KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Thursday, February 12, 2026

IBADAH RAYA MINGGU, 01 FEBRUARI 2026

 


IBADAH RAYA MINGGU, 01 FEBRUARI 2026

 

KITAB WAHYU

WAHYU 19:13

(SERI 1)

 

Subtema: PENYEMBAHAN MELENYAPKAN KEMUSTAHILAN

 

Shalom. Selamat malam, salam sejahtera bagi kita semua. Oleh karena kasih-Nya yang yang besar, kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus, sehingga kita boleh datang menghadap kepada Tuhan lewat Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian Roh.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, umat ketebusan Tuhan yang turut bergabung lewat online, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, dimanapun saudara berada. Selanjutnya, harapan kami dari tempat ini, kiranya damai sejahtera dari Sorga berkuasa di hati kita, sehingga kita dapat menikmati Sabda Allah, menikmati segala kemurahan dan pertolongannya yang disertai dengan berkat-berkat dari Sorga.

 

Selanjutnya, marilah kita sambut KITAB WAHYU sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu. Kita sudah diberkati oleh Tuhan dalam Wahyu 19:11-12. Dan sekarang kita sudah berada pada Wahyu 19:13, jelas itu karena kemurahan Tuhan. Namun tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan Tuhan, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.

 

Wahyu 19:13

(19:13) Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah."

 

Ayat ini mengatakan: Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah.

Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa Ia adalah Imam Besar Agung.

 

Adapun tugas pokok dari Imam Besar Agung adalah…

A.     Melayani, berdoa dan memperdamaikan dosa manusia.

-          Kita butuh pelayanan Imam Besar Agung supaya keadaan hidup, ibadah dan pelayanan, juga nikah dan rumah tangga kita semua baik-baik saja dihadapan Tuhan. Setiap orang yang menikmati pelayanan Imam Besar Agung, masing-masing saling merendahkan diri satu dengan yang lain.

-          Kita butuh doa syafaat dari Imam Besar Agung, untuk menghadapi kesulitan-kesulitan yang terjadi di atas muka bumi ini. Dan kita sudah melihat dengan mata kepala sendiri, keadaan dunia ini sudah tidak menentu, kacau balau, keadaan sudah semakin sulit. Bahkan alam saja sudah tidak bersahabat lagi dengan kita. Maka, untuk menghadapi pergumulan-pergumulan semacam ini, kita butuh doa Imam Besar Agung. Sampai nanti kita tertolong saat menghadapi pencobaan yang memuncak pada saat antikris menjadi raja, di situ kita butuh doa Imam Besar Agung. Jadi, kita tidak boleh menganggap enteng ibadah dan pelayanan ini.

-          Tugas Imam Besar Agung adalah untuk mengerjakan pekerjaan penebusan, berarti dosa diampuni. Kemudian, mengerjakan pekerjaan pendamaian atas dosa dunia, sehingga manusia dengan Allah berdamai -- kehidupan yang jauh menjadi dekat dengan Allah. Jadi Imam Besar Agung adalah Pengantara antara Allah dengan manusia.

Sebelum Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, hubungan mereka begitu intim dengan Tuhan. Tetapi, ketika mereka melanggar Firman Tuhan, mereka diusir dari taman Eden, bagaikan kita sekarang; dilempar ke dunia ini, sehingga, hubungan kita dengan Tuhan begitu jauh. Tetapi, oleh karena Imam Besar Agung mengerjakan pekerjaan pendamaian; memperdamaikan manusia dengan Allah, menjadi Pengantara antara Allah dengan manusia, kita sekarang menjadi dekat. Amin.

 

B.      Memimpin ibadah-ibadah di bumi ini sampai kepada 2 (dua) klimaks, yaitu;

1.       Menjadi mempelai Tuhan, itulah gereja Tuhan yang sempurna.

Inilah yang merupakan sasaran akhir dari perjalanan rohani gereja Tuhan di atas muka bumi ini; masuk dalam perjamuan malam pesta kawin Anak Domba.

2.       Hidup dalam doa penyembahan, yang disebut juga puncak ibadah.

 

Yang pasti, sebagai Imam Besar, Ia memakai jubah dan jubah itu telah dicelup dalam darah.

 

Adapun JUBAH IMAM BESAR, itu dibagi menjadi 3 (tiga) bagian. Semua itu ditulis dengan lengkap dalam Keluaran 28:1-43 sebagaimana perikopnya “Mengenai pakaian Imam”. Antara lain…

1.       Baju efod (Keluaran 28:6-14)

2.       Gamis baju efod berwarna biru (Keluaran 28:8)

3.       Kemeja beragi dari lenan halus (Keluaran 28:39)

 

Marilah kita membahas jubah Imam Besar ini, dimulai dari: BAJU EFOD.

Keluaran 28:6

(28:6) Baju efod itu harus dibuat mereka dari emas, kain ungu tua dan kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya: buatan seorang ahli.

 

Adapun baju efod dibuat dari:

1.       Emas

2.       Ungu tua (warna biru)

3.       Ungu muda (ungu)

4.       Kain kirmizi (warna merah / darah)

5.       Lenan halus (warna putih)



Sehingga, nampaklah empat warna utama 🡪 salib Kristus (Emas bukanlah warna).

-            Putih ada di atas, berbicara soal kemuliaan.

-            Kemudian, Yesus turun ke bumi, itulah warna merah.

-            Lalu di bumi Yesus tampil sebagai Raja, itulah warna ungu.

-            Kemudian, Yesus juga adalah hamba, itulah warna biru.

Dari empat warna itu akhirnya, nampaklah salib Kristus, salib di Golgota.

Singkat kata, seorang imam / hamba Tuhan / pelayan Tuhan, haruslah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsunya.

 

Kembali kita membaca…

Galatia 5:24

(5:24) Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

 

Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

Milik Kristus -> imam-imam / hamba-hamba TUHAN (ayat referensi: Keluaran 19:4-6, 1 Petrus 2:9)

 

Selanjutnya…

Matius 16:21-22 --- Perikop: “Pemberitahuan pertama tentang penderitaan Yesus dan syarat-syarat mengikuti Dia”

(16:21) Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. (16:22) Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."

 

Pada akhir pelayanan Yesus Kristus di atas muka bumi ini, Ia akan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat. Ia mati di atas kayu salib, tetapi bangkit pada hari yang ketiga.

Singkat kata, Yesus mengajarkan salib yang disebut dengan didikan salib kepada murid-murid. Supaya kelak, mereka menjadi hamba TUHAN yang kuat dan tangguh di tengah ibadah dan pelayanannya. Akan tetapi Petrus menolak ajaran salib, dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."

 

Saudara, mengikut TUHAN tanpa salib di tengah ibadah dan pelayanan adalah hal yang tidak mungkin (mustahil). Sebab tanpa salib Kristus semuanya sia-sia.

-          Ibadah tanpa salib, ibadah itu sia-sia.

-          Melayani di tengah ibadah tanpa salib, pelayanan itu sia-sia.

-          Mengikut TUHAN tanpa salib, pengikutan semacam ini sia-sia, tidak berarti.

Manusia menjadi suatu kehidupan yang berharga, jelas karena salib Kristus. Ibadah tanpa salib tidak mungkin berkenan kepada TUHAN.

 

Kita sudah melihat, jubah dari Imam Besar Agung terdiri dari tiga hal, yang pertama; baju edod.

Jadi, pakaian-Nya itu sedang memamerkan / menunjukkan / menampilkan keadaan sidang jemaat yang sedang memikul salib. Itu sebabnya, pada Matius 16:24 Yesus berkata: Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

-          Menyangkal dirinya berarti; menyangkali segala sesuatu yang ada di dalam dirinya termasuk kelebihan-kelebihan apapun bentuknya.

-          Memikul salibnya.

Jadi kebenaran harus dipikul. Aniaya karena Firman harus dipikul. Sengsara karena salib harus dipikul. Kalau kita diusik / difitnah / didzolimi; tanggung dan pikul saja. Jangan kita bertengkar atau membalas kejahatan dengan kejahatan.

-          Mengikut TUHAN berarti; jangan menyimpang ke kiri dan ke kanan = bersikap sama seperi laki - laki (1 Korintus 16:13). Jangan sampai; saat tidak enak, menyimpang ke kiri atau ke kanan, itu namanya hidup rohaninya tidak seperti laki-laki. Seperti apapun beratnya pengikutan kita kepada TUHAN, jangan menyimpang ke kiri dan ke kanan.

Kita memang harus mengikuti teladan yang ditinggalkan oleh Yesus, itulah tapak-tapak / jejak kaki Yesus yang berdarah. Meskipun harus berdarah-darah, tetaplah mengikut TUHAN, jangan menyimpang ke kiri dan ke kanan, supaya jangan sesat di jalan. Sehingga nanti, dimana TUHAN berada, di situ kita juga berada (Yohanes 12:26).

 

Jadi pendeknya, tanpa salib Yesus semuanya menjadi sia-sia. Mari kita lihat “contohnya.”

Matius 7:15 --- Perikop: “Hal Pengajaran yang sesat”

(7:15) "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.

 

Nabi-nabi palsu adalah serigala berbulu domba.

Kita lihat kegiatan mereka sebagai kepalsuan kepada TUHAN di tengah ibadah.

 

Matius 7:22-23

(7:22) Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? (7:23) Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

 

Di sini kita melihat, nabi-nabi palsu dan guru-guru palsu melakukan 3 (tiga) hal dan semuanya itu mereka lakukan “demi nama TUHAN.”

1.       Bernubuat, berati; menyampaikan Firman TUHAN bahkan menyampaikan segala sesuatu yang akan terjadi ke depan.

 

2.       Mengusir setan demi nama TUHAN, sehingga orang yang kerasukan setan dilepaskan.

Tetapi pada saat murid-murid kembali kepada Yesus…

Lukas 10:19-20

(10:19) Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. (10:20) Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."

 

TUHAN berkata kepada murid-murid: bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga. Salib di Golgota yang mendaftarkan nama kita di Sorga, tidak ada yang lain, bukan karena seorang hamba TUHAN dengan karunia yang ia miliki, teramat lebih dalam hal pengusiran setan. Hal itu tidak membuat nama jemaat terdaftar di Sorga. Saudara jangan keliru terhadap pengikutan kita kepada TUHAN. Itu sebabnya di atas tadi sudah saya katakan; ibadah tanpa salib adalah sia-sia (percuma).

 

Dalam nats lain dikatakan; namamu tertulis dalam kitab kehidupan Anak Domba yang telah disembelih (Wahyu 13:8). Jadi ada kata “penyembelihan”. Nama terdaftar di Sorga, ada kaitannya dengan kehidupan Anak Domba yang telah disembelih -- Yesus telah menderita sengsara dan mati di kayu salib.

Jadi, tidak mengapa kalau kita belajar merendahkan diri. Tidak perlu harus membalas kejahatan dengan kejahatan. Yang terpenting; nama kita tertulis dalam kitab kehidupan Anak Domba yang telah disembelih, nama kita didaftarkan di dalam kerajaan Sorga.

Saya berharap sepenuhnya kepada TUHAN supaya nama kita sekaliannya terdaftar di dalam kerajaan Sorga, nama kita tertulis dalam kitab kehidupan Anak Domba. Jadi, bukan soal karunia pengusiran setan.

 

3.       Mengadakan banyak mujizat.

 

Saudara, tidak dipungkiri, semua itu kita perlukan. Meskipun semua itu kita perlukan, namun ternyata karunia-karunia yang dimiliki oleh hamba TUHAN tidak sanggup untuk mendaftarkan nama kita di dalam kerajaan Sorga.

 

Nabi-nabi palsu melakukan semuanya itu demi nama Tuhan, bukan demi nama siapa-siapa. Mereka mengusir setan demi nama TUHAN. Mengadakan mujizat juga demi nama TUHAN. Kemudian, berkhotbah dimana-mana demi nama Yesus. Namun kenyataannya, pada hari TUHAN / kedatangan TUHAN pada kali kedua, Ia berterus terang dan berkata kepada mereka sebanyak 2 (dua) kali;

-          Aku tidak pernah mengenal kamu!

Perkataan ini jelas menunjukkan bahwa guru-guru palsu / nabi - nabi palsu menolak salib di Golgota. Kita dikenal dan nama terdaftar di Sorga, jelas semua itu karena salib.

-          Enyalah dari pada ku, kamu sekalian pembuat kejahatan.

Singkat kata, hamba TUHAN / pelayan TUHAN sibuk hanya untuk mengadakan 3 (tiga) perkara tersebut, tetapi mengabaikan didikan salib seperti Petrus, TUHAN akan berkata 2 (dua) hal tersebut.

 

Menolak salib = pembuat kejahatan. Kita bangga ketika ada mujizat, tetapi, kalau salib di tolak, hamba TUHAN ini adalah pembuat kejahatan, terlebih gembala sidang. Kalau seorang penginjil mengadakan penginjilan dimana-mana, lalu mengadakan pengusiran setan, itu dunianya. Tetapi, kalau seorang gembala sidang selalu sibuk mengadakan mujizat namun jemaat tidak dididik dengan salib = pembuat kejahatan.

Kalau dia adalah seorang gembala, maka ia harus melayani sesuai dengan karunianya yaitu; menggembalakan kawanan domba Allah; memberi makan dan minum kawanan domba Allah. Seperti ketika Yesus datang ke dunia, pertama-tama ada di kandang domba. Lalu ketika Yesus lahir, diletakkan dalam palungan -> Yesus adalah makanan dan minuman bagi domba-domba. Jadi, daging Yesus benar-benar makanan dan darah Yesus benar-benar minuman bagi kawanan domba.

 

Saudara, saya tidak mau kalau TUHAN pada akhirnya berkata kepada saya; Enyalah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan. Saat ini saya dan saudara ada di tengah suasana kerajaan Sorga secara rohani, tetapi kalau pada akhirnya diusir dari dalam kerajaan Sorga, saya tidak mau. Hanya karena mengabaikan salib di Golgota.

 

Matius 7:21

(7:21) Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

 

Bukan orang yang berseru kepada TUHAN atau telah melakukan 3 (tiga) hal di atas akan layak masuk dalam kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Allah Bapa di Sorga.

Perlu utnuk diketahui, Yesus datang ke dunia ini bukan karena kehendak-Nya. Tetapi Yesus datang ke dunia ini karena kehendak Allah Bapa.

 

Matius 26:39

(26:39) Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."

 

Yesus turun ke dunia, menderita dan mati di atas kayu salib, sesuai dengan kehendak Allah. Dan terhadap kehendak Allah Bapa, Ia berkata; Ya Bapaku. Jadi, cawan Allah adalah kehendak Bapa.

Kalau oleh karena karunia-karunia yang dimiliki oleh seorang hamba TUHAN, nama jemaat / umat TUHAN terdaftar di Sorga, saya kira, TUHAN Yesus tidak perlu minum cawan Allah, tidak perlu menanggung penderitaan yang tidak harus Ia tanggung di atas kayu salib. TUHAN Yesus cukup berkhotbah saja, mengadakan banyak mujizat saja. Tetapi kenyataannya, sekalipun hamba TUHAN telah melayani sesuai karunia-karunia yang ia terima dari TUHAN, itu tidak cukup untuk membuat nama dari jemaat terdaftar di dalam kerjaaan Sorga.

 

Jadi, Yesus harus minum cawan Allah, menanggung penderitaan yang tidak harus Ia tanggung. Isi cawan adalah anggur / darah yang ditumpahkan dari atas kayu salib. Semua dosa yang diperbuat oleh manusia diserap dalam dagingnya = minum cawan Allah. Dan terhadap kehendak Allah ini, Yesus berkata; Ya Bapa, itulah doa penyahutan Imam Besar.

Dia harus menanggung penderitaan yang tidak harus ditanggung. Yang seharusnya menderita adalah orang yang berbuat dosa. Tetapi kenyataannya, dosa manusia telah diserap dalam diri-Nya, sehingga yang menerima hukuman Allah adalah tubuh di dalam diri Yesus. Dan terhadap hal ini Yesus berkata; Ya Bapa, inilah doa penyahutan.

 

Di atas tadi saya sudah sampaikan;

-          Ibadah tanpa salib, ibadahnya sia-sia.

-          Pelayanan tanpa salib, pelayannya sia-sia.

Dan kita sudah lihat contohnya dalam Matius 7:15, 21-23.

 

Sekarang, kita kembali membaca…

Matius 16:23

(16:23) Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."

 

Menolak didikan salib / ajaran salib Kristus = tidak memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia. Sementara dari semula saya sudah sampaikan; pikiran manusia semuanya sia-sia.

Jadi, orang yang menolak salib di tengah ibadah dan pelayanan = tidak memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.

 

Akibat tidak memiliki pikiran Allah:

Di ayat ini TUHAN berkata kepada Simon Petrus: Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku.

Jadi, akibatnya adalah menjadi batu sandungan. Artinya; menghalang-halangi / merintangi umat TUHAN untuk masuk ke dalam kerajaan Sorga. Kalau sibuk dengan karunia-karunia saja, tetapi didikan salib diabaikan, berarti; dia itulah hamba TUHAN yang menjadi batu sandungan, yang menghalang-halangi jemaat masuk Sorga.

 

Saudara, bukan untuk menyombongkan diri, saya takut untuk menjadi batu sandungan, takut menjadi penghalang bagi sidang jemaat masuk ke dalam kerajaan Sorga. Oleh sebab itu, sekiranya sidang jemaat GPT “Betania” Serang & Cilegon dan anda yang mengikuti pemberitaan Firman secara online mengerti rencana TUHAN, mau menerima didikan / pengajaran salib yang senantiasa ditegakkan, saudara tidak perlu sakit hati. Sebaliknya, bila mengerti rencana TUHAN, justru berbahagia dan ada ucapan syukur yang setinggi-tingginya kepada TUHAN.

Kalau saudara datang kepada seorang hamba TUHAN yang di tengah khotbahnya hanya menyampaikan satu ayat, lalu ditambah dengan cerita-cerita isapan jempol, dongeng-dongeng nenek tua dan guyon-guyon, lalu saudara tertawa terpingkal-pingkal, dan berkata: “saya bahagia di gereja ini” -- itu adalah pikiran daging (pikiran manusia). Kalau pikiran Allah ada di dalam kita, niscaya mata kita senantiasa mengarah kepada didikan salib, telinga senantiasa disendengkan kepada didikan salib, itu yang benar. Tetapi, pikiran manusia jauh dari salib Kristus, kalau bisa tidur terus di rumah sambil main HP. Kalau bisa tidak usah kerja, makan, minum, tidur, tetapi punya uang, itulah pikiran manusia. Jadi, pikiran manusia tidak sama dengan pikiran Allah. Dan kalau manusia hanya mengadopsi pikiran seperti ini, hidupnya hanya di bumi ini saja. Tetapi orang yang bijaksana, tidak pernah menyia-nyiakan didikan salib, dia akan menyatu dengan pikiran Allah.

 

Sekali lagi saya tandaskan, kalau hanya menyampaikan satu ayat, lalu berusaha memikat hati sidang jemaat dengan guyon-guyon, cerita si kancil dan si kura-kura, Alkitab berkata; itu adalah contoh hamba TUHAN batu sandungan -- menghalangi jemaat masuk Sorga. Tetapi banyak gereja TUHAN / umat TUHAN / anak-anak TUHAN tidak mengerti soal ini, sehingga ia berusaha mencari gereja yang bisa membuat tertawa terpingkal-pingkal.

 

Saya akan buktikan kepada saudara, kalau hamba TUHAN sibuk dengan karunia-karunia tetapi mengabaikan salib di Golgota, maka dia adalah batu sandungan.

 

2 Petrus 2:1 --- Perikop: “Nabi-nabi dan guru-guru yang palsu”

(2:1) Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.

 

Guru-guru palsu di hari-hari terakhir ini menyangkal / menolak ajaran dan didikan salib.

 

2 Petrus 2:2

(2:2) Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat.

 

Jadi sudah jelas bahwa dua ayat ini menunjukkan kepada kita bahwa guru-guru palsu menjadi batu sandungan, menghalangi umat TUHAN masuk ke dalam kerajaan Sorga. Karena ulah mereka, banyak orang / jemaat menghujat Jalan Kebenaran.

Yesus adalah jalan, kebenaran dan hidup (Yohanes 14:6). Tetapi karena nabi-nabi palsu / guru-guru palsu di hari-hari terakhir ini, banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat -- Pendeknya Guru-guru palsu menjadi sandungan.

 

Jadi, Matius 7:15, 21-23 =  2 Petrus 2:1-2.

 

Kemudian…

2 Petrus 2:3

(2:3) Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.

 

Sebetulnya mereka bukan saja sudah menjadi batu sandungan, tetapi mereka juga serakah. Kalau dia tidak serakah, tidak mungkin menyampaikan satu ayat lalu ditambahkan dengan cerita si kancil, si kura-kura, si buaya dan si ular dan seterusnya.

Padahal, di atas tadi kita sudah melihat, pakaian imam-imam terdiri dari 3 (tiga) hal dan yang pertama; baju efod. Baju efod menggambarkan / memamerkan sidang jemaat yang juga harus memikul salib. Tetapi nabi-nabi palsu / guru-guru palsu takut kehilangan jemaat, kehilangan nama besar, dia takut kehilangan sebuah ketenaran (popularitas) dan takut tidak punya uang.

 

Kita sekaliannya, baik jemaat GPT “Betania” Serang & Cilegon, ataupun anda yang mengikuti secara online dimanapun berada, perhatikanlah kebenaran Firman Allah malam ini. Meskipun sakit bagi daging, tetapi itu jauh lebih baik dari pada menderita selama-lamanya di dalam api neraka. Lebih baik sekarang kita sangkal diri, pikul salib dan ikut TUHAN, dari pada selamanya menderita di dalam api neraka. Untuk apa kebahagiaan sesaat, tetapi selamanya di dalam api neraka? Kalau saya lebih baik sangkal diri, pikul salib dan ikut TUHAN, menderita sesaat lamanya di bumi, tetapi selamanya bahagia di dalam kerajaan Sorga. Dari pada sesaat bahagia, malas sangkal diri, pikul salib dan ikut TUHAN, jauh dari ketekunan tiga macam ibadah pokok, tetapi pada akhirnya, menderita untuk selamanya di api neraka.

Kiranya akal kita menyatu dengan hikmat, pengertian yang datang dari Sorga, supaya kita semua menjadi satu kehidupan yang arif dan bijaksana di dalam mengambil tindakan dan keputusan di hadapan TUHAN.

 

Di atas tadi kita sudah melihat dalam Matius 16:21, Yesus mengajarkan salib kepada murid-murid. Dan di situ Yesus berkata; Aku harus pergi ke Yerusalem, menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat orang Yahudi. Dia menderita sengsara, disalibkan, mati tetapi bangkit pada hari ketiga. Hal itu diceritakan / di ajarkan kepada murid-murid = TUHAN Yesus sebagai Imam Besar sedang memamerkan baju efod; bahwa jemaat juga harus mengalami sengsara salib.

Jadi sebetulnya, pengalaman kematian atau sengsara itu hanya tiga hari, tidak lama. Yang bikin lama dan susah adalah ulah dari manusia itu sendiri yang senantiasa memikirkan pikiran daging bukan pikiran Allah. Karena sesungguhnya, cepat mati berarti cepat bangkit, itu yang benar.

 

Saudara, Petrus benar-benar digembleng / dididik habis oleh salib, karena dia adalah manusia dengan pikiran manusia, tidak memiliki pikiran Allah. Tetapi selama 3½ tahun ia masuk dalam sebuah proses untuk sampai kepada pemurnian. Sehingga, ketika lidah-lidah api turun, diapun layak dan pantas menerima jabatan rasul. Setelah melewati proses yang sangat panjang dalam memurnikan kerohaniannya, barulah dia layak memberitakan salib, karena awalnya ia menolak salib dalam Matius 16:21-22 tadi. Setelah melewati proses yang sangat panjang, proses pemurnian di dalam api, akhirnya ia menerima lidah-lidah api di loteng Yerusalem. Dan dari situlah TUHAN memakai Petrus dengan luar biasa, TUHAN perlengkapi dengan lidah-lidah yang diurapi oleh Roh Kudus. Di situ juga ia berbicara sesuai dengan lidah api itu, dia berani menyampaikan soal Pengajaran salib. Ajaran itu ada dalam Kisah Para Rasul pasal 4-5.

Waktu di pengadilan, orang-orang berkata kepada Petrus bahwa ia adalah orang yang tidak berpendidikan, kenapa ia bisa menyampaikan Pengajaran salib (Kisah Para Rasul 4:13). Orang-orang bingung, kuasa dari mana sehingga ia dapat menyampaikan ajaran salib. Dan hal itupun ditulis lagi sesuai dengan pengalamannya di dalam 1 Petrus 2:6-7.

 

1 Petrus 2:6-7

(2:6) Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan." (2:7) Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan."

 

Di sini Petrus dapat menjelaskan, ahli-ahli bangunan tidak menghargai korban Kristus. Mereka mencoba untuk membangun rumah, merangka bangunan, tetapi tanpa dasar bangunan itulah batu penjuru yang mahal, itu adalah sesuatu yang tidak masuk akal (mustahil). Hal pertama yang dipikirkan oleh ahli bangunan adalah landasan / pondasi / dasar.

Tetapi lihatlah, ahli-ahli bangunan, itulah imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat, mereka adalah orang-orang yang sontoloyo, mengaku sebagai ahli bangunan, tetapi tidak memikirkan apa yang dipikirkan Allah. Padahal, mengkonsep sebuah bangunan, di mulai dari kerangka, harus dimulai dengan pikiran Allah, namun kenyataannya mereka membuang batu itu, mereka menyalibkan Yesus Kristus.

 

Itulah yang diceritakan Yesus kepada murid-murid di dalam Matius 16:21-23. Tetapi saat salib diajarkan, Petrus masih dalam pemikiran manusiawi. Akhirnya TUHAN berkata, kalau kamu memiliki pikiran manusia bukan pikiran Allah, menjadi batu sandungan, menghalang-halangi sidang jemaat masuk Sorga. Tetapi, dengan proses yang sangat panjang dan didikan terakhir yang ia terima adalah lewat tegoran suara ayam berkokok (setelah Petrus tiga kali menyangkal Yesus). Di situlah ia menangis dan ia dapat menceritakan semua ini dalam ayat ini.

 

Mestinya, baju efod dikenakan oleh seorang imam / pelayan TUHAN, seperti Yesus menggunakan baju efod; memamerkan sidang jemaat yang turut memikul salib. Tetapi lihatlah, Petrus akhirnya juga dapat menceritakan semua itu dengan baik melewati proses yang panjang. Jadi, khotbah yang baik adalah pengalaman hidup, bukan teori kata profesor-profesor, bukan juga dengan teologi-teologi ini dan itu. Tetapi Petrus berkhotbah dalam bentuk tulisan dan lisan menurut pengalamannya.

 

1 Petrus 2:8

(2:8) Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Allah; dan untuk itu mereka juga telah disediakan.

 

Jadi saudara, sekali lagi saya sampaikan, tukang-tukang bangunan itulah tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat orang Yahudi tersandung terhadap salib Kristus, karena mereka tidak taat kepada Firman Allah (didiksan salib). Kita mau belajar menjadi suatu kehidupan yang taat, setia dan dengar-dengaran kepada Firman Allah.

 

1 Petrus 2:9

(2:9) Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

 

Di sini dikatakan; “Kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus.”

Perlu untuk diketahui, bangsa Israel adalah bangsa yang dipilih TUHAN dari antara bangsa-bangsa di bumi. Tetapi dari antara bangsa Israel, TUHAN memilih Lewi. Kemudian, dari antara suku Lewi, TUHAN memilih Kehat. Dari antara Kehat TUHAN memilih Harun. Begitu Hebatnya TUHAN mengadakan penyaringan itu, tidak asal-asalan.

 

Untuk apa dipilih? Untuk memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia.

Singkat kata, karya Allah terbesar bukan karunia-karunia seperti 3 (tiga) karunia dalam Matius 7:22-23 tadi. Karya Allah terbesar adalah salib di Golgota. Itu perbuatan yang besar dari Allah.

Inilah yang harus diberitakan oleh seorang imam / pelayan TUHAN, itulah hanba-hamba TUHAN. Bagaikan Yesus Imam Besar Agung menurut peraturan Melkisedek sedang mengenakan baju efod; menampilkan salib pada sidang jemaat.

 

Jadi saudara, perbuatan besar / karya Allah terbesar itulah salib Kristus, bukan karunia-karunia yang dimiliki oleh seorang hamba TUHAN, antara lain; bernubuat, mengusir setan dan mengadakan banyak perbuatan-perbuatan ajaib.

 

Roma 1:19

(1:19) Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka.

Kalau kita mendengarkan Firman Allah dan hidup di dalamnya, itu akan nampak dari sikap dan perbuatan kita. Nampak dari pikiran kita.

 

Roma 1:20

(1:20) Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.

Kita memang tidak melihat dengan kasat mata bagaimana kekuatan Allah yang dahsyat itu, bagaimana keilahian Allah itu sendiri yang penuh dengan kemuliaan. Tetapi semua itu akan nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan itulah salib Golgota, sehingga mereka tidak dapat berdalih lagi.

 

Jadi, salib di Golgota dapat mengoreksi kedalaman isi hati manusia, termasuk mengoreksi hati dan pikiran dari guru-guru palsu tadi. Memang saat ini kita tidak bisa melihat kekuatan Allah yang begitu dahsyat dan kemuliaan Allah yang begitu hebat dan besar, tetapi semua yang ada di dalam diri Allah akan nampak dari pikiran-Nya itulah salib di Golgota.

Dari pikiran Allah ini kita tahu bahwa Dia mulia, Dia dahsyat di tempat kudus-Nya. Kita tidak bisa melihat keilahian-Nya, kemuliaanNya, kekuatan-Nya yang dahsyat hanya karena karunia-karunia yang dimiliki oleh seorang hamba TUHAN yang bernubuat, mengusir setan dan mengadakan banyak mujizat. Dan kita tidak dapat berdalih lagi dari ini, seperti guru-guru palsu penuh dengan kepalsuan. Banyak umat TUHAN yang suka berdalih ini dan itu, padahal dia tidak mau menyatu dengan pikiran Allah, dikoreksi Firman Allah.

 

Apa yang tertulis di dalam Wahyu 19:13 bukan asal tulisan. Kalau rahasia Firman tidak dibukakan, maka Wahyu 19:13 adalah huruf yang mati. Tetapi siapa yang dapat membukakan rahasia Firman kalau bukan TUHAN itu sendiri. Maka, di sinilah kita perlu menyadari diri bahwa alangkah besarnya kasih TUHAN kepada jemaat GPT “Betania” ini, tidak bisa lagi kita berdalih.

 

Roma 1:21

(1:21) Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.

Sekalipun kita sudah Kristen dari sejak semula, tetapi kalau tidak memiliki pikiran Allah semua menjadi sia-sia, sampai akhirnya hati menjadi gelap.

 

Roma 1:22

(1:22) Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.

Lihat mereka yang menolak pikiran Allah, menyampaikan Firman seperti orang yang pandai karena menggunakan bahasa Gerika atau Yunani. Kemudian ditambah lagi dengan bahasa Ibrani dan bahasa Inggris, bahasa Mandarin dan seterusnya. Nampaknya berhikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh kalau mempertahankan pikiran manusia, tidak memiliki pikiran Allah.

 

Roma 1:23-24

(1:23) Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar. (1:24) Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.

 

Akhirnya mereka jatuh dalam penyembahan berhala. Di dalam penyembahan berhala terdapat persundalan, kenajisan atau perzinahan. Mungkin tidak berzinah secara lahiriah, tetapi berzinah secara rohani; tinggalkan jam ibadah, ketekunan tiga macam ibadah, meninggalkan penggembalaan hanya demi keinginan daging, memuaskan hawa nafsu. Sudah jelas, di dalam dirinya tidak ada pikiran TUHAN, yang ada di dalam dirinya pikiran manusia. Lama-lama hatinya menjadi gelap dan itu bahaya. Hati gelap ini pada akhirnya berada pada puncak gelap malam; dikuasai oleh antikris.

Jadi, tanpa salib pikiran manusia menjadi bodoh, prakteknya; hidup dalam penyembahan berhala.

 

Bandingkan dengan pelayanan rasul Paulus.

Galatia 5:24

(5:24) Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

 

Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
Itulah yang disampaikan rasul Paulus kepada jemaat di Korintus. Apakah perbuatan / tindakannya sesuai dengan khotbanya?

 

1 Korintus 2:16B

(2:16) Sebab: "Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?" Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.

Singkat kata, rasul Paulus memiliki pikiran Kristus, berarti; memikirkan nasib orang banyak, memikirkan keselamatan umat TUHAN, dia tidak akan pernah menjadi batu sandungan, tidak menghalangi umat TUHAN masuk Sorga.

 

Sebagai gambaran atau analoginya:

Dalam Keluaran 28 ada 2 (dua) hal yang ditanggung oleh baju efod.

1.       Tutup bahu.

2.       Tutup dada atau tutup data pernyataan

 

Tentang: TUTUP BAHU

Keluaran 28:6-7

(28:6) Baju efod itu harus dibuat mereka dari emas, kain ungu tua dan kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya: buatan seorang ahli. (28:7) Haruslah ada pada baju efod itu dua tutup bahu yang disambung kepadanya, pada kedua ujungnyalah harus baju efod itu disambung.

 

Haruslah ada pada baju efod dua tutup bahu dan pada ujungnya baju efod disambung.

 

Keluaran 28:9-11

(28:9) Haruslah kauambil dua permata krisopras dan mengukirkan nama para anak Israel pada permata itu, (28:10) enam dari nama mereka itu pada permata yang pertama dan keenam nama lagi pada permata yang kedua, menurut urutan kelahirannya. (28:11) Seperti buatan seorang pengasah permata, diukirkan seperti meterai, demikianlah harus kauukirkan pada kedua permata itu nama para anak Israel; dililit dengan ikat emas harus kaubuat permata itu.

 

Di sini kita melihat, haruslah kauambil dua permata krisopras dan mengukirkan nama-nama 12 suku Israel menurut ukuran kelahirannya. Jadi, satu batu permata terukir enam nama suku Israel. Lalu keenam batu permata itu ditaruh pada tutup bahu.

 

Keluaran 28:12

(28:12) Kemudian haruslah kautaruh kedua permata itu pada kedua tutup bahu baju efod sebagai permata peringatan untuk mengingat orang Israel; maka ke hadapan TUHAN haruslah Harun membawa nama mereka di atas kedua tutup bahunya menjadi tanda peringatan.

 

Kedua batu permata krisopras, dimana keduabelas nama bangsa Israel terukir, ditaruh pada tutup bahu baju efod.

Pendeknya, di atas bahu Imam besar ada nama suku-suku Israel yang merupakan suatu tanggung jawab dihadapan TUHAN. Begitu juga dengan gembala sidang di hari-hari terakhir ini, haruslah bertanggung jawab atas hidup rohani sidang jemaat dihadapan TUHAN dengan senantiasa menaikkan doa penyahutannya kepada TUHAN.

Ini analogi pertama bahwasanya rasul Paulus memiliki pikiran Allah.

 

Ibrani 13:17

(13:17) Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

 

Seorang gembala sidang harus bertanggung jawab terhadap sidang jemaat Allah yang dipercayakan TUHAN kepadanya. Dan tanggung jawab itu tidak dikerjakan dengan sungut-sungut atau ngomel-ngomel di hadapan TUHAN tetapi dengan penuh dedikasi dan loyalitas, penuh dengan urapan / tahbisan. Inilah pikiran Allah yang dimiliki oleh rasul Paulus, dimiliki oleh seorang hamba TUHAN yang memiliki baju efod.

 

Tentang: TAPAL DADA

Keluaran 28:15-16

(28:15) Haruslah engkau membuat tutup dada pernyataan keputusan: buatan seorang ahli. Buatannya sama dengan baju efod, demikianlah harus engkau membuatnya, yakni dari emas, kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya haruslah engkau membuatnya. (28:16) Haruslah itu empat persegi, lipat dua, sejengkal panjangnya dan sejengkal lebarnya.

 

Di sini TUHAN perintahkan untuk membuat tutup data pernyataan atau tapal dada. Bentuknya empat persegi sebab panjang dan lebarnya sama, masing-masing; sejengkal panjangnya dan sejengkal lebarnya, ditaruh di atas dada / hati imam besar.

 


Saudara, tutup dada atau tapal dada berbicara soal Yerusalem baru itulah kota empat persegi (Wahyu 21:16). Jadi, dari sini kita sudah mendapat suatu pemahaman bahwasanya seorang gembala sidang bukan hanya bertanggung jawab tetapi harus berjuang untuk membawa sidang jemaat menjadi sidang mempelai TUHAN, itulah mempelai perempuan yang sempurna. Sebagaimana pernyataan rasul Paulus kepada jemaat di Korintus dalam 2 Korintus 11:2 --- Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.
Selain bertanggungjawab terhadap hidup rohani jemaat, berjuang untuk membawa sidang jemaat menjadi perawan suci kepada Mempelai Laki-Laki Sorga

 

Jemaat di korintus adalah bangsa kafir, bukan orang Yahudi, tidak mengenal Allahnya bangsa Israel. Mereka hidup dalam penyembahan berhala dan kenajisan percabulan. Berarti kesucian / keperawanan itu sudah dirusak. Tetapi, serusak-rusaknya keperawanannya, bisa diperbaiki oleh Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel. Hanya Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel yang bisa memperbaiki keperawanan gereja TUHAN. Tidak ada ajaran yang bisa memperbaiki keperawanan. Kalau keperawanan sudah dirusak, ya rusak, tetapi Pengajaran Mempelai bisa memperbaiki yang sudah rusak sampai menjadi perawan suci (mempelai TUHAN).

 

Itulah semestinya isi hati dari seorang gembala sidang, bukan khotbah-khotbah begitu saja, lalu terima persembahan perpuluhan, persembahan khusus, persembahan ini dan itu.        

Inilah hati dari seorang imam besar Agung dan ini juga hati dari seorang gembala sidang. Ini tanda bahwa gembala sidang sudah memiliki pikiran Kristus.

 

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

Pemberita Firman oleh;

Gembala sidang: Pdt. Daniel U. Sitohang

No comments:

Post a Comment