KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Tuesday, March 10, 2026

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 03 MARET 2026

 


IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 03 MARET 2026

 

SURAT YUDAS 1:11

(Seri: 12)

 

Subtema: LEMBU MEMBABAT HABIS TUMBUH-TUMBUHAN HIJAU DI PADANG

 

Shalom.

Selamat malam bagi kita semua, segala puji syukur kepada TUHAN yang telah memungkinkan kita untuk berada di dalam hadirat-Nya, kita diberi kesempatan untuk menghadap Dia lewat Ibadah Doa Penyembahan, dan kita sekarang berada di atas gunung TUHAN yang kudus, untuk digembalakan oleh korban sehari-hari itulah korban sembelihan dan korban santapan sebab satu kali nanti gembala akan ditangkap, korban sehari-hari akan disingkirkan, domba-domba akan tercerai berai. Tetapi bilamana hari ini kita menghargai korban sehari-hari untuk menggembalakan hidup dan nikah kita maka satu kali nanti pertolongan TUHAN akan dinyatakan, kita boleh merasakan pertolongan TUHAN, nanti satu kebahagiaan akan kita rasakan tepat pada waktu-Nya TUHAN, tunggulah waktu-Nya TUHAN.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN, yang turut bergabung lewat online atau live streaming atau video internet, baik dari Youtube, Facebook, maupun media sosial lainnya yang dapat digunakan (diakses), selanjutnya TUHANlah yang bertakhta di tengah-tengah kita, di tengah perhimpunan Ibadah Doa Penyembahan, bertakhta di hati kita maupun saudara yang mengikuti secara online supaya kita boleh merasakan damai sejahtera saat kita duduk diam mendengarkan sabda ALLAH dekat kaki TUHAN, mari kita fokuskan diri untuk pemberitaan Firman ALLAH.

 

Kita sambut Surat Yudas sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan dari Yudas 1:11, namun tetaplah berdoa dalam Roh mohon kemurahan daripada TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi.

 

Yudas 1:11

(1:11) Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

Celakalah mereka, antara lain:

a.         Karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain.

b.        Oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam.

c.         Mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

Kita masih membahas,

Tentang: OLEH SEBAB UPAH MENCEBURKAN DIRI KE DALAM KESESATAN BILEAM.

2 Petrus 2:15

(2:15) Oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat.

 

Guru-guru palsu telah meninggalkan jalan yang benar yakni; JALAN SALIB.

Akibatnya: tersesatlah mereka di jalan atau kesasar.

 

Praktek sesat: mengikuti jalan Bileam yakni suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat.

Hal itu ditulis dengan lengkap di dalam Bilangan 22. Tetapi sebetulnya pada ayat 12; TUHAN melarang Bileam datang kepada Balak (Raja Moab) untuk mengutuk bangsa Israel sebab bangsa Israel telah diberkati oleh TUHAN.

Jadi TUHAN sudah melarang Bileam untuk melakukan perbuatan yang jahat, menerima upah lalu mengutuk bangsa Israel. Alasannya adalah: TUHAN telah memberkati bangsa Israel.

Jadi jangan kita mengusik orang yang diurapi oleh TUHAN supaya kita boleh merasakan berkat dan pertolongan daripada TUHAN.

 

Singkat kata; rumus di dalam TUHAN adalah: DIBERKATI UNTUK MEMBERKATI.

Diberkati oleh TUHAN artinya; dipilih dan ditetapkan oleh TUHAN untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa.

 

Mari kita lihat hal itu di dalam…

Keluaran 19:5-6

(19:5) Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. (19:6) Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel."

 

TUHAN memilih bangsa Israel dari antara bangsa-bangsa di bumi ini menjadi kerajaan imam bagi ALLAH dan bangsa yang kudus.

Singkat kata; bangsa Israel dipilih dan ditetapkan untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa di atas muka bumi ini.

 

Adapun tugas dari bangsa yang dipilih (imamat rajani) adalah: untuk memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia (salib) sebagai karya ALLAH yang terbesar sebagaimana yang tertulis di dalam 1 Petrus 2:9.

Jadi diberkati untuk memberkati, demikianlah bangsa Israel dipilih dan ditetapkan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa.

 

Fakta kebenarannya:

-            Sebab mereka adalah orang Israel, mereka telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah, dan janji-janji. Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin! Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel… (Roma 9:4-5).

 

-            Maka aku bertanya: Adakah mereka tersandung dan harus jatuh? Sekali-kali tidak! Tetapi oleh pelanggaran mereka, keselamatan telah sampai kepada bangsa-bangsa lain, supaya membuat mereka cemburu. (11:12) Sebab jika pelanggaran mereka berarti kekayaan bagi dunia, dan kekurangan mereka kekayaan bagi bangsa-bangsa lain, terlebih-lebih lagi kesempurnaan mereka… (Roma 11:11-12).

 

 

Intinya bagsa Israel telah diberkati oleh TUHAN itu sebabnya TUHAN melarang Bileam untuk mengutuk bangsa Israel.

Rumus di dalam TUHAN adalah: diberkati untuk memberkati, maksudnya; dipilih dan ditetapkan untuk membawa berita salib.

 

2 Petrus 2:16

(2:16) Tetapi Bileam beroleh peringatan keras untuk kejahatannya, sebab keledai beban yang bisu berbicara dengan suara manusia dan mencegah kebebalan nabi itu.

 

Intinya, karena upah Bileam tetap datang kepada Balak untuk mengutuk bangsa Israel, menunjukkan bahwa Bileam adalah orang bebal.

 

Mazmur 92:6-7

(92:6) Betapa besarnya pekerjaan-pekerjaan-Mu, ya TUHAN, dan sangat dalamnya rancangan-rancangan-Mu. (92:7) Orang bodoh tidak akan mengetahui, dan orang bebal tidak akan mengerti hal itu.

 

Pekerjaan-pekerjaan TUHAN besar dan rancangan-rancangan TUHAN sangat dalam. Tetapi meskipun demikian, orang bodoh / orang bebal tidak mengetahui dan mengerti hal itu.

-            Pekerjaan TUHAN à Salib di Golgota.

-            Rancangan TUHAN à hati TUHAN dan isinya yang betapa dalamnya.

 

Mazmur 14:1

(14:1) Untuk pemimpin biduan. Dari Daud. Orang bebal berkata dalam hatinya: "Tidak ada Allah." Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik.

 

Orang bebal berkata dalam hatinya: "Tidak ada Allah." Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik.

Demikianlah Bileam, TUHAN sudah melarang dia untuk mengutuk bangsa Israel sebab TUHAN sudah memberkati bangsa Israel, tetapi demi upah yang dikirim dari Balak, dia tetap harus datang kepada Balak bersama dengan orang-orang yang diutus oleh Balak kepadanya.

Jelas dia adalah orang bebal. Orang bebal tidak tahu pekerjaan TUHAN, orang bebal tidak tahu bahwa rancangan TUHAN itu sangat dalam. Sementara di dalam Mazmur 14:1, di situ jelas dikatakan orang bebal berkata di dalam hatinya tidak ada ALLAH, mengabaikan TUHAN dan perintah-Nya kemudian busuk dan jijik perbuatan orang bebal, tidak ada yang baik, satupun tidak ada.

 

Saudara, kita harus berjuang untuk hidup di dalam TUHAN, mengikuti kehendak TUHAN, mengikuti rancangan-rancangan yang TUHAN nyatakan di dalam diri kita sekaliannya. Berikanlah diri untuk dipimpin oleh Roh TUHAN dengan sepenuhnya, kita tidak lagi mengikuti suara daging, nama TUHANlah dipermuliakan, kiranya hal itu nyata di hidup kita, di tengah pengikutan kita dihadapan TUHAN.

 

Mazmur 14:2-3

(14:2) TUHAN memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia untuk melihat, apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah. (14:3) Mereka semua telah menyeleweng, semuanya telah bejat; tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak.

 

Orang bebal tidak memiliki akal budi (akal sehat) sebab orang bebal tidak ada keinginan untuk mencari ALLAH selain menyeleweng saja. Namun oleh karena kebebalan daripada Bileam ini TUHAN ALLAH menegur dia dengan keras sebab keledai yang ditunggangi oleh Bileam dapat berbicara dengan suara manusia.

 

Kisah itu kita lanjut di dalam…

Bilangan 22:28

(22:28) Ketika itu TUHAN membuka mulut keledai itu, sehingga ia berkata kepada Bileam: "Apakah yang kulakukan kepadamu, sampai engkau memukul aku tiga kali?"

 

Karena kebebalan Bileam maka TUHAN membuka mulut keledai dan berkata kepadanya; "Apakah yang kulakukan kepadamu, sampai engkau memukul aku tiga kali?"

Singkat kata; karena kebebalan Bileam, keledai yang ditungganginya dipukul sebanyak 3 (tiga) kali.

-            Satu kali pada saat keledai masuk ke ladang (ayat 23).

Ladang à (kegiatan Roh) à pengharapan.

-            Kedua kalinya pada saat keledai menekankan dirinya ke tembok (ayat 25).

Menekankan dirinya ke tembok à kegiatan iman. Jadi tembok itu perisai (iman).

-            Ketiga kalinya pada saat keledai itu meniarap (ayat 27).

Meniarap = doa penyembahan à kegiatan kasih.

Jadi ketika berada pada tiga kegiatan tersebut, disitulah Bileam memukul keledai tunggangannya.

 

Bilangan 22:29

(22:29) Jawab Bileam kepada keledai itu: "Karena engkau mempermain-mainkan aku; seandainya ada pedang di tanganku, tentulah engkau kubunuh sekarang."

 

Ketika keledai itu berada pada tiga kegiatan tersebut, Bileam menganggap bahwa ia telah dipermain-mainkan oleh keledai tunggangannya itu. Sesungguhnya;

-       Kegiatan Roh (pengharapan)    à Ketekunan dalam Ibadah Raya Minggu disertai dengan Kesaksian Roh.

-       Kegiatan iman                               à ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan Perjamuan Suci.

-       Kegiatan kasih                              à Ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan.

 

Saudara, sesungguhnya tiga kegiatan tersebut (ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok) itu datangnya dari TUHAN dan TUHAN yang mengarahkan keledai kepada tiga kegiatan tersebut sebagaimana yang tertulis di dalam Bilangan 22:23; Ketika keledai itu melihat Malaikat TUHAN berdiri di jalan, dengan pedang terhunus di tangan-Nya, menyimpanglah keledai itu dari jalan dan masuk ke ladang. Maka Bileam memukul keledai itu untuk memalingkannya kembali ke jalan.

 

Pendeknya, semakin kita disucikan oleh pedang terhunus, maka kita akan semakin mengerti untuk menghargai ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.

 

Perlu untuk kita ketahui; ketika kita berada di tengah-tengah ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok, TUHAN tidak bermaksud untuk mempermain-mainkan hidup kita. Jadi saudara tidak perlu bertanya-tanya; “Kenapa mesti tiga macam ibadah pokok? Kenapa gereja-gereja di luar Pengajaran Mempelai mereka santai saja? Mereka hanya mengerti tentang Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian?” Itu memang betul, tetapi yang benar adalah ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok datangnya dari TUHAN dan TUHAN yang sedang mengarahkan kita kepada tiga macam ibadah pokok / untuk berada di tengah-tengah tiga kegiatan tersebut.

Sebagaimana malam ini, kita ada sebagaimana kita ada itu bukan karena kebetulan, akan tetapi TUHAN yang mengarahkannya dan itu adalah kemurahan TUHAN. Kalau TUHAN sudah menyatakan kemurahan jangan lari, jangan ditolak supaya nanti jangan ditimpa dengan 7 (tujuh) cawan murka ALLAH. 7 (tujuh) cawan murka ALLAH itu ditujukan kepada orang yang menolak kasih ALLAH (kemurahan ALLAH).

 

Sebenarnya, ketika berada di dalam ketekunan tiga macam ibadah pokok TUHAN tidak bermaksud untuk mempermain-mainkan hidup kita bukan? Kita buktikan di dalam…

Ibrani 10:22-26

(10:22) Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. (10:23) Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia. (10:24) Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. (10:25) Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. (10:26) Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.

 

-       Pada ayat 22 di situ kita menemukan kata iman à Ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan Perjamuan Suci.

-       Pada ayat 23 di situ kita menemukan kata pengharapan à Ketekunan dalam Ibadah Raya Minggu disertai dengan Kesaksian Roh.

-       Pada ayat 24 di situ kita menemukan kata kasih à Ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan.

Jangan jauh dari ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok / tiga kegiatan Roh tadi seperti dibiasakan oleh beberapa orang Kristen, hanya tahu Ibadah Raya Minggu, tetapi marilah kita saling menasihati dan semakin giat melakukannya menjelang hari TUHAN yang mendekat.

 


Tiga kegiatan tersebut (ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok) seharga dengan setetes darah salib Kristus.

Jadi kita tidak boleh memilih satu dari antara ketekunan tiga macam ibadah pokok, tetapi kita harus tekun dalam tiga macam ibadah pokok karena tiga macam ibadah pokok seharga dengan setetes darah salib Kristus.

Itu berarti menolak tiga macam ibadah pokok, darah Kristus tidak berlaku atas dia = tidak diampuni oleh TUHAN.

Sama seperti malaikat, kalau berbuat dosa, darah Yesus tidak berlaku atas dia sehingga kalau malaikat berbuat dosa langsung berubah menjadi Setan. Demikian juga kalau seseorang tidak menghargai ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok maka darah Kristus tidak berlaku atas dia, TUHAN tidak akan ampuni dia dan dia seharga dengan setan.

 

Jangan sampai hanya karena perkara-perkara duniawi, kesibukan-kesibukan, saudara berubah menjadi Setan, hati-hati saudara.

Ini adalah bukti nyata bahwa TUHAN tidak sedang mempermain-mainkan hidup kita. Sebaliknya, ketika Bileam mempertahankan upah untuk perbuatan jahat maka ia sedang dipermain-mainkan oleh Balak. Jadi Balak ini raja Moab, gambaran dari Iblis (Setan).

 

Pertanyaannya Siapakah Balak ini?

Bilangan 22:1

(22:1) Kemudian berangkatlah orang Israel, dan berkemah di dataran Moab, di daerah seberang sungai Yordan dekat Yerikho.

 

Setelah memerangi dan mengalahkan Sihon Raja orang Amori dan Og raja Basan, berangkatlah orang Israel dan berkemah di dataran Moab.

 

Bilangan 22:2-3

(22:2) Balak bin Zipor melihat segala yang dilakukan Israel kepada orang Amori. (22:3) Maka sangat gentarlah orang Moab terhadap bangsa itu, karena jumlahnya banyak, lalu muak dan takutlah orang Moab karena orang Israel.

 

Melihat segala yang dilakukan orang Israel kepada orang Amori maka sangat gentarlah Balak raja Moab dan seluruh rakyatnya, kemudian muak dan takut terhadap orang Israel. Intinya; orang Israel mengalahkan orang Amori, namun Moab muak dan takut kepada orang Israel.

Sebenarnya tidak ada hubungan antara Israel dan Moab. Tetapi begitu Moab melihat Israel mengalahkan orang Amori maka pada saat itu Moab menjadi muak dan takut kepada Israel.

Pertanyaannya: apa yang menyebabkan sehingga Moab menjadi muak dan takut?

 

Jawabnya ada di dalam…

Bilangan 22:4

(22:4) Lalu berkatalah orang Moab kepada para tua-tua Midian: "Tentu saja laskar besar itu akan membabat habis segala sesuatu yang di sekeliling kita, seperti lembu membabat habis tumbuh-tumbuhan hijau di padang." Adapun pada waktu itu Balak bin Zipor menjadi raja Moab.

 

Dari pengakuan Balak kita bisa melihat bahwa:

-          Israel digambarkan sebagai lembu.

Lembu à kebangkitan dari seorang hamba.

-          Moab digambarkan sebagai tumbuh-tumbuhan hijau di padang.

 

Tentang: TUMBUH-TUMBUHAN HIJAU.

Kejadian 1:29

(1:29) Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.

 

Segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji adalah makanan yang TUHAN sediakan bagi manusia. Sedangkan tumbuh-tumbuhan hijau (tanpa biji) itulah yang menjadi makanan bagi binatang, burung-burung, dan binatang yang merayap di bumi.

Perlu untuk diketahui; tumbuh-tumbuhan hijau (tanpa buah berbiji) = binatang, dilahirkan untuk ditangkap dan dimusnahkan.

 

2 Petrus 2:12-13

(2:12) Tetapi mereka itu sama dengan hewan yang tidak berakal, sama dengan binatang yang hanya dilahirkan untuk ditangkap dan dimusnahkan. Mereka menghujat apa yang tidak mereka ketahui, sehingga oleh perbuatan mereka yang jahat mereka sendiri akan binasa seperti binatang liar, (2:13) dan akan mengalami nasib yang buruk sebagai upah kejahatan mereka. Berfoya-foya pada siang hari, mereka anggap kenikmatan. Mereka adalah kotoran dan noda, yang mabuk dalam hawa nafsu mereka kalau mereka duduk makan minum bersama-sama dengan kamu.

 

Binatang dilahirkan hanya untuk ditangkap dan dibinasakan = tanpa pengharapan akan kemuliaan berarti tidak mengharapkan Kerajaan Sorga, tidak mengharapkan hidup kekal, yakni; kehidupan setelah kematian.

Ciri-ciri manusia binatang:

a.       Berfoya-foya pada siang hari atau memboroskan harta rohani pada siang hari.

Siang hari adalah gambaran dari masa kemurahan TUHAN yang harus kita manfaatkan. Sebab apabila gelap malam tiba tidak ada seorangpun yang dapat bekerja. Singkatnya; apabila gelap malam tiba, tidak ada lagi kesempatan untuk mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar, sebagaimana yang tertulis di dalam Yohanes 9:4.

Jadi selagi hari masih siang itu kemurahan TUHAN, kita manfaatkan saja kesemaptan yang luas ini meskipun tinggal sedikit, itu adalah kemurahan TUHAN. Tetapi Balak bersama dengan orang Moab digambarkan seperti tumbuh-tumbuhan hijau nanti menjadi makanan binatang. Itu sebabnya binatang dilahirkan hanya untuk ditangkap dan dimusnahkan (dibinasakan).

b.       Mabuk dalam hawa nafsu = hidup dalam hawa nafsu dan keinginan daging = mabuk anggur dari perempuan babel.

Wahyu 18:3

(18:3) karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya."

 

Semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu perempuan Babel, termasuk:

-          Raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia.

-          Pedagang-pedagang di bumi telah berbuat cabul dengan dia.

Maksudnya memperoleh kekayaan lewat kelimpahan hawa nafsu perempuan babel.

Itulah keadaan kehidupan yang hanya seperti tumbuh-tumbuhan hijau di Padang. Siapa yang memperhatikan tumbuh-tumbuhan hijau di Padang? Tidak ada, tidak ada yang mempedulikannya. Seperti itulah kehidupan Moab mulai daripada Balak (raja Moab) sampai seluruh rakyatnya. Maka satu kali nanti Moab ini akan dibabat habis oleh lembu.

Oleh sebab itu, jangan kita sama seperti Moab, jangan seperti tumbuh-tumbuhan hijau di Padang, satu kali dibabat habis sama seperti binatang yang tidak berakal, dilahirkan untuk ditangkap, dimusnahkan, dan dibinasakan. Tetapi sesungguhnya hidup kita berharga di mata TUHAN.

 

Kita bandingkan dengan tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan pohon-pohonan yang buahnya berbiji di dalam…

1 Korintus 15:35-36

(15:35) Tetapi mungkin ada orang yang bertanya: "Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apakah mereka akan datang kembali?" (15:36) Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu.

 

Apapun yang kita taburkan tidak akan tumbuh dan tidak akan hidup jika tidak masuk dalam pengalaman kematian. Pendeknya, amal soleh dan kebaikan manusia tidak bisa dijadikan sebagai tolak ukur untuk membawa seseorang masuk dalam Kerajaan Sorga (hidup kekal). Perbuatan baik mu dan amal soleh mu tidak bisa untuk dijadikan sebagai tolak ukur untuk mengalami kebangkitan, hidup kekal, masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Tidak mungkin ada kebangkitan (kehidupan) tanpa melalui pengalaman kematian. Maka TUHAN menegur orang bodoh. Siapa orang bodoh? Yang selalu menggunakan tolak ukur bahwa kehidupan itu datangnya dari perbuatan baik / amal soleh. Kehidupan tidak akan terjadi tanpa melewati pengalaman kematian, amal soleh (perbuatan baik) tidak dapat dijadikan sebagai tolak ukur sehingga seseorang masuk sorga, dibangkitkan (hidup kekal).

Itu sebabnya TUHAN menegur orang bodoh di sini, jangan kita bodoh lagi. Dahulu kita bodoh, sekarang jangan kita bodoh lagi. Tidak ada kebangkitan tanpa melewati kematian.

 

Saudara, TUHAN sudah menyediakan makanan bagi manusia yaitu tumbuh-tumbuhan berbiji dan pohon-pohonan yang buahnya berbiji, sedangkan bagi binatang hanya tumbuh-tumbuhan hijau di Padang saja.

 

1 Korintus 15:37

(15:37) Dan yang engkau taburkan bukanlah tubuh tanaman yang akan tumbuh, tetapi biji yang tidak berkulit, umpamanya biji gandum atau biji lain.

 

Yang ditaburkan adalah biji yang tidak berkulit, menunjuk pada pengalaman kematian, umpamanya biji gandum, dapat dijadikan sebagai benih untuk ditaburkan.

Kalau mau menjadi benih harus masuk ke dalam pengalaman kematian. Nah benih ini yang ditaburkan, maka dia pasti tumbuh dan berbuah banyak.

Maka yang menjadi makanan pokok bagi anak-anak TUHAN, keturunan Adam, keturunan Abraham sampai kepada zaman Roh El-Kudus di zaman akhir ini adalah tumbuh-tumbuhan berbiji, pohon-pohonan yang buahnya berbiji, bukan tumbuh-tumbuhan hijau di padang sebab tumbuh-tumbuhan hijau di padang adalah makanan untuk binatang. Binatang dilahirkan hanya untuk ditangkap dan dimusnahkan, sedangkan manusia tidak. Oleh sebab itu yang kita nikmati adalah pengalaman kematian, daging tidak bersuara, sebab itu sama seperti domba yang tergembala; mendengar suara gembala, tidak mendengar suara hati pikiran perasaan manusia daging lagi di dalam mengambil keputusan dan bertindak. Sebab itu kita harus masuk ke dalam pengalaman kematian dan menikmati pengalaman kematian = benih.

 

Tetapi ada saja diantara kita yang hanya menikmati tumbuh-tumbuhan hijau di padang, masih menuruti keinginan dagingnya, maunya sendiri saja, ini sama seperti tumbuh-tumbuhan hijau di Padang, satu kali akan dibabat habis oleh lembu. Tetapi kita harus menjadi benih artinya pengalaman kematian itu harus menjadi pengalaman kita dan kita menikmatinya. Tidak usah bersungut-sungut, tidak usah ngomel-ngomel.

 

Hal ini ditegaskan kembali di dalam injil…

Yohanes 12:24

(12:24) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

 

Jika biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati maka ia tetap satu biji saja. Tetapi jika ia jatuh ke tanah dan mati maka ia akan menghasilkan banyak buah itulah pengalaman kebangkitan setelah melewati pengalaman kematian.

Ciri-ciri pengalaman kematian; seperti biji yang tidak berkulit / rela dikuliti, istilah sekarang: siap dan rela dipermalukan / rela ditelanjangi.

Inilah pengalaman kematian yang harus kita nikmati, selama masih tertutup bungkus segala kekurangan-kekurangan apalagi dikemas dengan rapi dengan daun pohon ara (kebenaran diri sendiri), seseorang tetap menjadi orang bodoh, tidak akan pernah tumbuh dan hidup. Kehidupan semacam ini satu kali dibabat habis oleh lembu seperti tumbuh-tumbuhan hijau di Padang.

 

Jadi yang membodoh-bodohi dan mempermain-mainkan Bileam bukan TUHAN, tetapi Balak.

Siapa Balak ini? Orang yang muak dan takut kepada Israel. Digambarkan seperti tumbuh-tumbuhan hijau di Padang.

Moab satu kali akan dibabat habis oleh lembu. Tetapi kalau kita masuk ke dalam pengalaman kematian (tekun dalam tiga macam ibadah pokok) TUHAN tidak sedang mempermain-mainkan kita walaupun sakit bagi daging, itu kemurahan. Ayo manfaatkanlah kemurahan TUHAN selagi hari masih siang.

 

Tentang: LEMBU.

Pekerjaan lembu di dalam Bilangan 22:4 adalah membabat habis tumbuh-tumbuhan hijau di Padang.

Tumbuh-tumbuhan hijau di Padang adalah orang-orang yang tidak menghargai pengalaman Yesus di dalam tanda kematian dan kebangkitan-Nya. Sedangkan lembu 🡪 hamba TUHAN dalam suasana kebangkitan berarti mengerti pekerjaan penebusan dan pendamaian atas dosa.

 

2 Korintus 5:18-19

(5:18) Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. (5:19) Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.

 

Kepada seorang hamba TUHAN di tengah-tengah pengutusannya dipercayakan dua hal:

1.    Dipercayakan pelayanan pendamaian.

2.    Dipercayakan berita pendamaian.

Berita pendamaian itulah salib yang harus disampaikan baik lewat perkataan, disampaikan dengan jujur, tulus, dan murni. Maupun suara dari perbuatan memberitakan salib dengan tulus, jujur, dan murni, tidak pura-pura.

 

Bagaimana keadaan saat mengerjakan pekerjaan penebusan dan pendamaian?

2 Korintus 5:20-21

(5:20) Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.

 

Kepada hamba-hamba TUHAN di tengah pengutusannya dipercayakan pelayanan pendamaian dan dipercayakan berita pendamaian.

 

Lalu pengalaman seorang hamba TUHAN di tengah pengutusannya …

2 Korintus 5:21

(5:21) Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.

 

Pengalaman seorang hamba TUHAN di tengah pengutusannya adalah rela dikuliti.

Jadi umat TUHAN akan merasakan satu kemurahan TUHAN yang besar dari Sorga bila seorang hamba TUHAN rela dikuliti, seorang pemimpin jemaat rela dikuliti, jemaat yang dilayani akan merasakan kemurahan dan menikmati makanan yang sesungguhnya itulah tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan pohon-pohonan yang buahnya berbiji.

Jadi biji ini satu kali kelak akan menjadi benih manakala masuk ke dalam pengalaman kematian. Sedangkan tumbuh-tumbuhan hijau tidak ada biji, dia memang hidup, tetapi satu kali dia akan dibabat habis oleh lembu.

 

Jadi TUHAN tidak sedang mempermain-mainkan kita, yang mempermain-mainkan Bileam adalah perasaan dagingnya, yang mempermain-mainkan Bileam adalah Balak (raja Moab) dan rakyatnya, tetapi TUHAN tidak mempermain-mainkan kita.

Ketika TUHAN mengarahkan kita ke dalam tiga macam ibadah pokok TUHAN tidak mempermain-mainkan kita, dan jangan mau dipermain-mainkan oleh perasaan manusia daging, jangan mau dipermain-mainkan oleh Balak itulah Setan, AMIN.

 

 

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment