IBADAH PENDALAMAN ALKITAB DIRANGKAI DENGAN IBADAH SULUNG
(AWAL TAHUN), 1 JANUARI 2026
KITAB MALEAKHI 2:15
(Seri: 22)
Subtema:
BENIH DARI KETURUNAN ILAHI
Shalom.
Segala puji syukur, segala hormat kemuliaan hanya bagi TUHAN,
Dialah Kepala Gereja, Mempelai Pria Sorga yang memelihara, melindungi, dan
bahkan membela kehidupan kita sampai hari ini. Itu sebabnya, kita ada malam ini
sebagaimana kita ada itu semuanya karena kemurahan hati TUHAN, dan kita berada
pada Ibadah Sulung yang sekaligus dirangkai dengan Ibadah Pendalaman Alkitab
disertai dengan perjamuan suci. Besar rahmat TUHAN bagi kita sekaliannya.
Saya juga tidak lupa untuk menyapa anak-anak TUHAN, umat
tebusan TUHAN, yang turut bergabung lewat online / live streaming atau
video internet, baik dari Youtube maupun dari Facebook atau media sosial
lainnya yang dapat digunakan atau diakses.
TUHAN sudah menyeberangkan kita dari tahun yang lama itulah
tahun 2025 kepada tahun yang baru itulah tahun 2026, semua karena berkat dan
kemurahan hati TUHAN. Semua kemurahan TUHAN telah disaksikan oleh sidang
jemaat, namun masih ada beberapa lagi yang belum bersaksi.
Secepatnya kita memperhatikan Firman Penggembalaan dari STUDY
MALEAKHI sebagai Firman Penggembalaan Ibadah Pendalaman Alkitab disertai
perjamuan suci. Namun, tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan dari TUHAN
supaya supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas
pribadi.
Maleakhi 2:15
(2:15) Bukankah
ALLAH yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki
kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang
tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
“Apakah yang dikehendaki kesatuan itu?”
Berbicara KESATUAN berarti berbicara tentang nikah, dimana
laki-laki dan perempuan sudah menjadi satu daging.
Kemudian, yang dikehendaki oleh kesatuan (nikah) adalah
KETURUNAN ILAHI.
Yang TUHAN cari adalah keturunan Ilahi, TUHAN tidak mencari
keturunan daging itulah mereka yang lahir dari daging.
Kejadian 15:1-3 -- Perikop: “Perjanjian ALLAH dengan
Abram; janji tentang keturunannya.”
(15:1)
Kemudian datanglah Firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah
takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar." (15:2)
Abram menjawab: "Ya TUHAN ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan
kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan
mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu." (15:3) Lagi
kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang
hambaku nanti menjadi ahli warisku."
Dalam suatu penglihatan TUHAN berbicara langsung kepada
Abraham:
-
“Janganlah
takut, Abram, Akulah perisaimu.”
-
“Upahmu
akan sangat besar.”
Pendeknya, TUHAN sedang menghibur Abram, sebab pada
saat itu Abram sedang dalam kegelisahan yang sangat besar karena TUHAN
belum memberikan anak atau keturunan sebagai ahli warisnya. Sehingga timbul
kecemasan dari Abram bahwa yang akan menjadi ahli warisnya adalah Eliezer,
orang Damsyik.
Perlu untuk diketahui: Satu kali Kerajaan Sorga akan
diwarisi oleh anak-anak Kerajaan Sorga, itu sebabnya nikah mencari keturunan
Ilahi untuk melanjutkan roda kehidupan ini sampai kepada Kerajaan Sorga, itulah
yang disebut ahli waris.
Pada Ibadah Natal saya sampaikan, bagaimana nasib Elimelekh
dan Naomi yang telah meninggalkan Betlehem dan pergi ke Moab untuk mencari
penghidupan, sementara setelah di Moab bukan hal baik yang dia dapat justru
Elimelekh mati, kemudian kedua anaknya itulah Mahlon dan Kilyon juga mati
setelah menikah dengan perempuan Moab itulah Rut dan Orpa. Namun, Naomi sadar
dari segala kekeliruannya karena sudah meninggalkan Betlehem itulah rumah roti,
meninggalkan roti hidup, akhirnya Naomi kembali ke Betlehem bersama dengan Rut
dalam kegigihannya, sementara Orpa kembali kepada bangsanya dan menyembah
berhala. Pada saat Naomi dan Rut tiba di Betlehem saat itu sedang musim menuai
jelas dan itu bukan suatu kebetulan, sebab TUHAN sedang menyusun semua
rencana-rencana indah, sampai akhirnya perjumpaan Rut dengan Boas di ladang
Boas itu sendiri dan akhirnya Boas menikah dengan Rut karena Boas yang berhak
menebus Rut termasuk segala sesuatu yang dimiliki Elimelekh, dari pernikahan
Rut dan Boas maka lahirlah Obed dan terus berlangsung, itulah yang menjadi ahli
waris Kerajaan Sorga.
Jika Boas tidak menikah dengan Rut maka tamatlah riwayat
Elimelekh serta Mahlon dan Kilyon, hal itulah yang menjadi hati Abraham gelisah
bahwa yang menjadi ahli warisnya adalah hamba. Namun, dalam keadaan gelisah
disitulah TUHAN datang menghibur Abraham.
Kejadian 15:4-5
(15:4)
Tetapi datanglah Firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan
menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli
warismu." (15:5) Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berFirman:
"Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat
menghitungnya." Maka Firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya
nanti keturunanmu."
Inti dari ayat 4 adalah TUHAN menjanjikan
keturunan / anak kepada Abraham yang menjadi ahli warisnya. Itu sebabnya pada
ayat 1 TUHAN berkata: “Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu.”
Kemudian, inti ayat 5 adalah TUHAN memberitahukan bahwa keturunan
Abraham seperti bintang-bintang di langit
yang tidak terhitung. Itu sebabnya, pada ayat 1 TUHAN berkata: “Upahmu
akan sangat besar.”
Pada akhirnya TUHAN karuniakan 8 (delapan) orang anak dari 3
(tiga) rahim perempuan bagi Abram:
-
Dari
rahim Hagar (budaknya) 1 (satu) orang anak (Kejadian 16:15-16).
-
Dari
rahim Sara 1 (satu) orang anak (Kejadian 21:1-3).
-
Dari
rahim Ketura 6 (enam) orang anak (Kejadian 25:1-2).
Kejadian 21:10-11
(21:10)
Berkatalah Sara kepada Abraham: "Usirlah hamba perempuan itu beserta
anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama
dengan anakku Ishak." (21:11) Hal ini sangat menyebalkan Abraham
oleh karena anaknya itu.
Sara meminta supaya Abraham mengusir hamba perempuan itu
beserta anaknya, itulah Hagar dan Ismael. Hal itu menyebalkan Abraham,
karena Ismael adalah darah daging Abraham juga.
Sepintas, nampaknya Sara seperti perempuan bengis, tidak
punya perasaan, tidak berperikemanusiaan.
Kejadian 21:12
(21:12)
Tetapi ALLAH berFirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena
hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah
engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang
berasal dari Ishak
Firman TUHAN kepada Abraham:
-
Janganlah
sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu.
-
Engkau
harus mendengarkannya.
Pendeknya, apa yang diperkatakan oleh Sara kepada Abraham
itu berasal dari ALLAH. Itu berarti, enak atau tidak enak, sakit atau tidak
sakit, Abraham harus tunduk dan taat sepenuhnya kepada Firman ALLAH,
sebab yang akan disebut keturunan Abraham adalah berasal dari ISHAK.
Maka kita tidak boleh memakai perasaan, misalnya; karena
anak kandung kita tidak datang beribadah, karena ibu kandung kita tidak datang
beribadah, karena bapa kandung kita tidak datang beribadah, karena keluarga
dekat atau keluarga jauh kita tidak datang kepada TUHAN, kemudian jangan karena
anak kandung juga kita tidak membawa persembahan kepada TUHAN. Hal itu salah
besar, apabila kita melakukan hal itu sama artinya kita menyakiti hati TUHAN.
Hal ini diperjelas lagi oleh Rasul Paulus kepada jemaat di
Roma dalam pengurapan yang penuh.
Roma 9:3-5 -- Perikop: “Pilihan atas Israel.”
(9:3)
Bahkan, aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum
sebangsaku secara jasmani. (9:4) Sebab mereka adalah orang Israel,
mereka telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan,
dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah,
dan janji-janji. (9:5) Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur,
yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas
segala sesuatu. Ia adalah ALLAH yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!
Israel secara jasmani telah diangkat menjadi anak ALLAH,
dari antara bangsa-bangsa di bumi.
Tanda menjadi anak ALLAH:
-
Menerima
kemuliaan, diawali dengan sengsara derita
salib.
-
Menerima
perjanjian-perjanjian,
seperti Abram menerima perjanjian dari TUHAN itulah sunat rohani.
-
Menerima
hukum Taurat. Kegenapan dari hukum Taurat adalah
kasih dari Sorga; loh batu pertama kasih kepada TUHAN dan loh batu kedua kasih
kepada sesama.
-
Menerima
ibadah. Seperti malam ini kita ada di
tengah ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci yang dirangkai
dengan Ibadah Sulung (ibadah pertama di tahun 2026).
-
Menerima
janji-janji. Firman ALLAH adalah janji ALLAH
kepada manusia, jadi ketika kita menerima Firman ALLAH yang dibukakan maka
disitulah terdapat janji-janji ALLAH. Jadi, kandungan dari janji ALLAH ada pada
kebenaran Firman ALLAH. Maka apabila kita bolong-bolong datang beribadah dalam
ketekunan tiga macam ibadah pokok maka Alkitab mengatakan bukan anak ALLAH.
Sebab, untuk menjadi anak ALLAH maka harus tekun tiga macam ibadah pokok.
Oleh sebab itu, buktikanlah masing-masing bahwa kita adalah
anak-anak ALLAH.
Roma 9:6-7
(9:6)
Akan tetapi Firman ALLAH tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang
berasal dari Israel adalah orang Israel, (9:7) dan juga tidak semua
yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: "Yang berasal
dari Ishak yang akan disebut keturunanmu."
Akan tetapi tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah
anak Abraham, tetapi yang berasal dari Ishak yang disebut keturunan
Abraham atau keturunan Ilahi.
Singkat kata, dari Ishak hingga lahirnya Mesias
sebagai manusia, jelas melalui jalur Yakub dan 12 (dua belas) anaknya
yang menjadi bapa leluhur Israel. Hal ini menunjukkan bahwa Yakub adalah
benih dari Ishak yang adalah KETURUNAN ILAHI
CIRI-CIRI BENIH DARI KETURUNAN ILAHI:
YANG PERTAMA: Yakub mendapatkan hak kesulungan meskipun
ia bukan anak sulung (Kejadian 25:19-34).
Itu artinya, hak kesulungan Esau beralih kepada Yakub, sebab
Yakub berani menjual hal yang lahiriah demi yang rohani.
Kejadian 25:30-34
(25:30)
Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari
yang merah-merah itu, karena aku lelah." Itulah sebabnya namanya
disebutkan Edom. (25:31) Tetapi kata Yakub: "JuALLAH dahulu
kepadaku hak kesulunganmu." (25:32) Sahut Esau: "Sebentar lagi
aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?" (25:33) Kata
Yakub: "Bersumpahlah dahulu kepadaku." Maka bersumpahlah ia kepada
Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya. (25:34) Lalu Yakub
memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum,
lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.
Pada akhirnya hak kesulungan Esau beralih kepada Yakub
karena Yakub berani menjual yang lahiriah demi yang rohani.
-
YANG
LAHIRIAH à Sop kacang merah / sepiring makanan.
Arti
rohaninya: Yakub berani menyangkali perutnya atau mengabaikan soal-soal
penghidupannya.
Jangan
sampai kita lebih menuruti perut daripada menuruti TUHAN, kita harus memperTUHANkan
TUHAN ALLAH dan jangan kita memperTUHANkan perut.
-
YANG
ROHANI à Hak kesulungan yakni ibadah dan pelayanan, juga hal-hal
yang terkait di dalamnya yaitu karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh Kudus,
disebutlah itu harta rohani.
Keputusan dari Yakub sungguh luar biasa dan kita belajar
dari pribadi Yakub, dia benih dari Ishak, dia benih dari keturunan Ilahi.
Kejadian 27:11
(27:11)
Lalu kata Yakub kepada Ribka, ibunya: "Tetapi Esau, kakakku, adalah
seorang yang berbulu badannya, sedang aku ini kulitku licin.
Yakub berkulit licin / klimis, artinya: Sekalipun Yakub TIDAK PUNYA APA-APA, tetapi ia
berani menjual yang lahiriah untuk memperoleh yang rohani.
Banyak orang Kristen justru berbanding terbalik dengan
Yakub, yaitu berusaha mempertahankan yang dianggap bisa memelihara hidupnya,
sekaligus harus mengorbankan ibadah dan pelayanan.
Pengertian ini semestinya terpatri dalam pikiran kita supaya
akal kita sehat, dan akan yang diberkati oleh TUHAN, sehingga menjadi satu kehidupan
yang bijaksana di dalam menghadapi roda hidup di hadapan TUHAN.
Bandingkan dengan ORANG KAYA.
Matius 19:20-22 -- Perikop: “Orang muda yang kaya.”
(19:20) Kata
orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang
masih kurang?" (19:21) Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau
hendak sempurna, pergilah, juALLAH segala milikmu dan berikanlah itu kepada
orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah
ke mari dan ikutlah Aku."
(19:22) Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu,
pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.
Orang muda yang kaya TIDAK BERANI menjual yang lahiriah demi
yang rohani.
-
Yang
lahiriah à Harta benda dan harta kekayaan yang secara lahiriah memang
hartanya banyak.
-
Yang
rohani à Kesempurnaan dari kasih Ilahi.
Untuk memperoleh kesempurnaan Ilahi maka orang kaya harus
menjual hartanya namun sedihlah hatinya karena ia tidak berani menjual yang
lahiriah demi yang rohani, ia lebih mempertahankan harta bendanya sekalipun
tidak sempurna. Jangankan untuk sempurna, untuk menjadi kudus pun orang muda
yang kaya ini tidak mau, karena tidak mungkin sampai kepada kesempurnaan jika
tidak dikuduskan terlebih dahulu sebab pengudusan adalah awal dari
kesempurnaan.
Kita bandingkan dengan RASUL PAULUS.
Filipi 3:4-6
(3:4) Sekalipun
aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Jika ada orang
lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi: (3:5)
disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin,
orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang
Farisi, (3:6) tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang
kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.
Kelebihan-kelebihan pokok Rasul Paulus secara lahiriah ada 7
hal:
1.
Disunat
pada hari kedelapan.
2.
Dari
bangsa Israel.
3.
Dari
suku Benyamin.
4.
Orang
Ibrani asli.
5.
Tentang
pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi.
6.
Tentang
kegiatan aku penganiaya jemaat.
7.
Tentang
kebenaran dalam mentaati hukum Taurat ia tidak bercacat.
Filipi 3:7-8
(3:7)
Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap
rugi karena Kristus. (3:8) Malahan segala sesuatu kuanggap rugi,
karena pengenalan akan Kristus Yesus, TUHANku, lebih mulia dari pada
semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya
sampah, supaya aku memperoleh Kristus,
Pada akhirnya Paulus menjual yang lahiriah demi yang rohani
yaitu: memiliki Kristus itulah hak kesulungan.
Jadi, MEMILIKI KRISTUS artinya memiliki hak kesulungan.
-
Yang
lahiriah à 7 (tujuh) kelebihan sebagai kekayaan rasul Paulus secara
lahiriah, yang pada akhirnya dianggap menjadi sampah / kotoran.
-
Yang
rohani à Hak kesulungan, itulah pribadi Kristus, lebih mulia dari
yang ada di bumi ini.
Kristus
(dalam bahasa Gerika atau Yunani), artinya: Kepala atau Pemimpin yang diurapi.
Dalam Alkitab ada 3 (tiga) pemimpin yang diurapi:
1.
RAJA.
Yesus adalah Raja di atas segala raja.
Tugas
raja: Untuk menyelamatkan umat Israel, umat TUHAN.
2.
IMAM.
Yesus adalah Imam Besar Agung / Imam ALLAH yang Maha Tinggi
Tugas
Imam Besar Agung:
a.
Melayani,
berdoa, dan memperdamaikan dosa
b.
Memimpin
kita sampai kepada dua klimaks yaitu:
1)
Menjadi
mempelai TUHAN.
2)
Hidup
dalam doa penyembahan.
3.
NABI.
Yesus adalah nabi
Tugas
nabi: Bernubuat, berarti menyampaikan hal-hal yang akan terjadi dimasa yang
akan datang supaya keadaan kita baik di masa yang akan datang; baik secara
lahiriah maupun secara rohani. Sebab, apabila nabi tidak bernubuat maka kita
tidak tahu apa yang akan terjadi dan keadaan kita tidak mungkin menjadi baik
karena sifatnya masih meraba-raba.
Semua ini adalah hak kesulungan yang semestinya kita
pertahankan, sekalipun kita klimis maksudnya tidak mempunyai apa-apa, tetapi
hak kesulungan jangan dijual karena hal yang lahiriah.
Namun, orang muda yang kaya tidak mengerti apa-apa, itu
sebabnya TUHAN berkata di dalam Matius 19:24: “... lebih mudah seekor
unta masuk melalui lobang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan ALLAH.”
Untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga dibutuhkan kerendahan di hati dan mau
menjadi kecil.
CIRI-CIRI BENIH DARI KETURUNAN ILAHI:
YANG KEDUA: Yakub diberkati Ishak, ayahnya (Kejadian
27:1-40).
Kejadian 27:26
(27:26) Berkatalah
Ishak, ayahnya, kepadanya: "Datanglah dekat-dekat dan ciumlah aku,
anakku."
Kita tidak akan pernah merasakan perasaan kasih Ilahi
apabila kita jauh dari TUHAN, namun apabila kita tekun dalam tiga macam ibadah
pokok maka kita akan merasakan kasih Ilahi. Maka, datanglah dekat-dekat,
ciumlah TUHAN, dan rasakan kasih Ilahi.
Jangan seperti Petrus yang mengikuti TUHAN hanya dari jauh,
lalu memanaskan dirinya dengan api dunia bersama dengan orang-orang dunia.
Kejadian 27:27
(27:27) Lalu
datanglah Yakub dekat-dekat dan diciumnyalah ayahnya. Ketika Ishak
mencium bau pakaian Yakub, diberkatinyalah dia, katanya: "Sesungguhnya bau
anakku adalah sebagai bau padang yang diberkati TUHAN.
“Lalu datanglah Yakub dekat-dekat dan diciumnyalah ayahnya.”
Ini persekutuan yang indah dan di tengah persekutuan yang
indah ada satu kasih ALLAH yang sempurna kita rasakan dan membebat hati ini.
Jika kita dekat dengan TUHAN maka segala pergumulan yang kita hadapi dapat kita
tanggung dan itu merupakan suatu kelegaan dari kasih Ilahi. Oleh sebab itu,
jangan jauh-jauh dari TUHAN supaya kita dapat mencium TUHAN dan merasakan kasih
Ilahi; yang menolong kita, yang memberikan jalan keluar, yang menguatkan kita.
Segalanya adalah kasih, bukan uang dan hal yang lahiriah.
BAU PADANG tetapi diberkati TUHAN. Padang à Dunia
dengan segala sesuatu yang ada di dalamnya.
Pendeknya, MANUSIA DUNIAWI tetapi mendapat
kemurahan TUHAN.
Kita ini masih bersifat keduniawian tetapi mendapat
kemurahan TUHAN, berarti yang tidak layak menjadi layak, jelas itu karena
kemurahan hati TUHAN.
Jika Yakub diberkati TUHAN, maka semua karena kemurahan hati
TUHAN.
Oleh sebab itu saya katakan, jangan mengikuti TUHAN hanya dari
jauh tetapi harus mendekat dan sedekat-dekatnya supaya kita bisa merasakan
kasih Ilahi.
Kejadian 27:28-29
(27:28)
ALLAH akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di
bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah. (27:29) Bangsa-bangsa
akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu; jadilah tuan
atas saudara-saudaramu, dan anak-anak ibumu akan sujud kepadamu. Siapa yang
mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah
ia."
Adapun berkat hak kesulungan adalah:
1.
Embun
yang dari langit. Kegunaannya: Membasahi hati yang kering.
2.
Tanah-tanah
gemuk di bumi atau tanah yang subur
à Orang yang
lemah lembut dan rendah hati bahkan mau menjadi kecil.
3.
Gandum
berlimpah-limpah à Firman ALLAH
yang rahasianya dibukakan dengan limpah, disebutlah itu perbekalan yang
berlimpah-limpah.
4.
Anggur
berlimpah-limpah à Kasih ALLAH
yang tidak berkesudahan disebutlah itu kasih mempelai.
5.
Bangsa-bangsa
takluk kepadamu, bukan
karena gagah dan hebat tetapi karena kuasa Ilahi.
6.
Suku-suku
bangsa sujud kepadamu.
Demikianlah
Yakub disebut rumah TUHAN, gunung Sion; sebab dari Sion keluar Pengajaran, sedangkan
Firman TUHAN dari Yerusalem. Karena Sion adalah sumber pengajaran dan Yerusalem
adalah sumber Firman TUHAN maka satu kali orang akan berduyun-duyun datang ke
gunung Sion.
7.
Tuan
atas saudara-saudaramu.
Menjadi tuan berarti bukan menjadi hamba terhadap dosa, tidak menghambakan diri
terhadap apapun yang ada di dunia ini.
8.
Anak-anak
ibumu akan sujud kepadamu.
Yang
dihasilkan nikah ada beberapa anak kandung bisa dua, tiga anak, bahkan lebih. Tetapi
di sini dikatakan: Anak-anak ibumu akan sujud kepadamu. Jika anak-anak
ibu semuanya sujud maka di dalamnya ada damai sejahtera, namun apabila setiap
orang memasang dadanya (berlaku sombong) maka tidak akan ada damai sejahtera.
Di
dalam kesujudan ada damai sejahtera.
9.
Siapa
yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau,
diberkatilah ia. Istilah lain dari pengertian ini adalah “decision maker” dialah
yang membuat sejarah atau menentukan segalanya.
Kejadian 27:33
(27:33)
Lalu terkejutlah Ishak dengan sangat serta berkata: "Siapakah gerangan
dia, yang memburu binatang itu dan yang telah membawanya kepadaku? Aku telah
memakan semuanya, sebelum engkau datang, dan telah memberkati dia; dan dia
akan tetap orang yang diberkati."
Berkat yang diterima Yakub dari Ishak sifatnya KEKAL untuk
selamanya.
DAMPAK POSITIF berkat-berkat TUHAN:
Kejadian 27:13
(27:13) Tetapi
ibunya berkata kepadanya: "Akulah yang menanggung kutuk itu, anakku;
dengarkan saja perkataanku, pergilah ambil kambing-kambing itu."
Ribka berkata: “Akulah yang menanggung kutuk itu, anakku.”
Inilah dampak positif dari diberkati oleh TUHAN.
Yesus adalah Gembala yang baik dan gembala yang baik
menyerahkan nyawa bagi domba-dombanya. Berarti, Yesus adalah Ibu secara rohani.
Seorang ibu disebut juga gembala sidang dan gembala sidang
yang baik adalah menyerahkan nyawanya, hal itu telah dibuktikan oleh Ribka.
Roma 8:3
(8:3)
Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh
daging, telah dilakukan oleh ALLAH. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri
dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia
telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,
Dosa manusia di dunia ini telah diserap di dalam tubuh
(daging) Yesus. Maka, yang menerima hukuman karena dosa adalah pribadi
Yesus di atas kayu salib.
Jadi, hukum Taurat itu tidak sanggup menolong kita, kecuali
pribadi Yesus Kristus, Anak ALLAH, Dia telah menerima hukuman karena dosa,
berarti dosa manusia telah diserap dalam diri Yesus. Inilah contoh ibu /
gembala yang baik yaitu mengasuh dan merawat anaknya.
Seorang gembala harus baik dan ramah, namun apabila saya
hanya ramah dan mengambil hati sidang jemaat supaya menyukai saya maka peran
saya sebagai seorang ibu tidak nampak dan itu adalah tipu muslihat dari seorang
hamba TUHAN. Maka, kita juga harus bijaksana, ketika mendapat asuhan berarti
dididik oleh pengajaran salib maka jangan ngomel dan mempersalahkan asuhan.
Kemudian, ketika seorang gembala merawati anaknya berarti segala luka-luka
dibalut. Namun dalam Hosea 6:1 dikatakan: “Mari, kita akan berbalik
kepada TUHAN, sebab Dialah yang telah menerkam dan yang akan menyembuhkan kita,
yang telah memukul dan yang akan membalut kita.” Apabila ada Firman seperti
pukulan-pukulan jangan ngomel, sebab tanpa ada pukulan kita tidak memperoleh
kesempatan untuk dibalut, namun seringkali kita mengikuti TUHAN dengan cara
yang lama karena pemahaman kita masih terbatas dan sekarang pemahaman kita
sudah bertambah karena memperoleh pengertian dari pembukaan rahasia Firman ALLAH.
Oleh sebab itu, kita harus semakin dewasa dalam menghadapi segala sesuatunya.
Inilah dampak positif dari kehidupan yang diberkati oleh TUHAN,
yaitu TUHAN menanggung dosa kita, TUHAN yang memikul kesalahan kita, perbuatan
bodoh di masa lalu sudah ditanggung, maka jangan kita liar dalam pemikiran,
tetapi memiliki pikiran TUHAN. Fokuskan diri pada panggilan Sorgawi. Kasih dari
Sorga adalah segala-galanya.
Ingat: Sadrakh, Mesakh, Abednego ditolong atau tidak
ditolong tetap menyembah TUHAN, berarti terlepas dari kenajisan percabulan dari
Raja Nebukadnezar / raja Setan.
Roma 8:4
(8:4)
supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup
menurut daging, tetapi menurut Roh.
Pada akhirnya kita memperoleh kasih karunia dan tidak
lagi hidup menurut daging, namun mulai dari sekarang sampai seterusnya kita DIPIMPIN
OLEH ROH.
Berbahagialah kehidupan yang berasal dari benih Ilahi.
Galatia 3:13
(3:13)
Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk
karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada
kayu salib!"
Upah dosa adalah maut, namun Dia rela terkutuk karena
kita, sehingga disini dikatakan: "Terkutuklah orang yang digantung
pada kayu salib!"
Seharusnya kita mati namun TUHAN menanggung kutuk dosa,
itulah dosa turunan yang telah TUHAN tanggung di atas kayu salib. Setiap anak begitu
lahir sudah langsung mewarisi dosa dari orang tuanya. Namun, benih dari
keturunan Ilahi mewarisi kerajaan Sorga dan Abraham tidak lagi cemas soal itu,
bukan anak hambanya yang mewarisi namun anak kandungya itulah ISHAK, sebab
Ishak adalah keturunan Ilahi dan Yakub adalah benih dari keturunan Ilahi.
Begitu tajamnya Firman itu untuk menajamkan kehidupan kita
pribadi lepas pribadi.
Harapan saya lewat berkat Firman yang sederhana ini kita
betul-betul menjadi benih dari keturunan Ilahi itulah YAKUB; mendapatkan dua
hal, yakni; hak kesulungan dan diberkati oleh Ishak.
Dalam Ibadah Sulung ini TUHAN berjuang dengan keras untuk
mengangkat kita menjadi anak sulung, mengangkat kita menjadi benih dari
keturunan Ilahi. Maka, renungkanlah kebaikan dan kemurahan TUHAN, bawalah diri
masing-masing rendah di kaki salib, kita tersungkur di kaki TUHAN membawa
segala persoalan karena TUHAN melihat hati kita, serta menikmati kemurahan-Nya.
“Datanglah dekat-dekat dan ciumlah Dia.” Amin.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA
MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment