IBADAH TUTUP (AKHIR) TAHUN, 31 DESEMBER 2026
KITAB
MALEAKHI
Subtema:
BENIH DARI KETURUNAN ILAHI
Puji
TUHAN mula pertama saya ucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat TUHAN
kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, kita boleh datang
menghadap Dia lewat Ibadah Tutup Tahun.
Sidang
jemaat hampir 80% sudah memberi kesaksian demi kesaksian yang singkat, karena waktu
yang masih kurang, tetapi biarlah TUHAN menyempurnakan kesaksian demi kesaksian
yang sudah kita naikkan dihadapan TUHAN.
Selanjutnya
marilah kita masuk pada inti Ibadah itulah Pemberitaan Firman TUHAN ALLAH,
kiranya TUHAN menolong kita, membukakan Firman-Nya bagi kita semua, sebagaimana
TUHAN menolong kita di hari-hari ini atau di waktu yang lampau. Dan saya tidak
lupa menyapa anak-anak TUHAN umat ketebusan TUHAN yang turut bergabung secara online atau live streaming atau video internet baik dari Youtube maupun Facebook
atau media sosial lainnya yang dapat diakses atau digunakan. Selanjutnya damai
sejahtera dari sorga turun dan memenuhi hati kita masing-masing, juga memenuhi
kehidupan saudara yang mengikuti secara online, memberi sukacita serta
bahagia saat kita duduk diam menikmati sabda ALLAH.
Untuk
Ibadah Tutup Tahun malam ini kita akan membahas STUDY MALEAKHI sebetulnya yang adalah merupakan Firman Penggembalaan
untuk Ibadah Pendalaman Alkitab disertai Perjamuan Suci hari kamis.
Tetapi
hati saya terdorong untuk menyampaikan Firman ALLAH dari Maleakhi 2:15
sebagai berkat untuk Ibadah Tutup Tahun di tahun 2025. Namun sebelum kita masuk
dalam pembahasannya, tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan dari pada TUHAN,
supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas
pribadi.
Sekarang
kita berada pukul 21.05 artinya tinggal beberapa jam lagi kita akan memasuki
tahun yang baru, berarti tahun yang lama bersama dengan kehidupan yang lama
akan ditinggalkan, semuanya akan berlalu, dan kita akan menyongsong tahun yang
baru, hidup yang baru, baik dalam nikah dan rumah tangga, maupun ibadah
pelayanan termasuk komitmen kita ke depan.
Mari
kita persiapkan hati kita untuk dijadikan wadah menampung curahan kasih TUHAN.
Maleakhi
2:15
(2:15)
Bukankah ALLAH yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang
dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan
janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
Seorang
suami harus setia kepada istrinya dari sejak masa mudanya.
Intisari
dari ayat yang kita baca yaitu: “Apakah
yang dikehendaki kesatuan itu? Jawabnya: Keturunan ilahi!”
Berbicara
kesatuan berarti berbicara tentang nikah, dimana laki-laki dan perempuan sudah
menjadi satu daging.
Kemudian
yang dikehendaki kesatuan atau nikah itu ialah KETURUNAN ILAHI, nikah harus memahami hal ini.
Buah
nikah adalah keturunan dari nikah, sementara yang dikehendaki kesatuan atau
nikah adalah keturunan ilahi.
Doa
dan harapan saya kiranya anak-anak kita sekaliannya adalah merupakan keturunan
ilahi. Sidang jemaat sebagai anak-anak TUHAN juga merupakan keturunan ilahi.
Baiklah,
marilah kita melihat dan mengikuti penjelasan
Tentang: keturunan ilahi.
Kejadian
15:1-3 --- Perikop: “Perjanjian ALLAH
dengan Abram; janji tentang keturunannya.”
(15:1)
Kemudian datanglah Firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah
takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar." (15:2) Abram menjawab: "Ya TUHAN ALLAH,
apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan
tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang
Damsyik itu." (15:3) Lagi kata
Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang
hambaku nanti menjadi ahli warisku."
Dalam suatu penglihatan TUHAN
berbicara kepada Abram; "Janganlah
takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar."
Ini merupakan kata-kata
penghiburan dari TUHAN, pada saat Abram (Abraham) dalam kegelisahannya, sebab TUHAN
belum mengaruniakan anak (keturunan) yang nanti menjadi ahli waris, sehingga Abraham
dalam kebingungan, kegelisahan; sebab pikirnya nanti yang menjadi ahli waris Abraham
bukan anaknya, tetapi salah seorang dari hambanya, yaitu Eliezer orang Damsyik.
Itu sebabnya dia gelisah, tetapi TUHAN memberi satu penghiburan; “Janganlah
takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar.”
(15:4)
Tetapi datanglah Firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak
akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi
ahli warismu."
Di sini TUHAN berjanji
bahwa yang menjadi ahli waris Abraham adalah anak kandungnya sendiri, bukanlah
salah seorang dari antara hamba-hambanya itu.
Adapun anak kandung Abraham
adalah:
1.
Dari
Hagar satu orang anak (Kejadian 16:15-16).
2.
Dari
Sara satu orang anak (Kejadian 21:1-3).
3.
Dari
Ketura enam orang anak (Kejadian 25:1-2).
Singkat kata, anak
kandung Abram ada 8 (delapan) orang lahir dari 3 (tiga) rahim perempuan, tetapi
hanya ada 1 (satu) orang dari anak-anak Abraham yang disebut sebagai keturunan
ilahi.
Kejadian 21:10-11
(21:10)
Berkatalah Sara kepada Abraham: "Usirlah hamba perempuan itu beserta
anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama
dengan anakku Ishak." (21:11)
Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu.
Sara meminta supaya
Abraham mengusir hamba perempuan itu beserta anaknya; Hagar dan Ismael.
Hal itu menyebalkan hati
Abraham, karena biar bagaimanapun juga Ismael adalah anak kandung Abraham
sekalipun dilahirkan dari rahim seorang hamba.
Sepintas lalu, di sini Sara
seperti perempuan bengis; tidak punya belas kasihan, tidak punya peri
kemanusiaan.
Kebenaran itu harus dijalankan
dengan tegas, Firman itu harus tegas. Nampaknya memang terlalu bengis, kejam,
tidak punya peri kemanusiaan, kalau tidak dipahami. Tetapi apa kata nats Firman
TUHAN di dalam; Kejadian 21:12; Tetapi ALLAH berFirman kepada Abraham:
"Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam
segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya,
sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.
Singkat kata Firman TUHAN
ALLAH kepada Abraham:
1.
Janganlah
sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu.
2.
Engkau
mendengarkannya.
Pendeknya, apa yang
telah diperkatakan oleh Sara itu berasal daripada ALLAH, itu berarti; suka tidak
suka, Abraham harus tunduk dan taat kepada Firman ALLAH. Sebab yang disebut
keturunan Abraham adalah yang berasal dari Ishak, lahir dari rahim Sara; perempuan
merdeka, bukan dari rahim Hagar; perempuan hamba. Seorang hamba dan anaknya
tidak mungkin mewarisi Kerajaan Sorga, hamba dosa tidak mungkin mewarisi Kerajaan
Sorga.
Jadi pengertian kita di
tengah-tengah pengikutan kita kepada TUHAN harus sampai kepada hal ini.
Hal ini juga dijelaskan
oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Roma dengan penuh keyakinan.
Rasul Paulus adalah
seorang hamba yang TUHAN yang dipakai oleh TUHAN dengan luar biasa, dia adalah
seorang pekabar Mempelai dalam terangnya Tabernakel dengan banyak ayat
referensi, kemudian dia adalah pribadi hamba TUHAN yang diurapi oleh TUHAN, dia
juga memiliki Kristus, sebab hal lahiriah, yakni; sampah sudah dibuang. Artinya;
apa yang disampaikan oleh Rasul Paulus, kita tidak perlu ragu lagi terkait
dengan keturunan Abraham yang berasal dari Ishak. Meskipun jarak Abraham dengan
Rasul Paulus terbentang luas (jauh), tetapi urapan mereka itu sama, hikmat dari
sorga itu sama tidak mungkin berbeda.
Roma 9:3-5 --- Perikop: “Pilihan atas Israel.”
(9:3)
Bahkan, aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum
sebangsaku secara jasmani. (9:4)
Sebab mereka adalah orang Israel, mereka telah diangkat menjadi anak, dan
mereka telah menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat,
dan ibadah, dan janji-janji. (9:5)
Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias
dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia
adalah ALLAH yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!
Jadi jangan berhenti
untuk tekun dalam tiga macam ibadah pokok. Ketekunan dalam tiga macam ibadah
pokok adalah harga mati.
Kalau saya katakan tinggallah
di sini, disahutlah dengan; tekun tiga macam ibadah pokok.
Tekunlah tiga macam
ibadah pokok, karena disitulah Yesus tampil sebagai Imam Besar Agung untuk
memimpin ibadah-ibadah sampai kepada dua klimaks;
1.
Sidang
mempelai TUHAN.
2.
Doa
penyembahan.
Kita memang harus sampai
kepada doa penyembahan, supaya nanti kita mampu menghadapi pencobaan,
puncaknya; pada saat antikris terjadi. Puncak pencobaan hanya bisa diatasi oleh
puncak ibadah, itulah penyembahan.
Jadi puncak ibadah
berhadapan dengan puncak pencobaan. Puncak pencobaan tidak bisa dihadapi dengan
kekuatan, kemampuan, pengertian, kedudukan, jabatan, pangkat tinggi, uang yang
banyak, gelar tinggi (doktor, profesor), tidak bisa.
Kita juga tidak bisa menghadapi
antikris dengan mengandalkan kekuatan sendiri, karena antikris digambarkan seperti
Beruang yang memiliki bobot pukulan yang begitu hebat, sehingga setiap kena
pukulan beruang langsung rubuh. Kemudian, cakarnya mencengkram, sehingga apabila
sudah berada dalam cengkramannya, tidak ada yang bisa melepaskan diri. Karena
kalau sudah menerima meterai dari antikris, tidak ada yang bisa melepaskan diri
lagi dari situ dan TUHAN tidak akan terima dia sebagai bagian dari anggota
tubuh Kristus.
Kemudian singa; mulutnya
luar biasa, begitu hebat untuk menelan orang-orang yang mudah ditelan.
Oleh sebab itu, percayakan
diri masing-masing untuk digembalakan oleh Pengajaran Mempelai dalam terangnya
Tabernakel. Dahulu kita hampir pingsan, pingsan itu tidak mati, tetapi tidak
hidup, dan kita sekarang sudah disadarkan oleh Pengajaran Mempelai terangnya
Tabernakel. Kenapa pingsan? Jawabnya: karena tidak makan dan tidak minum (tidak
ada asupan).
Kemudian berjaga-jagalah,
berarti; ibadah harus sampai pada tingkat ibadah yang tertinggi, puncak ibadah,
itulah doa penyembahan. Berjaga-jaga dan berdoalah supaya jangan jatuh dalam
pencobaan, puncak pencobaan; yaitu antikris.
Jadi semua sudah nampak,
yang bisa melihat ini hanyalah Pengajaran Mempelai dalam Terangnya Tabernakel,
di luar itu sulit untuk melihatnya, kecuali kalau TUHAN memperlihatkan dalam sebuah
penglihatan atau mimpi. Tetapi tanpa mimpi pun kita sudah melihatnya dengan
mata kepala sendiri karena, kepada orang kecil TUHAN bukakan rahasia Firman-Nya.
Siapa yang tahu tiga
orang Majus itu adalah Henokh, Musa, dan Elia kalau bukan pembukaan rahasia
Firman? Hanya 3 (tiga) pribadi yang dipindahkan hidup-hidup dari dunia ini
sampai kepada dunia terang / terbitnya surya pagi, itulah takhta ALLAH. Ayo
majulah sungguh-sungguh bersama-sama di dalam TUHAN.
Israel secara jasmaniah
telah diangkat (dipilih) menjadi anak ALLAH. Tandanya:
1.
Mereka
telah menerima yaitu; kemuliaan, perjanjian-perjanjian, hukum taurat, ibadah, dan
janji-janji.
Jadi kalau
kita beribadah dan tekun tiga macam ibadah pokok itu adalah ibadah yang datang dari
sorga karena sekarang ini banyak ibadah buatan tangan manusia.
Tetapi kalau
kita tekun dalam tiga macam ibadah pokok, ibadah itu datang dari Sorga, bukan
ibadah buatan tangan manusia.
2.
Telah
menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, dan Ia adalah ALLAH yang harus
dipuji sampai selama-lamanya. Karena tidak ada artinya ibadah tanpa Mesias.
Mesias artinya pribadi yang diurapi.
Dalam
alkitab ada tiga pribadi (pemimpin) yang diurapi yaitu; raja, nabi, dan imam. Tidak mungkin ibadah tanpa raja, tidak mungkin
ibadah tanpa imam, tidak mungkin ibadah tanpa Firman nabi.
Roma 9:6-7
(9:6)
Akan tetapi Firman ALLAH tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang
berasal dari Israel adalah orang Israel,
Ini khotbah Paulus kepada
jemaat di Roma, lebih tegas lagi, sampai membuat hati ini kadang-kadang jadi
sedih, seperti dipisahkan kita satu dengan yang lain, itulah pengalaman orang
Israel. Kalau bahasa begini seperti ada yang disingkirkan dan ada yang dianak
emaskan, itu menyakitkan, tetapi itu fakta tidak bisa dilawan. Itulah Rasul
Paulus tegas dalam pemberitaan Firman, tidak lucu-lucu, tidak menyampaikan satu
ayat lalu ditambahkan dengan cerita isapan jempol, si kancil, si kura-kura, dan
si buaya.
Roma 9:7
(9:7)
dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham,
tetapi: "Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu."
Akan tetapi tidak semua
yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham. Tetapi yang berasal dari
Ishak yang disebut keturunan Abraham, keturunan Ilahi.
Apa yang dikehendaki
kesatuan (suami isteri), apa yang dikehendaki nikah? Adalah keturunan ilahi.
Jadi yang berasal dari
Ishak disebut keturunan Abraham / keturunan ilahi, sedangkan 7 (tujuh) anak kandung
yang lain tidak disebut keturunan ilahi.
Singkat kata, Ishak
hingga lahirnya Mesias sebagai manusia, melalui jalur Yakub, menunjukkan Yakub
adalah benih dari keturunan ilahi.
Ciri-ciri benih dari
keturunan ilahi:
1.
Mendapatkan Hak
Kesulungan
sekalipun Yakub bukan anak sulung.
Ribka melahirkan
dua anak laki-laki kembar bagi Ishak yaitu; Esau dan Yakub. Tetapi Yakublah
yang menjadi benih dari keturunan ilahi.
Kisah itu
ditulis (Kejadian 25:19-34).
Marilah kita
membaca;
Kejadian
25:27-28
(25:27)
Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi seorang yang pandai
berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi Yakub adalah
seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah. (25:28) Ishak sayang kepada Esau, sebab ia suka makan
daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub.
Biarlah hubungan Bapa kepada
anak-Nya dalam bentuk Kasih bukan sayang, kalau sayang masih berbau daging
buruan, satu frekuensi dengan kedagingannya, satu server dengan kedagingannya.
Hak kesulungan ada kaitannya dengan
kasih. Sebab kalau kita perhatikan
di sini:
-
Ishak hanya sebatas sayang kepada Esau.
Menyebabkan:
a.
Esau adalah seorang yang
pandai berburu daging.
Jadi kalau
hanya sebatas sayang saja kepada anak (tidak kasih) anak dibiarkan berburu
daging, anak tidak dihimbau untuk tekun tiga macam ibadah pokok karena hanya sebatas
sayang saja, tetapi membiarkan anak memburu daging sampai kemana-mana, cari
uang, kuliah sampai kemana-mana.
b.
Esau suka tinggal di
padang.
Kenapa Esau
suka tinggal di padang? Karena Ishak itu hanya sebatas sayang saja kepada Esau,
seandainya kasih tidak mungkin suka tinggal di padang.
Padang -> adalah gambaran
dari dunia dengan segala sesuatu yang ada di dalam dunia --- Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan
daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah
berasal dari Bapa, melainkan dari dunia (1 Yohanes 2:16).
Jadi bapa
tidak boleh hanya sebatas sayang saja kepada anak, dampaknya seperti Esau; suka
berburu daging, juga suka tinggal di padang saja, itulah didunia ini.
Tadi anak
kami Yeremia berkata; Petrus adalah pribadi yang sontoloyo sebelum berubah.
Mengikuti TUHAN hanya dari jauh, kemudian dia memanaskan badannya dengan api
dunia / bersama dengan orang dunia.
Jangan kita
memanaskan tubuh ini dari api dunia bersama dengan orang dunia. Kita juga
jangan meninggalkan jam-jam ibadah karena; arisan sana, main kartu, minum tuak,
dan macam-macam lainnya, itu namanya menghangatkan diri dengan api dunia
bersama dengan manusia dunia. Tetapi biarlah kita dipanaskan oleh api Roh Kudus,
supaya kita berkobar-kobar di tengah-tengah ibadah dan pelayanan; itulah roda
dari kursi ALLAH; di dalam (Daniel 7:9).
Jadi kita berkobar-kobar karena dibakar oleh api Roh Kudus.
-
Ribka kasih kepada Yakub. Ribka kasih kepada
anak yang lahir dari rahimnya sendiri.
Kasihnya Ibu
Ribka kepada Yakub menyebabkan:
a.
Yakub menjadi seorang
yang tenang.
Jadilah
tenang (be calm), tidak khawatir, tidak gelisah, tidak takut masa depan,
tidak takut tidak mendapat jodoh, tidak takut tidak punya pekerjaan, tidak
takut tidak makan, minum, tidak punya pakaian.
Mengapa?
Karena Ribka kasih kepada Yakub.
Gembala
sidang disebut juga seorang ibu, saya harus kasih kepada sidang jemaat.
b. Yakub
suka tinggal di kemah.
Kemah
menunjukkan bahwa Yakub adalah rumah TUHAN (TABERNAKEL).
Seharusnya
orang tua bangga kalau anak-anak tinggal di kemah, jangan hanya bangga karena
anak juara satu di sekolahan. Kemudian pamer sebab anaknya sudah kerja sebagai manijer,
saking hebat dalam bahasa inggris, disebutlah manijer.”
Tidak salah kalau
anak berhasil di dunia ini, tetapi alangkah indahnya kalau kita melihat anak
ada di dalam kemah, tinggal di dalam rumah TUHAN, menjadi rumah TUHAN,
tempatnya Roh TUHAN beraktivitas.
Hai
anak-anak jadilah keturunan ilahi, hai bapak-bapak jadilah keturunan ilahi, hai
ibu-ibu jadilah keturunan ilahi, hai pemuda jadilah keturunan ilahi, hai pemudi
jadilah keturunan ilahi, kita semua hendaklah menjadi keturunan ilahi.
Jadi Yakub
adalah benih dari keturunan ilahi untuk menurunkan Mesias nantinya.
Perhatikan
rumah TUHAN, ini dijelaskan di dalam Yesaya.
Apa yang
dinyatakan dalam kitab Kejadian, itu juga dijelaskan oleh Yesaya.
Yesaya 2:2 --- Perikop: “Sion sebagai pusat kerajaan damai”
(2:2)
Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN
akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas
bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, (2:3) dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita
naik ke gunung TUHAN, ke rumah ALLAH Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang
jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan
keluar pengajaran dan Firman TUHAN dari Yerusalem."
Gunung TUHAN yakni rumah ALLAH
Yakub.
a.
Berdiri
tegak di hulu gunung-gunung.
Jadi nanti
ada satu rumah TUHAN mengatasi gunung-gunung lain atau rumah TUHAN yang lain.
b.
Menjulang
tinggi di atas bukit-bukit.
Pendeknya,
rumah ALLAH Yakub adalah gunung Sion, itulah sidang Mempelai TUHAN dan kota
kudus Yerusalem baru itulah Sidang Mempelai TUHAN.
Itulah kasih
Ribka kepada Yakub sampai akhirnya Yakub menjadi rumah TUHAN, menjadi gunung
Sion, dan menjadi kota kudus Yerusalem baru, itulah Mempelai TUHAN. Gunung Sion
/ inti mempelai TUHAN, jumlahnya 144.000 (seratus empat puluh empat ribu) orang,
dan kota kudus yerusalem baru itulah mempelai TUHAN. Tidak semua dari orang Israel
disebut inti mempelai walaupun pada akhirnya masuk menjadi mempelai. Tetapi
inti Mempelai hanyalah 144.000 (seratus empat puluh empat ribu) itulah Gunung
Sion.
Dahsyatnya
kasih ibu Ribka kepada Yakub, sampai nanti Yakub menjadi rumah ALLAH yakni Gunung
sion itulah 144.000 dan kota kudus itulah Yerusalem Baru, Mempelai TUHAN.
Maka jelas
sekali kita melihat bahwa Yakub itu benih dari keturunan ilahi, benihnya Ishak.
Jadi imamat
rajani, pelayan-pelayan TUHAN yang diurapi oleh TUHAN, kalau diberi kesempatan
melayani, belajar untuk menjadi pribadi yang dengar-dengaran.
Oleh sebab
itu, ibadah yang kita kerjakan ini bukan melulu soal berkat-berkat, berhasil-keberhasilan,
itu dagingnya Esau yang terus diburu, bukan itu orientasi dari sebuah ibadah.
Jadi rumah ALLAH
Yakub adalah gunung sion dan kota kudus yerusalem baru.
Ayo, ibu-ibu
tampilkan kasih kepada anak, jangan sayang saja, dorong anak-anak ke rumah
TUHAN supaya kelak menjadi gunung Sion dan Yerusalem Baru, walaupun dalam
segala pergumulan-pergumulannya.
Lebih terang lagi;
Roma 9:12-13
(9:12)
Dikatakan kepada Ribka: "Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang
muda," (9:13) seperti ada
tertulis: "Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau."
Diterangkan lebih jelas lagi oleh
Paulus; TUHAN mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau. Berawal dari Ishak
sayang saja kepada Esau, sampai akhirnya TUHAN membenci Esau. Tetapi Yakub
dikasihi oleh TUHAN.
Jadi berangkat dari dalam rumah
tangga dulu, yaitu dari rumah Ishak bersama dengan Ribka dulu, sampai pada
akhirnya TUHAN yang berkata; “Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau.”
Kalau dari rumah tidak baik nanti
ke luarnya tidak baik, ke depannya seterusnya tidak baik.
Jadi kalau sudah tergembala,
tergembalalah dengan baik, tergembalalah dengan sungguh-sungguh, supaya
memperoleh banyak pengertian dari sorga, dari pengertian itulah kita menjalankan
hidup dengan baik.
Maka tadi adik kami mengatakan;
kalau digembalakan oleh Tabernakel, menjadi produk dari Pengajaran Tabernakel, akan
lebih bijaksana dari orang pintar. Orang pintar bisa pintar, tetapi sering kali
melakukan kesalahan sebagai perbuatan bodoh, tetapi orang bijaksana, dia akan
lebih bijaksana menyikapi segala sesuatu, dalam mengambil keputusan pun
bijaksana.
-
Kasih
TUHAN kepada Yakub
menunjukkan bahwa Yakub adalah gereja TUHAN atau sidang mempelai TUHAN yang
sempurna, dan milik yang dikasihi.
-
Kebencian
TUHAN kepada Esau
menunjukkan bahwa Esau dikuasai oleh roh Babel, bukan tubuh Mempelai. Jadi TUHAN
itu sangat membenci Babel dan roh Babel, tetapi mengasihi mempelai TUHAN, milik
kepunyaan-Nya itulah Gunung Sion dan Yerusalem Baru.
Jadi
pernyataan dari Rasul Paulus kepada jemaat di Roma tajam tetapi itu fakta,
karena juga dinyatakan oleh Rasul Yohanes.
Ini senada
seirama dengan sorga, karena sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Rasul
Yohanes dalam penglihatannya di pulau Patmos...
Wahyu 18:2-3
--- Perikop: “Jatuhnya Babel”
(18:2)
Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh
Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan
tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang
najis dan yang dibenci, (18:3) karena semua bangsa telah
minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul
dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan
hawa nafsunya."
Memang kita harus
mabuk anggur, tetapi harus mabuk anggur dari sorga, penuh dengan Roh Kudus,
dibakar api Roh Kudus, sehingga kita berkobar-kobar di tengah ibadah dan
pelayanan, itu anggur dari sorga.
Tetapi di sini
kita melihat; “… Kaya oleh kelimpahan
hawa nafsunya” berarti; berhasil, nampak diberkati, banyak uang, tetapi
kekayaannya oleh kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel, itu dibenci TUHAN.
Berhasil untuk
mencapai pekerjaan di luar kota atau di tempat lain, berhasil mencapai
cita-cita, gelar s1, s2, s3, di
tempat lain, tetapi jam-jam ibadah ditinggalkan, itu hawa nafsu yang datang
dari perempuan Babel. Meski kaya kalau hawa nafsu perempuan Babel disebutlah
itu kenajisan percabulan, inilah yang dibenci oleh TUHAN.
Kita harus
tegas di hari-hari ini, TUHAN dalam perjalanan-Nya tinggal sebentar lagi. Tahun
2028 tidak bisa lagi beribadah dengan bebas, bisa tetapi sudah sulit, jadi
mulai dari sekarang latihlah diri mu beribadah.
Jadi mulai
dari rumah, ibu harus kasih kepada anak.
Ibrani 12:16
(12:16)
Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah
seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan. (12:17) Sebab kamu tahu, bahwa
kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh
kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan
mencucurkan air mata.
Berhasil tetapi
meninggalkan jam ibadah, nafsunya terlalu rendah, seolah-olah TUHAN tidak bisa
pelihara hidupnya, seperti Esau nafsunya rendah.
Kalau hidup
dalam kenajisan percabulan, nafsunya rendah, kenapa? Dia menjual hak
kesulungannya, ibadah dan pelayanannya, hanya demi semangkok sop kacang merah, sesuap
nasi saja.
Jadi wajar
kalau TUHAN membenci Esau, berhasil karena hawa nafsu itu mabuk anggur Babel,
menjadi tubuh Babel bukan tubuh Mempelai.
Oleh sebab
itu, TUHAN punya alasan kalau TUHAN sangat membenci Esau. Maka jangan kita
dibenci TUHAN karena kenajisan percabulan, itu nafsu rendah, murahan, semestinya
kita berharga oleh karena darah salib.
Itu sebabnya
saya tegas, tidak menaruh harap kepada manusia, mau saudara laki-laki, saudara
perempuan, saudara jauh maupun saudara dekat, keluarga dari ibu atau keluarga dari
bapak, saya tidak berharap. Saya harus tegas dan saya harus buktikan kepada TUHAN,
dimulai dari diri saya dulu, supaya bisa menjadi teladan bagi jemaat. Mengasihi
memang mengasihi, tetapi menaruh harap hanya kepada TUHAN saja, tidak kepada
siapa-siapa. Ayo, harus tegas dalam menjalankan kehidupan. Tidak lama lagi
TUHAN datang, berkali-kali saya sampaikan, TUHAN akan datang segera, sudah
dalam perjalanannya, tidak lama lagi, 7 (tujuh) tahun kelimpahan hanya sampai
tahun 2027. Oleh sebab itu, jangan punya pemikiran untuk tinggalkan
penggembalaan.
Dalam
susunan Tabernakel kejadian 25 itu
terkena pada Tirai
/ Tabir Bait Suci; artinya mengalami perobekan daging.
Ibrani 10:19
--- Perikop: “Ketekunan”
(10:19)
Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat
masuk ke dalam tempat kudus, (10:20)
karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir,
yaitu diri-Nya sendiri, (10:21) dan
kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah ALLAH.
Oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat
masuk ke dalam tempat kudus, seperti Yakub di rumah TUHAN, berani mengambil resiko,
tenang, tinggal di kemah, kenapa? Karena darah Yesus, sementara Esau tidak ada
tanda darah, sibuk berburu daging, suka tinggal di padang; tidak ada tanda
darah, tidak ada tanda penebusan. Kalau kita berani mengambil keputusan untuk
tinggal di dalam rumah TUHAN sampai malam ini, jelas karena darah salib, korban
Kristus.
Karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup
bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri
Artinya
Yesus telah mengalami perobekan daging. Jadi Tirai berbicara soal perobekan
daging.
Tabir bait suci terbelah dua dari
atas sampai ke bawah, itulah; daging Yesus sendiri sampai tidak punya wujud
lagi artinya kita sudah terpisah dari daging.
Itulah kejadian 25 terkena pada Tirai, berbicara tentang perobekan
daging.
Jadi Yakub ini betul-betul sudah
mengalami perobekan daging.
Singkat kata, mengalami perobekan
daging menunjukkan bahwa Yakub sudah berada pada tingkat ibadah yang tertinggi (puncak
ibadah), yaitu; doa penyembahan. Setelah Yesus berseru; “Elio, Eloi” (Matius 27:46) baru Dia menyerahkan
diri (Matius 27:50). Penyembahan =
penyerahan diri sepenuh. Setelah penyembahan dan penyerahan diri, barulah Tabir
Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah (Matius 27:51).
Jadi perobekan daging Yakub
menunjukkan bahwa ibadahnya sudah sampai pada puncaknya, yaitu; doa penyembahan.
Harus tekun dalam tiga macam ibadah
pokok. Kalau tidak tekun tiga macam ibadah pokok, kita tidak sampai kepada
penyembahan. Dari penyembahan, lanjut kepada perobekan daging.
Mau gereja mana pun, mau pendeta
terkenal mana saja khotbah, kalau ibadah dari sorga turun ke bumi tidak
dijalankan, tidak dijalankan menurut Pola Tabernakel, tidak bisa sampai puncak
ibadah.
Jadi kita harus tekun dalam tiga
macam ibadah pokok, itulah kelebihan Pengajaran Tabernakel. Jangan jangan
percaya dengan pengertian-pengertian lain.
Tadi ciri benih dari keturunan
ilahi yang pertama; mendapat hak kesulungan.
Ciri-ciri benih dari
keturunan ilahi:
2.
YAKUB DIBERKATI ISHAK.
Kisah itu
ada di dalam…
Kejadian
27:1-40 --- Perikop: “Yakub diberkati
Ishak sebagai anak sulung”
(27:26)
Berkatalah Ishak, ayahnya, kepadanya: "Datanglah dekat-dekat dan
ciumlah aku, anakku."
Yakub ini
peka dengan hak kesulungan dan sangat rindu untuk mendapatkan berkat
dari hak kesulungan itu.
Itu sebabnya
dia dekat-dekat dan dia mencium Ishak ayahnya itu.
Mencium
berarti; kulit pipi kanan dan kulit pipi kiri saling bertemu, itu namanya
perasaan kasih, bukan perasaan daging terkait dengan berkat yang akan diterima
oleh Yakub.
Kejadian
27:27
(27:27)
Lalu datanglah Yakub dekat-dekat dan diciumnyalah ayahnya. Ketika Ishak
mencium bau pakaian Yakub, diberkatinyalah dia, katanya: "Sesungguhnya bau
anakku adalah sebagai bau padang yang diberkati TUHAN.
Di sini kita
melihat; Yakub diberkati oleh Ishak. Berkatnya
adalah berkat dari hak kesulungan.
Jangan
sampai kita berada di tengah ibadah dan pelayanan, tetapi tidak diberkati, atau
tidak mendapatkan bagian dalam Kerajaan Sorga, jangan saudara. Beribadah harus sampai
kepada berkat dari hak kesulungan. Menerima hak kesulungan dan menerima berkat dari
hak kesulungan itu, dan di sini kita melihat, Ishak sudah memberkati Yakub.
Tetapi ada
yang lucu, Ishak berkata: Sesungguhnya
bau anakku adalah sebagai bau padang yang diberkati TUHAN, seolah-olah
Yakub adalah Esau. Artinya; Yakub ini cerdik
dan tulus.
Banyak orang
cerdik tetapi tidak ada ketulusannya; cerdik terhadap berkat kesulungan, tetapi
tulus di rumah TUHAN. Kalau cerdik saja tanpa tulus = licik, tulus tanpa cerdik
= bodoh. Jadi harus cerdik seperti ular, tulus seperti merpati; itu namanya bijaksana.
Tadi Ishak
berkata: Sesungguhnya bau anakku adalah
sebagai bau padang, seolah-olah dia adalah Esau padahal dia Yakub, itulah
bijaksananya Yakub ini. Tetapi ada orang berkata bawah Yakub ini adalah
pembohong, licik, itu pikiran yang salah, seharusnya dipahami sedalam-dalamnya,
lalu mengambil kesimpulan.
Kita rindu mendapatkan
hak kesulungan dan kita juga rindu mendapatkan berkat dari hak kesulungan.
Jangan
bodoh, jangan dikuasai kenajisan percabulan, itu roh dari Babel, nafsunya
rendah.
Pertanyaannya: Apa berkat hak kesulungan?
(27:28)
ALLAH akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk
di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah. (27:29) Bangsa-bangsa
akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu; jadilah tuan
atas saudara-saudaramu, dan anak-anak ibumu akan sujud kepadamu. Siapa yang
mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah
ia."
BERKAT
DARI HAK KESULUNGAN:
1.
Embun
yang dari langit.
Sehingga
nanti di kala hati ini kering-kering, dibasahi lagi.
2.
Tanah-tanah
gemuk di bumi.
3.
Gandum
yang berlimpah-limpah.
4.
Anggur
yang berlimpah-limpah.
Artinya; sukacita
mempelai yang kita alami; mengalir kepada suami, kepada isteri, kepada anak,
orang tua, kakak, adik, handai taulan, rekan kerja, saudara dan seterusnya, itulah
anggur melimpah-limpah.
5.
Bangsa-bangsa
akan takluk kepada mu.
Itu sebabnya,
sampai hari ini Bangsa Israel selalu dibela TUHAN, biar dikelilingi semua
bangsa yang melawan dia, tidak ada satu pun bangsa-bangsa yang bisa mengalahkan
Israel.
Berkat dari hak
kesulungan, kita dibela, dipelihara,
dilindungi, dimana pun kita berada, itulah berkat dari hak kesulungan,
karena Yakub adalah benih dari keturunan ilahi.
Kita butuh
pembelaan TUHAN. Jadi berkat dari ibadah pelayanan itu besar sekali, kita harus
mengerti itu.
6.
Suku-suku
bangsa akan sujud kepada mu.
Keberadaan
kita diakui oleh siapa saja, biar tidak berbicara; diakui, biar hanya duduk
diam; diakui.
7.
Jadilah
tuan atas saudara-saudara mu.
Kalau tuan
berarti bukan hamba, bukan hamba dosa. Tuan berbicara imamat rajani,
ditinggikan.
8.
Anak-anak
ibumu akan sujud kepada mu.
Berapa anakpun
yang lahir dari satu rahim semua akan sujud. Kalau di dalam satu rumah semuanya
sujud, satu dengan yang lain saling merendahkan, di situ ada damai sejahtera,
di situ ada ketenteraman, itulah berkat dari hak kesulungan.
9.
Siapa
yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau,
diberkatilah ia.
Jadi keadaan
kita sangat menentukan di sekeliling kita.
Oleh sebab
itu, kita perlu untuk doakan bangsa Israel, supaya kita merasakan doa Imam
Besar Agung, kemudian kita memberkati Israel, maka kita diberkati oleh TUHAN.
PROSES YAKUB DIBERKATI:
Kejadian 27:1-3 --- Perikop: “Yakub diberkati Ishak sebagai anak sulung.”
(27:1)
Ketika Ishak sudah tua, dan matanya telah kabur, sehingga ia tidak dapat
melihat lagi, dipanggilnyalah Esau, anak sulungnya, serta berkata kepadanya:
"Anakku." Sahut Esau: "Ya, bapa." (27:2) Berkatalah Ishak: "Lihat, aku sudah tua, aku tidak tahu
bila hari kematianku. (27:3) Maka
sekarang, ambillah senjatamu, tabung panah dan busurmu, pergilah ke padang dan
burulah bagiku seekor binatang; (27:4)
olahlah bagiku makanan yang enak, seperti yang kugemari, sesudah itu bawalah
kepadaku, supaya kumakan, agar aku memberkati engkau, sebelum aku mati.
Ini proses dari sisi Ishak kepada
Esau, hingga nanti Yakub mendapatkan berkat dari hak kesulungan.
Jadi dimulai dari keinginan Ishak
untuk memberkati Esau, namun syaratnya mengolah makanan kegemaran bagi Ishak,
tetapi anehnya Ishak menyuruh Esau pergi ke padang dan berburu binatang. Dari
daging binatang buruan ini, nanti dijadikan sebagai korban dan persembahan, sebetulnya
itu sesuatu yang tidak mungkin.
Analoginya; bawa uang hasil korupsi,
hasil jarahan dari sana sini, untuk korban persembahan, seperti makanan kegemaran,
mustahil, TUHAN tidak loloskan itu.
Dari padang hasil korupsi, hasil yang
tidak baik, lalu dibawa jadi korban persembahan, lalu dari situ kita mendapat
berkat dari sorga, itu tidak mungkin.
Namun karena hal itu tidak mungkin,
lihatlah…
Kejadian 27:5
(27:5)
Tetapi Ribka mendengarkannya, ketika Ishak berkata kepada Esau, anaknya.
Setelah Esau pergi ke padang memburu seekor binatang untuk dibawanya kepada
ayahnya, (27:6) berkatalah Ribka
kepada Yakub, anaknya: "Telah kudengar ayahmu berkata kepada Esau,
kakakmu: (27:7) Bawalah
bagiku seekor binatang buruan dan olahlah bagiku makanan yang enak, supaya kumakan,
dan supaya aku memberkati engkau di hadapan TUHAN, sebelum aku mati.
Ishak berencana untuk memberkati
Esau, Ishak ini berhak memberi berkat, karena dia adalah keturunan ilahi. Hal itu
diketahui oleh Ribka. Jadi sementara Esau pergi ke padang, maka Ribka sang ibu bercerita
kepada Yakub karena memang Ribka kasih. Demikian juga TUHAN kasih kepada Yakub,
namun benci kepada Esau. Jadi karena kasih Ribka, maka dalam segala
kebijaksanaannya, hal berkat dari hak kesulungan disampaikan kepada Yakub.
Kejadian
27:8
(27:8)
Maka sekarang, anakku, dengarkanlah perkataanku seperti yang kuperintahkan
kepadamu. (27:9) Pergilah ke
tempat kambing domba kita, ambillah dari sana dua anak kambing yang baik, maka
aku akan mengolahnya menjadi makanan yang enak bagi ayahmu, seperti yang
digemarinya.
Intinya, korban persembahan yang
akan dipersembahkan kepada Ishak adalah dari tempat kambing domba. Apa itu tempat kambing domba? Itulah;
Kandang penggembalaan; dari situ kita akan membawa korban persembahan
kepada TUHAN, bukan dari luaran sana, bukan dari daging buruan. Tidak mungkin TUHAN
menyatakan berkat kesulungan dari luaran sana, musti dari kandang
penggembalaan.
Itu sebabnya saya sampaikan selalu,
tekunlah dalam tiga macam ibadah pokok, dengan lain kata; tergembalalah dengan
sungguh-sungguh dalam satu kandang penggembalaan; itulah penggembalaan GPT Betania; satu kandang
penggembalaan dengan satu Gembala. Jadi, pernyataan Ishak berbeda sekali dengan
pernyataan Ribka.
Kejadian 27:10-15
(27:10)
Bawalah itu kepada ayahmu, supaya dimakannya, agar dia memberkati engkau,
sebelum ia mati." (27:11) Lalu
kata Yakub kepada Ribka, ibunya: "Tetapi Esau, kakakku, adalah seorang
yang berbulu badannya, sedang aku ini kulitku licin. (27:12) Mungkin ayahku akan meraba aku; maka nanti ia akan
menyangka bahwa aku mau memperolok-olokkan dia; dengan demikian aku akan
mendatangkan kutuk atas diriku dan bukan berkat." (27:13) Tetapi ibunya berkata kepadanya: "Akulah yang
menanggung kutuk itu, anakku; dengarkan saja perkataanku, pergilah ambil
kambing-kambing itu." (27:14)
Lalu ia pergi mengambil kambing-kambing itu dan membawanya kepada ibunya;
sesudah itu ibunya mengolah makanan yang enak, seperti yang digemari ayahnya. (27:15) Kemudian Ribka mengambil
pakaian yang indah kepunyaan Esau, anak sulungnya, pakaian yang disimpannya di
rumah, lalu disuruhnyalah dikenakan oleh Yakub, anak bungsunya.
"Akulah
yang menanggung kutuk itu, anakku.” Seperti Yesus gembala
Agung, Dia sudah menyerap setiap dosa kita, pribadi lepas pribadi di dalam
diri-Nya, supaya Dialah yang dihukum oleh dosa itu di atas kayu salib, kalau dosa
itu tidak diserap kepada tubuh Yesus, maka kitalah yang kena kutuk.
Jadi yang diajarkan oleh Ribka
kepada Yakub adalah Kasih Golgota sehingga anak yang dikasihi memperoleh pengertian
yang benar dari kasih (salib) di Golgota.
Hai
ibu-ibu kasihlah kepada anak mu, jangan turuti keinginan daging anak mu.
Kejadian
27:13
(27:13)
Tetapi ibunya berkata kepadanya: "Akulah yang menanggung kutuk itu,
anakku; dengarkan saja perkataanku, pergilah ambil kambing-kambing itu."
Yang terpenting untuk menjadi keturunan Ilahi, dari benih Ilahi; adalah
dengar-dengaran saja, tidak
usah diolah dengan logika daging manusia. Tidak usah diolah dengan otak, yang
terpenting dengar-dengaran saja. Hari ini mungkin sepertinya sepi, berkat jauh,
dengar-dengaran saja, nanti TUHAN ambil alih, TUHAN pelihara dan berkati secara
ajaib. Yang terpenting dengar-dengaran saja untuk mencapai berkat dari hak
kesulungan.
Coba saudara renungkan (Kejadian 27:28-29), berapa banyak itu
berkatnya, semua itu kita butuhkan, dan berkat inilah yang membela kita ke depan,
tetapi bayar harga dulu; dan menjadi pribadi yang dengar-dengaran.
Inilah dua ciri daripada
benih dari keturunan ilahi; itulah Yakub:
-
Mendapatkan hak kesulungan.
-
Diberkati.
Kejadian 27:30-31
(27:30)
Setelah Ishak selesai memberkati Yakub, dan baru saja Yakub keluar meninggalkan
Ishak, ayahnya, pulanglah Esau, kakaknya, dari berburu. (27:31) Ia juga menyediakan makanan yang enak, lalu membawanya
kepada ayahnya. Katanya kepada ayahnya: "Bapa, bangunlah dan makan daging
buruan masakan anakmu, agar engkau memberkati aku." (27:32) Tetapi kata Ishak, ayahnya, kepadanya: "Siapakah
engkau ini?" Sahutnya: "Akulah anakmu, anak sulungmu, Esau." (27:33) Lalu terkejutlah Ishak dengan
sangat serta berkata: "Siapakah gerangan dia, yang memburu binatang itu
dan yang telah membawanya kepadaku? Aku telah memakan semuanya, sebelum engkau
datang, dan telah memberkati dia; dan dia akan tetap orang yang diberkati."
Kalau TUHAN memberkati
Yakub (Israel), satu kali untuk selama-lamanya, tidak akan pernah dicabut. Hak
kesulungan kepada Israel tidak akan pernah dicabut.
Itulah enaknya menjadi
anak sulung; melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN, tekun 3 (tiga) macam
ibadah pokok, itulah anak sulung, mendapat berkat dari hak kesulungan. Sekali
diberkati tetap untuk selama-lamanya, tidak akan pernah dicabut.
Itulah berkat yang kita
terima di ujung tahun ini, untuk mempersiapkan kita di tahun yang baru, supaya
kita lebih hebat lagi sesuai dengan hebatnya TUHAN di sorga, bukan dengan
hebatnya dari padang dunia. Kebanggaan kita, bukan lagi kebanggaan duniawi,
kebanggaan kita adalah kebanggaan yang datang dari Sorga.
Kejadian 27:34-40
(27:34) Sesudah Esau mendengar
perkataan ayahnya itu, meraung-raunglah ia dengan sangat keras dalam kepedihan
hatinya serta berkata kepada ayahnya: "Berkatilah aku ini juga, ya
bapa!" (27:35)
Jawab ayahnya: "Adikmu telah datang dengan tipu daya dan telah merampas
berkat yang untukmu itu." (27:36)
Kata Esau: "Bukankah tepat namanya Yakub, karena ia telah dua kali menipu
aku. Hak kesulunganku telah dirampasnya, dan sekarang dirampasnya
pula berkat yang untukku." Lalu katanya: "Apakah bapa tidak
mempunyai berkat lain bagiku?" (27:37)
Lalu Ishak menjawab Esau, katanya: "Sesungguhnya telah kuangkat dia
menjadi tuan atas engkau, dan segala saudaranya telah kuberikan kepadanya
menjadi hambanya, dan telah kubekali dia dengan gandum dan anggur; maka
kepadamu, apa lagi yang dapat kuperbuat, ya anakku?" (27:38) Kata Esau kepada ayahnya: "Hanya berkat yang satu
itukah ada padamu, ya bapa? Berkatilah aku ini juga, ya bapa!" Dan dengan
suara keras menangislah Esau. (27:39) Lalu
Ishak, ayahnya, menjawabnya: "Sesungguhnya tempat kediamanmu akan jauh
dari tanah-tanah gemuk di bumi dan jauh dari embun dari langit di atas. (27:40) Engkau akan hidup dari pedangmu
dan engkau akan menjadi hamba adikmu. Tetapi akan terjadi kelak, apabila engkau
berusaha sungguh-sungguh, maka engkau akan melemparkan kuk itu dari
tengkukmu."
Perhatikanlah apa yang
dikehendaki oleh nikah? Hanya satu; itulah keturunan ilahi.
Bukan soal diberkati,
berhasil, jadi manijer dan seterusnya.
Ayo orang tua kasihlah
kepada anak, jangan turuti keinginan daging anak, seperti TUHAN mengasihi
Yakub, tetapi membenci Esau. Amin.
TUHAN
YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala sidang; Pdt. Daniel U. sitohang
No comments:
Post a Comment