KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Thursday, January 8, 2026

IBADAH TUTUP (AKHIR) TAHUN, 31 DESEMBER 2026


IBADAH TUTUP (AKHIR) TAHUN, 31 DESEMBER 2026

KITAB MALEAKHI

 

Subtema: BENIH DARI KETURUNAN ILAHI

 

Puji TUHAN mula pertama saya ucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat TUHAN kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Tutup Tahun.

Sidang jemaat hampir 80% sudah memberi kesaksian demi kesaksian yang singkat, karena waktu yang masih kurang, tetapi biarlah TUHAN menyempurnakan kesaksian demi kesaksian yang sudah kita naikkan dihadapan TUHAN.

 

Selanjutnya marilah kita masuk pada inti Ibadah itulah Pemberitaan Firman TUHAN ALLAH, kiranya TUHAN menolong kita, membukakan Firman-Nya bagi kita semua, sebagaimana TUHAN menolong kita di hari-hari ini atau di waktu yang lampau. Dan saya tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN umat ketebusan TUHAN yang turut bergabung secara online atau live streaming atau video internet baik dari Youtube maupun Facebook atau media sosial lainnya yang dapat diakses atau digunakan. Selanjutnya damai sejahtera dari sorga turun dan memenuhi hati kita masing-masing, juga memenuhi kehidupan saudara yang mengikuti secara online, memberi sukacita serta bahagia saat kita duduk diam menikmati sabda ALLAH.

 

Untuk Ibadah Tutup Tahun malam ini kita akan membahas STUDY MALEAKHI sebetulnya yang adalah merupakan Firman Penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab disertai Perjamuan Suci hari kamis.

Tetapi hati saya terdorong untuk menyampaikan Firman ALLAH dari Maleakhi 2:15 sebagai berkat untuk Ibadah Tutup Tahun di tahun 2025. Namun sebelum kita masuk dalam pembahasannya, tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan dari pada TUHAN, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.

 

Sekarang kita berada pukul 21.05 artinya tinggal beberapa jam lagi kita akan memasuki tahun yang baru, berarti tahun yang lama bersama dengan kehidupan yang lama akan ditinggalkan, semuanya akan berlalu, dan kita akan menyongsong tahun yang baru, hidup yang baru, baik dalam nikah dan rumah tangga, maupun ibadah pelayanan termasuk komitmen kita ke depan.

 

Mari kita persiapkan hati kita untuk dijadikan wadah menampung curahan kasih TUHAN.

Maleakhi 2:15

(2:15) Bukankah ALLAH yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.

 

Seorang suami harus setia kepada istrinya dari sejak masa mudanya.

Intisari dari ayat yang kita baca yaitu: “Apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Jawabnya: Keturunan ilahi!”

Berbicara kesatuan berarti berbicara tentang nikah, dimana laki-laki dan perempuan sudah menjadi satu daging.

 

Kemudian yang dikehendaki kesatuan atau nikah itu ialah KETURUNAN ILAHI, nikah harus memahami hal ini.

Buah nikah adalah keturunan dari nikah, sementara yang dikehendaki kesatuan atau nikah adalah keturunan ilahi.

Doa dan harapan saya kiranya anak-anak kita sekaliannya adalah merupakan keturunan ilahi. Sidang jemaat sebagai anak-anak TUHAN juga merupakan keturunan ilahi.

 

Baiklah, marilah kita melihat dan mengikuti penjelasan

Tentang: keturunan ilahi.

Kejadian 15:1-3 --- Perikop: “Perjanjian ALLAH dengan Abram; janji tentang keturunannya.”

(15:1) Kemudian datanglah Firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar." (15:2) Abram menjawab: "Ya TUHAN ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu." (15:3) Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku."

 

Dalam suatu penglihatan TUHAN berbicara kepada Abram; "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar."

Ini merupakan kata-kata penghiburan dari TUHAN, pada saat Abram (Abraham) dalam kegelisahannya, sebab TUHAN belum mengaruniakan anak (keturunan) yang nanti menjadi ahli waris, sehingga Abraham dalam kebingungan, kegelisahan; sebab pikirnya nanti yang menjadi ahli waris Abraham bukan anaknya, tetapi salah seorang dari hambanya, yaitu Eliezer orang Damsyik. Itu sebabnya dia gelisah, tetapi TUHAN memberi satu penghiburan; “Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar.”

 

(15:4) Tetapi datanglah Firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu."

 

Di sini TUHAN berjanji bahwa yang menjadi ahli waris Abraham adalah anak kandungnya sendiri, bukanlah salah seorang dari antara hamba-hambanya itu.

Adapun anak kandung Abraham adalah:

1.         Dari Hagar satu orang anak (Kejadian 16:15-16).

2.         Dari Sara satu orang anak (Kejadian 21:1-3).

3.         Dari Ketura enam orang anak (Kejadian 25:1-2).

Singkat kata, anak kandung Abram ada 8 (delapan) orang lahir dari 3 (tiga) rahim perempuan, tetapi hanya ada 1 (satu) orang dari anak-anak Abraham yang disebut sebagai keturunan ilahi.

 

Kejadian 21:10-11

(21:10) Berkatalah Sara kepada Abraham: "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak." (21:11) Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu.

 

Sara meminta supaya Abraham mengusir hamba perempuan itu beserta anaknya; Hagar dan Ismael.

Hal itu menyebalkan hati Abraham, karena biar bagaimanapun juga Ismael adalah anak kandung Abraham sekalipun dilahirkan dari rahim seorang hamba.

Sepintas lalu, di sini Sara seperti perempuan bengis; tidak punya belas kasihan, tidak punya peri kemanusiaan.

Kebenaran itu harus dijalankan dengan tegas, Firman itu harus tegas. Nampaknya memang terlalu bengis, kejam, tidak punya peri kemanusiaan, kalau tidak dipahami. Tetapi apa kata nats Firman TUHAN di dalam; Kejadian 21:12; Tetapi ALLAH berFirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.

 

Singkat kata Firman TUHAN ALLAH kepada Abraham:

1.         Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu.

2.         Engkau mendengarkannya.

 

Pendeknya, apa yang telah diperkatakan oleh Sara itu berasal daripada ALLAH, itu berarti; suka tidak suka, Abraham harus tunduk dan taat kepada Firman ALLAH. Sebab yang disebut keturunan Abraham adalah yang berasal dari Ishak, lahir dari rahim Sara; perempuan merdeka, bukan dari rahim Hagar; perempuan hamba. Seorang hamba dan anaknya tidak mungkin mewarisi Kerajaan Sorga, hamba dosa tidak mungkin mewarisi Kerajaan Sorga.

Jadi pengertian kita di tengah-tengah pengikutan kita kepada TUHAN harus sampai kepada hal ini.

 

Hal ini juga dijelaskan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Roma dengan penuh keyakinan.

Rasul Paulus adalah seorang hamba yang TUHAN yang dipakai oleh TUHAN dengan luar biasa, dia adalah seorang pekabar Mempelai dalam terangnya Tabernakel dengan banyak ayat referensi, kemudian dia adalah pribadi hamba TUHAN yang diurapi oleh TUHAN, dia juga memiliki Kristus, sebab hal lahiriah, yakni; sampah sudah dibuang. Artinya; apa yang disampaikan oleh Rasul Paulus, kita tidak perlu ragu lagi terkait dengan keturunan Abraham yang berasal dari Ishak. Meskipun jarak Abraham dengan Rasul Paulus terbentang luas (jauh), tetapi urapan mereka itu sama, hikmat dari sorga itu sama tidak mungkin berbeda.

 

Roma 9:3-5 --- Perikop: “Pilihan atas Israel.”

(9:3) Bahkan, aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani. (9:4) Sebab mereka adalah orang Israel, mereka telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah, dan janji-janji. (9:5) Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah ALLAH yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!

 

Jadi jangan berhenti untuk tekun dalam tiga macam ibadah pokok. Ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok adalah harga mati.

Kalau saya katakan tinggallah di sini, disahutlah dengan; tekun tiga macam ibadah pokok.

Tekunlah tiga macam ibadah pokok, karena disitulah Yesus tampil sebagai Imam Besar Agung untuk memimpin ibadah-ibadah sampai kepada dua klimaks;

1.         Sidang mempelai TUHAN.

2.         Doa penyembahan.

Kita memang harus sampai kepada doa penyembahan, supaya nanti kita mampu menghadapi pencobaan, puncaknya; pada saat antikris terjadi. Puncak pencobaan hanya bisa diatasi oleh puncak ibadah, itulah penyembahan.

Jadi puncak ibadah berhadapan dengan puncak pencobaan. Puncak pencobaan tidak bisa dihadapi dengan kekuatan, kemampuan, pengertian, kedudukan, jabatan, pangkat tinggi, uang yang banyak, gelar tinggi (doktor, profesor), tidak bisa.

Kita juga tidak bisa menghadapi antikris dengan mengandalkan kekuatan sendiri, karena antikris digambarkan seperti Beruang yang memiliki bobot pukulan yang begitu hebat, sehingga setiap kena pukulan beruang langsung rubuh. Kemudian, cakarnya mencengkram, sehingga apabila sudah berada dalam cengkramannya, tidak ada yang bisa melepaskan diri. Karena kalau sudah menerima meterai dari antikris, tidak ada yang bisa melepaskan diri lagi dari situ dan TUHAN tidak akan terima dia sebagai bagian dari anggota tubuh Kristus.

Kemudian singa; mulutnya luar biasa, begitu hebat untuk menelan orang-orang yang mudah ditelan.

 

Oleh sebab itu, percayakan diri masing-masing untuk digembalakan oleh Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel. Dahulu kita hampir pingsan, pingsan itu tidak mati, tetapi tidak hidup, dan kita sekarang sudah disadarkan oleh Pengajaran Mempelai terangnya Tabernakel. Kenapa pingsan? Jawabnya: karena tidak makan dan tidak minum (tidak ada asupan).

Kemudian berjaga-jagalah, berarti; ibadah harus sampai pada tingkat ibadah yang tertinggi, puncak ibadah, itulah doa penyembahan. Berjaga-jaga dan berdoalah supaya jangan jatuh dalam pencobaan, puncak pencobaan; yaitu antikris.

 

Jadi semua sudah nampak, yang bisa melihat ini hanyalah Pengajaran Mempelai dalam Terangnya Tabernakel, di luar itu sulit untuk melihatnya, kecuali kalau TUHAN memperlihatkan dalam sebuah penglihatan atau mimpi. Tetapi tanpa mimpi pun kita sudah melihatnya dengan mata kepala sendiri karena, kepada orang kecil TUHAN bukakan rahasia Firman-Nya.

Siapa yang tahu tiga orang Majus itu adalah Henokh, Musa, dan Elia kalau bukan pembukaan rahasia Firman? Hanya 3 (tiga) pribadi yang dipindahkan hidup-hidup dari dunia ini sampai kepada dunia terang / terbitnya surya pagi, itulah takhta ALLAH. Ayo majulah sungguh-sungguh bersama-sama di dalam TUHAN.

 

Israel secara jasmaniah telah diangkat (dipilih) menjadi anak ALLAH. Tandanya:

1.         Mereka telah menerima yaitu; kemuliaan, perjanjian-perjanjian, hukum taurat, ibadah, dan janji-janji.

Jadi kalau kita beribadah dan tekun tiga macam ibadah pokok itu adalah ibadah yang datang dari sorga karena sekarang ini banyak ibadah buatan tangan manusia.

Tetapi kalau kita tekun dalam tiga macam ibadah pokok, ibadah itu datang dari Sorga, bukan ibadah buatan tangan manusia.

2.         Telah menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, dan Ia adalah ALLAH yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Karena tidak ada artinya ibadah tanpa Mesias. Mesias artinya pribadi yang diurapi.

Dalam alkitab ada tiga pribadi (pemimpin) yang diurapi yaitu; raja, nabi, dan imam. Tidak mungkin ibadah tanpa raja, tidak mungkin ibadah tanpa imam, tidak mungkin ibadah tanpa Firman nabi.

 

Roma 9:6-7

(9:6) Akan tetapi Firman ALLAH tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel,

 

Ini khotbah Paulus kepada jemaat di Roma, lebih tegas lagi, sampai membuat hati ini kadang-kadang jadi sedih, seperti dipisahkan kita satu dengan yang lain, itulah pengalaman orang Israel. Kalau bahasa begini seperti ada yang disingkirkan dan ada yang dianak emaskan, itu menyakitkan, tetapi itu fakta tidak bisa dilawan. Itulah Rasul Paulus tegas dalam pemberitaan Firman, tidak lucu-lucu, tidak menyampaikan satu ayat lalu ditambahkan dengan cerita isapan jempol, si kancil, si kura-kura, dan si buaya.

 

Roma 9:7

(9:7) dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: "Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu."

 

Akan tetapi tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham. Tetapi yang berasal dari Ishak yang disebut keturunan Abraham, keturunan Ilahi.

Apa yang dikehendaki kesatuan (suami isteri), apa yang dikehendaki nikah? Adalah keturunan ilahi.

Jadi yang berasal dari Ishak disebut keturunan Abraham / keturunan ilahi, sedangkan 7 (tujuh) anak kandung yang lain tidak disebut keturunan ilahi.

 

Singkat kata, Ishak hingga lahirnya Mesias sebagai manusia, melalui jalur Yakub, menunjukkan Yakub adalah benih dari keturunan ilahi.

 

Ciri-ciri benih dari keturunan ilahi:

1.         Mendapatkan Hak Kesulungan sekalipun Yakub bukan anak sulung.

Ribka melahirkan dua anak laki-laki kembar bagi Ishak yaitu; Esau dan Yakub. Tetapi Yakublah yang menjadi benih dari keturunan ilahi.

Kisah itu ditulis (Kejadian 25:19-34).

 

Marilah kita membaca;

Kejadian 25:27-28

(25:27) Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi seorang yang pandai berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi Yakub adalah seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah. (25:28) Ishak sayang kepada Esau, sebab ia suka makan daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub.

 

Biarlah hubungan Bapa kepada anak-Nya dalam bentuk Kasih bukan sayang, kalau sayang masih berbau daging buruan, satu frekuensi dengan kedagingannya, satu server dengan kedagingannya.

Hak kesulungan ada kaitannya dengan kasih. Sebab kalau kita perhatikan di sini:

-          Ishak hanya sebatas sayang kepada Esau.

Menyebabkan:

a.     Esau adalah seorang yang pandai berburu daging.

Jadi kalau hanya sebatas sayang saja kepada anak (tidak kasih) anak dibiarkan berburu daging, anak tidak dihimbau untuk tekun tiga macam ibadah pokok karena hanya sebatas sayang saja, tetapi membiarkan anak memburu daging sampai kemana-mana, cari uang, kuliah sampai kemana-mana.

b.    Esau suka tinggal di padang.

Kenapa Esau suka tinggal di padang? Karena Ishak itu hanya sebatas sayang saja kepada Esau, seandainya kasih tidak mungkin suka tinggal di padang.

 

Padang -> adalah gambaran dari dunia dengan segala sesuatu yang ada di dalam dunia --- Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia (1 Yohanes 2:16).

 

Jadi bapa tidak boleh hanya sebatas sayang saja kepada anak, dampaknya seperti Esau; suka berburu daging, juga suka tinggal di padang saja, itulah didunia ini.

 

Tadi anak kami Yeremia berkata; Petrus adalah pribadi yang sontoloyo sebelum berubah. Mengikuti TUHAN hanya dari jauh, kemudian dia memanaskan badannya dengan api dunia / bersama dengan orang dunia.

Jangan kita memanaskan tubuh ini dari api dunia bersama dengan orang dunia. Kita juga jangan meninggalkan jam-jam ibadah karena; arisan sana, main kartu, minum tuak, dan macam-macam lainnya, itu namanya menghangatkan diri dengan api dunia bersama dengan manusia dunia. Tetapi biarlah kita dipanaskan oleh api Roh Kudus, supaya kita berkobar-kobar di tengah-tengah ibadah dan pelayanan; itulah roda dari kursi ALLAH; di dalam (Daniel 7:9). Jadi kita berkobar-kobar karena dibakar oleh api Roh Kudus.

 

-          Ribka kasih kepada Yakub. Ribka kasih kepada anak yang lahir dari rahimnya sendiri.

Kasihnya Ibu Ribka kepada Yakub menyebabkan:

a.     Yakub menjadi seorang yang tenang.

Jadilah tenang (be calm), tidak khawatir, tidak gelisah, tidak takut masa depan, tidak takut tidak mendapat jodoh, tidak takut tidak punya pekerjaan, tidak takut tidak makan, minum, tidak punya pakaian.

Mengapa? Karena Ribka kasih kepada Yakub.

Gembala sidang disebut juga seorang ibu, saya harus kasih kepada sidang jemaat.

 

b.    Yakub suka tinggal di kemah.

Kemah menunjukkan bahwa Yakub adalah rumah TUHAN (TABERNAKEL).

Seharusnya orang tua bangga kalau anak-anak tinggal di kemah, jangan hanya bangga karena anak juara satu di sekolahan. Kemudian pamer sebab anaknya sudah kerja sebagai manijer, saking hebat dalam bahasa inggris, disebutlah manijer.”

Tidak salah kalau anak berhasil di dunia ini, tetapi alangkah indahnya kalau kita melihat anak ada di dalam kemah, tinggal di dalam rumah TUHAN, menjadi rumah TUHAN, tempatnya Roh TUHAN beraktivitas.

 

Hai anak-anak jadilah keturunan ilahi, hai bapak-bapak jadilah keturunan ilahi, hai ibu-ibu jadilah keturunan ilahi, hai pemuda jadilah keturunan ilahi, hai pemudi jadilah keturunan ilahi, kita semua hendaklah menjadi keturunan ilahi.

 

Jadi Yakub adalah benih dari keturunan ilahi untuk menurunkan Mesias nantinya.

Perhatikan rumah TUHAN, ini dijelaskan di dalam Yesaya.

Apa yang dinyatakan dalam kitab Kejadian, itu juga dijelaskan oleh Yesaya.

 

Yesaya 2:2 --- Perikop: “Sion sebagai pusat kerajaan damai”

(2:2) Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, (2:3) dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah ALLAH Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan Firman TUHAN dari Yerusalem."

 

Gunung TUHAN yakni rumah ALLAH Yakub.

a.    Berdiri tegak di hulu gunung-gunung.

Jadi nanti ada satu rumah TUHAN mengatasi gunung-gunung lain atau rumah TUHAN yang lain.

 

b.    Menjulang tinggi di atas bukit-bukit.

Pendeknya, rumah ALLAH Yakub adalah gunung Sion, itulah sidang Mempelai TUHAN dan kota kudus Yerusalem baru itulah Sidang Mempelai TUHAN.

 

Itulah kasih Ribka kepada Yakub sampai akhirnya Yakub menjadi rumah TUHAN, menjadi gunung Sion, dan menjadi kota kudus Yerusalem baru, itulah Mempelai TUHAN. Gunung Sion / inti mempelai TUHAN, jumlahnya 144.000 (seratus empat puluh empat ribu) orang, dan kota kudus yerusalem baru itulah mempelai TUHAN. Tidak semua dari orang Israel disebut inti mempelai walaupun pada akhirnya masuk menjadi mempelai. Tetapi inti Mempelai hanyalah 144.000 (seratus empat puluh empat ribu) itulah Gunung Sion.

Dahsyatnya kasih ibu Ribka kepada Yakub, sampai nanti Yakub menjadi rumah ALLAH yakni Gunung sion itulah 144.000 dan kota kudus itulah Yerusalem Baru, Mempelai TUHAN.

Maka jelas sekali kita melihat bahwa Yakub itu benih dari keturunan ilahi, benihnya Ishak.

 

Jadi imamat rajani, pelayan-pelayan TUHAN yang diurapi oleh TUHAN, kalau diberi kesempatan melayani, belajar untuk menjadi pribadi yang dengar-dengaran.

 

Oleh sebab itu, ibadah yang kita kerjakan ini bukan melulu soal berkat-berkat, berhasil-keberhasilan, itu dagingnya Esau yang terus diburu, bukan itu orientasi dari sebuah ibadah.

 

Jadi rumah ALLAH Yakub adalah gunung sion dan kota kudus yerusalem baru.

Ayo, ibu-ibu tampilkan kasih kepada anak, jangan sayang saja, dorong anak-anak ke rumah TUHAN supaya kelak menjadi gunung Sion dan Yerusalem Baru, walaupun dalam segala pergumulan-pergumulannya.

 

Lebih terang lagi;

Roma 9:12-13

(9:12) Dikatakan kepada Ribka: "Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda," (9:13) seperti ada tertulis: "Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau."

 

Diterangkan lebih jelas lagi oleh Paulus; TUHAN mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau. Berawal dari Ishak sayang saja kepada Esau, sampai akhirnya TUHAN membenci Esau. Tetapi Yakub dikasihi oleh TUHAN.  

Jadi berangkat dari dalam rumah tangga dulu, yaitu dari rumah Ishak bersama dengan Ribka dulu, sampai pada akhirnya TUHAN yang berkata; “Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau.”

Kalau dari rumah tidak baik nanti ke luarnya tidak baik, ke depannya seterusnya tidak baik.

Jadi kalau sudah tergembala, tergembalalah dengan baik, tergembalalah dengan sungguh-sungguh, supaya memperoleh banyak pengertian dari sorga, dari pengertian itulah kita menjalankan hidup dengan baik.

 

Maka tadi adik kami mengatakan; kalau digembalakan oleh Tabernakel, menjadi produk dari Pengajaran Tabernakel, akan lebih bijaksana dari orang pintar. Orang pintar bisa pintar, tetapi sering kali melakukan kesalahan sebagai perbuatan bodoh, tetapi orang bijaksana, dia akan lebih bijaksana menyikapi segala sesuatu, dalam mengambil keputusan pun bijaksana.

-            Kasih TUHAN kepada Yakub menunjukkan bahwa Yakub adalah gereja TUHAN atau sidang mempelai TUHAN yang sempurna, dan milik yang dikasihi.

-            Kebencian TUHAN kepada Esau menunjukkan bahwa Esau dikuasai oleh roh Babel, bukan tubuh Mempelai. Jadi TUHAN itu sangat membenci Babel dan roh Babel, tetapi mengasihi mempelai TUHAN, milik kepunyaan-Nya itulah Gunung Sion dan Yerusalem Baru.

 

Jadi pernyataan dari Rasul Paulus kepada jemaat di Roma tajam tetapi itu fakta, karena juga dinyatakan oleh Rasul Yohanes.

Ini senada seirama dengan sorga, karena sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Rasul Yohanes dalam penglihatannya di pulau Patmos...

Wahyu 18:2-3 --- Perikop: “Jatuhnya Babel”

(18:2) Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,  (18:3) karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya."

 

Memang kita harus mabuk anggur, tetapi harus mabuk anggur dari sorga, penuh dengan Roh Kudus, dibakar api Roh Kudus, sehingga kita berkobar-kobar di tengah ibadah dan pelayanan, itu anggur dari sorga.

 

Tetapi di sini kita melihat; “… Kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya” berarti; berhasil, nampak diberkati, banyak uang, tetapi kekayaannya oleh kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel, itu dibenci TUHAN.

Berhasil untuk mencapai pekerjaan di luar kota atau di tempat lain, berhasil mencapai cita-cita, gelar s1, s2, s3, di tempat lain, tetapi jam-jam ibadah ditinggalkan, itu hawa nafsu yang datang dari perempuan Babel. Meski kaya kalau hawa nafsu perempuan Babel disebutlah itu kenajisan percabulan, inilah yang dibenci oleh TUHAN.

 

Kita harus tegas di hari-hari ini, TUHAN dalam perjalanan-Nya tinggal sebentar lagi. Tahun 2028 tidak bisa lagi beribadah dengan bebas, bisa tetapi sudah sulit, jadi mulai dari sekarang latihlah diri mu beribadah.

Jadi mulai dari rumah, ibu harus kasih kepada anak.

 

Ibrani 12:16

(12:16) Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan. (12:17) Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.

 

Berhasil tetapi meninggalkan jam ibadah, nafsunya terlalu rendah, seolah-olah TUHAN tidak bisa pelihara hidupnya, seperti Esau nafsunya rendah.

Kalau hidup dalam kenajisan percabulan, nafsunya rendah, kenapa? Dia menjual hak kesulungannya, ibadah dan pelayanannya, hanya demi semangkok sop kacang merah, sesuap nasi saja.

Jadi wajar kalau TUHAN membenci Esau, berhasil karena hawa nafsu itu mabuk anggur Babel, menjadi tubuh Babel bukan tubuh Mempelai.

 

Oleh sebab itu, TUHAN punya alasan kalau TUHAN sangat membenci Esau. Maka jangan kita dibenci TUHAN karena kenajisan percabulan, itu nafsu rendah, murahan, semestinya kita berharga oleh karena darah salib.

Itu sebabnya saya tegas, tidak menaruh harap kepada manusia, mau saudara laki-laki, saudara perempuan, saudara jauh maupun saudara dekat, keluarga dari ibu atau keluarga dari bapak, saya tidak berharap. Saya harus tegas dan saya harus buktikan kepada TUHAN, dimulai dari diri saya dulu, supaya bisa menjadi teladan bagi jemaat. Mengasihi memang mengasihi, tetapi menaruh harap hanya kepada TUHAN saja, tidak kepada siapa-siapa. Ayo, harus tegas dalam menjalankan kehidupan. Tidak lama lagi TUHAN datang, berkali-kali saya sampaikan, TUHAN akan datang segera, sudah dalam perjalanannya, tidak lama lagi, 7 (tujuh) tahun kelimpahan hanya sampai tahun 2027. Oleh sebab itu, jangan punya pemikiran untuk tinggalkan penggembalaan.

 

Dalam susunan Tabernakel kejadian 25 itu terkena pada Tirai / Tabir Bait Suci; artinya mengalami perobekan daging.

Ibrani 10:19 --- Perikop: “Ketekunan”

(10:19) Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, (10:20) karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, (10:21) dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah ALLAH.

 

Oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, seperti Yakub di rumah TUHAN, berani mengambil resiko, tenang, tinggal di kemah, kenapa? Karena darah Yesus, sementara Esau tidak ada tanda darah, sibuk berburu daging, suka tinggal di padang; tidak ada tanda darah, tidak ada tanda penebusan. Kalau kita berani mengambil keputusan untuk tinggal di dalam rumah TUHAN sampai malam ini, jelas karena darah salib, korban Kristus.

 

Karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri

Artinya Yesus telah mengalami perobekan daging. Jadi Tirai berbicara soal perobekan daging.

Tabir bait suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah, itulah; daging Yesus sendiri sampai tidak punya wujud lagi artinya kita sudah terpisah dari daging.

Itulah kejadian 25 terkena pada Tirai, berbicara tentang perobekan daging.

Jadi Yakub ini betul-betul sudah mengalami perobekan daging.

 

Singkat kata, mengalami perobekan daging menunjukkan bahwa Yakub sudah berada pada tingkat ibadah yang tertinggi (puncak ibadah), yaitu; doa penyembahan. Setelah Yesus berseru; “Elio, Eloi” (Matius 27:46) baru Dia menyerahkan diri (Matius 27:50). Penyembahan = penyerahan diri sepenuh. Setelah penyembahan dan penyerahan diri, barulah Tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah (Matius 27:51).

Jadi perobekan daging Yakub menunjukkan bahwa ibadahnya sudah sampai pada puncaknya, yaitu; doa penyembahan.

 

Harus tekun dalam tiga macam ibadah pokok. Kalau tidak tekun tiga macam ibadah pokok, kita tidak sampai kepada penyembahan. Dari penyembahan, lanjut kepada perobekan daging.

Mau gereja mana pun, mau pendeta terkenal mana saja khotbah, kalau ibadah dari sorga turun ke bumi tidak dijalankan, tidak dijalankan menurut Pola Tabernakel, tidak bisa sampai puncak ibadah.

Jadi kita harus tekun dalam tiga macam ibadah pokok, itulah kelebihan Pengajaran Tabernakel. Jangan jangan percaya dengan pengertian-pengertian lain.

 

Tadi ciri benih dari keturunan ilahi yang pertama; mendapat hak kesulungan.

 

Ciri-ciri benih dari keturunan ilahi:

2.         YAKUB DIBERKATI ISHAK.

Kisah itu ada di dalam…

Kejadian 27:1-40 --- Perikop: “Yakub diberkati Ishak sebagai anak sulung”

(27:26) Berkatalah Ishak, ayahnya, kepadanya: "Datanglah dekat-dekat dan ciumlah aku, anakku."

 

Yakub ini peka dengan hak kesulungan dan sangat rindu untuk mendapatkan berkat dari hak kesulungan itu.

Itu sebabnya dia dekat-dekat dan dia mencium Ishak ayahnya itu.

Mencium berarti; kulit pipi kanan dan kulit pipi kiri saling bertemu, itu namanya perasaan kasih, bukan perasaan daging terkait dengan berkat yang akan diterima oleh Yakub.

 

Kejadian 27:27

(27:27) Lalu datanglah Yakub dekat-dekat dan diciumnyalah ayahnya. Ketika Ishak mencium bau pakaian Yakub, diberkatinyalah dia, katanya: "Sesungguhnya bau anakku adalah sebagai bau padang yang diberkati TUHAN.

 

Di sini kita melihat; Yakub diberkati oleh Ishak. Berkatnya adalah berkat dari hak kesulungan.

Jangan sampai kita berada di tengah ibadah dan pelayanan, tetapi tidak diberkati, atau tidak mendapatkan bagian dalam Kerajaan Sorga, jangan saudara. Beribadah harus sampai kepada berkat dari hak kesulungan. Menerima hak kesulungan dan menerima berkat dari hak kesulungan itu, dan di sini kita melihat, Ishak sudah memberkati Yakub.

 

Tetapi ada yang lucu, Ishak berkata: Sesungguhnya bau anakku adalah sebagai bau padang yang diberkati TUHAN, seolah-olah Yakub adalah Esau. Artinya; Yakub ini cerdik dan tulus.

Banyak orang cerdik tetapi tidak ada ketulusannya; cerdik terhadap berkat kesulungan, tetapi tulus di rumah TUHAN. Kalau cerdik saja tanpa tulus = licik, tulus tanpa cerdik = bodoh. Jadi harus cerdik seperti ular, tulus seperti merpati; itu namanya bijaksana.

 

Tadi Ishak berkata: Sesungguhnya bau anakku adalah sebagai bau padang, seolah-olah dia adalah Esau padahal dia Yakub, itulah bijaksananya Yakub ini. Tetapi ada orang berkata bawah Yakub ini adalah pembohong, licik, itu pikiran yang salah, seharusnya dipahami sedalam-dalamnya, lalu mengambil kesimpulan.

Kita rindu mendapatkan hak kesulungan dan kita juga rindu mendapatkan berkat dari hak kesulungan.

Jangan bodoh, jangan dikuasai kenajisan percabulan, itu roh dari Babel, nafsunya rendah.

 

Pertanyaannya: Apa berkat hak kesulungan?

(27:28) ALLAH akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah. (27:29) Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu; jadilah tuan atas saudara-saudaramu, dan anak-anak ibumu akan sujud kepadamu. Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia."

 

BERKAT DARI HAK KESULUNGAN:

1.         Embun yang dari langit.

Sehingga nanti di kala hati ini kering-kering, dibasahi lagi.

2.         Tanah-tanah gemuk di bumi.

3.         Gandum yang berlimpah-limpah.

4.         Anggur yang berlimpah-limpah.

Artinya; sukacita mempelai yang kita alami; mengalir kepada suami, kepada isteri, kepada anak, orang tua, kakak, adik, handai taulan, rekan kerja, saudara dan seterusnya, itulah anggur melimpah-limpah.

5.         Bangsa-bangsa akan takluk kepada mu.

Itu sebabnya, sampai hari ini Bangsa Israel selalu dibela TUHAN, biar dikelilingi semua bangsa yang melawan dia, tidak ada satu pun bangsa-bangsa yang bisa mengalahkan Israel.

Berkat dari hak kesulungan, kita dibela, dipelihara, dilindungi, dimana pun kita berada, itulah berkat dari hak kesulungan, karena Yakub adalah benih dari keturunan ilahi.

Kita butuh pembelaan TUHAN. Jadi berkat dari ibadah pelayanan itu besar sekali, kita harus mengerti itu.

6.         Suku-suku bangsa akan sujud kepada mu.

Keberadaan kita diakui oleh siapa saja, biar tidak berbicara; diakui, biar hanya duduk diam; diakui.

7.         Jadilah tuan atas saudara-saudara mu.

Kalau tuan berarti bukan hamba, bukan hamba dosa. Tuan berbicara imamat rajani, ditinggikan.

8.         Anak-anak ibumu akan sujud kepada mu.

Berapa anakpun yang lahir dari satu rahim semua akan sujud. Kalau di dalam satu rumah semuanya sujud, satu dengan yang lain saling merendahkan, di situ ada damai sejahtera, di situ ada ketenteraman, itulah berkat dari hak kesulungan.

9.         Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia.

Jadi keadaan kita sangat menentukan di sekeliling kita.

Oleh sebab itu, kita perlu untuk doakan bangsa Israel, supaya kita merasakan doa Imam Besar Agung, kemudian kita memberkati Israel, maka kita diberkati oleh TUHAN.

 

PROSES YAKUB DIBERKATI:

Kejadian 27:1-3 --- Perikop: “Yakub diberkati Ishak sebagai anak sulung.”

(27:1) Ketika Ishak sudah tua, dan matanya telah kabur, sehingga ia tidak dapat melihat lagi, dipanggilnyalah Esau, anak sulungnya, serta berkata kepadanya: "Anakku." Sahut Esau: "Ya, bapa." (27:2) Berkatalah Ishak: "Lihat, aku sudah tua, aku tidak tahu bila hari kematianku. (27:3) Maka sekarang, ambillah senjatamu, tabung panah dan busurmu, pergilah ke padang dan burulah bagiku seekor binatang; (27:4) olahlah bagiku makanan yang enak, seperti yang kugemari, sesudah itu bawalah kepadaku, supaya kumakan, agar aku memberkati engkau, sebelum aku mati.

 

Ini proses dari sisi Ishak kepada Esau, hingga nanti Yakub mendapatkan berkat dari hak kesulungan.

Jadi dimulai dari keinginan Ishak untuk memberkati Esau, namun syaratnya mengolah makanan kegemaran bagi Ishak, tetapi anehnya Ishak menyuruh Esau pergi ke padang dan berburu binatang. Dari daging binatang buruan ini, nanti dijadikan sebagai korban dan persembahan, sebetulnya itu sesuatu yang tidak mungkin.

Analoginya; bawa uang hasil korupsi, hasil jarahan dari sana sini, untuk korban persembahan, seperti makanan kegemaran, mustahil, TUHAN tidak loloskan itu.

Dari padang hasil korupsi, hasil yang tidak baik, lalu dibawa jadi korban persembahan, lalu dari situ kita mendapat berkat dari sorga, itu tidak mungkin.

 

Namun karena hal itu tidak mungkin, lihatlah…

Kejadian 27:5

(27:5) Tetapi Ribka mendengarkannya, ketika Ishak berkata kepada Esau, anaknya. Setelah Esau pergi ke padang memburu seekor binatang untuk dibawanya kepada ayahnya, (27:6) berkatalah Ribka kepada Yakub, anaknya: "Telah kudengar ayahmu berkata kepada Esau, kakakmu: (27:7) Bawalah bagiku seekor binatang buruan dan olahlah bagiku makanan yang enak, supaya kumakan, dan supaya aku memberkati engkau di hadapan TUHAN, sebelum aku mati.

    

Ishak berencana untuk memberkati Esau, Ishak ini berhak memberi berkat, karena dia adalah keturunan ilahi. Hal itu diketahui oleh Ribka. Jadi sementara Esau pergi ke padang, maka Ribka sang ibu bercerita kepada Yakub karena memang Ribka kasih. Demikian juga TUHAN kasih kepada Yakub, namun benci kepada Esau. Jadi karena kasih Ribka, maka dalam segala kebijaksanaannya, hal berkat dari hak kesulungan disampaikan kepada Yakub.

 

Kejadian 27:8

(27:8) Maka sekarang, anakku, dengarkanlah perkataanku seperti yang kuperintahkan kepadamu. (27:9) Pergilah ke tempat kambing domba kita, ambillah dari sana dua anak kambing yang baik, maka aku akan mengolahnya menjadi makanan yang enak bagi ayahmu, seperti yang digemarinya.

 

Intinya, korban persembahan yang akan dipersembahkan kepada Ishak adalah dari tempat kambing domba. Apa itu tempat kambing domba? Itulah; Kandang penggembalaan; dari situ kita akan membawa korban persembahan kepada TUHAN, bukan dari luaran sana, bukan dari daging buruan. Tidak mungkin TUHAN menyatakan berkat kesulungan dari luaran sana, musti dari kandang penggembalaan.

Itu sebabnya saya sampaikan selalu, tekunlah dalam tiga macam ibadah pokok, dengan lain kata; tergembalalah dengan sungguh-sungguh dalam satu kandang penggembalaan; itulah penggembalaan GPT Betania; satu kandang penggembalaan dengan satu Gembala. Jadi, pernyataan Ishak berbeda sekali dengan pernyataan Ribka.

 

Kejadian 27:10-15

(27:10) Bawalah itu kepada ayahmu, supaya dimakannya, agar dia memberkati engkau, sebelum ia mati." (27:11) Lalu kata Yakub kepada Ribka, ibunya: "Tetapi Esau, kakakku, adalah seorang yang berbulu badannya, sedang aku ini kulitku licin. (27:12) Mungkin ayahku akan meraba aku; maka nanti ia akan menyangka bahwa aku mau memperolok-olokkan dia; dengan demikian aku akan mendatangkan kutuk atas diriku dan bukan berkat." (27:13) Tetapi ibunya berkata kepadanya: "Akulah yang menanggung kutuk itu, anakku; dengarkan saja perkataanku, pergilah ambil kambing-kambing itu." (27:14) Lalu ia pergi mengambil kambing-kambing itu dan membawanya kepada ibunya; sesudah itu ibunya mengolah makanan yang enak, seperti yang digemari ayahnya. (27:15) Kemudian Ribka mengambil pakaian yang indah kepunyaan Esau, anak sulungnya, pakaian yang disimpannya di rumah, lalu disuruhnyalah dikenakan oleh Yakub, anak bungsunya.

 

"Akulah yang menanggung kutuk itu, anakku.” Seperti Yesus gembala Agung, Dia sudah menyerap setiap dosa kita, pribadi lepas pribadi di dalam diri-Nya, supaya Dialah yang dihukum oleh dosa itu di atas kayu salib, kalau dosa itu tidak diserap kepada tubuh Yesus, maka kitalah yang kena kutuk.

 

Jadi yang diajarkan oleh Ribka kepada Yakub adalah Kasih Golgota sehingga anak yang dikasihi memperoleh pengertian yang benar dari kasih (salib) di Golgota.

Hai ibu-ibu kasihlah kepada anak mu, jangan turuti keinginan daging anak mu.

 

Kejadian 27:13

(27:13) Tetapi ibunya berkata kepadanya: "Akulah yang menanggung kutuk itu, anakku; dengarkan saja perkataanku, pergilah ambil kambing-kambing itu."

 

Yang terpenting untuk menjadi keturunan Ilahi, dari benih Ilahi; adalah dengar-dengaran saja, tidak usah diolah dengan logika daging manusia. Tidak usah diolah dengan otak, yang terpenting dengar-dengaran saja. Hari ini mungkin sepertinya sepi, berkat jauh, dengar-dengaran saja, nanti TUHAN ambil alih, TUHAN pelihara dan berkati secara ajaib. Yang terpenting dengar-dengaran saja untuk mencapai berkat dari hak kesulungan.

 

Coba saudara renungkan (Kejadian 27:28-29), berapa banyak itu berkatnya, semua itu kita butuhkan, dan berkat inilah yang membela kita ke depan, tetapi bayar harga dulu; dan menjadi pribadi yang dengar-dengaran.

 

Inilah dua ciri daripada benih dari keturunan ilahi; itulah Yakub:

-            Mendapatkan hak kesulungan.

-            Diberkati.

 

Kejadian 27:30-31

(27:30) Setelah Ishak selesai memberkati Yakub, dan baru saja Yakub keluar meninggalkan Ishak, ayahnya, pulanglah Esau, kakaknya, dari berburu. (27:31) Ia juga menyediakan makanan yang enak, lalu membawanya kepada ayahnya. Katanya kepada ayahnya: "Bapa, bangunlah dan makan daging buruan masakan anakmu, agar engkau memberkati aku." (27:32) Tetapi kata Ishak, ayahnya, kepadanya: "Siapakah engkau ini?" Sahutnya: "Akulah anakmu, anak sulungmu, Esau." (27:33) Lalu terkejutlah Ishak dengan sangat serta berkata: "Siapakah gerangan dia, yang memburu binatang itu dan yang telah membawanya kepadaku? Aku telah memakan semuanya, sebelum engkau datang, dan telah memberkati dia; dan dia akan tetap orang yang diberkati."

 

Kalau TUHAN memberkati Yakub (Israel), satu kali untuk selama-lamanya, tidak akan pernah dicabut. Hak kesulungan kepada Israel tidak akan pernah dicabut.

Itulah enaknya menjadi anak sulung; melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN, tekun 3 (tiga) macam ibadah pokok, itulah anak sulung, mendapat berkat dari hak kesulungan. Sekali diberkati tetap untuk selama-lamanya, tidak akan pernah dicabut.

Itulah berkat yang kita terima di ujung tahun ini, untuk mempersiapkan kita di tahun yang baru, supaya kita lebih hebat lagi sesuai dengan hebatnya TUHAN di sorga, bukan dengan hebatnya dari padang dunia. Kebanggaan kita, bukan lagi kebanggaan duniawi, kebanggaan kita adalah kebanggaan yang datang dari Sorga.

 

Kejadian 27:34-40

(27:34) Sesudah Esau mendengar perkataan ayahnya itu, meraung-raunglah ia dengan sangat keras dalam kepedihan hatinya serta berkata kepada ayahnya: "Berkatilah aku ini juga, ya bapa!" (27:35) Jawab ayahnya: "Adikmu telah datang dengan tipu daya dan telah merampas berkat yang untukmu itu." (27:36) Kata Esau: "Bukankah tepat namanya Yakub, karena ia telah dua kali menipu aku. Hak kesulunganku telah dirampasnya, dan sekarang dirampasnya pula berkat yang untukku." Lalu katanya: "Apakah bapa tidak mempunyai berkat lain bagiku?" (27:37) Lalu Ishak menjawab Esau, katanya: "Sesungguhnya telah kuangkat dia menjadi tuan atas engkau, dan segala saudaranya telah kuberikan kepadanya menjadi hambanya, dan telah kubekali dia dengan gandum dan anggur; maka kepadamu, apa lagi yang dapat kuperbuat, ya anakku?" (27:38) Kata Esau kepada ayahnya: "Hanya berkat yang satu itukah ada padamu, ya bapa? Berkatilah aku ini juga, ya bapa!" Dan dengan suara keras menangislah Esau. (27:39) Lalu Ishak, ayahnya, menjawabnya: "Sesungguhnya tempat kediamanmu akan jauh dari tanah-tanah gemuk di bumi dan jauh dari embun dari langit di atas. (27:40) Engkau akan hidup dari pedangmu dan engkau akan menjadi hamba adikmu. Tetapi akan terjadi kelak, apabila engkau berusaha sungguh-sungguh, maka engkau akan melemparkan kuk itu dari tengkukmu."

 

Perhatikanlah apa yang dikehendaki oleh nikah? Hanya satu; itulah keturunan ilahi.

Bukan soal diberkati, berhasil, jadi manijer dan seterusnya.

Ayo orang tua kasihlah kepada anak, jangan turuti keinginan daging anak, seperti TUHAN mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau. Amin.

 

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

 

Pemberita Firman:

Gembala sidang; Pdt. Daniel U. sitohang

 

 

No comments:

Post a Comment