IBADAH RAYA MINGGU, 27 JULI 2025
WAHYU 19:9
(Seri 5)
Subtema: TUNAS DARI TUNGGUL ISAI
Mula pertama saya mengucapkan puji dan syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya telah menghimpunkan kita di atas gunung TUHAN yang kudus. Sehingga, kita boleh datang menghadap Dia dalam Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian Roh.
Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN yang turut bergabung lewat online / live streaming / video internet baik dari Youtube maupun dari Facebook atau media sosial lainnya yang dapat digunakan (diakses).
Biarlah kiranya damai sejahtera dari Sorga memenuhi ruangan ini dan hati kita masing-masing, sehingga kita merasakan sukacita dan kebahagiaan dari Sorga saat kita mendengarkan Firman (Sabda Allah) malam ini. Namun jangan lupa, tetaplah berdoa dalam Roh, mohonlah kemurahan TUHAN supaya Firman yang dibukakan meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi
Selanjutnya, mari kita sambut KITAB WAHYU sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu…
Wahyu 19:9 --- Perikop: “Perjamuan kawin Anak Domba”
(19:9) Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."
Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.
Yang senada dengan kalimat ini dapat kita dapat temui dalam…
Lukas 14:15 --- Perikop: "Perumpamaan tentang orang-orang yang berdalih"
(14:15) Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah."
Dari antara orang yang mendengar pernyataan Yesus, ada satu yang mengatakan: Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah.
Doa dan harapan saya, kiranya kita semua menjadi bagian dari orang-orang yang akan dijamu dalam kerajaan Allah.
Inilah sasaran akhir / tujuan hidup kita di atas muka bumi ini. Karena sesungguhnya, tidak ada satupun manusia di muka bumi ini menuju kepada kebinasaan (dilemparkan ke dalam api neraka).
Lukas 14:16-17
(14:16) Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang. (14:17) Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap.
Selanjutnya, TUHAN datang untuk membuka pikiran kita terkait dengan orang yang dijamu di dalam kerajaan Sorga.
Maka, Yesus berkata: “ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang.” Kemudian, orang yang mengadakan pesta itu menyuruh hambanya untuk mengatakan kepada para undangan; MARILAH, sebab segala sesuatu sudah siap.
Saudara, saat ini adalah saat dimana kita diundang untuk dibawa masuk dalam pesta nikah Anak Domba. Minggu lalu kita melihat, rasul Paulus berusaha dan berjuang keras untuk mempertunangkan jemaat di Korintus sebagai perawan suci kepada Mempelai Laki-Laki Sorga.
Marilah adalah undangan yang disampaikan melalui para hamba-hambanya.
Terkait dengan “marilah”, kita akan perhatikan lebih rinci dalam…
Wahyu 22:16
(22:16) "Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang."
Kalau tadi yang membuat pesta mengutus hamba-hambanya kepada para undangan, tetapi di sini kita melihat; Yesus telah mengutus malaikatNya untuk bersaksi kepada jemaat-jemaat bahwasanya Yesus adalah Tunas Daud, bintang timur yang gilang-gemilang.
Sedangkan malaikat sidang jemaat 🡪 gembala sidang, diutus untuk bersaksi kepada jemaat bahwa Yesus adalah Tunas Daud, bintang timur yang gilang-gemilang.
Kita kaitkan dengan...
Yesaya 11:1
(11:1) Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
Tunas yang keluar dari tunggul Isai adalah tunas Daud.
- Tunggul adalah pangkal pohon yang masih tertinggal di dalam tanah yang sudah ditebang
- Sedangkan Isai adalah ayah Daud
Jadi, ayat ini memberi pengertian kepada kita bahwasanya TUHAN memberi pengharapan sampai kita berbuah, karena sesungguhnya upah dosa adalah maut (Roma 6:23).
Inilah yang harus disaksikan oleh malaikat sidang jemaat / gembala-gembala sidang, jangan sibuk dengan perkara yang lain.
Yesaya 11:10
(11:10) Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi bangsa-bangsa; dia akan dicari oleh suku-suku bangsa dan tempat kediamannya akan menjadi mulia.
Tidak sebatas memberi pengharapan dan berbuah, tetapi Tunas Daud membawa kita sampai kepada kemuliaan.
Itu sebabnya, kalau kita membaca Wahyu 22:16B dikatakan; Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, dan dilanjutkan dengan bintang timur yang gilang-gemilang
Lebih jauh kita melihat GILANG-GEMILANG sekaligus melengkapi soal Tunas Daud, dalam…
Mazmur 20:6-7
(20:6) Kami mau bersorak-sorai tentang kemenanganmu dan mengangkat panji-panji demi nama Allah kita; kiranya TUHAN memenuhi segala permintaanmu. (20:7) Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.
TUHAN memberi kemenangan dengan gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.
Tangan kanan TUHAN adalah Roh Kudus. Jadi, Roh Kudus memberi kemenangan secara gilang-gemilang hingga mencapai kemuliaan. Biarlah kiranya kita menyerahkan hati ini kepada TUHAN, sampai kita penuh dengan Roh Kudus, ada pembelaan dari tangan kanan TUHAN; memberi kemenangan sampai kepada kemuliaan.
Jadi ternyata, ketika kita berada di tangan kanan TUHAN / berada dalam pengurapan yang penuh lewat ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok; tidak ada ruginya. Mungkin secara finansial, tenaga, keuangan, waktu terlihat seperti rugi, tetapi keuntungan yang akan kita terima dari TUHAN lebih besar, jadi, tidak berimbangan. Percayalah kepada janji Firman Allah
Jadi, sekali lagi saya sampaikan; bukan hanya memberi kemenangan, tetapi Roh Kudus juga membawa kita sampai kepada kemuliaan. Ayat referensi: Wahyu 4:3 --- Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya.
Sesudah kita membaca Wahyu 22:16 terkait dengan Tunas Daud, sekarang kita membaca…
Kita kembali memperhatikan…
Wahyu 22:17
(22:17) Roh dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!
Roh dan pengantin perempuan itu berkata: MARILAH! Pendeknya, Roh Mempelai sifatnya "mengundang" bukan hanya perkataan tetapi juga perbuatannya.
Tandanya kalau anak-anak TUHAN memiliki Roh Mempelai: suka mencari / membawa jiwa-jiwa kepada TUHAN.
Kalau tidak penuh Roh Mempelai; malas, karena dia penuh dengan roh iri hati.
Jadi...
- Suami harus memiliki Roh Mempelai untuk mengundang isteri dan anak-anak.
- Isteri harus memiliki Roh Mempelai; harus mengundang suami dan anak-anak.
- Anak-anak juga memiliki Roh Mempelai; mengundang orangtua yang malas beribadah kepada TUHAN.
Seisi rumah harus memiliki roh mempelai, karena sasaran akhir perjalanan rohani kita di atas muka bumi ini adalah pesta nikah Anak Domba
Mari kita simak…
Yesaya 40:9
(40:9) Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke atas gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: "Lihat, itu Allahmu!"
Gunung Sion adalah mempelai TUHAN, pembawa kabar baik, berarti; mengundang.
Pendeknya, berita dari kabar mempelai ialah; LIHAT, ITU ALLAHMU! Tidak dikatakan; lihat itu perkara lahiriah, lihat itu ladang dunia. Oleh sebab itu, akhir dari ibadah ini bukan soal mujizat kesembuhan, tanda ajaib / tanda heran, atau karunia iman; menggeser gunung, walaupun itu kita butuhkan. Tetapi, yang terpenting dari semua itu adalah berita dari kabar mempelai --- Lihat, itu Allahmu!
Yesaya 52:6-7
(52:6) Sebab itu umat-Ku akan mengenal nama-Ku dan pada waktu itu mereka akan mengerti bahwa Akulah Dia yang berbicara, ya Aku! (52:7) Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: "Allahmu itu Raja!"
Berita dari kabar mempelai selanjutnya adalah; ALLAHMU ITU RAJA!
Saudara, kita bisa menjawab…
- Kabar mempelai yang pertama; Lihat, itu Allahmu!
- Kabar mempelai yang kedua: Allahmu itu Raja!"
Oleh sebab itu mari kita bandingkan, sekaligus untuk mendapat jawaban yang pasti dalam…
Yohanes 1:29
(1:29) Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.
Yohanes pembaptis berkata: Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.
Artinya; kedatangan Yesus yang pertama sebagai Anak Domba Allah yang telah disembelih, darah-Nya tercurah untuk menghapus dosa-dosa dunia.
Kemudian…
Yohanes 1:36
(1:36) Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah!"
Untuk yang kedua kalinya Yohanes pembaptis berkata: Lihatlah Anak Domba Allah! (Tidak ada lagi kelanjutan sebagai penghapus dosa dunia)
Artinya; kedatangan TUHAN Yesus yang kedua kalinya, Ia tampil sebagai Raja dan Mempelai Laki-Laki Sorga dalam kemuliaan yang besar (bukan lagi sebagai penghapus dosa)
Inilah muatan dari berita / kabar mempelai.
1. Yesus tampil sebagai penghapus dosa, sebab Ia Anak Domba Allah yang telah disembelih, darah-Nya tercurah untuk menghapus dosa.
2. Yesus tampil sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga dalam kemuliaan yang amat besar
Inilah pokok dari kabar mempelai.
Kemudian dalam Matius 6:33 --- carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semua itu akan ditambahkan kepada mu. Jadi tidak perlu saya sibuk bicara soal berkat-keberkatan, berhasil-keberhasilan, karena Firman Allah sanggup mengadakan yang tidak ada menjadi ada. Kabar mempelai juga sanggup menghidupkan orang yang mati, tidak ada yang mustahil bagi TUHAN.
Jadi, hidup ini harus berpadanan dengan kabar mempelai. Apapun yang kita jumpai, itulah hasil dari kabar mempelai, itu yang terbaik, tidak usah bersungut-sungut. Kalau kita bersungut-sungut, berita apa yang kita sampaikan kepada orang yang disekitar kita? Padahal kabar mempelai membawa kita sampai kepada kemuliaan.
Wahyu 22:17
(22:17) Roh dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!
Orang yang sudah mendengar undangan, hendaklah ia mau mengundang dan berkata: MARILAH!
Saya berharap dalam doa, kiranya kita semua yang sudah mendengar kabar mempelai turut mengundang. Sehingga kita, maupun yang kita undang, baik orang yang terdekat, maupun orang yang jauh dari kita; bersama-sama di dalam perjamuan kawin Anak Domba.
Sekarang mari kita lihat…
Reaksi dari orang-orang yang mendengar berita dari kabar mempelai
Lukas 14:18 --- Perikop: “Perumpamaan tentang orang-orang yang berdalih”
(14:18) Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan.
Mereka bersama-sama meminta maaf yang berarti; menolak untuk dijamu karena ternyata mereka adalah orang-orang yang suka berdalih sebagaimana perikopnya yaitu; “perumpamaan tentang orang-orang yang berdalih”.
Suka berdalih artinya; suka mencari-cari alasan untuk membenarkan diri dan perbuatannya, sekalipun salah.
Seorang imam / pelayan TUHAN; tidak boleh berdalih, tidak boleh mencari-cari alasan untuk membenarkan diri, karena sama sekali tidak ada kaitannya dengan kerajaan Sorga. Tetapi, malam ini kita beribadah kepada TUHAN, itu adalah tanda bahwa kita diberi kesempatan untuk dikaitkan di dalam kerajaan Sorga.
Kita doakan bagi yang belum tekun dalam tiga macam ibadah pokok, kalau ke saya minta maaf tidak apa-apa, tetapi kalau sampai TUHAN datang minta maaf, bagaimana? Persoalannya di situ. Ketika saudara minta maaf, saya tidak akan pasang harga diri, tetapi persoalannya adalah kalau sampai TUHAN datang, bagaimana? Sedangkan kedatangan TUHAN sudah diambang pintu.
Tetapi memang itu adalah satu fenomena seperti yang tertulis dalam Matius 24:37-39. Keadaan zaman akhir itu sepeti zaman nuh;
- Sibuk dengan dosa makan minum, terhubung dengan daging.
- Sibuk dengan dosa kawin mengawinkan, terhubung dengan kenajisan percabulan baik secara jasmani maupun rohani. Secara jasmani tinggalkan ibadah dan pelayanan hanya karena bisnis, usaha, ladang toko dan lain sebagainya.
Lalu Nuh disebut dengan pekabar mempelai (2 Petrus 2:5). Nuh dikuasai oleh Roh Mempelai, pribadi yang suka mengundang; marilah! Tetapi kenyataannya, terlalu banyak gereja TUHAN di akhir zaman ini mengabaikan kabar mempelai.
Saudara, terlepas dari kekurangan saya, TUHAN betul-betul melihat hati saya; berjuang keras untuk membawa kabar mempelai. Tetapi di akhir zaman ini persis seperti keadaan zaman Nuh, kabar mempelai disampaikan tetapi lebih suka kabar yang lain (kabar kabur); berkat-keberkatan, berhasil keberhasilan. Orang-orang sibuk hanya soal mujizat-mujizat dan mengabaikan kabar mempelai. Nuh dipenuhkan Roh Mempelai, Dia adalah pemberita kebenaran dan itu nampak dari hasil karyanya yaitu; membangun bahtera dengan tiga tingkat. Kemudian membuat kamar dengan sifat berpetak-petak, itu sudah kabar mempelai dalam terang Tabernakel. Bahtera itu juga dipakal dari luar dan dalam supaya jangan ada kebocoran-kebocoran.
Saya seringkali berbincang-bincang dengan isteri (ibu rohani) di Pastori dan bertanya; kenapa dunia ini menolak kabar mempelai? Padahal kabar mempelai adalah kabar yang nyata (real). Kabar mempelai membawa kita masuk dalam pesta nikah Anak Domba. Sungguh hati saya hancur sekalipun tidak meneteskan air mata.
Itu sebabnya jikalau sidang jemaat tidak sungguh-sungguh tekun dalam tiga macam ibadah pokok; saya sedih. Saya tidak marah, sebab saya tidak ada alasan untuk marah kepada anda, pilihan itu ada di tangan saudara. Hati saya sedih -- Kenapa kabar mempelai harus ditolak? Kenapa harus sibuk dengan makan minum dan kawin mengawinkan? Kenapa kita tidak membawa suami, isteri, anak, orang tua, keluarga kita untuk menerima undangan itu? Kenapa kita juga tidak turut menjadi pengundang? Tetapi kalau sibuk dengan dosa makan minum dan kawin mengawinkan, dia bukan pengundang, tetapi justru turut menghalangi rencana Allah yang besar. Mega proyek Allah itulah pembangunan tubuh Kristus sempurna.
Lukas 14:18-20
(14:18) Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan. (14:19) Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. (14:20) Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang.
Ada 3 (tiga) alasan dari orang-orang yang berdalih.
ALASAN PERTAMA: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya
Pergi melihat ladang dunia, sama sekali tidak ada kaitannya dengan kerajaan Sorga. Justru, ladang dunia menimbulkan....
- Kekuatiran, ketakutan dan kecemasan (Markus 4:18-19)
- Ketidaktaatan (Kejadian 3:17-19)
Kemudian diakhiri dengan berkata: aku minta dimaafkan
Saudara, bagaimana kita berkata aku minta maaf, atau bagaimana mungkin TUHAN mengampuni tetapi kita saja menolak undangan karena pergi ke ladang dunia? Kita kuatir dan berkata kepada TUHAN minta maaf, kita tidak taat lalu minta maaf kepada TUHAN? Tidak logis.
ALASAN KEDUA: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya.
Pergi mencoba lima pasang lembu kebiri adalah kekeliruan yang besar.
Alasannya; mengebiri berarti; mengabdi kepada TUHAN dan tidak hidup lagi dalam hawa nafsu yang jahat.
Mengebiri = mengabdi sama saperi sida-sida...
1. Sida-sida zaman Zedekia zaman Yehuda (Yeremia 28:2-10)
2. Sida-sida zaman raja Ahasyweros (Ester 1:10-12)
3. Sida-sida zaman rasul-rasul, dimana Filipus bertemu dengan sida-sida dari Etiopia (Kisah Rasul 8:1-37)
Mereka betul-betul mengebiri kepada TUHAN, tidak hidup dalam hawa nafsu daging yang jahat, mereka mengabdi kepada TUHAN dengan sepenuh hati. Kalau kita sudah mengabdi kepada TUHAN, bagaimana mungkin lagi kita mencoba-coba pergi untuk yang lain menurut kepentingan diri sendiri?
Perlu untuk diketahui:
Orang yang sudah mengabdi kepada TUHAN (mengebiri), jangan lagi coba mengabdi kepada yang lain menurut kehendak sendiri. Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya --- itu adalah kehendak sendiri.
Tadi kita sudah melihat alasan para undangan…
- Aku telah membeli padang.
- Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri.
Sekarang, apa kata nats Firman Allah tentang "segala sesuatu yang telah dibeli"?
1 Korintus 7:29-30
(7:29) Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri; (7:30) dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli
Inilah kata nats Firman; Orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli
Tetapi lihatlah orang yang diundang ini, alasannya;
- Aku telah membeli ladang, aku harus pergi melihatnya
- Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri, aku harus pergi mencobanya
Hal ini tidak sesuai dengan Firman kerajaan Sorga, bahkan seorang suami yang mempunyai isteri, tidak boleh menghalangi dia untuk datang beribadah.
1 Korintus 7:29-31
(7:31) pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.
Langit bumi yang pertama akan berlalu diganti dengan langit dan bumiyang baru. Lalu apa yang harus kita pertahankan dengan dunia ini dengan segala sesuatu yang ada di dalamnya?
1 Korintus 7:22
(7:22) Sebab seorang hamba yang dipanggil oleh Tuhan dalam pelayanan-Nya, adalah orang bebas, milik Tuhan. Demikian pula orang bebas yang dipanggil Kristus, adalah hamba-Nya.
Hamba TUHAN adalah "orang bebas" maksudnya tidak terikat dengan apa pun yang ada di dunia ini, tidak terikat dengan apa yang ia miliki.
1 Korintus 7:23
(7:23) Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia.
Hamba TUHAN adalah hamba kebenaran disebut juga dengan hamba bebas -- tidak boleh terikat dengan apa saja. Karena kita telah dibeli harganya telah lunas dibayar, bukan dengan barang fana, bukan dengan perak, emas berbatang-batang, tetapi dengan darah yang mahal, darah Kristus yang sama seperti darah Anak Domba yang tak bernoda dan tak bercacat.
Jadi, alasan pertama dan alasan kedua adalah alasan yang tidak tepat, bertentangan dengan Firman Allah.
Dan untuk alasan yang ketiga, kita akan melihat di minggu yang akan datang.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment