IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 22 JULI 2025
SURAT YUDAS
Yudas 1:5
(Seri
33)
Subtema:
AWAL DAN AKHIR 7 NUBUAT YESUS
Shalom.
Puji
nama TUHAN, mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN yang oleh
karena rahmat-Nya yang luar biasa, kita dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang
kudus sehingga kita datang menghadap Dia lewat doa penyembahan itu berarti
sebentar kita membawa hidup kita rendah di ujung kaki salib TUHAN supaya wujud
dari Mempelai itu nyata di dalam diri kita masing-masing saudara ku, itu
merupakan puncak ibadah (puncak gunung tertinggi).
Saya
juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN yang turut
bergabung lewat online atau live streaming atau video internet
baik dari YouTube maupun Facebook atau media sosial lainnya yang dapat
digunakan. Selanjutnya biarlah kiranya damai sejahtera yang dari Sorga turun
memenuhi hati kita masing-masing sehingga ada sukacita dan kebahagiaan dari
sorga untuk tetap mendengarkan Firman TUHAN dekat kaki TUHAN.
Selanjutnya
marilah kita sambut Surat Yudas sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa
Penyembahan.
Namun
tetaplah berdoa dalam Roh mohon kemurahan dari TUHAN supaya Firman yang
dibukakan itu meneguhkan hati kita masing-masing.
Yudas
1:5
(1:5) Tetapi, sekalipun kamu telah mengetahui semuanya itu dan
tidak meragukannya lagi, aku ingin mengingatkan kamu bahwa memang Tuhan
menyelamatkan umat-Nya dari tanah Mesir, namun sekali lagi membinasakan
mereka yang tidak percaya.
TUHAN
menyelamatkan umat Israel dari tanah Mesir namun membinasakan mereka yang tidak
percaya kepada kekuasaan TUHAN.
Mesir
-> dunia dengan segala sesuatu yang ada di dalamnya.
1
Korintus 10:5
(10:5) Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan
kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di
padang gurun.
Bagian
yang terbesar dari bangsa Israel ditewaskan di padang gurun karena Allah tidak
berkenan kepada mereka.
Bagian terbesar -> generasi pertama dari bangsa Israel yang lahir di tanah
Mesir.
Pendeknya,
1 Korintus 10:5 = Yudas 1:5.
1
Korintus 10:6-10
(10:6) Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk
memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat
seperti yang telah mereka perbuat, (10:7)
dan supaya jangan kita menjadi penyembah-penyembah berhala, sama seperti
beberapa orang dari mereka, seperti ada tertulis: "Maka duduklah bangsa
itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria." (10:8) Janganlah kita melakukan
percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka,
sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang. (10:9) Dan janganlah kita mencobai
Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga
mereka mati dipagut ular. (10:10)
Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa
orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut.
Generasi pertama ditewaskan di
Padang Gurun disebabkan oleh karena kesalahan-kesalahan mereka, antara lain
a. Menginginkan
hal-hal yang jahat … (ayat 6).
b. Menjadi
penyembah-penyembah berhala … (ayat
7).
c. Melakukan
percabulan … (ayat 8).
d. Mencobai
TUHAN … (ayat 9)
e. Bersungut-sungut
… (ayat 10).
1
Korintus 10:11
(10:11) Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan
dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana
zaman akhir telah tiba.
Lima
kesalahan bangsa Israel yang menyebabkan bangsa Israel tewas di padang gurun
sudah diterangkan sesuai dengan takaran kasih karunia yang sudah dicurahkan
kepada kita masing-masing. Semoga penjelasan-penjelasan mengenai lima kesalahan
bangsa Israel di Padang gurun itu menjadi satu peringatan dan memberkati kita sekaliannya
pribadi lepas pribadi dan jangan dilupakan begitu saja.
Saudara,
peristiwa yang menimpa bangsa Israel di padang gurun adalah contoh bagi kita.
Kemudian,
dituliskan kembali oleh rasul Paulus sebagai peringatan bagi kita, lagi pula zaman
akhir telah tiba.
Maka
apa yang dialami oleh bangsa Israel dituliskan kembali untuk memperingatkan
kita sekaliannya.
Terkait
dengan zaman akhir kita akan lanjutkan pembacaan di dalam...
1 Petrus 4:7A -- Perikop: "Hidup orang Kristen."
(4:7) Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu
kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.
Kesudahan segala sesuatu sudah dekat → kita sudah berada pada zaman akhir.
Terkait
dengan zaman akhir, dapat kita selidiki dalam
injil Matius 24:1-51 berbicara khotbah tentang akhir zaman sekaligus
hukuman TUHAN terhadap dunia yang akan dilaksanakan menjelang kedatangan TUHAN
kembali ke dunia ini untuk yang kedua kalinya.
Matius 24,
dalam pembagiannya:
-
Ayat 1-3
-> pandangan mengenai ibadah lama / ibadah tua.
-
Ayat 4-5
-> nubuat Yesus yang ke-1; tentang penyesat-penyesat.
-
Ayat 6-8
-> nubuat Yesus yang ke-2; tentang bangsa-bangsa.
-
Ayat 9-14
-> nubuat
Yesus yang ke-3; tentang pencobaan atas anak-anak TUHAN.
-
Ayat 15-25
-> nubuat
Yesus yang ke-4; tentang antikris.
-
Ayat 26-31
-> nubuat
Yesus yang ke-5; tentang kedatangan TUHAN Yesus Kristus kembali.
-
Ayat 32-35
-> nubuat
Yesus yang ke-6; tentang Israel.
-
Ayat 36-44
-> nubuat
Yesus yang ke-7; tentang penghakiman menjelang kedatangan Yesus kembali.
-
Ayat 45-51
-> tentang
hamba-hamba yang setia dan hamba yang jahat.
Intinya
pada injil Matius 24 ini, TUHAN Yesus membicarakan tentang nubuat-nubuat
sebanyak 7 kali.
Jadi
khotbah tentang akhir zaman terdapat nubuat Yesus sebanyak 7 kali yang disertai
dengan penghukuman yang akan dilaksanakan.
awal dari 7 nubuat.
Matius
24:1-2 -- Perikop: "Bait Allah akan
diruntuhkan"
(24:1) Sesudah itu Yesus keluar dari Bait Allah, lalu pergi. Maka
datanglah murid-murid-Nya dan menunjuk kepada bangunan-bangunan Bait
Allah. (24:2) Ia berkata kepada
mereka: "Kamu melihat semuanya itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak
satu batu pun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya
akan diruntuhkan."
Murid-murid
menunjuk kepada bangunan-bangunan Bait Allah.
Namun,
terhadap bangunan itu Yesus berkata; “tidak
satu batupun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya
akan diruntuhkan.”
Wahyu
21:1-2 -- Perikop: "Langit yang
baru dan bumi yang baru"
(21:1) Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab
langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak
ada lagi. (21:2) Dan aku melihat
kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang
berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.
Langit
yang pertama dan bumi yang pertama akan berlalu, diganti dengan langit dan bumi
yang baru, yaitu; Yerusalem yang baru, itulah Mempelai Wanita TUHAN. Inilah bangunan yang akan bertahan untuk selama-lamanya bersama
dengan Mempelai Laki Laki Sorga sebagai batu pilihan, dasar bangunan yang
sejati.
Ada
bangunan, tetapi dibangun di atas dasar batu yang lain bukan di atas dasar batu
pilihan, batu sejati. Tetapi kalau kita perhatikan di dalam Wahyu 21:1-2;
langit bumi pertama akan berlalu diganti dengan langit bumi yang Baru itulah
Yerusalem yang Baru, yang turun dari Sorga dari Allah yang berhias bagaikan
pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya itulah Mempelai Wanita TUHAN.
Inilah bangunan yang akan bertahan untuk selama-lamanya bersama dengan Mempelai
Laki-laki sorga sebagai batu pilihan, dasar bangunan yang sejati.
Sudah
tahu batu pilihan? Itulah pribadi Yesus Kristus, Dialah Mempelai Laki-laki
sorga.
Jadi
yang bertahan untuk selama-lamanya adalah Mempelai Wanita TUHAN dan Mempelai
laki-laki Sorga.
Jadi
Mempelai wanita TUHAN itulah bangunan yang dibangun di atas dasar batu pilihan
(batu penjuru), tidak dibangun di atas batu yang lain.
1
Petrus 2:6-7
(2:6) Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku
meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu
penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan
dipermalukan." (2:7) Karena itu
bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya:
"Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu
penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan."
Yang
menjadi dasar bangunan dari gunung Sion adalah batu yang terpilih, yakni; batu
penjuru yang mahal.
- Gunung
Sion -> Mempelai Wanita TUHAN.
- Batu
penjuru yang mahal itulah pribadi Yesus Kristus yang telah menderita
sengsara dan mati di atas kayu salib, oleh ahli-ahli bangunan/tukang-tukang
bangunan. Yaitu: ahli-ahli taurat, imam-imam kepala, dan tua-tua.
Singkat
kata, batu penjuru yang mahal adalah korban Kristus, dasar bangunan yang
dipilih oleh Allah.
Jadi
bangunan yang bertahan untuk selama-lamanya ialah bangunan yang berdiri di atas
batu penjuru yang mahal.
Ayat
referensi:
Matius
7:24-25
(7:24) "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan
melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya
di atas batu. (7:25) Kemudian
turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah
itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.
Kalau rumah didirikan di atas batu penjuru yang
mahal maka dia tahan terhadap 3 jenis ujian:
1.
Turunlah
hujan = ujian
yang datang dari atas.
Ujian yang datang dari atas menunjuk kepada si ular tua naga merah
padam dengan segala tipu muslihatnya.
2.
Datanglah
banjir = ujian
yang datang dari antikris.
Ujian yang datang dari antikris (kenajisan percabulan) -> kenajisan
percabulan/mamon.
3.
Angin
melanda rumah itu = ujian
yang datang dari nabi-nabi palsu.
Nabi-nabi palsu dengan segala ajarannya yang palsu.
Tetapi sekalipun menghadapi 3 jenis ujian, rumah
itu tidak akan pernah rubuh karena didirikan di atas korban Kristus. Jadi yang
bertahan untuk selama-lamanya adalah Mempelai TUHAN dan Mempelai laki-laki
sorga.
Oleh sebab itu, jangan kita berbangga dengan
perkara-perkara lahiriah di dunia ini saudara. Ternyata perkara yang fana
itulah perkara-perkara duniawi dikait-kaitkan oleh murid-murid Yesus dengan
bangunan rumah TUHAN. Jadi perkara duniawi ternyata bisa juga masuk ke dalam
keagamaan. Itu sebetulnya tidak boleh karena pada akhirnya perkara-perkara
duniawi akan berlalu, yang bertahan untuk selama-lamanya adalah bangunan rohani
(Mempelai TUHAN dan Mempelai laki-laki sorga).
Bertahanlah dan bersabarlah selama kita menantikan
kedatangan TUHAN, lagipula zaman akhir telah tiba sebagaimana yang tertulis di
dalam 1 Korintus 10:11; “Peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, dimana zaman
akhir telah tiba.”
Jadi jangan kait-kaitkan barang fana dengan
keagamaan kita saudara. Jangan membangun hidup di atas batu yang lain karena
satu kali akan berlalu seperti langit dan bumi pertama berlalu. Itulah soal
awal dari 7 nubuat dalam khotbah tentang akhir zaman.
Akhir dari tujuh nubuat Yesus.
Matius
24:45-51 – Perikop: “Perumpamaan tentang hamba yang setia dan hamba yang
jahat.”
Doa
dan harapan saya kiranya kita menghambakan diri kepada TUHAN sehingga
disebutlah itu menjadi hamba yang setia. Setia menjadi hamba kebenaran, jangan
berubah-ubah oleh karena situasi, kondisi, dan keadaan yang ada, jangan.
Tetaplah menjadi hamba kebenaran yang setia.
(24:45) "Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang
diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada
waktunya? (24:46) Berbahagialah
hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
(24:47) Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. (24:48) Akan tetapi apabila hamba
itu jahat dan berkata di dalam hatinya: (24:49) Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul
hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk, (24:50) maka tuan hamba itu akan datang
pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, (24:51) dan akan membunuh dia dan
membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat
ratapan dan kertakan gigi."
Di
akhir tujuh nubuat Yesus, terkait dengan khotbah tentang akhir zaman,
diterangkan tentang: hamba yang setia dan
hamba yang jahat.
Tentang:
HAMBA YANG JAHAT (Ayat 48-51)
Hamba
yang jahat nampak baik di depan tuannya, tetapi berlaku jahat di belakang
tuannya.
Pendeknya,
hamba yang jahat suka main belakang, dengan dua perbuatan jahatnya:
YANG
PERTAMA: Memukul hamba-hamba lain.
Kejadian
4:8 -- Perikop: "Kain dan
Habel"
(4:8) Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi
ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul
Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.
Di
sini kita melihat Kain memukul adiknya
itu.
Memukul =
menjatuhkan dan merendahkan sampai terpuruk / terjatuh dengan cara menyakiti
dan menganiaya.
Saudara,
jadilah imamat yang rajani berarti; memerintah sebagai raja di bumi. Kalau
memerintah berarti tidak diperintah = tuan bukan hamba dosa. Itulah doa dan
harapan saya.
Wahyu
11:2 -- Perikop: "Dua saksi
Allah"
(11:2) Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar,
janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa
lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan
lamanya."
Pada
saat antikris memerintah di atas muka bumi ini yang akan memuncak pada saat
tiga setengah tahun yang kedua, pada saat itu antikris akan menginjak-injak kota suci selama empat
puluh dua (42) bulan lamanya.
Menginjak-injak
= menganiaya dan menyakiti sebagai pukulan dari antikris kepada anak-anak TUHAN.
Wahyu
13:6
(13:6) Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat
nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.
Saat
antikris menjadi raja, mereka;
- Menghujat
Allah.
- Menghujat
nama-Nya.
- Menghujat
kemah kediamannya yaitu Roh Allah yang suci.
Perlu
untuk diketahui...
- Menghujat
Allah; diampuni.
- Menghujat
Anak Allah; masih diampuni.
- Menghujat
Roh Allah; tidak akan diampuni.
Ayat referensi Matius 12:32.
Oleh
sebab itu biarlah kiranya kita semua tekun dalam 3 macam ibadah pokok. Jangan
kita menghujat kemah kediaman Allah karena kemah kediaman Allah tempat Roh
Allah beraktivitas yaitu tekun dalam 3 macam ibadah pokok.
Wahyu
13:7
(13:7) Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan
orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan
kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa.
Orang-orang
kudus diperangi dan terpukul kalah
oleh antikris, dan hal itu berlangsung selama 3,5 tahun atas seijin TUHAN.
Wahyu
13:8
(13:8) Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya,
yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di
dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.
Yang
diperangi dan terpukul kalah ialah: orang-orang yang tidak tertulis
namanya di dalam kitab kehidupan Anak Domba yang telah disembelih; masuk dalam
aniaya, siksaan yang dahsyat. Itulah hamba yang jahat, suka main belakang.
Wahyu
13:9-10
(13:9) Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar! (13:10) Barangsiapa ditentukan untuk
ditawan, ia akan ditawan; barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan
pedang, ia harus dibunuh dengan pedang.
Singkat
kata;
- Ada
yang ditentukan untuk ditawan.
- Ada
yang dibunuh dengan pedang oleh antikris.
Jadi
saudara, inilah pekerjaan dari hamba-hamba yang jahat, tetapi kita sekarang
sedang berjuang untuk menjadi hamba kebenaran di hadapan TUHAN, tidak suka main
belakang.
Kita
kembali untuk membaca...
Kejadian
4:8
(4:8) Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke
padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel,
adiknya itu, lalu membunuh dia.
Setelah
dipukul, selanjutnya Kain membunuh Habel adeknya itu. Demikian juga nanti anak-anak TUHAN yang masuk dalam
aniaya antikris. Di situ ada satu siksaan yang dahsyat.
Lihat
akhir zaman telah tiba dan kita sudah berada pada akhir zaman. Oleh sebab itu
jangan kita bermain-main, jangan kita memiliki roh seperti hamba yang jahat
ini, suka main belakang.
Hati-hati
saudara, kita tidak tahu kapan TUHAN datang, tetapi yang saya tahu kedatangan
TUHAN seperti pencuri di malam hari, artinya sifatnya mendadak (tiba-tiba).
Jadi hati-hati jangan tampak baik di depan, tetapi berlaku jahat di belakang.
Tabiat
setan yang paling mendasar menurut Yohanes
8:44:
1. Pembunuh
manusia dari sejak semula = tidak hidup di dalam KASIH.
2. Tidak
hidup di dalam kebenaran = tidak hidup di dalam FIRMAN.
3. Pendusta
= tidak memiliki ROH ALLAH.
Demikian
juga nantinya antikris, orang-orang yang masuk dalam aniaya dan siksaan yang
dahsyat selama 3,5 tahun, kelanjutannya adalah dibunuh (dibinasakan).
Jadi
saudara, ini harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh, jangan bermain-main
lagi karena kita sudah berada pada ujung perjalanan rohani kita di atas muka
bumi ini.
Demikianlah
hamba yang tidak setia memukul selanjutnya membunuh hamba-hamba lain yaitu kota
kudus.
Kita
kembali membaca...
Matius
24:49
(24:49) Tuanku
tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum
bersama-sama pemabuk-pemabuk,
Pendeknya,
hamba yang jahat suka main belakang, dengan 2 perbuatan jahat:
YANG
KEDUA: Makan dan minum bersama pemabuk-pemabuk.
Makan
dan minum adalah dosa akhir zaman.
Matius
24:38-39
(24:37) "Sebab sebagaimana halnya pada
zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.
(24:38) Sebab
sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan
mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, (24:39) dan
mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan
mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.
Dosa
akhir zaman:
1. Sibuk
dengan makan dan minum.
2. Sibuk
dengan kawin mengawinkan.
Mereka
sibuk dengan dosa tersebut, mereka tidak tahu akan apa yang akan terjadi dan
yang akan melenyapkan mereka.
Demikian
juga dengan orang Kristen di akhir zaman ini, mereka sibuk dengan dosa makan
minum, sibuk dengan dosa kawin mengawinkan.
Melihat
anak sibuk dengan dosa makan minum kemudian sibuk dengan kawin mengawinkan,
tidak dihimbau untuk tergembala, tidak dihimbau untuk berada dalam aktivitas
Roh Allah, tekun dalam 3 macam ibadah pokok, kemah kediaman Allah, namun bangga
dengan euforia-euforia di dunia ini, bagi saya itu aneh. Karena sebetulnya kita
sudah tiba pada zaman akhir, tetapi kenapa masih santai seperti keadaan manusia
pada zaman Nuh (ayat 39); mereka sibuk dengan dosa makan dan minum
kemudian sibuk dengan dosa kawin mengawinkan. Di situ jelas dikatakan; mereka
tidak tahu akan sesuatu. Mengapa mereka tidak tahu akan sesuatu? Karena mereka
sibuk dengan kesibukan di luar aktivitas Roh ALLAH.
Perjalanan
rohani kita sudah berada pada mil-mil yang terakhir lalu melihat sidang jemaat
tidak tekun dalam 3 macam ibadah pokok, saya melihatnya ngeri. Maka kalau orang
tua tidak ngeri melihat darah dagingnya karena tidak tekun dalam aktivitas Roh
Allah, maka ini perlu dipertanyakan, ada apa ini? Ada sesuatu yang tidak beres
ini dalam pikiran dan hatinya.
Jangan
ada yang tersinggung. Memang pilihan itu ada pada kita masing-masing, tidak
bisa dipaksa. Sorga itu tidak bisa dipaksa, itu pilihan. Tetapi bagi saya aneh
kalau anak-anak TUHAN di akhir zaman ini, sibuk menggenapi Matius 24:37-39.
Jadi kalau toh ada diantara kita yang menggenapi Matius 24:37-39; bagi
saya itu terlalu aneh.
Ayo
doakan pertama-tama seisi rumah kita dulu, siapa diantara mereka yang belum
tekun dalam 3 macam ibadah pokok, doakan. Tetapi jangan salah, berdoa ada
syaratnya; mendengar Firman dalam ketekunan 3 macam ibadah pokok. Kalau berdoa
tanpa mendengar Firman, doanya kekejian. Jadi dimulai dulu dari kita
masing-masing.
Ø Dosa makan minum -> hawa
nafsu dan keinginan-keinginan daging yang jahat karena makan dan minum ini
terhubung langsung dengan daging manusia.
Ø Doa kawin mengawinkan
-> dosa kenajisan percabulan = roh jual beli/roh antikris.
Sekali
lagi saya sampaikan dengan tandas, keluarga GPT Betania Serang Cilegon, Banten
dan juga anda yang sedang mengikuti secara online, jangan kita
menggenapi Matius 24:37-39; sibuk dengan dosa makan minum, sibuk dengan
dosa kawin mengawinkan. Mereka tidak tahu pada akhirnya nanti akan dilenyapkan
oleh air bah, dilenyapkan oleh dosanya sendiri, makan minum, kawin mengawinkan.
Matius
24:49
(24:49) Tuanku
tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum
bersama-sama pemabuk-pemabuk,
Mereka
makan dan minum bersama dengan pemabuk-pemabuk
Wahyu
18:3
(18:3) karena
semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi
telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi
kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya."
Semua
bangsa dari berbagai lapisan termasuk raja-raja dan pedagang-pedagang di bumi,
mereka telah mabuk hawa nafsu dari perempuan cabul itulah perempuan babel.
Inilah yang dimaksud pemabuk-pemabuk.
Matus
24:49
(24:49) Tuanku tidak datang-datang, lalu ia
mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk,
Inilah
dosa akhir zaman, makan minum, kawin mengawinkan (pemabuk-pemabuk) disebut juga
dosa kenajisan percabulan. Hati-hati saudara kita sudah melihat dan mengenali
pemabuk-pemabuk.
Kembali
kita membaca...
Matius
24:39
(24:39) dan mereka tidak tahu akan sesuatu,
sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah
halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.
Hati-hati,
jangan kita sibuk dengan dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan, sebab
mereka tidak tahu akan segala sesuatu, mengapa? Karena mereka sibuk dengan dosa
makan minum dan dosa kawin mengawinkan sebelum air bah itu datang melenyapkan
mereka semua, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia dan itu akan
terjadi.
Matius
24:49-51
(24:49) Tuanku
tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum
bersama-sama pemabuk-pemabuk, (24:50) maka tuan hamba itu akan datang
pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya,
(24:51) dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang
munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi."
Itulah
hamba yang jahat/hamba yang tidak setia, kejahatan mereka ada dua yaitu;
memukul hamba-hamba yang lain kemudian makan minum bersama-sama
pemabuk-pemabuk.
Kita
bandingkan dengan hamba yang setia.
Tentang:
HAMBA YANG SETIA
Matius
24:45
(24:45)"Siapakah
hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas
orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya? (24:46) Berbahagialah
hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
(24:47) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat
dia menjadi pengawas segala miliknya.
Hamba
yang setia adalah hamba yang takut dan gentar, sebab ia setia = tidak suka main
belakang.
Jadi
sekalipun tidak dilihat oleh tuannya, dia tetap takut dan gentar, tidak suka
main belakang.
Ciri-ciri
hamba setia: Berlaku bijaksana.
Kehidupan
yang bijaksana kita akan melihat di dalam...
Daniel
12:3
(12:3) Dan
orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun
banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk
selama-lamanya.
Tugas
dari orang-orang bijaksana: menuntun banyak orang kepada kebenaran.
Orang-orang
bijaksana digambarkan seperti bintang-bintang yang bercahaya di cakrawala.
Filipi
2:12-15 -- Perikop: "Tetaplah kerjakan keselamatanmu"
(2:12) Hai
saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah
kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku
masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, (2:13)
karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan
menurut kerelaan-Nya. (2:14) Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak
bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, (2:15) supaya kamu tiada beraib
dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan
yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara
mereka seperti bintang-bintang di dunia,
Orang
bijaksana digambarkan seperti bintang-bintang yang bercahaya di cakrawala.
Mereka bercahaya:
- Di
tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya.
- Di
tengah-tengah orang yang sesat.
Jadi
tugas dari pada orang bijaksana menuntun banyak orang kepada kebenaran termasuk
angkatan yang bengkok hatinya dan sesat hatinya.
Mungkin
hari ini hati kita bengkok karena satu dan lain hal, mungkin hari ini kita ada
di jalan yang sesat, tetapi TUHAN adalah bintang timur yang gilang gemilang,
menuntun banyak orang kepada kebenaran.
Bintang-bintang
yang bercahaya di cakrawala adalah kehidupan yang tidak beraib dan tidak
bernoda.
Awal mula untuk menjadi orang bijaksana (bintang-bintang di cakrawala)...
Filipi
2:12
(2:12) Hai
saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah
kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku
masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
Awal
mula untuk menjadi orang bijaksana (bintang-bintang di cakrawala):
Yang pertama: Taat --- Taat kepada Firman Pengajaran
Mempelai dalam terang Tabernakel.
Kalau
ingin menjadi orang bijaksana; bintang-bintang yang bercahaya di cakrawala di
tengah-tengah angkatan yang bengkok dan sesat hatinya, terlebih dahulu menjadi
satu kehidupan yang taat.
Yang kedua: Memiliki kemauan yang datang dari TUHAN untuk
melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN. Melayani TUHAN dan melayani
pekerjaan TUHAN jangan karena maunya manusia, tetapi melayani TUHAN dan
pekerjaan TUHAN karena kita memiliki kemauan yang datang dari TUHAN itu yang
benar.
Ada
dua jenis kemauan;
-
Kemauan yang datang dari TUHAN dan
-
Kemauan karena kepentingan.
Tetapi
untuk menjadi orang bijaksana, tanda kedua adalah memiliki kemauan yang datang
dari TUHAN untuk melayani TUHAN dan pekerjaan TUHAN, bukan kemauan sendiri.
Tanda
memiliki kemauan yang dari TUHAN: mengerjakan segala sesuatu dengan tidak
bersungut-sungut/tidak berbantah-bantah. Inilah tanda bahwa seseorang
memiliki kemauan yang datang dari TUHAN; melayani TUHAN dan melayani pekerjaan
TUHAN atau melakukan segala sesuatu tanpa berbantah-bantah, tanpa
bersungut-sungut.
Ada
kalanya kalau sudah bekerja kemudian sedikit dijelaskan kembali pekerjaan itu,
mulai berbantah-bantah karena mungkin lelah. Mengapa? Karena dia memiliki
kemauan dan kepentingannya sendiri. Kalau sudah begini, kedudukannya tidak akan
pernah di cakrawala, di bumi saja, di tempat yang paling rendah saja; disiksa, dianiaya,
dan diinjak-injak.
Bila
kita setia dan bijaksana...
Matius
24:45-46
(24:45)
"Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas
orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya? (24:46)
Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu,
ketika tuannya itu datang.
Singkat
kata; di sini kita akan menemukan dua hal hasil dari bijaksana dan setia:
Diberikan makanan pada waktunya dan berbahagia.
Kita
akan melihat makanan yang diberikan pada waktunya yang dilanjutkan dengan kata
berbahagialah di dalam...
Wahyu
19:6-9
(19:7) Marilah
kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan
Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. (19:8) Dan
kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan
dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang
benar dari orang-orang kudus.] (19:9) Lalu ia berkata kepadaku:
"Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak
Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan
dari Allah."
Jadi
diberi makan pada waktunya maksudnya adalah masuk dalam perjamuan
Kawin Anak Domba dan itu adalah kebahagiaan sebagaimana yang
tertulis pada ayat 9; “Berbahagialah mereka yang diundang ke
perjamuan kawin Anak Domba." Ini kebahagiaan yang sempurna sebagaimana
yang dinyatakan oleh nabi Yohanes di dalam Yohanes 3:29; sukacitaku itu penuh
itulah sukacita mempelai.
Ini
hasil yang dialami oleh seorang hamba yang setia dan bijaksana. Inilah yang
akan diterima oleh hamba-hamba yang baik; setia dan bijaksana berarti sudah
berada pada puncak ibadah; doa penyembahan. Amin.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA
MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment