KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Friday, January 30, 2026

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 08 JANUARI 2026



IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 08 JANUARI 2026

 

KITAB MALEAKHI 2:15

(Seri: 23)

 

Subtema: DIPERANAKKAN MENURUT JANJI

 

Shalom.

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya sekaliannya kita dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus sehingga kita layak untuk beribadah dan melayani kepada Dia lewat Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci. Segala puji, hormat, kemuliaan hanya bagi Dia dari sekarang sampai selama-lamanya.

 

Saya juga tidak lupa untuk menyapa anak-anak TUHAN, umat tebusan TUHAN, yang turut bergabung lewat online / live streaming atau video internet, baik dari Youtube maupun dari Facebook atau media sosial lainnya yang dapat digunakan atau diakses.

Selanjutnya damai sejahtera dari Sorga nanti memberikan sukacita dan bahagia saat kita duduk diam menikmati sabda ALLAH.

 

Secepatnya kita memperhatikan Firman Penggembalaan dari STUDY MALEAKHI sebagai Firman Penggembalaan Ibadah Pendalaman Alkitab disertai perjamuan suci. Namun, tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan dari TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.

 

Maleakhi 2:15

(2:15) Bukankah ALLAH yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.

 

“Apakah yang dikehendaki kesatuan itu?”

Kata “kesatuan” berarti berbicara tentang NIKAH dimana laki-laki dan perempuan sudah menjadi satu daging,

Kemudian, yang dikehendaki oleh kesatuan (nikah) adalah KETURUNAN ILAHI.

 

Kejadian 15:1-3 -- Perikop: “Perjanjian ALLAH dengan Abram; janji tentang keturunannya.”

(15:1) Kemudian datanglah Firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar." (15:2) Abram menjawab: "Ya TUHAN ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu." (15:3) Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku."

 

Dalam suatu penglihatan TUHAN berkata kepada Abram:

-          “Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu.”

-          “Upahmu akan sangat besar.”

TUHAN mengatakan hal itu karena Abram berada dalam kegelisahan disertai dengan kecemasan yang sangat besar, sebab Abram belum diberikan anak atau keturunan yang menjadi ahli warisnya.

 

Sebenarnya, kecemasan dari Abram ini cukup beralasan, sebab setiap orang rindu untuk menjadi ahli waris kerajaan Sorga. Sedangkan yang menjadi ahli waris Kerajaan Sorga adalah keturunan Ilahi, bukan manusia daging.

Saya rindu supaya baik saya maupun kita semua yang hadir secara khusus malam ini, kelak menjadi keturunan Ilahi, menjadi ahli waris Kerajaan Sorga. Itulah yang menjadi buah pemikiran yang terbesar, sedangkan soal makan, minum, dan soal apa yang kita pakai tidak akan merisaukan hati kita.

 

Kejadian 15:4-5

(15:4) Tetapi datanglah Firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu." (15:5) Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berFirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka Firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."

 

Inti ayat 4: TUHAN menjanjikan keturunan / anak kepada Abraham yang menjadi ahli warisnya. Itu sebabnya pada ayat 1, TUHAN berkata: “Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu.”

Inti ayat 5: TUHAN memberitahukan jumlah keturunan Abraham sama seperti bintang-bintang di langit. Itu sebabnya pada ayat 2, TUHAN berkata: “Upahmu akan sangat besar.”

Biarlah kiranya kita juga mendapat upah yang besar sama seperti upah yang diterima oleh Abraham, yaitu menjadi ahli waris kerajaan Sorga, berarti kita adalah keturunan Ilahi = Menjadi manusia rohani dan bukan manusia yang bertabiatkan daging.

 

Pada akhirnya TUHAN mengaruniakan 8 (delapan) orang anak kepada Abraham yang dilahirkan oleh 3 (tiga) rahim perempuan, dengan rincian sebagai berikut:

-          1 (satu) orang anak laki-laki lahir dari rahim Hagar (Kejadian 16:15-16).

-          1 (satu) orang anak laki-laki lahir dari rahim Sara (Kejadian 21:1-3).

-          6 (enam) orang anak lahir dari rahim Ketura (Kejadian 25:1-2).

Namun, tidak semua anak Abraham menjadi keturunan Ilahi sekalipun anak-anaknya itu adalah darah daging Abraham sendiri.

 

Kejadian 21:10-11 -- Perikop: “Abraham mengusir Hagar dan Ismael.”

(21:10) Berkatalah Sara kepada Abraham: "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak." (21:11) Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu.

 

Sara meminta supaya Abraham mengusir hamba perempuan itu beserta anaknya. Hal itu menyebalkan hati Abraham karena anak yang dilahirkan oleh Hagar adalah anak kandung Abraham.

 

Sepintas, nampaknya Sara seperti perempuan bengis, kejam, tidak punya perasaan, tidak berperikemanusiaan. Tetapi apakah itu benar?

 

Kejadian 21:12

(21:12) Tetapi ALLAH berFirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.

 

Firman TUHAN kepada Abraham:

-          Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu.

-          Engkau harus mendengarkan perkataan Sara.

Pendeknya, apa yang diperkatakan oleh Sara itu berasal dari ALLAH (kebenaran dari Sorga).

Ternyata Sara bukan perempuan kejam dan bengis, tetapi ia mengerti rencana TUHAN di dalam hidupnya. Oleh sebab itu, suka atau tidak suka, enak atau tidak enak, Abraham harus tunduk dan pasrah untuk taat sepenuhnya kepada Firman ALLAH. Sebab,  yang akan disebut keturunan Abraham adalah yang berasal dari Ishak yang lahir dari rahim Sara.

 

Hal ini diperjelas lagi oleh rasul Paulus kepada jemaat di Roma dalam pengurapan yang penuh.

Roma 9:3-5

(9:3) Bahkan, aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani. (9:4) Sebab mereka adalah orang Israel, mereka telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah, dan janji-janji. (9:5) Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah ALLAH yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!

 

Israel secara jasmani telah diangkat menjadi anak ALLAH dari antara bangsa-bangsa di bumi.

Tanda menjadi anak ALLAH:

-          Menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah, dan janji-janji.

Firman ALLAH dinyatakan kepada kita semua dalam setiap pertemuan-pertemuan ibadah. Kemudian, di dalam Firman ALLAH mengandung janji-janji; di situ janji ALLAH dinyatakan. Oleh sebab itu, jangan menganggap rendah Firman ALLAH yang disampaikan, karena di dalamnya terkandung janji-janji ALLAH (dari Sorga) kepada kita semua.

-          Menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia.

Perlu untuk diketahui: Mesias melebihi segala sesuatu yang ada di bumi ini dan Ia adalah ALLAH yang harus dipuji untuk selama-lamanya. Berarti kalau jauh dari ibadah bukan anak ALLAH. Kemudian, kalau di dalam dirinya tidak lahir Mesias, ia bukan anak ALLAH. Tetapi yang saya tahu, Mesias pasti dilahirkan bila hubungan kita terjalin dengan erat dengan TUHAN, itulah yang disebut hubungan intim seperti Mempelai Perempuan TUHAN yang membangun hubungan intimnya dimulai dari Wahyu 8 sampai dengan Wahyu 12. Kemudian, pada Wahyu 12 buah dari hubungan intim adalah mempelai perempuan melahirkan anak Laki-Laki.

 

Roma 9:6-7

(9:6) Akan tetapi Firman ALLAH tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel, (9:7) dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: "Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu."

 

Tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi yang berasal dari Ishak yang disebut keturunan Abraham (keturunan Ilahi). Berarti, satu anak yang lahir dari rahim Hagar dan enam anak yang lahir dari rahim Ketura tidak disebut keturunan Ilahi.

 

Roma 9:8

(9:8) Artinya: bukan anak-anak menurut daging adalah anak-anak ALLAH, tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang benar.

 

Yang disebut keturunan yang benar (keturunan ilahi) bukan anak-anak menurut daging, tetapi anak-anak perjanjian itulah ISHAK.

 

Galatia 4:22 -- Perikop: “Hagar dan Sara.”

(4:22) Bukankah ada tertulis, bahwa Abraham mempunyai dua anak, seorang dari perempuan yang menjadi hambanya dan seorang dari perempuan yang merdeka?

 

Ada tertulis Abraham mempunyai 2 (dua) orang anak:

-          Seorang dari perempuan yang menjadi hambanya.

-          Seorang dari perempuan yang merdeka.

Hal ini dinyatakan setelah Ishak dikorbankan sebagai korban bakaran kepada TUHAN, sesudah itu Sara mati. Selanjutnya pada Kejadian 25, barulah Abraham mengambil isteri yang ketiga itulah Ketura. Jadi, apa yang diajarkan Rasul Paulus kepada jemaat di Galatia tidak bertolak belakang dengan Firman ALLAH.

 

Galatia 4:23-26

(4:23) Tetapi anak dari perempuan yang menjadi hambanya itu diperanakkan menurut daging dan anak dari perempuan yang merdeka itu oleh karena janji. (4:24) Ini adalah suatu kiasan. Sebab kedua perempuan itu adalah dua ketentuan ALLAH: yang satu berasal dari gunung Sinai dan melahirkan anak-anak perhambaan, itulah Hagar -- (4:25) Hagar ialah gunung Sinai di tanah Arab -- dan ia sama dengan Yerusalem yang sekarang, karena ia hidup dalam perhambaan dengan anak-anaknya. (4:26) Tetapi Yerusalem sorgawi adalah perempuan yang merdeka, dan ialah ibu kita.

 

Abraham mempunyai dua orang anak laki-laki yaitu: ISMAEL dan ISHAK.

YANG PERTAMA: Seorang lahir dari PEREMPUAN HAMBA, itu adalah Ismael dan Ismael diperanakkan menurut daging.

 

Mari kita lihat PERBUATAN DAGING.

Galatia 5:19-21

(5:19) Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, (5:20) penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, (5:21) kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu -- seperti yang telah kubuat dahulu -- bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan ALLAH.

 

Terdapat 15 tabiat daging, antara lain; (1) percabulan, (2) kecemaran, (3) hawa nafsu, (4) penyembahan berhala, (5) sihir, (6) perseteruan, (7) perselisihan, (8) iri hati, (9) amarah, (10) kepentingan diri sendiri, (11) percideraan, (12) roh pemecah, (13) kedengkian, (14) kemabukan, (15) pesta pora . Kemudian, mereka yang hidup menurut daging tidak layak mewarisi Kerajaan Sorga.

Singkat kata, Ismael tidak layak masuk dalam kerajaan Sorga, karena dia DILAHIRKAN MENURUT DAGING bukan janji.

Itu sebabnya, di dalam Roma 9:8 dikatakan: “... bukan anak-anak menurut daging adalah anak-anak ALLAH ...”

 

CIRI-CIRI MANUSIA DAGING:

Kejadian 16:1-4 -- Perikop: "Hagar dan Ismael"

(16:1) Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya. (16:2) Berkatalah Sarai kepada Abram: "Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak." Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai. (16:3) Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, -- yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan --, lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya. (16:4) Abram menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu. Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya itu.

 

Ismael dilahirkan menurut DAGING, bukan menurut apa yang dijanjikan oleh ALLAH, karena Sara yang memberikan Hagar kepada Abraham supaya Abraham mempunyai keturunan.

 

Kejadian 16:4B

(16:4) Abram menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu. Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya itu.

 

Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, sedangkan Sara mandul, maka Hagar lupa daratan, sebab pada akhirnya Hagar memandang rendah Sara. Memandang rendah Sara = Memandang rendah hal-hal yang rohani yaitu; Yerusalem Sorgawi itulah ibadah dan pelayanan ... Galatia 4:26.

 

Memandang rendah Sara atau memandang rendah hal-hal yang rohani, maka menunjukkan bahwa Hagar adalah MANUSIA LAHIRIAH.  Berbeda dengan manusia rohani, setiap Firman yang disampaikan pasti dicatat dengan rapi, sebab ia membutuhkan Yerusalem Sorgawi dengan segala sesuatu yang ada di dalamnya.

Jadi, dalam hal mendengar Firman TUHAN harus diperhatikan, yaitu tulis dengan rapi, karena kita manusia rohani / keturunan Ilahi.

 

Matius 15:7-9

(15:7) Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu: (15:8) Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. (15:9) Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."

 

ORANG-ORANG MUNAFIK menjalankan ibadah secara lahiriah / ibadah Taurat, dengan bukti: Mulut memuliakan TUHAN tetapi hati jauh dari setiap Firman yang disampaikan, bagaikan mempersembahkan tubuh jasmani kepada TUHAN, namun manusia batiniah / hatinya tidak dipersembahkan kepada TUHAN.

Yang menjalankan ibadah Taurat itu adalah orang-orang munafik. Munafik = Di luar dan di dalam tidak sama; di luar terlihat baik namun di dalam  tidak.

 

Matius 15:11

(15:11) "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang."

 

Dampak negatif menjalankan ibadah Taurat: Hidup dalam KENAJISAN PERCABULAN, sama seperti Esau yang menjual hak kesulungan demi sepiring makanan, sama artinya menjual yang rohani demi yang lahiriah.

Banyak orang Kristen dikuasai oleh kenajisan percabulan, dia berani meninggalkan ibadah dan pelayanan untuk aktivitas seperti bisnis, pekerjaan, usaha, dan seterusnya. Inilah dampak negatif menjalankan ibadah Taurat.

 

Oleh sebab itu, berjanjilah kepada TUHAN, di tahun yang baru ini kita harus merombak besar-besaran pola ibadah yang lama dan  tidak lagi menjalan ibadah secara Taurat, tetapi menjalankan ibadah dengan sungguh-sungguh, supaya hidup kita tidak sama seperti tahun-tahun yang lalu. Sekarang ini kita sudah berada pada wadah yang baru dan tentu di dalamnya harus diletakkan barang-barang yang baru, perkara-perkara yang baru yang sudah diubahkan oleh TUHAN, yang sudah dibaharui dari sehari ke sehari lewat penyucian air dan Firman yang limpah itu.

 

Galatia 4:24-25

(4:24) Ini adalah suatu kiasan. Sebab kedua perempuan itu adalah dua ketentuan ALLAH: yang satu berasal dari gunung Sinai dan melahirkan anak-anak perhambaan, itulah Hagar -- (4:25) Hagar ialah gunung Sinai di tanah Arab -- dan ia sama dengan Yerusalem yang sekarang, karena ia hidup dalam perhambaan dengan anak-anaknya.

 

Penyebab menjalankan ibadah dan pelayanan secara lahiriah:  Karena ia hidup di dalam perhambaan, lebih tepatnya adalah karena ia HAMBA DOSA. Andaikata seseorang bukan hamba dosa maka dia tidak akan menjalankan ibadah secara Taurat (ibadah lahiriah).

Jadi, kalau seseorang menjalankan ibadah secara lahiriah menunjukkan bahwa dia adalah hamba dosa.

 

Ayat referensi:

Roma 6:17-20

(6:17) Tetapi syukurlah kepada ALLAH! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu. (6:19) Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan. (6:20) Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran. (6:21) Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang, karena kesudahan semuanya itu ialah kematian. (6:22) Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba ALLAH, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.

 

Dahulu kita hamba dosa namun sekarang tidak lagi karena kita mau disucikan oleh Firman ALLAH yang kita terima dalam setiap pertemuan-pertemuan ibadah kita.

Jika seseorang menjadi hamba dosa maka ia akan taat kepada dosa itu, kemudian upah dosa adalah maut, dan itulah yang membawa dia kepada KEMATIAN. Namun sebaliknya, apabila seseorang adalah hamba kebenaran maka itulah yang akan membawa dia kepada pengudusan untuk selanjutnya DIPERMULIAKAN (hidup kekal).

 

Abraham mempunyai dua orang anak laki-laki yaitu: ISMAEL dan ISHAK.

YANG KEDUA: Seorang lagi diperanakkan oleh perempuan merdeka itulah ISHAK, yang diperanakkan menurut janji.

Kisah tersebut dituliskan dalam Kejadian 15, 16, 21, dan seterusnya.

 

Galatia 4:23

(4:23) Tetapi anak dari perempuan yang menjadi hambanya itu diperanakkan menurut daging dan anak dari perempuan yang merdeka itu oleh karena janji.

 

Pada ayat ini kita menemukan kata MERDEKA dan JANJI.

-          Kata “merdekaà Roh ALLAH yang suci, karena Roh ALLAH membebaskan dan memerdekakan kita dari hukum dosa dan hukum maut. Ayat referensi: Roma 8:1-2.

-          Kata “janjià Roh ALLAH yang suci.

 

Yohanes 14:16-17 -- Perikop: “Yesus menjanjikan penghibur.”

(14:16) Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, (14:17) yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.

 

TUHAN Yesus menjanjikan Penolong yang lain yaitu: Roh ALLAH yang suci atau Roh Kebenaran.

Fungsi Roh ALLAH: Menyertai anak-anak ALLAH / keturunan ilahi sampai selama-lamanya.

Jadi:

-          Ibadah dan pelayanan menjadi benar, bila Roh ALLAH menyertai.

-          Hidup nikah menjadi suci dan benar, bila Roh ALLAH menyertai.

-          Berbisnis, bekerja, kegiatan-kegiatan di bumi, bersekolah, kuliah jadi benar, bila Roh ALLAH menyertai.

Semua kegiatan / aktivitas akan jadi benar jika Roh ALLAH yang suci menyertai kita senantiasa.

 

Inilah anak janji yang disebut keturunan Ilahi itulah ISHAK, yang lahir dari perempuan yang merdeka. Baik kata “merdeka” maupun kata “janji” keduanya merujuk kepada ROH ALLAH YANG SUCI. Jadi, anak janji itu lahir dari perempuan merdeka.

Berbahagialah anak-anak jika ibunya penuh dengan Roh ALLAH yang suci, berbahagialah seluruh sidang jemaat apabila gembala sidang penuh dengan Roh ALLAH yang suci sehingga dalam urapan dapat; menceritakan segala sesuatu yang didapat dari ALLAH, menceritakan segala isi hati TUHAN, segala perkara-perkara yang tersembunyi dapat disampaikan oleh seorang ibu kepada anak-anak rohaninya. Tetapi betapa malangnya seorang anak jika ibunya tidak penuh dengan Roh ALLAH yang suci. Ibu -> Gembala Sidang.

Penuh dengan Roh ALLAH yang suci bukan dilihat dari kata-kata yang banyak dan yang berulang-ulang berkata “sikaraba-sikaraba” karena menurut keinginan daging.

 

Saya rindu kita semua menjadi ahli waris kerajaan Sorga, karena yang menjadi ahli waris Kerajaan Sorga adalah keturunan Ilahi bukan manusia daging. Sebab, manusia daging tidak dapat menjadi ahli waris.

Biarlah kiranya Roh ALLAH yang suci tetap berkuasa dan mengendalikan segenap hidup kita, antara lain:

-          Hati, pikiran, dan perasaan.

-          Tubuh, jiwa, dan Roh.

 

Yohanes 14:25-26

(14:25) Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; (14:26) tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

 

Roh ALLAH yang suci juga mengajar kita tentang segala sesuatu dan ajarannya itu benar, tidak dusta.

Kehidupan yang diurapi oleh Roh ALLAH yang suci tidak perlu diajar untuk melakukan yang benar, yang suci, karena urapan atau Roh Suci akan mengajar tentang segala sesuatu dan ajarannya itu benar, tidak dusta (1 Yohanes 2:27).

Oleh sebab itu, saya katakan di atas, bahwa ibadah dan pelayanan akan menjadi benar apabila dipimpin oleh Roh ALLAH yang suci.

 

Kemudian, Roh ALLAH yang suci juga berfungsi mengingatkan kita kepada Firman ALLAH yang disampaikan TUHAN Yesus Kristus kepada murid-murid.

Jika seseorang dengan mudah melupakan Firman ALLAH itu karena dia tidak penuh dengan Roh ALLAH yang suci, dia bukan keturunan Ilahi melainkan manusia daging, hari ini mendengar Firman namun besok bisa lupa karena kembali kepada tabiat daging. Andaikata jika seorang penuh dengan Roh ALLAH yang suci, maka Firman ALLAH yang didengar tidak akan dilupakan melainkan dia akan terus mengingat bahkan sampai kembali ke rumah, contohnya: Seorang imam akan melatih karunia yang dia miliki, misalnya; seorang singer akan memperkaya dirinya dengan puji-pujian, pemain musik akan berlatih terus, pemimpin pujian akan memperkaya dirinya dengan lagu rohani, multimedia akan melatih dirinya menggunakan perangkat yang dipakai dalam melayani TUHAN, dan seterusnya.

 

Ciri-ciri manusia Roh:

Kejadian 21:9

(21:9) Pada waktu itu Sara melihat, bahwa anak yang dilahirkan Hagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, sedang main dengan Ishak, anaknya sendiri.

 

Anak-anak yang dilahirkan Hagar (perempuan hamba) sedang main dengan Ishak.

Kata “main” ada kaitannya dengan KETIDAKBENARAN. Contoh: Main-main = Tidak serius.

 

Galatia 4:29

(4:29) Tetapi seperti dahulu, dia, yang diperanakkan menurut daging, menganiaya yang diperanakkan menurut Roh, demikian juga sekarang ini.

 

Yang diperanakkan menurut daging (anak perempuan hamba) menganiaya yang diperanakkan menurut Roh (anak perempuan merdeka). Kata lainnya adalah manusia daging menganiaya manusia Roh. Hal itu juga berlaku sampai akhir zaman.

Intinya:

-          Manusia Roh mengalami aniaya karena Firman ALLAH.

-          Manusia Roh menderita sengsara karena salib Kristus, bukan karena dosa, kesalahan, pelanggaran.

Maka, manusia Roh di tengah ibadah pelayanannya senantiasa sangkal diri, pikul salib, sampai berdarah-darah itulah aniaya karena Firman dan sengsara karena salib, hal itu berlaku sampai akhir zaman, pada saat Yesus datang untuk kedua kalinya.

Oleh sebab itu, tidak perlu kaget dan  tidak perlu terkejut bilamana di tengah ibadah pelayanan ini kita harus mengalami sengsara, sebab itu adalah aniaya karena Firman dan sengsara karena salib. Itulah ciri dari manusia Roh.

 

Ibrani 11:17

(11:17) Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal,

 

Abraham mempersembahkan Ishak anak tunggal yang dikasihinya kepada TUHAN sebagai korban bakaran kepada TUHAN.

KORBAN BAKARAN, berarti seluruh daging binatang tersebut terbakar dan hangus à Kasih ALLAH.

Sementara, kasih ALLAH berbicara tentang penyerahan diri sepenuhnya untuk taat kepada kehendak ALLAH, sebagaimana yang tertulis dalam Yohanes 2:17: “... Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.”

 

Terkait dengan ciri-ciri manusia Roh, kita akan melihat satu kisah di dalam...

Matius 21:33A -- Perikop: "Perumpamaan tentang penggarap-penggarap kebun anggur"

(21:33) "Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.

 

Tuan tanah membuka kebun anggur, lalu memagari sekelilingnya.

Pemilik kebun anggur adalah ALLAH sendiri, sementara pokok anggur adalah Yesus Kristus. Sedangkan, kita adalah ranting-ranting-Nya, dan ranting-ranting akan menghasilkan buah anggur yang manis apabila melekat pada pokok anggur yang benar, itulah Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.

Singkat kata, saat ini kita ada di tengah ibadah dan pelayanan itulah kebun anggur ALLAH.

 

Matius 21:33B

(21:33) "Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.

 

Nampak 2 (dua) hal:

Yang pertama: Menggali lobang tempat memeras anggur.

Hal ini berbicara tentang sengsara derita dan pengalaman kematian Yesus di atas kayu salib. Yesus telah mengalami pemerasan, dan Ia harus mengalami sengsara di atas kayu salib.

 

Dalam susunan Tabernakel terkena kepada 2 alat yang ada di Halaman:

1.       Mezbah Korban bakaran à Pertobatan.

Mezbah Korban Bakaran berbicara tentang salib di Golgota

2.       Kolam Pembasuhan, berbicara tentang baptisan air à Pengalaman kematian dan kebangkitan TUHAN Yesus Kristus.

Sedangkan, Halaman itu berbicara tentang DAERAH PEMBENARAN. Namun, kita tidak cukup hanya sampai berada di Halaman.

 

Yang kedua: Mendirikan menara jaga.

Dalam susunan Tabernakel terkena kepada Mezbah Dupa yang berada dalam Ruangan Suci.

Mezbah Dupa à Doa penyembahan = Berjaga-jaga.

Berarti, dari sini kita melihat, mau tidak mau, kita harus tekun dalam tiga macam ibadah pokok, sehingga Imam Besar Agung memimpin ibadah-ibadah di bumi sampai kepada tingkat ibadah tertinggi yaitu doa penyembahan.

Itu sebabnya, tuan tanah membuka kebun anggur, lalu memagari sekelilingnya. Berarti, TUHAN menjaga kita kalau senantiasa ada di kebun anggur ALLAH, tekun dalam tiga macam ibadah pokok, apalagi jika ibadah itu memuncak sampai doa penyembahan. Maka, tidak sia-sia kita menjalankan tiga macam ibadah pokok ini, sebab TUHAN mau menjaga dan memperhatikan kita sekaliannya.

 

Matius 21:33-37

(21:33) "Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain. (21:34) Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya. (21:35) Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu. (21:36) Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi mereka pun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka. (21:37) Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani.

 

Selanjutnya kebun anggur disewakan kepada penggarap-penggarap. Lalu ketika tiba musim menuai, pemilik kebun anggur itu menyuruh kepada hamba-hambanya untuk mengambil hasil tuaian dari penggarap-penggarap. Namun, penggarap-penggarap ini:

-          Memukul.

-          Membunuh.

-          Melempari yang lain dengan batu

Demikian juga hamba-hamba kedua yang diutus juga diperlakukan sama. Hingga anak pemilik anggur diutus, karena pemilik anggur berpikir bahwa penggarap-penggarap kebun anggur akan menyegani anaknya itu.

TUHAN Yesus Kristus adalah Anak ALLAH, sedangkan kebun anggur adalah milik ALLAH, dan Yesus Kristus telah diutus ke dunia ini oleh ALLAH. Jadi, Yesus datang ke dunia ini bukan karena kehendak-Nya namun karena kehendak ALLAH.

 

Matius 21:38-39

(21:38) Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita. (21:39) Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya.

 

Yesus datang ke dunia ini bukan karena kehendak-Nya, melainkan karena kehendak ALLAH Bapa di Sorga. Lalu, Dia menderita dan mati di atas kayu salib di bukit Golgota, di luar kota.

Yesus Kristus adalah keturunan dari Ishak, berarti keturunan Ilahi.

 

Inilah yang dialami manusia Roh yaitu dianiaya oleh manusia daging (penggarap-penggarap kebun anggur). Jadi, kita datang beribadah dan melayani disertai dengan pikul salib sampai berdarah-darah, karena kita adalah ahli waris Kerajaan Sorga dan kita sudah melihatnya apa yang kita  kerjakan di tengah ibadah pelayanan, yaitu selain menderita dan mengalami sengsara di atas kayu salib, selanjutnya tekun dalam tiga macam ibadah pokok, dan lewat tekun tiga macam ibadah pokok Imam Besar Agung memimpin ibadah kita sampai kepada puncak ibadah itulah DOA PENYEMBAHAN.

Namun, perlu diingat: Ciri dari manusia Roh adalah memikul salib di tengah ibadah dan pelayanan karena kita adalah keturunan Ilahi. Jadi, kita harus tahu kita adalah manusia daging atau keturunan Ilahi. Jika kita keturunan Ilahi maka kita adalah ahli waris, dan jika ahli waris kita harus sangkal diri dan pikul salib bahkan sampai berdarah-darah, sampai mati disitu.

TUHAN rindu supaya kita menjadi keturunan Ilahi, ahli waris Kerajaan Sorga.

 

Jika TUHAN berbicara sedemikian rupa bukanlah suatu kebetulan tetapi TUHAN sedang memperbaiki kehidupan kita masing-masing.

 

Matius 21:42

(21:42) Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak TUHAN, suatu perbuatan ajaib di mata kita.

 

Ketika kita menyangkal diri dan memikul salib di tengah ibadah pelayanan, sampai berdarah-darah, bahkan sampai mati disitu, itu adalah LANDASAN HIDUP (batu penjuru) dan DASAR BANGUNAN sehingga menjadi bangunan yang kokoh di hadapan TUHAN dan alam maut tidak menguasai.

 

Oleh sebab itu, jangan menjalankan ibadah secara lahiriah, jangan seperti gereja Hagar yang menjalankan ibadah lahiriah karena dia adalah perempuan hamba atau hambanya dosa.

 

Matius 21:44

(21:44) [Dan barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk.]"

 

Lebih baik kita menjatuhkan diri kepada batu penjuru, dari pada batu itu menimpa kita habis-habisan.

Itulah keturunan Ilahi, itulah keturunan Ishak.

 

Ibrani 11:20

(11:20) Karena iman maka Ishak, sambil memandang jauh ke depan, memberikan berkatnya kepada Yakub dan Esau.

 

Ibadah pelayanan disertai sangkal diri, pikul salib, sampai berdarah-darah menunjukkan bahwa kita memiliki mata iman itulah pandangan nubuatan, berarti memandang jauh ke depan dan tidak berpikir pendek.

Yang dipikirkan jauh ke depan tertulis dalam 2 Korintus 4:17-18, Paulus mengatakan: “Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.”

 

Jadi, Ishak tidak asal hidup, namun banyak orang yang asal hidup yaitu bekerja, pulang, lalu makan, dan tidur. Puji TUHAN apabila TUHAN memberikan pekerjaan, bisnis, dan lainnya, namun tidak boleh berhenti sampai disitu melainkan harus menjalankan ibadah dan pelayanan disertai dengan Roh ALLAH yang suci, tandanya sangkal diri, pikul salib, sampai berdarah-darah. Inilah Ishak, keturunan Ilahi yang berhak mewarisi Kerajaan Sorga. Amin.

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

 

No comments:

Post a Comment