IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 17 FEBRUARI
2026
SURAT YUDAS PASAL 1:11
(Seri: 10)
Subtema: KEKAYAAN DAN KEMULIAAN
SALIB KRISTUS
Shalom.
Mula
pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya kita
sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus. Kita boleh datang
menghadap Dia lewat Ibadah Doa Penyembahan pada malam ini.
Sebentar
kita akan tersungkur di ujung kaki salib TUHAN tentu saja setelah hati kita
diteguhkan oleh Firman ALLAH yang dibukakan sesuai dengan takaran kasih karunia
TUHAN.
Saya
juga tidak lupa untuk menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN, Bapak/Ibu,
Saudara/Saudari yang turut bergabung lewat online atau live streaming baik dari video internet Youtube, Facebook
atau video internet lainnya yang dapat diakses dimanapun saudara berada.
Kiranya TUHAN dengan hadirat-Nya bertakhta di hati kita sehingga ada satu
sukacita, damai sejahtera, dan bahagia saat duduk diam menikmati sabda ALLAH
dekat kaki TUHAN.
Mari
kita sambut SURAT YUDAS sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa
Penyembahan dari Yudas 1:11.
Namun
tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan TUHAN supaya Firman yang dibukakan
itu meneguhkan hati kita untuk berada di ujung kaki salib TUHAN, sujud
menyembah kepada Dia.
Yudas 1:11 merupakan seri
pemberitaan Firman ALLAH untuk seri yang ke-10 kalinya.
Yudas
1:11
(1:11) Celakalah
mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena
mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan
mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.
"Celakalah mereka." Berarti
ada orang yang celaka antara lain:
a. Karena
mereka yang mengikuti jalan yang ditempuh Kain
b. Karena
mereka oleh sebab upah menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam.
c. Mereka
binasa karena kedurhakaan seperti Korah.
Tentang:
OLEH SEBAB UPAH MENCEBURKAN DIRI KE
DALAM KESESATAN BILEAM (Bagian 5).
2
Petrus 2:15
(2:15) Oleh karena
mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka,
lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk
perbuatan-perbuatan yang jahat.
Guru-guru
palsu telah meninggalkan jalan yang benar, itulah JALAN SALIB.
Akibatnya:
TERSESATLAH MEREKA / kesasar / salah jalan.
Praktek
tersesat: Mengikuti jalan Bileam, yaitu suka menerima upah untuk
perbuatan-perbuatan yang jahat.
Kisah
tersebut ditulis dengan lengkap di dalam Bilangan 22:2-20.
Namun
pada ayat 12; TUHAN melarang Bileam datang kepada Balak (Raja Moab)
untuk mengutuk bangsa Israel.
Adapun
alasan TUHAN melarang Bileam untuk mengutuk bangsa Israel adalah: bangsa
Israel telah diberkati oleh TUHAN.
Perlu
untuk diketahui: Bangsa Israel telah diberkati oleh TUHAN untuk memberkati
bangsa-bangsa di bumi ini.
Sebab,
rumus di dalam TUHAN: Diberkati untuk memberkati.
Roma
11:11
(11:11) Maka aku
bertanya: Adakah mereka tersandung dan harus jatuh? Sekali-kali tidak! Tetapi oleh
pelanggaran mereka, keselamatan telah sampai kepada bangsa-bangsa lain,
supaya membuat mereka cemburu.
Oleh
karena pelanggaran Israel keselamatan telah sampai kepada bangsa-bangsa lain
(bangsa Kafir).
Adapun
noda kekafiran orang-orang bukan Yahudi:
1. Hidup
dalam penyembahan berhala -> KEHINAAN dari bangsa Kafir.
2. Kenajisan
percabulan dan kekejian -> KEMISKINAN bangsa Kafir
Roma
11:12
(11:12) Sebab jika
pelanggaran mereka berarti kekayaan bagi dunia, dan kekurangan mereka
kekayaan bagi bangsa-bangsa lain, terlebih-lebih lagi kesempurnaan mereka.
Adapun
pelanggaran dan kekurangan bangsa Israel adalah mereka telah menyalibkan
Yesus Kristus.
Pendeknya,
salib Kristus menjadi KEKAYAAN bagi bangsa-bangsa bahkan bagi dunia ini.
Perlu
untuk diketahui:
- Dia
kaya rela menjadi miskin supaya kita menjadi kaya oleh kemiskinan-Nya.
- Dia
mulia rela menjadi hina supaya kita menjadi mulia oleh salib kasar hina itu.
Sebagaimana
yang tertulis di dalam 2 Korintus 8:9.
Itulah
alasan TUHAN melarang Bileam untuk mengutuk bangsa Israel sebab bangsa Israel
adalah bangsa yang telah diberkati oleh TUHAN. Rumus di dalam TUHAN: diberkati
untuk memberkati.
Kolose
1:27
(1:27) Kepada
mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di
antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus
yang adalah pengharapan akan kemuliaan!
Dahulu
bangsa Kafir / orang-orang di luar TUHAN; miskin dan hina. Tetapi oleh salib
Kristus:
- Yang miskin menjadi kaya.
- Yang hina menjadi mulia.
Jadi
betapa kaya dan mulianya salib Kristus, yang pada akhirnya sampai kepada bangsa
Kafir, sampai kepada bangsa Indonesia, sampai kepada bangsa Batak, sampai
kepada kita malam ini, sampai kepada tiap-tiap suku, bahasa, kaum di atas muka
bumi ini.
Singkat
kata; Salib Kristus adalah pengharapan akan kemuliaan itulah Kerajaan Sorga,
tanpa salib tidak akan ada orang yang sampai pada kemuliaan. Jadi jangan
dilemparkan salib yang TUHAN taruh di atas pundak kita masing-masing.
Jangan
sering-sering bersungut-sungut / ngomel / ngedumel / menggerutu dan lain
sebagainya hindarilah itu supaya yang miskin menjadi kaya dan yang hina menjadi
mulia.
Jadi
berita salib sudah sampai kepada jemaat di Kolose juga kepada kita supaya kita
menjadi kaya oleh kemiskinan-Nya dan kita menjadi mulia oleh karena kehinaan
salib itu.
Kolose
1:28
(1:28) Dialah
yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap
orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada
kesempurnaan dalam Kristus.
Pokok
pemberitaan kepada tiap-tiap orang yang menerima nasihat dan ajaran dari Rasul
Paulus adalah SALIB KRISTUS.
Sebab
Salib Kristus memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.
Jadi
salib Kristus itu berkuasa untuk membawa kita sempurna menjadi milik
kepunyaan-Nya itulah Sidang Mempelai TUHAN.
Pendeknya,
sumber kekayaan dan kemuliaan adalah salib Kristus.
Jadi
kita berharga karena salib Kristus, seseorang tidak akan menjadi satu kehidupan
yang berharga di luar salib Kristus. Di luar salib Kristus kita ini bukan
siapa-siapa, kita ini hina tidak berarti. Sama seperti lumpur dosa begitu hitam
pekat, kotor menjijikkan. Tetapi dia yang mulia turun ke tempat yang kotor
supaya kehidupan yang kotor itu menjadi mulia.
Jadi
salib itu yang mengangkat harkat dan martabat setiap orang. Bukan harta,
kekayaan, dan uang yang banyak. Bukan pekerjaan yang nampaknya bagus, bisnis
berhasil, atau bahkan karena kedudukan, jabatan, pangkat yang tinggi, dan
relasi yang luas, bukan itu yang mengangkat harkat dan martabat seseorang.
Semua itu akan berlalu seperti yang tertulis di dalam 1 Petrus 1:24-25; Sebab:
"Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti
bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur, tetapi firman
Tuhan tetap untuk selama-lamanya…"
Jadi
saliblah yang mengangkat harkat dan martabat kita masing-masing, tidak ada yang
lain.
Dahulu
kita ini hina dan kotor bahkan saking kotornya, rasa malu ini tak tertahankan
lagi, tetapi lihatlah rasa malu itupun nanti TUHAN hapuskan.
Contoh:
JEMAAT-JEMAAT DI MAKEDONIA.
2
Korintus 8:1
(8:1)
Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih
karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia.
Pada
akhirnya berita salib sampai kepada bangsa-bangsa Kafir termasuk kepada jemaat
di Makedonia, dan itu adalah kasih karunia yang dianugerahkan TUHAN kepada
bangsa Kafir.
2
Korintus 8:2
(8:2) Selagi
dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka
meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam
kemurahan.
Kondisi
rohani jemaat di Makedonia:
1. Dicobai
dengan berat dalam pelbagai penderitaan namun sukacita mereka meluap.
2. Mereka
miskin namun kaya dalam kemurahan, kaya karena salib.
Jadi
salib itu bisa mengubah segala sesuatu, mengubah derita menjadi sukacita
meluap, mengubah yang miskin menjadi kaya.
Kalau
seseorang tidak memandang salib maka hari-hari dia dalam keadaan miskin dan
hina, tidak pernah ada kebahagiaan di dalam dirinya karena tolak ukur yang dia
gunakan ialah: kebenaran dirinya sendiri. Andaikata kebenaran yang keluar dari
salib kita gunakan sebagai tolak ukur maka yang miskin pasti menjadi kaya, yang
hina pasti menjadi mulia.
Inilah kondisi rohani dari sidang
jemaat di Asia Kecil (bangsa Kafir) termasuk jemaat-jemaat yang ada di
Makedonia.
Ayo,
jangan gunakan kebenaran diri sendiri menjadi tolak ukur dalam menjalankan roda
kehidupan apalagi di tengah ibadah dan pelayanan, mulai dari penggembalaan yang
terkecil; nikah dan rumah tangga, penggembalaan yang terbesar; penggembalaan
GPT Betania, apapun alasannya, tidak mesti pakai; kata “tapi dan karena.” Tolak
ukurnya hanya salib saja, pasti nanti yang miskin menjadi kaya, yang dalam
penderitaan besar, dari dalam dirinya keluar sukacita besar.
Ini
orang yang suka beralasan akan terus miskin, sukacita tidak akan meluap di
dalam dirinya, hanya “tapi, tapi.” Kita harus tetap memandang salib, andaikata
pun yang di samping mu ada yang suka menggunakan “tapi, tapi” tetaplah pandang
salib, jangan lari dari situ, memang sudah ditakdirkan, mau bilang apa lagi,
sabar-sabar saja, tidak boleh kita lari dari salib sebagai kekuatan dari TUHAN.
Ciri-ciri kaya dalam kemurahan:
2
Korintus 8:3
(8:3) Aku
bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan
melampaui kemampuan mereka.
Ciri Pertama: Memberi
dari kekurangan.
Saat
memberi atau saat berkorban mereka lakukan menurut kemampuan mereka, bahkan
melampaui kemampuan = memberi dari kekurangan.
2
Korintus 8:4
(8:4) Dengan
kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka
juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada
orang-orang kudus.
Ciri Kedua: Meminta bahkan mendesak supaya
mereka mendapat bagian dalam pelayanan, dilibatkan untuk berkorban dan
dilibatkan untuk mengerjakan pekerjaan TUHAN.
Jemaat
di Makedonia tidak perlu dihimbau, tidak perlu diingatkan, apalagi didesak,
justru jemaat di Makedonia yang meminta bahkan mendesak supaya mereka juga
dilibatkan untuk pekerjaan TUHAN, dilibatkan untuk mempersembahkan
korban-korban kepada TUHAN.
Doa
dan harapan saya kepada TUHAN, kiranya kita semua tidak perlu dihimbau dalam
hal memberi dan berkorban untuk pekerjaan TUHAN, tetapi justru kitalah yang
menyodorkan diri saat memberi dan berkorban untuk pekerjaan TUHAN.
Tujuannya
supaya kasih karunia tidak menjadi sia-sia, salib Kristus (salib di Golgota)
tidak menjadi sia-sia, supaya Yesus tidak mati percuma.
Ayo
belajarlah untuk hal itu, mereka meminta bahkan mendesak / memohon supaya
mereka mendapat bagian dalam pelayanan, mendapat bagian untuk memberi
korban-korban, jangan malah kita lari ketakutan, tidak lari kepada salib.
Kita
tidak boleh takut kepada salib, pikul salib supaya rasa takut lari meninggalkan
kita, rasa kuatir lari meninggalkan kita, supaya musuh-musuh tunggang langgang,
terbirit-birit lari meninggalkan kita.
Jadi
kita tidak perlu bertanya-tanya lagi; “Kenapa ya saya masalah terus? Kita
koreksi diri saja, saya pun belajar koreksi diri. Kenapa saya dikejar masalah
terus, kenapa saya dikejar musibah terus, kenapa saya dikejar musuh terus?”
Koreksi
dan periksa lagi pada bagian mana kita meninggalkan salib, pada bagian mana
kita tidak peduli dengan pekerjaan TUHAN.
2
Korintus 8:5
(8:5) Mereka
memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri
mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah
juga kepada kami.
Ciri Ketiga: mereka
memberikan lebih banyak dari yang diharapkan, lagi pula mereka telah mengabdi
kepada TUHAN juga kepada orang-orang kudus (hamba TUHAN).
Awal
mula seseorang tergembala atau jemaat-jemaat di tempat ini tergembala,
jangankan memberi, mengerti saja tidak. Tetapi hari demi hari berlalu, TUHAN
menyertai dengan pertolongan, TUHAN menyertai dengan berkat dan kemurahan. Hari
demi hari pun pengertian itu kita peroleh, dari pengertian itu kita mulai
mengerti untuk memberi tepat pada waktunya dan memberi tepat pada tempatnya.
Bahkan hari demi hari tidak perlu dihimbau, ada juga yang seperti itu diantara
kita bahkan mendesak supaya dirinya dilibatkan dalam setiap pekerjaan-pekerjaan
TUHAN dan korban-korban. Tetapi tidak bisa dipungkiri ada juga yang masih
lambat belum sampai ke sana. Tetapi doa saya, kiranya kita sampai pada
pengertian yang benar ini dan dari pengertian-pengertian yang benar ini, kita mengerjakannya
dengan tulus hati, mengabdi kepada TUHAN, mengabdi kepada siapa kita perlu
mengabdi.
Yang
saya tahu kita perlu hormat kepada gembala sidang dua kali lipat, lebih dari
pimpinan mu di atas muka bumi ini. Kalau engkau manusia rohani engkau pasti
mengerti, tetapi kalau engkau masih manusia daging, engkau pasti menghormati 50
(lima puluh) kali lipat seseorang yang tidak seharusnya engkau hormati.
Tetapi
kita semua oleh karena salib boleh hidup dalam kemurahan, kemudian dari manusia
nafsani / manusia daging menjadi manusia rohani.
2
Korintus 8:6-7
(8:6) Sebab itu
kami mendesak kepada Titus, supaya ia mengunjungi kamu dan menyelesaikan
pelayanan kasih itu sebagaimana ia telah memulainya. (8:7) Maka
sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu, -- dalam iman,
dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk
membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami -- demikianlah juga
hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini.
Intinya
jemaat-jemaat di Makedonia mendapat perhatian dari TUHAN dari awal sampai akhir
(Alfa sampai Omega) sebab jemaat-jemaat di Makedonia kaya dalam segala sesuatu:
1.
Kaya dalam iman.
Kalau kaya dalam iman berarti tidak ragu-ragu
dalam hal bertindak, tidak ragu-ragu dalam hal mengambil keputusan yang benar,
suci, dan mulia dihadapan TUHAN.
2.
Kaya dalam perkataan.
Berarti perkataannya selalu manis dan
menyejukkan hati. Tidak mengesalkan hati isterinya, tidak mengesalkan hati
suaminya, tidak mengesalkan hati anaknya, tidak mengesalkan hati orang tuanya,
tidak mengesalkan hati saudaranya laki-laki dan saudaranya perempuan, dan tidak
mengesalkan hati siapapun yang ada di sekitarnya.
Lalu perkataan itu juga bisa membangun orang
lain. Hatinya terbangun, hidupnya terbangun, dan rohaninya terbangun.
3.
Kaya dalam pengetahuan.
Kalau kita banyak mendengar dan menampung
kebaikan dan kemurahan TUHAN lewat pembukaan rahasia Firman TUHAN nanti
lama-lama kaya. Tetapi ada juga orang belum apa-apa sudah menggurui, setiap
hari menggurui. Tetapi
biasanya, orang yang suka menggurui, kesaksiannya tidak diterima dimana-mana.
Berbeda dengan guru, kalau guru tetap guru, tidak perlu menggurui karena
kesaksiannya diterima dimana-mana.
Jadi banyak dengar-dengaran saja, menampung
segala kebaikan dan kemurahan TUHAN. Jangan sedikit-sedikit menggurui, belum apa-apa sudah menggurui.
Saya juga belajar untuk dengar-dengaran bukan hanya di kaki salib dan di depan
meja, saat menggali rahasia Firman, saat pertemuan-pertemuan ibadah pun saya belajar
mendengar Firman. Juga dalam setiap kesempatan,
menyanyikan nyanyian pujian, setiap syair saya
perhatikan semua itu, kata demi kata, saya banyak belajar dari situ sehingga
kaya dalam pengetahuan.
4.
Kaya dalam kesungguhan
untuk membantu.
Tidak salah membantu saudara sedaging, itu
Firman TUHAN, tetapi biar juga kita kaya dalam kesungguhan untuk membantu
pekerjaan TUHAN karena engkau juga diberkati dari TUHAN, berkat mu bukan dari
manusia. Jadi jangan prioritaskan daging manusia, prioritaskanlah TUHAN. Itu
yang dimaksud dengan kaya dalam kesungguhan untuk membantu, kita belajar juga
di situ, walaupun rasanya; “aduh pengeluaran lagi, aduh saya ini susah lagi
dibuatnya.” Ya sudahlah mau bagaimana lagi, yang miskin menjadi kaya dalam
segala sesuatu termasuk dalam hal kesungguhan untuk membantu. Membantu sedikit
ya puji TUHAN, tidak perlu harus dibisik-bisikkan atau diceritakan, melihat pun
kita sudah tahu, “Oh, ini harus dibantu.” Itu namanya kaya dalam kesungguhan
untuk membantu.
5.
Kaya dalam kasih
terhadap orang-orang kudus.
Saya kira kalau saudara punya lahan atau huk di
rumah saudara, lalu saudara menanam pisang cabai kemudian saudara membawa
hasilnya kepada TUHAN, puji TUHAN. Kesejahteraan hamba TUHAN (gembala sidang)
adalah kesejahteraan saudara.
Saudara sering sekali berkata kalau Bapa Gembala
tidak hadir sepi rasanya, tetapi prakteknya tidak ada. Semestinya kaya dalam
kasih terhadap orang-orang kudus. Sebab itu hati-hati dalam berbicara. Saya
selalu memperhatikan setiap kali orang berbicara; ada yang berkata; “Aduh Om
saya butuh penggembalaan ini Om” tetapi tidak ada prakteknya. Semestinya kita
ini kaya dalam kasih terhadap orang-orang kudus. Jangan justru sebaliknya,
kepada orang-orang yang engkau segani secara manusiawi engkau lakukan rasa kasih
mu, tetapi kepada orang-orang kudus, tidak, berarti dunianya sudah terbalik.
6.
Kaya dalam pelayanan
kasih.
Dua kali setahun kita adakan event dalam
penggembalaan GPT Betania yakni; Natal PPT dan Paskah PPT, itu pelayanan kasih, bukan
pelayanan untuk pamer-pamer atau supaya kita menonjolkan diri, tidak.
Saudara, biar kiranya kita semua dalam
mengerjakan hal itu kaya dalam pelayanan kasih.
2
Korintus 8:8-9
(8:8) Aku
mengatakan hal itu bukan sebagai perintah, melainkan, dengan menunjukkan usaha
orang-orang lain untuk membantu, aku mau menguji keikhlasan kasih kamu. (8:9)
Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia,
yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu
menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.
Sampai
pada akhirnya, jemaat-jemaat di Makedonia ini menadi kesaksian yang besar sebab
jemaat-jemaat di Makedonia ini telah mengenal kasih karunia TUHAN yaitu:
-
Dia kaya rela menjadi
miskin supaya kita menjadi kaya oleh kemiskinan-Nya.
Kalau kita mengenal kasih karunia TUHAN kita
tidak takut, kita tidak ragu, kita tidak kuatir mengambil keputusan, bertindak
sesuai dengan apa yang TUHAN mau karena kita sudah mengenal kasih karunia
TUHAN, berita salib sudah disampaikan, mengubah segala sesuatu dari tidak ada
menjadi ada, yang miskin menjadi kaya, yang hina menjadi mulia. Betapa hinanya
kita dahulu karena aib, kenajisan, kesombongan / keangkuhan di masa lalu, TUHAN hapuskan semua aib itu, TUHAN ambil semua aib itu bahkan rasa malu TUHAN
hapuskan.
Kuatir, cemas menjalankan kehidupan ini, tidak
berani bertindak untuk perkara yang suci, semua sudah TUHAN lenyapkan, TUHAN
ganti menjadi indah.
Itulah yang dimaksud dengan yang tidak ada
menjadi ada, kita harus mengenal kasih karunia TUHAN. Dengan demikian kita tahu
bahwa salib Kristus mengubah segala sesuatu. Dan hal itu sebenarnya sudah kita
rasakan, hanya terkadang kita mengeraskan hati, acuh tak acuh, tidak peduli
padahal kita sudah tahu, dan kita sudah mengenal kasih karunia TUHAN. Maka
jangan kita sama seperti Bileam, dia bebal dihadapan TUHAN.
Jadi
saudara, pemaparan singkat ini merupakan bukti nyata bahwa bangsa Israel telah
diberkati untuk memberkati, sedangkan rumus di dalam TUHAN adalah diberkati
untuk menjadi berkat = tahu untuk berterima kasih.
Terima
dari TUHAN lalu kasih. Itu rumus di dalam TUHAN.
Kalau
menerima namun memperkaya diri = menggemukkan diri, resikonya batang leher
patah, artinya ibadah tidak sampai pada puncaknya, doa penyembahan. Kalau hanya
menggemukkan diri, lihatlah siapapun diantara kita, kalau tidak tahu berterima
kasih, kalau hanya mengumpulkan harta untuk kepentingan dirinya, keluarganya,
tetapi tidak kaya dalam segala sesuatu, maka satu kali batang lehernya patah,
artinya ibadahnya tidak sampai pada tingkat ibadah tertinggi, tidak sampai pada
puncak ibadah, doa penyembahan. Saya berani mengatakan itu karena ada orang
seperti itu dalam pelayanannya kepada TUHAN itulah Imam Eli di dalam 1
Samuel 4:16-18.
Eli
adalah orang yang tidak tahu berterimakasih, hanya menggemukkan diri di tengah
ibadah dan pelayanan, ibadahnya tidak sampai pada puncaknya (doa penyembahan),
sehingga batang lehernya patah dan dia juga tidak berani menegur anak-anaknya
itulah Hofni dan Pinehas, dia tidak berani menyampaikan berita salib padahal
itu kasih karunia supaya Hofni dan Pinehas mengenal kasih karunia. Tetapi dia
tidak berani menyampaikan berita kasih karunia sehingga Hofni dan Pinehas juga
tidak mengenal kasih karunia. Apa kehinaan Hofni dan Pinehas?
- Tidak menghargai korban Kristus.
- Hidup dalam kenajisan percabulan.
Sama
seperti Tabut Perjanjian dirampas. Gambaran dari Tabut Perjanjian adalah
Mempelai TUHAN, wujudnya doa penyembahan sudah dirampas dari kehidupannya.
Saya
sudah sampaikan berkali-kali, tentang 7 (tujuh) tahun kelimpahan tinggal 2
(dua) tahun lagi; 2026-2027. Tetapi ada juga diantara kita tidak mau bergeming,
saya tidak mengerti kenapa, apa alasannya. Bukankah hidup kekal yang harus kita
capai? Bukankah itu kerinduan kita? Kenapa kerinduan itu disangkali demi
menggemukkan diri? Tidakkah itu namanya kebebalan? Berpikir pendek dari
orang-orang egois? Tetapi anehnya banyak sekali orang-orang Kristen seperti
itu. Saya tidak tahu diantara kita ada atau tidak, tetapi TUHAN tahu.
Pemaparan
singkat ini merupakan bukti nyata bahwa bangsa Israel telah diberkati,
sedangkan rumus di dalam TUHAN adalah diberkati untuk menjadi berkat, tahu
berterima kasih. Sedangkan rumus dunia; menerima berkat untuk menggemukkan
diri, tetapi resikonya batang leher patah, artinya; ibadah tidak sampai pada
puncaknya, itulah doa penyembahan. Satu kali akan jatuh dan terlentang dari
kedudukannya berada di tangan musuh.
2
Petrus 2:16
(2:16) Tetapi
Bileam beroleh peringatan keras untuk kejahatannya, sebab keledai beban yang
bisu berbicara dengan suara manusia dan mencegah kebebalan nabi itu.
Di
ayat ini Bileam disebutkan sebagai orang bebal berarti mengabaikan apa yang
sudah TUHAN beritahukan. Apa yang sudah TUHAN beritahukan kepada Bileam? Yaitu:
“Jangan engkau mengutuk bangsa itu, sebab mereka telah diberkati.”
Keselamatan itu nanti dari mereka lalu akhirnya sampai ke bangsa Kafir.
Termasuk jemaat di Makedonia, yang miskin menjadi kaya, yang hina menjadi
mulia, rasa malu itu ditutupi dan dihapuskan oleh TUHAN.
Mazmur
92:6-7
(92:6) Betapa
besarnya pekerjaan-pekerjaan-Mu, ya TUHAN, dan sangat dalamnya
rancangan-rancangan-Mu. (92:7) Orang bodoh tidak akan mengetahui,
dan orang bebal tidak akan mengerti hal itu.
Sekalipun
pekerjaan-pekerjaan TUHAN besar dan rancangan-rancangan TUHAN sangat dalam,
tetapi orang bodoh dan orang bebal tidak mengerti dan tidak mengetahui hal itu,
tidak peduli dengan semua itu, semua itu diabaikan.
Jadi
kebebalan itu mengabaikan kebaikan dan kemurahan TUHAN. Padahal rancangan TUHAN
itu dalam loh saudara, tidak terselami oleh akal dan pikiran.
Saudara,
dahulu diantara kita ada yang merasa, “Kenapa saya di sini”, lalu dia
berpikir; “Oh saya ini orang yang terkutuk sehingga saya ditempatkan di
sini.” Tetapi setelah dia memahami dan menyadarinya, barulah dia mengakui
kepada TUHAN bahwa dia ditempatkan di penggembalaan ini untuk mengerti
rancangan-rancangan TUHAN, rancangan TUHAN yang begitu dalam.
Pekerjaan
TUHAN itu besar, karya yang terbesar adalah salib di Golgota dimana Anak Domba
telah mengerjakan keselamatan dan penebusan serta memperdamaikan dosa kita
kepada ALLAH, sehingga yang jauh menjadi dekat.
Itulah
pekerjaan ALLAH yang besar dan rancangan TUHAN yang begitu dalam di dalam
kehidupan kita masing-masing. Tetapi semua itu diabaikan oleh orang bodoh dan
orang bebal.
Namun
kita bukan orang bebal, kita belajar untuk mengerti rancangan-rancangan TUHAN
yang dalam, belajar menghargai pekerjaan TUHAN, karya yang terbesar, salib di
Golgota.
Mazmur
14:1
(14:1) Untuk
pemimpin biduan. Dari Daud. Orang bebal berkata dalam hatinya: "Tidak
ada Allah." Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik.
Orang
bebal berkata dalam hatinya: "Tidak ada ALLAH."
Buktinya:
Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik.
Mazmur
14:2-3
(14:2) TUHAN
memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia untuk melihat,
apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah. (14:3) Mereka semua
telah menyeleweng, semuanya telah bejat; tidak ada yang berbuat baik, seorang
pun tidak.
Segala
sesuatu yang diperbuat oleh manusia di atas muka bumi ini TUHAN Maha Tahu dan
TUHAN Maha Melihat termasuk orang bebal. Jadi saudara kalau peka dengan ayat
ini, ayo kita harus ada rasa malu kepada TUHAN.
Praktek kebebalan Bileam:
Bilangan
22:23-28
(22:23) Ketika
keledai itu melihat Malaikat TUHAN berdiri di jalan, dengan pedang terhunus di
tangan-Nya, menyimpanglah keledai itu dari jalan dan masuk ke ladang.
Maka Bileam memukul keledai itu untuk memalingkannya kembali ke jalan. (22:24)
Kemudian pergilah Malaikat TUHAN berdiri pada jalan yang sempit di antara
kebun-kebun anggur dengan tembok sebelah-menyebelah. (22:25) Ketika
keledai itu melihat Malaikat TUHAN, ditekankannyalah dirinya kepada tembok,
sehingga kaki Bileam terhimpit kepada tembok. Maka ia memukulnya pula. (22:26)
Berjalanlah pula Malaikat TUHAN terus dan berdirilah Ia pada suatu tempat yang
sempit, yang tidak ada jalan untuk menyimpang ke kanan atau ke kiri. (22:27)
Melihat Malaikat TUHAN meniaraplah keledai itu dengan Bileam masih di
atasnya. Maka bangkitlah amarah Bileam, lalu dipukulnyalah keledai itu dengan
tongkat. (22:28) Ketika itu TUHAN membuka mulut keledai itu, sehingga ia
berkata kepada Bileam: "Apakah yang kulakukan kepadamu, sampai engkau
memukul aku tiga kali?"
Inilah
kebebalan Bileam, tidak peka dengan TUHAN, tidak peka dengan rancangan TUHAN
yang begitu dalam, tidak peka dengan pekerjaan-pekerjaan TUHAN yang begitu
besar.
Di
sini kita melihat bahwa; pekerjaan-pekerjaan TUHAN itu besar kemudian
rancangan-rancangan TUHAN itu sangat dalam dan itu dinyatakan kepada manusia.
Buktinya:
- Keledai dibawa ke ladang (kegiatan Roh) = pengharapan ->
Ketekunan dalam Ibadah Raya Minggu.
- Keledai menekankan dirinya ke tembok = perbuatan iman -> Ketekunan dalam
Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan Perjamuan Suci.
- Keledai meniarap = perbuatan kasih -> Ibadah Doa Penyembahan.
Jadi
dari sini kita bisa melihat, ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok itu adalah
ibadah buatan tangan TUHAN, ibadah yang berasal dari salib di Golgota.
Tadi
saya sudah katakan, perbuatan-perbuatan ALLAH itu besar, karya ALLAH yang
terbesar adalah salib di Golgota. Rancangan-Nya dalam; dari salib keluarlah
ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Dan kita sudah melihat lewat peristiwa
Bileam ini. Tetapi lihatlah orang bebal, dia tidak peduli dengan itu. Itu
sebabnya ketika keledai yang ditunggangi oleh Bileam pergi ke tiga tempat di
atas, Bileam selalu memukul keledai itu. Karena apa? Karena Bileam itu bebal,
dia tidak peduli dengan rancangan TUHAN di dalam dirinya, tidak peduli dengan
salib di Golgota, perbuatan yang besar dari TUHAN.
Karena
kebebalan itulah TUHAN menegur Bileam dengan keras dan tegas dengan cara;
membuka mulut keledai sehingga keledai itupun berbicara seperti manusia
sebagaimana yang dituliskan oleh Petrus di dalam 2 Petrus 2:16.
Jadi
orang bebal tidak peduli dengan perbuatan-perbuatan TUHAN yang besar, tidak
peduli dengan rancangan-rancangan TUHAN yang begitu dalam di dalam dirinya.
Orang bebal itu tidak peka, orang lain sudah menabur, dia diam, orang lain
sudah sibuk-sibuk dia duduk, orang lain sudah angkat ini angkat itu, di
tengah-tengah ibadah-ibadah, tetapi dia duduk, bahkan lari nomor satu
meninggalkan gereja.
Ingat!
Salib di Golgota itu besar saudara, rancangan-Nya dalam kepada mu, kepada ku,
kepada kita semua, semestinya pekalah.
Bilangan
22:29
(22:29) Jawab
Bileam kepada keledai itu: "Karena engkau mempermain-mainkan aku;
seandainya ada pedang di tanganku, tentulah engkau kubunuh sekarang."
Salib
di Golgota tidak pernah mempermain-mainkan kita saudara. Ketekunan dalam tiga
(tiga) macam ibadah pokok itu buatan TUHAN, bukan buatan tangan manusia.
Kemudian, rancangan TUHAN adalah rancangan yang begitu dalam untuk kehidupan
kita masing-masing. Mari kita belajar untuk menyelami kedalaman isi hati TUHAN
dan kita akan tersungkur di kaki salib TUHAN sebentar, AMIN.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA
MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

No comments:
Post a Comment