KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Sunday, March 1, 2026

IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 14 FEBRUARI 2026



IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 14 FEBRUARI 2026

 

STUDY YUSUF

KEJADIAN 44:18-34

(SERI 7)

 

Subtema: CELAKA PERTAMA (BELALANG KELUAR ADARI ASAP)

 

Mula pertama saya ucapkan puji syukur kepada Tuhan oleh karena rahmat-Nya kita semua ada di hadirat TUHAN lewat Ibadah Kaum Muda Remaja.

Kita sudah menaikkan puji-pujian dan persembahan kita kepada TUHAN, selanjutnya saatnya bagi kita untuk mendengarkan Firman Allah. Namun tetaplah berdoa dalam roh, mohon kemurahan dari pada TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, yang turut bergabung secara online dimana pun berada. Selanjutnya mari kita sambut STUDY YUSUF sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Kaum Muda Remaja.

 

Perlu untuk diketahui:

Kejadian 44:18-34 seluruhnya adalah tutur kata Yehuda kepada Yusuf sebagai mangku negara atau raja muda di Mesir.

 

Dalam tutur kata tersebut, Yehuda memohon kelepasan bagi Benyamin (adiknya).

 

Pertanyaan: Mengapa Yehuda memohon kelepasan bagi Benyamin?.

Jawabnya ada pada...

Kejadian 44:29-31

(44:29) Jika anak ini kamu ambil pula dari padaku, dan ia ditimpa kecelakaan, maka tentulah kamu akan menyebabkan aku yang ubanan ini turun ke dunia orang mati karena nasib celaka. (44:30) Maka sekarang, apabila aku datang kepada hambamu, ayahku, dan tidak ada bersama-sama dengan kami anak itu, padahal ayahku tidak dapat hidup tanpa dia, (44:31) tentulah akan terjadi, apabila dilihatnya anak itu tidak ada, bahwa ia akan mati, dan hamba-hambamu ini akan menyebabkan hambamu, ayah kami yang ubanan itu, turun ke dunia orang mati karena dukacita.

 

Apabila Benyamin tidak kembali ke Kanaan, maka Yakub akan mengalami nasib yang tragis, yaitu;

-    Turun ke dunia orang mati karena nasib celaka (ayat 29).

-    Turun ke dunia orang mati karena dukacita (ayat 31).

 

Perlu untuk diketahui:

Mati karena nasib celaka dan mati karena dukacita adalah hal yang tidak dikehendaki oleh Tuhan, sebab kematian semacam ini adalah KEBINASAAN.

 

Contoh: MATI KARENA NASIB CELAKA

 

Wahyu 8:13 --- Perikop: "Keempat sangkakala yang pertama"

(8:13) Lalu aku melihat: aku mendengar seekor burung nasar terbang di tengah langit dan berkata dengan suara nyaring: "Celaka, celaka, celakalah mereka yang diam di atas bumi oleh karena bunyi sangkakala ketiga malaikat lain, yang masih akan meniup sangkakalanya."

 

Setelah penghukuman dari keempat sangkakala yang pertama, maka akan menyusul tiga celaka berikutnya oleh bunyi sangkakala kelima, keenam dan ketujuh.

 

Wahyu 9:1-2 telah kita bahas bersama-sama pada minggu yang lalu. Harapan saya kiranya apa yang telah kita terima minggu yang lalu menjadi suatu berkat, berkuasa untuk menolong setiap kehidupan kita tepat pada waktunya nanti.

Oleh sebab itu mari kita bahas ayat selanjutnya.

 

CELAKA YANG PERTAMA

Wahyu 9:3 --- Perikop: "Sangkakala yang kelima"

(9:3) Dan dari asap itu berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajengking di bumi.

 

Dari asap  lobang tanur, berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi.

Tanah Mesir pernah dihukum oleh Tuhan dengan belalang, itulah tulah yang kedelapan.

 

Mari kita lihat dalam…

Keluaran 10: 3-5 --- Perikop: "Tulah kedelapan: belalang"

(10:3) Lalu Musa dan Harun pergi menghadap Firaun dan berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN, Allah orang Ibrani: Berapa lama lagi engkau menolak untuk merendahkan dirimu di hadapan-Ku? Biarkanlah umat-Ku pergi supaya mereka beribadah kepada-Ku. (10:4) Sebab jika engkau menolak membiarkan umat-Ku pergi, maka besok Aku akan mendatangkan belalang-belalang ke dalam daerahmu; (10:5) belalang itu akan menutupi permukaan bumi, sehingga orang tidak dapat melihat tanah; belalang itu akan memakan habis sisa yang terluput, yang masih tinggal bagimu dari hujan es itu, bahkan akan memakan habis segala pohonmu yang tumbuh di padang.

 

Oleh karena kesombongan, keangkuhan dari Firaun, akhirnya; Tuhan mendatangkan tulah kedelapan yaitu; menghukum Mesir dengan belalang-belalang. Hingga belalang-belalang itu menutupi seluruh permukaan bumi dan tidak ada seorangpun yang dapat melihat tanah.

Tanah menggambarkan hati manusia.

 

Selanjutnya, belalang-belalang tersebut memakan habis atau merusak segala pohon-pohon yang tumbuh di padang.

 

Kita bandingkan dengan belalang dalam...

Wahyu 9:4

(9:4) Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya.

 

Ada suatu perbedaan antara hukuman TUHAN melalui belalang di tanah Mesir dengan belalang dalam Wahyu 9:4; Sebab belalang-belalang di sini yang keluar dari asap tersebut bukan untuk merusak rumput atau tumbuh-tumbuhan atau pohon-pohon melainkan merusak manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya.

Jadi hukuman Allah ke Mesir dalam tulah kedelapan; belalang-belalang turun atas Mesir menutupi semua permukaan sehingga orang tidak dapat melihat tanah. Tanah menggambarkan hati manusia.

 

Pada belalang-belalang tersebut diberi kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajengking di bumi. Bandingkan dengan Wahyu 9:10 Dan ekor mereka sama seperti kalajengking dan ada sengatnya, dan di dalam ekor mereka itu.terdapat kuasa mereka untuk menyakiti manusia, lima bulan lamanya.

Pada ekor belalang-belalang itu sama seperti kalajengking, mempunyai sengat itulah sengat maut.

 

Jadi, pada Wahyu 9:4 yang dirusak adalah manusia yang tidak memiliki meterai di dahi mereka. Sebab, pada belalang-belalang itu ada sengat, sebab ekor mereka seperti ekor kalajengking mempunyai sengat itulah sengat maut.

 

1 Korintus 15:55

(15:55) Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?" (15:56) Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.

 

Sengat maut ialah dosa. Sedangkan kuasa dosa ialah hukum Taurat.

Oleh sebab itu, jangan kita datang beribadah dan melayani dengan model Taurat. Bahkan ketika mempersembahkan korban juga jangan dalam bentuk Taurat (lahiriah). Agar maut tidak menyengat dan dosa  tidak menguasai hati kita masing-masing.

 

Saudara jangan pernah berpikir kalau datang beribadah dan melayani bahkan mempersembahkan korban hanya sekedar atau bentuk taurat, keadaan semacam ini akan mengalami sengat maut itulah dosa. Dia tetap di kuasai dosa.

Jadi orang yang menjalankan ibadah secara Taurat tetap berdosa, itulah sengat maut. Jangan dikira orang yang datang beribadah dengan menjalankan ibadah Taurat dapat tertolong. Oleh sebab itu kita semua harus dengan sungguh-sungguh datang kepada Tuhan.

 

Aktualisasi beribadah dan melayani dalam sengat maut:

Matius 23:1-2 --- Perikop: “Yesus mengecam ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi”

(23:1) Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: (23:2) "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.

berarti tampil sebagai pelayan Tuhan.

 

Kemudian model pelayanan mereka…

Matius 23:3-4

(23:3) Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. (23:4) Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.

Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi ada di tengah ibadah dan pelayanan, bahkan mengajarkan firman Allah, tetapi mereka sendiri tidak melakukan apa yang diajarkan tersebut = disengat oleh dosa munafik.

 

Ciri orang munafik:

Mengikat beban-beban berat di atas bahu orang tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. Artinya: mengajarkan salib kepada orang lain tetapi dia sendiri tidak mau memikul salib. Orang semacam ini tidak akan pernah mau memperhatikan orang lain, hatinya tidak tersentuh terhadap orang yang membutuhkan pertolongan, hatinya tidak tersentuh untuk pekerjaan TUHAN. Inilah orang-orang yang disengat oleh dosa munafik.

 

Oleh sebab itu ibadah dan pelayanan, serta pengorbanan kita harus digerakkan oleh Kasih Allah, supaya tidak disengat oleh ekor kalajengking itulah sengat maut. Kemudian senantiasa memberi diri untuk disucikan supaya kehidupan kita kelak tidak diperhadapkan kepada ekor kalajengking.

 

Kita kembali membaca

Wahyu 9:4

(9:4) Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya.

 

Yang dirusak adalah manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya.

Pendeknya; meterai Allah harus ada di dahi, itu berarti pada pemikiran kita hanyalah:

-    Bagaimana kita melakukan Firman Allah/perintah Allah.

-    Bagaimana kita menyenangkan hati Tuhan dalam hal beribadah dan melayani TUHAN dan pekerjaan-Nya.

-    Bagaimana kita dapat merendahkan diri serendah-rendahnya dihadapan Tuhan.

     Sedangkan orang yang tidak memakai meterai Allah di dahi mereka, akan disiksa oleh sengat maut.

 

Mari kita lihat sengat maut…

Wahyu 9:5-6

(9:5) Dan mereka diperkenankan bukan untuk membunuh manusia, melainkan hanya untuk menyiksa mereka lima bulan lamanya, dan siksaan itu seperti siksaan kalajengking, apabila ia menyengat manusia. (9:6) Dan pada masa itu orang-orang akan mencari maut, tetapi mereka tidak akan menemukannya, dan mereka akan ingin mati, tetapi maut lari dari mereka.Adapun siksaan itu berlangsung selama lima bulan lamanya.

 

Adapun siksaan itu berlangsung selama lima bulan lamanya.

Oleh siksaan itu orang-orang mencari maut dan hendak bunuh diri, tetapi maut lari dari mereka.

Jadi betapa beratnya penderitaan yang dialami oleh orang-orang yang tidak memiliki meterai Allah, oleh karena siksaan yang datang dari ekor belalang karena ekornya sama seperti ekor kalajengking mempunyai sengat dan itu berlangsung selama lima bulan lamanya.

 

5 bulan  x 30 hari = 150 hari.

 

Mari kita lihat hukuman pernah terjadi selama 150 hari …

Kejadian 7:21-24

(7:21) Lalu mati binasalah segala yang hidup, yang bergerak di bumi, burung-burung, ternak dan binatang liar dan segala binatang merayap, yang berkeriapan di bumi, serta semua manusia. (7:22) Matilah segala yang ada nafas hidup dalam hidungnya, segala yang ada di darat. (7:23) Demikianlah dihapuskan Allah segala yang ada, segala yang di muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang melata dan burung-burung di udara, sehingga semuanya itu dihapuskan dari atas bumi; hanya Nuh yang tinggal hidup dan semua yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu. (7:24) Dan berkuasalah air itu di atas bumi seratus lima puluh hari lamanya.

 

Saudara, jelas di sini dikatakan; Pada zaman Nuh, Tuhan menghukum dunia dengan air bah. Dan hukuman itu berlangsung selama  150 hari lamanya. Hukuman ini berlangsung kepada mereka yang pemikirannya dikuasai oleh tabiat daging.

Yang menjadi milik Allah itu yang diselamatkan; Nuh dan isterinya, serta tiga anaknya dan isterinya masing-masing.

Sementara mereka yang tidak hidup, tidak memikirkan apa yang dipikirkan oleh Allah akan binasa karena pikiran mereka dikuasai oleh pikiran daging.

 

Kalau kita perhatikan…

Kejadian 6:3

(6:3) Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."

Ketika seseorang dipenuhkan oleh Roh Kudus, itu merupakan meterai. Dan meterai adalah tanda bahwa ia adalah milik Tuhan.

 

Tidak memikirkan apa yang dipikirkan oleh Allah (pikiran daging). Itu sebabnya TUHAN mengambil Roh-Nya dari manusia, karena di pikiran mereka tidak ada meterai Allah. Seharusnya meterai Allah itu harus ada di dahi, berarti; tahu untuk menyenangkan hati TUHAN di tengah ibadah dan pelayanan dan melakukan Firman TUHAN dan mau merendahkan diri serendah-rendahnya.

 

Bagaimana kita di hari-hari terakhir ini, bukankah ini menggambarkan keadaan manusia di akhir zaman sebagaimana tertulis dalam Matius 24:37. Di zaman akhir persis seperti zaman nuh, meterai Allah tidak ada di dahi mereka, kecenderungan mereka hanya melakukan yang bersifat daging.

 

Kejadian 6:5

(6:5) Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,

Kalau manusia disengat oleh dosa, maka ketika dosa itu dibuahi lahirlah maut.

Sementara dalam Yakobus 1:15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

 

Jadi, penghukuman atas daging memisahkan orang-orang yang memiliki meterai Allah di dahi mereka, itulah pribadi Nuh, isteri Nuh dan ketiga anaknya serta ketiga menantunya.

Jadi, yang masuk pada bahtera itu adalah orang yang berpasang-pasangan, yang memiliki meterai Allah.

 

Lukas 1:24

(1:24) Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya:

Lima bulan adalah penantian untuk lahirnya Yohanes Pembaptis. Yohanes pembaptis ini adalah orang yang besar sebagaimana dalam Matius 11:11 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.

Yohanes pembaptis diakui oleh TUHAN sebagai orang yang besar, dan kalau kita mau diakui sebagai orang yang besar dihadapan TUHAN berarti kita mau menjadi pribadi yang mau merendahkan diri dihadapan TUHAN dan mau menjadi kecil. Dan itu dilakukan Yohanes Pembaptis sebagaimana dalam Yohanes 3:30 Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.

 

Kita kembali membaca

Lukas 1:14-17

(1:14) Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. (1:15) Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya;

 

Jadi Yohanes pembaptis bukan manusia daging, dia adalah hamba TUHAN penuh dengan roh Allah. Dia  memiliki meterai Allah di dahinya sendiri, dia tidak mabuk anggur dan tidak hidup dalam hawa nafsu daging.

 

(1:16) ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, (1:17) dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya."

 

Inilah kehidupan yang memiliki meterai Allah di dahi nya. Dia memiliki dua bagian roh dari Elia di tengah ibadah dan pelayanan yaitu:

1.    Membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya.

Sehingga hati anak-anak tidak tawar hatinya.

2.    Hati orang-orang durhaka berbalik kepada pikiran orang-orang yang benar.

 

Inilah secara garis besar terkait celaka pertama. Dan kita akan lanjutkan kembali jika TUHAN kehendaki soal celaka pertama di minggu yang akan datang. Doakan supaya TUHAN terus tolong kita dan bukakan firmannya bagi kita sekaliannya. Amin.

 

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

 

Pemberita Firman:

Gembala sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment