KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Thursday, January 29, 2026

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 06 JANUARI 2026

 


IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 06 JANUARI 2026

 

SURAT YUDAS

PASAL 1:11

(Seri: 4)

 

Subtema: JALAN YANG DITEMPUH KAIN

 

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya, kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, sehingga kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Doa Penyembahan. Di dalam hadirat TUHAN kita sebentar akan mendengarkan sabda Allah, kiranya Firman Allah betul-betul melawat setiap kehidupan kita masing-masing, dan Firman Allah meneguhkan hati kita, untuk selanjutnya membawa hidup kita rendah di ujung kaki salib TUHAN, tersungkur di hadapan takhta-Nya, sujud menyembah kepada Dia, sebab hanya kepada Dia sajalah kita berbakti. Namun tetaplah berdoa dalam roh, mohon kemurahan dari pada TUHAN, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, yang mengikuti ibadah pemberitaan Firman TUHAN, yang turut bergabung lewat online atau live streaming atau video internet baik dari Youtube, maupun dari Facebook atau media sosial lainnya yang dapat diakses atau dapat digunakan. Biarlah kiranya damai sejahtera dari Sorga memenuhi hati kita, ruangan ini, baik juga saudara yang mengikuti secara online memberi sukacita, bahagia saat kita duduk diam menikmati sabda ALLAH.

 

Mari secepatnya kita sambut Surat Yudas sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan  dari Yudas 1:11.

 

Yudas 1:11

(1:11) Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

Celakalah mereka, antara lain:

1.      Karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain.

2.      Oleh sebab upah menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam.

3.      Binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

Tentang:

KARENA MEREKA MENGIKUTI JALAN YANG DITEMPUH KAIN (Bagian 4)

 

Kejadian 4:8

(4:8) Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.

 

Kain MEMBUNUH Habel, adiknya. Inilah jalan yang ditempuh Kain, sebab:

  1.  Sebelum Kain membunuh Habel adiknya itu, Tuhan telah memperingatkan Kain dengan keras untuk mencegah niat atau keinginan jahatnya pada ayat 6 dan ayat 7. Tetapi Kain bersikukuh untuk tetap membunuh Habel, adiknya.

  2.  Setelah membunuh, Tuhan masih datang kepada Kain dan menanyakan perihal Habel pada ayat 9, artinya Tuhan mengharapkan PERTOBATAN dari Kain dan mau berbalik kepada Tuhan dengan mengakui kesalahannya itu kepada TUHAN disertai dengan penyesalan.

 

Akan tetapi Kain menjawab Allah dan berkata:

a. "Aku tidak tahu" menunjukkan bahwa Kain seorang PENDUSTA = Mencederai Roh-El Kudus.

b. "Apakah aku penjaga adikku?" menunjukkan bahwa Kain sama sekali tidak memiliki kasih Allah.

 

Singkat kata, membunuh Habel adalah jalan satu-satunya yang ditempuh oleh kain. Sebab sebelum membunuh TUHAN sudah memperingatkan. Kemudian, setelah membunuh juga TUHAN juga menghampiri kain dan menanyakan perihal habel, tetapi justru dia menjawab; Aku tidak tahu, Apakah aku penjaga adikku?. Oleh sebab itu jangan kita mengikuti jalan yang di tempuh kain.

 

Perlu untuk diketahui; membenci sesama, setara dengan dosa membunuh (1 Yohanes 3:15).

 

Kejadian 4:10

(4:10) Firman-Nya: "Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah.

 

Karena Kain tidak mengakui kesalahannya terkait dengan membunuh Habel adiknya , akhirnya Tuhan memberitahukan secara langsung kepada Kain, bahwa darah Habel berteriak kepada Tuhan dari tanah secara langsung, tanpa pengantara.

 

Ibrani 12:24

(12:24) dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel.

 

Mengikuti jalan yang ditempuh Kain = ...

YANG PERTAMA: Tidak mau datang kepada Yesus sebagai Pengantara Perjanjian Baru.

Yesus adalah Pengantara dalam perjanjian Baru. Sedangkan Imam Besar Harun adalah pengantara dalam perjanjian Lama.

 

Tugas pengantara: Mengerjakan penebusan dan menjadi pendamaian atas dosa dunia.

Ayat referensi: 1 Yohanes 2:1-2.

 

Jadi kalau kita berbuat dosa kita juga masih mempunyai pengantara pada Bapa. Oleh sebab itu kita telah mendengarkan Firman TUHAN yang disampaikan, dan Firman TUHAN yang telah kita dengar itu; adalah supaya kita jangan kita berbuat dosa. Tetapi apabila ada orang berdosa, kita masih mempunyai seorang Pengantara pada Bapa, itulah; pribadi TUHAN Yesus Kristus.

 

Kita patut bersyukur, kita patut berterima kasih kepada TUHAN, selayaknya kita naikkan segala puji, segala hormat,, kemuliaan, hanya bagi Dia, sebab dalam setiap kali pertemuan ibadah atau kita berada dalam ketekunan tiga macam ibadah pokok, kita senantiasa mendapatkan pembukaan rahasia firman TUHAN dan lewat pembukaan firman yang kita terima, maka kita dicegah untuk berbuat dosa. Akan tetapi. Seandainya kita berbuat dosa, kita masih mempunyai seorang pengantara kepada Bapa, itulah pribadi Yesus Kristus, pribadi yang sangat adil.

 

Tadi karena kain tidak mengakui kesalahannya, akhirnya TUHAN pun memberitahukan bahwa darah Habel berbicara kepada TUHAN, secara langsung tanpa pengantara.

Itu adalah hal yang ajaib, karena kalau kita bayangkan sekarang kita berbuat dosa, apakah kita bisa langsung berdamai dengan TUHAN, tanpa pengantara? itu sesuatu yang tidak mungkin.

Tetapi oleh karena rahmat TUHAN, Yesus Kristus adalah pengantara dalam perjanjian baru. Apabila ada orang yang berbuat dosa Yesus lah yang menjadi pengantara antara Allah dengan manusia.

 

Jadi tugas dari pengantara untuk mengerjakan penebusan dan pendamaian atas dosa dunia. Yesus Kristus adalah pengantara antara Allah dengan manusia, sebab Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk mengerjakan pendamaian dan penebusan atas dosa itu sendiri. Juga itu diceritakan di dalam 1 Timotius 2:5-6.

 

YANG KEDUA: Tidak mau datang kepada darah pemercikan.

Pengantara (Imam Besar) dalam perjanjian Lama membawa darah lembu jantan muda dan darah domba jantan masuk sampai ke dalam Ruangan Maha Suci. Lalu mengadakan…

-          7 kali percikan darah di atas tutup pendamaian.

-          7 kali percikan darah di depan Tabut Perjanjia.

baik oleh darah lembu jantan muda maupun oleh darah domba jantan. Ayat referensi: Imamat 16:14-15.

 

-          7 kali percikan darah di atas Tutup Pendamaian, artinya: Sengsara yang dialami oleh Yesus Kristus, Dialah Kepala Gereja Mempelai Pria Sorga, bagi sidang mempelai wanita-Nya.

-          7 kali percikan darah di muka peti / di depan Tabut Perjanjian, adalah sengsara sebagai  penyucian yang dialami oleh gereja TUHAN, untuk mencapai kesempurnaannya sebagai mempelai wanita Tuhan.

 

Singkat kata: Percikan darah adalah SENGSARA TANPA DOSA untuk mencapai kesempurnaan, sedangkan percikan darah adalah penyucian yang terakhir.

 

Tidak mau datang kepada darah pemercikan = Tidak mau disucikan sampai sempurna.

Itu berarti, MENOLAK untuk menjadi mempelai wanita TUHAN.

 

Jangan kita tertipu dengan pengertian yang terbatas.

Perlu untuk diketahui; percikan darah itu  penyucian terakhir. Asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus adalah percaya, bertobat, dibaptis air, penuh dengan Roh Kudus, lalu di tengah-tengahnya terjadi suatu kegerakan yaitu; segala mujizat-mujizat, keajaiban-keajaiban. Contoh; yang sakit sembuh, dan terjadi pengusiran setan, itu masih didaerah halaman. Jangan kita tertipu dengan pengertian yang terbatas.

 

Akan tetapi, Rasul Paulus dengan jelas berkata kepada orang Ibrani, supaya dari asas-asas pertama tentang ajaran Kristus BERALIH kepada perkembangan yang penuh. Perkembangan yang penuh adalah menjadi mempelai wanita TUHAN, milik kepunyaan Allah sendiri.

Kristus adalah kepala, sedangkan sidang jemaat TUHAN adalah kepenuhan Dia (Efesus 1:22-23).

Itu sebabnya ibadah kita tidak boleh berhenti pada asas-asas pertama tentang ajaran Kristus, meskipun disitu ada mujizat-mujizat dan perbuatan-perbuatan ajaib.

 

Oleh sebab itu, mau tidak mau kita harus datang dengan kerelaan ke darah pemercikan.

Tetapi kain tidak mau datang ke darah pemercikan, tidak mau disucikan sampai sempurna. Percikan darah itu sengsara tanpa dosa, tetapi itu penyucian terakhir supaya kita sempurna.

Banyak juga gereja TUHAN tidak mau mengalami percikan darah, padahal percikan darah adalah penyucian terakhir.

 

Di tengah-tengah pengikutan kita kepada TUHAN, tidak dipungkiri antara satu dengan yang lain, pasti terjadi pergesekan, karena satu dengan yang lain berdekatan, kalau jauh tidak mungkin ada pergesekan. Tetapi kita harus mengerti, kita harus datang kepada darah pemercikan, supaya dengan demikian; tidak ada pergesekan, tidak sikut menyikut antara satu dengan yang lain. Di rumah pun kita ada pergesekan, tetapi manakala kita datang kepada darah pemercikan. Berarti dengan rela mengalami sengsara tanpa dosa, tetapi ingat itu merupakan penyucian terakhir, supaya kita sempurna, menjadi mempelai TUHAN, milik kepunyaan TUHAN.

 

DAMPAK NEGATIF: MENOLAK PERCIKAN DARAH

Kejadian 4:11

(4:11) Maka sekarang, terkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari tanganmu.

 

Dampak negatif menolak percikan darah: Kain menjadi orang yang TERKUTUK.

Jauh dari Allah sebab, ia tidak pernah berdamai dengan Allah.

 

Kita bandingkan: terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah Habel itu dari tangan Kain

 

Imamat 17:11

(17:11) Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa.

 

Yesus adalah pengantara perjanjian baru. Sebab Dia telah menyerahkan nyawa-Nya, darahNya sendiri telah dicurahkan di atas kayu salib, untuk memperdamaikan kita dengan Allah.

 

Imamat 17:12-13

(17:12) Itulah sebabnya Aku berfirman kepada orang Israel: Seorang pun di antaramu janganlah makan darah. Demikian juga orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu tidak boleh makan darah. (17:13) Setiap orang dari orang Israel dan dari orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu, yang menangkap dalam perburuan seekor binatang atau burung yang boleh dimakan, haruslah mencurahkan darahnya, lalu menimbunnya dengan tanah.

 

Yesus telah menyerahkan darah-Nya sehingga kita manusia berdosa diperdamaikan kepada Allah Bapa.

Jadi, darah dari setiap makhluk itu tidak boleh dimakan, tetapi harus ditumpahkan, dicurahkan ke tanah lalu ditimbun dengan tanah itu sendiri, itu tanda pendamaian

Tetapi Kain telah menumpahkan darah Habel ke tanah, padahal tadi ada larangan bahwa Israel tidak boleh makan darah.

Jadi, orang yang terkutuk betul-betul TERBUANG jauh dari Tuhan dan tidak akan pernah berdamai dengan Tuhan.

 

Jadi kain menjadi orang yang terkutuk, berarti terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah Habel itu dari tangan Kain. Semestinya darah tidak boleh dimakan harus dicurahkan ke tanah. Itu tanda perdamaian dengan Allah. Tetapi Kain telah mencurahkan darah Habel ke tanah, dia tidak akan pernah berdamai dengan Allah, jauh dari kemurahan.

 

Kejadian 4:12

(4:12) Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi."

 

Kain tidak lagi mendapatkan kemurahan, dan tidak akan pernah diperdamaikan dosanya kepada Allah Bapa, akhirnya Kain menjadi seorang PELARIAN dan PENGEMBARA di bumi.

 

Selama daratan dan bumi ini ada, kita jadikan sebagai pijakan, tetapi bukan menjadi pelarian dan pengembara di bumi. Tetapi lihat lah, kain jauh dari kemurahan, dan tidak pernah berdamai dengan Allah sampai pada akhirnya menjadi pelarian dan pengembara di bumi.

 

1.      PELARIAN = Melarikan diri, berarti buronan.

Pendeknya, Kain menjadi penjahat untuk selama-lamanya.

 

2.      PENGEMBARA

Kidung Agung 1:7

(1:7) Ceriterakanlah kepadaku, jantung hatiku, di mana kakanda menggembalakan domba, di mana kakanda membiarkan domba-domba berbaring pada petang hari. Karena mengapa aku akan jadi serupa pengembara dekat kawanan-kawanan domba teman-temanmu?

 

Pengembara = Tidak tergembala, berarti LIAR; hidupnya, pikirannya, perasaannya, segala sesuatu di dalam dirinya semuanya liar.

Sedangkan domba yang tergembala, dia tidak lupa akan tempat pembaringan, yaitu; kandang penggembalaan.

 

Lebih jelas lagi kita baca…

Yeremia 50:6

(50:6) Umat-Ku tadinya seperti domba-domba yang hilang; mereka dibiarkan sesat oleh gembala-gembalanya, dibiarkan mengembara di gunung-gunung, mereka berjalan dari gunung ke bukit sehingga lupa akan tempat pembaringannya.

 

MENGEMBARA berarti berada disemua gunung-gunung atau berada disemua tempat-tempat peribadatan.

 

Sekalipun setiap hari beribadah, namun jika berada disemua gunung-gunung itu namanya adalah pengembara. Sebab, yang Tuhan mau adalah domba-domba berada dalam satu kandang dan satu gembala.

Jadi jangan kita berada di tempat semua peribadatan, sebentar di gereja A, sebentar di gereja B, sebentar di gereja C, itu namanya pengembara, bukan tergembala.

 

Soal "MENGEMBARA"

 

Amos 8:11 -- Perikop: "Lapar dan haus."

(8:11) "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN. (8:12) Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.

Di sini dikatakan: "mengembara dari laut ke laut."

Pendeknya, orang yang mengembara akan menemukan AJARAN LAUT.

 

Mari kita lihat ajaran laut…

Wahyu 17:1

(17:1) Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: "Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.

 

Pelacur (perempuan Babel) duduk di tempat yang banyak airnya, disebutlah itu lautan dunia.

 

Wahyu 17:2

(17:2) Dengan dia raja-raja di bumi telah berbuat cabul, dan penghuni-penghuni bumi telah mabuk oleh anggur percabulannya."

 

Ajaran laut berarti; hidup dalam kenajisan percabulan; kaya, tetapi karena hawa nafsu perempuan Babel (Wahyu 18:3).

 

Meninggalkan jam-jam ibadah untuk mencapai keberhasilan dan memperoleh kekayaan, tetapi karena kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel, disebutlah kenajisan percabulan atau AJARAN LAUT.

 

Kita senantiasa berdoa kepada TUHAN, supaya di tengah ibadah dan pelayanan dalam penggembalaan GPT Betania, kita mendapatkan ajaran dari langit, ajaran dari Sorga, yang turun ke bumi, menderita sengsara, dan mati di kayu salib, disitulah Dia membawa kekayaan-kekayaan Sorgawi, dan kita sudah peroleh, dan dinyatakan di atas kayu salib.

 

Akhirnya, seorang pengembara menerima ajaran laut, hidup di dalam kenajisan percabulan, kaya oleh kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel.

 

Ajaran laut ini sudah masuk ke dalam rumah-rumah Tuhan, tetapi banyak orang-orang Kristen tidak memahami akan hal ini, dan akan memuncak pada saat antikris memerintah atas seantero dunia ini sebagai raja pada saat 3,5 tahun yang kedua, disitu akan diterapkan tentang ajaran laut.

 

Daniel 8:11

(8:11) Bahkan terhadap Panglima bala tentara itu pun ia membesarkan dirinya, dan dari pada-Nya diambilnya korban persembahan sehari-hari, dan tempat-Nya yang kudus dirobohkannya.

 

Pada saat antikris menjadi raja, yang terjadi adalah mereka akan merampas korban sehari-hari dan tempat-Nya yang kudus dirobohkan, artinya TIDAK ADA LAGI IBADAH.

 

Namun, malam ini kita memperoleh kesempatan, menerima, dan menikmati korban sehari-hari, kemudian kita masih bisa menjalankan ketekunan tiga macam ibadah pokok.

 

Daniel 8:12

(8:12) Suatu kebaktian diadakan secara fasik menggantikan korban sehari-hari, kebenaran dihempaskannya ke bumi, dan apa pun yang dibuatnya, semuanya berhasil.

 

Ketika IBADAH LAUT dijalankan, maka korban sehari-hari disingkirkan:

Korban sehari-hari à Korban sembelihan dan korban santapan.

 

JALAN KELUAR

Kidung Agung 1:7

(1:7) Ceriterakanlah kepadaku, jantung hatiku, di mana kakanda menggembalakan domba, di mana kakanda membiarkan domba-domba berbaring pada petang hari. Karena mengapa aku akan jadi serupa pengembara dekat kawanan-kawanan domba teman-temanmu?

 

Maka, biarlah kerinduan dari mempelai TUHAN, menjadi kerinduan kita, yaitu; RINDU UNTUK DIGEMBALAKAN; itu adalah roh mempelai.

 

Yohanes 10:3-4

10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.

10:4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.

 

Kelebihan domba tergembala:

1.      Mendengar suara gembala = Domba-domba dengar-dengaran.

Sejauh ini kita telah digembalakan oleh Pengajaran Mempelai dan Pengajaran Tabernakel.

Kelebihan domba dengar-dengaran: namanya dikenal oleh GEMBALA AGUNG = Namanya tertulis dalam kitab kehidupan Anak Domba. Sama seperti samuel adalah pribadi yang dengar-dengaran.

2.      Domba-domba mengikuti gembala.

Kalau kita mengikuti Gembala Agung, maka kita akan melihat teladan yang ditinggalkan-Nya. Jika domba mengikuti teladan Allah, maka akan dibawa ke wujud semula, karena kita diciptakan menurut teladan Allah; pola Tabernakel. Yesus Kristus adalah Tabernakel sejati.

 

Kidung Agung 1:7

(1:7) Ceriterakanlah kepadaku, jantung hatiku, di mana kakanda menggembalakan domba, di mana kakanda membiarkan domba-domba berbaring pada petang hari. Karena mengapa aku akan jadi serupa pengembara dekat kawanan-kawanan domba teman-temanmu?

 

Rujukan dari tergembala adalah berbaring; doa penyembahan.

Ketika masuk di dalam doa penyembahan, persis seperti orang tidur disitulah terjadi perobekan daging. Di dalam perobekan daging; TUHAN menemukan kita sebagai mempelai TUHAN.

 

Ketika Imam Besar Agung tampil di tengah-tengah ibadah, Dia akan melayani, berdoa, memperdamaikan dosa, kemudian memimpin ibadah kita sampai kepada 2 (dua) klimaks yaitu:

1.      Menjadi mempelai TUHAN.

2.      Doa penyembahan.

Itu pengertian dari pada berbaring.

 

Jadi, domba yang tergembala disebut berbaring. Tetapi rujukannya adalah; menjadi sidang mempelai TUHAN dan hidup di dalam doa penyembahan.

Sama seperti Adam, tidur (berbaring) = mengalami perobekan daging. Dari perobekan daging keluarlah sidang mempelai TUHAN, wujudnya; DOA PENYEMBAHAN.

 

Jadi jangan kita seperti Kain, menjadi orang yang terkutuk. Orang yang terkutuk terbuang jauh dari TUHAN, tidak hidup didalam kemurahan. Biar bagaimanapun ia mengusahakan tanah, tanah itu tidak akan menghasilkan yang terbaik lagi bagi dia, dia tidak akan pernah menjadi anak sulung untuk selama-lamanya. sebaliknya dia menjadi pelarian dan pengembara.

 

TUHAN Yesus memberkati kita semua. Amin.

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI.

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

No comments:

Post a Comment