IBADAH RAYA MINGGU, 31 MEI 2026
KITAB WAHYU
WAHYU 19:6
(SERI 1)
Subtema: PADA JUBAH-NYA TERTULIS SUATU NAMA, YAITU: “RAJA
SEGALA RAJA DAN TUAN DI ATAS SEGALA TUAN."
Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, oleh
karena rahmat-Nya kita sekalian dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus,
kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Raya Minggu disertai dengan
kesaksian Roh.
Saudara, hari Rabu dan Kamis, tanggal 27-28 Mei 2026, kita
telah melaksanakan suatu tugas yang mulia yaitu: PASKAH PPT. Dua hari, tiga
kali pemberitaan Firman, semua berjalan dengan baik. Tuhan juga memberikan
cuaca yang baik kepada kita. Kemudian, dalam tiga sesi, kita semua merasakan
dua tangan Tuhan diulurkan sebagai lawatan Tuhan untuk menolong kita semua.
Bukan saja hamba-hamba Tuhan, para penginjil, diaken dan pengerja-pengerja yang
hadir sebagai peserta, tetapi sidang jemaat GPT Betania Serang &
Cilegon juga diberkati dan dilawat oleh Tuhan. Lewat kebaktian Paskah PPT kita
boleh mengerti tentang rencana Tuhan dan kita mengerti bahwa Daud diperlengkapi
dengan senjata Allah sesuai dengan pengalamannya, yaitu:
1.
Tongkat di tangannya
2.
Lima batu licin yang
dipilih dari dasar sungai
3.
Kantung gembala
4.
Umban ditangannya
Perlengkapan pertama sampai dengan ketiga sudah kita bahas
pada tahun yang lalu. Dan pada tahun ini secara khusus kita memperhatikan
perlengkapan yang keempat: umban di tangannya. Betapa Tuhan membukakan
Firman-Nya terkait dengan umban yang dipercayakan kepada Daud untuk berhadapan
dengan Goliat, orang Filistin yang tidak bersunat itu.
Kita sudah melihat semua itu, dan akhirnya kita mendapat
suatu pemahaman bahwa; umban itu adalah Roh Allah yang suci dan oleh Roh
Allah batu dilontarkan, dan yang menjadi sasarannya adalah dahi
Goliat. Kemudian, ketika Daud mengumban batu ke dahi Goliat; sehelai rambutpun
tidak meleset.
Kalau saudara cabut rambut, lalu saudara taruh di penggaris,
ukurannya itu tidak sampai satu mili. Jadi, tidak meleset sehelai rambutpun,
artinya; kuasa dari kilat yang melontarkan cahanya dari timur sampai ke barat
itulah Firman Pengajran Mempelai dalam terang Tabernakel, membawa kita masuk
dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, menjadi sidang mempelai --- 100
% menjadi mempelai Tuhan, tidak meleset.
Jadi, tidak ada lagi keraguan untuk mengikuti Firman
Pengajaran Mempelai. Yang ragu adalah orang yang masih bertahan dengan sikap
Goliatnya dan akhirnya, Firman Pengajaran Mempelai juga disalahkan. Tetapi,
dari kesaksian-kesaksian yang sudah disampaikan; marilah kita menyerah. Ketika
Tuhan membidik dahi kita dengan Firman yang diurapi, biarlah kita disucikan
dari nama-nama hujat, dilepaskan dari kenajisan percabulan, tidak lagi
mengandalkan manusia daging, tidak lagi bermegah terhadap kelebihan diri, dan
tidak menaruh harap kepada hal-hal yang lahiriah. Biarlah kita adalah
orang-orang yang bersunat itu.
Selanjutnya, mari kita perhatikan Firman Penggembalaan untuk
Ibadah Raya Minggu dari WAHYU 19 dan kita akan masuk pada ayat
yang baru itulah ayat 16. Tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan
Tuhan, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi
lepas pribadi.
Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan yang turut
bergabung secara online dimanapun berada. Selanjutnya, damai sejahtera yang
melampaui akal dan pikiran, bertakhta di hati kita, supaya ada sukacita dan
sabar untuk menantikan pembukaan rahasia Firman.
Wahyu 19:16
(19:16) Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama,
yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan."
Pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu
nama. Nama itu adalah: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala
tuan."
Pembahasan ini pun kita akan membaginya menjadi 2 (dua)
bagian yaitu:
YANG PERTAMA: PADA
JUBAH-NYA TERTULIS SUATU NAMA, YAITU: “RAJA SEGALA RAJA DAN TUAN DI ATAS
SEGALA TUAN."
Jubah atau pakaian berbicara tentang
tabiat/kelakuan/perbuatan hidup. Jadi, dari tabiat/kelakuan/perbuatan hidup
tertulis suatu nama yaitu: “Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan.”
Pendeknya, dari tabiat/kelakuan/perbuatan hidup, kita bisa
melihat tertulis suatu nama, yaitu:
-
Orang benar, suci dan
mulia
-
Atau sebaliknya, tidak
benar, tidak suci dan tidak mulia.
Contoh: PRIBADI YUSUF.
Kejadian 37:1-3A --- Perikop: “Yusuf dan
saudara-saudaranya”
(37:1) Adapun Yakub, ia diam di negeri penumpangan ayahnya, yakni
di tanah Kanaan. (37:2) Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala
berumur tujuh belas tahun -- jadi masih muda -- biasa menggembalakan kambing
domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua
isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan
saudara-saudaranya. (37:3) Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua
anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya;
dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.
Di sini kita melihat, Yakub lebih mengasihi Yusuf
dari pada anak-anaknya yang lain. Intinya, Yusuf lebih dari
saudara-saudarya yang lain (anak-anak Yakub yang lain).
Kita akan melihat kelebihan itu dalam…
Kejadian 37:3B-9
(37:3) Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain,
sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat
jubah yang maha indah bagi dia. (37:4) Setelah dilihat oleh
saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya,
maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah. (37:5)
Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya
kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya. (37:6)
Karena katanya kepada mereka: "Coba dengarkan mimpi yang kumimpikan ini: (37:7)
Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah
berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi
dan sujud menyembah kepada berkasku itu." (37:8) Lalu
saudara-saudaranya berkata kepadanya: "Apakah engkau ingin menjadi raja
atas kami? Apakah engkau ingin berkuasa atas kami?" Jadi makin bencilah
mereka kepadanya karena mimpinya dan karena perkataannya itu. (37:9)
Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada
saudara-saudaranya. Katanya: "Aku bermimpi pula: Tampak matahari, bulan
dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku."
Kelebihan Yusuf yang tidak dimiliki oleh saudara-saudaranya
adalah…
1.
Jubah yang maha indah
2.
Mendapatkan mimpi
sehingga Yusuf disebut sebagai tukang mimpi (Kejadian 37:19)
Terkait: “Jubah yang maha indah”
2 Timotius 1:14
(1:14) Peliharalah harta yang indah, yang telah
dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita.
Karunia-karunia dan jabatan-jabatan
Roh Kudus, disebutlah itu jubah yang maha indah.
1 Korintus 12:7-10 --- Perikop: “Rupa-rupa
karunia, tetapi satu Roh”
(12:6) Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah
satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. (12:7) Tetapi kepada
tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. (12:8)
Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat,
dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.
(12:9) Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan
kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. (12:10)
Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan
kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang
lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh.
Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa
roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa
roh itu.
Ada
9 (sembilan) karunia Roh Kudus yang berasal dari roh yang satu dan yang sama,
antara lain:
1)
Karunia hikmat
2)
Karunia pengetahuan
3)
Karunia iman
4)
Karunia menyembuhkan
5)
Karunia mengadakan
mujizat
6)
Karunia bernubuat
7)
Karunia membedakan
macam-macam roh
8)
Karunia bahasa roh
9)
Karunia menafsirkan
bahasa roh
9 (sembilan) karunia ini dibagi menjadi 3 (tiga)
bagian menurut kategorinya.
|
9 KARUNIA DALAM KATEGORINYA |
||
|
KETEGORI: PEMBUKAAN FIRMAN |
KATEGORI: KUASA |
KATEGORI: PENYEMBAHAN |
|
1) Karunia hikmat |
1) Karunia iman |
1) Karunia bernubuat |
|
2) Karunia pengetahuan |
2) Karunia kesembuhan |
2) Karunia bahasa
roh |
|
3) Karunia membedakan macam-macam roh |
3) Karunia mujizat |
3) Karunia
menafsirkan bahasa roh |
1 Korintus 12:28-31
(12:28) Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat:
pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar.
Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk
menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam
bahasa roh. (12:29) Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar?
Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, (12:30)
atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk
menafsirkan bahasa roh? (12:31) Jadi berusahalah untuk memperoleh
karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang
lebih utama lagi.
Selanjutnya, ada 9 (sembilan) jabatan Roh Kudus
dirampingkan menjadi 5 (lima) jabatan Roh Kudus.
1.
Rasul
2.
Nabi
3.
Penginjil
4.
Gembala
5.
Guru / pengajar
Singkat kata, di atas kita sudah memperhatikan dalam 2
Timotius 1:14 yang mengatakan: “Peliharalah harta yang indah”
berarti jangan dirusakkan. Sedangkan, harta yang indah adalah
karunia-karunia Roh Kudus dan jabatan-jabatan Roh Kudus.
Pendeknya, karunia-karunia Roh Kudus dan jabatan-jabatan
Roh Kudus jangan dirusakkan karena kelakuan atau perbuatan hidup yang tidak
benar, tidak suci dan tidak mulia dihadapan Tuhan.
1 Timotius 4:14
(4:14) Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu,
yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan
tangan sidang penatua.
Di sini dikatakan: Jangan lalai dalam
mempergunakan karunia yang ada padamu.
Karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh Kudus dipercayakan
oleh 2 (dua) hal yaitu:
1. Nubuat,
itulah pembukaan rahasia Firman.
Kita disucikan oleh pembukaan rahasia Firman,
sehingga kita layak menerima karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh Kudus.
2. Penumpangan tangan sidang penatua -> uluran tangan Tuhan, sebagai kemurahan Tuhan.
Singkat kata, dengan memiliki jubah yang maha indah,
menunjukkan bahwa Yusuf adalah seorang imam yang rela menjadi korban untuk
menembus dan memperdamaikan orang lain kepada Tuhan --- bukan memisahkan orang
lain dari Allah.
Praktek rela jadi korban untuk
menebus dan memperdamaikan orang lain kepada Tuhan:
PRAKTEK PERTAMA: Biasa menggembalakan kambing domba (Kejadian 37:2).
Artinya…
-
Yusuf mempunyai
pengalaman dan sudah menyatu dengan pengalaman itu sendiri -> orang yang mengenal Yesus secara pribadi.
Saudara, kita sudah mempelajari bahwa Ayub
adalah orang yang jujur, saleh dan takut akan Tuhan (Ayub 1:1).
Kemudian, Ayub juga biasa mempersembahkan korban
untuk penebusan dan pendamaian anak-anaknya. Karena dia berpikir, jangan-jangan
saat pesta anaknya tersebut melakukan kesalahan. Itu sebabnya keesokan harinya
ia mengerjakan penebusan
itu (Ayub 1:4-5).
Singkat kata, setelah melewati…
●
Ujian pertama: Anak perempuan dan anak laki-laki Ayub mati,
semua hartanya lenyap.
●
Ujian kedua: Ayub mengalami barah yang busuk dari ujung kepala sampai ujung kaki (Ayub 2:7).
Pada
akhirnya, “dagingnya” Ayub muncul, secara khusus suara daging dari isterinya.
Karena isterinya berkata: masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu?
Kutukilah Allahmu dan matilah! (Ayub 2:9)
Kalau
kita kaitkan dengan penggembalaan, isteri adalah domba pertama. Kalau kita mau
mengenal gembala, lihat dombanya. Kalau mau mengenal domba, lihat gembalanya.
Jadi,
dari sini kita bisa melihat, nikah Ayub (suami-isteri); belum mengenal Tuhan
secara pribadi. Salib itu belum menjadi pengalaman dalam nikah mereka.
Tetapi,
Yusuf mempunyai pengalaman, dan pengalaman itu sudah menyatu dengan dirinya
-> orang yang mengenal Tuhan secara pribadi.
-
Bertanggungjawab.
Contoh bertanggungjawab:
1 Samuel 17:34-35
(17:34) Tetapi Daud
berkata kepada Saul: "Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba
ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari
kawanannya, (17:35) maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan
domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku
menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya.
Daud biasa menggembalakan kambing domba ayahnya, berarti
memiliki pengalaman dalam penggembalaan. Buktinya: Apabila datang singa atau beruang, yang
menerkam seekor domba dari kawanannya, maka:
1.
Aku mengejarnya,
menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya.
2.
Aku menangkap janggutnya
lalu menghajarnya dan membunuhnya.
Dari sini kita bisa melihat, Daud adalah seorang gembala
yang bertanggungjawab. Ia rela menyerahkan nyawanya (rela berhadapan dengan
singa dan beruang) demi kawanan domba ayahnya.
Itulah pengertian dari BIASA menggembalakan kambing domba;
punya pengalaman dan sudah menyatu dengan pengalaman itu sendiri (menyatu
dengan salib).
Semestinya, orang Kristen, orang yang mengikut Tuhan, harus
menyangkal diri dan memikul salib. Artinya, pengikutannya kepada Tuhan sudah
mempunyai pengalaman (menyatu dengan salib), itu namanya mengenal Tuhan secara
pribadi. Berarti, belum menyatu dengan salib disebutlah orang yang belum
mengenal Tuhan secara pribadi, meskipun ia orang Kristen.
Inilah yang belum digali dan dipahami oleh banyak orang
Kristen. Saya tidak mengerti apakah gembala tidak berani menyampaikannya,
karena takut jemaat jadi mundur atau seperti apa, saya tidak mengerti. Yang
pasti, banyak orang Kristen tidak mempunyai pengalaman bersama dengan Tuhan
(salib). Mereka Mengenal Tuhan hanya karena mujizat, mengenal Tuhan hanya
karena berkat, tetapi mengenal Tuhan secara pribadi; belum tentu.
Namun, setelah Ayub mengalami proses salib dan mampu
melaluinya karena pertolongan Tuhan, akhirnya Ayub berkata: “Aku mengenal
Tuhan secara pribadi.” Kalau dahulu mengenal Tuhan karena mujizat-mujizat,
tetapi sekarang “mataku sendiri memandang Engkau” (Ayub 42:5).
PRAKTEK KEDUA: Menyampaikan
kepada ayahnya tentang kejahatan saudara-saudaranya (Kejadian
37:2)..
Saudara jangan berpikir
negatif tentang hal ini, bukan berarti Yusuf tukang ngadu, mulutnya ember.
Sesungguhnya, hal itu menunjukan bahwa Yusuf adalah gambaran dari “utusan
Tuhan”.
Seorang utusan Tuhan
yang mengerjakan penebusan dan pendamaian atas dosa, ia akan menyampaikan
kepada Bapa di Sorga. Seperti Tuhan Yesus Kristus yang dari Sorga turun ke bumi
untuk mengerjakan penebusan dan pendamaian. Di atas kayu salib, Ia berseru dan
menyampaikan segala sesuatu yang kita alami. Segala keluhan, suka duka, dan segala
penderitaan yang kita alami disampaikan oleh-Nya dalam bahasa Ibrani: “Eli-Eli
lama sabakhtani?” (Matius 27:46)
2 Korintus 15:18-19 --- Perikop: “Pelayanan
untuk pendamaian”
(5:18) Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan
Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan
pendamaian itu kepada kami. (5:19) Sebab Allah mendamaikan dunia
dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka.
Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.
Tugas seorang utusan: mengerjakan
penebusan dan pendamaian, sehingga kepada seorang utusan itu dipercayakan 2
(dua) hal:
1.
Pelayanan pendamaian.
Seorang imam ada di tengah ibadah dan pelayanan
bukan sekedar rutinitas, tetapi, kepadanya dipercayakan pelayanan pendamaian.
Suatu tanggungjawab yang luar biasa yang tidak mudah dikerjakan oleh sembarang
orang, hanya orang tertentu saja. Tidak semua orang bisa memperdamaikan
sesamanya kepada Allah, itu pekerjaan yang dikhususkan oleh Tuhan kepada
seseorang, seperti Yusuf.
Saya berdoa, kiranya semua imam atau pelayan-pelayan TUHAN GPT
“Betania” Serang & Cilegon, adalah orang-orang yang dikhususkan oleh Tuhan,
berarti dipercayakan pelayanan pendamaian. Banyak orang tidak bisa
membawa dirinya untuk beribadah, apalagi mau memperdamaikan orang lain. Itu
sebabnya saya katakan; ini adalah pelayanan khusus kepada seorang imam /
pelayan Tuhan dan kita sedang belajar untuk
hal ini. Kita rela korbankan diri supaya terjadi pelayanan pendamaian lewat
Paskah PPT, kita belajar di situ.
Kita adalah gereja kecil, jemaat juga sederhana,
tetapi kalau Tuhan menghimpunkan hamba-hamba Tuhan di atas gunung Tuhan dalam
fellowship PPT, itu karena kepercayaan Tuhan terhadap seorang yang dikhususkan
oleh Tuhan. Jadi, saudara juga jangan berpikir, kalau kebaktian Paskah atau
Natal PPT adalah sesuatu hal yang biasa-biasa saja, ini adalah kekhususan
Tuhan. Oleh sebab itu, kita patut bangga, tetapi kebanggan itu karena
kepercayaan dan terhadap kepercayaan itu haruslah kita sambut dengan segala
kerendahan di hati. Supaya dari kelakuan (jubah pelayanan ini) di situ
tertulis; Raja di atas segala raja, Tuan di atas segala tuan.
2.
Berita pendamaian, itulah Pengajaran salib.
Selanjutnya Pengajaran salib itu ditegakkan
dalam setiap pemberitaan Firman, tanpa ragu, tanpa sungkan, tanpa perasaan, berarti; mengutamakan
perasaan Tuhan.
Itu sebabnya, dalam hidup bersama, kita harus
menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat di dalam Yesus Kristus (Filipi
2:5). Dalam nikah yang terkecil (suami-isteri)
harus menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat di
dalam Yesus Kristus. Kemudian, nikah yang lebih besar yaitu dalam
penggembalaan; harus menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga di dalam
Yesus Kristus.
Sekarang kita kembali memperhatikan…
Kejadian 37:12-13 --- Perikop: “Yusuf
dijual ke Mesir”
(37:12) Pada suatu kali pergilah saudara-saudaranya menggembalakan
kambing domba ayahnya dekat Sikhem. (37:13) Lalu Israel berkata kepada
Yusuf: "Bukankah saudara-saudaramu menggembalakan kambing domba dekat
Sikhem? Marilah engkau kusuruh kepada mereka." Sahut Yusuf:
"Ya bapa."
Yusuf diutus ke Sikhem dan terhadap
pengutusan itu Yusuf berkata: “Ya Bapa.”
Berarti Yusuf adalah seorang hamba yang taat, setia dan
dengar-dengaran.
Ingat, seorang suami juga adalah seorang utusan. Bawalah
pelayanan pendamaian dan berita pendamaian di dalam nikah rumah tanggamu.
Kejadian 37:14
(37:14) Kata Israel kepadanya: "Pergilah engkau melihat apakah
baik keadaan saudara-saudaramu dan keadaan kambing domba; dan bawalah kabar
tentang itu kepadaku." Lalu Yakub menyuruh dia dari lembah Hebron, dan
Yusuf pun sampailah ke Sikhem.
Tujuan Yusuf disuruh ke Sikhem adalah: untuk membawa
kabar tentang saudara-saudaranya kepada Yakub (ayahnya).
Di atas tadi sudah saya sampaikan, Yesus diutus ke dunia ini
untuk mengerjakan penebusan dan pendamaian, untuk melihat seperti apa keadaan
kita di bumi ini. Apakah hidup kita susah atau senang, pahit atau manis dan
seterusnya. Selanjutnya, kabar itu dibawa kembali kepada Bapa di Sorga. Jadi,
apa yang dialami Yesus adalah nubuatan dari kisah Yusuf di tengah
pengutusannya. Dan akhirnya, Tuhan Yesus pun membawa kabar di atas kayu salib.
Dia membawa tapal dada, di situ tertulis 12 suku Israel. Di jantung hatinyalah
kehidupan gereja Tuhan, dan semua itu dibawa kepada Bapa di Sorga ---“Eli,
Eli, lama sabakhtani?” -- yang disampaikan bukan keluhan-Nya, tetapi
keluhan yang kita alami. Kabar kita yang disampaikan oleh Yesus kepada Bapa di
Sorga.
Sekarang kita lihat: “suasana di pengutusan…”
Kejadian 17:15
(37:15) Ketika Yusuf berjalan ke sana ke mari di padang, bertemulah
ia dengan seorang laki-laki, yang bertanya kepadanya: "Apakah yang
kaucari?" (37:16) Sahutnya: "Aku mencari saudara-saudaraku.
Tolonglah katakan kepadaku di mana mereka menggembalakan kambing domba?"
Ketika Yusuf tiba di Sikhem, Yusuf mencari
saudara-saudaranya, tetapi ia tidak menemukannya, sehingga ia berjalan ke
sana ke mari. Inilah suasana pada saat pengutusan. Saat dia mencari
saudara-saudaranya, ia bertemu dengan seorang laki-laki.
Seorang laki-laki -> Roh Kudus / Pribadi yang lain /
Penolong yang lain.
Ayat referensi…
Yohanes 14:16
(14:16) Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu
seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
Kenapa seorang Penolong yang lain
itu laki-laki? Karena laki-laki tidak menyimpang
ke kiri dan ke kanan. Kalau Roh Tuhan menolong kita, maka kita tidak akan
menyimpang ke kiri dan ke kanan. Tetapi saudara-saudara Yusuf menyimpang ke
kiri dan ke kanan, sebab seharusnya mereka ada di Sikhem untuk menggembalakan,
tetapi justru mereka tidak ada di sana. Akhirnya, di tengah pengutusan itu
Yusuf mencari saudara-saudaranye ke sana dan ke mari, dan saat itulah ia
bertemu dengan Seorang laki-laki -- ditolong oleh Roh Kudus.
Memang, susah hati ini saat diutus, lalu di tengah
pengutusan menjadi korban untuk memperdamaikan dosa sesama kepada Allah. Tidak
sanggup kita mencari mereka dan membawa mereka kepada Allah Bapa. Tetapi,
jangan lupa, di tengah-tengah kesusahan yang kita alami, di dalam pengutusan,
di situ ada Seorang laki-laki, Penolong yang lain itulah Roh Kudus. Roh
Kuduslah yang menguatkan hati kita untuk menjadi penebusan dan pendamaian.
Kalau secara manusiawi, menjadi penebusan dan pendamaian bagi orang lain
rasanya berat dan rugi. Tetapi di dalam Tuhan tidak seperti itu, kita harus
belajar dari teladan Tuhan; mencari ke sana ke mari.
Kejadian 37:17
(37:17) Lalu kata orang itu: "Mereka telah berangkat dari
sini, sebab telah kudengar mereka berkata: Marilah kita pergi ke Dotan."
Maka Yusuf menyusul saudara-saudaranya itu dan didapatinyalah mereka di
Dotan.
Di tengah pengutusan itu, Roh Kudus
memberitahukan keberadaan dari saudara-saudara Yusuf. Ternyata
saudara-saudaranya memang telah meninggalkan Sikhem, karena akhirnya mereka
pergi ke Dotan.
Kejadian 37:18-19
(37:18) Dari jauh ia telah kelihatan kepada mereka. Tetapi sebelum
ia dekat pada mereka, mereka telah bermufakat mencari daya upaya untuk
membunuhnya. (37:19) Kata mereka seorang kepada yang lain: "Lihat,
tukang mimpi kita itu datang!
Dalam kesusahan hati Yusuf mencari saudara-saudaranya itu,
pada akhirnya dari jauh ia melihat mereka. Tetapi, saudara-saudara Yusuf
justru…
-
Berusaha untuk membunuh
Yusuf.
-
Mengejek Yusuf sebagai
tukang mimpi.
Bayangkan saudara, dalam kesusahan hati di tengah pengutusan
mencari saudara-saudaranya dari Sikhem ke Dotan, yang dicari
(saudara-saudara Yusuf) justru berusaha untuk membunuh dan mengejek Yusuf.
Tidak masuk akal, tetapi kenyataannya seperti itu.
Berapa kali kita menyalibkan Yesus?
Berapa kali kita menghina darah salib Kristus? Berapa kali kita menghina
kegiatan Roh itulah ibadah dan pelayanan dan tidak mau mendengar teriak si
penggiring? Berapa kali kita menyakiti hati Yesus dengan sikap-sikap seperti itu?
Bagaimana sikap kita terhadap kasih yang ditawarkan oleh Tuhan kepada kita
malam ini? Apakah sikap kita akan seperti saudara-saudara Yusuf?
Di atas tadi kita sudah melihat, Yusuf di ejek sebagai
“tukang mimpi”. Sekarang kita lihat mimpi Yusuf.
Adapun mimpi Yusuf
MIMPI PERTAMA
Kejadian 37:7
(37:7) Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum,
lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas
kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu."
Berkas-berkas gandum milik saudara-saudara Yusuf
mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkas Yusuf. Itulah mimpi Yusuf yang
pertama. Dan mimpi ini diceritakan kepada saudara-saudaranya.
MIMPI KEDUA
Kejadian 37:9
(37:9) Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang
diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Katanya: "Aku bermimpi pula: Tampak
matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku."
Matahari, bulan dan bintang sujud menyembah kepada Yusuf.
Itulah mimpi yang kedua.
Kedua mimpi ini diceritakan dengan gamblang kepada semua
saudara-saudaranya, termasuk kepada ayah dan ibunya. Sebetulnya, kedua mimpi
Yusuf ini pada akhirnya tergenapi, terkait dengan gereja Tuhan akan dibawa
masuk dalam kegerakan yang besar itulah pembangunan tubuh Kristus yang
sempurna. Kemudian, wujud dari pembangunan tubuh Kristus yang sempurna adalah:
doa penyembahan --- lewat Pengajaran Mempelai, Pengajaran Tabernakel (gandum).
Itulah arti dari kedua mimpi Yusuf tersebut.
Saudara, kita patut bersyukur kepada Tuhan, mimpi Yusuf
dinyatakan kepada sidang jemaat GPT Betania Serang & Cilegon. Oleh
satu berkas gandum milik Yusuf, itulah Pengajaran Mempelai dalam terang
Tabernakel, kita dibawa masuk dalam kegerakan yang besar, mega proyek ALLAH
yang besar, itulah pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, menjadi milik
kepunyaan Tuhan sendiri, wujudnya: doa penyembahan.
Tetapi, bagaimana kita menyambut mimpi Yusuf ini? Apakah
kita sama seperti sikap saudara-saudaaranya?
Mari kita perhatikan…
Kejadian 37:4
(37:4) Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya
lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu
kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.
Oleh karena jubah yang maha indah, disebut juga roh
pengasihan, bencilah saudara-saudara Yusuf.
Tandanya: tidak mau menyapa dengan ramah --- mukanya cabe
keriting, bahasa yang keluar dari dalam mulut ketus-ketus.
Kemudian, kebencian yang berikutnya…
Kejadian 37:5
(37:5) Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu
diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci
lagi kepadanya.
Oleh karena kedua mimpi itu, saudara-saudara Yusuf semakin
benci lagi.
Saudara, di sinilah saya baru memahami. Ada 2 (dua) yang
terjadi di dalam kehidupan gereja Tuhan, terhadap kasih Allah yang dinyatakan
lewat mimpi (pembukaan rahasia Firman) atau Pengajaran Mempelai dalam terang
Tabernakel, yaitu:
1.
Disambut dengan baik
lalu menghidupinya.
2.
Kalau tidak demikian,
akan semakin dibenci.
Barulah saya mengerti “kenapa banyak orang semakin
membenci”, ternyata ini jawabannya. Kemudian, bukan hanya Pengajaran
Mempelainya yang dibenci, yang menyampaikan Pengajaran Mempelainya juga turut
dibenci.
Dari kebencian ini meningkat lagi…
Kejadian 37:20
(37:20) Sekarang, marilah kita bunuh dia dan kita lemparkan ke
dalam salah satu sumur ini, lalu kita katakan: seekor binatang buas telah
menerkamnya. Dan kita akan lihat nanti, bagaimana jadinya mimpinya
itu!"
Saudara-saudara Yusuf berusaha untuk menggagalkan mimpi
Yusuf.
Banyak orang Kristen berusaha menjegal lajunya pemberitaan
Firman tentang Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel, karena
kepentingannya. Hal itu sudah disinggung pada ibadah Paskah PPT kemarin.
Kenapa banyak hamba Tuhan yang suka
menyampaikan soal HARTA, TAKHTA, WANITA? Kenapa banyak hamba Tuhan bicara soal
TEORI KEMAKMURAN / TEORI PROSPERITY? Setelah
diselidiki, dia adalah penakut dan sudah sampai pada tahap melarikan diri.
Seandainya dia tidak takut dan rasa takut itu tidak membuat ia melarikan diri,
pasti dia akan terus berani menghadapi kenyataan yang ada, maka dia akan berani
menyampaikan Pengajaran Salib, apapun resiko yang terjadi. Kalau jemaat maju
berarti jemaat semakin di sucikan, tetapi kalau jemaat menolak, ya biarkan
saja, berarti mereka adalah jemaat Goliat.
Saya juga merenung, kenapa isi pemberitaan Firman hanya
terkait dengan kenajisan percabulan saja? Kemudian, jemaat yang mendengar
Firman seperti itu ada pejabat tinggi, direktur, doktor, propesor dan mereka
adalah orang-orang yang dikategorikan orang pandai. Mereka ahli di bidang
masing-masing. Ada yang bisa menghitung uang triliunan, bisa memprediksi soal
ekonomi, politik, budaya, bahkan mengerti seluruh aspek kehidupan ini. Tetapi, mengapa
terhadapa Firman yang isinya hanya mengandung kenajisan percabulan, mereka
tidak pahami? Padahal mereka dikategorikan orang-orang yang pandai. Barulah
sekarang saya pahami, ternyata ada “rohnya”, roh itu mencengkram mereka.
Tetapi, kalau sampai hari ini kita masih duduk diam
mendengar Firman Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel, itu juga karena
ada “rohnya” itulah Roh Mempelai. Kiranya kepada kita dikaruniakan Roh
Mempelai; mau menjadi kecil dan rela dikecilkan. Supaya nanti, Firman
Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel ditumpah ruahkan kepada kehidupan
kita masing-masing.
Kembali saya sampaikan, saudara-saudara Yusuf berusaha untuk
menggagalkan rencana Tuhan dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang
sempurna lewat rencana yang tidak masuk akal yaitu; membunuh Yusuf. Tetapi
sebelum membunuh, Yusuf dilemparkan dahulu ke dalam sumur kering,
berarti; sumber mata air tetapi kering-kering, jelas itu adalah nabi-nabi
palsu (2 Petrus 2:17).
Jadi, nabi-nabi palsu ini berusaha untuk menggagalkan
rencana Tuhan; pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
Nabi-nabi palsu bercerita Firman tetapi ditambahkan dengan
cerita isapan jempol, dongeng-dongeng nenek tua, filsafat kosong manusia.
Tetapi kita lihat dulu: “apakah pada jubah Yusuf
tertulis suatu nama: “Raja segala raja dan Tuhan di atas segala tuan?”
Kejadian 37:21-22
(37:21) Ketika Ruben mendengar hal ini, ia ingin melepaskan Yusuf
dari tangan mereka, sebab itu katanya: "Janganlah kita bunuh dia!" (37:22)
Lagi kata Ruben kepada mereka: "Janganlah tumpahkan darah, lemparkanlah
dia ke dalam sumur yang ada di padang gurun ini, tetapi janganlah
apa-apakan dia" -- maksudnya hendak melepaskan Yusuf dari tangan mereka
dan membawanya kembali kepada ayahnya.
Hidup dalam kenajisan percabulan
tidak dapat menolong jemaat, tetapi rencana Tuhan akan tetap terlaksana.
Bukankah Ruben anak sulung? Tetapi ia telah menyingkapkan aurat gundik Yakub (Kejadian
35:22, Kejadian 49:3-4, 1 Tawarikh 5:1)
Kejadian 37:23-24
(37:23) Baru saja Yusuf sampai kepada saudara-saudaranya, mereka
pun menanggalkan jubah Yusuf, jubah maha indah yang dipakainya itu. (37:24)
Dan mereka membawa dia dan melemparkan dia ke dalam sumur. Sumur itu kosong,
tidak berair.
Sumur itu kosong, tidak berair.
Sumber mata air, tetapi tidak berair
= kering-kering, itulah nabi-nabi palsu.
Kejadian 37:25-38
(37:25) Kemudian duduklah mereka untuk makan. Ketika mereka
mengangkat muka, kelihatanlah kepada mereka suatu kafilah orang Ismael datang
dari Gilead dengan untanya yang membawa damar, balsam dan damar ladan, dalam
perjalanannya mengangkut barang-barang itu ke Mesir. (37:26) Lalu kata
Yehuda kepada saudara-saudaranya itu: "Apakah untungnya kalau kita
membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya? (37:27) Marilah kita
jual dia kepada orang Ismael ini, tetapi janganlah kita apa-apakan dia, karena
ia saudara kita, darah daging kita." Dan saudara-saudaranya mendengarkan
perkataannya itu. (37:28) Ketika ada saudagar-saudagar Midian lewat,
Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang
Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke
Mesir.
Pada akhirnya, bertindak dua hal:
-
Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya
pada orang Ismael dengan harga 20 syikal perak. Dan,
-
Jubah yang maha indah itu
ditanggalkan dari tubuh Yusuf (ayat 33).
Di sini kita melihat bagaimana daya upaya dari iblis setan untuk menggagalkan
rencana Tuhan.
Kejadian 37:31
(37:31) Kemudian mereka mengambil jubah Yusuf, dan menyembelih
seekor kambing, lalu mencelupkan jubah itu ke dalam darahnya.
Jubah Yusuf, jubah yang maha indah itu dicelupkan dalam
darah kambing domba.
Kita bandingkan dulu dengan Wahyu…
-
Wahyu 7:9, di sini tampilnya mempelai wanita Tuhan yang
bergabung dengan
inti mempelai. Mereka datang dari berbagai suku, kaum, bahasa dan bangsa. Tanda
mempelai Tuhan:
- Memakai
jubah putih.
- Memegang
daun palem.
Kemudian, seperti apa mempelai Tuhan itu?
-
Wahyu 7:14 --- Maka kataku kepadanya: "Tuanku,
tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah
orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci
jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.
Jubah mereka putih, bersih, tanpa noda, tanpa
darah. Dosa-dosa telah disucikan oleh darah Anak Domba.
Demikianlah Yesus Kristus menyucikan kehidupan kita,
kelakukan/tabiat/perbuatan hidup kita, telah dicelup dalam darah. Supaya
menjadi putih bersih, tanpa noda dan tanpa cacat, karena Tuhan mau menempatkan
kita dihadapan diri-Nya.
Itulah usaha / daya upaya dari iblis setan untuk
menggagalkan rencana Tuhan.
Kita perhatikan lagi…
Kejadian 39:1
(39:1) Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar,
seorang Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia dari
tangan orang Ismael yang telah membawa dia ke situ.
Pada akhirnya, Potifar membeli Yusuf dari orang Ismael,
saudagar dari Midian.
Kemudian, untuk mempersingkat…
-
Pada ayat 2-4, Yusuf
dipercaya atas seisi rumah Potifar, kecuali isteri Potifar.
Betapa besar kepercayaan Tuhan kepada seorang
utusan Tuhan, kalau kita menjaga kesucian itu.
-
Pada ayat 7-11, isteri
Potifar berusaha mengoda Yusuf.
Demikian juga sidang mempelai Tuhan, berusaha
digoda oleh kenajisan percabulan itulah harta, wanita dan tahta.
Berusaha ditarik supaya gereja mabuk anggur kenajisan percabulan (Wahyu
18:13).
Bagaimana dengan kita, apakah tetap
mempertahankan Pengajaran Mempelai atau tergoda dengan kenajisan percabulan? Tetapi, biarlah kiranya kita tetap memilih
Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, disucikan sampai sempurna dan
kelak menjadi mempelai wanita Tuhan.
Percayalah kepada Firman Tuhan yang mengatakan
bahwa Daud adalah pengumban yang teralatih, ketika ia melontarkan batu itu ke
dahi Goliat; tidak meleset sehelai rambutpun (Hakim-hakim 20:16). Tuhan
akan membawa kita menjadi mempelai Tuhan, tidak meleset, percayalah.
Di atas tadi saya sudah sampaikan, kalau saudara
mencabut sehelai rambut lalu taruh di penggaris, ukurannya itu kurang dari satu
mili. Bayangkan, begitu tepat dan akuratnya Pengajaran Mempelai membawa kita
menjadi milik kepunyaan-Nya. Tetapi lihatlah, kalau ajaran itu sedikit saja
meleset dari bawah / dasarnya, pasti ke atasnya pasti akan semakin melenceng.
Dan lihatlah gereja-gereja saat ini, di dalam gereja, bukan lagi salib yang
ditegakkan, tetapi harta, tahta dan wanita.
-
Pada ayat 12-16, Yusuf
difitnah oleh isteri Potifar, karena Yusuf tidak tergoda dengan kenajisan
percabulan. Yusuf terlepas dari mabuk anggur Perempuan
Babel. Ia tidak mau kaya oleh karena kelimpahan hawa
nafsu Babel. Fitnahan itu diberitakan/disampaikan kepada seisi rumah dan
kepada Potifar.
-
Pada ayat 17-19, Yusuf
difitnahkan kepada Potifar. Dan lucunya Potifar tidak punya hikmat. Berita
yang disampaikan, itulah mengenai harta, takhta dan wanita diterima /
ditelan mentah-mentah, karena perasaanya kuat kepada isterinya. Berarti, perasaanya
kuat dengan kenajisan percabulan.
Itulah yang saya sampaikan di atas tadi, kenapa
seorang pemimpin jemaat menyampaikan khotbah yang isinya kenajisan percabulan
(kaya oleh kelimpahan hawa nafsu), mengandung anggur dari perempuan Babel,
tetapi pejabat tinggi di situ tidak mengerti. Kenapa mereka yang mempunyai
gelar, sarjana, sarjini, sarjono, S1, S2, S3 tetapi tidak paham dengan berita
ini, seperti Potifar? Potifar tidak bisa memilah-milah ini berita yang
benar atau tidak, palsu atau tidak. Tetapi kepada kita semua, Tuhan beri suatu
hikmat untuk mengerti rencana Tuhan. Kalau tidak, tidak mungkin kita bisa
bertahan sampai malam ini.
-
Pada ayat 20-23,
akhirnya Yusuf dipenjarakan.
Betapa pahitnya yang dialami oleh Yusuf.
Saudara, waktu Yusuf ada di dalam penjara, dia berada
bersama dengan 2 (dua) pegawai Firaun yang makar itulah juru minuman dan juru
roti. Di dalam penjara, kedua pegawai itu bermimpi. Juru minuman menceritakan
mimpinya kepada Yusuf. Juru roti juga menceritakan mimpinya kepada Yusuf. Lalu
Yusuf memberitahukan dengan jelas semua arti dari mimpi juru minuman dan juru
roti. Hanya Firman Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel, Firman yang
rahasianya dibukakan disebut juga dengan cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus
yang bisa menjelaskan segala sesuatu dengan rinci. Sehingga, yang tadinya muka
kita cemberut, muka murung, tidak ada daya untuk menjalankan roda kehidupan
karena terlalu banyak pergumulan, namun pada akhirnya ada gairah hidup, ada
daya untuk menjalankan roda kehidupan, ada daya untuk menjalankan nikah yang
sudah berantakan.
Kita lihat mimpi itu…
Kejadian 40:6 --- Perikop: “Mimpi juru minuman dan juru
roti”
(40:6) Ketika pada waktu pagi Yusuf datang kepada mereka, segera
dilihatnya, bahwa mereka bersusah hati.
Mereka bersusah hati.
Itulah yang saya sampaikan di atas tadi; susah hati kita
menjalankan roda kehidupan ini, karena terlalu banyak masalah dalam nikah dan
rumah tangga yang belum teratasi.
Kemudian pada ayat 7-13 menceritakan tentang arti
dari mimpi juru minuman yaitu: juru minuman akan dikembalikan kepada
jabatannya semula sebagai juru minuman.
Tetapi perhatikan…
Kejadian 40:14-15
(40:14) Tetapi, ingatlah kepadaku, apabila keadaanmu telah baik
nanti, tunjukkanlah terima kasihmu kepadaku dengan menceritakan hal ihwalku
kepada Firaun dan tolonglah keluarkan aku dari rumah ini. (40:15) Sebab
aku dicuri diculik begitu saja dari negeri orang Ibrani dan di sini pun aku
tidak pernah melakukan apa-apa yang menyebabkan aku layak dimasukkan ke dalam
liang tutupan ini."
Perjalanan Yusuf dari Kanaan ke Mesir, persis seperti
perjalanan Yesus dari Sorga ke Bumi. Yesus tidak melakukan kesalahan, tetapi Ia
harus disalibkan, seperti Yusuf dimasukkan ke dalam liang tutupan.
Kemudian, di sini juga kita melihat, Yusuf meminta juru
minuman itu agar mengingat Yusuf saat sudah keluar dari penjara. Akan tetapi,
dia tidak menceritakan hal ihwal Yusuf kepada Firaun, dia lupa kepada Yusuf.
Rupanya manusia tidak bisa diharapkan, siapapun itu. Kita hanya bisa berharap
kepada Tuhan. Itu sebabnya di Kejadian 40:1 dan seterusnya akhirnya: Firaun
bermimpi.
Mimpi Firaun…
1.
7 bulir gandum yang
bernas, lalu muncul 7 bulir gandum yang kosong menelan 7 buli gandum yang
bernas itu (Kejadian 41:1-4)
2.
7 lembu yang tambun dan
gemuk muncul dari sungai Nil. Sesudah itu muncul 7 lembu yang kurus bangunnya
menelan 7 lembu yang tambun dan gemuk itu (Kejadian 41:5-7)
Artinya: akan terjadi 7 tahun kelimpahan, sesudah itu
muncullah 7 tahun kelaparan. Dan kelaparan itu akan menguruskeringkan dunia
ini tanpa berbekas. Lalu hal itu pun diberitahukan kepada Firaun dan Firaun
dengan semangat mengangkat Yusuf sebagai raja muda di Mesir. Lalu, Yusuf
sebagai raja muda / penguasa di Mesir, mempersiapkan segala sesuatu untuk
menghadapi 7 tahun kelaparan, yaitu; mengumpulkan gandum sebanyak-banyaknya
selama 7 tahun kelimpahan. Sesudah 7 tahun kelimpahan berlalu, dunia kurus
kering, termasuk Kanaan. Datanglah keluarga Kanaan ke Mesir membeli gandum
kepada Yusuf. Pada saat itulah Yusuf membuka lumbung-lumbung, berarti; Firman
Pengajaran Mempelai dibuka (Kejadian 41:56-57).
Lewat PPT ini Firman Pengajaran dibuka, di mulai dari
Serang. Jika Tuhan menghendaki dibuka di berbagai-bagai daerah, dimana saja,
bahkan di mancanegara. Di situlah terjadi kegerakan, persekutuan tubuh Kristus.
Di mulai dari 70 orang di Kanaan, sampai akhirnya menjadi suatu bangsa yang
besar di Mesir (Kejadian 46:27). Saudara-saudara Yusuf dipersekutukan
oleh gandum rohani; Firman Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel, dibawa
masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
Demikian juga Yesus, telah melakukannya di atas kayu salib (Yohanes
19:30-33). Tidak ada satupun tulang-tulang Yesus yang dipatahkan, sebab Ia
sudah mati, itu namanya pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
Singkat kata, pada akhirnya Yesus menjadi Raja di atas
segala raja, Tuan di atas segala tuan karena sudah berkemenangan. Demikian juga
Yusuf, akhirnya, ia menjadi raja muda, mangku negara dan ia tetap menerima
jubah yang maha indah. Jubah yang maha indah itu tetap melekat di dalam diri
Yusuf. Di dalam jubah Yusuf tertulis suatu nama: Raja segala raja dan Tuan
di atas segala tuan. Dari sikap/kelakuan/perbuatannya sudah tertulis bahwa:
ia raja, bukan orang yang mudah goyah terhadap kenajisan percabulan. Ia bukan
orang yang mudah goyah saat masuk penjara. Ia tetap seorang raja dan tuan.
Tetapi banyak sekali orang Kristen, dari kelakuannya, tersirat bahwa ia tidak
benar, tidak baik, tidak suci, tidak mulia sebab ia mudah goyah.
Malam ini kita sudah melihat, pada jubah-Nya tertulis
suatu nama: Raja segala raja, Tuan segala tuan.
Kalau dia
tercipta sebagai raja, dia akan tetap raja sampai selama-lamanya. Tidak akan
berubah karena kenajisan percabulan, karena penjara dunia ini.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA
MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U.
Sitohang
No comments:
Post a Comment