KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Saturday, January 31, 2026

IBADAH RAYA MINGGU, 11 JANUARI 2026


IBADAH RAYA MINGGU, 11 JANUARI 2026


WAHYU 19:12

(SERI: 4)


Subtema: DI ATAS KEPALANYA TERDAPAT BANYAK MAHKOTA


Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, segala hormat, segala kemuliaan hanya bagi Dia, karena Dia dan kasih setia-Nya telah mengizinkan kita untuk berada dalam hadirat-Nya lewat Ibadah Raya Minggu malam ini. Marilah kita manfaatkan kesempatan yang ada ini untuk mengikuti rencana Tuhan lewat janji-janji-Nya itulah pembukaan rahasia Firman Allah yang sebentar akan kita terima


Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan Tuhan, bahkan hamba-hamba TUHAN yang turut bergabung secara lewat online / live streaming / video internet baik dari Youtube, maupun Facebook atau media sosial lainnya yang dapat digunakan atau diakses. Kiranya damai sejahtera dari Sorga turun di tengah-tengah kita memberi sukacita serta bahagia saat kita menikmati Sabda Allah dekat kaki salib Tuhan


Selanjutnya, marilah kita sambut KITAB WAHYU sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu. Namun tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kepada Tuhan supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi.


Wahyu 19:12

(19:12) Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorang pun, kecuali Ia sendiri.


Di sini kita melihat "Di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota"

Hal ini menunjukkan Si penunggang kuda putih adalah Raja…

  • Memiliki kuasa yang sangat besar

  • Berkemenangan atas segala raja-raja di bumi


Kita baca terlebih dahulu...

Lukas 1:32-33

(1:32) Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, (1:33) dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."


Singkat kata, Yesus adalah Raja Israel (Raja orang Yahudi) untuk selama-lamanya, dan kerajaanNya tidak berkesudahan


Lebih jelas lagi dikatakan dalam..

Mazmur 145:13

(145:13) Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.


Ayat ini berbicara tentang kerajaan yang tidak berkesudahan, kerajaan dari abad ke abad dan pemerintahan Allah dari keturunan ke keturunan


Sekarang kita akan “buktikan” kebenaran  itu melalui mimpi Nebukadnezar…

Daniel 2:1,31 — Perikop: “Mimpi Nebukadnezar”

(2:1) Pada tahun yang kedua pemerintahan Nebukadnezar bermimpilah Nebukadnezar; karena itu hatinya gelisah dan ia tidak dapat tidur. (2:31) Ya raja, tuanku melihat suatu penglihatan, yakni sebuah patung yang amat besar! Patung ini tinggi, berkilau-kilauan luar biasa, tegak di hadapan tuanku, dan tampak mendahsyatkan.


Di dalam sebuah mimpi, Nebukadnezar melihat suatu penglihatan yakni;

  • Sebuah patung yang amat besar

  • Tinggi berkilau-kilauan luar biasa

  • Tegak di hadapan Nebukadnezar, tampak mendahsyatkan


Saudara, kalau kita selidiki Wahyu 21:9-11 sebetulnya hal ini adalah "tandingan" dari mempelai wanita Tuhan, sebab..

  • Pada ayat 9 berbicara tentang pengantin perempuan, mempelai Anak Domba. 

  • Sedangkan ayat 10; pengantin perempuan, mempelai Anak Domba digambarkan seperti sebuah gunung besar lagi tinggi, sebagaimana Daniel 2:31 tadi; besar, tinggi.

  • Lalu pada ayat 11 ada kata berkilau-kilauan = bercahaya kemuliaan.

Jadi, setan tritunggal setan senantiasa mengadakan “tandingan-tandingan” yang terkait dengan kerajaan Sorga.


Daniel 2:32-33

(2:32) Adapun patung itu, kepalanya dari emas tua, dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggangnya dari tembaga, (2:33) sedang pahanya dari besi dengan kakinya sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat.


Adapun wujud dari patung yang dilihat oleh Nebukadnezar ialah;

  • Kepalanya dari emas tua

  • Dada dan lengannya dari perak

  • Perut dan pinggangnya dari tembaga

  • Paha dan kakinya sebagian dari besi, sebagian dari tanah liat


Daniel 2:36-40

(2:36) Itulah mimpi tuanku, dan sekarang maknanya akan kami katakan kepada tuanku raja: (2:37) Ya tuanku raja, raja segala raja, yang kepadanya oleh Allah semesta langit telah diberikan kerajaan, kekuasaan, kekuatan dan kemuliaan, (2:38) dan yang ke dalam tangannya telah diserahkan-Nya anak-anak manusia, di mana pun mereka berada, binatang-binatang di padang dan burung-burung di udara, dan yang dibuat-Nya menjadi kuasa atas semuanya itu -- tuankulah kepala yang dari emas itu. (2:39) Tetapi sesudah tuanku akan muncul suatu kerajaan lain, yang kurang besar dari kerajaan tuanku; kemudian suatu kerajaan lagi, yakni yang ketiga, dari tembaga, yang akan berkuasa atas seluruh bumi. (2:40) Sesudah itu akan ada suatu kerajaan yang keempat, yang keras seperti besi, tepat seperti besi yang meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu; dan seperti besi yang menghancurluluhkan, maka kerajaan ini akan meremukkan dan menghancurluluhkan semuanya.


Adapun makna dari mimpi Nebukadnezar; jelas tentang kerajaan-kerajaan "yang telah" dan "yang akan" memerintah dan berkuasa di atas muka bumi ini


Adapun kerajaan-kerajaan yang dimaksud di sini adalah;

YANG PERTAMA: Kepala dari emas 🡪 Kerajaan Babelonia (Irak)

Tetapi pada akhirnya kerajaan ini dikalahkan

YANG KEDUA: Dada dan lengan dari perak 🡪 Kerajaan Media dan Persia (Iran sekarang)

YANG KETIGA: Perut dan pinggang dari tembaga🡪 Kerajaan Romawi

YANG KEEMPAT: Paha dan kaki sebagian dari besi, sebagian dari tanah liat 🡪 Kerajaan yang akan datang itulah antikris


Jadi saudara, kerajaan ketiga telah berlalu dan sekarang akan menuju ke kerajaan keempat itulah kerajaan antikris. Dan itu tidak lama lagi akan terjadi, kalau kita melihat tanda-tanda dunia ini. Maka, kita harus sungguh-sungguh untuk mengerti rencana Tuhan dan kita harus menghargai setiap pembukaan rahasia Firman Allah.


Mari kita buktikan: PAHA DAN KAKI SEBAGIAN DARI BESI, SEBAGIAN DARI TANAH LIAT 🡪 Kerajaan yang akan datang itulah antikris.


Hal itu sudah dinyatakan oleh Tuhan Yesus Kristus kepada murid-murid-Nya…

Matius 20:25

(20:25) Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.


Pada saat antikris menjadi raja atas seantero dunia ini;

  • Ia akan memerintah dengan tangan besi

Tangan besi berarti; otoriter, tidak mau tahu kelemahan-kelemahan yang ada pada rakyatnya; salah dikit dihajar (tidak memberi ampun kepada rakyat yang dipimpin)

  • Menjalankan kuasa dengan kekerasaan.

Jadi, berlaku juga kekerasan dalam bentuk fisik.


Itu sebabnya, pada saat kerajaan keempat ini menjadi raja, memerintah atas seantero dunia, betul-betul di situ akan terjadi siksaan yang dahsyat, yang belum pernah terjadi selama langit dan bumi ada. Namun kekerasan yang dahsyat itu pada akhirnya juga akan berakhir. Hal ini harus kita perhatikan dengan sungguh-sungguh, jangan diabaikan.


Mari kita lihat hal itu dalam…

Matius 24:15 --- Perikop: “Siksaan yang berat dan Mesias-Mesias palsu”

(24:15) "Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel -- para pembaca hendaklah memperhatikannya --


Jadi saudara, perhatikanlah hal ini dengan baik berarti; tidak diabaikan, termasuk kitab nubuat dari Daniel ini.


Matius 24:21

(24:21) Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.


Pada saat antikris menjadi raja atas dunia; terjadi siksaan yang dahsyat, siksaan yang belum pernah terjadi dan tidak akan terjadi lagi. Kalau siksaan itu dahsyat, marilah dari sekarang ini kita sangkal diri dan pikul salib, jangan lemah dan mudah putus asa. Berarti; kita tidak peduli seberapa besar aniaya yang kita alami saat ini, baik itu aniaya karena Firman Allah atau sengsara karena salib. Latihlah dirimu beribadah! sebagaimana dalam 1 Timotius 4:8.


Daniel 12:1

(12:1) "Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu.


Jadi, Daniel sudah menjelaskan hal itu juga, lalu hambanya (Matius) menjelaskan kembali kepada kita supaya dengan dua tiga saksi, kita semakin yakin bahwa memang itu akan terjadi.


Sekarang kita kembali membaca…

Daniel 2:41-42

(2:41) Dan seperti tuanku lihat kaki dan jari-jarinya sebagian dari tanah liat tukang periuk dan sebagian lagi dari besi, itu berarti, bahwa kerajaan itu terbagi; memang kerajaan itu juga keras seperti besi, sesuai dengan yang tuanku lihat besi itu bercampur dengan tanah liat. (2:42) Tetapi sebagaimana jari-jari kaki itu sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat, demikianlah kerajaan itu akan menjadi keras sebagian dan rapuh sebagian.


Di sini dikatakan: Besi bercampur dengan tanah liat, berarti; sebagian keras dan sebagian lagi rapuh.

  • Sebagian keras 🡪 antikris yang akan memerintah seantero dunia dengan tangan besi

  • Sebagian rapuh 🡪 orang-orang Kristen, yaitu; gereja Tuhan yang tertinggal

Kenapa saya katakan demikian? Sebab pada ayat 41 dikatakan; kaki dan jari-jarinya sebagian dari tanah liat tukang periuk.


Saudara, Tuhan Yesus Kristus adalah penjunan sebab Dia adalah tukang periuk dan kita adalah tanah liat yang dibentuk penjunan, tetapi sangat disayangkan, ia sangat rapuh.

Jadi, gereja yang tertinggal masuk dalam aniaya yang besar, sebab siksaan ini terjadi dari pihak antikris. Dan siksaan ini tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata, sebab siksaan itu belum pernah terjadi dan tidak akan pernah terjadi sesudah antikris dibinasakan.


Kalau saudara merasa nyawa saudara berharga, lebih dari apapun, maka marilah kita hargai ibadah dan pelayanan ini. Sebab ibadah dan pelayanan ini adalah kereta api / sarana dari Sorga, seperti Elia dijemput oleh kereta api yang membawa kembali ke kerajaan Sorga.


Wahyu 11:1 --- Perikop:  "Dua saksi Allah"

(11:1) Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.


Yang diukur oleh tongkat pengukur adalah...

  1. Bait Suci Allah 🡪 RUANGAN SUCI sampai RUANGAN MAHA SUCI.













  • Ukuran RUANGAN SUCI: 20 x 10 x 10 ( P X L X T ) = 2000 hasta.

Jika dikaitkan dengan peta zaman, 2000 hasta ini terkena kepada 2000 tahun yang ketiga..

  • 2000 tahun pertama Adam sampai Abraham itu zaman Allah Bapa

  • 2000 tahun kedua Abraham sampai Yesus naik ke Sorga itu zaman Allah Anak

  • Dari Yesus naik ke Sorga, Roh Kudus turun, itulah 2000 tahun yang ketiga.


Artinya di sini adalah kita harus menghargai / menghormati kegiatan Roh Kudus itulah ibadah dan pelayanan yang ada di dalamnya, itulah yang diukur. Jadi, kalau kita diajak / dilibatkan untuk melayani Tuhan dan melayani pekerjaan Tuhan; jangan merasa direndahkan. Justru itu adalah cara Tuhan untuk membawa kita masuk ukuran Tuhan, tidak ada cara lain.


  • Ukuran RUANGAN MAHA SUCI adalah 10 x 10 x 10 =  1000 hasta

Kalau dikaitkan dengan peta zaman dan Tabernakel terkena kepada hari ketujuh yakni; kerajaan 1000 tahun damai. Kaitan dari kerajaan 1000 tahun damai ada, tapi kita lihat dulu yang diukur oleh tongkat pengukur bagian kedua.


  1. Mezbah 🡪 Pelayanan.

Sudah pasti mezbah di sini bukan mezbah pada daerah halaman, karena yang diukur adalah Bait Suci Allah. 

Pelayanan kaitannya dengan imamat rajani, itulah orang-orang yang melayani dengan sistem kerajaan Sorga. 

Jadi, melayani jangan dengan pola dunia, tetapi melayani dengan pola kerajaan Sorga. Berarti melayani bukan karena makanan, minuman dan pakaian  sebagaimana dalam Roma 14:17 --- Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Jadi, kerajaan Sorga benar-benar tidak ada kaitannya dengan makanan, minuman, pakaian, usaha, pekerjaan bisnis. Inilah yang saya maksud tadi; hari ketujuh.


  1. Beribadah di dalamnya.

Berarti; beribadah harus sesuai dengan 3 (tiga) macam alat yang ada di dalam Ruangan Suci, antara lain;

  • MEJA ROTI SAJIAN 🡪 Ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai perjamuan suci

  • PELITA EMAS 🡪 Ketekunan dalam Ibadah Raya Minggu disertai kesaksian Roh

  • MEZBAH DUPA 🡪 Ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan sebagai nafas hidup kita. 

Kalau ibadah belum sampai kepada tingkat ibadah tertinggi; tidak memiliki nafas hidup, sekalipun secara jasmani bernafas.


Itulah yang dimaksud “beribadah di dalamnya” berarti; tekun dalam tiga macam ibadah pokok, sesuai dengan 3 alat yang ada di dalam Ruangan suci


Tujuan tekun dalam 3 macam ibadah pokok: 

Untuk dipimpin sampai ke tingkat ibadah tertinggi (puncak ibadah) itulah doa penyembahan. Sebab, kalau kita tekun dalam 3 macam ibadah pokok, di situ Imam Besar Agung…

  • Melayani, berdoa dan memperdamaikan dosa

  • Memimpin ibadah kita sampai kepada 2 (dua) klimaks:

  1. Gereja Tuhan yang sempurna (mempelai Tuhan)

  2. Doa penyembahan


Jadi, wajar saja kalau Bait Suci Allah diukur oleh tongkat pengukur, Mezbah diukur oleh tongkat pengukur, termasuk orang-orang yang beribadah di dalamnya diukur oleh tongkat pengukur.

Jadi, jangan kita datang untuk tekun dalam tiga macam ibadah pokok dalam keadaan yang terpaksa / menjalankan ibadah secara lahiriah.


Tadi kita berangkat dari pemerintahan yang keempat yaitu: PAHA DAN KAKI SEBAGIAN DARI BESI, SEBAGIAN DARI TANAH LIAT. Berarti…

  • Ada yang keras 🡪 pemerintahan antikris.

  • Ada yang rapuh 🡪 gereja yang tertinggal, sehingga kelak masuk dalam aniaya antikris. Di situ ada suatu siksaan yang dahsyat yang tidak pernah terjadi dan tidak akan pernah terjadi lagi. Dan siksaan ini tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata, karena teramat besar siksaan itu.


Berangkat dari situ, sekarang mari kita perhatikan…

Wahyu 11:2

(11:2) Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."


Di sini kita melihat, Pelataran Bait Suci di sebelah luar "dikecualikan", berarti tidak masuk dalam ukuran, tetapi diserahkan kepada bangsa-bangsa lain itulah antikris, untuk diinjak-injak selama 42 bulan lamanya.


Kemudian, Pelataran Bait Suci di sebelah luar, bila dikaitkan dengan pola Tabernakel terkena kepada DAERAH HALAMAN. Itu berarti, kerohaniannya hanya sebatas;

  • Percaya 🡪 Pintu Gerbang

  • Bertobat 🡪 Mezbah Korban Bakaran

  • Lahir baru 🡪 Kolam pembasuhan tembaga

  • Sampai nanti penuh dengan Roh Kudus 🡪 Pintu Kemah


Inilah yang dimaksud dengan Pelataran Bait Suci sebelah luar; diserahkan kepada bangsa-bangsa lain itulah antikris. Bangsa-bangsa lain berarti bukan bangsa Allah. 


Mari kita melebar sedikit, supaya kita tahu “bangsa-bangsa lain, bukan bangsa Allah”..

Matius 6:31

(6:31) Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?


Semestinya, melayani Tuhan harus dengan sistem kerajaan Sorga; tidak ada roh kekuatiran terhadap apa yang akan dimakan, diminum, dipakai. Orang yang melayani Tuhan seharusnya sudah harus lepas dari roh kekuatiran, itu pengalaman saya.

Beda sewaktu belum terpanggil menjadi hamba Tuhan, pikirannya macam-macam, takut tidak makan, tidak minum, tidak punya pakaian. Tetapi, setelah terpanggil dan menjadi alat kemuliaan Tuhan, jadi hamba Tuhan / gembala / pemimpin sidang jemaat, kekuatiran itu dilepaskan oleh darah salib. Meskipun tidak punya apa-apa, tetapi rasa kuatir sudah semakin terlepas, nyaris tidak ada. Itulah yang kami alami sampai hari ini.


Itu sebabnya hamba Tuhan / imamat rajani, biasanya murah hati karena tidak ada kekuatiran lagi; mudah sekali memberi, berbagi, tidak ada roh kikir di dalamnya.


Matius 6:32

(6:32) Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.


Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, itulah yang disebut dengan roh antikris. Antikris dikuasai oleh roh jual beli, dikuasai oleh roh apa yang akan dimakan, diminum, dipakai


Perlu untuk diketahui:

Gereja halaman / kerohanian yang masih di halaman, disebut juga “gereja jalan-jalan / gereja kaki lima”. Berarti; lupa tempat pembaringan sebagai kandang penggembalaan


Yeremia 50:6

(50:6) Umat-Ku tadinya seperti domba-domba yang hilang; mereka dibiarkan sesat oleh gembala-gembalanya, dibiarkan mengembara di gunung-gunung, mereka berjalan dari gunung ke bukit sehingga lupa akan tempat pembaringannya.


Ayat ini berbicara tentang domba liar tidak tergembala, berarti; mengembara di gunung-gunung, berjalan dari gunung ke bukit. Artinya; beribadah di semua tempat peribadatan. Inilah domba yang lupa tempat pembaringan


Saya bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan, karena pengertian demi pengertian tertanam di hati kita. Sehingga, dengan pengertian itu kita tekun dalam tiga macam ibadah pokok; tergembala dengan baik dalam satu kandang dengan satu gembala. Itu berarti tidak beribadah di semua tempat peribadatan / tidak lupa dengan tempat pembaringan.


Saudara, kandang penggembalaan adalah tempat pembaringan buat domba-domba. Berarti, kandang penggembalaan adalah tempat untuk domba-domba supaya terpelihara dan aman, seperti suatu kehidupan yang sedang berbaring dengan nyenyak. Tetapi kerohanian halaman / gereja kaki lima / gereja jalan-jalan, lupa akan tempat pembaringan, beribadah di semua tempat peribadatan, masuk gereja A, B, C. Itulah yang dimaksud terhilang dan sesat. Tetapi aneh, banyak anak-anak Tuhan merasa tergembala, meski mengembara di gunung-gunung. 


Saudara, malam ini mungkin Tuhan agak tegas berbicara kepada kita, tetapi itu jauh lebih baik dari pada kita dibiarkan mengembara. 


Perlu untuk diketahui: Ketika Yesus lahir, Ia dibaringkan di palungan, artinya; Ia adalah makanan dan minuman bagi domba yang tergembala / tekun dalam tiga macam ibadah pokok.

  • Tubuh Yesus adalah benar-benar makanan

  • Darah Yesus adalah benar-benar minuman

(Ayat referensi: Yohanes 6:54-58)


Singkat kata, apabila domba-domba tergembala; domba-domba tidak jauh dari korban Kristus (tubuh dan darah Yesus). Kalau kita menyatu dengan korban Kristus, disebutlah itu "mengenal Tuhan secara pribadi."

Jangan berkata; “saya mengenal Tuhan”, tetapi jauh dari korban Kristus. Kalau menyatu dengan tubuh dan darah Yesus sebagai makanan dan minuman = menyatu dengan korban Kristus, mengenal Tuhan secara pribadi, bukan lagi karena kata orang.


Lukas 2:6-7 --- Perikop: "Kelahiran Yesus"

(2:6) Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, (2:7) dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.


Di sini dikatakan; bayi Yesus dibaringkan dalam palungan. Akan tetapi, bayi Yesus yang dilahirkan oleh Maria adalah Anak Laki-Laki sulung lalu dibungkus dengan lampin. Inilah “kaitan” bilamana domba-domba ada di tempat pembaringan (tergembala)


Tentang: ANAK LAKI-LAKI SULUNG 🡪 Imamat rajani, milik kepunyaan Allah sendiri

Lukas 2:23-24

(2:23) seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah", (2:23) seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah",


Setiap anak laki-Laki sulung dari antara orang Israel; dikuduskan bagi Allah.

Kata "dikuduskan" di sini berarti; ditahbiskan / dipisahkan dari dunia ini, untuk melayani Tuhan dan melayani pekerjaan Tuhan. Kalau dalam bahasa Ibrani, ditahbiskan adalah "hagiazo" – dikhususkan / dipisahkan dari dunia ini untuk melayani Tuhan dan melayani pekerjaan Tuhan.


Tugas dari anak laki-laki sulung: mempersembahkan sepasang burung tekukur, berarti;

  1. Melayani Tuhan dan melayani pekerjaan Tuhan

  2. Menjadi korban untuk memperdamaikan dosa umat Israel kepada Tuhan

Sebagaimana yang tertulis dalam Bilangan 8:18-19 --- Maka Aku mengambil orang Lewi ganti semua anak sulung yang ada pada orang Israel, dan Aku menyerahkan orang Lewi dari tengah-tengah orang Israel sebagai pemberian kepada Harun dan anak-anaknya untuk melakukan segala pekerjaan jabatan bagi orang Israel di Kemah Pertemuan, dan untuk mengadakan pendamaian bagi orang Israel, supaya orang Israel jangan kena tulah apabila mereka mendekat ke tempat kudus."


Kita tidak boleh lupa dengan tempat pembaringan. Tempat pembaringan itu kaitannya dengan anak laki-laki sulung, imamat rajani. 


Saudara, kalau kita perhatikan di sini, yang dipersembahkan adalah “sepasang burung tekukur” bukan lembu sapi atau domba jantan. Artinya, kalau kita melayani Tuhan dengan roh yang berkobar-kobar; gunung besar jadi rata. Tetapi, kalau kita melayani tetapi tidak dengan api yang berkobar-kobar, pekerjaan kecil menjadi berat sekali. Jadi, burung tekukur juga ada kaitannya dengan kobaran dari api Roh Kudus.


Tentang: LAMPIN.

Bentuk lampin adalah 4 persegi, jelas hal itu menunjuk kepada Yerusalem Baru


Wahyu 21:15 --- Perikop: “Yerusalem yang baru”

(21:15) Dan ia, yang berkata-kata dengan aku, mempunyai suatu tongkat pengukur dari emas untuk mengukur kota itu serta pintu-pintu gerbangnya dan temboknya.


Kalau di atas tadi, tongkat pengukurnya dari sebatang buluh. Sebatang buluh pernah dipakai menjadi tongkat, ketika Dia dipermainkan, diolok-olok, lalu dipukulkan ke kepala-Nya. 


Jadi, sebatang buluh ada kaitannya dengan ukuran salib. Tetapi pada ayat ini, untuk mengukur Yerusalem Baru, tongkat pengukurnya dari emas (bukan dari buluh lagi), karena, Yerusalem Baru juga terbuat dari emas tulen.


Wahyu 21:16

(21:16) Kota itu bentuknya empat persegi, panjangnya sama dengan lebarnya. Dan ia mengukur kota itu dengan tongkat itu: dua belas ribu stadia; panjangnya dan lebarnya dan tingginya sama.


Kota itu bentuknya empat persegi.

Pada tapal dada / tutup dada imam besar bentuknya juga 4 persegi; satu jengkal lebarnya, satu jengkal panjangnya.

Jadi, sidang mempelai Tuhan, gereja Tuhan yang sempurna adalah jantung hatinya Tuhan. 


Jadi, apabila kita sudah menjadi kehidupan yang tergembala, kiranya, oleh doa Imam Besar Agung, kita menjadi milik kepunyaan Allah sendiri, berarti;

  1. Imamat rajani = melayani Tuhan dan melayani pekerjaan Tuhan

  2. Sidang mempelai Tuhan / gereja Tuhan yang sempurna

  3. Mengembalikan persepuluhan

Ketiga hal ini tidak boleh disentuh oleh tangan-tangan manusia.


Itulah soal “tempat pembaringan”. Kenapa domba-domba harus tergembala? Karena itu erat kaitannya dengan milik kepunyaan Allah sendiri itulah;

  1. Anak laki-laki sulung (imamat rajani)

  2. Lampin (sidang mempelai Tuhan)

  3. Persembahan persepuluhan, bicara soal kasih.

Inti dari sepersepuluh adalah kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama.


Kita kembali memperhatikan…

Yeremia 50:7

(50:7) Siapa pun yang menjumpai mereka, memakan habis mereka, dan lawan-lawan mereka berkata: Kami tidak bersalah! Karena mereka telah berdosa kepada TUHAN, tempat kebenaran, TUHAN, pengharapan nenek moyang mereka!


Siapapun menjumpai gereja halaman / gereja kaki lima / gereja jalan-jalan, akan dimakan habis lawan-lawan mereka tanpa merasa bersalah.


Jadi, ketika tanah liat itu berada di dalam aniaya yang besar, siksaan yang dahsyat selama 3 ½ tahun, itu jelas, karena lawan-lawan tidak merasa bersalah. Alasannya: Karena mereka lupa tempat pembaringan, lupa kebenaran, lupa kepada Tuhan sebagai tempat pengharapan. Pengharapan kalau dikaitkan dengan pola Tabernakel terkena pada Ruangan Suci. Pengharapan adalah kesucian (1 Yohanes 3:3).


Jadi, apa yang dikatakan oleh Alkitab itu benar yaitu; tekun dalam tiga macam ibadah pokok sebagaimana Tuhan berkata kepada 3 (tiga) murid yaitu; Yakobus, Yohanes dan Petrus; tinggallah di sini, berarti; tekun dalam tiga macam ibadah pokok.


Pendeknya, lupa tempat pembaringan berarti berdosa kepada Tuhan, berdosa kepada tempat kebenaran.


Itulah mengenai kerajaan yang keempat yang akan memerintah dengan tangan besi dan menjalankan kuasa dengan keras, dan itu tidak lama lagi, sudah diambang pintu. Jadi, kita harus perhatikan ini dengan sungguh-sungguh. Tetapi jangan lupa, kekuasaan antikris di atas muka bumi ini hanya 7 tahun, puncanya pada 3 ½ tahun yang kedua. 

Jadi, 7 tahun itu dibagi menjadi 2 (dua) bagian;

  • 3 ½ tahun pertama ibadah masih bisa dijalankan, tetapi sudah sangat sulit. Itu sebabnya Tuhan berkata; jangan rusakkan minyak dan anggur (Wahyu 6:6). Kemudian, pada saat itu harga Firman sudah sangat mahal dan langkat yaitu; secupak gandum sedinar dan tiga cupak jelai sedinar (Wahyu 6:6).

  • 3 ½ tahun kedua; korban sehari-hari sudah dirampas dari Panglima Balatentara. Korban sehari-hari itulah korban sembelihan dan korban santapan.

  • Korban sembelihan 🡪 ibadah dan pelayanan disertai memikul salib sampai berdarah-darah. Itu cara Tuhan menolong, membela, melindungi kita. Darah tebusan disebut juga korban keselamatan. Darah Yesus menucikan kita berarti; membenarkan dan menyelamatkan kita.

  • Korban santapan 🡪 Pengajaran Firman Allah yang murni dan benar, berarti; Firman Pengajaran dalam terangnya Tabernakel. Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan dalam terang Roh Kudus.

Inilah yang dirampas oleh pembinasa keji. Pada 3 ½ tahun kedua, di situ tidak ada lagi ibadah dan pelayanan, tidak ada lagi korban sehari-hari.


Ayat referensi:

  • Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu." (Daniel 9:27)

  • Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga. Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa. (Wahyu 13:6-7)


Ini harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh karena nyawa kita sangat berharga di mata Tuhan. Jadi, kitalah yang harus terlebih dahulu peduli dengan nyawa ini. Selama hayat masih di kandung badan, harus tetap terjaga dan terawat sampai akhir masa. Orang lain tidak mengerti jiwa kita, maka kitalah yang harus peduli dengan jiwa kita. Jangan seperti orang lain yang tidak peduli dengan jiwa sendiri. Jiwa manusia tidak sama dengan binatang; kalau binatang dilahirkan untuk ditangkap dan dimusnahkan, tetapi manusia dilahirkan untuk diselamatkan.


Saudara, kita sudah melihat bahwa pembinasa keji berdiri di tempat kudus dan gereja yang tertinggal / tanah liat yang rapuh, masuk dalam aniaya yang besar. Jadi, jangan kita berpikir dapat menghadapi antikris dengan kekuatan sendiri, dengan harta, kedudukan, jabatan, pangkat tinggi, uang banyak. Sebab jelas dikatakan; antikris akan berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka (Wahyu 13:7). Hal itu terjadi atas seizin Tuhan. Itu sebabnya, kita tidak boleh lupa kepada tempat pembaringan.


Kita sudah melihat raja-raja yang telah memerintah dan berkuasa. Kita juga sudah melihat raja “yang akan” memerintah itulah kerajaan yang keempat: pahanya dan kakinya terbuat dari besi, sebagian lagi dari tanah liat.


Bukti di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota:

Daniel 2:32-33

(2:32) Adapun patung itu, kepalanya dari emas tua, dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggangnya dari tembaga, (2:33) sedang pahanya dari besi dengan kakinya sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat.


Patung dalam mimpi Nebukadnezar menceritakan kerajaan-kerajaan yang telah ada dan yang akan memerintah.


YANG PERTAMA: Kepalanya dari emas tua 🡪 kerajaan Babelonia; sudah berlalu.

Saudara, ketika bangsa Israel dibuang ke Babelonia selama 70 tahun itu berbicara tentang pemurnian.


Daniel 9:24

(9:24) Tujuh puluh kali tujuh masa telah ditetapkan atas bangsamu dan atas kotamu yang kudus, untuk melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan, untuk mendatangkan keadilan yang kekal, untuk menggenapkan penglihatan dan nabi, dan untuk mengurapi yang maha kudus.


Saudara emas itu berbicara tentang pemurnian

  1. Untuk melenyapkan kefasikan.

  2. Untuk mengakhiri dosa.

  3. Untuk menghapuskan kesalahan.


Sesudah 3 (tiga) hal ini disucikan / disingkirkan oleh pemurnian selama 70 tahun di Babel, maka datanglah 3 (tiga) hal dari Tuhan:

  1. Mendatangkan keadilan

  2. Menggenapkan penglihatan nabi-nabi.

Kesaksian Yesus adalah roh nubuat, termasuk kitab Wahyu juga roh nubuat.

  1. Untuk mengurapi yang maha kudus.

Yesus adalah Raja dalam status di kepala-Nya banyak mahkota.


YANG KEDUA: Dada dan lengannya dari perak 🡪 Kerajaan Media dan Persia.

Perak berbicara tentang ketebusan.


Setelah Babelonia ditaklukan oleh Media dan Persia, maka tahun ke 70, orang-orang Yehuda dikembalikan ke Yerusalem pada zaman Koresh. Ini namanya perak (ditebus / dikembalikan).


YANG KETIGA: Perut dan pinggangnya dari tembaga 🡪 Kerajaan / kekaisaran Romawi.

Romawi menjajah Israel, dan zaman Yesus disalibkan itu zamannya Pontius Pilatus (wali negeri Romawi).

Sedangkan tembaga berbicara tentang penghukuman. Dan penghukuman atas dosa dialami oleh Yesus pada zaman kekaisaran Romawi (Pontius Pilatus)


Penghukuman atas dosa diterima Yesus di atas kayu salib, itu tembaga. Berarti, semua dosa manusia diserap di dalam diri Yesus, sehingga yang dihukum adalah Yesus, itulah tembaga.


Tiga kerajaan ini sudah berlalu.


YANG KEEMPAT: Paha dan kakinya sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat 🡪 Kerajaan antikris pada akhir zaman ini. Antikris akan berkuasa selama 7 tahun dan puncaknya pada 3 ½ tahun yang kedua, diperkirakan / diprediksi jatuh pada tahun 2030. 3 ½ tahun yang pertama jatuh pada tahun 2028.


Jadi, tidak lama lagi Tuhan akan datang, berarti; antikris akan segera menjadi raja, memerintah dengan tangan besi dan menjalankan kuasa dengan kekerasan. Ini harus diperhatikan dengan baik-baik.


Daniel 2:34-35A

(2:34) Sementara tuanku melihatnya, terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia, lalu menimpa patung itu, tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk. (2:35) Maka dengan sekaligus diremukkannyalah juga besi, tanah liat, tembaga, perak dan em as itu, dan semuanya menjadi seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas, lalu angin menghembuskannya, sehingga tidak ada bekas-bekasnya yang ditemukan. Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi.


Di sini dikatakan "tanpa sentuhan (perbuatan) tangan manusia", maksudnya; bukan karena perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit dan menimpa patung itu. Sehingga, patung yang terbuat dari emas, perak, tembaga, besi dan tanah liat; hancur remuk ditimpa oleh batu itu. Tetapi perlu diingat tidak ada campur tangan manusi di situ

Kalau Tuhan meremukkan semua raja yang memerintah dan yang akan memerintah, tidak ada sentuhan tangan manusia di situ, betul-betul karena kuasa Ilahi. 


Dari sini saja kita bisa melihat, bahwasanya kita tidak perlu mengandalkan manusia, tidak perlu mengandalkan kekuatan ini, tidak perlu lagi menaruh harap kepada segala sesuatu yang berasal dari dunia ini.


Jadi sudah jelas kali, “di atas kepala terdapat banyak mahkota”. Dia adalah Raja di atas segala raja, mengalahkan semua raja-raja dan semua pemerintahan. Sementara, batu yang besar / gunung yang besar gambaran dari korban Kristus / sengsara salib, itu yang mengalahkan raja-raja yang memerintah dan yang akan memerintah.


Daniel 2:44-45

(2:44) Tetapi pada zaman raja-raja, Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain: kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya,


Kerajaan Sorga akan meremukkan kerajaan-kerajaan di bumi ini. Kerajaan Sorga akan tetap untuk selama-lamanya (kekal).


Daniel 2:45

(2:45) tepat seperti yang tuanku lihat, bahwa tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung dan meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak dan emas itu. Allah yang maha besar telah memberitahukan kepada tuanku raja apa yang akan terjadi di kemudian hari; mimpi itu adalah benar dan maknanya dapat dipercayai."


Jadi saudara, sebuah batu terungkit lepas dari gunung, meremukkan besi, tembaga, perak, emas dan tanah liat.


Mari kita lihat “gunung besar” itu…

1 Korintus 15:24

(15:24) Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan.


Kerajaan Sorga kekal, tetapi sesudah mengalahkan pemerintahan-pemerintahan, kekuasaan-kekuasaan, serta kekuatan-kekuatan. Jadi benar saja, kerajaanNya tidak berkesudahan. Pemerintahan-Nya dari keturunan keturunan.


1 Korintus 15:25

(15:25) Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.


Korban Kristus yang meremukkan semua pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan yang ada di dunia ini. Bukan karena campur tangan hamba Tuhan atau campur tangan manusia, sama sekali tidak ada. Apalagi harta, kekayaan, uang, tidak ada sama sekali.


Ayat referensi:

Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: "Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya." (Wahyu 11:15)


Di atas tadi kita sudah melihat, batu terungkit meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak dan emas. Sekarang kita lihat Daniel 2:35B.


Daniel 2:35

(2:35) Maka dengan sekaligus diremukkannyalah juga besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas itu, dan semuanya menjadi seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas, lalu angin menghembuskannya, sehingga tidak ada bekas-bekasnya yang ditemukan. Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi.


Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi, itulah ibadah yang memuncak sampai kepada doa penyembahan, sidang mempelai Tuhan.


Jadi, perhatikanlah semua ini, supaya nyata kemajuan kita di hari-hari terakhir ini. Amin.


TUHAN YESUS KRISTUS, KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIS SORGA MEMBERKATI


Pemberita Firman:


Pdt. Daniel U. Sitohang