IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 06 JANUARI 2026
SURAT
YUDAS
PASAL
1:11
(Seri:
4)
Subtema:
JALAN YANG DITEMPUH KAIN
Mula
pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya, kita
sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, sehingga kita boleh
datang menghadap Dia lewat Ibadah Doa Penyembahan. Di dalam hadirat TUHAN kita
sebentar akan mendengarkan sabda Allah, kiranya Firman Allah betul-betul
melawat setiap kehidupan kita masing-masing, dan Firman Allah meneguhkan hati
kita, untuk selanjutnya membawa hidup kita rendah di ujung kaki salib TUHAN,
tersungkur di hadapan takhta-Nya, sujud menyembah kepada Dia, sebab hanya
kepada Dia sajalah kita berbakti. Namun tetaplah berdoa dalam roh, mohon
kemurahan dari pada TUHAN, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap
hati kita pribadi lepas pribadi.
Saya
juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, yang mengikuti ibadah pemberitaan
Firman TUHAN, yang turut bergabung lewat online atau live streaming
atau video internet baik dari Youtube, maupun dari Facebook atau media sosial
lainnya yang dapat diakses atau dapat digunakan. Biarlah kiranya damai
sejahtera dari Sorga memenuhi hati kita, ruangan ini, baik juga saudara yang
mengikuti secara online memberi sukacita, bahagia saat kita duduk diam
menikmati sabda ALLAH.
Mari
secepatnya kita sambut Surat Yudas sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah
Doa Penyembahan dari Yudas 1:11.
Yudas
1:11
(1:11)
Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain
dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan
Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.
Celakalah
mereka, antara lain:
1.
Karena
mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain.
2. Oleh sebab upah menceburkan diri ke
dalam kesesatan Bileam.
3.
Binasa
karena kedurhakaan seperti Korah.
Tentang:
KARENA MEREKA MENGIKUTI JALAN YANG
DITEMPUH KAIN (Bagian 4)
Kejadian
4:8
(4:8)
Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang."
Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya
itu, lalu membunuh dia.
Kain
MEMBUNUH Habel, adiknya. Inilah jalan yang ditempuh Kain, sebab:
1. Sebelum Kain membunuh Habel
adiknya itu, Tuhan telah memperingatkan Kain dengan keras untuk mencegah niat atau
keinginan jahatnya pada ayat 6 dan ayat 7. Tetapi Kain bersikukuh untuk
tetap membunuh Habel, adiknya.
2. Setelah membunuh, Tuhan masih
datang kepada Kain dan menanyakan perihal Habel pada ayat 9, artinya Tuhan mengharapkan PERTOBATAN dari Kain dan mau
berbalik kepada Tuhan dengan mengakui kesalahannya itu kepada TUHAN disertai
dengan penyesalan.
Akan
tetapi Kain menjawab Allah dan berkata:
a.
"Aku tidak tahu"
menunjukkan bahwa Kain seorang PENDUSTA = Mencederai Roh-El Kudus.
b.
"Apakah aku penjaga adikku?"
menunjukkan bahwa Kain sama sekali tidak memiliki kasih Allah.
Singkat
kata, membunuh Habel adalah jalan satu-satunya yang ditempuh oleh kain. Sebab
sebelum membunuh TUHAN sudah memperingatkan. Kemudian, setelah membunuh juga
TUHAN juga menghampiri kain dan menanyakan perihal habel, tetapi justru dia
menjawab; Aku tidak tahu, Apakah aku penjaga adikku?. Oleh sebab
itu jangan kita mengikuti jalan yang di tempuh kain.
Perlu
untuk diketahui; membenci sesama, setara dengan dosa membunuh (1 Yohanes 3:15).
Kejadian
4:10
(4:10)
Firman-Nya: "Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu
berteriak kepada-Ku dari tanah.
Karena
Kain tidak mengakui kesalahannya terkait dengan membunuh Habel adiknya ,
akhirnya Tuhan memberitahukan secara langsung kepada Kain, bahwa darah Habel
berteriak kepada Tuhan dari tanah secara langsung, tanpa pengantara.
Ibrani
12:24
(12:24)
dan kepada Yesus, Pengantara
perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih
kuat dari pada darah Habel.
Mengikuti
jalan yang ditempuh Kain = ...
YANG PERTAMA: Tidak mau datang kepada Yesus sebagai Pengantara Perjanjian Baru.
Yesus adalah Pengantara dalam
perjanjian Baru. Sedangkan Imam Besar Harun adalah pengantara dalam perjanjian
Lama.
Tugas pengantara: Mengerjakan penebusan dan menjadi pendamaian atas dosa dunia.
Ayat referensi: 1 Yohanes 2:1-2.
Jadi kalau kita berbuat dosa kita
juga masih mempunyai pengantara pada Bapa. Oleh sebab itu kita telah mendengarkan
Firman TUHAN yang disampaikan, dan Firman TUHAN yang telah kita dengar itu;
adalah supaya kita jangan kita berbuat dosa. Tetapi apabila ada orang berdosa,
kita masih mempunyai seorang Pengantara pada Bapa, itulah; pribadi TUHAN Yesus Kristus.
Kita patut bersyukur, kita patut
berterima kasih kepada TUHAN, selayaknya kita naikkan segala puji, segala
hormat,, kemuliaan, hanya bagi Dia, sebab dalam setiap kali pertemuan ibadah
atau kita berada dalam ketekunan tiga macam ibadah pokok, kita senantiasa
mendapatkan pembukaan rahasia firman TUHAN dan lewat pembukaan firman yang kita
terima, maka kita dicegah untuk berbuat dosa. Akan tetapi. Seandainya kita berbuat
dosa, kita masih mempunyai seorang pengantara kepada Bapa, itulah pribadi Yesus
Kristus, pribadi yang sangat adil.
Tadi karena kain tidak mengakui
kesalahannya, akhirnya TUHAN pun memberitahukan bahwa darah Habel berbicara
kepada TUHAN, secara langsung tanpa pengantara.
Itu adalah hal yang ajaib, karena
kalau kita bayangkan sekarang kita berbuat dosa, apakah kita bisa langsung berdamai
dengan TUHAN, tanpa pengantara? itu sesuatu yang tidak mungkin.
Tetapi oleh karena rahmat TUHAN,
Yesus Kristus adalah pengantara dalam perjanjian baru. Apabila ada orang yang
berbuat dosa Yesus lah yang menjadi pengantara antara Allah dengan manusia.
Jadi tugas dari pengantara untuk
mengerjakan penebusan dan pendamaian atas dosa dunia. Yesus Kristus adalah
pengantara antara Allah dengan manusia, sebab Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk
mengerjakan pendamaian dan penebusan atas dosa itu sendiri. Juga itu
diceritakan di dalam 1 Timotius 2:5-6.
YANG KEDUA: Tidak mau datang kepada darah pemercikan.
Pengantara (Imam Besar) dalam
perjanjian Lama membawa darah lembu jantan muda dan darah domba jantan masuk
sampai ke dalam Ruangan Maha Suci. Lalu mengadakan…
-
7 kali percikan darah di atas tutup
pendamaian.
-
7 kali percikan darah di depan Tabut
Perjanjia.
baik
oleh darah lembu jantan muda maupun oleh darah domba jantan. Ayat referensi: Imamat 16:14-15.
-
7
kali percikan darah di atas Tutup Pendamaian, artinya:
Sengsara yang dialami oleh Yesus Kristus, Dialah Kepala Gereja Mempelai Pria
Sorga, bagi sidang mempelai wanita-Nya.
-
7
kali percikan darah di muka peti / di depan Tabut Perjanjian,
adalah sengsara sebagai penyucian yang
dialami oleh gereja TUHAN, untuk mencapai kesempurnaannya sebagai mempelai
wanita Tuhan.
Singkat
kata: Percikan darah adalah SENGSARA TANPA DOSA untuk mencapai kesempurnaan, sedangkan
percikan darah adalah penyucian yang terakhir.
Tidak
mau datang kepada darah pemercikan = Tidak mau disucikan sampai sempurna.
Itu
berarti, MENOLAK untuk menjadi mempelai wanita TUHAN.
Jangan
kita tertipu dengan pengertian yang terbatas.
Perlu
untuk diketahui; percikan darah itu
penyucian terakhir. Asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus adalah
percaya, bertobat, dibaptis air, penuh
dengan Roh Kudus, lalu di tengah-tengahnya terjadi suatu kegerakan yaitu;
segala mujizat-mujizat, keajaiban-keajaiban. Contoh; yang sakit sembuh, dan
terjadi pengusiran setan, itu masih didaerah halaman. Jangan kita tertipu
dengan pengertian yang terbatas.
Akan
tetapi, Rasul Paulus dengan jelas berkata kepada orang Ibrani, supaya dari
asas-asas pertama tentang ajaran Kristus BERALIH kepada perkembangan yang
penuh. Perkembangan yang penuh adalah menjadi mempelai wanita TUHAN, milik
kepunyaan Allah sendiri.
Kristus
adalah kepala, sedangkan sidang jemaat TUHAN adalah kepenuhan Dia (Efesus 1:22-23).
Itu
sebabnya ibadah kita tidak boleh berhenti pada asas-asas pertama tentang ajaran
Kristus, meskipun disitu ada mujizat-mujizat dan perbuatan-perbuatan ajaib.
Oleh
sebab itu, mau tidak mau kita harus datang dengan kerelaan ke darah pemercikan.
Tetapi
kain tidak mau datang ke darah pemercikan, tidak mau disucikan sampai sempurna.
Percikan darah itu sengsara tanpa dosa, tetapi itu penyucian terakhir supaya
kita sempurna.
Banyak
juga gereja TUHAN tidak mau mengalami percikan darah, padahal percikan darah
adalah penyucian terakhir.
Di
tengah-tengah pengikutan kita kepada TUHAN, tidak dipungkiri antara satu dengan
yang lain, pasti terjadi pergesekan, karena satu dengan yang lain berdekatan,
kalau jauh tidak mungkin ada pergesekan. Tetapi kita harus mengerti, kita harus
datang kepada darah pemercikan, supaya dengan demikian; tidak ada pergesekan,
tidak sikut menyikut antara satu dengan yang lain. Di rumah pun kita ada
pergesekan, tetapi manakala kita datang kepada darah pemercikan. Berarti dengan
rela mengalami sengsara tanpa dosa, tetapi ingat itu merupakan penyucian
terakhir, supaya kita sempurna, menjadi mempelai TUHAN, milik kepunyaan TUHAN.
DAMPAK
NEGATIF: MENOLAK PERCIKAN DARAH
Kejadian
4:11
(4:11)
Maka sekarang, terkutuklah engkau,
terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah
adikmu itu dari tanganmu.
Dampak
negatif menolak percikan darah: Kain menjadi orang yang TERKUTUK.
Jauh
dari Allah sebab, ia tidak pernah berdamai dengan Allah.
Kita
bandingkan: terbuang jauh dari tanah
yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah Habel itu dari tangan Kain
Imamat
17:11
(17:11)
Karena nyawa makhluk ada di dalam
darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah
untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan
pendamaian dengan perantaraan nyawa.
Yesus
adalah pengantara perjanjian baru. Sebab Dia telah menyerahkan nyawa-Nya,
darahNya sendiri telah dicurahkan di atas kayu salib, untuk memperdamaikan kita
dengan Allah.
Imamat
17:12-13
(17:12)
Itulah sebabnya Aku berfirman kepada
orang Israel: Seorang pun di antaramu janganlah makan darah. Demikian
juga orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu tidak boleh makan darah. (17:13)
Setiap orang dari orang Israel dan dari orang asing yang tinggal di
tengah-tengahmu, yang menangkap dalam perburuan seekor binatang atau burung
yang boleh dimakan, haruslah mencurahkan darahnya, lalu menimbunnya dengan
tanah.
Yesus
telah menyerahkan darah-Nya sehingga kita manusia berdosa diperdamaikan kepada
Allah Bapa.
Jadi,
darah dari setiap makhluk itu tidak boleh dimakan, tetapi harus ditumpahkan, dicurahkan
ke tanah lalu ditimbun dengan tanah itu sendiri, itu tanda pendamaian
Tetapi
Kain telah menumpahkan darah Habel ke tanah, padahal tadi ada larangan bahwa
Israel tidak boleh makan darah.
Jadi,
orang yang terkutuk betul-betul TERBUANG jauh dari Tuhan dan tidak akan pernah
berdamai dengan Tuhan.
Jadi
kain menjadi orang yang terkutuk, berarti terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah
Habel itu dari tangan Kain. Semestinya darah tidak boleh dimakan harus
dicurahkan ke tanah. Itu tanda perdamaian dengan Allah. Tetapi Kain telah
mencurahkan darah Habel ke tanah, dia tidak akan pernah berdamai dengan Allah,
jauh dari kemurahan.
Kejadian
4:12
(4:12)
Apabila engkau mengusahakan tanah
itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; engkau
menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi."
Kain
tidak lagi mendapatkan kemurahan, dan tidak akan pernah diperdamaikan dosanya
kepada Allah Bapa, akhirnya Kain menjadi seorang PELARIAN dan PENGEMBARA di
bumi.
Selama
daratan dan bumi ini ada, kita jadikan sebagai pijakan, tetapi bukan menjadi
pelarian dan pengembara di bumi. Tetapi lihat lah, kain jauh dari kemurahan,
dan tidak pernah berdamai dengan Allah sampai pada akhirnya menjadi pelarian
dan pengembara di bumi.
1.
PELARIAN = Melarikan diri, berarti
buronan.
Pendeknya, Kain menjadi penjahat
untuk selama-lamanya.
2.
PENGEMBARA
Kidung Agung 1:7
(1:7) Ceriterakanlah kepadaku, jantung
hatiku, di mana kakanda menggembalakan domba, di mana kakanda membiarkan
domba-domba berbaring pada petang hari. Karena mengapa aku akan jadi serupa pengembara
dekat kawanan-kawanan domba teman-temanmu?
Pengembara = Tidak tergembala, berarti LIAR; hidupnya, pikirannya, perasaannya, segala sesuatu di dalam
dirinya semuanya liar.
Sedangkan domba yang tergembala, dia tidak lupa akan tempat
pembaringan, yaitu; kandang penggembalaan.
Lebih
jelas lagi kita baca…
Yeremia
50:6
(50:6)
Umat-Ku tadinya seperti domba-domba
yang hilang; mereka dibiarkan sesat oleh gembala-gembalanya, dibiarkan mengembara
di gunung-gunung, mereka berjalan dari gunung ke bukit sehingga lupa akan
tempat pembaringannya.
MENGEMBARA
berarti berada disemua gunung-gunung atau berada disemua tempat-tempat
peribadatan.
Sekalipun
setiap hari beribadah, namun jika berada disemua gunung-gunung itu namanya
adalah pengembara. Sebab, yang Tuhan mau adalah domba-domba berada dalam satu
kandang dan satu gembala.
Jadi
jangan kita berada di tempat semua peribadatan, sebentar di gereja A, sebentar
di gereja B, sebentar di gereja C, itu namanya pengembara, bukan tergembala.
Soal
"MENGEMBARA"
Amos
8:11 -- Perikop: "Lapar dan
haus."
(8:11)
"Sesungguhnya, waktu akan
datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan
kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air,
melainkan akan mendengarkan firman TUHAN. (8:12)
Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke
timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.
Di
sini dikatakan: "mengembara dari laut ke laut."
Pendeknya,
orang yang mengembara akan menemukan AJARAN LAUT.
Mari
kita lihat ajaran laut…
Wahyu
17:1
(17:1)
Lalu datanglah seorang dari ketujuh
malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: "Mari ke
sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk
di tempat yang banyak airnya.
Pelacur
(perempuan Babel) duduk di tempat yang banyak airnya, disebutlah itu lautan
dunia.
Wahyu
17:2
(17:2)
Dengan dia raja-raja di bumi
telah berbuat cabul, dan penghuni-penghuni bumi telah mabuk oleh anggur
percabulannya."
Ajaran
laut berarti; hidup dalam kenajisan percabulan; kaya, tetapi karena hawa nafsu
perempuan Babel (Wahyu 18:3).
Meninggalkan
jam-jam ibadah untuk mencapai keberhasilan dan memperoleh kekayaan, tetapi
karena kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel, disebutlah kenajisan percabulan
atau AJARAN LAUT.
Kita
senantiasa berdoa kepada TUHAN, supaya di tengah ibadah dan pelayanan dalam
penggembalaan GPT Betania, kita mendapatkan ajaran dari langit, ajaran dari
Sorga, yang turun ke bumi, menderita sengsara, dan mati di kayu salib,
disitulah Dia membawa kekayaan-kekayaan Sorgawi, dan kita sudah peroleh, dan dinyatakan
di atas kayu salib.
Akhirnya,
seorang pengembara menerima ajaran laut, hidup di dalam kenajisan percabulan,
kaya oleh kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel.
Ajaran
laut ini sudah masuk ke dalam rumah-rumah Tuhan, tetapi banyak orang-orang
Kristen tidak memahami akan hal ini, dan akan memuncak pada saat antikris
memerintah atas seantero dunia ini sebagai raja pada saat 3,5 tahun yang kedua,
disitu akan diterapkan tentang ajaran laut.
Daniel
8:11
(8:11)
Bahkan terhadap Panglima bala
tentara itu pun ia membesarkan dirinya, dan dari pada-Nya diambilnya korban
persembahan sehari-hari, dan tempat-Nya yang kudus dirobohkannya.
Pada
saat antikris menjadi raja, yang terjadi adalah mereka akan merampas korban
sehari-hari dan tempat-Nya yang kudus dirobohkan, artinya TIDAK ADA LAGI
IBADAH.
Namun,
malam ini kita memperoleh kesempatan, menerima, dan menikmati korban
sehari-hari, kemudian kita masih bisa menjalankan ketekunan tiga macam ibadah
pokok.
Daniel
8:12
(8:12)
Suatu kebaktian diadakan secara fasik menggantikan korban sehari-hari, kebenaran
dihempaskannya ke bumi, dan apa pun yang dibuatnya, semuanya berhasil.
Ketika
IBADAH LAUT dijalankan, maka korban sehari-hari disingkirkan:
Korban
sehari-hari à Korban
sembelihan dan korban santapan.
JALAN KELUAR
Kidung
Agung 1:7
(1:7)
Ceriterakanlah kepadaku, jantung
hatiku, di mana kakanda menggembalakan domba, di mana kakanda membiarkan
domba-domba berbaring pada petang hari. Karena mengapa aku akan jadi
serupa pengembara dekat kawanan-kawanan domba teman-temanmu?
Maka,
biarlah kerinduan dari mempelai TUHAN, menjadi kerinduan kita, yaitu; RINDU
UNTUK DIGEMBALAKAN; itu adalah roh mempelai.
Yohanes
10:3-4
10:3
Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya
dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan
menuntunnya ke luar.
10:4
Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba
itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.
Kelebihan
domba tergembala:
1.
Mendengar
suara gembala = Domba-domba dengar-dengaran.
Sejauh ini kita telah digembalakan
oleh Pengajaran Mempelai dan Pengajaran Tabernakel.
Kelebihan domba dengar-dengaran: namanya
dikenal oleh GEMBALA AGUNG = Namanya tertulis
dalam kitab kehidupan Anak Domba. Sama
seperti samuel adalah pribadi yang dengar-dengaran.
2. Domba-domba mengikuti gembala.
Kalau kita mengikuti Gembala Agung,
maka kita akan melihat teladan yang ditinggalkan-Nya. Jika domba mengikuti
teladan Allah, maka akan dibawa ke wujud semula, karena kita diciptakan menurut
teladan Allah; pola Tabernakel. Yesus Kristus adalah Tabernakel sejati.
Kidung
Agung 1:7
(1:7)
Ceriterakanlah kepadaku, jantung
hatiku, di mana kakanda menggembalakan domba, di mana kakanda membiarkan domba-domba
berbaring pada petang hari. Karena mengapa aku akan jadi serupa
pengembara dekat kawanan-kawanan domba teman-temanmu?
Rujukan
dari tergembala adalah berbaring; doa penyembahan.
Ketika
masuk di dalam doa penyembahan, persis seperti orang tidur disitulah terjadi
perobekan daging. Di dalam perobekan daging; TUHAN menemukan kita sebagai
mempelai TUHAN.
Ketika
Imam Besar Agung tampil di tengah-tengah ibadah, Dia akan melayani, berdoa,
memperdamaikan dosa, kemudian memimpin ibadah kita sampai kepada 2 (dua)
klimaks yaitu:
1.
Menjadi mempelai TUHAN.
2.
Doa penyembahan.
Itu
pengertian dari pada berbaring.
Jadi,
domba yang tergembala disebut berbaring. Tetapi rujukannya adalah; menjadi
sidang mempelai TUHAN dan hidup di dalam doa penyembahan.
Sama
seperti Adam, tidur (berbaring) = mengalami perobekan daging. Dari perobekan
daging keluarlah sidang mempelai TUHAN, wujudnya; DOA PENYEMBAHAN.
Jadi
jangan kita seperti Kain, menjadi orang yang terkutuk. Orang yang terkutuk
terbuang jauh dari TUHAN, tidak hidup didalam kemurahan. Biar bagaimanapun ia
mengusahakan tanah, tanah itu tidak akan menghasilkan yang terbaik lagi bagi
dia, dia tidak akan pernah menjadi anak sulung untuk selama-lamanya. sebaliknya
dia menjadi pelarian dan pengembara.
TUHAN
Yesus memberkati kita semua. Amin.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA,
MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI.
Pemberita
Firman:
Gembala
Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment