KAMI NANTIKAN KESAKSIAN-KESAKSIAN SAUDARA YANG SUDAH MEMBACA FIRMAN TUHAN PADA BLOG INI

Terjemahan

Search This Blog

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 13 AGUSTUS 2026



IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 13 AGUSTUS 2026

MALEAKHI 3:1A

(Seri: 6)

 

Subtema:  YOHANES PEMBAPTIS & ELIA PERINTIS UNTUK KEDATANGAN TUHAN

 

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya kita sekalian dihimpunkan di atas gunung-Nya yang kudus, sehingga kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Pendalaman Alkitab disertai perjamuan suci.

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN, yang turut bergabung lewat online atau live streaming, video internet, baik dari YouTube, Facebook, dan Tiktok, media sosial apa saja yang dapat digunakan.

Selanjutnya, doa dan harapan kami biarlah damai sejahtera dari sorga memenuhi hati kita, sehingga sukacita bahagia saat kita duduk diam mendengarkan sabda Allah.

 

Marilah kita ikuti STUDY MALEAKHI sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab yang disertai dengan perjamuan suci.

Namun tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan dari TUHAN, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi.

 

Maleakhi 3:1a (seri 6)

(3:1) Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.

 

Disini dikatakan: "Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku!"

 

Marilah kita melihat UTUSAN TUHAN tersebut …

Matius 11:10-11 (bagian 3)

(11:10) Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu. (11:11) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.

 

Utusan yang mendahului Tuhan tersebut ialah: YOHANES PEMBAPTIS.

Pekerjaannya ialah untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan, sebab Dia Raja di atas segala raja, yang satu kali akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.

 

Perlu untuk diketahui; Yohanes Pembaptis adalah:

-          Nabi yang terakhir dan terbesar dalam perjanjian lama.

-          Dia perintis bagi jalan bagi Sang Mesias, Raja di atas segala raja, Pemimpin sejati

 

Sebagai utusan Tuhan, Yohanes pembaptis bertanggung jawab dengan pekerjaannya. Dan hal itu diakui oleh Yesus secara pribadi.

 

Matius 11:7-9

(11:7) Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: "Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari? (11:8) Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja. (11:9) Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi.

 

Pengakuan Yesus seutuhnya tentang pribadi Yohanes:

BAGIAN PERTAMA:

-          “Tinggal di padang gurun”; artinya: Yohanes adalah utusan yang bertanggung jawab   dalam hal mempersiapkan jalan bagi Sang Raja. 

-          “Bagaikan bulu yang digoyangkan kesana kemari”; artinya: Yohanes adalah sosok pemberani dan mempunyai pendirian yang teguh, tidak mudah dipengaruhi berbagai angin pengajaran.

 

BAGIAN KEDUA:

-          “Tidak memakai pakaian halus”; artinya: Yohanes tidak hidup di dalam kemewahan bahkan jauh dari kata kemewahan.

Demikianlah contoh hamba TUHAN yang benar, tidak hidup dalam kemewahan, bahkan jauh dari kata kemewahan. Bayangkan kalau jemaat miskin, tingkat ekonominya dibawah rata-rata, tapi gembalanya punya mobil mewah, rumah mewah, dan segala yang melekat di dalam dirinya bersifat mewah, itu tidak masuk akal. Tapi faktanya di Afrika banyak terjadi pelayanan seperti itu.

-          Tidak tinggal di istana; artinya: Yohanes adalah pribadi yang rendah hati dan perhatiannya tertuju kepada kehidupan padang belantara (padang gurun).

Orang papah, orang yang teraniaya, orang yang tersisihkan, orang miskin dan seterusnya itu disebut kehidupan padang gurun.

 

BAGIAN KETIGA:

Lebih dari pada nabi, artinya:

a.       Diakui sebagai nabi yang terakhir dan terbesar dari Perjanjian Lama.

b.      Telah menunjukkan loyalitas (patuh dan setia) disertai dengan dedikasi atau penyerahan diri sepenuhnya kepada TUHAN.

 

Semuanya diakui Yesus secara terang benderang di hadapan orang-orang Yahudi.

Hal ini senada dengan nyanyian pujian Zakharia. Zakaria adalah ayah kandung dari Yohanes pembaptis. 

 

Lukas 1:76-77 --- Perikop: "Nyanyian pujian Zakharia."

(1:76) Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, (1:77) untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka,

 

Yohanes Pembaptis disebut:

-          Nabi ALLAH Yang Mahatinggi, berarti nabi terakhir dan terbesar dari Perjanjian Lama.

-          Kemudian Yohanes Pembaptis akan berjalan mendahului Tuhan, sebab dia adalah utusan Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan, dengan cara, memberi pengertian kepada umat Tuhan tentang keselamatan berdasarkan pengampunan dosa-dosa;  (terjadi pengampunan dosa),  disebutlah INJIL KESELAMATAN.

Tetapi ketika dosa diampuni belum berakhir sampai disitu, kita juga harus memperoleh pengertian selanjutnya.

 

Terkait: PENGAMPUNAN DOSA OLEH INJIL KESELAMATAN

Kisah Para Rasul 2:36-40

(2:36) Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus." (2:37) Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" (2:38) Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. (2:39) Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita." (2:40) Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."

 

Kuasa dari Injil keselamatan yang disampaikan:

-          Orang percaya kepada Yesus yang disalibkan itu sebagai TUHAN dan sebagai Kristus.

Bila dikaitkan dengan Pengajaran Tabernakel,  terkena kepada PINTU GERBANG.

-          Bertobat, artinya berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Allah.

Hal ini terkena kepada MEZBAH KORBAN BAKARAN, bayangan dari salib tempat Yesus dikorbankan.

-          Dibaptis air, artinya: satu dengan kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.

Suasana kematian: Hidup lama dikubur. Suasana kebangkitan: Hidup dalam hidup yang baru.

Hal ini terkena kepada KOLAM PEMBASUHAN TEMBAGA.

-          Dibaptis oleh Roh Kudus, terkena kepada PINTU KEMAH.

 

Jadi Injil keselamatan atau pengampunan dosa BUKAN AKHIR dari segalanya melainkan AWAL untuk menerima janji Allah.

Itu sebabnya anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN, teramat lebih sidang jemaat GPT BETANIA harus tetap tergembala, berarti tekun dalam tiga macam ibadah pokok , karena injil keselamatan atau pengampunan dosa bukanlah segala-galanya dari pengikutan kita, tetapi  itu barulah permulaan (awal) untuk menerima janji Allah kepada kita masing-masing.

 

Lukas 1:77-78

(1:77) untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, (1:78) oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi,

 

Setelah pengampunan dosa oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, selanjutnya TUHAN akan melawat kita dari tempat tinggi yaitu takhta Allah.

Lawatan Allah dari tempat tinggi -> janji yang akan kita terima.

 

Lukas 7:27, 29

(7:27) Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.

(7:29) Seluruh orang banyak yang mendengar perkataan-Nya, termasuk para pemungut cukai, mengakui kebenaran Allah, karena mereka telah memberi diri dibaptis oleh Yohanes.

 

 

Yohanes Pembaptis mempersiapkan jalan bagi Tuhan, sebab ia telah memberitakan pengertian tentang Injil keselamatan untuk pengampunan dosa terhadap orang-orang berdosa, termasuk pemungut cukai.

 

Lukas 7:30

(7:30) Tetapi orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menolak maksud Allah terhadap diri mereka, karena mereka tidak mau dibaptis oleh Yohanes.

 

Ahli Taurat dan orang Farisi menolak baptisan, mereka menolak injil keselamatan, mereka tidak memperoleh pengampunan terhadap dosa mereka.

 

Orang-orang Farisi sama sekali tidak mau dibaptis oleh Yohanes, berarti:

a.       Tidak mengalami pengampunan dosa.

b.      Tidak layak untuk menerima janji Allah.

 

Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat disebut juga orang-orang munafik.

Munafik, artinya: Di luar dan di dalam tidak sama.

 

Ada 7 (tujuh) kemunafikan dari ahli Taurat dan orang Farisi, semuanya tertulis dengan lengkap di dalam injil Matius 23, menunjukkan bahwa kemunafikan orang Farisi dan ahli Taurat SEMPURNA, sebab angka 7 (tujuh) adalah angka sempurna.

 

Salah satu kemunafikan dari orang-orang Farisi dan ahli Taurat adalah digambarkan seperti MANUSIA KUBURAN (Matius 23:27), berarti;

-          diluar tampak suci, berarti benar, suci dan mulia.

-          sedangkan bagian dalam penuh dengan tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran = kedurjanaan.

 

Hal ini berbanding terbalik dengan Mempelai Perempuan digambarkan seperti permata Yaspis, jernih seperti kristal sebagaimana yang tertulis dalam Wahyu 21:11: “... Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal ..”

Kristal = Transparan, berarti bagian luar sama dengan bagian dalam, tidak ada yang ditutup-tutupi. Pendeknya, kehidupan yang transparan jauh dari kemunafikan.

 

Maka akhir hidup dari orang munafik (ahli Taurat dan orang Farisi) adalah di liang kubur. Sedangkan, mempelai Tuhan disebut gunung Sion, kota kudus, Yerusalem baru, berbicara tentang kekekalan.

 

Jadi nanti pada saat antikris menjadi raja yang berkuasa dan memerintah selama 7 (tujuh) tahun, memuncak pada 3,5 tahun yang kedua, maka mempelai TUHAN (gereja yang sempurna) diasingkan di padang belantara, karena kepada mereka dipercayakan dua sayap burung nasar yang besar untuk menerbangkan mereka ke padang belantara. Disana mereka dipelihara selama antikris menjadi raja yang berkuasa dan memerintah atas seantero dunia. Kemudian terjadilah rapture (pengangkatan), yang disebutlah itu pertemuan di udara, itulah pesta kawin Anak Domba  di awan nan permai. Setelah pesta kawin, kerajaan 1000 tahun damai turun ke bumi (Firdaus di bumi). Dari Firdaus di bumi lanjut kepada kota Kudus Yerusalem baru, berbicara kekekalan.

 

Jadi manusia kuburan akhir hidupnya di liang kubur. Sedangkan mempelai TUHAN ujungnya ada di kota Kudus Yerusalem baru (kekekalan) bahagia bersama dengan Dia di dalam kekekalan untuk selama-lamanya. Untuk inilah kita semakin sungguh-sungguh menyerahkan diri kepada TUHAN supaya kemunafikan demi kemunafikan itu terkikis sampai akhirnya lepas dari liang kubur.

 

Jadi lewat injil keselamatan orang-orang, menjadi; percaya bertobat, dibaptis, terjadi pengampunan dosa. Selanjutnya dikaruniakan Roh Kudus terkait dengan janji TUHAN. Tetapi lihatlah manusia kuburan tidak mau menerima janji Allah, sama sekali mereka tidak mau dibaptis. 

 

Kita kembali membaca….

Matius 11:14

(11:14) dan -- jika kamu mau menerimanya -- ialah Elia yang akan datang itu.

 

Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi: "jika kamu mau menerimanya--ialah Elia yang akan datang itu."

Yesus mengatakan hal itu, sebab umumnya orang Yahudi (sampai hari ini) menganggap Mesias datang pada akhir zaman dan yang menjadi perintisnya adalah Elia. Sampai pada hari ini pada umumnya orang-orang Yahudi belum mengakui kedatangan Yesus yang pertama kedunia menjadi  manusia, dan yang menjadi perintis bagi Sang Raja adalah Yohanes pembaptis.

 

Sesungguhnya, orang Yahudi tidak memiliki pandangan nubuatan / tidak dapat melihat jauh ke depan. Itulah sebabnya mereka tidak melihat kedatangan Yesus yang pertama yang didahului Yohanes pembaptis. Dan hal itu sudah dinubuatkan oleh Yesaya 40:3. Dan telah dijelaskan beberapa minggu yang lalu.

 

Pendeknya, orang Yahudi sama sekali tidak menghiraukan kedatangan Yesus dalam wujud manusia, dengan bukti: Orang Farisi dan ahli Taurat menolak untuk dibaptis.

Oleh karena itu Yesus berkata kepada orang Yahudi: "Ialah Elia yang akan datang!" Dilanjutkan dengan berkata: "Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"

Kita harus mempunyai pandangan nubuatan untuk dapat mengerti apa yang disampaikan Yesus kepada orang-orang Yahudi. Maksudnya adalah: sebagaimana halnya Elia adalah perintis bagi kedatangan Yesus yang kedua kalinya nanti, demikianlah Yohanes pembaptis adalah perintis bagi kedatangan Yesus yang pertama menjadi manusia.

 

Sebetulnya TUHAN Yesus sudah memberi gambaran. Lalu diakhiri dengan berkata: "Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"

Kita semua memiliki sepasang telinga bukan? hendaklah mendengar. Kita harus percaya bahwa Yohanes pembaptis adalah perintis bagi jalan untuk kedatangan Yesus yang pertama, dan dialah Elia yang akan datang sebagai perintis pada 2000 tahun kemudian.

 

Tuhan menekankan bahwa tugas Yohanes = Tugas Elia, dimana Yohanes berada dibawa kuasa Roh Kudus = Elia yang akan datang 2000 tahun yang akan datang juga dikuasai oleh Roh Kudus (Lukas 1:14-15).

Yohanes perintis jalan bagi kedatangan TUHAN yang pertama, sedangkan Elia perintis jalan bagi kedatangan TUHAN yang kedua.

Jadi, baik Yohanes maupun Elia mereka sama-sama dikuasai Roh Kudus.

 

Sebelum kita menyelidiki tentang Elia sebagai perintis jalan bagi kedatangan TUHAN yang kedua kalinya, terlebih dahulu kita membaca…

Kisah Para Rasul 2:38

(2:38) Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

 

Orang-orang yang bertobat dan dibaptis untuk pengampunan dosa, maka dia akan menerima karunia Roh Kudus terkait janji yang diterima anak-anak Tuhan.

 

Terkait dengan "JANJI ALLAH"

Ibrani 11:8

(11:8) Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.

 

Karena IMAN Abraham taat terhadap panggilan Allah, ia berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusaka. Walaupun ia tidak mengetahui tempat yang ia tuju.

 

Ibrani 11:9

(11:9) Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.

 

Janji Tuhan yang satu itu (janji utama) jelas adalah TANAH AIR SORGAWI, kelak menjadi milik pusaka untuk selama-lamanya.

Jadi, selama kita ada di bumi ini kita adalah orang asing (pendatang) sebagaimana tadi dikatakan Abraham  tiba di Kanaan sebagai orang asing.

Jadi karena iman Abraham diam di tanah yang dijanjikan sebagai orang asing dan pendatang. Kemudian ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub yang turut menjadi ahli waris. Intinya Abraham tinggal di kemah. Jadi untuk menerima janji Allah, maka kita belajar dari Abraham ia tinggal di kemah. Kemah = Tabernakel = rumah TUHAN.

 

TABERNAKEL terdiri dari 3 (tiga) daerah.

Daerah pertama: HALAMAN, disitu ada 2 alat”

-          Mezbah Korban Bakaran, bayangan dari salib dimana Anak Domba Allah disembelih = bertobat.

-          Kolam Pembasuhan, bayangan dari pengalaman kematian dan kebangkitan Yesus Kristus = dibaptis.

Pendeknya, bertobat dan dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosa, inilah injil keselamatan.

 

Tadi kita sudah melihat, sebagai seorang utusan Yohanes pembaptis mempersiapkan jalan bagi TUHAN, berarti dia harus memberikan pengertian kepada umat TUHAN. Pengertian pertama yang diberikan kepada umat TUHAN adalah tentang Injil keselamatan supaya orang-orang: percaya, bertobat, dibaptis, dalam nama TUHAN Yesus Kristus. Dengan demikian mereka akan memperoleh pengampunan dosa. Tetapi itu belum akhir, itu baru awal untuk menerima janji Allah.

 

Daerah kedua: RUANGAN SUCI, di dalamnya terdapat 3 (tiga) alat:

1.      Meja Roti Sajian -> Ketekunan Ibadah Pendalaman Alkitab disertai perjamuan suci.

2.      Pelita emas -> Ketekunan Ibadah Raya Minggu disertai kesaksian Roh.

3.      Mezba Dupa -> Ketekunan Ibadah Doa Penyembahan.

 

MANFAAT KETEKUNAN DALAM TIGA MACAM IBADAH POKOK ialah: kita dibawa sampai kepada tingkat ibadah yang tertinggi atau puncak ibadah itulah doa penyembahan.

Penyembahan = Penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak Allah. Demikianlah kita melihat pribadi Yohanes pembaptis di hadapan Allah. 

 

Lukas 17:32-33 --- Perikop: "Kedatangan Kerajaan Allah"

(17:32) Ingatlah akan isteri Lot! (17:33) Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya.

 

Istri Lot tidak hidup dalam penyembahan, ibadahnya tidak sampai pada puncak ibadah itulah Doa Penyembahan. Dia masih mempertahankan nyawa. Istri Lot mempertahankan harta yang di belakangnya (mempertahankan nyawanya).

 

Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya.

Jadi yang menyelamatkan adalah penyerahan diri, bukan orang yang mempertahankan nyawa. Pengertian ini sudah berulang-ulang kita terima sebagai bukti konkrit Yesus selalu bersama-sama dengan kita, karena dengan kebersamaan itu TUHAN selalu ingatkan kita terkait dengan ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok sebagai sarana untuk membawa kita pada tingkat ibadah yang tertinggi (puncak ibadah) yaitu Doa penyembahan.

Jangan kita seperti istri Lot, jangan kita mempertahankan nyawa. Tapi kita harus tekun dalam tiga macam ibadah pokok sarana yang efektif untuk membawa kita sampai kepada doa penyembahan; penyerahan diri sepenuhnya; penyerahan nyawa, tidak mempertahankan nyawa.

 

Kita mulai melihat terkait dengan janji yang akan kita terima. Itu sebabnya pengampunan dosa bukanlah akhir dari segala-galanya, itu awal untuk menerima janji Allah, tapi harus penuh Roh Kudus terlebih dahulu. Tidak mungkin kita mengerjakan ini tanpa Roh Kudus.

Manusia daging tidak akan mungkin mengerti ketekunan tiga macam ibadah pokok. Imam-imam tidak akan mengerti melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN di tengah-tengah ibadah tersebut, kalau dia masih kedagingan/tanpa Roh Kudus.

Jadi sesudah pengampunan dosa, selanjutnya penuh dengan Roh Kudus, terkait dengan menerima janji yang satu itu, yaitu: milik pusaka; kerajaan Sorga yang akan kita terima sebagai milik pusaka untuk selama-lamanya. Maka ibadah ini harus dipertahankan, jadikanlah milik pusaka, dan itu sudah menjadi harga mati. Itu sebabnya lewat ketekunan tiga macam ibadah pokok kita harus dibawa sampai pada puncak ibadah doa penyembahan. Jangan ikuti contoh yang tidak baik dari istri Lot; ibadahnya tidak mau dipimpin sampai puncak ibadah, dia masih mempertahankan nyawa, harta di belakang begitu banyak.

 

Lukas 17:34-36

(17:34) Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. (17:35) Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan." (17:36) [Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.]

 

Ayat ini berbicara tentang ketekunan dalam 3 (tiga) macam ibadah pokok

1.      Tempat tidur -> Ibadah Doa Penyembahan, kalau dikaitkan dengan pola Tabernakel terkena kepada MEZBAH DUPA.

2.      Menghilang -> Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci, kalau dikaitkan dengan pola Tabernakel terkena kepada MEJA ROTI SAJIAN.

3.      Ladang -> Ibadah Raya Minggu disertai kesaksian Roh, kalau dikaitkan dengan pola Tabernakel terkena kepada PELITA EMAS. Menjadi kesaksian sama seperti pelita menyala oleh karena kekuatan minyak yaitu urapan Roh Kudus.

Lewat ketekunan tiga macam Ibadah pokok kita dibawa sampai kepada puncak Ibadah, yaitu doa penyembahan.

 

Jadi memang kita harus tekun tiga macam ibadah pokok karena itu merupakan satu-satunya sarana untuk membawa kita kepada tingkat ibadah yang tertinggi (puncak ibadah) itulah Doa Penyembahan. Penyembahan = penyerahan diri sepenuhnya untuk taat kepada kehendak Allah, berarti tidak lagi mempertahankan nyawa seperti istri Lot. Sehingga bilamana ibadah itu sudah pada tingkat ibadah yang tertinggi (puncak ibadah) itulah Doa Penyembahan, maka ia akan diasingkan, diterbangkan ke padang belantara. Tetapi meskipun seseorang sudah mengerti soal ketekunan tiga macam ibadah pokok, tetapi kalau ia menjalankan ibadah dan pelayanan dalam bentuk taurat, maka ia tidak akan dibawa sampai kepada puncak ibadah yaitu; doa penyembahan. Inilah yang menjadi cikal bakal dari gereja yang tertinggal.

 

Hal ini harus diperhatikan sungguh-sungguh. Saya tidak mengerti bagaimana TUHAN menyatakan kasih, kuasa dinyatakan di tengah penggembalaan GPT BETANIA. Kita mengikuti Firman penggembalaan untuk ketekunan tiga macam ibadah pokok.

Firman Penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab adalah Kitab Maleakhi, dan kita sudah membahas yang terkait dengan Maleakhi yaitu Elia yang akan datang itulah Yohanes pembaptis sebagai perintis untuk kedatangan Yesus yang pertama. Lalu kaitannya selalu tentang rencana TUHAN yang dikaitkan dengan tiga macam ibadah pokok, dan kita harus bertekun disitu.

Baik juga nanti Firman Penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu TUHAN bercerita tentang antikris yang tidak akan lama lagi akan tampil sebagai raja yang berkuasa memerintah atas seantero dunia. Dan itupun terkait dengan tiga macam ibadah pokok.

Kemudian Firman penggembalaan untuk ibadah Doa penyembahan terambil dari surat Yudas.

Di Yudas 1:11 terkait dengan tiga pribadi itulah Kain, Bileam, dan Korah, gambaran dan bayangan dari setan tritunggal.

-          KAIN adalah pembunuh manusia dari sejak semula, itulah bayangan dari naga.

-          BILEAM adalah gambaran dari nabi-nabi palsu.

-          Sedangkan KORAH adalah manusia pemberontak gambaran dan bayangan dari antikris.

 

Kita dipersiapkan untuk menghadapi setan tritunggal semacam ini, itu adalah bukti nyata, bukti konkrit TUHAN selalu bersama-sama keluarga sidang jemaat GPT BETANIA Serang Cilegon Banten. Dan kalau TUHAN selalu bersama-sama dengan kita itu bukan karena kebaikanmu, bukan karna kecakapanmu, tetapi oleh karena rahmat dan belas kasih TUHAN. Jadi hargailah rahmat dan belas kasihan TUHAN tersebut.

 

Apakah memang lewat ketekunan tiga macam ibadah pokok kita dibawa sampai kepada puncak ibadah?

Lukas 17:37

(17:37) Kata mereka kepada Yesus: "Di mana, Tuhan?" Kata-Nya kepada mereka: "Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar."

 

“... Dimana ada mayat (bangkai) disitu berkerumun burung nasar …”

Mayat (bangkai) -> Doa Penyembahan berarti penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak Allah. Karena kalau akhirnya Yesus menjadi mayat (bangkai) oleh karena sengsara di atas kayu salib, itu adalah puncak ibadah yaitu: Doa Penyembahan. Penyembahan artinya penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak Allah.

 

Kita tidak boleh mengikuti contoh dari istri Lot yaitu: mempertahankan nyawa. Seharusnya ibadah kita sudah harus sampai pada puncaknya yaitu: penyembahan berarti penyerahan diri sepenuhnya  untuk taat kepada kehendak Allah, berarti  tidak mempertahankan nyawa, melainkan rela kehilangan nyawa seperti Yesus, akhirnya Dia mati menjadi bangkai di atas kayu salib, ini penyembahan.

Yesus berseru: “Eli-eli Lama Sabakhtani” itu penyembahan. Lalu Yesus “menyerahkan nyawaNya”, ini penyembahan; penyerahan diri sepenuhnya … Matius 27:50

 

Jadi penyembahan itu tidak dilihat pada saat Praise and Worship, dan bukan pula dilihat saat berlutut (tersungkur), walaupun memang saat menyembah harus menaikan puji-pujian, walaupun saat menyembah di ujung kaki salib harus tersungkur, tidak boleh tidak. Tetapi pengertian yang hakiki dari penyembahan adalah penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak Allah saja. Jangan kita mendustai Roh El-Kudus.

 

Jadi Yesus sendirilah Imam besar Agung yang memimpin Ibadah sampai pada puncaknya; doa penyembahan, karena Yesus sendiri telah menjadi mayat, (telah menjadi bangkai) di atas kayu salib. Dimana ada mayat (bangkai ) disitu burung nazar berkerumun, artinya manakalah ibadah kita sudah sampai kepada puncak ibadah yaitu: doa penyembahan itulah penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak Allah, maka disitulah kita layak untuk menerima dua sayap burung nazar yang besar.

 

Hari-hari ini gencar sekali pernyataan TUHAN terkait tiga macam ibadah pokok dan soal ibadah yang memuncak sampai doa penyembahan; penyerahan diri, supaya jangan ada satupun dari antara kita yang tertinggal. Baik saudara yang mengikuti secara online malam ini, baik yang mengikuti secara siaran tunda, besok, lusa, dan seterusnya.

 

Kita akan melihat; skema tiga macam ibadah pokok menurut POLA TABERNAKEL dalam suasana di TAMAN GETSEMANI.

Ini hebatnya Tabernakel bisa melihat segala sesuatu dimanapun kita berada.

Matius 26:36

(26:36) Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa."

 

Yesus membawa murid-murid ke taman Getsemani dan berada pada satu titik.

 

Matius 26:37-38

(26:37) Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, (26:38) lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."

 

Dari titik yang pertama, selanjutnya Yesus membawa tiga murid itulah Yakobus, Petrus dan Yohanes kepada titik yang kedua.

a.       Titik pertama kalau dikaitkan dengan pola Tabernakel terkena pada HALAMAN.

b.      Sementara titik kedua kalau dikaitkan dengan pola Tabernakel tekenalah itu pada RUANGAN SUCI. Adapun tiga murid Yesus :

Yakobus, Petrus dan Yohanes.

-          Yakobus berbicara tentang IMAN -> ketekunan Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci, bila dikaitkan tiga alat dalam Ruang Suci terkena pada Meja Roti Sajian.

-          Sedangkan Petrus berbicara tentang PENGHARAPAN -> ketekunan Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian Roh, bila dikaitkan tiga alat dalam Ruang Suci terkena pada Pelita Emas.

-          Sedangkan Yohanes berbicara tentang KASIH -> ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan, bila dikaitkan tiga alat dalam Ruang Suci terkena pada Mezbah Dupa.

 

Matius 26:39

(26:39) Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."

 

“... Maka Ia maju sedikit …” menunjukkan bahwa Yesus sendirilah yang menjadi Imam besar Agung dalam setiap pertemuan-pertemuan ibadah, ibadah yang kita dirikan di atas muka bumi ini. Kita harus tekun tiga macam ibadah pokok, disitu Yesus hadir sebagai Imam Besar Agung memimpin tiga macam ibadah pokok sampai kepada tingkat ibadah yang tertinggi (puncak ibadah) yaitu: doa penyembahan.

 

Bukti Yesus Imam besar bisa dilihat dari Seruan-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." menunjuk penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak Allah, karena cawan Allah tidak boleh disingkirkan, tetapi harus Ia minum. Artinya, Ia harus menderita sengsara dan mati di atas kayu salib, itu penyerahan diri sepenuh = puncak ibadah; Doa Penyembahan.

 

DAMPAK POSITIF; BERADA PADA PUNCAK IBADAH

Matius 26:40-41

(26:40) Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? (26:41) Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."

 

Puncak ibadah adalah doa penyembahan dan kepada mereka dipercayakan dua sayap burung nazar yang besar, supaya mereka diterbangkan ke padang belantara, dengan demikian tidak jatuh pada puncak pencobaan. Pencobaan memuncak pada saat antikris menjadi raja yang berkuasa dan memerintah atas seantero dunia. 

 

Kalau kita sudah berada pada puncak ibadah, yaitu: Doa Penyembahan, maka kita layak memperoleh dua sayap burung nasar yang besar. Berarti: jadi mayat dulu baru dikerumuni sayap burung nazar yang besar. Kegunaan sayap burung nasar yang besar ialah untuk menerbangkan kita ke padang belantara, tepatnya pada saat antikris menjadi raja yang berkuasa dan memerintah atas seantero dunia, puncaknya 3.5 (tiga setengah) tahun kedua. Dengan demikian kita tidak jatuh kedalam pencobaan/ tidak jatuh ke tangan antikris.

 

Marilah kita melihat: ELIA YANG AKAN DATANG SEBAGAI PERINTIS BAGI KEDATANGAN YESUS UNTUK YANG KEDUA KALINYA.

Wahyu 11:1 --- Perikop: "Dua saksi Allah."

Dua saksi Allah -> Musa dan Elia.

(11:1) Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.

 

Kepada dua saksi Allah yaitu Musa dan Elia diberikan sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya.

 

Sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya -> Firman Allah. Alasannya: Perasaan, pikiran dan pandangan manusia, termasuk kebenaran diri sendiri  bukanlah tongkat pengukur yang sejati.  Tetapi Tolak ukur dari hidup manusia adalah firman Allah. Maka kita harus bercermin dari firman Allah untuk kita mengetahui dan mengerti seperti apa  wujud rohani yang sempurna itu.

 

Jadi yang dipakai sebagai alat ukur yang sejati adalah Firman Allah yang kekal, supaya kita sampai kepada kekekalan.

 

YANG DIUKUR ADA TIGA, antara lain:

1.      Bait Suci Allah, dimulai dari Ruangan Suci sampai Ruangan Maha Suci. Panjangnya 30 hasta, lebarnya 10 hasta, tingginya 10 hasta, dengan rincian:

-          Panjang Ruangan suci 20 hasta, lebarnya 10 hasta, tingginya 10 hasta. 20x10x10= 2000 hasta.

-          Panjang Ruangan Maha Suci 10 hasta, lebarnya 10 hasta, tingginya 10 hasta. 10x10x10=1000 hasta.

   2000 hasta+1000 hasta = 3000 hasta, itulah yang dimaksud dengan Bait Suci Allah.

 



 

  1. Bait suci Allah semuanya terbuat dari kayu papan-papan jenang, yang disalut dengan emas murni.

Emas murni berbicara tentang kesucian dan kemurnian Ilahi, sehingga demikian tidak nampak lagi sifat asli dari tabiat daging itu sendiri, tidak nampak lagi nafsu daging disitu … Keluaran 26:29.

                     


 

  1. Alas-alasnya terbuat dari perak.

                               


      Dan haruslah kaubuat empat puluh alas perak di bawah kedua puluh   

       papan itu, dua alas di bawah satu papan untuk kedua pasaknya, dan seterusnya dua alas   

       di bawah  setiap papan untuk kedua pasaknya … Keluaran 26:19.

           

 

 

Jadi alas papan jenang itu terbuat dari alas perak. Perak berbicara tentang ketebusan. Dan muara dari penebusan adalah menjadi imamat rajani sesuai dengan … Wahyu 5:9-10.

“ .. karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi." …”

 

Muara dari penebusan adalah menjadi imamat rajani, berarti mereka akan memerintah sebagai raja di bumi. Bukan hamba (bukan budak) tetapi tuan yang memerintah, persis seperti Yakub, Roma 9:12: “.. dikatakan kepada Ribka: "Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda," …”

 

Persis seperti pengalaman Yakub seorang yang tenang, gambaran orang yang tekun dalam tiga macam ibadah pokok, tidak gelisah dengan masa depan. Apalagi masih  muda kok gelisah dengan masa depan. Bayangkan masih berumur dua puluh sudah takut tentang masa depan, takut tidak makan, takut tidak minum, kan aneh, padahal TUHAN ada. Sebelum umur dua puluh pun dia sudah dipelihara TUHAN, umur satu tahun, dua, tahun, tiga tahun…, sampai umur 20 tahun. Sampai umur dua puluh juga masih khawatir tentang masa depan kan aneh. Tapi Yakub adalah seorang tenang, tidak takut dan tidak khawatir, santai saja dalam menjalankan hidup, yang penting dia harus tinggal di rumah TUHAN, tenang; tekun dalam tiga macam ibadah pokok.

Kemudian kesukaannya tinggal di kemah (rumah TUHAN), dia tidak kuatir masa depan. Pendeknya, TUHAN akan pelihara kehidupan yang tenang, TUHAN akan pelihara kehidupan yang suka tinggal di kemah.

 

Dari sini kita bisa melihat Yakub bukan hamba dosa yang bersumber dari dunia dan setan, tetapi dia tuan dan memerintah sebagai raja di bumi. Beda dengan abangnya (kakaknya) Esau, dia hamba dosa, buktinya: dia seorang yang pandai berburu daging, dengan lain kata hidup dengan hawa nafsu dan keinginan daging, semua daging diburu. Kemudian Esau suka tinggal di padang. Padang itu gambaran dunia dengan segala yang ada di dalam dunia, antara lain: keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup. Dari tabiat ini menunjukkan dia hamba bukan tuan, melainkan hamba/budak dosa.

 

Jadi orang yang khawatir masa depan adalah hamba. Semestinya muara dari penebusan adalah imamat rajani, itulah alas perak.

Jadi wajar saja pada akhirnya bait suci Allah masuk dalam ukuran TUHAN.

 

2.  Mezbah, berbicara pelayanan yang dihubungkan dengan salib. Yesus adalah Anak Domba  

     Allah yang telah disembelih. Ia telah mempersembahkan segenap hidup-Nya di atas Mezbah 

     korban bakaran. Dengan demikian Ia telah mengerjakan  penebusan dan rela menjadi korban  

     pendamaian. Ini adalah pelayanan Mezbah.

 

Jadi wajar saja pada akhirnya Mezbah masuk dan diukur oleh tongkat pengukur. Dan siapapun yang datang kepada Mezbah dan memegang tanduk-tanduk pada Mezbah akan selamat. Itulah pelayanan yang mendatangkan penebusan, pelayanan pendamaian.

Jadi kalau orang melarikan diri kepada Mezbah harus cepat-cepat memegang tanduk – berbicara tentang; tanduk keselamatan yang sudah dikerjakan oleh Yesus, Dia adalah Imam Besar Agung, Dia sudah  melayani Mezbah, Dia persembahkan segenap hidup-Nya. 

 

3.  Mereka yang beribadah di dalamnya.

Kita tau bahwa ibadah ini penting sehingga kita mengerti soal; memberi, kemudian kita mengerti soal berpuasa, kita juga mengerti soal doa.

Semua yang benar, semua yang suci, semua yang mulia datang dari TUHAN dan kita terima, karena kita ada dan beribadah di dalamnya.

Ini yang diukur oleh TUHAN. Jadi jangan jauh dari jam-jam ibadah untuk mengerti segala sesuatu; yang benar, yang suci dan  mulia, mengerti rencana TUHAN, mengerti kehendak TUHAN, mengerti tentang segala sesuatu yang dipercayakan. Dan kita harus taat, setia, dengar-dengaran untuk semua itu yang kita terima lewat ibadah-ibadah yang TUHAN percayakan.

 

Inilah hal yang ketiga yang diukur Musa dan Elia, sebab dialah yang merintis jalan  TUHAN untuk kedatangan-Nya yang kedua kali. Maka Yohanes pun disebut Elia yang akan datang, mengapa? karena orang-orang Yahudi tidak mengerti bahwa Yesus sudah datang sebagai manusia. Perintis jalan TUHAN yang pertama adalah Yohanes. Tapi ahli-ahli taurat dan orang Farisi tetap tidak mau tau. Tetapi kita adalah kehidupan yang sudah dilembutkan oleh kasih TUHAN bukan? bukan lagi orang yang keras kepala.

 

Kita bandingkan dengan…

Wahyu 11:2

(11:2) Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."

 

Halaman diserahkan kepada bangsa-bangsa lain yaitu antikris. Lalu mereka akan diinjak-injak selama 42 bulan = 3.5 tahun.

Sebetulnya Gereja halaman ini adalah gereja yang tadinya ada di dalam TUHAN, tetapi karena mereka tidak sungguh-sungguh, akhirnya mereka menjadi murtad dan menjadi bagian antikris disebut juga tubuh Babel. Itulah gereja halaman; Gereja jalan-jalan. Hari ini jalan ke gereja a, besok ke gereja b, setiap gunung-gunung dimasuki, semua tempat-tempat peribadatan ia masuki, ini tidak masuk ukuran. Itu sebabnya kita harus tekun dalam tiga macam ibadah pokok, menjadi satu kehidupan domba yang tergembala dengan sungguh-sungguh.

 

Wahyu 11:3

(11:3) Dan Aku akan memberi tugas kepada dua saksi-Ku, supaya mereka bernubuat sambil berkabung, seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.

 

Selanjutnya tugas Elia sebagai perintis jalan bagi TUHAN untuk kedatangan-Nya kali kedua adalah bernubuat sambil berkabung; menyampaikan Firman disertai dengan kerendahan di hati, siapa tau ada kemurahan. Artinya bagi gereja yang tertinggal masih ada pertertolongan, paling tidak menyerahkan lehernya untuk digorok oleh antikris mati martir. Kalau memang tidak mendapatkan sayap burung nazar, paling tidak gereja yang tertinggal ini mendapat pertolongan dengan cara menyerahkan leher untuk digorok antikris. Mengapa demikian? karena dahulu waktu masih ada kesempatan dia tidak menggunakan leher untuk menundukkan kepala di ujung kaki salib, dengan lain kata dia tidak menggunakan kesempatan dalam ketekunan tiga macam ibadah pokok untuk membawa dia sampai kepada puncak ibadah yakni; doa Penyembahan.

 

Kalau hari ini kita tidak menggunakkan leher untuk menundukkan kepala di ujung kaki salib, maka nanti leher juga menjadi taruhannya. Masa itu, memang masih ada kesempatan untuk selamat tapi sudah tipis. Setipis-tipisnya kesempatan TUHAN masih menyatakan kemurahan disitu lewat Elia dan Musa sebagai perintis jalan bagi kedatangan TUHAN yang kedua sebagai Raja.

 

Bertobat dan dibaptis dalam nama TUHAN Yesus untuk memperoleh pengampunan, belum akhir, tetapi itu awal untuk menerima janji yang satu itu, yaitu: tanah air sorgawi sebagai milik pusaka. Maka TUHAN tolong kita lewat pengertian dimana ibadah itu harus memuncak sampai puncak nya, yaitu:  doa penyembahan.

 

Kita sudah melihat Elia sebagai perintis jalan, dialah yang mengukur; bait suci, Mezbah, dan mereka yang beribadah di dalamnya. Inilah tugas perintis jalan TUHAN untuk kedatangan-Nya kedua kali.

Jalan perintis yang pertama diberi pengertian supaya percaya, memperoleh pengampunan dosa, dibaptis di dalam nama Yesus. Maka Maleakhi 3:1a ini sungguh memberkati kita sekalinnya.

 

Wahyu 11:4-6

(11:4) Mereka adalah kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian yang berdiri di hadapan Tuhan semesta alam. (11:5) Dan jikalau ada orang yang hendak menyakiti mereka, keluarlah api dari mulut mereka menghanguskan semua musuh mereka. Dan jikalau ada orang yang hendak menyakiti mereka, maka orang itu harus mati secara itu. (11:6) Mereka mempunyai kuasa menutup langit, supaya jangan turun hujan selama mereka bernubuat; dan mereka mempunyai kuasa atas segala air untuk mengubahnya menjadi darah, dan untuk memukul bumi dengan segala jenis malapetaka, setiap kali mereka menghendakinya.

 

Mereka adalah saksi-saksi, perintis untuk kedatangan TUHAN yang kedua kalinya sebagai Raja dalam kemuliaan-Nya yang teramat besar dan heran.

 

Musa dan Elia ini betul-betul perintis jalan untuk kedatangan TUHAN kembali. Dengan kuasa yang sama yang pernah mereka lakukan, itu pun akan terjadi kembali menjelang kedatangan TUHAN yang kedua kalinya.

 

Wahyu 11:7-10

(11:7) Dan apabila mereka telah menyelesaikan kesaksian mereka, maka binatang yang muncul dari jurang maut, akan memerangi mereka dan mengalahkan serta membunuh mereka. (11:8) Dan mayat mereka akan terletak di atas jalan raya kota besar, yang secara rohani disebut Sodom dan Mesir, di mana juga Tuhan mereka disalibkan. (11:9) Dan orang-orang dari segala bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, melihat mayat mereka tiga setengah hari lamanya dan orang-orang itu tidak memperbolehkan mayat mereka dikuburkan. (11:10) Dan mereka yang diam di atas bumi bergembira dan bersukacita atas mereka itu dan berpesta dan saling mengirim hadiah, karena kedua nabi itu telah merupakan siksaan bagi semua orang yang diam di atas bumi.

 

Sesudah mereka (Elia dan Musa) bersaksi, bangkitlah binatang pertama keluar dari jurang maut itulah antikris, lalu membunuh mereka. Mereka mati selama 3 hari, dan tidak diperbolehkan untuk dikubur. Mengapa? karena mereka ingin berpesta di atas penderitaan Elia bersama Musa itu.

 

Wahyu 11:11-13

(11:11) Tiga setengah hari kemudian masuklah roh kehidupan dari Allah ke dalam mereka, sehingga mereka bangkit dan semua orang yang melihat mereka menjadi sangat takut. (11:12) Dan orang-orang itu mendengar suatu suara yang nyaring dari sorga berkata kepada mereka: "Naiklah ke mari!" Lalu naiklah mereka ke langit, diselubungi awan, disaksikan oleh musuh-musuh mereka.

(11:13) Pada saat itu terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan sepersepuluh bagian dari kota itu rubuh, dan tujuh ribu orang mati oleh gempa bumi itu dan orang-orang lain sangat ketakutan, lalu memuliakan Allah yang di sorga.

 

Setelah 3. 5 (tiga setengah) hari mereka bangkit oleh Roh yang membangkitkan Yesus.

 

Hasil dari perintisan mereka terkait dengan kedatangan TUHAN yang kedua; ternyata masih ada orang yang mau memuliakan TUHAN dan rela untuk mati martir sekalipun. Buktinya pada saat kerajaan 1000 (seribu) tahun di bumi ternyata ada orang yang dibangkitkan, yaitu: orang-orang yang mati martir itu. Inilah tugas perintis mempersiapkan jalan bagi TUHAN.

 

Saudara kemulian TUHAN dinyatakan di tengah-tengah kita, biarlah kita menghargai dan menghormatinya, dan kita semua ada di dalam rencana-rencana yang TUHAN sudah nyatakan, Haleluya, Amin.

 

TUHAN YESUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

No comments:

Post a Comment