KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Wednesday, August 13, 2025

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 5 AGUSTUS 2025

 

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 5 AGUSTUS 2025

 

SURAT YUDAS

Yudas 1:6

(Seri 2)

 

Subtema: API ASING ( PENCIUMAN HILANG )

 

Shalom..

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya kita sekalian dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus sehingga kita boleh datang menghadap TUHAN lewat Ibadah Doa Penyembahan malam ini.

Terimakasih buat doa-doa saudara untuk kesehatan kami dan TUHAN semakin hari semakin pulihkan, TUHAN juga memberi kekuatan, tenaga sehingga malam ini kita bersama-sama menghadap TUHAN lewat Ibadah Doa Penyembahan. Dan kita diberi kesempatan untuk membawa korban dan persembahan untuk selanjutnya dipersembahkan di atas Mezbah TUHAN.

 

Dan tibalah saatnya bagi kita untuk mendengarkan Firman ALLAH, mari kita buka hati kita selebar-lebarnya untuk pemberitaan Firman ALLAH supaya nanti hati kita diisi penuh dengan Firman ALLAH sehingga dengan demikian, kita boleh mengerjakan segala sesuatu sesuai dengan kebenaran Firman ALLAH yang kita terima malam ini.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN yang turut bergabung lewat online/live streaming/video internet baik dari YouTube maupun dari Facebook, dari media sosial apa saja yang dapat digunakan, biarlah kiranya damai sejahtera ada di tengah-tengah kita, sehingga kita boleh merasakan sukacita dan bahagia saat menikmati sabda ALLAH.

 

Selanjutnya mari kita sambut Surat Yudas sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan.

Namun tetaplah berdoa dalam Roh untuk memohon kemurahan dari pada TUHAN, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi.

 

Kita kembali membaca Yudas 1:6; untuk pemberitaan Firman untuk yang ke-2 kalinya.

Yudas 1:6

(1:6) Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar,

 

Intinya, malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka; meninggalkan tempat kediaman mereka.

Singkat kata, pada saat malaikat memberontak kepada TUHAN, maka pada saat yang sama; malaikat telah meninggalkan kediamannya.

 

Perlu untuk diketahui: Anak-anak TUHAN juga mempunyai daerah teritorial (daerah kekuasaan) sebagai tempat kediamannya, sehingga tidak boleh ditinggalkan.

Kita mempunyai tempat kediaman yang tidak boleh ditinggalkan, daerah teritorial (daerah kekuasaan) kita sebagai tempat kediaman kita, tidak boleh ditinggalkan.

 

1 Korintus 12:12 --- Perikop: "Banyak anggota, tetapi satu tubuh."

(12:12) Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.

 

Tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak. Namun, sekalipun anggota-anggota tubuh banyak; tubuh itu satu.

 

1 Korintus 12:14-17

(12:14) Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota. (12:15) Andaikata kaki berkata: "Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? (12:16) Dan andaikata telinga berkata: "Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? (12:17) Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman?

 

Tubuh tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota, antara lain; kaki, tangan, mata, telinga, penciuman (hidung) dst.

 

1 Korintus 12:18

(12:18) Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya.

 

Allah telah memberikan kepada masing-masing anggota suatu tempat pada tubuh seperti yang dikehendaki Allah. Maka, setiap anggota tubuh itu tidak boleh meninggalkan kediaman yang telah ditentukan TUHAN tadi.

 

Misalnya;

-    Kaki tidak boleh menjadi tangan.

Itu berarti kaki tidak boleh meninggalkan tempat kediamannya sehingga berada di kediaman tangan.

-    Telinga tidak boleh menjadi mata.

Itu berarti telinga tidak boleh meninggalkan tempat kediamannya sehingga berada di kediaman mata.

 

Sebab di atas tadi sudah saya sampaikan, setiap anggota tubuh memiliki daerah teritorial (daerah kekuasaan) masing-masing sebagai tempat kediaman yang tidak boleh ditinggalkan lalu berada pada tempat kediaman anggota tubuh yang lain, itu tidak boleh. Karena TUHAN sudah memberikan satu tempat secara khusus kepada masing-masing anggota tubuh sebagai daerah teritorial (daerah kekuasaan) sebagai tempat kediaman yang tidak boleh ditinggalkan.

 

Perlu untuk diketahui;

-    Ketika mata mendominasi seluruh tempat pada tubuh, maka pendengaran lenyap / hilang = tidak dengar-dengaran.

Contoh tidak dengar-dengaran adalah Saul. Pada minggu lalu sudah diterangkan mengenai kehidupan Saul yang tidak dengar-dengaran. Sebenarnya Saul diurapi menjadi raja untuk menyelamatkan Israel dari tangan musuh di sekitarnya bukan? Sebagaimana yang tertulis di dalam 1 Samuel 10:1.

Selanjutnya Saul diperintahkan ke Gilgal dan menunggu Samuel selama 7 (tujuh) hari sebab TUHAN hendak memberitahukan kepada Saul apa yang harus dilakukannya sebagai raja, tetapi dengan syarat: Samuel terlebih dahulu mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di dalam 1 Samuel 10:8.

 

Jadi Saul harus mendahului Samuel ke Gilgal dan menunggu Samuel selama 7 hari di sana karena TUHAN hendak memberitahukan segala sesuatu tentang apa yang akan dikerjakan oleh Saul sebagai raja untuk melindungi rakyatnya dari tangan musuh di sekitarnya. Tetapi tentu saja setelah Samuel nantinya mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan kepada TUHAN. TUHAN tidak mungkin berbicara kalau tidak ada sarana yaitu; korban bakaran dan korban keselamatan yang kita persembahkan kepada TUHAN.

 

Jadi jangan merasa rugi untuk datang menghadap TUHAN lewat ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok lalu di tengah-tengahnya kita membawa korban dan persembahan kepada TUHAN karena kita juga mau mendengarkan apa yang hendak TUHAN katakan kepada kita supaya kita tahu apa yang harus kita lakukan ke depan sebagai raja-raja yang diurapi, sebagai imam (pelayan) TUHAN yang diurapi, sebagai sidang jemaat, umat ketebusan yang diurapi oleh TUHAN.

Namun kenyataannya Saul tidak mendengarkan perintah ALLAH dan kisah itu ada di dalam 1 Samuel pasal 13, ia tidak mendengarkan apa yang diperintahkan (disampaikan) oleh Samuel pada saat Saul diurapi sebagai raja. Akhirnya Saul pun ditolak sebagai raja atas Israel dan kisah itu ditulis di dalam 1 Samuel pasal 15. Pada ibadah sebelum malam ini telah diterangkan.

Saya berharap semua yang kita terima masih jelas dalam ingatan kita masing-masing karena kita merasa diberkati oleh TUHAN lewat pemberitaan Firman TUHAN pada minggu yang lalu.

 

Perlu untuk diketahui;

-    Ketika telinga mendominasi seluruh tempat pada tubuh, maka penciuman lenyap / hilang.

Penciuman / hidung bila dikaitkan dengan Pengajaran Tabernakel terkena pada: MEZBAH DUPA, berarti; doa penyembahan.

 

Gambar Tabernakel dalam anatomi manusia.

 


Indera penciuman bila dikaitkan dengan pengajaran Tabernakel maka terkena pada Mezbah Dupa -> Doa Penyembahan. Pendeknya jikalau telinga mendominasi semua tempat pada tubuh maka tidak ada doa penyembahan. Penciuman (hidung) hilang lenyap berarti tidak sampai kepada doa penyembahan.

 

Indera penciuman merupakan salah satu dari lima indera yang dimiliki oleh manusia. Kemudian indera penciuman berperan mendeteksi bau / aroma, sebab hidung memiliki sensor yang disebut dengan sel olfaktori.

Selanjutnya, sel olfaktori (sel saraf) pada hidung akan meneruskan hal itu ke otak untuk diinterpretasikan sehingga dapat menyimpulkan suatu aroma / bau.

 

Terkait dengan penyembahan yang hilang, kita akan mengkaji satu kisah di dalam Imamat 10:1-2.

Imamat 10:1-2 --- Perikop: “Kematian Nadab dan Abihu.”

(10:1) Kemudian anak-anak Harun, Nadab dan Abihu, masing-masing mengambil perbaraannya, membubuh api ke dalamnya serta menaruh ukupan di atas api itu. Dengan demikian mereka mempersembahkan ke hadapan TUHAN api yang asing yang tidak diperintahkan-Nya kepada mereka. (10:2) Maka keluarlah api dari hadapan TUHAN, lalu menghanguskan keduanya, sehingga mati di hadapan TUHAN.

 

Nadab dan Abihu mempersembahkan api asing bagi TUHAN. Akibatnya: Nadab dan Abihu mati dihanguskan oleh api TUHAN.

Api asing artinya; menaruh ukupan wangi-wangian di atas api perbaraan, tetapi yang tidak diperintahkan TUHAN kepada mereka. Padahal Nadab dan Abihu adalah seorang imam yang diurapi oleh TUHAN dan ditahbiskan untuk memegang jabatan imam kalau kita periksa di dalam Bilangan 3:3.

 

Kehidupan yang diurapi semestinya tahu apa yang harus dilakukan dihadapan TUHAN. Tetapi kenyataannya mereka mempersembahkan ukupan asing di hadapan TUHAN. Ini sungguh sangat disayangkan.

 

Bilangan 3:3-4 --- Perikop: “Orang Lewi.”

(3:3) Itulah nama anak-anak Harun, imam-imam yang diurapi, yang telah ditahbiskan untuk memegang jabatan imam. (3:4) Tetapi Nadab dan Abihu sudah mati di hadapan TUHAN di padang gurun Sinai, ketika mereka mempersembahkan api yang asing ke hadapan TUHAN. Mereka tidak mempunyai anak. Jadi ketika Harun, ayah mereka, masih hidup, yang memegang jabatan imam ialah Eleazar dan Itamar.

 

Ketika Harun masih hidup, maka yang memegang jabatan imam adalah Eleazar dan Itamar (anak ketiga dan anak keempat dari Harun). Itu berarti jabatan imam adalah suatu kedudukan yang sangat tinggi dan mulia. TUHAN tidak sembarangan mengangkat seorang imam lalu ditahbiskan untuk pekerjaan yang mulia.

Itu sebabnya ketika Nadab dan Abihu mati oleh api TUHAN akhirnya jabatan imam jatuh ke tangan Eleazar dan Itamar.

 

Imamat 16:1-2 -- Perikop: “Hari Raya Pendamaian.”

(16:1) Sesudah kedua anak Harun mati, yang terjadi pada waktu mereka mendekat ke hadapan TUHAN, berfirmanlah TUHAN kepada Musa. (16:2) Firman TUHAN kepadanya: "Katakanlah kepada Harun, kakakmu, supaya ia jangan sembarang waktu masuk ke dalam tempat kudus di belakang tabir, ke depan tutup pendamaian yang di atas tabut supaya jangan ia mati; karena Aku menampakkan diri dalam awan di atas tutup pendamaian.

 

Seperti Nadab dan Abihu mempersembahkan ukupan kepada TUHAN yang tidak diperintahkan oleh TUHAN disebutlah itu ukupan asing. Itu sebabnya oleh karena kejadian itu, akhirnya Musa memperingatkan Harun supaya jangan sembarang waktu masuk ke dalam Ruangan Maha Suci ketika mengerjakan pendamaian sekaligus membawa ukupan, itu satu paket. Tujuannya supaya Musa tidak mengalami nasib yang sama seperti Nadab dan Abihu.

 

Oleh sebab itu, kita harus belajar mengerti secara khusus menghargai ibadah dan pelayanan yang TUHAN percayakan. Jangan kita sembarangan beribadah, jangan asal ikut-ikutan dalam beribadah kepada TUHAN supaya kita jangan binasa di hadapan TUHAN nanti.

 

Lebih rinci tentang Api asing.

Keluaran 30:1,9 --- Perikop: “Mengenai mezbah pembakaran ukupan.”

(30:1) "Haruslah kaubuat mezbah, tempat pembakaran ukupan; haruslah kaubuat itu dari kayu penaga; (30:9) Di atas mezbah itu janganlah kamu persembahkan ukupan yang lain ataupun korban bakaran ataupun korban sajian, juga korban curahan janganlah kamu curahkan di atasnya.

 

Musa diperintahkan membuat mezbah sebagai tempat cawan emas pembakaran ukupan.

Kemudian, di atas mezbah itu dilarang untuk:

a. Membakar api asing.

b. Jangan ada persembahan korban bakaran, korban sajian, korban curahan.

 

Tentang: DILARANG MEMBAKAR API ASING.

Itu berarti; doa dan penyembahan harus bermotif / berpangkal yang murni.

Pendeknya, penyembahan yang benar / murni adalah menyembah ALLAH dalam Roh dan Kebenaran ... Yohanes 4:24. Ini motif atau pangkal yang murni, tidak ada motif-motif lain, tidak ada dasar-dasar lain.

 

Contoh api asing.

Wahyu 18:13 --- Perikop: “Jatuhnya Babel.”

(18:13) kulit manis dan rempah-rempah, wangi-wangian, mur dan kemenyan, anggur, minyak, tepung halus dan gandum, lembu sapi, domba, kuda dan kereta, budak dan bahkan nyawa manusia.

 

Ayat ini menggambarkan ukupan dan kemenyan yang datang dari Babel.

 

Wahyu 17:4 --- Perikop: “Penghakiman atas Babel.”

(17:4) Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.

 

Cawan emas (tempat pembakaran ukupan) dari Babel berisikan:

1. Kekejian.

Prakteknya; menghapus korban sehari-hari, yaitu; korban sembelihan dan korban santapan

-    Korban sembelihan adalah; ibadah dan pelayanan dihubungkan langsung dengan pengorbanan (ibadah dan pelayanan berdarah-darah).

-    Korban santapan adalah; Pengajaran Firman Allah yang benar dan murni, itulah Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan -- ayat satu menerangkan ayat yang lain / ayat satu menjelaskan ayat yang lain.

 

2. Kenajisan percabulan = mabuk anggur dari perempuan Babel.

Hal ini terkait dengan Mamon; harta dan kekayaan sebagai penyembahan tertinggi dari antikris / setan tritunggal.

Inilah isi dari cawan emas yang ada di tangan perempuan babel.

 

Jadi saudara, setelah kita renungkan api asing ini adalah dua hal yang ada di dalam cawan emas yang ada di tangan perempuan babel itulah:

-       Kekejian.

-       Kenajisan percabulan.

 

Yesaya 1:12-13

(1:12) Apabila kamu datang untuk menghadap di hadirat-Ku, siapakah yang menuntut itu dari padamu, bahwa kamu menginjak-injak pelataran Bait Suci-Ku? (1:13) Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku. Kalau kamu merayakan bulan baru dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan.

 

Api asing yang dipersembahkan dihadapan TUHAN adalah bau kejijikan bagi TUHAN.

 

Jadi saudara, jangan kita datang ke hadapan TUHAN / membawa korban tetapi bermotif / berpangkal yang lain-lain. Jangan kita membawa sesuatu yang tidak diperintahkan oleh TUHAN, sebab baunya adalah kejijikan bagi TUHAN.

Ukupan yang dipersembahkan oleh Nadab dan Abihu, yang tidak diperintahkan oleh TUHAN baunya adalah kejijikan bagi TUHAN.

 

Maka supaya kita jangan binasa dimakan oleh api TUHAN seperti Nadab dan Abihu, marilah kita belajar untuk membawa ukupan wangi-wangian yang sesuai dengan perintah TUHAN. Jangan kita sembarang dalam mempersembahkan ukupan wangi-wangian kepada TUHAN.

 

JALAN KELUAR:

Imamat 10:3

(10:3) Berkatalah Musa kepada Harun: "Inilah yang difirmankan TUHAN: Kepada orang yang karib kepada-Ku Kunyatakan kekudusan-Ku, dan di muka seluruh bangsa itu akan Kuperlihatkan kemuliaan-Ku." Dan Harun berdiam diri.

 

Jalan keluar:

Kepada orang yang karib kepada-Ku Kunyatakan kekudusan-Ku.

Artinya: seorang imam / hamba TUHAN haruslah menguduskan nama TUHAN sebab orang yang karib adalah orang yang dekat dengan TUHAN. Jelas itulah seorang imam /hamba TUHAN.

Kehidupan yang karib bukan yang jauh, dialah yang harus menjadi garda terdepan untuk menguduskan nama TUHAN.

Jadi inilah kehidupan yang harus menguduskan nama TUHAN.

 

Praktek menguduskan nama TUHAN:

Imamat 16:11-13

(16:11) Harun harus mempersembahkan lembu jantan yang akan menjadi korban penghapus dosa baginya sendiri dan mengadakan pendamaian baginya dan bagi keluarganya; ia harus menyembelih lembu jantan itu. (16:12) Dan ia harus mengambil perbaraan berisi penuh bara api dari atas mezbah yang di hadapan TUHAN, serta serangkup penuh ukupan dari wangi-wangian yang digiling sampai halus, lalu membawanya masuk ke belakang tabir. (16:13) Kemudian ia harus meletakkan ukupan itu di atas api yang di hadapan TUHAN, sehingga asap ukupan itu menutupi tutup pendamaian yang di atas hukum Allah, supaya ia jangan mati.

 

Untuk masuk ke dalam Ruangan Maha Suci, Harun harus membawa 2 (dua) perkara;

1.    Darah lembu jantan sebagai korban penghapus dosa sekaligus oleh darah itu ia mengadakan pendamaian baginya, bagi keluarganya, dan bagi umat Israel.

2.    Membawa api perbaraan lalu menaruh ukupan wangi-wangian di atas api itu, sehingga Ruangan Maha Suci penuh dengan asap menutupi tabut perjanjian.

Asap dari ukupan wangi-wangian -> doa penyembahan.

 

Jadi dua hal inilah yang dibawa oleh imam besar Harun setiap kali ia masuk ke dalam Ruangan Maha Suci satu kali dalam satu tahun. Itu sebabnya tidak boleh sembarang waktu masuk ke dalam Ruangan Maha Suci, membawa darah lembu jantan dan membawa ukupan wangi-wangian, tidak boleh sembarangan.

 

Itu sebabnya sesudah kematian Nadab dan Abihu, Musa ini betul-betul memperingatkan Harun dengan tegas supaya Harun kakaknya itu jangan mati seperti Nadab dan Abihu dihanguskan oleh api TUHAN oleh karena kesalahan mereka sendiri.

 

Jadi tidak boleh membawa ukupan dengan berpangkal (bermotif) yang lain. Mengapa mempersembahkan ukupan dengan sembarang waktu? Karena berpangkal / bermotif kepentingan pribadi. Tetapi di sini kita melihat Harun betul-betul melakukan apa yang semestinya dilakukan sesuai dengan perintah TUHAN;

-            Membawa darah lembu, mengerjakan penebusan lalu mengadakan pendamaian baginya, bagi keluarganya, serta bagi umat Israel. Serta,

-            Membawa ukupan wangi-wangian supaya ia jangan binasa itulah doa penyembahan.

 

Tidaklah mungkin seorang imam menjadi pendamaian tanpa hidup di dalam doa penyembahan, sebaliknya tidak mungkin ada pendamaian tanpa penyerahan dan tidak mungkin ada penyerahan tanpa pendamaian, itu merupakan satu kesatuan.

 

Jadi saudara, Harun harus melakukan itu supaya ia jangan mati. Singkat kata, di dalam mempersembahkan wangi-wangian harus sesuai dengan perintah dan waktunya TUHAN.

 

Keluaran 30:34-35 --- Perikop: “Mengenai ukupan yang kudus.”

(30:34) Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Ambillah wangi-wangian, yakni getah damar, kulit lokan dan getah rasamala, wangi-wangian itu serta kemenyan yang tulen, masing-masing sama banyaknya. (30:35) Semuanya ini haruslah kaubuat menjadi ukupan, suatu campuran rempah-rempah, seperti buatan seorang tukang campur rempah-rempah, digarami, murni, kudus.

 

Ukupan wangi-wangian / rempah-rempah berbau harum terdiri dari:

1. Getah damar (mur).

2. Kulit lokan / lawang.

3. Getah rasamala.

4. Kemenyan asli / tulen.

 

Selanjutnya, keempat jenis rempah-rempah ini harus digiling sampai halus.

Ayat referensi: Imamat 16:12 ---  Dan ia harus mengambil perbaraan berisi penuh bara api dari atas mezbah yang di hadapan TUHAN, serta serangkup penuh ukupan dari wangi-wangian yang digiling sampai halus, lalu membawanya masuk ke belakang tabir.

 

Intisari dari ukupan wangi-wangian yang digiling halus adalah berbicara tentang penyerahan diri Yesus sepenuh sehingga dihancurkan dan dihabiskan dalam derita-Nya, tetapi bagi Allah BAU HARUM dan BERHARGA.

 

Penyembahan adalah persekutuan dengan Kristus yang sudah menderita sedemikian karena dosa manusia. Sehingga;

-    Kita diserap oleh wujud-Nya.

Wujud dari mempelai TUHAN di bumi ini adalah; doa penyembahan.

-    Tenggelam sepenuhnya di dalam kasih-Nya.

Artinya; di dalam doa penyembahan ada hubungan intim.

Inilah ukupan wangi-wangian bagi TUHAN.

 

Jadi ingat Harun harus membawa darah lembu jantan yang menjadi korban penghapus dosa baginya kemudian oleh darah itu nanti dia mengadakan pendamaian baginya, bagi keluarganya, dan bagi umat Israel. Tetapi perkara yang kedua tidak boleh lupa; dia juga harus membawa ukupan wangi-wangian, perbaraan api lalu ditaruh di atasnya ukupan wangi-wangian yang terdiri dari empat jenis, semuanya digiling halus itu berbicara tentang penyerahan diri Yesus sepenuh sehingga dia rela dihancurkan dihabiskan dalam derita di atas kayu salib namun bagi ALLAH bau harum dan berharga.

 

Tetapi ada lagi syarat berikutnya kalau kita membaca lagi di dalam Keluaran 30:9; di atas mezbah itu dilarang untuk mempersembahkan api yang lain (api asing) juga dilarang untuk mempersembahkan korban bakaran atau korban sajian atau korban curahan di atas mezbah dupa.

 

Maksudnya, ketentuan-ketentuan dari hukum taurat tidak berlaku di dalam doa penyembahan karena ketentuan-ketentuan hukum taurat (ibadah yang dijalankan secara lahiriah).

Tidak ada orang yang terikat dengan hal lahiriah lalu dia berada dalam penyembahan yang heran. Inilah ukupan wangi-wangian dan api asing.

 

Ingat kalau telinga yang mendominasi seluruh tempat pada tubuh, yang hilang lenyap adalah penciuman. Nadab dan Abihu adalah seorang imam yang telah ditahbiskan, tetapi kenyataannya penyembahan dari kehidupan mereka berdua hilang lenyap karena api asing.

 

Jadi jelas sekali bahwa dalam Yudas 1:6; di situ dikatakan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka/malaikat yang memberontak kepada TUHAN, saat itu juga malaikat telah meninggalkan tempat kediaman mereka.

Jadi kalau kita tidak hidup dalam doa penyembahan itu sama dengan telah meninggalkan tempat kediaman, sama saja dengan kalau kita tidak dengar-dengaran sama dengan meninggalkan tempat kediaman, minggu lalu telah diterangkan. Sebab itu jangan kita mempersembahan api asing. Amin.

 

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

 

No comments:

Post a Comment