KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Wednesday, January 28, 2026

IBADAH RAYA MINGGU, 04 JANUARI 2026



IBADAH RAYA MINGGU, 04 JANUARI 2026


WAHYU 19:12

(SERI: 3)


Subtema: DI ATAS KEPALA-NYA TERDAPAT BANYAK MAHKOTA


Mula pertama saya ucapkan puji syukur kepada Tuhan, oleh karena rahmat Tuhan kita dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus, mendapat kesempatan untuk menghadap kepada Dia lewat Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian Roh dan kesaksian dari zangkoor. Ini merupakan ibadah sulung dari Ibadah Raya Minggu di tahun ini. Tuhan rindu supaya kita semua menjadi anak sulung; mempersembahkan sepasang burung tekukur;

  1. Melayani Tuhan dan melayani pekerjaan Tuhan sesuai karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh Kudus. 

  2. Menjadi pendamaian dihadapan Tuhan.

Berarti, seorang imam sudah seharusnya rela untuk mengorbankan dirinya supaya orang lain berdamai kepada Tuhan. seperti seorang utusan, kepadanya dipercayakan;

  • Pelayanan pendamaian.

  • Berita pendamaian, itulah berita salib.

Dimanapun kita berada biarlah kita membawa berita salib, baik dalam bentuk perkataan (lisan) maupun perbuatan.


Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, bahkan hamba-hamba TUHAN yang turut bergabung secara lewat online / live streaming / video internet baik dari Youtube, maupun Facebook atau media sosial lainnya yang dapat digunakan atau diakses. Selanjutnya doa dan pengharapan kami dari tempat ini kiranya damai sejahtera dari ALLAH memenuhi ruangan ini dan hati kita, maupun saudara yang mengikuti secara online, sekaligus memberi sukacita dan kita bahagia menikmati Sabda ALLAH.


Selanjutnya, doa dan harapan kami kiranya damai sejahtera dari Sorga memenuhi ruangan ini, dan ruangan hati kita sekaliannya, sekaligus memberi sukacita, bahagia, saat kita duduk diam mendengarkan Sabda Allah. Segala hormat, puji syukur hanya bagi Dia, Kepala Gereja, Mempelai Pria Sorga, Dialah yang membela dan memelihara kehidupan kita sampai pada saat ini.


Saudara, secepatkan kita sambut KITAB WAHYU sebagai Firman Penggembalana untuk Ibadah Raya Minggu. Namun, tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan Tuhan, supaya Firman yang dibukaan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi,


Wahyu 19:12 -- Perikop: "Firman Allah."

(19:12) Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorang pun, kecuali Ia sendiri.


Di sini dikatakan: "Mata-Nya bagaikan nyala api."

Inilah yang dilihat oleh rasul Yohanes dalam sebuah penglihatan di pulau Patmos (sekarang disebut Istanbul Turki).

Pendeknya, dari mata-Nya terpancar suatu kewibawaan yang luar biasa dan hal itu ada kaitannya dengan jabatan-Nya sebagai Raja di atas segala raja.


Saudara, jabatan-Nya sebagai Raja sudah diperlihatkan kepada Daniel dalam sebuah penglihatan juga. 


Daniel 7:9

(7:9) Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar;


Inti dari ayat ini adalah Daniel telah melihat Tuhan Allah sebagai Raja di atas segala raja

  • Yang lanjut usia 🡪 Allah, pribadi yang kekal

  • Pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba 🡪 kemuliaan yang sangat tinggi

  • Kursi-Nya dari nyala api. Kursi = takhta. Yang menunjukkan bahwa Allah yang kekal adalah Raja di atas segala segala raja. Dan dari mata-Nya terpancar suatu kewibawaan yang luar biasa.


Intinya di sini adalah kursi-Nya dari nyala api dengan roda-roda-Nya dari api yang berkobar-kobar.


Pendeknya…

  • Rasul Yohanes melihat: mata-Nya bagaikan nyala api

  • Sedangkan Daniel melihat: kursi-Nya dari nyala api

Jadi, tampaklah dengan jelas, ada "hubungan yang kuat" antara MATA dan KURSI (takhta Allah).


Perlu untuk diketahui:

Yang menjadi kursi (takhta Kristus) di tengah sidang jemaat adalah aktivitas atau ibadah dan pelayanan dengan api yang berkobar-kobar.


Jadi, kalau kita datang beribadah dengan api yang berkobar-kobar, kemudian imam-imam melayani di tengah ibadah-ibadah tersebut dengan api yang berkobar-kobar itulah kursi (takhta) Kristus. Biarlah kiranya Tuhan kita Yesus Kristus mempunyai takhta karena kita datang beribadah dengan api yang berkobar-kobar, juga para imam melayani Tuhan dengan api yang berkobar-kobar.


Jadi, kalau kita diajak atau dilibatkan untuk melayani Tuhan dan melayani pekerjaan-Nya, itu bukan suatu penghinaan bagi kita. Tetapi sebaliknya, kalau kita dilibatkan melayani Tuhan, itu membangkitkan suatu penghormatan dari Allah kepada manusia. Sebagaimana yang tertulis dalam Yohanes 12:26 -- Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

Memang di tengah pengikutan kita kepada Tuhan, pasti disertai dengan sangkal diri, pikul salib dan ikut Tuhan. Nampaknya, kita ini seperti direndahkan, padahal sebetulnya kalau kita dapat beribadah dan melayani dengan api yang berkobar-kobar; membangkitan penghormatan dari Allah kepada manusia. Oleh sebab itu, biarlah kita datang beribadah dan melayani Tuhan dengan api yang berkobar-kobar. Duduk diam saat dengar Firman Tuhan juga harus dengan kerinduan yaitu; api yang berkobar-kobar.


Saudara, sesungguhnya manusia sudah jatuh dalam dosa dari sejak taman Eden. Intinya, tangan manusia sudah kotor, tetapi dipercaya oleh Tuhan untuk memeluk sebuah jabatan pekerjaan Tuhan, bukanlah itu suatu kemurahan yang sungguh luar biasa? Manusia atau seorang pegawai di toko, sedikit saja berbuat salah; sudah di blacklist untuk selama-lamanya. Tetapi Tuhan kita bukan seperti seorang pemilik toko, Ia lebih mulia dari situ. Namun, seringkali manusia suka memilih-milih pekerjaan yang enak, yang mencari zona kenyamanan dalam ladang Allah, itu juga menjadi persoalan. Padahal, pekerjaan apapun, kalau itu datangnya dari api takhta Sorgawi, akan membangkitan penghormatan dari Allah kepada manusia yang sebenarnya hina tidak berarti. Manusia itu hina tidak berarti, tetapi Ia punya cara sendiri untuk mengangkat harkat dan martabat kita, tentu dengan caranya Tuhan bukan cara kita.


Kemudian, pengertian yang kedua: “Mata-Nya bagaikan nyala api”, itu bagaikan URIM dan TUMIM dalam pekerjaan-Nya. Pendeknya, Urim dan Tumim adalah sepasang mata Tuhan untuk menyoroti:

  • Hidup manusia pribadi lepas pribadi

  • Ibadah dan pelayanan dari imam-imam 

  • Nikah-nikah di bumi


Perlu untuk diketahui:

  • Urim berbicara tentang terang 🡪 Roh Kudus dengan pekerjaannya; yang menerangi kegelapan / kelam kabut.

  • Tumim berbicara tentang pedang 🡪 Firman Allah yang berkuasa menghakimi dan memisahkan hidup manusia dari dosa. Singkat kata, Firman Allah berkuasa untuk menyucikan sampai menyempurnakan manusia.


Saudara, Urim dan Tumim berada di tutup dada imam besar  dan berada persis di atas jantungnya. Adapun Urim dan Tumim digunakan untuk mencari petunjuk dari Tuhan, dan Tuhan akan memberi keputusan-keputusan-Nya. Sehingga, kita tahu apa yang harus kita kerjakan dan perbuat dihadapan Tuhan, sesuai dengan keputusan-keputusan Tuhan itu sendiri.


Pendeknya, pengertian tentang mata-Nya bagaiakan nyala api, telah kita bahas bersama-sama dua minggu berturut-turut. Kiranya masih jelas dalam ingatan dan menjadi berkat untuk menolong kita masing-masing.


Mari kita kembali memperhatikan…

Wahyu 19:12

(19:12) Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorang pun, kecuali Ia sendiri.


Ayat ini menyatakan bahwa; Di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota.

Kita tidak bisa melihat kepala-Nya terdapat banyak mahkota ini dari sisi lahiriah. Karena, dengan 2 mahkota saja tidak mungkin ada tempat di atas kepala. Tetapi, kita harus melihat mahkota-mahkota ini dari sisi yang rohani.


Di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota, menunjukkan kepada kita bahwasanya:

  • Ia mempunyai kuasa yang sangat besar.

  • Dan Raja yang berkemenangan atas segala raja, Ia tidak terkalahkan.

Itulah pengertian secara rohaninya.


Sebelum kita melihat lebih jauh, sejenak kita membaca…

Lukas 1:31-33

(1:31) Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. (1:32) Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, (1:33) dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."


Yesus adalah raja orang Yahudi (raja orang Israel) untuk selama-lamanya dan kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.

Malaikat Gabriel memberitahukan hal itu dengan gamblang kepada Maria, ibu Yesus.


Lebih rinci lagi…

Mazmur 145:13A

(145:13) Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya


Ayat ini berbicara tentang kerajaan Allah adalah kerajaan yang tidak berkesudahan, dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan. Hal itu sebagaimana dengan mimpi dari Nebukadnezar.


Daniel 2:31-33

(2:31) Ya raja, tuanku melihat suatu penglihatan, yakni sebuah patung yang amat besar! Patung ini tinggi, berkilau-kilauan luar biasa, tegak di hadapan tuanku, dan tampak mendahsyatkan. (2:32) Adapun patung itu, kepalanya dari emas tua, dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggangnya dari tembaga, (2:33) sedang pahanya dari besi dengan kakinya sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat.


Mimpi Nebukadnezar: ia melihat sebuah patung amat besar, lalu patung ini tinggi berkilau-kilauan.

Adapun patung tersebut:

  • Kepalanya dari emas tua.

  • Dada dan lengannya dari perak.

  • Perut dan pinggangnya dari tembaga.

  • Paha dan kakinya; sebagian dari besi, sebagian lagi dari tanah liat


Kita akan melihat mimpi Nebukadnezar ini dari arti rohaninya…

Daniel 2:38-40

(2:38) dan yang ke dalam tangannya telah diserahkan-Nya anak-anak manusia, di mana pun mereka berada, binatang-binatang di padang dan burung-burung di udara, dan yang dibuat-Nya menjadi kuasa atas semuanya itu -- tuankulah kepala yang dari emas itu. (2:39) Tetapi sesudah tuanku akan muncul suatu kerajaan lain, yang kurang besar dari kerajaan tuanku; kemudian suatu kerajaan lagi, yakni yang ketiga, dari tembaga, yang akan berkuasa atas seluruh bumi. (2:40) Sesudah itu akan ada suatu kerajaan yang keempat, yang keras seperti besi, tepat seperti besi yang meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu; dan seperti besi yang menghancurluluhkan, maka kerajaan ini akan meremukkan dan menghancurluluhkan semuanya. Terbuat dari


Adapun pengertian dari patung yang dilihat oleh Nebukadnezar, itu merupakan suatu kerajaan, antara lain:

KERAJAAN PERTAMA: Terbuat dari EMAS 🡪 Kerajaan Babelonia

Namun sayang, kerajaan Babelonia pecah setelah Belsyazar, anak Nebukadnezar menajiskan segala perkakas-perkakas dari rumah Tuhan yang dibawa dari Yerusalem ke Babel. Saat itu Tuhan langsung menghukum Belsyazar sehingga Babelonia pecah, terbelah menjadi dua itulah kerajaan Media dan Persia (Iran sekarang ini).


KERAJAAN KEDUA: Terbuat dari PERAK 🡪 Kerajaan Media dan Persia


KERAJAAN KETIGA: Terbuat dari  TEMBAGA 🡪 Kerajaan Romawi. Kekaisaran Romawi itu menjelajah sampai tanah Israel. Tembaga berbicara soal penghukuman. Yesus telah menerima penghukuman dari Allah karena dosa dunia. Jadi, setiap dosa manusia diserap dalam tubuh atau daging Yesus, maka, yang menerima hukuman karena dosa dunia adalah Yesus Kristus Anak Allah (Roma 8:3). 


Ketika bangsa Israel dibuang ke Babel, itu bagaiakan emas dimurnikan dalam api. Kemudian, raja Babelonia pecah menjadi Media dan Persia, itu adalah kerajaan yang terbuat dari perak. Perak bicara soal ketebusan, bagaikan orang-orang Yahudi dikembalikan ke Yerusalem. 


KERAJAAN KEEMPAT: Terbuat dari SEBAGIAN BESI, SEBAGIAN TANAH LIAT

Saudara, di atas tadi kita sudah melihat;

  • Kerajaan Babelonia; runtuh, tidak bertahan.

  • Kerajaan Media dan Persia; runtuh, tidak bertahan.

  • Termasuk kekasaian dari Romawi, juga runtuh.


Bagaimana dengan kerajaan keempat ini, yang sebagian terbuat dari besi dan sebagian dari tanah liat?

Besi ini keras, dapat menghancurkan segala sesuatu. Seperti besi yang dapat menghancurkan, maka kerajaan ini dapat menghancurkan dan meluluhlantakkan semuanya. Nampaknya kerajaan ini tidak bisa dikalahkan. Tetapi di atas tadi kita sudah melihat dalam Wahyu 19:12 --- di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota.

Kita tidak bisa melihat mahkota ini dari sisi lahiriah, karena di atas kepala tidak bisa lebih dari satu mahkota, hanya cukup satu mahkota saja. Tetapi kita melihat ini dari sisi rohani yaitu; Dia adalah Raja di atas segala raja. Tidak ada raja yang tidak punya mahkota, Dia adalah Raja yang berkemenangan dan tidak terkalahkan.


Saudara, Alkitab berkata kerjaan keempat ini mehancurluluhkan segala sesuatu, tidak ada yang bisa mengalahkan. Tetapi saya mau ajak saudara melihat analoginya, diawali dari Matius 20:25.


Matius 20:25

(20:25) Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.


Ternyata, pemerintahan yang keempat; sebagian dari besi dan sebagian dari tanah liat, itu adalah kerajaan antikris, satu kali akan memerintah atas seantero dunia.

  • Ia memerintah dengan tangan besi

  • Menjalankan kuasa dengan keras (otoriter).


Tetapi Tuhan kita adalah Raja di atas segala raja, berarti; Dia adalah Imam Besar Agung, melayani, berdoa, memperdamaikan dosa serta memimpin ibadah kita sampai 2 kilmaks:

  • Menjadi sidang mempelai Tuhan, itulah takhta Allah.

  • Hidup dalam doa penyembahan, itulah tumpuan kaki Tuhan


Lalu, Yesus juga disebut Gembala yang baik, Ia menyerahkan nyawa-Nya. Dan juga di dalam Yesaya 40:11 juga dikatakan --- Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati, dengan lain kata tidak sembarangan.

Sejauh ini kita telah digembalakan oleh Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel. Hati-hati, di luar itu berarti sembarangan, karena, tidak tahu sampai dimana nanti kedudukan rohaninya. Tetapi, kalau Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel menggembalakan kehidupan kita, maka kita tahu, kedudukan rohani kita sudah sampai dimana. 

Maka jelas sekali Ia adalah Gembala yang baik…

  • Anak domba dipangku-Nya = bertanggungjawab.

  • Induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati (tidak sembarangan)


Oleh sebab itu, jangan tinggalkan Pengajaran Mempelai, tetapi percayalah. Jangan seperti gereja halaman; sebentar ke gereja sana, sebentar ke gereja situ, itu berbahaya. Kembalilah kepada hati nurani, saudara juga kalau tergembala jangan karena saya, tetapi karena kita punya hati nurani, karena satu kali anda pasti bisa melihat dan mengenali saya. Tetapi, kalau kita sudah menikmati Firman Pengajaran Mempelai, kita bisa melihat Tuhan. 


Jadi, kerajaan keempaat itulah antikris, yang satu kali akan menjadi raja atas seantero dunia, memerintah dengan tangan besi dan meluluhlantakkan setiap orang. Oleh sebab itu, jangan merasa hebat, kuat dan merasa sudah rohani karena sudah banyak melayani. 


Sekarang kita lihat, betulkah ketika antikris menjadi raja; menghancurkan, meremukkan dan meluluhlantahkan seperti besi? Mari kita lihat lagi analoginya dari Wahyu 13:1.


Wahyu 13:1

(13:1) Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.


Binatang yang keluar dari dalam laut 🡪 antikris, disebutlah itu binatang pertama. Wujudnya:

  1. Bertanduk 10, di atas tanduk-tanduknya terdapat 10 mahkota.

  2. Berkepala 7, tetapi pada 7 kepala itu tertulis nama-nama hujat.

  • Menghujat Allah Bapa; masih diampuni.

  • Menghujat Yesus, Anak Allah; masih diampuni.

  • Menghujat kemah kediaman Allah; tidak diampuni oleh Tuhan. Pendeknya, menghujat Roh Kudus, menghujat kegiatan Roh itulah ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok; tidak diampuni Tuhan.

Kalau saudara berani tinggalkan ketekunan tiga macam ibadah pokok berarti; bunuh diri dengan sadar.


Masih lanjut lagi…

Wahyu 13:2

(13:2) Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.


Di sini kita melihat, kombinasi dari 3 jenis binatang, antaralain:

  1. Macan tutul, berbicara tentang kecepatan.

Jadi, siapa yang menunda-nunda pekerjaan, bahkan berlambat-lambatan dalam menunaikan ibadah dan pelayanannya, satu kali akan dilibas oleh antikris. Dan saudara sudah melihat hal itu, banyak toko-toko, mall-mall, pusat keramaian sekarang ini sunyi sepi, apalagi yang malas-malas; akan dilibas habis oleh antikris.

Jadi, sekarang ini kita harus cekatan, gerak cepat dalam menunaikan ibadah dan pelayanan kita. Kalau untuk hal yang dunia kita gerak cepat, semestinya lebih dari itu kita berikan untuk Tuhan.

Semua perdagangan di bumi ini sudah dimonitor dan mengarah kepada satu pemerintahan. Kalau kita masih berlambat-lambatan; habis. 


  1. Kakinya seperti beruang.

Kaki beruang mempunyai pukulan yang sangat kuat, sanggup merobohkan musuh di depan dan tidak ada yang dapat bertahan menghadapinya. Demikian juga nanti saat antikris menjadi raja, tidak ada orang yang bisa bertahan berdiri di hadapan antikris. Tidak ada orang yang bisa mengandalkan kekuatan, kemampuan, harta kekayaan, kedudukan, jabatan atau uangnya yang banyak untuk menghadapinya. Semua orang akan dipukul oleh antikris seperti kaki beruang.


Kemudian, pada kaki beruang ada "cakar / cengkraman" dan yang sudah di cakar / cengkram, tidak ada yang dapat melepaskan diri. Apalagi yang sudah menerima “jus racikan” dan meterai dari antikris itu sendiri yaitu 666.

Itu sebabnya dari awal saya katakan; sudah seharusnya kita bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan, karena lewat Pengajaran Mempelai dan Pengajaran Tabernakel, kita memperolah pengertian yang begitu dalam sampai membawa kita masuk dalam kerajaan Sorga. Tetapi kita sering abaikan, kita mengambil jalan masing-masin dan mengikuti kata hati, untuk melampiaskan dan memuaskan hawa nafsu daging. 


  1. Singa.

Singa adalah raja hutan, itu sebabnya antikris satu kali nanti akan menjadi raja atas seantero dunia.

Singa memiliki kelebihan pada mulut yang mengaum; ia mencari musuh yang dapat ditelan. Jadi, saudara jangan gunakan alasan ini dan itu untuk tidak mau dengar Firman Tuhan. Saudara, kita harus fokus dalam mendengarkan Firman Tuhan, yakni; auman singa dari suku Yehuda, karena itu yang akan menyelamatkan.


Perhatikanlah pengertian demi pengerian yang sudah kita terima malam ini supaya kita tertolong.


Jadi, dari study banding bahwasanya kerajaan yang keempat sebagian dari besi dan sebagian dari tanah liat, begitu keras dan menghancur luluh lantahkan, itu analoginya sudah nampak dalam Wahyu 13:1-2. Tuhan memberitahukan ini semua supaya keadaan kita baik ke depan, karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat, dan kitab Wahyu ini juga adalah nubuat. 


Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar

Jadi, setan memberikan 3 hal kepada antikris, yaitu:

  • Memberi kekuatan

  • Memberi takhtanya

  • Memberi kekuasaan yang sangat besar

Itu sebabnya, ketika ia memerintah sebagai raja atas seantero dunia, ia sanggup meremukan dan meluluhlantakkan. 


Tetapi, apakah kerajaan yang keempat ini berkuasa untuk selama-lamanya?

Jawabnnya: tidak, ia hanya memerintah dan berkuasa atas bumi ini selama 7 tahun yang memuncak pada 3½ tahun yang kedua, di situ ia merampas korban sehari-hari dari Panglima Bala tentara. 


Korban sehari-hari, itulah korban sembelihan dan korban santapan.

  • Korban sembelihan 🡪 ibadah dan pelayanan disertai berdarah-darah.

  • Korban santapan 🡪 Firman Pengajaran dalam terang Tabernakel.

Jadi, korban sehari-hari disebut juga “gembala” yang menggembalakan umat Tuhan di atas gunung Tuhan yang kudus. 


Jadi, kerajaan keempat memang terbuat dari besi yang meluluhlantahakan, karena ia merampas korban sehari-hari, selain itu, kota benteng / kemah kediaman-Nya juga dirobohkan (Daniel 8:11).

Bagaimana kita bisa menghadapi semua ini dengan kekuatan sendiri, dengan harta yang banyak, kedudukan, jabatan, pangkat yang tinggi? Tidak bisa! 


Tetapi saudara, satu kali, Tuhan akan merobohkan kerajaan antikris, karena Dia adalah Tuan di atas segala tuan. Dia akan menjadi Raja untuk selama-lamanya, karena di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota


Minggu yang akan datang kita akan melihat kembali, di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota. Bantu doa, supaya Tuhan tolong dan urapi di minggu yang akan datang.


TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI


Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang



No comments:

Post a Comment