KEBAKTIAN PASKAH PERSEKUTUAN
PENGAJARAN PEMBANGUNAN TABERNAKEL
(PPT)
SERANG, KAMIS 28 MEI 2026 (SESI 3)
Tema: ORANG-ORANG
BERSUNAT
Subtema: UMBAN
DI TANGAN (Bagian 2)
(Seri 4 di Serang)
Shalom.
Mula pertama saya mengucapkan puji
syukur kepada Tuhan, oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di
atas gunung Tuhan yang kudus untuk selanjutnya digembalakan oleh korban
sehari-hari. Ada masanya korban sehari-hari itu dirampas dari rumah Tuhan
sehingga nanti sama seperti domba-domba yang kehilangan arah, liar, dan tidak
tergembala.
Oleh sebab itu, kita berdoa kepada
Tuhan dan mohon kemurahan Tuhan supaya firman yang dibukakan itu sebentar
meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.
Saya juga tidak lupa menyapa
anak-anak Tuhan, bapa/ibu, saudara terkasih, termasuk hamba-hamba Tuhan yang
saya hormati dimanapun saudara berada, biarlah kiranya damai sejahtera berkuasa
/ bertakhta di hati kita sehingga nanti kita boleh merasakan sukacita saat
menikmati sabda Allah.
Kita kembali membahas tema yang ada:
ORANG-ORANG BERSUNAT, dimana tema ini sudah memasuki tahun yang ke-4.
Kita berdoa kiranya di Paskah tahun depan kita dapat memasuki tema yang baru.
Tema “orang-orang bersunat” ini
panjang dan lebar karena si kulit khatan (Goliat) disebut juga anjing dan
pekerja yang jahat, tahun lalu belum mati, namun tahun ini Goliat sudah harus
mati sehingga kita bebas menikmati ibadah dan pelayanan dalam kandang penggembalaan
yang Tuhan percayakan.
Kita juga sudah melihat hanya satu
pribadi yang menyelamatkan satu bangsa yang besar, Daud tiba tepat pada hari
yang ke-40 di medan pertempuran, terkena kepada tamatnya daging. Andaikata Daud
telat satu hari saja tiba di medan pertempuran maka Israel akan habis bahkan
hari ini bangsa Israel tidak ada, namun hal itu tidak diizinkan Tuhan karena
Tuhan punya segenap langit dan isinya, namun dari seluruh isi bumi hanya satu
bangsa yang menjadi umat kesayangan-Nya dan hanya satu bangsa yang menjadi
imamat rajani.
Mengapa
hanya satu bangsa yang dijadikan imamat rajani? Karena dari merekalah keselamatan
itu, jahat saja mereka dapat memberkati kita, apalagi apabila mereka sudah
mengakui Mesias (Roma 11;11-12). Oleh sebab itu, selagi masih ada kesempatan
dan selagi mereka masih tegar tengkuk maka kita harus menghargai kesempatan.
Kemudian, menurut hemat saya kedatangan Tuhan sudah tidak lama lagi, mulai dari
nikah kita sebagai penginjil atau gembala untuk mempersiapkan nikah-nikah
sidang jemaat yang Tuhan percayakan bagi kita semua.
Kita sudah menaikkan puji-pujian dan
saya tersentuh, saya dan isteri berbincang-bincang bahwa puji-pujian dari tiga
sesi ini rasanya sesuai dengan pemberitaan Firman, seperti pujian sesi tiga
tadi dikatakan “sehelai rambut”, saya berkata dalam hati “Tuhan ko tahu apa
yang akan disampaikan” dan saya langsung tersentuh serta meneteskan air mata.
Biarlah tetesan air mata itu persis seperti kita membawa diri di ujung kaki
salib.
Tuhan sudah mengurapi hambanya Pdt.
Sudi Sinaga sebagai pemimpin pujian, Tuhan memberkati dan Tuhan membalaskan.
Kita semua ini denominasi tidak boleh dikotak-kotakan oleh denominasi apapun,
kita ini adalah organisme dan bukan organisasi, maka kita tidak boleh
dipisahkan oleh organisasi. Kita adalah organisme dan dipersatukan oleh
Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.
Satu-satunya Pengajaran yang bisa
membuat manusia menjadi sempurna,dimana kesuciannya sudah dirusak namun
diperbaiki dan menjadi perawan suci, itu hanya bisa dikerjakan oleh Pengajaran
Mempelai dalam terangnya Tabernakel … 2 Korintus 11:2 – Sebab aku
cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu
kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada
Kristus. – tidak dikatakan teori si A, teori Darwin, tidak bisa. Oleh sebab
itu, jangan ragu dengan Pengajaran Mempelai.
Biarlah Tuhan nyatakan rahmat dan
anugerah-Nya kepada kita pada sesi terakhir ini.
Filipi 3:1b-2 -- Perikop:
“Kebenaran yang sejati.”
(3:1b) Menuliskan hal ini lagi kepadamu tidaklah berat
bagiku dan memberi kepastian kepadamu. (3:2) Hati-hatilah
terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat,
hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu,
Firman Allah yang disampaikan secara
berulang-ulang dan berurut memberi kepastian, berarti iman teguh, kuat dan
tidak mudah goyah terhadap ujian demi ujian, dan kesulitan-kesulitan yang
menghimpit sampai saat ini.
Bukti kuat dan tidak mudah goyah:
1.
Hati-hatilah
terhadap anjing-anjing.
2.
Hati-hatilah
terhadap pekerja-pekerja yang jahat.
3.
Hati-hatilah
terhadap penyunat-penyunat yang palsu.
Filipi 3:3
(3:3) karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah
oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak
menaruh percaya pada hal-hal lahiriah.
Yang disebut orang-orang bersunat
ialah:
a.
Beribadah
oleh Roh Allah.
b.
Bermegah
dalam Kristus Yesus.
c.
Tidak
menaruh percaya pada hal-hal lahiriah.
Kecuali dia Goliat, dia masih menaruh percaya kepada
manusia. Goliat tingginya 6 (enam) hasta sejengkal, namun masih saja dia suruh
orang untuk membawa perisai. Apabila seorang hamba TUHAN berkata kepada jemaat;
maju-maju, om di belakang, menunjukkan bahwa ia adalah tipe hamba TUHAN Goliat,
jangan kita seperti itu.
Singkat kata, kita sudah mengenali
orang-orang yang bersunat dan orang-orang yang tidak bersunat.
-
ORANG-ORANG
BERSUNAT adalah orang-orang yang memiliki kepastian berarti iman teguh, kuat,
dan tidak mudah goyah.
-
ORANG-ORANG
YANG TIDAK BERSUNAT –> Anjing-anjing dan pekerja-pekerja yang jahat.
Pada ayat 2 terdapat tiga
kali kata “hati-hati” artinya: Dibutuhkan suatu perjuangan untuk
menghadapi anjing-anjing dan penyunat-penyunat palsu yang disebut juga
pekerja-pekerja yang jahat.
Selanjutnya …
Kita akan melihat, PERJUANGAN DAUD
DI DALAM HAL MENGHADAPI PEKERJA-PEKERJA YANG JAHAT YAITU ANJING-ANJING DAN
PENYUNAT-PENYUNAT YANG PALSU, kisahnya ada di dalam 1 Samuel 17.
1 Samuel 17:32
(17:32) Berkatalah Daud kepada Saul: "Janganlah seseorang
menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin
itu."
Daud bersiap menghadapi Goliat,
orang Filistin itu, yang disebut juga:
-
Anjing
… (ayat 43).
-
Orang-orang
yang tidak bersunat …
(ayat 36).
1 Samuel 17:33
(17:33) Tetapi Saul berkata kepada Daud: "Tidak mungkin
engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab
engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi
prajurit."
Keinginan Daud menghadapi Goliat
adalah hal yang “tidak mungkin” bagi Saul, alasan Saul:
-
Daud
masih muda, maksudnya Daud masih minim
pengalaman dan jam terbang.
-
Sedangkan,
Goliat adalah prajurit dari masa mudanya, maksudnya Goliat memiliki
segudang pengalaman sebagai seorang prajurit.
Pendeknya, Saul lebih yakin
kepada musuh yaitu Goliat dan pengalamannya, dari pada yakin kepada kuasa
Tuhan yang ada di dalam diri Daud
sebagai tentara Tuhan, pejuang iman.
Hal ini sangat lucu dan tidak masuk
akal apabila kita bandingkan dengan 1 Samuel 10:1, "Bukankah TUHAN telah mengurapi
engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel? Engkau akan memegang tampuk
pemerintahan atas umat TUHAN, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan
musuh-musuh di sekitarnya. --
1 Samuel 17:34-35
(17:34) Tetapi Daud berkata kepada Saul: "Hambamu ini biasa
menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang,
yang menerkam seekor domba dari kawanannya, (17:35) maka aku mengejarnya,
menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia
berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan
membunuhnya.
Daud tidak menjadi lemah dan hatinya tidak menjadi surut karena perkataan
Saul yang sifatnya melemahkan, sebab Daud biasa menggembalakan kambing domba
ayahnya, artinya: Daud memiliki PENGALAMAN di dalam hal menggembalakan
kambing domba ayahnya, yaitu: “… Apabila datang singa atau beruang, yang
menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan
melepaskan domba itu dari mulutnya.”
Ini adalah pengalaman Daud dan
pengalaman ini bukan pengalaman kaleng-kaleng/ecek-ecek, seperti yang yang
dikatakan oleh pemimpin pujian yaitu Pdt. Sudi Sinaga “Siapa yang sanggup
melawan singa yang memiliki badan dan kekuatan yang besar? Tidak ada yang
sanggup.” Tetapi, pengalaman ini diceritakan oleh Daud kepada Saul.
1 Samuel 17:36
(17:36) Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu
ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah
satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah
yang hidup."
Daud akan menghajar Goliat seperti
singa dan beruang yang pernah dia hajar.
Ini adalah perkataan kesaksian,
sebab Daud pernah menghadapi singa dan beruang, maka dia akan memperlakukan
Goliat seperti dia memperlakukan singa dan beruang. Semua itu Daud sampaikan
kepada Saul, raja Israel pada waktu itu.
1 Samuel 17:37-40
(17:37) Pula kata Daud: "TUHAN yang telah melepaskan aku dari
cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan
orang Filistin itu." Kata Saul kepada Daud: "Pergilah! TUHAN
menyertai engkau." (17:38) Lalu Saul mengenakan baju
perangnya kepada Daud, ditaruhnya ketopong tembaga di kepalanya dan dikenakannya
baju zirah kepadanya. (17:39) Lalu Daud mengikatkan pedangnya di
luar baju perangnya, kemudian ia berikhtiar berjalan, sebab belum pernah
dicobanya. Maka berkatalah Daud kepada Saul: "Aku tidak dapat berjalan
dengan memakai ini, sebab belum pernah aku mencobanya." Kemudian ia menanggalkannya.
(17:40) Lalu Daud mengambil tongkatnya di tangannya, dipilihnya
dari dasar sungai lima batu yang licin dan ditaruhnya dalam kantung
gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbannya
dipegangnya di tangannya. Demikianlah ia mendekati orang Filistin itu.
Setelah semua pengalaman itu
disampaikan, akhirnya Saul berkata kepada Daud: "Pergilah! TUHAN
menyertai engkau." Artinya, pada akhirnya Saul mengakui pengalaman
Daud. Berarti, segalanya mungkin, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, asal saja
kita memiliki pengalaman bersama dengan Tuhan sebagai domba yang tergembala.
Tadi salah seorang hamba TUHAN (peserta) berkata kepada saya;
“Pak, saya sudah cukur kumis dan janggut”, “Puji TUHAN, haleluya 12x” di dalam
hati saya. Lalu beliau berkata, sebanyak kumis dan jenggot yang dicukur, doakan
ya pak, seperti itulah kiranya nanti jumlah jiwa bertambah-tambah masuk di
dalam kandang penggembalaan kami. Saya katakan; “Amin.” Itu doa kita
bersama-sama supaya nanti kita adakan juga fellowship di sana. Jadi
segalanya mungkin, itulah kesaksian Daud kepada Saul.
Setelah semua pengalaman itu
diceritakan, akhirnya Saul berkata kepada Daud: "Pergilah! TUHAN
menyertai engkau." Kemudian, Saul …
-
Mengenakan
baju perangnya kepada Daud.
-
Ditaruhnya
ketopong tembaga di kepalanya.
-
Dan
dikenakannya baju zirah kepadanya.
Akan tetapi, Daud tidak bisa
berjalan sehingga Daud menanggalkannya, selanjutnya ia memperlengkapi dirinya
sesuai dengan pengalamannya sebagai seorang gembala kambing domba.
Adapun perlengkapan Daud sesuai
dengan pengalamannya sebagai gembala kambing domba yaitu:
1.
Tongkat
di tangan.
2.
Lima
batu licin dipilih dari dasar sungai.
3.
Kantong
gembala.
4.
Umban
di tangan.
Keterangan: UMBAN DI TANGAN
(Bagian Kedua).
1 Samuel 17:48-49
(17:48) Ketika orang Filistin itu bergerak maju untuk menemui Daud,
maka segeralah Daud berlari ke barisan musuh untuk menemui orang Filistin itu; (17:49)
lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari
dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga
batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke
tanah.
Ketika Goliat maju maka Daud juga
maju berlari ke barisan musuh, berarti Daud sama sekali tidak takut dan
tidak gentar sebab dia telah memperlengkapi dirinya sesuai dengan
pengalamannya sebagai seorang gembala yaitu dengan UMBAN DI TANGANNYA.
Jadi, kalau di tangan kita ada umban
maka kita tidak akan takut. Saya hari-hari ini pun begitu saudara, bukan
bermaksud sombong, kita tetap dalam koridornya TUHAN, tetap rendah hati, lemah
lembut, dalam kekudusan, jaga tahbisan. Tetapi dalam menyampaikan Firman kalau
itu berasal dari TUHAN, saya tidak merasa takut lagi, apapun resikonya saya
siap. Apabila jemaat maju, puji Tuhan, namun apabila jemaat mundur dan itu
karena firman yang berasal dari Tuhan, itu tidak jadi masalah, sebab orang
seperti itu adalah Goliat yang akan binasa karena tidak mau berubah.
1 Tawarikh 12:1-2 --- Perikop: “Pengikut-pengikut
Daud di Ziklag.”
(12:1) Inilah orang-orang yang datang kepada Daud di Ziklag,
selama ia harus menyingkir karena Saul bin Kish. Mereka pun termasuk
pahlawan-pahlawan yang membantu dia dalam peperangan. (12:2) Mereka
bersenjatakan panah, dan sanggup melontarkan batu dan menembakkan
anak-anak panah dari busur dengan tangan kanan atau tangan kiri. Mereka itu
dari saudara-saudara sesuku Saul, dari orang Benyamin:
UMBAN adalah alat yang dapat
digunakan untuk melontarkan batu, melesak hingga 150 (seratus lima puluh)
meter jauhnya, dengan kecepatan rata-rata kurang lebih 180 km/jam.
Senjata ini betul-betul berbahaya
dan mematikan, itu sebabnya dipergunakan sebagai salah satu senjata perang.
Yesaya 9:7 — Perikop: “Murka
Tuhan terhadap Efraim.”
(9:7) Tuhan telah melontarkan firman kepada Yakub, dan firman-Nya
itu menimpa Israel.
Umban adalah gambaran dari Roh
El-Kudus. Kegunaannya adalah untuk melontarkan Firman Allah.
Jadi, Roh Tuhan yang melontarkan
Firman itu kepada Yakub, dan menimpa kepada Israel.
Oleh sebab itu, kita sebagai seorang
hamba TUHAN harus hidup dalam pengurapan, supaya menjadi umbannya Tuhan di
dalam hal menyampaikan Firman Allah, sehingga kesombongan/kecongkakan yang
masih nampak atau yang masih terselubung bisa ditumbangkan / dirobohkan /
dihancurkan.
Kenapa Tuhan melontarkan batu /
menghukum Israel? Jawabnya,
karena Israel tidak mau bertobat dari dosa kesombongan, tidak mau bertobat dari
kecongkakannya, hal ini tertulis pada Yesaya 9:9, “Tembok batu bata
jatuh, akan kita dirikan dari batu pahat; pohon-pohon ara ditebang, akan kita
ganti dengan pohon-pohon aras.” = mengandalkan kekuatan, kemampuan sendiri.
“… akan kita ganti dengan
pohon-pohon aras.”
Sebagai tambahan; waktu Salomo
mendirikan bait Allah, dia membutuhkan pohon aras dari Libanon, namun raja
Libanon memberikan syarat untuk menyediakan makanan bagi pegawai-pegawainya,
lalu Salomo menyanggupinya.
Kita ini adalah pohon aras yang
sedang dipersiapkan untuk masuk dalam pembangunan tubuh Kristus, buktinya
adalah ada fellowship dan didalamnya Tuhan sediakan makanan yaitu;
pembukaan rahasia Firman ALLAH, demi terwujudnya pembangunan Bait Allah di
Yerusalem. Kitalah Yerusalem itu, yakni; guru-guru kebenaran; penginjil dan
gembala-gembala.
Namun pohon aras yang dikatakan
Israel di sini adalah pohon aras dengan mengandalkan kekuatan manusia, ini
adalah kesombongan dan Israel tidak mau bertobat dari situ, maka dilemparkanlah
batu oleh Roh Tuhan dari Sorga. Roh Tuhan menjamah Rezin yang awalnya teman
dari pada Israel, tetapi pada akhirnya menjadi batu yang dilontarkan kepada
Israel sebagai penghukuman karena kesombongannya.
Demikian juga Goliat dia sombong dan
angkuh, sebab Goliat tidak canggung mencemooh barisan Allah yang hidup, disebut
juga pejuang iman (tentara Tuhan) yaitu; hamba-hamba Tuhan yang diurapi.
Mencemooh berarti menghina, mengejek
disertai mengecilkan dan merendahkan, karena Goliat merasa tinggi dan besar,
sebab tingginya enam hasta satu jengkal, dia juga membesarkan segala
yang ada di dalam dirinya, lalu menaruh harap pada pembawa perisai di depan.
Kita tidak salah diberkati memiliki
rumah mewah, pastori mewah, kendaraan mewah, jemaat banyak, namun kita tidak
boleh mengandalkan itu, tidak boleh menaruh harap pada manusia yang membawa
perisai di depan. Namun, tetaplah menaruh harap kepada Tuhan, sebab kitalah
pohon aras rohani yang sedang dibawa masuk untuk pembangunan tubuh Kristus yang
sempurna, buktinya: kita sedang makan bahkan berpesta dalam Kebaktian Paskah
Persekutuan PPT dan sesi yang terakhir ini kita menikmati makanan rohani dari
Sorga.
1 Samuel 17:50
(17:50) Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan
umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa
pedang di tangan.
Di tangan Tuhanlah pertempuran, artinya: Tuhanlah yang menentukan siapa yang menang dan
siapa yang kalah. Namun, Goliat tidak memahami itu, kecuali Daud saja.
Daud mengalahkan Goliat dengan UMBAN
dan BATU -> Firman yang diurapi.
Yang menjadi sasaran atau bidikan
dari umban adalah DAHI (ayat 49), itulah dahi dari orang sombong seperti
kesombongan Goliat (ayat 36) yang telah mencemooh barisan dari Allah
yang hidup, mencemooh pejuang iman (hamba-hamba Tuhan), mencemooh orang-orang
yang diurapi oleh Tuhan.
Kemudian pada ayat 36, Daud
mengatakan: “Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini.”
Jadi, Goliat = Singa dan beruang,
gambaran dari antikris.
Wahyu 13:1-2 --- Perikop: “Binatang yang keluar dari dalam
laut.”
(13:1) Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut,
bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat
sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat. (13:2)
Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya
seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga
itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang
besar.
Binatang yang keluar dari dalam laut
–> ANTIKRIS.
Antikris merupakan kombinasi dari
tiga jenis binatang yaitu:
1.
Macan
tutul, berbicara soal kecepatan.
Maka, gereja Tuhan yang berlambat-lambat dan bermasa bodoh akan
dilibas habis oleh antikris.
2.
Beruang, berbicara soal cakar dan pukulan, artinya;
-
Berbicara
cakar, berarti mencengkram, maksudnya siapa yang menerima cap meterai dari
antikris tidak akan bisa lepas lagi dari situ, biar bagaimanapun juga.
Jadi kalau memang sudah terlanjur dengan jus 1, jus 2 berdoa
saja, supaya TUHAN tolong, karena kami sudah mendapat mimpi pada waktu itu.
Yang lucunya bukan hanya mimpi, Firman TUHAN keluar pada saat yang sama. Lalu
saya katakan, TUHAN terimakasih.
-
Kemudian
berbicara pukulan, artinya; tidak ada satupun manusia sanggup bertahan
menghadapi antikris bila nanti berkuasa dan mendominasi seantero dunia,
mendominasi seluruh aspek-aspek kehidupan yakni: teknologi, ekonomi, politik, dan seterusnya.
3.
Singa, berbicara soal raja hutan.
Satu kali nanti antikris akan menjadi raja dan berkuasa atas
seantero dunia, namun raja hutan ini terkenal dengan “auman”, sehingga
membuat lutut menjadi goyah dan tidak berdaya dan di situ nanti banyak
anak-anak Tuhan yang goyah. Kita sudah melihat gempa bumi terjadi, itulah covid-19
sudah banyak orang yang goyah dan tidak bertahan dengan salib di Golgota,
salah satu contohnya banyak nikah-nikah yang hancur. Mereka dengan sadar pergi
ke KUA sepakat untuk berpisah, saudara bisa tonton di Televisi berapa banyak
korban waktu itu.
Oleh sebab itu, penting kita belajar
dari Daud sebab dia memiliki perlengkapan senjata perang yaitu sesuai dengan
pengalamannya sebagai seorang gembala, berarti baik gembala (pemimpin jemaat)
maupun kawanan domba harus sama-sama tergembala di hadapan Tuhan karena masih
ada Gembala Agung yaitu Tuhan Yesus Kristus yang bertanggung jawab atas seluruh
dunia ini. Sesungguhnya dunia ini sudah dalam ketakutan & kecemasan bahkan
banyak anak-anak TUHAN lari dari kenyataan, namun satu Pribadi itulah Tunas Daud
yaitu pribadi TUHAN Yesus Kristus, sanggup menolong.
Kemudian Antikris/binatang itu …
-
Bertanduk
10 (sepuluh), di atas tanduk-tanduknya ada 10 (sepuluh) mahkota.
Hal ini berbicara tentang kemenangan, namun sesungguhnya hal
itu hanyalah akal-akalan semata.
Contoh kecil; seorang
hamba Tuhan di dalam rumah TUHAN sibuk hanya berbicara soal harta, wanita,
takhta, disebut juga dengan kenajisan percabulan. Sebetulnya hamba TUHAN
semacam ini sudah mencapai klimaks dari ketakutan, yaitu: Melarikan diri (meninggalkan
yang benar). Sebab, kalau dia siap menghadapi kenyataan (singa dan beruang)
maka dia akan memberitakan pengajaran salib / didikan salib untuk selanjutnya;
ditegakkan di tengah ibadah dan pelayanan dalam sebuah penggembalaan. Tetapi
anehnya, di dalam gereja tersebut ada ribuan jemaat, mulai dari kelas rendah
sampai kelas atas; ada yang manager, ada yang vice president, ada
yang direktur utama, ada macam-macam orang di situ, namun tidak paham soal
salib, tetapi anehnya, ia sanggup berpikir soal teknologi, ekonomi, keuangan,mengatur
perusahaan dan lain-lain, yang sifatnya lahiriah di dunia ini, dia bisa
menghitung-hitung, akan tetapi tidak bisa membedakan ajaran yang benar, saya
tidak habis pikir. Namun akhirnya saya diteguhkan oleh Tuhan, sementara sedang
mencari Firman di Pastori, bahwa hal seperti ini (ajaran prosperity)
bukanlah hal yang dapat dihitung-hitung secara ilmiah sebab ini adalah bentuk
roh. Jadi, roh itulah yang mencengkram, beruang itu yang mencengkram sehingga
tidak bisa memahami kalau hal itu 3 TA, ungkapan atau berita yang keluar dari
mulut orang yang tawar hati, yang berbicara soal puteri raja diberikan, uang
banyak diberikan, dibebaskan dari pajak, padahal itu semua adalah ungkapan
dari orang yang sudah goyah, tawar hati karena takut kepada Goliat. Tetapi Daud
tidak mau mendengar perkataan itu, dia tetap dengan sikap “biasa
menggembalakan kambing domba ayahnya (berpegang pada pengalaman bersama
TUHAN).” Dua tiga ekor, bukan sepuluh ekor, Alkitab yang mencatat, saya
tidak menambahi dan mengurangi.
-
Berkepala
7 (tujuh) dan pada tiap-tiap kepala (di dahi) tertulis nama-nama hujat.
Jadi goliat = singa dan beruang, gambaran dari antikris, selain
bertanduk 10 (sepuluh), binatang ini
berkepala 7 (tujuh), dan pada
tiap kepala-kepalanya tertulis nama-nama hujat.
Itu sebabnya, Daud membidik dahi, sebab di dahinya tertulis nama-nama
hujat.
Saudara dari pikiran, hati, dan perasaan timbul ungkapan
seperti ungkapan dari orang yang goyah tadi, yang sibuk berbicara tentang putri
raja diberikan, diberikan uang (imbalan), pajak dihapuskan.
Jadi dari dalam hati, pikiran, dan perasaan ini, semua
keluar kata-kata hujat itu. Maka sasaran dari batu yang dilontarkan umban
itulah Firman yang diurapi, adalah dahi.
Maka, kita hamba-hamba TUHAN
(gembala sidang dan penginjil) tidak perlu takut mengumbankan / melontarkan
batu (menyampaikan Firman yang diurapi). Tidak usah takut dan tidak perlu
menjilat karena menjilat adalah sikap anjing juga.
Wahyu 13:5-6
(13:5) Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh
kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat
puluh dua bulan lamanya. (13:6) Lalu ia membuka mulutnya untuk
menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka
yang diam di sorga.
Antikris menjadi raja dan berkuasa
atas dunia ini selama 7 (tujuh) tahun penuh.
-
3,5
tahun pertama disebut PRA-ANIAYA.
Pada masa itu masih ada ibadah namun sudah dipersulit, itu
sebabnya harga Firman menjadi mahal, yaitu: “Secupak gandum sedinar, dan
tiga cupak jelai sedinar.” Wahyu 6:6.
Namun janganlah merusakkan minyak dan anggur.
Jadi kita butuh kabar Mempelai (anggur), kita butuh kegiatan
Roh (minyak), jangan dirusak. Sementara gandum itulah Firman kasih karunia, dan
tiga cupak jelai berarti tekun dalam tiga macam ibadah pokok.
Itulah suasana 3,5 (tiga setengah) tahun yang pertama, yang
disebut sebagai pra aniaya.
-
3,5
tahun yang kedua disebut
PUNCAK PENCOBAAN / puncak gelap malam.
Pada masa itu antikris berkuasa sepenuhnya dan mendominasi
seluruh dunia, mendominasi seluruh aspek-aspek kehidupan, baik ekonomi,
politik, dan budaya, semua usaha nanti didominasi oleh antikris.
Kalau kita tidak mengerti rahasia Firman ALLAH, kita tidak
mengerti rencana ALLAH, Alkitab berkata di dalam 2 Korintus 4:3, “Jika
Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk
mereka, yang akan binasa.” Oleh sebab itu, kita butuh pembukaan rahasia Firman
dalam setiap pertemuan-pertemuan ibadah di hadapan Tuhan.
Sesudah kita mengerti ada luapan /
ucapan syukur kepada TUHAN. Oh, TUHAN betapa besar kemurahan-Mu atas kehidupan
kami, tadi pemimpin pujian berkata; “Kita ada karena Pengajaran Mempelai dalam
terangnya Tabernakel, satu-satunya Pengajaran yang membuat kita menjadi perawan
suci.” Mau teologi mana saja tidak bisa melawan 2 Korintus 11:2 ini dan
saya bisa pertanggung jawabkan ayat ini.
Jadi, pada saat 3,5 (tiga setengah)
tahun yang kedua, pada saat itulah antikris menghujat Allah, menghujat Anak
Allah, menghujat Roh Kudus. Alkitab berkata di dalam Matius 12:31, “Menghujat
Allah Bapa diampuni, menghujat anak Allah diampuni, tetapi menghujat Roh Allah
yang sedang bekerja tidak diampuni.”
Gambar Peta Zaman.
Jika kita gunakan pada peta zaman:
-
2000
tahun yang pertama; Adam sampai Abraham (zaman Allah Bapa), masih diampuni.
-
2000
tahun yang kedua; Abraham sampai Anak (zaman Anak Allah), masih diampuni.
-
2000
tahun yang ketiga; Yesus naik, Roh Kudus turun (zaman Allah Roh Kudus), apabila
kita menghujat kegiatan Roh Kudus itulah ibadah dan pelayanan di kemah
kediaman-Nya maka tidak ada lagi kesempatan untuk mendapat pengampunan.
Karena selanjutnya (di depan) adalah
Kerajaan 1000 tahun di bumi (hari ke-7) setelah pesta nikah Anak Domba turun ke
bumi, yaitu: kerajaan 1000 tahun damai
ada di bumi lanjut kepada Yerusalem yang baru / hidup kekal.
Kita akan mendapat pelajarannya dari
NUBUAT DANIEL…
Daniel 7:8, 25 --- Perikop: “Keempat binatang dan anak
manusia.”
(7:8) Sementara aku memperhatikan tanduk-tanduk itu, tampak
tumbuh di antaranya suatu tanduk lain yang kecil, sehingga tiga dari
tanduk-tanduk yang dahulu itu tercabut; dan pada tanduk itu tampak ada mata
seperti mata manusia dan mulut yang menyombong. (7:25) Ia akan mengucapkan
perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang
kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan
mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan
setengah masa.
“…pada tanduk itu tampak ada mata
seperti mata manusia…” Saudara
mata daripada ular naga itu sudah nyata, sebab zaman akhir ini, apapun yang
kita kerjakan semuanya tersorot bahkan ular naga pun bisa tahu, kita ini sedang
pakai HP apa, pikiran kita seperti apa, juga tahu. Umpama seseorang suka sepak
bola nanti semua sepak bola disodorkan di situ, suka main catur di kedai kopi
nanti orang yang main catur di kedai kopi ditampilkan di situ, juga yang suka
nongkrong di cafe, antikris tahu. Tetapi sebetulnya Alkitab sudah terlebih
dahulu menceritakannya setelah kita selidiki.
“… dan mereka akan diserahkan ke
dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa = 3,5 tahun. Disitulah mereka mengucapkan kata-kata hujat, menghujat
ALLAH dengan mulut sombong karena di dahi mereka tertulis nama-nama hujat, jadi
apa yang keluar dari mulut mereka itu sudah tertulis di dahi mereka. Setiap
gerakan itukan sudah tertulis di dahi, mohon maaf, umpama seseorang malas dan
tidak sungguh-sungguh beribadah, hal itu semua sudah tertulis di dahinya itu,
malas angkat tangan, malas tepuk tangan juga di dahinya sudah tertulis.
Tadi pemimpin pujian angkat tangan,
saya juga angkat tangan, pemimpin pujian perintahkan berdiri, saya cepat
berdiri, juga pemipin pujian perintahkan salam kiri kanan, tadi langsung saya
salam beberapa hamba TUHAN, di dahi tidak boleh tertulis nama-nama hujat,
belajar dengar-dengaran.
Pendeknya, di dahi tidak boleh ada
nama-nama hujat supaya tidak ada perkataan hujat dari suara perkataan dan tidak
ada perkataan hujat dari gerakan / suara perbuatan daging.
Hamba TUHAN jangan suka membidik,
tetapi kita tidak mau dibidik, menunjuk-nunjuk dosa jemaat, tetapi kita tidak
mau disucikan, TUHAN tidak kasih kuasa di situ, TUHAN tidak kasih umban di
situ, akhirnya Firman yang disampaikan itu bentuknya taurat saja, lahiriah
saja, rutinitas saja. Kumpul-kumpul sesudah itu makan-makan.
Jadi harus terlebih dahulu
memberikan diri dibidik oleh Firman yang diurapi, pikiran ini disucikan malam
ini, dengan demikian TUHAN percayakanlah kepada kita umban rohani, PENGURAPAN
PENUH sehingga kita sanggup melontarkan Firman TUHAN, jemaat juga disucikan
pikirannya dari nama-nama hujat. Itulah air susu yang rohani, berarti Firman
yang disampaikan dalam urapan, juga yang duduk diam mendengar Firman dalam
urapan berarti tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, tidak dibatasi oleh usia,
muda atau tua. Itulah air susu yang rohani (Firman urapan).
Pendeknya;
-
Di ayat 8 … mulut yang menyombong.
-
Di ayat 25 … mengucapkan perkataan
yang menentang Yang Maha tinggi, selama 3.5 tahun.
Intisari dari ayat 8 dan
ayat 25, di dahi tertulis nama-nama hujat.
PRAKTEK MENGHUJAT ROH KUDUS.
Daniel 8:11
(8:11) Bahkan terhadap Panglima bala tentara itu pun ia
membesarkan dirinya, dan dari pada-Nya diambilnya korban persembahan
sehari-hari, dan tempat-Nya yang kudus dirobohkannya.
Praktek menghujat Roh Kudus: Antikris
menghentikan korban sehari-hari pada 3.5 (tiga setengah) tahun yang kedua.
KORBAN SEHARI-HARI –> Korban
sembelihan dan korban santapan … Daniel 9:27.
-
KORBAN
SEMBELIHAN disebut ibadah dan pelayanan disertai dengan sangkal diri pikul
salib sampai berdarah-darah.
Sedikit tambahan: Dosa manusia tidak dapat terhapus oleh
lamanya waktu, atau karena ditelan zaman, dosa hanya bisa terhapus hanya oleh
darah Anak Domba Allah yang telah tersembelih, syaratnya adalah mau mengaku
dosa.
Jadi kalau korban sembelihan dihentikan maka tidak ada lagi
kesempatan untuk bertobat. Pendeknya 3,5 (tiga setengah) tahun yang kedua itu
adalah puncak gelap malam (puncak dari segala pencobaan) di atas bumi ini.
Itulah pentingnya kita berfellowship saudara,
kalaupun berdarah-darah, dua hari tinggalkan pos pelayanan tidak jadi soal
untuk menggenapi rencana TUHAN, itu saja. Tetapi saya tahu, kita ada di sini
sampai berdarah-darah, berjuang ongkos, berjuang transportasi, berjuang
tinggalkan keluarga, demi terwujudnya kesatuan tubuh Kristus.
-
KORBAN
SANTAPAN -> Pengajaran Firman Allah yang benar dan murni,
antara lain;
- Firman
Pengajaran yang rahasianya dibukakan dalam terangnya Roh El-Kudus, disebut
juga cahaya injil tentang kemulian Kristus … (2 Korintus 4:3-4).
- Firman
Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, disebut juga cahaya Injil
tentang kemuliaan Kristus.
Saudara bisa dibayangkan, kalau pada
3,5 (tiga setengah) tahun yang kedua korban santapan dihentikan apa yang
terjadi? Yang pasti tergenapilah Amos 8:11 yaitu: Tuhan kirimkan lapar
dan haus atas negeri ini, tetapi bukan lapar dan haus karena makanan dan
minuman, melainkan lapar dan haus karena Firman. Sehingga banyak orang yang
kerohaniannya belum dewasa itulah teruna dan anak-anak dara; …
1.
Mengembara
dari laut ke laut, yang
ditemukan adalah ajaran antikris berbicara soal berkat keberkatan, berhasil dan
keberhasilan = kenajisan percabulan.
2.
Menjelajah
dari utara ke timur (daratan) yang
ditemukan adalah ajaran nabi-nabi palsu itulah binatang kedua yang keluar dari
dalam bumi (Wahyu 13:11).
Namun hari ini masih ada kesempatan
bagi kita untuk menikmati korban sehari-hari itulah korban sembelihan dan
korban santapan. Buktinya dalam fellowship ini kita menikmati
korban berdarah-darah, dan menikmati korban santapan dalam 3 (tiga) sesi.
-
Firman
Pengajaran yang rahasianya dibukakan dalam terangnya Roh El-Kudus.
-
Firman
Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.
Amos 8:13 – pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang
cantik dan anak-anak teruna karena haus – Kenapa disebut anak dara karena
rohaninya belum dewasa, namun sudah melayani – cantik dia – tetapi belum
dewasa. Nanti banyak terjadi hal seperti itu, melayani di sana, melayani di
sini, si bole-bole.
Kemudian, setelah mengalami lapar
dan haus, rebah dan tidak bangkit-bangkit = Mati/binasa, meskipun
mengembara dari laut ke laut, dan menjelajah dari Utara ke Timur, tetapi sudah
mati di mata TUHAN … Amos 8:14.
Daniel 11:31
(11:31) Tentaranya akan muncul, mereka akan menajiskan tempat
kudus, benteng itu, menghapuskan korban sehari-hari dan menegakkan kekejian
yang membinasakan.
Beruang dan singa = Goliat rohani,
itulah antikris disebut juga PEMBINASA KEJI, sebab ia telah menghentikan korban
sehari-hari. Pokoknya kalau korban sehari-hari dihentikan, itu kekejian di
hadapan TUHAN.
Contoh KEKEJIAN.
Amsal 28:9
(28:9) Siapa memalingkan telinganya untuk tidak
mendengarkan hukum, juga doanya adalah kekejian.
Banyak orang Kristen berdoa, “TUHAN
Yesus anak saya mau naik SLTA, kuliah, TUHAN Yesus saya sakit, tolong
sembuhkan”, tetapi duduk diam mendengarkan Firman tidak mau, maka doa semacam
ini, adalah kekejian bagi TUHAN.
Kita harus memiliki selera
mendengarkan Firman, apabila kita tidak memiliki selera mendengar Firman namun
suka mendoakan jemaat, suka mendoakan yang sakit, dimana ada KKR, suka
doakan-doakan, maka doanya adalah kekejian. Intinya antikris disebutlah pembinasa
keji.
Jangan kita berlaku keji saudara,
mendoakan jemaat, tetapi kita tidak memiliki selera mendengarkan Firman.
Saya berikan lagi contoh…
Ulangan 25:13-16 -- Perikop: “Sukatan
dan timbangan yang benar.”
(25:13) "Janganlah ada di dalam pundi-pundimu dua macam
batu timbangan, yang besar dan yang kecil. (25:14) Janganlah ada
di dalam rumahmu dua macam efa, yang besar dan yang kecil. (25:15)
Haruslah ada padamu batu timbangan yang utuh dan tepat; haruslah ada padamu
efa yang utuh dan tepat -- supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan
kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. (25:16) Sebab setiap orang yang
melakukan hal yang demikian, setiap orang yang berbuat curang, adalah
kekejian bagi TUHAN, Allahmu."
"Janganlah ada di dalam
pundi-pundimu dua macam batu timbangan, yang besar dan yang kecil.”
-
Batu
timbangan yang besar ditujukan untuk bisnis/perkara lahiriah.
-
Batu
timbangan yang kecil ditujukan kepada Firman, sehingga mencari Firman
asal-asalan.
Hal ini sangat berbahaya. Jangan sampai pada hari
penghakiman kita tidak selamat?” hanya karena dua jenis batu timbangan ini.
“Janganlah ada di dalam rumahmu dua
macam efa, yang besar dan yang kecil.”
Untuk dengar Firman digunakan
takaran yang kecil, tetapi untuk bisnis/perkara lahiriah, ngompreng sana
ngompreng sini menggunakan takaran besar, ini keji di mata Tuhan. Banyak
melayani, tetapi tidak mau mendengar Firman juga keji di mata Tuhan.
Oleh sebab itu, saya menghimbau,
mari kita bersama-sama untuk digembalakan oleh TUHAN, saya juga belajar mau
digembalakan oleh Tuhan.
Mari kita gunakan batu timbangan
yang besar dan kita tujukan saat kita fellowship untuk mendengar Firman
Allah. Jangan untuk perkara lahiriah, bisnis sana bisnis sini tidak
karu-karuan, digunakan batu timbangan yang besar, tetapi saat mendengar Firman
kita gunakan batu timbangan yang kecil, itu keji sekali di mata Tuhan.
Apabila mau lanjut umur maka harus
ada batu timbangan yang utuh dan tepat, juga ada efa yang utuh dan tepat di
ruang-ruang hati kita masing-masing. Pendeknya, apabila tidak ada batu
timbangan yang utuh dan tepat dan juga tidak ada efa yang utuh dan tepat maka
disebutlah itu kekejian.
“Sebab setiap orang yang melakukan
hal yang demikian, setiap orang yang berbuat curang, adalah kekejian bagi
TUHAN, Allahmu.”
Inilah Goliat atau singa dan beruang
rohani, yakni; antikris, pembinasa keji, sebab perbuatan mereka keji bagi
Tuhan.
Tidak salah belajar dan
mempunyai pengetahuan sekuler, tetapi
gunakanlah batu timbangan yang tepat dan utuh, gunakanlah efa yang tepat dan
utuh, justru filsafat dapat membuat manusia jauh dari Tuhan.
Amos 8:5 --- Perikop: “Peringatan terhadap orang yang
menghisap sesamanya.”
(8:5) dan berpikir: "Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita
boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh
menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat
curang dengan neraca palsu,
Syikal (takaran untuk uang)
diperbesar, tetapi efa (takaran untuk gandum/Firman) diperkecil, ini adalah
perbuatan keji.
Tetapi, malam ini kita bersyukur
kepada Tuhan Yesus, sebab Roh Tuhan telah menyatakan Firman yang diurapi untuk
membidik dahi kita masing-masing, sehingga pikiran hati kita sampai seluruh
kehidupan dalam-dalamnya sudah disucikan oleh Firman yang diurapi itulah batu
yang diumbankan.
Kiranya kemenangan dipihak kita dan
kita akan memperoleh mahkota kehidupan, bukan mahkota akal-akalan yang ada pada
tanduk-tanduk binatang yang keluar dari dalam laut.
JALAN KELUAR.
1 Samuel 17:49
(17:49) lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya,
diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang
Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah
ia dengan mukanya ke tanah.
Kalau kita dengan rela disertai
dengan melembutkan hati, sehingga disucikanlah hati, pikiran kita ini, bahkan
seluruh dalam-dalamnya hidup kita ini dengan Firman yang diurapi (Firman yang
diumban oleh Roh Kudus) maka kita tidak akan terjerumus dengan kekejian duniawi
ini, muka kita tidak akan terjerumus ke tanah dunia ini. Melainkan kita
disucikan sampai bercahaya kemuliaan Allah, diarahkan kepada Mempelai Laki-Laki
Sorga.
Tetapi Goliat “terjerumuslah ia
dengan mukanya ke tanah.”
PROSES Firman yang diurapi
menyucikan dahi (pikiran) kita …
Matius 24:27
(24:27) Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan
melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan
Anak Manusia.
KILAT memancar dari timur,
lalu melontarkan cahayanya sampai ke barat.
Mungkin saudara bertanya, apakah itu
umban? Saya katakan itu umban. Karena kalau kita mengacu pada Wahyu 4:5 kilat
yang melontarkan cahayanya adalah: Firman yang diurapi, itulah
batu yang dilontarkan oleh umban.
Inilah proses supaya Firman yang
diurapi menyucikan dahi kita dari nama-nama hujat.
Kilat itu adalah umban, apabila kita mengacu kepada Wahyu 4.
(4:5) Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang
menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh
Roh Allah.
Kilat adalah umban rohani,
itu adalah gerakan Roh di hadapan takhta Allah. Apa buktinya? Di situ ada tujuh
pelita menyala. Kalau ada minyak, yaitu; Roh Kudus, maka pelita menyala. Kalau
ada umban rohani, maka Firman dilontarkan.
Apa yang dilontarkan kilat? Yang
dilontarkan adalah CAHAYANYA.
Amsal 6:23
(6:23) Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya,
dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan,
“… perintah itu pelita, dan ajaran
itu cahaya.”
Ajaran itu yang dilontarkan oleh
gerakan Roh (umban rohani). Itulah pentingnya kita menjadi umban rohani. Saya
yakin kita pulang dari sini sudah menjadi umban rohani untuk membidik dahi
sidang jemaat, menyucikan segala keangkuhan dan kesombongan yang mencemooh
pejuang iman.
Ajaran itu adalah: CAHAYA. Apabila
dikaitkan dengan pola Tabernakel maka cahaya itu dibagi menjadi dua
bagian:
Yang pertama: INJIL KESELAMATAN … (Efesus 1:13).
Manfaat Injil Keselamatan ialah
orang-orang yang menerima Injil Keselamatan tentang Yesus sebagai Tuhan dan
Juruselamat menjadi percaya, bertobat, lahir baru lewat baptisan air,
selanjutnya dipenuhkan oleh Roh El Kudus.
Kisah Para Rasul 2:36-40
(2:36) Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa
Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan
Kristus." (2:37) Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat
terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain:
"Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" (2:38)
Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu
masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk
pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. (2:39)
Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih
jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita." (2:40)
Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang
sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah
dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."
Inilah manfaat dari Injil
Keselamatan, apabila dikaitkan dengan Pola Taberkel:
-
Percaya terkena kepada PINTU GERBANG.
-
Bertobat terkena kepada MEZBAH KORBAN BAKARAN.
-
Dibaptis terkena kepada KOLAM PEMBASUHAN TEMBAGA.
-
Dipenuhkan
Roh Kudus terkena kepada PINTU KEMAH.
Pintu Kemah adalah pembatas antara Halaman dengan Bait Suci,
sebab ibadah di Halaman masih berbau daging. Namanya daging suka jalan-jalan,
tidak puas dengan gereja yang satu lalu pergi ke gereja yang lain, itu yang
disebut gereja Halaman. Kalau di Halaman boleh jalan-jalan, tetapi kalau sudah
di Bait Suci masak jalan-jalan? Tetapi di Bait Suci kita duduk diam mendengar
Firman, seperti Maria. TUHAN tidak suka seperti Marta, sibuk-sibuk dalam
melayani, tetapi idak mau mendengar Firman, yang TUHAN mau adalah duduk diam
mendengar Firman.
Suasana yang terjadi di
tengah-tengah penginjilan (Injil Keselamatan) ada perbuatan ajaib, tanda-tanda
heran, pengusiran setan, mujizat kesembuhan. Ajaran semacam ini memang
perlu, tetapi Alkitab berkata di dalam Ibrani 6:1: “Beralihlah kepada
perkembanganya yang penuh …” artinya; tidak boleh berhenti hanya sampai
pada Injil Keselamatan, meskipun ada kesembuhan dan tanda-tanda heran, namun
harus beralih kepada perkembangan yang penuh itu berarti gereja Tuhan
harus menjadi kepenuhan Kristus, yakni; menjadi Sidang Mempelai Tuhan,
sebagaimana yang tertulis di dalam Efesus 1:23 – Jemaat adalah
tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia –
Inilah yang Tuhan mau, ibadah kita
tidak boleh antusias hanya sampai kepada Injil Keselamatan, tetapi harus
beralih kepada perkembangan selanjutnya menjadi kepenuhan Kristus, lewat
INJIL KERAJAAN.
Tidak salah penginjilan saudara,
tetapi sesudah penginjilan, rekan-rekan hamba TUHAN (penginjil), selanjutnya
jiwa-jiwa diserahkan untuk digembalakan. Di dalam penggembalaan jangan lagi
penginjilan.
Inilah yang saya maksud tadi,
sebelum kita beralih kepada perkembangan yang penuh / injil kerajaan, fenomena
sampai sekarang ini belum berubah, sebab sekarang ini seorang gembala /
malaikat sidang jemaat masih sibuk pamer-pamer karunia, seharusnya rumah Tuhan
harus disebut “Sinagoge” berarti tempat mengajar Sidang Jemaat. Tidak boleh
lagi seperti di Halaman, di lapangan, dari awal sampai akhir ibadahnya hanya
injil keselamatan, melakukan mujizat kesembuhan, rubuh-rubuh, tumbang-tumbang.
Memang kalau sudah tumbang kenapa? Memang karunia itu perlu tetapi jangan lupa, kita harus beralih kepada
perkembangan yang penuh, karena kita rindu menjadi milik TUHAN (mempelai-Nya)
oleh sebab itu terimalah Injil Kerajaan.
Di Amerika ada hamba TUHAN rambutnya
panjang, hari-hari sibuk pamer karunia, padahal di gereja. Boleh melakukannya
hal seperti itu di gereja, tetapi ada waktu untuk Injil keselamatan, di luar
ketekunan tiga macam ibadah pokok. Sebab domba harus digembalakan, jadikan
rumah TUHAN Sinagoge, tempat mengajar, menyampaikan Injil Kerajaan.
Di Indonesia pun sudah mengikuti
rambut yang panjang itu, di surabaya, di jakarta, dan di kota-kota besar
lainnya di Indonesia, buka jas lalu atraksi untuk menyedot perhatian banyak
orang, kenapa tidak beralih kepada Injil Kerajaan untuk menjadi kepenuhan
Kristus, Mempelai TUHAN.
Inilah yang membuat hati saya miris,
itu sebabnya PPT ini harus ada, sekalipun segelintir saja yang tertolong, yang
terpenting ada yang tertolong, daripada sama sekali tidak ada. Tidak ada maksud
hebat-hebatan, tetapi inilah pergumulan yang TUHAN taruh di hati saya, miris
hati saya apabila di dalam Sinagoge antusiasnya hanya sampai pada Injil
Keselamatan.
Maka perkembangan yang penuh itu
apa?
Yang kedua: INJIL KERAJAAN
(Matius 24:14).
Injil Kerajaan disebut juga cahaya
Injil tentang kemuliaan Kristus.
2 Korintus 4:3-4
(4:3) Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia
tertutup untuk mereka, yang akan binasa, (4:4) yaitu orang-orang yang
tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga
mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah
gambaran Allah.
Cahaya Injil tentang kemuliaan
Kristus itulah Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan dalam terangnya Roh
El-Kudus. Kuasanya: Membawa kita kembali kepada gambaran semula, karena manusia
diciptakan menurut teladan Allah. Segambar serupa dengan Allah, berarti
kualitas rohani dari Mempelai Perempuan sudah sederajat dengan kualitas rohani
dari Mempelai Laki-Laki Sorga.
Wahyu 21:9-11
(21:9) Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang
ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia
berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu
pengantin perempuan, mempelai Anak Domba." (21:10) Lalu, di
dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi
dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga,
dari Allah. (21:11) Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan
cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis,
jernih seperti kristal.
Ayat 9, berbicara soal pengantin perempuan Mempelai Anak Domba.
Ayat 10, gambarannya seperti gunung besar lagi tinggi, itulah kota
kudus Yerusalem baru.
Ayat 11, Mempelai Tuhan bercahaya kemuliaan Allah, persis seperti
permata yaspis, jernih seperti kristal.
Jadi, kuasa dari Injil Kerajaan
adalah kita DIKRISTALISASIKAN.
Kristal = Transparan = Tembus
pandang; keadaan di luar sama dengan keadaan di dalam, berarti tidak ada lagi
yang ditutupi. Kehidupan semacam ini bercahaya kemuliaan Allah.
Kita memang harus menerima cahaya
yang dilontarkan itu, oleh sebab itu, antusias kita tidak boleh berhenti hanya
pada Injil Keselamatan tetapi harus berlanjut sampai kepada cahaya
Injil tentang kemuliaan Kristus, itulah Firman yang diurapi/Firman yang
diumban, berkuasa untuk mengkristalisasikan kehidupan kita persis seperti
permata yaspis, permata yang paling indah, bercahaya kemuliaan Allah.
Gambaran dari cahaya kemuliaan Allah
dilukiskan oleh Salomo …
Amsal 4:18
(4:18) Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian
bertambah terang sampai rembang tengah hari.
“… cahaya fajar, yang kian bertambah
terang sampai rembang tengah hari.” Berarti
tidak ada lagi bayang-bayang dosa/kegelapan = Sudah sempurna.
Begitu luar biasa Salomo
menggambarkan kesempurnaan itu, dari cahaya Injil Keselamatan dan lanjut
sampai kepada cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus itulah Injil Kerajaan,
sampai tanpa bayang-bayang dosa, itulah rembang tengah hari.
Hakim-Hakim 20:16
(20:16) Dari segala laskar ini ada tujuh ratus orang pilihan yang
kidal, dan setiap orang dari mereka dapat mengumban dengan tidak pernah
meleset sampai sehelai rambut pun.
Pengajaran Mempelai dalam terang
Tabernakel membawa kita sampai kepada kesempurnaan yaitu menjadi Mempelai
Wanita Tuhan dan tidak meleset dari situ.
Asalkan kita mau digembalakan oleh
korban sehari-hari itulah Firman Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel,
maka kita akan sampai kepada kesempurnaan, menjadi kepenuhan Kristus, dan tidak
meleset dari situ.
Bayangkan ukuran bergesernya
diibaratkan dengan “sehelai rambut” bagaimana kita dapat mengukur
sehelai rambut, tetapi Alkitab berkata Pengajaran Mempelai dalam terang
Tabernakel mengkristalisasikan kita, menyucikan kita sampai sempurna, tidak
meleset dari sehelai rambut, itu berarti tingkat akurasinya 100%, kita disempurnakan
oleh TUHAN, tidak ada yang mustahil.
Apabila menggunakan ajaran lain
apalagi itu ibadah buatan tangan manusia maka pasti meleset, jangankan sepuluh
helai rambut, berhelai-helai pun tidak sampai ke Sorga, tetapi Injil Kerajaan
tidak meleset sehelai rambut pun. Perlu untuk diketahui, sehelai rambut, kurang
dari satu mili.
Singkat kata, Pengajaran Mempelai
dalam terangnya Tabernakel sangat akurat untuk membawa kita sampai kepada
kesempurnaan menjadi mempelai wanita TUHAN. Haleluya…
Kita bahagia tentunya, melebihi
kebahagiaan orang-orang dunia karena kebahagiaan kita ini terkait dengan
Kerajaan Sorga, selama-lamanya bahagia bersama dengan Dia di dalam Kerajaan
Sorga di dalam kekekalan, Kota Kudus, Yerusalem Baru. Inilah tujuan kita mengadakan
Kebaktian Paskah PPT, 2 hari, 3 kali sesi ibadah, memang harus sampai dengan
berdarah-darah, karena itu kita jangan menyingkirkan korban sembelihan dan
jangan menyingkirkan korban santapan. Amin.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA,
MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U.
Sitohang

No comments:
Post a Comment