KAMI NANTIKAN KESAKSIAN-KESAKSIAN SAUDARA YANG SUDAH MEMBACA FIRMAN TUHAN PADA BLOG INI

Terjemahan

Search This Blog

IBADAH RAYA MINGGU, 12 JULI 2026



IBADAH RAYA MINGGU, 12 JULI 2026

WAHYU 19:19

(SERI 2)


Subtema: RAJA-RAJA DI BUMI


Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus. Kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian zangkoor.


Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, umat ketebusan Tuhan yang turut bergabung lewat online / live streaming / video interneet baik Youtube maupun Facebook atau media sosial apa saja yang dapat digunakan. Selanjutnya, kiranya damai sejahtera dari Sorga berada di tengah-tengah ruangan ini, berkuasa di hati kita masing-masing, sehingga kita boleh duduk diam dengan kesukaan Sorgawi dan bahagia saat kita mendengarkan Sabda Allah di dekat kaki Tuhan.


Selanjutnya, mari kita memperhatikan KITAB WAHYU sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu. Kita masih berada pada Wahyu 19:19 untuk seri yang kedua.

Namun tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan Tuhan, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi.


Wahyu 19:19 --- Perikop: “Binatang serta nabinya dikalahkan”

(19:19) Dan aku melihat binatang itu dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah berkumpul untuk melakukan peperangan melawan Penunggang kuda itu dan tentara-Nya.


Allah  yang kita sembah adalah Allah Abraham, Ishak dan Yakub

Berarti, Allah yang kita sembah adalah Allah yang hidup, yang menciptakan langit, bumi, laut dengan segala isinya, bahkan Dia juga yang menciptakan makhluk hidup yaitu; manusia dan segala binatang di darat, di laut atau di air.

Namun, di ayat ini kita melihat, di luar nalar atau akal sehat manusia, satu kali nanti binatang dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka bersatu padu untuk berperang melawan Si Penunggang kuda putih dan tentara-tentara-Nya.


Saudara, untuk mengetahui mengapa hal itu bisa terjadi, maka terlebih dahulu kita kenali binatang dan sekutunya tersebut. Pada minggu yang lalu kita sudah melihat dan mengenali binatang. Maka malam ini kita akan menyelidiki “sekutunya” yaitu: RAJA-RAJA dan TENTARA-TENTARANYA. 


Malam ini kita menyelidiki tentang: “RAJA-RAJA”

Saudara, raja-raja yang menjadi sekutu dari binatang tersebut adalah raja-raja dari bumi / dari bawah, bukan raja-raja dari Sorga / dari atas. Selanjutnya, kita akan bandingkan kedua raja-raja tersebut: selayang pandang atau tinjauan singkat tentang: raja-raja dari Sorga / dari atas


Wahyu 5:9-10

(5:9) Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. (5:10) Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi."


Disini kita melihat, kehidupan yang sudah ditebus dari bumi antara lain; mereka yang datang dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. Selanjutnya mereka menjadi suatu kerajaan dan menjadi imam-imam bagi Allah = menjadi Imamat rajani. Jadi muara dari penebusan adalah Imamat rajani.

Tugas “Imamat rajani”; memerintah sebagai raja di bumi, istilah memerintah sebagai raja di bumi adalah menjadi TUAN bukan menjadi hamba di bumi.


Roma 14:17-18

(14:17) Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. (14:18) Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.


Ayat ini berbicara tentang; pelayanan dengan sistem kerajaan Sorga, yaitu: kebenaran, damai sejahtera dan sukacita semua itu dikerjakan oleh Roh Allah yang suci.

Sementara makanan dan minuman jelas terhubung langsung dengan daging.


Jadi, jika imamat rajani melayani dengan sistem kerajaan Sorga:

  • Berkenan kepada Allah.

  • Dihormati oleh manusia.

Inilah yang dimaksud dengan raja-raja dari Sorga / dari atas, bukan dari bumi = memerintah sebagai raja di bumi.


Kalau melayani hanya untuk makanan dan minuman disebutlah itu; raja-raja dari bumi, sebab ia melayani karena keinginan daging, itu bukan pekerjaan Roh.

Raja-raja dari Sorga / dari atas, melayani dengan sistem kerajaan Sorga, berbicara soal; kebenaran, damai sejahtera dan sukacita sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan daging.


Inilah sekilas pandang atau tinjauan singkat terkait dengan “raja-raja dari Sorga.”


Sekarang kita selidiki: RAJA-RAJA DI BUMI (SEKUTU DARI BINATANG)

Wahyu 18:3

(18:3) karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya."


“... Raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan perempuan Babel …” itu berarti, raja-raja di bumi telah dikuasai oleh kenajisan percabulan = mabuk anggur dari perempuan Babel. 


Ibrani 12:16

(12:16) Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.


Esau adalah manusia cabul, sebab ia menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan. Pendeknya Esau adalah gambaran dari raja-raja di bumi.

Pendeknya, menjual yang rohani demi yang lahiriah = manusia cabul = mabuk anggur dari perempuan Babel, disebutlah itu raja-raja dari bumi / dari bawah, bukan dari atas / dari Sorga.


Jadi, layanilah Tuhan dengan sistem kerajaan Sorga, sama sekali tidak ada kaitan dengan soal apa yang dimakan, diminum. Tetapi, jemaat juga perlu mengerti; beribadahlah dengan sistem kerajaan Sorga, karena kerinduan kita adalah supaya satu kali kelak kita ada dalam kerajaan kekal, sebab, tidak selamanya kita di bumi ini.


CONTOH RAJA-RAJA DARI BUMI.

Kisahnya ada dalam…

1 Raja-raja 21:1-2 --- Perikop: “Kebun anggur Nabot”

(21:1) Sesudah itu terjadilah hal yang berikut. Nabot, orang Yizreel, mempunyai kebun anggur di Yizreel, di samping istana Ahab, raja Samaria. (21:2) Berkatalah Ahab kepada Nabot: "Berikanlah kepadaku kebun anggurmu itu, supaya kujadikan kebun sayur, sebab letaknya dekat rumahku. Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur yang lebih baik dari pada itu sebagai gantinya, atau jikalau engkau lebih suka, aku akan membayar harganya kepadamu dengan uang."


Di sini kita melihat; Nabot orang Yizreel mempunyai kebun anggur di Yizreel. Kemudian, Ahab menginginkan kebun anggur Nabot tersebut untuk dijadikan kebun sayur. Alasannya: karena kedudukan / posisinya persis di samping istana raja Ahab di Samaria --- Mungkin Ahab mencari kesibukan atau pergerakan-pergerakan kecil untuk nanam-nanam, kira-kira seperti itulah.


Lalu, untuk kebun anggur Nabot tersebut, Ahab akan…

  1. Ganti dengan kebun anggur yang lebih baik.

Maksudnya: mungkin saja kebun anggur Nabot tersebut akan diganti dengan kebun yang lebih luas (walaupun tidak diterangkan pada ayat ini).

  1. Atau dibayar harganya dengan uang.

Pengertiannya di sini: mungkin Ahab akan membayar kebun anggur Nabot dengan harga yang mahal (walau tidak ditulis pada ayat ini).

Intinya, kebun anggur Nabot diinginkan oleh Ahab, sebab ia ingin menjadikannya untuk kebun sayur.


Saudara, sekarang kita ada di kebun anggur Tuhan, bukan di kebun sayur. Kebun anggur Tuhan berarti…

  • Tuhan pemiliknya. 

  • Sedangkan, pokok anggur itulah Yesus sendiri.

  • Dan kita adalah carang-carang-Nya.

Kiranya sebagai carang / rantingnya Tuhan, kelak kita menghasilkan buah anggur yang manis, dapat dicicipi, dinikmati oleh Tuhan, baik dalam perkataan, perbuatan di tengah ibadah dan pelayanan. 

Jadi, kebun anggur tidak pantas diganti / diubah menjadi kebun sayur. Kebun sayur itu letaknya di Mesir, bukan di tanah Kanaan… Ulangan 11:10-11(11:10) Sebab negeri, ke mana engkau masuk untuk mendudukinya, bukanlah negeri seperti tanah Mesir, dari mana kamu keluar, yang setelah ditabur dengan benih harus kauairi dengan jerih payah, seakan-akan kebun sayur. (11:11) Tetapi negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, ialah negeri yang bergunung-gunung dan berlembah-lembah, yang mendapat air sebanyak hujan yang turun dari langit;


1 Raja-raja 21:3

(21:3) Jawab Nabot kepada Ahab: "Kiranya TUHAN menghindarkan aku dari pada memberikan milik pusaka nenek moyangku kepadamu!"


Nabot tidak mau melepaskan kebun anggurnya. Sebab, kebun anggur tersebut adalah milik pusaka, biarpun diganti dengan…

  • Kebun anggur yang lebih baik, lebih besar dan lebih luas.

  • Atau diganti dengan harga yang mahal.


Milik pusaka berarti: tanah warisan, tidak boleh dilepas. Demikianlah Nabot mempertahankan kebun anggurnya sekalipun ada tawaran-tawaran yang menggiurkan. Bagaimana dengan kita?


Bilangan 36:7-9 --- Perikop: “Syarat perkawinan anak-anak perempuan yang mempunyai hak waris”

(36:7) Sebab milik pusaka orang Israel tidak boleh beralih dari suku ke suku, tetapi orang Israel haruslah masing-masing memegang milik pusaka suku nenek moyangnya. (36:8) Jadi setiap anak perempuan di antara suku-suku orang Israel yang telah mewarisi milik pusaka, haruslah kawin dengan seorang dari salah satu kaum yang termasuk suku ayahnya, supaya setiap orang Israel mewarisi milik pusaka nenek moyangnya. (36:9) Sebab milik pusaka itu tidak boleh beralih dari suku ke suku, tetapi suku-suku orang Israel haruslah masing-masing memegang milik pusakanya sendiri."


Intinya: milik pusaka orang Israel tidak boleh beralih kepada suku yang berbeda. Jadi, orang Israel harus mempertahankan milik pusakanya (warisan) masing-masing. Sehingga seorang perempuan di Israel tidak boleh menikah dengan suku lain demi mempertahankan milik pusaka (warisan).

Satu kali kita kelak akan masuk dalam pesta nikah Anak Domba, kita rindu untuk menerima warisan, itulah yang menjadi milik puska kita selama-lamanya.


Ibrani 11:8-9

(11:8) Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui. (11:9) Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.


Karena Iman Abraham taat terhadap panggilan Allah, ia berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, jelas itu adalah tanah Kanaan. Kemudian “... Ishak dan Yakub menjadi ahli waris janji yang satu itu …”

  1. Ishak adalah anak tunggal yang dikasihi oleh Abraham, ayat referensinya… Kejadian 22:2 -- Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."


Pendeknya; Ishak adalah gambaran dari Yesus Kristus, Anak Tunggal yang dikasihi oleh Bapa, ayat referensinya… Yohanes 3:16 -- Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal, … kemudian Matius 17:5 -- Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."

Jadi terkait dengan tanah warisan yang menjadi milik pusaka yang diwariskan kepada kita nanti, itu ada kaitannya dengan Anak Tunggal yang dikasihi oleh Allah Bapa, artinya; ada kaitannya dengan pekerjaan penebusan yang telah dikerjakan oleh Yesus Kristus di atas kayu Salib.


  1. Yakub 🡪 Israel dengan 12 sukunya.

Sekarang Israel rohani datang dari berbagai-bagai suku, kaum, bahasa dan bangsa, itulah kehidupan yang sudah mengalami penebusan.


  1. Janji yang satu itu 🡪 tanah air Sorgawi.

Inilah yang diwariskan oleh TUHAN supaya kelak menjadi milik pusaka kita. Itu sebabnya Tuhan sudah membawa kita ke kebun anggurNya, kita sudah berada di tanah Kanaan. 

Kalaupun ada tawaran yang menggiurkan di luaran sana (didunia), tetaplah mempertahankan kebun anggur yang TUHAN sediakan bagimu, jangan di ganti dengan tawaran-tawaran yang di dunia ini.


Karena disini dikatakan; “…menjadi ahli waris janji yang satu itu …” tidak ada yang lain, sebab tanah air Sorgawi hanya satu dan itu nanti diwariskan oleh TUHAN supaya kelak menjadi milik pusaka kita. 


Saudara, itulah kehidupan Abraham sebagai bapa yang baik, dia mewariskan sesuatu yang baik kepada anaknya.

Jadi, bapa yang baik (orangtua yang baik) akan mewariskan yang baik kepada anak dan cucunya.


Kita bersyukur kepada TUHAN kerena TUHAN sangat mengasihi kita, sangat memperhatikan kita. 

Makanan dan minuman hanyalah berurusan dengan daging, kita tidak boleh melayani dengan sistem raja-raja di bumi.

Ingat! Tanah air Sorgawi adalah satu-satunya milik pusaka yang akan diwariskan kepada Israel jasmani dan Israel rohani.


Ibrani 11:12-14

(11:12) Itulah sebabnya, maka dari satu orang, malahan orang yang telah mati pucuk, terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya. (11:13) Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini. (11:14) Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan, bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air.


Disini kita melihat, keturunan Abraham yang hidup dari iman Abraham merindukan tanah air Sorgawi, sebagai milik pusaka untuk diwariskan kepada mereka sekalipun mereka telah mati.


Sebagai bukti nyata mereka “rindu tanah air sorgawi” ialah: mengakui bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi.


Ibrani 11:15

(11:15) Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ.


Keturunan Abraham yang hidup dari iman Abraham sekalipun ada kesempatan untuk pulang, tetapi mereka tidak mau pulang ke tanah asal.


Saudara, tanah asal Abraham adalah Urkasdim, sekarang disebutlah itu Irak, dahulu disebutlah itu Babelonia, jelas itu berbicara tentang; kenajisan percabulan. Mereka tidak mau kembali kepada kenajisan percabulan, mereka tidak mau mabuk anggur dari perempuan Babel.

Kaya tetapi oleh kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel, kaya atau memperoleh sesuatu dari dunia ini tetapi di ganti / ditukar dengan kebun anggur TUHAN, kaya tetapi tidak sesuai dengan Firman Allah, itu namanya kenajisan percabulan.


Jadi sekalipun ada kesempatan untuk pulang ke negeri asal, itu berarti; mereka tidak mau terlena di bumi ini, sebab mereka rindu janji yang satu itu yakni tanah air sorgawi menjadi milik pusaka yang diwariskan kelak dalam kehidupan mereka; bahagia bersama dengan TUHAN selama-lamanya di dalam Kerajaan Kekal, itu sebabnya mereka mengakui sebagai orang asing dan pendatang di bumi ini.


Akan tetapi, disisi lain Ahab adalah gambaran dari raja-raja di bumi, dia hidup di dalam kenajisan percabulan; sebab kebun anggur Nabot hendak ia ganti dengan kebun sayur.


Sekarang…

1 Raja-raja 21:4-5

(21:4) Lalu masuklah Ahab ke dalam istananya dengan kesal hati dan gusar karena perkataan yang dikatakan Nabot, orang Yizreel itu, kepadanya: "Tidak akan kuberikan kepadamu milik pusaka nenek moyangku." Maka berbaringlah ia di tempat tidurnya dan menelungkupkan mukanya dan tidak mau makan. (21:5) Lalu datanglah Izebel, isterinya, dan berkata kepadanya: "Apa sebabnya hatimu kesal, sehingga engkau tidak makan?"


Karena tadi Nabot menolak untuk menyerahkan / melepaskan kebun anggurnya, akhirnya Ahab masuk ke dalam istananya: dengan kesal hati dan gusar, istilah bahasa sehari-hari sekarang ini: ngambek.

Sebab keinginannya untuk menjadikan kebun anggur Nabot sebagai kebun sayur DITOLAK oleh Nabot.


Saudara, orang yang tidak menghargai rencana TUHAN sering kali:

  1. KESAL HATINYA, apabila tidak tercapai dalam kenajisan percabulan.

  2. GUSAR, apabila tidak tercapai keinginan hatinya.

Itulah Ahab, itulah raja-raja di bumi, meskipun hal sorgawi tidak tercapai; dia tidak kesal hati dan tidak gusar, tetapi hal duniawi tidak tercapai; disitu dia kesal hati dan gusar, itulah orang-orang kristen yang tidak mengerti rencana TUHAN.


Mulai sekarang bagaimana? Saat kapan kita kesal hati dan gusar? … Apakah saat tidak punya uang atau tidak punya ini itu atau pada saat jauh dari ibadah?

Tetapi anak-anak TUHAN yang setia mengikuti rencana TUHAN gusarlah dia kalau dia jauh dari jam-jam ibadah dan pelayanan.


Puncak KESAL HATI dan GUSAR: “tidak mau makan” artinya: menolak Firman Allah sebagai makanan rohani.

Tanda “menolak Firman Allah”: “ berbaringlah ia di tempat tidurnya dan menelungkupkan mukanya”, sekarang disebutlah itu; tanpa penyembahan atau tanpa penyerahan diri kepada TUHAN / tanpa hubungan intim dengan TUHAN.


1 Raja-raja 21

(21:6) Lalu jawabnya kepadanya: "Sebab aku telah berkata kepada Nabot, orang Yizreel itu: Berikanlah kepadaku kebun anggurmu dengan bayaran uang atau jika engkau lebih suka, aku akan memberikan kebun anggur kepadamu sebagai gantinya. Tetapi sahutnya: Tidak akan kuberikan kepadamu kebun anggurku itu." (21:7) Kata Izebel, isterinya, kepadanya: "Bukankah engkau sekarang yang memegang kuasa raja atas Israel? Bangunlah, makanlah dan biarlah hatimu gembira! Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu."


Penyembahan yang benar berarti; ada hubungan intim dengan TUHAN. 

Namun disini kita melihat; Ahab justru mendapat pengertian dari bumi (ajaran dari bumi), itulah nanti yang memberi kepuasan dalam dirinya, yang membuat hatinya menjadi gembira.


Saudara, Izebeel isteri Ahab itu adalah gambaran dari nabi-nabi palsu dengan ajaran yang palsu disebut juga; ajaran / pengertian dari bumi, karena binatang yang ke-2 adalah nabi-nabi palsu yang keluar dari bumi, sebagaimana dalam … Wahyu 13:11 -- Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga.


Jadi Izebel itu adalah gambaran dari nabi-nabi palsu, memberi pengertian / ajaran dari bumi, sehingga hatinya menjadi gembira kembali, sebagaimana yang tertulis dalam 1 Raja-raja 21:7 -- makanlah dan biarlah hatimu gembira! 


Makan disini bukan dari Firman Allah, tetapi makan disini adalah ajaran dari bawah / pengertian dari bawah / pengertian dari nabi-nabi palsu, karena Izebel adalah gambaran dari nabi-nabi palsu. 

Ada 2 (dua) perempuan yang tertulis dalam Kitab Wahyu:

  1. Izebel, adalah gambaran dari nabi-nabi palsu.

  2. Babel, adalah gambaran dari antikris.

Jangan sampai pengertian dari bumi membuat hatimu gembira.


DAMPAK NEGATIF MENDAPAT PENGERTIAN atau AJARAN DARI BUMI.

1 Raja-raja 21:8-15

(21:8) Kemudian ia menulis surat atas nama Ahab, memeteraikannya dengan meterai raja, lalu mengirim surat itu kepada tua-tua dan pemuka-pemuka yang diam sekota dengan Nabot. (21:9) Dalam surat itu ditulisnya demikian: "Maklumkanlah puasa dan suruhlah Nabot duduk paling depan di antara rakyat. (21:10) Suruh jugalah dua orang dursila duduk menghadapinya, dan mereka harus naik saksi terhadap dia, dengan mengatakan: Engkau telah mengutuk Allah dan raja. Sesudah itu bawalah dia ke luar dan lemparilah dia dengan batu sampai mati." (21:11) Orang-orang sekotanya, yakni tua-tua dan pemuka-pemuka, yang diam di kotanya itu, melakukan seperti yang diperintahkan Izebel kepada mereka, seperti yang tertulis dalam surat yang dikirimkannya kepada mereka. (21:15) Segera sesudah Izebel mendengar, bahwa Nabot sudah dilempari sampai mati, berkatalah Izebel kepada Ahab: "Bangunlah, ambillah kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, menjadi milikmu, karena Nabot yang menolak memberikannya kepadamu dengan bayaran uang, sudah tidak hidup lagi; ia sudah mati."


Disini kita melihat bahwa; Izebeel bekerja sama dengan tua-tua dan pemuka-pemuka kota untuk membunuh Nabot.


Saudara, berkali-kali saya sampaikan bahwasanya hari-hari ini adalah hari-hari terakhir, dimana ajaran setan sedang gencar di bawah masuk di dalam rumah TUHAN, saya sedang tidak menghakimi tetapi itulah yang sedang terjadi. 

Ajaran ular beludak dibawa masuk ke dalam rumah TUHAN, itulah:

  • Ajaran dari ORANG FARISI; dimana taurat TUHAN ditambahkan dengan adat istiadat, taurat TUHAN ditambahkan dengan yang lahiriah, sehingga pelayanan itu akan berkembang seperti ragi menyatu dengan roti makanan dan itu sudah masuk ke dalam rumah TUHAN.

  • Ajaran dari ORANG SADUKI; yaitu tidak percaya adanya kebangkitan sehingga, akibatnya; sibuk berbicara soal kawin-mengawinkan disebut kenajisan percabulan.

Ajaran semacam ini disebutlah ajaran ular beludak dan sudah dibawa masuk di dalam rumah TUHAN. Tetapi banyak sekali orang kristen tidak memahaminya. Apabila ajaran ular beludak ini dibawa masuk ke dalam rumah TUHAN nanti akan bekerja sama dengan tua-tua dan pemuka-pemuka kota.


Kita lihat PEMUKA-PEMUKA dan TUA-TUA DI KOTA itu:

Yesaya 9:13-14

(9:13) Maka TUHAN mengerat dari Israel kepala dan ekor, batang dan ranting pada satu hari juga. (9:14) Tua-tua dan orang yang terpandang, itulah kepala, dan nabi yang mengajarkan dusta, itulah ekor.


Singkat kata; setan tritunggal adalah naga, sedangkan kepala itulah antikris, dan ekor itulah nabi-nabi palsu. Itu satu kali akan bersatu padu.

Jadi saudara, jangan sampai tidak mau tahu dengan pengertian ini. Untuk menghadapi masa yang akan datang, maka harus mempersiapkan diri dari sekarang bukan pada saat itu (nanti). Jadi ini harus saudara Ingat!.

Pokoknya saya sudah sampaikan sesuai dengan takaran kasih karunia yang saya terima dari TUHAN.


Jadi kalau ajaran ular beludak di terima di dalam rumah TUHAN, nanti akan bekerja sama dengan setan tritunggal; itulah; naga, kepalanya itulah antikris, kemudian ekornya itulah nabi-nabi palsu; dan tua-tua dan pemuka-pemuka (orang terpandang) → antkris. 


Kembali…

1 Raja-raja 21:16

(21:16) Segera sesudah Ahab mendengar, bahwa Nabot sudah mati, ia bangun dan pergi ke kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, untuk mengambil kebun itu menjadi miliknya.


Singkat kata; kebun anggur berubah menjadi kebun sayur, inilah yang disebut kenajisan percabulan, inilah yang diinginkan raja-raja di bumi.


1 Raja-raja 21:17-20

(21:17) Tetapi datanglah firman TUHAN kepada Elia, orang Tisbe itu, bunyinya: (21:18) "Bangunlah, pergilah menemui Ahab, raja Israel yang di Samaria. Ia telah pergi ke kebun anggur Nabot untuk mengambil kebun itu menjadi miliknya. (21:19) Katakanlah kepadanya, demikian: Beginilah firman TUHAN: Engkau telah membunuh serta merampas juga! Katakan pula kepadanya: Beginilah firman TUHAN: Di tempat anjing telah menjilat darah Nabot, di situ jugalah anjing akan menjilat darahmu." (21:20) Kata Ahab kepada Elia: "Sekarang engkau mendapat aku, hai musuhku?" Jawabnya: "Memang sekarang aku mendapat engkau, karena engkau sudah memperbudak diri dengan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. 


Ahab adalah gambaran dari raja-raja di bumi, dia bukan tuan tetapi hamba, diperbudak oleh soal makan dan minum, diperbudak oleh kenajisan percabulan.


Seharusnya kita datang beribadah dan melayani TUHAN dengan sistem kerajaan sorga, berbicara soal; damai sejahtera, kebenaran dan sukacita dan semua yang dikerjakan oleh Roh Allah yang suci, sementara soal makan dan minum terhubung langsung dengan daging, sebagaimana yang tertulis dalam … Roma 14:17 -- Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.


Ayo kembali kepada ajaran yang benar, kalau ada sesuatu yang tidak benar segera tinggalkan.

Lihat Abraham, dia bapa yang baik, dia mewarisi yang baik kepada Ishak Anak Tunggal yang di kasihi dan kepada cucunya Yakub yang berganti nama Israel.


Jadi Ahab adalah gambaran raja-raja di bumi, dia harus membunuh Nabot untuk memperoleh kebun anggur selanjutnya dijadikan sebagai kebun sayur. Pendeknya, Ahab memperbudak diri dengan dosa kenajisan percabulan.


Nah, inilah yang dimaksud tentang; raja-raja di bumi yang bekerja sama dengan binatang itu.

Itu sebabnya di dalam…

Wahyu 19:19 

(19:19) Dan aku melihat binatang itu dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah berkumpul untuk melakukan peperangan melawan Penunggang kuda itu dan tentara-Nya.


Allah yang kita sembah adalah TUHAN atas alam semesta, (TUHAN langit, dan TUHAN bumi), DIA menciptakan langit dan bumi dengan segala isinya, Dia juga yang menciptakan makhluk hidup; manusia dan binatang, di darat dan di air.

Tetapi lihatlah binatang dan raja-raja di bumi berperang melawan “… Si Penunggang kuda Putih …” TIDAK MASUK AKAL.

Jangan kita menjadi sekutu dari binatang ini, hanya karena terlalu berat melepaskan kenajisan percabulan.

Hati-hati saudara, begitu hebat nanti setan menggiring orang-orang kristen menjadi sekutunya, dan itu tidak terasa, tiba-tiba nanti sudah menjadi sekutunya.


Kita sudah melihat: kenapa raja-raja di bumi berperang melawan TUHAN.

Itulah pemaparan dari raja-raja di bumi secara khusus telah kita soroti / teropong dari pribadi Ahab raja Israel, yang menjadi budak dari kenajisan percabulan, dia jual hal yang datang dari Sorga untuk kepuasan yang dari bumi (yang rohani dijual untuk yang lahiriah). Pendeknya kebun anggur diganti menjadi kebun sayur disebutlah itu kenajisan percabulan.


Sekarang sebagai JALAN KELUARNYA…

Tentang: RAJA-RAJA DARI SORGA / DARI ATAS, Secara singkat…

Wahyu 5:10

(5:10) Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi."


Jadi Imamat Rajani memerintah sebagai raja di bumi, berarti; TUAN bukan hamba (budak) di bumi.


Sekarang kita lihat: RAJA-RAJA DI SORGA, dia TUAN bukan hamba (budak) di bumi…

Wahyu 16:12

(16:12) Dan malaikat yang keenam menumpahkan cawannya ke atas sungai yang besar, sungai Efrat, lalu keringlah airnya, supaya siaplah jalan bagi raja-raja yang datang dari sebelah timur.


Kita melihat; “…sungai Efrat, lalu keringlah airnya …” artinya: Raja-raja dari Sorga (dari atas) sama sekali TIDAK ADA KAITANNYA dengan kenajisan percabulan.


1 Petrus 2:9

(2:9) Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:


Bangsa yang terpilih adalah; imamat rajani, kemudian bangsa yang kudus itulah; Milik Kepunyaan Allah sendiri.

Tugas imamat rajani: MEMBERITAKAN SALIB.


Roma 9:12-13

(9:12) dikatakan kepada Ribka: "Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda," (9:13) seperti ada tertulis: "Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau."


Jadi yang menjadi TUAN disini ialah: Yakub.

Yang menjadi hamba disini ialah: Esau.

Tetapi ingat: “… TUHAN mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau …"

Intinya: TUHAN MEMBENCI raja-raja di bumi yang diperbudak dirinya dalam kenajisan percabulan tetapi mengasihi Yakub raja-raja dari Sorga (dari atas).

Kiranya TUHAN menyatakan kasihNya, rahmatNya kepada kita pribadi lepas pribadi.


TUHAN memberkati kita. AMEN.


TUHAN YESUS KEPALA GEREJA MEMPELAI LAKI-LAKI SORGA MEMBERKATI KITA SEMUA.



Pemberita Firman:

Gmebala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang







No comments:

Post a Comment