook dimanapun saudara berada.

 

Selanjutnya marilah kita sambut STUDY YUSUF sebagai firman penggembalaan untuk Ibadah Kaum Muda Remaja. Namun tetaplah berdoa dalam Roh, mohonlah kemurahan Tuhan supaya nanti firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita masing-masing.

 

Kejadian 44:1-3 -- Perikop: “Piala Yusuf hilang dan

(44:1) Sesudah itu diperintahkannyalah kepada kepala rumahnya: "Isilah karung orang-orang itu dengan gandum, seberapa yang dapat dibawa mereka, dan letakkanlah uang masing-masing di dalam mulut karungnya. (44:2) Dan pialaku, piala perak itu, taruhlah di dalam mulut karung anak yang bungsu serta uang pembayar gandumnya juga." Maka diperbuatnyalah seperti yang dikatakan Yusuf. (44:3) Ketika paginya hari terang tanah, orang melepas mereka beserta keledai mereka.

 

Peristiwa dalam kunjungan yang kedua dari kakak-kakak Yusuf di Mesir ada tiga hal:

1.      Yusuf memberi gandum kepada kakak-kakak Yusuf, seberapa kuat mereka membawa gandum.

2.      Uang pembelian gandum dikembalikan.

3.      Piala perak Yusuf ditaruh di mulut karung Benyamin.

 

Terkait dengan piala perak tersebut ditaruh dengan diam-diam oleh pegawai Yusuf. Kemudian, setelah pagi hari terang, saudara-saudara Yusuf kembali ke tanah Kanaan, tanah orang Ibrani.

 

Kejadian 44:4-6

(44:4) Tetapi baru saja mereka keluar dari kota itu, belum lagi jauh jaraknya, berkatalah Yusuf kepada kepala rumahnya: "Bersiaplah, kejarlah orang-orang itu, dan apabila engkau sampai kepada mereka, katakanlah kepada mereka: Mengapa kamu membalas yang baik dengan yang jahat? (44:5) Bukankah ini piala yang dipakai tuanku untuk minum dan yang biasa dipakainya untuk menelaah? Kamu berbuat jahat dengan melakukan yang demikian." (44:6) Ketika sampai kepada mereka, diberitakannyalah kepada mereka perkataan Yusuf itu.

 

Yusuf membuat suatu skenario yaitu setelah saudara-saudaranya dilepas lalu pegawainya mengejar dan mengatakan bahwa mereka telah mencuri piala Yusuf. Intinya, mereka dituduh mencuri piala perak Yusuf.

 

Demikian juga pada kunjungan yang pertama di Mesir, kakak-kakak Yusuf juga dituduh sebagai pengintai yang jahat, sebenarnya tuduhan itu hanyalah alasan supaya mereka membawa Benyamin ke Mesir kepada Yusuf. Ayat referensi: Kejadian 42:33-34.

 

Saya akan menjelaskan peristiwa ketika kakak-kakak Yusuf dituduh sebagai pengintai yang jahat, dan peristiwa tersebut terjadi pada saat kunjungan pertama mereka di Mesir.

 

Kejadian 42:33-34

(42:33) Lalu kata orang itu, yakni yang menjadi tuan atas negeri itu, kepada kami: Dari hal ini aku akan tahu, apakah kamu orang jujur: dari kamu bersaudara haruslah kamu tinggalkan seorang padaku; kemudian bawalah gandum untuk meredakan lapar seisi rumahmu dan pergilah; (42:34) lalu bawalah kepadaku saudaramu yang bungsu itu, maka aku akan tahu, bahwa kamu bukan pengintai, tetapi orang jujur; dan aku akan mengembalikan saudaramu itu kepadamu, dan bolehlah kamu menjalani negeri ini dengan bebas."

 

Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya: “… bawalah kepadaku saudaramu yang bungsu itu,” yaitu BENYAMIN.

Benyamin adalah gambaran dari Anak laki-laki.

 

Tentang: ANAK LAKI-LAKI.

Wahyu 12:5

(12:5) Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.

 

Mempelai perempuan atau gereja yang sempurna melahirkan seorang Anak laki-laki.

ANAK LAKI-LAKI à Doa penyembahan. Sebab, hanya satu perkara yang dapat merampas atau melepaskan anak-anak Tuhan dari daya tarik bumi atau medan magnet bumi itulah DOA PENYEMBAHAN. Ayat referensi: Wahyu 8:3-4.

 

Wahyu 8:3-4

(8:3) Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu. (8:4) Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah.

 

Tingkat ibadah yang tertinggi atau disebut juga puncak ibadah yaitu DOA PENYEMBAHAN, bagaikan asap kemenyan yang naik ke hadirat Allah, menembusi takhta Allah.

 

DAMPAK POSITIF berada dalam kedudukan doa penyembahan.

YANG PERTAMA.

Kejadian 42:16

(42:16) Suruhlah seorang dari padamu untuk menjemput adikmu itu, tetapi kamu ini harus tinggal terkurung di sini. Dengan demikian perkataanmu dapat diuji, apakah benar, dan jika tidak, demi hidup Firaun, sungguh-sungguhlah kamu ini pengintai."

 

Dampak positif hidup dalam doa penyembahan: Bebas dari kurungan atau penjara dunia.

Sebab, satu kali antikris akan menjadi raja dan memerintah atas seluruh dunia ini.

Kurungan atau penjara dunia bila dikaitkan dengan binatang pertama yang keluar dari dalam laut maka terkena kepada BERUANG.

 

Wahyu 13:1-2

(13:1) Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat. (13:2) Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.

 

Binatang pertama yang keluar dari dalam laut à Antikris.

Kombinasi dari tiga jenis binatang salah satunya adalah beruang.

 

Beruang berbicara tentang:

1.      Kekuatan. Artinya: Tidak ada satupun manusia yang mengandalkan kekuatannya ataupun kelebihannya yang dapat bertahan menghadapi kekuatan dan pukulan antikris.

2.      Cengkraman. Artinya: Tidak ada seorangpun yang dapat melepaskan dirinya apabila dia sudah berada dalam cengkraman antikris.

 

Yesaya 14:16-17

(14:16) Orang-orang yang melihat engkau akan memperhatikan dan mengamat-amati engkau, katanya: Inikah dia yang telah membuat bumi gemetar, dan yang telah membuat kerajaan-kerajaan bergoncang, (14:17) yang telah membuat dunia seperti padang gurun, dan menghancurkan kota-kotanya, yang tidak melepaskan orang-orangnya yang terkurung pulang ke rumah?

 

Bila antikris menjadi raja, maka:

1.      Membuat bumi gemetar  = Orang-orang mengalami ketakutan.

2.      Membuat kerajaan-kerajaan bergoncang. Tahun 2020 gempa bumi terjadi dan menggoncang seantero dunia; menggoncang politik, ekonomi, dan menggoncang sampai nikah rumah tangga.

3.      Membuat dunia seperti padang gurun. Berarti, kering-kering rohani.

4.      Menghancurkan kota-kotanya = Ibadah pelayanan dirusak.

Sewaktu gempa bumi menggoncang seantero dunia pada tahun 2020 muncullah ibadah-ibadah yang tidak sesuai dengan tatanan yang sudah ada, yaitu seperti muncul gereja yang hanya beberapa jam saja. Jadi, semua sistem ibadahnya dipersingkat; tidak suka lama memuji Tuhan, tidak suka lama mendengarkan firman yang sifatnya mengoreksi hati.

5.      Tidak melepaskan orang-orangnya yang terkurung pulang ke rumah = Terikat dan berada dalam cengkraman antikris.

Apabila anak-anak Tuhan sudah masuk dalam cengkraman antikris, maka tidak ada seorangpun yang dapat melepaskan dirinya dari cengkraman itu.

 

Efesus 4:8-9

(4:8) Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia." (4:9) Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah?

 

Yesus adalah pembebas bagi orang-orang yang terkurung atau orang-orang yang berada dalam cengkraman antikris, sebab Yesus telah mati dan bangkit pada hari ketiga, dan Ia telah melakukannya 2000 tahun yang lalu.

Pendeknya, doa penyembahan adalah satu-satunya sarana yang dapat melepaskan anak-anak Tuhan dari cengkraman antikris yaitu ikatan atau penjara dunia.

 

DAMPAK POSITIF berada dalam kedudukan doa penyembahan.

YANG KEDUA.

Kejadian 42:20

(42:20) Tetapi saudaramu yang bungsu itu haruslah kamu bawa kepadaku, supaya perkataanmu itu ternyata benar dan kamu jangan mati." Demikianlah diperbuat mereka.

 

Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya: “Supaya kamu jangan mati.”

Dampak positif berada dalam kedudukan doa penyembahan yang kedua ialah “supaya kamu jangan mati”, berarti TIDAK BINASA.

 

Wahyu 13:15-18

(13:15) Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh. (13:16) Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, (13:17) dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya. (13:18) Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

 

Patung atau berhala antikris itu berbicara dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang menyembah patung atau berhala antikris. Sedangkan orang yang tidak menyembah patung atau berhala antikris akan DIBUNUH.

Selanjutnya, antikris membuat atau mengadakan ikatan kepada semua orang dengan cap 666 (enam ratus enam puluh enam) di dahi atau di tangan kanan.

 

Kita sudah melihat hal itu, patung atau berhala antikris itu betul-betul dapat berbicara dan bertindak begitu rupa, jika pergi ke mall maka pada sistem masuk parkir akan ada suara untuk mengarahkan pengendara untuk “menempelkan kartu” dan barulah palang parkir terbuka lalu tertutup lagi.

Sekarang hal itu semakin nyata, terlebih lagi semenjak ada penyatuan antar Bank, saya sangat kaget ketika akan transfer persembahan persepuluhan saya masuk dalam wilayah perkantoran dimana terdapat salah satu Bank yang akan saya tuju, rupanya gardu yang menunggu karcis sudah diganti dengan robot elektronik yang dapat berbicara dan bertindak begitu rupa. Kita harus memperhatikan tanda-tanda zaman ini, tidak boleh tutup mata dan bermasa bodoh.

 

Wahyu 11:1-2

(11:1) Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya. (11:2) Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."

 

Hal ini harus diperhatikan sungguh-sungguh.

 

Wahyu 12:17

(12:17) Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.

 

Selanjutnya yang menjadi sasaran dari antikris adalah gereja yang tertinggal, yaitu yang hanya memiliki:

1.      Hukum-hukum Allah à Penuh dengan Firman Allah.

Jika dikaitkan dengan Pengajaran Tabernakel terkena kepada Meja Roti Sajian.

2.      Kesaksian Allah à Penuh dengan Roh Allah.

Jika dikaitkan dengan Pengajaran Tabernakel terkena kepada Pelita Emas.

Tetapi, tidak memiliki Mezbah Dupa yakni ibadah yang memuncak sampai doa penyembahan.

Itulah yang dialami kakak-kakak Yusuf pada kunjungan mereka yang pertama di Mesir.

 

Kita kembali memperhatikan saudara-saudara Yusuf pada kunjungan kedua di Mesir; mereka dituduh mencuri piala perak Yusuf (Kejadian 44:4-6).

Kemudian, dalam tuduhan itu pegawai Yusuf berkata: Mengapa kamu membalas yang baik dengan yang jahat? Selanjutnya kepala rumah Yusuf berkata: “Piala perak itu biasa dipakai untuk minum dan yang biasa dipakainya untuk menelaah.”

Intinya, dengan tuduhan tersebut tentu saja saudara-saudara Yusuf akan semakin tertekan atau terintimidasi disertai dengan rasa kaget yang tak terkira/tak terduga.

 

Reaksi saudara-saudara Yusuf terhadap tuduhan itu.

Kejadian 44:7-8

(44:7) Jawab mereka kepadanya: "Mengapa tuanku mengatakan perkataan yang demikian? Jauhlah dari pada hamba-hambamu ini untuk berbuat begitu! (44:8) Bukankah uang yang kami dapati di dalam mulut karung kami telah kami bawa kembali kepadamu dari tanah Kanaan? Masakan kami mencuri emas atau perak dari rumah tuanmu?

Jawab saudara-saudara Yusuf:

-          Mengapa tuanku mengatakan perkataan yang demikian?

-          Jauhlah dari pada hamba-hambamu ini untuk berbuat begitu!

Dari jawaban ini nampak dengan jelas bahwa mereka tidak mencuri piala Yusuf.

 

Bukti berikutnya bahwa mereka tidak mencuri piala perak Yusuf, yaitu: uang yang kami dapati di dalam mulut karung kami telah kami bawa kembali kepadamu (Yusuf).

Pendeknya, saudara-saudara Yusuf yakin dengan kebenaran yang mereka miliki.

 

Sebagaimana orang Kristen yakin telah ditebus dan dibenarkan oleh darah Yesus. Namun kebenaran semacam ini masih bersifat PASIF, tidak aktif.

Kebenaran pasif jika dikaitkan dengan pengajaran Tabernakel berarti terkena pada HALAMAN.

Pada Halaman terdapat dua alat, salah satunya MEZBAH KORBAN BAKARAN, berbicara tentang salib Kristus dimana yang menjadi korbannya adalah Yesus Kristus sendiri; Dia rela menderita mati di atas kayu salib.

Ini adalah daerah pembenaran, namun satu kali daerah Halaman atau pelataran sebelah luar akan diserahkan kepada bangsa-bangsa lain untuk diinjak-injak selama tiga tahun setengah. Pendeknya, kebenaran pasif atau kebenaran di Halaman harus ditingkatkan sampai kepada tingkat kesucian, yaitu terkena kepada RUANGAN SUCI.

 

Matius 5:33

(5:33) Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan.

 

Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di hadapan Tuhan. Intinya, boleh bersumpah kalau tidak berdusta. Inilah yang menjadi kebenaran hukum Taurat.

 

Matius 5:34-36

(5:34) Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, (5:35) maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar; (5:36) janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambut pun.

 

Untuk zaman akhir ini anak-anak Tuhan tidak perlu bersumpah, baik:

-          Demi langit, karena langit adalah takhta Allah.

-          Demi bumi, sebab bumi adalah tumpuan kaki Tuhan.

-          Demi Yerusalem, sebab Yerusalem adalah kota Raja Besar.

-          Demi kepala, sebab seseorang tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambut.

Pendeknya, untuk membuktikan suatu kebenaran karena tuduhan-tuduhan, anak-anak Tuhan tidak perlu bersumpah apalagi menjual sesuatu yang terkait dengan Sorga yakni; langit, bumi, Yerusalem, dan kepala.

 

Matius 5:37

(5:37) Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

 

Sepatutnya yang harus kita katakan adalah: Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Cukup itu saja.

Jadi tidak perlu kita bersumpah pocong, bersumpah dan mengatakan bahwa engkau seorang imam, bersumpah dan mengatakan bahwa engkau seorang anak Tuhan. Jika lebih dari yang harus kita katakan maka itu berasal dari di jahat. Inilah kebenaran di zaman akhir.

 

Kembali saya tegaskan bahwa kebenaran yang pasif harus ditingkatkan menjadi kebenaran yang pasif supaya darah Yesus itu membawa kita sampai kepada kesucian.

Kita tidak boleh tinggal dalam kebenaran yang pasif dimana darah Yesus telah menebus dan membenarkan kita, kita tidak boleh tinggal hanya sampai disitu, kebenaran semacam ini harus ditingkatkan sampai kepada kesucian. Jangan kita ditelan habis oleh zaman, oleh keadaan, karena keadaan di hari-hari ini semakin hari semakin rusak; yang benar menjadi salah, dan yang salah menjadi benar.

Maka, zaman ini manusia tidak takut dengan dosa dusta demi perutnya, demi kepentingannya sendiri. Itu sebabnya, kebenaran itu harus meningkat sampai kepada kesucian, jangan sampai kebenaran itu dilindas habis oleh zaman. Kebenaran yang dilindas habis oleh zaman itu adalah kebenaran yang usang atau yang tua dan itu harus ditinggalkan.

 

Kejadian 44:9

(44:9) Pada siapa dari hamba-hambamu ini kedapatan piala itu, biarlah ia mati, juga kami ini akan menjadi budak tuanku."

Saudara-saudara Yusuf berkata kepada pegawai Yusuf: Pada siapa dari hamba-hambamu ini kedapatan piala itu …

-          biarlah ia mati,

-          juga kami ini akan menjadi budak tuanku.

 

Sebenarnya pernyataan ini akan semakin memberatkan mereka, semakin mereka banyak bicara maka akan semakin memberatkan mereka.

 

Kita bandingkan ketika TUHAN YESUS menghadapi tuduhan-tuduhan palsu.

Matius 26:59-61 -- Perikop: “Yesus di hadapan Mahkamah Agama.”

(26:59) Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya Ia dapat dihukum mati, (26:60) tetapi mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta. Tetapi akhirnya tampillah dua orang, (26:61) yang mengatakan: "Orang ini berkata: Aku dapat merubuhkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari."

 

Yesus tidak pernah berkata “Aku rela dihukum mati”, namun di sini Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu supaya Yesus dihukum mati, tetapi mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta.

Kemudian, tampillah dua saksi dusta dan menuduh, bahwa Yesus mengatakan: “ … Aku dapat merubuhkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari."

 

Kita melihat perkataan Yesus dalam Yohanes 2.

Yohanes 2:19

(2:19) Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."

Saksi dusta berkata: “ … Aku dapat merubuhkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari."

Namun jika kita perhatikan perkataan Yesus dalam Yohanes: "Rombak Bait Allah ini.”

Yang Tuhan minta adalah merombak bukan untuk merubuhkan atau membinasakan.

 

Matius 26:62-63

(26:62) Lalu Imam Besar itu berdiri dan berkata kepada-Nya: "Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?" (26:63) Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: "Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak."

 

Yesus dipaksa untuk membela diri atas tuduhan-tuduhan palsu itu oleh imam besar Kayafas, tetapi Yesus tetap DIAM.

Yesus tidak bergeming apalagi bersumpah demi langit, demi bumi, demi Yerusalem, demi kepala, karena yang berhak untuk menghakimi adalah ALLAH; Dialah satu-satunya Allah dan yang berhak menghakimi manusia.

 

Kejadian 44:9-10

(44:9) Pada siapa dari hamba-hambamu ini kedapatan piala itu, biarlah ia mati, juga kami ini akan menjadi budak tuanku." (44:10) Sesudah itu berkatalah ia: "Ya, usulmu itu baik; tetapi pada siapa kedapatan piala itu, hanya dialah yang akan menjadi budakku dan kamu yang lain itu akan bebas dari salah."

 

Usul saudara-saudara Yusuf jika piala perak ditemukan diantara mereka:

-          Dihukum mati.

-          Menjadi budak selamanya.

Usul itu dipandang baik tetapi diubah sebab yang mencuri itulah yang menjadi budak, dan yang lain bebas dari hukuman.

 

Kejadian 44:11-12

(44:11) Lalu segeralah mereka masing-masing menurunkan karungnya ke tanah dan masing-masing membuka karungnya. (44:12) Dan kepala rumah itu memeriksanya dengan teliti; ia mulai dengan yang sulung sampai kepada yang bungsu; maka kedapatanlah piala itu dalam karung Benyamin.

 

Pegawai itu memeriksanya dengan teliti dimulai dari yang sulung yaitu Ruben, sampai kepada yang bungsu itulah Benyamin. Maka, kedapatanlah piala itu dalam karung Benyamin.

Singkat kata, ketika karung mereka digeledah ternyata tidak sesuai dengan pernyataan mereka yang mengaku bahwa mereka tidak mencuri dan mereka orang jujur, dengan alasan uang yang mereka temukan dalam karung mereka saja dikembalikan kepada Yusuf (pada ayat 7-9), alasan-alasan tersebut menjadi percuma, sebab ketika karung digeledah ternyata piala Yusuf ada dalam karung Benyamin.

 

Itulah yang saya maksud tadi yaitu tentang kebenaran di Halaman itu bersifat pasif dan kita tidak boleh bertahan dengan kebenaran yang semacam ini. Memang kebenaran itu berasal dari penebusan, hal itu benar dan tidak salah, namun kebenaran itu harus ditingkatkan dan jangan dilindas oleh zaman.

Zaman ini akan berubah dan revolusi terus terjadi dan kita tidak boleh bertahan kepada kebenaran yang semula. Kebenaran itu tidak boleh bertahan tetapi harus meningkat dengan segala pembuktian-pembuktian kita di hari terakhir ini, kita buktikan di hadapan Tuhan di tengah ibadah pelayanan GPT “Betania” yang Tuhan percayakan ini, yaitu dengan tekun tiga macam ibadah pokok dan kita kerjakan dengan ketulusan dan kejujuran disertai dengan kerendahan di hati, dan Roh Kudus memimpin gerak langkah kita di tengah ibadah pelayanan ini.

 

Zaman ini semakin aneh dan semakin sulit sehingga seiring dengan keadaan yang sulit manusia pun banyak hidup dengan praktek-praktek yang tidak baik. Oleh sebab itu, kita tidak boleh hanya yakin bahwa kita telah dibenarkan, sebab zaman telah berubah dan revolusi terus terjadi, lihatlah kemajuan teknologi semakin canggih. Jadi kalau kita bertahan dengan kebenaran yang pasif maka akan dilindas habis oleh zaman. Maka, kebenaran itu harus terus bergerak dan tidak boleh dalam keadaan pasif.

 

DAMPAK NEGATIF: Kebenaran yang ada pada saudara-saudara Yusuf menjadi tidak berarti = Menjadi sia-sia.

Kemudian, kebenaran yang pasif disebut dengan kebenaran yang tua atau usang.

Sebab orang yang telah ditebus dan sudah dibenarkan itu hanyalah dasar dan seolah-olah tidak ada artinya, oleh sebab itu kebenaran semacam ini sudah tua atau sudah usang sehingga perlu ditingkatkan sampai kepada kesucian.

 

CONTOH BENAR DAN MEMBENARKAN DIRI.

Matius 1:18-19 -- Perikop: “Kelahiran Yesus Kristus.”

(1:18) Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. (1:19) Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.

 

Sebelum Yusuf dan Maria menikah ternyata Maria sudah mengandung, oleh sebab itu Yusuf dengan diam-diam mau meninggalkan Maria, sebab Yusuf menggunakan kebenaran yang dia miliki dan menggunakan pandangan matanya.

Padahal kita sudah membaca bahwa yang dikandung Maria itu ternyata berasal dari Roh Kudus.

 

Intinya, kedudukan Yusuf sebagai yang dibenarkan tidak mengerti terkait dengan kesucian dari Maria.

Maria adalah gambaran dari mempelai Tuhan, berada dalam kesucian yang hebat sebab Maria mengandung Firman Allah dan Roh Kudus.

 

Perlu untuk diketahui: Kesucian yang dialami oleh sidang mempelai Tuhan pada zaman akhir nanti itu adalah PEKERJAAN ILAHI, dan hal itu sulit dijangkau oleh kebenaran manusia apalagi yang mempertahankan kebenaran yang pasif.

Sebagaimana penampilan mempelai Tuhan pada Wahyu 12:1-2; mempelai Tuhan mengandung dari benih Ilahi antara lain;

1.      Matahari à Benih kasih.

2.      Bulan à Benih Firman Allah.

3.      Bintang à Benih Roh El Kudus.

Kemudian, pada Wahyu 12:5, mempelai Tuhan melahirkan Anak laki-laki.

 

Pada zaman akhir banyak orang Kristen yang hidup dalam kebenaran yang pasif tidak mengerti terkait dengan kesucian yang Ilahi, sehingga banyak orang Kristen akan berjatuhan atau imannya gugur. Maka, dari sini kita dapat melihat ternyata kita berada pada trek atau jalur yang benar, karena kita digembalakan oleh Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, yang memberi pengertian yang begitu hebat tentang kesucian yang bersifat Ilahi.

Oleh sebab itu, jangan lepaskan yang ada padamu, yaitu: Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel. Jangan lepaskan apapun yang terjadi, sekalipun pahit yang dirasakan ketika mengalami penyucian, jangan menjadi cengeng dan menaruh belas kasihan pada daging dan keinginannya.

 

Inilah peristiwa yang terjadi yang dialami saudara-saudara Yusuf pada kunjungan yang kedua, yaitu salah satunya: Dengan diam-diam piala perak dimasukkan ke dalam karung Benyamin.

Ketika mereka dituduh sebagai pencuri piala perak Yusuf, mereka yakin dengan kebenaran yang mereka miliki, padahal kebenaran yang mereka miliki hanyalah sebatas kebenaran yang dimiliki orang Kristen yaitu “telah ditebus dari dosa (diampuni dosanya).”

Kita tidak boleh diam dalam kebenaran ini melainkan harus bergerak sebab zaman sudah semakin maju, sebab jika zaman maju berarti setan serta kelicikannya juga maju.

 

Perhatikanlah kemajuan yang terjadi ini supaya kerohanian kita juga semakin maju. Oleh sebab itu, kehidupan Kristen sekalipun sudah masuk dalam kesucian, namun harus ditingkatkan sampai kepada kesempurnaan. Amin.

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

 

No comments:

Post a Comment