IBADAH RAYA MINGGU, 01 MARET 2026
KITAB
WAHYU 19:13
(SERI 5)
Subtema: BERGANTUNG
PADA JUBAH YESUS (Seri 2)
Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, oleh
karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus.
Itulah sebabnya, kita diberi kesempatan untuk menghadap Dia lewat Ibadah Raya
Minggu disertai dengan kesaksian Roh. Segala puji dan syukur hanya kepada Dia
yang sudah memberi kesempatan kepada kita untuk datang menghadap Dia.
Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, umat ketebusan
Tuhan yang turut bergabung secara online / live streaming / video internet,
baik dari Youtube, Facebook atau media sosial lainnya yang dapat
digunakan. Marilah kita pergunakan waktu-waktu yang tersisa ini, supaya nanti
Tuhan menyatakan kasih-Nya dan kita bisa merasakan pertolongan-Nya. Kita sudah
melihat tanda-tanda zaman yang menunjukkan bahwa jelas sekali Tuhan mau datang.
Perang dunia ketiga tandanya sudah nampak, kubu Utara dengan kubu Barat sudah
berperang. Hal itu akan disertai dengan tampilnya nabi-nabi palsu dan itu sudah
terjadi di hari-hari terakhir ini. Sampai akhirnya nanti akan berada pada pra
aniaya, berarti berada pada 3½ tahun yang pertama. Jadi, pemahaman
ini jangan diabaikan, supaya nanti kita juga tidak terabaikan oleh rencana
Tuhan.
Selanjutnya, kiranya damai sejahtera yang dari Sorga itu
memenuhi hati kita masing-masing, sehingga kita boleh duduk diam dengan tenang
untuk menikmati Sabda Allah disertai dengan segala kerendahan di hati.
Marilah kita sambut KITAB WAHYU sebagai Firman
Penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu dari Wahyu 19:13. Namun
tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan Tuhan, supaya Firman yang dibukakan
itu meneguhkan hati kita. Kita pulang dengan sukacita sambil membawa
berkas-berkas ganti dukacita.
Wahyu 19:13 --- Perikop: “Firman Allah”
(19:13) Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah
dan nama-Nya ialah: "Firman Allah."
Ia memakai jubah yang telah dicelup
dalam darah. Hal ini menunjukkan bahwa Si
Penunggang kuda putih itu ternyata Imam Besar Agung
Adapun jubah Imam Besar Agung dibagi dalam 3 (tiga) hal
pokok. Semuanya itu ditulis dengan lengkap di dalam Keluaran 28:1-43.
1.
Baju efod (ayat 6-14).
2.
Gamis baju efod (ayat
31-35).
3.
Kemeja beragi dari lenan
halus (ayat 39).
Kita masih membahas kelanjutan dari: GAMIS BAJU EFOD
(Bagian keempat)
Keluaran 29:31-34
(28:31) Haruslah kaubuat gamis baju efod dari kain ungu tua
seluruhnya. (28:32) Lehernya haruslah di tengah-tengahnya; lehernya
itu harus mempunyai pinggir sekelilingnya, buatan tukang tenun, seperti
leher baju zirah haruslah lehernya itu, supaya jangan koyak. (28:33)
Pada ujung gamis itu haruslah kaubuat buah delima dari kain ungu
tua, kain ungu muda dan kain kirmizi, pada sekeliling ujung gamis itu,
dan di antaranya berselang-seling giring-giring emas, (28:34)
sehingga satu giring-giring emas dan satu buah delima selalu berselang-seling,
pada ujung gamis itu.
Ada 2 (dua) hal penting menyangkut gamis baju efod.
YANG PERTAMA: Menyangkut leher (ayat 32).
Hal ini telah kita bahas bersama-sama dalam tiga minggu
secara berturut-turut. Dan kita semua telah diberkati lewat pembukaan Firman
ini.
YANG KEDUA: Menyangkut ujung gamis baju efod (ayat
33).
Saudara, pembahasan tentang ujung gamis telah kita awali pada minggu yang lalu, dimana pada ujung gamis itu harus digantungkan: buah delima dan giring-giring emas pada sekeliling ujung gamis, dengan berselang-seling. Itu berarti satu buah delima bergantung pada claim ujung kamis, kemudian satu giring-giring emas juga, berselang-seling di sekeliling gamis baju efod.
-
Gamis baju efod 🡪 kuasa kebangkitan Tuhan Yesus Kristus.
-
Buah delima 🡪 sidang jemaat / gereja Tuhan.
-
Giring-giring emas 🡪 hadirnya Imam Besar dalam pertemuan-pertemuan
ibadah.
Singkat kata, buah delima digantungkan pada ujung gamis,
artinya; sidang jemaat / gereja Tuhan harus bergantung sepenuh pada kuasa
kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Jangan kita bergantung pada yang
lain-lain, sebab, kalau kita bergantung kepada manusia dan kekuatannya, maka
terkutuklah ia (Yeremia 17:5).
Kalau kita diberkati; ya puji Tuhan, memiliki pekerjaan yang
baik, bisnis / usaha / dagangan yang
baik, ladang yang baik; puji Tuhan. Tetapi, segala yang ada ini, teramat lebih
hidup kita masing-masing, harus bergantung sepenuh pada kuasa kebangkitan Tuhan
Yesus Kristus. Kalau dalam bahasa Jawa disebut “menggandol”. Kita ada ijazah
yang tinggi; puji Tuhan, kita bersyukur dengan berkat yang ada itu, tetapi kita
harus tetap bergantung sepenuhnya kepada kuasa kebangkitan Tuhan kita Yesus
Kristus. Itu berarti jangan jauh dari Tuhan, jangan jauh dari ibadah dan
pelayanan, jangan jauh dari kegiatan Roh, tetaplah bergantung sepenuhnya pada
kuasa kebangkitan Tuhan kita Yesus Kristus.
Mari kita lihat kembali pribadi yang bergantung kepada kuasa
kebangkitan Tuhan Yesus Kristus.
CONTOH: Seorang
perempuan yang sakit pendarahan (lelehan darah) selama 12 tahun.
Setelah ia menjamah jubah Yesus, pada saat itu juga ia
sembuh.
Markus 5:28-29 --- Perikop: “Yesus membangkitkan anak
Yairus dan menyembuhkan seorang perempuan yang sakit.”
(5:28) Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku
akan sembuh." (5:29) Seketika itu juga berhentilah
pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.
Pada saat perempuan itu menjamah jubah Yesus, pada
saat itu juga berhentilah pendarahan / lelehan darah itu. Dan ia merasa
badannya sudah sembuh dari penyakitnya. Mohon maaf, lelehan darah ini bukan haid
/ bulanan perempuan, tetapi ini penyakit.
Markus 5:30
(5:30) Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga
yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan
bertanya: "Siapa yang menjamah jubah-Ku?"
Di sini kita melihat, pada saat perempuan menjamah jubah
Yesus, pada saat itu juga Yesus menyadari bahwa ada tenaga yang keluar
dari diri-Nya.
Kita bandingkan dengan ejaan lama --- Sebentar itu
juga Yesus berasa di dalam diri-Nya suatu khasiat sudah keluar daripada-Nya,
lalu berpalinglah Ia kepada orang banyak itu serta berkata, "Siapakah yang
menjamah pakaian-Ku?"
Kita lanjutkan “ada tenaga yang keluar dari diri-Nya”
dan kita akan tahu apa maksudnya jika kita kaitkan dengan 1 Petrus
2:21-23.
1 Petrus 2:21-23
(2:21) Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus
pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu,
supaya kamu mengikuti jejak-Nya. (2:22) Ia tidak berbuat dosa,
dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. (2:23) Ketika Ia
dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita,
Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan
adil.
Kita dipanggil untuk mengikuti jejak / tapak-tapak kaki
Yesus yang berdah-darah.
Ciri-ciri mengikuti tapak-tapak kaki Yesus.
1.
Ia tidak berbuat dosa.
Hal ini menunjukkan bahwa Yesus penuh dengan Firman
Allah secara permanen.
2.
Tipu tidak ada di dalam
mulut-Nya.
Hal ini menunjukkan bahwa Yesus penuh dengan Roh
Kudus secara permanen.
Kalau seseorang penuh dengan Roh Kudus; tidak
ada dusta.
3.
Ketika Ia dicaci maki,
Ia tidak membalas dengan caci maki. Atau, ketika Ia menderita, Ia tidak
mengancam, melainkan menyerahkan kepada Dia yang menghakimi dengan adil.
Singkat kata, kejahatan tidak dibalas dengan
kejahatan. Tetapi kejahatan itu Ia serahkan kepada Allah Bapa di Sorga, karena
Ia yang berhak menghakimi setiap manusia / insani / pribadi lepas pribadi.
Hal ini menunjukkan bahwa Yesus penuh dengan kasih
Allah secara permanen.
Kadang seseorang bisa berbuat baik, kadang tidak. Kadang
seseorang bisa saja berdusta, kadang tidak. Kadang mengasihi, kadang tidak. Itu
namanya tidak permanen. Tetapi pribadi Yesus penuh dengan 3 (tiga) tabiat Allah
Tritunggal secara permanen yaitu;
-
Penuh dengan FIRMAN ALLAH secara permanen.
-
Penuh dengan ROH ALLAH
secara permanen.
-
Penuh dengan KASIH ALLAH
secara permanen.
Biarlah ketiga hal itu permanen di dalam diri kita
masing-masing, sebagai ciri-ciri bahwa kita mengikuti tapak-tapak kaki Yesus
yang berdarah. Tetapi point yang harus saya sampaikan ada pada ayat
24, hal itu terkait dengan “ada tenaga yang keluar dari diri-Nya.”
1 Petrus
2:24
(2:24) Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya
di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk
kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.
Yesus telah mati terhadap dosa dan hidup untuk kebenaran.
Kemudian, oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh dari:
-
Segala sakit penyakit,
-
Segala penderitaan,
Sebab, Yesus telah memikul dosa kita di atas kayu salib. Itu
sebabnya, pada saat perempuan itu menjamah jubah Yesus; “ada tenaga (kuasa
kesembuhan) yang keluar dari dalam diri-Nya.” Jadi, Yesus menanggung dosa
kita di dalam tubuh-Nya, di atas kayu salib.
Kita patut bersyukur kepada Tuhan, sebab, Ia telah menderita
sengsara dan mati di kayu salib, tetapi bangkit pada hari yang ketiga. Kita
masuk ke dalam pengalaman kematian untuk mengubur dosa, supaya kita yang telah
mati; mati terhadap dosa, kita yang bangkit (hidup); hidup untuk Allah, untuk
kebenaran, tidak untuk yang lain. Sebenarnya hal itu telah dinubuatkan oleh Yesaya.
Yesaya 53:3-5
(53:3) Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh
kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga
orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan. (53:4)
Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan
kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan
ditindas Allah. (53:5) Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan
kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang
mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh
bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
Sesungguhnya, ketika Yesus menderita sengsara di atas kayu
salib:
-
Penyakit kitalah yang
ditanggung-Nya.
-
Kesengsaraan kita yang
dipikul-Nya.
Jadi, wajar saja, pada saat perempuan itu menjamah jubah
Yesus; ada tenaga yang keluar dari dalam diri-Nya.
Kemudian…
-
Ia tertikam oleh karena
pemberontakan kita.
-
Dia diremukkan oleh
karena kejahatan kita.
-
Dan oleh bilur-bilur-Nya
kita menjadi sembuh.
Jadi saudara, perempuan yang menderita 12 tahun lelehan
darah telah merasakan kemurahan Tuhan yang besar. Namun kita juga dapat
merasakan hal yang sama, bilamana kita menjamah jubah Yesus, seperti buah
delima yang bergantung sepenuhnya kepada kuasa kebangkitan Tuhan kita Yesus
Kristus.
Lebih rinci lagi kita lihat hal itu dalam…
Roma 8:2-4
(8:2) Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam
Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. (8:3) Sebab apa yang tidak
mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan
oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa
dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman
atas dosa di dalam daging, (8:4) supaya tuntutan hukum Taurat
digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.
Ganjaran / hukuman yang mendatangkan keselamatan bagi kita,
ditimpakan di dalam daging Yesus.
Pendeknya, untuk kesembuhan dan keselamatan manusia;
keluar dari dalam diri Yesus, bukan keluar dari hukum Taurat. Bahkan Yesus
telah menebus kita dari hukum Taurat yakni; hukum dosa dan hukum maut. Itu sebabnya, jangan kita menjalankan ibadah
ini dengan Taurat. Secara lahiriah tubuh ada di dalam rumah Tuhan, tetapi
hatinya jauh dari pendengaran akan Firman Tuhan.
Lihat, sengat maut adalah dosa dan kuasa dosa adalah hukum
Taurat (1 Korintus 15:56). Tetapi Yesus telah menebus kita dari hukum
Taurat, yakni; hukum dosa dan hukum maut sebagaimana yang tertulis dalam Galatia
3:13 -- Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat
dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah
orang yang digantung pada kayu salib!"
Malam ini Tuhan tahu tenaga yang keluar dari dalam diri-Nya
kepada siapa. Tuhan tahu siapa yang bergantung sepenuhnya kepada kuasa
kebangkitan-Nya. Sebab itu, jangan kita bergantung kepada yang lahiriah dan
hal-hal di luar Tuhan. Tetapi, biarlah kita bergantung sepenuhnya kepada
Kristus dalam kuasa kebangkitan-Nya. Supaya kita disembuhkan sampai nanti
diselamatkan, dibebaskan dari kutuk hukum Taurat, hukum dosa, hukum maut.
Kita kembali membaca…
Markus 5:30-31
(5:30) Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga
yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan
bertanya: "Siapa yang menjamah jubah-Ku?" (5:31)
Murid-murid-Nya menjawab: "Engkau melihat bagaimana orang-orang ini
berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?"
Pada saat tenaga itu keluar dari diri Yesus, pada saat itu
juga Ia bertanya; "Siapa yang menjamah jubah-Ku?"
Murid-murid tidak tahu, sebab banyak orang yang
berbondong-bondong mengikuti Yesus bahkan berdesak-desakan
(berhimpit-himpitan). Tetapi Yesus dengan
sengaja bertanya, supaya orang lain juga tahu, seperti kita malam ini akhirnya
tahu bahwa; kepada orang-orang yang bergantung kepada kuasa kebangkitan Yesus;
ada tenaga yang keluar dari diri Yesus.
Kalau Tuhan bertanya; "Siapa yang menjamah
jubah-Ku?", bukan karena Tuhan Yesus tidak tahu. Tuhan bertanya
demikian supaya orang lain tahu bahwa setiap orang yang bergantung kepada jubah
Yesus; ada tenaga yang keluar dari dalam diri-Nya, ada kesembuhan, ada
pemulihan, ada pertolongan, dipulihkan dari segala penderitaan. Tetapi, malam
ini kita juga sudah tahu, manakala kita bergantung sepenuh kepada kuasa
kebangkitan; ada tenaga yang keluar dari dalam diri Yesus. Oleh sebab itu,
jangan kita tidak bergantung sepenuhnya pada kuasa kebangkitan Yesus Kristus.
Sehingga, dengan demikian kita tidak lagi bergantung kepada yang ada ini,
bahkan hidup kita harus bergantung sepenuhnya kepada kuasa kebangkitan Yesus
Kristus.
Saya tidak larang saudara berdagang / berusaha / berbisnis,
bekerja, kuliah dan seterusnya. Kalau pun saudara diberkati dengan hal itu,
namun tetaplah bergantung pada kuasa kebangkitan Tuhan kita Yesus Kristus,
nanti, ada tenaga yang keluar dari dalam
diri Yesus kepada orang itu. Pada saat susah, pada saat ekonomi merosot, justru
saat itu kita bergantung pada jubah Yesus. Pada saat menanggung penderitaan
karena penyakit atau karena apa saja, justru pada saat itu kita bergantung
kepada kuasa kebangkitan Tuhan kita Yesus Kristus. Tetapi aneh, banyak orang
Kristen, saat ekonomi lemah, dalam kesusahan, justru menjadi lemah dan
meninggalkan Tuhan, itu adalah kekeliruan. Maka, perlu sekali Tuhan bertanya: siapa
yang menjambah jubah-Ku? Supaya orang lain tahu, bilamana kita bergantung
pada kuasa kebangkitan; ada tenaga yang keluar dari dalam diri-Nya untuk orang
yang sakit, menderita, merasa kehilangan, merasa malu selama ini.
Markus 5:32-33
(5:32) Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang
telah melakukan hal itu. (5:33) Perempuan itu, yang menjadi takut dan
gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan
tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu
kepada-Nya.
Setelah Tuhan melihat dan mengetahui apa yang telah terjadi,
maka perempuan itu: tampil dan tersungkur di depan Yesus =
tampil dalam keadaan merendahkan diri serendah-rendahnya di kaki Yesus.
Ini adalah suatu keberadaan dan perbuatan yang baik dan
benar, serta berkenan kepada Tuhan. Hamba-hamba Tuhan, imam-imam, pelayan-pelayan
Tuhan, bahkan seluruh sidang jemaat, jangan tampil di hadapan Tuhan dalam
situasi “meninggikan diri” dan “merasa diri bisa / mampu”. Itu adalah keadaan
yang tidak baik dan tidak benar, penampilan semacam ini tidak berkenan kepada
Tuhan. Apalagi kalau sudah mendapat kemurahan Tuhan yang besar. Biarlah
penampilan kita menjadi daya tarik di hadapan Tuhan. Oleh sebab itu, tampil
dan tersungkurlah di depan Yesus.
Mari kita lihat keadaan “tampil dan tersungkur di depan
Yesus”.
Rut 3:7-9 --- Perikop: “Rut dan Boas di tempat pengirikan”
(3:7) Setelah Boas habis makan dan minum dan hatinya gembira,
datanglah ia untuk membaringkan diri tidur pada ujung timbunan jelai itu.
Kemudian datanglah perempuan itu dekat dengan diam-diam, disingkapkannyalah selimut
dari kaki Boas dan berbaringlah ia di situ. (3:8) Pada waktu tengah
malam dengan terkejut terjagalah orang itu, lalu meraba-raba ke sekelilingnya,
dan ternyata ada seorang perempuan berbaring di sebelah kakinya. (3:9)
Bertanyalah ia: "Siapakah engkau ini?" Jawabnya: "Aku Rut,
hambamu: kembangkanlah kiranya sayapmu melindungi hambamu ini, sebab engkaulah
seorang kaum yang wajib menebus kami."
Singkat kata, gereja Rut tampil dan berada di kaki Boas
rohani atau merendahkan diri di kaki salib Kristus (Boas rohani = Kristus).
Maka, pada saat itulah kepak sayap Allah akan melindungi gereja Rut
sebagai tanda penebusan bagi gereja Rut.
Rut 3:10
(3:10) Lalu katanya: "Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN,
ya anakku! Sekarang engkau menunjukkan kasihmu lebih nyata lagi dari pada
yang pertama kali itu, karena engkau tidak mengejar-ngejar orang-orang
muda, baik yang miskin maupun yang kaya.
Boas adalah kaum Elimelekh, berarti usianya hampir sama
dengan Elimelekh, bapa mertua dari Rut.
Ketika gereja Rut berada di kaki salib Tuhan, itu adalah tanda:
a.
Penyerahan diri sepenuh
kepada Kristus sebagai Kepala.
b.
Kesetiaan gereja Rut di
dalam mengasihi Yesus sebagai Kepala, sebab ia tidak mengejar-ngejar orang muda
baik orang muda yang miskin maupun yang kaya.
Itu sebabnya Boas berkata: Sekarang engkau menunjukkan
kasihmu lebih nyata lagi dari pada yang pertama kali itu.
Kita lihat dulu “kasih yang pertama kali yang ditunjukkan
oleh Rut kepada Boas rohani (Kristus Kepala).”
Rut 2:7
(2:7) Tadi ia berkata: Izinkanlah kiranya aku memungut dan
mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas jelai ini di belakang penyabit-penyabit.
Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketika
pun ia tidak berhenti."
Rut betul-betul menghargai kemurahan. Dari pagi sampai sore
ia tidak berhenti bekerja. Kesempatan untuk berada di ladang Tuhan, biarlah
kita manfaatkan, jangan kita berhenti bekerja di ladangnya Tuhan, dari pagi
sampai sore, sampai Tuhan datang pada kali yang kedua. Saudara, sampai sore
saja kita bekerja, sebab, apabila gelap malam datang; tidak ada seorangpun yang
dapat lagi bekerja.
Rut 2:8-11
(2:8) Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: "Dengarlah
dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak
usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerjaku
perempuan. (2:9) Lihat saja ke ladang yang sedang disabit orang itu.
Ikutilah perempuan-perempuan itu dari belakang. Sebab aku telah memesankan
kepada pengerja-pengerja lelaki jangan mengganggu engkau. Jika engkau haus,
pergilah ke tempayan-tempayan dan minumlah air yang dicedok oleh
pengerja-pengerja itu." (2:10) Lalu sujudlah Rut menyembah dengan
mukanya sampai ke tanah dan berkata kepadanya: "Mengapakah aku mendapat
belas kasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini
seorang asing?" (2:11) Boas menjawab: "Telah dikabarkan
orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu
sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah
kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal.
Boas telah mendapatkan kabar tentang Rut secara lengkap.
Antara lain:
-
Hormat kepada Naomi
sekalipun anak Naomi telah mati.
-
Ia telah meninggalkan
ayah dan ibunya, artinya; meninggalkan
tabiat daging.
Saudara, pada loh batu yang pertama, intinya
adalah hormat kepada Tuhan. Loh batu yang kedua; hormat kepada ayah dan ibu
termasuk mertua. Itu berarti
orangtua adalah wakil Tuhan di bumi, tetapi, meskipun
demikian, Rut telah meninggalkan ayah
dan ibunya, berarti; meninggalkan daging dengan segala keinginannya.
-
Ia telah meninggalkan
tanah kelahirannya = telah meninggalkan bangsanya lalu pergi ke bangsa Israel.
Artinya: Rut telah meninggalkan penyembahan
berhala serta kenajisan percabulan dan kekejian.
Rut telah meninggalkan tanah kelahirannya atau
bangsanya itulah bangsa Moab, selanjutnya, ia pergi kepada bangsa Israel,
menggabungkan diri dengan bangsa Israel. Siapa bangsa Israel? Dalam Keluaran
14:5-6, mereka adalah bangsa yang dipilih oleh Tuhan lalu ditetapkan
menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. Hal itu jelas menunjuk kepada bangsa yang
terpilih, imamat
rajani, bangsa yang kudus, milik kepunyaan Allah sendiri (1Petrus 2:9).
Inilah kasih Rut yang pertama kali yang ditunjukkan
dihadapan Boas. Dan itu diketahui oleh Boas, tepatnya saat Rut berada di ladang
Boas. Sedangkan kasih Rut yang kedua adalah; Ia menunjukkan kesetianya
dalam hal mengasihi Yesus sebagai Kepala lebih dari yang pertama. Kemudian,
menyatakan dirinya kepada Boas rohani dengan sepenuhnya, tidak
tanggung-tanggung lagi. Ia langsung berada di kaki salib, menyerahkan diri
sepenuhnya dan menjadi milik Yesus sebagai Kepala, berarti menjadi anggota
tubuh Yesus.
-
Pertama-tama Rut tinggalkan masa lalu dan menjadi IMAMAT YANG RAJANI.
-
Yang kedua ia
serahkan dirinya menjadi MILIK KEPUNYAAN ALLAH, lebih lagi dari yang pertama.
Dari penjelasan ini, sebetulnya, itulah yang dialami /
terjadi kepada perempuan yang mengalami penderitaan 12 tahun. Sebetulnya sama,
walaupun tidak tertulis pada ayat itu. Tetapi, setelah dijelaskan dari Kitab
Rut, itulah kehidupan dari perempuan yang menderita lelehan selama 12 tahun. Ia
tampil dan tersungkur di depan kaki Yesus. Demikian juga gereja Rut, ada di
kaki Boas rohani, yakni; Tuhan Yesus Kristus.
Inilah perbuatan yang baik dan benar, serta berkenan di
hadapan Tuhan. Jangan tampil di tengah ibadah dan pelayanan dengan kekuatan
sendiri apalagi dengan tinggi hati, itu tidak boleh. Setelah kita merasakan ada
tenaga yang keluar dari dalam diri Yesus, setelah kita merasakan kuasa
kebangkitan Tuhan, merasakan kuasa pertolongan dari Tuhan, marilah kita tampil
tersungkur di depan kaki Yesus. Jangan kita berlagak dan merasa diri hebat
apalagi dalam mengambil keputusan-keputusan. Inilah tampil dan tersungkur di
depan kaki Yesus.
Sekarang kita perhatikan kembali…
Rut 3:11
(3:11) Oleh sebab itu, anakku, janganlah takut; segala yang
kaukatakan itu akan kulakukan kepadamu; sebab setiap orang dalam kota kami
tahu, bahwa engkau seorang perempuan baik-baik.
Jadi, yang disebut sebagai seorang perempuan baik-baik
(gereja baik-baik)…
a.
Meninggalkan masa lalu, itulah tabiat daging dan penyembahan berhala
termasuk kenajisan percabulan dan kekejian
b.
Menyerahkan diri
sepenuhnya untuk mengasihi Tuhan
lebih setia lagi.
Bila hal itu terjadi, maka Boas rohani (Yesus Kristus) akan
melakukan segala sesuatu sesuai dengan doa-doa dan kerinduan-kerinduan di hati
kita, seperti kerinduan Rut yang disampaikan kepada Boas. Boas rohani akan
menyanggupi kerinduan hati kita, asal kita tampil dan tersungkur di depan kaki
Yesus.
Ciri-ciri tampil dan tersungkur.
Markus 5:33
(5:33) Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika
mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan
Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya.
Dengan tulus memberitahukan segala
sesuatu kepada-Nya, yaitu:
-
Memberitahukan bahwa ia
sakit pendarahan selama 12 tahun.
-
Memberitahukan bahwa ia
telah menjamah jubah Yesus.
Pendeknya, perempuan itu;
-
Tidak malu mengakui aib
/ kekurangannya.
-
Mengakui bahwa apa yang
dialami, apa yang ia terima, itulah kesembuhan, semua karena anugerah.
Dan hal itu diakui dengan tulus.
Banyak orang Kristen tidak berani mengakui kesalahannya,
aibnya, kekurangannya, kelemahannya. Sehingga, orang semacam ini pun tidak mau
mengakui bahwa hidupnya karena anugerah, kesehatannya karena anugerah Tuhan,
seolah-olah semua itu karena kemampuannya, karena pengertiannya. Sekalipun
Firman Allah datang mengoreksi kehidupannya, ia tidak mau mengakuinya.
Malam ini kita mau belajar untuk mengakui segala sesuatu. Bukankah
pedang bermata dua telah datang menghampiri kita sekaliannya? Mengoreksi segala
sesuatu yang terdalam di hati kita? Di situ adalah waktu yang tepat untuk
mengakui dengan tulus. Kemudian, kita mengakui bahwa apapun yang kita alami
termasuk kesembuhan dan pemulihan, jelas karena kemurahan hati Tuhan. Kita pun
diberkati karena kemurahan hati Tuhan. Di beri kesempatan untuk beraktivitas
itu juga karena kemurahan Tuhan.
Amsal 11:3A
(11:3) Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi
pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.
Orang yang jujur dipimpin oleh
ketulusannya.
Kalau tulus pasti jujur mengakui segala sesuatu. Bukan hanya
mengakui kesalahannya, bahkan anugerah Tuhan juga diakui. “Aku bekerja di
sini karena Tuhan, aku mendapat berkat di sini karena Tuhan, aku disehatkan
karena Tuhan, aku mengerti rencana Tuhan karena Tuhan. “
Jadi orang tulus pasti jujur mengakui. Tetapi kalau tidak
tulus pasti tidak jujur, merasa diri hebat. Itu sebabnya ia tidak pernah datang
kepada Tuhan tentang mengambil keputusan apapun, akhirnya nanti; salah sendiri,
rugi sendiri. Itu sebabnya, kalau kita memberontak kepada gembala; tidak
diampuni sebagaimana dalam Keluaran 23:21.
(23:21) Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarkanlah perkataannya,
janganlah engkau mendurhaka kepadanya, sebab pelanggaranmu tidak akan
diampuninya, sebab nama-Ku ada di dalam dia.
Mendurhaka dan memberontak kepada gembala tidak diampuni.
Maksudnya; gembala itu bukan menjadi Tuhan, tetapi, kalau gembala dilawan, lalu
tetap melanggar, nanti terjadi kesalahan, itulah hukumannya.
Jadi, gembala itu bukan Tuhan, yang mengampuni adalah Tuhan.
Tetapi lebih baik dengar-dengaran kepada gembala, karena…
Markus 23:20
(23:20) "Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat
berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa
engkau ke tempat yang telah Kusediakan.
Malaikat sidang jemaat / gembala adalah utusan Tuhan.
-
Untuk melindungi engkau
di jalan
-
Untuk membawa engkau ke
tempat yang telah disediakan, itulah tanah air Sorgawi
Itulah pentingnya tergembala. Kalau hanya sekedar beribadah;
belum tentu berada di dalam rencana Tuhan.
Dampak positif tampil dan tersungkur
di depan Yesus.
Markus 5:34
(5:34) Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu
telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari
penyakitmu!"
Yesus berkata: imanmu telah menyelamatkan engkau. Imannya
seperti apa?
Markus 5:26
(5:26) Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib,
sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama
sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.
Dari sini kita bisa melihat, sepandai-pandainya seorang
medis ahli dalam bidangnya, ternyata kita tidak bisa juga bergantung kepadanya.
Kita harus tetap bergantung pada kuasa kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Ketika
ia bergantung kepada yang lain itulah tabib, justru keadaannya semakin parah
dan semua hartanya habis.
Sekarang kita bandingkan ketika ia bergantung kepada
kuasa kebangkitan.
Markus 5:27
(5:27) Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus,
maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan
menjamah jubah-Nya.
Inilah iman dari perempuan itu. Setelah ia mendengar berita
tentang pribadi Yesus secara lengkap, akhirnya ia bertindak, dia mendekati
Yesus dari belakang dan menjamah jubah Yesus. Jadi, ia mendengar lalu bertindak.
Apa maksud mendengar lalu bertindak?
Roma 10:17
(10:17) Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran
oleh firman Kristus.
Akhir kata, perempuan itu mengalami kesembuhan. 12 tahun
lamanya ia menderita lelehan darah, namun pada akhirnya ia mendengar berita
tentang Yesus. Setelah ia mendengar berita tentang Yesus, ia mengikuti
Yesus dari belakang dan menjamah jubah Yesus.
Bagaimana dengan kita setelah
mendengar Firman ini? Bagaimana cara pengikutanmu
kepada Tuhan? Apakah langsung mengikut Yesus dari belakang dan menjambah
jubah Yesus atau tetap dengan pemikiran yang lama cara hidup yang lama?
Tetapi menurut saya, kita harus tampil seperti pengikutan
dari gereja Rut:
1.
Tinggalkan masa lalu
2.
Kasihnya lebih lagi
Seperti itulah perempuan yang menderita lelehan darah 12
tahun; tampil dan tersungkur di depan Yesus.
Ambil keputusan dan belajarlah untuk merendahkan diri,
belajar untuk melakukan Firman Tuhan di hari-hari terakhir ini. Jangan bertahan
dengan kebodohan, pikiran manusia daging. Ikut Tuhan dan jamahlah jubahnya,
nanti Tuhan dengan keajaiban-Nya akan menolong dan memberkati kita segera.
Amin.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA
MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

No comments:
Post a Comment