IBADAH RAYA MINGGU, 15 FEBRUARI 2026
KITAB WAHYU 19:13
(SERI 3)
Subtema: PENYEMBAHAN MELENYAPKAN
KEMUSTAHILAN ( Seri 2 )
Mula
pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, yang oleh karena rahmat-Nya
kita semua boleh berada di atas gunung Tuhan yang kudus. Kita boleh datang
menghadap Dia lewat Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian Roh.
Saya
juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, umat ketebusan Tuhan yang turut
bergabung secara online / live streaming / video internet, baik dari Youtube
maupun Facebook atau dari media sosial lainnya yang dapat digunakan
/ diakses. Kiranya damai sejahtera dari Sorga memenuhi hati kita sehingga kita
boleh menikmati satu sukacita dan kebahagaiaan saat kita mendengarkan Sabda
Allah.
Selanjutnya,
marilah kita sambut KITAB WAHYU sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Raya
Minggu. Dan kita masih membaca ayat 13 sebagai seri pemberitaan Firman
Tuhan yang ketiga kalinya. Tetaplah berdoa dalam roh, mohon kemurahan
Tuhan, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi
lepas pribadi.
Wahyu
19:13
(19:13) Dan Ia
memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah:
"Firman Allah."
Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah. Menunjukkan kepada kita bahwa Ia (Si Penunggang kuda putih)
adalah Imam Besar Agung.
Mengenai
JUBAH IMAM BESAR, dibagi dalam 3 (tiga) hal pokok. Semua itu ditulis dengan
lengkap dalam Keluaran 28:1-43, antara lain:
1. Baju efod (Keluaran 28:6-14)
2. Gamis baju efod (Keluaran 28:31-35)
3. Kemeja beragi dari lenan halus (Keluaran
28:39)
Malam
ini kita akan kembali membahas tentang:
GAMIS BAJU EFOD (Bagian
kedua)
Keluaran
38:31 --- Perikop: “Mengenai pakaian imam”
(28:31) Haruslah
kaubuat gamis baju efod dari kain ungu tua seluruhnya.
Gamis
baju efod warnanya ungu tua / biru langit. Warna ini berbicara tentang kuasa kebangkitan
Tuhan kita Yesus Kristus.
Keluaran
8:32-35
(28:32) Lehernya
haruslah di tengah-tengahnya; lehernya itu harus mempunyai pinggir
sekelilingnya, buatan tukang tenun, seperti leher baju zirah haruslah lehernya
itu, supaya jangan koyak. (28:33) Pada ujung gamis itu haruslah kaubuat
buah delima dari kain ungu tua, kain ungu muda dan kain kirmizi, pada
sekeliling ujung gamis itu, dan di antaranya berselang-seling giring-giring
emas, (28:34) sehingga satu giring-giring emas dan satu buah delima
selalu berselang-seling, pada ujung gamis itu. (28:35) Haruslah gamis
itu dipakai Harun, apabila ia menyelenggarakan kebaktian, dan bunyinya harus
kedengaran, apabila ia masuk ke dalam tempat kudus di hadapan TUHAN dan apabila
ia keluar pula, supaya ia jangan mati.
Di
sini kita dapat melihat dengan jelas, ada 2 (dua) hal penting yang menyangkut
gamis baju efod.
YANG PERTAMA: Menyangkut leher,
dimana leher gamis tersebut haruslah berada di tengah-tengahnya, itu
berarti; seimbang / adil, sehingga
tidak lebih berat ke kiri atau ke kanan.
Perlu untuk diketahui:
Leher adalah penghubung antara tubuh dengan kepala. Wujud rohaninya adalah penyembahan
kita kepada Tuhan. Sebab, leher ini dapat digunakan untuk menundukkan
kepala di ujung kaki salib Tuhan.
Singkat kata, leher gamis baju efod berada di
tengah-tengah artinya; penyembahan dalam kuasa kebangkitan adalah keadilan
Tuhan untuk umat-Nya. Intinya, oleh penyembahan memungkikan segala sesuatu
bisa terjadi.
Contoh pertama
Lukas 1: 5, 7 --- Perikop: “Pemberitahuan
tentang kelahiran Yohanes pembaptis”
(1:5) Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang
bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari
keturunan Harun, namanya Elisabet. (1:7) Tetapi mereka tidak
mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.
Dari ayat ini kita dapat melihat bahwa Zakharia
adalah seorang imam. Isterinya
bernama Elisabet berasal dari keturunan Harun, berarti; suku Lewi. Sekalipun
Zakharia adalah seorang imam dan sang isteri adalah keturunan Lewi, namun
kenyataannya mereka tidak mempunyai anak. Sebab, Elisabet mandul, sementara
keduanya telah lanjut umurnya. Itu berarti Zakharia
dan Elisabet tidak mungkin lagi mempunyai anak secara logika (akal sehat
manusia)
Lukas 1:6, 8-9
(1:6) Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup
menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. (1:8)
Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas
keimaman di hadapan Tuhan. (1:9) Sebab ketika diundi, sebagaimana
lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk
ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ.
Adapun kondisi rohani Zakharia dan Elisabet;
-
Benar dihadapan Allah
-
Hidup menurut segala
perintah Tuhan dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.
Intinya,
nikah Zakharia dan Elisabet ada dalam suasana kebangkitan. Sementara
pada ayat 8-9 itu berbicara soal doa penyembahan, sebab tugas
keimaman Zakharia adalah membakar ukupan di Bait Suci. Pendeknya, penyembahan
dari Zakharia dan Elisabet berada dalam suasana kebangkitan.
Inilah
doa dan kerinduan saya sebagai gembala; kiranya nikah kita ada dalam suasana
kebangkitan. Suami sebagai kepala, isteri sebagai tubuh; masing-masing
menempatkan diri pada kedudukan yang tepat. Tidak usah gengsi dalam mengadakan
doa penyembahan, supaya ketika menikkan doa naik dihadapan Tuhan. Kesepakatan
di hati; doa sampai kepada Tuhan.
Lukas
1:11-13
(1:11) Maka
tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan
mezbah pembakaran ukupan. (1:12) Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi
takut. (1:13) Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut,
hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan
melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia
Yohanes.
Gabriel
berkata kepada Zakharia: doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan
melahirkan.
Singkat
kata, doa penyembahan dalam kuasa kebangkitan memungkinkan segala sesuatu bisa
terjadi; dari yang tidak ada menjadi ada.
Jadi,
doa penyembahan itu melenyapkan kemustahilan, karena bagi Tuhan tidak ada yang
mustahil, bagi orang yang percaya segalanya mungkin. Itu sebabnya, hendaklah
doa penyembahan itu ada dalam suasana kebangkitan (kesepatakan / kesehatian).
Kalau tidak ada kesepakatan / kesehatian, tidak mungkin doa itu akan
terkabulkan. Jadi, di dalam nikah, jangan ada yang merasa lebih pandai, lebih
pintar, dan suka menggurui tetapi tidak suka digurui.
Lukas 1:36
(1:36) Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang
mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang
keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
Maria mempunyai sanak namanya Elisabet, itulah
isteri Zakharia. Elisabet sudah tua / sepuh dan dia juga mandul, tetapi
kenyataannya dia sedang mengandung. Dan ketika Gabriel berbicara kepada
Zakharia itu adalah bulan keenam Elisabet mengandung. Kemudian Gaberial juga
memberitahukan; haruslah engkau menamai dia Yohanes. Jadi, nama Yohanes
itu berasal dari Sorga bukan buatan manusia (orang tuanya).
Lukas 1:37
(1:37) Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."
Jadi, penyembahan dalam suasana kebangkitan;
melenyapkan segala yang mustahil.
Singkat kata, lahirlah Yohanes pembaptis dan
nama itu datang dari Sorga bukan dari manusia. Itu sebabnya, Yohanes pembaptis
melayani dengan jelas dan tegas. Ia mau mengambil resiko, ia mau melayani Tuhan
dalam kerendahan di hati, melayani Tuhan dengan berpihak kepada Tuhan, tidak
berpihak kepada ahli Taurat dan orang Farisi.
Itu sebabnya, dengan tegas ia berani menegur
bahwa ahli Taurat dan orang Farisi adalah keturunan ular beludak.
-
Bisa orang Farisi adalah
kemunafikannya.
-
Bisa orang Saduki adalah
persundalan / kenajisan percabulannya; kawin-mawin.
Selanjutnya, Yohanes pembaptis melayani dengan kuasa
Elia, berarti memiliki dua bagian roh dari Elia, antara lain:
1. Membuat hati bapa-bapa kembali kepada
anak-anaknya sehingga anak-anaknya tidak tawar hati lagi.
Kalau anak-anak tawar
hati, sangat sulit datang kepada Tuhan.
2. Membuat orang-orang durhaka / pemberontak
berbalik kepada pikiran orang-orang benar.
Kalau Yohanes pembaptis tidak memiliki dua
bagian roh dari Elia, maka yang mendurhaka tetaplah mendurhaka, muara hidupnya menjadi tubuh
antikris. Tetapi puji Tuhan, kita boleh merasakan pelayanan dari Yohanes
pembaptis dengan kuasa Elia (dua bagian roh dari Elia), sehingga, pemberontakan-pemberontakan kita berubah menjadi
pikiran yang benar.
Kiranya kita menjadi orang-orang yang benar supaya kita akhirnya menjadi bagian
dari tubuh Kristus, sidang mempelai Tuhan.
Sekarang kita akan melihat penyembahan
melenyapkan segala kemustahilan; contoh yang kedua.
Contoh kedua
Ulangan 32:48 --- Perikop: “Ajal Musa mendekat”
(32:48) Pada hari itulah juga TUHAN berfirman kepada Musa: (32:49)
"Naiklah ke atas pegunungan Abarim, ke atas gunung Nebo, yang di
tanah Moab, di tentangan Yerikho, dan pandanglah tanah Kanaan yang Kuberikan
kepada orang Israel menjadi miliknya, (32:50) kemudian engkau akan
mati di atas gunung yang akan kaunaiki itu, supaya engkau dikumpulkan
kepada kaum leluhurmu, sama seperti Harun, kakakmu, sudah meninggal di gunung
Hor dan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya -- (32:51) oleh sebab kamu
telah berubah setia terhadap Aku di tengah-tengah orang Israel, dekat mata air
Meriba di Kadesh di padang gurun Zin, dan oleh sebab kamu tidak menghormati
kekudusan-Ku di tengah-tengah orang Israel. (32:52) Engkau boleh
melihat negeri itu terbentang di depanmu, tetapi tidak boleh masuk ke sana,
ke negeri yang Kuberikan kepada orang Israel."
Menjelang kematiannya, Musa dibawa Tuhan naik ke
atas gunung tinggi untuk melihat keadaan tanah Kanaan. Sebab Tuhan tidak
memperbolehkan dia masuk dan menginjakkan kaki di tanah Kanaan.
Gunung tinggi 🡪 tingkat ibadah
tertinggi / puncak ibadah itulah doa penyembahan.
Tetapi lihatlah..
Matius 17:1-3 --- Perikop: “Yesus dimuliakan di atas gunung yang tinggi”
(17:1) Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes
saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang
tinggi. Di situ mereka sendiri saja. (17:2) Lalu Yesus berubah rupa
di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya
menjadi putih bersinar seperti terang. (17:3) Maka nampak kepada
mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia.
Nampaklah kepada Yakobus, Petrus dan Yohanes; Musa dan Elia berbincang-bincang dengan Tuhan di atas gunung yang sangat tinggi. Menunjukkan kepada kita bahwa; apa yang sudah dinyatakan
tidak mungkin, namun, penyembahan di dalam suasana kebangkitan memungkinkan
segala sesuatu bisa terjadi. Sebagaimana dengan Musa, berada di atas gunung
yang tinggi, berbincang-bincang dengan Tuhan.
Jadi, tidak ada yang mustahil bila penyembahan
itu dalam suasana kebangkitan. Secara lahiriah tanah Kanaan adalah tanah
perjanjian, tetapi secara rohani; tanah
air Sorgawi adalah tanah yang dijanjikan oleh Tuhan untuk kita hidup kekal
selamanya di sana.
Memang nampaknya, Tuhan tidak memperbolehkan
Musa untuk menyebrang sungai Yordan lalu menginjakkan kakinya di tanah Kanaan.
Tetapi kenyataannya, Musa menginjakkan kakinya di tanah air Sorgawi sebagai
milik pusakanya.
Secara lahiriah bangs Israel menerima tanah
Kanaan sebagai milik pusaka. Tetapi secara rohani, tanah air Sorgawi sudah
menjadi milik pusaka Musa.
Jadi, penyembahan dalam suasana kebangkitan melenyapkan segala yang mustahil,
saksinya adalah Petrus, Yakobus dan Yohanes.
Jadi saudara, jangan lagi ragu tentang
pengertian ini; penyembahan dalam suasana kebangkitan melenyapkan segala yang mustahil, memungkinkan segala
sesuatu terjadi.
-
Kita sudah melihat dalam
nikah Zakharia dan Elisabet. Elisabet mandul dan mereka sudah lanjut
umurnya, tetapi
pada akhirnya, Elisabet melahirkan seorang anak laki-laki.
-
Kemudian juga Musa,
Tuhan tidak memperbolehkan dia menyebrang sungai Yordan dan menginjakkan
kakinya di tanah Kanaan. Tetapi kenyataannya, Tuhan juga membawa Musa dan
memberikan kepada dia tanah air Sorgawi menjadi milik pusakanya. Hal itu
disaksikan oleh murid Tuhan Yesus yaitu; Petrus, Yakobus dan Yohanes.
Menurut urutannya; iman, harap dan kasih. Dari sini kita bisa
melihat, erat kaitannya dengan ketekunan tiga macam ibadah pokok.
Pendeknya,
penyembahan adalah jalan bagi kita untuk masuk kepada Tuhan kita, Yesus Kristus
sebagai Kepala. Kiranya kelak kita semua menjadi bagian dari tubuh Kristus. Dan
Kristus sendiri sebagai Kepala, sudah terlebih dahulu menjadi jalan untuk
memungkinkan segala sesuatu bagi kita.
Mari
kita lihat hal itu…
Ibrani
10:19-21 --- Perikop: “Ketekunan”
(10:19) Jadi,
saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke
dalam tempat kudus, (10:20) karena Ia telah membuka jalan yang baru
dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, (10:21)
dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah.
Yesus
Kristus adalah kepala dari sidang jemaat, Ia telah membuka jalan bagi kita
untuk datang kepada-Nya, sebab Kristus telah mengalami perobekan daging.
Jadi,
perobekan daging berawal dari penyembahan / penyerahan diri sepenuhnya untuk
taat kepada kehendak Allah. Pada saat Yesus menyembah lalu menyerahkan
diri-Nya, maka tabir Bait Suci terbelah dua dari atas ke bawah (Matius 27:51).
Daging
ini harus dirobek, tidak boleh utuh, karena daging hanyalah sebatas takhta
setan. Jadi, kalau dia tidak mengalami perobekan, selamanya akan menjadi takhta
setan.
Pendeknya,
apa yang mustahil bagi manusia, dilenyapkan oleh doa penyembahan itu sendiri,
sebab, bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.
Ibrani
10:21
(10:21) dan kita
mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. (10:22) Karena
itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan
keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati
nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.
Oleh
sebab itu, marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas.
Kalau
dilanjutkan lagi pada Ibrani 10:22-24, menghadap Allah berarti; tekun
dalam tiga macam ibadah pokok. Dan ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok
tidak boleh diabaikan, karena itu merupakan sarana untuk sampai kepada tingkat
ibadah tertinggi itulah doa penyembahan.
Dan
penyembahan juga akan membawa kita sampai kepada penyerahan diri sepenuhnya,
tandanya; mengalami perobekan daging. Menghadap Tuhan dalam ketekunan tiga
macam ibadah pokok harus tulus ikhlas. Beribadah dengan tulus ikhlas, melayani
dengan tulus ikhlas, membawa korban dan persembahannya di atas mezbah dengan
tulus ikhlas.
Saudara,
kita sudah melihat bahwa Tuhan sudah membuka jalan yang baru bagi kita,
sehingga kitapun sampai kepada Kristus kepala. Kalau kita sampai kepada Kristus
Kepala, berati; kitalah anggota-anggota tubuh itu, kitalah sidang mempelai
Tuhan. Tetapi jangan lupa, hargailah ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.
Memang,
ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok bukanlah buatan tangan manusia, ibadah
itu datang dari Sorga. Sedangkan ibadah buatan tangan manusia banyak orang yang
percaya. misalnya; ibadah padang, ibadah pantai, ibadah kem, dan
seterusnya, tetapi itu adalah ibadah buatan tangan manusia. Sementara,
ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok adalah ibadah dari Sorga, Tuhan sendiri
yang membawanya di atas kayu salib.
Tidak
salah menjalankan ibadah-ibadah yang sudah saya sebut tadi, tetapi semestinya
yang pokok adalah ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Karena itu adalah
dasar yang membawa kita kepada penyembahan, berarti; penyerahan diri sepenuhnya
= mengalami perobekan daging -- jalan terbuka bagi kita kepada Kristus kepala.
Kita menjadi mempelai Tuhan, milik kepunyaan Allah sendiri. Jadi, nilai dari
ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok jangan dikurangi.
Kita
telusuri kembali mengenai gamis baju efod. Oleh sebab itu, kembali kita
membaca…
Keluaran
28:32
(28:32) Lehernya
haruslah di tengah-tengahnya; lehernya itu harus mempunyai pinggir
sekelilingnya, buatan tukang tenun, seperti leher baju zirah haruslah
lehernya itu, supaya jangan koyak.
Leher gamis baju efod harus mempunyai pinggir sekelilingnya
supaya jangan koyak.
Artinya;
penyembahan dalam kuasa kebangkitan akan menang terhadap segala sesuatu dan
tidak terkalahkan oleh apapun.
Ada
musuh / seteru abadi, antara lain:
1. Daging dengan segala hawa nafsu dan keinginan-keinginannya yang jahat.
2. Dunia dengan
arusnya yang menghanyutkan dan menenggelamkan hidup rohani dari anak-anak Tuhan
sampai ke dasar keterpurukan.
3. Iblis setan dengan segala pemberontakannya.
Dialah yang menyebabkan
pendurhakaan kepada Tuhan, sehingga
banyak anak-anak Tuhan hidup dalam kenajisan percabulan dan kekejian
Tetapi penyembahan dalam kuasa kebangkitan; menang atas segala sesuatu, atas
musuh dan tidak terkalahkan oleh apapun.
Mari
kita lihat lebih rinci mengenai: kuasa dalam kebangkitan memang tidak koyak,
tidak terkalahkan oleh si seteru dan tidak terkalahkan oleh apapun.
Ayub
39:29-30
(39:29) Oleh
pengertianmukah burung elang terbang, mengembangkan sayapnya menuju ke
selatan? (39:30) Atas perintahmukah rajawali terbang membubung, dan
membuat sarangnya di tempat yang tinggi?
Burung
elang terbang mengembangkan sayapnya, lalu bersarang di bukit batu yang tinggi
-- ini berbicara soal penyembahan dalam kuasa kebangkitan.
-
Bersarang 🡪 doa penyembahan.
-
Sedang terbang 🡪 suasana kebangkitan
Ayub
39:31
(39:31) Ia diam dan
bersarang di bukit batu, di puncak bukit batu dan di gunung yang sulit
didatangi.
Penyembahan
dalam suasana kebangkitan sangat sulit dijangkau oleh mata ular naga,
itulah antikris.
Jadi,
jelas sekali bahwa penyembahan dalam kuasa kebangkitan membuat kita tidak
terkoyak, tidak bisa dijangkau oleh mata kepala ular naga (antikris). Tidak
bisa dikalahkan oleh apapun dan siapapun.
Itu
sebabnya Tuhan dengan serius perintahkan Musa untuk memberitahukan ahli tenun,
supaya secepatnya membuat leher itu dengan pinggir sekeliling, supaya jangan
koyak. Dan Tuhan juga hari-hari terakhir ini serius di tengah ibadah dan
pelayanan ini, untuk membuat pinggir sekelilingnya supaya jangan koyak, supaya
hidup kita nanti seutuhnya, tidak dikoyakan, tidak dikalahkan oleh si seteru
(setan tritunggal).
Kalu
hati ini hancur / koyak, tidak jadi soal. Banyak hal yang membuat hati kita
hancur, karena sikap suami, sikap isteri, sikap anak, sikap orang-orang
disekitar kita. Tetapi, Tuhan ingatkan kita malam ini, supaya lehernya itu
mempunyai pinggir sekelilingnya, supaya jangan koyak. Dari sini kita bisa
melihat, betapa besarnya kasih Tuhan kepada keluarga besar GPT Betania Serang
& Cilegon. Perhatian Tuhan tidak bisa dibayar dengan uang. Hati Tuhan yang
terdalam, kalau dinyatakan, itulah Firman yang dibukakan; tidak bisa dibayar
dengan uang. Jangan hal itu disia-siakan
sebelum terjadi penyesalam di kemudian hari.
Wahyu
12:3-4
(12:3) Maka
tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah
padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya
ada tujuh mahkota. (12:4) Dan ekornya menyeret sepertiga dari
bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri
di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera
sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.
Di
sini nampak dengan jelas, tampilnya setan tritunggal itulah naga merah padam
yang besar, serta kepalanya dan ekornya.
-
Kepala naga 🡪 antikris
-
Ekor naga 🡪 nabi-nabi palsu
Kalau
kita bandingkan dengan Yesaya 9:14 --- Tua-tua dan orang yang
terpandang, itulah kepala, dan nabi yang mengajarkan dusta, itulah ekor.
Kemudian...
Yesaya
9:15
(9:15) Sebab orang-orang
yang mengendalikan bangsa ini adalah penyesat, dan orang-orang yang
dikendalikan mereka menjadi kacau.
Satu
kali setan tritunggal akan mengendalikan bangsa ini dan itu adalah penyesat.
Dan orang-orang yang dikendalikan menjadi kacau. Jadi, penyesat ini akan
membuat dunia menjadi kacau.
Oleh
sebab itu, biarlah kita senantiasa “lehernya itu harus mempunyai pinggir
sekelilingnya”. Hati-hati, setan tritunggal satu kali akan mengendalikan
seantero dunia dan yang dikendalikan akan menjadi kacau balau. Dan kekacauan
itu sudah nampak sekali pada tahun 2020; menggoncang seantero dunia lewat
covid-19. Semua menjadi kacau, ekonomi, politik, pemerintahan, termasuk
nikah-nikah juga menjadi kacau. Mata kepala saya sendiri yang melihat, begitu
banyak oran yang pergi ke KUA untuk bercerai dan mereka cerai dengan
sesadar-sadarnya. Jangan kita tidak mau tahu dengan hal ini saudara. Kita harus
melihat semua ini dengan mata kepala yang terbuka.
Wahyu 12:6
(12:6) Perempuan
itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh
Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.
Saudara
jangan salah arti dengan lari ke padang gurun ini. Berlari di sini
berarti; bertindak, bukan melarikan diri dari orang yang mengejar dengan
cara lari sprinter. Apa tindakan kita? sesuai dengan Keluaran 28:32 tadi;
“lehernya itu harus mempunyai pinggir sekelilingnya”, itu arti lari di
sini. Berarti, mau tidak mau, enak tidak enak bagi daging, kita harus berada pada penyembahan dalam suasana
kebangkitan. Itu yang dimaksud dengan lari ke padang gurun.
Lalu,
di padang gurun itulah Tuhan memelihara kita selama setan tritunggal nanti
berkuasa atas dunia. Lamanya adalah seribu dua ratus enam puluh hari = 3 ½
tahun. Mari kita berlari dan bertindak sesuai dengan Keluaran 28:32; “lehernya
itu harus mempunyai pinggir sekelilingnya supaya jangan koyak. Tuhan
menyediakan suatu tempat di padang gurun, supaya jangan koyak. Inilah tindakan
kita di hari-hari terakhir ini, supaya nyata pemeliharaan Tuhan, meskipun setan
tritunggal berkuasa atas dunia, itulah naga dan ekornya (antikris dan nabi-nabi
palsu).
Kita
bersyukur kepada Tuhan, berterimakasih kepada Tuhan, tidak bisa kita lewati
musim-musim dingin, musim-musim di mana puncak pencobaan terjadi; dengan
kekuatan / kemampuan sendiri, dengan harta kekayaan, uang yang banyak. Tidak
bisa kita hadapi setan tritunggal dengan gaji satu bulan. Tidak bisa kita
hadapi setan tritunggal dengan kedudukan, jabatan, pangkat yang tinggi.
Dalam
kesempatan Ibadah Kaum Muda Remaja dikatakan; dari lobang jurang maut
keluar asap. Asap tebal berbicara tentang penyembahan tertinggi dari setan
itulah mamon. Dari asap itulah mamon keluarlah belalang-belalang itulah tentara
antikris. Kenapa bisa belalang-belalang keluar? Karena, dari lobang
jurang mau itu keluar asap tebal. Asap tebal itu menutupi matahari dan angkasa.
Kalau matahari gelap artinya; kasih Allah tidak nampak lagi. Kalau angkasa
menjadi gelap berarti; yang rohani tidak ada lagi. Maka otomatis dari asap itu
akan muncul belalang itulah antikris
tentara yang punya aturan yang begitu tinggi, disiplin tinggi, kekuatan yang
sangat tinggi, pertahan yang hebat tidak bisa ditembus oleh musuh, kalau kita
mengacu pada Wahyu 9:3.
Kalau
kita mengacu pada Wahyu 13:1-3, antikris itu kombinasi dari 3 (tiga)
jenis binatang:
1. Macan tutul berbicara kecepatan. Yang masih berlambat-lambat dan bermasa bodoh akan dilibas habis
oleh antikris.
2. Beruang berbicara soal pukulan. Satu kali pukul semua orang akan jatuh
oleh pukulannya. Juga bicara soal cengkraman, begitu masuk dalam ikatan
antikris tidak akan bisa dilepaskan, apalagi mereka yang sudah menerima tanda /
meterai.
3. Singa
berbicara soal raja hutan. Tidak ada yang bisa sanggup menghadapi raja.
Jadi
saudara, perhatikanlah ini dengan sungguh-sungguh. Kalau Tuhan perintahkan
lehernya itu harus mempunyai pinggir sekelilingnya supaya jangan koyak,
perhatikanlah dengan sungguh-sungguh.
Kembali
saya sampaikan, satu kali nanti antikris akan menjadi raja atas seluruh dunia
selama seribu dua ratus enam puluh hari. Pada masa itu, antikris memerintah
dengan tangan besi dan menjalankan kuasanya dengan keras (Matius 20:25). Akan tetapi mempelai perempuan Tuhan
dipelihara oleh Tuhan di padang gurung selama antikris berkuasa atas seantero
dunia. Yang pasti, sebelum hal itu terjadi, dari jauh hari Tuhan sudah
memberitahu kepada kita. Jadi, kalau ada satu dari antara kita yang akhirnya
binasa dan tertinggal, itu bukan salah Tuhan. Tuhan sudah mengerjakan semuanya
di atas kayu salib dan Tuhan sudah menceritakan semuanya dari atas kayu salib.
Tuhan sudah membawa segala persoalan hidup kita kepada Tuhan dengan seruran Eli,
Eli lama sabakhtani (Matius 27:46). Bukan kesusahan hati-Nya yang
disampaikan kepada Allah Bapa tetapi kesusahan dari anggota-anggota tubuh itu
sendiri yang disampaikan kepada Bapa di
Sorga.
Siapa kita ini, soal pinggir leher harus diceritakan kepada
kita? Lalu dari situ kita mendapat
pengertian yang luar biasa, lebih manis dari madu, lebih indah dari segala
keindahan di bumi. Oleh sebab itu, mestinya kita hancur di bawah kaki salib
setelah memperoleh pengertian ini karena sorga tidak bisa kita bayar dengan
uang atau apapun yang kita punya. Milikilah roh taat, setia dan
dengar-dengaran.
Kita
lihat sejenak .
Matius
24:21
(24:21) Sebab pada
masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi
sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.
Pada
saat setan tritunggal berkuasa atas dunia, memang nanti yang dipimpinnya
menjadi kacau. Sebab di situ akan terjadi suatu siksaan yang dahsyat, akhirnya
keadaan dunia menjadi kacau balau. Siksaan yang dahsyat yang belum pernah
terjadi dan tidak akan terjadi lagi dan itu terjadi selama 3 ½ tahun.
Jadi
saudara, renungkanlah hal itu, siksaan antrikis itu dahysat, itu bukan aniaya
kecil-kecilan / ringan. Jadi, pandangan ini jangan hanya selalu tertuju kepada
perkara di bawah. Pikiran hati ini jangan selalu dikuasai sepenuhnya oleh
perasaan daging, kalau saudara memahami Matius 24:21.
Saya
sendiri kalau merenungkan siksaan yang dahsyat ini, kadang-kadang; “Tuhan,
sanggup tidak saya”. Saya kira tidak ada yang sanggup, sebab berat sekali.
Oleh sebab itu, mari kita perhatikan dengan sungguh-sungguh. Apa yang harus
kita perhatikan?
Matius
24:15-16 --- Perikop: “Siksaan yang berat, Mesias-mesias yang palsu”
(24:15) "Jadi
apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman
yang disampaikan oleh nabi Daniel -- para pembaca hendaklah memperhatikannya
-- (24:16) maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke
pegunungan. (24:17) Orang yang sedang di peranginan di atas rumah
janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya, (24:18)
dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil
pakaiannya.
Inilah
yang harus kita renungkan untuk melewati siksaan yang dahsyat; para pembaca
hendaklah memperhatikan 3 (tiga) hal suapay lepas dari siksaan yang
dahsyat.
- Orang-orang yang di Yudea harus
melarikan diri ke pegunungan.
Artinya; kehidupan yang
masih kanak-kanak rohani berjuang untuk
sampai kepada tingkat ibadah yang
tertinggi itulah doa penyembahan.
Yudea 🡪 kanak-kanak rohani, sebab masa kanak-kanak Yesus
berada di Yudea.
Pegunungan 🡪 tingkat ibadah yang tertinggi / puncak ibadah itulah doa
penyembahan.
- Orang yang sedang di peranginan
di atas rumah, janganlah ia turun mengambil barang-barang dari rumahnya.
Artinya bagi kita; orang
yang sudah melayani Tuhan, melayani pekerjaan Tuhan sesuai karunia dan jabatan
Roh Kudus, jangan lagi memikirkan perkara-perkara di bawah. Sebab, saya jadi
teringat dengan pemuda yang turun dari Yerusalem
ke Yerikho, tetapi dia
langsung jatuh ke tangan penyamun-penyamun. Lalu penyamun-penyamun itu
merampoknya habis-habisan, bukan hanya dirampok harta rohaninya tetapi juga
dipukulinya habis-habisan. Setelah dipukul setengah mati lalu ditinggalkannya
dia.
Jadi yang sudah melayani
Tuhan dan pekerjaan Tuhan, jangan lagi turun dari pelayanan karena
perkara-perkara di bawah (perkara
lahiriah).
Saudara, penindasan itu
sangat berat; tidak ada yang sanggup. Sebab itu, yang sudah melayani, layanilah
Tuhan dengan sungguh-sungguh. Yang sudah di
peranginan di atas rumah, tetaplah di situ, jangan
turun lagi ke bawah. nanti akhirnya jatuh ke tangan penyamun. Penyamun-penyamun 🡪 antikris.
Antikris
akan merampoknya habis-habisan. Harta benda yang kita punya akan di take over
oleh antikris. Ladang, sawah di take over. Sesudah hartanya dirampok, selanjutnya dipukuli,
itu yang yang disebut siksaan yang dahsyat. Setelah dipukuli setengah mati,
ditinggalkan dia / dibiarkan. Hanya Tuhan yang peduli hati kita dan kesusahan
kita. Tetapi seringkali orang yang
memperhatikan kita, kita abaikan. Yang tidak mengenal kita, diperhatikan. Harta, uang yang banyak, ladang tidak punya
darah untuk menebus kita, semua itu akan di take over oleh antikris.
Itu sebabnya, berapapun
rumah yang kita punya, tetaplah itu untuk pekerjaan Tuhan. Karena satu kali itu
akan diambil alih oleh antikris. Saya tidak
hitung-hitungan kepada orang yang menempati rumah itu, saya tidak suruh bayar,
saya kerjakan dengan tulus hati. Itu adalah teladan dari Tuhan dan harus kita
ikuti.
Lukas 10:31
(10:31) Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan
itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. (10:32) Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu;
ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. (10:33) Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan,
ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas
kasihan.
Jadi saudara, kalau kita
sampai hari ini ada dalam rawatan Tuhan itu karena belas kasihan Tuhan. Ingat ya, pendeta tidak bisa
tolong engkau. Saya tidak bisa berbuat apa-apa
untuk saudara. Imam juga tidak bisa berbuat apa-apa untuk saudara, Lewi juga
tidak bisa. Hanya belas kasih Tuhan yang bisa menolong kita dalam keadaan babak
belur karena banyaknya persoalan. Hanya kemurahan Tuhan yang bisa menolong.
Itu sebabnya dari tadi
saya sampaikan yang di peranginan, yang menghampakan diri di tengah ibadah dan pelayanan; jangan lagi
turun untuk mengambil barangnya dari rumahnya, semua
itu akan di take over. Lagi pula, andaikata tidak di take over semua yang ada
ini akan ditinggalkan juga. Langit
pertama dan bumi perta serta segala unsur-unsurnya akan berlalu diganti dengan
langit dan bumi yang baru itulah sidang mempelai Tuhan turun dari Sorga dari
Yerusalem dari Allah.
Sebetulnya
hidup kita sudah babak belur, tetapi sampai pada
hari ini kita masih dipelihara Tuhan karena
belas kasihan Tuhan. Oleh sebab itu kita harus
menghargai belas kasihan itu; melayani karena
belas kasihan, beribadah karena kita tahu belas kasihan Tuhan bukan karena
takut manusia.
- Orang yang sedang
di ladang, jangan kembali untuk mengambil pakaiannya.
Artinya; orang yang
sudah berada dalam kegiatan roh jangan kembali ke tabiat lama.
Inilah yang sedang kita perjuangkan
sebagaimana kalimat dalam Wahyu 12:6, di sana dikatakan; perempuan
itu lari ke padanggurun. Jadi ada satu tindakan dan tindakan itu nyata
dalam Matius 24:16-18 supaya jangan koyak. Inilah pelajaran berikutnya
tentang: lehernya itu harus mempunyai
pinggir sekelilingnya, supaya jangan koyak.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA
MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

No comments:
Post a Comment