IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 26 JULI 2025
STUDY YUSUF
Kejadian 44:2
(Seri: 3)
Subtema: PERSEMBAHAN
KHUSUS (SETENGAH SYIKAL UANG PERAK)
Shalom.
Mula pertama saya mengucap syukur kepada Tuhan yang
menghimpunkan di atas gunung Tuhan lewat Ibadah Kaum Muda Remaja, kiranya damai
sejahtera dari Sorga memenuhi tempat ini dan ruangan hati kita masing-masing,
baik juga saudara yang mengikuti secara online ada damai sejahtera, ada
sukacita, ada kebahagiaan saat nanti kita duduk diam mendengarkan sabda Allah.
Selanjutnya marilah kita sambut STUDY YUSUF sebagai
firman penggembalaan untuk Ibadah Kaum Muda Remaja. Namun, tetaplah berdoa
dalam Roh dan mohon kemurahan dari Tuhan supaya Firman yang dibukakan itu
meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.
Mari kita kembali untuk membaca Kejadian 44:1-2 sebagai
pemberitaan firman seri yang ketiga.
Kejadian 44:1-2 -- Perikop: “Piala Yusuf hilang dan
didapati.”
(44:1) Sesudah itu diperintahkannyalah kepada kepala rumahnya: "Isilah
karung orang-orang itu dengan gandum, seberapa yang dapat dibawa mereka,
dan letakkanlah uang masing-masing di dalam mulut karungnya. (44:2)
Dan pialaku, piala perak itu, taruhlah di dalam mulut karung anak
yang bungsu serta uang pembayar gandumnya juga." Maka diperbuatnyalah
seperti yang dikatakan Yusuf.
Dalam kunjungan yang kedua dari kakak-kakak Yusuf di
Mesir terdapat tiga hal penting yang terjadi.
1.
Yusuf memberi
gandum kepada kakak Yusuf, seberapa mereka kuat membawa gandum itu.
2.
Uang pembelian
gandum dikembalikan.
3.
Piala perak Yusuf
ditaruh di dalam karung Benyamin.
Ketiga perkara ini merupakan usaha Yusuf yang terakhir
sebelum ia memperkenalkan dirinya kepada kakak-kakaknya itu.
Kita akan membahas BAGIAN YANG KETIGA.
Keterangan: “Piala perak Yusuf ditaruh di dalam
karung Benyamin.”
Perak itu berbicara tentang KETEBUSAN.
Keluaran 30:11-14 -- Perikop: “Mengenai persembahan
khusus pada waktu pendaftaran orang Israel.”
(30:11) TUHAN berfirman kepada Musa: (30:12) "Apabila engkau
menghitung jumlah orang Israel pada waktu mereka didaftarkan, maka haruslah
mereka masing-masing mempersembahkan kepada TUHAN uang pendamaian karena
nyawanya, pada waktu orang mendaftarkan mereka, supaya jangan ada tulah di
antara mereka pada waktu pendaftarannya itu. (30:13) Inilah yang harus
dipersembahkan tiap-tiap orang yang akan termasuk orang-orang yang terdaftar
itu: setengah syikal, ditimbang menurut syikal kudus -- syikal ini dua
puluh gera beratnya --; setengah syikal itulah persembahan khusus kepada
TUHAN. (30:14) Setiap orang yang akan termasuk orang-orang yang
terdaftar itu, yang berumur dua puluh tahun ke atas, haruslah
mempersembahkan persembahan khusus itu kepada TUHAN.
Pada zaman Musa setiap orang dari umat Israel secara
khusus laki-laki yang berumur dua puluh tahun ke atas harus membayar uang
tebusan jiwa yaitu setengah syikal uang perak.
Pendeknya setengah syikal uang perak adalah harga
tebusan hidup, disebut juga dengan sebagai PERSEMBAHAN KHUSUS.
Persembahan khusus bisa diberikan setelah memberikan
persembahan persepuluhan. Persembahan khusus ini kaitannya dengan penebusan
atau pendamaian yang sudah dikerjakan Tuhan. Maka, apabila merasa dosanya sudah
ditebus dan sudah diperdamaikan oleh Allah maka sangat dianjurkan untuk membawa
persembahan khususnya kepada Tuhan.
Jadi, bukan saja imam-imam atau yang melayani di
tempat kudus-Nya, namun orang-orang yang mengalami penebusan terhadap dosanya
wajib atau dilanjutkan untuk mempersembahkan persembahan khususnya kepada
Tuhan.
Keluaran 30:15
(30:15) Orang kaya janganlah mempersembahkan lebih dan orang miskin janganlah
mempersembahkan kurang dari setengah syikal itu pada waktu dipersembahkan
persembahan khusus itu kepada TUHAN untuk mengadakan pendamaian bagi nyawa kamu
sekalian.
Orang kaya maupun orang miskin persembahannya tetap
setengah syikal uang perak; tidak boleh lebih karena dia kaya dan tidak
boleh kurang karena dia miskin.
Perlu untuk diketahui:
-
Tuhan sudah
mengadakan penebusan dan pendamaian atas dosa dunia 2000 tahun yang lalu di atas kayu salib, di bukit Golgota.
Ayat referensi: 1 Petrus 1:18-19, dosa kita
telah ditebus bukan dengan barang yang fana, bukan dengan emas atau perak,
tetapi kita ditebus dengan darah yang mahal yaitu darah Kristus yang sama
seperti darah Anak Domba yang tak bernoda dan tak bercacat = Darah yang kudus.
-
Penebusan itu
berlaku atas tiap-tiap suku, kaum, bahasa, dan bangsa.
Artinya: Nilai setiap orang sama di hadapan Tuhan.
Oleh sebab itu pada Keluaran 30:15; “Orang kaya janganlah
mempersembahkan lebih dan orang miskin janganlah mempersembahkan kurang dari
setengah syikal …”
Ayat referensi: Wahyu 5:9, Tuhan Yesus sanggup
membuka gulungan kitab dan ketujuh meterainya sebab Anak Domba Allah telah
disembelih, kemudian darah-Nya itu sanggup menebus semua orang di atas muka
bumi ini baik kaya maupun miskin, dari berbagai suku, bahasa, kaum, dan bangsa.
Keluaran 30:16
(30:16) Dan haruslah engkau memungut uang pendamaian itu dari orang
Israel dan menggunakannya untuk ibadah dalam Kemah Pertemuan; supaya itu
menjadi peringatan di hadapan TUHAN untuk mengingat kepada orang Israel dan
untuk mengadakan pendamaian bagi nyawa kamu sekalian."
Setengah syikal uang perak harus dipungut dari orang
Israel, selanjutnya dipergunakan untuk keperluan ibadah.
Jadi apabila kita mempersembahkan persembahan khusus
pasti ibadah kita berjalan dengan baik sesuai dengan kehendak Allah, bukan
sesuai kehendak manusia.
Persembahan khusus contohnya untuk keperluan Kebaktian
PPT, apabila kita membawa persembahan khusus untuk kebaktian PPT maka kebaktian
PPT akan berjalan. Kemudian, di dalam ibadah pelayanan ada persembahan khusus
contohnya untuk pembelian alat-alat musik, alat-alat elektronik dan kita
membawa persembahan secara khusus untuk hal itu maka ibadah kita pasti berjalan
dengan baik.
Pendeknya: Beribadah atau datang menghadap Tuhan harus
disertai dengan MEMBAYAR HARGA, itulah uang tebusan setengah syikal perak.
Terkait dengan “uang tebusan” ternyata hal itu juga
diajarkan Yesus kepada murid-murid-Nya.
Matius 16:21 -- Perikop: “Pemberitahuan pertama
tentang penderitaan Yesus dan syarat-syarat mengikuti Dia.”
(16:21) Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia
harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak
tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan
pada hari ketiga.
Ketika kita berada di dalam Yerusalem, berada di dalam
ibadah pelayanan, bukan berarti semuanya mulus-mulus saja tetapi ternyata di
Yerusalem juga banyak menanggung derita sengsara salib. Ini firman yang
diajarkan Yesus kepada murid-murid.
Matius 16:22-23
(16:22) Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya:
"Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan
menimpa Engkau." (16:23) Maka Yesus berpaling dan berkata
kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab
engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang
dipikirkan manusia."
Firman Allah yang diajarkan Yesus terkait dengan
menanggung derita sengsara salib bagi Petrus hal itu adalah sesuatu yang sangat
asing. Singkat kata, Petrus menolak salib Kristus.
Matius 16:24
(16:24) Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau
mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
Syarat mengikut Tuhan: Harus bayar harga.
Jadi, berada di tengah ibadah harus disertai dengan
bayar harga yaitu dengan:
1.
Sangkal diri. Berarti, tidak bermegah atas kelebihan-kelebihan
yang dimiliki setiap orang, selain bermegah atas salib di Golgota.
Jika kita memiliki kelebihan misalnya harta, atau
kelebihan lainnya dan kedudukan yang tinggi, jabatan, pangkat atau kelebihan
dalam mengelola bisnis, maka kita tinggal mengucap syukur dan tidak perlu
bermegah atas perkara tersebut.
2.
Memikul salib. Berarti, rela menanggung sengsara karena Tuhan, hal
itu disebut juga aniaya karena firman.
Memikul salib à Orang yang senantiasa bertanggung jawab. Imam-imam,
pelayan-pelayan Tuhan harus senantiasa memikul salib, berarti bertanggung jawab
atas tugas yang dipercayakan oleh Tuhan.
3.
Mengikut Tuhan. Berarti, tidak menyimpang ke kiri dan ke kanan =
Bersikap seperti laki-laki.
Biasanya orang yang bersikap seperti laki-laki adalah
orang yang meneruskan tongkat estafet, seperti:
-
Yesus menerima
tongkat estafet dari Musa untuk memimpin bangsa Israel sampai ke tanah
perjanjian.
-
Demikian juga
Salomo menerima tongkat estafet dari Daud untuk memimpin bangsa Israel.
-
Tuhan sudah
mempercayakan tongkat estafet turun temurun, dari abad ke abad, dan tongkat
estafet pemberitaan Firman Allah sampai kepada kita, marilah kita bersikap
seperti laki-laki dan jangan kita menyimpang ke kiri dan ke kanan, harus kuat
dan teguh hati, sebagaimana di dalam 1 Korintus 16:13.
Kehidupan semacam
ini akan dibawa kepada Kerajaan Sorga.
Singkat kata: Matius 16:24 = Mengikut Tuhan disertai
dengan bayar harga, berarti; sangkal diri, pikul salib, ikut Tuhan = Membayar
uang tebusan setengah syikal uang perak.
Matius 16:25-26
(16:25) Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan
nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan
memperolehnya. (16:26) Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia
tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti
nyawanya?
Barangsiapa mempertahankan nyawanya atau tidak mau
bayar harganya maka ia akan kehilangan nyawanya, sebaliknya barangsiapa rela
kehilangan nyawanya (membayar harga setengah syikal uang perak) maka ia
memperoleh hidup atau memperoleh Kerajaan Sorga.
Keluaran 30:16
(30:16) Dan haruslah engkau memungut uang pendamaian itu dari orang Israel dan
menggunakannya untuk ibadah dalam Kemah Pertemuan; supaya itu menjadi
peringatan di hadapan TUHAN untuk mengingat kepada orang Israel dan untuk
mengadakan pendamaian bagi nyawa kamu sekalian."
Apabila kita menghadap Tuhan dengan membayar harga
atau membawa uang tebusan yaitu setengah syikal uang perak, maka dengan
demikian baik jiwa dan roh kita dipelihara dengan baik oleh Tuhan.
Jadi, uang tebusan setengah syikal perak adalah
jaminan jiwa dan roh, karena setan hanya bisa membunuh tubuh tetapi tidak bisa
membunuh jiwa dan roh manusia.
Oleh sebab itu untuk apa kita memperoleh isi dunia
jika harus kehilangan nyawa, itu berarti seisi dunia tidak dapat dijadikan
sebagai jaminan hidup. Maka, saya kira anak-anak Tuhan tidak perlu menyesal apabila
harus meninggalkan segala yang di belakang, mungkin dahulu adalah seorang yang
berhasil lalu meninggalkan semuanya demi Tuhan, saya kira itu tidak sia-sia dan
tidak menjadi percuma.
1 Korintus 15:56-57
(15:56) Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. (15:57)
Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan
oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
Allah telah memberikan kemenangan atas kita, sebab Yesus
Kristus, Tuhan kita telah menebus kita dari hukum dosa maupun hukum maut. Kita
patut bersyukur kepada Allah yang memberi kemenangan.
1 Korintus 15:58
(15:58) Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan
goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu,
bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.
Persekutuan dengan Tuhan maka jerih payah kita tidak
sia-sia.
Pendeknya, bayar harga di tengah ibadah kepada
Tuhan tidak percuma.
Oleh sebab itu;
-
Berdirilah teguh
jangan goyah. Berarti, bersikap seperti
laki-laki, kuat dan teguh hati = Tidak menyimpang ke kiri dan ke kanan.
-
Giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan.
Saat ini kita sedang giat-giatnya mengadakan
fellowship bersama dengan hamba-hamba Tuhan baik itu Natal PPT, Paskah PPT, dan
kita harus semakin giat, naik bukan turun, kepala bukan ekor.
1 Petrus 4:17
(4:17) Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada
rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman
itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak
percaya pada Injil Allah?
Penghakiman dimulai pada rumah Tuhan. Kalau
penghakiman itu dimulai dari rumah Tuhan maka bagaimana orang yang tidak
percaya kepada Tuhan?
Jadi, Perjanjian Baru disebutlah itu Injil Allah,
sedangkan Injil Sinoptik itulah Matius, Markus, Lukas, Yohanes itu menceritakan
pribadi Yesus secara khusus dimulai dari Sorga turun ke bumi, lalu menderita
dan mati di atas kayu salib, lalu hari ketiga bangkit, dan selanjutnya
dipermuliakan (naik ke Sorga).
Jika kita tidak percaya tentang berita pribadi Yesus; yaitu
pribadi yang dari Sorga turun ke bumi menjadi manusia, lalu mati di atas kayu
salib, dan bangkit pada hari ketiga, kemudian empat puluh hari selanjutnya naik
ke Sorga, maka bagaimana nasib kita nanti? Sebab, penghakiman itu dimulai dari
rumah Tuhan.
1 Petrus 4:18
(4:18) Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah
yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa?
Jika orang benar hampir tidak diselamatkan bagaimana
nasib dengan orang fasik dan orang berdosa?
Orang yang tidak percaya dengan Injil dan orang fasik
serta orang berdosa à Orang yang tidak mau bayar harga di tengah-tengah ibadah dan pelayanan,
itulah uang tebusan setengah syikal uang perak yang harus dipersembahkan di
tengah-tengah ibadah yang Tuhan percayakan.
Jadi jaminan untuk memperoleh hidup kekal adalah uang
tebusan sebesar setengah syikal uang perak. Maka, kita harus semakin giat
menjelang kedatangan Tuhan Yesus kembali sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga.
1 Petrus 4:19
(4:19) Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak
Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada
Pencipta yang setia.
Menyerahkan jiwanya dengan selalu berbuat baik, kepada
Pencipta yang setia. Berarti, jangan lupa membawa uang tebusan setiap kali kita
datang menghadap Tuhan di tengah-tengah ibadah yang Tuhan percayakan, yaitu
setengah syikal uang perak.
Keluaran 30:12
(30:12) "Apabila engkau menghitung jumlah orang Israel pada waktu mereka
didaftarkan, maka haruslah mereka masing-masing mempersembahkan kepada TUHAN
uang pendamaian karena nyawanya, pada waktu orang mendaftarkan mereka,
supaya jangan ada tulah di antara mereka pada waktu pendaftarannya itu.
Supaya jangan ada tulah atau kebinasaan dari
orang Israel maka orang Israel harus mempersembahkan setengah syikal uang
perak. Sebab setengah syikal uang perak adalah persembahan khusus kepada
Tuhan. Maka, jangan ragu membawa uang tebusan supaya lepas atau bebas dari
tulah.
Ada sepuluh kali tulah menimpa bangsa Mesir, sedangkan
tulah kesepuluh adalah kematian anak sulung orang Mesir dari manusia sampai
seluruh binatang mereka. Tetapi tulah pemusnah tidak masuk ke dalam kemah-kemah
orang Israel karena ada tanda darah atau istilah sekarang adalah uang tebusan.
Jadi jaminan untuk menjadikan kita sebagai anak sulung
adalah uang tebusan yaitu membawa setengah syikal uang perak dalam setiap
pertemuan ibadah.
Kenapa disebut dengan setengah syikal? Kenapa tidak
satu syikal?
Jawabannya yaitu jika nanti bertemu dalam pesta nikah
setengah bertemu setengah nanti menjadi SATU SYIKAL, jadi suami isteri adalah
SATU SYIKAL.
PRAKTEK MEMPERSEMBAHAN SETENGAH SYIKAL UANG PERAK.
Keluaran 30:12
(30:12) "Apabila engkau menghitung jumlah orang Israel pada waktu
mereka didaftarkan, maka haruslah mereka masing-masing mempersembahkan
kepada TUHAN uang pendamaian karena nyawanya, pada waktu orang mendaftarkan
mereka, supaya jangan ada tulah di antara mereka pada waktu pendaftarannya itu.
Jumlah Israel dihitung pada waktu mereka didaftarkan dan pada saat itulah setengah syikal uang perak
dipersembahkan.
Pendeknya; Orang Israel dihitung untuk didaftarkan.
Hal ini seperti yang terjadi pada saat kedatangan
Yesus yang pertama ke dunia; mengapa Yusuf dan Maria, atau suku-suku Israel
diadakan sensus, sebab itu mereka harus kembali ke tanah asal mereka untuk
diadakan sensus/pendaftaran, dihitung untuk didaftarkan. Pada saat kedatangan
Tuhan yang kedua kali juga ada sensus yaitu jiwa dihitung untuk didaftarkan
masuk Sorga.
Jadi Israel sampai saat ini tetap terdeteksi, kedua
belas suku Israel sudah berserak sampai kemana dan sudah sampai keturunan yang
keberapa, semua terdeteksi sampai hari ini. Orang Batak adalah bayangan dari
orang Israel, dan semua marga pada orang Batak terdeteksi.
Oleh sebab itu, tidak rugi jika kita datang beribadah,
maka tidak perlu diatur-atur lagi, Tuhan sedang mendidik kita dalam hal membawa
uang tebusan.
Yehezkiel 20:37
(20:37) Aku akan membiarkan kamu lewat dari bawah tongkat
gembala-Ku dan memasukkan kamu ke kandang dengan menghitung kamu.
Kalau mau terdaftar di Sorga maka terlebih dahulu
harus dihitung, berarti harus menjadi satu kehidupan yang tergembala.
Inilah proses atau praktek dalam perhitungan untuk
nanti terdaftar di Sorga. Oleh sebab itu, jangan menolak menjadi satu kehidupan
yang tergembala.
Yohanes 10:3-4
(10:3) Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba
mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing
menurut namanya dan menuntunnya ke luar. (10:4) Jika semua
dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba
itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.
Gembala memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya.
Pendeknya, yang dihitung untuk didaftarkan di dalam kerajaan Sorga
adalah domba-domba yang tergembala.
Ciri-ciri domba tergembala:
YANG PERTAMA: Domba mendengar suara gembala.
Sejauh ini kita telah digembalakan oleh Firman
Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, lalu menuntun domba-domba
sampai ke gunung Sion, berarti;
a.
Menjadi mempelai
Tuhan.
b.
Hidup dalam doa
penyembahan itulah puncak gunung/puncak ibadah.
Jadi kita harus keluar, tidak boleh …
-
Mempertahankan
nyawa.
-
Mempertahankan
dosa masa lalu.
Inilah kehidupan yang tergembala supaya rencana Allah
terlaksana.
YANG KEDUA: Domba-domba mengikuti gembala.
Mengikuti firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya
Tabernakel = Mengikuti jejak gembala, yakni menyerahkan nyawa (Ayat referensi
Yohanes 10:11).
Yesus, Gembala Agung Ia telah menyerahkan nyawa,
itulah tapak-tapak kaki Yesus yang berdarah-darah. Tapak-tapak kaki Yesus yang
berdarah itulah yang harus kita ikuti, sebagaimana yang tertulis dalam 1 Petrus
2:20-21; Yesus adalah Gembala dan berjalan di depan inilah yang harus kita
ikuti, jangan menyimpang ke kiri dan ke kanan supaya jangan sesat di tengah
jalan.
Kita harus mengikuti jejak yang berdarah karena tidak
ada satupun manusia yang pernah naik ke Sorga dan turun kembali, kecuali Dia
yang telah mati lalu bangkit dan naik ke Sorga. Kalau kita tidak mengikuti
jejak berdarah maka kita sesat di padang gurun dunia ini, tidak akan sampai ke
Sorga.
Wahyu 13:7
(13:7) Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan
untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku
dan umat dan bahasa dan bangsa.
Satu kali antikris akan memerintah sebagai raja atas
dunia selama tiga tahun setengah, dan seizin Tuhan mereka akan berkuasa atas
orang-orang kudus, selanjutnya memerangi dan mengalahkan orang-orang kudus.
Ingat pelajaran tulah kesepuluh pada orang Mesir; terjadi kematian anak sulung
sampai kepada kematian binatang orang Mesir, namun setelah itu terjadi
kelepasan.
Jadi, tulah kesepuluh rohani di dunia ini terjadi
setelah antikris menjadi raja, dan saya anggap itu adalah tulah pemusnah. Jika
tidak tergembala maka akan dibunuh oleh tulah itu. Yang dapat bebas atau lepas
dari dunia ini adalah orang yang ada tanda darah/tanda penebusan yaitu setengah
syikal uang perak.
Wahyu 13:8
(13:8) Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap
orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab
kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.
Semua yang diam di bumi satu kali nanti akan menyembah
antikris yaitu orang-orang yang namanya tidak tertulis dalam kitab kehidupan
Anak Domba, dengan lain kata namanya tidak tertulis dalam kitab kehidupan Anak
Domba = Tidak dihitung untuk didaftarkan di Sorga à Kehidupan yang tidak mau tergembala atau menolak
untuk digembalakan. Inilah yang akan menyembah antikris.
Istilah penggembalaan ini tidak sesederhana itu tapi
lebih dari yang kita pikirkan setelah kita kaji. Jangan ada orang yang
meninggalkan penggembalaan karena sesuatu misalnya tidak tahan dengan pencobaan
atau mungkin karena perkara-perkara di dunia ini seperti harta, kekayaan,
pangkat dan jabatan.
Wahyu 20:11-- Perikop: “Hukuman yang terakhir.”
(20:11) Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang
duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak
ditemukan lagi tempatnya.
Langit dan bumi tidak ada dan diganti dengan langit
dan bumi yang baru setelah ada penghakiman takhta putih.
Wahyu 20:12
(20:12) Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan
takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab
lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut
perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.
Semua orang akan berdiri di hadapan takhta putih dan
diadili sesuai dengan yang tertulis di dalam kitab.
-
Dibuka semua kitab.
Di dalamnya tertulis nama-nama orang berdosa, orang
fasik, orang yang menolak untuk tergembala dengan segala perbuatan jahatnya.
-
Dibuka kitab anak
domba yang tersembelih.
Di dalamnya tertulis nama-nama yang tergembala yaitu:
1.
Orang yang
memiliki roh dengar-dengaran = Tidak suka memberontak.
2.
Yang selalu
mengikuti jejak gembala, itulah jejak berdarah.
Inilah soal piala perak yang ditaruh di dalam karung
Benyamin, namun ini baru kita melihat dari sisi peraknya.
Bantu doa ini adalah pergumulan besar, saya berharap
dukungan kaum muda remaja baik juga yang senantiasa mengikuti atau bergabung
lewat online. Amin.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA
SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment